Tag: btc

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 9% ke $70.600, Mulai Berbalik?

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini mencatat kenaikan signifikan, diperdagangkan di level $70.638,59 atau menguat sekitar 9,03% dalam 24 jam terakhir.

    Lonjakan ini terjadi di tengah reli pasar kripto yang lebih luas, dengan volume perdagangan harian mencapai $91,36 miliar, menandakan peningkatan aktivitas pasar yang cukup agresif setelah periode tekanan panjang.

    Meski demikian, Bitcoin masih berada dalam fase koreksi jika dilihat dari performa bulanan hingga kuartalan, sehingga pergerakan harga saat ini menjadi sorotan utama pelaku pasar: apakah ini awal pembalikan tren atau sekadar relief rally?

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Rungkad! Bitcoin Turun 9% ke $64.000

    Pergerakan Harga BTC Hari Ini

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang harga yang cukup lebar, dengan level terendah di $64.459,92 dan level tertinggi di $71.681,31.

    Volatilitas tinggi ini menunjukkan adanya tarik-menarik kuat antara pembeli dan penjual.

    Kenaikan harian sebesar $5.606,48 (+8,61%) menempatkan BTC sebagai salah satu aset kripto dengan performa terbaik hari ini, sekaligus memperkuat posisinya sebagai aset kripto nomor satu berdasarkan kapitalisasi pasar.

    Namun, pada timeframe yang lebih pendek, perubahan harga 1 jam terakhir menunjukkan koreksi kecil sebesar -0,58%, mengindikasikan mulai munculnya aksi ambil untung setelah lonjakan cepat.

    Kapitalisasi Pasar dan Fundamental Supply

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Di Tokocrypto, kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai sekitar $1.413 triliun, dengan pasokan beredar 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,17% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

    Tingkat suplai yang semakin mendekati batas maksimum ini terus menjadi fondasi narasi kelangkaan Bitcoin dalam jangka panjang.

    Sementara itu, Fully Diluted Market Cap tercatat di kisaran $1.485 triliun, mencerminkan valuasi penuh jika seluruh BTC telah beredar.

    Volume perdagangan yang tinggi menunjukkan bahwa minat pasar kembali meningkat, meski sebagian besar masih didominasi oleh perdagangan jangka pendek dan spekulatif.

    Tekanan Jangka Menengah Masih Terlihat

    Meskipun performa harian terlihat impresif, data historis menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam tekanan jika dilihat dari timeframe yang lebih panjang:

    • 30 hari: turun $20.282,17 (-22,28%)
    • 60 hari: turun $19.162,63 (-21,32%)
    • 90 hari: turun $31.006,99 (-30,48%)

    Selain itu, performa mingguan masih mencatat penurunan 15,58%, menandakan bahwa reli hari ini belum sepenuhnya menghapus tren turun sebelumnya.

    Kondisi ini menguatkan pandangan bahwa kenaikan harga BTC saat ini kemungkinan besar dipicu oleh sentimen pasar jangka pendek, bukan perubahan struktural yang solid.

    Level Teknis Penting yang Perlu Diperhatikan

    Dari sudut pandang analisis teknikal, terdapat beberapa area kunci yang menjadi fokus pelaku pasar:

    • Support terdekat: $64.000 – $65.000
      Area ini menjadi dasar reli terbaru dan penting untuk dipertahankan agar momentum bullish tetap hidup.
    • Resistensi kuat: $71.500 – $72.000
      Level ini berdekatan dengan puncak harian dan menjadi penghalang utama sebelum BTC berpotensi melanjutkan kenaikan.
    • Resistensi lanjutan: $75.000
      Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas $72.000 dengan volume tinggi, peluang uji ke area ini akan terbuka.

    Sementara itu, rekor tertinggi Bitcoin di $126.198,07 masih berada jauh di atas harga saat ini, menegaskan bahwa ruang pemulihan jangka panjang masih sangat besar, namun penuh tantangan.

    Awal Reversal atau Sekadar Pantulan?

    Lonjakan harga Bitcoin hari ini menunjukkan adanya pergeseran sentimen pasar dari ketakutan ekstrem menuju optimisme jangka pendek.

    Namun, tanpa dukungan tren naik yang konsisten dan konfirmasi dari timeframe mingguan, reli ini masih berisiko bersifat sementara.

    Investor dan trader disarankan untuk mencermati:

    • Konsistensi volume di atas $90 miliar
    • Kemampuan BTC bertahan di atas $68.000
    • Reaksi harga di zona $71.500–$72.000

    Jika gagal menembus resistensi tersebut, Bitcoin berpotensi kembali bergerak konsolidatif atau bahkan terkoreksi.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Tergelincir ke $76.000, Risiko Koreksi?

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin sedang mengalami reli kuat secara harian, namun masih berada dalam bayang-bayang tren turun jangka menengah.

    Kenaikan 9% ini menjadi sinyal positif, tetapi belum cukup untuk mengonfirmasi pembalikan tren secara menyeluruh.

    Pasar kini menunggu konfirmasi lanjutan: apakah Bitcoin mampu mempertahankan momentum dan menembus resistensi kunci, atau justru kembali tertekan oleh aksi ambil untung.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Rungkad! Bitcoin Turun 9% ke $64.000

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali melemah tajam dan diperdagangkan di level $64.499,89 per BTC, mencatat penurunan -8,88% dalam 24 jam terakhir.

    Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan jual yang masih kuat, dengan sentimen pasar kripto global berada dalam fase risk-off.

    Berdasarkan catatan Tokocrypto pada Jumat (6/2), kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1.289 triliun, sementara volume perdagangan 24 jam melonjak ke $140,80 miliar, menandakan aktivitas jual-beli yang sangat intens.

    Lonjakan volume ini sering kali mencerminkan kepanikan jangka pendek, sekaligus fase distribution setelah reli sebelumnya.

    Baca Juga: Binance Mulai Borong Bitcoin Rp15 Triliun, Tahap Pertama Sudah Jalan!

    Tekanan Harga BTC dalam Jangka Pendek

    Dalam rentang 24 jam terakhir, BTC sempat menyentuh level terendah $60.074,20 sebelum mencoba rebound tipis, dengan harga tertinggi harian di $71.802,46.

    Fluktuasi lebar ini menegaskan bahwa volatilitas masih sangat tinggi, dan pelaku pasar cenderung berhati-hati.

    Secara mingguan, Bitcoin tercatat turun -22,05%, sementara dalam 30 hari terakhir koreksi mencapai -30,17%. Bahkan dalam horizon 90 hari, BTC sudah terkoreksi hampir -36,92% dari level sebelumnya.

    Data ini menunjukkan bahwa tekanan jual bukan sekadar koreksi teknikal ringan, melainkan bagian dari fase pelemahan tren yang lebih luas.

    Faktor yang Membebani Harga Bitcoin

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Penurunan tajam harga BTC hari ini tidak berdiri sendiri. Ada beberapa faktor utama yang membebani pergerakan Bitcoin:

    1. Sentimen Makro Global
      Ketidakpastian kondisi makroekonomi global, termasuk kebijakan suku bunga dan arus modal ke aset aman, masih menjadi faktor utama. Investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk kripto.
    2. Likuidasi Posisi Leverage
      Penurunan cepat memicu gelombang likuidasi posisi leverage di pasar derivatif. Hal ini mempercepat penurunan harga karena forced selling di bursa futures.
    3. Tekanan Teknis
      Secara teknikal, BTC telah menembus beberapa area support penting. Breakdown ini memicu aksi jual lanjutan dari trader jangka pendek yang mengandalkan level teknikal sebagai acuan.

    Struktur Pasar dan Level Kunci BTC

    Dari sisi struktur pasar, Bitcoin masih diperdagangkan jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07.

    Jarak yang cukup dalam dari ATH ini menegaskan bahwa pasar masih berada dalam fase koreksi besar.

    Level $60.000 kini menjadi area support psikologis yang sangat krusial.

    Jika tekanan jual berlanjut dan BTC gagal bertahan di atas area ini, potensi penurunan lanjutan menuju zona support berikutnya terbuka lebar.

    Di sisi lain, area $70.000–$72.000 berpotensi menjadi resistance awal.

    Selama BTC belum mampu menembus dan bertahan di atas zona tersebut, setiap kenaikan harga berisiko hanya menjadi dead cat bounce.

    Aktivitas Pasar dan Fundamental Jangka Panjang

    Meski harga melemah, pasokan beredar Bitcoin tetap berada di 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,17% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

    Kelangkaan struktural Bitcoin tetap tidak berubah, dan faktor ini masih menjadi pilar fundamental jangka panjang bagi aset ini.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Bitcoin saat ini berada di kisaran $1,358 triliun, menegaskan dominasi BTC sebagai aset kripto nomor satu di dunia.

    Namun, dalam jangka pendek, faktor fundamental tersebut belum cukup kuat untuk melawan tekanan sentimen dan teknikal.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok 7%, Tekanan Jual Dominan

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase tekanan kuat dengan volatilitas tinggi.

    Penurunan hampir 9% dalam sehari menandakan dominasi penjual masih signifikan, meski muncul upaya rebound kecil dalam time frame sangat pendek.

    Bagi trader, kondisi ini menuntut manajemen risiko yang ketat dan kewaspadaan terhadap pergerakan ekstrem.

    Sementara bagi investor jangka panjang, fase koreksi dalam sering kali dipandang sebagai periode akumulasi bertahap, namun tetap perlu mempertimbangkan kondisi makro dan konfirmasi stabilisasi harga.

    Selama Bitcoin belum membentuk struktur pemulihan yang solid, pasar diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan bearish dalam jangka pendek.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tekanan Bikin BTC Turun Lagi!

    Pasar kripto hari ini, Kamis (5/2) mengalami tekanan kuat hari ini, ditandai anjloknya Bitcoin ke level $72.000, level terendah tahun ini, akibat memanasnya tensi geopolitik AS–Iran yang memicu likuidasi lebih dari $800 juta dalam 24 jam.

    Meski pasar terkoreksi, sejumlah altcoin seperti KOM, JELLYJELLY, dan ZKP justru mencatat penguatan, menunjukkan adanya spekulasi selektif di tengah volatilitas tinggi. Di sisi lain, Dogecoin diperkirakan belum mendapat dampak signifikan dari wacana misi SpaceX dan masih berisiko melemah di bawah support utama. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Daftar Altcoin Potensial Saat Koreksi Pasar Hari Ini

    • KOM melonjak 60% hari ini, capai level harga $0,000181.
    • JELLYJELLY catat kenaikan signifikan 13% sentuh $0,059884.
    • ZKP tumbuh positif 9%, harga kini di level $0,088.

    Bitcoin Anjlok ke $72.000 Akibat Gagalnya Perundingan AS-Iran

    • Bitcoin menyentuh level terendah tahunan di angka $72.000.
    • Penurunan dipicu memanasnya tensi AS-Iran pasca negosiasi yang buntu.
    • Likuidasi pasar kripto tembus $800 juta dalam 24 jam.

    Undang Teman Dapat Cuan Hadiah Rp50 Juta!

    Prediksi Harga Dogecoin Pasca Misi SpaceX 2027

    • Misi SpaceX mungkin tak langsung dongkrak harga Dogecoin.
    • Support utama $0,10, potensi turun lebih lanjut.
    • Tren melemah seiring indikator teknis yang menurun.

    Prediksi Ethereum ke $3.000 Usai Peringatan Vitalik Soal Layer-2

    • Harga Ethereum terus merosot pada Kamis (5/2) ini.
    • Vitalik Buterin menilai jaringan Layer-2 mulai usang.
    • Pola inverse head and shoulders sinyalkan pemulihan harga.

    Baca juga: Riset Kripto 26-30 Jan 2026: Bitcoin Makin Turun! Saatnya Goodbye?!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Anjlok 7%, Tekanan Jual Dominan

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali berada di bawah tekanan yang kuat.

    Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto pada Kamis (4/2), BTC diperdagangkan di level $71.267, melemah sekitar 7,08% dalam 24 jam terakhir.

    Koreksi tajam ini memperpanjang tren bearish yang sudah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir, sekaligus menekan sentimen investor kripto secara luas.

    Dengan kapitalisasi pasar turun ke $1,425 triliun dan volume perdagangan 24 jam mencapai $71,86 miliar, volatilitas tinggi menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase distribusi dan reaksi panik jangka pendek.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Tergelincir ke $76.000, Risiko Koreksi?

    Tekanan Jangka Pendek Masih Kuat

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin mencatatkan penurunan harian sebesar $5.364 atau 7,01%, menjadikannya salah satu sesi koreksi terdalam dalam beberapa minggu terakhir.

    Sepanjang sebulan terakhir, BTC telah terkoreksi 24,03%, sementara dalam 90 hari terakhir total penurunan mencapai 30,16% dari level sebelumnya.

    Secara teknikal, Bitcoin bergerak di rentang terendah harian $71.163 dan tertinggi $76.730, mengindikasikan tekanan jual agresif yang muncul setiap kali harga mencoba rebound ke area resistensi.

    Level Support Kritis di Area US$71 Ribu

    Area $71.000–$72.000 kini menjadi support psikologis penting. Penembusan bersih ke bawah zona ini berpotensi membuka ruang koreksi lanjutan menuju area $68.000–$65.000, yang secara historis menjadi zona konsolidasi sebelumnya.

    Sebaliknya, untuk memulihkan momentum jangka pendek, Bitcoin perlu kembali bertahan di atas $76.000, yang kini berfungsi sebagai resistance utama pasca breakdown.

    Tanpa volume beli yang kuat, reli jangka pendek berisiko hanya menjadi technical rebound sementara.

    Tren Menengah Masih Bearish

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dalam perspektif mingguan, Bitcoin sudah terkoreksi 18,97% dalam 7 hari terakhir, menegaskan bahwa tekanan tidak hanya bersifat intraday, tetapi juga struktural.

    Harga BTC saat ini berada jauh di bawah rekor tertingginya di $126.198, dengan koreksi lebih dari 40% dari puncak siklus.

    Kondisi ini diperparah oleh melemahnya minat risiko di pasar global, di mana investor cenderung melakukan rotasi ke aset likuid dan defensif.

    Volume perdagangan yang tinggi menunjukkan distribusi aktif, bukan akumulasi agresif.

    Data Fundamental Tetap Solid, Namun Sentimen Rapuh

    Meski harga melemah, fundamental jaringan Bitcoin relatif stabil.

    Sirkulasi pasokan mencapai 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,16% dari total maksimum 21 juta BTC, menegaskan kelangkaan struktural yang menjadi nilai inti Bitcoin.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) tercatat di $1,495 triliun, menandakan bahwa valuasi jangka panjang BTC masih besar, meski saat ini pasar menghadapi tekanan siklikal.

    Namun dalam jangka pendek, faktor sentimen dan likuiditas tetap menjadi penentu utama pergerakan harga, terutama di tengah ketidakpastian makro dan aksi ambil untung dari pelaku pasar besar.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok ke $78.888, Tekanan Dominan

    Outlook Harga BTC: Waspada Volatilitas

    Dalam waktu dekat, pergerakan Bitcoin diperkirakan masih fluktuatif dengan bias bearish selama harga bertahan di bawah area resistensi utama.

    Trader jangka pendek disarankan untuk mencermati reaksi harga di zona support $71 ribu, sementara investor jangka panjang cenderung menunggu stabilisasi sebelum kembali melakukan akumulasi.

    Jika tekanan jual mulai mereda dan volume beli meningkat, peluang konsolidasi sehat bisa terbentuk. Namun tanpa katalis positif yang kuat, risiko penurunan lanjutan masih terbuka.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Anjlok Lagi! Investor Panik, Apa yang Terjadi?

    Bitcoin kembali mengalami penurunan harga yang signifikan, membuat banyak investor merasa was-was dan panik. Harga Bitcoin turun ke kisaran $88.000 hingga akhirnya tembus ke $74.500, dengan indikator Fear & Greed Index yang leluncur ke angka 17, menandakan suasana ketakutan di pasar. 

    Dalam artikel riset crypto dari tim Research Tokocrypto sebelumnya Riset Kripto 26-30 Jan 2026: Bitcoin Makin Turun! Saatnya Goodbye?!, dijelaskan bahwa ada dorongan faktor makroekonomi seperti data ekonomi AS terbaru yang mengurangi harapan pemangkasan suku bunga oleh The Fed, hingga aktivitas paus yang memindahkan aset ke bursa untuk dijual yang membuat investor tertekan.

    Apa sebenarnya yang sedang terjadi? Mari kita bahas

    Inflow Whale ke Exchange yang Semakin Besar

    Salah satu pemicu utama penurunan Bitcoin adalah aktivitas whale, yaitu investor besar yang memegang aset dalam jumlah masif. Data menunjukkan adanya arus masuk (inflow) signifikan sebesar 2.000 BTC ke bursa Binance. 

    Ini berarti whale sedang memindahkan aset mereka ke platform trading, kemungkinan besar untuk dijual atau didistribusikan, sebab jika para whale ini tidak berniat menjual bisanya mereka akan lebih memilih menyimpan Bitcoin mereka di cold wallet atau hot wallet.

    Menurut analisis Tokocrypto Research Team, inflow ini menandakan distribusi aset oleh whale, yang memperburuk sentimen pasar secara keseluruhan. Pasar jadi rawan koreksi lebih lanjut, apalagi dikombinasikan dengan sinyal overheating di jaringan lain seperti Solana, di mana biaya transaksi harian mencapai $37,5 juta, mirip pola sebelum koreksi tajam di bulan Oktober yang secara historis menjadi sinyal puncak pasar dengan penurunan hingga 27%. 

    Hal ini banyak membuat para investor semakin was-was, karena jika whale terus menjual, harga bisa terus merosot.

    Bitcoin Risk Index

    Indeks ini mengukur seberapa rawan pasar terhadap volatilitas, dan kenaikannya menunjukkan bahwa risiko koreksi semakin tinggi. Sempat melonjak ke level 55.58, menunjukkan bahwa risiko koreksi semakin tinggi.

    Sebelumnya, tim research Tokocrypto menyebutkan bahwa Bitcoin sedang dalam fase “lampu kuning” ketika berada di level harga $88.000 sementara arus uang global mulai beralih ke aset komoditas seperti emas. Analisis memproyeksikan jika level ini jebol, pasar berisiko mengalami koreksi tajam menuju $74.000 dan per 2 Februari 2026, Bitcoin telah menyentuh level yang sebelumnya di antisipasi.

    Insight dari Tokocrypto Research Team menyoroti bahwa penurunan ini juga didorong oleh arus uang yang beralih ke aset aman seperti emas yang memperburuk situasi, karena investor mencari perlindungan dari gejolak kripto.

    Analisa Penyebab Turunnya Harga Bitcoin Menurut Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur

    Menurut trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, jika dilihat berdasarkan data Bitcoin monthly return, kita bisa melihat bahwa bulan Januari secara historis memiliki karakter yang cukup unik dimana secara rata-rata, Januarimencatatkan kenaikan sekitar +2,81%, yang sekilas terlihat positif.

    Namun, penting untuk digaris bawahi bahwa Januari juga termasuk bulan dengan volatilitas tinggi. Dalam banyak periode, pergerakan harga Bitcoin di awal tahun sering kali menunjukkan fluktuasi ekstrem, baik dalam bentuk reli kuat maupun koreksi tajam. Hal ini membuat Januari kerap berbeda dibanding bulan-bulan lain yang cenderung lebih stabil.

    Pada Januari 2026 misalnya, Bitcoin justru menutup bulan dengan kinerja negatif di kisaran -10,17%, yang menunjukkan bahwa meskipun secara historis rata-rata Januari positif, outcome aktualnya sangat bergantung pada kondisi siklus dan sentimen pasar saat itu.

    Dengan kata lain, Januari bukan bulan yang bisa disimpulkan secara sederhana sebagai bullish atau bearish. Justru, bulan ini sering menjadi fase penyesuaian awal tahun, di mana pasar melakukan rebalancing, profit taking, atau bahkan distribusi sebelum menentukan arah tren berikutnya.

    Untuk memahami lebih jauh apa yang sebenarnya terjadi di Januari 2026, serta apakah penurunan ini bersifat sementara atau bagian dari struktur tren yang lebih besar, kita akan lanjutkan pembahasannya di gambar selanjutnya.

    Volatilitas pasar risk-assets & likuidasi besar

    Pasar kripto sedang mengalami gelombang volatilitas tinggi, dengan miliaran dolar dalam posisi Bitcoin dilikuidasi di awal Februari karena risk-off sentiment global. Investor banyak menjual aset berisiko termasuk kripto karena kekhawatiran pasar lebih luas.

    Jika kita menambahkan faktor pertama, yaitu volatilitas pasar, risk-off sentiment, dan likuidasi besar, maka penurunan Bitcoin di Januari menjadi lebih kontekstual. Dalam waktu kurang dari satu minggu, Bitcoin turun lebih dari 16,7%, dan penurunan ini terjadi secara menyeluruh di pasar kripto. Total kapitalisasi pasar kripto terkoreksi sekitar USD 500 miliar, dari kisaran USD 3 triliun turun hingga mendekati USD 2,5 triliun. Dengan skala market cap sebesar ini, proses pemulihan tentu membutuhkan waktu dan aliran dana yang tidak kecil. Artinya, dampak dari likuidasi massal dan keluarnya likuiditas akibat risk-off sentiment berpotensi masih akan terasa dalam jangka pendek hingga menengah ke depan.

    Sentimen terkait Federal Reserve & Kebijakan Moneter AS

    Penurunan harga Bitcoin banyak dihubungkan dengan spekulasi tentang penggantian Ketua The Fed, yang mempengaruhi persepsi pasar terhadap likuiditas dan suku bunga. Kevin Warsh menjadi ketua berikutnya dipandang sebagai kandidat yang lebih hawkish (mengurangi likuiditas/menaikkan suku bunga), yang cenderung menekan aset berisiko seperti kripto.

    Geopolitik Venezuela 

    Ada laporan bahwa presiden Venezuela ditangkap oleh militer AS pada 3 Januari 2026, dan terjadi intervensi besar di negara tersebut. Ini adalah peristiwa nyata yang menambah ketidakpastian geopolitik global. Namun, dari sisi pasar kripto, reaksi terhadap konflik ini bersifat lebih ke sentimen jangka pendek dan tidak selalu konsisten secara langsung menekan harga secara terukur (misalnya Bitcoin sempat naik ketika berita muncul). Ada juga isu tentang kemungkinan AS menyita aset Bitcoin milik Venezuela, tetapi aturan atau keputusan resminya belum jelas dan belum terjadi secara nyata. 

    US Government Shutdown:

    Ancaman government shutdown di Amerika Serikat cenderung memicu aksi jual jangka pendek pada aset berisiko, termasuk kripto, karena investor masuk ke mode risk-off. Dalam kondisi ketidakpastian kebijakan dan ekonomi seperti ini, arus modal global lebih memilih aset safe haven seperti emas, sementara kripto mengalami tekanan akibat berkurangnya partisipasi institusional. Meskipun shutdown tidak berdampak langsung pada fundamental Bitcoin atau aktivitas on-chain, sentimen negatif dan kehati-hatian investor seperti mengurangi leverage menyebabkan terjadinya capital outflow, yang tercermin dari penurunan total market cap kripto sekitar USD 500 miliar dalam sepekan terakhir.

    Crypto Fear and Greed Index (Extreme Fear)

    Saat ini Crypto Fear and Greed Index berada di level 17, yang masuk kategori extreme fear, menandakan dominasi ketakutan di pasar kripto. Kondisi ini mencerminkan tekanan sentimen yang kuat, di mana investor cenderung defensif dan menghindari penambahan risiko. Beberapa analis bahkan memperkirakan potensi penurunan lanjutan Bitcoin ke area USD 72.000, yang merupakan all-time high siklus sebelumnya, hingga skenario ekstrem ke kisaran USD 50.000 jika sentimen negatif berlanjut. Dengan indikator sentimen berada di zona ekstrem, bias pasar saat ini masih cenderung negatif, terutama dalam jangka pendek, sembari menunggu kepastian makro dan stabilisasi emosi pasar.

    Jika melihat data Bitcoin ETF, arus dana menunjukkan sinyal yang masih campuran. Dalam satu bulan terakhir, ETF Bitcoin masih mencatatkan inflow sekitar USD 471 juta, yang menandakan minat institusional belum sepenuhnya hilang meskipun pasar sedang tertekan. Namun, jika ditarik ke tiga bulan terakhir, arus dana justru masih net outflow sekitar USD 5,66 miliar, yang mencerminkan sikap hati-hati institusi dalam kondisi ketidakpastian makro. Tekanan terbesar terjadi pada November 2025, ketika terjadi outflow sekitar USD 3,5 miliar, menunjukkan fase distribusi dan pengurangan eksposur risiko. Artinya, meskipun inflow jangka pendek mulai muncul, secara struktural institusional masih cenderung defensif terhadap aset kripto.

    Intinya menurut Fyqieh Fachrur, penurunan Bitcoin sekitar ±16% ini bukan disebabkan oleh satu faktor saja, tapi hasil dari kombinasi enam faktor besar yang saling berkaitan. Mulai dari geopolitik global, kebijakan moneter The Fed, kebijakan fiskal era Trump, hingga sikap investor institusi yang mulai outflow dari pasar kripto.

    Kondisi ini tercermin jelas dari turunnya total market cap kripto dan meningkatnya sentimen risk-off. Di saat yang sama, arus dana justru mengalir ke aset safe haven seperti emas, yang bahkan sudah mencetak all-time high baru di kisaran USD 4.500. Jadi wajar kalau saat ini pasar cenderung defensif, dengan money flow lebih memilih aset aman di tengah geopolitik dan ketidakpastian ekonomi yang masih belum membaik.

    Lebih lengkap mengenai insight terbaru dan alasan kenapa Bitcoin bisa turun ke level sekarang, bisa kamu baca di: Riset Kripto 26-30 Jan 2026: Bitcoin Makin Turun! Saatnya Goodbye?!

    Mulai perjalanan kriptomu dengan pastikan membeli token kripto terdaftar di resmi di Indonesia melalui exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Tergelincir ke $76.000, Risiko Koreksi?

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali berada di bawah tekanan.

    Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto pada Rabu (4/2), BTC diperdagangkan di level $76.113,81, melemah sekitar 2,12% dalam 24 jam terakhir.

    Penurunan ini memperpanjang tren koreksi yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir, seiring melemahnya sentimen pasar kripto global.

    Secara kapitalisasi pasar, Bitcoin saat ini bernilai sekitar $1,77 triliun, masih kokoh di peringkat pertama aset kripto terbesar dunia.

    Namun, tekanan jual yang konsisten membuat investor mulai bersikap lebih defensif, terutama di tengah volatilitas tinggi dan ketidakpastian makroekonomi.

    Baca Juga: Bitcoin Anjlok Lagi! Investor Panik, Apa yang Terjadi?

    Performa Harga BTC: Koreksi Masih Berlanjut

    Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $72.897 sebagai level terendah dan $78.974 sebagai level tertinggi.

    Meski sempat mencoba rebound, harga gagal mempertahankan momentum dan kembali terkoreksi menjelang penutupan harian.

    Jika dilihat dari perspektif jangka menengah, performa BTC masih menunjukkan tren bearish. Dalam 7 hari terakhir, harga Bitcoin turun 14,95%, sementara dalam 30 hari anjlok 18,55%.

    Bahkan dalam 90 hari, BTC telah terkoreksi lebih dari 26%, mencerminkan tekanan distribusi yang cukup kuat dari pelaku pasar.

    Penurunan ini semakin kontras jika dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa Bitcoin di level $126.198, yang kini berjarak lebih dari 39% dari harga saat ini.

    Aktivitas Perdagangan dan Data Pasar

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Volume perdagangan 24 jam Bitcoin tercatat sekitar $35,57 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang masih tinggi meski didominasi oleh tekanan jual.

    Rasio volume terhadap kapitalisasi pasar mengindikasikan bahwa pergerakan harga saat ini lebih dipengaruhi oleh aksi spekulatif jangka pendek ketimbang akumulasi jangka panjang.

    Dari sisi suplai, jumlah Bitcoin yang beredar mencapai 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,16% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

    Dengan suplai yang semakin terbatas, volatilitas harga cenderung meningkat ketika sentimen pasar berubah drastis.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Bitcoin berada di kisaran $1,59 triliun, mencerminkan valuasi maksimal jika seluruh suplai BTC telah beredar di pasar.

    Analisa Teknikal: Area Support Kritis

    Secara teknikal, tekanan jual masih mendominasi pergerakan harga BTC.

    Penurunan harian sebesar -2,58% dan pelemahan -0,6% dalam satu jam terakhir menunjukkan bahwa momentum bearish belum sepenuhnya mereda.

    Area $72.000–$73.000 kini menjadi zona support penting yang perlu diperhatikan.

    Jika level ini ditembus secara meyakinkan, Bitcoin berpotensi melanjutkan koreksi ke area psikologis berikutnya di sekitar $70.000.

    Sebaliknya, untuk memulai pemulihan jangka pendek, BTC perlu kembali menembus dan bertahan di atas resistance $79.000–$80.000.

    Tanpa katalis positif yang kuat, setiap kenaikan berpotensi kembali dimanfaatkan sebagai peluang jual oleh trader.

    Sentimen Pasar dan Outlook Jangka Pendek

    Sentimen pasar kripto saat ini masih cenderung berhati-hati.

    Tekanan dari pasar keuangan global, ketidakpastian kebijakan moneter, serta aksi ambil untung setelah reli panjang sebelumnya menjadi faktor yang membebani harga Bitcoin.

    Meski demikian, secara fundamental Bitcoin masih dipandang kuat sebagai aset lindung nilai jangka panjang, terutama dengan suplai terbatas dan adopsi institusional yang terus berkembang.

    Namun dalam jangka pendek, volatilitas tinggi masih menjadi risiko utama bagi trader dan investor.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke $75.000, Support Diuji

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi dengan tekanan jual yang dominan.

    Meski posisi fundamental tetap solid, pasar membutuhkan katalis baru untuk membalikkan tren bearish yang sedang berlangsung.

    Bagi investor, fase ini dapat menjadi momen untuk bersikap selektif dan disiplin dalam manajemen risiko.

    Sementara bagi trader jangka pendek, pergerakan Bitcoin saat ini lebih cocok dimanfaatkan dengan strategi defensif, sembari menunggu konfirmasi arah pasar yang lebih jelas.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Binance Mulai Borong Bitcoin Rp15 Triliun, Tahap Pertama Sudah Jalan!

    Binance resmi memulai rencana pembelian bitcoin senilai US$1 miliar atau sekitar Rp15 triliun sebagai bagian dari strategi penguatan dana perlindungan pengguna. Tahap pertama dari rencana tersebut telah selesai dengan konversi stablecoin senilai US$100 juta ke dalam bitcoin.

    Melalui unggahan di platform X pada 2 Februari, Binance mengumumkan telah menyelesaikan batch pertama konversi dana Secure Asset Fund for Users (SAFU). Dana yang sebelumnya disimpan dalam bentuk stablecoin kini mulai dialihkan ke bitcoin.

    “Binance telah menyelesaikan batch pertama konversi bitcoin untuk Dana SAFU, senilai US$100 juta dalam stablecoin,” tulis perusahaan dalam pernyataannya.

    Baca juga: Top Gainers! 3 Altcoin Binance Wallet IDO Catat Lonjakan Dua Digit

    Bukti Transaksi Bitcoin

    Dilaporkan News Bitcoin, Binance juga menyertakan bukti transaksi on-chain yang telah dikonfirmasi. Data tersebut menunjukkan sekitar 1.350 BTC telah dikonversi, dengan nilai sekitar USD 107 juta pada saat transaksi dilakukan.

    Langkah ini merupakan tindak lanjut dari surat terbuka yang dirilis Binance pada 29 Januari lalu. Dalam surat tersebut, Binance menguraikan serangkaian upaya untuk memperkuat perlindungan pengguna, meningkatkan kerja sama kepatuhan, transparansi, serta mendukung pengembangan industri kripto jangka panjang.

    Binance menjelaskan bahwa dana SAFU yang sebelumnya disimpan dalam bentuk USDC senilai USD 1 miliar akan sepenuhnya dikonversi ke bitcoin dalam waktu 30 hari. Keputusan ini disebut sebagai langkah alokasi struktural yang berlandaskan pada daya tahan aset.

    BTC Jadi Aset Penting

    “Dengan keyakinan kami bahwa BTC merupakan aset inti dalam ekosistem kripto dan mewakili nilai jangka panjang, Binance akan terus berdiri bersama industri ini melewati berbagai siklus pasar dan ketidakpastian,” tulis perusahaan dalam surat tersebut.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, rotasi modal masif ini menciptakan tekanan beli spot yang signifikan. Ini juga merupakan vote of confidence institusional terbesar bahwa Bitcoin lebih aman sebagai aset cadangan jangka panjang dibandingkan dolar/stablecoin.

    Setelah proses konversi selesai, Binance menyatakan akan terus memantau nilai pasar dana SAFU. Jika nilainya turun di bawah USD 800 juta, perusahaan akan melakukan penyeimbangan ulang untuk mengembalikannya ke level USD 1 miliar.

    Langkah agresif ini menegaskan posisi Binance yang semakin menguatkan peran bitcoin sebagai aset utama dalam strategi perlindungan pengguna dan keberlanjutan ekosistem kripto.

    Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Naik 3,7%, Bitcoin Rebound ke Area $78.871

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini menunjukkan pergerakan yang cukup menarik setelah mencatatkan rebound signifikan dalam 24 jam terakhir.

    Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Selasa (3/2), Bitcoin diperdagangkan di level $78.871 per BTC, menguat sekitar 3,7% dalam 24 jam.

    Kenaikan ini terjadi setelah BTC sempat menyentuh area terendah harian di $74.844,86, sebelum kembali menguji resistance intraday di kisaran $79.258,61.

    Meski demikian, penguatan jangka pendek ini belum sepenuhnya menghapus tekanan bearish yang masih membayangi pasar kripto secara keseluruhan.

    Baca Juga: Bitcoin Anjlok Lagi! Investor Panik, Apa yang Terjadi?

    Gambaran Pasar Bitcoin Saat Ini

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa 3 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa 3 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dari sisi fundamental pasar, kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat berada di kisaran $1,77 triliun, menegaskan posisinya sebagai aset kripto dengan dominasi terbesar di industri.

    Volume perdagangan 24 jam mencapai $35,57 miliar, mencerminkan peningkatan aktivitas transaksi seiring masuknya minat beli jangka pendek.

    Sirkulasi pasokan BTC saat ini berada di angka 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,16% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

    Fakta ini kembali menegaskan karakter deflasioner Bitcoin, yang secara teori mendukung nilai jangka panjang meski volatilitas jangka pendek tetap tinggi.

    Jangka Pendek Menguat, Tren Menengah Masih Tertekan

    Secara historis, pergerakan harga Bitcoin masih menunjukkan tekanan dalam beberapa periode waktu:

    • Harian: naik +3,7% atau sekitar $2.817
    • 7 hari: turun -10,91%
    • 30 hari: turun -13,71%
    • 60 hari: turun -14,14%
    • 90 hari: terkoreksi tajam hingga -22,72%

    Penurunan signifikan dalam 30 hingga 90 hari terakhir menunjukkan bahwa reli hari ini lebih bersifat teknikal rebound dibandingkan perubahan tren besar.

    BTC juga masih berada jauh di bawah all-time high (ATH) di $126.198, dengan koreksi lebih dari 29% dari puncaknya.

    Analisa Teknikal: Rebound atau Bull Trap?

    Dari sudut pandang teknikal, lonjakan harga hari ini berpotensi dipicu oleh aksi short covering setelah tekanan jual yang intens dalam beberapa pekan terakhir.

    Perubahan harga dalam satu jam terakhir yang masih positif (+0,54%) menandakan momentum jangka sangat pendek masih terjaga.

    Namun, struktur tren menengah masih menunjukkan kecenderungan bearish.

    Selama Bitcoin belum mampu kembali dan bertahan di atas area psikologis $90.000, potensi koreksi lanjutan masih terbuka.

    Area support terdekat berada di kisaran $85.000–$82.000, sementara resistance kuat selanjutnya berada di area $92.000–$95.000.

    Sentimen Pasar dan Faktor Eksternal

    Dari sisi sentimen, pasar kripto global masih berada dalam fase kehati-hatian.

    Volatilitas Bitcoin meningkat seiring ketidakpastian makroekonomi global, ekspektasi kebijakan suku bunga, serta rotasi modal ke aset berisiko rendah.

    Meski Bitcoin tetap dipandang sebagai aset lindung nilai jangka panjang oleh investor institusi, pergerakan harga jangka pendek saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen dan likuiditas pasar.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke $75.000, Support Diuji

    Apa yang Perlu Diperhatikan Investor?

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa penguatan ke area $78.871 memberikan napas segar bagi pasar, namun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren.

    Selama Bitcoin masih berada di bawah resistance kunci dan tren menengah tetap menurun, reli ini berisiko menjadi dead cat bounce.

    Level kunci yang perlu dipantau:

    • Support: $85.000 dan $82.000
    • Resistance: $90.000 dan $95.000

    Bagi trader jangka pendek, volatilitas saat ini membuka peluang trading berbasis momentum.

    Sementara bagi investor jangka panjang, disiplin manajemen risiko dan strategi akumulasi bertahap tetap menjadi pendekatan paling rasional di tengah ketidakpastian pasar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke $75.000, Support Diuji

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali berada di bawah tekanan setelah mengalami koreksi signifikan.

    Berdasarkan data pasar terbaru via Tokocrypto pada Senin (2/2), harga BTC hari ini berada di level $75.707,60, melemah sekitar 4,48% dalam 24 jam terakhir.

    Penurunan ini memperpanjang tren negatif yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir dan menempatkan Bitcoin dalam fase konsolidasi bearish.

    Secara keseluruhan, kondisi pasar kripto masih didominasi sentimen risk-off, dengan investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk aset digital utama seperti Bitcoin.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok ke $78.888, Tekanan Dominan

    Tekanan Jangka Pendek Masih Kuat

    Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin mencatatkan harga terendah di $74.551,33 dan tertinggi di $79.142,52.

    Fluktuasi ini menunjukkan volatilitas yang tetap tinggi, meskipun arah pergerakan masih condong ke bawah.

    Penurunan harian sebesar -$3.532,64 (-4,48%) menandakan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya mereda. Bahkan, dalam skala waktu yang lebih luas, performa Bitcoin terlihat semakin tertekan.

    Kinerja BTC dalam Beberapa Periode Waktu

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin 2 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin 2 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika melihat data historis, pelemahan Bitcoin terlihat konsisten:

    • 7 hari terakhir: turun 13,74%
    • 30 hari: terkoreksi 16,45%
    • 60 hari: turun 19,37%
    • 90 hari: anjlok hingga 29,65%

    Angka-angka ini menunjukkan bahwa tren menengah hingga jangka panjang Bitcoin saat ini masih berada dalam fase bearish.

    Jarak yang cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07 menegaskan bahwa pasar masih dalam proses penyesuaian setelah fase euforia sebelumnya.

    Kapitalisasi Pasar dan Volume Perdagangan

    Seiring dengan penurunan harga, kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,506 triliun, tetap menjadikannya aset kripto terbesar di dunia dengan peringkat pertama.

    Namun, kapitalisasi pasar yang terdilusi sepenuhnya (FDV) tercatat di $1,582 triliun, mencerminkan valuasi maksimal jika seluruh suplai beredar.

    Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi 24 jam mencapai $61,22 miliar.

    Volume yang relatif tinggi ini mengindikasikan bahwa minat pasar masih ada, namun sebagian besar aktivitas cenderung bersifat distribusi, bukan akumulasi agresif.

    Struktur Pasokan Bitcoin Tetap Solid

    Dari sisi fundamental suplai, jumlah Bitcoin yang beredar saat ini mencapai 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,16% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

    Kelangkaan struktural ini tetap menjadi salah satu pilar utama nilai jangka panjang Bitcoin.

    Namun, dalam jangka pendek, faktor makro dan sentimen pasar masih lebih dominan dibandingkan narasi kelangkaan.

    Investor cenderung menunda akumulasi besar hingga muncul sinyal stabilisasi harga yang lebih jelas.

    Sentimen Pasar dan Level Teknis Penting

    Pergerakan harga BTC dalam 1 jam terakhir yang turun 0,93% menunjukkan tekanan jual masih aktif dalam timeframe rendah.

    Area $74.500–$75.000 kini menjadi zona support penting yang harus dipertahankan untuk mencegah penurunan lebih dalam.

    Jika level tersebut ditembus secara meyakinkan, potensi penurunan lanjutan ke area psikologis berikutnya dapat terbuka.

    Sebaliknya, jika Bitcoin mampu bertahan dan memantul dari zona ini, peluang technical rebound jangka pendek masih terbuka, meski dalam konteks tren bearish.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $84.121, Sinyal Rebound?

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase tekanan kuat, dengan koreksi signifikan dalam berbagai timeframe.

    Penurunan ke level $75.707 menegaskan dominasi seller di pasar, sementara volatilitas tetap tinggi.

    Meski fundamental jangka panjang Bitcoin tidak berubah, sentimen jangka pendek hingga menengah masih cenderung negatif.

    Investor dan trader disarankan untuk mencermati level support krusial serta perkembangan sentimen global sebelum mengambil keputusan, karena arah pergerakan Bitcoin selanjutnya akan sangat ditentukan oleh kemampuan harga bertahan di area saat ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Gagal Akuisisi Rp32 Triliun, Mastercard Kini Bidik Investasi Strategis Kripto

    Raksasa pembayaran global Mastercard dikabarkan tengah mempertimbangkan investasi strategis di perusahaan infrastruktur kripto Zerohash, setelah rencana akuisisi senilai hingga US$2 miliar atau sekitar Rp32 triliun batal terlaksana.

    Sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan kepada CoinDesk bahwa sebelumnya Mastercard telah melakukan negosiasi lanjutan untuk mengakuisisi Zerohash pada akhir tahun lalu. Namun, perusahaan infrastruktur blockchain tersebut memilih untuk tetap independen dan menolak akuisisi penuh.

    Zerohash menyediakan layanan kustodian aset digital, penyelesaian transaksi, serta jalur masuk dan keluar fiat (on-ramp dan off-ramp), yang memungkinkan perusahaan fintech dan pialang menawarkan layanan aset kripto tanpa harus membangun infrastruktur sendiri.

    “Kami tidak mempertimbangkan akuisisi oleh Mastercard. Kami menghormati tim Mastercard dan menantikan pengembangan kemitraan komersial,” ujar juru bicara Zerohash, dikutip dari CoinDesk. Ia menambahkan bahwa keputusan tetap independen dinilai paling tepat untuk menjaga inovasi bagi para pelanggan.

    Akuisisi Tidak Berjalan

    Meski akuisisi tidak berlanjut, pembicaraan terkait investasi strategis masih berlangsung. Melalui skema ini, Mastercard berpotensi memperoleh eksposur terhadap teknologi dan basis klien Zerohash tanpa mengambil alih kendali penuh perusahaan. Mastercard sendiri menolak memberikan komentar terkait kabar tersebut.

    Langkah ini sejalan dengan tren meningkatnya aktivitas merger dan akuisisi di industri kripto, di mana investor mulai melirik perusahaan infrastruktur yang telah mapan dibandingkan aset kripto spekulatif. Sejumlah kesepakatan lain juga tengah berlangsung, termasuk eksplorasi penjualan CoinGecko dengan valuasi hingga US$500 juta.

    Zerohash saat ini memiliki posisi penting di ekosistem kripto global. Morgan Stanley diketahui telah menjalin kemitraan dengan perusahaan tersebut untuk mengakses infrastruktur pasar kripto, termasuk likuiditas, kustodian, dan layanan penyelesaian transaksi. Zerohash sendiri disebut telah mencapai valuasi sekitar US$1 miliar.

    Baca juga: Mastercard Guncang Timur Tengah, Stablecoin Resmi Dipakai di UEA!

    Potensi Akuisisi Kripto

    Di sisi lain, Mastercard juga dikaitkan dengan sejumlah potensi akuisisi di sektor aset digital, termasuk BVNK, platform pembayaran stablecoin berbasis di London. Pada April tahun lalu, Mastercard bahkan mengumumkan kemitraan besar dengan bursa kripto Kraken untuk memungkinkan pembayaran Bitcoin dan kripto secara luas di Inggris dan Eropa.

    Dilaporkan Bitcoin Maagazine, kolaborasi tersebut memungkinkan pengguna Kraken membelanjakan aset digital mereka di lebih dari 150 juta merchant yang menerima Mastercard, baik melalui kartu debit fisik maupun digital. Fitur terbaru Kraken, Kraken Pay, tercatat telah digunakan lebih dari 200.000 pengguna untuk transaksi lintas negara berbasis kripto dan fiat.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kegagalan akuisisi ini membuktikan bahwa penyedia infrastruktur kripto papan atas kini memiliki posisi tawar (leverage) yang sangat kuat terhadap raksasa TradFi, di mana mereka lebih memprioritaskan otonomi operasional jangka panjang dibandingkan likuiditas exit instan.

    Hingga kini, perwakilan dari Mastercard maupun Zerohash belum memberikan pernyataan resmi terkait kelanjutan pembicaraan investasi strategis tersebut.

    Baca juga: Visa Mulai Pakai Stablecoin untuk Settlement Global


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com