Tag: btc

  • Bitcoin Stabil, Konsolidasi di Tengah Tekanan

    Analisa harga BTC hari ini memperlihatkan pergerakan yang relatif stabil meski tekanan jangka menengah masih membayangi pasar.

    Harga Bitcoin (BTC) di Tokocrypto saat ini berada di level $68.476,46 per koin dengan penurunan tipis -0,05% dalam 24 jam terakhir.

    Kapitalisasi pasar tercatat sebesar $1,37 triliun, menempatkannya tetap kokoh sebagai aset kripto paling bernilai di dunia.

    Meski pergerakan harian terlihat datar, data historis menunjukkan tekanan signifikan dalam 30 hingga 90 hari terakhir.

    Lalu, apakah BTC sedang memasuki fase konsolidasi sebelum rebound, atau justru bersiap menghadapi koreksi lanjutan?

    Baca Juga: Miner Jual Bitcoin Habis-Habisan: 90.000 BTC Masuk Exchange, Jadi Peluang Beli?

    Pergerakan Harga 24 Jam: Sideways dengan Volatilitas Terjaga

    Dalam rentang 24 jam terakhir, BTC bergerak di antara rentang harga $67.301,58 (terendah) dan $70.067,24 (tertinggi).

    Rentang volatilitas sekitar $2.700 menunjukkan adanya aktivitas trading yang cukup aktif, dengan volume perdagangan harian mencapai $33,35 miliar.

    Meski terjadi fluktuasi intraday, perubahan harga harian Bitcoin hanya turun tipis 0,05% atau sekitar -$36,06.

    Hal ini menggambarkan kondisi pasar yang sedang berada dalam fase konsolidasi setelah tekanan jual beberapa waktu terakhir.

    Secara mingguan, BTC masih terkoreksi -1,67%, menandakan sentimen pasar belum sepenuhnya pulih.

    Tekanan Bulanan Masih Dominan

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Data performa historis menunjukkan tekanan yang lebih signifikan dalam jangka menengah:

    • 30 hari: -27,90%
    • 60 hari: -21,36%
    • 90 hari: -25,23%

    Penurunan hampir 28% dalam sebulan terakhir menandakan adanya aksi distribusi besar atau koreksi setelah reli panjang sebelumnya.

    Jika dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07, harga saat ini masih terkoreksi cukup dalam.

    Kondisi ini biasanya mencerminkan fase market reset, di mana investor jangka pendek keluar dan pelaku pasar jangka panjang mulai melakukan akumulasi bertahap.

    Fundamental Tetap Kuat

    Dari sisi fundamental, posisi Bitcoin masih sangat dominan:

    • Kapitalisasi pasar: $1,37 triliun
    • Sirkulasi suplai: 19,99 juta BTC
    • Maksimum suplai: 21 juta BTC
    • Persentase suplai beredar: 95,19%

    Kondisi ini mengindikasikan bahwa sebagian besar suplai BTC sudah beredar di pasar.

    Dengan suplai maksimal yang terbatas, faktor kelangkaan (scarcity) tetap menjadi daya tarik utama dalam jangka panjang.

    Fully diluted market cap tercatat sebesar $1,44 triliun, mendekati kapitalisasi saat ini, yang menunjukkan struktur tokenomics relatif stabil tanpa risiko inflasi besar.

    Analisis Teknikal: Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

    Secara teknikal, ada beberapa level penting yang menjadi perhatian trader:

    • Support kuat: $67.000
    • Support psikologis lanjutan: $65.000
    • Resistance terdekat: $70.000
    • Resistance berikutnya: $72.500

    Jika BTC mampu menembus dan bertahan di atas $70.000, momentum bullish jangka pendek berpotensi kembali terbentuk.

    Namun, jika gagal mempertahankan support $67.000, koreksi dapat berlanjut menuju area $65.000.

    Pergerakan saat ini lebih mencerminkan pola konsolidasi setelah fase distribusi, bukan panic selling ekstrem.

    Sentimen Pasar: Netral Cenderung Wait and See

    Dengan perubahan harga 1 jam sebesar -0,07% dan 24 jam -0,05%, pasar terlihat dalam kondisi netral.

    Trader jangka pendek tampaknya menunggu konfirmasi arah selanjutnya sebelum mengambil posisi besar.

    Volume yang tetap tinggi menunjukkan minat pasar belum surut. Namun, belum ada katalis kuat yang mendorong breakout signifikan.

    Outlook Harga Bitcoin

    Dalam jangka pendek, BTC berpotensi bergerak sideways di kisaran $67.000–$70.000. Breakout di salah satu sisi akan menentukan arah berikutnya.

    • Skenario bullish: Break di atas $70.000 membuka peluang ke $72.500–$75.000.
    • Skenario bearish: Penurunan di bawah $67.000 berisiko membawa harga ke area $65.000 atau lebih rendah.

    Untuk jangka panjang, selama struktur fundamental dan dominasi pasar tetap kuat, Bitcoin masih mempertahankan statusnya sebagai aset kripto utama dengan potensi apresiasi ketika sentimen global membaik.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Rebound $70.300, Sinyal Pemulihan?

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan fase konsolidasi setelah tekanan bulanan signifikan.

    Meski turun tipis 0,05% dalam 24 jam, struktur pasar masih relatif stabil dengan kapitalisasi di atas $1,3 triliun.

    Kunci pergerakan selanjutnya ada pada area $67.000 sebagai support dan $70.000 sebagai resistance utama.

    Investor disarankan mencermati volume dan sentimen global sebelum mengambil keputusan besar di tengah kondisi pasar yang masih sensitif.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Saat Pasar Crypto Tak Menentu, Cash is King Jadi Jawaban: Apa Maksudnya?

    Insight Tim Research Tokocrypto menyoroti bahwa di tengah pasar kripto yang penuh ketidakpastian, prinsip “cash is king” menjadi salah satu prinsip utama. Namun, apa sebenarnya makna istilah tersebut dalam konteks pasar kripto saat ini?

    Apa Maksud dari “Cash is King”?

    “Cash is king” merupakan ungkapan yang sudah lama populer di dunia keuangan. Secara sederhana, frasa ini berarti bahwa uang tunai atau aset yang likuid sejenis seperti stablecoin adalah aset layak untuk dipegang ketika kondisi pasar sedang tidak menentu.

    Menurut Investopedia, istilah “cash is king” merujuk pada pandangan bahwa memegang kas lebih unggul dibandingkan aset lain yang kurang likuid. Artinya, memiliki uang tunai atau setara kas dianggap memberikan fleksibilitas dan keamanan lebih dibandingkan mengikat dana pada investasi jangka panjang atau aset berisiko tinggi. 

    Investor yang menerapkan strategi ini lebih memilih menyimpan dana dalam bentuk cash ketika harga atau pergerakan aset dianggap tidak sedang berpihak pada investor, agar bisa memanfaatkannya saat pergerakan masuk ke level yang ideal.

    Dalam konteks kripto, memegang aset seperti stablecoin atau uang tunai dianggap sebagai kunci, karena likuiditas menjadi sangat berharga dan memungkinkan investor membeli dengan mudah.

    Uang tunai memberikan dua keunggulan utama:

    1. Perlindungan nilai saat harga aset turun tajam.
    2. Fleksibilitas untuk masuk ke pasar saat muncul peluang dengan valuasi lebih menarik.

    Jadi singkatnya, cash is king berarti memprioritaskan posisi kas seperti uang tunai atau stablecoin dibandingkan terlalu banyak terpapar pada aset berisiko saat pasar tidak pasti.

    Mengapa “Cash is King” Relevan di Pasar Saat Ini?

    Di kondisi pasar kripto yang tidak menentu seperti sekarang, banyak investor mengalami tekanan psikologis akibat volatilitas harga. Memegang cash memberikan fleksibilitas, dimana dana siap digunakan kapan saja tanpa sewaktu ingin menambah aset.

    Insight Tim Research Tokocrypto menyebutkan bahwa, mengingat psikologi pasar sedang hancur lebur di level Extreme Fear, prioritas utama adalah pertahanan modal… karena di kondisi seperti ini cash is king dan keamanan dana adalah segalanya.

    Prinsip ini menjadi salah satu jawaban rasional ketika kombinasi tekanan penjualan dari miner dan long-term holders meningkat, serta sentimen makroekonomi yang bearish mendominasi pasar. Dengan likuiditas yang dikelola secara defensif, uang tunai dapat membantu investor menjaga kestabilan emosi dan modal hingga kondisi pasar membaik.

    Namun kamu tertarik membeli di level harga sekarang, pendekatan seperti Dollar Cost Averaging (DCA) atau mencicil dengan pembelian secara berkala mulai dari Rp20.000 di aplikasi Tokocrypto, akan lebih relevan dibandingkan masuk sekaligus. Karena strategi ini dapat membantu memperkecil risiko volatilitas dan menghindari keputusan emosional saat pasar masih mencari titik keseimbangan.

    Lebih lengkap mengenai insight terbaru tentang analisa pasar dan bagaimana kamu harus menyikapinya, bisa kamu baca di: Riset Terbaru Pasar Kripto — Tokocrypto

    Mulai perjalanan kriptomu dengan pastikan membeli token kripto terdaftar di resmi di Indonesia melalui exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Turun 2,3% ke $68.685, Ada Apa?

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat berada di level $68.685,59 per koin, melemah sekitar 2,3% dalam 24 jam terakhir.

    Koreksi ini terjadi setelah BTC sempat menyentuh level tertinggi harian di $70.939,29 sebelum akhirnya mengalami tekanan jual dan turun ke level terendah intraday di $68.052,55.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,37 triliun, Bitcoin masih mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia.

    Namun, tekanan jangka pendek kembali memicu pertanyaan: apakah ini awal koreksi lanjutan atau hanya fase konsolidasi sehat sebelum pergerakan berikutnya?

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Rebound $70.300, Sinyal Pemulihan?

    Tekanan Jangka Pendek Masih Terlihat

    Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat bahwa BTC mencatatkan penurunan sekitar $1.557,75 atau -2,22%.

    Meski demikian, dalam time frame satu jam terakhir harga justru naik tipis 0,59%, mengindikasikan adanya upaya rebound jangka sangat pendek.

    Jika melihat performa mingguan, BTC masih terkoreksi sekitar -3,26% dalam tujuh hari terakhir.

    Sementara dalam 30 hari terakhir, penurunan mencapai hampir -27,94%, menunjukkan tekanan koreksi menengah yang cukup signifikan.

    Pergerakan ini mengindikasikan bahwa pasar masih berada dalam fase pemulihan pasca tekanan besar beberapa pekan terakhir.

    Volume Perdagangan Tetap Solid

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar $38,19 miliar, angka yang menunjukkan aktivitas pasar tetap tinggi.

    Likuiditas yang kuat ini mengindikasikan bahwa pergerakan harga tidak terjadi dalam kondisi pasar tipis (thin market), melainkan didorong oleh partisipasi aktif pelaku pasar.

    Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini berada di kisaran $1,37 triliun, dengan suplai beredar mencapai 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,19% dari total suplai maksimum 21 juta koin.

    Dengan semakin mendekatinya batas suplai maksimal, struktur fundamental Bitcoin secara jangka panjang tetap didukung oleh sifat kelangkaannya (scarcity).

    Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

    Dari sisi teknikal, beberapa level penting yang perlu dicermati antara lain:

    • Support terdekat: $68.000
    • Support kuat berikutnya: $65.000
    • Resistance psikologis: $70.000
    • Resistance lanjutan: $72.000

    Kegagalan mempertahankan area $68.000 dapat membuka ruang koreksi lebih dalam menuju $65.000.

    Sebaliknya, jika BTC mampu kembali menembus dan bertahan di atas $70.000, momentum bullish jangka pendek berpotensi kembali terbentuk.

    Pergerakan intraday yang menunjukkan rebound tipis bisa menjadi indikasi adanya akumulasi di area bawah, namun konfirmasi lebih lanjut dibutuhkan melalui volume lanjutan dan struktur higher low.

    Jarak dari Rekor Tertinggi Masih Lebar

    Bitcoin saat ini masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Dengan harga sekarang di kisaran $68.000-an, BTC masih terkoreksi lebih dari 45% dari puncaknya.

    Namun secara historis, Bitcoin dikenal memiliki volatilitas tinggi dengan siklus naik-turun yang tajam.

    Koreksi dalam kisaran 20–30% dalam satu bulan bukan hal yang asing dalam dinamika pasar kripto yang fluktuatif.

    Outlook Jangka Pendek

    Secara keseluruhan, struktur harga saat ini menunjukkan fase konsolidasi dengan bias koreksi ringan.

    Tidak ada lonjakan volume ekstrem yang mengindikasikan panic selling, namun juga belum terlihat katalis kuat yang mendorong reli lanjutan.

    Faktor yang perlu dipantau ke depan meliputi:

    • Stabilitas di atas level $68.000
    • Breakout di atas $70.000
    • Pergerakan volume di atas rata-rata harian
    • Sentimen makro global dan arus dana institusional

    Jika tekanan jual mereda dan BTC mampu mempertahankan area support kunci, peluang rebound menuju area $72.000 tetap terbuka.

    Namun, jika support jebol, koreksi lanjutan ke area $65.000 menjadi skenario realistis.

    Baca Juga: Thailand Resmi Legalkan Kripto! ETF Bitcoin Siap Meluncur

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi setelah tekanan signifikan dalam 30 hari terakhir.

    Dengan harga di kisaran $68.685 dan kapitalisasi pasar $1,37 triliun, BTC tetap menjadi aset kripto dominan meski volatilitas jangka pendek masih tinggi.

    Investor disarankan untuk memperhatikan level support-resistance utama dan menjaga manajemen risiko, mengingat pasar kripto tetap bergerak cepat dan sensitif terhadap sentimen global.

    Apakah Bitcoin akan kembali ke atas $70.000 dalam waktu dekat? Jawabannya akan sangat ditentukan oleh kekuatan buyer mempertahankan area support saat ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Miner Jual Bitcoin Habis-Habisan: 90.000 BTC Masuk Exchange, Jadi Peluang Beli?

    Insight Tim Research Tokocrypto menunjukkan bahwa tekanan pasar kripto pekan ini tidak hanya dipicu oleh faktor makro global, tetapi juga oleh distribusi masif dari para miner Bitcoin. Data on-chain mencatat sekitar 90.000 BTC mengalir ke exchange sejak awal Februari, angka yang jauh melampaui rata-rata harian sebelumnya dan menjadi salah satu yang tertinggi sejak 2024.

    Namun, sebelum membahas aksi miner, penting juga untuk memahami konteks secara makro. Dari insight Tim Research Tokocrypto, data tenaga kerja AS, Nonfarm Payrolls (NFP) yang jauh lebih kuat dari ekspektasi menyentuh 130.00k dari prediksi 66.00K dan tingkat pengangguran turun ke 4,3% membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga kembali tertunda. Dalam kondisi seperti ini, dolar AS cenderung menguat dan likuiditas global mengetat.

    Dengan latar belakang ini, distribusi dari miner menjadi faktor yang semakin krusial karena ketika likuiditas global menyempit dan sentimen masuk ke fase Extreme Fear, tambahan suplai besar berpotensi memperbesar tekanan harga ditengah krisis permintaan yang juga sempat dibahas di data riset tersebut.

    Penurunan Bitcoin dan Aliran Miner ke Exchange

    Aliran miner to exchange flow, yang merupakan transfer Bitcoin dari dompet penambang ke platform perdagangan, mencapai puncak baru dengan akumulasi sekitar 90.000 BTC sejak awal Februari. Angka ini menandakan adanya supply shock, di mana pasar harus menyerap tambahan likuiditas dalam jumlah besar.

    Dikutip dari insight Team Research Tokocrypto, pemindahan 90.000 BTC ke exchange secara besar-besaran ini disebabkan oleh dua hal, yakni:

    • Biaya Operasional (OpEx): Miner membutuhkan likuiditas untuk menutup biaya listrik, perangkat keras, dan operasional.
    • Profit Taking: Saat harga masih relatif tinggi dibanding biaya produksi, sebagian miner memilih mengunci keuntungan.

    Akhirnya, karena tekanan suplai yang membanjiri pasar ini, membuat pasar membutuhkan waktu untuk menyerap likuiditas sebesar ini sebelum tren bullish dapat kembali terbentuk secara organik.

    Baca juga: Hashrate Bitcoin Anjlok! Apakah Ini Pertanda Bear Market? – Tokocrypto News

    Tak Hanya Miner, Long-Term Holder Juga Mulai Jual BTC!

    Tekanan jual tidak hanya datang dari miner. Data menunjukkan Long-Term Holder Spending juga meningkat. Menurut Tim Riset Tokocrypto, distribusi Long-Term Holder Spending yang ditunjukkan dengan data LTH Spending dengan warna garis biru dalam grafik menunjukkan lonjakan tajam, di mana cumulative outflow 30-hari dari pemegang jangka panjang mendekati level tertinggi siklusnya.

    Hal tersebut mengonfirmasi bahwa investor senior sedang gencar mencairkan keuntungan (profit taking) secara masif.

    Di saat yang sama, grafik data mencatat lonjakan tajam pada 7-day annualized volatility (garis oranye) yang mencapai angka 1.51, level tertinggi sejak periode kelam tahun 2022. Melampaui volatilitas 30-hari (0.81) dan 90-hari (0.56), mengonfirmasi bahwa pasar sedang dilanda kepanikan jangka pendek yang luar biasa.

    Bagi yang belum tahu, volatilitas sendiri adalah ukuran seberapa besar harga bergerak dalam periode tertentu. Semakin tinggi angkanya, semakin besar potensi naik-turun harga dalam waktu singkat.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan volatilitas mingguan merupakan sinyal bagi para spekulan, bahwa pasar sedang dikuasai emosi ketakutan ekstrem yang sering kali memicu pergerakan harga irasional sebelum stabilitas kembali ditemukan.

    Jadi, Apakah Ini Peluang Beli?

    Untuk menjawabnya, perlu melihat struktur pasar secara utuh. Saat ini:

    • Indikator Fear & Greed berada di level Extreme Fear.
    • Rekor Volatilitas Tertinggi.
    • Permintaan baru belum menunjukkan lonjakan signifikan.
    • Ketidakpastian makro ekonomi global. 

    Dalam kondisi seperti ini, peluang memang bisa muncul, tetapi tidak serta-merta berarti pembalikan tren sudah terjadi.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, jika dilihat dari Timeframe Weekly sangat disayangkan menandakan bahwa pasar memang sedang berada di fase bear market, sehingga hal yang perlu dilakukan adalah menjaga ketat modal yang dimiliki saat ini.

    Namun kamu tertarik membeli di level harga sekarang, pendekatan seperti Dollar Cost Averaging (DCA) atau mencicil dengan pembelian secara berkala mulai dari Rp20.000 di aplikasi Tokocrypto, akan lebih relevan dibandingkan masuk sekaligus. Karena strategi ini dapat membantu memperkecil risiko volatilitas dan menghindari keputusan emosional saat pasar masih mencari titik keseimbangan.

    Lebih lengkap mengenai insight terbaru tentang pergerakan harga Bitcoin dan pergerakan para miner Bitcoin, bisa kamu baca di: Riset Kripto 9-13 Feb 2026: Bitcoin Berdarah, AI Berpesta!!

    Mulai perjalanan kriptomu dengan pastikan membeli token kripto terdaftar di resmi di Indonesia melalui exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Catat Kerugian $2,3 Miliar, Kapitulasi Terbesar Sejak 2021

    Pasar Bitcoin baru saja mencatat salah satu peristiwa kapitulasi terbesar sepanjang sejarah, setelah realized losses mencapai sekitar $2,3 miliar. Lonjakan kerugian terealisasi ini disebut sebanding dengan beberapa momen paling menyakitkan di pasar kripto, termasuk crash 2021, runtuhnya Luna/FTX pada 2022, hingga koreksi besar pada pertengahan 2024.

    Angka $2,3 miliar tersebut merujuk pada pembacaan rata-rata 7 hari dan menempatkan kondisi saat ini ke dalam jajaran 3–5 peristiwa kerugian terbesar yang pernah terekam dalam data on-chain Bitcoin.

    Realized Loss $2,3 Miliar Jadi Indikasi Kapitulasi

    Dilaporkan Crypto Quant, data ini didasarkan pada metrik Net Realized Profit/Loss, yang mengukur nilai dolar dari profit atau loss yang “terkunci” ketika Bitcoin berpindah secara on-chain. Ketika metrik menunjukkan bar merah besar, itu berarti banyak BTC dijual atau dipindahkan dengan harga lebih rendah dibanding harga beli sebelumnya—menandakan tekanan jual dan rasa panik yang kuat.

    Dengan pembacaan $2,3 miliar (rata-rata 7 hari), metrik tersebut menunjukkan bahwa tekanan kerugian yang direalisasikan sedang berada pada level ekstrem.

    Baca Juga: XRP Naik 390% di Thailand, Tinggalkan BTC dan Emas Jauh di Belakang

    Penjual Utama Disebut dari Short-Term Holders

    Menurut rangkuman data, kelompok yang paling banyak menjual dalam kondisi rugi adalah Short-Term Holders, yakni pemegang BTC dengan masa kepemilikan di bawah 155 hari. Kelompok ini disebut membeli BTC di kisaran $80.000 hingga $110.000, lalu kini melepas asetnya saat pasar turun, sehingga mengunci kerugian besar.

    Sementara itu, Long-Term Holders tidak dianggap sebagai sumber utama lonjakan realized losses ini. Kelompok pemegang jangka panjang dinilai cenderung bertahan melewati fase drawdown, alih-alih panik menjual.

    Harga BTC Sempat Rebound dari $60.000 ke $71.000

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Mingguu, 15 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 15 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meski tekanan kapitulasi besar terjadi, harga Bitcoin dilaporkan sempat memantul dari sekitar $60.000 ke $71.000 setelah gelombang kerugian tersebut. Pola ini dinilai selaras dengan sejarah pasar, di mana lonjakan kerugian ekstrem kerap diikuti rebound jangka pendek akibat meredanya tekanan jual atau munculnya pembelian saat harga “diskon.”

    Namun, analis mengingatkan bahwa reli seperti ini belum tentu menjadi pembalikan tren. Dalam beberapa fase bear market sebelumnya, relief rally juga sering muncul sebelum pasar kembali melemah.

    Pasar Masih Tunggu Konfirmasi Arah

    Kesimpulan sementara dari data tersebut: realized losses $2,3 miliar memicu pantulan harga yang konsisten dengan pola kapitulasi historis. Tetapi risiko tetap ada bahwa pergerakan ini hanya relief rally di tengah fase distribusi yang lebih panjang, bukan awal tren naik baru.

    Pelaku pasar kini memantau apakah Bitcoin mampu menunjukkan penguatan berkelanjutan, atau justru kembali melemah jika kondisi likuiditas dan sentimen memburuk lagi.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, secara historis, kapitulasi masif seperti ini adalah ‘pembersihan’ terakhir sebelum pasar menemukan bottom yang solid. Meskipun menyakitkan bagi yang tereksploitasi, ini adalah sinyal reset yang dibutuhkan untuk memulai siklus bullish baru.

    Baca Juga: Thailand Resmi Legalkan Bitcoin untuk Pasar Derivatif


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Rebound $70.300, Sinyal Pemulihan?

    Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan tanda pemulihan dalam 24 jam terakhir.

    Saat ini, Tokocrypto memperdagangkan BTC di level $70.300,79, atau naik sekitar 2,1% dalam sehari terakhir.

    Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin kembali ke kisaran $1,40 triliun, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $39,30 miliar.

    Pergerakan ini menjadi sinyal penting setelah periode koreksi dalam beberapa minggu terakhir.

    Namun, apakah reli ini menandai pembalikan tren, atau hanya relief rally di tengah tekanan jangka menengah?

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 9% ke $70.600, Mulai Berbalik?

    Pergerakan 24 Jam: Momentum Mulai Menguat

    Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di rentang terendah $68.706,61 dan level tertinggi senilai $70.491,56.

    Penembusan kembali area $70.000 menjadi level psikologis penting bagi pasar. Secara teknikal, level ini sebelumnya menjadi resistance minor yang beberapa kali gagal ditembus dalam sesi sebelumnya.

    Kenaikan harian sebesar hampir 2% menunjukkan adanya minat beli yang kembali masuk, meskipun volume perdagangan relatif stabil di bawah $40 miliar, belum menunjukkan lonjakan ekstrem seperti saat breakout besar.

    Perubahan harga 7 hari juga mulai positif di +1,42%, yang mengindikasikan adanya potensi stabilisasi jangka pendek.

    Tekanan Jangka Menengah Masih Teras

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Mingguu, 15 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Mingguu, 15 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meski terjadi rebound harian, data historis menunjukkan tekanan masih membayangi:

    • 30 hari: -26,23%
    • 60 hari: -19,26%
    • 90 hari: -26,29%

    Artinya, BTC masih berada dalam fase koreksi menengah sejak puncak sebelumnya. Harga juga masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07.

    Penurunan lebih dari 26% dalam 30 hari terakhir mencerminkan fase distribusi dan aksi ambil untung yang cukup agresif.

    Oleh karena itu, reli saat ini perlu dikonfirmasi oleh struktur harga yang lebih kuat sebelum dapat dianggap sebagai pembalikan tren penuh.

    Struktur Pasar dan Level Kunci

    Dengan suplai beredar sebesar 19,99 juta BTC (sekitar 95,19% dari total suplai maksimum 21 juta), struktur pasokan Bitcoin semakin ketat. Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) saat ini berada di sekitar $1,47 triliun.

    Level penting yang perlu diperhatikan trader:

    Support:

    • $68.700 (low 24 jam)
    • $67.000 (area konsolidasi sebelumnya)

    Resistance:

    • $70.500 (high 24 jam)
    • $72.000–$73.000 (area distribusi sebelumnya)

    Jika BTC mampu menutup harian di atas $70.500 dan mempertahankan momentum, maka potensi uji ke zona $72.000 terbuka.

    Sebaliknya, kegagalan bertahan di atas $69.000 bisa memicu koreksi ulang menuju area $67.000.

    Volume dan Sentimen Pasar

    Volume perdagangan $39,30 miliar menunjukkan aktivitas pasar yang cukup solid, tetapi belum mengindikasikan euforia ekstrem.

    Biasanya, pembalikan tren besar disertai lonjakan volume signifikan dan peningkatan open interest di pasar derivatif. Tanpa dukungan tersebut, reli saat ini masih bisa dikategorikan sebagai fase pemulihan teknikal.

    Meski begitu, kenaikan harga disertai perbaikan struktur mingguan (+1,42%) dapat menjadi fondasi awal bagi stabilisasi lebih lanjut.

    Apakah Ini Awal Bullish Reversal?

    Secara keseluruhan, pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan:

    • Momentum jangka pendek mulai positif
    • Struktur jangka menengah masih dalam fase koreksi
    • Level psikologis $70.000 berhasil direbut kembali

    Namun, untuk mengonfirmasi pembalikan tren bullish, BTC perlu bertahan di atas $70.000 dalam beberapa sesi, menembus resistance $72.000 yang disertai peningkatan volume yang lebih agresif

    Tanpa tiga faktor tersebut, reli saat ini masih berisiko menjadi relief rally sebelum fase konsolidasi lanjutan.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini Naik ke $68.937, Sinyal Rebound Menguat?

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin berhasil rebound ke $70.300 dengan kenaikan sekitar 2% dalam 24 jam.

    Kapitalisasi pasar kembali stabil di atas $1,4 triliun, sementara volume perdagangan tetap solid.

    Meski sinyal jangka pendek terlihat membaik, tekanan 30 hari yang masih negatif mengindikasikan pasar belum sepenuhnya pulih. Level $70.500 dan $72.000 akan menjadi penentu arah selanjutnya.

    Investor dan trader disarankan untuk memantau konfirmasi breakout serta menjaga manajemen risiko, mengingat volatilitas pasar kripto masih tinggi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Brasil Siap Jadi Raja Bitcoin? Kongres Bahas RUU 1 Juta BTC

    Brasil kembali menggegerkan dunia kripto setelah rancangan undang-undang (RUU) yang memungkinkan negara tersebut mengakuisisi hingga 1 juta Bitcoin (BTC) resmi diperkenalkan kembali di Kongres. Jika disetujui, langkah ini berpotensi menjadikan Brasil sebagai salah satu negara dengan cadangan Bitcoin terbesar di dunia.

    RUU tersebut merupakan versi revisi dari proposal sebelumnya mengenai pembentukan cadangan strategis Bitcoin nasional. Dokumen terbaru memperluas cakupan kebijakan dengan menetapkan target akumulasi minimal 1.000.000 BTC dalam waktu lima tahun.

    Target 1 Juta BTC dalam 5 Tahun

    Dalam draf terbaru, cadangan ini dinamakan “RESbit” atau Strategic Sovereign Bitcoin Reserve. Program tersebut mengatur akuisisi Bitcoin secara bertahap dan terencana sebagai aset cadangan strategis milik negara.

    Dilaporkan News Bitcoin, jika dihitung berdasarkan harga saat ini, akumulasi 1 juta BTC diperkirakan membutuhkan dana hampir $68 miliar. Angka ini berpotensi menempatkan Brasil di atas Amerika Serikat dan China dalam hal kepemilikan Bitcoin negara.

    Sebelumnya, proposal awal hanya mengusulkan penggunaan hingga 5% dari cadangan devisa Brasil untuk diversifikasi aset nasional, dengan pengelolaan oleh bank sentral sebagai bagian dari kas negara.

    Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

    Perluasan Kebijakan: Pajak dan Mining

    Selain target akumulasi besar, RUU terbaru juga mengusulkan sejumlah perubahan kebijakan tambahan. Di antaranya adalah pelarangan penjualan Bitcoin hasil sitaan oleh otoritas peradilan, penerimaan Bitcoin sebagai metode pembayaran pajak federal, serta insentif bagi perusahaan yang melakukan penambangan dan menyimpan Bitcoin.

    Anggota parlemen Luis Gastao menyatakan bahwa revisi ini mengadopsi pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya berfokus pada pembentukan cadangan strategis, tetapi juga menjamin hak penggunaan dan kustodi aset digital.

    Tantangan dari Regulasi Bank Sentral

    Meski ambisius, RUU tersebut masih harus melalui proses persetujuan di berbagai komisi sebelum disahkan Kongres. Tantangan utama datang dari regulasi bank sentral Brasil yang saat ini belum mengakui Bitcoin sebagai aset cadangan resmi.

    Sebelumnya, perwakilan bank sentral dalam sidang dengar pendapat publik menyampaikan keraguan terhadap implementasi cadangan Bitcoin strategis.

    Jika akhirnya disetujui, Brasil berpotensi menjadi salah satu negara paling pro-Bitcoin di dunia, sekaligus mengubah peta geopolitik kepemilikan aset digital global.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini adalah langkah ambisius yang menempatkan kedaulatan moneter di atas blockchain. Jika gol, Brazil akan menjadi pemegang Bitcoin kedaulatan terbesar di dunia, memicu persaingan akumulasi BTC antar negara (Sovereign FOMO).

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal Langka Muncul! Bitcoin Mendekati Undervalued Zone di $69.000

    Bitcoin (BTC) disebut mulai mendekati zona undervalued setelah mengalami tren penurunan selama sekitar empat bulan sejak mencetak rekor tertinggi pada Oktober 2025. Indikator on-chain Market Value to Realized Value (MVRV) kini berada di kisaran 1,1, mendekati ambang batas yang secara historis dianggap sebagai area undervaluation.

    Secara umum, Bitcoin dinilai undervalued ketika rasio MVRV turun di bawah angka 1. Saat ini, meski belum menembus level tersebut, posisi 1,1 menunjukkan bahwa harga pasar mulai mendekati nilai realisasi rata-rata pemegang BTC.

    Koreksi 4 Bulan Sejak All-Time High

    Dilaporkan Crypto Quant, sejak mencapai puncaknya pada Oktober 2025, Bitcoin bergerak dalam tren menurun dan terkoreksi signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Dalam 30 hari terakhir saja, harga BTC tercatat turun lebih dari 28%.

    Saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di sekitar $69.400, naik sekitar 3% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar BTC berada di atas $1,38 triliun dengan volume perdagangan harian sekitar $41 miliar.

    Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

    Siklus Kali Ini Berbeda?

    Berbeda dengan siklus sebelumnya, Bitcoin tidak sempat masuk ke zona overvalued yang ekstrem sebelum memulai fase koreksi terbaru. Pada siklus-siklus terdahulu, reli besar biasanya diikuti oleh lonjakan MVRV jauh di atas level normal sebelum akhirnya terjadi koreksi tajam.

    Kali ini, absennya fase overvalued yang jelas menjadi perbedaan penting. Hal tersebut memunculkan kemungkinan bahwa pola penurunan dan pembentukan dasar harga juga dapat berbeda dari siklus sebelumnya.

    Dekati Zona Akumulasi?

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Sejumlah analis menilai bahwa mendekatnya Bitcoin ke zona undervalued berpotensi menjadi fase persiapan bagi investor jangka panjang. Dalam aset yang memiliki tren naik jangka panjang, periode penurunan kerap dianggap sebagai momen untuk membangun posisi secara bertahap.

    Meski demikian, kondisi pasar saat ini tetap memerlukan kehati-hatian. Dengan MVRV yang belum sepenuhnya menembus level 1, pasar masih berada di fase transisi antara koreksi dan potensi pembentukan dasar harga baru.

    Investor kini mencermati apakah Bitcoin akan benar-benar memasuki zona undervalued secara teknis, atau justru melanjutkan konsolidasi sebelum menentukan arah berikutnya.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, berada di zona ini berarti risiko downside sudah terbatas dibandingkan potensi upside. Bagi investor dengan modal ‘uang dingin’, ini adalah fase ‘buy when others are fearful’ yang paling klasik.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

    Pemerintah Bhutan kembali menjual Bitcoin dari cadangannya untuk pekan ketiga berturut-turut. Berdasarkan data analis on-chain Arkham, penjualan terbaru sebanyak 100 BTC menghasilkan sekitar $6,8 juta.

    Sejak September lalu, kerajaan tersebut tercatat telah menjual Bitcoin senilai sedikitnya $100 juta. Meski demikian, sekitar 5.600 BTC atau setara kurang lebih $372 juta masih tersimpan di wallet yang diidentifikasi terkait dengan Bhutan.

    Cadangan Berasal dari Aktivitas Mining

    Menurut Arkham, sumber utama akumulasi Bitcoin Bhutan berasal dari aktivitas penambangan (mining) yang dijalankan pemerintah. Pada puncaknya, cadangan Bitcoin negara tersebut sempat melampaui 13.000 BTC.

    Lonjakan produksi mining terjadi pada awal 2023. Namun, aktivitas tersebut mengalami penurunan signifikan setelah peristiwa halving keempat Bitcoin pada April 2024, yang memangkas reward blok dari 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC.

    Dilaporkan Forklog, Bhutan sebelumnya menjalin kemitraan dengan perusahaan mining Bitdeer untuk mengembangkan kapasitas hingga 600 MW. Data center Gedu mulai beroperasi pada Agustus 2023. Meski begitu, target hashrate sebesar 20 EH/s dilaporkan mengalami keterlambatan signifikan.

    Baca juga: Standard Chartered Peringatkan Bitcoin Bisa Anjlok ke $50.000!

    Tekanan Industri Mining Global

    Paruh kedua 2024 disebut sebagai periode krisis profitabilitas terburuk bagi industri mining. Pada awal 2025, ketika harga Bitcoin melemah, banyak model mesin mining mendekati ambang batas profitabilitas.

    Penurunan harga Bitcoin, kenaikan tarif energi, serta gangguan cuaca ekstrem di Amerika Serikat memicu penghentian operasional massal oleh sejumlah perusahaan mining akibat kerugian besar. Dampaknya, hashrate jaringan turut mengalami penurunan.

    Pada 7 Februari lalu, tingkat kesulitan mining Bitcoin tercatat turun 11%, menjadi penurunan terbesar sejak larangan mining di China pada 2021.

    Strategi Manajemen Cadangan

    Meski terus melakukan penjualan dalam beberapa pekan terakhir, Bhutan masih memegang cadangan Bitcoin dalam jumlah signifikan. Langkah likuidasi ini dinilai sebagai bagian dari strategi manajemen cadangan negara di tengah dinamika harga dan tekanan industri mining global.

    Pasar kini mencermati apakah tren penjualan tersebut akan berlanjut atau hanya bersifat taktis dalam jangka pendek.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, aktivitas penjualan oleh pemerintah seringkali memicu sentimen waspada di pasar. Meskipun jumlahnya relatif kecil dibanding cadangan total mereka, konsistensi Bhutan dalam melakukan ‘take profit’ menunjukkan strategi manajemen aset yang aktif di tingkat negara.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini Naik ke $68.937, Sinyal Rebound Menguat?

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini menunjukkan penguatan signifikan.

    Dalam catatan Tokocrypto pada Sabtu (14/2), BTC diperdagangkan di level $68.937,95, naik sekitar +3,47% dalam 24 jam terakhir, setelah sebelumnya sempat tertekan dalam tren penurunan bulanan.

    Kenaikan ini menambah kapitalisasi pasar Bitcoin menjadi sekitar $1,37 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai $37,74 miliar.

    Meski reli jangka pendek mulai terlihat, pertanyaan utama pelaku pasar adalah: apakah ini awal pembalikan tren atau sekadar relief rally dalam struktur bearish yang lebih besar?

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $66.569, Koreksi Dalam?

    Pergerakan Harga 24 Jam: Momentum Positif Muncul

    Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di rentang harga terendah di level $65.959,95 dan tertinggi di level $69.382,83.

    Kenaikan harian sebesar sekitar $2.271 menunjukkan adanya tekanan beli yang cukup solid setelah harga sempat mendekati area support kuat di bawah $66.000.

    Secara intraday, volatilitas masih terjaga, tetapi pergerakan harga menunjukkan pola higher low jangka pendek—indikasi awal bahwa buyer mulai kembali masuk ke pasar.

    Namun, secara mingguan BTC masih mencatatkan penurunan sekitar -2,54%, mengindikasikan tren jangka pendek belum sepenuhnya berbalik bullish.

    Tekanan Jangka Menengah Masih Terlihat

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meski kenaikan harian cukup impresif, data performa historis menunjukkan tekanan jangka menengah masih dominan:

    • 30 hari: -28,12%
    • 60 hari: -19,63%
    • 90 hari: -28,01%

    Penurunan hampir 30% dalam sebulan terakhir menempatkan BTC dalam fase koreksi signifikan dari level yang jauh lebih tinggi.

    Sebagai catatan, rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) Bitcoin berada di $126.198,07, sehingga harga saat ini masih berada jauh di bawah puncak tersebut.

    Koreksi tajam ini biasanya memicu dua kemungkinan: fase akumulasi oleh investor jangka panjang atau konsolidasi sebelum penurunan lanjutan.

    Maka dari itu, pergerakan beberapa hari ke depan akan sangat menentukan narasi dominan.

    Struktur Pasar dan Kapitalisasi

    Bitcoin tetap menjadi aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, menduduki peringkat #1 secara global. Beberapa data kunci pasar:

    • Kapitalisasi pasar: $1,37 triliun
    • Volume 24 jam: $37,82 miliar
    • Sirkulasi suplai: 19,99 juta BTC
    • Maksimum suplai: 21 juta BTC
    • Fully Diluted Valuation (FDV): $1,44 triliun

    Dengan suplai yang sudah beredar mencapai sekitar 95,19% dari total maksimum, tekanan inflasi Bitcoin relatif rendah dibandingkan banyak altcoin.

    Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa BTC sering dianggap sebagai aset lindung nilai digital dalam jangka panjang.

    Level Teknis Penting yang Perlu Diperhatikan

    Secara teknikal, beberapa level krusial saat ini adalah:

    Support kuat:

    • Area $65.000
    • Area psikologis $60.000

    Resistance terdekat:

    • $69.500
    • $70.000 (level psikologis penting)

    Jika BTC mampu menembus dan bertahan di atas $70.000 dengan volume tinggi, peluang menuju fase recovery yang lebih luas akan terbuka.

    Sebaliknya, kegagalan menembus resistance dan penurunan kembali di bawah $66.000 dapat mengindikasikan bahwa reli hari ini hanya bersifat sementara.

    Apakah Ini Awal Pembalikan Tren?

    Kenaikan +3,47% memang memberi angin segar setelah tekanan panjang dalam 30 hari terakhir. Namun, secara struktur makro, BTC masih berada dalam fase konsolidasi pasca koreksi besar.

    Beberapa faktor yang biasanya memicu pembalikan tren kuat meliputi lonjakan volume signifikan berkelanjutan, arus masuk institusional, perbaikan sentimen pasar global, hingga breakout teknikal dari resistance kunci.

    Saat ini, volume harian masih berada di kisaran moderat, belum menunjukkan lonjakan ekstrem yang biasanya menyertai breakout besar.

    Baca Juga: Thailand Resmi Legalkan Bitcoin untuk Pasar Derivatif

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan sinyal rebound jangka pendek dengan kenaikan +3,47% ke level $68.937. Momentum beli mulai terlihat setelah tekanan koreksi hampir 30% dalam 30 hari terakhir.

    Namun, struktur jangka menengah masih perlu dikonfirmasi. Level $70.000 menjadi resistance kunci yang akan menentukan apakah Bitcoin siap memulai fase pemulihan baru atau masih berada dalam pola konsolidasi.

    Bagi investor dan trader, disiplin manajemen risiko tetap menjadi kunci di tengah volatilitas yang masih tinggi. Pergerakan beberapa hari ke depan akan sangat krusial dalam menentukan arah tren Bitcoin selanjutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com