Tag: btc

  • Standard Chartered Peringatkan Bitcoin Bisa Anjlok ke $50.000!

    Harga Bitcoin kembali berada di bawah tekanan setelah laporan terbaru dari Standard Chartered memproyeksikan potensi penurunan hingga ke level $50.000. Prediksi ini muncul di tengah volatilitas pasar yang tinggi dan sentimen investor yang memburuk dalam beberapa pekan terakhir.

    Meski Bitcoin sempat naik sekitar 2,49% dalam 24 jam terakhir ke kisaran $67.865, harga aset kripto terbesar ini masih terkoreksi sekitar 27% dari level tertingginya di sekitar $90.000 bulan lalu. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa tekanan jual belum sepenuhnya berakhir.

    Standard Chartered Turunkan Target, BTC Bisa Sentuh $50.000

    prediksi bitcoin Standard Chartered

    Dilaporkan Coingape, Geoffrey Kendrick, Head of Digital Assets Research di Standard Chartered, menyebut bahwa lingkungan makroekonomi saat ini belum memberikan dukungan kuat bagi aset kripto dalam jangka pendek. Ia memperkirakan Bitcoin berpotensi turun ke sekitar $50.000 dalam beberapa bulan ke depan jika tren penurunan berlanjut.

    Selain Bitcoin, Ethereum juga diproyeksikan dapat turun ke level $1.400 sebelum potensi pemulihan terjadi. Meski demikian, Kendrick menilai level-level tersebut dapat menjadi peluang akumulasi sebelum reli lanjutan pada paruh kedua 2026.

    Bank tersebut juga merevisi target akhir tahun untuk Bitcoin menjadi $100.000, turun dari proyeksi sebelumnya sebesar $150.000. Sementara itu, target Ethereum dipangkas menjadi $4.000 dari sebelumnya $7.500. Revisi ini mengikuti penyesuaian sebelumnya pada Desember ketika proyeksi Bitcoin diturunkan dari hampir $300.000.

    Indeks Fear & Greed Sentuh Level Ekstrem

    Sentimen pasar semakin memburuk setelah Crypto Fear and Greed Index turun ke angka 8, yang menunjukkan kondisi “extreme fear”. Bahkan pada 6 Februari 2026, indeks sempat menyentuh angka 5, salah satu level terendah dalam sejarah.

    Nilai indeks tersebut mencerminkan meningkatnya kepanikan dan ketidakpastian di kalangan investor akibat volatilitas pasar yang tinggi serta tekanan makroekonomi global.

    Baca juga: Bitcoin Makin Langka di Bursa, Sinyal Bull Run Baru Muncul?

    Bitcoin Bertahan di Atas $65.000, Tapi Tekanan Masih Kuat

    Pada saat laporan ini ditulis, harga Bitcoin berada di sekitar $66.277, turun sekitar 1,15% dalam 24 jam terakhir. Dari sisi teknikal, indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 38,62, di bawah ambang 50 yang menandakan momentum masih condong bearish.

    Sementara itu, indikator MACD juga menunjukkan momentum negatif, dengan garis MACD berada di bawah garis sinyal, mengindikasikan tekanan jual yang masih mendominasi.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika Bitcoin gagal menembus resistance di $70.000, harga berpotensi kembali menguji support di sekitar $65.000. Penurunan di bawah level tersebut dapat membuka peluang koreksi lanjutan menuju $60.000, bahkan mendekati proyeksi $50.000 seperti yang disebutkan dalam laporan Standard Chartered.

    Sebaliknya, jika terjadi pembalikan arah dan tekanan beli menguat, area $70.000 menjadi resistance utama yang harus ditembus sebelum potensi kenaikan lebih lanjut.

    Dengan kondisi pasar yang masih rapuh dan sentimen investor yang berada di zona ketakutan ekstrem, proyeksi penurunan ke $50.000 kini menjadi salah satu skenario yang diperhatikan pelaku pasar dalam jangka menengah.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, revisi turun mencerminkan sentimen hati-hati karena penundaan pemangkasan suku bunga Fed. Investor perlu waspada terhadap downside risk sebelum pasar menemukan pijakan pemulihan.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $66.569, Koreksi Dalam?

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini berada di level $66.569,68 per BTC, mencatatkan penurunan sekitar -0,92% dalam 24 jam terakhir.

    Dalam catatan Tokocrypto pada Jumat (13/2), kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,33 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai $44,79 miliar.

    Meski tekanan jual masih terasa dalam jangka pendek, BTC menunjukkan sedikit pemulihan intraday setelah sempat menyentuh level terendah $65.092,11 dan tertinggi harian di $68.339,49.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Lemah $67.072, Tekanan Menghantui

    Koreksi Dalam Sebulan Tembus 30%

    Jika melihat performa dalam jangka menengah, tekanan terhadap BTC terlihat cukup signifikan.

    Dalam 30 hari terakhir, harga Bitcoin telah turun sekitar -30,12%, atau setara dengan koreksi hampir $28.748 dari level sebelumnya.

    Dalam rentang 60 hari, BTC juga masih mencatat pelemahan sebesar -25,33%, sementara dalam 90 hari terakhir koreksi mencapai -30,76%.

    Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi besar setelah sebelumnya mencatatkan reli panjang.

    Sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar dan peringkat 1 secara global, pergerakan Bitcoin sering kali menjadi penentu arah pasar altcoin.

    Pergerakan Jangka Pendek: Stabilisasi atau Dead Cat Bounce?

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dalam 7 hari terakhir, BTC justru mencatatkan kenaikan tipis sebesar +3,04%, menandakan adanya potensi stabilisasi jangka pendek.

    Sementara itu, perubahan harga 1 jam terakhir menunjukkan kenaikan +0,32%, mengindikasikan adanya pembelian di area bawah.

    Namun demikian, secara struktur tren, BTC masih bergerak dalam tekanan setelah gagal kembali ke area resistance kuat di atas $70.000.

    Beberapa level penting yang kini menjadi perhatian pasar antara lain:

    • Support kuat: $65.000
    • Support lanjutan: $62.000–$60.000
    • Resistance terdekat: $68.300–$70.000
    • Resistance psikologis utama: $75.000

    Jika BTC mampu bertahan di atas $65.000, potensi rebound teknikal tetap terbuka.

    Sebaliknya, jika level tersebut ditembus, risiko koreksi lanjutan bisa meningkat.

    Kapitalisasi Pasar dan Likuiditas Tetap Besar

    Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,33 triliun, Bitcoin masih mendominasi hampir seluruh lanskap kripto global.

    Dari total suplai maksimum 21 juta BTC, saat ini sudah beredar sekitar 19,99 juta BTC atau sekitar 95,18% dari total suplai.

    Fakta bahwa sebagian besar suplai sudah beredar membuat dinamika harga BTC semakin sensitif terhadap perubahan permintaan.

    Dengan suplai yang semakin terbatas dan minat institusional yang tetap ada, struktur jangka panjang Bitcoin masih dianggap solid oleh banyak analis.

    Volume perdagangan 24 jam sebesar hampir $45 miliar juga menunjukkan bahwa likuiditas BTC tetap tinggi meski pasar sedang mengalami tekanan.

    Apakah BTC Siap Rebound?

    Secara historis, koreksi 25–35% bukanlah hal baru dalam siklus Bitcoin. Fase ini sering kali menjadi periode akumulasi sebelum pergerakan besar berikutnya.

    Beberapa faktor yang dapat memengaruhi arah BTC selanjutnya, seperti sentimen makro global (suku bunga & likuiditas); arus dana institusional; pergerakan ETF Bitcoin; atau sentimen pasar derivatif dan likuidasi.

    Jika momentum beli kembali meningkat dan BTC mampu menembus area $70.000 dengan volume besar, maka peluang menuju zona $75.000 terbuka.

    Namun selama masih tertahan di bawah resistance, fase konsolidasi kemungkinan berlanjut.

    Baca Juga: Whale Borong $4 Miliar BTC, Tapi Ini Bisa Jadi Sinyal Bullish?

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih berada dalam tekanan jangka menengah dengan koreksi lebih dari 30% dalam 30 hari terakhir.

    Meski demikian, stabilisasi di atas $65.000 menjadi sinyal penting bahwa pasar belum sepenuhnya kehilangan daya tahan.

    Dengan kapitalisasi pasar di atas $1,3 triliun dan suplai yang semakin terbatas, BTC tetap menjadi barometer utama industri kripto.

    Investor kini mencermati apakah level support saat ini mampu bertahan atau justru menjadi pintu menuju koreksi yang lebih dalam.

    Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada kombinasi sentimen pasar, arus likuiditas, dan respons pembeli di zona support krusial.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Whale Borong $4 Miliar BTC, Tapi Ini Bisa Jadi Sinyal Bullish?

    Bitcoin kembali mendapat dukungan dari para pemegang besar setelah tekanan jual tajam dalam beberapa pekan terakhir. Namun, meski aksi beli whale meningkat, permintaan dari investor lain masih terlihat lemah sehingga pemulihan harga dinilai belum sepenuhnya solid.

    Berdasarkan data Glassnode, wallet yang menyimpan lebih dari 1.000 BTC tercatat mengakumulasi sekitar 53.000 Bitcoin dalam sepekan terakhir. Ini menjadi gelombang pembelian whale terbesar sejak November, dengan nilai pembelian diperkirakan melampaui $4 miliar pada harga saat ini.

    Meski begitu, data juga menunjukkan bahwa sejak pertengahan Desember, whale masih mencatat arus keluar lebih dari 170.000 BTC atau sekitar $11 miliar. Hal ini mengindikasikan bahwa tren de-risking oleh pemegang besar sebenarnya masih mendominasi dalam beberapa bulan terakhir.

    Harga Pulih ke $69.100, Tapi Keyakinan Pasar Masih Dipertanyakan

    Pergerakan harga Bitcoin mencerminkan dukungan yang belum merata. Setelah sempat turun ke sekitar $60.000 pekan lalu, Bitcoin kembali naik mendekati $70.000 seiring meningkatnya akumulasi whale. Pada Rabu pagi waktu Asia, BTC diperdagangkan di kisaran $69.100.

    Meski aksi beli whale membantu menahan penurunan, reli ini belum berhasil menarik partisipasi luas dari investor ritel maupun institusi. Banyak pelaku pasar masih bersikap hati-hati, sehingga rebound yang terjadi lebih terlihat sebagai fase stabilisasi dibanding awal reli besar.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Harga Bitcoin saat ini juga masih berada sekitar 40% di bawah puncaknya pada Oktober, menandakan bahwa tekanan koreksi masih cukup dalam dan pasar membutuhkan katalis tambahan untuk memulihkan momentum.

    Baca juga: Whale Borong ETH Rp30 Triliun! Cadangan Cetak Rekor, Harga Naik?

    Investor ETF dan Korporasi Masih Menahan Diri

    Dilaporkan Equiti, permintaan dari US spot Bitcoin ETF juga mulai melambat. Banyak investor ETF kini berada dalam posisi rugi secara unrealized (paper losses), sehingga minat untuk melakukan pembelian agresif saat harga turun dinilai menurun, terutama di tengah kondisi makro yang masih penuh ketidakpastian.

    Selain itu, pembelian dari perusahaan-perusahaan yang sebelumnya menambah Bitcoin sebagai strategi treasury juga disebut ikut melambat. Tekanan valuasi saham dan kondisi pendanaan yang semakin ketat membuat sebagian korporasi menahan ekspansi eksposur kripto.

    Dengan belum adanya sumber arus modal baru yang kuat, aksi akumulasi whale saat ini dinilai berpotensi hanya bersifat taktis, bukan perubahan struktural sentimen pasar.

    Risiko Konsentrasi Masih Jadi Sorotan

    Glassnode menekankan bahwa data whale yang digunakan merupakan pemetaan berdasarkan klaster wallet, bukan individu secara langsung. Aktivitas whale dapat mencakup investor kaya, akun kustodian, maupun entitas yang terhubung institusi.

    Secara historis, bull market yang berkelanjutan biasanya tidak hanya ditopang oleh akumulasi whale, tetapi juga membutuhkan peningkatan partisipasi dari berbagai kelompok investor. Saat ini, dukungan luas tersebut masih belum terlihat.

    Pasar kini menunggu apakah pembelian whale mampu memulihkan kepercayaan dan memicu arus masuk baru, atau hanya menjadi bantalan sementara untuk mengurangi volatilitas. Hingga kondisi likuiditas membaik dan minat risiko kembali meningkat, pemulihan Bitcoin masih dinilai rapuh dan belum sepenuhnya meyakinkan.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, agresivitas para whale dalam menyerap pasokan pasar di harga saat ini mengindikasikan keyakinan kuat bahwa fase konsolidasi akan segera berakhir menuju penembusan harga baru.

    “Hal ini memberikan sinyal psikologis penting bagi investor ritel bahwa pemain besar masih melihat nilai intrinsik yang belum terefleksi sepenuhnya di harga pasar saat ini,” tulisnya.

    Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Lemah $67.072, Tekanan Menghantui

    Harga BTC hari ini tercatat di level $67.072,31 per BTC, mengalami koreksi sebesar -0,57% dalam 24 jam terakhir.

    Meski pelemahannya relatif tipis secara harian, tekanan dalam jangka menengah masih terlihat signifikan jika melihat performa 30 hingga 90 hari terakhir.

    Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Kamis (11/2), kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,34 triliun, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $49,65 miliar.

    Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling dominan di pasar dengan peringkat pertama dan suplai beredar sebesar 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,18% dari total maksimum 21 juta BTC.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $68.448, Tekanan Menguat

    Pergerakan Harga BTC 24 Jam Terakhir

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi $68.650,85 dan level terendah $65.757,30.

    Rentang pergerakan ini menunjukkan volatilitas moderat, dengan tekanan jual yang sempat mendorong harga ke bawah $66.000 sebelum kembali stabil di area $67.000.

    Secara intraday, perubahan harga 1 jam terakhir tercatat di -0,14%, menandakan pasar relatif sideways dalam jangka sangat pendek.

    Tekanan Jangka Menengah Masih Berat

    Meskipun penurunan harian hanya 0,57%, tren jangka menengah menunjukkan tekanan yang lebih dalam:

    • 30 hari: -26,95%
    • 60 hari: -25,74%
    • 90 hari: -31,12%

    Dalam 30 hari terakhir saja, Bitcoin telah terkoreksi sekitar $24.719.

    Penurunan ini memperlihatkan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi atau koreksi besar setelah periode reli sebelumnya.

    Jika dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07, harga saat ini masih terpaut cukup jauh, menandakan Bitcoin belum kembali ke fase bullish penuh.

    Analisis Volume dan Likuiditas

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Volume perdagangan 24 jam sebesar hampir $50 miliar menunjukkan bahwa minat pasar terhadap Bitcoin masih tinggi.

    Likuiditas yang besar ini menjadi faktor penting karena menunjukkan partisipasi aktif investor dan memungkinkan eksekusi transaksi besar tanpa slippage ekstrem, serta mengurangi risiko volatilitas berlebihan akibat pasar tipis.

    Namun, volume tinggi dalam kondisi harga melemah sering kali mengindikasikan adanya distribusi atau aksi ambil untung oleh pelaku pasar besar.

    Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

    Berdasarkan data harga terbaru, beberapa level penting yang patut dicermati trader dan investor:

    Support terdekat:

    • Area $65.700 (low 24 jam)
    • Area psikologis $65.000

    Jika support ini ditembus, tekanan jual bisa meningkat menuju area $63.000–$60.000.

    Resistance terdekat:

    • $68.650 (high 24 jam)
    • Area $70.000 sebagai resistance psikologis

    Penembusan konsisten di atas $70.000 dapat membuka peluang pemulihan jangka pendek.

    Sentimen Pasar Bitcoin Saat Ini

    Dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Valuation) di $1,407 triliun, Bitcoin masih mempertahankan dominasinya sebagai aset kripto utama.

    Namun, koreksi 7 hari sebesar -4,89% menunjukkan bahwa sentimen jangka pendek masih cenderung hati-hati.

    Beberapa faktor yang biasanya memengaruhi pergerakan BTC antara lain arus dana institusional, pergerakan indeks dolar AS, kebijakan suku bunga global, arus masuk dan keluar ETF Bitcoin, serta kondisi pasar kripto secara keseluruhan.

    Tanpa katalis positif yang kuat, Bitcoin kemungkinan masih bergerak dalam pola konsolidasi.

    Prospek Harga BTC Selanjutnya

    Dalam jangka pendek, BTC tampak mencoba mempertahankan area $65.000–$67.000 sebagai zona keseimbangan baru.

    Jika tekanan jual mereda dan volume beli meningkat, peluang rebound teknikal tetap terbuka.

    Namun, tren 30–90 hari yang masih negatif menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya pulih. Investor jangka panjang cenderung menunggu konfirmasi pembalikan tren sebelum meningkatkan eksposur.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi $69.658, Tekanan Dominan

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin berada di fase konsolidasi dengan tekanan jangka menengah yang masih terasa.

    Harga saat ini di $67.072 mencerminkan pelemahan moderat secara harian, namun koreksi bulanan yang dalam menandakan pasar masih dalam fase penyesuaian.

    Level support $65.000 menjadi kunci penting dalam waktu dekat. Jika mampu bertahan, Bitcoin berpotensi membangun momentum pemulihan. Sebaliknya, jika ditembus, tekanan lanjutan bisa kembali muncul.

    Pelaku pasar disarankan tetap memperhatikan manajemen risiko di tengah volatilitas yang masih tinggi di pasar kripto global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Makin Langka di Bursa, Sinyal Bull Run Baru Muncul?

    Data on-chain terbaru menunjukkan cadangan Bitcoin di exchange terus mengalami penurunan tajam dan kini menyentuh level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Total Bitcoin Exchange Reserves saat ini tercatat berada di sekitar 2,74 juta BTC, memunculkan spekulasi bahwa pasar sedang menuju kondisi “supply shock” yang berpotensi mendorong reli harga.

    Penurunan cadangan BTC di exchange sering dianggap sebagai sinyal bullish karena menandakan berkurangnya suplai likuid yang siap dijual. Jika permintaan tetap stabil atau meningkat, kondisi tersebut dapat mempercepat kenaikan harga akibat ketidakseimbangan antara suplai dan demand.

    Pola 2020: Penurunan Reserve Jadi Awal Bull Run 2021

    Dilaporkan Crypto Quant, secara historis, penurunan besar cadangan Bitcoin di exchange kerap menjadi pemicu pergerakan harga yang kuat. Pada periode Maret hingga November 2020, exchange reserves turun dari 3,27 juta BTC menjadi 2,9 juta BTC. Penurunan tersebut mengurangi likuiditas sisi jual, yang kemudian menjadi salah satu faktor pendorong bull run besar pada 2021.

    Dengan semakin sedikit BTC yang tersedia di bursa, tekanan jual menurun dan harga lebih mudah terdorong naik ketika arus permintaan masuk.

    November 2022: Drop Parabolik Jadi Sinyal Bottom Siklus

    Contoh lain terjadi pada November 2022 ketika cadangan BTC di exchange turun secara parabolik dari 3,52 juta BTC menjadi sekitar 3 juta BTC hanya dalam hitungan hari. Penurunan ekstrem tersebut terjadi bersamaan dengan fase capitulation dan dinilai menjadi penanda terbentuknya bottom siklus pasar.

    Setelah periode itu, Bitcoin mulai memasuki fase pemulihan harga secara bertahap.

    Tren Saat Ini: Cadangan BTC Terus Terkuras Selama Dua Tahun

    Saat ini, tren penurunan exchange reserves kembali terlihat secara konsisten dalam skala makro. Dalam dua tahun terakhir, cadangan Bitcoin di exchange telah turun dari sekitar 3,2 juta BTC menjadi 2,74 juta BTC.

    Penurunan ini menunjukkan bahwa investor semakin banyak memindahkan Bitcoin mereka ke cold storage atau wallet pribadi, sehingga mengurangi suplai yang dapat diperdagangkan di pasar terbuka.

    Potensi Supply Shock Menguat Jika Permintaan Tetap Stabil

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dengan cadangan Bitcoin di exchange berada di level rendah, analis menilai pasar berpotensi memasuki fase supply shock. Supply shock terjadi ketika suplai likuid di pasar menipis, sehingga setiap kenaikan permintaan dapat mendorong harga naik lebih cepat dari biasanya.

    Kesimpulan dari tren ini menunjukkan bahwa investor tampaknya memilih menahan aset dalam jangka panjang, bukan menyiapkan untuk dijual. Jika pola historis kembali terulang, penurunan besar exchange reserves dapat menjadi fondasi bullish yang kuat untuk pergerakan harga Bitcoin berikutnya, terutama jika permintaan tetap bertahan atau mulai meningkat.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, historisnya, penurunan besar supply di exchange sering mendahului fase bullish (contoh 2020: 3.27M→2.9M; Nov 2022: 3.52M→~3.0M).

    “Setup ini bisa membentuk “supply shock” yang mendukung reli—namun hanya terjadi bila demand tetap stabil/naik; kalau demand melemah, dampaknya bisa tertahan oleh sentimen risk-off,” analisanya.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Turun ke $68.448, Tekanan Menguat

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali berada di bawah tekanan setelah gagal mempertahankan area psikologis $70.000.

    Berdasarkan data pasar terbaru, Bitcoin diperdagangkan di level $68.448,09 per BTC, mencatatkan penurunan 1,97% dalam 24 jam terakhir.

    Koreksi ini memperpanjang tren pelemahan yang telah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir, sekaligus menegaskan bahwa sentimen pasar masih berada dalam fase risk-off.

    Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,368 triliun dalam catatan Tokocrypto pada Rabu (11/2), Bitcoin tetap menjadi aset kripto terbesar di dunia.

    Namun, performa jangka pendek menunjukkan investor masih cenderung defensif di tengah volatilitas pasar dan tekanan jual yang belum mereda.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi $69.658, Tekanan Dominan

    Pergerakan Harga BTC: Gagal Bertahan di Atas $70.000

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang $67.913 hingga $69.954. Area $70.000 kembali terbukti menjadi resistance kuat, di mana tekanan jual muncul setiap kali harga mencoba menembus ke atas.

    Penurunan harian sebesar $1.374 memperlihatkan bahwa seller masih mendominasi pergerakan jangka pendek.

    Secara mingguan, harga BTC telah turun 10,38%, sementara dalam 30 hari terakhir koreksi mencapai 25,81%.

    Tren penurunan ini juga terlihat dalam periode yang lebih panjang, dengan penurunan 24,21% dalam 60 hari dan 32,39% dalam 90 hari terakhir.

    Data tersebut mengindikasikan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi menengah setelah reli besar sebelumnya.

    Jika dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198, harga BTC saat ini telah terkoreksi lebih dari 45%, mencerminkan perubahan signifikan dalam struktur pasar dari fase euforia ke fase konsolidasi dan distribusi.

    Volume Perdagangan dan Aktivitas Pasar

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meski harga melemah, volume perdagangan 24 jam Bitcoin tercatat sebesar $40,49 miliar, menunjukkan bahwa aktivitas pasar masih relatif tinggi.

    Volume yang tetap besar di tengah tren turun sering kali mencerminkan adanya rotasi posisi, baik dari investor jangka pendek maupun pelaku institusional yang melakukan rebalancing portofolio.

    Bitcoin saat ini memiliki pasokan beredar 19,99 juta BTC, setara dengan 95,18% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

    Faktor kelangkaan ini tetap menjadi fondasi nilai jangka panjang Bitcoin, meskipun dalam jangka pendek belum cukup kuat untuk menahan tekanan jual.

    Sementara itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) tercatat di kisaran $1,437 triliun, yang menunjukkan bahwa mayoritas suplai Bitcoin sudah berada di pasar, sehingga fluktuasi harga lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen dan arus likuiditas.

    Tekanan Jangka Pendek Masih Dominan

    Penurunan harga BTC sebesar 0,7% dalam satu jam terakhir mengindikasikan tekanan jual yang masih aktif dalam jangka sangat pendek.

    Hal ini menunjukkan bahwa pasar belum menemukan titik keseimbangan yang jelas, dan potensi volatilitas tetap tinggi.

    Kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh kombinasi faktor teknikal dan sentimen makro, termasuk kehati-hatian investor terhadap aset berisiko.

    Dalam situasi seperti ini, Bitcoin cenderung bergerak mengikuti arah pasar global dan psikologi pelaku pasar.

    Level Support dan Resistance yang Perlu Diperhatikan

    Dari perspektif teknikal, area $67.500–$68.000 menjadi support penting dalam jangka pendek.

    Jika level ini ditembus secara meyakinkan, potensi penurunan lanjutan menuju area support berikutnya bisa terbuka.

    Sebaliknya, untuk mengubah bias jangka pendek menjadi lebih netral, Bitcoin perlu kembali menembus dan bertahan di atas $70.000, yang saat ini berfungsi sebagai resistance utama.

    Tanpa reclaim level tersebut, reli yang terjadi berisiko bersifat terbatas dan rawan koreksi ulang.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih

    Bitcoin Masih dalam Fase Konsolidasi Bearish

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam tekanan bearish dengan volatilitas tinggi.

    Penurunan hampir 2% dalam 24 jam menegaskan bahwa pasar belum sepenuhnya pulih dari koreksi beberapa bulan terakhir.

    Meski fundamental jangka panjang Bitcoin tetap kuat, pergerakan harga jangka pendek masih sangat dipengaruhi oleh sentimen dan dinamika teknikal.

    Bagi investor dan trader, fokus utama saat ini adalah memantau area support di sekitar $68.000 dan reaksi harga di level tersebut.

    Selama Bitcoin belum mampu merebut kembali resistance kunci, pendekatan manajemen risiko dan kehati-hatian tetap menjadi strategi utama dalam menghadapi kondisi pasar saat ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Terkoreksi $69.658, Tekanan Dominan

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali mengalami koreksi setelah gagal mempertahankan momentum penguatan.

    Berdasarkan data pasar terbaru di Tokocrypto, Bitcoin diperdagangkan di level $69.658,46 per BTC, turun 1,65% dalam 24 jam terakhir.

    Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan jual yang masih mendominasi pasar kripto secara keseluruhan, sekaligus menegaskan bahwa fase konsolidasi menuju tren yang lebih jelas masih berlangsung.

    Dengan kapitalisasi pasar sebesar $1,392 triliun, Bitcoin tetap menjadi aset kripto terbesar di dunia.

    Namun, performa jangka pendek menunjukkan bahwa sentimen investor masih cenderung berhati-hati, terutama setelah penurunan tajam dalam beberapa bulan terakhir.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke Area $69.000

    Pergerakan Harga BTC: Tekanan Masih Terasa

    Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $68.291 hingga $71.076.

    Level ini mencerminkan volatilitas yang cukup tinggi, meskipun belum menunjukkan adanya breakout yang meyakinkan.

    Penurunan harian sebesar $1.169,92 menambah daftar koreksi yang telah terjadi dalam beberapa periode waktu sebelumnya.

    Secara mingguan, harga BTC telah turun 11,17%, sementara dalam 30 hari terakhir Bitcoin terkoreksi cukup dalam hingga 23,17%.

    Jika ditarik lebih jauh, penurunan mencapai 24,50% dalam 60 hari dan bahkan 32,56% dalam 90 hari terakhir.

    Data ini mengindikasikan bahwa tekanan bearish masih menjadi tema utama pergerakan Bitcoin dalam jangka menengah.

    Koreksi ini juga membuat Bitcoin semakin jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198, menandakan perubahan signifikan dalam struktur pasar dibandingkan euforia sebelumnya.

    Volume Perdagangan dan Aktivitas Pasar

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meskipun harga melemah, volume perdagangan 24 jam Bitcoin tercatat cukup solid di $49,14 miliar.

    Angka ini menunjukkan bahwa minat pasar terhadap BTC masih tinggi, baik dari sisi trader jangka pendek maupun pelaku institusional.

    Volume yang besar di tengah penurunan harga sering kali mengindikasikan adanya distribusi atau reposisi portofolio, bukan sekadar pasar yang sepi aktivitas.

    Bitcoin saat ini memiliki pasokan beredar 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,18% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

    Dengan tingkat suplai yang semakin mendekati batas maksimum, faktor kelangkaan jangka panjang tetap menjadi narasi utama Bitcoin, meskipun belum cukup kuat untuk menahan tekanan harga dalam jangka pendek.

    Analisis Sentimen dan Faktor Tekanan

    Tekanan terhadap harga BTC tidak lepas dari kondisi pasar kripto global yang masih rapuh.

    Ketidakpastian makroekonomi, ekspektasi kebijakan moneter, serta sikap risk-off investor turut memengaruhi pergerakan Bitcoin.

    Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk kripto.

    Pergerakan harga BTC yang turun 0,1% dalam satu jam terakhir juga menunjukkan bahwa tekanan jual masih terjadi secara bertahap, bukan panic selling besar-besaran.

    Ini mengindikasikan pasar sedang mencari keseimbangan baru sebelum menentukan arah selanjutnya.

    Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

    Dari sisi teknikal, area $68.000 menjadi level support penting dalam jangka pendek.

    Jika Bitcoin gagal bertahan di atas zona ini, potensi penurunan lanjutan menuju area support berikutnya bisa terbuka.

    Sebaliknya, untuk mengembalikan sentimen positif, BTC perlu kembali menembus dan bertahan di atas $71.000, yang sebelumnya menjadi batas atas pergerakan harian.

    Selama harga masih bergerak di bawah level resistance tersebut, reli yang terjadi berisiko bersifat sementara dan rawan berbalik arah.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih

    Konsolidasi dengan Risiko Lanjutan

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi dengan bias bearish.

    Penurunan 1,65% dalam 24 jam hanyalah bagian dari tren koreksi yang lebih luas dalam beberapa bulan terakhir.

    Meski fundamental jangka panjang Bitcoin tetap kuat, pergerakan jangka pendek masih sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar global dan faktor teknikal.

    Bagi investor dan trader, penting untuk mencermati level support $68.000 dan resistance $71.000 sebagai penentu arah berikutnya.

    Hingga ada konfirmasi pembalikan tren yang lebih kuat, kehati-hatian tetap menjadi strategi utama dalam menghadapi volatilitas Bitcoin saat ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin kembali bergerak di zona hijau setelah mencatatkan kenaikan signifikan dalam 24 jam terakhir.

    Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto pada Senin (9/2), harga Bitcoin (BTC) saat ini berada di level $70.682,42 per BTC, menguat sekitar +2,23% dibandingkan hari sebelumnya.

    Kenaikan ini menjadi sinyal pemulihan jangka pendek di tengah tekanan koreksi yang masih membayangi pergerakan harga dalam beberapa bulan terakhir.

    Secara fundamental, kapitalisasi pasar Bitcoin kini tercatat mencapai $1.412,69 miliar, menegaskan posisinya sebagai aset kripto dengan valuasi terbesar di dunia dan menempati peringkat pertama secara global.

    Sementara itu, volume perdagangan harian BTC berada di kisaran $41,53 miliar, mencerminkan aktivitas pasar yang masih cukup tinggi serta minat investor yang tetap terjaga meski volatilitas belum sepenuhnya mereda.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke Area $69.000

    Pergerakan Harga BTC Hari Ini

    Dalam rentang perdagangan 24 jam terakhir, harga Bitcoin bergerak di kisaran $68.932,31 hingga $72.206,91.

    Level terendah harian ini sempat menjadi area uji kekuatan support sebelum akhirnya BTC berhasil rebound dan kembali menembus area psikologis $70.000.

    Pergerakan ini mengindikasikan adanya aksi beli yang cukup solid di area bawah, terutama dari pelaku pasar jangka pendek.

    Dari sisi perubahan harga intraday, Bitcoin mencatatkan kenaikan +0,57% dalam 1 jam terakhir, menandakan momentum positif yang masih berlanjut.

    Namun, jika dilihat dalam perspektif mingguan, BTC masih mengalami koreksi sekitar -5,22% dalam 7 hari terakhir, menegaskan bahwa tren jangka menengah masih berada dalam fase konsolidasi.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Tekanan Koreksi Masih Terlihat dalam Jangka Menengah

    Meskipun menguat hari ini, data historis menunjukkan Bitcoin masih berada dalam tekanan jika ditarik ke rentang waktu yang lebih panjang.

    Dalam 30 hari terakhir, harga BTC tercatat turun sekitar $19.608,85 atau -21,67%.

    Koreksi serupa juga terlihat pada periode 60 hari (-20,95%) dan 90 hari (-33,62%), mencerminkan fase penyesuaian harga yang cukup dalam setelah reli besar sebelumnya.

    Sebagai perbandingan, rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) Bitcoin tercatat di level $126.198,07.

    Dengan harga saat ini, BTC masih diperdagangkan jauh di bawah puncaknya, yang bagi sebagian investor justru dianggap sebagai peluang akumulasi jangka panjang, terutama bagi mereka yang memiliki toleransi risiko tinggi.

    Data Pasokan dan Struktur Pasar Bitcoin

    Dari sisi suplai, jumlah Bitcoin yang beredar saat ini mencapai 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,17% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

    Keterbatasan suplai inilah yang selama ini menjadi salah satu fondasi utama nilai Bitcoin sebagai aset lindung nilai digital (digital store of value).

    Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (Fully Diluted Market Cap) Bitcoin tercatat sebesar $1.488,80 miliar, mencerminkan valuasi BTC jika seluruh pasokan maksimum telah beredar di pasar.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 9% ke $70.600, Mulai Berbalik?

    Prospek Harga BTC ke Depan

    Secara teknikal, penguatan harga BTC hari ini membuka peluang bagi Bitcoin untuk kembali menguji area resistance di sekitar $72.000–$73.000.

    Jika level ini berhasil ditembus dengan volume yang kuat, potensi reli lanjutan ke area yang lebih tinggi bisa terbuka.

    Namun sebaliknya, kegagalan bertahan di atas $70.000 dapat memicu tekanan jual lanjutan dan membawa BTC kembali menguji support di area $68.000.

    Dengan volatilitas yang masih tinggi, investor dan trader disarankan tetap mencermati pergerakan volume, sentimen makro, serta faktor global yang berpotensi memengaruhi pasar kripto.

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa meski pemulihan jangka pendek mulai terlihat, kehati-hatian tetap menjadi kunci dalam mengambil keputusan investasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Alarm Bear Market? Long-Term Holder Bitcoin Kembali Masuk Fase Loss

    Bitcoin kembali memunculkan sinyal tekanan pasar yang dinilai cukup serius setelah data terbaru menunjukkan Long-Term Holders (LTH) atau pemegang jangka panjang mulai memasuki zona kerugian untuk pertama kalinya sejak 2022. Kondisi ini menjadi perhatian karena dalam siklus sebelumnya, pergeseran LTH ke fase rugi sering kali memicu percepatan penurunan harga dan meningkatkan tekanan jual di pasar.

    Dilaporkan Crypto Quant, sata tersebut ditunjukkan melalui dua grafik utama yang membandingkan pola pergerakan LTH pada siklus sebelumnya dengan kondisi saat ini. Dalam analisis historis, fase rugi bagi investor jangka panjang dianggap sebagai salah satu indikator penting yang dapat mengubah sentimen pasar dari bertahan menjadi panik.

    Pola 2021: Saat LTH Rugi, Tekanan Jual Bitcoin Makin Dalam

    Grafik pertama memperlihatkan bahwa pada siklus 2021, ketika LTH memasuki zona rugi, momentum penurunan Bitcoin justru meningkat tajam. Kondisi tersebut menjadi awal dari tekanan jual yang lebih agresif, di mana investor yang sebelumnya cenderung bertahan mulai kehilangan keyakinan terhadap tren harga.

    Pada periode itu, masuknya LTH ke zona rugi menandakan bahwa bahkan investor yang telah memegang Bitcoin dalam jangka panjang mulai terdampak koreksi harga. Hal tersebut memicu efek psikologis yang kuat, karena LTH biasanya dianggap sebagai kelompok yang paling tahan terhadap volatilitas pasar.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 9% ke $70.600, Mulai Berbalik?

    Kondisi Saat Ini: LTH Kembali Masuk Fase Loss

    Grafik kedua menunjukkan bahwa situasi serupa kini kembali terjadi. Data terbaru mencatat bahwa per hari ini, Long-Term Holders kembali memasuki fase kerugian. Ini menjadi momen penting karena menandakan perubahan besar dalam struktur pasar, di mana tekanan harga sudah cukup dalam hingga menekan rata-rata biaya beli investor jangka panjang.

    Masuknya LTH ke fase rugi juga sering dikaitkan dengan potensi munculnya panic selling, terutama jika tekanan turun terus berlanjut. Jika investor jangka panjang mulai melepas aset, maka tekanan jual dapat meningkat lebih cepat dibanding fase koreksi biasa.

    Analis Ingatkan Risiko Bearish, Trader Diminta Tidak Terburu-buru Ambil Posisi

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Kesimpulan dari pola historis 2021 menunjukkan bahwa masuknya LTH ke zona rugi sering kali menjadi awal transisi pasar menuju fase bearish yang lebih panjang. Kondisi tersebut biasanya memicu gelombang aksi jual berbasis kepanikan, bukan sekadar koreksi teknikal.

    Karena itu, analis menilai bahwa mengambil posisi terlalu cepat tanpa adanya konfirmasi tren yang jelas dapat meningkatkan risiko penurunan lebih dalam pada level harga saat ini. Dengan sinyal ini, pelaku pasar disarankan untuk lebih berhati-hati dan menunggu validasi arah tren sebelum melakukan positioning agresif.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kapitulasi LTH adalah pedang bermata dua: di satu sisi memicu volatilitas downside ekstrem jangka pendek, namun di sisi lain diperlukan untuk membersihkan sisa supply overhang sebelum pasar bisa membentuk bottom yang valid.

    Baca juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke Area $69.000


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke Area $69.000

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini di Tokocrypto tercatat berada di level $69.263,12 per BTC, mengalami koreksi 1,95% dalam 24 jam terakhir.

    Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan pasar kripto yang masih berlanjut, dengan sentimen investor cenderung berhati-hati setelah volatilitas tinggi dalam beberapa pekan terakhir.

    Berdasarkan data terbaru, kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,384 triliun, sementara volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar $57,03 miliar, mencerminkan aktivitas transaksi yang masih cukup aktif meski tekanan jual belum sepenuhnya mereda.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 9% ke $70.600, Mulai Berbalik?

    Pergerakan Harga BTC Hari Ini

    Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $67.364 hingga $71.135.

    Area ini menunjukkan adanya pertarungan antara pembeli yang mencoba mempertahankan support dan penjual yang masih mendominasi sentimen jangka pendek.

    Secara harian, BTC mengalami penurunan sekitar $1.549 atau 2,19%, menambah daftar koreksi yang cukup dalam pada beberapa horizon waktu:

    • 7 hari: turun 12,08%
    • 30 hari: turun 23,92%
    • 60 hari: turun 25,23%
    • 90 hari: turun 34,87%

    Kondisi ini menegaskan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi bearish setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan sebelumnya.

    Tekanan Jangka Menengah Masih Terasa

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meski harga Bitcoin saat ini masih jauh di atas level psikologis $60.000, tren jangka menengah menunjukkan tekanan yang cukup signifikan.

    Dalam 90 hari terakhir, BTC telah terkoreksi lebih dari $37.000 dari level harga sebelumnya, meskipun masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198.

    Penurunan ini mencerminkan kombinasi beberapa faktor, termasuk:

    • Realisasi profit oleh investor besar
    • Berkurangnya minat risiko (risk-off sentiment) di pasar global
    • Ketidakpastian makroekonomi yang memengaruhi aset berisiko

    Namun demikian, fundamental Bitcoin sebagai aset kripto terbesar masih tetap kuat, ditopang oleh pasokan maksimum terbatas 21 juta BTC dan tingkat adopsi yang terus berkembang.

    Volume Perdagangan dan Struktur Pasar

    Volume perdagangan harian BTC yang berada di kisaran $56–57 miliar menunjukkan bahwa likuiditas pasar masih terjaga.

    Ini mengindikasikan bahwa meskipun harga melemah, pasar belum kehilangan minat sepenuhnya.

    Dengan pasokan beredar sebesar 19,99 juta BTC atau sekitar 95,17% dari total suplai maksimum, tekanan inflasi Bitcoin relatif minimal dibandingkan aset kripto lainnya.

    Faktor ini sering menjadi alasan mengapa koreksi harga BTC cenderung menarik minat akumulasi dari investor jangka panjang.

    Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

    Dari sudut pandang teknikal, beberapa level penting yang patut diperhatikan investor dan trader antara lain:

    • Support utama: $67.000 – $65.000
    • Resistance terdekat: $71.000 – $72.000
    • Resistance lanjutan: $75.000

    Selama BTC masih bergerak di bawah area resistance $71.000, potensi tekanan lanjutan masih terbuka.

    Namun, jika Bitcoin mampu bertahan di atas support $67.000, peluang konsolidasi atau pantulan teknikal (relief rally) tetap ada.

    Outlook Harga Bitcoin

    Dalam jangka pendek, pergerakan Bitcoin masih cenderung sideways hingga bearish, mengikuti dinamika sentimen pasar global dan pergerakan aset berisiko lainnya.

    Menghadapi situasi ini, investor disarankan untuk tetap mencermati perubahan volume perdagangan, reaksi harga di area support kunci, hingga sentimen makro dan aliran dana institusional.

    Untuk jangka panjang, banyak analis masih memandang Bitcoin sebagai aset lindung nilai digital dengan potensi pertumbuhan berkelanjutan, meskipun volatilitas tetap menjadi karakter utama.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Rungkad! Bitcoin Turun 9% ke $64.000

    Harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi, dengan tekanan jangka pendek yang belum sepenuhnya mereda.

    Meski demikian, struktur fundamental Bitcoin tetap solid, dan level harga saat ini berpotensi menjadi area akumulasi bagi investor dengan horizon jangka panjang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com