Tag: budget a

  • 10 Tempat Wisata Outdoor Jakarta yang Cocok untuk Liburan Anak


    Jakarta

    Libur panjang sekolah segera tiba, anak-anak pasti akan senang jika diajak berlibur ke tempat wisata. Liburan ke lokasi wisata outdoor dengan udara segar akan sangat menggembirakan bagi mereka. Di sana, mereka bisa bermain dengan penuh semangat dan melepaskan penat setelah waktu sekolah yang panjang.

    Tenang saja karena untuk anak-anak kami juga memilih tempat wisata yang edukatif sehingga selain si kecil senang bermain, mereka juga akan banyak belajar dan menambah pengalaman baru.

    Tempat Wisata Jakarta Ramah Anak

    Nah khusus untuk daerah Jakarta, berikut 10 tempat wisata outdoor Jakarta yang cocok untuk liburan anak.


    1. Tebet Eco Park

    Suasana di Tebet Eco Park hari Sabtu (25/5/2024) (Belia/detikcom)Foto: Suasana di Tebet Eco Park hari Sabtu (25/5/2024) (Belia/detikcom)

    Dilansir dari laman resmi Tebet Eco Park (27/6/2024), Tebet Eco Park (TEP) merupakan taman kota yang didedikasikan untuk masyarakat dan lingkungan. Terletak di Jakarta Selatan, Tebet Eco Park merupakan ruang terbuka hijau dengan luas area 7,3 hektare.

    Anak-anak bisa banyak belajar tentang lingkungan jika berkunjung ke sana. Selain itu mereka juga akan sangat senang karena TEP menyediakan zona Children Playground yang berisi wahana anak-anak yang sangat seru. Kamu juga bisa duduk bersantai menikmati udara segar, olahraga di outdoor fitness, jogging, dan berburu spot foto di Tebet Eco Park.

    • Harga Tiket Masuk : Gratis
    • Jam Operasional : Sesi pagi: 06.00-11.00 WIB, sesi sore: 13.00-18.00 WIB.
    • Lokasi : Jl. Tebet Barat Raya, RT.1/RW.10, Tebet Bar., Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

    2. Taman Margasatwa Ragunan

    Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta, menjadi tempat wisata favorit warga Jakarta dan sekitarnya. TMR dipadati pengunjung saat libur Waisak hari ini.Foto: Andhika Prasetia

    Taman Margasatwa Ragunan yang terletak di Pasar Minggu, Jakarta, adalah sebuah kebun binatang. Tempat ini sangat cocok untuk kegiatan edukasi anak-anak dan sebagai destinasi liburan yang ramah keluarga.

    Kawasan wisata seluas 147 hektar ini menyimpan sekitar 2000 koleksi satwa dari 200 spesies meliputi reptil, mamalia, burung, hingga ikan. Selain itu disini juga terdapat sekitar 20.000 jenis pohon yang bisa dieksplor pengunjung. Anak-anak tentu akan sangat senang mengenal flora dan fauna yang ada di Taman Margasatwa Ragunan.

    • Harga Tiket Masuk: Anak-anak Rp 3.000, dewasa : Rp 4.000
    • Jam Operasional : 07.00 – 16.00 WIB
    • Lokasi : Jl. Harsono RM No.1, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

    3. Taman Mini Indonesia Indah

    Sejumlah wisatawan mengantre menaiki kendaraan pengantar ke anjungan-anjungan provinsi dan museum di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (12/4/2024). Pada hari ketiga lebaran, TMII diprediksi dipadati lebih puluhan ribu orang wisatawan yang akan datang.Foto: Grandyos Zafna

    Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tentu sudah tidak asing di telinga. Terletak di Jakarta Timur, TMII sering disebut juga sebagai miniatur Indonesia. Dilansir dari website Taman Mini pada Kamis (27/6/2024), TMII menampilkan nusantara yang kaya akan pesona budaya, flora, fauna dan segudang cerita yang tidak ada habisnya.

    Di sana anak-anak akan mengenal lebih banyak tentang Indonesia melalui rumah adat, berbagai kebudayaan, satwa endemik, rumah ibadah dan sebagainya. Di sana juga terdapat wahana rekreasi yang tentunya akan sangat menyenangkan.

    • Harga Tiket Masuk: Weekday Rp 85.000, weekend : Rp 95.000
    • Jam Operasional : 05.00 – 20.00 WIB
    • Lokasi : Jl. Taman Mini Indonesia Indah, Ceger, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

    4. Istana Susu Cibugary

    Istana Susu Cibugary merupakan wisata agro yang bertema tentang pengolahan susu di Cipayung, Jakarta Timur. Di sana anak-anak akan banyak belajar tentang pengolahan susu mulai dari ternak sapi, panen susu, pengenalan manfaat susu, dan minum susu bersama. Pengunjung juga bisa merasakan pengalaman memerah susu secara langsung.

    Tempat ini juga sering dijadikan destinasi wisata untuk pelajar mulai dari TK hingga mahasiswa yang ingin belajar tentang pengolahan susu. Lokasinya yang sejuk dan menyegarkan pasti akan membuat kamu dan si kecil betah berlama-lama di Istana Susu Cibugary.

    • Harga Tiket Masuk : Rp 25.000
    • Jam Operasional : 08.00 – 17.00 WIB
    • Lokasi : Peternakan Raya No.12, RT.1/RW.2, Pd. Ranggon, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

    5. Ancol

    Peserta menerbangkan layang-layang saat mengikuti Festival Layang-layang Internasional 2024 di Pantai Lagoon, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Sabtu (22/6/2024). Festival tersebut diselenggarakan untuk memeriahkan HUT ke-497 Jakarta yang diikuti sekitar 20 orang peserta internasional dan 90 peserta nasional yang berlangsung hingga 7 Juli 2024. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YUPeserta menerbangkan layang-layang saat mengikuti Festival Layang-layang Internasional 2024 di Pantai Lagoon, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Sabtu (22/6/2024). Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT

    Ancol merupakan taman rekreasi terbesar di Indonesia yang terletak di Jakarta Utara. Salah satu tempat wisata outdoor yang menarik dari Ancol adalah Ecopark Ancol.

    Dilansir dari website Ancol (27/6/2024), Ecopark Ancol menawarkan nilai-nilai edukasi (edutainment) dan petualangan (adventure) dengan pendekatan green lifestyle, menjadi ruang terbuka bagi pengunjung Ancol Taman Impian untuk mengeksplorasi pengetahuan botani dan rekreasi outdoor.

    Tempat ini memiliki lahan seluas hampir 34 hektar. Di sana anak-anak pasti akan sangat puas bermain dan banyak belajar pada wahana yang ada di Ecopark Ancol.

    6. Setu Babakan

    Mengenal Lebih Dalam Budaya Betawi di Setu BabakanFoto: Rifkianto Nugroho

    Setu Babakan merupakan tempat wisata yang menawarkan wisata budaya, agro, hingga wisata air. Tempat ini menjunjung tema kebudayaan Betawi. Jadi selain anak-anak akan seru bermain, mereka juga tentunya akan mengenal dan belajar tentang budaya Betawi.

    Di sana juga tersedia ruangan outdoor untuk wisata agro. Melalui wisata agro, pengunjung akan berjalan-jalan mengeksplor pohon-pohon khas Betawi yang ditanam di area kampung MH. Thamrin dan khususnya di pulau yang berada di tengah danau/Setu Babakan (kampung Ismail Marzuki).

    Di danau Setu Babakan kamu juga bisa mengajak anak-anakmu menaiki wahana sepeda air. Selain itu kamu juga bisa berolahraga, bersepeda, atau hanya bersantai menikmati ketenangan danau setu babakan bersama anak-anak.

    • Harga Tiket Masuk: Anak-anak Rp 10.000, dewasa : Rp 15.000
    • Jam Operasional: Selasa – Minggu : 09.00-15.00 WIB
    • Lokasi: Jl. Moch Kahfi 2, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

    7. TWA Angke Kapuk

    Taman mangrove di KapukFoto: Wahyu Setyo

    TWA (Taman Wisata Alam) Angke Kapuk juga merupakan salah satu area hijau yang ada di Jakarta Utara. Dilansir dari website Taman Mangrove Jakarta (27/6/2024) TWA Angke Kapuk merupakan kawasan konservasi alam mangrove seluas 99,82 Ha yang dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi.

    Kamu dan anak-anakmu bisa melihat berbagai jenis burung air, hijaunya pohon bakau, dan suasana rawa yang ada disini. Si kecil juga pasti akan sangat senang jika diajak naik perahu menjelajahi rawa yang ada di TWA Angke Kapuk.

    • Harga Tiket : Mulai dari Rp 28.500
    • Jam Operasional : 08.30 – 17.30 WIB
    • Lokasi : Jl. Garden House No.4, RT.8/RW.3, Kamal Muara, Kec. Penjaringan, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14470, Indonesia.

    8. Museum Satria Mandala

    Museum Satria Mandala di Jl Gatot Subroto, Jakarta, menyimpan sejarah perjuangan bangsa, khususnya TNI. Yuk kita lihat koleksinya.Museum Satria Mandala di Jl Gatot Subroto, Jakarta, menyimpan sejarah perjuangan bangsa, khususnya TNI. Yuk kita lihat koleksinya. Foto: Ari Saputra

    Museum Satria Mandala menyimpan sejarah militer, khususnya perjuangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mempertahankan Tanah Air. Sebagai sarana wisata edukasi, museum ini melestarikan nilai-nilai perjuangan TNI dari tahun 1945 dan menyajikannya secara visual kepada masyarakat.

    Setelah belajar banyak tentang sejarah, kamu juga bisa piknik di taman piknik di ruangan hijau terbuka Museum Satria Mandala. Kamu juga bisa bersantai dan menikmati kudapan lezat yang tersedia di sana.

    • Harga Tiket Masuk: Anak-anak Rp 2.500, dewasa Rp 5.000
    • Jam Operasional : 08.00 – 21.00 WIB
    • Lokasi : Jl. Gatot Subroto No.14, RT.6/RW.1, Kuningan Bar., Kec. Mampang Prpt., Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

    9. The Playground Kemang

    The Playground Kemang merupakan taman bermain anak-anak yang lengkap seperti jungkat-jungkit, ayunan, perosotan, lapangan, hingga fasilitas bermain air. Si kecil bisa puas mencoba berbagai aktivitas fisik pada semua wahana yang ada di sana.

    Di sana juga terdapat lapangan, area hijau, dan gazebo untuk bersantai dan menikmati udara segar. Fasilitasnya juga sangat lengkap jadi tidak usah khawatir jika berkunjung ke sana.

    • Harga Tiket Masuk: Weekdays : Rp 75.000, weekend Rp 90.000
    • Jam Operasional : 08.00 – 17.00 WIB
    • Lokasi : Jl. Kemang Dalam III No.B6, RT.4/RW.3, Bangka, Kec. Mampang Prpt., Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

    10. Kepulauan Seribu

    Pulau Payung di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.Pulau Payung di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Foto: Buchori Muslim

    Membahas wisata outdoor atau wisata alam di Jakarta tentu tak boleh melewatkan Kepulauan Seribu. Gugusan pulau yang ada di Utara Jakarta ini memiliki udara yang segar dan pemandangan yang eksotis.

    Kepulauan Seribu juga menawarkan wisata edukasi, misalnya tentang konservasi penyu yang ada di Pulau Pramuka. Selain itu kamu juga bisa menjelajahi pulau lain yang ada di Kepulauan Seribu yang tak kalah eksotis.

    • Harga Tiket Kapal : Mulai Rp 46.000 – Rp 895.000

    Itu dia ulasan mengenai tempat wisata outdoor di Jakarta yang cocok untuk liburan anak. Selamat liburan!

    (fds/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Harga Tiket, Fasilitas, dan Lokasi


    Jakarta

    Curug Cibulao adalah tempat wisata alam di Bogor yang memiliki keindahan alam menarik. Air terjun ini bening dan berwarna kebiruan. Aktivitas seru yang paling menyenangkan di sini adalah meloncat dari tebing menuju ke aliran curug.

    Curug ini memiliki dua leuwi atau kolam dengan kedalaman yang berbeda. Leuwi pertama sedalam 8 meter dan kedua sedalam 5 meter. Tebingnya memiliki ketinggian bervariasi, mulai dari 3 meter.

    Simak informasi lengkap mengenai Curug Cibulao dalam artikel ini, mulai dari asal-usul nama, aktivitas seru di Curug Cibulao, harga tiket masuk, fasilitas, lokasi dan rutenya.


    Asal-usul Nama Curug Cibulao

    Dilansir dari artikel detikTravel dan situs Desa Megamendung, asal-usul nama Curug Cibulao adalah berasal dari warna airnya yang kebiruan. Warna biru ini menyerupai blau yang berwarna biru. Sementara ci berarti air, maka disebut Cibulao.

    Namun sebenarnya curug ini memiliki nama asli Curug Hulu. Disebut hulu karena curug ini berada paling atas dibandingkan air terjun lainnya yang sama-sama berada di aliran sungai Cirangrang.

    Keberadaan Curug Cibulao penting bagi warga sekitar karena menjadi sumber air untuk minum dan kebutuhan dapur lainnya.

    Aktivitas Seru di Curug Cibulao

    Berikut ini sejumlah aktivitas seru yang bisa dilakukan di Curug CIbulao:

    1. Meloncat dari Tebing

    Buat yang ingin seru-seruan, traveler bisa coba meloncat dari tebing menuju ke leuwi. Aktivitas seru ini lebih enak dilakukan di leuwi pertama yang lebih dalam. Sebelum meloncat, kalian harus naik terlebih dahulu ke tebing. Tapi hati-hati ya, karena batu-batunya licin.

    2. Bermain Air

    Jika kalian tidak berani meloncat dari tebing, cukup bermain air saja di leuwi kedua yang lebih dangkal. Airnya yang sejuk akan menyegarkan badanmu, terutama saat siang hari. Jangan lupa pakai pelampung untuk keselamatan.

    3. Trekking

    Untuk mencapai curug, pengunjung harus berjalan kaki terlebih dahulu dari parkiran sekitar 10 menit. Selama perjalanan, kalian akan melewati jalan berbatu sambil menikmati suasana alam.

    Kalian juga bisa melakukan susur sungai. Tapi alangkah baiknya aktivitas ini ditemani oleh pemandu agar tidak tersesat.

    4. Camping

    Di kawasan Curug Cibulao, detikers juga bisa camping atau berkemah dengan mendirikan tenda di camping ground yang sudah disediakan. Di kawasan ini, kamu tidak hanya menikmati air terjun, tetapi juga pemandangan Gunung Gede Pangrango.

    Harga Tiket

    Pengunjung akan dikenakan biaya di Curug Cibulao, termasuk tiket masuk, tarif parkir, sewa pelampung, dan sewa camping ground.

    • Harga tiket masuk: Rp 15.000
    • Parkir motor: Rp 5.000
    • Sewa pelampung: Rp 10.000
    • Camping ground: Rp 35.000/orang/malam

    Fasilitas

    Beberapa fasilitas yang ada di Curug Cibulao yakni:

    • Warung
    • Mushola
    • Toilet
    • Pelampung

    Lokasi dan Rute Curug Cibulao

    Curug Cibulao berlokasi di kaki Gunung Hambalang Barat, yakni di di Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dari pusat Kota Bogor, jaraknya sekitar 26 km atau sekitar 70 menit perjalanan.

    Rute ke Curug Cibulao yakni mengarah ke Puncak. Kalian bisa melewati jalur tol Jagorawi maupun Curug Panjang. Dari Jalan Raya Puncak, belok kiri menuju Desa Cilember kemudian belok kiri menuju ke Jalan Pesantren.

    Itulah tadi informasi mengenai Curug Cibulao, mulai dari asal-usul nama, aktivitas seru di Curug Cibulao, harga tiket masuk, fasilitas, lokasi dan rutenya.

    (bai/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Liburan ke Studio Alam TVRI, Ini yang Dilarang



    Depok

    Sebagai tempat wisata ikonik, ada sejak tahun 1985, destinasi ini masih menjadi pilihan pelesiran oleh warga. Ternyata ada sejumlah larangan yang pengunjung di tempat ini, apa saja ya?

    Berlokasi di Jl. Studio Alam TVRI, Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, tempat wisata ini terbuka untuk segala usia. Pepohonannya rindang, bahkan punya hutan sendiri.

    Dikenal sebagai tempat syuting, studio alam juga berteman baik dengan komunitas-komunitas di Kota Depok. Sebut saja komunitas air softgun, motor trail sampai treking. Hutannya menjadi tempat yang tepat untuk kembali ke alam di tengah padatnya pemukiman Depok.


    Irma, manager sales Studio Alam TVRI, menjelaskan ragam komunitas yang beraktivitas di sana. Dari semuanya ada satu yang membekas di ingatannya.

    Nostalgia ke Studio Alam TVRI DepokNostalgia ke Studio Alam TVRI Depok (Andhika Prasetia)

    “Ada satu komunitas yang tidak patuh dengan peraturan, mereka buang sampah sembarangan,” kata Irma.

    Bicara komunitas pasti bukan satu dua orang. Sampah yang berserakan setelah acara membuat pengelola sedih sekaligus sebal. Dia dengan tegas menindak komunitas itu.

    “Kalau tidak seusai dengan perjanjian, termasuk buang sampah sembarangan, bisa kita blacklist. Salah satunya, mereka,” kata Irma tanpa menyebutkan jenis komunitasnya.

    Selain buang sampah sembarangan, ada beberapa hal yang dilarang dilakukan oleh pengunjung:

    1. Dilarang menebang pohon

    Berada di bawah naungan Lembangan Penyiaran Publik (LPP), Studio Alam TVRI masih dikelola langsung oleh TVRI pusat. Setiap kegiatan yang dilakukan di sana akan dilaporkan ke pusat.

    Nostalgia ke Studio Alam TVRI DepokNostalgia ke Studio Alam TVRI Depok (Andhika Prasetia)

    2. Dilarang membawa speaker

    Saat piknik bersama keluarga, speaker biasanya menjadi salah satu barang wajib untuk menyatukan diri. Bisa bernyanyi atau bermain games bersama.

    Sayangnya, pengunjung dilarang untuk membawa speaker.

    “Kecuali, mereka yang menyewa tempat untuk event. Misalnya event senam bersama, itu boleh karena sudah sewa tempat. Tapi, kalau pengunjung biasa, nggak boleh,” katanya.

    3. Dilarang terbangkan drone

    Pengunjung dilarang untuk membawa drone. Alat ini disamakan dengan kegiatan syuting atau komersil. Jika pengunjung melanggarnya, maka akan dikenakan sanksi sebesar biaya syuting, yaitu Rp 3,5 juta.

    “Kecuali, mereka mau barter. Foto dan video bisa kita ambil sebagai bahan promosi,” jawab Irma.

    4. Dilarang nginap

    Studio Alam TVRIStudio Alam TVRI (Andhika Prasetia/detikFoto)

    Buat kamu yang belum tahu, Studio Alam TVRI tidak menyewakan tempat untuk kemping. Kegiatan menginap tidak boleh dilakukan di sana, kecuali menyewa asrama pusdiklat.

    “Asrama itu punya 20 kamar, satu kamar bisa untuk dua orang. Kalau mau melakukan pelatihan atau kegiatan menginap apa pun bisa menyewa pusdiklat,” kata dia.

    Semua kegiatan harus berakhir dalam satu hari. Pengunjung hanya boleh berada di sana sampai pukul 18.00 WIB.

    (bnl/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Alun-Alun Barat Depok, Kebanggaan Warga Sawangan, Cocok buat Berakhir Pekan



    Depok

    Depok mempunyai dua alun-alun, ada yang di bagian timur dan barat. Alun-alun Barat (Albar) menyuguhkan pesona tersendiri sebagai tempat kumpul warga.

    Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar) berada di Sawangan lama, Depok masuk lewat perumahan Shila Sawangan. Albar terasa berbeda dari Altim, yang berada di Grand Depok City, terutama kontur dan luasnya.

    Dibangun pada 2024, Albar memiliki luas 2,1 hektar. Lebih kecil dari Altim, tapi tampak lebih mencolok dengan Jembatan Juara di atas Setu Tujuh Muara.


    Jembatan sepanjang 168 meter itu menghubungkan kelurahan Sawangan dan Bojongsari. Dibuat dengan menggunakan sling, jadilah jembatan gantung khusus orang.

    Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar)Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar) (Rifkianto Nugroho/detikcom)

    Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Taman Hutan Raya (Tahura) Kota Depok Lintang Yuniar Pratiwi mengatakan jembatan itu aman dengan kapasitas 40-60 orang dalam satu waktu.

    “Motor nggak boleh lewat, sepeda juga. Hanya orang saja, karena ada CCTV, pos pantau dan keamanan,” katanya pada Kamis (14/5).

    Pengunjung atau warga yang ingin menyeberang tidak diperbolehkan untuk berhenti terlalu lama di tengah jembatan. Jalur jembatan pun dibuat khusus untuk dua arah, agar tidak ada kendaraan atau orang berkumpul di sepanjang area.

    “Jembatan kita fasilitasi penangkal petir, tapi kalau mulai mendung dengan potensi petir, akan kita tutup,” kata dia.

    Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar)Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar) (Rifkianto Nugroho/detikcom)

    Bukan cuma kendaraan bermotor, drone pun dilarang terbang tanpa izin.

    Selain jembatan gantung, Albar juga memiliki gedung serbaguna. Gedung berkapasitas 700-1.000 orang itu disewakan. Sejauh ini, mayoritas penyewa menggunakan gedung serbaguna itu untuk kegiatan sekolah atau hajatan.

    Dengan luas hanya setengah dari Altim, Albar didesain untuk terlihat lebih luas. Joging trek dipasang mengelilingi taman dengan variasi kolam dan sungai.

    Taman Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) berada di tengah. Perosotan, jungkat-jungkit, dan ayunan menjadi favorit anak-anak. Devan yang berusia dua tahun memilih perosotan sebagai kesukaannya.

    Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar)Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar) 9Rifkianto Nugroho/detikcom)

    “Iya tadi dia main perosotan,” kata salah satu ibu yang berkunjung pada Jumat (16/5).

    Saat pagi hari memang didominasi oleh keluarga yang membawa anak. Mereka bisa jogging, selagi anak bermain tanpa perlu khawatir.

    Salman, bayi yang berusia satu setengah tahun, juga ikut merasakan senangnya bermain di Albar. Bocah laki-laki itu berlarian di sepanjang jembatan tanpa alas kaki. Ia tampak senang, sesekali jongkok untuk melihat ke bawah air.

    “Sering saya bawa ke sini. Dia bisa bermain sambil berjemur kalau pagi-pagi,” kata ayah Salman.

    Hal lain yang menambah keestetikan Albar adalah kios khusus UMKM. Lintang berkata bahwa bangunan terdiri dari 12 unit yang diperuntukkan bagi 11 kecamatan dengan luas 3×3. Sayang, kios UMKM hanya buka di akhir pekan saja.

    Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar)Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar) (Rifkianto Nugroho/detikcom)

    “Untuk Kecamatan dua unit, karena lokasinya di Sawangan,” kata dia.

    Menurut Joni, seorang juru parkir Albar, alun-alun tersebut paling ramai dikunjungi saat akhir pekan. Warga sekitar datang pagi-pagi untuk olahraga. Minggu biasanya menjadi hari yang paling ramai pengunjung.

    “Di parkiran sini dibikin tiga layer, bisa sampai 300 motor,” kata dia.

    Di hari libur, parkir kerap overload, sementara pengunjung antre untuk masuk. Pengelola menyediakan parkir di sisi utara, parkir di bawah gedung serbaguna atau kantong parkir lainnya.

    “Kalau ada event kita koordinasi dengan petugas linmas dari kecamatan Bojongsari,” kata dia.

    Albar memang sengaja untuk memfasilitasi masyarakat Depok di bagian barat, sehingga pergerakan masyarakat tak melulu terpusat di Margonda. Masyarakat kini bisa menggunakan fasilitas berupa body gym, area akupuntur dan joging trek untuk berolahraga. Kawasan pohon jati di area jembatan gantung membuat suasana alun-alun semakin teduh.

    Alun-alun ini buka mulai pukul 06.00-18.00 WIB dan gratis.

    (bnl/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Wisata Gunung Bohong, Pilihan Saat Long Weekend Nggak Jauh dari Jakarta


    Jakarta

    Gunung Bohong bisa jadi pilihan warga Jabodetabek saat liburan tanpa harus jauh dari Jakarta. Lokasinya mudah diakses, murah, dan seru dengan trekking.

    Gunung Bohong berada di Kota Cimahi, Jawa Barat. Di sini tersedia jalur trekking yang tidak terlalu tinggi dan cukup nyaman serta anak tangga yang membantu pengunjung sampai ke puncak.

    Lokasi Gunung Bohong

    Gunung Bohong berada di Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat. Pengunjung bisa menikmati jalur pendakian yang sudah diberi paving blok, sehingga lebih aman dan nyaman. Namun tetap harus berhati-hati karena masih tetap terasa licin, apalagi saat basah.


    Gunung Bohong sebetulnya bukit namun punya tampilan mirip gunung dan memiliki puncak. Dikutip dari arsip berita detikcom, Gunung Bohong memiliki ketinggian 877 mdpl. Lokasinya dengan dengan permukiman penduduk.

    Di sini tersedia banyak alternatif penginapan dan wisata kuliner.

    Rute ke Gunung Bohong dari Jakarta

    Pengunjung yang ingin berwisata ke Gunung Bohong bisa naik kereta lalu turun di Stasiun Cimahi. Beberapa pilihan kereta yang tersedia dikutip dari KAI Access adalah

    • Papandayan: tiket Rp 145 ribu.
    • Parahyangan: tiket Rp 195 ribu.
    • Pangandaran: tiket Rp 145 ribu.
    • Serayu: Rp 63 ribu.

    Harga dan ketersediaan tiket bisa berubah tiap saat sesuai permintaan pengguna kereta.

    Pengunjung bisa melanjutkan dengan kendaraan umum, online, atau charter setelah turun di Stasiun Cimahi. Dalam kondisi lancar, Stasiun Cimahi-Gunung Bohong bisa ditempuh dalam waktu 10 menit sejauh 2,8 km.

    Ada Apa di Gunung Bohong?

    Gunung Bohong adalah lokasi tepat untuk detikers yang ingin healing tipis-tipis bersama teman dan keluarga. Beberapa hal yang ada di Gunung Bohong adalah:

    1. Monumen Kujang Pasangan

    Tugu ini berada di puncak Gunung Bohong dan sangat ikonik, sehingga kerap menjadi spot foto. Monumen tertanda Yonif 310/Kidang Kencana (KK) ini mencerminkan silih asah-silih asih-silih asuh yang merujuk pada perbuatan saling bantu dalam tujuan baik.

    2. Olahraga agar sehat

    Puncak Gunung Bohong bisa diakses setelah melalui jalur trekking. Perjalanan ini memungkinkan kamu olahraga sambil menikmati alam hijau dan udara sejuk. Jika merasa lelah, pengunjung bisa istirahat dan minum sebentar sambil menikmati pemandangan sekitar.

    3. Melihat lanskap Cimahi

    Gunung Bohong memungkinkan pengunjung melihat Cimahi dari ketinggian. Pengunjung juga bisa melihat KCIC sedang menempuh perjalanan, serta pemandangan tol Padalarang yang dipenuhi kendaraan menuju atau dari Bandung.

    4. Spot foto dan lihat sunset

    Kamu yang sempat ke Gunung Bohong, jangan sampai tidak berfoto di spot yang cocok untuk unggahan medsos. Setelah berfoto, pengunjung bisa lihat pemandangan indah matahari senja menjelang tenggelam di ufuk barat.

    5. Wisata kuliner

    Spot Gunung Bohong selalu ramai dikunjungi para wisatawan bersama teman dan keluarga. Pengunjung bisa menikmati aneka jajanan dan minuman yang disediakan pedagang sekitar.

    Gunung Bohong bisa menjadi pilihan bagi yang ingin liburan murah dan mudah tak jauh dari Jakarta. Bagi detikers yang ingin berkunjung, jangan lupa update info lebih dulu untuk memastikan ketersediaan akses dan wajib jaga kebersihan selama di Gunung Bohong.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ulasan Kemuning Sky Hills 2025, Pemandangan Stunning di Tengah Kebun Teh


    Jakarta

    Kemuning Sky Hills adalah spot wisata populer berupa jembatan kaca setinggi 60 meter di Karanganyar, Jawa Tengah. Berdiri di tengah kebun teh yang terletak di ketinggian 800-1.540 mdpl, destinasi wisata itu menjanjikan udara sejuk dan pemandangan luar biasa.

    “Stunning, ke sana saat cuaca cerah banget jadi viewnya makin amazing. Buat yang suka ijo-ijo pasti seneng banget ke sini. Parkiran di sini luas, nggak perlu khawatir buat yang bawa kendaraan sendiri ga usah khawatir,” tulis akun Vika Kumala Sari dalam google review.

    Kemuning Sky Hills dengan suasana yang nyaman dan damai memang tempat yang tepat untuk healing dan refreshing. Di sini, pengunjung bisa melihat pemandangan Gunung Lawu dari jauh, langit yang bersih, dan udara sejuk.


    Daya Tarik Kemuning Sky Hills

    Kemuning Sky Hills diresmikan pada pergantian tahun 2022-2023 seperti ditulis dalam laman Pesona Karanganyar. Selain jembatan kaca yang jadi primadona, masih ada spot piknik lain di spot ini seperti dijelaskan dalam situs yang dikelola Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Karanganyar tersebut.

    1. Sky bridge terpanjang se-Jawa Tengah

    Tinggi jembatan kaca Kemuning Sky Hills disebutkan berbeda-beda di tiap sumber. Situs The Lawu Grup sebagai yang mendirikan sky bridge menjelaskan, tinggi jembatan kaca 10-38 meter sesuai lokasi. Sedangkan panjang jembatan kaca mencapai 120-125 meter.

    Bahan yang digunakan adalah kaca setebal 3 cm dengan ketahanan beban mencapai 280 kg/m2. Sky bridge memiliki total luas penampang adalah 245 m2 sehingga menampung 600 orang. Namun demi keamanan, pengelola memutuskan kapasitas maksimal adalah 150 orang dengan syarat tidak merokok dan lepas alas kaki selama di sky bridge.

    2. Hamparan kebun teh Kemuning

    Kebun teh peninggalan Belanda ini adalah daya tarik lain Kemuning Sky Hills. Berdiri sejak 1925, kebun teh ini masih memberi penghidupan bagi masyarakat sekitar. Pengunjung bisa melihat sendiri petani sedang memetik teh di lahan seluas 437 hektar ini.

    Selama di kebun teh, pengunjung bisa merasakan udara dingin namun tidak sampai menggigil. Menghirup udara sejuk ini dalam-dalam bisa memberi banyak energi bagi turis yang perlu relaksasi dan recharge. Luasnya kebun teh juga membantu mata relaksasi setelah berhari-hari sibuk dengan banyak aktivitas.

    3. Bukit Teletubbies

    Daya tarik Bukit Teletubbies sebetulnya adalah puncak Kebun Teh Kemuning yang dipangkas hingga jadi tanah lapang. Lahan yang lapang dan terletak di ketinggian ini mengingatkan pengunjung pada Bukit Teletubbies di serial anak-anak.

    Di sini, pengunjung bisa duduk santai menikmati pemandangan atau menikmati makanan di warung sekitar. Area ini juga menyediakan kamar kecil sehingga pengunjung tak perlu khawatir.

    4. Spot foto Instagramable

    Selama di Kemuning Sky Hills, pengunjung tentunya wajib berfoto yang nantinya diunggah ke medsos. Tak perlu khawatir, Kemuning Sky Hills menyediakan banyak spot foto Instagramable yang bakal bikin follower iri luar biasa.

    Spot ini adalah depan gerbang Bukit Teletubbies, patung flamingo pink, hasil seni kontemporer berbentuk bintang dari bambu, pigura foto, bulan sabit, dan pose tangan terbuka. Tiket masuk di spot foto ini adalah Rp 10 ribu per orang.

    5. Ngopi sambil liat sunset

    Setelah lelah berkeliling Kemuning Sky Hills, pengunjung bisa melepaskan penat di coffee shop yang terletak di tengah kebun teh. Segelas kopi atau teh hangat dan aneka camilan menjadi teman yang pas untuk menutup hari.

    Apalagi bila pengunjung menikmatinya ditemani keindahan pesona sunset. Kehadiran keluarga dan orang-orang terdekat akan semakin menghangatkan suasana di kebun teh. Sebagai informasi Cafe Kemuning Sky Hills kini sudah berstatus halal. Kfe buka setiap hari pada pukul 09.00-19.00.

    Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket Kemuning Sky Hills

    Dikutip dari akun Instagramnya @kemuningskyhills, berikut infonya.

    Lokasi

    Kemuning Sky Hills berlokasi di Jl. Karangpandan-Ngargoyoso, Sumbersari, Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

    Harga tiket

    • Tiket kawasan wisata: Rp 10 ribu
    • Tiket jembatan kaca: Rp 30 ribu.

    Harga tiket kawasan wisata sudah termasuk ke berbagai spot foto, kafe, dan Bukit Teletubbies.

    Jam buka

    Operasional Kemuning Sky Hill adalah pukul 09.00-18.30.

    Rute ke Kemuning Sky Hills dari Jakarta

    Perjalanan ke Kemuning Sky Hills diawali naik kereta menuju stasiun Karanganyar dengan pilihan sebagai berikut

    • Fajar Utama Solo: Rp 350 ribu.
    • Sawunggalih: Rp 250 ribu.
    • Gajahwong: Rp 300 ribu.
    • Bangunkarta: Rp 265 ribu.

    Selanjutnya, detikers bisa melanjutkan perjalanan dengan transporasi charter menuju destinasi wisata. Bagi yang memilih kendaraan umum, detikers bisa memilih angkutan menuju Terminal Ngargoyoso lalu dilanjutkan menuju Jl. Karangpandang-Ngargoyoso.

    Objek Wisata Sekitar Kemuning Sky Hills

    Buat pengunjung yang masih ingin liburan di sekitar Kemuning Sky Hills untuk menikmati udara segar dan alamnya yang hijau, berikut pilihan lainnya

    1. Paralayang

    Olahraga yang kerap dikatakan ekstrem ini memungkinkan pengunjung menikmati area kebun teh Kemuning dari ketinggian 2.300 meter. Dikutip dari Instagram salah satu penyedia paralayang, tarif olahraga ini berkisar Rp 450 ribu-700 ribu.

    2. Jeep

    Alam Kemuning sangat cocok bagi detikers yang suka wisata petualangan, salah satunya dengan naik jeep di jalan licin berlumpur. Pengunjung akan berdiri di mobil dengan mobil khas adventure tersebut merasakan ugal-ugalannya driver menembus alam Kemuning. Paket wisata seru ini dipatok dengan harga Rp 200 ribu-300 ribu per pack bergantung pengelola.

    3. Candi Cetho

    Bangunan bersejarah ini dibangun pada masa Kerajaan Majapahit pada 1451-1470. Candi bercorak Hindu ini berlokasi di Desa Cetho, Gumeng, Kecamatan Jenawi. Situs ini berlokasi sejauh kurang lebih 4 km dari Kemuning Sky Hills dengan waktu tempuh 13 menit.

    4. Air Terjun Parang Ijo

    Wisata alam ini berjarak kuran lebih 6,4 km dari Kemuning Sky Hill dengan waktu tempuh 17 menit. Air terjun ini dikelilingi tebing yang penuh dengan aneka tumbuhan rimbun. Air terjun Parang Ijo akan mengundang decak kagum siapa saja yang melihatnya.

    5. Air Terjun Jumog

    Di sini pengunjung dapat menyaksikan panorama alami sambil berfoto, berenang, atau mandi air terjun. Dikutip dari google maps, air terjun bisa diakses dalam waktu 16 menit sejauh 6,6 km dari Kemuning Sky Hills.

    Detikers yang ingin berkunjung ke Kemuning Sky Hills, bisa update lebih dulu untuk memastikan ketersediaan layanan. Update info juga memungkinkan detikers merencanakan perjalanan dan akomodasi dengan baik.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Sejarah Gedung Juang Majalengka, Pernah Jadi Tempat Orang Dihukum Gantung


    Jakarta

    Gedung Juang Majalengka adalah bukti sejarah masyarakat setempat sejak era penjajahan hingga sekarang. Sekaligus menjadi destinasi wisata saat liburan.

    Gedung itu menjadi saksi bisu kejamnya penjajah di masa pendudukan Belanda, Jepang. Hingga kemudian, Indonesia merdeka.

    Masyarakat Majalengka dan sekitar masih bisa menyaksikan Gedung Juang tanpa perlu membayar tiket masuk. Gedung Juang juga terletak di pusat kota sehingga tidak terlalu jauh diakses masyarakat atau pengunjung dari lain daerah.


    Lokasi Gedung Juang Majalengka

    Destinasi wisata sejarah ini berada di Jl. Letkol Abdul Gani Nomor 5, Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Bangunan ini berada di areal DPRD Kabupaten Majalengka dan tidak jauh dari kantor Dinas Pendidikan.

    Sejarah Gedung Majalengka

    Pemerhati sejarah sekaligus Ketua Yayasan Galur Rumpaka Majalengka Baheula (Grumala), Nana Rohmana yang akrab disapa Naro, menjelaskan perjalanan Gedung Majalengka dalam wawancaranya dengan detik jabar.

    1. Era Belanda

    Situs sejarah ini awalnya adalah kantor sekaligus rumah dinas Asisten Redaksi sehingga disebut Gedung AR. Asisten Redaksi adalah wakil dari karesidenan Cirebon yang ditempatkan di Majalengka. Pada 1860, Asisten Residen Majalengka pertama adalah JJ Meider.

    Gedung AR kala itu digunakan juga sebagai lokasi ekskusi hukuman mati. Warga Indonesia yang ditetapkan menerima sanki mati akan digantung di Gedung AR disaksikan publik. Pelaksanaan hukuman gantung menjadi peringatan bagi masyarakat umum.

    “Kata orang tua, Gedung AR itu dulunya landraad atau tempat melakukan eksekusi. Pengeksekusian itu hukum digantung. Orang-orang pribumi yang bersalah digantung di situ,” ujar Naro.

    2. Era Jepang

    Ketika Jepang masuk Indonesia di tahun 1942, Gedung AR menjadi lokasi penahanan para pejuang Indonesia. Pejuang yang tertangkap mengalami siksaan berat hingga meninggal di Gedung AR. Jasad dan kuburan para pejuang tersebut tidak diketahui hingga kini.

    Menurut Naro, Gedung AR hampir dihancurkan dengan bom di masa pendudukan Jepang. Namun bomnya dikabarkan mati sehingga rencana tersebut gagal. Sebagai hasilnya, Gedung AQ masih berdiri tegak hingga kini.

    3. Era kedatangan Belanda kembali

    Belanda kembali datang ke Indonesia pada 29 September 1945. Kedatangan Belanda dalam topeng Netherlands Indies Civil Administration (NICA) dan sekutu bertujuan melucuti senjata Jepang.

    Belanda bermaksud merebut kembali Indonesia yang saat itu sudah menyatakan kemerdekaannya. Saat itu, Belanda merebut kembali Gedung AR yang sudah diduduki pejuang Indonesia.

    4. Era merebut kemerdekaan pada 1945

    Selama perang kemerdekaan, Gedung AR menjadi saksi perjuangan masyarakat Majalengka. Pada 1945, Gedung AR menjadi Kantor Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID) yang berfungsi layaknya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

    KNID dulunya dikenal sebagai Regenscaftraad dan College van Gecomitterden. Lembaga ini dibentuk Bupati Majalengka RMAA Suriatanudibrata, yang menjabat dari tahun 1922-1944.

    5. Selepas meraih kemerdekaan

    Gedung AR menjadi basis penting pasukan gerilya yang kembali dari perang di pegunungan pada 1949. Kemudian, Gedung AR menjadi markas Komando Militer Distrik (KMD) yang dipimpin Lettu M. Challil. Gedung ini juga sempat menjadi kantor Pos Distrik Militer (PDM).

    Seiring waktu, Gedung AR menjadi Gedung Juang yang menjadi pengingat perjalanan dan keberanian masyarakat Majalengka. Gedung Juang sempat menjadi kantor PEPABRI, FKPPI, PP Polri, PPAD, PPM dan Grumala. Jika detikers jalan-jalan ke Majalengka, jangan lupa untuk mengungjungi Gedung Juang Majalengka.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Gang Viral Pasaraya Blok M, Kuliner Murah Meriah, Estetik, dan Instagramable!



    Jakarta

    Gang sempit di samping Pasaraya Blok M ini menjelma ruang nongkrong baru anak muda Jakarta. Deretan kursi plastik di depan warung makan, mural warna-warni, hingga lampu hias yang digantung sederhana membuat suasana terasa santai dan akrab.

    Gang Viral Pasaraya Blok M menjadi julukannya. Tak hanya anak muda, warga sekitar juga ikut meramaikan. Ada yang datang sekadar jajan gorengan, menyeruput kopi, atau sekadar ngobrol sambil menikmati sore. Rojali alias rombongan jarang beli dan Rohana atau rombongan hanya nanya menjadi pemandangan khas yang menambah warna suasana di gang itu.

    Kursi di beberapa kios makanan masih terlihat kosong sore itu.


    “Kalau hari biasa nggak sampai antri keluar si, malam minggu biasanya antri sampai luar sampai depan pintu masuk Gang Viral,” kata salah satu petugas keamanan Gang Viral Blok M yang enggan disebut namanya.

    Dalam perbincangan detiktravel dengan Risa Amalia, seorang pekerja asal Senen, Jakarta Pusat, yang sedang libur, ia sengaja mampir ke Gang Viral Pasaraya Blok M karena menilai tempat itu cocok untuk nongkrong. Dia juga penasaran karena gang itu kerap muncul dalam video-video vlog kreator konten.

    Dalam perjumpaan dengan detiktravel pada Rabu (1/10/2025), Risa sedang berkunjung ke Butter Baby, salah satu toko kuliner di Gang Viral Pasaraya. Butter Baby dikenal unik dengan desain berwarna kuning berbentuk menyerupai pesawat UFO. Menjelang sore, toko itu ramai namun, pengunjung belum antre.

    Butter Baby adalah salah satu kedai di gang itu. Di Gang Viral Pasaraya, terdapat 14 kios dengan beragam jualan, mulai dari makanan, minuman, hingga photobooth.

    Gang itu menjadi popular selain karena keunikannya, juga dinilai menawarkan makanan dengan harga yang relatif terjangkau, mulai dari Rp 20 ribu – Rp 65 ribu. Menu makannya juga kekinian, sehingga bikin kepo pengunjung.

    Menurut petugas keamanan Gang Viral Pasaraya Blok M, jam operasional Gang Viral Pasaraya Blok M mengikuti jam operasional Pasaraya yaitu pukul 10.00 hingga 22.00.

    Keunikan Gang Viral Pasaraya Blok M

    Gang Viral Pasaraya Blok M, JakselGang Viral Pasaraya Blok M, Jaksel (Qonita Hamidah/detikcom)

    Gang Viral Pasaraya Blok M sendiri terletak di kawasan Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan. Tempat ini ramai dikunjungi karena memiliki banyak spot menarik.

    Masingmasing kios di Gang Viral Pasaraya memiliki ciri khas unik, baik dari warna, bentuk bangunan, maupun menu kuliner yang ditawarkan. Soal menu makanan memang sangat beragam, mulai dari jajanan ringan, makanan berat, minuman segar. Ada pula kiso yang menjajakan pakaian dan photobox.

    Sepanjang jalan Gang Viral Pasaraya Blok M, tersedia meja dan kursi yang ditata rapi untuk pengunjung. Fasilitas ini merupakan milik masing-masing kios yang diletakkan di depan kios mereka, sehingga pengunjung bisa duduk santai sambil menikmati makanan.

    Menjelang sore, suasana ramai lebih terlihat di dalam kios, sementara di luar tidak sampai menimbulkan antrean panjang. Pengunjung bisa memilih menikmati hidangan di dalam maupun di luar kios.

    Menariknya, Gang Viral bukanlah sebuah gang dengan dinding di kanan-kirinya, melainkan jalanan di jalan Pasaraya Blok M yang dipenuhi kios kuliner.

    Saat ini, terdapat 14 kios makanan yang bisa detikers coba, di antaranya:

    1. Make some room (toko baju)
    2. Mack’s Creamy (toko es krim)
    3. Coffebar Musik Saltbread (kopi)
    4. Hoomie Dough (donuts, drinks, coffe),
    5. Busycheese Cafe (kafe)
    6. Cups (kios makanan jepang)
    7. T Ninety Nine (milk tea & fruit tea)
    8. Jawaica (kuliner nasi ayam)
    9. Kaya Tiyam
    10. Tjahaja Abadi
    11. Butter Baby
    12. Dracikan Coffe Bar
    13. The Misoa
    14. The Kaiser Bar.

    Selain kuliner, pengunjung yang gemar berfoto juga bisa mencoba photobox Tahi Lalat yang tersedia di area ini.Dengan konsep estetik dan instagramable, Gang Viral Pasaraya Blok M menjadi tempat nongkrong yang pas bagi detikers untuk menikmati kuliner sekaligus berburu spot foto di area dinding unik yang tersedia.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jelajah Petak 9, Pecinan Tertua di Jakarta yang Penuh Cerita


    Jakarta

    Petak 9 di Glodok, Jakarta, adalah kawasan Pecinan tertua di Indonesia. Traveler bakal menemukan suasana autentik, kuliner, dan wihara megah di sini.

    Petak 9 terletak di Jalan Kemenangan Raya nomor 40, RT 5/RW 1, Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Kawasan ini dikenal sebagai bagian dari Pecinan Jakarta, yang disebut-sebut sebagai kawasan Pecinan terbesar sekaligus tertua di Indonesia.

    Pengunjung yang membawa kendaraan pribadi bisa memarkir mobil di tepi jalan sekitar Petak 9 dengan tarif sekitar Rp 10 ribu.


    Petak 9 tidak memiliki papan nama resmi yang menandakan kawasan ini, sehingga traveler yang baru kali pertama berkunjung sebaiknya bertanya kepada warga sekitar agar tidak tersesat.

    Bagi detikers yang hobi membuat konten vlog atau fotografi, tempat ini bisa jadi spot seru untuk menangkap suasana khas Pecinan yang autentik. Deretan kios di sepanjang gang menjajakan berbagai kebutuhan, mulai dari buah, sayur, ikan segar, hingga jajanan tradisional Tionghoa. Beberapa toko juga menjual perlengkapan ibadah umat Tionghoa seperti dupa, angpau, dan lampion.

    “Toko biasanya ramai menjelang Imlek. Banyak warga Tionghoa datang untuk membeli kue keranjang dan perlengkapan sembahyang,” ujar Li Xau, pedagang di Toko Kuh Kok di Petak 9.

    Di kawasan ini juga banyak pedagang pakaian, perabot rumah tangga, buah, sayur, dan ikan. Traveler yang ingin membeli ikan segar, waktu terbaik datang adalah pagi hari karena stok ikan masih baru dan kualitasnya lebih baik.

    Jalanan sempit dengan genangan air dari kios ikan menjadi ciri khas Petak 9. Suasana ramai membuat pengunjung kadang harus bergantian lewat dengan pengendara motor yang melintas. Meski padat, atmosfernya justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan kehidupan khas Pecinan Jakarta.

    Kawasan Petak 9 juga dikenal dengan deretan wihara yang berdiri megah di antara bangunan tua. Dua wihara paling terkenal di area ini adalah:

    Wihara Dharma Bakti

    Vihara Petak 9 Glodok Jakarta BaratVihara Petak 9 Glodok Jakarta Barat (Qonita Hamidah/detikTravel)

    Terletak di pertigaan pertama Petak 9 sebelah kanan. Aroma dupa langsung menyambut begitu pengunjung masuk ke dalam area wihara. Jam operasional mulai pukul 06.00 hingga 16.00.

    Wihara Dharma Jaya Toasebio

    Vihara Petak 9 Glodok Jakarta BaratVihara Petak 9 Glodok Jakarta Barat (Qonita Hamidah/detikTravel)

    Berada di Jalan Kemenangan III nomor 48, Jakarta Barat, sekitar 450 meter dari Wihara Dharma Bakti. Vihara ini menjadi tempat sembahyang sekaligus destinasi religi yang sering dikunjungi wisatawan.

    Petak 9 yang kental dengan nuansa Tionghoa memang jadi destinasi pilihan bagi penyuka wisata budaya, sejarah, dan fotografi. Buat kamu yang mau jalan-jalan di sini, jangan lupa bawa payung atau sunscreen sehingga tetap nyaman traveling saat panas atau hujan.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ambisi Pulau Payung di Kepulauan Seribu Jadi Surga Glamping



    Jakarta

    Pulau Payung di Kepulauan Seribu berbenah untuk menjadi destinasi wisata yang siap bersaing secara global. Sebuah wisata glamping ditawarkan.

    Pulau Payung bukan pulau kosong. Pulau itu adalah pulau berpenduduk dan ada akomodasi komersial, Asha Resort.

    Dengan luas sekitar 40 hektare dan populasi mencapai 40 ribu jiwa, Pulau Payung bertekad untuk bertransformasi menjadi kawasan wisata berkelanjutan.


    Pada sektor pariwisata, Pulau Payung dikunjungi oleh 1.500-2.000 jiwa per bulan.

    Pulau Payung tidak mengunggulkan hutan mangrove sebagai daya pikat pariwisata, sebab pulau itu tidak memiliki hutan mangrove. Kendati tidak memiliki hutan mangrove, masyarakat setempat memanfaatkan batu karang alami sebagai penahan abrasi, langkah sederhana namun efektif menjaga garis pantai dari pengikisan laut.

    Akses Mudah Menuju Pulau Payung

    Wisatawan dapat menempuh perjalanan menuju Pulau Payung melalui empat jalur berbeda. Dua di antaranya menggunakan kapal cepat dari Marina Ancol dan Pelabuhan Baywalk Pluit, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Alternatif lainnya, kapal kayu dari Muara Angke dan Muara Kamal (Jakarta Barat) membutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan.

    “Ada empat cara menuju Pulau Payung atau Asha, masing-masing menempuh waktu 1-3 jam perjalanan, yakni dari Marina Ancol, Pelabuhan Baywalk di PIK 2 Jakarta, serta dari Muara Angke dan Muara Kamal. Muara Kamal berbatasan dengan PIK 2, Jakarta, dan Banten, dengan pilihan kapal cepat maupun kapal kayu,” ujar Yulia, pemandu wisata dari Asosiasi Himpunan Pramuwisata Indonesia (AHPI) yang bekerja sama dengan Suku Dinas Ekonomi Kreatif dan Pariwisata yang mendampingi detikTravel dalam Agenda Walking Tour Disparekraf DKI Jakarta pada 22-23 Oktober 2025.

    Asha Resort beroperasi pada 2023. Meski banyak yang mengenalnya sebagai Pulau Asha, sebenarnya lokasi resort ini berada di wilayah Pulau Payung Besar.

    “Sebenarnya di sini (Asha Resort) letaknya di Pulau Payung Besar, tapi masyarakat lebih mengenalnya dengan Pulau Asha,” kata Yulia.

    Asha Resort: Glamping Mewah Bernuansa Alam

    Asha Resort dibangun di Pulau Payung dengan mengusung konsep glamping (glamorous camping), Resor itu menawarkan 16 unit penginapan eksklusif di tepi pantai. Proyek kedua berlanjut dengan jenama Cora.

    Untuk menginap di sini, pengunjung tidak perlu lagi repot mendirikan tenda, karena setiap glamping dilengkapi fasilitas modern layaknya hotel.

    Selain menginap, wisatawan juga bisa menikmati berbagai aktivitas seperti ATV menyusuri hutan konservasi dan bersantai di kafe tepi laut yang menjual paket makanan dan minuman tanpa tiket masuk tambahan. Harga paket Asha Resort dibanderol sekitar Rp 400 ribu pada weekday dan Rp 500 ribu saat weekend yang sudah termasuk transportasi kapal pulang pergi.

    Menariknya, baik pengunjung yang memilih paket one day trip maupun menginap akan menikmati fasilitas transportasi laut yang sama. Terdapat dua dermaga utama, yaitu Dermaga Payung dan Dermaga Asha, tergantung paket perjalanan yang dipilih.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com