Tag: crypto

  • Tiga Alasan Harga Ethereum Berisiko Turun 25% di Juni 2022

    Gabungan faktor fundamental dan teknikal menyebabkan nilai token asli Ethereum (ETH) mengalami penurunan lebih dari setengahnya pada tahun 2022. Selain kehilangan nilainya terhadap Bitcoin (BTC), ETH juga sekarang disematkan di bawah $ 2.000.

    Dengan kondisi tersebut, harga ETH berisiko mengalami kerugian yang lebih besar di bulan Juni. Berikut 3 alasannya

    1. Ethereum kehilangan modal 

    Menurut laporan pasar mingguan CoinShares yang diterbitkan 31 Mei 2022, investor telah menarik $ 250 juta dari dana investasi berbasis Ethereum pada tahun 2022.

    Arus keluar besar-besaran dari ETH ini bertolak belakang dengan koin lainnya. Misalnya Bitcoin yang malah mendapatkan kucuran dana investasi senilai $ 369 juta. Atau protokol blockchain layer satu yang bersaing dengan Ethereum, Solana dan Cardano, masing-masing mendapatkan dana segar senilai $ 104 juta dan $ 9 juta.

    Sumber: https://coinshares.com/research/digital-asset-fund-flows

    Penarikan dana dari Ethereum ini adalah tanda bagaimana jatuhnya TerraUSD (UST) dan Terra (LUNA) berdampak pada berkurangnya minat investor untuk menanamkan modalnya di sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi) secara keseluruhan yang merupakan andalan Ethereum.

    Prospek bullish ETH tetap terpaku pada ledakan di pasar DeFi karena blockchain Ethereum menampung sebagian besar aplikasi keuangan di sektor ini. Per 5 Juni, total nilai yang dikunci (TVL) di dalam aplikasi berbasis Ethereum adalah $ 68,71 juta, hampir 65% dari total TVL DeFi.

    Namun, TVL ini masih mencerminkan kemunduran besar-besaran dari pool DeFi Ethereum, yang sebelum runtuhnya Luna Classic (LUNC) dan TerraUSD Classic (USTC) pada 9 Mei lalu berkisar sekitar $ 100 miliar.

    Sumber: https://defillama.com/chain/Ethereum

    Baca juga: Analisis Nilai Bitcoin yang Kembali Masuk ke Harga $ 30.000

    Menurut Ilan Solot dari Tagus Capital, dampak sentimen kebijakan The Fed ditambah dengan outlook terhadap sektor DeFi yang lebih hati-hati, penurunan nilai ETH diprediksi masih akan berlanjut di sepanjang Juni ini.

    Kepada Financial Times, Solot mengatakan jika The Fed menaikkan suku bunga dana federal untuk mengencangkan atau membatasi jumlah uang beredar dan orang-orang harus membayar $ 4,5 per galon gas, maka mereka akan memiliki dana yang lebih sedikit untuk berinvestasi di DeFi atau dibelanjakan untuk permainan blockchain.”

    2. Teknikal yang lamban

    Perilaku perdagangan sejak Mei juga memberikan prospek bearish untuk Ethereum.

    Secara rinci, Ether telah berfluktuasi dalam area yang ditentukan oleh support garis tren horizontal dan resistensi garis tren turun. Polanya kurang lebih terlihat seperti “segitiga menurun”, pola bearish yang berkelanjutan yang terbentuk ketika downtrend.

    Bila dibaca menurut aturan analisis teknis, pola segitiga akan mengalami resolve setelah harganya dengan pasti menembus di bawah garis tren dukungannya dan kemudian turun setinggi ketinggian maksimum segitiga.

    Jika, harga ETH berada lebih rendah dibawah garis segitiga terbawah, maka nilainya pada Juni ini berisiko jatuh menuju $ 1.350 atau turun sekitar 25% dibandingkan harga hari ini.

    Baca juga: Persib Luncurkan Fan Token Kripto Ikuti Jejak AC Milan dan Barcelona FC

    3. Cadangan ETH di bursa meningkat

    Merujuk data CryptoQuant, jumlah total saldo Ether di bursa kripto secara global telah meningkat sebesar 550.459 ETH sejak Mei. Saldo senilai hampir $ 950 juta itu masuk ke hot wallet, Ether sejak awal bencana Terra.

    Symber: Cryptoquant.com

    Biasanya, pedagang mengirim token ke bursa saat mereka ingin menukarkannya dengan aset lain. Dengan demikian, tekanan jual kemungkinan akan meningkat, jika tren turun dalam cadangan ETH di bursa mulai berbalik arah.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Akan Melonjak ke Titik Tertinggi, Jika Momen Ini Terjadi

    Aset kripto Bitcoin mengalami momen fluktuasi besar dalam beberapa pekan terakhir. Nilainya bahkan sempat anjlok hingga USD28.694 pada pertengahan Mei 2022.

    Kabar baiknya, nilai aset kripto terbersar di dunia tersebut perlahan melonjak sejak penutupan Mei 2022. Pada pekan pembuka Mei 2022, Bitcoin berhasil kembali ke angka USD30.000 per tokennya.

    Analis Altcoin, Austin Arnold mengungkapkan antusiasmenya atas masa depan token kripto tersebut setelah masa-masa penurunan pada Mei 2022 lalu.

    Ia mengutip salah satu analisa dari layanan perdagangan aset kripto, Santiment yang juga mengungkapkan hal senada.

    “Bitcoin, menyoroti pekan besar lainnya yang dipenuhi dengan perdagangan besar. Bitcoin menduduki posisi kedua di antara delapan non-stable coins dalam volume perdagangan total sepakan terakhir” tulis pemilik akun @santimentfeed pada Rabu, 3 Juni 2022.

    Austin menampilkan bahwa perdagangan aset kripto Bitcoin tersebut disandingkan dengan beberapa aset lainnya, seperti ETH, BNB, DOGE, SOL, ADA, DOT, dan AVAX.

     Ia menjelaskan bahwa perdagangan aset kripto pada dasarnya tetap memenuhi konsep dasar yang dipahami mayoritas investor.

    Baca juga: Persib Luncurkan Fan Token Kripto Ikuti Jejak AC Milan dan Barcelona FC

    “BTC mengalami perdagangan, setiap penjualan akan disertai pembelian, begitu juga setiap pembelian diiringi penjualan,” ujar Austin.

    Austin juga mengutip keterangan dari analis lainnya, yakni GlassNode yang mengungkapkan bahwa penjualan aset kripto tersebut mengalami perlambatan dalam beberapa periode terakhir.

    “Penambang BTC telah menjadi jaringan distribusi sejak momen sell-off. Neraca penambang mengalami penurunan penjualan dari tingkat puncak nerasa 5.000 menjadi 8.000 BTC per bulannya,” tulis GlassNode di akun Twitter resminya @glassnode.

    Menurut GlassNode, jumlah tersebut merupakan indikasi perlambatan kebiasaan belanja hingga 3.300 BTC per bulan.

    Menanggapi fakta tersebut, Austin berpendapat bahwa para penambang secara kolektif memilih untuk mengambil sejumlah keuntungan dari penahanan aset kripto tersebut. Menurut Austin, hal tersebut menjadi latar belakang melambatnya tren fluktuasi Bitcoin dalam beberapa momen terakhir.

    Namun di balik hal tersebut, Austin justru mengungkapkan optimismenya.

    “Kabar baiknya adalah penurunan penjualan memperlambat tren, sehingga tampaknya tren akan berbalik lagi (menanjak, red), namun kita membutuhkan lebih banyak waktu dan informasi,” ujarnya.

    Austin juga berpendapat bahwa analisa dan data tersebut membuat para investor dapat melalui masa-masa krusial nilai Bitcoin dengan kepercayaan diri yang lebih besar.

    Tidak hanya itu, Austin juga menyajikan analisa lain dari Will Clemente yang menampilkan potensi kenaikan nilai Bitcoin secara fantastis.

    Baca juga: Prediksi Harga Ethereum (ETH) Hari Ini: Teknikal Analisis (Update Setiap Minggu)

    Austin mengungkapkan bahwa tidak hanya sejumlah penambang yang berusaha mengambil keuntungan dengan memperlambat tren dan menahan penjualan. Di sisi lain, terdapat sejumlah institusi yang juga memiliki pergerakan strategis pada aset kripto tersebut.

    “Sangat menarik melihat arus masuk berkelanjutan ke Bitcoin oleh Canadian Purpose, Bitcoin ETF,” tulis Will Clemente.

    Dalam keterangan tersebut, Canadian Purpose telah menambahkan 11.350 BTC dalam sebulan terakhir. Hal tersebut dinilai sebagai langkah yang sangat agresif di pasar kripto.

    “Mereka secara agresif menambahkan Bitcoin ke aset pendanaan mereka lagi, saya pikir ini tentang cara membuat perbedaan di pasar,” ujar Austin berkomentar pada kabar tersebut.

    Austin menerangkan bahwa pergerakan nilai Bitcoin dalam jangka pendek merupakan sebuah misteri. Namun terdapat gambaran besar yang dapat dilihat dengan jelas.

    Austin memperkenalkan gagasan tentang “Bitcoin Halving” yang menempatkan Bitcoin sebagai aset kripto yang sangat menjanjikan.

    Menurut analisa Austin, Bitcoin telah menetapkan jumlah 21 juta Bitcoin yang dapat beredar di pasar. Jumlah tersebut merupakan besaran tetap yang tidak akan berubah.

    Uniknya, beberapa aset Bitcoin terakhir tentu tidak akan dipublikasikan atau ditambang dalam jangka waktu yang cukup panjang di masa depan. Ia mengungkapkan bawah setiap 10 menit, terdapat satu blok Bitcoin yang ditambang.

    Jumlah tersebut terus menurun sejak tahun 2009 yang masih mendistribusikan total 50 blok. Penurunan juga terjadi pada 2012 yang menyusut menjadi 25 blok. Hal tersebut berlanjut hingga catatan 2020 lalu yang juga menampilkan penurunan hingga 6,25 BTC per blok.

    “Anda tentu pernah mendengar, alasan penting menghitung harga untuk aset apapun berdasar penawaran dan permintaan,” ujar Austin.

    Hal tersebut merujuk pada konsep permintaan dan suplai. Austin menjelaskan bahwa apabila permintaan BTC dalam jumlah tetap sementara pasokan terpotong separuhnya, maka hal tersebut akan mendorong kenaikan nilai secara besar-besaran.

    “Kita telah melihatnya berulang kali,” ujar Austin.

    Baca juga: 52% Investor Kaya di Asia Memiliki Kripto, Indonesia Salah Satunya

    Austin mendefinisikan kondisi tersebut sebagai salah satu katalis yang lazim untuk mendorong pertumbuhan jaringan Bitcoin. Namun dampak dari pemotongan jumlah pasokan tersebut tidak terasa secara spontan dan biasanya mendekati puncaknya sekitar 12-18 bulan.

    “Misalnya pada 2020 itu terjadi dan kemudian hampir secara harfiah 12 bulan kemudian kami mencapai puncak,” ujar Austin.

    Austin memperkirakan momen Bitcoin Halving berikutnya terjadi pada bulan Maret 2024 dan telah dimulai saat ini. Namun ia juga mengungkapkan bahwa situasi faktual dapat berbeda dengan analisanya.

    “Apabila tidak ada hal lain, ini akan menjadi katalis utama dan harga akan naik jika permintaan tetap sama,” ucap Austin.

    Dalam keterangan lanjutannya, Austin juga menjelaskan beberapa kondisi yang harus dipenuhi untuk dapat mencapai posisi idela tersebut. Hal tersebut hanya berlaku pada aset yang jumlahnya tidak dapat dimanipulasi tanpa izin.

    Austin membandingkan situasi Bitcoin dengan mata uang konvensional Dollar Amerika Serikat. Ia menjelaskan tentang kebebasan penyedia uang untuk menambah jumlah sebaran uang di pasar. Ia berpendapat bahwa hal tersebut yang menjadi dasar penurunan nilai uang dari masa ke masa.

    “Jadi uang USD100 pada 1913 bernilai satu sen hari ini, pada dasarnya tidak berharga sama sekali hari ini karena mereka terus mencetak,” jelas Austin.

    Pada kesimpulan analisanya, Austin menjelaskan dua katalis utama tersebut, yakni pasokan dan kendali aset berpotensi menjadikan Bitcoin memiliki kekuatan luar biasa di masa depan.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investor Kakap ini Prediksi Bitcoin akan Injak Harga $ 250 Ribu

    Investor modal ventura asal Amerika Serikat Tim Draper mempunyai prediksi terkait peningkatan harga Bitcoin di akhir tahun ini. Ia menyebutkan, bahwa BTC bisa saja menginjak harga $ 250 ribu atau setara dengan Rp 3,6 milyar (kurs Rp 14,433).

    Hal itu ia katakan dalam sebuah wawancara di channel Youtube milik Scott Melker, alias Wolf of All Streets, 25 Mei 2022. Draper mengatakan, bahwa BTC bisa terbang ke harga tersebut diperkirakan akan terjadi akhir tahun ini atau awal tahun depan. 

    “Ya, akhir tahun ini atau awal tahun depan,” ujarnya.

    Lebih lanjut ia menjelaskan alasan mengapa dia yakin dengan prediksi tersebut. Salah satunya adalah massifnya penggunaan Bitcoin di tahun ini oleh kalangan perempuan. “Satu hal yang mungkin akan terjadi – dan saya tidak tahu persis kapan – adalah bahwa para wanita akan mulai menggunakan bitcoin,” katanya.

    Menurutnya, sebelumnya hanya satu dari 14 pemegang BTC dari kalangan perempuan. Namun, saat ini angkanya terus melonjak. Kini, jumlah pemegang BTC dari sisi gender hampir setara.  “Sekarang, itu seperti satu dari enam dan saya pikir pada akhirnya akan seimbang,” katanya.

    Sementara itu, sebuah survei yang rilis oleh perusahaan jasa keuangan kripto, Blockfi di bulan Maret menemukan bahwa hampir satu dari tiga wanita Amerika mengatakan berencana untuk membeli aset kripto di tahun 2022. Selain itu, 60% dari sepertiganya mengindikasikan bahwa mereka berniat untuk melakukannya dalam tiga bulan ke depan.

    Baca juga: Potensi Aset Kripto dan NFT di Rumah Tangga hingga Industri Olahraga

    Alasan mengapa bertambahnya perempuan yang memegang BTC bakal berpengaruh besar pada pasar, Draper mengatakan, bahwa perempuan saat ini menjadi entitas yang mendominasi pengeluaran ritel. 

    “Perempuan mengendalikan sekitar 80% dari pengeluaran ritel, dan pengecer belum menyadari bahwa mereka dapat menghemat 2%. Mereka dapat menghemat 2% hanya dengan menerima Bitcoin daripada mengambil kartu kredit yang dikeluarkan bank. Dan itu bisa mengubah segalanya,” ujarnya.

    Lebih dari itu, ia masih optimis dengan masa depan Bitcoin. Terlepas dari goncangan ekonomi yang baru dirasakan paska-pandemi COVID-19, dan melonjaknya inflasi di sejumlah negara, ia masih percaya BTC masih menjadi lindung nilai yang baik.

    “Saya masih optimis dengan bitcoin karena ini merupakan lindung nilai yang bagus terhadap inflasi.Ketika spekulan pergi, pada akhirnya akan menyimpang dari saham teknologi,” ujarnya. 

    Dominasi BTC Meningkat

    Sejak awal Mei 2022, terdapat peningkatan dominasi Bitcoin. Meningkatnya dominasi ini tercatat setelah terjadi guncangan di pasar crypto setelah jaringan Terra hancur. 

    Sejak 8 Mei 2022, BTC dominance naik hampir 7 poin. Saat ini dominasi Bitcoin terhadap altscoin berada di level 46-47%. 

    BTC D. Sumber: Tradingview
    Market Cap BTC Dominance.

    Baca juga: Analisis Nilai Bitcoin yang Kembali Masuk ke Harga $ 30.000

    Meningkatnya dominasi BTC memberi sinyal bahwa investor saat ini lebih tertarik dan merasa aman untuk menyimpan asetnya di Bitcoin dibanding altscoin. Ini menjadi pertanda juga bahwa pelemahan akan terjadi di sejumlah altcoin

    Sementara itu, pergerakan harga Bitcoin saat ini masih melanjutkan tren bearish. Selama 9 pekan berturut-turut BTC ditutup dengan chart merah. Pergerakan ini merupakan salah satu yang terburuk sepanjang BTC ada.

    Saat laporan ini ditulis, Ahad, 5 Juni 2022 (16.00 WIB), BTC diperdagangkan di level $ 29.667. Aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar ini pada pekan lalu sempat menyentuh harga di atas $ 32 ribu. Namun, pertahanan di level tersebut tak berlangsung lama, dan pada akhirnya mengantarkan kembali BTC ke harga di bawah $ 30 ribu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Persib Luncurkan Fan Token Kripto Ikuti Jejak AC Milan dan Barcelona FC

    Persib, salah satu klub sepakbola profesional di Indonesia akhirnya masuk lebih dalam ke industri aset kripto. Menjadi klub sepakbola pertama di Indonesia, Persib meluncurkan Fan Token aset kripto mengikuti jejak AC Milan hingga Barcelona.

    Klub bola asal Bandung yang punya basis komunitas digital terbesar di Asia ini, menjalin kemitraan strategis dengan platform fans engagement yang berbasis teknologi blockchain, socios.com. Kemitraan ini Persib akan meluncurkan Fan Token ke seluruh pendukungnya atau lebih dikenal dengan Bobotoh yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan di dunia.

    Direktur PT PERSIB Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono, mengatakan Persib adalah klub sepakbola profesional yang sangat terbuka dan tentunya sangat mendukung berbagai inovasi dan teknologi terbaru. Bersama Socios.com, dapat menawarkan peluang baru bagi seluruh basis pendukung Persib, Bobotoh baik di Indonesia maupun di seluruh dunia untuk terlibat lebih dalam dan lebih dekat.

    Persib Fan Token akan menjadi sebuah media dan instrumen yang efektif bagi kami, karena dapat menjangkau banyak basis pendukung digital global kami yang jumlahnya lebih dari 20 juta, menjadi lebih dekat dengan klub kebanggaannya,” kata Teddy.

    Persib bergabung dengan berbagai organisasi olahraga global yang telah bergabung di dalam platform Socios.com, seperti Manchester City, FC Barcelona, AC Milan, dan banyak lainnya.

    Bobotoh
    Bobotoh, para pendukung Persib. Foto: Persib.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 8 Juni 2022: Pasar Kripto Comeback ke Zona Hijau

    Keuntungan punya Fan Token Kripto Persib

    Fan Token kripto seperti yang akan diluncurkan Persib ($PERSIB), nantinya bakal punya berbagai keuntungan untuk para pemegang atau pemiliknya. Socios.com mengatakan memungkinkan para pemegang Fan Token Persib bisa terlibat mempengaruhi keputusan klub yang diambil dari suara pendukung tentang berbagai hal, mulai dari desain jersey, pemilihan nomor punggung dan lagu disaat klub merayakan kemenangan.

    Socios.com juga akan memberikan gambaran lebih banyak rewards kepada para pendukung klub kesayangannya, dengan sebanyak 17.000 pendukung akan mendapatkan akses menonton langsung dan menikmati pengalaman unik di pertandingan selama tahun 2022 ini.

    “Kami senang memasuki market yang baru, di mana ada hasrat besar untuk sepakbola tingkat domestik dan cinta untuk permainan yang global. Sambutan yang sangat hangat dari kami untuk Persib. Kami berharap dapat menciptakan pengalaman luar biasa dan peluang baru bagi seluruh Bobotoh agar lebih dekat dengan klub kebanggaannya,” kata CEO Chiliz & Socios.com, Alexandre Dreyfus.

    Persib, klub sepakbola pertama di Indonesia yang luncurkan Fan Token kripto
    Persib, klub sepakbola pertama di Indonesia yang luncurkan Fan Token kripto. Foto: Persib.

    Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

    Pemegang Fan Token juga berpeluang menerima berbagai hadiah dalam bentuk digital rewards yang unik, termasuk digital asset, serta merchandise dan jersey yang dikenakan oleh pemain saat pertandingan, selama memenuhi syarat untuk dapat mengakses diskon eksklusif yang ditawarkan sponsor klub, dan penawaran serta insentif khusus lainnya dari berbagai mitra kerja sama.

    Socios.com juga akan terus meningkatkan gamification pada aplikasi serta meluncurkan berbagai mobile game yang bertema olahraga khusus bagi para pemegang Fan Token.

    Sebelumnya, Persib diketahui sudah masuk ke ranah blockchain dan NFT dengan menjalin kemitraan dengan Liberty Gaming Guild (LGG). LGG merupakan platform Play-to-Earn (P2E) atau GameFi (game berbasis blockchain + Non-Fungible Token | NFT) yang diintegrasikan ke dalam sistem game.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Potensi Aset Kripto dan NFT di Rumah Tangga hingga Industri Olahraga

    Sebuah studi yang dilakukan Seton Hall University mengungkapkan aset kripto dan token NFT menjadi aset yang banyak dicari rumah tangga Amerika Serikat.

    Survey jejak pendapat tersebut juga mengungkapkan penggemar olahraga termasuk ke dalam kategori yang memiliki ketertarikan pada aset kripto dan token NFT.

    Seperti berbagai negara lain, Amerika Serikat juga masih mengalami serapan pemahaman tentang konsep kripto dan NFT yang rendah.

    Meski begitu, sejumlah 24% rumah tangga di Amerika Serika mengungkapkan bahwa mereka telah memilih kripto atau NFT dalam portfolio investasinya.

    “Ketika ditanya secara khusus apakah kepemilikan mereka adalah kripto dan/atau NFT, peserta survey menunjukkan keterlibatan yang lebih kuat dengan kripto,” ungkap penyelenggara survey.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 8 Juni 2022: Pasar Kripto Comeback ke Zona Hijau

    Tidak hanya itu, terdapat jumlah cukup besar responden yang mengaku memilih aset kripto dalam agenda survei tersebut.

    “Dari mereka yang memegang dan/atau menjual, sejumlah 62% hanya memilih kripto, sementara 31% hanya memilih NFT, dan 7% lainnya memilih keduanya,” lanjut panitia.

    Dalam studi tersebut juga diungkapkan bahwa masyarakat berusia antara 18-34 tahun memiliki andil partisipasi lebih tinggi dalam perdagangan aset kripto dan NFT. Dengan total 42% suara memiliki keyakinan potensi pada aset tersebut.

    Potensi aset kripto dan NFT juga mendapat dukungan dari Profesor Pemasaran dan Metodologi Poll Seton, Hall Daniel Ladik. Ia mengungkapkan bahwa NFT dapat menjadi sumber pendapatan utama merek olahraga di masa depan.

    “Jika dikelola secara efektif, NFT dapat menjadi sumber pendapatan utama serta jalur baru koneksi penggemar untuk merek olahraga,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa potensi tersebut didorong oleh perkembangan teknologi digital dan interaksi aset yang semakin berkembang.

    Baca juga: Analisis Nilai Bitcoin yang Kembali Masuk ke Harga $ 30.000

    “Di era digital, aset interaktif seperti NFT dapat mendorong rasa kepemilikan dan kepemilikan, atribut utama untuk kesuksesan merek,” lanjut Daniel.

    Dari sudut pandang penggemar olahraga, NFT memiliki daya tarik yang lebih tinggi dibandingkan aset kripto. Keunggulan utamanya terletak pada manfaat yang ditawarkan aset NFT.

    Direktur Pusat Manajemen Olahraga di Sekolah Bisnis Stillman Seton Hall, Charles Grantham, mengungkapkan bahwa statistik mendukung potensi NFT pada sektor tersebut.

    “Angka-angka tersebut tampaknya menunjukkan bahwa NFT mewakili lahan subur bagi liga untuk meningkatkan pengalaman penggemar,” ujar Charles.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Binance Bantah Tudingan Reuters soal Pencucian Uang

    CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), memberikan tanggapan terhadap pemberitaan Reuters yang menyatakan bahwa exchange kripto terbesar tersebut digunakan sebagai aktivitas pencucian uang senilai $ 2,35 miliar dari 2017 hingga 2021. Laporan investigasi Reuters itu diterbitkan pada Selasa 7 Juni 2022.

    Reuters melaporkan pada September 2020, kelompok peretas Korea Utara yang dikenal dengan nama Lazarus masuk ke bursa kripto Eterbase di Slovakia dan mencuri mata uang virtual senilai $ 5,4 juta. Pencurian itu hanyalah sebagian kecil aksi Lazarus yang menurut Amerika Serikat ditujukan untuk mendanai program senjata nuklir Korea Utara.

    Beberapa jam kemudian, Lazarus membuka setidaknya dua lusin akun anonim di Binance untuk mengkonversi kripto hasil rampokan mereka sekaligus mengaburkan rekam jejaknya. Hanya dalam waktu sembilan menit, Lazarus sukses membuat akun Binance dan memperdagangkan kripto yang dicuri.

    Salah satu pendiri Eterbase, Robert Auxt, menyatakan Binance sendiri tidak tahu siapa yang memindahkan uang dari Eterbase karena sifat akunnya yang anonim. Sementara Eterbase tidak dapat menemukan atau mengembalikan dana yang sudah dicuri.

    Baca juga: 5 Alasan Bitcoin Jadi Investasi Jangka Panjang yang Lebih Baik daripada Emas

    CEO Binance, CZ, mengatakan laporan investigasi Reuters itu pekerjaan yang sia-sia dan tidak berimbang.

    Mengutip data Chainalysis, CZ menjelaskan faktanya sudah jelas bahwa hanya 0,15% dari semua transaksi kripto pada tahun 2021 yang dikaitkan dengan beberapa jenis aktivitas terlarang. Sedangkan menurut PBB, aktivitas terlarang di sektor fiat atau uang tunai jumlahnya diperkirakan sebesar 2-5%, senilai $ 800 miliar hingga $ 2 triliun.

    CZ melanjutkan, bahwa Binance tidaklah sempurna dan pernah melakukan kesalahan di masa lampau. Namun hal tersebut bukan berarti Reuters memiliki hak untuk mengabaikan kewajiban mereka untuk menyuguhkan informasi yang obyektif.

    “Ini bahkan sama sekali tidak berimbang, seharusnya fair dong,” cuit CZ di akun twitternya 11 jam lalu.

    Dia menambahkan bahwa utasnya ini merupakan yang terakhir kalinya sebagai tanggapan Binance kepada Reuters.

    Baca juga: Riset: Investor Kaya di Indonesia Banyak yang Mulai Investasi Aset Kripto

    Dalam utasnya itu CZ menyatakan seiring dengan perbedaan pendapat di antara pembuat kebijakan soal industri kripto, Binance selalu terbuka untuk ruang diskusi, sebisa mungkin mendukung penegakan hukum, dan mengakui bila berbuat salah.

    Dia juga menceritakan setiap minggu dia bisa diwawancari atau diskusi dengan 5 hingga 20 wartawan. Dia menjelaskan ada kalanya dia tidak setuju dengan bagaimana para jurnalis menulis tentang Binance. Namun, itu bukan masalah karena jumlahnya sedikit. Sebaliknya yang menulis secara obyektif jumlahnya lebih banyak.

    “Kritikan yang datang dari luar itu membangun tapi harus dilakukan secara fair dan terbuka,” tulis CZ.

    Di akhir utasnya, CZ mempublikasikan wawancara dirinya dengan Reuters yang dilakukan melalui email sebelum artikel tersebut diterbitkan dengan pesan “Jurnalisme itu sangat penting bagi pertumbuhan kami. Tapi kita harus sepakat untuk pemberitaan yang fair dan akurat sehingga industri kripto semakin maju.”

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 52% Investor Kaya di Asia Memiliki Kripto, Indonesia Salah Satunya

    Meracik portofolio investasi tentu akan berbeda bagi setiap individu karena berkaitan dengan besaran risiko yang dapat diambil, dan juga mengikuti perkembangan dari sentimen ekonomi global.

    Dalam sebuah penelitian dari Accenture diketahui bahwa, ada 52% investor kaya di Asia yang memiliki aset digital dalam portofolio mereka, seperti aset kripto, NFT dan crypto fund, di kuartal pertama tahun ini.

    Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa ada 7% dari portofolio investor kaya tersebut yang berupa aset digital. Crypto pun menjadi kelas aset terbesar nomor lima di Asia, yang mengungguli mata uang asing (valas), komoditas dan barang koleksi.

    Riset Accenture.

    Baca juga: Riset: Investor Kaya di Indonesia Banyak yang Mulai Investasi Aset Kripto

    Di atas aset digital, investor kaya di Asia lebih banyak memegang saham, reksadana dan properti. Diketahui pula, penelitian tersebut melihat akan ada 21% investor kaya yang akan memegang aset crypto di akhir tahun 2022.

    Penelitian tersebut telah menarik 3.200 responden melalui sebuah survei, yang semuanya memiliki aset yang diinvestasikan antara $ 100.000 sampai dengan $ 5.000.000.

    Survei tersebut mencakup investor kaya di negara Asia seperti China, Hong Kong, Indonesia, India, Jepang, Singapura, Malaysia dan Thailand. Dan pada kuartal pertama 2022, Indonesia dan Thailand menjadi negara dengan kepemilikan aset digital terbesar di wilayah Asia.

    Riset seperti ini juga dilakukan oleh pialang kripto Gemini yang menunjukkan 40% dari pemilik kripto membelinya di tahun 2021. Tahun ini adalah tahun ketika semua kripto naik secara signifikan. Indonesia adalah salah satu negara yang membeli aset kripto secara masif.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 8 Juni 2022: Pasar Kripto Comeback ke Zona Hijau

    Meski begitu, investor institusi masih dalam mode mengamati saja, belum ramai untuk ingin masuk ke industri crypto karena urusan regulasi masih belum dirampungkan.

    “Kami harus dapat memberikan pandangan yang terinformasi tentang kripto, yang memerlukan riset khusus,” papar Sacha Walker, kepada strategi dan operasi bisnis untuk wilayah Asia-Pasifik di Julius Baer

    Regulasi yang diperkirakan akan memicu peningkatan aliran dana ke pasar crypto dari institusi, masih dinantikan karena eksposur ke crypto dapat meningkat dan meluas dengan adanya kejelasan regulasi, termasuk perlindungan dana para investor.

    Ini akan sangat dinantikan karena diperkirakan akan membawa dasar yang positif bagi industri crypto dalam jangka panjang.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Kembali ke Harga $ 31 Ribu, Hati-hati False Breakout

    Harga Bitcoin kembali pulih dan menunjukan rally singkat ke harga $ 31 ribu pada perdagangan Rabu, 8 Juni 2022. Meski level ini adalah titik resistensi kuat bagi BTC, namun sejumlah analis skeptis dengan pergerakan tersebut. 

    Pergerakan harga jangka pendek Bitcoin saat ini mengingatkan pada aksi pasar pada 6 Juni lalu. Di mana saat itu BTC mampu memompa harga hingga ke level $ 31 ribu-32 ribu. Namun, aksi jual cepat mendorong harga BTC kembali tenggelam ke harga di bawah $ 30 ribu. 

    BTC/USDT 4 H. Tradingview

    Analis crypto dan pengguna Twitter pseudonim il Capo Of Crypto, membuat sebuah analisis yang menyoroti BTC saat ini masih terjebak pada level $ 31 ribu selama 60 hari. Di mana ketika menginjak level tersebut BTC kembali memantul. 

    grafik Bitcoin
    Grafik Bitcoin.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 8 Juni 2022: Pasar Kripto Comeback ke Zona Hijau

    Namun, menurut il Capo, yang perlu diwaspadai adalah rentang redistrubusi BTC yang menunjukan adanya potensi clean break atau penurunan ke harga $ 21-23 ribu. 

    “ Terobosan bersih dari kisaran rendah = leg terakhir turun dikonfirmasi = 21.000-23.000,” tulis il Capo. 

    Sementara itu, menurut analis pasar dan pengguna Twitter pseudonim Rekt Capital peregrakan 200 hari EMA (rata-rata pergerakan eksponensial) sebagai indikator utama yang harus diperhatikan.

    Menurut Rekt Capital level support di harga $ 20.000 perlu diwaspadai investor maupun ritel. “Maka itu bisa menyarankan bagian bawah $BTC dekat dengan area ~20.000,” tulis Rekt Capital. 

    Sumber: https://twitter.com/rektcapital/status/1534165559394410496

    BTC Belum Sentuh Harga Terendah

    Namun, yang tak kalah penting untuk perhatikan adalah terkait dengan siklus BTC yang saat ini cenderung mirip dengan siklus 2018. 

    Kontributor CryptoQuant, Venturefounder, menyebutkan jika ditilik dari pola historis setelah siklus halving bitcoin sebelumnya, maka harga terendah makro BTC saat ini berada di level $ 14-21.000. Ia menganalisis bahwa kemungkinan level tersebut akan terbentuk di enam bulan ke depan. 

    Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Gifto (GTO) dan Mithril (MITH)?

    “Dalam 670 hari ke depan, BTC akan menyerah dalam 6 bulan ke depan dan mencapai titik terendah ($14-21.000), kemudian memotong sekitar $28-40.000 di sebagian besar tahun 2023 dan berada di ~$ 40.000 lagi setelah halving berikutnya (2024),” tulis Venturefounder di akun Twitternya. 

    Pergerakan historis BTC selama tahun 2018, cukup relevan dengan fenomena saat ini. Saat itu, setelah mencapai $ 3.100 pada Desember 2018, Bitcoin berhasil pulih ke $ 13.800, namun tujuh bulan kemudian BTC kembali ke titik terendahnya pada Maret 2020 di harga $ 3.600.

    “Siklus 2018 terbawah, turun 28% dari harga realisasi. Perlu diingat harga realisasi hari ini adalah $ 24.000, bisa lebih rendah pada saat siklus terendah,” ujarnya.

    “Kami mungkin tidak berada di titik terbawah siklus, tetapi kami berada dalam kisaran titik terendah siklus BTC. Ini adalah yang terbaik yang dapat Anda lakukan ketika mengatur waktu siklus pasar.”

    Sumber





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Market Signal 8 Juni 2022: Pasar Kripto Comeback

    Market aset kripto pada tengah pekan kedua Juni 2022 bergerak lincah. Kinerja apik ditunjukan oleh 10 aset kripto berkapitalisasi besar atau big cap dalam 24 jam terakhir.

    Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) sukses tumbuh 5,79% dalam sehari terakhir dan kini berada di $ 31.131. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) naik 5,46% ke $ 1.826 di waktu yang sama.

    Altcoin lainnya, nilai XRP, Dogecoin (DOGE) dan Polkadot (DOT) kompak tumbuh di atas 2%. Selain itu, Cardano (ADA) bahkan sukses tembus peningkatan di atas 12% dalam 24 jam terakhir.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan salah satu sentimen positif yang mendorong kinerja kripto saat ini adalah pengajuan Rancangan Undang-Undang (RUU) dari dua Senator AS, Kirsten Gillibrand dan Cynthia Lummis, terkait regulasi aset digital. RUU tersebut menyiratkan bahwa dukungan perlindungan investor kripto.

    “RUU tersebut mencoba untuk mengatasi pertanyaan terbesar yang menggantung di atas aset digital. Ini akan menjawab ketidakpastian yang membuat sektor aset kripto yang masih muda ini bisa lebih matang dari sisi regulasi di AS,” kata Afid.

    Selain itu, event Austin Consensus 2022 yang digelar pada 9-12 Juni 2022 di Texas, AS bisa jadi alasan utama kenapa market melihat ke arah pullback. Di acara akbar itu, akan membahas perkembangan industri kripto, blockchain, web3 hingga metaverse.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

    Market Kripto bakal Pullback

    Afid juga mengungkap ke depan overall market akan ke arah pullback dalam jangka pendek. Sementara, jangka menengah masih melihat ke arah sideways. Acuannya dari Bitcoin masih kemungkinan besar akan diperdagangkan di range $ 28.800-$ 32.000.

    “Sentimen market sejatinya masih terpantau bearish. Pasalnya, kenaikan nilai aset kripto terbilang stagnan atau tidak signifikan. Kuat dugaan, investor masih enggan melakukan aksi beli, karena belum terlalu percaya diri di pasar kripto,” katanya.

    Namun, analisis firma investasi aset digital, Two Prime, melihat beberapa perusahaan manajemen investasi sengaja melakukan aksi beli di kondisi market saat ini, karena berharap harga aset kripto bisa menembus level resistance-nya. Mereka mau tak mau harus melakukan price actions yang kuat agar bisa mendulang cuan fantastis ketika bull market.

    Sentimen negatif yang memberatkan pergerakan market masih datang dari faktor pesimis investor adalah ketidakpastian makroekonomi ke depan. Bank Dunia baru-baru ini menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonominya di 2022 dari 4,9% ke 2,1%. Sementara itu, Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, mengatakan di hadapan Senat AS bahwa inflasi AS bakal terus menanjak.

    Di samping itu, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan kedua bulan Juni ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

    Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Gifto (GTO) dan Mithril (MITH)?

    Daftar 5 Aset Kripto Bullish

    1. Gala (GALA)

    Analisis teknikal Gala (GALA).

    GALA adalah token utilitas dari Gala Games, platform game blockchain yang berjalan di jaringan Ethereum dan Binance Smart Chain (BSC). Gala Games sendiri diluncurkan pada 2019, kini telah berkembang menjadi 1,3 juta pengguna aktif bulanan, dan 26.000 NFT telah terjual, dengan item paling mahal senilai $3 juta.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan token GALA akan menunjukan potensi bullish pada pekan ini. Penyebabnya dari sentimen positif, bahwa Gala Games akan meluncurkan game GRIT di Epic Games Store. Ini akan menjadi salah satu pengenalan game Web3 besar pertama bagi jutaan gamer tradisional.

    “Peluncuran GRIT di Epic Games Store akan jadi babak baru game Web3 NFT untuk masuk ke market game tradisional. Dampaknya token GALA yang menjadi utilitas dalam ekosistem Gala Games bisa melonjak harganya,” kata Afid.

    Dari analisis teknikal, nilai GALA sudah mulai merangkak naik. Diperkirakan akan terjadi kenaikan sebesar 17% dari harga $ 0,082 ke $ 0,093 dalam beberapa hari ke depan.

    Peringkat GALA di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #80, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 549.130.129. Jumlah koin yang beredar 6.977.205.436 koin GALA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    2. Cardano (ADA) 

    Analisis teknikal Cardano (ADA).

    Cardano (ADA) menjadi salah satu aset berkinerja baik di 10 besar kripto berdasarkan kapitalisasi pasar selama 2 hari terakhir. Harga ADA kemungkinan akan melonjak pada pekan ini hingga 16% dengan harga mencapai $ 0,68.

    Afid melihat kenaikan harga ADA didorong oleh sentimen positif di mana Cardano telah menarik perhatian investor institusi yang mengubah pandangan aset Bitcoin dan Ethereum. Mereka membuat para investor lebih baik memilih ADA karena percaya akan potensinya yang tinggi di masa depan.

    “Peningkatan minat pada ADA oleh whales ini telah memainkan peran dalam tren kenaikan baru-baru ini. Sementara itu, ADA juga memimpin kenaikan di antara 10 aset kripto terbesar dalam 2 hari terakhir,” jelas Afid.

    Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar selama batas bawah pada $ 0,58 masih terjaga, ADA masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 0,68 atau naik 16% dalam beberapa hari ke depan.

    Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #6, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 21.038.491.784. Jumlah koin yang beredar 33.934.048.406 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.

    3. Helium (HNT)

    Analisis teknikal Helium (HNT).

    Helium (HNT) adalah jaringan blockchain terdesentralisasi untuk perangkat Internet of Things (IoT). HNT memiliki utilitas yang menarik. Afid melihat HNT punya potensi untuk bullish pada pekan ini.

    Menurutnya sentimen positif yang didorong oleh pergantian proposal tata kelola HIP 51 untuk transisi dari struktur blockchain monolitik ke struktur blockchain modular. Arsitektur jaringan asli Helium dirancang untuk perangkat IoT dan protokol nirkabel LoRaWan.

    “Helium mulai berpikir tentang penskalaan di luar jaringan IoT dan menjadi platform terdesentralisasi yang dapat digunakan oleh semua jenis jaringan telekomunikasi lainnya, seperti 5G, WiFi, VPN, dan CDN. Peningkatan jaringan ini menjadi sentimen positif untuk nilai HNT,” ungkap Afid.

    Dari analisis teknikalnya, nilai HNT kemungkinan besar akan terjadi lonjakan sebesar 20% dari harga $ 10,41 ke $ 11,80 dalam beberapa hari ke depan. pergerakan HNT juga sudah menunjukan pola cup and handle yang menjadi sinyal bullish.

    Peringkat HNT di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #48, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 1.233.774.427. Jumlah koin yang beredar 119.278.318 koin HNT dan maksimal pasokan 223.000.000 koin HNT.

    Baca juga: Riset: Investor Kaya di Indonesia Banyak yang Mulai Investasi Aset Kripto

    4. Avalanche (AVAX)

    Analisis teknikal Avalanche (AVAX).

    Avalanche adalah blockchain yang dirancang Ava Labs sebagai jaringan terdesentralisasi yang aman dan terdistribusi secara global. Sementara, AVAX merupakan token native dari platform Avalanche yang digunakan sebagai alat tukar dalam ekosistem mereka. 

    Pergerakan nilai AVAX bisa bullish pada pekan ini, disebabkan keterlibatan Avalanche dalam acara Consensus 2022 by CoinDesk yang digelar 9-12 Juni 2022 di Texas, AS. Acara ini juga akan menjadi sentimen positif untuk market aset kripto secara keseluruhan.

    “Analisis teknikal AVAX memang dari jangka pendek telah terjadi penurunan. Namun, sudah ada pergerakan naik yang kemungkinan sebesar 10% dari $ 24,47 ke $ 26,87 bisa dicapai dalam beberapa hari ke depan,” ungkap Afid.

    Peringkat AVAX di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #15, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 6.843.227.253. Pasokan yang beredar 280.929.424 koin AVAX dan maksimal pasokan 720.000.000 koin AVAX.

    5. eCash (XEC)

    Analisis teknikal eCash (XEC).

    eCash (XEC) adalah aset kripto yang dikembangkan setelah hard fork dari blockchain Bitcoin Cash ABC. XEC juga merupakan rebranding dari Bitcoin Cash ABC (BCHA) dan memiliki teknologi dan fitur yang lebih baik. 

    Afid mengatakan XEC berpotensi bullish karena perbaikan dan peningkatan jaringan Electrum ABC 5.1.2. Jaringan ini dapat perbaikan bug, peningkatan, dan pembaruan pada header BIP71 yang membuat Electrum ABC kompatibel dengan dompet eCash lain seperti Badger Cash dan RaiPay.

    “Pergerakan XEC sudah perlahan naik. Kemungkinan besar Kemungkinan besar XEC dapat terus bergerak menuju harga $ 0.00006065 atau naik sekitar 13% dalam beberapa hari ke depan,” kata Afid.

    Peringkat XEC di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #53, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 1.062.706.558. Pasokan yang beredar 19.081.117.173.303 koin XEC dan maksimal pasokan 21.000.000.000.000 koin XEC.

    Daftar 5 Aset Kripto Bearish

    1. Ethereum (ETH)

    Analisis teknikal Ethereum (ETH).

    Ethereum (ETH) jadi aset kripto big cap yang berpotensi bearish pada pekan ini. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan gabungan faktor on-chain, fundamental dan teknis menunjukkan lebih banyak kerugian bagi Ethereum di masa depan.

    Lebih lanjut, Afid mengatakan dari data CoinShares pada 31 Mei lalu, terlihat investor telah menarik $ 250 juta dari dana investasi berbasis Ethereum pada tahun 2022. Arus keluar besar-besaran itu membuat harga ETH terus turun.

    “Penarikan dari dana Ethereum adalah tanda bagaimana crash di TerraUSD (UST) dan Terra (LUNA) telah mengurangi minat pada keseluruhan sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi),” kata Afid.

    Analisis teknis ETH mulai terlihat pola segitiga turun dan reverse cup and handle yang berisiko mengalami pergerakan bearish. Namun, ETH akan sedikit mengalami koreksi hingga harga $ 1.838, lalu turun sebesar 5% ke $ 1.731.

    Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 219.884.038.658. Pasokan yang beredar 121.089.053 koin ETH dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Baca juga: $750 Juta Posisi Short Rugi! Ethereum Kembali Pulih?

    2. STEPN (GMT)

    Analisis teknikal STEPN (GMT).

    STEPN (GMT) diperkirakan akan bearish pada pekan ini. Menurut Afid, ada beberapa faktor menyebab sentimen negatif yang membuat harga GMT turun.

    Salah satu yang palilng krusial peristiwa malang baru-baru ini yang terjadi pada STEPN membuat cibiran soal kegagalan game blockchain play-to-earn. STEPN mengalami 25 juta serangan DDOS yang dikirim ke server dalam waktu singkat. Hal ini menyebabkan beberapa pengguna dikeluarkan dari platform.

    “Dalam beberapa waktu terakhir STEPN, diamati ada banyak pemain menggunakan bot dan spoofing GPS untuk menggelembungkan jumlah token yang dihasilkan dengan menggunakan aplikasi. Jumlah pengguna yang terus meningkat adalah masalah utama yang dihadapi oleh game blockchain dengan model bisnis play-to-earn,” ujar Afid.

    Dalam 24 jam terakhir, token GMT telah mencatat penurunan. Analisis teknikalnya, harga GMT sudah turun secara perlahan, namun ada koreksi sesaat. GMT bisa alami penurnan harga hingga $ 0,90 atau turun 12% dari harga $ 0,97 selama beberapa waktu mendatang.

    Peringkat GMT di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #76, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 575.458.810. Jumlah koin yang beredar 600.000.000 koin GMT dan maksimal pasokan 6.000.000.000 koin GMT.

    3. Elrond (EGLD)

    Analisis teknikal Elrond (EGLD).

    Koin EGLD kemungkinan besar akan bearish pada pekan ini, karena sentimen negatif dari kabar Maiar, DEX utama yang menggunakan di Elrond Network telah dimatikan di tengah penyelidikan aktivitas mencurigakan.

    “Berita negatif dari adanya kemungkinan sabotase pada jaringan DEX, Maiar membuat harga EGLD tertekan. EGLD kemungkinan besar akan turun menuju harga $ 65,35 atau 11% dari $ 73,83,” kata Afid.

    Elrond sendiri adalah platform berbasis blockchain yang dibangun untuk menawarkan kecepatan transaksi yang sangat cepat dengan menggunakan sharding. Proyek ini menggambarkan dirinya sebagai ekosistem teknologi untuk internet baru, yang mencakup fintech, keuangan terdesentralisasi dan Internet of Things (IoT). 

    Peringkat EGLD di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #41, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 1.512.350.291. Pasokan yang beredar 22.381.068 koin EGLD dan maksimal pasokan 31.415.926 koin EGLD.

    4. Reserve Rights (RSR)

    Analisis teknikal Reserve Rights (RSR).

    Reserve Rights adalah platform stablecoin token ganda yang diluncurkan pada Mei 2019. Pengaturan token ganda Reserve Rights mencakup stablecoin yang dikenal sebagai Reserve stablecoin (RSV). 

    Token kedua adalah token Reserve Rights (RSR), yang digunakan untuk menjaga RSV stabil pada target harga $ 1 melalui sistem peluang arbitrase. RSR adalah sebuah token utilitas yang memungkinkan pemegang untuk memberikan hak suara atau voting pada proposal tata kelola.

    Afid melihat pergerakan RSR akan bearish pada pekan ini. Hal tersebut terlihat dari analisis teknikalnya, RSR sudah overbought dan membentuk pola reserve cup and handle sebagai sinyal bearish. “Penurunan RSR bisa sampai $ 0,00751 atau sekitar 16% dari harga $ 0,00899.”

    Peringkat RSR di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #175, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 138.151.544. Jumlah koin yang beredar 14.801.148.904 koin RSR dan maksimal pasokan 100.000.000.000 koin RSR.

    Baca juga: The Economist: 37% Peserta Survei Ingin Bitcoin Dilegalkan

    5. BNBDOWN (BNBDOWN)

    Analisis teknikal BNBDOWN (BNBDOWN).

    BNBDOWN sedang mengalami penurunan pada pekan ini. Menurut Afid, kondisi pergerakan BNB yang mulai naik turut berpengaruh negatif pada BNBDOWN.

    BNBDOWN bertujuan untuk menghasilkan keuntungan berlipat kali ketika harga BNB turun. Sedangkan BNBUP bertujuan memberikan keuntungan berlipat kali ketika harga BNB naik. Jumlah keuntungan yang berlipat kali ini ditetapkan di antara 1,25x dan 4x.

    “Pergerakan BNBDOWN sudah bergerak naik signifikan, kemungkinan akan koreksi dalam. Dari grafiknya menunjukkan sinyal bearish yang mengindikasikan tren penurunan harga. Harga BNBDOWN bisa turun 11% mencapai $ 0,05578 dari harga $ 0,06277,” pungkas Afid.

    Peringkat BNBDOWN di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #2934, dengan kapitalisasi pasar langsung tidak diketahui. Jumlah koin yang beredar dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

    Disclaimer

    Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Riset: Investor Kaya di Indonesia Banyak yang Mulai Investasi Aset Kripto

    Investasi aset kripto saat ini sudah menjadi pilihan yang penting untuk sebagian besar masyarakat Indonesia. Sebuah riset terbaru menemukan banyak dari investor kaya di Indonesia sudah masuk ke industri aset kripto untuk memperoleh keuntungan dari portofolionya.

    Menurut penelitian dari Accenture yang diterbitkan pada 6 Juni 2022, mengungkap investor kaya di Indonesia tidak malu memiliki beberapa bentuk aset digital selama kuartal I 2022. Riset itu bahkan menempatkan investor Indonesia paling banyak terjun ke dunia aset digital dibanding tujuh negara yang ditelitinya.

    Dibanding China, Hong Kong, India, Jepang, Malaysia dan Singapura, investor dari Indonesia dan Thailand masing-masing sebesar 9% melakukan investasi di aset digital. Aset digital yang dimaksud meliputi aset kripto, stablecoin dan crypto funds.

    Riset Accenture temukan investor kaya di Indonesia banyak yang sudah investasi aset kripto.
    Riset Accenture temukan investor kaya di Indonesia banyak yang sudah investasi aset kripto. Sumber: Accenture.

    Aset investasi lainnya dalam riset tersebut adalah mata uang asing, komoditas dan barang koleksi, dan dalam beberapa kasus setara atau melebihi jumlah yang diinvestasikan dalam ekuitas swasta/modal ventura dan hedge funds atau dana lindung nilai.

    Baca juga: 5 Alasan Bitcoin Jadi Investasi Jangka Panjang yang Lebih Baik daripada Emas

    Rata-rata Investor Kaya di Asia, Investasi di Kripto

    Accenture mengatakan survei dilakukan dengan lebih dari 3.200 klien di seluruh China, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Perusahaan mendefinisikan investor kaya sebagai siapa saja yang mengelola aset yang dapat diinvestasikan antara US$ 100.000 hingga US$ 1 juta.

    52% investor kaya di Asia memiliki portofolio investasi di aset kripto. Setiap negara yang diteliti membentuk rata-rata 7% dari portofolio investor yang disurvei punya kripto dan menjadikannya kelas aset terbesar kelima bagi investor di Asia.

    Meskipun setengah dari investor di Asia sudah memegang aset digital pada kuartal I 2022, penelitian Accenture menunjukkan bahwa 21% lebih lanjut diharapkan untuk berinvestasi di dalamnya pada akhir tahun 2022, yang berarti sebanyak 73% investor kaya Asia dapat memiliki aset digital.

    Riset Accenture paparkan risiko dari berbagai instrumen investasi.
    Riset Accenture paparkan risiko dari berbagai instrumen investasi. Sumber: Accenture.

    Baca juga: Investor Bitcoin Jangka Panjang Mulai Serok, Tanda Apa?

    Hambatan Pertumbuhan Investasi Kripto

    Dalam riset juga menemukan bahwa perusahaan manajemen kekayaan, yang menyediakan perencanaan keuangan, pajak, saran investasi dan perencanaan perumahan kepada klien mereka, lambat untuk naik pertumbuhan aset kripto. 67% perusahaan manajemen kekayaan mengatakan mereka tidak memiliki rencana untuk menawarkan produk atau layanan aset digital.

    “Perusahaan manajemen kekayaan, aset digital adalah peluang pendapatan senilai US$ 54 miliar, namun sebagian besar diabaikan.”

    Riset Accenture

    Perusahaan manajemen kekayaan mengaku kurangnya kepercayaan dan pemahaman tentang aset digital, pola pikir wait and see dan kompleksitas operasional meluncurkan penawaran aset digital sebagai alasan utama untuk menahan, mengarahkan investor untuk memprioritaskan inisiatif lain sebagai gantinya.

    Baca juga: $750 Juta Posisi Short Rugi! Ethereum Kembali Pulih?

    Accenture mengatakan akibat langkah yang lambat dari perusahaan manajemen kekayaan tersebut, membuat investor dipaksa untuk mendapatkan nasihat keuangan mereka tentang aset kripto dari sumber yang tidak dapat diandalkan. Namun, Accenture telah menekankan pentingnya perusahaan manajemen kekayaan untuk maju ke ruang aset digital, atau berisiko tertinggal.

    Pada bulan April, sebuah laporan oleh exchange global, Gemini menemukan bahwa adopsi kripto meroket pada tahun 2021, terutama di negara-negara seperti Indoneisa, India dan Hong Kong. Sekitar 45% responden di Asia Pasifik membeli aset kripto pertama mereka pada tahun 2021.



    Sumber : news.tokocrypto.com