Tag: crypto

  • Trump dan Putin Bertemu, Diplomasi Dramatis yang Tak Sentuh Kripto

    Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Anchorage, Alaska, yang berlangsung selama hampir tiga jam, nyatanya hanya meninggalkan slogan dan simbol.

    Pertemuan di antara kedua tokoh penting tersebut berakhir tanpa kesepakatan konkret mengenai gencatan senjata, invasi Ukraina, maupun membahas topik seputar kripto.

    Sementara itu, pasar kripto tampak lebih mementingkan fundamental ekonomi daripada gejolak diplomatik global.

    Baca Juga: Donald Trump Kaji Kebijakan 401(k), Dana Pensiun Warga AS Pakai Kripto?

    Diplomasi Dramatis

    Ketika Trump dan Putin saling menyampaikan “kemajuan signifikan” namun gagal mencapai kesepakatan nyata.

    Menurut laporan Cryptopolitan pada Sabtu (16/8), banyak pihak menyangka kripto bakal bergerak liar. Namun, pasar justru terlihat menangkap ini sebagai kabar basi.

    Bitcoin Tetap Stabil, Menandakan Kedewasaan Pasar

    ‘Berkat’ pertemuan Trump dan Putin, data menunjukkan Bitcoin hanya sempat turun mendekati $117 ribu, namun segera pulih ke hampir $118 ribu, tanpa reaksi dramatis terhadap summit tersebut.

    Hal ini mencerminkan pasar kripto mulai bergerak berdasarkan analisis makro dan teknikal, bukan berita politik semata.

    Trader Kripto: Lebih Fokus ke Zelenskiy, Bukan Kalahkan Bitcoin

    Sementara itu, platform prediksi Polymarket mencatat 88% trader yakin Trump akan menyebutkan Zelenskiy, sementara hanya 3% percaya Bitcoin akan disebut sama sekali—menegaskan bahwa dunia kripto “terlalu sibuk” untuk sekadar menonton politik.

    Pasar konvensional malah menunjukkan stabilitas. Pasar saham cenderung flat, minyak sedikit anjlok, USD melemah, dan emas secara marginal rebound. Kripto? Ikut tenang saja.

    Geopolitik vs Kripto: Siapa Kalah, Siapa Unggul?

    Di sisi lain, laporan dari Bitget menjelaskan bahwa dalam era ini, aset digital tidak fana dari krisis global—tetapi jauh lebih resilien.

    Dalam situasi seperti ini, investor lebih mengarah ke aset “safe-haven” seperti stablecoin daripada membuat panic selling secara impulsif.

    Sementara itu, survei AInvest menyiratkan bahwa turbulensi pasar kripto lebih dipicu oleh data ekonomi seperti data PPI atau rencana tarif ketimbang pertemuan politik seperti Trump dan Putin.

    Baca Juga: Vladimir Putin Isyaratkan Dukungan Terhadap Cryptocurrency

    Kripto Mulai Menjamah Kedewasaan Pasar Nyata

    Dengan demikian, geopolitik bukan lagi trigger langsung untuk fundamental makro di dunia kripto, melainkan teknikal yang kini jadi faktor utama.

    Trader kripto lebih peduli pada narrative global secara luas, bukan drama bilateral antara Trump dan Putin. Volatilitas juga tak muncul meski diplomasi gagal, memperlihatkan peningkatan kedewasaan pasar kripto itu sendiri.

    Akan tetapi, apakah artinya kripto telah matang karena tidak terpengaruh geopolitik? Mungkin belum sepenuhnya, tetapi perbedaan reaksinya terhadap summit ini menjadi tanda bahwa dunia aset digital perlahan beradaptasi menjadi instrumen keuangan yang lebih rasional, dan bukan sekadar alat spekulasi sensasional.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tembus $118 Ribu, Harga Bitcoin Dekati Puncak Tertinggi

    Bitcoin (BTC) kembali mencetak performa mengesankan di pasar kripto, menembus harga $118.421,64 atau sekitar Rp 1,88 miliar per koin (kurs Rp15.900/USD).

    Dengan kenaikan 1,67% dalam 24 jam terakhir, raja aset digital ini semakin dekat dengan rekor tertingginya di $123.091,61.

    Kenaikan ini membuat kapitalisasi pasar Bitcoin melesat ke $2,35 triliun, mempertegas dominasinya sebagai aset kripto nomor satu dunia.

    Volume perdagangan 24 jam tercatat mencapai $60,91 miliar, menandakan minat investor yang masih sangat tinggi.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 10 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 10 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Sentuh $116.737,50: Tanda Kembali ke Jalur Bullish?

    Performa Harga yang Konsisten

    Jika melihat tren harga Bitcoin dalam beberapa periode terakhir, data menunjukkan momentum bullish yang cukup solid:

    • Hari ini: naik $2.101,22 (+1,8%)
    • 30 hari terakhir: naik $1.647,09 (+1,41%)
    • 60 hari terakhir: naik $8.930,42 (+8,15%)
    • 90 hari terakhir: naik $14.525,82 (+13,97%)

    Kenaikan ini menunjukkan stabilitas tren positif yang konsisten, berbeda dengan pola volatilitas tajam yang sering terjadi di pasar kripto.

    Bahkan dalam 7 hari terakhir, BTC masih mencatatkan kenaikan 4,54%, mengindikasikan bahwa tekanan jual tidak terlalu signifikan.

    Mendekati Rekor Tertinggi

    Dengan harga tertinggi harian di $118.754,01, Bitcoin kini hanya terpaut sekitar 3,77% dari rekor all-time high (ATH) di $123.091,61.

    Banyak analis melihat ini sebagai peluang besar bagi BTC untuk segera menembus rekor tersebut, terutama jika sentimen pasar global tetap positif.

    Faktor pendorong utama kenaikan ini antara lain:

    1. Likuiditas tinggi – Volume perdagangan BTC yang mencapai puluhan miliar dolar per hari menjaga kestabilan harga.
    2. Penawaran terbatas – Dengan sirkulasi 19,90 juta BTC (94,78% dari total 21 juta BTC yang akan pernah ada), kelangkaan semakin mendukung apresiasi harga.
    3. Minat institusional – Adopsi Bitcoin oleh lembaga keuangan besar dan peluncuran produk ETF berbasis BTC turut meningkatkan permintaan.

    Analisis Teknis: Momentum Bullish Masih Terjaga

    Secara teknikal, Bitcoin kini berada di jalur bullish yang kuat. Kenaikan harga dalam jangka menengah (60–90 hari terakhir) menunjukkan tren uptrend sehat dengan koreksi yang terkendali.

    Level support terdekat berada di kisaran $116.410, sementara resistance kuat berada tepat di bawah ATH di kisaran $122.000 – $123.000.

    Jika breakout di atas $123.000 terjadi dengan volume tinggi, analis memprediksi target harga selanjutnya bisa mengarah ke $130.000 dalam jangka pendek.

    Sebaliknya, jika koreksi terjadi, BTC kemungkinan akan bertahan di area $115.000 – $116.000 sebelum memantul kembali.

    Optimisme Pasar & Narasi Makro

    Kenaikan Bitcoin juga didorong oleh sentimen positif dari kondisi makroekonomi global. Beberapa faktor yang memberi angin segar pada pasar antara lain:

    • Ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral utama yang mendorong investor mencari aset lindung nilai.
    • Krisis likuiditas mata uang fiat di beberapa negara, yang membuat BTC menjadi alternatif penyimpan nilai.
    • Adopsi regulasi positif di sejumlah wilayah, terutama terkait pengakuan aset kripto sebagai instrumen investasi resmi.

    Selain itu, momentum menjelang Bitcoin Halving berikutnya (diperkirakan April 2028) mulai menjadi perbincangan.

    Secara historis, halving sering memicu lonjakan harga signifikan dalam 12–18 bulan setelahnya karena pasokan baru BTC yang berkurang.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Stabil di Atas $116.000, Pasar Menanti Pemicu Kenaikan

    Dengan posisi harga yang semakin dekat ke rekor tertinggi dan fundamental yang kuat, Bitcoin kembali membuktikan statusnya sebagai aset kripto paling tangguh di pasar.

    Keterbatasan pasokan, minat institusional, serta sentimen positif dari kondisi ekonomi global menjadi kombinasi yang mendorong BTC menuju potensi kenaikan lebih lanjut.

    Bagi investor, fase ini menjadi momen penting untuk mengamati pergerakan harga secara cermat. Jika BTC berhasil menembus ATH, potensi rally ke $130.000 bahkan lebih tinggi terbuka lebar.

    Namun, volatilitas tetap menjadi karakter utama pasar kripto, sehingga manajemen risiko harus tetap menjadi prioritas.

    Bitcoin saat ini bukan hanya sekadar aset digital, melainkan telah menjadi simbol dari perubahan paradigma finansial global.

    Dengan tren yang ada, cerita perjalanannya tampaknya baru saja memasuki babak baru.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Fan Token Sepak Bola Terbaik: Mengenal dan Memahami Risikonya

    Kemunculan fan token telah menjadi salah satu fenomena menarik di dunia kripto dalam beberapa tahun terakhir. Tren ini semakin populer di kalangan pendukung klub sepak bola. Fan token bukan hanya sekadar aset digital, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi penggemar untuk terlibat lebih dekat dengan tim kesayangan mereka, bahkan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.

    Artikel ini akan membahas apa itu fan token, cara kerjanya, fan token populer di dunia sepak bola, serta peluang dan risikonya bagi investor.

    Apa Itu Fan Token?

    Secara sederhana, fan token adalah aset digital yang diterbitkan oleh klub atau organisasi untuk para pendukungnya. Token ini biasanya digunakan untuk:

    • Membeli merchandise atau produk resmi klub.
    • Mengakses layanan eksklusif.
    • Memberikan suara dalam polling klub.
    • Mengikuti program reward atau mendapatkan pengalaman VIP.

    Berbeda dengan NFT yang unik dan tidak dapat dipertukarkan, fan token bersifat fungible seperti uang, sehingga bisa diperdagangkan di bursa kripto atau ditukar dengan mata uang fiat.

    Paris Saint-German Fan Token (PSG)
    Ilustrasi aset kripto Paris Saint-German Fan Token (PSG).

    Baca juga: OG Fan Token Meroket 74% dalam Sebulan: Apa yang Dilirik Investor?

    Bagaimana Cara Kerjanya?

    Fan token biasanya berjalan di atas platform berbasis blockchain. Salah satu yang paling dominan adalah Chiliz, dengan ekosistem Socios.com sebagai pusat interaksi penggemar.
    Pemegang token dapat:

    • Menggunakan token untuk membeli produk/layanan.
    • Ikut voting dalam keputusan klub (misalnya desain jersey atau lagu kemenangan).
    • Menukar token dengan kripto lain di bursa.
    • Mengakses hadiah eksklusif atau tiket VIP.

    Platform Utama: Chiliz dan Socios

    • Chiliz (CHZ) adalah token utama yang digunakan untuk membeli fan token di ekosistem Socios. CHZ tersedia di blockchain seperti Binance Smart Chain, Ethereum, dan Tron.
    • Socios.com menjadi platform utama untuk interaksi dan voting penggemar, dengan mitra besar seperti FC Barcelona, Manchester City, Juventus, AC Milan, dan Paris Saint-Germain.

    Fan Token Sepak Bola Terpopuler

    Berikut beberapa fan token yang populer dan aktif diperdagangkan:

    1. AC Milan (ACM)
      Memungkinkan fans memilih desain jersey, acara khusus, hingga nama fasilitas latihan. Pemegang ACM juga bisa mendapatkan poin reward, akses VIP, dan merchandise resmi.
    2. Juventus (JUV)
      Diluncurkan sejak 2019, JUV memberi hak suara kepada fans untuk memilih bus resmi hingga lagu gol tim. Pemegang token juga bisa mendapatkan NFT dan hadiah VIP.
    3. Manchester City (CITY)
    Ilustrasi CITY token kripto dari penggemar klub sepak bola Manchester City.
    Ilustrasi CITY token kripto dari penggemar klub sepak bola Manchester City.
    1. Pemegang CITY dapat memilih pesan di ban kapten, mengunjungi stadion, atau mendapatkan diskon khusus. Interaksi digital ini memperkuat keterikatan fans dengan klub.
    2. Paris Saint-Germain (PSG)
      Fan token PSG memberi akses ke undian hadiah tiket VIP hingga uang tunai. Popularitasnya melonjak ketika Lionel Messi bergabung ke klub pada 2021, memicu kenaikan harga lebih dari 50%.

    Mengapa Layak Dipertimbangkan?

    Ada tiga alasan utama mengapa investor melirik fan token:

    1. Potensi kenaikan harga karena jumlahnya terbatas dan permintaan dari basis penggemar besar.
    2. Keterlibatan langsung dalam pengambilan keputusan klub.
    3. Nilai emosional — mendukung tim favorit sekaligus berinvestasi.

    Risiko yang Perlu Diperhatikan

    Meski menarik, fan token memiliki risiko yang signifikan:

    • Nilai sangat dipengaruhi performa klub dan momen besar (contoh: transfer pemain bintang).
    • Ketergantungan pada platform — jika dukungan platform berakhir, token bisa kehilangan nilai.
    • Volatilitas harga yang tinggi seperti aset kripto lainnya.

    Contoh nyata adalah lonjakan harga fan token PSG saat Messi bergabung, yang kemudian turun ketika hype mereda.

    Fan token menggabungkan dunia olahraga dan teknologi blockchain dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya. Bagi fans, ini adalah kesempatan untuk lebih dekat dengan klub. Bagi investor, ini adalah aset berisiko tinggi namun berpotensi menguntungkan.
    Kuncinya: lakukan riset mendalam, pahami fungsinya, dan investasikan sesuai kemampuan risiko Anda.

    Baca juga: AS Roma Fan Token Meledak 68%, Bukti Antusiasme Fans


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 3 Strategi Buy the Dip Bitcoin yang Bisa Dicoba Saat Pasar Lesu

    Pasar kripto sedang lesu? Justru ini saatnya buy the dip. Dalam kondisi sideways dan minim volatilitas, strategi seperti DCA, analisis RSI oversold, dan pantauan data on-chain bisa jadi senjata ampuh untuk menangkap peluang akumulasi Bitcoin.

    Yuk, simak langsung 3 strateginya yang bisa kamu terapkan!

    Mengapa Momen Pasar Lesu Jadi Peluang Buy the Dip?

    Kondisi pasar yang lesu sering kali dianggap tidak menyenangkan bagi para trader karena pergerakan harganya yang stagnan—hanya memantul antara level support dan level resistance. 

    Tapi dengan memanfaatkan momentum seperti saat harga turun mencapai level support, kamu bisa melakukan buy the dip untuk membeli dan menjualnya saat harga kembali mengunjungi level resistance.

    Baca juga: Apa itu swing Trading dan Bagaimana Cara Swing Trading Crypto?

    Buy the Dip dengan Dollar Cost Averaging (DCA)

    Saat harga lesu dan cenderung sideways, kamu bisa memanfaatkan momen ketika harga mengunjungi level support untuk melakukan pembelian. 

    Alih-alih melakukan pembelian secara serampangan tanpa melihat level support dan resistance, akan lebih baik jika kamu membeli dengan metode DCA (Dollar Cost Averaging) ketika harga menyentuh level support dan jika harga kembali menguji level support berikutnya dalam tren yang masih valid, kamu dapat melakukan buy the dip kembali—contohnya seperti gambar di bawah ini:

    Contoh buy the dip dengan support dan resistance.

    Memanfaatkan level support dan resistance seperti gambar di atas adalah salah satu cara sederhana untuk melakukan buy the dip di saat harga lesu dan sideways. 

    Namun, penting untuk diingat bahwa identifikasi level entry saja tidak cukup. Kamu juga perlu menerapkan manajemen risiko yang disiplin, seperti penggunaan stop-loss di bawah area support, guna melindungi modal dari potensi breakdown.

    Baca juga: Apa Itu Buy the Dip dalam Trading Bitcoin? Panduan untuk Pemula

    Buy the Dip di Area RSI Oversold

    Kamu bisa menggunakan indikator seperti RSI (Relative Strength Index) untuk mencari kondisi jenuh jual (oversold)

    Caranya dengan memperhatikan indikator RSI, jika RSI berada di bawah 30 dan harga mendekati level support historis, itu bisa jadi momen tepat untuk mulai beli bertahap.

    Contoh RSI sebagai indikator buy the dip.

    Nah terlihat dari gambar di atas, setiap RSI kurang lebih menyentuh angka 30 dan bertepatan dengan level support—harga cenderung memantul dari ‘dip’-nya.

    Jadi jika kamu sebelumnya hanya memanfaatkan level support dan resistance untuk membeli, kamu juga bisa tambahkan indikator RSI sebagai pendukung. Jika kamu menggunakan aplikasi Tokocrypto, cara untuk aktifkannya sangat mudah:

    1. Buka aplikasi Tokocrypto dan masuk menu ‘Pasar’
    2. Cari aset kripto — contoh: BTC/USDT
    3. Pilih ‘RSI’ pada bagian bawah chart harga
    4. Amati saat RSI turun ke bawah angka 30 yang menandakan kondisi oversold
    5. Tunggu konfirmasi pembalikan arah

    Baca juga: Apakah Itu Stochastic RSI?

    Buy the Dip Berdasarkan Data On-Chain

    Whale, sebutan untuk pemilik aset kripto dengan jumlah besar—seringkali membeli dalam jumlah besar saat pasar lesu. Salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan melihat pergerakan transfer dari exchange ke dompet pribadi.

    Karena kripto bersifat transparan, kamu dapat melihat dengan jelas transaksi pengiriman Bitcoin dari exchange ke dompet pribadi (outflow). Jika banyak Bitcoin yang keluar dari exchange ke dompet pribadi, itu tanda bahwa investor mulai mengakumulasi karena mereka percaya dengan pergerakan harga ke depannya.

    Namun jika banyak transaksi yang menunjukkan banyak Bitcoin yang dikirimkan ke exchange (inflow), bisa jadi tekanan jual akan meningkat. 

    Berikut contoh indikator untuk mengetahui banyaknya Bitcoin yang keluar dari exchange ke dompet pribadi (outflow):

    Data Bitcoin outfolow. Sumber data: CryptoQuant.

    Terlihat beberapa spike outflow dari exchange ke dompet pribadi ketika harga mengalami penurunan saat sideways dan diikuti oleh kenaikan harga setelahnya.

    Baca juga: Tips Deteksi Pergerakan Whale Lewat Volume dan Aktivitas Dompet

    Tips: Gunakan Fitur 0% Biaya Trading Ketika Buy the Dip

    Setelah kamu mengetahui strategi untuk buy the dip, agar makin untung kamu bisa gunakan fitur Beli/Jual yang ada di aplikasi Tokocrypto untuk pembelian yang cepat dengan 0% biaya trading.

    Cara untuk gunakan fiturnya gampang:

    1. Buka aplikasi Tokocrypto dan login ke akun Tokocrypto kamu dan lakukan deposit dengan minimal Rp50.000.
    2. Kemudian pilih menu “0 Fee”.
    3. Pada halaman Beli/Jual, pilih Dari dengan “IDR” dan Ke dengan “Bitcoin”.
    4. Masukkan jumlah pembelian.
    5. Klik “Pratinjau Konversi”.

    Nah, gampang banget bukan? Jangan lupa buat gabung juga di Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kapan Waktu Terbaik untuk Buy the Dip Saat Harga Bitcoin Turun?

    Meskipun terdengar sederhana, nyatanya strategi buy the dip tidak semudah yang dibayangkan. Salah membeli di saat pasar harga bearish misalnya, bisa terjebak dalam tren harga yang terus menurun.

    Artikel ini akan membahas kapan waktu terbaik untuk buy the dip saat harga Bitcoin turun, kenapa tidak semua penurunan layak dibeli, dan tentu saja, bagaimana cara menentukan waktu terbaik untuk masuk pasar saat Bitcoin sedang ‘dip’.

    Kapan Waktu Terbaik untuk Buy the Dip?

    Membeli saat terjadi penurunan atau buy the dip tidak berarti kamu langsung membeli tanpa memperhatikan indikator lain seperti teknikal dan berita yang sedang menjadi narasi dominan.

    Waktu terbaik buy the dip adalah ketika harga turun dalam konteks koreksi — namun, masih bullish dalam time frame yang besar. Sebab, koreksi biasanya terjadi dalam tren naik, dan harga turun sementara sebelum kembali melanjutkan kenaikan.

    Jika harga sedang dalam tren (bearish), melakukan buy the dip justru bisa membuat posisi trading kamu terjebak dalam posisi rugi (floating loss: kerugian sementara yang belum terealisasi) karena karena dalam time frame jangka panjang harga terus mengalami penurunan.

    Baca juga: Apa Itu Buy the Dip dalam Trading Bitcoin? Panduan untuk Pemula

    Buy the Dip ≠ Asal Beli Waktu Koreksi

    Banyak pemula salah kaprah dalam memahami strategi Buy the Dip dan mengira bahwa selama harga turun — bahkan hanya 2–3% itu artinya saat yang tepat untuk membeli. Padahal, tidak semua penurunan adalah “dip” yang ideal.

    Sebelum membeli kamu perlu mengetahui kondisi pasar secara keseluruhan dan melakukan analisa baik secara teknikal atau fundamental. Tanpa analisa ini kamu bisa saja malah membeli di tengah penurunan yang lebih dalam atau bahkan di awal fase bear market.

    Cobalah mulai dengan pertanyaan-pertanyaan seperti di bawah ini sebelum melakukan pembelian:

    • Apakah penurunan ini wajar dan hanya sekadar koreksi sehat?
    • Apakah ini hasil dari panic sell jangka pendek atau dapat menjadi penurunan jangka panjang?
    • Apakah ada tanda-tanda bahwa pasar akan pulih, atau justru akan semakin tertekan?
    • Apa yang menyebabkan penurunan?
    • Apakah secara time frame besar harga mengalami kenaikan?
    • Apakah kamu punya rencana entry, exit, dan stop loss yang matang?
    • Serta pertanyaan-pertanyaan lainnya yang berkaitan dengan fundamental, berita, dan teknikal.

    Indikator untuk Menentukan Waktu Buy the Dip 

    Saat harga Bitcoin turun, tidak semua penurunan layak dibeli. Berikut indikator sederhana yang bisa membantu kamu menentukan waktu terbaik:

    1. RSI (Relative Strength Index) di Bawah 30

    RSI mengukur kekuatan momentum harga. Jika RSI Bitcoin berada di bawah 30, ini menandakan kondisi oversold—sinyal untuk potensi rebound.

    2. Area Level Support

    Cek grafik pergerakan harga dan identifikasi zona support historis. Jika harga menyentuh titik ini dan mulai membentuk pola pantulan (reversal), itu bisa jadi momen strategis untuk buy the dip.

    3. Moving Average

    Indikator MA bisa kamu gunakan membantu kamu menentukan waktu buy the dip, contohnya ketika harga Bitcoin terkoreksi menyentuh garis MA200, sering dianggap undervalued dan pas untuk buy the dip.

    4. Fear and Greed Index

    Sentimen pasar mencerminkan suasana hati kolektif investor, apakah mereka sedang merasa optimistis (greedy) atau pesimistis (fearful). Momen fear yang didukung dengan analisa teknikal, bisa jadi momen buy the dip.

    Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Indikator Relative Strength Index (RSI) atau Dasar-Dasar Konsep Level Support dan Resistance

    3 Momen yang Pas untuk Buy the Dip

    1. Saat Terjadi Panic Selling

    Saat pasar panik dan harga aset jatuh drastis, banyak investor menjual karena ketakutan, bukan karena analisis. Tapi justru di momen seperti ini, banyak orang menjual dengan harga undervalued—jangan lupa gunakan indikator seperti RSI, EMA, atau Fibonacci untuk mengidentifikasi titik masuk yang ideal.

    2. Di Fase Konsolidasi Setelah Dump Besar

    Setelah penurunan ekstrem, harga biasanya masuk fase tenang (sideways). Ini waktu yang bagus untuk mulai membeli bertahap menggunakan strategi DCA (Dollar-Cost Averaging).

    3. Setelah Konfirmasi Reversal

    Alih-alih menebak dan mencoba membeli di harga bottom, tunggu sinyal konfirmasi—seperti candlestick bullish engulfing, breakout dari zona resistance kecil, atau kenaikan RSI. Ini lebih aman daripada menebak dip yang ternyata masih turun lagi.

    Tools dan Aplikasi yang Kamu Gunakan untuk Buy the Dip

    Tools Kegunaan
    Tokocrypto Fitur alert harga dan beli dengan 0% trading fee
    CoinMarketCap Data harga dan volume pasar
    Whale Alert Update terbaru dari pergerakan whale
    TradingView Analisa teknikal lengkap dan indikator kustom
    CoinGlass Pantau sentimen melalui Fear & Greed Index

    Baca juga: Cara Mudah Implementasi AI Trading dengan ChatGPT dan Incite AI untuk Pemula

    Tips Tambahan untuk Buy the Dip

    • Jangan pakai seluruh modal sekaligus, usahakan beli bertahap saat harga terus turun dengan metode DCA.
    • Pakai alert otomatis, seperti yang ada di aplikasi Tokocrypto agar kamu tidak melewatkan momen penting.
    • Gabungkan analisa teknikal dan sentimen dan jangan hanya mengandalkan satu pendekatan.
    • Tentukan level cut loss, jangan terbawa emosi dan berharap harga akan pulih selalu.
    • Gunakan fitur seperti Beli/Jual di Tokocrypto yang memungkinkan kamu transaksi kripto instan dengan 0% biaya trading.
    Klik gambar untuk mulai investasi dengan deposit mulai dari Rp50.000!

    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Top Crypto Gaming 2025: Koin GameFi yang Wajib Dipantau

    Sektor crypto gaming atau GameFi terus menunjukkan pertumbuhan eksponensial, didorong oleh kemajuan teknologi, kolaborasi dengan perusahaan gim arus utama, dan meningkatnya minat dari institusi besar pada tahun 2025. Gim berbasis blockchain kini menyumbang porsi signifikan dalam aktivitas harian decentralized application (dApp), sementara permintaan investor terhadap token GameFi terus meroket. Kapitalisasi pasar industri ini bahkan telah melampaui $15 miliar, menurut data CoinMarketCap.

    Raksasa industri seperti Ubisoft, Square Enix, dan Epic Games kian mendalami investasi mereka di Web3. Di sisi lain, kemunculan solusi Layer 2 dan pasar terdesentralisasi berhasil meningkatkan skalabilitas dan utilitas token game. Dari MMORPG hingga model play-to-earn, koin-koin GameFi kini menjadi pusat inovasi dan daya tarik budaya, menjadikannya sektor yang menjanjikan bagi investor kripto maupun tradisional.

    Namun sebelum menyoroti proyek-proyek terdepan, mari kita pahami lebih dulu apa itu crypto gaming coins dan mengapa analis seperti Arthur Hayes percaya bahwa sektor ini akan memainkan peran penting dalam adopsi Web3 berikutnya.

    Apa Itu Crypto Gaming Coins?

    Crypto gaming coins atau token GameFi adalah aset kripto yang dirancang untuk menjadi bahan bakar dalam ekosistem gim berbasis blockchain. Tidak seperti mata uang dalam gim tradisional, token ini biasanya berada di jaringan blockchain publik seperti Ethereum, BNB Chain, atau Polygon, dan memiliki berbagai fungsi: memberi imbalan kepada pemain, memfasilitasi perdagangan aset digital, hingga partisipasi dalam tata kelola proyek.

    Daya tarik utamanya terletak pada kemampuannya menghubungkan dunia digital dengan nilai nyata, menciptakan ekonomi pemain yang dinamis melalui NFT, staking, dan decentralized governance. Dukungan komunitas dan keterlibatan di media sosial—seperti Discord, Telegram, dan X (sebelumnya Twitter)—berperan besar dalam pertumbuhan dan daya tarik token-token ini.

    Deretan Token GameFi Terbaik di 2025

    Berikut ini adalah beberapa proyek token gaming dengan kapitalisasi pasar besar, pengembangan aktif, dan daya tarik sosial tinggi berdasarkan data terbaru dari CoinMarketCap dan CoinGecko:

    1. NOTCOIN (NOT)

    Ilustrasi Notcoin (NOT).
    Ilustrasi Notcoin (NOT).

    Awalnya hadir sebagai gim clicker viral di Telegram, NOTCOIN kini menjadi sensasi global dengan lebih dari 30 juta pengguna dalam hitungan bulan. Peluncurannya di jaringan TON pada Mei 2024 langsung memicu lonjakan minat.

    Kapitalisasi Pasar: $343 juta
    Kelebihan:

    • Integrasi mulus dengan Telegram
    • Pertumbuhan pengguna yang sangat cepat
    • Dukungan influencer seperti Durov

    Kekurangan:

    • Terlalu bergantung pada Telegram
    • Gameplay masih sederhana
    • Rentan terhadap spekulasi pasar

    2. Immutable (IMX)

    Analisis Harga IMX. Sumber: TradingView.
    Analisis Harga IMX. Sumber: TradingView.

    Token IMX mendukung Immutable X, solusi Layer 2 di Ethereum untuk perdagangan NFT tanpa gas fee. Proyek ini telah mendukung gim-gim populer seperti Gods Unchained dan Illuvium.

    Kapitalisasi Pasar: $1,2 miliar
    Kelebihan:

    • Infrastruktur terbukti kuat
    • Mitra IP gim ternama
    • Transaksi cepat dan ramah lingkungan

    Kekurangan:

    • Persaingan ketat dari Polygon dan Ronin
    • Harga tergantung pada pasar NFT

    Baca juga: GameFi Terpanas: 3 Token Gaming Teratas yang Siap Meledak di 2025

    3. Gala (GALA)

    Ilustrasi aset kripto GALA.
    Ilustrasi aset kripto GALA.

    Gala Games tak hanya fokus pada gim, tetapi juga musik dan film berbasis blockchain. Dengan peluncuran GalaChain, proyek ini mempercepat dan memangkas biaya transaksi dalam ekosistemnya.

    Kapitalisasi Pasar: $907 juta
    Kelebihan:

    • Ekosistem hiburan yang beragam
    • Mitra AAA studio ternama
    • Biaya transaksi rendah lewat GalaChain

    Kekurangan:

    • Ambisi besar dapat membebani roadmap
    • Kompetisi tinggi di sektor Web3 hiburan

    4. Axie Infinity (AXS)

    Ilustrasi Axie Infinity (AXS).
    Ilustrasi Axie Infinity (AXS).

    Meskipun hype play-to-earn sempat meredup, Axie Infinity terus berinovasi dengan pembaruan gameplay dan peluncuran Axie Core. Fokus pada eSports dan komunitas Asia Tenggara jadi pilar utamanya.

    Kapitalisasi Pasar: $512 juta
    Kelebihan:

    • Ekosistem GameFi tertua dan teruji
    • Blockchain Ronin yang efisien
    • Turnamen global dan update rutin

    Kekurangan:

    • Tekanan regulasi
    • Bergantung pada pertumbuhan pemain baru

    5. The Sandbox (SAND)

    Kripto The Sandbox naik lebih dari 8%. Foto: The Sandbox.
    Aset kripto The Sandbox. Foto: The Sandbox.

    Metaverse berbasis voxel ini memungkinkan pengguna dan brand membangun serta memonetisasi pengalaman virtual. Kolaborasi dengan Adidas, Snoop Dogg, dan Warner Music jadi nilai tambah besar.

    Kapitalisasi Pasar: $847 juta
    Kelebihan:

    • Kolaborasi dengan brand ternama
    • Ekonomi kreator yang aktif
    • Event komunitas rutin

    Kekurangan:

    • Biaya tinggi untuk kepemilikan LAND
    • Aktivitas terpengaruh tren NFT

    6. Enjin Coin (ENJ)

    Ilustrasi Enjin coin.
    Ilustrasi Enjin coin.

    Enjin menyediakan toolkit lengkap bagi developer untuk menciptakan dan mengelola aset NFT lintas platform. Peluncuran Enjin Blockchain menurunkan biaya dan meningkatkan kecepatan.

    Kapitalisasi Pasar: $165 juta
    Kelebihan:

    • Dukungan SDK lengkap untuk developer
    • Fokus pada kepemilikan aset digital
    • Kompatibel dengan banyak game

    Kekurangan:

    • Bersaing dengan Layer 2 lain yang berkembang pesat
    • Rentan terhadap volatilitas pasar NFT

    7. Illuvium (ILV)

    Illuvium ILV
    Illuvium ILV

    Illuvium adalah RPG dunia terbuka dengan kualitas grafis AAA yang dibangun di Immutable X. Dengan mode battle kompetitif dan NFT eksklusif, proyek ini menarik banyak perhatian.

    Kapitalisasi Pasar: $112 juta
    Kelebihan:

    • Kualitas grafis tinggi dan mekanik inovatif
    • Bebas gas fee karena pakai Immutable X
    • Lore dan roadmap yang terus berkembang

    Kekurangan:

    • Biaya pengembangan dan pemasaran tinggi
    • Harga sangat terpengaruh oleh tren NFT

    Baca juga: Sekuya dan Kebangkitan IP Lokal Indonesia di Jagat GameFi

    Kesimpulan

    Crypto gaming di tahun 2025 menjadi ladang subur bagi inovasi dan peluang investasi. Proyek seperti NOTCOIN, IMX, GALA, AXS, SAND, ENJ, dan ILV menjadi pionir dalam membentuk masa depan Web3 hiburan. Namun, investor tetap perlu bijak dan melakukan riset mendalam karena sektor ini penuh volatilitas, tekanan regulasi, dan persaingan ketat.

    Seperti yang sering disampaikan oleh tokoh-tokoh kripto seperti Arthur Hayes dan Alex Becker, GameFi memang menjanjikan, tapi hanya mereka yang memiliki pemahaman dan strategi yang baik yang bisa memetik hasil maksimal di era baru ini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Buy the Dip dalam Trading Bitcoin? Panduan untuk Pemula

    Pernah dengar istilah buy the dip tapi belum mengerti apa maksudnya? Berikut penjelasan dan contoh dari buy the dip yang bisa kamu lakukan, terutama untuk pemula.

    Apa itu Buy the Dip?

    Buy the Dip adalah ketika kamu melakukan pembelian aset investasi disaat harga mengalami penurunan yang cukup tajam, dengan tujuan mengantisipasi adanya pembalikan harga sehingga pembelian tadi bisa jadi profit.

    Gambar contoh buy the dip di pasar bullish.

    Membeli dengan strategi buy the dip disaat harga mengalami penurunan dapat menguntungkan, jika secara jangka panjang aset tersebut mengalami kenaikan positif (bullish).

    Namun, strategi buy the dip ini juga bisa merugikan jika secara jangka panjang performa aset tersebut mengalami penurunan (bearish).

    Gambar contoh buy the dip di pasar bearish.

    Nah dari kedua skenario diatas sudah tahu kan, kapan waktu yang cocok untuk menggunakan strategi buy the dip? Yakni saat harga aset mengalami kenaikan dalam jangka panjang atau saat pasar sedang bullish.

    Baca juga: BTC vs ETH: Mana yang Lebih Baik untuk Investasi Kripto Pertama?

    Mengapa Banyak Trader Menggunakan Strategi Ini?

    Optimisme terhadap pertumbuhan jangka panjang: Banyak orang percaya bahwa harga Bitcoin akan terus naik dalam jangka panjang.

    Psikologi pasar: Ketika harga turun tajam, trading yang yakin dengan potensi jangka panjang melihatnya sebagai momen ‘diskon’.

    Tren historis: Secara historis, Bitcoin sering kali mengalami pemulihan yang signifikan setelah penurunan drastis.

    Baca juga: Intip 4 Strategi AI Trading Crypto yang Bisa Dicoba!

    Bagaimana Cara untuk ‘Buy the Dip’ di Bitcoin

    Untuk menerapkan strategi ini, kamu tidak bisa hanya mengandalkan insting. Kamu perlu memahami pergerakan harga, analisis teknikal, dan berita pasar.

    Menganalisis Grafik Harga Bitcoin

    Grafik adalah sahabat terbaik trader. Kamu bisa melihat support dan resistance, mengenali pola penurunan yang wajar atau justru tanda-tanda tren bearish panjang. Pengetahuan ini membantu kamu menghindari membeli terlalu cepat.

    Menggunakan Indikator Teknikal

    Selain support dan resistance, kamu bisa menggunakan indikator teknikal seperti RSI, MA, bollinger bands, dan indikator teknikal lainnya yang bisa memberikan gambaran lebih lengkap sebelum memutuskan untuk beli saat harga turun.

    Sentimen Pasar

    Sentimen pasar mencerminkan suasana hati kolektif investor, apakah mereka sedang merasa optimistis (greedy) atau pesimistis (fearful). Momen fear yang didukung dengan analisa teknikal, bisa jadi momen buy the dip.

    Contoh Buy the Dip dengan Relative Strength Index

    Mari kita bayangkan kamu sedang memantau pergerakan harga Bitcoin, dan kamu tertarik membeli saat terjadi koreksi. Untuk menentukan apakah saat itu adalah “dip” yang ideal, kamu bisa menggunakan RSI sebagai panduan seperti gambar di bawah ini:

    Gambar contoh buy the dip dengan RSI.

    Nah jika dilihat dari contoh grafik harga di atas, RSI bisa kamu jadikan panduan untuk buy the dip. Sebab, setiap kali RSI menyentuh <30 harga terbilang mengalami jenuh jual (over sold) sehingga berpotensi mengalami kenaikan dalam jangka panjang.

    Bagaimana Tampilkan Relative Strength Index (RSI) di Aplikasi Tokocrypto?

    1. Buka aplikasi Tokocrypto dan masuk menu ‘Pasar’
    2. Cari aset kripto — contoh: BTC/USDT
    3. Pilih ‘RSI’ pada bagian bawah chart harga
    4. Amati saat RSI turun ke bawah angka 30 yang menandakan kondisi oversold
    5. Tunggu konfirmasi pembalikan arah

    Baca juga: Dampak Berita Terhadap Pergerakan Harga ETH: Penyebab dan Contoh Kasus

    Risiko yang Perlu Diketahui Pemula Saat Buy the Dip

    Buy the dip bukan tanpa risiko, pola seperti False Dip dan Dead Cat Bounce bisa saja terjadi lho!

    • False Dip: Penurunan harga sementara yang diikuti oleh penurunan lebih dalam lagi.
    • Dead Cat Bounce: Pemulihan kecil yang menipu sebelum tren turun berlanjut.

    Baca juga: Ketahui Cara Mengenali Dead Cat Bounce dan Penyebabnya

    Tips Buy the Dip yang Aman dan Efektif untuk Pemula

    Agar strategi ini tidak jadi bumerang, berikut dua tips yang bisa kamu pertimbangkan:

    Dollar-Cost Averaging (DCA)

    Daripada membeli dalam jumlah besar sekaligus, belilah Bitcoin secara bertahap. Ini membantu mengurangi risiko membeli di titik puncak dan membuat kamu tetap konsisten berinvestasi.

    Kamu bisa gunakan fitur DCA dengan beberapa langkah mudah di aplikasi atau beli dengan fitur 0% trading fee di Tokocrypto.

    Klik gambar untuk mulai investasi dengan 0% biaya trading dan deposit mulai dari Rp50.000!

    Tentukan Batas Risiko

    Untuk menghindari kerugian yang semakin dalam karena harga yang terus menurun saat kamu melakukan buy the dip, tentukan batas risiko seperti cut loss untuk memposisikanmasuk ulang setelah harga benar-benar siap untuk memantul.

    Pantau Berita dan Faktor Fundamental Bitcoin

    Pastikan penurunan harga tidak disebabkan oleh perubahan besar dan hanya disebabkan oleh sentimen sementara.

    FAQ Seputar Strategi Buy the Dip

    1. Apakah strategi Buy the Dip bisa untuk jangka pendek?
    Strategi buy the dip bisa kamu gunakan untuk jangka pendek dan jangka panjang dengan memanfaatkan pantulan harga.

    2. Apa indikator terbaik untuk mendeteksi “dip”?
    RSI, Moving Average, dan Fear & Greed Index bisa membantu. Tapi tetap perlu mempertimbangkan konteks berita dan sentimen pasar.

    3. Apakah saya harus menunggu penurunan besar baru membeli?
    Tidak selalu. Semua kembali lagi pada analisa yang kamu miliki.

    4. Buy the Dip bisa gagal?
    Bisa. Terutama jika harga terus turun atau ada perubahan fundamental besar. Karena itu penting tidak all-in dalam satu waktu dan lakukan DCA.

    5. Strategi ini cocok untuk pemula?
    Cocok, jika dilakukan dengan analisa pasar dan disertai strategi DCA.

    6. Apakah harus selalu membeli saat Fear Index rendah?
    Tidak harus, tapi Fear Index bisa membantu menilai psikologi pasar dan mencari peluang beli.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Kembali Menguat: Naik 2,8%, Harga ETH Tembus $3.500

    Ethereum (ETH) kembali mencuri perhatian pelaku pasar kripto global setelah mencatatkan lonjakan harga sebesar +2,81% dalam 24 jam terakhir, menembus angka $3.544,87 per ETH.

    Kenaikan ini menjadi kabar menggembirakan bagi investor yang selama sepekan terakhir dihadapkan pada tren koreksi harga.

    Meskipun ETH sempat mengalami penurunan sebesar 8,69% dalam 7 hari terakhir, performa bulanannya masih sangat impresif dengan kenaikan lebih dari 40% dalam 30 hari terakhir.

    Bahkan dalam rentang 90 hari, ETH telah melonjak hampir dua kali lipat (+96,41%), menunjukkan pemulihan kuat dari fase konsolidasi awal tahun.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 4 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 4 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Pasar Berguncang, ETF Ethereum Pantang Goyang

    Gambaran Umum Ethereum Hari Ini

    • Harga saat ini: $3.544,87
    • Kapitalisasi pasar: $427,90 miliar
    • Volume perdagangan 24 jam: $21,55 miliar
    • Pasokan beredar: 120,71 juta ETH
    • Peringkat pasar: #2 setelah Bitcoin
    • Harga tertinggi 24 jam: $3.573,79
    • Harga terendah 24 jam: $3.453,97
    • Rekor harga sepanjang masa (ATH): $4.891,70

    Dengan demikian, Ethereum saat ini berada dalam fase naik yang cukup stabil, setelah pulih dari posisi terendahnya tahun ini.

    Meskipun masih berada sekitar 27,5% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa, arah pergerakannya menunjukkan sinyal positif yang diperkuat oleh volume perdagangan tinggi dan partisipasi investor institusional.

    Apa yang Mendorong Harga Ethereum?

    Beberapa faktor mendorong reli harga Ethereum saat ini:

    1. Spekulasi dan Antisipasi ETF Ethereum Spot
      Pasar kripto terus merespons optimisme terhadap kemungkinan peluncuran Ethereum Spot ETF di Amerika Serikat. Menyusul keberhasilan ETF Bitcoin, Ethereum menjadi kandidat berikutnya yang dianggap akan membuka akses investasi lebih luas dari institusi keuangan besar.
    2. Perkembangan Ekosistem Layer 2
      Aktivitas jaringan Ethereum meningkat tajam berkat lonjakan pada protokol Layer 2 seperti Arbitrum, Optimism, dan Base, yang mempercepat transaksi dan menurunkan biaya gas. Ini turut mendongkrak utilitas ETH sebagai aset pembayaran jaringan.
    3. Kebijakan Moneter Global
      Pelaku pasar mulai berspekulasi bahwa siklus kenaikan suku bunga global telah berakhir, mendorong investor kembali ke aset berisiko tinggi seperti kripto, terutama Ethereum yang memiliki fundamental kuat.
    4. Staking Ethereum 2.0
      Dengan Ethereum telah beralih ke mekanisme Proof-of-Stake (PoS) melalui pembaruan The Merge, jumlah ETH yang terkunci dalam staking terus meningkat. Hal ini menyebabkan penurunan pasokan ETH yang beredar di pasar, menciptakan tekanan permintaan yang berpotensi mendongkrak harga.

    Apakah Ethereum Masih Layak Dibeli?

    Dengan performa bulanan yang melonjak lebih dari 40%, banyak analis menilai Ethereum masih menyimpan potensi jangka menengah hingga panjang.

    Namun demikian, koreksi mingguan sebesar -8,69% menunjukkan bahwa volatilitas masih tinggi dan aksi ambil untung bisa terjadi kapan saja.

    Secara teknikal, ETH saat ini menguji level resistensi di atas $3.550. Jika berhasil menembus dan bertahan di atas level ini, target berikutnya adalah $3.800 hingga $4.000 dalam waktu dekat.

    Namun jika gagal menembus, kemungkinan ETH kembali ke kisaran $3.300–$3.400.

    Risiko yang Perlu Diwaspadai

    Meskipun prospek ETH terlihat cerah, ada beberapa faktor risiko yang harus diperhatikan:

    • Regulasi yang Ketat: Ketidakpastian regulasi kripto di AS dan Eropa masih bisa menjadi batu sandungan bagi penguatan ETH.
    • Tekanan Pasar Global: Jika pasar saham global atau Bitcoin mengalami tekanan besar, ETH bisa ikut tertekan karena korelasi yang masih tinggi.
    • Persaingan Blockchain Baru: Munculnya jaringan Layer 1 baru seperti Solana dan Aptos terus menantang dominasi Ethereum.

    Baca Juga: 5 Cara Analisa Harga Ethereum Tanpa Harus Melihat Chart

    Ethereum kembali menunjukkan kekuatannya dengan mencatatkan kenaikan harga signifikan dalam 24 jam terakhir, mengindikasikan bahwa minat pasar terhadap aset ini masih sangat tinggi.

    Kombinasi dari adopsi institusional, peningkatan utilitas jaringan, dan sentimen positif terhadap ETF membuat ETH menjadi salah satu aset kripto paling menjanjikan di paruh kedua tahun 2025.

    Namun, dengan volatilitas pasar yang masih tinggi, investor disarankan tetap waspada dan tidak terpaku pada euforia sesaat.

    Strategi Dollar Cost Averaging (DCA) atau investasi bertahap bisa menjadi pendekatan yang lebih bijak dalam menyikapi potensi jangka panjang Ethereum.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Terkoreksi Tipis, Harga Bitcoin Tetap Perkasa di Atas $113 Ribu

    Bitcoin (BTC) kembali mencuri perhatian pasar setelah mencatatkan harga $113,460.24 per BTC pada perdagangan hari ini.

    Meski mengalami sedikit koreksi sebesar -0.39% dalam 24 jam terakhir, kripto nomor satu dunia ini tetap berada di jalur bullish dengan pertumbuhan signifikan dalam jangka menengah hingga panjang.

    Kapitalisasi pasarnya kini mencapai $2.25 triliun, mempertegas dominasinya di industri aset digital global.

    Baca Juga: Efek Data Pekerjaan AS: Harga Bitcoin Terjun ke $113.000

    Pergerakan Harga: Fluktuasi Ringan, Tapi Tetap Kuat

    Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin bergerak di kisaran $111,943.80 hingga $114,006.44.

    Penurunan $447.82 atau sekitar -0.39% secara harian menunjukkan adanya tekanan jual, namun dalam konteks pasar kripto yang sangat volatil, angka ini masih tergolong stabil.

    Secara mingguan, BTC mengalami penurunan sebesar -4.04%, namun jika melihat data 30, 60, hingga 90 hari terakhir, tren jangka menengah justru menunjukkan penguatan:

    • 30 hari: +3.95% (+$4,313.40)
    • 60 hari: +7.55% (+$7,970.63)
    • 90 hari: +20.31% (+$19,157.76)

    Kenaikan dalam tiga bulan terakhir mengindikasikan adanya kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang BTC, meski koreksi mingguan menjadi alarm untuk potensi konsolidasi harga.

    Kapitalisasi dan Volume: Likuiditas Tinggi Tetap Terjaga

    Dengan kapitalisasi pasar sebesar $2.25 triliun, Bitcoin masih mendominasi pasar kripto secara keseluruhan. Volume perdagangan harian mencapai $58.45 miliar, menandakan tingginya aktivitas jual beli yang terjadi dalam ekosistem BTC.

    Menariknya, sirkulasi suplai saat ini sudah mencapai 19.90 juta BTC atau 94.77% dari total suplai maksimum sebesar 21 juta BTC.

    Ini berarti ruang pertumbuhan pasokan baru sangat terbatas, yang secara teori bisa meningkatkan tekanan harga ke atas dalam jangka panjang karena kelangkaan.

    Rekor Tertinggi dan Potensi Selanjutnya

    Rekor harga tertinggi Bitcoin tercatat di level $123,091.61. Saat ini, harga BTC masih terpaut sekitar 8% dari level tersebut.

    Dengan tekanan inflasi global yang masih menghantui dan kebijakan moneter yang cenderung longgar dari beberapa bank sentral, BTC bisa menjadi alternatif lindung nilai (hedging) bagi investor, mirip dengan emas digital.

    Sentimen Pasar: Konsolidasi Sehat atau Awal Koreksi?

    Koreksi harga dalam jangka pendek bisa dianggap sebagai fase konsolidasi yang sehat sebelum kemungkinan reli lanjutan. Namun, pelaku pasar perlu memperhatikan sentimen global seperti:

    • Kebijakan suku bunga The Fed
    • Data inflasi AS
    • Adopsi institusional dan perkembangan regulasi
    • Kepercayaan investor retail

    Jika faktor-faktor ini mendukung, maka bukan tidak mungkin BTC akan kembali mencoba menembus ATH (All Time High) dalam waktu dekat.

    Baca Juga: Bitcoin Anjlok ke $115 Ribu: Koreksi atau Awal Badai?

    Secara keseluruhan, Bitcoin saat ini menunjukkan kekuatan fundamental yang kuat meski mengalami penurunan minor.

    Dengan harga berada di atas $113 ribu dan tren jangka menengah yang masih naik, investor jangka panjang tetap memiliki alasan untuk optimis. Namun, waspadai fluktuasi harian dan faktor eksternal yang dapat memengaruhi volatilitas pasar.

    Bitcoin mungkin sedang “beristirahat”, tapi dalam dunia kripto, istirahat sering kali hanya pendahulu dari lompatan besar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Altcoin Cina Mulai Bersinar, Conflux Network (CFX) Naik 12%

    Di tengah pasar kripto yang masih fluktuatif, Conflux Network (CFX) mencuri perhatian dengan lonjakan harga signifikan.

    Dalam 24 jam terakhir, harga CFX naik +12.17%, mencapai level $0.217599 dengan volume perdagangan harian yang cukup tinggi yakni $271 juta.

    Altcoin ini kini menempati peringkat ke-72 dalam daftar aset kripto berdasarkan kapitalisasi pasar global, yang berada di angka $1.11 miliar.

    Namun, yang lebih mencengangkan bukan hanya performa hariannya—melainkan tren jangka menengah yang menunjukkan penguatan besar-besaran.

    Baca Juga: Harga CFX Melonjak Hampir 80% Usai Konferensi Conflux di Shanghai

    Lonjakan Harga CFX: Tren Positif yang Konsisten

    Jika dilihat dari kinerja jangka waktu tertentu, CFX bukan hanya mengalami lonjakan sesaat. Berikut data kenaikan harga CFX dalam beberapa waktu terakhir:

    • 7 hari terakhir: +18.61%
    • 30 hari terakhir: +185.36%
    • 60 hari terakhir: +174.00%
    • 90 hari terakhir: +195.96%

    Kenaikan hampir 200% dalam 3 bulan merupakan sinyal bahwa tren bullish CFX bukan kebetulan, melainkan bagian dari fase akumulasi dan peningkatan permintaan yang cukup solid dari pasar.

    Apa Itu Conflux Network?

    Conflux Network dikenal sebagai satu-satunya blockchain publik yang sesuai regulasi di Tiongkok.

    Ini memberi keunggulan strategis dibanding proyek lain yang tidak bisa beroperasi secara terbuka di wilayah tersebut.

    Proyek ini menonjol karena menggabungkan model Tree-Graph consensus untuk mencapai throughput tinggi tanpa mengorbankan desentralisasi, serta fokus pada adopsi Web3 di kawasan Asia.

    Faktor Pendorong Reli Harga

    Beberapa alasan yang diyakini turut mendorong lonjakan harga CFX:

    1. Dukungan Pemerintah Tiongkok: Karena posisinya sebagai blockchain yang “disetujui,” CFX mendapatkan sorotan dari berbagai institusi dan perusahaan di kawasan Asia Timur.
    2. Kolaborasi Strategis: Conflux telah bekerja sama dengan perusahaan besar seperti China Telecom untuk mengembangkan SIM Card blockchain. Ini memperkuat narasi adopsi teknologi mereka di dunia nyata.
    3. Volume Perdagangan Meningkat: Volume transaksi harian yang mendekati $273 juta memperkuat likuiditas dan minat pasar terhadap aset ini, terutama di bursa-bursa Asia.
    4. Narasi Layer-1 Asia: Dalam pusaran persaingan antara blockchain Layer-1 seperti Solana, Avalanche, dan Sui, CFX tampil sebagai perwakilan kuat dari Asia, memperluas ceruk pasar yang potensial.

    Risiko yang Perlu Diwaspadai

    Walau pertumbuhan harga terbilang mengesankan, investor tetap perlu berhati-hati. Hingga saat ini, data mengenai harga tertinggi sepanjang masa (ATH) serta terendah dan tertinggi harian tidak ditampilkan. Ini menyulitkan analisis teknikal lebih lanjut.

    Selain itu, total pasokan maksimum token CFX belum ditentukan, yang berarti potensi inflasi masih mungkin terjadi jika emisi token meningkat di masa depan.

    Baca Juga: Riset Kripto 21-25 Juli 2025: Altcoin Menguat, Akankah Tren Berlanjut?

    Conflux Network (CFX) tampaknya sedang menikmati masa kejayaannya di tengah rebound pasar altcoin.

    Dengan lonjakan hampir 200% dalam 3 bulan dan performa harian yang mencolok, CFX berhasil menempatkan dirinya sebagai pemain penting di pasar blockchain Asia. Namun, seperti biasa dalam dunia kripto, investor tetap harus menimbang risiko teknikal dan fundamental, serta tidak terjebak euforia semata.

    CFX adalah salah satu proyek yang patut dipantau, terutama jika tren adopsi Web3 di Asia terus menguat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com