Tag: crypto

  • Tiga Meme Coin Ini Meroket Ratusan Persen Hanya dalam Seminggu!

    Ekosistem Four.Meme kembali menjadi sorotan setelah tiga altcoin meme mencatat lonjakan harga fantastis dalam sepekan terakhir. Data pasar menunjukkan kenaikan ratusan persen pada beberapa token, memicu gelombang minat baru dari komunitas kripto.

    Berikut rangkuman tiga altcoin meme dengan performa paling mencolok dikutip CoinMarketCap:

    1. D — Melonjak 478% dalam 7 Hari, Jadi Pusat Perhatian Baru

    Token D mencatat kenaikan luar biasa dengan lonjakan 478,64% dalam tujuh hari terakhir. Harga token melesat ke US$0,00002718, sementara kapitalisasi pasarnya mencapai US$1,68 juta.
    Volume perdagangan harian menyentuh US$281 ribu, menandakan meningkatnya aktivitas spekulatif di tengah pasokan beredar sebanyak 11,53 miliar D.

    Dalam 24 jam, token ini bahkan naik 226,40%, menjadikannya salah satu pergerakan tercepat di sektor meme.

    2. Hold BTC (HBTC) — Naik 214% dalam 24 Jam, Kejutan dari Meme Ekosistem

    Token Hold BTC (HBTC) menjadi salah satu kejutan pasar setelah melonjak 214,36% dalam 24 jam. Harga HBTC kini berada di level US$0.053578, dengan kenaikan mingguan mencapai 142,43%.

    Kapitalisasi pasar tercatat US$5 juta, dengan volume perdagangan harian US$766 ribu. HBTC memiliki suplai beredar mencapai 153,02 miliar dari total 1 triliun token.

    Aksi beli yang kuat dalam sehari membuat HBTC masuk daftar altcoin meme teraktif.

    Baca juga: 3 Altcoin Melejit Gila-Gilaan Hari Ini! Gravity, Axelar, dan Hyperlane

    3. Shih Tzu (SHIH) — Rebound Kuartal Ini, Meroket 230% dalam Seminggu

    Token Shih Tzu (SHIH) juga menunjukkan pemulihan kuat dengan kenaikan 230,90% dalam tujuh hari. Harga SHIH berada di US$0.0004654, dengan kenaikan harian 66,51%.

    Kapitalisasi pasar mencapai US$463 ribu, sementara volume perdagangan harian berada di US$76 ribu. SHIH memiliki suplai beredar 165,28 juta dari total 1 miliar token.

    Pergerakan ini menunjukkan adanya arus modal baru yang mulai merambah token berkapitalisasi kecil.

    Token Lain Masih Stabil

    Sementara itu, Sora Oracle (SORA) dan 哈基米 (Hajimi) mencatat pergerakan moderat, masing-masing naik 90% dan 17% dalam 24 jam.

    Lonjakan Meme Coin Menandai Kembalinya Euforia Retail

    Kenaikan serentak pada beberapa token meme dalam ekosistem Four.Meme dinilai sebagai tanda kembalinya minat spekulatif di kalangan trader ritel. Meski volatilitas tinggi, token-token ini menunjukkan kemampuan menarik arus perdagangan dalam waktu singkat.

    Baca juga: Harga Horizen (ZEN) Hari Ini Melonjak 17%, Volume Tembus $124 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Black Swan: Peristiwa Tak Terduga yang Picu Crypto Bear Market!

    Black Swan, sebuah istilah yang sering kali membuat para investor panik. Bukan tanpa sebab, melainkan karena dalam hitungan singkat, uang yang ada di pasar bisa raib ditarik keluar dan mengakibatkan penurunan signifikan.

    Sebut saja peristiwa black swan seperti peretasan Mt. Gox, COVID-19 Crash, dan runtuhnya Terra LUNA. Semua peristiwa ini berhasil membuat pasar crypto yang diwakili oleh Bitcoin mengalami penurunan lebih dari 50% dalam waktu singkat.

    Lalu apa itu black swan? Simak penjelasannya yuk!

    Apa Itu Black Swan?

    Black Swan adalah istilah untuk menggambarkan peristiwa langka yang sebelumnya tidak terprediksi, namun memiliki dampak besar terhadap kondisi pasar secara keseluruhan.

    Dalam konteks pasar crypto, selama beberapa siklus bear market terakhir, peristiwa Black Swan selalu menjadi salah satu faktor utama yang memicu penurunan panjang dan drastis.

    Hal ini diakibatkan oleh kepanikan para investor, dan likuiditas mengering, dan harga aset mengalami koreksi ekstrem yang berujung pada berubahnya arah pasar crypto menuju bear market.

    Asal-Usul Black Swan

    Secara historis, istilah “Black Swan” berasal dari pepatah Latin kuno yang menyatakan bahwa “angsa hitam” adalah sesuatu yang mustahil, karena semua angsa yang dikenal saat itu berwarna putih. 

    Namun, pada 1697, penjelajah Belanda Willem de Vlamingh menemukan angsa hitam di Australia Barat, membalikkan asumsi tersebut.

    Istilah ini kemudian digunakan oleh Nassim Nicholas Taleb, seorang penulis, peneliti, sekaligus ahli decision theory, risk dan probability yang menggunakan metafora ini untuk menggambarkan peristiwa yang:

    • Berada di luar prediksi berdasarkan data historis, 
    • Memiliki dampak ekstrem, dan 
    • Dijelaskan secara hindsight sebagai sesuatu yang seharusnya bisa diprediksi.

    Ciri-Ciri Peristiwa Black Swan

    Ada tiga atribut kunci yang membedakan Black Swan dari peristiwa biasa:

    • Outlier dan Tak Terduga: Tidak ada bukti masa lalu yang menunjukkan kemungkinannya. Misalnya, model statistik gagal memprediksi karena events ini berada di luar sampel data yang ada.
    • Dampak Ekstrem: Bisa positif (seperti penemuan vaksin) atau negatif (seperti krisis finansial), tapi yang negatif seringkali memicu bear market terutama di pasar crypto.
    • Retrospektif yang Menipu: Setelah terjadi, orang menciptakan narasi yang membuatnya tampak bisa diprediksi, padahal sebenarnya tidak. Ini disebabkan oleh bias psikologis seperti hindsight bias.

    Contoh Black Swan yang Memicu Bear Market di Pasar Crypto

    Dari data historis, Black Swan sering kali menyebabkan bear market di pasar crypto. Berikut adalah beberapa contohnya:

    pERsentase penurunan yang diakibatkan Black Swan di pasar crypto (Bitcoin).
    1. Peretasan Mt. Gox

    Pada tahun 2014, ekosistem pasar crypto masih sangat muda dan bergantung pada satu bursa besar bernama Mt. Gox. Ketika bursa tersebut diretas, pasar merespons dengan ketakutan luar biasa karena hilangnya ratusan ribu Bitcoin yang mengakibatkan harga turun hingga -80%.

    1. COVID-19 Crash

    Crash pasar crypto akibat COVID-19 terjadi pada Maret 2020. Hal ini terjadi karena kepanikan global atas pandemi yang membuat investor berbondong-bondong menjual aset berisiko seperti saham dan crypto.

    Kejatuhan ini dipicu oleh kombinasi faktor, seperti pengumuman pandemi oleh WHO, lockdown massal di berbagai negara, serta perang harga minyak antara Rusia dan Arab Saudi yang memperburuk ketidakpastian ekonomi dunia. Membuat Bitcoin turun lebih dari 60% dalam waktu singkat.

    1. Runtuhnya Terra LUNA

    Terra Luna merupakan proyek algoritmik stablecoin yang dikembangkan oleh Terraform Labs, dengan dua token utama, yakni TerraUSD (UST) sebagai stablecoin algoritmik dan LUNA sebagai token pendukungnya.

    UST dirancang untuk selalu bernilai $1 melalui mekanisme arbitrase dengan LUNA dan ketika harga UST turun, sistem mencetak lebih banyak LUNA untuk menstabilkan nilainya, dan sebaliknya.

    Namun, pada Mei 2022, mekanisme algoritmik Terra gagal mempertahankan peg UST terhadap dolar AS dan memicu “Death Spiral” dimana algoritma Terra secara otomatis mencetak triliunan LUNA baru untuk menstabilkan UST, yang justru menyebabkan hiperinflasi masif. Akibatnya, harga LUNA jatuh dari kisaran $100 menjadi hampir $0 hanya dalam beberapa hari. Membuat pasar Bitcoin turun lebih dari 60%.

    1. Bangkrutnya FTX

    FTX merupakan salah satu exchange crypto terbesar di dunia yang menjadi pesaing Binance. Krisis ini bermula dari laporan bahwa FTX dan perusahaan afiliasinya, Alameda Research, menggunakan dana nasabah untuk menutup kerugian investasi. Ketika Binance mengumumkan akan menjual seluruh kepemilikan token FTT, kepercayaan pasar runtuh dan terjadi bank run besar-besaran. Membuat pasar crypto semakin panik di tengah penurunan akibat peristiwa Terra LUNA.

    Strategi Menghadapi Black Swan

    Peristiwa black swan memang tidak bisa diprediksi secara pasti kapan akan terjadi. Namun, kamu bisa menyiapkan strategi jika kejadian yang tidak diinginkan ini seandainya terjadi dengan beberapa cara:

    • Diversifikasi Portofolio: Jangan taruh semua telur dalam satu keranjang; campur aset seperti crypto, saham, obligasi, dan komoditas untuk mengurangi risiko.
    • Hindari Leverage: Melakukan trading dengan leverage bisa memperbesar kerugian saat bear market datang.
    • Sesuaikan Profil Risiko: Selalu pastikan investasi yang kamu lakukan sesuai dengan profil risiko yang kamu miliki.
    • Pantau Pasar: Selalu pantau pasar agar kamu tetap mendapatkan informasi terbaru, sehingga bisa melihat potensi apa yang mungkin terjadi kedepannya.
    • Gunakan Dollar Cost Averaging (DCA): Gunakan fitur DCA yang ada di Tokocrypto untuk menyebar rentang harga pembelian, sehingga saat crash terjadi rata-rata harga beli lebih murah dibanding satu pembelian langsung secara sekaligus.

    Kesimpulan

    Peristiwa black swan dalam dunia crypto adalah kejadian langka, tak terduga, dan berdampak besar yang mampu mengubah arah pasar secara drastis menuju bear market.

    Meski tidak bisa diprediksi, investor dapat meminimalisir risiko dengan strategi seperti diversifikasi portofolio, menghindari leverage berlebihan, menyesuaikan profil risiko, memantau pasar secara rutin, serta memanfaatkan fitur Dollar Cost Averaging (DCA) di Tokocrypto untuk menjaga konsistensi investasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Tuai Efek Rebound, Bitcoin Melonjak 7%

    Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan pergerakan signifikan dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan data terbaru, BTC diperdagangkan di level $92.696,49, naik +7,08% dibandingkan hari sebelumnya.

    Lonjakan ini menandai rebound kuat setelah periode pelemahan dalam beberapa minggu terakhir, di mana BTC sempat bergerak di bawah tekanan makro dan aksi ambil untung.

    Kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai $1,85 triliun, menjadikannya aset kripto terbesar yang tetap mendominasi posisi pasar global.

    Volume perdagangan 24 jam sebesar $80,31 miliar mengindikasikan peningkatan aktivitas, terutama dari investor institusional dan trader momentum yang kembali masuk ke pasar setelah koreksi panjang.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari: Bitcoin Naik Tipis 0,55%, Tanda Pemulihan?

    Mengapa BTC Kembali Menguat?

    Kenaikan harian sebesar 7% tidak terjadi begitu saja. Beberapa faktor memengaruhi pergerakan ini:

    1. Rebound Teknis Setelah Koreksi Tajam

    Dalam 30 hingga 90 hari terakhir, Bitcoin mencatat penurunan yang cukup besar:

    • 30 Hari: -14,37%
    • 60 Hari: -23,93%
    • 90 Hari: -16,92%

    Koreksi dalam ini menciptakan kondisi oversold, membuat harga Bitcoin relatif murah bagi pelaku pasar yang menunggu momen akumulasi.

    Rebound 7% hari ini dipandang sebagai respons teknikal terhadap tekanan jual berkepanjangan.

    2. Sentimen Pasar Global Mulai Membaik

    Kembalinya minat risiko (risk-on) di pasar global setelah keluarnya data makro AS yang lebih lunak mendorong investor kembali kepada aset volatil seperti kripto. Bitcoin, sebagai aset utama, merasakan dampaknya paling besar.

    3. Kenaikan Aktivitas Jaringan

    Meningkatnya transaksi on-chain dan aktivitas whale buying dalam 48 jam terakhir ikut mendukung pemulihan harga.

    Meskipun belum mengarah pada breakout besar, ini menunjukkan peningkatan kepercayaan pasar.

    Level Harga Penting BTC Hari Ini

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 3 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 3 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga tertinggi di level $93.003 dengan harga terendah senilai $86.216.

    Level resistance terdekat berada di $93.000, yang jika ditembus berpotensi membuka jalan menuju zona psikologis $95.000.

    Sementara itu, support kuat berada di kisaran $86.500, dengan support mayor berikutnya di $83.000, area yang sebelumnya menjadi zona pantulan kuat.

    Apakah Ini Awal Tren Bullish Baru?

    Meski pergerakan hari ini terlihat impresif, gambaran jangka menengah menunjukkan bahwa Bitcoin masih berjuang pulih dari tekanan pasar yang relatif berat.

    Harga BTC saat ini masih jauh dari rekor tertingginya di $126.198, yang dicapai beberapa bulan lalu.

    Namun beberapa sinyal positif mulai terlihat: pergerakan harga 7 hari naik +5,79%; momentum pembelian meningkat; dan volume perdagangan naik signifikan.

    Secara historis, pemulihan BTC sering dimulai dari pola seperti ini: stabilisasi, peningkatan volume, lalu kenaikan bertahap menuju trend reversal.

    Fundamental Tetap Kuat: Supply Menipis

    Dengan sirkulasi 19,96 juta BTC, Bitcoin sudah memasuki fase jenuh pasokan, di mana 95% dari total suplai telah beredar.

    Sementara suplai maksimum 21 juta BTC mendekati batas akhirnya, tekanan scarcity menjadi salah satu faktor jangka panjang yang memperkuat narasi bullish Bitcoin.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh kini berada di $1,94 triliun, mendekati ambang psikologis $2 triliun yang sering menjadi indikator kuat bagi kembalinya sentimen positif.

    Baca Juga: Strategy Kini Kuasai 650.000 BTC, Siapkan Kas Dividen Puluhan Triliun

    BTC Mulai Pulih Namun Masih Rentan Volatilitas

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin berhasil mencatatkan kenaikan signifikan dan mulai lepas dari tekanan teknikal.

    Namun, meski momentum bullish mulai kembali terlihat, kondisi pasar crypto secara keseluruhan masih dipengaruhi volatilitas global.

    Level yang harus diperhatikan investor:

    • Resistance: $93.000 – $95.000
    • Support: $86.500 – $83.000

    Jika Bitcoin mampu bertahan di atas support utama selama beberapa hari ke depan, peluang melanjutkan tren naik akan semakin besar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu Monad Crypto? Penjelasan untuk Pemula

    Monad banyak menjadi perbincangan di kalangan investor crypto didukung oleh hype ICO dan TGE untuk token Monad. Monad memposisikan dirinya sebagai solusi dari Ethereum yang lambat dan mahal, dengan menggabungkan kecepatan tinggi dengan kompatibilitas Ethereum yang sempurna.

    Lalu apa itu sebenarnya Monad Crypto? Simak lebih lengkap mengenai apa itu Monad, perbandingan Monad vs Ethereum, ICO Monad, hingga tokenomics Monad.

    Tapi sebelum itu Sebelum itu pastikan kamu telah menggunakan exchange kripto yang terdaftar resmi seperti Tokocrypto agar pengalaman trading kamu tetap aman ya! Dapatkan juga potongan gratis biaya trading dengan fitur beli/jual ⤵️

    Apa itu Monad Crypto?

    Monad, dikembangkan oleh Monad Labs, sebuah venture based startup yang didirikan pada tahun 2022.  Monad kemudian muncul sebagai solusi Layer-1 Ethereum yang sering sebut lambat dan memiliki biaya mahal.

    Monad dirancang untuk mencapai performa ekstrem: hingga 10.000 transaksi per detik, waktu blok hanya 400 milidetik, dan finality (konfirmasi akhir transaksi) di bawah satu detik. Ini jauh lebih cepat dibandingkan Ethereum yang rata-rata hanya 15-30 TPS, atau bahkan Solana yang mencapai ribuan TPS tapi sering sekali mengalami outage

    Yang membuat Monad unik adalah kompatibilitas penuh dengan Ethereum Virtual Machine (EVM) di level bytecode. Ini berarti semua kode, alat, dan aplikasi Ethereum bisa berjalan di Monad tanpa modifikasi apa pun. 

    Monad vs Ethereum Apa Bedanya?

    Dari sisi pengguna, Monad memang terlihat sangat mirip dengan Ethereum karena mendukung wallet populer seperti MetaMask atau Phantom, serta kompatibel dengan block explorer seperti Etherscan. Bahkan, aplikasi yang dibangun di Ethereum dapat dipindahkan ke Monad tanpa perubahan kode, sehingga pengguna bisa tetap memakai dApp favorit mereka.

    Namun, perbedaan utama terletak pada kinerja dan efisiensi. Jika Ethereum masih terbatas dalam throughput yang terbilang lambat dan mahal, Monad hadir dengan arsitektur baru yang memungkinkan eksekusi paralel dan pipelining, sehingga mampu mencapai 10.000 transaksi per detik dengan finalitas hanya 800ms. 

    Baca juga: Trading dengan Pair IDR vs USD, Mana yang Cocok Buat Kamu?

    Cara Kerja Monad Crypto

    Monad menghadirkan performa luar biasa dengan memperkenalkan parallel execution dan superscalar pipelining ke dalam Ethereum Virtual Machine (EVM).

    Parallel execution memungkinkan pemanfaatan banyak inti prosesor dan thread untuk mengeksekusi transaksi secara bersamaan. Walaupun prosesnya berjalan paralel di belakang layar, hasil akhirnya tetap konsisten seperti eksekusi serial, sehingga dari sudut pandang pengguna maupun developer, urutan transaksi tidak berubah.

    Superscalar pipelining bekerja dengan membagi pekerjaan ke dalam beberapa tahap dan mengeksekusinya secara paralel. Konsep ini mirip dengan proses mencuci pakaian: alih-alih menyelesaikan satu siklus penuh sebelum memulai yang lain, setiap tahap (mencuci, mengeringkan, melipat, menyimpan) dijalankan secara tumpang tindih sehingga efisiensi meningkat.

    Ilustrasi Pipelining. Sumber: Monad Doc

    Dengan kombinasi dua mekanisme ini, Monad mampu mengatasi bottleneck yang selama ini membatasi blockchain EVM, sekaligus menghadirkan skalabilitas tinggi, kecepatan transaksi lebih cepat, dan biaya gas yang lebih murah.

    Dalam mekanismenya, Monad juga memperkenalkan pipelining untuk mengatasi hambatan yang ada dalam penyimpanan state, pemrosesan transaksi, dan konsensus terdistribusi. Secara khusus, Monad memperkenalkan pipelining dan optimasi lainnya dalam lima area utama:

    • MonadBFT untuk konsensus BFT yang cepat dan tahan terhadap tail-fork.
    • RaptorCast untuk transmisi blok yang efisien.
    • Asynchronous Execution untuk menggabungkan konsensus dan eksekusi secara paralel sehingga meningkatkan waktu eksekusi.
    • Parallel Execution dan JIT Compilation untuk eksekusi transaksi yang efisien.
    • MonadDb untuk akses state yang efisien.

    Monad vs Proyek Blockchain Besar Lainnya

    Berikut perbandingan singkat mengenai perbandingan antara Monal dengan blockchain besar pendahulu yang sudah banyak digunakan pengguna kripto, seperti Ethereum ,BSC, Polygon, dan Solana.

    Kategori Ethereum Monad Solana BNB Chain
    Consensus Mechanism Proof of Stake MonadBFT Proof of Stake + Proof of History Proof of Staked Authority
    Scalability Approach Layer 2, Sharding Parallel + Asynchronous Execution Proof of History + Parallel Execution Layer 1 infra, dukungan Layer 2
    Transaction Speed ~15 TPS ~10,000 TPS (target) ~1,000–1,100 TPS aktual (65,000 teoretis) ~180–414 TPS aktual (2,222 teoretis)
    Block Time 12 detik 400 ms (0.4 detik) ~400 ms (0.4 detik) 750 ms (0.75 detik)
    Finality 12–15 menit 800 ms (0.8 detik) ~12.8 detik ~1.875 detik
    EVM Compatibility Ya Ya (full bytecode) Tidak (Solana Virtual Machine) Ya
    Gas Fees Variatif, cenderung tinggi Sangat rendah (~$0.004–0.007, testnet) Sangat rendah (~$0.00025) Rendah (~$0.01)
    Mainnet Status Live Testnet (mainnet akhir 2025) Live Live
    Notable Features Tingkat desentralisasi dan keamanan tinggi Parallel + asynchronous execution, 400 ms blocks PoH timestamping, parallel execution Low fees, dukungan ekosistem Binance

    Sumber: CoinGecko

    Dari perbandingan tersebut, klaim perbedaan Monad adalah sebagai berikut:

    • Block time cepat: 400 ms — jauh lebih cepat dibanding Ethereum (12s) dan unggul dari BNB (750 ms).
    • Finality tercepat: 800 ms — lebih singkat dibanding BNB (~1.875s), Solana (~12.8s), dan Ethereum (12–15 menit).
    • Throughput tertinggi di antara EVM chains: Target 10.000 TPS tanpa mengorbankan kompatibilitas penuh terhadap Ethereum.
    • Transparent parallelism: Developer tidak perlu menulis ulang smart contract untuk memanfaatkan parallel execution.
    • Testnet performance teruji: >2.44 miliar transaksi diproses, memvalidasi klaim Monad.

    Monad Initial Coin Offering (ICO)

    Monad ICO. Sumer: icodrops

    Monad baru saja melakukan Initial Coin Offering (ICO) untuk tokennya pada tanggal 22 November 2025 dan berhasil TGE (Token Generation Event) pada  24 November 2025.

    Dari data ICOdrops, ICO ini berhasil meraup total dana sebesar $431.5 juta dari 5 ronde ICO yang dimulai dari Seed Round di awal 2023 yang mengumpulkan $19 juta, lalu lanjut ke Strategic Round dan Funding Round pada 2024, di mana masing-masing ronde berhasil menarik dana hingga lebih dari $225 juta.

    Antusiasme pasar semakin terlihat menjelang ICO di tahun 2025, ketika token dijual dengan harga $0.025 dan langsung meraup lebih dari $187 juta hanya dari fase tersebut.

    Setelah sukses TGE dan distribusi token, harga Monad sekarang tidak jauh dari harga ICO-nya di $0.025 yakni $0.02940 setelah sempat mencatatkan harga tertingginya di $0.0487 (naik 94% dari harga ICO)

    Monad Tokenomics

    MON merupakan simbol dari token native Monad Protocol yang digunakan untuk membayar biaya transaksi jaringan dan staking untuk mengamankan jaringan Monad.

    Monal memiliki total pasokan sebanyak 100 miliar token dengan alokasi token MON sebagai berikut:

    Kelompok Alokasi Status saat Public Mainnet Jumlah Token Persentase
    Ecosystem Development Unlocked 38,544,142,854 38.5%
    Team Locked 26,989,187,887 27.0%
    Investors Locked 19,683,237,451 19.7%
    Public Sale Unlocked 7,500,000,000 7.5%
    Category Labs Treasury Locked 3,952,848,412 4.0%
    Airdrop Unlocked 3,330,583,396 3.3%
    Total Initial Token Supply 100,000,000,000 100.0%
    Alokasi token Monad. Sumber: Monad Doc

    Pada peluncuran Monad Public Mainnet di November 2025, sekitar 49,4 miliar MON (49,4%) langsung terbuka (unlocked), terdiri dari distribusi publik sale, airdrop, dan alokasi pengembangan ekosistem. Sementara itu, 50,6 miliar MON (50,6%) masih terkunci, mencakup token tim, investor, serta Category Labs Treasury.

     Semua token yang terkunci memiliki masa lock-up minimum satu tahun, dengan jadwal vesting berbeda sesuai kategori. Token tim, misalnya, mulai dirilis setelah satu tahun dan berlanjut selama 3–4 tahun, sedangkan token investor mengikuti skema empat tahun dengan cliff satu tahun dan unlock bulanan. 

    Secara keseluruhan, seluruh token yang terkunci diproyeksikan akan sepenuhnya terbuka pada kuartal IV 2029 dengan estimasi lengkap sebagai berikut:

    Jadwal rilis dan vesting token Monad. Sumber: Monad Doc

    Kesimpulan

    Monad Crypto hadir sebagai solusi blockchain modern yang cepat, efisien, dan kompatibel dengan ekosistem Ethereum. Dengan teknologi eksekusi paralel, biaya gas murah, serta dukungan untuk aplikasi berskala besar, Monad berpotensi menjadi salah satu jaringan terdepan di masa depan.

    Baca juga: Gemini 3 Sekarang Bisa Langsung Gambar Teknikal Analisis, Begini Tutorialnya! atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Referensi:

    Monad.yxz: Monad for Users | Monad Developer Documentation, Diakses 30 November 2025

    BeinCrypto: Monad Explained: A Quick Guide to the Blockchain in 2025, Diakses 30 November 2025

    CoinGecko: What Is Monad? The High-Performance EVM-Compatible Blockchain. Diakses 30 November 2025



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu McRib Market Indicator? Menu McDonald yang Jadi Sinyal Pasar

    Beberapa minggu terakhir, komunitas kripto ramai membahas istilah unik “McRibs Market Indicator” setelah restoran cepat saji McDonald’s mengumumkan kembalinya menu musiman mereka McRib.

    Lalu kenapa menu McRib dikaitkan dengan indikator market, bahkan digadang-gadang sebagai tanda bull market kembali? Simak lebih lengkap alasan dan penjelasannya dalam artikel ini yuk!

    Apa Itu McRibs Market Indicator?

    McRibs Market Indicator adalah sebuah guyonan yang digunakan untuk menggambarkan korelasi antara perilisan menu McRib dari McDonald’s dan kondisi pasar finansial, seperti pasar saham dan kripto yang cenderung naik ketika menu McRib tersedia.

    Indikator ini bukan alat analisis teknikal, bukan juga indikator makro, dan tidak memiliki landasan matematis, tetapi muncul sebagai observasi historis yang bersifat satir.

    Alasannya sederhana, sebab setiap McDonald’s kembali menghadirkan McRib, pasar saham dan kripto sering kali mengalami kenaikan.

    Asal-Usul McRibs Indicator

    Asal mula McRibs Market Indicator bisa ditelusuri dari analisis data oleh Nick Maggiulli, COO dari Ritholtz Wealth Management, pada 2018. Dalam artikelnya berjudul “The McRib Effect”.

    Data yang memperlihatkan korelasi kenaikan S&P saat tersedianya menu McRib. Sumber: Nick Maggiulli

    Menurut Nick Maggiulli, antara tahun 2010 hingga 2023, pasar saham Amerika (S&P 500) mencatat rata-rata imbal hasil harian sebesar 0,1% ketika McRib tersedia, dibandingkan dengan 0,04% pada hari-hari ketika menu tersebut tidak tersedia.

    Namun, Maggiulli juga menekankan bahwa ini bukan bukti kausalitas. Dalam tes statistik yang dilakukan olehnya, ia juga menjabarkan bahwa dari hasil tes tersebut menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan secara statistik perihal perbandingan imbal hasil pasar antara ketika McRib tersedia dan tidak.

    Baca juga: Berkenalan dengan 50 EMA, Indikator yang Jadi Pertanda Bull Market Bitcoin

    Reaksi Komunitas Kripto dan Rilisnya Menu McRib

    Kembalinya McRib pada November 2025 telah memicu reaksi beragam di komunitas kripto, dengan banyak yang menghubungkannya ke “McRib Indicator” sebagai sinyal potensial untuk rebound pasar.

    Chart yang beredar memperlihatkan bahwa periode ketersediaan McRib sering bertepatan dengan fase bullish di pasar kripto. Walaupun korelasi ini belum terbukti secara ilmiah sebagai penyebab langsung, beberapa orang melihatnya sebagai sinyal psikologis yang memperkuat optimisme investor, yang membuat McRib bukan sekadar sandwich musiman, melainkan simbol yang dianggap mampu memicu market sentiment positif.

    Namun, alih-alih merespon dengan serius tentunya para trader kripto juga percaya bahwa indikator ini hanyalah guyonan belaka, dan banyak yang membalasnya dengan meme.

    Respons semacam ini menunjukkan budaya khas komunitas kripto yang sering menggabungkan humor dengan analisis pasar. Meme menjadi cara mereka menyalurkan skeptisisme sekaligus menjaga semangat kolektif di tengah volatilitas harga.

    Sumber gambar: X @Krakenpro

    Banyak juga yang menempelkan gambar McRib dan logo McDonald’s yang merepresentasikan double top pattern pada chart indikator sebagai bentuk guyonan bahwa pasar akan mengalami kenaikan setelah McRib dirilis dan mengalami koreksi setealahnya.

    Tentu saja para trader sadar bahwa tidak indikator ini tidak memiliki korelasi nyata, namun humor seperti ini sangat melekat dalam komunitas trader dan crypto enthusiast.

    Apakah Indikator McRibs Bisa Dipercaya?

    Selalu ingat, bahwa correlation is not causation. Hanya karena dua hal terjadi bersamaan, bukan berarti salah satunya menjadi penyebab.

    Dalam kasus “McRib Indicator”, meskipun ada data yang menunjukkan pasar saham atau kripto cenderung naik ketika McRib kembali dirilis. Namun, itu tidak otomatis berarti McRib adalah faktor yang mendorong kenaikan tersebut.

    Pada akhirnya, McRibs Market hanyalah menjadi indikator satir atau lelucon dalam bentuk meme.

    Investor sangat disarankan untuk  fokus pada data dan menghindari noise seperti ini dalam menentukan langkah trading atau investasi.

    Jangan lupa juga, untuk trading dan investasi kripto menggunakan platform resmi seperti Tokocrypto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan. Daftar sekarang dan dapatkan potongan biaya trading 20% dengan kode TEMUTOKO!

    Meski demikian, popularitas McRib menunjukkan bagaimana budaya pop dan keuangan bisa saling bersinggungan dan menciptakan diskusi yang menghibur.

    Baca juga: 7 Indikator Trading Chart di Aplikasi Tokocrypto dan Cara Menggunakannya


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber:

    Nick Maggiulli.The McRib Effect

    Investopedia.Can the Return of the McRib Really Boost Stocks?

    gambar: X @HuinGuillaume



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 38% Altcoin Dekati Titik Terendah, Lebih Parah dari Krisis FTX?

    Pasar altcoin kembali berada di bawah tekanan setelah sekitar 38% aset kripto alternatif kini diperdagangkan di dekat level terendah sepanjang masa (all-time low). Kondisi ini bahkan disebut lebih buruk dibandingkan periode setelah runtuhnya bursa kripto FTX pada 2022.

    Dilaporkan Cointelegrph, analis CryptoQuant Darkfost menyebut situasi pasar saat ini tidak kondusif bagi aset berisiko seperti altcoin. Menurutnya, investor masih menunjukkan sikap hati-hati dan minat terhadap altcoin terus melemah.

    “Untuk perbandingan, metrik ini mencapai 35% pada April 2025 dan 37,8% tepat setelah krisis FTX. Grafik ini menggambarkan kondisi altcoin saat ini dengan sangat jelas,” kata Darkfost.

    Banyak Altcoin Mendekati Rekor Terendah

    Beberapa altcoin besar juga tercatat berada sangat dekat dengan titik terendahnya. Cardano (ADA) saat ini diperdagangkan hanya sekitar US$0,10 di atas all-time low di level US$0,17.

    Sementara itu Polkadot (DOT) sempat mencetak all-time low di sekitar US$1,13 bulan lalu, meskipun kini telah naik sekitar 33% dari level tersebut. Polygon (POL) juga berada tidak jauh dari rekor terendahnya, diperdagangkan sekitar US$0,10 atau hanya sekitar US$0,02 di atas titik terendah sepanjang masa.

    Secara keseluruhan, kondisi ini menunjukkan banyak altcoin masih kesulitan pulih setelah penurunan besar yang terjadi pada Oktober 2025.

    Tim Research Tokocrypto menjelaskan kondisi market sekarang bener-bener gak ramah buat aset berisiko. Altcoin kehilangan narasi “digital gold” dan dukungan institusional yang dinikmati BTC.

    “Ini peluang beli buat yang punya napas panjang, tapi hati-hati: oversupply token bikin pemulihan makin berat,” tutur.

    Likuiditas Berpindah ke Aset Lain

    Menurut Darkfost, salah satu penyebab utama pelemahan altcoin adalah perpindahan likuiditas dari pasar kripto ke aset lain seperti saham dan komoditas.

    Volume perdagangan kripto harian sempat mencapai lebih dari US$417 miliar pada 10 Oktober 2025, hari ketika pasar kripto mengalami penurunan besar. Namun dalam beberapa bulan terakhir, volume harian hanya berkisar antara US$49,4 miliar hingga US$268 miliar.

    Sementara itu indikator Total3, yang mengukur kapitalisasi pasar kripto tanpa Bitcoin dan Ethereum, telah kembali ke level yang terakhir terlihat pada November 2024.

    Minat Investor Terhadap Altcoin Menurun

    Selain tekanan harga, minat investor terhadap altcoin juga menurun secara signifikan. Data dari platform analisis sentimen Santiment menunjukkan pembahasan mengenai altcoin di media sosial turun ke level terendah dalam dua tahun terakhir.

    Pencarian global untuk kata kunci “altcoins” di Google juga jatuh ke level terendah dalam satu tahun berdasarkan data Google Trends.

    Co-founder platform likuiditas Axis, Jimmy Xue, menyebut altcoin saat ini mengalami fenomena yang disebut “liquidity drain”, di mana sedikit perubahan sentimen dapat memicu penurunan harga yang besar.

    Hal ini terjadi karena altcoin tidak memiliki dukungan institusional yang kuat seperti Bitcoin, yang sering diposisikan sebagai “emas digital”.

    Jumlah Token Terlalu Banyak

    Analis juga menyoroti meningkatnya jumlah proyek kripto sebagai salah satu faktor yang menekan pasar altcoin. Saat ini tercatat lebih dari 36,8 juta token kripto terdaftar di CoinMarketCap.

    Persaingan yang sangat besar untuk menarik modal investor membuat likuiditas tersebar ke terlalu banyak proyek.

    Di sisi lain, kehadiran produk investasi seperti ETF Bitcoin juga dinilai mengubah dinamika pasar dengan menyerap sebagian likuiditas yang sebelumnya mengalir ke altcoin.

    Meski demikian, Darkfost menilai penurunan tajam altcoin saat ini juga dapat menjadi peluang bagi investor jangka panjang, karena koreksi besar sering kali terjadi sebelum fase pemulihan pasar berikutnya.

    Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Reli Bitcoin Tertahan, Sinyal Peringatkan Tren Bearish Bisa Lebih Dalam

    Harga Bitcoin (BTC) masih bergerak di bawah tekanan meski sempat mencatat reli jangka pendek. Hingga saat ini, BTC diperdagangkan di kisaran US$66.443 dan belum mampu kembali menembus level psikologis US$70.000.

    Struktur teknikal menunjukkan Bitcoin masih tertahan di bawah garis resistance menurun yang aktif hampir sebulan terakhir. Upaya penembusan berulang kali gagal, mencerminkan lemahnya momentum beli di tengah sentimen pasar yang belum pulih sepenuhnya.

    Indikator Siklus Tunjukkan Fase Bearish Menengah

    Dilaporkan BeInCrypto, data historis melalui Pi Cycle Top Indicator memberikan gambaran bahwa Bitcoin saat ini berada di fase konsolidasi bearish menengah. Indikator ini membandingkan rata-rata pergerakan 111 hari dengan dua kali lipat rata-rata 350 hari.

    Dalam siklus saat ini, kedua rata-rata tersebut tidak menunjukkan kondisi ekstrem, baik overheat maupun undervalued. Posisi ini mengindikasikan pasar berada di pertengahan fase bearish yang lebih luas.

    Secara historis, fase bearish di tengah siklus empat tahunan Bitcoin dapat berlangsung selama satu tahun atau lebih sebelum pemulihan terjadi. Divergensi saat ini antara 111-day SMA dan 350-day SMA x2 masih mencerminkan tekanan turun yang berlanjut.

    Baca juga: Bitcoin Naik 5%, Tapi Risiko Likuidasi Besar Mengintai di Pasar Futures

    Investor Masih Jual di Bawah Harga Beli

    Indikator Spent Output Profit Ratio (SOPR) turut memperkuat pandangan hati-hati. SOPR yang berada di bawah level 1 menunjukkan banyak investor menjual dalam kondisi rugi.

    Pembacaan yang terus bertahan di bawah angka 1 biasanya menandakan tekanan psikologis dan dominasi aksi jual berbasis ketakutan. Selama SOPR belum konsisten bergerak di atas 1, potensi kenaikan berkelanjutan dinilai terbatas.

    Selain itu, Money Flow Index (MFI) menunjukkan arus keluar modal masih lebih dominan dibandingkan arus masuk. Ketidakpastian makroekonomi global dan ketegangan geopolitik turut memperkuat sikap defensif pelaku pasar.

    Level Kritis di US$65.000

    Secara teknikal, Bitcoin berpotensi bergerak dalam rentang terbatas dalam waktu dekat. Penurunan di bawah US$65.000 dapat membuka jalan menuju support berikutnya di US$62.893. Level tersebut telah dua kali diuji pekan ini, sehingga semakin rentan jika tekanan jual meningkat.

    Di sisi lain, jika Bitcoin mampu bertahan di atas US$66.224 dan menarik arus masuk baru, harga berpeluang menguji resistance di US$68.830.

    Penembusan tegas di atas US$70.000 akan membatalkan skenario bearish saat ini dan menandakan penguatan struktural baru. Namun hingga itu terjadi, indikator teknikal dan on-chain masih menunjukkan bahwa fase tekanan belum sepenuhnya berakhir.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, Jangan fomo sama pantulan kecil. Resiko turun ke $62K masih besar kalau support $65K jebol.

    “Tetap main defensif sampe SOPR balik di atas 1 secara konsisten,” jelasnya.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melejit 4,28% ke $68.206


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Korea Selatan Wajibkan Influencer Kripto Bongkar Portofolio

    Pemerintah Korea Selatan mengusulkan aturan baru yang mewajibkan influencer kripto mengungkap kepemilikan aset pribadi mereka, termasuk kompensasi yang diterima saat mempromosikan aset digital. Kebijakan ini disebut sebagai langkah tegas untuk meningkatkan transparansi dan melindungi investor dari potensi konflik kepentingan.

    Mengutip laporan Herald Business, anggota parlemen dari Partai Demokrat sekaligus anggota Komite Kebijakan Nasional, Kim Seung-won, mengajukan amandemen terhadap Capital Markets Act dan Virtual Asset User Protection Act. Rancangan aturan tersebut menargetkan para “finfluencer” yang secara rutin memberikan rekomendasi investasi terkait kripto dan aset keuangan lainnya melalui media sosial, publikasi, maupun siaran.

    Influencer Wajib Beberkan Kompensasi

    Dalam proposal tersebut, influencer diwajibkan mengungkapkan segala bentuk kompensasi yang berkaitan dengan rekomendasi investasi yang mereka sampaikan. Selain itu, mereka juga harus membeberkan jenis serta jumlah aset kripto dan produk keuangan yang mereka miliki secara pribadi. Detail teknis mengenai mekanisme pelaporan akan diatur lebih lanjut melalui dekret presiden.

    Pelanggaran terhadap ketentuan ini akan dikenai sanksi yang setara dengan pelanggaran di pasar modal, seperti manipulasi harga dan praktik front-running. Artinya, konsekuensi hukum bagi influencer yang tidak patuh dapat tergolong serius.

    Baca juga: Warga Korea Selatan Kini Boleh Investasi Aset Kripto Luar Negeri

    Kim Seung-won menyatakan bahwa inisiatif ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran atas konflik kepentingan dan penyebaran informasi menyesatkan oleh figur media sosial yang belum berada di bawah pengawasan ketat regulator. Ia menilai sebagian influencer menyebarkan informasi tidak akurat dan melakukan transaksi untuk kepentingan pribadi yang berpotensi merugikan investor.

    Atur Promosi Produk Keuangan

    Langkah Korea Selatan ini sejalan dengan tren global dalam mengatur promosi produk keuangan oleh influencer. Otoritas Jasa Keuangan Inggris (FCA) sebelumnya telah membatasi promosi produk keuangan hanya kepada pihak yang memiliki persetujuan resmi, termasuk menerapkan aturan promosi khusus untuk aset kripto pada 2023 guna melarang iklan yang dianggap menyesatkan.

    Di Amerika Serikat, Securities and Exchange Commission (SEC) juga telah menjatuhkan denda kepada sejumlah selebritas dan influencer yang mempromosikan aset kripto tanpa mengungkapkan pembayaran yang mereka terima. Beberapa kasus besar melibatkan figur publik seperti Kim Kardashian dan mantan bintang NBA Shaquille O’Neal.

    Jika disahkan, aturan di Korea Selatan ini berpotensi menjadi salah satu regulasi paling ketat terhadap influencer kripto di Asia, sekaligus menandai peningkatan pengawasan terhadap aktivitas promosi di era media sosial.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, Korea Selatan makin ketat. Setelah bursa, sekarang giliran influencer yang dibidik.

    “Ini bakal nge-filter influencer sampah yang cuma nyari exit liquidity dari follower-nya. Standar global buat ‘Finfluencer’ makin naik, transparansi bukan lagi pilihan tapi kewajiban hukum,” ungkapnya.

    Baca juga: Bhutan Resmi Tokenisasi Cadangan Emas Negara di Blockchain Solana


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Teknologi Meteora di Solana: DEX, Dynamic Liquidity, dan Likuiditas

    Meteora adalah decentralized exchange (DEX) dan protokol likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana. Proyek ini berawal dari Mercurial Finance, yang kemudian direstrukturisasi oleh tim inti pada awal 2023 untuk mengembalikan kepercayaan komunitas sekaligus memodernisasi infrastruktur likuiditas di ekosistem Solana.

    Platform ini memperkenalkan model Dynamic Liquidity Market Maker (DLMM), menggantikan sistem pool statis Mercurial dengan mekanisme likuiditas adaptif berbasis rentang harga. Dengan DLMM, penyedia likuiditas dapat menempatkan aset dalam price bins tertentu sehingga tercipta pasar yang lebih dalam, efisien, dan stabil, terutama saat kondisi volatil.

    Saat ini, Meteora telah terintegrasi dengan protokol besar seperti Jupiter dan Raydium, yang membuat Meteora menjadi salah satu protokol lapisan likuiditas terbesar di jaringan Solana.

    Baca juga: Apa Itu Meteora Crypto? Panduan Lengkap untuk Pemula

    Meteora DEX

    Fitur DEX Meteora. Sumber: Meteora.ag

    Selain berfungsi sebagai protokol likuiditas yang memungkinkan berbagai Decentralized Exchange (DEX) lain melakukan swap aset secara efisien, pengguna juga bisa melakukan swap secara langsung di liquidity pool (LP) Meteora, sesuai dengan price bin liquidity.

    Teknologi DEX di Meteora (termasuk protokol likuiditasnya) beroperasi dengan kerangka kerja automated market-making adaptif yang secara dinamis mengoptimalkan distribusi likuiditas, perilaku harga, dan biaya transaksi secara real-time. Sistem ini dirancang untuk menciptakan pasar yang lebih efisien, stabil, dan ramah bagi penyedia likuiditas maupun trader di ekosistem Solana.

    Fungsionalitas Meteora dapat dipahami melalui beberapa mekanisme inti berikut:

    • Dynamic Liquidity Market Maker (DLMM): Menggunakan price bins untuk mengaktifkan likuiditas dalam rentang harga tertentu, menjaga kedalaman pasar tetap efisien sesuai kondisi harga terkini.
    • Volatility-Based Fee Adjustment: Memantau fluktuasi harga secara berkelanjutan dan menyesuaikan biaya swap guna melindungi penyedia likuiditas saat terjadi pergerakan pasar yang cepat.
    • Swap Execution Process: Memecah transaksi menjadi bagian-bagian kecil yang melewati beberapa bins, dengan perhitungan biaya per bin untuk memastikan harga adil dan slippage rendah.
    • Composable Pool Architecture: Memungkinkan berbagai jenis pool berjalan berdampingan, mendukung strategi khusus untuk aset stabil, pasangan volatil, maupun peluncuran token baru.
    • Auto-Rebalancing Mechanism: Secara berkala menggeser likuiditas yang tidak aktif ke trading bins agar spread tetap ketat dan kedalaman pasar konsisten.
    • Onchain Integration Layer: Terhubung langsung dengan protokol Solana seperti Jupiter, untuk meningkatkan efisiensi routing serta pemanfaatan likuiditas lintas platform.

    Dynamic Liquidity

    Dynamic Liquidity Market Maker (DLMM) Meteora adalah sistem yang memungkinkan penyedia likuiditas (LP) mendapatkan keuntungan lebih optimal. Mekanisme ini bekerja dengan menyesuaikan biaya transaksi (dynamic fees) dan konsentrasi likuiditas secara otomatis sesuai kondisi pasar yang berubah-ubah. Dengan begitu, LP memiliki fleksibilitas lebih besar untuk memaksimalkan pendapatan.

    Contoh distribusi likuditas dalam bentuk price bins. Sumber: Meteora.ag

    DLMM terinspirasi dari konsep Liquidity Book milik Trader Joe. Dimana likuiditas dari suatu pasangan aset dibagi ke dalam beberapa “price bins” atau kotak harga. Setiap bin memiliki harga tertentu, dan token yang ditempatkan di dalamnya bisa ditukar pada harga tersebut. Selama transaksi masih berlangsung di dalam bin yang sama, tidak akan terjadi slippage (selisih harga). Harga pasar akhirnya terbentuk dari gabungan seluruh bin yang aktif.

    Melalui DLMM, LP bisa memperoleh keuntungan dari beberapa sumber sekaligus: biaya transaksi reguler, dynamic fees yang meningkat saat pasar volatil, serta insentif tambahan dari program Liquidity Mining (LM) bila tersedia.

    Suplai Likuiditas

    Meteora sebagai penyuplai likuiditas bekerja melalui sistem Dynamic Vaults yang memungkinkan aset seperti USDC atau SOL disimpan dan dialokasikan secara otomatis ke berbagai protokol lending di ekosistem Solana. 

    Dengan dukungan keeper off-chain bernama Hermes, Meteora terus memantau tingkat APY, utilisasi pool, dan likuiditas cadangan untuk memastikan dana LP (Liquidity Providers) ditempatkan di posisi paling optimal.

    Mekanisme ini membuat likuiditas yang disetor tidak hanya diam di pool, tetapi aktif menghasilkan yield tambahan dari berbagai platform seperti Solend, Mango, Port Finance, dan lainnya.

    Cara kerja likuiditas Meteora. Sumber: Meteora.ag

    Selain itu, Meteora menjaga keamanan dana dengan sistem risk monitoring yang akan menarik likuiditas jika utilisasi pool melebihi ambang batas (misalnya 80%), sehingga aset tetap aman dan dapat ditarik kapan saja.

    Melalui integrasi API Meteora, likuiditas dari AMM maupun wallet dapat langsung masuk ke vault Meteora, lalu hasilnya didistribusikan kembali ke penyedia likuiditas. 

    Bagaimana Cara Membeli Aset Kripto MET?

    Kamu bisa membeli Avantis melalui bursa kripto seperti Tokocrypto dengan langkah-langkah sederhana: masuk ke akun Tokocrypto, cari pasangan perdagangan MET/IDR, lalu tempatkan order pembelian sesuai kebutuhan.

    Baca juga: Tokenomics Meteora (MET): Supply, Distribusi, dan Mekanisme Ekosistem 


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber:

    Aryan khanwani. “Deep Dive on Meteora’s Dynamic Vaults” Diakses November 2025

    Data Wallet.Meteora Explained: Solana DEX, Liquidity Pools & MET Token” Diakses November 2025



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Prediksi Harga Meteora (MET) 2025-2026: Peluang dan Risiko

    Meteora (MET) muncul sebagai salah satu inovator di ekosistem DeFi Solana pada akhir 2025, dengan protokol liquidity yang dinamis dan efisien. Proyek ini menjanjikan perdagangan yang lebih aman, yield yang optimal, dan peluncuran token yang adil, menarik trader dan liquidity provider.

    Kira-kira bagaimana prediksi token Meteora (MET) di tahun 2025-2026 dan apa saja risikonya?

    Sekilas Mengenai Meteora

    Meteora adalah platform liquidity desentralisasi yang dibangun di atas blockchain Solana, bertujuan untuk merevolusi cara liquidity dikelola di DeFi. Protokol ini memperkenalkan Dynamic Liquidity Market Maker (DLMM), yang memungkinkan pool liquidity menyesuaikan secara otomatis berdasarkan kondisi pasar, sehingga meningkatkan efisiensi modal dan mengurangi slippage. Selain itu, Meteora menyediakan vault untuk yield optimization, aggregator DEX, dan mekanisme fair launch untuk token baru.

    Token MET akan berfungsi sebagai utility dan governance, dengan total pasokan 1 miliar. Pada Token Generation Event (TGE) 23 Oktober 2025,dengan alokasi tim dan reserve vesting selama enam tahun untuk mencegah dump

    Proyek ini didukung oleh komunitas Solana yang kuat, dengan fitur seperti LP Stimulus Plan untuk insentif liquidity provider. Lihat harga token Meteora (MET) terbaru di Tokocrypto: Beli dan Trading Bitcoin & Crypto di Indonesia.

    Baca juga: Apa Itu Meteora Crypto? Panduan Lengkap untuk Pemula

    Peluang

    Meteora menawarkan beberapa peluang menarik bagi investor, terutama di tengah boom ekosistem Solana:

    1. Adopsi Solana yang Terus Meningkat: Solana dikenal dengan kecepatan tinggi dan biaya rendah, membuat Meteora ideal untuk DeFi. Jika TVL Meteora terus naik, harga MET bisa mengikuti, sama halnya seperti proyek Solana lainnya seperti JUP atau RAY.
    2. Fitur Inovatif: DLMM dan vault yield memungkinkan yield farming yang lebih tinggi dibanding DEX tradisional. Integrasi dengan protokol lain seperti Jupiter juga bisa meningkatkan likuiditas dan adopsi.
    3. Insentif Komunitas: Program airdrop dan stimulus LP menarik lebih banyak pengguna, potensial menciptakan efek jaringan. 

    Risiko

    Meskipun menjanjikan, MET menghadapi risiko signifikan:

    1. Tekanan Jual Pasca-TGE: Dengan adanya sistem airdrop, ada potensi dump dari holder awal, bisa memberikan tekanan harga jangka pendek.
    2. Inflasi: Token masih belum 100% di-unlock dan butuh 6 tahun untuk unlock sepenuhnya, sehingga ada potensi inflasi.
    3. Volatilitas Pasar DeFi: Kompetisi dari DEX seperti Orca atau Raydium, ditambah regulasi crypto yang ketat, bisa menghambat pertumbuhan

    Prediksi Harga Meteora (MET) 2025–2026

    Prediksi harga MET bervariasi berdasarkan analisis teknis dan fundamental dari sumber terpercaya seperti BeInCrypto dan Blockworks. Secara keseluruhan, sentimen bullish untuk jangka menengah, tapi bearish jangka pendek karena volatilitas post-launch.

    Untuk 2025, harga diprediksi stabil dengan potensi naik jika adopsi meningkat. BeInCrypto memperkirakan range $0.329–$0.552, dengan rata-rata $0.432, didasarkan pada MA dan MACD yang netral. Faktor pengaruh: Peningkatan TVL dan breakout resistance di $0.33. 

    Perkriaan valuasi MET sesuai dengan revenue tahunannya jika dibandingkan dengan ORCA dan RAY. Sumber: Blockworks Research

    Sedangkan secara fundamental, hasil dari riset Blockworks dalam analisis pra-TGE, memperkirakan nilai wajar circulating market cap $450 juta–$1,1 miliar berdasarkan rasio P/S 6x–10x dibandingkan dengan Raydium dan Orca, yang menyiratkan harga potensial $0.94–$2.30 per token dengan circulating supply ~478 juta (meskipun harga saat ini lebih rendah karena kondisi pasar pasca-launch).

    Untuk 2026, Blockworks tidak memberikan prediksi spesifik untuk 2026, tapi menekankan potensi overvaluation jika market cap melebihi $2 miliar tanpa peningkatan revenue. Sedangkan BeinCrypto memberikan prediksi lebih optimis di harga $0.362–$0.607 (rata-rata $0.475) yang mungkin bisa dicapai, dan jika Solana terus dominan, harga bisa saja lebih tinggi.

    Bagaimana Cara Membeli Aset Kripto MET?

    Kamu bisa membeli Avantis melalui bursa kripto seperti Tokocrypto dengan langkah-langkah sederhana: masuk ke akun Tokocrypto, cari pasangan perdagangan MET/IDR, lalu tempatkan order pembelian sesuai kebutuhan.

    Baca juga: Tokenomics Meteora (MET): Supply, Distribusi, dan Mekanisme Ekosistem 


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber:

    Blockworks. “Meteora’s TGE: What is fair value for MET?” Diakses November 2025

    BeInCrypto. “Meteora (MET) Price Prediction & Forecast 2025 – 2029” Diakses November 2025



    Sumber : news.tokocrypto.com