Tag: crypto

  • Aster Segera Listing di Tokocrypto, Inilah Alasan Investor Antusias

    Dunia kripto kembali berguncang! Setelah resmi mencuri perhatian global lewat peluncurannya di Binance, token $ASTER kini bersiap listing di Tokocrypto pada 8 Oktober 2025. Kehadirannya di salah satu platform kripto terbesar di Indonesia menandai langkah penting bagi komunitas lokal yang ingin ikut serta dalam gelombang inovasi pembayaran digital berbasis blockchain.

    Perdagangan $ASTER akan segera dibuka, dan antusiasme komunitas sudah terlihat meningkat sejak pengumuman ini. Para analis menyebut listing ini sebagai “peluang emas” bagi trader yang ingin masuk lebih awal ke proyek yang disebut-sebut bisa mengubah ekosistem pembayaran kripto lintas chain.

    Namun, di balik euforia, para analis juga mengingatkan agar investor tetap waspada terhadap volatilitas harga yang mungkin terjadi sesaat setelah peluncuran. Seperti yang diingatkan analis Wu Shuo, “setiap lonjakan besar biasanya diikuti oleh koreksi alami, dan itu bisa jadi momen terbaik untuk masuk.”

    Baca juga: Apa Itu Aster (ASTER)? Panduan Lengkap untuk Pemula

    Strategi Bertahan di Tengah Gejolak Pasar

    Bagi para trader yang bersiap menyambut listing $ASTER di Tokocrypto, memahami strategi bertahan di tengah volatilitas sangatlah penting. Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan:

    • Diversifikasi portofolio: Jangan hanya berfokus pada satu aset, sebarkan risiko ke beberapa token.
    • Gunakan lindung nilai (hedging): Kontrak berjangka dan opsi bisa membantu melindungi dari fluktuasi ekstrem.
    • Pasang stop-loss dan target exit: Disiplin dalam keluar pasar bisa menyelamatkan dari kerugian besar.
    • Kontrol ukuran posisi: Batasi risiko di kisaran 1–2% dari total portofolio.
    • Pelajari proyeknya: Telusuri fundamental dan roadmap $ASTER sebelum mengambil keputusan investasi.

    Aster dan Masa Depan Pembayaran Kripto

    $ASTER hadir dengan visi besar, membawa efisiensi transaksi dan solusi pembayaran lintas chain melalui jaringan DeFi yang kuat. Sebagai proyek yang menggabungkan kemudahan penggunaan stablecoin dengan kemampuan interoperabilitas tinggi, Aster berpotensi menjadi pemain penting dalam sektor pembayaran kripto global.

    Listing-nya di Tokocrypto tidak hanya membuka akses lebih luas bagi trader Indonesia, tetapi juga memperkuat posisi Tokocrypto sebagai platform yang terus menghadirkan aset-aset inovatif dengan potensi besar.

    Dengan rencana listing di Tokocrypto pada 8 Oktober 2025, $ASTER bukan sekadar token baru, melainkan simbol dari babak baru evolusi pembayaran digital. Namun seperti biasa, trader cerdas tahu bahwa di balik setiap peluang besar, selalu ada risiko yang perlu dikelola dengan bijak.

    Baca juga: Aster Airdrop Tahap 2 Dimulai, Cek Cara Dapat dan Klaimnya


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Nasib Pasar Prediksi Terpaku pada Hasil Uji Regulasi Polymarket

    Platform pasar prediksi berbasis kripto, Polymarket, tengah menghadapi pertarungan hukum krusial di Amerika Serikat yang dapat menentukan masa depan industri prediction market secara nasional.

    Sebagaimana dilansir dari Coincu, inti persoalan terletak pada konflik yurisdiksi antara hukum derivatif federal di bawah pengawasan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan undang-undang perjudian di sejumlah negara bagian seperti Nevada dan Massachusetts.

    Beberapa otoritas negara bagian menilai kontrak berbasis peristiwa (event contracts) yang diperdagangkan di Polymarket sebagai bentuk taruhan ilegal.

    Di sisi lain, CFTC melihat kontrak tersebut sebagai instrumen derivatif yang berada dalam ranah regulasi federal.

    Baca Juga: DraftKings Ekspansi ke 38 Negara Bagian, Tantang Polymarket

    Derivatif atau Perjudian?

    Pasar prediksi memungkinkan pengguna berspekulasi terhadap hasil suatu peristiwa, mulai dari pemilu, data ekonomi, hingga keputusan kebijakan.

    Dalam model ini, kontrak dibeli berdasarkan probabilitas suatu kejadian terjadi, dan harga bergerak sesuai dinamika permintaan dan penawaran.

    Masalah muncul ketika regulator negara bagian mengkategorikan kontrak tersebut sebagai aktivitas perjudian, yang tunduk pada aturan ketat dan berbeda di setiap yurisdiksi.

    Jika diklasifikasikan sebagai taruhan, maka operasional platform dapat dibatasi atau bahkan dilarang di sejumlah negara bagian.

    Sebaliknya, jika diklasifikasikan sebagai derivatif finansial, maka pengawasan berada di bawah kerangka hukum federal melalui CFTC, sehingga memberikan standar regulasi yang lebih seragam secara nasional.

    Dampak terhadap Ekspansi Nasional

    Tim Research Tokocrypto menilai hasil sengketa ini sangat menentukan arah industri pasar prediksi di AS.

    “Hasil gugatan ini akan menentukan apakah pasar prediksi akan memiliki kerangka kerja tunggal yang seragam di seluruh AS atau terjebak dalam aturan yang terfragmentasi antar negara bagian. Kemenangan yurisdiksi federal sangat penting bagi platform untuk melakukan ekspansi nasional dan mengurangi biaya kepatuhan operasional,” papar Tim Research Tokocrypto.

    Menurut analisis tersebut, kemenangan yurisdiksi federal akan memberikan kepastian hukum yang lebih jelas bagi pelaku industri, termasuk investor dan pengguna ritel.

    Sebaliknya, jika negara bagian mempertahankan otoritasnya, maka Polymarket dan platform serupa harus menghadapi mosaik regulasi yang berbeda-beda di setiap wilayah.

    Implikasi bagi Industri Kripto

    Kasus ini tidak hanya berdampak pada Polymarket, tetapi juga pada industri kripto yang lebih luas.

    Banyak proyek blockchain mulai mengembangkan produk berbasis event contracts dan pasar prediksi terdesentralisasi.

    Jika pengadilan memutuskan bahwa kontrak acara tergolong perjudian, maka inovasi di sektor ini dapat terhambat oleh pembatasan hukum yang ketat.

    Namun, jika dikategorikan sebagai produk derivatif, maka akan tercipta preseden hukum penting bagi pengembangan instrumen keuangan berbasis blockchain di masa depan.

    Kepastian regulasi juga akan menentukan minat institusi terhadap sektor ini. Investor besar cenderung menghindari sektor dengan risiko hukum tinggi dan ketidakpastian yurisdiksi.

    Potensi Fragmentasi Regulasi

    Amerika Serikat dikenal memiliki sistem federalisme yang memberi kewenangan signifikan kepada negara bagian.

    Dalam konteks pasar prediksi, hal ini berpotensi menciptakan fragmentasi regulasi, di mana suatu platform legal di satu negara bagian namun ilegal di negara bagian lain.

    Fragmentasi tersebut meningkatkan biaya kepatuhan, memperumit ekspansi bisnis, dan membatasi likuiditas karena akses pengguna tidak merata secara nasional.

    Sebaliknya, pengakuan otoritas CFTC akan menciptakan standar tunggal yang memudahkan pengawasan, transparansi, dan perlindungan konsumen secara konsisten di seluruh wilayah AS.

    Baca Juga: Polymarket hingga Coinbase Dorong Lonjakan Pasar Prediksi Global

    Menuju Titik Penentu

    Pertarungan hukum ini dipandang sebagai momen penentu bagi masa depan prediction market di Amerika Serikat.

    Putusan pengadilan berpotensi menjadi preseden yang akan membentuk arah regulasi industri untuk bertahun-tahun ke depan.

    Bagi Polymarket, hasilnya bukan hanya soal legalitas operasional, tetapi juga tentang kemampuan untuk tumbuh secara nasional tanpa hambatan regulasi yang terpecah.

    Jika yurisdiksi federal menang, pasar prediksi dapat memasuki fase ekspansi yang lebih stabil dan terstruktur.

    Namun jika negara bagian mempertahankan kendali, maka lanskap industri akan tetap kompleks dan penuh tantangan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Santient AI Siap Saingi ChatGPT? Gini Cara Cobanya

    Insight Tim Research Tokocrypto pada artikel riset terbaru menyoroti Sentient sebagai platform AI open-source yang berpotensi mengubah lanskap AI dan kripto.

    Proyek ini menekankan pendekatan terdesentralisasi untuk mengembangkan Artificial General Intelligence (AGI), yang merupakan kecerdasan buatan tingkat lanjut mampu menangani tugas kompleks layaknya manusia. Berbeda dengan model AI yang sering dipakai masyarakt umum, seperti ChatGPT yang dikendalikan oleh satu entitas, Sentient mendorong kolaborasi komunitas melalui integrasi blockchain, sehingga selaras dengan prinsip kripto yang transparan. 

    Lebih lengkap mari kita pelajari tentang fitur Santient dan cara mencobanya secara langsung!

    Apa Itu Sentient AI?

    Sentient merupakan platform AI open-source yang bertujuan membangun sistem AI tingkat lanjut menuju Artificial General Intelligence (AGI). Pengembangan Sentient ini melibatkan komunitas, sehingga proses pengembangan, logika reasoning, hingga pengambilan keputusan tidak dikendalikan oleh satu entitas.

    Santient AI menjadi solusi di tengah dominasi model tertutup, yang sering kali membatasi akses dan inovasi dengan membangun teknologi inti yang bersifat open-source sehingga developer dapat menciptakan AI agent secara permissionless dan mengintegrasikannya langsung ke dalam ekosistem kripto.

    Lebih lengkap bisa kamu baca di sini: Sentient Bisa Jadi Game Changer AI Crypto? Ini Bedah Lengkapnya!

    Fitur Sentient AI

    • Sentient Chat: produk utama yang menghubungkan pengguna dengan jaringan GRID melalui antarmuka chat. Memanfaatkan SERA‑Crypto untuk riset kripto, mendukung lebih dari 290k pengguna unik dan 22 juta kueri hingga akhir 2025.
    • Open-source ecosystem (GRID): Semua framework, model, agen, dan alat reasoning dikonsolidasikan dalam ekosistem terbuka bernama GRID, tempat berbagi histori, evaluasi, dan reasoning traces.
    • Multi-agent reasoning system: Sentient membangun sistem dengan banyak agen khusus seperti planner, searcher, verifier, executor, dan critic yang bekerja sama dengan tujuan meniru cara kerja kecerdasan manusia dengan pembagian peran kognitif.
    • Reasoning traces sebagai feedback: Setiap proses penalaran menghasilkan jejak yang panjang, jejak ini kemudian dipakai sebagai bahan evaluasi kolektif untuk menemukan pola kegagalan dan memperbaiki sistem.
    • Persistent memory & failure signals: Sistem menyimpan sinyal kegagalan antar-run, sehingga bisa belajar dari kesalahan sebelumnya dan memperbaiki strategi di masa depan.
    • Community-driven improvement: Sentient mengundang peneliti dan builder AI untuk berkontribusi, dengan misi membangun AGI melalui proses kolaboratif jangka panjang, bukan model tunggal yang tertutup.

    Potensi Saingan dengan ChatGPT

    Sentient berpotensi menyaingi ChatGPT melalui pendekatan open-source yang memungkinkan inovasi komunitas, berbeda dari model tertutup milik OpenAI. 

    Penyebabnya adalah tren AI agen yang semakin terintegrasi dengan kripto, di mana Sentient menawarkan utilitas lebih luas seperti pembayaran layanan AI dan governance melalui token $SENT. 

    Insight Tim Research Tokocrypto menyebut bahwa Sentient memposisikan diri dengan pendekatan full-stack open-source AGI melalui GRID, yang mengkoordinasikan proses AI dari end-to-end

    Hal ini punya potensi bisa mengurangi ketergantungan pada sistem sentralisasi, meskipun ChatGPT unggul dalam berbagai sisi untuk saat ini, dan bukan menjadi saingan langsung, fitur unik Sentient memiliki potensi menarik pengguna yang mencari transparansi, terutama di sektor kripto di mana AI.

    Cara Mencoba Sentient AI

    Saat ini Santient AI masih dalam tahap demo, namun kamu dapat mencoba Sentient AI dengan mengaksesnya melalui website https://www.sentient.xyz/ sebagai berikut:

    1. Pilih Try Demo dengan mengakses laman https://www.sentient.xyz/
    1. Pilih opsi login; kamu bisa login menggunakan akun Google atau menggunakan dompet kripto yang kamu miliki.
    1. Jika kamu memilih opsi untuk login menggunakan dompet kripto, ada 413 dompet kripto yang sudah didukung, jadi cukup cari dan klik di bagian logo.
    1. Selanjutnya, tautkan dompet kripto yang kamu miliki dengan klik ‘Connect’
    1. Setelah berhasil login, kamu bisa langsung memasukkan prompt chat seperti AI ada umumnya, atau kamu juga bisa akses Community Agents, Asset Reports, sampai News.
    1. Contohnya, ketika kamu memilih Asset Reports—kamu bisa mengakses lebih dari 121 aset kripto terkait perkembangan terbarunya.
    1. Kamu bisa menanyakan ringkasan ringkas pasar hingga set-up trading menurut analisa AI Santient.

    Penutup

    Melihat dari potensinya, menurut Tim Riset Tokocrypto dalam jangka panjang token SENT sangat bergantung pada kemampuan proyek ini mendorong adopsi GRID oleh developer dan pengguna, terutama di tengah persaingan yang semakin ketat di sektor AI crypto.

    Jika kamu tertarik dengan potensi token SENT, token SENT telah tersedia untuk dibeli di beberapa bursa kripto besar seperti Tokocrypto. Pembelian SENT bisa dilakukan di Tokocrypto dengan langkah-langkah yang sederhana seperti masuk ke akun Tokocrypto, mencari pasangan perdagangan SENT, lalu menempatkan order pembelian sesuai kebutuhan.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Rebound $70.300, Sinyal Pemulihan?

    Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan tanda pemulihan dalam 24 jam terakhir.

    Saat ini, Tokocrypto memperdagangkan BTC di level $70.300,79, atau naik sekitar 2,1% dalam sehari terakhir.

    Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin kembali ke kisaran $1,40 triliun, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $39,30 miliar.

    Pergerakan ini menjadi sinyal penting setelah periode koreksi dalam beberapa minggu terakhir.

    Namun, apakah reli ini menandai pembalikan tren, atau hanya relief rally di tengah tekanan jangka menengah?

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 9% ke $70.600, Mulai Berbalik?

    Pergerakan 24 Jam: Momentum Mulai Menguat

    Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di rentang terendah $68.706,61 dan level tertinggi senilai $70.491,56.

    Penembusan kembali area $70.000 menjadi level psikologis penting bagi pasar. Secara teknikal, level ini sebelumnya menjadi resistance minor yang beberapa kali gagal ditembus dalam sesi sebelumnya.

    Kenaikan harian sebesar hampir 2% menunjukkan adanya minat beli yang kembali masuk, meskipun volume perdagangan relatif stabil di bawah $40 miliar, belum menunjukkan lonjakan ekstrem seperti saat breakout besar.

    Perubahan harga 7 hari juga mulai positif di +1,42%, yang mengindikasikan adanya potensi stabilisasi jangka pendek.

    Tekanan Jangka Menengah Masih Teras

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Mingguu, 15 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Mingguu, 15 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meski terjadi rebound harian, data historis menunjukkan tekanan masih membayangi:

    • 30 hari: -26,23%
    • 60 hari: -19,26%
    • 90 hari: -26,29%

    Artinya, BTC masih berada dalam fase koreksi menengah sejak puncak sebelumnya. Harga juga masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07.

    Penurunan lebih dari 26% dalam 30 hari terakhir mencerminkan fase distribusi dan aksi ambil untung yang cukup agresif.

    Oleh karena itu, reli saat ini perlu dikonfirmasi oleh struktur harga yang lebih kuat sebelum dapat dianggap sebagai pembalikan tren penuh.

    Struktur Pasar dan Level Kunci

    Dengan suplai beredar sebesar 19,99 juta BTC (sekitar 95,19% dari total suplai maksimum 21 juta), struktur pasokan Bitcoin semakin ketat. Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) saat ini berada di sekitar $1,47 triliun.

    Level penting yang perlu diperhatikan trader:

    Support:

    • $68.700 (low 24 jam)
    • $67.000 (area konsolidasi sebelumnya)

    Resistance:

    • $70.500 (high 24 jam)
    • $72.000–$73.000 (area distribusi sebelumnya)

    Jika BTC mampu menutup harian di atas $70.500 dan mempertahankan momentum, maka potensi uji ke zona $72.000 terbuka.

    Sebaliknya, kegagalan bertahan di atas $69.000 bisa memicu koreksi ulang menuju area $67.000.

    Volume dan Sentimen Pasar

    Volume perdagangan $39,30 miliar menunjukkan aktivitas pasar yang cukup solid, tetapi belum mengindikasikan euforia ekstrem.

    Biasanya, pembalikan tren besar disertai lonjakan volume signifikan dan peningkatan open interest di pasar derivatif. Tanpa dukungan tersebut, reli saat ini masih bisa dikategorikan sebagai fase pemulihan teknikal.

    Meski begitu, kenaikan harga disertai perbaikan struktur mingguan (+1,42%) dapat menjadi fondasi awal bagi stabilisasi lebih lanjut.

    Apakah Ini Awal Bullish Reversal?

    Secara keseluruhan, pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan:

    • Momentum jangka pendek mulai positif
    • Struktur jangka menengah masih dalam fase koreksi
    • Level psikologis $70.000 berhasil direbut kembali

    Namun, untuk mengonfirmasi pembalikan tren bullish, BTC perlu bertahan di atas $70.000 dalam beberapa sesi, menembus resistance $72.000 yang disertai peningkatan volume yang lebih agresif

    Tanpa tiga faktor tersebut, reli saat ini masih berisiko menjadi relief rally sebelum fase konsolidasi lanjutan.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini Naik ke $68.937, Sinyal Rebound Menguat?

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin berhasil rebound ke $70.300 dengan kenaikan sekitar 2% dalam 24 jam.

    Kapitalisasi pasar kembali stabil di atas $1,4 triliun, sementara volume perdagangan tetap solid.

    Meski sinyal jangka pendek terlihat membaik, tekanan 30 hari yang masih negatif mengindikasikan pasar belum sepenuhnya pulih. Level $70.500 dan $72.000 akan menjadi penentu arah selanjutnya.

    Investor dan trader disarankan untuk memantau konfirmasi breakout serta menjaga manajemen risiko, mengingat volatilitas pasar kripto masih tinggi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $66.569, Koreksi Dalam?

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini berada di level $66.569,68 per BTC, mencatatkan penurunan sekitar -0,92% dalam 24 jam terakhir.

    Dalam catatan Tokocrypto pada Jumat (13/2), kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,33 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai $44,79 miliar.

    Meski tekanan jual masih terasa dalam jangka pendek, BTC menunjukkan sedikit pemulihan intraday setelah sempat menyentuh level terendah $65.092,11 dan tertinggi harian di $68.339,49.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Lemah $67.072, Tekanan Menghantui

    Koreksi Dalam Sebulan Tembus 30%

    Jika melihat performa dalam jangka menengah, tekanan terhadap BTC terlihat cukup signifikan.

    Dalam 30 hari terakhir, harga Bitcoin telah turun sekitar -30,12%, atau setara dengan koreksi hampir $28.748 dari level sebelumnya.

    Dalam rentang 60 hari, BTC juga masih mencatat pelemahan sebesar -25,33%, sementara dalam 90 hari terakhir koreksi mencapai -30,76%.

    Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi besar setelah sebelumnya mencatatkan reli panjang.

    Sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar dan peringkat 1 secara global, pergerakan Bitcoin sering kali menjadi penentu arah pasar altcoin.

    Pergerakan Jangka Pendek: Stabilisasi atau Dead Cat Bounce?

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dalam 7 hari terakhir, BTC justru mencatatkan kenaikan tipis sebesar +3,04%, menandakan adanya potensi stabilisasi jangka pendek.

    Sementara itu, perubahan harga 1 jam terakhir menunjukkan kenaikan +0,32%, mengindikasikan adanya pembelian di area bawah.

    Namun demikian, secara struktur tren, BTC masih bergerak dalam tekanan setelah gagal kembali ke area resistance kuat di atas $70.000.

    Beberapa level penting yang kini menjadi perhatian pasar antara lain:

    • Support kuat: $65.000
    • Support lanjutan: $62.000–$60.000
    • Resistance terdekat: $68.300–$70.000
    • Resistance psikologis utama: $75.000

    Jika BTC mampu bertahan di atas $65.000, potensi rebound teknikal tetap terbuka.

    Sebaliknya, jika level tersebut ditembus, risiko koreksi lanjutan bisa meningkat.

    Kapitalisasi Pasar dan Likuiditas Tetap Besar

    Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,33 triliun, Bitcoin masih mendominasi hampir seluruh lanskap kripto global.

    Dari total suplai maksimum 21 juta BTC, saat ini sudah beredar sekitar 19,99 juta BTC atau sekitar 95,18% dari total suplai.

    Fakta bahwa sebagian besar suplai sudah beredar membuat dinamika harga BTC semakin sensitif terhadap perubahan permintaan.

    Dengan suplai yang semakin terbatas dan minat institusional yang tetap ada, struktur jangka panjang Bitcoin masih dianggap solid oleh banyak analis.

    Volume perdagangan 24 jam sebesar hampir $45 miliar juga menunjukkan bahwa likuiditas BTC tetap tinggi meski pasar sedang mengalami tekanan.

    Apakah BTC Siap Rebound?

    Secara historis, koreksi 25–35% bukanlah hal baru dalam siklus Bitcoin. Fase ini sering kali menjadi periode akumulasi sebelum pergerakan besar berikutnya.

    Beberapa faktor yang dapat memengaruhi arah BTC selanjutnya, seperti sentimen makro global (suku bunga & likuiditas); arus dana institusional; pergerakan ETF Bitcoin; atau sentimen pasar derivatif dan likuidasi.

    Jika momentum beli kembali meningkat dan BTC mampu menembus area $70.000 dengan volume besar, maka peluang menuju zona $75.000 terbuka.

    Namun selama masih tertahan di bawah resistance, fase konsolidasi kemungkinan berlanjut.

    Baca Juga: Whale Borong $4 Miliar BTC, Tapi Ini Bisa Jadi Sinyal Bullish?

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih berada dalam tekanan jangka menengah dengan koreksi lebih dari 30% dalam 30 hari terakhir.

    Meski demikian, stabilisasi di atas $65.000 menjadi sinyal penting bahwa pasar belum sepenuhnya kehilangan daya tahan.

    Dengan kapitalisasi pasar di atas $1,3 triliun dan suplai yang semakin terbatas, BTC tetap menjadi barometer utama industri kripto.

    Investor kini mencermati apakah level support saat ini mampu bertahan atau justru menjadi pintu menuju koreksi yang lebih dalam.

    Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada kombinasi sentimen pasar, arus likuiditas, dan respons pembeli di zona support krusial.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ternyata Ini Sektor Kripto yang Paling Mendominasi Percakapan Warganet di 2025

    Pasar kripto yang semakin berkembang membuat percakapan dan diskusi perihal dunia kripto tidak lagi hanya berfokus pada pergerakan harga aset kripto, tetapi mulai mengarah pada sektor teknologi yang menjadi fondasi pengembangan industri kripto ke depan.

    Perubahan ini terekam dalam laporan Indonesia’s Crypto Outlook 2026 yang diungkapkan oleh Dataxet Sonar x Tokocrypto, berdasarkan analisis percakapan publik terkait kripto di berbagai kanal online selama 2025 yang menunjukkan bahwa minat publik mulai terbuka terhadap inovasi berbasis teknologi seperti AI dalam cakupan Web3.

    Menurut Prasetyo Katon, Head of Insights Dataxet Sonar, dengan mengetahui sektor-sektor ini kita bisa mengikuti pola seperti apa, dan sektor-sektor apa yang diminati di industri kripto. Lantas, kira-kira apa saja sektor yang menjadi pembahasan warganet selama 2025?

    AI & DePIN Jadi Sektor Paling Banyak Dibicarakan

    Head of Insights Dataxet Sonar, Prasetyo Katon di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

    Berdasarkan pemetaan sektor kripto yang menjadi fokus percakapan publik, AI & DePIN (Artificial Intelligence & Decentralized Physical Infrastructure Networks) muncul sebagai sektor paling dominan sepanjang 2025. Sektor ini mencatat 32% share of voice, menjadikannya yang tertinggi dibanding sektor kripto lainnya.

    Dalam presentasinya tersebut Dataxet Sonar memberikan sentimen bahwa dominasi AI & DePIN selaras dengan tren global, di mana integrasi kecerdasan buatan dan infrastruktur terdesentralisasi menjadi topik utama dalam pengembangan ekosistem kripto. Percakapan ini menunjukkan bahwa warganet tidak hanya membahas kripto sebagai aset investasi, tetapi juga sebagai teknologi yang menopang berbagai aplikasi masa depan.

    Top 5 Sektor Kripto yang Paling Banyak Dibicarakan

    Untuk konteks perbandingan, berikut lima sektor kripto utama yang mendominasi percakapan publik di Indonesia sepanjang 2025 berdasarkan share of voice:

    1. AI & DePIN: 32%
    2. Stablecoin: 22%
    3. RWAs (Real World Assets): 10%
    4. Memecoin: 5.7%
    5. Layer 1 dan Layer 2: 3.92%

    Data ini menunjukkan bahwa  selama 2025 meskipun memecoin masih ramai dibicarakan, ini bisa menjadi salah satu pertanda bahwa fokus warganet mulai bergeser ke sektor yang lebih fundamental dan berorientasi utilitas.

    Baca juga: Aplikasi Bitchat Bisa Kirim Pesan dan Bitcoin Tanpa Internet, Gini Caranya!

    Indikasi Pasar Kripto Indonesia Mulai Mature

    Salah satu temuan penting dalam laporan ini adalah meningkatnya percakapan tentang RWAs, regulasi stablecoin, dan tokenisasi. Dataxet Sonar mencatat bahwa topik-topik tersebut menjadi sinyal bahwa market Indonesia mulai mature dan siap untuk institutional participation. Menurut Dataxet Sonar:

    “Percakapan tentang RWAs, stablecoin regulation, dan tokenization menunjukkan market Indonesia mulai mature dan siap untuk institutional participation.”

    Hal ini menunjukkan bahwa warganet dan pelaku pasar tidak lagi hanya membicarakan kripto dari sisi volatilitas harga, tetapi juga dari perspektif regulasi, kepastian hukum, dan kesiapan ekosistem untuk melibatkan institusi dalam skala yang lebih besar.

    Arah Baru Perbincangan Kripto di Indonesia

    Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa percakapan kripto di Indonesia mulai bergerak ke fase yang lebih dewasa. Warganet tidak lagi hanya bereaksi terhadap fluktuasi harga, tetapi mulai membahas teknologi, infrastruktur, serta kesiapan pasar. Dominasi AI & DePIN selama tahun 2025 kemarin diharapkan menjadi gambaran bahwa kripto semakin dipahami sebagai fondasi inovasi digital, bukan sekadar instrumen spekulasi.

    Laporan Dataxet Sonar x Tokocrypto di ICO 2026 juga memuat beragam insight lain, termasuk ke mana arah pasar kripto Indonesia di 2026 serta bagaimana tren adopsi kripto di Asia terus berkembang seiring meningkatnya regulasi dan partisipasi institusional.

    Kalau kamu ingin melihat riset dan insight kripto Indonesia yang lebih lengkap dan mendalam, kamu bisa dapatkan materi riset resminya secara gratis di sini: Riset & Materi Indonesia Crypto Outlook 2026 – Tokocrypto

    Baca juga: Ternyata Ini 3 Hal Paling Dicari Investor Kripto Indonesia!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 9% ke $70.600, Mulai Berbalik?

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini mencatat kenaikan signifikan, diperdagangkan di level $70.638,59 atau menguat sekitar 9,03% dalam 24 jam terakhir.

    Lonjakan ini terjadi di tengah reli pasar kripto yang lebih luas, dengan volume perdagangan harian mencapai $91,36 miliar, menandakan peningkatan aktivitas pasar yang cukup agresif setelah periode tekanan panjang.

    Meski demikian, Bitcoin masih berada dalam fase koreksi jika dilihat dari performa bulanan hingga kuartalan, sehingga pergerakan harga saat ini menjadi sorotan utama pelaku pasar: apakah ini awal pembalikan tren atau sekadar relief rally?

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Rungkad! Bitcoin Turun 9% ke $64.000

    Pergerakan Harga BTC Hari Ini

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang harga yang cukup lebar, dengan level terendah di $64.459,92 dan level tertinggi di $71.681,31.

    Volatilitas tinggi ini menunjukkan adanya tarik-menarik kuat antara pembeli dan penjual.

    Kenaikan harian sebesar $5.606,48 (+8,61%) menempatkan BTC sebagai salah satu aset kripto dengan performa terbaik hari ini, sekaligus memperkuat posisinya sebagai aset kripto nomor satu berdasarkan kapitalisasi pasar.

    Namun, pada timeframe yang lebih pendek, perubahan harga 1 jam terakhir menunjukkan koreksi kecil sebesar -0,58%, mengindikasikan mulai munculnya aksi ambil untung setelah lonjakan cepat.

    Kapitalisasi Pasar dan Fundamental Supply

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Di Tokocrypto, kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai sekitar $1.413 triliun, dengan pasokan beredar 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,17% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

    Tingkat suplai yang semakin mendekati batas maksimum ini terus menjadi fondasi narasi kelangkaan Bitcoin dalam jangka panjang.

    Sementara itu, Fully Diluted Market Cap tercatat di kisaran $1.485 triliun, mencerminkan valuasi penuh jika seluruh BTC telah beredar.

    Volume perdagangan yang tinggi menunjukkan bahwa minat pasar kembali meningkat, meski sebagian besar masih didominasi oleh perdagangan jangka pendek dan spekulatif.

    Tekanan Jangka Menengah Masih Terlihat

    Meskipun performa harian terlihat impresif, data historis menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam tekanan jika dilihat dari timeframe yang lebih panjang:

    • 30 hari: turun $20.282,17 (-22,28%)
    • 60 hari: turun $19.162,63 (-21,32%)
    • 90 hari: turun $31.006,99 (-30,48%)

    Selain itu, performa mingguan masih mencatat penurunan 15,58%, menandakan bahwa reli hari ini belum sepenuhnya menghapus tren turun sebelumnya.

    Kondisi ini menguatkan pandangan bahwa kenaikan harga BTC saat ini kemungkinan besar dipicu oleh sentimen pasar jangka pendek, bukan perubahan struktural yang solid.

    Level Teknis Penting yang Perlu Diperhatikan

    Dari sudut pandang analisis teknikal, terdapat beberapa area kunci yang menjadi fokus pelaku pasar:

    • Support terdekat: $64.000 – $65.000
      Area ini menjadi dasar reli terbaru dan penting untuk dipertahankan agar momentum bullish tetap hidup.
    • Resistensi kuat: $71.500 – $72.000
      Level ini berdekatan dengan puncak harian dan menjadi penghalang utama sebelum BTC berpotensi melanjutkan kenaikan.
    • Resistensi lanjutan: $75.000
      Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas $72.000 dengan volume tinggi, peluang uji ke area ini akan terbuka.

    Sementara itu, rekor tertinggi Bitcoin di $126.198,07 masih berada jauh di atas harga saat ini, menegaskan bahwa ruang pemulihan jangka panjang masih sangat besar, namun penuh tantangan.

    Awal Reversal atau Sekadar Pantulan?

    Lonjakan harga Bitcoin hari ini menunjukkan adanya pergeseran sentimen pasar dari ketakutan ekstrem menuju optimisme jangka pendek.

    Namun, tanpa dukungan tren naik yang konsisten dan konfirmasi dari timeframe mingguan, reli ini masih berisiko bersifat sementara.

    Investor dan trader disarankan untuk mencermati:

    • Konsistensi volume di atas $90 miliar
    • Kemampuan BTC bertahan di atas $68.000
    • Reaksi harga di zona $71.500–$72.000

    Jika gagal menembus resistensi tersebut, Bitcoin berpotensi kembali bergerak konsolidatif atau bahkan terkoreksi.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Tergelincir ke $76.000, Risiko Koreksi?

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin sedang mengalami reli kuat secara harian, namun masih berada dalam bayang-bayang tren turun jangka menengah.

    Kenaikan 9% ini menjadi sinyal positif, tetapi belum cukup untuk mengonfirmasi pembalikan tren secara menyeluruh.

    Pasar kini menunggu konfirmasi lanjutan: apakah Bitcoin mampu mempertahankan momentum dan menembus resistensi kunci, atau justru kembali tertekan oleh aksi ambil untung.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kerugian Kripto di Januari 2026 Tembus Hampir $400 Juta

    Industri kripto kembali menghadapi tantangan serius di awal 2026.

    Sepanjang Januari, total kerugian akibat eksploitasi dan serangan siber tercatat hampir $400 juta, menurut laporan terbaru dari firma keamanan blockchain CertiK.

    Angka ini menegaskan bahwa ancaman keamanan tidak hanya berasal dari celah smart contract, tetapi semakin didominasi oleh serangan social engineering yang menargetkan pengguna secara langsung.

    Data CertiK menunjukkan bahwa sekitar 71% dari total kerugian, atau setara $284 juta, berasal dari satu insiden phishing masif.

    Dalam kasus ini, pelaku kejahatan menyamar sebagai tim dukungan resmi Trezor, salah satu merek hardware wallet paling populer di industri kripto.

    Baca Juga: Cina: Blokir Semua yang Sebut Blockchain ‘Scam’ dan Peluncuran Mata Uang Digital DCEP

    Phishing Trezor

    Menurut laporan BeInCrypto pada Senin (2/2), serangan phishing tersebut menjadi kasus terbesar di Januari 2026 dan sekaligus yang paling mengkhawatirkan.

    Dengan memanfaatkan email dan pesan palsu yang tampak meyakinkan, pelaku berhasil mengelabui korban untuk menyerahkan kredensial sensitif atau menandatangani transaksi berbahaya.

    Ironisnya, banyak korban merupakan pengguna hardware wallet, yang selama ini dianggap sebagai standar emas keamanan aset kripto.

    Insiden ini menegaskan bahwa sekuat apa pun teknologi penyimpanan aset, kesalahan manusia tetap menjadi celah terbesar.

    Pola ini juga menunjukkan pergeseran strategi para peretas.

    Alih-alih menghabiskan waktu mencari bug teknis yang kompleks, mereka kini lebih fokus mengeksploitasi psikologi pengguna: mulai dari rasa panik, kepercayaan pada merek besar, hingga kurangnya literasi keamanan digital.

    Step Finance dan Truebit

    Selain phishing Trezor, Januari 2026 juga diwarnai oleh beberapa eksploit besar lain.

    Step Finance, protokol di ekosistem Solana, dilaporkan mengalami kerugian sekitar $30 juta akibat eksploit yang memanfaatkan celah tertentu dalam sistemnya.

    Sementara itu, Truebit, proyek yang berfokus pada verifikasi komputasi off-chain, kehilangan sekitar $26,6 juta dalam insiden terpisah.

    Meski secara nominal lebih kecil dibanding phishing Trezor, dua kasus ini tetap menegaskan bahwa smart contract hack belum sepenuhnya hilang dari lanskap ancaman kripto.

    Namun, jika dilihat secara agregat, dominasi kerugian dari social engineering menunjukkan tren yang jelas: vektor serangan telah bergeser dari kode ke manusia.

    Rotasi Dana Curian ke Monero Soroti Isu Privacy Coin

    Laporan tersebut juga menyoroti pola menarik dalam pergerakan dana hasil kejahatan.

    Sebagian besar aset curian dilaporkan dirotasi ke Monero (XMR), aset kripto yang dikenal dengan fitur privasi tingkat tinggi.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dominasi serangan social engineering dibanding smart contract hack menunjukkan bahwa faktor manusia tetap menjadi celah keamanan terbesar, bahkan bagi pengguna hardware wallet.

    “Rotasi aset curian ke Monero (XMR) juga menyoroti peran privacy coins dalam ekosistem kejahatan siber, berpotensi memicu regulasi lebih ketat,” ujarnya.

    Penggunaan Monero dalam aktivitas pencucian dana kembali memunculkan perdebatan lama terkait privacy coin.

    Di satu sisi, koin privasi dianggap penting untuk kebebasan finansial dan perlindungan data pengguna. Di sisi lain, regulator global semakin menyoroti perannya dalam ekosistem kejahatan siber.

    Tren ini berpotensi memicu pengetatan regulasi terhadap privacy coin, terutama di yurisdiksi yang sudah sensitif terhadap isu pencucian uang dan pendanaan ilegal.

    Implikasi bagi Industri dan Pengguna Kripto

    Kerugian hampir $400 juta dalam satu bulan menjadi pengingat keras bahwa keamanan kripto tidak hanya soal audit kode atau teknologi canggih. Edukasi pengguna kini menjadi garis pertahanan utama.

    Bagi industri, ini berarti proyek dan penyedia layanan harus meningkatkan komunikasi keamanan, memperjelas kanal resmi, serta aktif memperingatkan pengguna soal modus penipuan terbaru.

    Bagi investor dan holder individu, kewaspadaan ekstra, seperti verifikasi ganda sumber informasi dan skeptisisme terhadap pesan mendesak—menjadi keharusan.

    Baca Juga: Gila! Hacker Raup Rp  2 Triliun dari Bank Sentral Brasil dalam Sekejap!

    Lonjakan kerugian kripto di Januari 2026 menegaskan satu hal penting: faktor manusia masih menjadi target paling empuk bagi penjahat siber.

    Dominasi phishing dibanding smart contract hack menunjukkan perubahan lanskap ancaman yang signifikan.

    Dengan semakin canggihnya teknik social engineering dan meningkatnya sorotan regulator terhadap privacy coin seperti Monero, industri kripto dihadapkan pada tantangan ganda: meningkatkan keamanan pengguna sekaligus menjaga keseimbangan antara privasi dan kepatuhan.

    Tanpa perbaikan di sisi edukasi dan kesadaran, risiko kerugian serupa berpotensi terus menghantui pasar kripto sepanjang 2026.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $88.944, Uji Area Support

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih berada dalam tekanan ringan.

    Berdasarkan data terbaru Tokocrypto pada Kamis (29/1), harga Bitcoin tercatat di $88.944,46 per BTC, melemah sekitar 1,14% dalam 24 jam terakhir.

    Koreksi ini terjadi seiring meningkatnya volatilitas pasar kripto global, di mana pelaku pasar terlihat mulai lebih berhati-hati setelah reli panjang yang membawa BTC mendekati area psikologis $90.000.

    Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,77 triliun, Bitcoin masih kokoh sebagai aset kripto terbesar di dunia.

    Namun, dinamika jangka pendek menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase konsolidasi yang sensitif, di mana setiap tekanan jual relatif kecil dapat memicu pergerakan harga yang cukup signifikan.

    Baca Juga: Citrea Luncurkan Mainnet untuk Skalabilitas Bitcoin

    Performa Harian: BTC Masih Bertahan di Atas $88.000

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di rentang $87.612 – $90.439.

    Level ini menandakan bahwa area $87.000–$88.000 mulai berperan sebagai zona support jangka pendek, sementara area $90.000 masih menjadi resistensi kuat yang belum berhasil ditembus secara meyakinkan.

    Secara intraday, Bitcoin sempat mencatat perubahan harga satu jam sebesar +0,07%, menunjukkan adanya upaya pantulan kecil dari tekanan jual.

    Namun secara keseluruhan, tekanan masih mendominasi, tercermin dari penurunan harian sekitar -1,24%.

    Volume Perdagangan dan Aktivitas Pasar

    Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir tercatat di kisaran $35,57 miliar hingga $43,92 miliar (bergantung pada agregator data), mencerminkan bahwa likuiditas pasar tetap tinggi.

    Tingginya volume di tengah penurunan harga sering kali mengindikasikan adanya distribusi aset, di mana sebagian investor memilih mengamankan profit atau mengurangi eksposur risiko.

    Dari sisi suplai, jumlah BTC yang beredar saat ini sekitar 19,98 juta koin, atau sekitar 95,15% dari total maksimum 21 juta BTC.

    Artinya, sebagian besar suplai Bitcoin sudah berada di pasar, dan laju inflasi tahunan BTC relatif sangat rendah dibanding aset kripto lain.

    Faktor ini masih menjadi salah satu fondasi utama narasi jangka panjang Bitcoin sebagai aset lindung nilai digital.

    Kinerja Jangka Menengah: Sinyal Campuran

    Melihat data historis, pergerakan BTC menunjukkan sinyal yang cukup beragam:

    • 30 hari: naik sekitar 0,91%
    • 60 hari: turun sekitar 3,03%
    • 90 hari: turun sekitar 19,54%

    Penurunan hampir 20% dalam 90 hari terakhir menegaskan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi menengah setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi di $126.198.

    Koreksi sedalam ini secara historis bukanlah hal asing bagi Bitcoin, bahkan sering dianggap sebagai bagian dari siklus pasar.

    Namun, data ini juga menunjukkan bahwa pemulihan jangka pendek masih rapuh.

    Kenaikan tipis dalam 30 hari terakhir belum cukup untuk mengubah struktur tren yang cenderung melemah dalam horizon waktu lebih panjang.

    Struktur Pasar dan Level Penting

    Dari sudut pandang pasar, ada beberapa level kunci yang kini menjadi perhatian trader dan investor:

    • Support terdekat: area $87.000–$88.000
    • Support lanjutan: area psikologis $85.000
    • Resistensi utama: $90.000
    • Resistensi lanjutan: $94.000–$95.000

    Selama BTC masih bertahan di atas area $87.000, peluang konsolidasi masih terbuka. Namun, jika level ini ditembus dengan volume besar, pasar berpotensi menguji support yang lebih rendah.

    Sebaliknya, untuk memulihkan sentimen jangka pendek, Bitcoin perlu kembali menembus dan bertahan di atas $90.000.

    Breakout yang valid di atas level ini dapat membuka ruang bagi penguatan lanjutan dan mengurangi tekanan psikologis di pasar.

    Sentimen Investor: Menunggu Katalis

    Pergerakan harga yang relatif datar dengan kecenderungan melemah menunjukkan bahwa pasar saat ini berada dalam fase menunggu katalis baru.

    Baik faktor makro, aliran dana institusional, maupun perkembangan regulasi global masih menjadi variabel utama yang dapat mengubah arah harga secara signifikan.

    Di sisi lain, fakta bahwa kapitalisasi pasar Bitcoin tetap berada di atas $1,7 triliun menunjukkan bahwa minat jangka panjang terhadap BTC belum memudar.

    Investor besar cenderung memandang koreksi sebagai bagian dari siklus, bukan akhir dari tren makro.

    Baca Juga: Analisa harga BTC hari ini: Bangkit! Bitcoin Menguat 1,63%

    Analisa harga BTC hari ini memperlihatkan Bitcoin masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah ringan.

    Harga di $88.944 menempatkan BTC tepat di area krusial antara support dan resistensi.

    Dalam jangka pendek, pasar akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan Bitcoin bertahan di atas $87.000 atau menembus kembali $90.000.

    Bagi investor, periode seperti ini sering kali menjadi momen untuk lebih fokus pada manajemen risiko dan pemantauan level teknikal utama, sambil menunggu arah pasar yang lebih tegas.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Skill 70 Manusia vs 30 AI Diuji di AI Trading Showdown Season 2 Aster DEX

    Aster DEX, platform decentralized perpetual exchange (perp DEX) generasi baru yang didukung oleh YZi Labs, kembali menyita perhatian dengan meluncurkan Season 2 dari Human vs AI Trading Showdown atau yang dikenal sebagai AI Trading Battle.

    Kompetisi ini berlangsung di Aster Chain testnet selama 7 hari penuh (22–29 Januari 2026), mempertemukan 70 trader manusia melawan 30 agen AI dalam arena trading on-chain yang transparan.

    Total prize pool mencapai $150.000 dan menjadi $200.000 jika Tim Manusia berhasil mengalahkan Tim AI berdasarkan ROI tim secara agregat.

    AI Trading Showdown Season 2 Aster DEX

    Kompetisi Human vs AI Season 2 diluncurkan untuk menguji jaringan Aster Chain Testnet, sekaligus menguji strategi, intuisi, dan disiplin antara manusia dan AI.

    Setiap peserta, baik 70 trader manusia maupun 30 agen AI akan diberi modal virtual 10,000 USDT + 10,000 $ASTER untuk diperdagangkan pada pair populer seperti BTC/USDT, ETH/USDT, SOL/USDT, XRP/USDT, dan ASTER/USDT.

    Dalam pertandingan ini, AI yang bertanding merupakan agen canggih yang dibekali dengan situation awareness real-time, diperkuat model terbaru seperti GPT-5, Gemini, DeepSeek, dan Grok. Sementara itu, trader manusia dipilih ketat berdasarkan performa 60 hari terakhir, termasuk mereka yang dikenal agresif dalam memanfaatkan momentum pasar.

    Di Season 1 kemarin, manusia mendominasi leaderboard individu dengan PNL spektakuler dan rotasi cepat ke aset spekulatif seperti ENA, XPL, atau PUMP. Namun secara keseluruhan, AI menang telak dengan ROI lebih stabil dengan AI -4.48% dan manusia -32.22%, zero liquidation dibanding dengan 43% pada manusia, dan preservasi modal jauh lebih baik.

    Baca juga: DeepSeek Buat Porto Naik 2x di Alpha Arena, Trader Manual Tumbang di Hadapan AI?!

    Detail Hadiah AI Trading Showdown Season 2 Aster DEX

    Total prize pool kompetisi ini mencapai $150.000 dan akan meningkat menjadi $200.000 jika Tim Manusia berhasil mengalahkan Tim AI berdasarkan ROI tim secara agregat. 

    Hadiahnya sendiri dibagi dalam beberapa kategori: Top Human PnL Champion berhak atas $30.000, sementara tim dengan ROI tertinggi akan berbagi $50.000, atau $100.000 jika kemenangan diraih oleh manusia. 

    Sementara tim yang kalah tetap memperoleh $20.000 sebagai bentuk apresiasi partisipasi. Distribusi hadiah dilakukan secara proporsional sesuai kontribusi PnL positif masing-masing peserta, sehingga setiap trader yang mencetak keuntungan akan mendapatkan bagian sesuai performanya.

    Baca juga: Bisakah AI Trading Crypto Dimulai dengan Modal Kecil?

    Update Klasemen

    Hingga tanggal 28 Januari, sehari sebelum penutupan dari pertandingan ini, baik Manusia maupun AI secara total mengalami kerugian, dengan detail sebagai berikut:

    • Manusia mencatat ROI -22.02% dengan total kerugian sekitar -$250K.
    • AI lebih stabil dengan ROI -10.25% dan kerugian jauh lebih kecil, sekitar -$49K.

    Meskipun secara keseluruhan kedua kubu Maunusia dan AI mengalami kerugian, beberapa di antaranya berhasil meraih keuntungan:

    • Trader manusia seperti @coupon_ichigo, @Crypto_He, dan @SkylineETH berhasil mencetak total PNL positif di kisaran $16K–$18K.
    • Dari sisi AI, @nofA_ai dan @MoneyLord menonjol dengan PNL positif $15K–$15.5K.

    Selain digunakan untuk mencoba Aster Chain testnet, dan lihainya Manusia vs Ai dalam melakukan trading, ternyata pertandingan ini juga semakin interaktif dan accessible bagi komunitas luas dengan dukungan seperti:

    • Prediction markets: terbuka di Polymarket, Opinion Labs, dan 0xProbable, para spkulator bisa bisa bertaruh siapa pemenangnya.
    • Copy-trading AI: via Hyperbot, SOON SVM, Echosync, dan SIANEXX, trader biasa bisa melakukan mirror strategi AI yang tengah bertanding, sehingga membuka peluang bagi pemula untuk mencoba memanfaatkan AI.
    • Leaderboard real-time dan replay trade tersedia di situs resmi Aster DEX testnet, memberikan transparansi penuh.

    Baca juga: Bagaimana Volatilitas Crypto Mempengaruhi Performa AI Trading?

    Penutup

    Pergerakan harga Aster (ASTER/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Sejauh ini ujicoba dari testnet Aster DEX melalui AI Trading Showdown Season 2 dianggap sukses karena mampu berjalan lancar, menghadirkan engagement baru, dan menyediakan data nyata untuk riset lanjutan di ekosistem DeFi. Bersamaan dengan itu, harga Aster juga naik sekitar 15% dalam 7 hari terakhir.

    Bagi kamu yang ingin mencoba berinteraksi langsung dengan ekosistem Aster, tokennya juga sudah tersedia di berbagai platform exchange lokal seperti Tokocrypto, dapatkan potongan biaya trading 20% untuk setiap trade dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!

    Dengan tinggal beberapa hari tersisa, kira-kira apakah manusia bisa comeback ataukah AI kembali membuktikan superioritasnya di market? Pantau terus update terbarunya di Tokonews atau kunjungi langsung Aster DEX testnet untuk update terbaru.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com