Tag: detiktravel

  • Daya Tarik Gunung Kuta dan Lokasinya, Cocok untuk Pendaki Pemula


    Jakarta

    Bogor menyimpan berbagai destinasi alam yang memikat, salah satunya adalah Gunung Kuta. Berada di kawasan yang asri, Gunung Kuta menawarkan keindahan alam yang begitu alami dan menenangkan.

    Tempat ini menjadi tujuan yang menarik bagi para pecinta petualangan atau pendaki pemula. Sebelum datang ke sini, ketahui berbagai daya tarik, harga tiket masuk, dan fasilitasnya.

    Daya Tarik Gunung Kuta

    Gunung Kuta dibuka pada tahun 2019. Pendakiannya cocok untuk para pendaki pemula sebab jalurnya relatif mudah. Berikut beberapa daya tariknya.


    1. Ketinggian 1.050 mdpl

    Gunung Kuta mempunyai ketinggian mencapai 1.050 mdpl. Mengutip arsip detikTravel berdasarkan pengalaman ke Gunung Kuta pendakian ini mempunyai mempunyai 3 pos yang dilalui pendaki.

    2. Dekat dengan Jakarta

    Gunung Kuta bisa menjadi pilihan bagi traveler yang berdomisili di Jakarta. Perjalanan dari Jakarta ke Gunung yang berada di Kabupaten Bogor ini tidak terlalu lama. Para pendaki bisa menggunakan kendaraan motor atau mobil dalam menjangkaunya.

    3. Pemandangan Malamnya Indah

    Para pendaki bisa menggelar tenda di Bukit Wanapa yang bisa menampung hingga ratusan tenda. Pemandangan malamnya cukup indah dengan lanskap gemerlap Bogor.

    4. Jalur Trek Relatif Mudah

    Pendaki bisa trekking di jalur yang dilalui relatif mudah. Meski begitu, ada beberapa bagian yang cukup menantang. Selama trekking, pendaki akan ditemani panorama alam yang indah.

    Harga Tiket Masuk Wisata Gunung Kuta

    Untuk bisa mendaki di Gunung Kuta, harga tiket atau retribusinya cukup terjangkau. Mengutip salah satu laman agen travel, berikut harganya:

    • Harga tiket masuk: Rp 20.000
    • Parkir kendaraan: Rp 5.000 (Motor) dan Rp 10.000 (Mobil).

    Gunung Kuta berlokasi di Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jika menggunakan kendaraan pribadi dari Jakarta, kamu bisa menuju Cibubur, kemudian Cileungsi. Lanjutkan perjalanan menuju Jonggol dan Sukamakmur, dan terakhir ke Desa Cibadak.

    Fasilitas Wisata Gunung Kuta

    Terdapat beragam fasilitas yang cukup lengkap di Wisata Gunung Kuta. Berikut di antaranya:

    • Air bersih
    • Mushola dan tempat berwudhu
    • Kamar mandi
    • Warung yang menjual makanan dan minuman

    Untuk traveler yang mau mendaki ke Gunung Kuta, musim panas menjadi waktu yang tepat. Sebab, kontur tanah yang kering dan tidak hujan akan meminimalisir terjadinya badai saat camping. Sebelum datang, jangan lupa update informasi terbaru terkait Gunung Kuta ya.

    (elk/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cara Menuju Guci Forest, Tempat Wisata Terkenal di Tegal


    Jakarta

    Guci merupakan salah satu kawasan wisata yang populer di Tegal, Jawa Tengah. Ada banyak objek wisata menarik yang patut dikunjungi, salah satunya adalah Guci Forest.

    Sedikit informasi, Guci adalah nama salah satu kawasan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Lokasinya yang berada di lereng Gunung Slamet membuat suasana di Guci begitu sejuk dan segar.

    Untuk bisa sampai ke Guci Forest, kamu bisa mengendarai mobil ataupun sepeda motor karena jalannya sudah beraspal, sehingga tak perlu khawatir. Namun perlu diingat, jika kamu pergi saat akhir pekan atau musim liburan maka berpotensi mengalami kemacetan di sekitar tempat wisata.


    Apabila travelers berencana ingin menghabiskan waktu liburan di Guci Forest, simak rute menuju ke sana dalam artikel ini.

    Daya Tarik Guci Forest

    Daya tarik dari Guci Forest adalah menawarkan tempat penginapan dengan view pemandangan alam yang indah. Selain itu, travelers juga bisa berkeliling kawasan Guci Forest sambil menghirup udara segar khas pegunungan.

    Untuk tipe kamarnya juga bermacam-macam. Dilansir situs resminya, berikut tipe-tipe kamar di Guci Forest:

    1. Villa Utama Triple Bedroom

    Fasilitas:

    • 3 kamar tidur dengan 7 kasur
    • Free WiFi
    • Air panas
    • Parkir gratis
    • Dapur berbagi
    • 1 Smart TV 36 inch
    • 1 Smart TV 48 inch
    • Balkon
    • Amenities
    • Kopi dan teh
    • Pemandangan hutan pinus dan bukit.

    2. Villa Utama Double Bedroom

    Fasilitas:

    • 2 kamar dengan 2 kasur king size
    • Free WiFi
    • Air panas
    • Parkir gratis
    • Dapur berbagi
    • 1 Smart TV 36 inch
    • 1 Smart TV 48 inch
    • Balkon
    • Amenities
    • Kopi dan teh
    • Pemandangan hutan pinus dan bukit.

    3. Villa Utama Single Bedroom

    Fasilitas:

    • 1 kamar dengan 1 kasur king size
    • Free WiFi
    • Air panas
    • Parkir gratis
    • Dapur berbagi
    • 1 Smart TV 36 inch
    • 1 Smart TV 48 inch
    • Balkon
    • Amenities
    • Kopi dan teh
    • Pemandangan hutan pinus dan bukit.

    4. Villa Cottage One Bedroom

    Fasilitas:

    • 1 rumah
    • 1 kamar tidur dengan 1 kasur king size
    • Free WiFi
    • Air panas
    • Parkir gratis
    • 1 Smart TV 36 inch
    • Area santai
    • Amenities
    • Kopi dan teh
    • Pemandangan hutan pinus dan bukit.

    5. Villa Cottage Two Bedroom

    Fasilitas:

    • 1 rumah
    • 2 kamar tidur dengan 2 kasur king size
    • Free WiFi
    • Air panas
    • Parkir gratis
    • 1 Smart TV 36 inch
    • 1 Smart TV 48 inch
    • Area santai
    • Amenities
    • Kopi dan teh
    • Pemandangan hutan pinus dan bukit.

    Selain tinggal di villa, Guci Forest juga menawarkan sensasi menginap di glamping dan camping. Selama di tempat wisata ini, detikers juga bisa mandi air panas, berjalan-jalan di hutan pinus, nongkrong di kedai kopi, atau menyantap makanan lezat di restoran.

    Selain itu, ada aktivitas outdoor yang seru dan menantang, seperti bermain ATV dan paintball. Lokasi Guci Forest yang estetik dan asri juga cocok bagi travelers yang ingin foto-foto.

    Ada sejumlah rute yang bisa dilalui untuk bisa sampai di Guci Forest. Dari pantauan detikTravel di Google Maps, berikut cara menuju Guci Forest dengan mengendarai roda dua atau mobil dari Jakarta Pusat.

    1. Mengendarai Mobil

    • Dari Jakarta Pusat, masuk ke jalan tol dalam kota hingga tol Trans Jawa.
    • Keluar di Exit Tol Tegal KM 279.
    • Masuk ke Jalan Banjaranyar-Tegal/Jalan Tegal-Slawi, lurus ke selatan.
    • Setelah menemui bundaran Tugu Poci Slawi Ayu, terus ke selatan.
    • Bertemu Tugu GBN Lebaksiu, ikut jalan ke arah kanan.
    • Di simpang Terminal Yomani, belok kiri ke Jalan Bojong.
    • Lurus terus di Jalan Bojong sekitar 15 km hingga menemui Tugu Bawang Putih.
    • Belok kiri ke Jalan Tuwel, lalu lurus terus hingga masuk Jalan Guci
    • Kemudian masuk ke Jalan Objek Wisata Guci
    • Lalu belok kiri untuk masuk ke kawasan Guci Forest.

    2. Mengendarai Motor

    • Dari Jakarta Pusat, pergi ke arah timur hingga masuk ke Jalan Raya Pantura.
    • Jalan terus hingga bertemu pertigaan Taman UKS Celeng Lohbener, belok kanan menuju Jalan Raya Jatibarang – Karangampel.
    • Di pertigaan Taman Lampu Merah Widasari, belok kiri menuju Jalan Mayor Dasuki.
    • Setelah bertemu Simpang Tiga Tugu Kujang, belok kanan.
    • Jalan terus hingga bertemu pertigaan, lalu belok kiri ke Jalan Siliwangi.
    • Ikuti rambu penunjuk jalan hingga masuk ke wilayah Brebes, Jawa Tengah.
    • Setelah melalui Alun-Alun Brebes, belok kanan menuju Jalan Sultan Agung.
    • Ikuti rambu penunjuk jalan hingga masuk ke wilayah Jatibarang.
    • Masuk ke Jalan Raya Balapulang – Jatibarang hingga bertemu pertigaan, lalu belok kiri ke Jalan Raya Tegal – Cilacap.
    • Lurus terus hingga bertemu pertigaan Terminal Yomani, belok kanan.
    • Ikuti Jalan Raya Yomani – Guci hingga masuk Jalan Bojong.
    • Memasuki Jalan Objek Wisata Guci, pelankan laju kendaraan untuk belok kiri menuju Guci Forest.

    Itu dia cara pergi ke Guci Forest dengan mengendarai mobil atau sepeda motor dari Jakarta. Semoga dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Imah Urang Eco Park: Wisata Edukasi di Karawang



    Karawang

    Di tengah hiruk-pikuk kota industri, Karawang memiliki destinasi wisata edukasi, yaitu Imah Urang Eco Park. Terletak di Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, tempat itu menyuguhkan pengalaman belajar di alam terbuka yang menyenangkan, sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya lokal melalui berbagai program interaktif.

    Sejak dibuka pada tahun 2020, Imah Urang Eco Park terus tumbuh menjadi pilihan favorit, khususnya bagi pelajar. Tempat ini menawarkan beragam aktivitas edukasi, mulai dari belajar tentang agrikultur padi, tanaman obat dan rempah, hingga kegiatan seru seperti bermain lumpur, memancing, dan rafting.

    “Sekarang kegiatan belajar di sekolah sudah mencakup P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), jadi banyak yang mencari aktivitas luar ruangan. Kami punya berbagai program yang relevan seperti agrikultur dan permainan tradisional,” ujar Suryati kepada detikTravel Jumat (29/11/2024).


    Umah Irang di KarawangUmah Irang Eco Park di Karawang (Asti Azhari/detikcom)

    Berikut tentang Imah Urang di Karawang:

    1. Wisata Edukasi dengan Banyak Pilihan

    Selain program unggulan tadi, Imah Urang Eco Park juga mengajak pengunjung mencoba aktivitas membatik dengan teknik batik cap. Tak hanya menyenangkan, kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya daur ulang, karena bahan-bahan yang digunakan berasal dari limbah yang didaur ulang.

    Untuk pengunjung yang ingin menikmati pengalaman lebih mendalam, tersedia paket edukasi lengkap mulai dari Rp 75.000 hingga Rp 100.000 per orang. Ada juga paket camping seharga Rp35.000 per malam, cocok untuk yang ingin bermalam di tengah suasana asri.

    “Semua kegiatan kami rancang agar edukatif sekaligus menghibur, cocok untuk sekolah, keluarga, atau gathering perusahaan,” kata Suryati.

    2. Tiket Masuk Terjangkau

    Umah Irang di KarawangUmah Irang Eco Park di Karawang (Asti Azhari/detikcom)

    Dengan tiket masuk hanya Rp 10.000 untuk usia 8 tahun ke atas dan Rp 5.000 untuk anak di bawah 8 tahun, pengunjung sudah bisa menikmati berbagai fasilitas seperti area piknik, river tubing, dan pemancingan.

    Meski sempat menuai keluhan terkait biaya masuk, kini para pengunjung mulai memahami bahwa harga tersebut sepadan dengan pengalaman yang didapatkan.

    3. Lokasi Strategis dan Informasi Penting

    Berada di Perum Bumi Pasundan Karawang Blok H No. 09-12, RT 08 RW 03, Dusun Buniaga, Desa Bengle, tempat ini buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 18.00. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Instagram resmi Imah Urang Eco Park, yang kini telah memiliki 5.795 pengikut, atau dengan menghubungi nomor 0823-5937-1479.

    Jadi, kalau kamu mencari tempat untuk belajar sambil bermain, Imah Urang Eco Park adalah pilihan tepat! Cocok untuk anak-anak hingga orang dewasa yang ingin merasakan keseruan berwisata dengan sentuhan edukasi lokal. Siapkan rencana perjalananmu sekarang juga!

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Wisata Favorit Siswa Sekolah dan Budak Korporat di Karawang



    Karawang

    Karawang ternyata menyimpan pesona tersembunyi di tengah kawasan industri modernnya. Salah satunya adalah Danau KIIC (Karawang International Industrial City), sebuah destinasi yang kini menjadi tempat favorit untuk nongkrong bagi karyawan kawasan itu dan siswa sekolah di sekitarnya.

    Seorang pengunjung yang masih mengenakan seragam SMA, Bunga Kesya Salsabila, mengungkapkan kesannya tentang Danau KIIC. Menurutnya, suasana di tepi danau terasa sangat sejuk dan nyaman.

    “Awalnya saya tahu tempat ini dari teman-teman setelah selesai PKL. Mereka ngajak saya untuk mampir ke danau ini, dan saya langsung penasaran. Ternyata, danau ini memiliki suasana yang sejuk dan nyaman,” kata Bunga kepada detikTravel, Selasa (10/12/2024).


    Bunga mengungkapkan bahwa danau itu menjadi alternatif untuk bersantai yang menyenangkan. Apalagi, buat mereka yang menyukai menghabiskan waktu dengan teman-teman di luar ruangan.

    “Kami sering mengunjungi danau ini untuk santai sambil ngobrol. Tempatnya tenang dan jauh dari keramaian, jadi cocok banget buat ngobrol atau sekadar melepas penat,” kata Bunga.

    Namun, Bunga juga tidak bisa menutup mata terhadap beberapa masalah yang ada di sekitar danau. Ia menyebutkan bahwa kebersihan di area danau menjadi perhatian utama yang perlu diperbaiki.

    “Sayangnya, banyak sampah yang dibuang sembarangan di sekitar danau. Itu jadi masalah yang mengurangi kenyamanan pengunjung,” ujar Bunga.

    Selain itu, Bunga menyampaikan harapannya agar para pengunjung dan pedagang menjaga kebersihan Danau KIIC. Ia berharap keindahan danau ini tetap terjaga dan bebas dari pencemaran.

    “Kalau kebersihannya lebih terjaga, saya yakin banyak orang yang akan lebih nyaman datang ke sini. Tempat ini punya potensi besar untuk jadi destinasi wisata lokal,” kata Bunga.

    Tidak hanya Bunga, pengunjung lain juga merasakan pengalaman yang sama. Beberapa dari mereka mengaku sering datang ke danau ini karena jaraknya yang dekat dan suasananya yang mendukung untuk melepas stres setelah seharian beraktivitas.

    “Kalau kita gabut atau bosen di rumah, ya ke sini aja. Bisa ngobrol-ngobrol sambil menikmati udara segar,” kata Andini.

    Meski demikian, perhatian terhadap kebersihan danau harus diperhatikan agar bisa dinikmati oleh masyarakat. Kebersihan dan keberlanjutan alam menjadi isu penting yang harus mendapat perhatian serius.

    Bunga dan teman-temannya sepakat bahwa Danau KIIC memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata lokal yang menarik. Menurut mereka, potensi ini akan semakin optimal jika pengelolaannya diperhatikan dengan lebih baik.

    “Kalau sedikit dirawat dan diperhatikan kebersihannya, tempat ini bisa jadi lebih ramai dan lebih banyak dikunjungi,Kami pasti akan balik lagi ke sini, terutama kalau mencari tempat untuk ngobrol atau hanya menikmati ketenangan,” kata Bunga.

    Danau KIIC menunjukkan bahwa di balik kesibukan industri, Karawang masih menyimpan potensi alam yang belum tergali sepenuhnya. Jika dikelola dengan baik, tempat ini bisa menjadi destinasi wisata alam yang ramah bagi semua kalangan, termasuk wisatawan yang mencari tempat santai dengan nuansa yang tenang.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 6 Tempat Wisata di Punclut Bandung, Cocok untuk Liburan Akhir Tahun


    Jakarta

    Bandung masih menjadi salah satu kota wisata favorit banyak orang. Sebab, ada berbagai objek wisata seru dan menarik di Kota Kembang, salah satunya Puncak Ciumbuleuit atau disingkat Punclut.

    Selain terdapat sejumlah tempat wisata, suasana di kawasan Punclut juga sejuk dan segar. Wajar saja, sebab Punclut berada di bagian utara Kota Bandung.

    Kalau detikers bosan pergi ke tempat yang itu-itu saja di Bandung, cobalah pergi ke Punclut karena terdapat banyak objek wisata seru. Simak rekomendasi dan ulasan singkatnya dalam artikel ini.


    6 Tempat Wisata di Punclut Bandung

    Ada banyak tempat wisata menarik di Punclut yang wajib dikunjungi. Agar kamu tidak bingung mau pergi ke mana, simak rekomendasinya yang telah dirangkum detikTravel di bawah ini:

    1. WOW Sarae Hills

    Rekomendasi tempat yang pertama adalah WOW Sarae Hills. Tempat ini menawarkan berbagai tempat ikonik dari banyak negara, mulai dari kastil kerajaan Inggris, gerbang kemenangan Arc de Triomphe Paris, Colosseum Roma, hingga bangunan unik di Andalusia.

    Kalau ke sini, jangan lupa kenakan pakaian yang keren agar hasil foto-fotonya bisa langsung diunggah ke media sosial. Untuk informasi lebih lanjut, detikers bisa melihat akun Instagram resminya @wow.saraehills.

    Jam buka:

    • 09.00-17.00 (weekday)
    • 08.00-17.00 (weekend dan hari libur nasional).

    HTM:

    • Reguler: Rp 50 ribu/orang
    • Terusan: Rp 65 ribu/orang
    • All package: Rp 80 ribu/orang.

    2. Sudut Cerita

    Pengunjung Berfoto di Ruang Instalasi Seni Sudut Cerita LembangFoto: Whisnu Pradana/detikJabar

    Tempat yang satu ini menawarkan ruang wahana multimedia interaktif yang seru dan estetik. Selama berkunjung ke Sudut Cerita, travelers dapat melihat instalasi seni hasil karya seniman lokal Bandung.

    Sedikit informasi, Sudut Cerita merupakan salah satu bagian dari spot wisata Sudut Pandang. Wahana ini sudah dibuka sejak Agustus 2020 dan berhasil menarik perhatian banyak wisatawan.

    Oh ya, pengunjung juga bisa melihat karya seni yang menghubungkan antara manusia dengan alam yang seharusnya seimbang dan lestari. Pokoknya travelers akan senang berkunjung ke sini!

    • Jam buka: setiap hari pukul 11.00-20.00.
    • HTM: Rp 50.000/orang.

    3. Dago Bakery Punclut

    Kafe Dago Bakery Punclut di Bandung.Foto: Instagram/dagobakerypunclut

    Ingin menyantap makan berat atau sekadar nongkrong di tempat yang estetik? Nah, di kawasan Punclut terdapat kafe bernama Dago Bakery.

    Meski namanya bakery, tapi tempat ini juga menghidangkan berbagai menu makanan lezat lainnya, mulai dari hidangan barat sampai masakan khas Indonesia. Tersedia juga camilan, dessert, kopi, hingga minuman manis kekinian.

    Adapun rekomendasi makanan yang wajib dipesan, mulai dari lasagna, zuppa soup, sosis kentang, nasi goreng, sup iga, sate lilit, seblak, cireng, vanilla latte, serta steak. Sedangkan beberapa produk bakery-nya yang wajib dibeli ada roti, kue kering, pie, cookies, serta tart.

    Jangan khawatir, harga makanan dan minumannya masih ramah dikantong, yakni mulai dari Rp 12 ribuan saja. Tempatnya yang nyaman ditambah udara sejuk membuat banyak pengunjung betah berlama-lama di Dago Bakery Punclut.

    Jam buka:

    • 09.00-21.00 (Senin-Jumat)
    • 08.00-22.00 (Sabtu-Minggu dan hari libur nasional).

    4. Puncak Punclut

    Bagi detikers yang liburan bareng keluarga, Puncak Punclut bisa menjadi opsi menarik untuk santap siang atau malam. Soalnya, ada beberapa restoran khas sunda yang menawarkan hidangan masakan lezat.

    Selain itu, tempat ini juga menawarkan pemandangan yang asri dan sejuk, sehingga semakin nyaman untuk bersantai sambil menyantap nasi dan lauk pauk. Saat malam hari dan cuaca sedang cerah, travelers bisa melihat pemandangan lampu-lampu kota (city light) dari atas Puncak Punclut.

    Untuk harga makanannya sendiri juga beragam, tergantung dari lauk yang dipilih. Agar semakin nikmat, disarankan pilih tempat makan di saung agar bisa lesehan sambil kumpul keluarga.

    • Jam buka: setiap hari pukul 08.00-00.00

    5. Menyaksikan Sunrise dan Sunset

    Ingin menyaksikan sunrise dan sunset dari atas bukit? Cobalah berkunjung ke kawasan Punclut. Lokasinya yang berada di dataran tinggi menjadikan tempat ini sebagai salah satu spot terbaik untuk melihat matahari terbit dan terbenam.

    Pengunjung bisa menikmati pemandangan alam serta hamparan hijau pepohonan secara gratis. Jika detikers membawa kendaraan, siapkan uang parkir dan pastikan memarkir kendaraan di tempat yang tepat.

    6. Sudut Pandang Bandung

    Sudut Pandang Resto Cafe yang estetikFoto: detikTravel

    Kalau sudah puas melihat instalasi seni di Sudut Cerita, detikers wajib mampir ke coffee shop di Sudut Pandang. Sebab, tempat ini menawarkan suasana yang nyaman, estetik, dan keren banget!

    Saat pertama kali datang, travelers akan dibuat terpesona oleh desain interior dan eksterior Sudut Pandang yang modern dan estetik. Kalau cuaca sedang cerah, kamu bisa melihat pemandangan alam yang hijau serta Kota Bandung dari atas ketinggian.

    Untuk hidangan makanan dan minumannya juga enak, tapi harganya memang sedikit mahal sekitar Rp 100 ribuan per orang. Meski begitu, suasana coffee shop-nya yang nyaman dijamin bikin detikers betah berlama-lama di sini.

    • Jam buka: setiap hari pukul 10.00-22.00

    Bagi detikers yang ingin menghabiskan waktu liburan ke Punclut, ada sejumlah cara untuk menuju ke sana. Namun, cara yang paling mudah adalah dengan mengendarai kendaraan pribadi, seperti mobil atau sepeda motor.

    Simak cara menuju ke kawasan Punclut dari Jakarta dengan mengendarai mobil di bawah ini:

    • Dari Jakarta, masuk ke Tol Dalam Kota menuju Cawang
    • Lalu masuk ke Tol Jakarta – Cikampek
    • Ikuti rambu penunjuk jalan hingga masuk ke Tol Cipularang
    • Lanjut terus hingga keluar di Pintu Tol Cimahi/Pasteur
    • Lalu masuk ke Jalan Pasteur
    • Ikuti arah jalan hingga masuk ke Jalan Dr Djunjunan
    • Ambil kanan untuk masuk ke Jalan Layang Pasupati
    • Ikuti arah rambu penunjuk jalan hingga keluar di Jalan Tamansari
    • Jalan terus hingga masuk ke Jalan Siliwangi
    • Setelah itu ada pertigaan, lalu belok kiri ke Jalan Ir H. Djuanda
    • Ikuti jalan hingga bertemu pertigaan, lalu belok kiri ke Jalan Citra Green
    • Jalan terus sejauh 1 km, kemudian ada pertigaan belok kanan menuju Jalan Punclut
    • Kini, detikers sudah sampai di Kawasan Punclut, Bandung.

    Demikian enam tempat wisata di Punclut Bandung yang cocok dikunjungi saat liburan. Jadi, mau berkunjung ke mana dulu travelers?

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • 8 Pantai Terdekat Jakarta yang Bagus dan Cocok untuk Liburan


    Jakarta

    Pantai masih menjadi salah satu tujuan wisata favorit masyarakat yang ingin menghabiskan waktu liburan. Selama di pantai, kamu bisa refreshing sekaligus menikmati aneka hidangan laut yang lezat di pinggir pantai.

    Sebenarnya, ada banyak sekali pantai yang indah dan populer di berbagai daerah, mulai dari Lombok hingga Bali. Namun jika kamu punya budget liburan terbatas, masih ada sejumlah pantai bagus di sekitar Jakarta, lho.

    Lantas, apa saja pantai terdekat Jakarta yang bagus dan cocok untuk liburan? Simak rekomendasinya dalam artikel ini.


    Pantai Terdekat Jakarta yang Bagus untuk Liburan

    Ingin menghabiskan waktu liburan bersama teman, keluarga, atau pasangan di pantai? Simak rekomendasi pantai terdekat Jakarta yang telah dirangkum detikTravel:

    1. Pantai Ancol

    Sejumlah pengunjung memadati Pantai Lagoon Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Sabtu (29/6/2024). Memasuki musim libur anak sekolah seperti yang terjadi pada saat ini, kawasan Pantai Ancol diserbu pengunjung.Pantai Ancol (Grandyos Zafna/detikcom)

    Rekomendasi yang pertama adalah Pantai Ancol. Bagi warga Jakarta, tentu sudah tak asing dengan pantai yang satu ini karena termasuk dalam kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol.

    Pantai Ancol selalu menjadi pilihan banyak masyarakat yang ingin liburan ke pantai. Dalam musim liburan tertentu, seperti libur Lebaran atau libur akhir tahun, pantai ini sudah pasti dipadati oleh pengunjung.

    Ada banyak aktivitas seru selama liburan di Pantai Ancol, mulai dari bermain pasir, foto-foto, menikmati berbagai makanan dan jajanan di sekitar pantai, hingga jalan-jalan ke love bridge atau jembatan cinta.

    • Lokasi: Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara.
    • HTM: Rp 35.000/orang.
    • Tiket masuk kendaraan: Rp 35.000 (mobil) dan Rp 25.000 (sepeda motor).

    2. Pantai Pulau Macan

    Pulau Macan Kecil atau Pulau Macan GundulPantai Pulau Macan (Putu Intan/detikcom)

    Kepulauan Seribu menawarkan banyak pantai yang indah dan eksotis, salah satunya adalah Pantai Pulau Macan.

    Sebagai informasi, terdapat Pulau Macan Besar dan Pulau Macan Kecil (disebut juga Pulau Macan Gundul). Jarak kedua pulau cukup berdekatan dan bisa dijangkau dengan perahu motor atau kayak.

    Kedua pulau tersebut menawarkan pemandangan alam yang indah, padahal jaraknya cukup dekat dari Jakarta. Selama berlibur di sana, kamu dapat menikmati suasana yang tenang, pasir pantainya yang putih, dan air laut yang biru.

    Adapun sejumlah tempat penginapan di Pulau Macan Besar yang terdiri dari 12 villa dengan fasilitas ala resor tropis. Villa tersebut juga dikelola dengan mengedepankan eco tourism.

    • Lokasi: Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.

    3. Pantai Pulau Tidung

    Masih di kawasan Kepulauan Seribu, ada salah satu pulau yang juga ramai dikunjungi wisatawan, yaitu Pulau Tidung. Pulau ini menawarkan pasir pantai yang putih dan bersih, sehingga cocok untuk kamu yang ingin healing sejenak.

    Selain itu, ada berbagai aktivitas seru lainnya selama di Pulau Tidung, mulai dari snorkeling, bersepeda, hingga menikmati hidangan seafood yang segar dan lezat. Kamu juga bisa berkeliling Pulau Tidung sambil melihat aktivitas para warga setempat.

    • Lokasi: Kepulauan Seribu Selatan, Kecamatan Kepulauan Seribu, Jakarta.

    4. Pantai Pulau Pari

    Rekomendasi selanjutnya adalah pantai di Pulau Pari. Saat berkunjung ke sini, travelers akan dibuat terpukau oleh pasir pantainya yang bersih dan putih. Seolah tak menyangka kalau pemandangan seperti ini bisa kamu lihat dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam saja dari Jakarta.

    Selama berlibur di Pulau Pari, kamu bisa menikmati berbagai aktivitas seru lainnya seperti snorkeling atau bersepeda mengelilingi pulau. Agar lebih asyik, disarankan untuk menginap di Pulau Pari selama semalam.

    • Lokasi: Kepulauan Seribu Selatan, Kecamatan Kepulauan Seribu, Jakarta.

    5. Pantai Sunrise

    Pantai yang satu ini lokasinya juga ada di Kepulauan Seribu, tepatnya di Pulau Panggang. Bagi travelers yang membutuhkan ketenangan sambil melihat pemandangan alam yang menakjubkan, tempat ini wajib dikunjungi.

    Disebut Pantai Sunrise karena menjadi salah satu spot terbaik untuk menyaksikan matahari terbit. Agar tidak ketinggalan momen tersebut, maka sebaiknya kamu menginap semalam di Pulau Panggang.

    Setelah menyaksikan sunrise dan berfoto-foto di pinggir pantai, detikers bisa mencoba berbagai wahana permainan seru, mulai dari banana boat, kano, atau berkeliling pulau dengan sepeda listrik.

    • Lokasi: Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara, Kecamatan Kepulauan Seribu, Jakarta.

    6. Pantai Tanjung Lesung

    Wisatawan lokal menikmati Pantai Lalassa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Minggu (19/11/2023). Wisata KEK Tanjung Lesung terus bangkit pasca bencana Tsunami 2018 dan COVID19, serta telah siap menjelang liburan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/Spt.Pantai Tanjung Lesung (Muhammad Iqbal/Antara)

    Selain di Kepulauan Seribu, ada juga sejumlah pantai bagus di wilayah Banten, salah satunya Pantai Tanjung Lesung. Setibanya di pantai ini, travelers langsung disuguhkan oleh pemandangan pasir pantainya yang putih dan bersih.

    Selain bermain di pinggir pantai, ada berbagai aktivitas seru lainnya yang wajib dicoba, mulai dari bermain voli pantai, banana boat, diving, hingga snorkeling. Kalau perut sudah lapar, di sekitar Pantai Tanjung Lesung banyak rumah makan yang menyajikan hidangan lezat dan harga terjangkau.

    • Lokasi: Tanjungjaya, Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten.

    7. Pantai Sawarna

    Pantai yang satu ini juga tak kalah ramai dikunjungi wisatawan saat memasuki musim liburan. Soalnya, Pantai Sawarna menawarkan pemandangan alam yang indah dan memukau.

    Berbeda dari pantai-pantai sebelumnya yang berada di utara Pulau Jawa, Pantai Sawarna sendiri lokasinya berada di selatan Pulau Jawa. Untuk bisa sampai ke pantai ini, butuh waktu perjalanan sekitar 4 jam dengan mengendarai mobil.

    Namun, setibanya di pantai ini dijamin rasa lelah travelers langsung terbayarkan secara instan. Selain cocok untuk healing, Pantai Sawarna juga menawarkan berbagai aktivitas seru lainnya, seperti surfing hingga snorkeling.

    • Lokasi: Sawarna, Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.

    8. Pantai Florida

    Rekomendasi pantai dekat Jakarta yang terakhir adalah Pantai Florida. Eits, pantai ini tidak terletak di Amerika Serikat ya, tetapi berada di Banten.

    Pantai ini juga ramai dikunjungi para wisatawan, terutama saat memasuki musim liburan. Selain menawarkan pasir pantai yang bersih dan halus, fasilitas di Pantai Florida juga lengkap.

    Bagi kamu yang liburan bersama keluarga, tersedia gazebo untuk bersantai dan meletakkan barang-barang. Ada juga kamar mandi untuk bilas, rumah makan, warung, dan tempat penyewaan ban bagi kamu yang ingin berenang.

    • Lokasi: Sindanglaya, Cinangka, Kabupaten Serang, Banten.

    Itu dia delapan pantai terdekat Jakarta yang bagus dan cocok untuk liburan. So, pilih liburan ke pantai yang mana nih, travelers?

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ini 6 Aktivitas Menarik yang Bisa Dilakukan di Papa Dino



    Bogor

    Papa Dino Puncak resmi dibuka, berwisata ke sana traveler tak sekedar dapat merasakan sensasi layaknya ke Jurassic Park, tetapi juga banyak keseruan lainnya.

    Papa Dino Puncak adalah taman rekreasi bertemakan kehidupan prasejarah dengan unsur klasik yang kental. Bagaimana tidak, berkunjung ke sana traveler dapat melihat berbagai dinosaurus animatronik berbentuk Tyrannosaurus, Pyterodactyl, Brontosaurus, Stegosaurus, dan lain sebagainya.

    Suasana klasik ditampilkan tak hanya lewat aneka dinosaurus, tetapi juga lewat arsitektur tempat. Misalnya area menyerupai benteng yang lengkap dengan patung penjaga ala Romawi.


    Lalu, berkunjung ke Papa Dino bisa ngapain aja sih? Berikut ini detikTravel rangkum beberapa hal menarik yang dapat dilakukan di sana:

    1. Mempelajari Beragam Dinosaurus

    Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus.Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus. (Pradita Utama/detikcom)

    Tentunya dengan banyaknya animatronik dinosaurus yang disuguhkan, traveler dapat berkenalan singkat dengan dinosaurus-dinosaurus yang populer. Traveler dapat melihat animatronik tersebut mengeluarkan suaranya hingga bergerak.

    Tak hanya mengenal dinosaurus lewat animatronik, ada pula beberapa kendaraan bertema dinosaurus hingga wahana VR 4D menyuguhkan tema yang sama.

    Hal tersebut bisa menarik khususnya bagi traveler cilik yang membutuhkan edukasi yang dibalut dengan rekreasi.

    2. Berinteraksi dengan Hewan hingga Nikmati Susu Murni

    Papa Dino PuncakBerinteraksi dengan sapi di Papa Dino Puncak. (Weka Kanaka/detikcom)

    Menariknya, Papa Dino memiliki beberapa hewan yang dapat menjadi wahana rekreasi para traveler. Tersedia hewan seperti sapi perah, domba, hingga kelinci.

    Ingin berinteraksi langsung? Traveler bisa membeli aktivitas feeding rabbit dengan harga Rp 25 ribu per orang. Tak hanya kelinci, traveler juga bisa melakukan aktivitas memberi minum anak sapi.

    Tak hanya berinteraksi, traveler juga dapat menikmati produk olahan, misalnya saja hidangan susu sapi murni.

    3. Memancing

    Bagi traveler yang ingin rekreasi seraya melepas penat, traveler dapat menjajal memancing ikan di sini. Pasalnya tersedia area kolam ikan yang dapat traveler gunakan.

    Mungkin spot satu ini bisa menjadi favorit para bapak-bapak. Selain mengajak keluarga rekreasi, bapak-bapak pun dapat mengaktualisasi hobi.

    4. Menjajal berbagai wahana

    Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus.Wahana di Papa Dino Puncak. (Pradita Utama/detikcom)

    Papa Dino bisa menjadi opsi menarik bagi wisatawan keluarga, khususnya yang membawa anak. Pasalnya tempat itu menyediakan berbagai wahana yang dapat dijajal, seperti komidi putar, jeep, kereta thomas, hingga flying fox.

    Berikut ini beberapa fasilitas yang dapat traveler jajal jika singgah ke sana:

    1. Dino Dokar Rp 50 ribu (2 dewasa 1 anak / 2 anak 1 dewasa)
    2. Dino ride Rp 40 ribu (1 anak 1 dewasa)
    3. Kereta dino Rp 25 ribu (1 tiket = 1 orang)
    4. Kereta Thomas Rp 20 ribu (1 tiket = 1 orang)
    5. Mini komidi putar Rp 20 ribu (1 tiket = 1 orang)
    6. Lighting car Rp 30 ribu (1 anak 1 dewasa)
    7. Becak anak Rp 25 ribu (2 anak)
    8. Becak dewasa Rp 30 ribu (1 dewasa 2 anak)
    9. Jeep papa Rp 60 ribu (3 orang)
    10. Sepeda gowes Rp 25 ribu (1 orang)
    11. Sepeda listrik roda 3 Rp 55 ribu (2 dewasa)
    12. Sepeda listrik Rp 40 ribu (1 dewasa 1 anak)
    13. Flying fox anak Rp 30 ribu (1 anak)
    14. Feeding rabbit Rp 25 ribu (1 orang)

    5. Hunting foto

    Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus.Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus. (Pradita Utama/detikcom)

    Sebagai tempat rekreasi tentunya tempat satu ini juga menyuguhkan beragam spot foto menarik. Beberapa spot menarik untuk swafoto misalnya di area taman bunga, dengan animatronik Tyrannosaurus, di rumah hobbit, hingga area benteng kastil.

    6. Belanja oleh-oleh

    Puas berkeliling liburan hingga ngonten, traveler jangan kelupaan nih untuk membeli oleh-oleh. Berkunjung ke sana traveler juga dapat mampir ke area oleh-oleh milik The Ranch yang terhubung langsung dengan destinasi tersebut.

    (wkn/wkn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Seharian di Blok M, Enaknya Ngapain Ya?



    Jakarta

    Blok M tak pernah kehabisan daya tarik, selalu menghadirkan pesona yang memikat hati. Lebih dari sekadar pusat kuliner kekinian dan tempat favorit berkumpulnya kaula muda, kawasan ini menawarkan pengalaman lengkap untuk menghabiskan libur seharian.

    detikTravel telah merangkum nih, Rabu (25/12/2024) panduan perjalanan seharian di Blok M. Mulai memadukan nostalgia, eksplorasi seni, petualangan kuliner, hingga momen santai yang menenangkan!

    1. Berburu Kaset Bekas di Blok M Square

    Kegiatan menarik di Blok MBerburu kaset lawas hingga CD bekas di Blok M Foto: (Amalia Novia Putri/detikTravel)

    Perjalanan dimulai dari Blok M Square, tempat berkumpulnya berbagai barang antik dan unik. Salah satu yang paling menarik adalah kios-kios penjual kaset bekas. Di sini, traveler bisa menemukan koleksi kaset lawas dari musisi legendaris seperti Queen, Iwan Fals, Dian Pramana Putra, Elvis Preslay hingga Michael Jackson.


    Tidak hanya itu, ada juga CD, piringan hitam, hingga kaset rekaman radio jadul yang membawa nuansa nostalgia. Bagi penggemar musik, berburu kaset di sini adalah pengalaman yang seru. Proses tawar-menawar dengan penjual menambah kesan autentik. Jangan ragu untuk bertanya soal kisah di balik kaset tertentu, banyak dari penjual di sini adalah penggemar musik yang senang berbagi cerita.

    2. Surga Buku Bekas di Basement Blok M Square

    Kegiatan menarik di Blok MSalah satu toko buku di Blok M Square (Amalia Novia Putri/detikTravel)

    Setelah puas berburu kaset dan mendengarkan musik-musik kesukaan traveler, langkah selanjutnya adalah yang disebut-sebut sebagai surga buku. Rak-rak yang penuh dengan buku, dari novel klasik hingga berbagai komik, siap memanjakan pecinta literasi.

    Harga buku di sini sangat terjangkau lho. Dan jika traveler beruntung, bisa menemukan buku langka yang sudah sulit didapatkan di toko buku modern.

    Sebagai tips, luangkan waktu untuk mencari dengan teliti, kadang buku-buku menarik tersembunyi di balik tumpukan. Jangan lupa untuk menawar agar mendapat harga terbaik!

    3. Tempat Foto-Foto Estetik di M Bloc Space

    Dari Blok M Square, berjalan kaki sekitar lima menit, traveler akan sampai di M Bloc Space. Ini merupakan ruang kreatif yang menjadi favorit anak muda Jakarta saat ini.

    Bangunan tua milik Peruri itu kini disulap menjadi area seni vintage dan budaya yang penuh spot foto Instagramable. Jangan lewatkan foto di depan pintu masuk dengan tulisan khas M Bloc Space atau di area tangga kayu.

    Jika traveler penggemar seni, kunjungi juga galeri seni di sini untuk menikmati pameran. Dan juga terdapat alat zaman dahulu seperti mesin potong, mesin cetak handpress degel buatan Jerman tahun 1918, mesin potong JPC Fasbender dan yang lainnya.

    4. Berburu Kuliner di Blok M

    Setelah puas menjelajah seni dan berfoto-foto di M Bloc Space, saatnya melanjutkan perjalanan untuk memanjakan lidah di kawasan kuliner Blok M, yang menawarkan ragam hidangan kekinian yang menggoda selera. Mulailah dengan mencicipi donat viral “Donut OO,” yang terkenal karena teksturnya yang lembut dan baluran topping yang banyak, manis, dan bikin nagih.

    Tak jauh dari sana, mampirlah ke Artirasa untuk mencoba cheese cake mereka yang manis dan lumer di mulut. Menariknya, pengambilan cheese cake di Artirasa menggunakan mesin otomatis berwarna oranye yang menggemaskan, menambah pengalaman kuliner traveler menjadi semakin seru dan tak terlupakan

    5. Nyore dan Membaca Buku di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu

    Menikmati hari selepas beraktivitas untuk melepas penat bisa jadi cara ampuh untuk menyegarkan pikiran, salah satunya menyaksikan matahari terbenam di Taman Literasi Blok M.Menikmati hari selepas beraktivitas untuk melepas penat bisa jadi cara ampuh untuk menyegarkan pikiran, salah satunya menyaksikan matahari terbenam di Taman Literasi Blok M. (Muhammad Lugas Pribady)

    Menutup perjalanan, pergilah ke Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, yang berlokasi tidak jauh dari Blok M Square dekat juga dengan MRT Blok M keluar melalui pintu E. Taman ini adalah tempat sempurna untuk bersantai sambil menikmati suasana sore yang tenang.

    Bentangannya yang hijau dan suasana yang sejuk membuat taman ini cocok untuk membaca buku hasil belanja dari Blok M Square. Pilih tempat duduk di bawah pohon rindang atau membaca buku di perpustakaan Taman Literasi, buka halaman buku favorit traveler dan nikmati momen yang menenangkan. Jika traveler penggemar kopi, mampirlah ke berbagai coffe shop atau restoran di taman ini untuk menambah kenyamanan.

    Blok M adalah destinasi yang kaya akan pengalaman unik. Dari berburu barang bekas yang penuh kenangan, menikmati seni modern, hingga mencicipi kuliner kekinian, semuanya bisa dilakukan dalam sehari.

    Bagi kamu yang ingin melarikan diri sejenak dari kesibukan kota, one day trip di Blok M ini bisa menjadi pilihan yang mengasyikkan dilakukan bersama teman-temanmu.

    Cara menuju Blok M dengan transportasi umum

    Traveler bisa kok menuju ke Blok M dengan menaiki transportasi umum. Bila kamu naik MRT, turunlah di Stasiun MRT Blok M.

    Bila kamu bepergian dengan Transjakarta, tujulah rute Halte Blok M, Halte Kejaksaan atau Halte CSW. Namun, bila kamu menggunakan KRL, turunlah di Stasiun Kebayoran, lalu tujulah Halte Transjakarta Velbak dan turun di Halte CSW.

    (sym/sym)



    Sumber : travel.detik.com

  • 3 Curug untuk Canyoning di Gunung Menir Bogor



    Bogor

    Gunung Menir di Kecamatan Pamijahan, Bogor menjadi surga bagi para pecinta olahraga ekstrem, khususnya canyoning. Tiga curug ikonis di kawasan ini, Curug Hordeng, Curug Tebing, dan Curug Saderi, menawarkan pengalaman seru dengan tingkat kesulitan yang bervariasi.

    Muhammad Rian Fermana, seorang instruktur canyoning setempat, menjelaskan keunggulan masing-masing curug yang dapat memuaskan hasrat petualangan para wisatawan.

    1. Curug Hordeng: Pilihan Aman untuk Pemula

    Curug Hordeng, dengan ketinggian 8 meter, cocok bagi pemula yang ingin menjajal canyoning untuk pertama kalinya. Aliran airnya tidak terlalu deras, sehingga peserta dapat belajar teknik dasar canyoning tanpa terlalu khawatir.


    “Curug ini ideal untuk pemula. Dengan ketinggian yang tidak terlalu ekstrem, peserta bisa beradaptasi dengan olahraga ini sambil menikmati keindahan alam,” ujar Rian saat diwawancarai detikTravel pada Minggu (22/12/2024).

    2. Curug Tebing: Tantangan dengan Tebing Vertikal

    Curug Tebing menjadi favorit para petualang berkat ketinggiannya. Ketinggian Curug mencapai 15-16 meter serta karakteristik tebing vertikal.

    “Curug ini memiliki debit air yang stabil dan cocok untuk aktivitas canyoning sepanjang tahun,” ungkap Rian.

    “Karakter vertikal dari Curug Tebing membuatnya lebih cocok untuk aktivitas canyoning. Stabilitas debit airnya juga menjadi alasan mengapa kami terus memasarkan destinasi ini,” tambah Rian.

    3. Curug Saderi: Sensasi Ekstrem di Ketinggian 25 Meter

    Bagi penggemar adrenalin sejati, Curug Saderi adalah pilihan utama. Dengan ketinggian hingga 25 meter dan debit air yang deras, curug ini memberikan tantangan ekstrem.

    “Ini adalah curug tertinggi di kawasan Gunung Menir. Para peserta harus benar-benar siap fisik dan mental untuk menaklukkan curug ini,” ujar Rian.

    Terdapat Curug baru yang akan dicanangkan oleh Riyan dan Timnya, Yaitu Curug Ciampea yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Selain ketiga curug utama di Gunung Menir, Rian juga memperkenalkan Curug Ciampea yang baru saja dibuka pada Desember 2024.

    “Curug ini terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak dengan ketinggian sekitar 22 meter,” kata Riyan.

    Namun, Curug Ciampea memiliki tantangan tersendiri. Debit air curug yang tidak stabil menjadi tantangan bagi pengelola aktivitas ekstream ini.

    “Curug ini agak horizontal, sehingga aliran airnya bisa sangat deras saat musim hujan. Tetapi jika musim kemarau, debit airnya justru kecil,” tambah Rian.

    Pada Januari 2025, Rian dan timnya telah merencanakan 20 trip canyoning. Masing-masing 10 trip di Curug Tebing dan Curug Ciampea.

    Riyan juga memberikan pesan kepada wisatawan bahwa jangan pernah takut mencoba canyoning atau aktivitas ekstream lainnya. Karena aktivitas ekstrem biasanya mampu menghilangkan stress.

    “Jangan bosan untuk berlibur, jangan takut untuk menikmati alam. Dalam kondisi apa pun, alam selalu bisa membantu kita menyegarkan diri dan memperbaiki jiwa setelah rutinitas yang melelahkan,” kata Rian.

    Canyoning di Gunung Menir bukan hanya tentang petualangan ekstrem, tetapi juga cara menikmati keindahan alam Bogor yang memukau. Dengan karakter unik masing-masing curug, kawasan ini layak menjadi destinasi liburan traveler berikutnya.

    Siapkah Anda menjelajahi Curug Hordeng, Curug Tebing, atau Curug Saderi? Jangan lewatkan juga kesempatan mencoba Curug Ciampea yang baru saja dibuka di tahun 2025!

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Menguak Lokasi Toko Kaset di Film Galih dan Ratna Tahun 2017, di Mana Sih?



    Jakarta

    Film Galih dan Ratna sangat populer sehingga di-remake lagi tahun 2017. Di film itu, ada sebuah bangunan toko kaset yang sangat ikonik. Di mana lokasinya?

    Bangunan bersejarah sering kali menjadi saksi perjalanan waktu yang penuh cerita, baik dari segi arsitektur maupun sejarah sosial. Seringkali bangunan bersejarah ini nongol sebagai latar di film nasional.

    Seperti di film Galih dan Ratna produksi tahun 2017. Film besutan sutradara Lucky Kuswandi ini mengambil latar lokasi di sebuah bangunan sejarah milik Tio Tek Hong berlokasi di Pasar Baru, Jakarta Pusat.


    Salah satu bangunan di Jakarta yang memiliki sejarah panjang adalah bangunan milik Tio Tek Hong, seorang pengusaha Tionghoa yang membuka toko kelontong, rekaman gramofon, piringan hitam, perlengkapan berburu, dan juga beliau membuka percetakan kartu pos.

    Toko Kaset di Film Galih dan Ratna 2017Toko Kaset di Film Galih dan Ratna 2017 (Tangkapan Layar)

    Bangunan yang memiliki nilai sejarah tinggi ini ternyata pernah digunakan sebagai lokasi syuting film “Galih dan Ratna” pada tahun 2017.

    “Ada satu yang menarik gedung ini kalau sekarang jadi restoran, sebenarnya gedungnya pak Tio Tek Hong gedung sebelum di cet warna merah putih, diambil dari satu film yang dirilis tahun 2017 yang merupakan remake dari film paling populer tahun 70an yaitu Galih dan Ratna,” kata Farid Mardhiyanto, Co-Founder Jakarta Good Guide kepada detikTravel beberapa waktu lalu.

    Toko Kaset di Film Galih dan Ratna 2017Gedung yang jadi latar toko kaset di Film Galih dan Ratna tahun 2017 Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

    Film “Galih dan Ratna” (2017), mengisahkan hubungan cinta antara dua karakter utama, Galih dan Ratna. Dalam film ini, Salah satu lokasi ikonik adalah “Nada musik” tempat dimana Galih menjaga toko kaset warisan dari ayahnya.

    Gedung ini menjadi titik temu yang krusial bagi hubungan mereka, menghubungkan mereka melalui kecintaan yang sama terhadap musik.

    Gedung Tio Tek Hong yang Penuh Cerita

    Tio Tek Hong dikenal sebagai salah satu sultan pasar baru dalam perkembangan Jakarta pada tahun 1902. Bangunan bergaya Belanda ini terletak di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat yang pada masanya menjadi pusat perdagangan.

    Keunikan arsitektur bangunan ini terletak pada detail ornamen yang memadukan dengan gaya kolonial Belanda. Meskipun bangunan ini sudah tua, bangunan tersebut masih berdiri kokoh dan memancarkan pesonanya.

    “Tio Tek Hong ini kemudian juga dia berbisnis senjata jual beli senjata ketika perang dunia pokoknya terakhir selesai, bisnisnya masih bertahan. Namun sayangnya, bisnis Tio Tek Hong ini mulai menurun ketika terjadinya depresi besar dari Amerika terus ke Eropa, Belanda kena termasuk akhirnya koloni nya Hindia Belanda juga kena. Makin lama makin turun, tokonya dijual dan akhirnya kemudian berpindah tangan,” tutur Farid.

    Meski banyak orang yang mungkin tidak menyadari nilai sejarah bangunan tersebut, kehadirannya dalam film Galih dan Ratna secara tidak langsung mengangkat kembali kisah dan peran penting terhadap pengusaha Tio Tek Hong dalam sejarah Jakarta.

    Dari pantauan detikTravel di lokasi, bangunan berarsitektur serba merah dengan dua lantai ini tampak ramai oleh pengunjung, karena ditempati oleh berbagai pedagang yang berjualan, menciptakan suasana hidup di setiap sudut dan pohon-pohon hijau.

    Warna merah yang mendominasi, berpadu dengan sisa warna cat asli bangunan, memperkaya estetika visual. Film Galih dan Ratna yang didominasi nuansa biru, kontras warna tersebut memberikan kesan yang ceria dan dinamis.

    Toko Kaset di Film Galih dan Ratna 2017Toko Kaset di Film Galih dan Ratna 2017 Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

    Di toko milik Galih, yang menjadi latar penting dalam film Galih dan Ratna itu terdapat koleksi kaset-kaset mixtape legendaris dari zaman dahulu yang tidak hanya menambah keaslian suasana, tetapi juga mendukung properti film dengan memperkaya elemen nostalgia,

    Gedung ini mencerminkan kecintaan kedua karakter utama terhadap musik, menghadirkan harmoni unik antara masa lalu dan masa kini, serta mencerminkan kehidupan yang terus berdenyut di tengah lingkungan bersejarah yang terawat dengan baik.

    Gedung ini pun mengingatkan akan pentingnya melestarikan warisan bangunan bersejarah. Namun, bahwa jalan ini sebenarnya bukan Jalan Pasar Baru depan toko buku Gramedia yang kita kenal sekarang.

    Toko ini bukan toko pertamanya, melainkan salah satu dari sekian banyak usaha yang dimilikinya, mengingat reputasinya sebagai seorang pengusaha sukses yang memiliki banyak toko di berbagai lokasi di Pasar Baru pada masa kolonial, mencerminkan luasnya jangkauan bisnis dan pengaruh beliau pada masa itu.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com