Tag: detiktravel

  • Tembak-tembak Dor Dor Dor, Serunya Main Airsoft Gun di Akhir Pekan



    Jakarta

    Akhir pekan saatnya seru-seruan bersama teman-teman. Main tembak-tembakan airsoft gun sepertinya jadi pilihan seru yang asyik buat dicoba.

    Traveler tahu game online Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG) yang populer? Permainan ini ternyata bisa dicoba di dunia nyata, tepatnya di Predatorland Airsoft.

    Traveler dapat merasakan sensasi adrenalin terpompa tinggi saat bermain tembak-tembakan menggunakan pistol airsoft gun bersama dengan teman-teman.


    Dengan lahan seluas 2.500 meter persegi yang terletak di dalam ruangan, Predatorland Airsoft menawarkan pengalaman unik saat para pemain dapat merasakan ketegangan yang mencekam, sambil berstrategi dan bekerja sama untuk meraih kemenangan melawan musuh.

    “Predatorland kita bisa claim arena indoor airsoft gun terbesar di Indonesia, karena luas yang kita punya 2.500m meter persegi. Khusus untuk arena fieldnya saja, belum termasuk AAIPSC, shooting target sama safety area,” kata Feri, owner Predatorland kepada detikTravel beberapa waktu lalu.

    Main Tembak-tembakan di Predatorland AirsoftMain Tembak-tembakan di Predatorland Airsoft Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

    Saat bermain di wargame Predatorland Airsoft, suasana akan dipenuhi dengan ketegangan, di mana drum oli yang terletak strategis menjadi perlindungan pemain untuk bersembunyi saat ada lawan. Sementara suara tembakan yang menggema dan teriakan pemain menciptakan atmosfer yang mendekati pertempuran nyata.

    Setiap langkah terasa berat, adrenalin mengalir deras, dan sinergi antar anggota tim sangat penting untuk meraih kemenangan, seolah-olah mereka benar-benar terlibat dalam peperangan sungguhan yang menentukan.

    Selain bermain war game, traveler juga dapat merasakan keseruan di shooting target, menggunakan tembakan handgun airsoft atau rifle air soft untuk menembak ke arah kertas dan berusaha mencapai target di tengah lingkaran.

    Ditambah lagi dengan adanya AAIPSC menembak reaksi action air, para peserta dapat merasakan tantangan untuk menyelesaikan setiap stage, dengan cepat serta meningkatkan ketepatan menembak sasaran.

    Traveler tidak perlu khawatir selama bermain di airsoft war game, karena setiap peserta akan dilengkapi dengan perlindungan yang memadai seperti body protector, body face, pelindung kacamata, goggle mask dan diwajibkan untuk mengenakan sepatu yang sesuai.

    Untuk pelurunya aman karena menggunakan gell ball dan air sehingga tidak akan terasa sakit jika terkena tubuh. Bahkan anak-anak berusia 6 hingga 7 tahun dapat ikut bermain dengan aman, mengingat setiap pelatih pendamping telah berpengalaman, sehingga mereka dapat menikmati permainan dalam arena yang dirancang dengan baik.

    Main Tembak-tembakan di Predatorland AirsoftMain Tembak-tembakan di Predatorland Airsoft Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

    Jangan khawatir jika traveler datang sendiri, karena tetap bisa bermain dengan aman dan nyaman. Staf yang berpengalaman akan siap menemani dan memastikan setiap peserta, baik yang datang berkelompok maupun sendirian, dapat menikmati pengalaman bermain yang menyenangkan dan mendebarkan tanpa merasa kesepian.

    “Kalau tidak punya kelompok, kalau pada hari itu ada war game dia bisa masuk di game itu. jadi digabung dengan grup lain. Tapi kalau misalkan tidak ada teman terus tidak ada game yang berlangsung nanti staf kita yang akan temani main,” kata Feri.

    Traveler yang ingin merasakan adrenalin bermain tembak-tembakan bersama teman-teman seperti di game online PUBG tapi sudah memiliki unit atau alat sendiri, kalian bisa membayar biaya sewa arena hanya sebesar 100 ribu untuk seharian penuh.

    Namun, jika belum memiliki unit (Alat), biaya bermain adalah untuk War Game Wgg Kids Version, pemain membayar Rp 160 ribu per orang (Rp 100 ribu untuk sewa arena dan Rp 60 ribu untuk rental alat),

    Sementara untuk War Game Pro, biayanya adalah Rp 200 ribu per orang (Rp 100 ribu untuk sewa arena dan Rp 100 ribu untuk rental alat). Sedangkan untuk Airsoft AEG (Airsoft Electric Gun), biaya sewa adalah Rp 250 ribu per orang ( Rp 100 ribu untuk sewa arena dan Rp 150 ribu untuk rental unit AEG).

    Untuk permainan Shooting Target, biaya rental GBB (Gas Blow Back) atau handgun adalah Rp 100 ribu per unit (termasuk 40 butir BB dan 2 mag), dan untuk AEG/Rifle adalah Rp 150 ribu per unit (termasuk 300 butir BB dan 1 mag).

    Main Tembak-tembakan di Predatorland AirsoftMain Tembak-tembakan di Predatorland Airsoft Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

    Paket Shooting Range juga tersedia, yang meliputi 1 unit GBB (termasuk 1 mag dengan 20 peluru), 1 unit Rifles (150 peluru), dan 1 unit Sniper (10 peluru).

    Untuk AAIPSC, tidak menyediakan rental unit (alat), sehingga biasanya peserta membawa unit sendiri dan hanya membayar sewa field (arena) sebesar 100 ribu untuk seharian.

    Predatorland Airsoft buka di hari Selasa dan Minggu mulai pukul 09.30 hingga 22.00 WIB. Lokasinya berada di Mangga Dua Square lantai PB1, Jakarta Utara.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ini Cara Pergi ke Dufan Naik KRL Lengkap dengan Rutenya


    Jakarta

    Dunia Fantasi atau sering disebut Dufan merupakan salah satu tempat rekreasi yang terkenal di Jakarta. Selain dapat diakses menggunakan kendaraan pribadi, travelers juga bisa pergi ke Dufan naik KRL Commuter Line Jabodetabek.

    Hadirnya KRL sangat membantu masyarakat yang ingin berpergian ke suatu tempat. Tak hanya warga Jakarta saja yang bisa ke Dufan, bagi kamu yang tinggal di Bogor, Depok, Tangerang, atau Bekasi juga bisa jalan-jalan ke Dufan dengan menaiki KRL.

    Namun, masih banyak masyarakat yang kebingungan saat menggunakan KRL karena tidak tahu rutenya. Jangan khawatir, simak cara pergi ke dufan naik KRL lengkap dengan rutenya dalam artikel ini.


    Cara Pergi ke Dufan Naik KRL

    Untuk bisa sampai ke Dufan naik KRL, detikers bisa turun di Stasiun Ancol. Namun, jarak dari stasiun ke Dufan masih sekitar 2,6 km lagi, sehingga detikers bisa melanjutkan dengan transportasi umum lain seperti taksi atau ojek online.

    Berdasarkan informasi yang didapat detikTravel dari akun X resmi KAI Commuter @CommuterLine (11/02/2025), berikut cara pergi ke Dufan naik KRL beserta rutenya.

    1. Pergi ke Dufan dari Bogor

    Bagi detikers yang ingin ke Dufan naik KRL dan berangkat dari Bogor, berikut caranya:

    • Dari Stasiun Bogor, naik KRL tujuan Bogor – Jakarta Kota
    • Setibanya di Stasiun Jakarta Kota, transit dengan menaiki KRL line Jakarta Kota – Tanjung Priok
    • Kemudian turun di Stasiun Ancol
    • Lanjutkan perjalanan menggunakan transportasi lain seperti ojek online atau taksi untuk bisa sampai di Dufan.

    2. Pergi ke Dufan dari Bekasi

    Jika travelers berangkat dari Bekasi, simak rute KRL menuju Dufan di bawah ini:

    • Dari Stasiun Bekasi, naik KRL tujuan Cikarang – Jatinegara
    • Turun di Stasiun Kampung Bandan untuk transit naik KRL line Jakarta Kota – Tanjung Priok
    • Kemudian turun di Stasiun Ancol
    • Lanjutkan perjalanan menggunakan transportasi lain seperti ojek online atau taksi untuk bisa sampai di Dufan.

    3. Pergi ke Dufan dari Tangerang

    Bagi kamu warga Tangerang yang ingin liburan ke Dufan, bisa menggunakan KRL Commuter Line dengan rute berikut ini:

    • Dari Stasiun Tangerang, naik KRL tujuan Tangerang – Duri
    • Turun di Stasiun Duri untuk transit KRL line Cikarang – Jatinegara
    • Lalu turun di Stasiun Kampung Bandan untuk transit kembali dengan naik rute KRL Jakarta Kota – Tanjung Priok
    • Kemudian turun di Stasiun Ancol
    • Lanjutkan perjalanan menggunakan transportasi lain seperti ojek online atau taksi untuk bisa sampai di Dufan.

    4. Pergi ke Dufan dari Parung Panjang

    Masyarakat yang tinggal di sekitar Parung Panjang, Cisauk, dan Serpong, bisa mengandalkan KRL Commuter Line untuk bisa pergi ke Dufan. Berikut rutenya:

    • Dari Stasiun Parung Panjang/Cisauk/Serpong, naik KRL rute Rangkasbitung – Tanah Abang
    • Turun di Stasiun Tanah Abang untuk transit KRL line Cikarang – Jatinegara
    • Lalu turun di Stasiun Kampung Bandan untuk transit kembali dengan menaiki rute KRL Jakarta Kota – Tanjung Priok
    • Kemudian turun di Stasiun Ancol
    • Lanjutkan perjalanan menggunakan transportasi lain seperti ojek online atau taksi untuk bisa sampai di Dufan.

    5. Pergi ke Dufan dari Nambo

    Bagi warga yang tinggal di Nambo, Cibinong, atau Pondok Rajeg, juga bisa menggunakan KRL untuk bisa pergi ke Dufan. Berikut rutenya:

    • Dari Stasiun Nambo/Cibinong/Pondok Rajeg, naik KRL tujuan Nambo – Jakarta Kota
    • Setibanya di Stasiun Jakarta Kota, transit dengan menaiki KRL line Jakarta Kota – Tanjung Priok
    • Kemudian turun di Stasiun Ancol
    • Lanjutkan perjalanan menggunakan transportasi lain seperti ojek online atau taksi untuk bisa sampai di Dufan.

    Itu dia cara pergi ke Dufan dengan menaiki KRL Commuter Line. Semoga dapat membantu travelers yang ingin liburan di Dufan!

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kelenteng Tertua Malang, Tempat Pembagian 3.000 Piring Lontong Cap Go Meh



    Jakarta

    Cap Go Meh dirayakan di Kelenteng Eng An Kiong, Malang, dengan pembagian 3.000 piring lontong. Kelenteng berusia 196 tahun ini adalah cagar budaya yang megah.

    Dihimpun detikTravel, Rabu (12/2/2025), Kelenteng Eng An Kiong namanya. Tempat ibadah itu merupakan salah satu bangunan tertua di Kota Malang dan telah ditetapkan menjadi salah satu bangunan cagar budaya (bangunan heritage).

    Jika melihat strukur bangunannya yang masih berdiri kokoh, tak disangka jika saat ini Kelenteng Eng An Kiong sudah berusia hampir dua abad atau tepatnya 196 tahun.


    Mengutip situs Kota Malang, Ketua Majelis Agama Khonghucu Kota Malang, Halim Tobing mengungkapkan, Kelenteng Eng An Kiong didirikan pada tahun 1825. Menurut sejarahnya, pendirinya adalah orang militer yakni Liutenant Kwee Sam Hway.

    Kelenteng ini dibangun dalam dua periode, bangunan pertama yakni ruangan tengah dikerjakan pada tahun 1825 baru kemudian menyusul bangunan lainnya pada 1895 hingga 1934.

    Cap Go Meh di Kelenteng Eng An Kiong MalangKelenteng Eng An Kiong Malang (Ahmad Masaul Khoiri)

    Nama Kelenteng Eng An Kiong sendiri memiliki makna yang mendalam, yaitu istana keselamatan dalam keabadian Tuhan dan merupakan persembahan kepada Dewa Bumi.

    Kelenteng Eng An Kiong ini merupakan Kelenteng Tridharma, yang digunakan sebagai tempat beribadah bagi tiga kepercayaan, Khonghucu, Budha, dan Taoisme.

    Ketika memasuki Kelenteng Eng An Kiong, pengunjung akan melihat di setiap altar dengan berbagai persembahan yang tertata rapi.

    Selain itu juga yang identik dan banyak dijumpai di kelenteng adalah simbol naga yang merupakan simbol dari keperkasaan. Ciri khas lain dari kelenteng ini yaitu warna bangunan yang didominasi warna merah dan kuning.

    Merah memiliki makna kehidupan, kebahagian dan keberanian. Sedangkan warna kuning memilik makna keagungan.

    Hingga saat ini, diungkapkan Halim bahwa hampir 90 persen struktur bangunan dan ornamen yang ada di Kelenteng Eng An Kiong masih terjaga keaslianya, termasuk tiang-tiangnya yang masih kokoh sejak awal berdiri.

    (msl/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 6 Tempat Sarapan Enak di Jakarta, Ada Bubur Ayam hingga Roti


    Jakarta

    Ada sejumlah tempat sarapan enak di Jakarta. Pilihan menu sarapannya juga beragam, mulai dari bubur ayam hingga roti.

    Agar tetap semangat dalam menjalani aktivitas, disarankan untuk selalu sarapan di pagi hari. Mengkonsumsi sarapan yang lezat dan mengenyangkan dapat memberikan energi sekaligus mood yang baik.

    Jika bosan membeli sarapan yang ada di dekat rumah, tak ada salahnya kamu menjelajah ke berbagai sudut kota Jakarta. Sebab, ada sejumlah tempat sarapan enak dan murah di Jakarta.


    Daripada penasaran, simak rekomendasi tempat sarapan enak di Jakarta dalam artikel ini.

    Tempat Sarapan Enak di Jakarta

    Ada beberapa tempat sarapan enak di Jakarta, mulai yang viral hingga legendaris karena sudah berjualan sejak puluhan tahun lalu. Simak rekomendasinya yang telah dirangkum detikTravel di bawah ini:

    1. Bubur Ayam Cikini

    Kenikmatan Bubur Ayam dan Martabak Legendaris di Cikini Sejak 1970-anFoto: detikcom / Atiqa Rana

    Rekomendasi yang pertama ada Bubur Ayam Cikini H.R. Sulaiman. Tempat sarapan ini termasuk salah satu yang legendaris di Jakarta, maka wajar saja kalau ramai pengunjung.

    Meski pilihan menunya tidak banyak, tetapi bubur ayam ini memiliki rasa yang khas dan menggugah selera. Pilihannya ada bubur biasa dan bubur telur yang ditambahkan dengan kuning telur ayam kampung. Lalu, porsi buburnya juga bisa dipilih sesuai selera.

    Untuk topping buburnya juga lengkap, mulai dari ayam suwir, cakwe, seledri, bawang goreng, dan emping. Agar lebih nikmat dan pedas, kamu bisa tambahkan sambal sesuai selera.

    Bubur Ayam Cikini H.R. Sulaiman berlokasi di Jalan Cisadane, Cikini, Jakarta Pusat. Harga seporsi bubur ayamnya mulai dari Rp 30 ribuan.

    2. Bubur Ayam Landmark

    Bubur Ayam LandmarkFoto: dok. detikFood

    Bubur ayam yang satu ini termasuk legendaris karena diketahui sudah berjualan sejak 1987. Dinamakan bubur landmark karena berjualan tak jauh dari Gedung Landmark, Setiabudi, Jakarta Selatan.

    Setiap pagi, bubur ayam ini selalu dipadati oleh pegawai kantoran yang ingin membeli sarapan. Ciri khas dari bubur ayam ini adalah porsi buburnya lebih sedikit, tapi lauk dan toppingnya banyak. Maka dari itu banyak yang menyebut bubur ayam gunung karena bentuknya mengerucut ke atas seperti gunung.

    Bubur Ayam Landmark juga viral di media sosial karena rasanya yang lezat dan porsinya berlimpah. Lalu, ciri khas lain dari bubur ayam ini adalah dibungkus pakai kertas nasi, bukan styrofoam seperti pada umumnya. Untuk harga seporsinya mulai dari Rp 15 ribuan.

    3. Bubur Ayam Sunda

    Tak jauh dari Bubur Ayam Landmark, terdapat sebuah tempat makan yang menyajikan berbagai menu sarapan, namanya Bubur Ayam Sunda. Lokasinya berada di Jalan Blora, tidak jauh dari Stasiun KRL Sudirman dan Stasiun MRT Dukuh Atas.

    Sesuai namanya, menu utama di rumah makan ini adalah bubur ayam. Tekstur buburnya yang kental ditambah topping yang banyak membuat bubur ayam ini selalu ramai dikunjungi, terutama saat Car Free Day (CFD) di hari Minggu.

    Selain itu, tempat makan ini juga menjual berbagai menu lainnya, seperti mie ayam, mie yamin, dan bakso. Untuk seporsi bubur ayam harganya sekitar Rp 20 ribu, sedangkan semangkuk mie ayam dibanderol sekitar Rp 25 ribu.

    4. Roti Eneng

    Ingin menikmati roti yang lezat sambil menyeruput kopi yang nikmat? Roti Eneng bisa menjadi pilihan terbaik untuk sarapan. Berlokasi di kawasan Gandaria Tengah, Jakarta Selatan, toko bakery yang mengusung konsep homey ini selalu ramai dikunjungi pelanggan.

    Jenis roti yang ditawarkan sangat beragam, salah satunya yang jadi favorit adalah roti bunting dengan isi aneka rasa. Selain roti bunting, kamu juga bisa menikmati roti roombutter cheese, srikaya toast butter, hingga grilled cheese tuna melt.

    Pilihan menu makanan di Roti Eneng juga beragam, mulai dari nasi goreng hingga pasta. Untuk minumannya ada kopi dan teh, tapi paling disarankan untuk memesan choco sea salt karena jadi salah satu minuman favorit di Roti Eneng.

    5. Bubur Ayam Senopati

    Di kawasan Senopati, terdapat penjual bubur ayam yang konon sudah berjualan sejak puluhan tahun lalu, namanya Bubur Ayam Senopati. Tempat makan ini selalu ramai pembeli, terutama oleh pekerja kantoran yang bekerja di sekitar Senopati.

    Saat weekend pun, Bubur Ayam Senopati juga ramai pembeli. Terkadang, sebelum jam 11 siang pun bubur ayam sudah ludes.

    Seporsi bubur ayam dibanderol sekitar Rp 20 ribuan. Ada juga pilihan ekstra toping ayam atau cakwe agar lebih puas dan mengenyangkan.

    6. Bubur Ayam Cilandak

    Satu lagi tempat sarapan enak di Jakarta, namanya Bubur Ayam Cilandak. Lokasinya berada di Jalan Raya Cilandak KKO, patokannya ada di depan Kantor BCA Cilandak KKO.

    Tukang bubur ayam ini selalu ramai dikunjungi pembeli. Selain karena rasanya lezat dan toppingnya yang banyak, harga seporsinya pun terbilang cukup murah, yakni Rp 13 ribu saja.

    Sayangnya, meja yang disediakan untuk makan di tempat cukup sedikit. Jadi, kalau travelers tidak kebagian tempat, kamu bisa makan di dalam mobil atau meminta kursi plastik kepada penjualnya.

    Demikian enam tempat makan enak di Jakarta yang patut dicoba. Apakah kamu pernah mencoba salah satu tempat makan di atas?

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Menikmati Segarnya Tiga Curug di Kaki Gunung Halimun Salak



    Bogor

    Di kawasan kaki Gunung Halimun Salak, Bogor tersimpan salah satu destinasi yang bisa jadi pilihan masyarakat untuk menikmati ketenangan dan keindahan alam, yakni Curug Nangka.

    Suasananya yang sepi tak seperti saat berkunjung ke kawasan Puncak. Jika berkunjung ke Curug Nangka, pengunjung tak hanya akan disajikan dengan satu curug saja. Ternyata di dalam area itu terdapat tiga curug yang bisa dikunjungi pengunjung.

    Pada Sabtu (22/2/2025) detikTravel berkunjung ke curug tersebut yang beberapa waktu ke belakang sempat ramai karena harga tiket yang kurang lebih Rp 50 ribu. Dengan perjalanan yang kurang lebih menghabiskan waktu tiga jam dari Jakarta ini cukup membayar kesuntukan perjalanan.


    Untuk bisa masuk ke kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak detikTravel mengeluarkan kocek Rp 145 ribu untuk tiga orang dan termasuk kendaraan (mobil) belum termasuk biaya parkir. Untuk biaya parkir mobil seharga Rp 15 ribu. Sehingga kurang lebih untuk satu orang dikenakan biaya sekitar Rp 43 ribu.

    Tapi setelah membayar semua itu, untungnya traveler sudah tidak perlu lagi bayar-membayar di lain areanya (pungli). Sesampainya di tempat parkiran, untuk bisa sampai ke curug traveler harus melakukan trekking kurang lebih sejauh 2 kilometer.

    Dengan pepohonan yang rimbun dan udara yang segar, setidaknya tidak terlalu membuat perjalanan begitu melelahkan. Untuk trek pun tidak terlalu berbahaya, hanya saja tetap perlu fokus karena ada beberapa area bebatuan yang basah.

    Curug Nangka di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, BogorMenyusuri bebatuan untuk menjangkau Curug Kaung. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Kurang lebih setengah jam berjalan, curug yang pertama ditemui adalah Curug Nangka yang. Tetapi Curug Nangka ini hanya terlihat dari atas saja, untuk bisa menikmati alirannya traveler perlu turun dari area yang berbeda dan trek yang sudah disediakan dan perlu menyusuri aliran untuk menikmati turunnya air.

    Namun, jika ingin merasakan segarnya air di kawasannya ini ada beberapa titik kolam alami yang bisa dinikmati. Berjalan menyusuri lebih dalam, traveler harus melewati jalanan yang telah dicor dan bebatuan sungai.

    Kala detikTravel berkunjung, debit air terlihat kecil sehingga sungainya sedikit kering. Di tengah perjalanan menyusuri lebih dalam, traveler akan menemukan curug kedua yakni Curug Daun.

    Di Curug Daun ini traveler bisa bermain air seraya menikmati kesegaran air di sana, tentunya tetap harus berhati-hati. Kemudian jika ingin melihat air terjun lainnya, traveler harus kembali menyusuri bebatuan sungai.

    Di sana traveler akan menemukan Curug Kaung, curug yang paling ujung di area tersebut. Karena debit air yang kecil sehingga tak terlalu basah jika dekat-dekat dengan area turunnya air. Pengunjung yang datang ke Curug Kaung pun banyak yang berendam dan bermain air.

    Tak lupa pengunjung pun berfoto di atas bebatuan besar dengan latar belakang air terjun. Memang berkunjung ke kawasan ini lebih baik ketika cuaca cerah, karena jika kondisi mendung ataupun hujan sangat berbahaya untuk berkunjung ke tiga curug ini.

    Traveler yang ingin merasakan ketenangan dan udara yang bersih, tamasya ke area Curug Nangka ini sungguh memberikan suasana yang menenangkan. Sedikit melepaskan diri dari hiruk-pikuk perkotaan.

    Di kawasan itu pun banyak pedagang-pedagang yang, jadi sebelum traveler masuk untuk menjajal trek menuju ketiga curug itu traveler akan melewati deretan toko-toko makanan dan minuman. Mulai dari makanan ringan, makanan berat hingga menjual buah-buahan.

    Kawasan Curug Nangka ini buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB, selain bisa menikmati sejuknya alam dan segarnya air, traveler juga bisa menikmati bermalam di area ini. Dan yang perlu diperhatikan traveler jika berkunjung ke sini adalah kawanan monyet.

    Jadi perlu berhati-hati jika membawa jinjingan atau totebag karena kawanan monyet ini tak akan segan untuk ‘menjambret’ bawaan traveler.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ngabuburit di Pasar Sore Ramadhan Kauman Jogja, Ada Apa Aja?


    Jakarta

    Pasar Sore Ramadhan Kauman Jogja merupakan salah satu tempat asyik buat ngabuburit. Bukan hanya berburu aneka takjil untuk berbuka puasa, tetapi juga bisa melakukan aktivitas menarik lainnya.

    Yuk ketahui lebih jauh tentang Pasar Sore Ramadhan Kauman dalam artikel ini, lengkap dengan aktivitas menarik, hingga cara menuju ke sana.

    Mengenal Pasar Sore Ramadhan Tertua di Jogja

    Dikutip dari situs Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ada banyak pasar kaget atau pasar tiban di bulan Ramadhan. Namun Pasar Sore Ramadhan Kauman adalah yang tertua di Jogja.


    Pasar ini sudah ada sejak tahun 1990-an. Awalnya, pasar sore ini berdiri atas inisiatif warga Kauman yang antusias menyambut bulan puasa dengan kegembiraan.

    Berawal sedikit pedagang dengan tempat seadanya, kini jumlah penjualnya semakin banyak dan diatur oleh warga setempat. Berdasarkan catatan detikTravel, ada lebih dari 50 pedagang yang berjualan.

    Yang unik, lokasi pasar ini berada di gang kampung yang sempit. Jalannya hanya selebar tiga meter. Tentunya tempat itu akan sangat padat, tapi justru itulah yang membuatnya berbeda.

    Dilihat dalam akun Instagram @pasarsore_kauman, pasar ini sempat ditiadakan pada 2019 hingga 2022, kemudian kembali diadakan pada 2023. Pasar mulai buka pukul 14.00 WIB hingga magrib.

    Ada Apa Saja di Pasar Sore Ramadhan Kauman?

    Bukan hanya berburu takjil, ada hal menarik yang bisa sekaligus dilakukan jika traveler ingin ke sana. Apa saja?

    1. Berburu Kicak

    Tujuan utama datang ke Pasar Sore Ramadhan Kauman Jogja ini tentunya untuk berburu takjil. Namun kurang lengkap rasanya jika traveler tidak membeli kicak.

    Dikutip dari detikJogja, kicak adalah makanan yang terbuat dari ketan yang dihaluskan dari jadah, kelapa muda, nangka, dan gula. Kicak mungkin akan sulit ditemukan di luar bulan puasa, jadi kalian harus beli ini.

    Selain kicak, ada makanan lain yang juga banyak dicari, seperti carang gesing, gorengan, bothok, jenang saren, sampai nasi kebuli.

    2. Wisata Perkampungan Jogja

    Pasar sore ini berada di Kampung Kauman di kawasan Keraton Kasultanan Yogyakarta. Di sana, detikers bisa menemukan rumah-rumah Jawa yang masih tradisional. Kalian bisa sambil berfoto-foto di kampung tersebut.

    Kampung Kauman juga dikenal sebagai kampung religi. Nama Kauman juga banyak dipakai di berbagai daerah sebagai kampung yang Islami. Nah, kalian bisa berwisata religi di sini, sambil mampir ke tempat bersejarah.

    Dilansir dari Portal Informasi Indonesia, nama kauman berarti tempatnya para kaum. Ada pula yang menyebut dari istilah qo’um muddin yang berarti pemuka agama Islam.

    Dari sini jugalah KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah dilahirkan. Tak heran jika traveler akan melihat simbol matahari terbit yang juga merupakan simbol organisasi tersebut.

    3. Ibadah di Masjid Gede Yogyakarta

    Setelah berburu takjil, traveler bisa melanjutkan perjalanan ke Masjid Gede Yogyakarta yang tak jauh dari pasar sore. Kamu bisa bersantai sejenak sambil menunggu azan magrib.

    Di masjid ini biasanya juga disediakan makanan berbuka puasa gratis. Jika belum pernah ke sini, sebaiknya traveler menyempatkan mampir ke sini. Setelah berbuka, kalian bisa sekalian sholat magrib dan isya, atau sekalian sholat tarawih di sini.

    Lokasi Pasar Sore Ramadhan Kauman

    Pasar Sore Ramadhan Kauman dapat ditemukan dengan mudah. Lokasinya berada di Gang Pasar Ramadhan, Jalan Ahmad Dahlan, Kauman, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta,

    Jika detikers menuju ke Jogja naik kereta api, maka turunlah di Stasiun Tugu Yogyakarta. Kalian bisa berjalan kaki sekitar 30 menit melewati Jalan Malioboro sambil menikmati suasana Jogja.

    Di ujung Jalan Malioboro, setelah tiba di Titik Nol Yogyakarta, beloklah ke kanan (barat) menuju Jalan Ahmad Dahlan. Lurus saja sampai melewati RS PKU Muhammadiyah dan Kantor Pengurus Pusat Aisyiyah. Gangnya ada di kiri jalan.

    Pasar Sore Ramadhan Kauman Jogja merupakan pasar tiban Ramadhan tertua di Jogja. Pasar tiban merujuk pada pusat jual beli yang hanya hadir di waktu tertentu. Detikers bisa datang lebih awal jika tak ingin berdesak-desakan di sana.

    (bai/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pantai Pererenan Bali, Spot Terbaik untuk Surfing hingga Nonton Sunset


    Jakarta

    Bali memiliki sejumlah pantai yang terkenal dan menjadi favorit banyak turis, sebut saja Pantai Kuta, Pantai Seminyak, hingga Pantai Jimbaran. Namun, ada satu pantai di Pulau Dewata yang tak kalah menarik untuk dikunjungi, yakni Pantai Pererenan.

    Pantai yang satu ini terkenal memiliki ombak yang cukup besar dan konsisten, sehingga cocok untuk surfing. Maka dari itu, sejumlah turis asing lebih memilih datang ke Pantai Pererenan untuk berselancar.

    Selain itu, masih ada daya tarik lainnya dari Pantai Pererenan. Penasaran? Simak ulasan singkatnya dalam artikel ini.


    Daya Tarik Pantai Pererenan

    Pantai Pererenan yang terletak di kawasan Canggu, Badung, ini menjadi salah satu destinasi wisata yang cukup banyak dikunjungi turis. Mengutip laman resmi Pemerintah Kabupaten Badung, berikut sejumlah daya tarik dari Pantai Pererenan:

    1. Spot Surfing Favorit para Bule

    Daya tarik utama dari Pantai Pererenan yaitu sebagai tempat favorit para turis asing untuk berselancar. Sebab, ombaknya cukup besar dan konsisten sehingga mampu menarik para peselancar dari berbagai tingkatan, mulai dari pemula hingga yang sudah mahir.

    Pantai Pererenan di BaliFoto: Bonauli/detikcom

    Biasanya, para turis asing yang ingin berselancar di Pantai Pererenan datang secara berpasangan atau dalam kelompok. Beberapa di antaranya ada yang masih belajar sehingga didampingi pelatih surfing, tapi ada juga yang sudah jago sehingga langsung menuju ke laut.

    Komunitas surfing di Pantai Pererenan juga terus berkembang luas. Hal ini yang membuat semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Pantai Pererenan demi merasakan sensasi berselancar.

    2. Menikmati Sunset yang Indah

    Selain ombaknya yang konsisten, pantai Pererenan juga menawarkan pemandangan alam yang indah, terutama saat sore hari. Soalnya, travelers bisa menikmati sunset dari pinggir pantai.

    Biasanya, peselancar yang datang ke Pantai Pererenan tiba sekitar pukul 16.00. Setelah seru-seruan bermain surfing, para turis akan duduk di pantai sambil menyaksikan matahari terbenam.

    Kombinasi antara suara ombak, langit senja berwarna oranye, dan suasana yang tenang membuat betah berlama-lama di Pantai Pererenan. Jangan lupa mengabadikan momen tersebut dengan kamera HP, lalu diunggah ke media sosial.

    3. Menawarkan Pantai yang Tenang

    Berbeda dengan pantai-pantai mainstream di Bali seperti Pantai Kuta atau Pantai Jimbaran, kamu akan merasakan ketenangan setibanya di Pantai Pererenan. Sebab, pantai ini terbilang lebih private, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang butuh ketenangan.

    Maka dari itu, banyak wisatawan yang menyebut Pantai Pererenan sebagai hidden gem di Bali. Soalnya, tak semua turis tahu tentang lokasi pantai ini.

    Tips Berlibur di Pantai Pererenan

    Tertarik untuk berkunjung ke Pantai Pererenan? Nah, ada sejumlah tips yang perlu travelers ketahui sebelum pergi ke sana. Berikut beberapa tipsnya yang dirangkum detikTravel:

    1. Datang sejak pagi jika ingin menikmati suasana pantai yang sepi dan tenang.
    2. Kamu bisa membawa papan surfing sendiri dari rumah atau sewa langsung di Pantai Pererenan.
    3. Jika datang saat sore, disarankan agar tidak lewat dari pukul 16.00. Hal ini agar kamu masih bisa berkeliling pantai sebelum waktunya untuk menikmati sunset di tepi pantai.
    4. Tersedia kafe dan restoran di sekitar Pantai Pererenan. Jadi, tak perlu khawatir kalau perut sudah lapar.
    5. Meski pasir pantainya hitam, tapi tetap bersih dan nyaman untuk dikunjungi.
    6. Kenakan pakaian yang nyaman dan terbaik versi kamu agar bisa berfoto-foto estetik di Pantai Pererenan.

    Bagi detikers yang ingin berkunjung ke Pantai Pererenan, kamu bisa menjangkaunya dengan mengendarai sepeda motor atau mobil. Lokasinya yang berada di Canggu membuat pantai ini tak begitu jauh bila ditempuh dari pusat Kota Denpasar.

    Dari pantauan di Google Maps, jarak dari Kota Denpasar menuju Pantai Pererenan sekitar 15 km. Jika mengendarai mobil, butuh waktu sekitar 1 jam perjalanan, sedangkan bila mengendarai motor waktu tempuhnya sekitar 40-50 menit.

    Demikian ulasan singkat mengenai Pantai Pererenan yang menjadi pantai hidden gem di Bali. Jadi, tertarik untuk liburan ke sana?

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Mengulik Gunung Haruman Garut, Keindahan Alam dan Sejarah di Baliknya


    Jakarta

    Lebih dari sekadar puncak yang menawarkan panorama Garut dari ketinggian, Gunung Haruman adalah persimpangan antara keindahan alam dan jejak sejarah Islam. Di sinilah, para pencari ketenangan mendaki dan para peziarah menemukan kedamaian di makam-makam tokoh suci.

    Berikut fakta dan hal-hal menarik lainnya seputar Gunung Haruman di Garut:

    1. Punya Pemandangan yang Indah

    Gunung ini memiliki pemandangan yang bisa memanjakan mata. Mulai dari view hijau sejauh mata memandang, Garut dari ketinggian, hingga udara segar.

    “Kami bangun dan menikmati pemandangan sunrise yang sangat indah di hari baru dan tak lupa menikmati kopi. Kami mengabadikan keindahan dengan berfoto foto sambil menikmati awan yang semakin terang semakin terbuka,” ujar salah satu pengalaman dTraveler Faulla Bagus Mauluddin saat menjajaki Gunung Haruman Garut, dikutip dari catatan detikTravel yang tayang pada 3 Agustus2023.


    Selain itu, Gunung ini juga kerap kali dijadikan sebagai lokasi wisata paralayang oleh pegiat alam bebas.

    2. Dianggap Jadi Lokasi Pusat Penyebaran Islam Di Garut

    Mengutip informasi dari media lokal Garut, Gunung Haruman merupakan gunung yang awalnya berasal dari nama sebuah tempat bernama Ciharuman. Konon, tempat itu menjadi lokasi pusat penyebaran Islam di Garut oleh seorang wali bernama Embah Wali Jafar Sidik.

    Mengutip buku Sejarah Pesantren: Jejak, Penyebaran, dan Jaringannya di Wilayah Priangan oleh Ading Kusdiana, berdasarkan informasi dari tradisi lisan yang berkembang di kalangan masyarakat Garut, Sunan Jafar Sidiq merupakan penyebar Islam di wilayah Garut Utara, khususnya di wilayah Cibiuk dan Limbangan.

    Ia diperkirakan hidup antara akhir abad ke- 17 dan awal abad ke-18. Di kalangan masyarakat Garut, sosok ini dikenal juga dengan nama Embah Wali Jafar Sidik dan Sunan Haruman.

    3. Ada Makam Tokoh Agama

    Terdapat 3 makam tokoh agama yang dirawat oleh pihak pengelola di Gunung Haruman. Ketiga makam tersebut adalah makam Syekh Jafar Asidiq, Syekh Maulana Malik Ibrahim, dan makam Nyai Fatimah.

    Sampai sekarang, masyarakat masih banyak yang sengaja berziarah ke makam-makam yang ada di Gunung Haruman.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Perahu Rakit Danau Lido, Dulunya Transportasi Kini Jadi Wisata



    Bogor

    Selain kawasan Puncak yang sejuk, Danau Lido belakangan ini menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan Arab maupun lokal. Menikmati udara sejuk seraya bersantap di atas rakit di tengah danau terasa romantis sekaligus magis.

    Danau Lido di Cigombong – Bogor awalnya merupakan rawa-rawa yang kemudian dibendung untuk menjadi tempat peristirahatan bagi pejabat Belanda. Dua bangunan bergaya Belanda di pinggir danau merupakan salah satu warisan yang tersisa.

    Bertahun-tahun warga sekitar menjadikan danau ini sebagai tempat untuk memancing atau bertambak. Warga luar banyak yang berkunjung sekedar untuk berkeliling menyusuri danau dengan rakit, cuci mata dan menikmati sejuknya udara Bogor.


    Seiring itu bermunculan warung dan restoran bagi para pengunjung yang tak membawa bekal. Bahkan ada satu restoran terapung di tengah danau, namanya Rumah Makan Yuliana Terapung (RMYT). Beralas anyaman batang-batang bambu rumah makan itu dikelola keluarga Indra Jaya Lesmana (37).

    Danau Lido BogorIndra Jaya Lesmana Ketua Kluster Perahu Rakit Danau Lido Foto: (bonauli/detikcom)

    “Orang tua saya memulainya sejak 1993,” kata Indra membuka percakapan saat ditemui detiktravel, Senin (10/3).

    Ia pribadi mengaku baru diminta terlibat langsung ketika ayahnya berpulang pada 2015. Kala itu ia masih pegawai bank BUMN di Jakarta Kota. Namun ibunya terus membujuk agar melanjutkan mengelola RMYT. Sekitar 4 tahun lalu Indra akhirnya memenuhi permintaan tersebut.

    Selain mengelola RMYT, ia juga mengembangkan rakit-rakit bambu yang biasa digunakan wisatawan berkeliling danau seluas 11,9 hektare itu. Batang bambu dipilih yang memiliki panjang 12-13 meter, diikat berjejer sedemikian rupa hingga memiliki lebar 2-3 meter. Agar lebih seimbang, pada bagian tengah di bawah rakit diberi pelampung berupa styrofoam.

    Danau Lido BogorDanau Lido Bogor Foto: (bonauli/detikcom)

    Di bagian tengah perahu ada bangunan sederhana dengan bagian depan yang agak luas layaknya teras. Untuk penggeraknya rakit dilengkapi dengan mesin temple di bagian belakang. Detiktravel bersama beberapa mantri dari BRI, sempat mencoba berkeliling danau dengan rakit ini. Total ada enam orang di atas perahu, selain pengemudi di buritan.

    “Jika berkeliling danau tarifnya Rp 150 ribu, sementara untuk turis asing Rp 500 per kelompok. Namun kalau cuma antar jemput ke rumah makan ongkosnya cuma Rp 30 ribu,” kata Indra.

    Siang itu, detiktravel melihat beberapa wisatawan lokal maupun berparas Timur Tengah terlihat berkeliling danau dengan rakit. Sapuan angin yang lembut membuat kami betah untuk duduk di dalam rakit. Rakit bergerak halus dan stabil. Pepohonan yang hijau di sekeliling danau menambah rasa kerasan di atas perahu.

    “Dulu danau ini memiliki warna yang jernih, ikan-ikan masih bisa terlihat dari permukaan danau. Namun sedimentasi membuat danau semakin keruh, dan luasnya menyusut,” kata Indra.

    Danau Lido BogorRumah Makan Yuliana Terapung (RMYT) Foto: (bonauli/detikcom)

    Salah seorang pengunjung, Ayu (39) yang datang bersama keluarga terlihat, siang itu terlihat enjoy berkeliling danau dengan rakit. Ia mengaku sudah beberapa kali berkunjung ke Danau Lido.

    “Konsep restoran terapungnya unik dan paling penting makanannya enak,” ujarnya.

    Melihat potensi wisata tersebut, sekitar 4-5 tahun lalu BRI turun tangan membentuk Kluster Wisata Rakit Danau Lido. Indra terpilih menjadi ketua paguyuban kluster.

    Menurut Indra, dengan modal sekitar Rp 15-18 juta pinjaman dari KUR BRI beberapa pengelola memodifikasi rakit dengan atap berbentuk helikopter dan bentuk lainnya menjadi miniatur rumah makan terapung.

    “Satu rakit bisa diisi 10-15 orang. Mereka bisa makan di dalam atau di luar,” terangnya. Menu makanan akan dikirim dari RMYT.

    Danau Lido BogorDanau Lido Bogor Foto: (bonauli/detikcom)

    Indra mengaku bergabung dengan BRI karena diajak Pak Omen. Dia tergolong sesepuh di paguyuban rakit. BRI dipilih karena memang cuma bank ini yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut.

    “Kalau yang lain jauh,” ucapnya seraya tersenyum menunjukkan kelegaan akan hadirnya BRI.

    Tak cuma memberi bantuan modal, BRI juga memberi mereka pelatihan. Terutama saat pandemic Covid-19 menerjang. Aktivitas wisata nyaris lumpuh karena operasional di sekitar Danau Lido dibatasi hanya pukul 16.00-20.00 WIB. Pendapatan mereka otomatis terjun bebas. Kehidupan ekonomi keluarga pun megap-megap.

    Di saat kritis itulah BRI hadir memberi keringan cicilan utang mereka. Selain itu juga memberi pelatihan melalui zoom, seperti kiat-kiat meningkatkan pelayanan di tempat wisata (hospitalty), dan lainnya.

    “Semua itu sangat membantu kami,” kata Indra.

    Saat ini paguyuban perahu rakit sedang mengajukan pendanaan ke lewat program Desa Brilian. Kalau nanti berhasil rencananya akan dipakai untuk mengganti bangku-bangku kayu di perahu dengan bangku yang ada busanya. Indra juga berharap agar BRI terus memberikan pelatihan lainnya kepada mereka.

    Tempat wisata ini buka pukul 10.00-19.00 WIB setiap hari, tapi di bulan puasa wisata rakit beroperasi mulai pukul 16.00 WIB. RMYT dan perahu rakit tutup saat Hari Raya Idul Fitri dan buka kembali pada Lebaran ke-3.

    Peran BRI dalam kemajuan Perahu Rakit Danau Lido

    Danau Lido BogorPimpinan BRI Bogor Dewi Sartika (Bordes) Fahmi Hidayat Foto: (bonauli/detikcom)

    Pimpinan BRI Bogor Dewi Sartika (Bordes) Fahmi Hidayat menceritakan POV-nya bermitra dengan UMKM perahu rakit di Danau Lido. Ia menjelaskan bahwa BRI mencoba mengembangkan ekosistem kluster yang memang sudah ada.

    “Jadi kita ekosistem sehingga kita ketika akan edukasi literasi keuangan terkait dengan simpanan maupun pinjaman, terkait dengan digital payment dan lain sebagainya, itu lebih gampang tersampaikan,” ucapnya pada Jumat (21/3) di KC BRI Bordes.

    Paguyuban yang sudah berjalan di Danau Lido bisa dikatakan erat. BRI mencoba memberdayakan klaster tersebut dengan menjaga komunikasi lewat mantri hingga pimpinan wilayah. Karena dengan adanya komunikasi, maka fasilitas-fasilitas seperti pendanaan untuk modal akan lebih mudah disampaikan.

    Fahmi mengatakan bahwa BRI membantu klaster ini dengan fasilitas pendanaan di masa pandemi. BRI tak hanya memikirkan profit, tapi juga bagaimana merawat usaha atau nasabah yang terkena pandemi, sehingga dibuatlah restrukturisasi.

    “Harapan kami dengan kami adakan klaster, mereka lebih berkembang secara ekonomi pendapatan mereka jauh lebih berkembang. Saya yakin ketika dikelola dengan baik bersama-sama BRI dan Pemda ya, Pemda itu bisa desa, bisa kabupaten bersama-sama dengan masyarakat, ini potensi yang luar biasa untuk dikembangkan,” pungkasnya.

    (bnl/bnl)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ini Nih Pulau Terpadat di Kepulauan Seribu



    Jakarta

    Kepulauan Seribu popular sebagai tempat liburan dengan keindahan pantainya. Tapi ternyata ada satu pulau yang bukan tempat liburan dan berpredikat sebagai pulau dengan populasi terpadat.

    Adalah Pulau Panggang yang bukan destinasi wisata dan merupakan pulau dengan populasi terpadat di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pulau Panggang berada di Kecamatan Pulau Seribu Utara.

    Pulau Panggang memiliki luas 0,09 km persegi dengan jumlah penduduk kepala keluarga 2.003.


    detikTravel mendapat kesempatan untuk berkeliling langsung ke pulau itu. Rumah penduduknya cenderung rapat-rapat, menyisakan gang-gang kecil yang hanya bisa dilalui oleh motor dan sepeda sebagai jalur transportasi.

    Imelda (25), lulusan perawat dari Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) Yogyakarta, merupakan seorang yang lahir dan besar di pulau itu. Asli putri daerah, anak kesembilan dari sebelas bersaudara itu mengakui bahwa Pulau Panggang memang sangat padat.

    Pulau Panggang di Kepulauan SeribuImelda, warga Pulau Panggang di Kepulauan Seribu (bonauli/detikcom)

    “Pulau Panggang bukan pulau liburan, cara berpakaian turis tidak bisa diterapkan di sini,” kata Imelda pada Senin (24/3).

    Pulau Panggang Saat Ramadan

    Bertepatan dengan bulan Ramadan, Imelda menceritakan kebiasaan warga yang tak biasa. Kalau biasanya berburu takjil jadi kegiatan saat ngabuburit, di Pulau Panggang lain lagi. Tidak ada yang berdagang takjil di sana, warganya membuka pesanan menu berbuka dalam grup obrolan Whatsapp.

    “Enggak semua orang punya warung, ada yang PO juga. Jadi warga pesan di room chat lalu nanti diantar,” kata dia.

    Pulau Panggang di Kepulauan SeribuPemukiman di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu (bonauli/detikcom)

    Kondisi itu dikonfirmasi oleh Nining Kurnia (32), seorang ibu rumah tangga dengan empat anak. Sebagai warga pendatang dari Depok, Jawa Barat, dirinya cukup kaget dengan kebiasaan di Pulau Panggang.

    “Iya, di sini enggak ada takjil. Kalau mau pesan lewat grup chat,” kata dia.

    Nining menikah dengan pria asli Pulau Panggang, bahkan suaminya masih keturunan wali di sini. Setiap lebaran hari pertama, ia dan keluarga akan nyekar dan ziarah ke makan keluarga suami.

    “Tapi kalau bukan keturunan wali di sini, biasanya nyekar di (lebaran) hari kedua,” kata dia.

    Pulau Panggang di Kepulauan SeribuPulau Karya (bonauli/detikcom)

    Tempat Pemakaman Umum (TPU) penduduk berada di seberang pulau, yaitu Pulau Karya. Hanya beberapa wali saja yang dikubur di area timur Pulau Panggang.

    Imelda juga berkata hal senada. Dirinya biasanya nyekar di hari kedua. Ia ingat betul, usai salat Ied, warga akan berbondong-bondong naik motor (perahu motor) lalu menyeberang ke Pulau Karya.

    “Ramai sekali, motor antre panjang mau masuk pulau,” kata dia.

    Budaya lain saat Ramadan adalah petasan. Anak-anak di Pulau Panggang biasanya berkumpul di area pelabuhan untuk bermain petasan bersama. Bunyi petasan bersahut-sahutan, asap mesiu menyeruak mengisi langit-langit.

    Sudah jadi budaya, anak-anak itu terlihat sangat piawai menyalakan petasan yang ‘masuk angin’. Mereka bahkan tak segan untuk melemparkan petasan ke sesama. Sesekali, orang tua yang lewat menghardik mereka untuk hati-hati. Namun, anak-anak itu tetap santai melanjutkan perang petasan. Sementara remaja-remaja tanggung sibuk main bola di lapangan.

    Pulau Panggang di Kepulauan SeribuAnak-anak bermain petasan di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu (bonauli/detikcom)

    Kumandang salat di masjid menggema seisi pulau. Pria dewasa bergegas menunaikan salat dan tarawih di masjid. Mereka berbaris mengambil air wudhu.

    “Oiya, air di sini itu asin, bukan payau,” ucap Nining memberitahu satu lagi fakta tentang Pulau Panggang.

    Tak semua rumah memiliki tampungan air hujan, beberapa menggali sumur untuk kebutuhan rumah tangga. Namun, kebanyakan warganya membeli air dari daratan untuk kebutuhan masak dan mandi. Untuk air minum, mereka lebih suka membeli air galon.

    Pulau Panggang di Kepulauan SeribuPulau Panggang di Kepulauan Seribu (bonauli/detikcom)

    Nining mengaku mengalami culture shock saat pertama kali datang ke Panggang. Sekujur tubuhnya melakukan penolakan dengan siraman air asin yang dilakukan tiap hari.

    “Awalnya alergi sebadan-badan. Tapi lama-lama sudah biasa. Cuma kalau airnya lagi jelek, ya luka-luka,” ujarnya sambil menunjukkan bekas luka alergi pada tangan dan kaki.

    Ada yang datang menetap, sebagian ingin pergi. Imelda adalah salah satu warga yang berkeinginan untuk melanjutkan hidup di luar pulau. Mimpinya, meraih sukses di Kuwait.

    “Mungkin karena sudah dari kecil di sini, jadi sudah bosan. Sekarang mau berjuang untuk keluar dari sini,” katanya sambil tersenyum manis.

    (bnl/fem)



    Sumber : travel.detik.com