Tag: diet sehat

  • Bikin BB Cepat Turun, Sederet Jus Ini Cocok Dikonsumsi Bagi yang Sedang Diet

    Jakarta

    Memiliki bentuk tubuh ideal adalah impian dari hampir setiap orang. Selain menunjang penampilan, berat badan yang ideal juga dikaitkan dengan risiko penyakit yang lebih rendah.

    Pola makan dan berolahraga merupakan dua hal yang menjadi kunci untuk penurunan berat badan. Selain itu, mengonsumsi beragam asupan sehat, seperti jus untuk diet, dapat mendukung keberhasilan program diet. Namun perlu diingat, jus yang dikonsumsi sebaiknya tidak ditambahkan dengan gula tambahan.

    Lantas, apa saja jus untuk diet agar cepat kurus? Berikut daftarnya.


    1.⁠ ⁠Jus Seledri

    Seledri memiliki kadar air yang cukup tinggi. Dikutip dari Healthline, lebih dari 95 persen dari sayuran ini terdiri atas air. Selain itu, seledri juga memiliki kalori yang rendah, menjadikannya makanan yang ideal bagi mereka yang sedang menurunkan berat badan.

    Tinjauan yang dipublikasikan pada 2023 menunjukkan konsumsi makanan dan minuman dengan densitas kalori yang rendah, seperti seledri, dapat memberikan dampak positif terhadap penurunan berat badan.

    2.⁠ ⁠Jus Timun

    Dikutip dari NDTV, timun juga mengandung banyak air dan rendah kalori. Karenanya, mengonsumsi jus timun dapat membantu mengurangi asupan kalori harian dan mencapai defisit kalori.

    Serat yang terkandung dalam timun juga dapat membantu menurunkan berat badan dengan meningkatkan rasa kenyang, menekan nafsu makan, dan melancarkan fungsi pencernaan.

    3.⁠ ⁠Jus Delima

    Selain lezat dan menyegarkan, jus delima juga dapat mendukung penurunan berat badan.

    Sebuah studi yang dilakukan pada 2023 menemukan kandungan polifenol yang ada dalam jus delima memiliki efek yang dapat menekan nafsu makan. Dikutip dari Healthline, jus delima juga mengandung antioksidan yang berpotensi mengatasi peradangan dan mencegah risiko kanker tertentu.

    4.⁠ ⁠Jus Semangka

    Semangka juga termasuk buah rendah kalori yang cocok dikonsumsi untuk diet. Jus semangka juga mengandung antioksidan, vitamin A, vitamin C, dan kalium yang penting untuk menunjang kesehatan secara keseluruhan.

    Semangka juga memiliki kandungan air yang cukup tinggi, yang dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengendalikan nafsu makan.

    5.⁠ ⁠Jus Wortel

    Wortel mengandung karotenoid, senyawa pigmen yang memberikan warna pada wortel. Studi yang dilakukan pada 2020 menunjukkan konsumsi minuman yang kaya akan karotenoid dapat secara signifikan mengurangi lemak perut pada pria dengan obesitas.

    6.⁠ ⁠Jus Nanas

    Jus untuk diet cepat kurus berikutnya adalah jus nanas. Nanas mengandung enzim bromelain yang dipercaya dapat meningkatkan metabolisme protein dan pembakaran lemak.

    Bromelain juga dapat bekerja sama dengan enzim lain, seperti lipase, untuk mencerna lemak dan menekan nafsu makan. Nanas juga termasuk makanan katabolik, sehingga tubuh akan membakar lebih banyak kalori untuk mencerna buah tersebut.

    7.⁠ ⁠Jus Pare

    Sekilas, jus pare memang terdengar tidak menggugah selera. Kendati demikian, jus ini memiliki efek penurun berat badan yang sayang dilewatkan oleh para pejuang diet.

    Dikutip dari NDTV, pare dapat merangsang hati memproduksi asam empedu yang dibutuhkan untuk metabolisme lemak. Pare juga termasuk sayur yang rendah kalori, sehingga cocok dikonsumsi saat sedang mencoba menurunkan berat badan.

    (ath/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Diet Sambil Tetap Makan Nasi Putih? Bisa Kok, Begini Caranya

    Jakarta

    Nasi putih sering dianggap sebagai ‘musuh’ saat diet. Pasalnya, banyak orang yang beranggapan makan nasi putih dapat menggagalkan diet dan bahkan memicu kenaikan berat badan yang tidak diinginkan.

    Nasi putih mengandung karbohidrat sederhana, yaitu jenis karbohidrat yang mudah dicerna oleh tubuh. Hal ini membuat tubuh cepat lapar, sehingga mendorong keinginan untuk makan lebih banyak.

    Nasi putih juga memiliki indeks glikemik yang tinggi, sehingga dapat dengan mudah menyebabkan kenaikan gula darah. Kedua faktor inilah yang dapat mengganggu program diet dan menghambat penurunan berat badan.


    Lantas, apakah seseorang yang sedang diet benar-benar harus stop makan nasi?

    Spesialis gizi dr Davie Muhamad, SpGK, mengungkapkan makan nasi putih selama diet tetap diperbolehkan. Pasalnya, nasi putih menyediakan karbohidrat yang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi.

    Menurutnya, yang perlu diperhatikan adalah porsi dan defisit kalori. Jadi, porsi nasi putih disesuaikan agar mencapai defisit kalori, sehingga mempercepat penurunan berat badan.

    “Jadi, nasi masih nggak masalah asal porsinya disesuaikan, tergantung tiap orang. Karena setiap orang itu kebutuhan kalorinya berbeda-beda,” ujar dr Davie kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Apa itu defisit kalori? Dikutip dari Healthline, defisit kalori adalah kondisi ketika tubuh membakar lebih banyak kalori dibandingkan jumlah yang masuk ke dalam tubuh.

    Jadi jika seseorang biasanya membutuhkan 1.800 kalori per hari, bisa dikurangi secara perlahan agar kebutuhan kalorinya menjadi 1.500 dan seterusnya.

    Tingkatkan Asupan Protein

    Selain memerhatikan jumlah karbohidrat dan kalori, dr Davie juga menekankan pentingnya asupan protein dan serat. Protein dibutuhkan untuk mempertahankan massa otot, sedangkan serat membantu melancarkan pencernaan.

    Keduanya juga dapat meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan, dua hal yang berkontribusi dalam penurunan berat badan.

    Berikut contoh pola diet seimbang dengan tetap makan nasi untuk sarapan, makan siang, dan malam:

    • Karbohidrat, seperti nasi setengah porsi (setengah centong nasi atau 5-6 sendok makan)
    • Protein, bisa ayam atau ikan dengan ukuran setengah telapak tangan 2 potong, bisa juga diganti dua butir telur (bisa dikombinasikan)
    • Lauk nabati, seperti tahu atau tempe sebanyak satu potong atau sekitar 50 gram
    • Serat, seperti sayur-mayur yang bervariasi sebanyak satu piring kecil atau mangkuk sedang penuh

    dr Davie menambahkan untuk mengurangi konsumsi makanan yang digoreng. Sebab, makanan tersebut cenderung tinggi kalori sehingga bisa menyebabkan peningkatan berat badan.

    “Kalau dari saya boleh saja ada yang digoreng tapi nggak semuanya,” imbuhnya.

    Ia juga menyarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti buah-buahan, sebagai selingan untuk mengontrol rasa lapar.

    (ath/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Adrian Maulana Rutin Intermitten Fasting, Bisa ‘Puasa’ 15 Jam Sehari


    Jakarta

    Artis Adrian Maulana kerap disorot karena gaya hidup sehat yang dijalaninya. Ia mengungkapkan sudah menjalani metode diet intermittent fasting (IF) selama lima tahun terakhir.

    Selama itu, Adrian bisa berpuasa selama 15 hingga 16 jam per hari. Menurutnya, diet ini menjadi salah satu cara agar ia dapat terhindar dari risiko kegemukan.

    “Saya selalu makan terakhir jam 20.00 dan baru buka puasa jam 12.30, setelah saya sholat dzuhur,” ungkap Adrian saat ditemui di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2024).


    Terkait menu makan siang, pria berusia 47 tahun itu suka sekali dengan sayur-sayuran. Menurutnya, menu yang bisa dikonsumsi selama diet tidak harus selalu mahal. Terpenting adalah mengurangi karbohidrat dan meningkatkan asupan protein.

    Biasanya, saat di kantor Adrian bisa makan gado-gado. Meski tergolong murah, makanan tersebut ternyata kaya akan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

    “Makan siang saya, biasanya gado-gado di kantin kantor, yang saya fokuskan adalah ada nggak hal-hal baik dari yang saya konsumsi,” beber Adrian.

    “Di makanan itu ada sayur, ada vitamin, mineral, protein, dan sedikit lemak. Tinggal kita batasi saja kandungan (lemak) dari kacangnya,” lanjutnya.

    Meski memiliki segudang kesibukan, ternyata Adrian juga tidak sarapan dengan menu yang umum dikonsumsi. Ia biasa hanya minum kopi hitam, tanpa tambahan gula atau pemanis lainnya.

    “Iya, sarapan cuma black coffee, tapi nggak merasa tersiksa karena mindset,” terang dia.

    “Dengan berpuasa akan membuat organ-organ tubuh kita jadi bisa beristirahat, sehingga dia akan siap bekerja lagi pada saat yang memang dibutuhkan,” sambungnya.

    Menurut Adrian, tubuh sudah dirancang untuk bisa bekerja dan tahu waktu yang tepat untuk beristirahat. Jika tubuh selalu dihantam makanan-makanan yang tidak sehat, di masa depan akan lebih rentan mengalami sakit.

    Ia pun memberikan saran bagi para pemula yang ingin mencoba melakukan intermittent fasting tersebut. Sebagai awal, bisa dimulai dari 12 jam berpuasa.

    “Misalnya, teman-teman terakhir makan katakanlah di jam 19.00, berarti baru boleh mulai makan jam 7 pagi. Nanti ditingkatkan terus, mudah-mudahan kalau misalnya bisa bikin jendelanya itu sampai kurang lebih 18 jam. Jadi 18 jam kita berpuasa, 6 jam kita boleh makan,” tuturnya.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Adrian Maulana Rutin Intermitten Fasting, Bisa ‘Puasa’ 15 Jam Sehari


    Jakarta

    Artis Adrian Maulana kerap disorot karena gaya hidup sehat yang dijalaninya. Ia mengungkapkan sudah menjalani metode diet intermittent fasting (IF) selama lima tahun terakhir.

    Selama itu, Adrian bisa berpuasa selama 15 hingga 16 jam per hari. Menurutnya, diet ini menjadi salah satu cara agar ia dapat terhindar dari risiko kegemukan.

    “Saya selalu makan terakhir jam 20.00 dan baru buka puasa jam 12.30, setelah saya sholat dzuhur,” ungkap Adrian saat ditemui di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2024).


    Terkait menu makan siang, pria berusia 47 tahun itu suka sekali dengan sayur-sayuran. Menurutnya, menu yang bisa dikonsumsi selama diet tidak harus selalu mahal. Terpenting adalah mengurangi karbohidrat dan meningkatkan asupan protein.

    Biasanya, saat di kantor Adrian bisa makan gado-gado. Meski tergolong murah, makanan tersebut ternyata kaya akan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

    “Makan siang saya, biasanya gado-gado di kantin kantor, yang saya fokuskan adalah ada nggak hal-hal baik dari yang saya konsumsi,” beber Adrian.

    “Di makanan itu ada sayur, ada vitamin, mineral, protein, dan sedikit lemak. Tinggal kita batasi saja kandungan (lemak) dari kacangnya,” lanjutnya.

    Meski memiliki segudang kesibukan, ternyata Adrian juga tidak sarapan dengan menu yang umum dikonsumsi. Ia biasa hanya minum kopi hitam, tanpa tambahan gula atau pemanis lainnya.

    “Iya, sarapan cuma black coffee, tapi nggak merasa tersiksa karena mindset,” terang dia.

    “Dengan berpuasa akan membuat organ-organ tubuh kita jadi bisa beristirahat, sehingga dia akan siap bekerja lagi pada saat yang memang dibutuhkan,” sambungnya.

    Menurut Adrian, tubuh sudah dirancang untuk bisa bekerja dan tahu waktu yang tepat untuk beristirahat. Jika tubuh selalu dihantam makanan-makanan yang tidak sehat, di masa depan akan lebih rentan mengalami sakit.

    Ia pun memberikan saran bagi para pemula yang ingin mencoba melakukan intermittent fasting tersebut. Sebagai awal, bisa dimulai dari 12 jam berpuasa.

    “Misalnya, teman-teman terakhir makan katakanlah di jam 19.00, berarti baru boleh mulai makan jam 7 pagi. Nanti ditingkatkan terus, mudah-mudahan kalau misalnya bisa bikin jendelanya itu sampai kurang lebih 18 jam. Jadi 18 jam kita berpuasa, 6 jam kita boleh makan,” tuturnya.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Pejuang Diet Merapat, 5 Teh Ini Bisa Bantu Pangkas Lemak Lebih Cepat

    Jakarta

    Seperti halnya kopi, teh merupakan salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Teh memiliki beragam varian dengan rasa dan aroma yang berbeda-beda.

    Beberapa varian teh juga terbukti secara ilmiah bermanfaat untuk kesehatan, termasuk dalam menurunkan berat badan. Teh-teh tersebut mengandung senyawa yang dapat meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak, sehingga mendukung penurunan berat badan yang lebih optimal.

    Namun ingat, khasiat penurun berat badan dari teh tidak akan efektif jika tidak dibarengi dengan pola makan seimbang dan olahraga yang teratur.


    Lantas, apa saja jenis teh yang terbukti dapat mendukung penurunan berat badan? Dikutip dari Eat This, berikut daftarnya.

    1. Teh Hijau

    Teh hijau adalah salah satu jenis teh yang sering dikaitkan dengan penurunan berat badan. Studi yang diterbitkan di International Journal of Environmental and Public Health pada 2022 menunjukkan konsumsi teh hijau dalam jumlah besar dapat menurunkan risiko obesitas hingga 44 persen.

    Khasiat ini berasal dari katekin yang ada dalam teh hijau, khususnya epigallocatechin gallate (EGCG). EGCG diketahui dapat meningkatkan laju metabolisme, sehingga tubuh membakar lebih banyak kalori.

    2. Teh Hitam

    Tak hanya teh hijau, khasiat penurun berat badan juga dimiliki teh hitam. Sebuah laporan yang diterbitkan di jurnal Molecules pada 2016 menemukan teh hitam mengandung polifenol yang memiliki sifat antiobesitas. Polifenol ini juga dapat membantu mengurangi berat badan dan lemak visceral.

    Studi lain yang dilakukan pada 2014 menunjukkan partisipan yang mengonsumsi tiga cangkir teh hitam setiap hari selama tiga bulan mengalami penurunan berat badan dan lingkar pinggang yang lebih besar dibanding partisipan yang tidak minum teh hitam.

    3. Teh Putih

    Seperti halnya teh hijau, teh putih juga dapat meningkatkan laju metabolisme dan oksidasi lemak. Keduanya dapat berperan dalam pengelolaan berat badan secara keseluruhan.

    Studi yang diterbitkan di Food Safety and Health juga menunjukkan teh putih memiliki manfaat dalam mengurangi berat badan dan lemak visceral.

    4. Teh Oolong

    Oolong adalah jenis teh yang daunnya mengalami proses oksidasi sebagian. Penelitian menunjukkan teh oolong mengandung polifenol yang dikaitkan dengan peningkatan metabolisme dan penurunan lemak di perut.

    Penelitian lain menunjukkan polifenol yang terkandung dalam teh oolong juga dapat membantu mengurangi jaringan lemak visceral.

    5. Teh Pu-erh

    Teh pu-erh adalah jenis teh yang diolah melalui proses fermentasi daun tanaman Camellia sinensis, tanaman yang juga digunakan untuk membuat teh hijau, teh hitam, oolong, dan teh putih.

    Khasiat teh pu-erh untuk menurunkan berat badan pun sudah terbukti secara ilmiah. Sebuah studi yang diterbitkan di Phytotherapy Research pada 2014 menemukan pria dengan sindrom metabolik yang mengonsumsi teh pu-erh mengalami penurunan berat badan dan indeks massa tubuh.

    Studi lain yang diterbitkan di Nutrition Research juga menunjukkan ekstrak teh pu-erh dapat membantu menurunkan berat badan, indeks massa tubuh, dan lemak visceral pada pria dewasa di Jepang.

    (ath/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Diet Masih Makan Nasi? Nggak Masalah! Bisa Kok Turun BB, Asalkan…


    Jakarta

    Saat menjalani program diet, sebagian orang mungkin sangat menghindari nasi dalam menu makanannya. Banyak yang beranggapan bahwa tidak mengkonsumsi nasi bisa mempercepat proses penurunan berat badan.

    Nasi merupakan salah satu sumber karbohidrat utama bagi masyarakat Indonesia. Karbohidrat ini berfungsi sebagai sumber energi tubuh agar bisa menjalankan rutinitas sehari-hari.

    Kira-kira masih bisa nggak sih diet tapi tetap makan nasi?


    Menurut spesialis gizi klinik di Primaya Hospital Bekasi Barat, dr Davie Muhamad, SpGK, makan nasi saat diet itu masih diperbolehkan. Karbohidrat yang ada pada nasi adalah sumber energi tubuh, terutama untuk otak.

    “Jadi, nasi masih nggak masalah asal porsinya disesuaikan, tergantung tiap orang. Karena setiap orang itu kebutuhan kalorinya berbeda-berbeda,” tutur dr Davie pada detikcom, Kamis (18/1/2024).

    Utamakan Defisit Kalori

    Meski diperbolehkan makan nasi, prinsip utama dalam menurunkan berat badan adalah defisit kalori. Jika misalnya seseorang kebutuhan kalorinya 1.500 kalori per hari, bisa dikurangi secara perlahan menjadi 1.300 kalori dan seterusnya.

    dr Davie tidak menyalahkan tips diet viral yang hanya menyarankan makan satu kali sehari, dengan menu sarapan minuman shake dan makan malam buah-buahan. Namun, lebih baik terapkan pola diet yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

    “Jadi lebih baik mencoba diet gizi seimbang yang sederhana, makannya tiga kali sehari, dan masih mengenyangkan. Karena kalau diet itu kita nggak boleh yang namanya kelaparan, nanti jadinya malnutrisi,” tegasnya.

    NEXT: Bagaimana Caranya Tetap Makan Nasi saat Diet?

    Pola Diet dengan Tetap Makan Nasi

    “Kita ambil contoh, misalnya 1 hari diberikan 1.500 kalori. Itu nanti dibagi untuk tiga kali makan, dan dua kali selingan,” kata dr Davie.

    Selain karbohidratnya, asupan lain seperti protein dan serat juga harus diperhatikan. Protein dibutuhkan untuk mempertahankan massa otot, sedangkan serat sangat baik untuk menjaga kesehatan pencernaan. Berikut pola diet dengan tetap makan nasi pagi, siang, dan malam:

    • Karbohidrat, seperti nasi setengah porsi (setengah centong nasi atau 5-6 sendok makan)
    • Protein, bisa ayam atau ikan dengan ukuran setengah telapak tangan 2 potong, bisa juga diganti dua butir telur (bisa dikombinasikan)
    • Lauk nabati, seperti tahu atau tempe sebanyak satu potong atau sekitar 50 gram
    • Serat, seperti sayur-mayur yang bervariasi sebanyak satu piring kecil atau mangkuk sedang penuh

    “Perlu diingat, dalam satu piring disarankan minim yang digoreng. Karena lemak atau yang digoreng-goreng itu tinggi kalori. Jadi, kalau dari saya boleh saja ada yang digoreng tapi nggak semuanya,” ujar dr Davie.

    “Nanti selingannya utamanya buah-buahan bervariasi, tinggi serat, untuk membantu mengontrol rasa lapar kita. Ini biasanya dua jam setelah makan pagi (sekitar jam 10) dan jam 3 sore,” jelasnya.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • 5 Fakta Diet CICO Untuk Kendalikan Cadangan Kalori Tubuh


    Jakarta

    Seiring meningkatnya tren gaya hidup sehat, kini banyak bermunculan berbagai jenis diet. Salah satunya diet CICO yang fokus mengendalikan cadangan kalori tubuh.

    Perkembangan tren hidup sehat membuat banyak jenis diet berkembang dan mulai diminati. Mendapatkan tubuh yang sehat nan ideal seolah menjadi idaman hampir semua orang.

    Mulai dari olahraga yang keras hingga diet ketat dapat dijumpai tips-tipsnya dengan mudah. Salah satu diet yang juga banyak diperbincangkan adalah diet CICO.


    Diet CICO memiliki konsep dan aturan yang unik. Bukan dengan mengeliminasi makanan atau konsumsi asupan tertentu tetapi diet ini lebih fokus pada pengendalian cadangan kalori di dalam tubuh dengan diet sehat dan olahraga rutin.

    Baca juga: Sempat Langka, Sriracha Kembali Hadir Tetapi Rasanya Diprotes Pelanggan

    Berikut ini 5 fakta diet CICO menurut Men’s Health:

    5 Fakta Diet CICO Untuk Kendalikan Cadangan Kalori TubuhCICO diet lebih fokus mengendalikan cadangan kalori di dalam tubuh. Foto: Getty Images/whitebalance.oatt

    1. Mengenal diet CICO

    Nama ‘CICO’ berasal dari singkatan Calories In, Calories Out, maksudnya jumlah kalori yang masuk harus menyeimbangkan dengan kalori yang keluar. Diet CICO mencoba untuk menyederhanakan beberapa diet yang digabungkan menjadi satu.

    Diet CICO mengutip berbagai metode diet dari keto, palei, Whole30, dan beberapa jenis diet lain yang berusaha disempurnakan. CICO tetap memperhatikan kebutuhan kalori untuk mempertahankan fungsi metabolisme tubuh tetap berjalan efektif.

    Pada diet CICO pelakunya harus menghitung kebutuhan kalori harian, jumlah kalori yang dibakar, hingga kalori yang harus masuk ke dalam tubuh. Inti dari diet CICO adalah keseimbangan kalori yang tepat sehingga tidak terjadi penumpukan di dalam tubuh.

    2. Efektivitas

    Jika hanya sekadar mengendalikan kalori yang masuk dan kalori yang keluar apakah diet ini cukup efektif? Menurut Abby Langer selaku ahli gizi dari Kanada, Amerika Serikat, diet CICO memiliki hasil yang efektif karena serupa dengan defisit kalori.

    “Kalori itu selalu berubah-ubah. Sejak masa lampau banyak ahli mempelajari bagaimana kalori bekerja untuk metabolisme tubuh dan kami melihat juga bagaimana kalori diserap,” lanjut Langer.

    Cara untuk menurunkan berat badan yang paling ampuh adalah dengan menghitung kalori di dalam tubuh seperti yang dipraktikkan pada diet CICO. Para ahli juga menyetujui bahwa diet CICO tak hanya sekadar dietjangka pendek tetapi juga berguna untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

    Fakta diet CICO lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Dampaknya pada kesehatan

    Pernyataan akan efek kesehatan dari diet ini tergantung pada perspektif pelakunya. Sebagaimana pola diet yang lain CICO juga memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

    Bethany Doerfler, selaku ahli gizi klinis dari Northwestern University, menyebut menghitung kalori saat diet adalah cara yang paling sederhana. Mengerti kebutuhan dan tidak mengonsumsi kalori secara berlebihan sangat disarankan guna mendapatkan tubuh yang ideal.

    Sedangkan Langer menyebut ada dampak negatif dari pola diet yang membatasi asupan kalori. Bagi pelaku diet dengan komitmen yang rendah akan mudah terpancing untuk mengonsumsi makanan secara berlebihan dan keluar dari aturan.

    4. Cara menghitung kalori

    5 Fakta Diet CICO Untuk Kendalikan Cadangan Kalori TubuhAsupan makanan yang masuk harus diseimbangkan dengan olahraga untuk membakarnya. Foto: Getty Images/whitebalance.oatt

    Terkesan terlalu perhitungan dengan asupan kalori untuk tubuh tetapi ada beberapa nutrisi yang harus diperhatikan dalam diet ini. Nutrisi makro seperti protein, lemak, dan karbohidrat tidak boleh ditinggalkan dalam pola diet CICO.

    Tetapi nutrisi makro juga memiliki perhitungan yang harus dilakukan dengan teliti. Misalnya untuk konsumsi lemak disarankan sebanyak 9 gram, sedangkan karbohidrat dan protein hanya 4 gram.

    Hal ini dilakukan mengingat tubuh juga memiliki cara kerja yang berbeda untuk mencerna asupan yang masuk. Dalam menghitung kalori pada diet CICO pelakunya tidak disarankan terlalu ketat agar tubuh tak merasa terkekang yang dampaknya menimbulkan keinginan obsesif.

    5. Makanan yang disarankan

    Secara umum, semua makanan diperbolehkan dalam diet CICO. Menu favorit boleh tetap dimakan asalkan sesuai dengan aturan perhitungan kalori yang berlaku.

    Tetapi karena diet CICO bukan hanya diet jangka pendek, para ahli setuju ada beberapa makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi pelaku diet CICO. Misalnya makanan yang diproses, makanan cepat saji, atau makanan yang terlalu berlemak dan tinggi kalori.

    Ada beberapa pelengkap makanan yang diperbolehkan dalam diet CICO seperti cream cheese, selai kacang, dan beberapa bahan lainnya. Untuk jenis karbohidrat yang paling direkomendasikan dalam diet ini ada oatmeal dan gandum utuh.

    Baca juga: Pelanggan Nasi Campur Kaget Setelah Ditagih Rp 168 Ribu untuk Menu Ini

    (dfl/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson
  • Modal Masak di Rumah, Wanita Ini Berhasil Turun BB 37 Kg


    Jakarta

    Tanpa diet ketat, seorang wanita berhasil menurunkan berat badan hanya dengan mengandalkan masakan rumahan. Penurunannya signifikan hingga mencapai 37 kilogram!

    Tak ada hasil diet yang instan. Dibutuhkan komitmen yang kuat serta konsistensi yang panjang untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan bertahan lama.

    Saat melakoni diet tak perlu makanan dari katering sehat atau pembatasan kalori yang ketat. Mengandalkan menu masakan rumahan juga dapat membantu penurunan berat badan dengan hasil yang tak kalah efektif.


    Cara tersebut dibuktikan oleh seorang wanita berusia 25 tahun yang mulai mengubah hidupnya secara perlahan. Ia hanya mengandalkan menu makanannya sehari-hari dengan olahraga ringan untuk menyeimbangkannya.

    Modal Masak di Rumah, Wanita Ini Berhasil Turun BB 37 KgWanita ini alami gangguan kesehatan ketika bobotnya menyentuh 85 kilogram. Foto: India.com

    Kisah diet inspiratif dari wanita bernama Tanushree disoroti oleh India.com (24/12). Pada usia 25 tahun, ia merasa terjebak pada tubuh yang tak sehat sampai berat badannya menyentuh angka 85 kilogram.

    Saat itu Tanushree merasa mudah lelah, kurang percaya diri, hingga perasaan seperti selalu dikalahkan di lingkungannya. Ia yang baru genap 25 tahun, ketika mengalami obesitas, sampai dikira telah berusia jauh lebih tua dari umur aslinya.

    Menyadari ada yang tak sehat dari dirinya, Tanushree mulai berlangganan pada pusat kebugaran dan mengonsumsi suplemen kesehatan. Ia juga memulai petualangan diet sehatnya mengandalkan menu masakannya sendiri.

    Tanushree menitik beratkan asupannya pada air mineral dan olahan makanan protein. Makanan tradisional khas India seperti kacang kedelai, paneer, telur, dan kacang-kacangan tak pernah absen dari menu makannya setiap hari.

    Modal Masak di Rumah, Wanita Ini Berhasil Turun BB 37 KgSetelah menjalani hidup sehat dengan mengandalkan masakan rumahan, ia berhasil turun berat badan hingga 37 kilogram. Foto: India.com

    Tak ada cara khusus untuk memasak makanan yang dilakukan oleh Tanushree. Hanya saja ia mempertimbangkan keseimbangan kalori dan lemak dengan teknik masak yang digunakannya, seperti rebusan, kukus, dan berupaya menghindari penambahan minyak.

    Perjalanan dietnya tidak sebentar. Ia sampai menghabiskan waktu selama 6 tahun untuk mengubah kondisi tubuhnya. Berlangsung perlahan tetapi konsisten seperti yang kerap dianjurkan oleh ahli gizi.

    Setelah menginjak usia 30 tahun, kini bobotnya berkurang hingga 37 kilogram. Tubuhnya lebih ramping dengan massa otot yang meningkat pada berat badan 48 kilogram.

    Nyatanya jerih payah menjalankan diet tak hanya memberikan perubahan yang signifikan pada tubuhnya. Ia yang sudah berkeluarga kini memiliki hormon yang lebih seimbang hingga menjalani kehamilan yang sehat.

    Perjalanan inspiratifnya ini juga kerap dibagikan melalui media sosial Instagram pribadinya. Sampai-sampai banyak netizen yang mulai meniru cara diet sehat ala Tanushree.

    (dfl/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Dan Gold

  • Ahli Gizi Tak Sarankan Makan Salad Malam Hari Karena Hal Ini


    Jakarta

    Salad biasa menjadi pilihan bagi yang sedang diet. Namun, ahli diet menganjurkan untuk tidak mengonsumsi salad saat malam hari, karena bisa memicu efek buruk.

    Umumnya salad terbuat dari aneka sayuran mentah yang segar rasanya, seperti selada, tomat, mentimun, dan lainnya. Paduan sayur segar ini juga kerap ditambahkan asupan protein dan saus atau dressing.

    Salad banyak dikonsumsi pelaku diet, karena dianggap menyehatkan dengan kandungan nutrisi yang tinggi. Di antaranya ada vitamin, serat, dan mineral.


    Para pelaku diet biasanya mengonsumsi salad ini saat sarapan atau makan siang. Selain itu, salad juga kerap menjadi pendamping menu makan malam.

    Banyak orang juga yang mengira jika mengonsumsi salad pada malam hari adalah pilihan yang tepat sebelum tidur. Namun, ada beberapa ahli yang tidak menyarankan konsumsi salad pada malam hari, karena beberapa efek yang ditimbulkan.

    Dilansir dari Food NDTV (15/12), Amita Gadre, selaku ahli gizi mengungkapkan efek yang mungkin ditimbulkan ketika mengonsumsi salad pada malam hari. Salah satunya dapat memengaruhi sistem pencernaan.

    Berikut efek yang ditimbulkan dari mengonsumsi salad malam hari:

    1. Pencernaan me lemah

    A cropped image of an Asian woman mixing ingredients in her healthy fresh vegan salad. The close-up showcases a multi-colored salad bowl filled with assorted fresh leaf vegetables, including rocket, tomato, zucchini, olives and pumpkin seeds.salad Foto: Getty Images/Thai Liang Lim

    Saat mengonsumsi sayuran mentah tubuh diharuskan bekerja 300 persen lebih keras untuk mencernanya. Itulah mengapa ahli gizi lebih merekomendasikan untuk merebus, mengukus, atau meracik jadi jus agar sistem pencernaan lebih lancar.

    Proses memasak sayuran juga membantu tubuh dalam menyerap nutrisi lebih efektif. Selain itu, mengonsumsi salad di malam hari dapat melemahkan sistem pencernaan dan tubuh akan sulit memprosesnya.

    2. Masuknya Racun ke Tubuh

    Pada malam hari, sistem pencernaan tubuh secara alami lebih lemah, berkurang sekitar 50 persen dibandingkan pada siang hari. Jadi, ketika mengonsumsi sayuran mentah malam hari dapat menyebabkan serat menumpuk sehingga membuat lebih sering kencing hingga mengganggu tidur.

    Selain itu, makanan yang tidak tercerna ini dapat menciptakan AMA (racun) di dalam tubuh. Ini menyebabkan terhalangnya penyerapan nutrisi.

    3. Memicu Kembung

    Sayuran mentah diketahui melepaskan gas sebagai mekanisme pertahanan mereka. Gas yang berasal dari sayuran mentah ini dapat menyebabkan perut kembung. Adapun sayuran yang memiliki kandungan gas adalah kubis, jamur, bawang, dan lainnya.

    (yms/odi)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Dan Gold

  • Wow! Tetap Makan Junk Food, Pria Ini Berhasil Turun BB 31 Kg


    Jakarta

    Pria ini membagikan kisahnya berhasil menurunkan berat badan secara signifikan. Ia mampu menurunkan berat badan hingga 31 kg, tetapi tetap makan junk food.

    Bagi mereka yang mendambakan tubuh langsing ideal, pola makan sehat dan berbagai metode diet pasti dilakukan. Biasanya dengan menghindari konsumsi makanan berlemak dan manis, termasuk junk food.

    Dilansir dari Food NDTV (10/12), seorang pria di situs Reddit membagikan foto transformasi penurunan berat badannya yang menginspirasi. Pria itu mengaku dulunya memiliki berat badan 129 kilogram, kemudian turun drastis menjadi 89 kilogram.


    Pria itu juga mengklaim bahwa dirinya tetap menikmati junk food (makanan cepat saji). Tentu saja unggahannya ini mencuri perhatian dan viral di media sosial.

    makan junk food bisa turun berat badan sampai 31 kilogrammakan junk food bisa turun berat badan sampai 31 kilogram Foto: site news/istock

    Penurunan berat badan ini berlangsung selama 1,5 tahun saja. Ia mengungkapkan strateginya dalam menurunkan berat badan.

    Pria itu menjalani diet ketat selama hari kerja. Jadi, ia benar-benar membatasi asupan makannya. Namun, akan memanjakan dirinya ketika akhir pekan dengan mengonsumsi makanan cepat saji (junk food).

    “Butuh waktu 1,5 tahun untuk mencapai berat badan ini. Saya juga tetap makan junk food di akhir pekan, karena saya seorang pencinta kuliner dan tak bisa hidup tanpanya,” ungkap pria tersebut.

    “Namun, pada hari kerja saya menjalani diet ketat dengan asupan kalori di bawah 2.000 kcal per hari dengan asupan protein setidaknya 120 gram, saya juga mencoba vegetarian,” lanjutnya.

    Perjalanan turunnya berat badan ini mengundang pertanyaan banyak netizen, apakah cara ini sehat untuk dilakukan? Menurut ahli gizi, Rupali Datta, tak ada salahnya menurunkan berat badan dengan cara tersebut. Bahkan, sebagai ahli gizi justru menganjurkan untuk tetap menjalani gaya hidup normal.

    (yms/odi)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Dan Gold