Jakarta –
Dokter ini mengungkapkan pola makan yang dapat menyehatkan usus agar pencernaan lancar. Caranya dengan mengonsumsi lemon dan kacang-kacangan.
Joseph Salhab, ahli gastroenterologi di Florida, Amerika Serikat mengungkapkan makanan yang rutin dikonsumsi olehnya. Makanan sehat ini dapat menyehatkan usus dan sistem pencernaannya.
Dilansir dari NY Post (10/9/2024), Salhab juga mengungkapkan kalau dirinya telah menjauhi makanan cepat saji yang mengandung banyak minyak. “Saya tidak sempurna dan terkadang suka jajan, tetapi saya perhatikan ketika memasak sendiri, saya cenderung tidak makan berlebihan dan merasa nutrisinya terpenuhi,” ungkapnya.
Konsumsi buah dan sayuran tinggi vitamin C
Salhab memulai harinya dengan mengonsumsi buah-buahan. Ia kerap membuat racikan air lemon atau teh lemon, sering juga langsung mengonsumsi buah segar dengan kandungan vitamin C.
“Orang yang mengonsumsi lebih banyak vitamin C akan memiliki risiko lebih rendah terkena batu empedu, kesehatan hati jadi membaik, dan bakteri usus lebih baik juga,” ujarnya.
Apa Benar Minum Air Lemon Bisa Turunkan Berat Badan? Foto: iStock |
Selain lemon, vitamin C juga dapat ditemukan dalam jenis buah citrus lainnya, kiwi, stroberi, tomat, dan lainnya. Sayuran juga ada yang mengandung vitamin C, seperti kubis dan brokoli.
Salhab juga mengonsumsi kopi secara rutin. Ini dilakukannya untuk melindungi diri dari batu empedu dan penyakit lainnya. Sebuah penelitian pada 2022 menemukan bahwa kopi dapat merangsang pelepasan kolesistokinin, hormon yang berperan penting dalam pencernaan.
University of Chicago’s Steatotic Liver Disease Clinic juga pernah mengungkapkan dalam sebuah artikel bahwa ahli diet dan ahli gizi, Annie Guinane merekomendasikan untuk mengonsumsi hingga 3 cangkir kopi sehari untuk melindungi hati. Mayo Clinic juga mengungkapkan batas asupan kopi per hari sekitar 3-4 cangkir per hari (400 mg kafein).
Konsumsi kacang 2 porsi seminggu
Kacang-kacangan juga dikonsumsi oleh Salhab untuk menyehatkan ususnya. Jenisnya meliputi kacang almond, kacang mete, kenari, dan jenis kacang pohon lainnya. Manfaat ini dapat dirasakan karena kacang-kacangan merupakan sumber asam lemak omega-3 yang baik.
Sebuah studi tahun 2017 terhadap pasien kanker usus besar Stadium 3 menemukan bahwa mereka yang makan setidaknya 2 ons kacang (56 gram) kacang seminggu memiliki risiko kanker sebesar 42% lebih rendah dan kemungkinan kematian dini 57% lebih rendah.
(yms/adr)
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Katy Perry Turun Berat Badan 9 Kg Karena Konsumsi Makanan Ini Jakarta – Punya pola diet yang dijalani tak berat, Katy Perry bagikan satu makanan sederhana yang membuat berat badannya cepat turun. Murah dan kaya protein. Penyanyi pop ternama asal Amerika, Katy Perry terkenal dengan bentuk tubuh ideal dan wajah cantiknya. Baru-baru ini Katy tampil lebih fit setelah berat badannya berkurang sampai 9 kg. Dilansir dari Mirror UK (11/11), pelantun lagu ‘Fireworks’ ini membagikan makanan apa yang membantunya untuk berat badan. Makanan ini ternyata jauh dari kata mahal atau sulit dicari, ternyata Katy mengonsumsi makanan ini sebagai menu sarapannya setiap pagi.
“Saya makan banyak telur rebus setiap harinya, karena makanan ini mengandung banyak protein,” lanjut penyanyi yang baru saja merilis album ‘143’ tersebut. Selain rajin makan telur rebus saat sarapan hingga berat badannya turun, Katy juga menjaga pola makannya menjadi lebih sehat. Dia suka makanan yang segar dan bukan makanan olahan. Menu makanan favoritnya ada daging ayam, ikan, kacang-kacangan dan juga biji-bijian. Agar tak bosan, Katy menambahkan cuka apel, air mineral dan juga jus seledri ke dalam menu makanan sehari-harinya.
“Saya tahu klise memang, tapi saya yakin banyak dari kita yang lebih banyak minum kopi dibandingkan minum segelas air putih,” lanjut penyanyi berusia 40 tahun tersebut. Menurut ahli gizi asal Inggris, Helen Bell, ia menyebutkan bahwa telur rebus memang bisa jadi makanan diet yang ampuh. “Di pengalaman saya, mengonsumsi telur sebagai camilan itu bisa berguna untuk menurunkan berat badan. Karena telur tinggi akan protein, yang membantu seseorang merasa lebih kenyang. Dari sini kita bisa membatasi asupan kalori sepanjang hari,” ungkap Helen.
Meski bagus, tapi Helen menekankan bahwa konsumsi telur rebus saat diet juga tak boleh berlebihan. “Kita harus konsumsi telur itu dengan cara yang sehat. Hindari telur yang digoreng, paling bagus memang telur yang direbus atau dimasak pakai metode poaching untuk menghindari lemak berlebih,” sarannya. Di akhir kesempatan, Helen menilai bahwa pola makan Katy Perry ini cukup bagus untuk tubuh. Ditambah asupan dari cuka apel dan makanan lainnya. “Menurut saya, pola makan dan perubahan gaya hidup itu yang membuat diet seseorang sukses,” pungkasnya. (sob/odi) |
![]() |
Source : unsplash.com / Dan Gold
1 Buah Apel Berapa Kalori? Cek Jumlahnya yang Bagus untuk Diet
Jakarta – Apel kerap dipilih untuk dukung program diet. Kalori rendah dan kandungan nutrisi di dalam buah ini disebut-sebut bagus untuk bantu menurunkan berat badan. Di samping mengkonsumsi makanan sehat lain, para pediet biasanya menjadikan apel sebagai camilan bergizi yang disantap antara waktu makan. Lagi-lagi karena jumlah kalorinya yang terbilang sedikit, buah ini dianggap tidak bikin diet gagal. Namun, berapa sih jumlah kalori dari satu buah apel? Cek jumlah serta kandungan nutrisinya di bawah ini.
Jumlah Kalori dalam ApelBerdasarkan data milik Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), jumlah kalori dalam sebuah apel yang tidak dikupas kulitnya, yaitu:
Sebagai informasi, data kalori di atas diambil dari jenis apel fuji, red delicious, golden delicious, granny smith, dan apel gala. Dilansir Healthline, apel termasuk buah berkalori rendah yang bagus untuk diet turunkan berat badan. Kandungan serat dalam buah bulat berwarna merah ini juga tinggi sehingga bisa mengurangi nafsu makan dan keinginan melahap banyak makanan. Sejumlah hasil studi juga telah menunjukkan bahwa konsumsi apel dapat bantu menurunkan berat badan saat menjalani program diet. Salah satunya, penelitian selama 12 minggu yang dilakukan oleh Universitas Negeri Rio de Janeiro, Brasil. Peserta wanita diminta memakan 1 ½ buah apel besar berukuran 300 g per harinya. Pada akhir penelitian, berat badan mereka turun hingga 1,3 kg. Selain karena kalori rendah dan seratnya yang tinggi, apel bagus untuk diet lantaran rasa manisnya dapat menjadi pengganti hidangan tinggi gula seperti kue, permen, hingga es krim, yang notabene dihindari selama diet. Kandungan Nutrisi ApelApel termasuk buah paling bergizi yang mengandung sejumlah nutrisi penting. Berikut kandungan nutrisi apel: KarbohidratSebagian besar buah apel terdiri dari karbohidrat dan air. Karbohidratnya dipecah menjadi gula sederhana seperti fruktosa, sukrosa, dan glukosa. Meski kandungan karbohidrat dan gulanya terbilang tinggi, apel punya skor indeks glikemik rendah. Itu artinya, gula darah tidak melonjak signifikan setelah mengkonsumsi buah ini. Buah dengan indeks glikemik rendah juga dianggap memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. SeratApel kaya akan serat. Sebagian seratnya disebut pektin, yang tergolong serat larut dan diyakini baik untuk kesehatan usus. Serat bisa membuat kenyang lebih lama dan nafsu makan berat. Pada akhirnya, berat badan bisa turun. Indeks glikemik rendah pada apel juga kerap dikaitkan dengan tingginya jumlah serat yang terkandung di dalamnya. Vitamin CVitamin C dalam apel termasuk tinggi. Vitamin yang berperan sebagai antioksidan ini memiliki banyak manfaat untuk tubuh, seperti meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan kulit. KaliumKalium jadi mineral utama dalam apel. Nutrisi ini bermanfaat bagi jantung dengan menurunkan tekanan darah yang tinggi, serta sebagai elektrolit yang mengaktifkan fungsi sel dan saraf. QuercetinQuercetin termasuk flavonoid yang umum ditemukan dalam buah. Senyawa ini memiliki efek antiinflamasi, antivirus, dan antidepresan. Asam KlorogenatApel juga mengandung asam klorogenat. Senyawa yang juga ditemukan pada kopi ini terbukti bisa mengurangi kadar gula darah dan menurunkan berat badan, menurut beberapa penelitian. (azn/row) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Berhenti Makan Sayur dan Buah, Wanita Ini Sukses Turun BB 13 Kg Jakarta – Putuskan untuk berhenti makan sayuran dan buah-buahan, wanita ini mengaku lebih sehat. Bahkan ia berhasil menurunkan berat badan. Banyak program diet yang kini mendapatkan banyak perhatian. Tren hidup sehat yang kian meningkat membuat banyak orang lebih giat melakukan diet untuk mendapatkan tubuh yang lebih sehat. Salah satunya ada diet karnivora yang fokus di menu makanan berbasis produk hewani. Pada diet yang satu ini pelakunya disarankan mengonsumsi banyak daging dan produk dari hewan. Daging sapi, ayam, dan atau ikan harus selalu ada dalam setiap menu makan.
Berbeda dengan diet keto, diet karnivora memangkas habis asupan karbohidrat. Bahkan hingga beberapa makanan alami seperti sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Menurut Cleveland Clinic, pola diet ini dapat mempercepat penurunan berat badan, meningkatkan suasana hati, hingga memperbaiki keseimbangan gula darah. Dalam pemahamannya, diet karnivora menyebut karbohidrat yang tidak dibakar akan menumpuk menjadi lemak berbeda dengan protein. Dilansir dari Mirror UK (23/04), seorang dokter wanita bernama Dr Sarah Zalfidar mengaku jauh lebih sehat dan tubuhnya lebih ramping usai berhenti makan buah dan sayuran.
Ia mengikuti pola diet karnivora dan hanya makan daging, susu, telur sampai ikan. Wanita berusia 37 tahun ini mulai berhenti makan sayur dan buah di tahun 2017, awalnya ia hanya melakukan diet keto dengan memotong asupan karbohidrat. Akan tetapi karena tubuhnya tak kuat dengan efek dari diet keto, akhirnya mulai mencari pola diet yang paling baik dan sehat untuknya. Ia juga mempelajari tentang potensi racun atau toxin dari tumbuhan seperti sayuran, buah dan biji-bijian. “Selama belasan tahun menyelami dunia edukasi di bidang gizi, tidak ada satupun profesor atau mentor yang menyebut bahwa tumbuhan bisa beracun. Bagaimana jika buah dan sayuran yang selama ini kita makan sebenarnya berbahaya?” jelas Sarah. Sarah mengungkapkan bahwa diet karnivora ini sebenarnya diet yang cukup natural untuk manusia. Gen di tubuh manusia bekerja dengan baik jika diasupi protein dan lemak dari hewan. Setiap harinya Sarah rutin menyantap daging merah, ikan, telur dan olahan susu. Sang suami yang ikut menjalani pola diet ini mengaku bahwa nyeri pada tulang punggungnya berkurang hanya dengan berhenti makan sayur bayam, sehingga Sarah semakin yakin bahwa keputusan untuk berhenti makan sayur dan buah baik untuk keluarganya.
“Saya kini terbiasa makan daging merah, misalnya brisket, daging sapi cincang, ribeye steak, daging sapi panggang, perut babi, iga babi sampai daging babi suwir. Daging kalkun dan telur juga saya makan,” ungkapnya yang juga memasukan seafood ke dalam menu sehari-harinya. Selain merasa lebih sehat, jerawat pada kulitnya juga sembuh setelah jalani diet karnivora. Ditambah berat badannya turun sebanyak 13,6 kg setelah berhenti makan sayur dan buah. “Sekarang belanja bahkan makanan saya lebih hemat dari sebelumnya. Orang berpikir makan daging itu mahal, padahal itu kalau kita beli daging premium. Tapi misalnya beli daging sapi yang biasa, itu jauh lebih murah,” pungkas Sarah. (sob/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Dan Gold |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Makan Apel Sebelum Tidur, Aman atau Berbahaya untuk Kesehatan? Jakarta – Sering dianggap sehat, buah seolah boleh dikonsumsi kapanpun. Ternyata konsumsi apel ada waktunya jika ingin merasakan khasiat maksimal. Menikmati buah-buahan selalu dianggap menjadi asupan sehat yang dapat dikonsumsi kapanpun. Sebagian besar orang menganggap makan buah jauh lebih sehat daripada mengonsumsi camilan ringan. Misalnya apel yang melekat dengan frasa, satu buah apel sehari dapat menjauhkan diri dari dokter. Ternyata konsumsi apel, secara khusus, ada waktu-waktu yang disarankan.
Dilansir dari Times of India, Kamis (7/8), ada waktu tertentu yang disarankan oleh pakar kesehatan untuk mengonsumsi apel. Terutama ketika menikmatinya saat hendak tidur. Baca juga: Parakarta, Roastery ‘Hidden Gem’ Milik Jawara Roaster Indonesia
Konsumsi apel sebelum tidur dianggap memberikan khasiat sehat tertentu untuk tubuh. Salah satunya yaitu kandungan serat yang tinggi akan membuat perut kenyang lebih lama dan mencegah camilan ringan tidak sehat sebelum tidur. Apel juga dapat diandalkan sebagai camilan manis dengan kadar indeks glikemik yang rendah sehingga tidak akan memicu lonjakan gula darah. Pada beberapa situasi, apel juga cocok dinikmati untuk menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah konstipasi. Namun ada juga beberapa efek samping yang mungkin terjadi akibat konsumsi apel sebelum tidur. Pakar kesehatan menyebut apel tidak cocok untuk penderita perut yang sensitif jika dikonsumsi sebelum tidur. Kandungan serat yang tinggi dapat memicu pencernaan tetap bekerja keras saat malam hari. Efeknya perut akan terasa kembung atau bahkan menghadirkan sensasi melilit dan penuh angin.
Buah apel juga memiliki kandungan konsentrasi air yang tinggi. Sehingga dapat memicu buang air kecil yang lebih banyak dan mengganggu kualitas tidur saat malam hari. Pada penderita maag, konsumsi apel dapat memicu produksi reflux asam pada perut. Sebab saluran pencernaan yang akan memproduksi asam untuk mencerna apel sebelum berhenti mencerna saat tidur malam. Namun apel masih tetap diperbolehkan untuk dikonsumsi saat malam hari. Hanya saja ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi apel saat malam hari. Mengonsumsi 1 buah apel, paling malam disarankan 30-60 menit sebelum tidur. Jika memilih konsumsi apel di malam hari, hindari konsumsi susu atau produk olahannya agar tidak menyebabkan rasa kembung yang berlebihan terutama pada perut yang sensitif. (dfl/adr) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Eater Collective |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Eater Collective
Minum Kopi Hitam Bikin Panjang Umur, Asalkan Diracik Begini Jakarta – Manfaat minum kopi sudah banyak terungkap dalam penelitian. Terbaru, peneliti menjelaskan kaitan konsumsi kopi hitam dan efeknya untuk kesehatan. Manfaat kesehatan dari minum kopi kembali menjadi sorotan. Studi terbaru yang didukung oleh National Institutes of Health Amerika Serikat dan dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition, menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah moderat dapat menurunkan risiko kematian, terutama akibat penyakit jantung. Temuan ini dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition dan didukung oleh National Institutes of Health (NIH), dengan data yang dikumpulkan dari tahun 1999 hingga 2018 dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES).
Namun, manfaat ini bergantung pada cara kopi dikonsumsi, seperti kopi hitam yang diracik tanpa tambahan gula dan campuran lainnya. Melansir Independent UK (18/06), berikut beberapa temuan utama dari penelitian tersebut: 1. Hubungan Kopi dengan Risiko Kematian Lebih Rendah
Sebuah studi observasional terbaru yang dilakukan oleh Tufts University di Boston, Amerika, menunjukkan bahwa mengonsumsi 1 hingga 2 cangkir kopi berkafein per hari berkaitan dengan penurunan risiko kematian dari berbagai sebab, khususnya penyakit kardiovaskular. Penelitian yang melibatkan 46.000 orang dewasa ini mengungkap bahwa konsumsi kopi hitam atau kopi dengan sedikit tambahan gula dan lemak jenuh dapat menurunkan risiko kematian hingga 14 persen. Menariknya, efek ini tidak ditemukan pada kopi yang dicampur dengan kadar gula dan lemak jenuh yang tinggi. 2. Kandungan Bioaktif Pada Kopi
Prof. Fang Fang Zhang dari Friedman School di Tufts University yang menjadi peneliti utama studi ini turut menjelaskan. Ia mengungkap bahwa manfaat kopi kemungkinan besar berasal dari senyawa bioaktif di dalamnya. “Manfaat kesehatan dari kopi kemungkinan besar berasal dari senyawa bioaktif di dalamnya. Namun, hasil kami menunjukkan bahwa tambahan gula dan lemak jenuh dapat mengurangi manfaat tersebut,” jelasnya. Namun, Fang menekankan bahwa manfaat ini dapat berkurang apabila kopi dikonsumsi bersama gula dan lemak jenuh dalam jumlah besar. Dalam hasil analisis, konsumsi satu cangkir kopi per hari menurunkan risiko kematian sebesar 16%. Angka ini sedikit meningkat saat konsumsi mencapai 2 hingga 3 cangkir, tetapi manfaatnya justru menurun ketika seseorang konsumsi melebihi tiga cangkir per hari. Cek Penjelasan Lainnya di Halaman Berikutnya!3. Bahan Tambahan dalam Kopi Jadi Penentu
Penelitian ini didukung oleh National Institutes of Health dan diterbitkan dalam The Journal of Nutrition, menjadi salah satu yang pertama mengukur secara spesifik pengaruh tambahan seperti gula dan lemak jenuh dalam kaitannya dengan risiko kematian. Dr. Bingjie Zhou, penulis utama di studi ini, menyatakan bahwa temuan mereka sejalan dengan Dietary Guidelines for Americans yang menyarankan untuk membatasi konsumsi gula dan lemak jenuh. Penelitian ini juga memperkuat studi sebelumnya dari Tulane University, yang menemukan bahwa peminum kopi di pagi hari memiliki risiko 31% lebih rendah untuk meninggal karena penyakit jantung, dan 16% lebih rendah untuk meninggal lebih awal akibat penyebab lain dibandingkan dengan yang tidak minum kopi sama sekali. 4. Membantu Mencegah Kanker
Sejumlah penelitian lain menunjukkan bahwa manfaat minum kopi mampu mengurangi risiko terkena jenis kanker tertentu. Penelitian tahun 2017 bertajuk Coffee and cancer risk: a summary overview oleh Gianfranco Alicandro , dkk., dari Department of Clinical Sciences and Community Health, Milan, melaporkan bahwa kopi bisa mengurangi risiko kanker kolorektal. Temuan ini juga menyatakan bahwa kopi tidak berpengaruh pada risiko kanker secara keseluruhan. Akan tetapi, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk mendalami secara pasti seperti apa kopi bisa mempengaruhi risiko penyakit kanker. (sob/adr) |
![]() |
|||||
Source : unsplash.com / Eater Collective
Stop! 5 Mitos Diet Ini Tak Sepenuhnya Benar dan Boleh Dilupakan Jakarta – Banyak mitos seputar diet yang kerap salah dan tak sepenuhnya benar. Seperti mitos karbo bikin gemuk hingga konsumsi gula yang tak disarankan saat diet. Di tengah maraknya informasi soal kesehatan di media sosial, banyak orang kebingungan membedakan mana saran gizi yang benar dan mana yang menyesatkan. Dilansir dari BBC (19/06), Tai Ibitoye, ahli gizi terdaftar sekaligus dosen di bidang nutrisi dan diet, ia membagikan lima mitos diet paling umum yang sering ia dengar dari pasien hingga di acara kesehatan. Ternyata tak semua mitos diet dibenarkan, ada penjelasan ilmiah di baliknya.
Berikut lima penjelasannya: 1. Karbohidrat Bikin Gemuk
Anggapan ini keliru. Karbohidrat dalam 1 gram hanya mengandung 4 kalori, jauh lebih rendah dibanding lemak yang memiliki 9 kalori per 1 gram. Memang benar bahwa menghindari karbohidrat bisa menurunkan berat badan, tetapi yang hilang adalah cairan tubuh bukan lemak. Selain itu, diet ekstrem yang mengeliminasi satu kelompok makanan biasanya tidak sehat dan tak berkelanjutan, efeknya bisa membuat berat badan kembali naik. Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh dan penting untuk fungsi metabolisme. Komite Penasihat Ilmiah Nutrisi di Inggris bahkan merekomendasikan agar 50% asupan energi harian berasal dari karbohidrat. Solusinya bukan menghindari, melainkan memilih jenis karbohidrat yang lebih sehat seperti roti gandum utuh, pasta gandum, nasi merah, sayuran, buah, serta kentang dengan kulitnya. 2. Bahaya Konsumsi Gula
Banyak orang salah kaprah soal gula dalam buah. Padahal gula alami seperti fruktosa dalam buah berbeda dari gula tambahan. Penelitian yang mengaitkan fruktosa dengan kolesterol tinggi dan tekanan darah umumnya berfokus pada sirup jagung fruktosa tinggi, bukan fruktosa alami dalam buah utuh. Gula dalam buah tidak termasuk dalam kategori “gula bebas” yang perlu dibatasi. Justru, konsumsi buah dan sayuran terbukti dapat menurunkan risiko penyakit jantung, hipertensi, dan beberapa jenis kanker. Buah juga mengandung vitamin, mineral, serat, dan fitokimia yang penting bagi kesehatan. Dianjurkan untuk mengonsumsi setidaknya lima porsi buah dan sayur setiap hari. Jus buah hanya dihitung satu porsi, berapapun banyaknya, karena proses pengolahan menghilangkan sebagian besar serat. 3. Diet Detoks ‘Menetralkan’ Tubuh
Mitos detoks tubuh lewat jus atau makanan khusus sering dilakukan banyak orang setelah makan secara berlebihan, seperti saat liburan. Namun faktanya, tubuh manusia dirancang dengan sistem detoksifikasi alami melalui hati, ginjal, dan saluran pencernaan.Kecuali jika seseorang memiliki kondisi medis tertentu. Jadi sebenarnya tidak ada makanan, minuman, atau suplemen khusus yang dibutuhkan untuk membersihkan racun. Banyak diet detoks justru berisiko karena bersifat ekstrem dan minim bukti ilmiah. Meskipun ada saran positif seperti memperbanyak buah dan sayur serta mengurangi asupan lemak jenuh dan gula, anjuran menghindari makanan tertentu secara total bisa menimbulkan seseorang jadi kekurangan nutrisi. Pola makan seimbang, tidur cukup, tidak merokok, tidak minum alkohol, dan olahraga rutin lebih efektif untuk menjaga kesehatan tubuh dibandingkan mengikuti diet detoks. 4. Produk Vegetarian Lebih Sehat
Tidak semua makanan berlabel vegan atau vegetarian otomatis sehat. Banyak produk nabati yang sudah diproses dan tinggi lemak jenuh, garam, atau gula. Misalnya, es krim vegan bisa memiliki kadar gula setara dengan es krim susu. Beberapa pengganti daging seperti sosis atau burger berbahan kedelai memang kaya protein, tetapi sering kali tinggi garam dan lemak. Karena itu penting untuk membaca label nutrisi dan memperhatikan cara pengolahan makanan, seperti menghindari metode menggoreng atau tambahan bahan tinggi lemak. Diet vegetarian atau vegan yang terencana dengan baik memang dapat mendukung kesehatan, tetapi bukan berarti semua produk nabati bisa dikonsumsi tanpa batas. 5. Produk Susu Tidak Dibutuhkan dalam Diet
Produk susu sebenarnya dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat dan seimbang. Kandungan gizinya sangat lengkap mulai dari protein, kalsium, yodium, fosfor, kalium, hingga vitamin B. Beberapa produk susu fermentasi seperti yoghurt probiotik dan kefir juga mengandung bakteri baik yang mendukung kesehatan saluran pencernaan. Meski mengandung laktosa (gula alami dalam susu), jenis gula ini tidak termasuk dalam kategori gula bebas yang perlu dibatasi karena hadir bersama nutrisi penting lain dalam satu paket. Kecuali seseorang memiliki alergi atau intoleransi terhadap susu, selebihnya tidak ada alasan untuk menghilangkan produk susu dari pola makan. Namun, jika memilih untuk tidak mengonsumsi produk susu, misalnya karena menjalani pola makan vegan dan sebagainya, maka perlu memastikan asupan nutrisi penggantinya tetap terpenuhi. Pilihlah produk pengganti susu yang telah diperkaya dengan zat gizi penting seperti yodium, kalsium, dan vitamin B. (sob/adr) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Eater Collective |
![]() |
| Source : unsplash.com / Eater Collective
|






















