Tag Archives: doa

Doa sebelum Tidur dan Sunnahnya yang Diajarkan Nabi SAW


Jakarta

Doa sebelum tidur termasuk salah satu sunnah Rasulullah SAW. Doa ini dibaca agar muslim dilindungi Allah SWT saat tidur hingga bangun di pagi hari.

Dalam sebuah hadits disebutkan terkait doa sebelum tidur,

“Apabila kamu ingin tidur maka berwudhulah lebih dulu sebagaimana wudhu untuk sholat, kemudian berbaringlah ke kanan dan bacalah doa doa sebelum tidur. Rasulullah SAW bersabda: ‘Jadikanlah doa itu sebagai akhir dari semua perkataanmu’.” (HR Bukhari dan Muslim)


3 Doa sebelum Tidur yang Diajarkan Rasulullah

Doa sebelum tidur terdiri dari berbagai versi. Berikut bunyi bacaannya yang dikutip dari buku 100 Doa Harian untuk Anak oleh Nurul Ihsan.

1. Doa sebelum Tidur Versi Pertama

بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَ بِسْمِكَ اَمُوْتُ

Arab latin: “Bismika allahumma ahyaa wa bismika amuut.”

Artinya: “Dengan nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati.” (Sahih Bukhari, At-Tauhid: 6845).

2. Doa sebelum Tidur Versi Kedua

للَّهُمَّ أَسْلَمْتُ إِلَيْكَ وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرى إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلَا مَنْحَى مِنْكَ إِلا إِلَيْكَ، أَمَنْتُ بكتابكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

Arab latin: Allahuma aslamtuilaika wawajjahtuwajhii ilaika, wafawwadhtuamrii ilaika waalja’tudzahrii ilaika raghbatan waraghbatan ilaika laa maljaawalaa manjaa minka illa ilaika amantu bikitaabikalladzii anzaita wabinabiyyikalladzi arsalta

Artinya : “Ya Allah, aku berserah diri kepada-Mu. Aku menghadapkan wajahku kepada-Mu. Aku menyerahkan segala urusanku kepada-Mu. Aku menyandarkan punggungku kepada-Mu lantaran mengharap dan takut kepadaMu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari ancaman-Mu kecuali hanya kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang Kau turunkan juga (aku beriman) kepada nabi-Mu yang Kau utus.” (HR Muslim, Bukhari dan Abu Dawud)

3. Doa sebelum Tidur Versi Ketiga

بِاسْمِكَ رَبِّ وَضَعْتُ جَنْبِي ، وَبِكَ أَرْفَعُهُ ، إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا ، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ

Arab latin: “Bismika robbi wa dho’tatu janbiy, wa bika arfa’uhu, in amsakta nafsiy faar hamhaa, wa in arsaltaha fahfadzha bimaa tahfadzu bihi ibaadakas shaalihin.”

Artinya: “Ya Allah, dengan nama-Mu aku meletakkan lambungku. Dan dengan nama-Mu aku bangun darinya. Jika Engkau menahan ruhku, berilah rahmat kepadanya. Dan jika Engkau melepasnya, maka peliharalah sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang saleh.” (HR Bukhari dan Muslim)

Sunnah Rasulullah SAW Sebelum Tidur

Mengutip buku Sunnah Rasulullah Sehari-hari karya Syaikh Abdullah bin Hamoud Al Furaih, berikut sejumlah sunnah Nabi SAW yang bisa dicontoh kaum muslimin sebelum tidur.

1. Berwudhu

Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadits,

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ

Artinya: “Jika engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, hendaklah engkau berwudhu seperti wudhu untuk salat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

2. Mengibas Kasur

Sebelum berbaring di kasur, Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengibas kasur dengan bagian dalamnya sebanyak tiga kali. Dalam hadits Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Jika salah seorang di antara kamu hendak mendatangi tempat tidurnya, hendaknya ia mengibas kasurnya dengan bagian dalam sarungnya, karena ia tidak mengetahui apa yang ada padanya, kemudian mengucapkan:

بِاسْمِكَ رَبِّى وَضَعْتُ جَنْبِى

Arab latin: Bismika rabbi wadha’tu janbii

Artinya: “Dengan nama-Mu Wahai Tuhanku, aku baringkan punggungku.” (HR Bukhari dan Muslim)

3. Membaca Doa sebelum Tidur

Ketika tidur di malam hari, Rasulullah SAW selalu membaca doa. Tak hanya itu, ketika bangun tidur Nabi Muhammad SAW juga membaca doa. Hal ini tercantum dalam sebuah hadits.

4. Membaca Ayat Kursi

Setelah membersihkan kasur, Rasulullah SAW melanjutkannya dengan membaca ayat kursi. Hal ini dilakukan untuk terhindar dari gangguan setan saat tidur hingga esok pagi.

Dalam suatu hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW membenarkan hal tersebut dengan berkata:

فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ

Artinya: “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Al-Kursi karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah Ta’ala dan syetan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi.” (HR Bukhari)

5. Membaca Surah Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas

Seusai membaca Ayat Kursi, Nabi Muhammad SAW melanjutkannya dengan membaca tiga surat pendek, yaitu surah Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas. Dari Aisyah RA berkata:

كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

Artinya: “Rasulullah SAW apabila hendak beranjak ketempat tidurnya setiap malam, Beliau menyatukan kedua telapak tangannya lalu meniupkan keduanya dan membacakan keduanya surah Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas. Kemudian beliau mengusap dengan keduanya bagian mana saja semampunya. Beliau memulainya dari atas kepala dan wajahnya serta bagian belakang dari badannya. Beliau melakukan perkara itu tiga kali.” (HR Muslim)

6. Segera Tidur setelah Salat Isya

Amalan terakhir yang diajarkan Rasulullah SAW adalah menyegerakan tidur setelah melaksanakan salat Isya. Dalam hal ini, waktu tidur yang disunnahkan, tidak terlalu malam atau pun tidak terlalu cepat.

Dalam sebuah riwayat dari Abi Barzah, ia berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR Bukhari).

Itulah doa sebelum tidur dan sunnahnya yang bisa dicontoh oleh kaum muslimin. Semoga bermanfaat.

(aeb/rah)



Sumber : www.detik.com

Kumpulan Doa Nabi Sulaiman AS, Dibaca untuk Memohon Rezeki Berlimpah


Jakarta

Doa Nabi Sulaiman AS adalah bacaan yang sering diamalkan kaum muslimin. Doa-doa tersebut tersemat dalam ayat suci Al-Qur’an.

Umumnya, doa Nabi Sulaiman AS diamalkan untuk memohon rezeki yang berlimpah. Selain itu, ada juga doa-doa lainnya yang ia panjatkan untuk meluluhkan hati seseorang serta diberi kemudahan menerima ilmu.

Mengutip buku Rahasia Kekayaan Nabi Sulaiman: Amalan-amalan Pelimpah Rezeki Nabi Sulaiman karya Muhammad Gufron Hidayat, Sulaiman AS merupakan putra dari Nabi Daud AS. Sebagai seorang nabi, ia banyak dikaruniai mukjizat.


Salah satu mukjizat Nabi Sulaiman AS ialah memahami bahasa hewan. Selain itu dia juga mampu menundukkan angin dan bangsa jin agar bekerja di bawah perintahnya.

Kumpulan Doa Nabi Sulaiman AS

Berikut sejumlah doa Nabi Sulaiman AS yang tercantum dalam sejumlah ayat-ayat Al-Qur’an seperti dinukil dari buku Dahsyatnya Doa Para Nabi susunan Syamsuddin Noor S Ag.

1. Doa Nabi Sulaiman AS untuk Meluluhkan Hati Seseorang

Berikut ini doa meluluhkan hati dari kisah Nabi Sulaiman AS dalam Al-Qur’an surah An Naml ayat 30-31:

إِنَّهُۥ مِن سُلَيْمَٰنَ وَإِنَّهُۥ بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ۙ أَلَّا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ

Arab latin: Innahụ min sulaimāna wa innahụ bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. allā ta’lụ ‘alayya wa`tụnī muslimīn

Artinya: “Sesungguhnya surat ini dari seseorang bernama Sulaiman, dan sesungguhnya (isinya) dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Janganlah kalian sombong kepadaku, tapi datanglah kepadaku sebagai orang yang berserah diri.”

2. Doa Nabi Sulaiman AS untuk Memperoleh Rezeki

Doa Nabi Sulaiman untuk memperoleh atau meminta kekayaan tercantum pada surah Shad ayat 35:

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَهَبْ لِيْ مُلْكًا لَّا يَنْۢبَغِيْ لِاَحَدٍ مِّنْۢ بَعْدِيْۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ

Arab latin: Qāla rabbigfir lī wa hab lī mulkal lā yambagī li`aḥadim mim ba’dī, innaka antal-wahhāb

Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak seorang jua pun miliki sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.”

3. Doa Nabi Sulaiman AS agar Tetap Bersyukur

Doa Nabi Sulaiman AS agar selalu menjadi hamba yang bersyukur termaktub dalam Al-Qur’an surah An Naml Ayat 19. Ayat ini dapat diamalkan sebagai doa.

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ

Arab latin: …Robbi awzi’nii an asykuro ni’matakal latii anʼamta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala shoolihan tardhoohu wa adkhilnii birohmatika fii ‘ibaadikash shoolihiin.

Artinya: “…Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhoi, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Itulah sejumlah doa Nabi Sulaiman AS yang dapat diamalkan sehari-hari. Semoga bermanfaat.

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa untuk Pengantin Baru, Dibaca agar Rumah Tangga Harmonis



Jakarta

Islam mengatur setiap sendi-sendi kehidupan termasuk dalam pernikahan. Dianjurkan bagi pasangan baru untuk mengucapkan doa pengantin baru supaya Allah SWT hadirkan keberkahan dan keridaan dalam rumah tangga.

Doa-doa tersebut menjadi simbol pengharapan supaya Allah SWT senantiasa menjadi penolong paling utama bagi pasangan baru untuk mempertahankan rumah tangga mereka mengarungi kehidupan yang penuh tantangan.

Dengan memiliki rumah tangga yang harmonis, tentu Allah SWT akan mencukupkan rezekinya. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah An Nur ayat 32:


وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

Artinya: “Nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu, baik laki-laki maupun perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Kumpulan Doa untuk Pengantin Baru

Dikutip dari buku Sakinah Cinta karya Ummu Azzam, doa-doa yang bisa dilantunkan oleh para pengantin, diantaranya yaitu:

1. Doa Kebaikan untuk Pengantin

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

Arab Latin: “Barokallahu laka wabaroka ‘alaika wajama’a bainakumaa fii khoirin.”

Artinya: “Semoga Allah Memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, dan semoga Allah menyatukan kalian berdua dalam kebaikan.”

2. Doa agar Pernikahan Diberkahi

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُلُوْبِنَا وَأَزْوَاج ِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَتُبْ

عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Arab-Latin: Allahumma Baarik Lanaa Fii Asmaa’inaa Wa Abshaarinaa Wa Quluubinaa Wa Azwaajinaa Wa Dzurriyyaatinaa Wa Tub’Alainaa Innaka Antattawwaaburrahiim

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami dalam pendengaran kami, penglihatan kami, hati kami, istri-istri kami, dan anak keturunan kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya, Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang”.

3. Doa agar Dijauhkan dari Perselingkuhan

رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، رَبَّن َا إِنَّكَ

مَنْ تُدْخِلَ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا لِظَّالِمِينَ مِنْ أَن ْصَارِ. رَبَّنَا إِنَّنَا

سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِى لِلْإِيْمَانِ أَنْ أَمِنُوا بِرَبّ ِكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا

ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ، رَبَّنَا آتِنَا مَا وَعَدْتَنَا

عَلَى رُسُلِكَ وَلَا تُحْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لَ ا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ.

Arab-Latin: Rabbanaa Maa Khalaqta Haadzaa Baathilan Subhaanaka Faqinaa’Adzaaban naar. Rabbanaa Innaka Man Tudkhilin Naara Faqad Akhzaitahu Wa Maa Lizhaalimiina Min Anshaar. Rabbanaa Innanaa Sami’naa Munaadiyan Yunadii Lil-Imaani An Aminuu Birabbikum Fa Amannaa. Rabbanaa Faghfir Lanaa Dzunaubanaa. Wa Kaffir’Anna Sayyi’Atinaa, Wa Tawaffanaa Ma’al Abraar Rabbanaa Aatina Maa Wa’Adtanaa’Alaa Rusulika Wa La Tuhzinaa Yaumal Qiyaamati. Innaka Laa Tukhliful Mii’Aad.

Artinya: “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau. Peliharalah kami dari siksa neraka. Ya Tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka maka sungguh telah Engkau hinakan dia. Tidak ada seorang penolong pun bagi kaum yang zalim. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu), ‘Berimanlah kamu kepada Tuhanmu’ maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami. Matikanlah kami bersama orang- orang yang berbakti. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul-Mu. Janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.”

4. Doa Pengantin Pria untuk Pasangannya

Doa dari pengantin pria untuk calon istrinya juga bisa dipanjatkan. Berikut doa yang bisa diamalkan dari buku Doa dan Zikir Makbul yang ditulis oleh Abu Hurairah Abdul Salam:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

Arab Latin: “Alaahumma inni as-aluka khoirohaa, wakhoiro maa jabaltahaa ‘alaihi, wa-a’uuzubika min syarrihaa, wasyarrimaa jabaltahaa ‘alaihi.”

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan perempuan dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kejelekan perempuan atau budak ini dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya.”

5. Doa Pengantin Mohon Keturunan

وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ

Arab-Latin: Wa zakariyyā iż nādā rabbahụ rabbi lā tażarnī fardaw wa anta khairul-wāriṡīn

Artinya: Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.”

6. Doa untuk Pengantin dari Rasulullah SAW

Mengutip hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW mendoakan untuk pengantin yang baru menikah sebagai berikut.

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

Artinya: “Semoga Allah memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, serta semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR Abu Dawud)

(lus/lus)



Sumber : www.detik.com

Urutan Doa Ziarah Kubur: Arab, Latin dan Artinya



Jakarta

Sebelum melakukan ziarah kubur, pahami lebih dulu doa dan amalan apa yang bisa dikerjakan ketika di makam.

Ziarah kubur merupakan salah satu amalan sunnah yang bisa dikerjakan kapan pun. Menjelang datangnya Ramadan, umat Islam di Indonesia punya tradisi melakukan ziarah kubur.

Rasulullah SAW menganjurkan untuk melakukan ziarah kubur. Sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Buraidah bin Al-Hashib, di mana Rasulullah SAW bersabda:


إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ القُبُورِ، فَزُورُوْهَا

Artinya: “Sungguh dahulu aku melarang kamu ziarah kubur, maka ziarahilah ia.” (HR Muslim, Ahmad, Nasa’i & lainnya.)

Dalam riwayat Imam Ahmad ada penambahan bahwa Rasulullah SAW menuturkan:

فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمُ الْآخِرَةَ

Artinya: “Sungguh ia mengingatkan kamu akan akhirat.” (HR Ahmad)

Mengutip buku Mari Ziarah Kubur oleh Abdurrahman Misno, dijelaskan tentang banyaknya hikmah yang bisa didapatkan dengan melakukan ziarah kubur. Salah satunya yakni mengingatkan pada kematian.

Dengan mengingat kematian, seseorang dapat lebih berhati-hati dalam mengerjakan segala sesuatu. Orang-orang beriman yang kerap mengingat kematian akan takut jika hendak melakukan hal yang dimurkai Allah SWT.

Doa Ziarah Kubur

Berikut susunan doa yang dapat dibacakan ketika melakukan ziarah kubur.

1. Mengucapkan Salam kepada Ahli Kubur

السَّلامُ على أهْلِ الدّيارِ مِنَ المُؤْمنينَ وَالمُسْلمينَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَمِنَّا وَالمُسْتأخِرِين وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّه بِكُمْ لاحِقُونَ

Arab latin: Assalâmu ‘alâ ahlid diyâr minal mu’minîna wal muslimîn wa yarhamullâhul-mustaqdimîn minkum wa minnâ wal musta’khirîn, wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn

Artinya: Assalamu’alaikum, hai para mukmin dan muslim yang bersemayam dalam kubur. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada mereka yang telah mendahului dan yang akan menyusul kalian dan (yang telah mendahului dan akan menyusul) kami. Sesungguhnya kami insya allah akan menyusul kalian.

2. Membaca Surat Al Fatihah

Ayat 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Latin: bismillâhir-raḫmânir-raḫîm

Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ayat 2

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

Latin: al-ḫamdu lillâhi rabbil-‘âlamîn

Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam

Ayat 3

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ

Latin: ar-raḫmânir-raḫîm

Artinya: Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

Ayat 4

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ

Latin: mâliki yaumid-dîn

Artinya: Pemilik hari Pembalasan.

Ayat 5

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

Latin: iyyâka na’budu wa iyyâka nasta’în

Artinya: Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.

Ayat 6

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ

Latin: ihdinash-shirâthal-mustaqîm

Artinya: Bimbinglah kami ke jalan yang lurus,

Ayat 7

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَࣖ

Latin: shirâthalladzîna an’amta ‘alaihim ghairil-maghdlûbi ‘alaihim wa ladl-dlâllîn

Artinya: (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.

3. Membaca Al Baqarah ayat 1-5

Ayat 1

الٓمٓ
Arab-latin: alif lām mīm
Artinya: “Alif laam miim.”

Ayat 2

ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ
Arab-latin: żālikal-kitābu lā raiba fīh, hudal lil-muttaqīn
Artinya: “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,”

Ayat 3

ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ
Arab-latin: allażīna yu`minụna bil-gaibi wa yuqīmụnaṣ-ṣalāta wa mimmā razaqnāhum yunfiqụn
Artinya: “(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.”

Ayat 4

وَٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
Arab-latin: wallażīna yu`minụna bimā unzila ilaika wa mā unzila ming qablik, wa bil-ākhirati hum yụqinụn
Artinya: “dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.”

Ayat 5

أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
Arab-latin: ulā`ika ‘alā hudam mir rabbihim wa ulā`ika humul-mufliḥụn
Artinya: “Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.”

4. Membaca Ayat Kursi

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Arab-latin: allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm

Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Maha Agung.” (QS. Al-Baqarah: 255)

5. Membaca Al Baqarah ayat 284-286

لِّلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَإِن تُبْدُوا۟ مَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُم بِهِ ٱللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Arab-Latin: lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, wa in tubdụ mā fī anfusikum au tukhfụhu yuḥāsibkum bihillāh, fa yaghfiru limay yasyā`u wa yu’ażżibu may yasyā`, wallāhu ‘alā kulli syai`ing qadīr

Artinya: Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِۦ ۚ وَقَالُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ
Arab-Latin: āmanar-rasụlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu`minụn, kullun āmana billāhi wa malā`ikatihī wa kutubihī wa rusulih, lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih, wa qālụ sami’nā wa aṭa’nā gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr

Artinya: Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ
Arab-Latin: lā yukallifullāhu nafsan illā wus’ahā, lahā mā kasabat wa ‘alaihā maktasabat, rabbanā lā tu`ākhiżnā in nasīnā au akhṭa`nā, rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣrang kamā ḥamaltahụ ‘alallażīna ming qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih, wa’fu ‘annā, wagfir lanā, war-ḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal-qaumil-kāfirīn

Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

6. Membaca Surat Al Ikhlas 3x

1. قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ

Arab-Latin: qul huwallāhu aḥad

Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.”

2. اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ

Arab-Latin: allāhuṣ-ṣamad

Artinya: “Allah tempat meminta segala sesuatu.”

3. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ

Arab-Latin: lam yalid wa lam yụlad

Artinya: “(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.”

4. وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

Arab-Latin: wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad

Artinya: “Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”

7. Membaca Surat Al Falaq 3x

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

1. Qul a’udzu birabbil-falaq
Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar).

مِن شَرِّ مَا خَلَقَ
2. Min syarri ma khalaq
Artinya: dan kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,

وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
3. Wa min syarri ghasiqin iza waqab
Artinya: dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ
4. Wa min syarrin-naffasati fil-‘uqad
Artinya: dan dari kejahatan(perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
5. Wa min syarri hasidin idza hasad
Artinya: dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.

8. Membaca Surat An Nas 3x

بسم الله الرحمن الرحيم

Bacaan latin: Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Ayat 1
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ – ١

Bacaan latin: Qul a’ụżu birabbin-nās

Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,”

Ayat 2
مَلِكِ النَّاسِۙ – ٢

Bacaan latin: Malikin-nās

Artinya: Raja manusia,

Ayat 3
اِلٰهِ النَّاسِۙ – ٣

Bacaan latin: Ilāhin-nās

Artinya: Sembahan manusia,

Ayat 4
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ – ٤

Bacaan latin: Min sharril-waswāsil-khannās

Artinya: dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,

Ayat 5
الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ – ٥

Bacaan latin: Allażī yuwas wisu fī ṣudụrin-nās

Artinya: yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

Ayat 6
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ – ٦

Bacaan latin: Minal-jinnati wan-nās

Artinya: dari (golongan) jin dan manusia.

9. Perbanyak dzikir seperti membaca istighfar dan tahlil

Bacaaan istighfar:

أَسْتَغْفِرُ الله

Astaghfirullah

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.”

Bacaan tahlil:

لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ

Artinya, “Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar.”

10. Membaca Doa untuk Jenazah

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ وَعَافِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِههِ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ

Arab latin: Allahummaghfirlahu war hamhu wa’fu ‘anhu wa ‘aafìhii, wa akrim nuzuulahu wawassi’ mudkholahu, waghsilhu bimaa’i wats-tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathaaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi. Wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa qihi fitnatal qabri wa ‘adzaban naar.

Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya (di dunia), istri yang lebih baik dari isterinya. Dan jagalah ia dari fitnah kubur dan azab neraka.” (HR Muslim).

(dvs/erd)



Sumber : www.detik.com

Doa untuk Orang Tua yang Masih Hidup, Catat Juga Cara Berbakti yang Baik



Jakarta

Dalam Islam, ada perintah untuk berbakti pada orang tua. Salah satu cara berbakti pada orang tua adalah dengan mendoakannya setiap waktu.

Ada beberapa dalil dalam Al-Qur’an dan hadits Rasulullah SAW yang menegaskan perintah bagi seorang anak untuk berbakti pada orang tuanya.

Dalam Al-Qur’an surat Al Isra ayat 23, Allah SWT berfirman,


وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمً

Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

Doa untuk Orang Tua yang Masih Hidup

1. Doa Versi Pertama

Mengutip buku Doa Yuk; Kumpulan Doa Sehari-Hari untuk Pembentukan Karakter Anak yang ditulis oleh Mochamad Soleh, berikut bacaan doa untuk orang tua yang masih hidup.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Arab-latin: Allahummaghfirlii waliwaalidayya war ham humaa kama rabbayaanii shagiiraa

Artinya: “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (ibu dan bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil.”

2. Doa Versi Kedua

Dalam buku Doa-Doa Mustajab Orang Tua untuk Anaknya: Kekuatan Doa Orang Tua Bisa Mengubah Takdir, Bahkan Menghidupkan Anak yang Sudah Mati karya Aulia Fadli, berikut bacaan doa untuk orang tua yang masih hidup.

Doa ini termaktub dalam Al-Qur’an surah Ibrahim ayat 41:

رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ

Arab-latin: Rabbanagfir lī wa liwālidayya wa lil-mu’minīna yauma yaqūmul-ḥisāb(u).

Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang mukmin pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).”

Cara Berbakti kepada Orang Tua

Merangkum buku Mukjizat Doa Ibu oleh Ustaz Sasetyo, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan anak untuk berbakti pada orang tuanya yang masih hidup.

1. Memandang orang tua penuh kasih sayang

Ketika sedang bersama orang tua, usahakan untuk selalu memandang dengan lembut dan penuh kasih sayang.

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya kemudian memandang wajah kedua orangtuanya dengan perasaan mengasihi, kecuali Allah menulis untuknya pahala ibadah haji mabrur setiap kali ia memandang. Ibnu Abbas berkata, ‘Kalau anak it umemandang seratus kali, bagaimana wahai Rasulullah? Nabi SAW menjawab Ya, lebih besar pahalanya karena Allah Mahabesar lagi Mahabaik.” (HR Baihaqi)

Menurut riwayat Abu Dawud, Rasulullah menerangkan bahwa ada tiga pandangan yang termasuk ibadah, yaitu memandang wajah kedua orang tua dengan penuh kasih sayang, memandang mushaf Al-Qur’an, dan memandang Ka’bah.

2. Mendengarkan nasihatnya

Setiap orang tua pasti sering memberikan nasihat kepada anaknya. Sebagai anak yang berbakti, sudah menjadi kewajiban untuk mendengarkan nasihat orang tua dengan baik.

Bagaimanapun besarnya ilmu dan pengalaman seorang anak, ia tentu tidak akan mampu menyamai ketinggian insting dan pengalaman orang tua. Apalagi orang tua kerap memberikan nasihat berdasarkan pengalamannya.

3. Berbicara dengan sopan

Tempatkan posisi orang tua sebagai sosok yang dihormati. Ketika berbicara atau berkomunikasi, gunakan bahasa yang halus dan sopan. Berbicara kepada orang tua dengan lembut agar tidak menyinggung perasaan mereka.

4. Membantu dan meringankan pekerjaannya

Bentuk bakti kepada orang tua juga bisa ditunjukkan dengan membantu dan meringankan pekerjaannya.

Dalam sebuah hadits, seorang lelaki datang menghadap Nabi Muhammad dan berkata, “Ya Rasulullah, sungguh aku ingin berjihad, tetapi aku tidak mampu.” “Apakah salah seorang dari kedua orang tuamu masih hidup?” tanya Rasulullah. “Tinggal ibuku yang masih hidup,” jawab lelaki itu. “Berbuat baiklah kepadanya karena Allah,” perintah Rasulullah SAW. “Apabila itu dapat dilakukan, engkau bagaikan orang yang berhaji, berumroh, dan berjihad di jalan Allah.” (HR Abu Yaladan Thabrani)

5. Menjaga nama baiknya

Kewajiban lainnya sebagai seorang anak adalah berbakti dan menjaga nama baik orang tua. Salah satu bentuk bakti anak kepada orang tuanya adalah dengan menjaga nama baiknya. Hindari mengungkap hal buruk tentang orang tua.

(dvs/lus)



Sumber : www.detik.com

Cara Mengamalkan Zikir Ya Fattah Ya Razzaq, Bisa Melancarkan Rizki


Jakarta

Zikir adalah sarana seorang muslim untuk mengingat Allah SWT. Doa yang diawali zikir dengan menyebut asmaul husna, Insya Allah akan dikabukan Allah SWT.

Hal ini telah dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 180

وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ


Artinya: “Hanya milik Allah asmaul husna (nama-nama yang baik). Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”

Salah satu nama Allah yang disebut dalam zikir adalah Ya Fattah dan Ya Razzaq. Apakah keistimewaan dari salah dua dari asmaul husna ini?

Keistimewaan Zikir Ya Fattah Ya Razzaq

Dikutip pada buku Keutamaan Dzikir dan Doa Asmaul Husna karya Hamid Sakti Wibowo dan Mustaqim, Al- Fattah artinya membuka. Allah SWT adalah pembuka segala rahmat, hidayah, dan rezeki kepada manusia hingga tak terbatas.

Sementara itu, Ya Razzaq berarti Maha Pemberi Rezeki. Rezeki Allah SWT sangatlah luas dan hanya dengan kemurahanNya, seorang muslim bisa mendapatkannya. Rezeki dari Allah SWT bisa sampai ke manusia dengan berbagai cara, tanpa tertukar.

Zikir Ya Fattah Ya Razzaq memiliki kekuatan besar untuk membuka pintu rezeki. Ketika seorang hamba mengandalkan Allah di setiap usahanya, maka dengan sangat mudah rezeki tersebut mengalir bahkan melebihi yang diminta.

Selain bermanfaat untuk membuka pintu rezeki, zikir Ya Fattah Ya Razzaq juga bermanfaat untuk meminta ampunan atas dosa yang telah diperbuat. Jaminan surga juga dijanjikan Allah SWT bagi siapapun yang membacanya dengan penuh keikhlasan.

Cara Mengamalkan Zikir Ya Fattah Ya Razzaq

Dalam buku Rahasia Keajaiban Asmaul Husna karya Syafi’ie el-Bantanie, zikir Ya Fattah Ya Razzaq disarankan untuk diamalkan rutin dan sehari-hari. Berikut waktu yang tepat untuk melantukan zikir Ya Fattah Ya Razzaq

1. Ketika membuka dompet

Dalam buku Amalan Para Wali Allah karya Shabri Shaleh Anwar, zikir Ya Fattah Ya Razzaq adalah amalan para habaib saat membuka dompet. Zikir juga dapat dibaca saat membuat kartu ATM dan menyelesaikan berbagai urusan terkait uang dengan baik.

Bacaan zikir Ya Fattah Ya RazzaqBacaan zikir Ya Fattah Ya Razzaq. Foto: Buku Amalan Para Wali Allah karya Shabri Shaleh Anwar.

2. Dibaca setiap saat

Zikir Ya Fattah Ya Razzaq bisa dibaca setiap saat, terutama saat terhimpit masalah. Dikutip dari buku Selalu Ada Jalan dari Ninih Muthmainah, zikir dapat didawamkan ketika ada kesempatan karena Allah adalah Yang Maha Pembuka dan Pemberi Rezeki.

Sebagaimana umat muslim yang tunduk dan berserah diri kepada Allah, zikir Ya Fattah Ya Razzaq adalah salah satu dari ribuan cara untuk menghadapi dunia dengan tenang. Sebab usaha keras yang didorong kuat dengan rasa percaya kepada Allah merupakan pembuka jalan terbaik bagi rezeki yang barokah.

(row/row)



Sumber : www.detik.com

Doa Melihat Hilal Ramadhan Sesuai Sunnah


Jakarta

Hilal adalah fenomena yang penting bagi umat Islam karena hilal menjadi penentu awal bulan kamariyah. Berdasarkan beberapa riwayat, Rasulullah SAW membaca doa ketika melihat hilal. Doa melihat hilal ini juga bisa diamalkan oleh seluruh umat Islam.

Hilal juga merupakan penanda mulai berpuasa. Diriwayatkan dalam suatu hadits,

“Mulailah berpuasa setelah melihat hilal, dan berhentilah berpuasa setelah melihat hilal. Namun jika mendung menutupi pandangan kalian untuk melihat hilal, maka sempurnakanlah bulan Syaban hingga tiga puluh hari.” (HR Bukhari)


Apa pengertian dari hilal dan bagaimana doa melihat hilal yang biasa dibaca oleh Rasulullah SAW? Berikut penjelasannya.

Apa Itu Hilal?

Dikutip dari buku Hisab dan Rukyat karya Riza Afrian Mustaqim, hilal atau fase bulan pertama merupakan fenomena yang sangat penting dalam menetapkan awal bulan kamariyah. Hal tersebut dapat dimaknai bahwa ada tidaknya hilal merupakan acuan penentu masuk atau tidaknya bulan baru kamariyah.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hilal adalah suatu kata benda yang memiliki makna bulan sabit. Sebutan lain dari hilal yaitu crescent dalam astronomi. Hilal juga bisa disebut sebagai new moon.

Hilal disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al Baqarah ayat 189. Allah SWT berfirman,

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْاَهِلَّةِ ۗ قُلْ هِيَ مَوَاقِيْتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ ۗ وَلَيْسَ الْبِرُّ بِاَنْ تَأْتُوا الْبُيُوْتَ مِنْ ظُهُوْرِهَا وَلٰكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقٰىۚ وَأْتُوا الْبُيُوْتَ مِنْ اَبْوَابِهَا ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Artinya: “Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang bulan sabit. Katakanlah, “Itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji.” Bukanlah suatu kebajikan memasuki rumah dari belakangnya, tetapi kebajikan itu adalah (kebajikan) orang yang bertakwa. Masukilah rumah-rumah dari pintu-pintunya, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”

Adapun praktik melihat hilal dalam bahasa Arab disebut sebagai “rukyatul hilal”. Dikutip dari buku Pengantar Falakiyah karya Moh. Murtadho, Hosen, dan Achmad Subekti, rukyatul hilal adalah kegiatan atau usaha melihat bulan sabit di langit sebelah barat setelah matahari terbenam menjelang awal bulan baru.

Doa Melihat Hilal

Dikutip dari Kumpulan Doa & Dzikir Ramadhan karya Ammi Nur Baits, berikut doa yang bisa dibaca ketika melihat hilal.

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ

Allahu akbar, Allahumma ahillahu ‘alaina bil amni wal imaan, wassalaamati wal islaam, wattaufiiq limaa tukhibbu wa tardha, rabbunaa wa rabbukallah.

Artinya: Allahu akbar, ya Allah munculkanlah hilal itu pada kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan islam, dan membawa taufiq kepada apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Rabb kami dan Rabb kamu (wahai bulan), adalah Allah.”

Doa ini hanya dibaca bagi seseorang yang melihat hilal di awal bulan. Bagi yang tidak melihat, maka tidak disyariatkan untuk membacanya. Doa ini juga tidak dianjurkan untuk dibaca menghadap ke hilal. Mengenai hal tersebut pernah diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dari Ali bin Abi Thalib. Beliau bersabda,

“Apabila kalian melihat hilal, janganlah menengadahkan kepala ke arah hilal (untuk berdoa), tapi cukup berdoa dengan mengucapkan Rabbii wa Rabbuka Allah.”

Dikutip dari buku Risalah Shaum karya Wawam Shofwan Sholehuddin, dapat pula membaca doa berikut.

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيمَانِ، وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

Allahumma ahillahu ‘alaina bil amni, wal imani, was salamati, wal islami. Rabbi wa rabbukallahu.

Artinya: “Ya Allah, hilalkanlah ia atas kami dnegan nasib baik, iman, keselamatan, dan Islam. Tuhanku dan Tuhanmu Allah,”.

Adapun, hukum dari membaca doa ketika melihat hilal adalah sunnah.

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

Doa Ziarah Kubur bagi Wanita Haid beserta Hukumnya



Jakarta

Doa ziarah kubur bagi wanita haid memiliki perbedaan dengan doa pada umumnya. Ziarah kubur sendiri diartikan sebagai berkunjung atau mendatangi makam dengan tujuan mendoakan kebaikan bagi sang mayat seperti meminta ampunan untuknya dan mengingat kematian bagi pengunjung.

Menukil buku Mari Ziarah Kubur tulisan Abdurrahman Misno BP, ziarah kubur menjadi tradisi yang dilakukan masyarakat Arab Jahiliyah di waktu-waktu tertentu. Ketika Nabi Muhammad SAW kecil, beliau diajak ibunya berkunjung ke makam sang ayah.

Hukum Ziarah Kubur bagi Wanita Haid

Hukum ziarah kubur bagi wanita haid ialah diperbolehkan. Mutmainah Afrah Rabbani melalui karyanya yang berjudul Adab Berziarah Kubur untuk Wanita menerangkan bahwa haid atau nifas tidak menjadi alasan yang menghalangi untuk ziarah kubur.


Hal ini dikarenakan ziarah kubur berbeda dengan ibadah seperti salat, puasa, thawaf dan membaca Al-Qur’an yang mana harus suci dari haid atau nifas.

Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadits,

“Sesungguhnya aku dahulu telah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah! Karena dengannya, akan bisa mengingatkan kepada hari akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian. Maka barang siapa yang ingin berziarah maka lakukanlah, dan jangan kalian mengatakan ‘hujr’ (ucapan-ucapan batil).” (HR Muslim)

Doa Ziarah Kubur bagi Wanita Haid

Seperti dibahas sebelumnya bahwa wanita haid diperbolehkan untuk melakukan ziarah kubur. Sebab, ziarah kubur tidak disyariatkan harus suci dari hadats besar maupun kecil.

Disebutkan dalam buku JABALKAT I Jawaban Problematika Masyarakat oleh Tim Kodifikasi ANFA Purna Siswa MHM 2015, wanita haid yang membaca tahlil, surah Yasin atau surah-surah Al-Qur’an lain tidak boleh diniati membaca Al-Qur’an.

Hal ini dikarenakan wanita haid diharamkan untuk membaca Al-Qur’an. Rasulullah SAW bersabda,

“Seorang yang junub atau haid tidak diperkenankan membaca ayat Al-Qur’an.” (HR Ahmad)

Jadi, wanita haid tetap bisa membaca doa-doa ziarah kubur seperti biasa. Yang membedakan hanya pada niatnya.

Mengutip buku Dialog Lintas Mazhab: Fiqh Ibadah dan Muamalah susunan Asmaji Muchtar, berikut bacaan doa ziarah kubur yang bisa dipanjatkan oleh kaum muslimin termasuk wanita haid.

1. Membaca salam

السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ

Arab latin: Assalamu’alaìkum dara qaumìn mu’mìnîn wa atakum ma tu’adun ghadan mu’ajjalun, wa ìnna ìnsya-Allahu bìkum lahìqun

Artinya : “Assalamuallaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.”

2. Membaca istighfar

أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Arab latin: Astaghfirullah Hal Adzim Alladzi La ilaha Illa Huwal Hayyul Qoyyumu Wa atubu Ilaihi

Artinya : “Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

3. Membaca surat Al Fatihah
4. Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas
5. Membaca kalimat tahlil

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ

Arab latin: Laailaaha Illallah

Artinya : “Tiada Tuhan selain Allah.”

6. Membaca doa ziarah kubur

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ

الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

Arab latin: Allahummaghfìrlahu war hamhu wa ‘aafìhìì wa’fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì’ madholahu, waghsìlhu bìl maa’ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì.

Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.

Artinya : “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.”

“Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.” (HR Muslim)

Ada juga doa ziarah kubur versi pendek yang lebih mudah dan singkat untuk dibaca. Berikut bacaannya yang dinukil dari buku Pintar Doa untuk Anak karya Abu Ezza.

السَّلامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيار منَ الْمُؤْمِنِينَ والمُسلمين وإنا إن شاء الله بكم لاحقون تَسْأَلُ الله لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِية

Arab latin: Assalaamu’alaikum ahlad diyaari minal mu’miniina wal muslimiin, wa innaa in syaa allaahu bikum laahiquun, nas’alullaaha lanaa wa lakumul’aafiyah

Artinya: “Keselamatan semoga tetap tercurahkan kepada para penghuni kubur dari golongan orang-orang mukmin dan orang-orang muslim, dan sesungguhnya Insya Allah kami akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kamu dan untuk kalian semua.” (HR Ibnu Majah)

Itulah doa dan tata cara ziarah kubur bagi wanita haid. Semoga bermanfaat.

(dvs/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa Kedua Orang Tua: Arab, Latin, dan Artinya


Jakarta

Berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban setiap anak sebagaimana diperintahkan dalam Al-Qur’an. Salah satu bentuk bakti bisa dilakukan dengan membaca doa kedua orang tua.

Dijelaskan dalam buku Doa-Doa Pilihan karya Ahmadi Isa, doa menurut bahasa artinya permintaan dan permohonan. Adapun, menurut istilah doa adalah penyerahan diri kepada Allah SWT dalam memohon semua yang diinginkan, dan meminta dihindarkan dari segala yang dibenci.

Bacaan Doa Kedua Orang Tua

Ada banyak doa untuk kedua orang tua yang bisa dipanjatkan. Berikut bacaan doa kedua orang tua yang dapat dibaca dikutip dari buku Proyek Kehidupan Sesuai Ketentuan Al-Qur’an karya Aziz Amnan.


اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Allahumma firlii wa liwaa lidhayya warham humaa kamaa rabbayaa nii shaghiraa.

Artinya: “Wahai Tuhanku. ampunilah aku dan kedua orang tuaku (ibu dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil.”

Dapat juga membaca doa dalam surah Al-Isra’ ayat 24.

رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ

Rabbirhamhumaa kamaa rabbayaanii sagiiraa

Artinya: “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil.”

Doa Kedua Orang Tua yang Masih Hidup

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Allahumma firlii wa liwaa lidhayya warham humaa kamaa rabbayaa nii shaghiraa.

Artinya: “Wahai Tuhanku. ampunilah aku dan kedua orang tuaku (ibu dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil.”

Doa Kedua Orang Tua yang Sedang Sakit

Dikutip dari buku Indahnya Doa Rasulullah Bagiku karya Masriyah Amva, berikut doa yang bisa dibaca untuk orang yang sedang sakit, termasuk orang tua.

اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ البَاسَ، اِشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Allahumma Rabbannasi adzhibi al-ba’sa. Isyfi anta as-syaafiyyu laa syifaa-a illa syifaa-uka syifaa-an laa yughadiru saqama.

Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, hanya Engkaulah yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu dengan kesembuhan yang tidak menimbulkan rasa sakit.”

Doa Kedua Orang Tua yang Sudah Meninggal

Dikutip dari buku Ayah Ibu Kubangunkan Surga Untukmu: Amalan-amalan Dahsyat untuk Orangtua yang Sudah Meninggal karya Muhammad Abdul Hadi, berikut doa yang bisa dipanjatkan kepada orang tua yang sudah meninggal.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا

Allāhummaghfir lil muslimīna wal muslimāt, wal mukminīna wal mukmināt, al-ahyā’i minhum wal amwāt, min masyāriqil ardhi ilā maghāribihā, barrihā wa bahrihā, khushūshan ilā ābā’inā, wa ummahātinā, wa ajdādinā, wa jaddārinā, wa asātidzatinā, wa mu’allimīnā, wa li man ahsana ilainā, wa li ashhābil huquqi ‘alaynā.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami.”

Lalu, dapat membaca doa berikut.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ وَالشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ

Allāhummaghfir lahum, warhamhum, wa ‘āfihim, wa’fu ‘anhum. Allāhumma anzilir rahmata, wal maghfirata, was syafā’ata ‘alā ahlil qubūri min ahli lā ilāha illallāhu Muhammadun rasūlullāh.

Artinya: “Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, syafa’at bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat.”

Doa Kedua Orang Tua dan Kebaikan Dunia Akhirat

Berikut doa yang bisa dibaca untuk meminta ampunan dosa kedua orang tua.

رَّبِّ اغْفِرْلِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً

Rabbighfir lii Waliwaalidayya Warhamhumaa Kamaa Rabbayaanii Shagiiran

Artinya: “Tuhanku, Ampunilah dosa-dosaku dan kedua orang tuaku, serta kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidikku sewaktu kecil.”

Doa Kedua Orang Tua dan Keluarga

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِىْ ذُنُوْبِىْ وَلِوَالِدَىَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِىْ صَغِيْرًا. وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ،اَلْاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ، رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ

Allaahummaghfirlii dzunuubii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiro, waliljamii’il muslimiina walmuslimaati, walmu’miniina wal mu’minaati Al ahyaa’i minhum wal amwaati, wataabi’ bainanaa wa bainahum bil khoiraati, robbighfir warham wa annta khoirur roohimiin

Artinya: “Ya Allah, berikanlah ampunan kepadaku atas dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orang tuaku, dan kasihanilah keduanya sebagaimana beliau berdua merawatku ketika aku masih kecil, begitu juga kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat. Semua orang yang beriman, laki-laki maupun perempuan yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, dan ikutkanlah diantara kami dan mereka dengan kebaikan. Ya Allah, berilah ampun dan belas kasihanilah karena Engkaulah Tuhan yang lebih berbelas kasih”

Dalil yang Berkaitan dengan Orang Tua

Ada sejumlah dalil dalam Al-Qur’an dan hadits yang menerangkan perintah berbakti kepada orang tua dan keutamaannya. Berikut adalah beberapa dalil yang berkaitan dengan orang tua adalah sebagai berikut, dikutip dari Antara Perut & Etos Kerja dalam Perspektif Islam karya Thohir Luth.

Perintah Mendoakan Kedua Orang Tua

رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَاب

Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang mukmin pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).” (QS Ibrahim: 41)

Perintah Berbuat Baik kepada Orang Tua

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

Artinya: “Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. (Wasiat Kami,) “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.” Hanya kepada-Ku (kamu) kembali.” (QS Luqman: 14)

Larangan Mengucapkan Perkataan yang Menyakitkan Kedua Orang Tua

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

Artinya: “Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (QS Al-Isra’: 23)

Hadits Doa Anak pada Orang Tua Jadi Amal Jariyah

Abu Hurairah RA berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Apabila anak cucu Adam (manusia) meninggal maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal saja, yaitu sedekah jariah, ilmu yang diambil manfaatnya oleh manusia, dan anak yang saleh yang berdoa untuknya.” (HR Ahmad)

Dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT meninggikan derajat seseorang setelah dia meninggal dunia, kemudian orang itu berkata, ‘Ya Tuhanku, dari mana aku beroleh kedudukan yang sangat tinggi ini?’ Maka dikatakan kepadanya, Anakmu telah memohonkan ampunan atas dosa-dosamu.” (HR Ahmad dan Thabrani dalam Al Awsat)

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

Doa Tarawih dan Witir: Arab, Latin dan Artinya


Jakarta

Salat Tarawih adalah salah satu ibadah sunnah yang biasa dilakukan pada bulan Ramadan. Selepas Tarawih, terdapat doa yang biasa dibaca oleh para ulama. Bagaimana bacaan doa Tarawih tersebut?

Ulama fikih Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqh Sunnah yang diterjemahkan Abu Aulia dan Abu Syauqina menjelaskan, salat Tarawih disunnahkan bagi laki-laki dan perempuan. Salat ini dikerjakan dua rakaat-dua rakaat setelah salat Isya sebelum mengerjakan Witir.

Batas pelaksanaan salat Tarawih hingga akhir malam. Ada sejumlah hadits tentang pensyariatan salat Tawarih. Berikut salah satunya.


“Sesungguhnya Rasulullah SAW pada suatu malam salat di masjid lalu para sahabat mengikuti salat beliau, kemudian pada malam berikutnya (malam kedua) Rasul salat lagi maka semakin banyak orang (yang mengikuti salat nabi), kemudian mereka berkumpul pada malam ketiga atau malam keempat. Namun, Rasulullah SAW keluar, lalu ketika pagi harinya beliau bersabda: ‘Sungguh aku telah melihat apa yang telah kalian lakukan, dan tidaklah ada yang mencegahku keluar kepada kalian kecuali sesungguhnya aku khawatir akan diwajibkan pada kalian,’ dan (peristiwa) itu terjadi di bulan Ramadhan.” (Muttafaqun ‘alaih)

Doa yang dibaca setelah salat Tarawih biasa disebut doa kamilin. Dikutip dari Panduan Sholat untuk Perempuan karya Nurul Jazimah, berikut bacaan doa kamilin beserta artinya.

Bacaan Doa Tarawih

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالإيْمَانِ كَامِلِيْن وَلِلفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنِ وَلِلصَّلاةِ حَافِظِيْنِ وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْن وَلَمِا عِنْدَكَ طَالِبِيْنِ وَلِعَفْوكَ رَاجِيْنِ وَبِالْهُدَي مُتَمَسِّكِين وَعَن اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنِ وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْن وَفِي الآخِرَةِ رَاغِيين وبالقضَاءِ رَاضِينِ وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنِ وَعَلي البَلَاءِ صَابِريْن وَتَحْتَ لِوَاءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صلى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنِ وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنِ وَإِلَى الجَنَّةِ دَاخِلِيْن وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنِ وَعَلَى سَرِيْرِ الكَرَامَةِ قَاعِدِيْنِ وَمِنْ حُوْرٍ عِينٍ مُتَزَوِّحِينِ وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاج مُتَلبِّسِيْن وَمِنْ طَعَامِ الجَنَّةِ آكِلِينِ وَمِنْ لَّبَن وَعَسَلٍ مُصَفًّى شاريين بأكْوَابٍ وَأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ مَعَ الَّذِي أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّين وَالصَّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِوَالصَّالِحِيْن وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيْقًا ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بالله عَلِيْمًا اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِي لَيْلَةِ هَذا الشَّهْرِ الشَّرِيفَةِ المُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ المَقْبُوْلِيْن وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينِ

Allâhummaj’al bil îmâni kâmilîn wa lilfarâidhi muaddîn wa lishshalâti hâfidzîn wa lizzakâti fâ’ilîn wa limâ ‘indaka thâlibîn wa li’afwika râjîn wa bil hudâ mutamassikîn wa ‘anillaghwi muʼridhîn wa fid-dunyâ zâhidîn wa fîl âkhirati râghibîn wa bil gadhâ’i râdhîn wa lin-na’mâ’i syâkirîn wa ‘alâl balâ’i shâbirîn wa tahta liwâ’i sayyidinâ Muhammadin shallallahu ‘alayhi wa sallama yawmal qiyâmati sâirin wa ilâlhawdhi wâridîn wa ilâl-jannati dâkhilîn wa minan-nâri nâjîn wa ‘alâ sarîr al-karâmati qâ’idîn wan hûrin “în mutazawwijîn wa min sundusin wastabraqin wa dîbâjin mutalabbisin wa min tha’âmil jannati âkilîn wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn bi akwâbin wa abârîqa wa kaʼsin min maʼîn ma’alladzî an’amta ‘alayhim minannabiyyîn wash-shiddîqîn wasy-syuhâdâ’ wash-shâlihîn wa hasuna ulâ’ika rafîqan dzâlikal fadhlu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîma. Allâhummaj’alnâ fî laylati hâdzasyahr syarîfatil mubârakati min al-syu’âdâ’il maqbûlîn wa lâ taj’alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ Muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma’în birahmatika ya ar-hamar-râhimîn.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami manusia yang senantiasa menyempurnakan iman kami, melaksanakan perintah menjalankan kewajiban-Mu, menjalankan salat, menunaikan zakat, memohon serta mengharap ampunan-Mu, yang berpegang teguh kepada petunjuk (yang Kau berikan), meninggalkan kemungkaran, hidup dengan sederhana di dunia, mengharap surga di akhirat, berpasrah pada takdir, bersyukur pada nikmat dan bersabar atas cobaan di bawah bendera syariat Muhammad SAW pada hari kiamat. Dari ajarannya kami datang, ke surga kami menuju, dan juga kami selamat dari api neraka. Kami duduk di atas kain sutra kemuliaan, kami menikahi bidadari yang cantik dan jelita. Kami memakai pakaian yang terbuat dari permadani, sutra, dan perhiasan mewah lainnya. Kami makan dari masakan yang telah tersedia di surga. Kami meminum madu dan susu dengan menggunakan gelas mewah bersama para nabi, orang jujur, syuhada, orang saleh, dan mereka akan menjadi teman setia di surga kelak. Demikianlah keutamaan dari Allah. Allah Maha Mengetahui atas segala yang dilakukan oleh hamba-Nya. Ya Rabb, jadikan kami pada malam yang mulia dan penuh berkah ini sebagai orang-orang yang senantiasa bahagia dan engkau ampuni. Serta janganlah masukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa bersedih dan tertolak. Kami senantiasa bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabat-sahabatnya secara keseluruhan dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang dari yang penyayang.”

Pelaksanaan salat Tarawih disambung dengan salat Witir dengan rakaat ganjil, bisa satu atau tiga rakaat. Seperti salat Tarawih, ada juga bacaan doa setelah salat Witir. Berikut bacaan dan artinya dikutip dari Kumpulan Doa & Dzikir Ramadhan karya Ammi Nur Baits.

Bacaan Doa Witir

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

Allahumma inni a’udzu bi ridhooka min sakhotik wa bi mu’afaatika min ‘uqubatik, wa a’udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an ‘alaik, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsik

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak bisa menyebut semua pujian kepada-Mu, sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.”

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com