Tag: emas

  • Investasi Saat Pandemi, Apa Pilihannya yang Terbaik?

    Pandemi Covid-19 memberikan tantangan tersendiri pada masyarakat Indonesia soal mengelola keuangan. Investasi saat pandemi jadi cara pengelolaan keuangan yang banyak diminati belakangan ini.

    Bahkan, menurut studi dari Investor Global Schroders 2021, di 32 lokasi global terdapat sejumlah 46 persen atau hampir setengah dari investor yang berusia 18-37 tahun menyimpan dananya untuk diinvestasikan lebih banyak setelah pembatasan sosial dicabut.

    Investasi dinilai sangat berguna untuk masa mendatang, terutama jika kembali datang masa-masa tidak pasti seperti pandemi ini. Selain itu, berinvestasi juga melatih diri agar cerdas dalam mengelola keuangan.

    Apakah kamu juga tertarik investasi saat pandemi? Lalu apa saja investasi yang cocok saat pandemi dan bagaimana cara berinvestasi secara aman saat pandemi? Simak penjelasannya di bawah ini.

    Baca jugaInilah Tips Sebelum Memulai Investasi bagi Anak Muda

    Alasan pentingnya investasi saat pandemi

    Di tengah pandemi, banyak orang yang mengalami ketidakpastian soal pekerjaan dan pendapatan. Investasi menjadi penting karena bisa digunakan sebagai alternatif pendapatan selama pandemi Covid-19.

    Hasil riset Danareksa Research Institute menyebutkan, sebanyak 33,33 persen responden beralasan memulai investasi selama pandemi karena berharap menjadi alternatif pendapatan.

    Ada dua alasan lainnya yang mendorong masyarakat berinvestasi saat pandemi, yakni kelebihan dana, berharap imbal hasil besar, serta akses investasi yang kini lebih mudah.

    Selain itu, investasi juga tidak luput dari perekonomian Indonesia. Kondisi ekonomi Indonesia disebutkan mencakup tiga komponen penting, yaitu konsumsi rumah tangga, sektor bisnis untuk investasi, dan juga ekspor impor dalam sektor luar negeri.

    Jika ada penurunan pada salah satu komponen, maka akan terjadi penurunan pada dua komponen yang lain. Di sini peran investasi jadi penting untuk pemulihan ekonomi di Indonesia, apalagi di tengah pandemi seperti saat ini.

    Sebab, investasi berupa penanaman modal meningkat akan berdampak positif pada proses produksi dalam bisnis dan nantinya juga akan berimbas pada meningkatnya konsumsi rumah tangga.

    Investasi juga dapat dilakukan dalam berbagai cara, bisa melalui peningkatan kemampuan diri, peningkatan pemahaman akan instrumen investasi, dan juga peningkatan imunitas diri kita.

    Punya investasi dalam bentuk asuransi kesehatan juga bisa menjadi salah satu pilihan, apalagi kini banyak asuransi yang memberikan proteksi kesehatan lengkap dengan biaya terjangkau. Kamu bisa temukan asuransi kesehatan terbaik mulai Rp50 ribuan hanya di Lifepal!

    Baca juga4 Aset Kripto yang Berpotensi untuk Investasi di Masa Pandemi

    Investasi yang cocok saat pandemi

    Lantas, apa saja investasi yang cocok saat pandemi? Ada banyak sekali instrumen investasi yang dapat dieksplor, mulai investasi saham, emas, properti, emas, obligasi, asuransi seperti asuransi mobil dan jiwa unit link, atau bahkan cryptocurrency yang kini sedang naik daun.

    Kamu bisa mencoba lima investasi terbaik saat pandemi berikut ini:

    1. Properti
    Investasi properti tanah dan bangunan memiliki nilai investasi jangka panjang yang cukup tinggi, mengingat nilai jual tanah yang meningkat tiap tahunnya.

    Mengapa harus investasi properti? Saat pandemi, banyak pemilik properti yang menawarkan harga menarik, bahkan ada yang memberikan penawaran khusus.

    Meski minat investor terhadap investasi menurun, namun justru bisa dilihat sebagai kesempatan menjadikan investasi masa depan. Terutama jika perekonomian kembali pulih nanti.

    2. Emas
    Investasi emas masih terbukti cukup menguntungkan, sebab nilainya yang mengalami peningkatan dan tingkat likuiditasnya yang sangat tinggi.

    Investasi emas juga minim risiko dan tahan dari fluktuasi inflasi. Tentunya aman bagi kamu yang ingin memiliki investasi yang mudah ditukarkan jadi uang tunai sewaktu-waktu.

    3. Obligasi
    Obligasi milik pemerintah biasanya memiliki bunga yang menjadi kewajiban pinjaman. Umumnya obligasi memiliki jangka waktu investasi yang cukup panjang, bisa mencapai 10 tahun.

    4. Saham
    Saham bisa jadi pilihan investasi jangka panjang dengan keuntungan yang cukup besar. Saham belakangan jadi favorit para investor muda dalam mengelola keuangan.

    Nilai saham dapat naik, bahkan secara signifikan dalam jangka waktu yang panjang. Investasi saham kini sering dibarengi dengan aset kripto yang cukup populer karena dinilai menguntungkan.

    5. Reksa dana
    Reksa dana merupakan investasi jangka panjang yang cocok untuk pemula, terutama bagi kamu yang belum benar-benar memahami instrumen lainnya seperti saham. Dalam reksa dana, kamu akan dibantu dengan manajer investasi dalam memilih saham terbaik.
    Tips mudah berinvestasi saat pandemi.

    Baca jugaYuk, Simak Perbedaan Reksa Dana dan Crypto Sebelum Investasi!

    Tertarik untuk mulai berinvestasi? Nah, sebelum kamu mulai mencoba investasi saat pandemi, ada pentingnya untuk mengetahui tips-tips berikut ini:

    1. Pilih investasi jangka panjang
    Investasi jangka panjang umumnya tidak akan terpengaruh kondisi saat ini, sehingga dalam beberapa waktu ke depan, investasi yang kamu jalan bisa mengalami kenaikan.

    Namun, hindari menggunakan dana untuk kebutuhan sehari-hari dan dana darurat untuk melakukan investasi jangka panjang, ya!

    2. Pilih investasi yang aman
    Jangan sampai kamu terkecoh dengan investasi bodong. Hanya karena suatu investasi sedang naik daun atau menjanjikan keuntungan bombastis, lantas kamu langsung mempercayakan seluruh investasimu pada instrumen tersebut.

    Pilihlah investasi saat pandemi yang aman, terutama dari inflasi. Semakin naik inflasi, maka uang yang ada di tabungan bisa tergerus oleh bunga berjumlah fantastis.

    3. Lakukan riset
    Kalau kamu sudah menentukan jenis investasi saat pandemi yang ingin dilakukan, jangan lupa untuk lakukan riset mendalam. Pelajari seluk-beluk instrumen yang kamu pilih, seperti untung-ruginya, kesulitan, keunggulan, kekurangan, tingkat risikonya dan lainnya.

    4. Alokasikan ke beberapa instrumen
    Jangan terpaku dengan satu jenis instrumen saja, namun coba alokasikan dana ke beberapa jenis instrumen.

    Hal ini penting sebab dapat mengurangi risiko terjadinya kemungkinan buruk yang memengaruhi salah satu aset investasi, sehingga kamu tidak akan khawatir semua aset milikmu akan mengalami kerugian.

    5. Monitor secara berkala
    Jangan lupa untuk terus lakukan monitor secara berkala, pantau peluang investasi yang dapat dilakukan dari hari ke hari. Sehingga kamu bisa lebih berhati-hati dan dapat mengatur strategi ke depan apabila terjadi risiko pada investasi yang kamu miliki.

    Jadi, apakah kamu sudah siap untuk memulai investasi saat pandemi? Jangan lupa, tidak perlu ikut-ikutan tren dalam berinvestasi dan tidak membekali diri dengan ilmu yang cukup. Selamat berinvestasi!

    Catatan Penulis
    Tips ini dibuat oleh Frieda Isyana, Content Writer di Lifepal. Segala informasi yang ada pada artikel ini dapat dipertanggungjawabkan.

    Ketika mengambil, menyadur, atau mengutip informasi di artikel ini diharapkan memberi link ke https://lifepal.co.id/asuransi/mobil/ agar memudahkan pembaca mendapatkan informasi selengkapnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank Raksasa Jerman Sebut Bitcoin Emas Digital Abad 21

    Valuasi pasar Bitcoin yang mendekati $1 triliun disebut-sebut berpotensi menjadi emas versi digital di abad 21.

    Buruh, ekonom senior, dan ahli strategi pasar asal Deutsche Bank, mengatakan bahwa orang selalu berusaha untuk menyimpan kekayaan mereka dalam aset yang tidak dikendalikan oleh pemerintah, seperti emas.

    “Emas telah memiliki peran ini selama berabad-abad. Dan ya, tidak menutup kemudian Bitcoin akan berpotensi menjadi emas versi digital abad ke-21.”

    Ahli strategi asal Deutsche Bank juga menambahkan bahwa saat ini banyak individu telah melihat Bitcoin sebagai perlindungan terhadap inflasi fiat.

    Hal ini karena Bitcoin memiliki pasokan tetap pada saat bank sentral secara eksponensial meningkatkan pasokan mata uang tradisional.

    Ibaratkannya, pasokan maksimum 21 juta, itu setara dengan 89% Bitcoin sudah beredar.

    Peran Penting Crypto di Masa Depan dalam Pembayaran

    Profesor keuangan dan ekonomi Universitas Harvard, memberi tanggapan bahwa aset crypto akan banyak membantu dalam pembentukan alternatif masa depan pembayaran.

    Saat ini, keterbatasan Bitcoin sebagai alat pembayaran rata-rata berasal dari beberapa gerai merchant yang mendukungnya. Ditambah lagi waktu penyelesaian yang lambat dan biaya transaksi yang tinggi.

    Namun, faktor-faktor tersebut bisa saja berubah karena saat ini aset crypto seperti Bitcoin pasti akan alami peningkatan adopsi dan akan meningkatkan teknologinya agar memungkinkan transaksi yang lebih murah dan lebih cepat.

    “Tetapi penting untuk diingat bahwa Bitcoin tetap memiliki risiko. Sifatnya juga terlalu fluktuatif untuk menjadi penyimpan nilai yang andal saat ini. Dan saya berharap untuk tetap sangat fluktuatif di masa mendatang.” Ungkap sang Profesor.

    Profesor tersebut juga membandingkan Bitcoin dengan Ethereum.

    “Jika Bitcoin kadang-kadang disebut ‘emas digital’, maka Ethereum akan menjadi ‘perak digital’.”

    Baca JugaApa Itu Bitcoin Berjangka?

    Masalah Terbesar Crypto Adalah Kurangnya Regulasi

    Subjek regulasi telah menjadi topik hangat di industri cryptocurrency.

    Itu karena regulasi adalah salah satu faktor terpenting yang mempengaruhi harga Bitcoin.

    Kenaikan cryptocurrency telah ditangkap setiap kali pemerintah telah memecahkan cambuk kebijakan, dengan negara-negara yang memutuskan mengambil berbagai pendekatan terhadap regulasi Bitcoin.

    Banyak buruh yang mengatakan bahwa sementara ini peraturan yang longgar sedang mengadopsi banyak aset. Itu telah menjadi batasan terhadap investasi potensial dari bisnis dan investor institusi.

    Cryptocurrency juga mengkonsumsi energi dalam jumlah besar dan tidak berkelanjutan untuk memproses transaksi.

    Kedua masalah tersebut dapat diselesaikan dengan mengadopsi teknologi crypto yang lebih ramah lingkungan seperti Tezos misalnya.

    Para buruh kemudian menyimpulkan bahwa aset cryptocurrency, mata uang digital sentral, dan uang tunai akan hidup berdampingan di masa depan.

    CBDC, uang tunai, dan cryptocurrency akan hidup berdampingan. Uang tunai tentu tidak akan hilang, tetapi kami berharap itu menurun sebagai alat pembayaran.”



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Persamaan Bitcoin dan Emas Sebagai Alat Investasi Masa Kini

    Dulu menabung rasanya tidak jauh dari emas, uang, atau ikutan deposito di bank. Tapi seiring berjalannya waktu, menabung atau investasi itu banyak caranya, yang paling baru sih ada Bitcoin!Bitcoin dikenalkan pada 2009 oleh Satoshi Nakamoto, seorang anonim yang menghadirkan Bitcoin atau aset digital ini sebagai “protes” terhadap kondisi ekonomi saat itu. Jika menghitung usia aset ini yang baru menginjak 11 tahun masih terbilang sangat muda dan baru dibandingkan emas yang sudah ada sejak zaman dulu.

    Lalu apa itu Bitcoin?

    Bitcoin adalah mata uang digital yang menggunakan kriptografi rumit dan bekerja di jaringan canggih bernama blockchain. Bitcoin dapat digunakan sebagai alat pembayaran di tempat yang sudah menyediakan pembayaran dengan menggunakan Bitcoin. Aset ini juga bisa didapatkan dengan membelinya di bursa cryptocurrency tanpa perlu ke bank konvensional.

    Jika Bitcoin dapat disebut sebagai mata uang, pertanyaan selanjutnya adalah berapa nilai Bitcoin?

    Nilai Bitcoin selalu berubah seiring waktu, saat pertama kali dikenalkan ia bahkan tidak bernilai. Tapi seiring berjalannya waktu Bitcoin memiliki nilai hingga ribuan dolar. Harga Bitcoin tertinggi terjadi di tahun 2017, yakni menyentuh $20.000 setara dengan 2 Milyar. Kemudian, di tahun 2020 ini, 1 Bitcoin dihargai dikisaran harga $9.000 atau jika dirupiahkan adalah Rp130 jutaan.

    Karena harga Bitcoin yang berada di ribuan dollar, aset ini pun bisa dijadikan pertimbangan sebagai alat investasi.

    Bitcoin dan Emas

    Bitcoin sebagai alat investasi juga kerap kali dibandingkan oleh emas, karena sejauh ini emas memang memiliki nilai yang cukup stabil dan sudah bertahan sejak lama. Tapi daripada dibandingkan ternyata Bitcoin dan emas itu punya kesamaan. Apa saja kesamaan mereka ?

    Simak artikel ini sampai habis, dan dapatkan jawaban untuk memilih investasi emas atau Bitcoin.

    Jumlah terbatas

    Persamaan pertama dari Bitcoin dan emas adalah jumlah mereka yang terbatas. Bitcoin hanya memiliki suplai sebanyak 21 juta koin saja dan hingga saat ini sudah ada 80% Bitcoin yang ditambang dan diperkirakan mata uang kripto paling populer itu akan habis di tahun 2140.

    Kemudian dilansir dari Gold.org per 2019 diperkirakan jumlah emas yang berhasil ditambang adalah 197,576 ton. Jumlah tersebut jika disetarakan kurang lebih akan muat di tiga kolam renang berstandar Olimpiade. Masih diambil dari sumber yang sama, saat ini jumlah emas tanah diperkirakan ada sisa 54.000 ton saja, dan ini diprediksi akan habis kurang dari 20 tahun lagi.

    Karena keduanya memiliki jumlah terbatas, maka saat persediaannya habis, keberadaan mereka akan sangat langka, dan ini akan menjadi keuntungan bagi orang-orang yang sudah memiliki aset tersebut.

    Apa keuntungannya? 

    Tentu saja harganya akan semakin mahal! Karena Anda akan memiliki barang yang sudah sangat langka di dunia. Bahkan Bitcoin di tahun-tahun mendatang memiliki prediksi hingga ratusan dolar. Salah satu penyebabnya adalah karena ia makin langka dan susah didapatkan.

    Jadi, ketika Anda memiliki aset yang jumlahnya terbatas ini, Anda bisa memanfaatkannya untuk jadi kaya raya dengan menyimpannya dan menjualnya saat harganya meroket.

    Safe Haven Asset 

    Emas selalu jadi tempat yang aman dan pilihan pertama ketika orang-orang mau berinvestasi untuk berjaga-jaga di tengah krisis. Hal ini dikarenakan harga emas yang cenderung stabil dan naik ketika krisis terjadi, sehingga bisa dijadikan semacam “pengaman” ketika ekonomi sedang buruk. Namun, di zaman sekarang ada lagi Bitcoin yang bisa dijadikan pilihan sebagai aset masa kini yang bisa dijadikan investasi saat krisis melanda.

    Contoh terbaru adalah ketika WHO menetapkan pandemi Covid-19. Saat itu Bitcoin memang harus anjlok dan buat para pemiliknya khawatir. Namun tidak butuh waktu lama kini Bitcoin cukup stabil berada di $9.000-an ketika pandemi masih berlangsung dan krisis ekonomi global semakin mengancam. Oleh karena itu aset kripto tertua ini mulai dipandang sebagai aset yang cukup aman ketika ada kesulitan keuangan.

    Tidak Dikontrol Pemerintah

    Bitcoin bekerja di jaringan blockchain yang bebas campur tangan pemerintah dan sulit untuk diretas. Pemerintah tidak mengatur bagaimana Bitcoin diciptakan atau di distribusi. Semua sudah diatur oleh Satoshi Nakamoto, seseorang/sekelompok yang menciptakan Bitcoin. Pemerintah pun akhirnya tidak memiliki kontrol langsung atas Bitcoin.

    Hal ini pun dialami oleh emas, pemerintah tidak bisa menentukan harga emas sesuka hati karena harga aset ini dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran. Mengingat jumlah emas yang terbatas, makin sedikit maka harganya bisa terdorong naik. Kemudian pemerintah tidak bisa menambah pasokan Bitcoin dan emas ketika aset ini habis.

    Aset Pribadi tanpa Bank 

    Bitcoin dan emas sama-sama bisa menjadi aset pribadi  tanpa harus kita laporkan ke pihak lain atau membelinya melalui bank konvensional. Anda dapat membeli Bitcoin di bursa dan emas di toko emas atau tempat lainnya dan tidak perlu melaporkannya kepada pemerintah. Anda dapat mengontrol penuh kedua aset ini.

    Baca Juga: S&P 500 Akan Melonjak Menuju ATH Baru: Akankah Bitcoin Mengikuti?

    Investasi Bitcoin atau Emas ?

    Hingga saat ini Bitcoin masih menjadi aset yang cukup spekulatif dibandingkan dengan emas. Sebetulnya hal ini wajar, karena emas sudah ada sejak lama dan berhasil melewati banyak krisis dan ujian selama ada digunakan sebagai alat pembayaran atau investasi. Sedangkan Bitcoin masih terbilang baru dan masih butuh waktu untuk dikenalkan dan diadopsi di berbagai aspek kehidupan.

    Karena itu Bitcoin bisa sangat mengungguli emas karena ada teknologi canggih dibaliknya, yakni Blockchain. Kemudian, Bitcoin juga akan mengalami adopsi massal ke masyarakat dunia, sehingga akan makin banyak orang yang mengenal dan menggunakan Bitcoin. Jika hal ini terwujud maka kapitalisasi pasar aset ini akan semakin besar dan kesempatannya untuk menyaingi emas yang terbuka lebar.

    Menurut analis Bloomberg Intelligence Morgan Barna mengatakan, daripada membandingkan Bitcoin dan emas sebagai aset yang berlawanan. Mereka berdua ini dapat dijadikan aset investasi yang saling melengkapi sebuah portofolio investasi.

    “Emas memiliki sifat investasi yang lebih baik dalam beberapa kasus dibandingkan dengan bitcoin, tetapi bitcoin pun demikian terhadap emas,” ujar Morgan dilansir dari Bloomberg pada 2019 lalu.

    Ia juga mengatakan jika Bitcoin di sisi lain memiliki potensi untuk memberikan nilai lebih besar bagi investor dibandingkan dengan emas.

    Jadi, apa pilihan aset investasimu di masa depan ? Bitcoin, emas atau mau mencoba keduanya?



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Terbukti Menang Melawan Saham, Emas, Minyak dan Dolar AS

    Sejak awal tahun 2020 hingga hari ini (year to date/ytd), Bitcoin mampu mengalahkan kinerja saham, emas, minyak dan indeks dolar AS. Ini mencerminkan sentimen positif terhadap Bitcoin sebagai kelas aset baru.

    Berdasarkan pantauan di MarketWatch siang hari ini, Bitcoin melejit hingga 50,63 persen sejak awal tahun (US$7.229 menjadi lebih dari US$10.800). Sedangkan Index Saham S&P 500 hanya mampu melaju di kisaran 2 persen. Sedangkan dalam tempo 30 hari masih minus 5,97 persen.

    Kinerja Bitcoin (BTC). Sumber: MarketWatch.
    Kinerja Indeks Saham S&P 500. Sumber: MarketWatch.

    Sementara itu indeks saham teknologi Nasdaq di rentang waktu serupa, cukup senang di 21 persen, dengan raihan minus 6,69 persen dalam 30 hari.

    Bagaimana dengan emas sendiri? Kendati emas mencetak imbal hasil bagus dalam setahun terakhir, yakni 24,01 persen, namun secara year to date, miring di 22,65 persen, sebagai akibat akumulasi koreksi cukup dalam setelah awal September 2020. Dalam 1 bulan saja emas terkoreksi hingga minus 5,49 persen.

    Kinerja Emas. Sumber: MarketWatch.

    Pasar minyak mentah tergolong sangat parah. Sejak awal tahun malah -34 persen. Minyak hanya tampak hijau dalam 3 bulan terakhir, yakni 4,93 persen.

    Dolar AS yang terbukti menguat selama beberapa pekan terakhir malah minus 1,88 persen sejak awal tahun. Dalam setahun saja minus 4,5 persen. Hal itu tercermin dari Indeks Dolar AS (DXY).

    Kinerja Dolar AS. Sumber: MarketWatch.

    Indeks itu mengukur kekuatan dolar AS berbanding mata uang negara lain, yakni Euro (EUR), Yen (JPY), Poundsterling (GBP), Canadian dollar (CAD), Krona (SEK) dan Swiss Franc (CHF).

    Bitcoin Kalah Telak Berbanding Ether (ETH)
    Bitcoin memang cukup senang dengan capaian itu dibandingkan dengan aset tradisional lain. Namun di ranah aset kripto sendiri, kinerja Bitcoin (BTC) kalah telak dengan rivalnya, Ether (ETH), walaupun BTC masih terbaik dari segi kapitalisasi pasarnya yang masih nomor wahid.

    Ether sangat kuat hingga 181,91 persen sejak awal tahun (naik dari US$131,52 menjadi US$362,11). Dalam tiga bulan saja Ether terbang 57,25 persen dan selama setahun mencapai 111,79 persen!

    Pengguna Bitcoin Cs Bertambah
    Cambridge Centre for Alternative Finance di Universitas Cambridge, Inggris menyebutkan bahwa pengguna Bitcoin Cs (aset kripto) secara global saat ini mencapai 101 juta. Angka itu naik 189 persen berbanding tahun 2018, yakni 35 juta “unique users”. Pengguna dari kalangan institusi masih kecil.

    Hal itu tertuang dalam laporan hasil survei “3rd Global Cryptoasset Benchmarking Study” sepanjang 71 halaman. Survei digelar pada Maret-Mei 2020 dan laporan diterbitkan beberapa hari yang lalu. Mayoritas responden adalah dari kawasan Asia Pasifik dan Eropa.

    “Pada tahun 2018, berdasarkan survei edisi pertama jumlah pengguna aset kripto sekitar secara global mencapai 35 juta. Jumlah itu berdasarkan identitas pengguna yang terverifikasi di sejumlah bursa aset kripto dan penyedia layanan sejenis. Sedangkan pada survei ke-3 ini pengguna mencapai 101 juta di 191 juta akun,” sebut Cambridge dalam laporan itu.

    Menurut mereka, peningkatan pengguna sebesar 189 persen itu berdasarkan peningkatan jumlah akun (yang meningkat 37 persen), serta bagian akun yang lebih besar
    dikaitkan secara sistematis dengan identitas individu.

    Baca Juga: Mengenal Smart Contract



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ingin Memprediksi Harga Bitcoin? Lihatlah Emas

    Data skala makro mengungkapkan bahwa korelasi antara komoditas emas dan Bitcoin telah melonjak pada tahun 2020, mencatatkan rekor tertinggi baru sepanjang masa yang tentu patut menjadi perhatian kita dalam menganalisa.

    Meskipun kedua aset berada dalam kondisi hijau sepanjang tahun, Bitcoin masih mengungguli emas, meskipun pada update terbarunya, BTC tengah mengalami penurunan harga.

    Baca Juga: A Glossary of All Crypto Terms You Need To Know!

    Pada saat pers, harga BTC sangat volatil dikisaran Rp 153 juta- Rp 155 juta.

    Menurut data dari perusahaan CoinMetrics, korelasi 60 hari antara Bitcoin dan emas telah mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa di atas 0,5. Setelah metrik mencapai titik terendah di bawah -0,3 selama aksi jual pertengahan Maret ketika BTC anjlok ke $ 3.700, korelasi 60 hari telah meningkat secara bertahap.

     

    Dan perusahaan analitic Skew, menunjukkan bahwa korelasi rata-rata berada di 10.6% untuk satu tahun. Emas bisa menjadi salah satu alat bantu untuk memprediksi harga BTC.

     

    Korelasi positif melonjak tajam pada awal Maret-April ketika dolar AS mulai kehilangan sebagian besar nilainya. Dengan demikian, tampaknya selama masa ketidakpastian untuk mata uang cadangan global ini, investor beralih ke aset langka seperti emas dan Bitcoin.

    Seperti yang anda lihat gambar dibawah ini, pergerakan emas, hampir sama dengan Bitcoin.

    Sumber:Skew

    Pertukaran veteran yang berbasis di AS, Kraken, juga memeriksa korelasi antara kedua aset tersebut, tetapi dalam skala mikro. Laporan tersebut mengkonfirmasi bahwa itu meroket pada musim panas 2020 dan mencapai ‘hampir 1 tahun tertinggi 0,93 pada 31 Juli, dan naik ke ATH 0,97 pada 10 Agustus.

    Namun, skala yang lebih kecil yang diamati oleh Kraken menunjukkan bahwa Bitcoin telah terlepas dari tindakan emas dalam beberapa minggu terakhir.

    Kraken mengatakan bahwa Bitcoin mempunyai korelasi positif dengan S&P 500 dan emas, 0.84 dan 0.97 masing-masing. Korelasi tertinggi sepanjang waktu dengan emas mencapai 0.97 di 10 Agustus.

     

    Dalam pandangan kami, korelasi antara BTC dan emas ini telah dipengaruhi oleh kekhawatiran global dan pelemahan pada dolar AS, yang telah menjadi fokus para analis dalam waktu yang cukup lama karena akan mempengaruhi aset tradisional, dan juga BTC.

    Hal ini tentu meningkatkan minat pada aset safe haven, dimana beberapa investor tentu kembali ke metode lama, yakni membeli emas, sementara investor milenial / kekinian memilih Bitcoin sebagai aset lindung nilainya terhadap kekhawatiran yang melanda tersebut, sehingga korelasi antara keduanya tercipta disini. Bagaimana menurut Anda?

    Baca Juga: Inilah Mengapa Bitcoin Siap Melambung Setelah Turun $ 300



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Alasan Kenapa Bitcoin Seharusnya Dinilai Dengan Emas, Bukan USD

    Harga Bitcoin selalu jadi perdebatan, dan menjadi lebih rumit karena dihargai dalam dolar AS. Padahal Bitcoin dan dolar AS adalah entitas yang jelas berbeda.

    Baru-baru ini, seorang pengusaha, Sylvain Saurel, memposting di medium adanya penurunan daya beli sebesar 85% atau senilai $ 1.000 dari tahun 1971 sampai tahun 2020 ini. Menurutnya, itulah sebab nilai Bitcoin cepat meningkat.

     

    “Oleh karena itu, harga Bitcoin dalam dolar AS akan cenderung meningkatkan harga Bitcoin lebih cepat karena efek dari inflasi moneter,” katanya.

    Saurel lebih menyarankan emas sebagai tolak ukur harag Bitcoin, ketimbang dolar AS. Alasannya karena emas sudah menjadi benda simpanan bernilai yang diakui selama berabad-abad, dari pada dolar AS.

    Goldprice.org menunjukkan nilai logam mulia (emas) mencapai nilai tertinggi sepanjang masa yaitu $ 2.070 / oz pada 6 Agustus tahun ini. Sementara Fed sendiri terus mencetak triliunan untuk menjaga perekonomian AS agar tidak runtuh, tapi hal ini malah menghancurkan kepercayaan investor terhadap USD sebagai mata uang cadangan.

    Baca Juga: Melirik YFI, Satu-satunya Altcoin Yang Lebih Mahal Dari Bitcoin

    Selain emas, nilai perak juga meningkat ditengah runtuhnya greenback akhir-akhir ini. Sementara Bitcoin mengalami kenaikan sebesar 57% sejak awal tahun.

    Bitcoin dan emas memiliki beberapa kesamaan, diantaranya : biaya ekstraksi dan penambangan. Perbedaannya, tidak mudah memperkirakan jumlah pasokan emas sementara kuantitas Bitcoin dapat diketahui.

    Lebih lanjut Saurel menambahkan jika harga Bitcoin menggunakan emas, akan menghilangkan inflasi yang terkait dengan mata uang fiat khususnya dolar.

    Kesimpulannya, harga Bitcoin bisa naik hingga $ 50.000 pada akhir tahun 2021 mendatang, atau lebih lama dari waktu yang diperkirakan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Emas Diprediksi Rp1,4 Juta per Gram dalam 18 Bulan ke Depan

    “Jika ini terjadi, akan menjadi titik tertinggi harga emas sepanjang sejarah manusia. Hal ini dilakukan setelah beberapa sebelumnya BOA memprediksi harga emas hingga US$2.000/oz,” kata Denny Ardhiyanto, CEO SehatiGold, Rabu (22 April 2020).

    Sebagai tolak ukurnya, kata Denny, harga emas dunia kemarin berada di US$1.700/oz atau Rp840.000/gram. Jika prediksi tersebut terjadi, dengan asumsi nilai USD/IDR yang sama, maka harga emas akan menembus Rp1.400.000/gram.

    “Ketakutan dunia keuangan berperan besar dalam mendorong harga emas dunia. Beberapa saat lalu International Monetary Fund (IMF) turut memberikan pernyataan yang sangat mengkhawatirkan. Mereka memperkirakan ekonomi dunia akan mengalami resesi terbesar sepanjang sejarah yang melebihi The Great Depression di tahun 1930-an,” kata Denny.

    BERITA TERKAIT  Mengenal “Emas Digital” Berbasis Blockchain, Sebagai Alternatif Investasi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    Ia menegaskan, bahwa dampak dari pandemi COVID-19 telah membekukan pabrik-pabrik, perdagangan, manufaktur, pariwisata, pertambangan, dan banyak aktivitas lainnya. Hal ini sudah terbukti dari anjloknya harga kontrak minyak dunia yang menembus angka negatif. Sekali lagi, sesuatu yang pertama kali terjadi di sejarah keuangan manusia.

    “Cobalah Anda pelajari sejarah harga minyak dunia sejak manusia menciptakan pasar komoditas. Tidak pernah hal ini terjadi,” tegasnya.

    Emas dan Resesi Ekonomi
    Denny menerangkan, bahwa harga emas sangat erat hubungannya dengan kondisi ekonomi dunia.

    Kembali ke hubungan sebab-akibat resesi ekonomi terhadap harga emas, efek resesi ekonomi sudah pasti akan berusaha dilawan oleh pemerintah di seluruh dunia untuk mengurangi dampaknya terhadap masyarakat, terutama masyarakat kelas bawah.

    Sejarah telah menunjukkan bagaimana pemerintah di seluruh dunia akan berusaha mempertahankan pergerakan roda ekonomi dengan melakukan kebijakan-kebijakan moneter dan fiskal.

    Salah satunya adalah dengan memberikan stimulus ekonomi seperti subsidi, bantuan tunai langsung, suku bunga negatif, dan lain sebagainya. Dan hampir segala jenis stimulus ekonomi akan memberikan tekanan besar terhadap nilai mata uang fiat.

    “Inilah yang pada akhirnya mendorong masyarakat untuk berbondong-bondong membeli emas untuk melindungi asetnya dari gerusan inflasi,” terang Denny. [red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisis: Alasan Kenapa Harga Emas Harus 5x Lebih Besar

    Jelajahcoin.com – Alasan kenapa harga Emas harus 5x lebih besar dari sebelumnya. Disaat Pasar keuangan global mengalami pukulan serius bulan ini di tengah kekhawatiran yang berkembang dari coronavirus novel (COVID-19).

    Namun, di tengah-tengah ketidakpastian ekonomi, investor sering beralih ke emas sebagai lindung nilai untuk melindungi portofolio mereka. Menurut salah satu model, nilai wajar emas saat ini seharusnya sekitar $8.900, yang lebih dari lima kali lipat dari harga saat ini.

    Model Mercusuar Emas

    Harga emas saat ini berkisar sekitar $1.600 per ons. Ini menandai peningkatan 11% dalam enam bulan terakhir tetapi penurunan 1% pada bulan lalu. Mengingat kinerja pasar keuangan global, emas tampaknya bertahan dengan baik.

    Namun, menurut apa yang disebut Lighthouse Gold Model, nilai wajarnya adalah sekitar $8.900. Sekitar enam kali lebih banyak dari harga saat ini. Menurut model, karya Eddy Elfenbein, “harga emas naik jika suku bunga riil di bawah 2% (riil – tagihan T-3-bulan dikurangi CPI) dengan 6,5x selisih hingga 2%. Sebaliknya, emas harus turun selisih 5x jika tingkat riil di atas 2%.”

    Perlu dicatat bahwa singkatan T-bills adalah singkatan dari Treasury Bills. CPI, di sisi lain, singkatan dari Indeks Harga Konsumen. Postingan ini juga memberikan contoh dengan T-Bills 3 bulan pada 0% dan CPI pada 1,75%. Di mana tingkat bunga riilnya adalah -1,75%. Perbedaan menjadi 2% adalah 3,75. Dan dalam lingkungan ini, harga emas harus naik 24,375% per tahun (6,5 x 3,75).

    Kinerja Emas Melalui Krisis Coronavirus

    Sementara itu berhasil stabil pada saat penulisan ini, emas juga mengalami bulan yang sangat menantang di bulan Maret. Pada satu titik, itu naik dari tertinggi 7 tahun di sekitar $1.700 turun ke $1.490, mencatat kerugian total 12%. Namun, menurut ekonom populer Peter Schiff, ini karena investor tidak mengetahui apa yang akan terjadi. Berbicara tentang masalah ini, dia berkata:

    “Emas jatuh karena investor tidak tahu apa yang akan terjadi. Pola pikir mereka mirip dengan para bankir sentral. Mereka tidak tahu seberapa buruk konsekuensi dari kesalahan kebijakan moneter & fiskal saat ini. Ketika mereka mengetahuinya secara massal, emas akan meroket.”

    Sangat menarik untuk melihat ke mana logam mulia akan membawanya dari sini karena banyak ahli percaya krisis ekonomi baru saja dimulai.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Memperjual Belikan Emas Digix di Tokocrypto

    Emas Digix (DGX) adalah token berbasis emas murni dimana nilai 1 DGX sama dengan 1 gram emas. Tak berbeda dengan sistem investasi emas konvensional, Kita bisa membeli, menabung, dan menjual emas Digix yang dimiliki kapan saja saat harga pasar dirasa menguntungkan.

    Lalu bagaimana sih caranya membeli dan menjual Emas Digix di Tokocrypto?

    Langkah – langkah untuk membeli Digix

    1. Pertama, kita harus memiliki akun yang telah terverifikasi di Tokocrypto, kemudian login.
    2. Pada halaman beranda, masuk ke kolom pasar dan pilih aset DGX/IDR.
    3. Masuk ke dalam kolom “Limit” untuk membeli dengan sistem order book, lalu masukan jumlah Digix pada Kolom Quantity dan masukan jumlah target harga pada kolom Limit Price.
    4. Masuk ke dalam kolom “Market” untuk membeli dengan harga sesuai dengan harga pada saat itu lalu masukan jumlah Digix yang ingin di beli pada kolom Quantity.

    5. Klik kolom Bid/Ask

    Langkah – langkah untuk Menjual Digix

    1. Pada halaman beranda, masuk ke kolom pasar dan pilih aset DGX/IDR.
    2. Masuk ke dalam kolom “Limit” untuk menjual dengan sistem order book, lalu masukan jumlah Digix pada Kolom Quantity dan masukan jumlah target harga pada kolom Limit Price.
    3. Masuk ke dalam kolom “Market” untuk menjual dengan harga sesuai dengan harga pada saat itu lalu masukan jumlah Digix yang ingin di dijual pada kolom Quantity.
    4. Klik kolom Sell/Ask

    Untuk mengetahui apakah proses jual atau beli emas Digix tersebut dapat dilihat pada kolom order book, dan apabila berhasil maka akan ada konfirmasi pembelian atau penjualan pada email yang terdaftar.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Menguntungkan! Hodl 5 Emas Digix Dapat 1 Emas Digix Lagi

    Emas senantiasa menjadi instrumen penting dalam rencana keuangan. Sejak dahulu sampai sekarang, emas adalah aset penting untuk menyimpan kekayaan. Menabung emas merupakan salah satu bentuk investasi yang paling konvensional, dan terbukti menguntungkan dari waktu ke waktu.

    Namun meskipun begitu, menabung emas dalam bentuk fisik seperti perhiasan maupun batangan ternyata memiliki kekurangan tersendiri, salah satu konsekuensi menabung emas fisik adalah adanya kemungkinan kehilangan emas fisik tersebut yang secara fatal dapat menghilangkan seluruh nilai investasinya.

    Seiring perkembangan teknologi finansial, cara menabung emas yang dulu tidak praktis karena harus bolak balik ke toko untuk membeli dan ke bank untuk menyimpan emas, sekarang bisa diatasi dengan inovasi teknologi. Salah satunya adalah emas yang telah terdigitalisasi dalam bentuk Aset Kripto bernama Digix.

    Apa itu Tabungan Emas Digix?

    Berbeda dengan umumnya tabungan, pembukaan tabungan emas dilakukan lewat aplikasi Tokocrypto yang tersedia di Google Play Store. Dalam aplikasi tersebut, proses pendaftaran dan penyetoran awal tabungan emas dilakukan secara online.

    Dan saat ini adalah saat yang tepat untuk memulai menabung emas Digix karena Tokocrypto bersama Digix akan membagikan Token Digix gratis kepada 1000 user pertama yang membeli Digix pada periode 24 Februari — 22 Maret 2020.

    Caranya mudah banget, cukup beli 5 Digix pada periode diatas, kemudian Hodl selama 90 hari maka kamu bisa dapat sekitar 1 Digix, Berikut adalah ketentuan bonus token yang akan didapatkan.

    – Hold selama 30 hari: 0.1 DGX (untuk 1000 orang pertama)
    – Hold selama 60 hari: 0.3 DGX (untuk 100 orang pertama)
    – Hold selama 90 hari: 0.6 DGX (untuk 50 orang pertama)

    Syarat dan ketentuan:

    • Kompetisi ini berlaku untuk seluruh pengguna Tokocrypto yang telah menyelesaikan KYC;
    • Periode pembelian Digix 24 Februari – 22 Maret;
    • Hanya sah pada pengguna yang membeli 5 Digix atau lebih pada periode tersebut;
    • Jumlah Digix yang dilacak hanya yang dibeli di Tokocrypto selama periode tersebut. Deposit Digix ke akun Tokocrypto tidak akan dihitung;
    • Selama periode campaign, pengguna harus mempertahankan jumlah Digix tidak kurang dari 5 DGX.
    • Pengguna yang membeli DGX selama periode dalam jumlah kecil dapat bergabung dengan campaign ketika saldo pengguna mencapai 5 DGX;
    • 1.000 pengguna pertama yang menyimpan 5 DGX selama 30 haridan memenangkan 0,1 DGX, akan diumumkan pada 23 April, dan dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.
    • 100 pengguna pertama yang bertahan selama 60 hari dan memenangkan 0,3 DGX akan diumumkan pada 3 Juni, dan dapat melanjutkan ke tahap berikutnya. Pengguna yang tidak masuk dalam 100 pemenang, dapat menjual atau menarik DGX mereka;
    • 50 pengguna pertama yang bertahan selama 90 hari dan memenangkan 0,6 DGX akan diumumkan pada 23 Juni;
    • Selama periode campaign, jika pengguna menjual sejumlah token yang membuat saldonya kurang dari 5 DGX, periode penyimpanannya akan kembali dari awal;
    • Hadiah akan didistribusikan paling lambat 2 minggu setelah pengumuman.

    Nabung Digix Sekarang

    Selain dari bonus itu, para pengguna tentunya berkesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga emas, tergantung pada kondisi pergerakan harga emas global, nah tunggu apa lagi? Yuk nabung emas Digix sekarang juga di Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com