Tag: etf bitcoin

  • Mengapa Harga BTC Tidak Naik Meskipun Ada ETF Bitcoin Spot?

    Pada awal tahun 2024, komunitas kripto dengan penuh harap-harap cemas menyambut kehadiran Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin spot. Namun, setelah mendapatkan persetujuan resmi dari Securities and Exchange Commission (SEC), banyak yang bertanya-tanya: mengapa harga Bitcoin (BTC) tidak mengalami lonjakan, meskipun ada minat dari investor tradisional di Amerika Serikat?

    Salah satu analis terkemuka, Peter Schiff, telah berbicara tentang tren harga Bitcoin baru-baru ini. Menurut Schiff, salah satu alasan mengapa harga BTC tidak mengalami kenaikan yang signifikan adalah arus keluar dana dari Grayscale Bitcoin Trust (GBTC), yang jumlahnya lebih besar daripada aliran masuk ke sepuluh ETF Bitcoin spot lainnya.

    Dikutip Bitcoinsistemi, Schiff yang dikenal sebagai pendukung emas sejati, mencatat bahwa permintaan terhadap Bitcoin Spot ETF mengalami penurunan, dan ini bisa menjadi salah satu penyebab kurangnya pergerakan positif dalam harga Bitcoin.

    Sebelum persetujuan ETF, banyak yang berharap bahwa produk-produk baru ini akan menarik minat pembeli. Namun, keinginan tersebut sepertinya redup karena sejumlah besar investor memilih untuk menjual aset mereka di GBTC.

    Selain itu, Schiff memperingatkan bahwa ada kemungkinan pengenalan peraturan ketat dalam pasar mata uang kripto. Dia mengatakan, “Karena Gary Gensler [Ketua SEC] terdesak untuk menyetujui Bitcoin ETF, saya berharap dia akan segera mengenalkan regulasi baru yang ketat, yang mungkin akan meningkatkan biaya transaksi Bitcoin secara signifikan. Ini dapat melemahkan argumen penggunaan Bitcoin dan berpotensi menyebabkan penurunan harga yang tajam.”

    Pasar kripto terus berkembang dan berubah, dengan banyak faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset digital. Meskipun ETF Bitcoin spot telah menjadi titik fokus dalam industri ini, efeknya terhadap harga Bitcoin sepertinya belum sepenuhnya terwujud, dan para pemangku kepentingan terus memantau perkembangan di pasar ini dengan cermat.

    Volume ETF Bitcoin Lampaui $10 Miliar

    BlackRock makin mantap melangkah ke market kripto incar investor kaya. Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg.
    BlackRock makin mantap melangkah ke market kripto incar investor kaya. Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg.

    Baca juga: Solana Berencana Luncurkan Ponsel Baru, Akankah Harga SOL Naik?

    Volume ETF Bitcoin tidak meninggalkan keraguan tentang masa depan meskipun ada rintangan harga BTC selama seminggu terakhir.

    Data dari analis Bloomberg Intelligence James Seyffart yang diunggah ke X (sebelumnya Twitter) menunjukkan bahwa pada 16 Januari, volume spot ETF telah melampaui $10 miliar.

    ETF terbaru Bitcoin telah menimbulkan kontroversi sejak debutnya pada 11 Januari, dengan aktivitas perdagangan yang hingar-bingar hanya memiliki sedikit dampak nyata terhadap pertumbuhan harga BTC.

    Meskipun beberapa pihak merasa was-was dengan dampaknya, rekan analis Bloomberg, Eric Balchunas berpendapat bahwa angka-angka mentah sudah membuktikannya.

    “Izinkan saya menjelaskan betapa gilanya volume $10 miliar dalam 3 hari pertama,” komentarnya di postingan Seyffart.

    “Ada 500 ETF yang diluncurkan pada tahun 2023. Hari ini, mereka menghasilkan volume gabungan sebesar $450 juta. Yang terbaik menghasilkan $45 juta. Dan banyak yang memiliki waktu berbulan-bulan untuk memulainya. $IBIT sendiri melihat lebih banyak aktivitas daripada keseluruhan ETF lainnya.”

    Namun, sementara itu, hanya sedikit yang mengantisipasi lonjakan harga BTC di luar kisaran perdagangan yang sudah ada sejak awal Desember 2023.

    Meskipun beberapa pihak tetap percaya diri dengan kekuatan pasar pada level $43.000 saat ini, masih ada keraguan mengenai kemampuan Bitcoin untuk menghindari kapitulasi baru.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 17 April 2025: $OM Melejit, Bitcoin Kapan Nyusul?

    Pasar kripto (17/5) sedang bergerak dinamis—dari ETF Bitcoin yang mulai stabil, regulasi baru The Fed, hingga lonjakan mengejutkan token $OM. Tapi, apa artinya semua ini untuk Bitcoin selanjutnya? Temukan jawabannya di sini.

    Dana Masuk ke Bitcoin ETF Stabil, Tapi Waspadai Risiko

    • •⁠ ⁠Aliran dana ke ETF Bitcoin mulai stabil awal April.
    • •⁠ ⁠Didominasi BlackRock & Fidelity.
    • •⁠ ⁠Analis ingatkan risiko koreksi jika dana masuk melambat.

    The Fed Tahan Suku Bunga, Tapi Longgarkan Aturan untuk Kripto

    •⁠ ⁠Powell pastikan belum ada rencana pemotongan suku bunga.
    •⁠ ⁠Regulasi perbankan kripto akan dilonggarkan.
    •⁠ ⁠Sinyal positif untuk adopsi aset digital di AS.

    MANTRA (OM) Melejit, Pimpin Kenaikan Pasar Hari Ini

    • •⁠ ⁠Harga $OM naik lebih dari 13% dalam 24 jam terakhir.
    • •⁠ ⁠Didorong sentimen positif seputar proyek RWA (Real World Assets).
    • •⁠ ⁠OM jadi top gainer di antara altcoin besar lainnya.

    Baca juga: Co-Founder MANTRA Janji Evaluasi, Harga Token OM Naik Tipis

    Emas Cetak Rekor Baru, Apakah Giliran Bitcoin Selanjutnya?

    • •⁠ ⁠Emas tembus $3.317 per ons, naik 26% sepanjang 2025.
    • •⁠ ⁠Didorong pembelian bank sentral & ketegangan AS–China.
    • •⁠ ⁠Bitcoin stagnan di sekitar $84.000, belum ikuti reli emas.

    Baca juga: Bitcoin Incar Level $93.500, Tapi Resistensi Kunci Dapat Turunkan Harga ke $80.500


    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Tembus Resistance Penting Menuju $94.000?

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC) kembali menarik perhatian setelah berhasil menembus rata-rata pergerakan 50 hari (50-day SMA), sebuah indikator teknikal penting yang selama ini menjadi batas resistance kuat.

    Momentum ini menjadi sinyal kuat bagi pasar bahwa para “bull” kembali mendominasi, dengan potensi besar untuk membawa harga Bitcoin ke level yang jauh lebih tinggi, yakni $94.000.

    Arah Tren Mulai Jelas

    Setelah beberapa pekan bergerak sideways dan mengalami tekanan dari berbagai arah, baik makroekonomi maupun sentimen regulasi, Bitcoin akhirnya menunjukkan kekuatan baru.

    Penembusan garis 50-day SMA mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai mereda, dan pembeli mulai mengambil alih kontrol pasar.

    Hal ini diperkuat dengan volume perdagangan yang meningkat, serta indikator teknikal seperti Relative Strength Index (RSI) yang mendekati zona bullish namun belum menunjukkan overbought, menandakan ruang kenaikan masih terbuka.

    Baca Juga: Tren Bitcoin 14-18 April 2025: Minggu Tenang By Hoteliercrypto

    Faktor-Faktor Pendukung Kenaikan Harga

    Menurut laporan The Coin Republic pada Senin (14/4), beberapa faktor turut mendorong optimisme pasar terhadap reli harga Bitcoin saat ini:

    1. Minat Institusional yang Kembali Menguat
      Banyak institusi keuangan besar mulai meningkatkan eksposur mereka terhadap aset digital, khususnya Bitcoin. ETF Bitcoin spot yang semakin populer juga membantu mengalirkan modal baru ke pasar.
    2. Lingkungan Makro yang Lebih Stabil
      Meskipun inflasi global belum sepenuhnya jinak, stabilitas suku bunga dan kebijakan moneter yang tidak seketat tahun lalu menciptakan ruang bagi aset berisiko seperti kripto untuk kembali diminati.
    3. Arah Regulasi yang Lebih Jelas
      Beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, mulai menunjukkan sinyal regulasi yang lebih kondusif terhadap aset digital. Ini memberikan kepercayaan lebih bagi investor ritel maupun institusi.

    Target Harga $94.000: Apakah Realistis?

    Target harga Bitcoin menuju $94.000 didasarkan pada analisis teknikal jangka menengah hingga panjang.

    Jika momentum bullish ini berlanjut, maka level resistance utama berikutnya berada di sekitar $75.000, sebelum akhirnya menguji ATH baru di kisaran $94.000.

    Model prediktif seperti Fibonacci extension dan channel uptrend menunjukkan bahwa skenario tersebut bukanlah sesuatu yang tidak mungkin, meski tetap harus disertai volume dan sentimen positif yang konsisten.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 14 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 14 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Namun, pasar kripto terkenal dengan volatilitas tinggi. Oleh karena itu, koreksi teknikal dalam jangka pendek tetap mungkin terjadi. Koreksi tersebut justru bisa menjadi peluang bagi investor untuk masuk kembali sebelum reli lanjutan.

    Sentimen Pasar Saat Ini

    Data dari beberapa platform analitik menunjukkan bahwa sentimen pasar mulai bergeser ke zona optimistis. Indeks Fear and Greed menunjukkan level “Greed”, meskipun belum ekstrem.

    Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap reli saat ini cukup solid, namun belum memasuki fase euforia.

    Di sisi lain, analis memperingatkan agar investor tetap waspada terhadap potensi retracement atau fake breakout. Manajemen risiko tetap menjadi kunci utama di pasar seperti ini.

    Baca Juga: Anggota Parlemen Swedia Ajukan Bitcoin Jadi Cadangan Devisa Nasional

    Maka dari itu, penembusan Bitcoin terhadap garis SMA 50 hari menandai perubahan penting dalam arah tren harga.

    Dengan dukungan sentimen positif, faktor fundamental yang menguat, serta potensi teknikal menuju $94.000, BTC tampaknya sedang dalam jalur bullish yang kuat.

    Namun demikian, pasar kripto tetap membutuhkan pendekatan rasional dan disiplin.

    Meskipun prospek jangka menengah terlihat menjanjikan, volatilitas tetap menjadi tantangan utama bagi semua pelaku pasar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Rekor Baru! ETF Bitcoin AS Serap 8.775 BTC dengan Inflow Rp 12 Triliun

    Lonjakan minat institusional terhadap Bitcoin kembali mencatatkan rekor baru yang bakal sulit dilewati.

    Berdasarkan laporan The Defiant pada Selasa (25/3), ETF Bitcoin AS mencatat inflow sebesar $744 juta (sekitar Rp 12 triliun) dalam sepekan terakhir, setara dengan 8.775 BTC yang diserap dari pasar.

    Aksi akumulasi masif ini terjadi di tengah sorotan pada Ethereum terkait potensi ETF dan upgrade jaringan.

    ETF Bitcoin: Fakta dan Angka Terkini

    Hingga berita ini tayang, total aset kelolaan (AUM) ETF Spot Bitcoin AS mencapai lebih dari $55 miliar yang dipimpin oleh BlackRock (IBIT) dan Fidelity (FBTC).

    Inflow harian tertinggi berhasil dicatatkan pada 24 Juni 2024 dengan inflow bersih mencapai $217 juta yang merupakan level tertinggi sejak Maret 2024.

    90% inflow berasal dari investor institusional, termasuk dana pensiun dan perusahaan asuransi.

    Faktor Pemicu

    Lonjakan inflow ETF Bitcoin dipicu ketidakpastian regulasi Ethereum. Penundaan keputusan SEC tentang ETF Ethereum membuat investor beralih ke Bitcoin sebagai “safe haven”.

    “Inflow ETF Bitcoin mencerminkan kepercayaan institusi yang semakin dalam. Mereka tak sekadar spekulasi, tapi melihat BTC sebagai lindung nilai inflasi jangka panjang,” kata Eric Balchunas, analis dari Bloomberg.

    Dalam beberapa hari terakhir, harga Bitcoin menembus $67.000 setelah sentimen positif dari Fed tentang potensi penurunan suku bunga, sehingga para investor kembali aktif berinvestasi di Bitcoin.

    Investor institusi juga mulai mengakumulasi BTC jelang pengurangan pasokan untuk mengantisipasi halving April 2025.

    Ethereum di Tengah Bayang-Bayang Bitcoin

    Meski ETF Bitcoin merajai, Ethereum nyatanya tak sepenuhnya kehilangan sorotan di kalangan investor.

    Berkat rencana Upgrade Pectra, peningkatan jaringan Ethereum pada Q4 2024 ini diyakini bakal meningkatkan utilitas ETH.

    Analis Bloomberg memperkirakan 35% kemungkinan ETF Ethereum disetujui SEC pada 2025.

    Selain itu, total nilai terkunci (TVL) di protokol Ethereum naik 12% dalam sebulan, yang didorong oleh tren restaking.

    Apakah Momentum Akan Berlanjut?

    Rekor inflow ETF Bitcoin menegaskan bahwa aset kripto semakin tak terhindarkan dalam portofolio modern.

    Bitcoin akan terus jadi primadona institusi berkat likuiditas tinggi dan status “digital gold”.

    Pasalnya, ETH memiliki potensi rally lebih besar jika ETF disetujui, tapi risiko regulasi lebih tinggi.

    Pada dasarnya, investor akan tetap memantau pergerakan BTC dan ETH, melakukan riset, sebelum akhirnya berinvestasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Dukung Staking untuk ETF Ethereum

    BlackRock, salah satu manajer aset terbesar di dunia, menunjukkan minat kuat terhadap mekanisme staking untuk ETF Ethereum.

    Robert Mitchnick, Kepala Aset Digital BlackRock dalam wawancara dengan Theblock, menyatakan bahwa staking dapat menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya tarik Ethereum ETF di pasar.

    Menurut Mitchnick, semua ETF Ethereum yang diluncurkan sebelumnya tidak memiliki fitur staking.

    Padahal, staking dapat meningkatkan potensi keuntungan bagi investor melalui yield tambahan.

    Jika mekanisme ini disetujui, diharapkan lebih banyak investor tertarik untuk berinvestasi di produk ETF Ethereum.

    NYSE Arca Ajukan Perubahan Aturan

    Bersamaan dengan optimisme BlackRock, NYSE Arca mengajukan perubahan aturan yang memungkinkan Bitwise Ethereum ETF untuk melakukan staking.

    Langkah ini diikuti oleh beberapa pemain besar lainnya, seperti Grayscale, 21Shares, dan Fidelity, yang juga mengajukan proposal serupa.

    Dengan adanya pengajuan ini, diharapkan regulator seperti SEC dapat memberikan izin bagi ETF Ethereum untuk memperoleh keuntungan tambahan dari staking.

    Saat ini, SEC di bawah kepemimpinan baru tampak lebih terbuka terhadap inovasi di sektor aset kripto.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 21 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 21 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Potensi Keuntungan bagi Investor

    Jika SEC menyetujui mekanisme staking untuk ETF Ethereum, para penerbit dana dapat memperoleh pendapatan tambahan dari hasil staking tanpa harus menjual aset utama mereka.

    Hal ini akan meningkatkan daya tarik ETF Ethereum sebagai instrumen investasi yang lebih menguntungkan.

    Meski demikian, masih terdapat tantangan teknis dan regulasi yang harus diselesaikan sebelum mekanisme ini dapat diterapkan sepenuhnya.

    Namun, jika berhasil, langkah ini dapat menjadi perubahan besar dalam ekosistem investasi kripto.

    Perbandingan dengan ETF Bitcoin

    Meskipun ETF Ethereum telah menarik investasi miliaran dolar, pencapaiannya masih jauh di bawah ETF Bitcoin.

    Sebagai contoh, ETF Ethereum milik BlackRock memiliki aset kelolaan sekitar $2,3 miliar, sedangkan ETF Bitcoin milik perusahaan yang sama mencapai hampir $48 miliar.

    Dengan diperbolehkannya staking, ETF Ethereum berpotensi mendapatkan momentum baru untuk mengejar ketertinggalan dari ETF Bitcoin dan menarik lebih banyak investor institusional maupun ritel.

    Adanya dorongan dari BlackRock dan langkah proaktif dari NYSE Arca menunjukkan bahwa pasar ETF Ethereum sedang menuju perubahan besar.

    Jika staking diperbolehkan, ETF Ethereum dapat menjadi lebih kompetitif dan menguntungkan bagi investor.

    Keputusan SEC dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi faktor penentu bagi masa depan ETF Ethereum di pasar keuangan global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank AS Kini Dapat Menangani Kripto dan Stablecoin Secara Legal

    Regulator perbankan di Amerika Serikat, Office of the Comptroller of Currency (OCC), telah memberikan izin bagi bank untuk menangani aset kripto dan stablecoin.

    Keputusan ini memungkinkan bank AS untuk menawarkan layanan kustodian aset digital, pemrosesan pembayaran stablecoin, serta menjalankan node blockchain.

    Dampak Besar Bagi Sektor Keuangan

    Ambcrypto melaporkan pada Minggu (9/3) bahwa banyak pengamat pasar percaya bahwa keputusan ini merupakan angin segar bagi industri keuangan digital.

    Dengan keterlibatan bank dalam kripto, adopsi blockchain dalam sistem keuangan tradisional semakin luas.

    Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aset digital, terutama di tengah peralihan pemerintahan yang semakin pro-kripto.

    OCC Menghapus Larangan Sebelumnya

    Sebelumnya, regulator keuangan sempat memberlakukan kebijakan yang membatasi keterlibatan bank dalam aset kripto, yang dikenal sebagai ‘Operation ChokePoint 2.0’.

    Namun, dengan dicabutnya kebijakan tersebut, bank kini memiliki kebebasan lebih besar untuk berpartisipasi dalam sektor kripto tanpa menghadapi kendala regulasi yang ketat.

    Respons Pelaku Pasar

    Jeremy Allaire, pendiri Circle (penerbit stablecoin USDC), menyambut baik keputusan ini dan mengatakan bahwa bank segera akan mulai menggunakan USDC dalam transaksi blockchain.

    Selain itu, Alexander Grieve dari Paradigm menekankan bahwa kebijakan baru ini menandai akhir dari pembatasan bank terhadap aset kripto.

    Potensi Persaingan di Pasar Kustodian Kripto

    Keputusan ini juga membuka peluang baru bagi bank-bank besar seperti JPMorgan, Goldman Sachs, dan BNY Mellon untuk menawarkan layanan kustodian kripto, termasuk penyimpanan ETF Bitcoin.

    Hal ini berpotensi menciptakan persaingan langsung dengan platform kripto seperti Coinbase, yang selama ini mendominasi layanan tersebut.

    Masa Depan Kripto dalam Sistem Perbankan

    Dengan regulasi yang lebih terbuka, blockchain dan stablecoin semakin mendapat tempat dalam sistem keuangan tradisional.

    Langkah ini tidak hanya mempercepat inovasi di sektor keuangan, tetapi juga memperkuat legitimasi aset digital dalam dunia perbankan.

    Ke depan, perkembangan ini berpotensi mengubah lanskap keuangan global dengan lebih banyak integrasi antara teknologi blockchain dan sistem perbankan konvensional.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • iShares Bitcoin Trust Milik BlackRock Catatkan Rekor Baru

    Di tengah kekhawatiran para investor kripto terhadap isu peretasan dan kebijakan Trump, sebuah anomali justru terjadi.

    iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock, dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Bitcoin terbesar, mengalami penarikan yang memecahkan rekor.

    Pada transaksi tanggal 26 Februari, IBIT menorehkan rekor baru di tengah aksi jual berkepanjangan di sektor tersebut selama tujuh hari perdagangan terakhir.

    Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa IBIT kehilangan 5.002 BTC, senilai $418 juta, yang menandai arus keluar tertinggi dalam satu hari dari dana tersebut. Arus keluar ini melampaui rekor sebelumnya sebesar $332 juta yang ditetapkan pada bulan Januari.

    Hasilnya, IBIT, yang mengelola aset sekitar $48 miliar, memainkan peran penting dalam total arus keluar sektor secara keseluruhan sebesar $756 juta pada hari tersebut.

    ETF Bitcoin Lainnya

    Fidelity’s Wise Origin Bitcoin Trust (FBTC) juga mengalami tekanan jual yang signifikan, dengan investor menarik Bitcoin senilai $145,69 juta.

    Sementara itu, Ark 21Shares ETF Bitcoin (ARKB) mencatat arus keluar sebesar $60,46 juta, dan Grayscale’s Mini Bitcoin Fund mengalami penarikan sebesar $55,97 juta.

    Sebagaimana dikutip dari Cryptoslate pada Jumat (28/2), beberapa dana lainnya juga menghadapi aksi jual, meskipun pada level yang lebih rendah.

    Misalnya saja GBTC milik Grayscale yang merosot $22,66 juta. Sedangkan BTCO milik Invesco Galaxy mencatatkan penarikan $16,83 juta.

    ETF milik Bitwise merugi $13,65 juta, sementara BTCW milik WisdomTree dan EZBC milik Franklin Templeton melaporkan arus keluar masing-masing sebesar $11,52 juta dan $9,69 juta.

    Sementara itu, gelombang penjualan ini menyusul arus keluar yang lebih besar sebesar $937,7 juta pada tanggal 25 Februari, yang memperpanjang aksi jual beruntun selama tujuh hari.

    Selama seminggu terakhir, hampir $3 miliar telah keluar dari ETF Bitcoin, yang menggarisbawahi meningkatnya kehati-hatian investor di tengah ketidakpastian pasar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Waspada, Arus Keluar ETF Bitcoin Tembus $1,1 Miliar

    Ketakutan pasar mendorong investor menjauh dari aset berisiko karena meningkatnya ketegangan perdagangan dan ketidakpastian ekonomi.

    Imbasnya, ETF Bitcoin spot AS membukukan arus keluar bersih sekitar $1,1 miliar pada hari Selasa. Ini merupakan arus keluar harian terbesar sejak peluncurannya, menurut data dari Farside Investors.

    Sejauh minggu ini, arus keluar bersih grup tersebut telah melonjak hingga lebih dari $1,6 miliar.

    Penarikan besar-besaran berlanjut selama aksi jual tajam pasar kripto, dengan investor mundur dari aset berisiko dalam menghadapi meningkatnya kekhawatiran ekonomi makro setelah ancaman tarif Presiden Trump.

    FBTC milik Fidelity memimpin eksodus dengan arus keluar sekitar $344 juta, diikuti oleh IBIT milik BlackRock dengan hampir $162 juta dalam penebusan, dan ARKB milik ARK Invest dengan $126 juta.

    Sementara itu, BITB milik Bitwise dan BTC milik Grayscale masing-masing mencatat lebih dari $85 juta dalam arus keluar bersih.

    Arus Keluar ETF Bitcoin

    EZBC milik Franklin Templeton merugi $74 juta, sedangkan GBTC milik Grayscale dan BTCO milik Invesco masing-masing turun sebesar $66 juta dan $62 juta.

    Dana pesaing yang dikelola oleh Valkyrie, WisdomTree, dan VanEck juga melaporkan arus keluar bersih.

    Arus keluar yang intens melampaui rekor sebelumnya yang ditetapkan pada 19 Desember, ketika kelompok ETF Bitcoin spot melihat penarikan hampir $672 juta setelah Bitcoin turun di bawah $97.000.

    Penarikan tersebut melampaui rekor sebelumnya sebesar $672 juta yang ditetapkan pada tanggal 19 Desember, menandai hari keenam berturut-turut arus keluar untuk kelompok ETF, yang melihat penarikan sebesar $539 juta pada hari Senin.

    Bitcoin menyentuh $86.000 hari ini, level terendah sejak November, dan saat ini diperdagangkan pada $88.000, turun 7% selama seminggu terakhir, menurut TradingView.

    Secara keseluruhan, total kapitalisasi pasar kripto telah turun 3,5% dalam waktu 24 jam terakhir.

    Picu Likuidasi

    Penurunan tajam di seluruh aset memicu likuidasi leverage senilai $1,6 miliar pada hari Senin, sebagaimana dilaporkan Crypto Briefing pada Kamis (27/2).

    Mantan CEO BitMEX Arthur Hayes memperingatkan potensi penurunan pasar saat dana lindung nilai menghentikan perdagangan dasar mereka yang melibatkan ETF Bitcoin.

    “Banyak pemegang $IBIT adalah dana lindung nilai yang melakukan long ETF short CME futures untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih besar daripada yang mereka lakukan, yaitu pendanaan jangka pendek US treasury,” kata Hayes.

    Ia memperingatkan bahwa jika harga Bitcoin jatuh, “dana ini akan menjual $IBIT dan membeli kembali CME futures.”

    Gejolak pasar menyusul pengaktifan kembali tarif oleh Presiden Trump atas barang-barang dari Meksiko dan Kanada, yang menyalakan kembali ketakutan terhadap inflasi dan mendorong investor menjauh dari aset-aset berisiko.

    Bahkan Indeks Ketakutan dan Keserakahan Kripto, ukuran sentimen pasar kripto, telah turun dari 25 ke 21, tetap berada dalam “zona ketakutan ekstrem.”


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Bitcoin Kembali Menguat, Inflow Tembus $66,19 Juta

    Setelah mengalami periode sulit dengan arus keluar yang signifikan, ETF Bitcoin kembali menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

    Pada Senin, 17 Februari, ETF Bitcoin mencatat inflow bersih sebesar $66,19 juta (Rp 1 triliun), menandai awal yang positif bagi pasar kripto seperti dilaporkan oleh News Bitcoin.

    Pemimpin Inflow Bitcoin ETFDi antara berbagai ETF Bitcoin, Fidelity’s FBTC berasa di pucuk dengan inflow terbesar, mencapai $94,04 juta.

    Sementara itu, Blackrock’s IBIT dan Bitwise’s BITB masing-masing menambahkan $22,26 juta dan $7,99 juta. Grayscale’s BTC juga mencatat inflow sebesar $6,46 juta.

    Namun, tidak semua dana mengalami pertumbuhan. Grayscale’s GBTC mengalami arus keluar sebesar $46,95 juta, sementara Ark dan 21Shares’ ARKB mengalami penarikan dana sebesar $13,19 juta. Selain itu, Vaneck’s HODL juga mencatat outflow sebesar $4,43 juta.

    Selain Bitcoin, ETF Ethereum juga mengalami inflow positif sebesar $11,65 juta. Fidelity’s FETH menjadi kontributor utama untuk lonjakan ini, menunjukkan adanya minat investor yang kembali meningkat terhadap aset kripto.

    Harga Bitcoin dan Ethereum Stabil

    Meski terjadi inflow besar pada ETF, harga Bitcoin masih berada di level $95.614, mencatat penurunan kecil sebesar 0,006% dari harga sebelumnya.

    Sementara itu, Ethereum diperdagangkan pada $2.691,25 dengan penurunan 0,009% secara harian. Fluktuasi kecil ini menunjukkan fase konsolidasi di tengah meningkatnya arus investasi pada ETF.

    Pemulihan inflow pada ETF Bitcoin dan Ether bisa menjadi indikasi bahwa sentimen pasar mulai berubah. Dengan meningkatnya kepercayaan investor, potensi kenaikan lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang semakin terbuka.

    Dengan tren positif ini, investor dapat lebih optimis terhadap prospek pasar kripto, terutama bagi mereka yang mengikuti pergerakan ETF sebagai indikator utama.

    Tetap pantau perkembangan lebih lanjut untuk melihat apakah tren ini akan terus berlanjut.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dampak Investasi Mubadala Abu Dhabi Terhadap ETF Bitcoin BlackRock

    Perusahaan asal Abu Dhabi, Mubadala, telah berinvestasi sebesar $436 juta atau senilai Rp 7 triliun di iShares ETF Bitcoin (IBIT) milik BlackRock.

    Dengan investasi ini, Mubadala menjadi pemegang saham IBIT terbesar ketujuh. Sehingga menunjukkan meningkatnya minat institusi terhadap Bitcoin.

    Dalam laporan SEC yang dirilis pada 14 Februari 2025, terungkap bahwa Mubadala telah mengakuisisi lebih dari 8,2 juta saham IBIT selama kuartal keempat 2024.

    Langkah ini menempatkan Mubadala di antara investor institusional besar lainnya seperti Goldman Sachs, Millennium Management, dan Symmetry Investments. James Seyffart, analis ETF dari Bloomberg, menyatakan bahwa ini adalah bukti semakin luasnya adopsi Bitcoin di kalangan institusi keuangan global.

    Sementara itu, Pendiri Binance, Changpeng Zhao, menyoroti bahwa Mubadala hanyalah salah satu dari beberapa dana kekayaan sovereign di Abu Dhabi.

    Dikutip dari Coin Paprika, pernyataan dari para analis tersebut memunculkan spekulasi bahwa dana investasi milik negara lainnya juga mungkin akan terlibat dalam investasi ETF Bitcoin.

    Strategi ini sejalan dengan upaya Uni Emirat Arab untuk menjadi pusat blockchain global dengan regulasi yang progresif. Keputusan Mubadala mencerminkan tren lebih luas dalam adopsi Bitcoin oleh institusi di seluruh dunia.

    Bahkan, beberapa pembuat kebijakan mulai mempertimbangkan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan keuangan strategis. Senator AS Cynthia Lummis merespons investasi ini dengan menyatakan bahwa persaingan global Bitcoin sedang berlangsung.

    “Saya sudah bilang, perlombaan telah dimulai. Saatnya Amerika menang,” cuit sang senator melalui media sosial X.

    Lummis juga telah memperkenalkan Bitcoin Act of 2024, yang mengusulkan agar pemerintah AS menjual sebagian cadangan emasnya untuk membeli Bitcoin.

    Rancangan undang-undang ini menargetkan akuisisi 1 juta BTC, setara dengan sekitar 5% dari total suplai Bitcoin yang ada saat ini.

    Meskipun kebijakan pemerintah federal terhadap Bitcoin masih belum pasti, beberapa negara bagian di AS telah mengambil langkah mandiri dalam mendukung investasi kripto.

    Lebih dari 20 negara bagian telah memperkenalkan atau mengesahkan undang-undang yang mendukung investasi aset digital.

    Para pemimpin industri melihat perkembangan ini sebagai indikasi bahwa AS sedang menuju menjadi negara yang lebih ramah terhadap Bitcoin, didorong oleh inisiatif negara bagian serta meningkatnya minat institusional.

    Investasi besar Mubadala di ETF Bitcoin BlackRock bukan hanya sinyal kepercayaan terhadap Bitcoin, tetapi juga memperkuat peran Abu Dhabi dalam ekosistem kripto global.

    Dengan dukungan regulasi yang kuat dan investasi institusional yang terus meningkat, masa depan Bitcoin semakin cerah.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com