Tag: etf bitcoin

  • Bitcoin Mencapai Harga Rp 555 Juta

    Harga Bitcoin naik ke level tertinggi dalam satu tahun terakhir pada hari Selasa (24/10) pagi. Bahkan, harga Bitcoin telah mencapai di atas US$ 35.000 (Rp 555 juta), level yang belum pernah terlihat sejak Mei 2022. Kenaikan year-to-date (YTD) Bitcoin tembus lebih dari 110%.

    Bitcoin (BTC) telah menjadi pusat perhatian lagi dalam beberapa jam terakhir. Pada Selasa (23/10), pukul 09:30 WIB, BTC diperdagangkan melewati angka US$ 35.000. Namun, yang lebih menarik adalah pencapaian harga tertinggi tahun ini (ATH) sebesar US$ 35.193 (Rp 558 juta) oleh Bitcoin, yang memberi sinyal bahwa kripto ini masih memiliki potensi untuk menguat lebih lanjut.

    Harga Bitcoin terus bergerak dengan volatilitas yang signifikan. Saat ini, kita dapat mengidentifikasi level-level penting yang menjadi pemandu dalam pergerakan harga BTC. Diantaranya adalah support dan resistance yang tercatat sebesar US$ 30.000 dan US$ 35.800.

    Analisa Harga Bitcoin

    Pada saat ini, US$ 30.000 yang sebelumnya berperan sebagai level resistance, telah beralih fungsi menjadi support psikologis. Ini adalah indikasi kuat bahwa ada minat pembeli yang kuat di level ini. Trader dan investor kripto dengan cepat mengakui pentingnya level psikologis dalam analisis teknis, dan US$ 30.000 telah menjadi salah satu level kunci dalam tren harga Bitcoin saat ini.

    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Menambang Pajak Kripto: Sebuah Perspektif

    Sementara support pada US$ 30.000 telah menjadi titik fokus positif, perlu juga diperhatikan bahwa Bitcoin menghadapi resistance pada level US$ 35.800. Dalam beberapa jam terakhir, BTC mendekati harga US$ 35.200, yang menjadi level kritis yang perlu diatasi, jika kita ingin melihat kenaikan lebih lanjut.

    Harga Bitcoin akan menghadapi beberapa tantangan saat mendekati US$ 35.000-US$ 36.000, tetapi jika berhasil melewati level tersebut, itu bisa menjadi tanda positif untuk penguatan lebih lanjut.

    Sentimen Pendorong

    Penguatan pasar kripto dan Bitcoin hari ini telah didukung setelah media melaporkan bahwa Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) tidak akan membantah keputusan yang mendukung Grayscale Investments yang secara keliru menolak permohonannya untuk ETF Bitcoin. Pengadilan AS juga telah mengizinkan perusahaan untuk melanjutkan permohonan ETF Bitcoin Spot dan mengirimkan permohonan kembali ke SEC.

    Kemudian, berita mengenai ETF Bitcoin dari BlackRock muncul di situs Depository Trust & Clearing Corp. Harus diingat bahwa kemunculan berita ini di halaman tersebut tidak berarti bahwa ETF tersebut telah disetujui. Namun, fakta bahwa BlackRock telah mencapai tahap ini dalam persiapannya tentu saja mencerminkan tingkat optimisme yang signifikan.

    Ilustrasi Bitcoin Fear and Greed Index pada Selasa, 24 Oktober 2023. Sumber: Alternative.me.
    Ilustrasi Bitcoin Fear and Greed Index pada Selasa, 24 Oktober 2023. Sumber: Alternative.me.

    Baca juga: Matrixport: Bitcoin Capai Rp 892 Juta Setelah ETF BlackRock Disetujui

    Sentimen pelaku pasar masih tetap optimistis. Fear & Greed Index melonjak tinggi di angka 66/100, memasuki zona “Greed.” Terakhir kali posisi tersebut terjadi pada awal tahun 2023 ini. Hal ini menunjukkan bahwa investor dan trader di pasar kripto saat ini semakin cenderung untuk mengambil risiko dan mencari keuntungan lebih besar.

    Zona “Greed” pada Fear & Greed Index mengindikasikan tingkat kepercayaan yang tinggi dan keyakinan bahwa harga Bitcoin masih memiliki potensi kenaikan yang signifikan. Namun, perlu diingat bahwa pasar kripto tetap sangat volatil, dan sentimen pasar dapat berubah dengan cepat, oleh karena itu, para pelaku pasar tetap disarankan untuk mengikuti perkembangan dengan cermat dan tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sejarah Baru! Vanguard Buka Akses untuk Bitcoin dan Crypto ETF

    Keputusan mengejutkan datang dari Vanguard, manajer aset terbesar kedua di dunia, yang akhirnya membuka akses perdagangan ETF dan reksa dana terkait kripto, termasuk Bitcoin, kepada 50 juta nasabah brokernya. Langkah besar yang pertama kali diungkap Bloomberg ini menandai perubahan sikap paling drastis sepanjang sejarah perusahaan yang selama ini terkenal paling anti-kripto.

    Mulai 2 Desember 2025, investor kini bisa memperdagangkan ETF kripto yang diatur secara resmi lewat platform Vanguard, sebuah sinyal kuat bahwa pasar aset digital telah mencapai tingkat kematangan yang tak lagi bisa diabaikan oleh institusi keuangan tradisional.

    Permintaan Investor Jadi Pemicu Utama

    Keputusan ini datang di tengah melonjaknya minat investor terhadap aset digital. ETF Bitcoin spot yang meledak pada awal 2024 mendatangkan miliaran dolar ke pasar. Salah satu contohnya, iShares Bitcoin Trust milik BlackRock, sempat menyentuh hampir USD 100 miliar pada puncaknya, membuat perusahaan konservatif seperti Vanguard semakin terdesak untuk membuka akses serupa.

    Infrastruktur Pasar Dinilai Sudah Matang

    Andrew Kadjeski, Kepala Brokerage & Investments Vanguard, menyebut bahwa infrastruktur ETF kripto kini telah “cukup likuid, matang, dan aman” bagi investor arus utama. Dalam standar Vanguard yang selama ini sangat berhati-hati, pernyataan ini menunjukkan adanya pergeseran besar dalam penilaian risiko perusahaan.

    Peran CEO Baru yang Pro-Blockchain

    Tak dapat dipungkiri, kepemimpinan CEO baru Vanguard, Salim Ramji, turut mempercepat perubahan ini. Ramji, mantan eksekutif BlackRock sekaligus pendukung teknologi blockchain, dikabarkan menjadi tokoh kunci dalam mengubah perspektif perusahaan terhadap aset digital.

    Apa Saja yang Dibuka Vanguard?

    Vanguard tetap selektif dalam langkah barunya:

    Diizinkan

    • Perdagangan ETF Bitcoin yang sudah teregulasi
    • Reksa dana terkait kripto
    • ETF dengan dukungan institusional solid
    • Akses kripto melalui akun broker reguler

    Tidak Diizinkan

    • Vanguard tidak akan membuat ETF kripto miliknya sendiri
    • Tidak akan meluncurkan token “Vanguard Coin
    • Tidak mendukung dana terkait meme coin atau produk berisiko tinggi

    Dengan strategi ini, Vanguard tetap menjaga citra konservatifnya sembari merespons perkembangan zaman.

    Dampak Instan: Bitcoin Langsung Tembus USD 86.500

    Reaksi pasar kripto berlangsung cepat. Sesaat setelah pengumuman, Bitcoin melonjak melewati USD 86.500, dipicu oleh euforia investor. Di saat yang sama, raksasa lain seperti BlackRock juga meningkatkan kepemilikan pada ETF Bitcoin spot mereka hingga 14%, memperkuat tren masuknya institusi besar ke aset digital.

    Para analis menilai langkah Vanguard sebagai “penanda legitimasi terbesar” bagi industri ETF kripto sejauh ini.

    Kesimpulan

    Keputusan Vanguard membuka pintu bagi ETF kripto menjadi momen bersejarah bagi adopsi Bitcoin di dunia finansial tradisional. Jika salah satu institusi paling konservatif akhirnya ikut bermain, hal ini menandakan satu hal: aset digital kini telah menjadi bagian sah dari investasi arus utama.

    Dengan masuknya raksasa institusional, masa depan akses kripto yang lebih luas dan teregulasi tampak semakin jelas di depan mata.

    Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harvard University Borong ETF Bitcoin Gila-Gilaan, Tanda Bull Run?

    Harvard University kembali menghebohkan dunia finansial. Dalam laporan kepemilikan terbarunya per 30 September 2025, universitas elit tersebut mencatat lonjakan fantastis sebesar 257% dalam kepemilikan Bitcoin ETF (IBIT).

    Dilaporkan Coincu, langkah agresif ini memicu spekulasi: apakah institusi terbesar dunia sedang mengisyaratkan gelombang kenaikan kripto berikutnya?

    Harvard ‘All-In’? Kepemilikan Bitcoin ETF Melesat 257%

    Menurut data PANews, Harvard kini menggenggam 6.813.612 saham IBIT Bitcoin ETF, melonjak 257.48% dibanding kuartal sebelumnya. Dengan valuasi sekitar 442.9 juta dolar AS, langkah ini menandai perubahan strategi besar dalam portofolio investasi kampus tertua di Amerika tersebut.

    Tak hanya Bitcoin, Harvard juga meningkatkan kepemilikan pada ETF emas (GLD) sebesar 98.62%. Kombinasi Bitcoin dan emas menggambarkan diversifikasi yang semakin berani ke aset alternatif.

    “Sebagai investor institusional besar, keputusan portofolio kami sangat memengaruhi sentimen dan arus pasar,”
    — Harvard Management Company

    Langkah Harvard ini sejalan dengan tren endowment bergengsi lainnya yang mulai memandang aset kripto bukan sebagai spekulasi semata, tetapi sebagai aset strategis jangka panjang.

    Lonjakan Institusional di Dunia Kripto: Harvard Jadi Trendsetter?

    Yang mengejutkan, kenaikan 257% ini disebut-sebut sebagai salah satu lonjakan terbesar dari institusi pendidikan elite dalam sejarah investasi kripto. Harvard bukan hanya ikut-ikutan; mereka tiba-tiba mengambil posisi besar dalam Bitcoin ETF.

    Data pasar dari CoinMarketCap menunjukkan:

    • Harga BTC: 94,745.04 dolar AS
    • Kapitalisasi pasar: 1.89 triliun dolar AS
    • Dominasi pasar: 58.59%
    • Volume perdagangan 24 jam: 113.13 miliar dolar AS
    • Harga turun 4.13% dalam 24 jam terakhir dan melemah selama 90 hari terakhir

    Dengan kondisi Bitcoin yang sedang koreksi, keputusan Harvard membeli besar-besaran justru dianggap langkah “buy the dip” yang agresif. Jika institusi sekelas Harvard masuk ketika harga turun, investor ritel mulai bertanya-tanya: apa yang mereka tahu?

    Harga Turun, Institusi Masuk: Pertanda Apa?

    Menurut analis Coincu Research, peningkatan minat institusional mencerminkan perubahan lanskap investasi digital. Meskipun volatilitas Bitcoin masih menjadi perhatian, semakin banyak lembaga akademik dan keuangan mempertimbangkan kripto sebagai bagian penting dari portofolio modern.

    Dengan kepemilikan yang melonjak drastis, Harvard bisa saja:

    • Mengantisipasi regulasi yang makin jelas
    • Bersiap menghadapi siklus naik Bitcoin berikutnya
    • Menambah eksposur ke aset keras sebagai lindung inflasi
    • Mengikuti langkah institusi keuangan besar lainnya

    Banyak yang percaya, keputusan Harvard bukan kebetulan, melainkan sinyal bahwa Bitcoin dan ETF kripto semakin memasuki arus utama investasi global.

    Apakah Kita Sedang Melihat Fase Awal “Institusional FOMO”?

    Kenaikan kepemilikan Bitcoin ETF oleh Harvard sebesar 257% dalam satu kuartal adalah pergerakan yang tidak bisa diabaikan. Ini bukan hanya berita besar, ini adalah indikasi perubahan arah dalam cara institusi elite memandang aset digital.

    Jika sejarah berulang, arus institusional sering menjadi penanda awal perubahan besar dalam harga Bitcoin. Pertanyaannya sekarang:

    Apakah ini tanda bull run berikutnya? Atau Harvard sedang mengambil risiko besar?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Tembus $110.000! Arus Masuk ETF BlackRock Capai $20 Juta

    Bitcoin (BTC) masih kokoh di kisaran $110.604, naik tipis 0,37% pada Jumat (24/10), setelah mencatat arus masuk ETF senilai $20,3 juta, sebagian besar berasal dari iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock yang menyumbang $107,8 juta. Namun, sorotan utama datang dari sisi lain: Ethereum untuk pertama kalinya menyalip Bitcoin dalam arus masuk ETF kuartalan.

    Menurut data Messari, sepanjang Q3 2025, ETF Ethereum mencatat inflow $8,7 miliar, melampaui ETF Bitcoin sebesar $7,5 miliar. Pergeseran ini menandakan perubahan besar dalam strategi investor institusional yang kini semakin mendiversifikasi eksposurnya ke aset kripto dengan potensi utilitas lebih luas.

    BlackRock Dominasi Bitcoin ETF, Tapi ETHA Pimpin Pertumbuhan di Ethereum

    Meski Bitcoin masih menjadi jangkar likuiditas pasar, persaingan di dunia ETF kripto makin ketat. IBIT tetap menjadi pemimpin dengan aliran dana terbesar, disusul Fidelity FBTC ($7,2 juta) dan Bitwise BITB ($17,4 juta).

    Sebaliknya, Grayscale GBTC (-$60,5 juta) dan ARKB (-$55 juta) mengalami arus keluar besar, mencerminkan rotasi keuntungan jangka pendek, bukan hilangnya minat investor.

    Sementara itu, ETF Ethereum Spot (ETHA) milik BlackRock mencatat pertumbuhan fantastis 266% QoQ, naik dari $4,4 miliar menjadi $16 miliar AUM, mendominasi 58% pangsa pasar ETF Ethereum. Kinerja ini didorong oleh meningkatnya aktivitas staking dan penggunaan smart contract yang memperkuat daya tarik Ethereum sebagai aset produktif.

    Baca juga: Tren Bitcoin 27-31 Oktober 2025: M2 Supply Kuncinya

    ETF Kini Jadi Penggerak Utama Harga Bitcoin

    Dilaporkan Tradingnews, sejak awal 2024, arus masuk dan keluar ETF spot terbukti menjadi indikator utama pergerakan harga Bitcoin. Ketika inflow meningkat, harga cenderung menembus resistance; sebaliknya, outflow sering kali menandai fase koreksi.

    Kini, ETF Bitcoin di AS memegang sekitar 1,66 juta BTC, atau 6,4% dari total pasokan, menjadikannya kekuatan dominan dalam menentukan arah pasar. Dengan BlackRock dan Fidelity menguasai sebagian besar kepemilikan, “whale” baru di pasar kripto bukan lagi individu, melainkan lembaga keuangan.

    Menariknya, aktivitas whale klasik juga meningkat. Sebuah dompet penambang lama yang menyimpan 4.000 BTC ($442 juta) aktif kembali setelah 14 tahun, memindahkan sebagian asetnya. Namun analis menilai langkah ini lebih sebagai realokasi strategis, bukan tanda jual panik.

    Sinyal Teknis: Support $110K Kuat, Target $118.500 di Depan Mata

    Secara teknikal, Bitcoin mempertahankan support di $110.000, dengan zona resistensi utama di $115.800.

    Indikator RSI di 56 menunjukkan momentum netral-bullish, sementara MACD memperluas sinyal positifnya.

    Jika Bitcoin mampu menutup harian di atas $112.000, analis memperkirakan potensi reli menuju $118.500, sejalan dengan pola historis ETF inflow dua hari berturut-turut yang biasanya diikuti lonjakan 5–8%.

    Sisi Makro Mendukung Arah Positif

    Di pasar derivatif, volume futures Bitcoin di Binance naik ke $543,3 miliar pada Oktober, naik signifikan dari September ($418 miliar). Dengan yield obligasi AS 10 tahun stabil di 4,3% dan inflasi CPI turun ke 3% YoY, minat risiko kembali meningkat, memperkuat narasi “risk-on rally” menjelang akhir tahun.

    Outlook: “BUY” — Momentum Institusional Dorong Target $130.000

    Meski Ethereum mencuri perhatian di Q3, Bitcoin tetap menjadi jangkar utama pasar global. Dengan inflow ETF yang kembali positif, volume futures yang melonjak, serta pasokan di bursa yang terus menurun, struktur pasar jangka menengah Bitcoin masih sangat bullish.

    Target jangka pendek berada di $115.800–$118.500, sementara target jangka menengah Q1 2026 diproyeksikan di $125.000–$140.000, jika tren inflow ETF berlanjut dan kondisi makro tetap kondusif.

    Verdict: BUY BTC/USD, Institusi masih mendominasi panggung, dan momentum ETF tampaknya baru saja memulai babak berikutnya dalam reli Bitcoin.

    Baca juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin di $111.000, Market Cap $2,22 T


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • T. Rowe Price Masuk Kripto! Siap Luncurkan ETF Rp28.000 Triliun

    Langkah mengejutkan datang dari manajer aset global raksasa T. Rowe Price, yang mengelola dana senilai $1,77 triliun. Perusahaan ini resmi mengajukan ETF kripto aktif kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), menandai salah satu ekspansi paling ambisius dari institusi keuangan tradisional ke ruang aset digital.

    ETF yang diberi nama T. Rowe Price Active Crypto ETF ini bertujuan mengungguli Indeks FTSE Crypto US Listed melalui investasi langsung ke sejumlah aset kripto terkemuka seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), XRP, Cardano (ADA), Avalanche (AVAX), hingga Shiba Inu (SHIB).

    Jika disetujui, ETF tersebut akan terdaftar di NYSE Arca, menawarkan jalur investasi teregulasi bagi investor institusional maupun ritel untuk memperoleh eksposur terhadap pasar kripto dengan cara yang lebih aman dan transparan.

    Strategi: Gabungan Model, Fundamental, dan Fleksibilitas Penuh

    Dilaporkan News Bitcoin, dalam dokumen resmi Formulir S-1 yang diajukan pada 22 Oktober 2025, T. Rowe Price menjelaskan bahwa dana ini akan dikelola secara aktif, dengan strategi berbasis model dan analisis fundamental. Tujuannya adalah memanfaatkan inefisiensi pasar kripto dan mengambil posisi berbeda dari bobot indeks untuk menghasilkan kinerja unggul dalam jangka panjang.

    “Tujuan investasi Dana ini adalah untuk mengungguli Indeks dalam jangka panjang, yaitu biasanya dalam jangka waktu satu tahun atau lebih,” tulis pengajuan tersebut.

    ETF ini juga akan menahan kas, setara kas, dan stablecoin untuk kebutuhan likuiditas, tanpa leverage maupun derivatif, sebuah pendekatan konservatif namun strategis untuk menarik investor tradisional yang baru menjajaki kripto.

    Perwalian ini akan disponsori oleh T. Rowe Price Sponsor LLC, dengan CSC Delaware Trust Company sebagai wali amanat, dan T. Rowe Price Associates bertindak sebagai administrator.

    Aset Kripto yang Dianggap “Memenuhi Syarat”

    Dalam pengajuannya, T. Rowe Price mencantumkan daftar aset kripto yang memenuhi kriteria kelayakan, meliputi: BTC, ETH, SOL, XRP, ADA, AVAX, LTC, DOT, DOGE, HBAR, BCH, LINK, XLM, dan SHIB.

    Dengan daftar ini, ETF tersebut tampaknya berupaya menghadirkan paparan luas terhadap ekosistem kripto utama, mencakup layer-1, token utilitas, hingga koin meme populer.

    Respons Analis: “Langkah yang Tak Terduga, tapi Sangat Masuk Akal”

    Langkah T. Rowe Price ini mendapat sambutan besar di kalangan analis Wall Street.
    Analis ETF Bloomberg, Eric Balchunas, menyebut pengajuan ini sebagai langkah “setengah mengejutkan tapi masuk akal.”

    “Mereka termasuk dalam 5 besar manajer aktif berdasarkan aset, kebanyakan reksa dana. Tidak menyangka mereka akan melangkah sejauh ini, tapi saya paham. Akan ada perburuan lahan besar untuk sektor ini juga,” ujarnya di platform X.

    Sementara itu, Nate Geraci, Presiden Novadius Wealth Management, menilai langkah T. Rowe Price sebagai momen penting bagi integrasi keuangan tradisional dan aset digital.

    “Manajer aset lama sedang berusaha keras menerapkan strategi kripto. Mereka tidak ingin mengulangi kesalahan masa lalu dengan melewatkan peluang booming ETF. Berharap kripto menghilang bukanlah strategi bisnis yang baik,” tegasnya.

    Gelombang Baru di Dunia ETF Kripto

    Langkah T. Rowe Price memperkuat tren bahwa institusi besar semakin percaya pada masa depan kripto sebagai kelas aset arus utama. Setelah persetujuan ETF spot Bitcoin dan Ether di awal tahun, kini perhatian beralih ke produk-produk ETF kripto aktif yang memberi ruang bagi manajer aset untuk menunjukkan keahlian mereka dalam navigasi pasar digital yang volatil.

    Jika disetujui oleh SEC, ETF ini berpotensi mengubah lanskap investasi global, membuka jalan bagi investor konservatif untuk memasuki pasar kripto dengan eksposur yang lebih terukur dan diawasi.

    Dengan reputasi sebesar T. Rowe Price dan portofolio senilai triliunan dolar, langkah ini bukan sekadar percobaan, ini adalah pernyataan kuat bahwa kripto kini tak bisa lagi diabaikan oleh keuangan tradisional. Bila SEC memberikan lampu hijau, ETF Kripto Aktif T. Rowe Price bisa menjadi salah satu produk paling berpengaruh yang mempercepat adopsi kripto secara global.

    Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Bitcoin Banjir Modal, Harga BTC Siap Melonjak Menuju $165.000!

    Bitcoin kembali mencetak reli besar, menembus level $123.000 hanya terpaut tipis dari rekor tertinggi sepanjang masa. Lonjakan ini dipicu oleh arus masuk masif ke ETF Bitcoin spot AS, yang dalam empat hari terakhir mencatat lebih dari $2,2 miliar.

    Arus dana segar tersebut terjadi di tengah penutupan pemerintahan AS yang menunda persetujuan ETF kripto baru, sehingga fokus investor kembali tertuju pada produk Bitcoin. Data terbaru menunjukkan ETF Bitcoin berhasil meraup tambahan $676 juta pada Rabu dan $627 juta pada Kamis, menandai level arus masuk tertinggi dalam tiga minggu terakhir.

    Prediksi Reli Lanjutan: Menuju $150.000?

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 4 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 4 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Menurut Matt Mena, analis 21Shares, kombinasi arus masuk ETF dan potensi pemangkasan suku bunga The Fed menjadi katalis utama reli Bitcoin. Ia menilai BTC berada dalam posisi kuat untuk menguji ulang level $124.000 dan bahkan berpotensi melesat ke kisaran $140.000 – $150.000 sebelum akhir 2025.

    “Total kapitalisasi pasar kripto siap menembus $5 triliun, kurang dari 25% di atas level saat ini,” jelas Mena, sambil mengingatkan lonjakan besar pada Q4 2024 yang mencatat kenaikan 63% dalam tiga bulan.

    Selain itu, analis JPMorgan juga memperkirakan harga Bitcoin bisa menembus $165.000 pada akhir 2025, dengan alasan aset ini masih dihargai lebih rendah jika dibandingkan dengan emas berdasarkan volatilitasnya.

    Baca juga: Tren Bitcoin 6-10 October 2025: Ingat, Analisa Saya Selalu Kecepetan Seminggu

    ETF Jadi Kunci Reli

    Setelah sempat mengalami arus keluar hingga $750 juta pada Agustus, ETF Bitcoin kembali menunjukkan kekuatan besar pada September. Sementara itu, minat pada ETF Ethereum justru melambat.

    Pasar kini menanti langkah perusahaan investasi besar seperti Vanguard, yang dikabarkan sedang mempertimbangkan membuka akses ETF kripto bagi kliennya. Jika terwujud, hal ini bisa menjadi pendorong tambahan untuk reli Bitcoin.

    Uptober Kembali?

    Fenomena reli di bulan Oktober yang populer disebut “Uptober” kembali menghantui pasar. Bitcoin kini hanya berjarak 1% dari rekor tertinggi sepanjang masa, sementara banyak analis percaya momentum ini bisa berlanjut hingga akhir tahun.

    Dengan dukungan arus masuk ETF, potensi pemangkasan suku bunga, dan minat institusi yang terus meningkat, BTC berpeluang membuka babak baru reli kripto global.

    Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Abu Dhabi Borong ETF Bitcoin, Nilainya Kini US$803 Juta

    Dana yang didukung pemerintah Abu Dhabi tercatat memiliki lebih dari US$1 miliar di ETF spot Bitcoin milik BlackRock pada akhir 2025. Namun, pelemahan harga Bitcoin sepanjang tahun ini membuat nilai kepemilikan tersebut turun menjadi sekitar US$803 juta.

    Berdasarkan dokumen terbaru yang diajukan ke SEC, Mubadala Investment Company dan Al Warda Investments, yang terafiliasi dengan Abu Dhabi Investment Council, secara kolektif memegang hampir 21 juta saham iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock hingga akhir 2025.

    Mubadala dan Al Warda Perbesar Kepemilikan

    Pada saat pelaporan, posisi Mubadala di IBIT bernilai sekitar US$630 juta, sementara Al Warda memegang saham senilai sekitar US$408 juta. Total eksposur keduanya melampaui US$1 miliar.

    Dilaporkan News Bitcoin, kuartal keempat 2025 menjadi periode ekspansi signifikan. Mubadala meningkatkan kepemilikannya dari sekitar 8,7 juta saham pada kuartal ketiga menjadi sekitar 12,7 juta saham di akhir tahun, atau bertambah hampir 4 juta saham. Al Warda juga menambah posisi dari 7,96 juta saham menjadi lebih dari 8,2 juta saham.

    Langkah ini menegaskan komitmen jangka panjang dana kekayaan negara tersebut terhadap eksposur Bitcoin melalui instrumen ETF teregulasi.

    Tim Research Tokocrypto melihat pencapaian angka ,1 miliar ini mengukuhkan kawasan Timur Tengah sebagai pilar likuiditas institusional utama bagi Bitcoin.

    “Pengalihan modal dari sektor energi (minyak) ke aset digital strategis oleh dana kedaulatan negara memberikan jaminan fundamental yang sangat kuat terhadap eksistensi Bitcoin di pasar modal global,” ungkapnya.

    Baca juga: ETF Ethereum Kembali Catat Inflow, Harga ETH Siap Bangkit?

    Nilai Tergerus Seiring Koreksi Bitcoin

    Meski akumulasi berlanjut, kondisi pasar berubah. IBIT tercatat turun sekitar 22,5% sejak awal tahun, seiring koreksi harga Bitcoin. Dengan harga saham terbaru di kisaran US$38,44, nilai gabungan kepemilikan Mubadala dan Al Warda kini menyusut menjadi sekitar US$803 juta.

    Mubadala sendiri pertama kali menambahkan IBIT ke portofolionya pada kuartal keempat 2024, dengan eksposur awal minimal US$436 juta. Laporan terbaru menunjukkan keyakinan terhadap aset ini tetap bertahan meski volatilitas meningkat.

    ETF Bitcoin AS Juga Alami Penurunan AUM

    Penurunan nilai kepemilikan Abu Dhabi terjadi di tengah tekanan yang lebih luas pada ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat. Secara kolektif, aset kelolaan (AUM) ETF spot Bitcoin AS turun lebih dari US$31 miliar tahun ini, dari US$116,7 miliar menjadi sekitar US$85,5 miliar.

    Bagi investor institusional jangka panjang seperti dana kekayaan negara, fluktuasi harga jangka pendek kerap dianggap bagian dari dinamika pasar. Namun, koreksi ini menyoroti ketegangan antara narasi adopsi institusional dan volatilitas tinggi yang masih melekat pada pasar kripto.

    Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Arah Baru Bank of America Kini Dorong ETF Bitcoin ke Nasabah

    Bank of America mengambil langkah strategis baru dengan menyetujui empat spot Bitcoin exchange-traded fund (ETF) untuk direkomendasikan secara aktif oleh penasihat keuangannya. Kebijakan ini mencerminkan pergeseran sikap bank besar terhadap aset kripto, dari pendekatan pasif menjadi lebih terstruktur.

    Persetujuan tersebut mencakup Bitwise Bitcoin ETF, Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund, Grayscale Bitcoin Mini Trust, dan BlackRock iShares Bitcoin Trust. Keempat produk ini merupakan ETF Bitcoin spot terbesar dan paling likuid di Amerika Serikat.

    Melalui keputusan Chief Investment Office (CIO), penasihat di jaringan Merrill, Bank of America Private Bank, dan Merrill Edge kini dapat merekomendasikan ETF Bitcoin tanpa harus menunggu permintaan klien. Sebelumnya, akses terhadap produk ini hanya tersedia bagi klien wealth tertentu dan bersifat client-led.

    Bank of America Terbitkan Alokasi Kripto

    bank of america

    Bank of America juga menerbitkan panduan alokasi resmi yang menempatkan kripto, khususnya Bitcoin, pada kisaran 1% hingga 4% dari portofolio klien yang sesuai dengan profil risikonya. Riset CIO dan pelatihan penasihat turut disiapkan untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut.

    Meski membuka ruang lebih luas bagi Bitcoin, Bank of America belum menyertakan ETF Ethereum atau aset kripto lain dalam daftar persetujuan. Bank menyatakan setiap keputusan investasi tetap tunduk pada regulasi dan profil risiko masing-masing klien.

    Baca juga: Harvard University Borong ETF Bitcoin Gila-Gilaan, Tanda Bull Run?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Penasihat Keuangan Rekomendasikan ETF Bitcoin

    Bank of America resmi menyetujui empat produk spot Bitcoin exchange-traded fund (ETF) untuk direkomendasikan secara aktif oleh para penasihat keuangannya. Kebijakan ini menandai perubahan signifikan dalam pendekatan salah satu bank terbesar di dunia terhadap aset kripto.

    Melalui kantor investasi utamanya (Chief Investment Office/CIO), Bank of America mengizinkan para penasihat di jaringan Merrill, Bank of America Private Bank, dan Merrill Edge untuk tidak lagi menunggu permintaan klien, melainkan secara proaktif menawarkan ETF Bitcoin sebagai bagian dari strategi portofolio.

    Empat ETF Disetujui

    Baca juga: Bitcoin Tembus Rp1,4 Miliar, Arus Dana ETF Rp10 Triliun, Sinyal Bullish?

    Empat ETF yang disetujui adalah Bitwise Bitcoin ETF, Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund, Grayscale Bitcoin Mini Trust, serta iShares Bitcoin Trust milik BlackRock. Produk-produk ini termasuk ETF Bitcoin terbesar dan paling likuid di pasar Amerika Serikat, sehingga dinilai lebih mudah dikelola dari sisi operasional dan risiko regulasi.

    Kepala APAC di platform perdagangan institusional Talos, Samar Sen, mengatakan keempat penerbit ETF tersebut memimpin pasar karena pengalaman, besarnya dana kelolaan, serta rekam jejak mereka. Menurutnya, perusahaan-perusahaan ini telah berinvestasi besar dalam infrastruktur kompleks yang memungkinkan manajemen risiko dan eksekusi perdagangan secara efisien.

    Sebelumnya, akses ke ETF Bitcoin spot di Bank of America hanya tersedia bagi klien tertentu dan bersifat client-led, di mana penasihat hanya melayani permintaan dari klien. Dengan kebijakan baru ini, para penasihat kini dapat merekomendasikan ETF Bitcoin berdasarkan riset dan panduan resmi dari CIO.

    Dilaporkan CoinMarketCap, dalam panduan alokasi yang diterbitkan, Bank of America memosisikan kripto sebagai alokasi sekitar 1% hingga 4% dari portofolio untuk klien yang dinilai sesuai dengan profil risikonya. Selain riset, bank juga meluncurkan pelatihan bagi penasihat agar Bitcoin dapat dibahas dalam percakapan portofolio standar, bukan lagi sebagai pengecualian.

    Bank Integrasikan Eksposur Bitcoin

    Bank of America memiliki lebih dari 15.000 penasihat kekayaan, yang kini dapat mengintegrasikan eksposur Bitcoin ke dalam layanan manajemen kekayaan mereka. Namun, seluruh produk yang disetujui saat ini masih terbatas pada Bitcoin saja.

    Hingga saat ini, Bank of America belum menyatakan komitmen untuk menambahkan ETF berbasis Ethereum atau aset digital lainnya. Menurut Samar Sen, ekspansi ke aset kripto lain akan bergantung pada likuiditas pasar, kematangan struktur pasar, serta kemampuan mendukung eksekusi dan kontrol risiko berskala institusional.

    Setiap keputusan alokasi tetap disesuaikan dengan profil risiko klien dan ketentuan regulasi di masing-masing yurisdiksi. Peralihan dari pendekatan berbasis permintaan klien ke rekomendasi aktif penasihat ini dinilai sebagai tonggak penting dalam adopsi kripto oleh institusi keuangan tradisional.

    Hingga berita ini diterbitkan, Bank of America belum memberikan komentar terkait rencana penambahan produk Ethereum. Meski demikian, persetujuan ini mencerminkan meningkatnya penerimaan Bitcoin sebagai komponen portofolio di kalangan lembaga keuangan besar.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Tembus Rp1,4 Miliar, Arus Dana ETF Rp10 Triliun, Sinyal Bullish?

    Bitcoin kembali menjadi sorotan pasar kripto global setelah mencatatkan arus masuk dana exchange-traded fund (ETF) kripto sebesar US$645,8 juta pada 2 Januari 2026. Lonjakan tersebut mendorong harga Bitcoin (BTC) naik hingga kisaran US$91.000 dan memicu optimisme baru terkait potensi kelanjutan tren bullish.

    Berdasarkan data pasar, total kapitalisasi pasar kripto kini mencapai US$3,12 triliun dengan volume perdagangan harian mendekati US$75 miliar, mencerminkan meningkatnya aktivitas investor institusional. Sementara itu, Fear and Greed Index berada di level 40 (netral), membaik signifikan dibandingkan kondisi fear pada Desember lalu. Di sisi lain, Altcoin Season Index yang masih di angka 25 menegaskan dominasi Bitcoin di pasar kripto saat ini.

    Dana ETF Masif

    Dilaporkan Crypto Rank, analis menilai masuknya dana ETF secara masif berpotensi memperketat suplai Bitcoin di tengah likuiditas yang relatif tipis, sehingga menciptakan kondisi ideal untuk kenaikan harga lebih lanjut.

    Dari sisi teknikal, Bitcoin telah mengonfirmasi breakout pola segitiga (triangle breakout) setelah konsolidasi selama hampir satu bulan. Penembusan di atas level US$89.500 menandai berakhirnya pergerakan sideways sepanjang Desember dan membuka peluang terbentuknya fase bullish baru.

    Pada grafik 4 jam, BTC diperdagangkan di sekitar US$91.260 dengan pola higher lows dan volume yang terus meningkat. Persilangan 50-EMA di atas 100-EMA mengindikasikan momentum yang semakin kuat, sementara RSI di kisaran 69 menunjukkan tekanan beli yang sehat tanpa masuk wilayah jenuh beli.

    Sinyal candlestick juga memperkuat sentimen positif. Pola bullish engulfing berhasil menembus area resistance, disusul formasi spinning top di dekat level US$92.000 yang mengindikasikan konsolidasi jangka pendek sebelum potensi lanjutan kenaikan.

    Picu Optimisme Pasar

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 5 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 5 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Ke depan, selama Bitcoin mampu bertahan di atas US$89.000, target kenaikan berikutnya diperkirakan berada di area US$93.500 hingga US$94.600. Bahkan, analis membuka peluang penguatan menuju US$98.000 dalam beberapa pekan mendatang. Namun, jika harga turun dan ditutup di bawah US$88.400, risiko koreksi jangka pendek dan tekanan jual masih perlu diwaspadai.

    Optimisme pasar turut didukung oleh aliran dana ETF yang berkelanjutan serta minat investor ritel yang mulai kembali meningkat. Lemahnya performa altcoin juga dinilai sebagai sinyal bahwa reli saat ini lebih matang dan tidak sekadar didorong spekulasi.

    Dengan kombinasi sentimen institusional, faktor teknikal, dan kondisi makro yang mulai mendukung aset digital, Bitcoin bahkan disebut berpeluang menguji level US$100.000 pada kuartal pertama 2026.

    Di luar Bitcoin, pasar kripto juga diramaikan oleh kemunculan meme coin Maxi Doge. Proyek ini telah menghimpun dana lebih dari US$4,4 juta dalam masa presale dan menarik perhatian lewat pendekatan berbasis komunitas serta kompetisi. Token $MAXI, yang saat ini dipatok di harga US$0.0002765, menawarkan mekanisme staking dengan imbal hasil harian dan dijadwalkan segera memasuki fase kenaikan harga presale berikutnya.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com