Tag: eth

  • Keuntungan Staking ETH di Ethereum 2.0

    Peluncuran Ethereum 2.0 tahap pertama pada 1 Desember 2020 lalu, menandai transformasi blockchain-aset kripto nomor dua itu kelak menjadi blockchain Proof-of-Stake. Versi baru ini diklaim lebih efisien, aman dan dapat diperbesar skalanya dibanding versi saat ini.

    Kendati versi 2.0 ini akan butuh waktu lama untuk dibangun seutuhnya, fase pertama yang disebut Phase 0 sudah berjalan apik dan mencerminkan sambutan baik dari ekosistem. Dengan adanya fase ini, muncul kegunaan baru bagi Ether (ETH), yaitu staking.

    Baca Juga: CEO BlackRock: Bitcoin Bisa Menjadi Aset Global

    Beberapa hari yang lalu sudah ada total 900.129 ETH (sekitar US$532 juta) yang di-staking di Ethereum 2.0. Jumlah tersebut lebih dari cukup untuk mengamankan jaringan. Berkat partisipasi dari 21.291 validator, Ethereum 2.0 sudah berhasil memroses 100 epoch untuk menciptakan blok-blok baru.

    Node validator aktif rata-rata mendapatkan imbalan 0,00403 ETH/hari, atau sekitar US$2,36 per hari. Angka ini kemungkinan akan menurun seiring meningkatnya jumlah node validator yang tergabung. Setiap hari, maksimal 900 validator baru dapat bergabung ke Ethereum 2.0, dan ada ribuan yang mengantre.

    Harga aset kripto Ether (ETH) sendiri telah meningkat 364 persen sejak awal tahun 2020. Kendati demikian, aset kripto di sektor DeFi yang dibangun di atas jaringan Ethereum lebih menguntungkan lagi. Contohnya YFI, yearn.finance besutan Andre Cronje, meroket lebih dari 2.300 persen. Sektor DeFi secara keseluruhan untung 456 persen tahun ini terhadap dolar AS.

    Tetapi tidak semua bisa untung. Token Compound (COMP) longsor 55 persen setelah sebelumnya mengalami peningkatan signifikan. Sifat perdagangan token Ethereum dan DeFi yang volatil mengakibatkan investor mencari imbalan lebih stabil.

    Baca Juga: Perusahaan Australia Ini Beralih ke Bitcoin dari Emas

    staking eth
    Jumlah total ETH yang distaking pada Ethereum 2.0 (Beacon Chain), per 4 Desember 2020. Sumber: Ethereum.org.

    Itulah sebabnya staking pada Ethereum 2.0 menjadi peluang yang menggiurkan, setidaknya lebih mirip deposito di bank yang memberikan pendapatan pasif.

    Sebagai jaringan Proof-of Stake, imbalan pada Ethereum 2.0 berbentuk ETH dan mengiktut kurva distribusi menurun yang bergantung kepada partisipasi dan jumlah peserta. Imbalan per epoch per tahun menyaingi imbalan yang ditawarkan sejumlah proyek DeFi.

    Imbalan Ethereum 2.0 mulai dari 20 persen untuk staker awal, tetapi akan menurun seiring bertambahnya node validator, hingga ke angka 4,5 sampai 7 persen per tahun.

    Sebagai perbandingan, imbalan dari proyek DeFi terpercaya berada di kisaran 5 hingga 7 persen per tahun.

    staking eth
    Kalkulator cuan staking ETH di Ethereum 2.0. Sumber: Ethereum.org.

    Untuk proyek-proyek ini, semakin tinggi imbalan yang didapatkan, maka semakin besar risiko peranti lunak yang bisa terjadi.

    Staking pun melibatkan risiko. ETH yang disimpan node validator, yakni minimal 32 ETH bisa dipotong sebanyak separuh jika tidak mematuhi aturan jaringan.

    Setiap node validator harus memilih spesifikasi dari lima tim berbeda yang memakai bahasa pemrograman berbeda.

    Setiap spesifikasi ini bisa memiliki kerentanan yang belum diketahui, kendati uji coba berjalan mulus pada tahun ini.

    Selain itu, staking pada Ethereum 2.0 berarti ETH partisipan tertahan (locked) hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, setidaknya pada tahun 20222, mengingat ETH yang diperdagangkan adalah yang di-staking pada jaringan Ethereum 2.0 yang masih baru.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Mulai Tunjukan Biaya Gas dan Total Biaya Rendah!

    Ada banyak optimisme terkait dengan peluncuran Ethereum 2.0 dan migrasi dari model verifikasi Proof-of-Work ke Proof-of-Stake.

    Jika melihat kembali kegunaan dan fungsionalitas dari jaringan Ethereum, ini sama ketika melihat penggunaan massal blockchain utama lainnya seperti Bitcoin.

    Baca Juga: CEO BlackRock: Bitcoin Bisa Menjadi Aset Global

    Dibandingkan harga terdahulu, saat ini Ethereum secara signifikan telah mampu membuat transaksi di dalam jaringan menjadi lebih murah dibandingkan dengan Bitcoin, mengenakan biaya rata-rata Rp425 untuk transaksi Ethereum biasa.

    Biaya Lebih Rendah Untuk Pengguna, Lebih Banyak Nilai untuk Validator

    Menurut Crypto Fees, saat ini jaringan Ethereum hanya memproduksi biaya di kisaran $1,6 juta dibandingkan dengan Bitcoin $895.000. Serta, rata-rata biaya tujuh hari, Ethereum mencatatkan $2,43 juta dibandingkan dengan Bitcoin $1,97 juta.

    Perbandingan penting lainnya yang perlu diperhatikan adalah biaya transaksi dalam melakukan transaksi Bitcoin serta jumlah total waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Seperti yang dinyatakan di atas, rata-rata biaya Ethereum dari beberapa minggu terakhir adalah sekitar Rp4.250 dan hanya perlu waktu sebentar untuk menyelesaikan sebuah transaksi (dengan asumsi biaya gas cukup tinggi).

    Di sisi lain, pengguna Twitter @antiprosynth menunjukkan, biaya transaksi Bitcoin rata-rata sekitar Rp82.000, dan dapat memakan waktu hingga satu jam sebelum transaksi benar-benar diverifikasi dan diselesaikan.

    Saat mempertimbangkan perbedaan harga biaya transaksi utama antara Bitcoin dan Ethereum, penting untuk dipahami meskipun harga transaksi Ethereum jauh lebih rendah, total biaya yang dibayarkan jauh lebih tinggi daripada Bitcoin.

    Metrik ini mengindikasikan jumlah transaksi yang terjadi di jaringan Ethereum secara besar-besaran melebihi Bitcoin, dan menghasilkan biaya yang jauh lebih banyak kepada validatornya sekaligus membebankan biaya yang lebih sedikit kepada penggunanya untuk melakukan transaksi ini.

    Baca Juga: Ini Cara DeFi Diadopsi Semakin Luas Lagi!

    Dampak Ethereum 2.0

    Lantaran Ethereum baru-baru ini mengganti mekanisme verifikasi bukti kepemilikan, lebih banyak pengguna akan dapat mengambil bagian dalam melakukan stake dan validasi agar membuat keamanan lebih kuat.

    Fokus dari migrasi dari ETH 1.0 ke ETH 2.0 adalah untuk mengurangi biaya transaksi serta waktu transaksi.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investor Shiba Inu (SHIB), Jangan Lakukan Kesalahan Ini

    Investor Shiba Inu (SHIB) layak berbangga, karena token ini masih bertahan setidaknya di 20 besar versi Coinmarketcap. Tapi, jangan pula lakukan kesalahan-kesalahan seperti berikut ini.

    Di luar nilai pasar yang cukup baik itu, investor Shiba Inu masih punya alasan untuk merayakannya. Pasalnya, kripto muda ini melonjak sebesar 60.000.000 persen sepanjang tahun 2021. Shiba Inu harus diakui sebagai token yang sangat popular, didukung oleh komunitas setia yang dikenal sebagai Shib Army.

    Walupun hodler-nya semakin membukit, tetapi pecintanya harus menemui kenyataan, nilainya jatuh 74 persen dari puncaknya.

    Baca jugaPreview Metaverse Shiba Inu (SHIB), Ini Dia!

    Jikalah proyek kripto adalah entitas bisnis tingkat korporasi, maka ribuan kripto saat ini adalah hasil dari persaingan super ketat dan semakin sulit untuk masuk 100 besar, apalagi 20 besar berdasarkan nilai pasar. Belum lagi sejak November tahun lalu, pasar kripto memerah, termasuk ‘emaknya kripto’ sedunia, yakni Bitcoin. Dalam situasi yang mungkin serba tak pasti ini, apa yang harus dilakukan oleh investor Shiba Inu?

    Ekosistem Shiba Inu, Tiga Token yang Senyawa

    Shiba Inu (SHIB) adalah kripto yang bersemayam di blockchain Ethereum, sehingga ia masuk kategori token yang digunakan untuk perdagangan dan mewakili nilai pasar sebenarnya dari Shiba Inu. SHIB tak sendiri, ada token lain dalam satu ekosistem, yakni LEASH untuk imbalan staking. dan BONE sebagai token tata kelola untuk voting pengembangan.

    Jika dibandingkan dengan kripto lain, Shiba Inu punya beberapa ‘produk’ yang kalau dihitung-hitung tidak terlalu istimewa, misalnya aplikasi ShibaSwap untuk menukar kripto dan Toko NFT untuk beli-jual non-fungible token. Pasalnya produk sejenis dapat ditemui di kripto lain. Namun, kripto itu tidak termasuk di nilai pasar cukup baik seperti SHIB. Di ShibaSwap juga ada fitur staking agar Anda bisa mendapatkan imbalan dalam kurun waktu tertentu.

    Namun itu cukup diimbangi dengan semakin banyaknya sejumlah merchant yang menggunakan SHIB sebagai metode pembayaran. Tetapi keluaran hasilnya agak sulit diukur, ketika data volume transaksinya belum dapat ditaksir, terlebih-lebih masih menggunakan gas fee bernilai ETH yang relatif tidak murah jika dibandingkan dengan blockchain lain, misalnya Cardano ataupun Solana.

    Baca jugaElon Musk VS Mcdonald, Coin MEME Ini Naik 285.000%

    Mimpi Harga SHIB Jadi US$1

    Dengan harga tertinggi sekitar Rp1 di masa lalu, untuk menjadi US$1 dolar alias setara Rp14.000 mungkin bak mimpi di siang bolong alias mustahil bisa terjadi. Mungkin agak diimbangi dengan mekanisme burning. Tetapi masih jauh juga.

    Jika hari ini harga SHIB jadi US$1, maka nilai pasarnya setara dengan US$549 triliun, itu lebih besar daripada nilai pasar perusahaan seperti Apple. Sedangkan nilai pasar BTC saja saat ini, hanya US$686.449.661.331.

    Penegas Harapan oleh Pengembang

    Namun ada sejumlah penegas harapan itu dari para pengembang Shiba Inu, yakni jaringan pembayaran mirip blockchain, yang disebut Shibarium. Secara teknis ini adalah jaringan Layer 2 tempat transaksi kripto dijalankan, dengan tetap terhubung ke blockchain Ethereum (Layer 1).

    Muaranya adalah untuk mempercepat proses transaksi termasuk menekan tingginya biaya transaksi. Bisa jadi ini adalah satu komponen besar untuk mendorong lebih tinggi.

    Pun lagi Shiba Army tetap harus memantau perkembangan Shiberse, bakal calon platform metaverse yang mirip seperti Decentraland. Di sana kelak dipadukan NFT Shiboshi yang sudah tersedia sejak tahun lalu.

    Artikel ini bukan sedang membela kripto Shiba Inu dan segala keunggulannya. Tidak juga mengesampingkan kripto lain yang tak kalah unggul, hanya semata-mata agar tetap waras dan eling, karena SHIB memang sangat popular di Indonesia.

    Toh, di semua langkah trading dan investasi kripto, sama halnya dengan cara investasi di aset lain, yakni lakukan diversifikasi portofolio.

    Ketika satu kripto kehilangan nilai-nya, maka mungkin kripto lain (mungkin) menyelamatkan, seperti BTC dan ETH yang lebih cepat bangkit.

    Atau jangan pula hanya ‘main‘ di kripto, tetapi bisa ke saham atau kelas aset yang lain. Dan ingat uang panas jangan gunakan. Pakailah uang dingin, tetapi tetap bijaksana.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Withdrawal di Ethereum 2.0 Dapat Segera Diluncurkan?

    Withdrawal atau penarikan Ether (ETH) hasil staking di Ethereum 2.0 diperkirakan akan tersedia pada Q1 2021. Informasi ini didapatkan dari sebuah postingan blog layanan staking Rocket Pool.

    Phase 0 peluncuran Eth2 Beacon Chain pada 1 Desember lalu berhasil dilakukan. Peristiwa ini melibatkan 900.000 Ether yang disimpan oleh pemegang saham. Sayangnya, proses Phase 0 kemarin belum menyediakan layanan withdrawal dan menunggu hingga Phase 1.5 rampung. Pada awal rencana, Phase 1.5 diprediksi akan selesai pada awal 2022 mendatang.

    Baca Juga: AllianceBernstein: Bitcoin adalah Store of Value Jangka Panjang

    Namun, minggu lalu, pengembang Ethereum Danny Ryan memperkenalkan proposal baru terkait dengan “Kontrak penarikan sederhana (tapi ekspresif)”. Ini berarti pengguna akan dapat melakukan penarikan Ether mereka segera.

    Jika proposal tersebut diterapkan, Danny memperkirakan “80% kasus penggunaan kontrak penarikan akan terpenuhi”. Namun, ia juga mengakui, solusi ini tidak akan membuka fungsionalitas lengkap terkait fasilitas withdrawal ini

    “Ada fitur dengan potensi lebih canggih yang tidak dapat dibangun dengan skema sederhana sampai pembacaan Beacon Chain diterapkan, tetapi saya pikir sebagian besar desain dapat diselesaikan.”

    Salah satu utilitas yang didukung proposal Ryan adalah kemampuan staking pool untuk memulai pembayaran, yang selanjutnya meningkatkan sifat desentralisasi Ethereum.

    Withdrawal pada Eth2

    Rocket Pool merupakan platform staking terdesentralisasi berbasis di Australia yang dirancang untuk memungkinkan investor yang memiliki kurang dari 32 ETH dapat mengumpulkan dana mereka untuk bergabung melakukan staking. Terkait layanan withdrawal ini, ia mengindikasikan platform sedang menunggu layanan smart contract withdrawals untuk dapat digunakan bahkan sebelum jaringan utama resmi beroperasi.

    Dalam postingan blog hari ini, pendiri David Rugendyke menjelaskan, lantaran layanan withdrawal belum bisa didukung di Eth2 saat ini, “untuk mendemokratisasi staking di lingkungan saat ini, proyek harus menggunakan kustodian terpusat untuk mengontrol validator withdrawals keys.”

    Ia juga menambahkan masalah kepercayaan terkait dengan hal ini “tidak boleh mengorbankan nilai inti kami dan mempertaruhkan simpanan pengguna”. Rugendyke menyebut solusi yang diajukan Ryan sebagai “langkah fantastis” dan mendukung langkah tersebut agar dapat segera terealisasi.

    Baca Juga: Taat Peraturan, Coinbase Pro Tutup Layanan Margin Trading

    Layanan Staking Ethereum Pihak ke-3

    “Rocket Pool akan memilih untuk tetap medukung peluncuran setelah penerapan smart contract withdrawalsdilakukan, untuk mematuhi sifat non-kustodian, trustlesssebagai solusi staking yang sudah kami rencanakan selama dua tahun yang lalu. Peristiwa ini diharapkan terjadi pada Q1 tahun 2021 dan kami berharap untuk ikut meluncurkannya bersamaan dengan perstiwa tersebut.”

    Perusahaan Blockchain Consensys juga mencatat, solusi dari Danny Ryan bukanlah satu-satunya. Proposal “Simple Withdrawal Contract” dari pengembang Ethereum Jeff Coleman juga hadir memberikan solusi terkait masalah penarikan. Layanan stakingEthereum, salah satu pendiri Attestant, Jim McDonald’s, memiliki proposal lain yang disebut “Simple Transfers of Excess Balance”.

    Perusahaan saham LiquidStake telah mengambil pendekatan yang berbeda, memungkinkan pemegang saham untuk mengambil pinjaman USDC pada ETH yang dipertaruhkan untuk memberikan likuiditas yang lebih baik kepada pengguna. Coinbase juga telah mengumumkan dukungan untuk taruhan Eth2, namun mereka akan menyediakan likuiditas untuk pengguna:

    “Sementara token Eth2 yang di-stake tetap terkunci pada Beacon Chain, Coinbase juga akan mengaktifkan perdagangan antara Eth2, ETH, dan semua mata uang lainnya yang mendukung penyediaan likuiditas bagi pelanggan kami.”

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lima Koin Teratas Mulai Bangkit dari Sell Off!

    Lima koin teratas BTC, ETH, XRP, litecoin, dan chainlink telah menunjukkan kebangkitannya setelah aksi jual minggu ini.

    Harga BTC naik menjadi lebih dari $18.000 setelah jatuh ke $16.000 pada hari Kamis karena ETH, XRP, Litecoin, dan chainlink mencatatkan  swing yang lebih liar.

    Baca Juga: Meski Turun Tajam, Ini Alasan Bitcoin Masih Bullish

    Kenaikan dipimpin oleh XRP, yang mengalami kenaikan lebih dari 10% selama 24 jam terakhir, diikuti Bitcoin, Ethereum, litecoin, dan chainlink naik sebesar sekitar 5%.

    Gabungan nilai cryptocurrency sudah berayun sekitar $100 miliar minggu ini setelah Bitcoin hampir mencapai level tertingginya sepanjang masa hampir $20.000 saat 2017 lalu.

    Aksi jual, yang membuat harga Bitcoin menurun 10% dalam hitungan jam, dianggap oleh pengamat pasar Bitcoin dan cryptocurrency adalah hanyalah koreksi sementara saja.

    “Harga BTC bisa menunjukkan fluktuasi yang tajam, jadi hal utama yang perlu diketahui adalah tahapan ini diperlukan untuk melanjutkan reli,” kata Alex Kuptsikevich, analis keuangan senior FxPro.

    “Indikator teknis telah berada di wilayah overbought yang ekstrim untuk waktu yang lama. Reli mulai tersendat menuju $20.000. Ini adalah level psikologi dan teknis yang serius dari resistensi untuk pasar, dan tidak ada keraguan bahwa hambatan ini akan terjadi dan menguji optimisme investor.”

    koin teratasBitcoin telah mengalami kenaikan sebesar 40% hingga November, didorong oleh kepopulerannya yang berkembang sebagai emas digital. Karena bunga bank-bank besar yang masih kalah jauh dengan tingkat pengembalian yang diberikan oleh Bitcoin. Oleh karenanya, bank-bank besar di Wall Street, dan sekumpulan investor terkenal memberikan nama kepada Bitcoin sebagai emas digital “lindung nilai potensial terhadap inflasi”.

    Baca Juga: Rumor Peraturan Baru, CEO Coinbase “Amerika Akan Tertinggal Soal Crypto”

    Reli Bitcoin dipicu oleh perusahaan pembayaran raksasa PayPal yang berencana menambahkan layanan pembelian dan penjualan Bitcoin. Hal ini menyebabkan cryptocurrency yang memiliki nilai yang lebih kecil, termasuk koin teratas di pasar seperti XRP, ETH, Ripple, litecoin, dan chainlink melonjak. Di bulan November ini saja, XRP sudah mengalami kenaikan sebesar 150%.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum 2.0 Rilis 1 Desember, Begini Perkembangannya

    Ethereum 2.0 rilis pada 1 Desember 2020, kurang dari seminggu lagi maka proyek yang sangat dinantikan penggemar crypto ini akhirnya akan muncul ke publik dengan ragam solusi yang lebih baik dibandingkan Ethereum generasi pertama.

    Konfirmasi ini seiring dengan kontrak setoran Ethereum yang sudah memenuhi ambang batasnya yaitu 524.288 Ether dari 16.384 validator ke dalam kontrak setoran Eth2 sejak ditayangkan pada 4 November. Saat ini, kurang lebih 694.368 eter senilai lebih dari $422 juta yang berada dalam kontrak.

    Baca juga: Apa itu Staking Ethereum 2.0 ? Panduan untuk Pemula

    Selain itu sebuah portal web bernama Launch Pad diterbitkan untuk memudahkan pengguna belajar bagaimana menjadi validator ETH dan mengamankan blockchain.

    Alamat kontrak telah melihat sekitar 16.736 transaksi sekitar 32 ether per transaksi. 32 ETH adalah jumlah yang dibutuhkan oleh para calon validator untuk bisa berpartisipasi.

    Baca juga: Apa Itu Staking? Panduan Lengkap untuk Pemula

    Tim Ethereum 2.0 Merayakan Keberhasilan

    Setelah pencapaian ini sejumlah besar pendukung dan pengembang Ethereum merayakannya.

    “Kami mencapainya, terima kasih untuk semua tim Eth2 dan komunitas yang menulis sejarah. Dan terima kasih kepada kritikus Ethereum yang membuat kami lebih kuat. Jangan lupa untuk memperbarui klien Eth2 Anda dalam beberapa hari,”  kata anggota R&D Ethereum 2.0, Hsiao-Wei Wang.

    Pembaruan ETH 2.0 akan dimulai dalam waktu tujuh hari dan Beacon chain akan memulai yang fase eprtama dari empat fase awal.

    Perkiraan mengatakan bahwa validator Ethereum 2.0 dapat memperoleh sekitar 20% sebagai hadiah tahunan. Setelah persyaratan dipenuhi, pendukung Ethereum Tom Shaughnessy mengatakan bahwa peluncuran Ethereum 2.0 mendapat lebih banyak perhatian.

    Anggota Ethereum Foundation Hudson Jameson men-tweet tentang bagaimana peluncuran rantai Beacon Ethereum 2.0 akan terjadi sehari sebelumnya, dan apa yang perlu terjadi untuk membuat peluncuran yang sukses.

    “Beacon chain  menandai awal transisi ke Eth 2.0, tetapi itu tidak berarti bahwa semuanya segera berubah. Eth 2.0 adalah proses multi-tahun dan beberapa bagian pertama dari proses itu tidak akan terlalu memengaruhi mainnet Ethereum saat ini, “ kata Jameson.

    Jameson juga menekankan bahwa apapun yang terjadi, komunitas Ethereum harus terkesan dengan tim pengembangan Ethereum 2.0.

    Sementara itu para peserta genesis tidak akan dapat menarik koin mereka hingga ETH 2.0 mencapai Fase 1.5  yang akan menggabungkan mainnet Ethereum dengan beacon chain Eth2 dan lingkungan yang dipecah  banyak trader kini menunggu pihak ketiga untuk meluncurkan layanan staking yang mengaktifkan penarikan, meskipun ada potensi risiko penipuan. Oleh karena itu semua harus dilakukan dengan cermat dan penuh pertimbangan.

    Perkembangan Ethereum 2.0

    Berdasarkan data dari Cryptoquant dari Unfolded, berikut ini adalah perkembangan dari Ethereum 2.0

    Ethereum 2.0
    Perekmbangan Ethereum 2.0. Sumber: Unfloded

    – Phase 0 Success Rate: 111%

    – Phase 0 Unique Validators: 18,333

    – Total Value Staked: 586,656 ETH

    – Unique Depositors: 1733.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aset Kripto Ethereum Membidik Rp9 Juta per ETH

    Sentimen positif terhadap pasar aset kripto dan terkoreksinya Bitcoin, menaikkan pamor aset kripto ETH. Terpantau saat ini ETH membidik US$666 (Rp9 juta) per ETH, sebagai resisten tertinggi dalam skala mingguan.

    Baca Juga: Filecoin Capai Kapasitas 1 Exabyte, Lebih Besar dari Netflix!

    Terpantau sebelumnya, ETH berhasil menduduki hingga Rp8,2 juta per ETH. Membuncahnya aset kripto nomor 2 dunia itu menyusul penguatan sebelumnya pada 20 November 2020 di kisaran US$500. Sentuhan itu kali pertama terjadi sejak Juni 2018.

    etherium

    Harga terbaru itu pula membuat imbal hasil ETH tumbuh hingga 342 persen selama tahun 2020 ini. Pada skala mingguan, ETH tampak membidik menembus resisten US$666 (9,6 juta) pada 1 April 2018.

    etherium

    Blockchain Ethereum yang menjadi perkakas utama aset kripto ETH dan sejumlah token lainnya, saat ini masih berjibaku dengan proses migrasi ke generasi ke-2. Kelak blockchain Ethereum beralih dari sistem Proof-of-Work (PoW) menjadi Proof-of-Stake (PoS).

    Baca Juga: Whale Percaya Ethereum Lebih Bagus Daripada Bitcoin, Kenapa?

    Cetak rekor baru petang ini dapat ditafsirkan sebagai perpaduan langkah akumulasi ETH oleh ekosistem Ethereum untuk berpartisipasi sebagai node validator dan spekulasi aksi jual dari BTC.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Altseason Kembali, Analis Cuan Banyak dari 7 Altcoin Ini!

    Scott Melker, seorang ahli strategi crypto mengatakan saat ini dirinya memiliki sebanyak 7 altcoin. Trader yang menyebut dirinya sebagai Wolf of All Streets ini setidaknya memiliki dua koin berkapitalisasi besar dan tiga koin berkapitalisasi menengah yang dia yakini memiliki potensi untuk mencetak keuntungan saat altseason baru dimulai.

    Altseason Dimulai!

    “Saat ini, saya memiliki Cardano (ADA), EOS, Ether (ETH), Litecoin (LTC), dan XRP (masuk sebagian kecil ketika posisi awal setelah mencapai beberapa target) dengan leverage rendah… Altseosen saat ini berlangsung sangat cepat dan dapat berakhir kapan saja, jadi saya akan mengejarnya selagi bisa.”

    Baca juga: Ini 3 Faktor Harga XRP Melonjak Hingga 91% dalam Sebulan

    Analis crypto tersebut juga melihat Polkadot (DOT) mulai menunjukan tanda-tanda momentum bullish.

    “RSI mematahkan reistance, biasanya harga akan mengikuti. Saya sudah berada di dalam divergen bullish yang masif, tetapi ini bisa terjadi jika Bitcoin ‘mengizinkannya’.”

    Adapun aset keuangan terdesentralisasi yang Melker miliki, seperti Compound (COMP) juga menunjukan tanda-tanda bullishnya.

    Melker berpikir jika 7 altcoins tersebut memiliki ruang untuk terus bullish dan mengungguli indeks dominasi yang saat ini dipegang oleh Bitcoin.

    “Dominasi Bitcoin sebenarnya dapat berpotensi merusak dukungan ini. Jika hal ini terus berlanjut, setidaknya kita akan memiliki kesempatan berkelamjutan dalam jangka pendek untuk melakukan perdagangan altcoin. Jika ia (BTC) terus turun, musim alt coin akan tercapai.”

    altseason

    Indeks Dominasi Bitcoin Turun, Waktu yang Baik Untuk Altcoin

    Jika melihat kerangka waktu jangka panjang dari indeks dominasi Bitcoin, trader tersebut menandai setidaknya dominasi dengan 63% dapat dimanfaatkan pada altcoin.

    “Candle mingguan tampaknya akan menembus kunci descending resistance. Saat ini terlihat kembali ke bawah. (Jika) penolakan terus terjadi di sini setiap minggu (maka) altcoin akan terus melambung.”

    altseasonMeskipun altcoin mulai menunjukkan tanda-tanda kekuatan, Melker tetap melakukan pembelian jangka panjang di BTC lantaran ia memperkirakan crypto terbesar tersebut akan mengalami krisis likuiditas dalam sisi jual di tengah permintaan institusional yang kuat.

    “Grayscale membeli lebih banyak Bitcoin daripada yang ditambang. CashApp dan PayPal akan segera melakukan hal yang sama. Itu baru tiga perusahaan. Bayangkan ketika setiap perusahaan menginginkan eksposur. Dan Anda juga melakukannya. Gejolak dalam sisi suplai pasti akan terjadi.”

    Baca juga: Nic Carter: Kenaikan Harga Bitcoin karena Potensi Inflasi



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah Alasan, Mengapa Ethereum (ETH) akan Melonjak pada Bulan Juli?

    Pembaruan yang terus dilakukan jaringan Ethereum tampaknya memberi sinyal hijau bagi cryptonya, Ether (ETH), untuk mengalami lonjakan pada beberapa bulan mendatang.

    Diketahui, Twitter sangat antusias dengan tren deflasi dari Ether, dimana pengguna Twitter “CryptoGucci” telah membagikan data di balik pengurangan signifikan dalam penerbitan ETH, memperkirakan bahwa inflasi Ethereum turun hampir 70% sejak EIP-1559 diluncurkan.

    “Dengan kata lain, ETH telah memasuki fase deflasi, dan pembakaran token membuat jumlahnya menjadi langka. Ini adalah kebalikan dari inflasi, begitu umum dengan mata uang fiat.”

    Baca jugaBagaimana Situasi BTC dan ETH 19 Januari? Teknikal Analisis

    Setelah merging dilakukan pada bulan Juli, penerbitan atau penambangan ETH akan turun menjadi 90%, dan itu akan menjadi salah satu peristiwa Bullish terbesar dalam sejarah crypto nomor dua tersebut.

    Saat ini, Ethereum berada dalam fase deflasi untuk minggu pertama berturut-turut. Dengan kata lain, lebih banyak ETH yang dihancurkan daripada yang dibuat dalam seminggu terakhir.

    Sejak Agustus, ketika EIP-1559 diperkenalkan bersama dengan mekanisme pembakaran Ethereum, ia telah menghancurkan Lebih dari 1,5 juta Ether.

    Dengan kata lain, ETH senilai lebih dari $5 Miliar telah dihancurkan dalam waktu kurang dari enam bulan. Tingkat penerbitan Ethereum juga baru-baru ini turun di bawah Bitcoin untuk pertama kalinya.

    ETH siap untuk melakukan upgrade Merge pada bulan Juli untuk roadmap Ethereum 2.0. Penggabungan akan secara drastis mengurangi penerbitan ETH menjadi hanya sedikit dan juga akan mengantarkannya ke konsensus Proof-of-Stake (PoS), mengakhiri hadiah blok untuk penambang Proof-of-Work (PoW).

    Sesuai dengan agregator data Ethereum ‘Watch the Burn’, lebih dari 5.910 ETH telah dihancurkan dibandingkan dengan koin yang diproduksi dalam pekan yang berakhir 18 Januari. Itu setara dengan offset penerbitan mingguan bersih sebesar $18,8 juta. Offset penerbitan mingguan kira-kira 15.500 ETH atau $51 juta pada 17 Januari.

    Baca jugaTerungkap! Ghozali “Everyday” Akan Terbitkan NFT Bergaya 3 Dimensi

    Menurut perkiraan oleh penyedia Data Ultrasound Money, ETH dihancurkan dengan kecepatan 10 ETH setiap menit, yang secara agregat lebih dari 100.300 ETH dihancurkan hanya dalam seminggu terakhir. Penghancur terbesar adalah OpenSea, yang menyumbang 17.625 ETH, diikuti oleh transfer ETH dengan 9.599 ETH, dan Uniswap v3 dengan 6.249 ETH.

    Rata-rata 6,47 ETH telah dibakar setiap menit sejak EIP-1559 ditayangkan.

    Tentu saja, ini adalah prospek menarik bagi pertumbuhan harga Ether, sehingga diperkirakan ini akan sangat melambung pada pertengahan tahun ini. Kita lihat saja!

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lagi Tren Naik, Polygon Berpotensi Reli 30%

    Harga Polygon terlihat siap untuk naik setidaknya 30% setelah pola analisis teknis menunjukkan bullish, ditambah potensi persetujuan proposal EIP-1559 yang juga mendukung upaya MATIC untuk meraih level tertinggi baru sepanjang masa.

    Dijuluki EIP-1559, proposal pembaruan tersebut awalnya terungkap sebagai bagian dari upgrade London Hard Fork di jaringan Ethereum pada 5 Agustus silam.

    Proposal tersebut secara efektif mulai menghancurkan, atau membakar sebagian besar dari biaya yang dibayarkan kepada penambang melalui ETH.

    Trader dan investor menaikkan tawaran mereka untuk ETH sebelum dan sesudah peningkatan EIP-1559. Kemudian mencatat bahwa itu yang mendorong Ethereum menjadi aset deflasi untuk pertama kalinya dalam sejarah.

    Baca jugaKetua Fed: CBDC AS Dan Stablecoin Bisa Berjalan Bersama

    Polygon Bisa Reli 30% dan Raih ATH

    Polygon merupakan protokol layer-2 yang dibangun untuk mengukur masalah skalabilitas di blockchain Ethereum. Pada 14 Desember tahun lalu jaringan telah meluncurkan implementasi pengujian EIP-1559.

    Setelah peluncuran uji net, harga MATIC naik hampir 30% menjadi $2,35, yang mencakup kenaikan singkat ke rekor tertingginya di dekat $3.

    Pergerakan Harga Polygon

    Secara teori, pasokan yang lebih rendah terhadap permintaan yang meningkat akan membuat aset lebih berharga di mata penawarnya. Referensi ekonomi klasik ini telah membantu meningkatkan permintaan aset crypto raksasa seperti Bitcoin (BTC) sebelumnya.

    Ini menimbulkan pertanyaan, dapatkah harga MATIC juga alami reli dengan cara yang sama? Salah satu pendiri Mineplex, Alexander Mamasidikov, berpikir ya.

    Mamasidikov mengatakan pada sesi wawancaranya dengan media, jika EIP-1559 akan berdampak positif pada harga MATIC bahkan dengan mudah mendorong Polygon reli menuju rekor tertinggi saat ini setelah peningkatan teknis.

    “Dalam periode pemulihan harga, investor sering kali mencari fitur teknis dan fundamental untuk dijadikan sandaran untuk mendukung koin, dan Polygon mengacungkan keduanya” katanya.

    Mamasidikov kemudian menambahkan,jika Polygon tetap menjadi versi Ethereum yang lebih baik dalam hal biaya transaksi yang lebih rendah, ini juga merupakan kesenangan bagi investor ritel sehubungan dengan harganya yang rendah saat ini jika dibandingkan dengan ETH atau jaringan smart contract lainnya.

    Sejak Juli 2021, MATIC telah alami tren naik yang lebih tinggi dan dikonfirmasi oleh setidaknya dua tertinggi reaktif dan dua terendah reaktif.

    Namun memang, token MATIC baru-baru ini alami garis tren rendah di rentan harga $1,89 sebagai support. Sebuah pergerakan yang diikuti dengan retracement bullish menuju $2,50.

    Sekarang, harganya bertindak sebagai resistance serta mendorong MATIC naik ke level $2,50.

    Tren Naik dari Pergerakan Harga Polygon

    Baca JugaMarket Pulih, Polygon Tetapkan Harga Tertinggi!

    Meskipun demikian, MATIC mungkin mencoba penembusan di atas resistance $2,44 karena ditunjang oleh proposal EIP-1559 pada 18 Januari mendatang.

    Langkah ini akan menempatkan Polygon pada jalur yang menguji target kenaikan sementara di dekat $3, yang kira-kira merupakan lompatan 30%.

    Sementara itu, jika faktor EIP-1559 bermain lebih lama dari yang diantisipasi, harga MATIC sepertinya dapat mencoba kenaikan lanjutan menuju $3,52.

    Sebaliknya, penolakan di $2,44 dapat membuat Polygon menguji ulang support dari tren naik untuk penembusan negatif.

    Pergerakan seperti itu akan berisiko membatalkan setup bullish, seperti yang dibahas di atas. Semua ini terkait dengan mengekspos MATIC ke koreksi menuju $1,77 atau lebih rendah.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com