Tag: eth

  • Analis Optimis Nilai Ether (ETH) Dapat Berlipat Ganda di Masa Depan!

    Beberapa tren teknis juga menunjukan mata uang terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar ini akan terus naik di bulan-bulan mendatang. Analis memprediksi ini akan terjadi terlepas dari mata uang crypto lainnya seperti Bitcoin yang digadang-gadang akan meroket menuju ke level all-time-high-nya segera.

    Baca Juga: Berikut Tools yang Perlu Dikuasai Saat Trading Bitcoin

    Sentimen pasar Ether (ETH) memperkirakan kisaran $400 atau Rp5,6 juta akan menjadi level support yang nantinya akan menjadi batu loncaran ETH menuju $800 atau Rp12 juta.

    Seorang analis juga percaya bahwa tren jangka panjang Ethereum akan tetap positif. Hal ini mengacu pada grafik makro ETH, ditambah dengan eksposur yang terjadi pada aset saat ini.

    Grafik di bawah ini menunjukan Ethereum memiliki resistance makro hingga angka $800-$900. Area ini merupakan rally pada awal 2018,

    nilai tether berlipat ganda

    “Berhenti menyandingkan ETH dengan BTC, (ETH) itu dibawah USD. Tren HTF sangat bullish memasuki tahun 2021, saya sangat berharap kita dapat kesempatan untuk membeli dikisaran $350 sebelum akhirnya naik ke $600-$800… Saya punya banyak keuntungan untuk dihabiskan.”

    Ethereum 2.0 Dorong Nilai Ether (ETH) Lebih Tinggi

    Vilatik Buterin beberapa hari lalu mengirimkan 100 transaksi untuk masing-masing 32 Ether atau total 3.200 Ether untuk peluncuran kontrak deposit pada Ethereum 2.0. Dengan pengembangan sistem, jaringan nantinya akan memberlakukan prinsip proof-of-stake (PoS) yang sebelumnya merupakan proof-of-work (PoW).

    Saat ini, peserta sudah dapat melakukan deposit dengan minimal 32 Ether yang nantinya akan di stake melalu Ethereum 2.0. Hal ini dilakukan sambil menunggu jaringan luncur ke publik secara resmi pada Desember mendatang.

    Berita Terkait: Sempat Sulit Diakses, Ternyata Ethereum Lakukan Hard Fork

    Peluncuran Genesis memerlukan 16,384 validator untuk dapat menyimpan dana setara dengan 524.288 Ether ke dalam kontrak. Jika hal itu sudah terpenuhi, Beacon chain, inti dari Ethereum 2.0 akan bisa dinikmati langsung oleh publik.

    Dengan adanya perpindahan prinsip dan pengembangan jaringan, para analis optimis harga Ether nantinya akan melonjak ke harga yang lebih tinggi lagi. Ditambah, antusias pengguna dan komunitas semakin menghangatkan sentimen pasar yang positif ini.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Biar Sehat, Ripple Buy Back XRP Setara Rp464 Miliar

    Alasannya sih, agar pasar aset kripto XRP menjadi sehat. Oleh sebab itu Ripple pun lakukan langkah buy back XRP senilai US$46 juta (setara Rp464 miliar).

    Aksi buy back itu adalah kali pertama terjadi, digelar pada kuartal ketiga tahun 2020 ini, walaupun Ripple sendiri sudah memiliki hampir separuh dari pasokan beredar XRP.

    Ripple mengatakan, pembelian itu dilakukan agar pasar menjadi sehat. Seperti pasar saham, aksi buy back mengacu pada penciptaan minat terhadap XRP dan dengan demikian diharapkan bisa menaikkan harganya, karena pasokan di pasar menjadi berkurang.

    Terpantau di pasar saat ini, harga XRP naik 3,55 persen dalam 24 jam terakhir, di kisaran Rp3.690. Dalam rentang 3 bulan pasar XRP masih melemah, dari Rp4.100 per 10 Agustus 2020.

    Baca Juga: PewDiePie Promosikan Game Crypto serupa Pokemon-Go

    Kondisi itu jauh lebih lumayan dialami rivalnya di 10 besar aset kripto berkapitalisasi pasar besar versi Coinmarketcap, seperti Ether (ETH), Bitcoin Cash (BCH), Binance Coin (BNB) dan Litecoin (LTC).

    ripple buy back xrp

     

    ripple buy back xrp

    Seorang juru bicara Ripple mengatakan kepada The Block bahwa perusahaan dapat terus membeli XRP untuk juga mendukung produknya yang baru diluncurkan, Line of Credit, yang memungkinkan pelanggan On-Demand Liquidity (ODL) untuk membeli XRP secara kredit dari Ripple. Solusi ODL memanfaatkan XRP untuk transfer dana.

    “Dalam jangka panjang, Ripple sedang membangun kapabilitas ODL baru untuk secara dinamis mendapatkan sumber likuiditas XRP dari pasar terbuka, tidak hanya Ripple,” kata juru bicara tersebut.

    Penjualan di kuartal III Ripple juga terkait dengan solusi ODL-nya. “Penjualan terkait ODL termasuk penjualan XRP untuk mendukung ODL (termasuk Line of Credit) dan infrastruktur utama,” kata juru bicara tersebut.

    Ripple menjual XRP senilai US$35,84 juta kepada pelanggan ODL di kuartal III secara bersih, dibandingkan dengan XRP senilai US$32,55 juta untuk mengarahkan institusi di kuartal II . Tidak ada penjualan terprogram, yaitu, penjualan XRP ke bursa aset kripto, di kuartal III .

    Sebelumnya dikabarkan, bahwa Ripple telah membuka kantor pusat regional baru di Dubai International Financial Center, yang memiliki sistem hukum dan kerangka peraturan independennya sendiri.

    Baca Juga: DFX Resmi Luncurkan Sistem Pengawasan Bursa Aset Kripto

    Ripple juga sedang mempertimbangkan memindahkan markasnya dari Amerika Serikat, karena merasa iklim aset kripto di Negeri Paman Sam kurang mendukung perkembangan bisnisnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • PewDiePie Promosikan Game Crypto serupa Pokemon-Go

    Gamer dan YouTuber PewDiePie dalam salah satu videonya mempromosikan sebuah game mirip Pokemon-Go yang bisa memberikan crypto ke para pemainnya.

    PewDiePie telah mendemonstrasikan game berbasis Augmented-Reality baru bernama Wallem yang memungkinkan pemain untuk mengumpulkan crypto.
    Game ini memiliki fitur dompet cryptocurrency dan pemain dapat mengumpulkan Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan cryptocurrency lainnya.

    Baca Juga: Ketahui Perbedaan Trading Binary dan Trading Aset Kripto

    Sebelumnya YouTuber ini juga pernah mempromosikan sebuah platform live streaming berbasis blockchain bernama DLive, meski setelah itu ia kembali lagi ke habitat YouTube nya.

    Pewdiepie menunjukkan game berburu harta karun berbasis blockchain ini kepada para subscribers di channel YouTube nya. Game Wallem menggunakan peta 3D dan teknologi augmented reality (AR), untuk menempatkan objek virtual di dunia nyata.

    Dalam game ini terdapat dompet cryptocurrency dan memungkinkan penggunanya untuk menemukan dan mengumpulkan Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH) dan cryptocurrency lainnya, yang dapat ditransfer ke dompet eksternal dan kemudian dijual di bursa.

    “Anda bisa berjalan-jalan di luar dan mendapatkan token. Berdasarkan tempat tinggal Anda, mereka akan muncul di sekitar Anda,” jelas PewDiePie dalam video tersebut.

    Game Wallem, yang tersedia di iOS dan Android, memberi penghargaan kepada pemain dengan token ERC-20 berbasis Ethereum yang disebut Pteria (PTE,) dan menampilkan acara khusus dengan hadiah dari merek-merek besar termasuk Armani dan Motta.

    Tidak hanya itu, game ini juga masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut. Penemunya, Andrea Bempensante, mengatakan bahwa versi game yang akan datang akan memungkinkan pemain untuk mencuri token dari pemain lainnya.

    Baca Juga: Hindari Sanksi AS, Iran Gunakan Bitcoin untuk Impor

    Selain itu, Game ini juga memungkinkan penggunanya untuk mengumpulkan NFT atau non-fungible token dalam bentuk skin. PewDiePie pun menjual ” PewDiePie skin” miliknya sendiri sebagai token non-fungible (NFT).

    NFT dan dunia virtual berbasis blockchain saat ini sedang ramai nih. Hanya dalam seminggu terakhir, hampir $ 1,5 juta telah dihabiskan untuk penjualan NFT.

    Pada bulan Mei, L’Atelier, sebuah perusahaan riset yang merupakan bagian dari grup perbankan internasional Prancis BNP Paribas, mengidentifikasi pasar platform game senilai $ 100 miliar seperti Fortnite dan Minecraft, dan dunia virtual seperti Decentraland. Dan sekarang, bahkan para YouTuber arus utama pun ikut-ikutan.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank of America Prediksi Solana Kalahkan Pangsa Pasar Ethereum

    Dalam catatan penelitiannya baru-baru ini, analis Bank of America Alkesh Shah memperkirakan bahwa Ethereum akan terus kehilangan pangsa pasar jaringannya dan perlahan disaingi Solana.

    SOL naik lebih dari 2.200% diatas performa ETH tahun lalu. Dengan blockchain aslinya muncul sebagai salah satu pesaing utama untuk platform smart contract.

    Namun, pasangan SOL/ETH turun 8% di awal 2022, dengan seluruh pasar mengalami koreksi yang signifikan.

    Shah juga meyakini bahwa Solana dapat menjadi Visa ekosistem aset digital.

    Baca JugaSuku Bunga Belum Jadi Naik, Crypto Diprediksi Membaik

    Meskipun Ethereum lebih terdesentralisasi, Shah mengklaim bahwa itu tidak cukup terukur, yang menaikkan biaya transaksi. Oleh karena itu, analis percaya bahwa skalabilitas adalah pertukaran yang wajar.

    Solana Bisa Menjadi Visa Ekosistem Aset Digital

    Shah menyebut ‘Solana bisa menjadi Visa ekosistem aset digital’ bukan tanpa alasan.

    Hal itu diklaim sang analis setelah melihat potensi yang ada pada blockchain Solana dengan 400 dApps di dalamnya yang bisa menampung semuanya, mulai dari peer-to-peer exchange hingga NFT marketplace.

    Sementara Ethereum dinilai kurang pantas diklaim dengan gelar tersebut, namun dapat menjadi blockchain untuk ‘transaksi dan identitas, penyimpanan, serta kasus penggunaan chain berpasokan bernilai tinggi,’ tulisnya.

    Laporan lain kemudian datang dari Crypto veteran, yang ternyata telah lama membandingkan transaksi per detik (TPS) yang mungkin dilakukan dalam blockchain dan yang dilakukan di jaringan kartu kredit.

    Visa mengatakan secara teoritis dapat menangani setidaknya 24.000 TPS tetapi rata-rata sekitar 1.700. TPS yang paling sering dibicarakan untuk Ethereum adalah 15. Itu tidak banyak, mengingat tuntutan dApps yang terus-menerus on-chain.

    Dengan tempat terbatas, biaya transaksi di jaringan biasanya diukur dalam dua digit dalam Dollar.

    Sementara banyak proyek mencoba memecahkan masalah skalabilitas Ethereum, termasuk melalui sidechain di Polygon dan rollup di Arbitrum.

    Namun hasil mengungkapkan, kemacetan tidak akan berkurang secara signifikan hingga peluncuran penuh Ethereum 2.0.

    Sementara Solana, dinilai dapat mengalahkan Ethereum dan Visa dengan dengan batas teoretis 65.000 TPS yang ditetapkan dengan harga sepersekian sen.

    Baca juga5 Prediksi Dogecoin (DOGE) di Tahun 2022

    “Solana memprioritaskan skalabilitas, tetapi blockchain yang relatif kurang terdesentralisasi dan aman memiliki pengorbanan, diilustrasikan oleh beberapa masalah kinerja jaringan sejak awal,” tulis Shah dalam catatannya. Merujuk pada pemadaman jaringan di September lalu dan beberapa masalah yang lebih kecil.

    Shah mencatat keunggulan SOL lain yang berpotensi mengalahkan pangsa pasar Ethereum seperti kemampuannya untuk memberikan throughput tinggi, biaya rendah, dan kemudahan penggunaan menciptakan blockchain yang dioptimalkan untuk kasus penggunaan konsumen seperti pembayaran mikro, DeFi, NFT, jaringan terdesentralisasi (Web3), dan game.

    Lantas, dengan performanya apakah Solana benar-benar bisa menjadi Ethereum Killer di masa depan?

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • DeFi dan NFT Masih akan Moncer di Tahun 2022, Apa Saja Proyek yang Bagus?

    Tahun 2022 baru berjalan sekitar tiga hari. Meski pasar crypto sedang lesu di awal tahun ini dengan performa Bitcoin yang masih berada di level $46-47 ribu, namun potensi aset kripto diharapkan masih akan terus berkembang di tahun ini.

    Decentralization Financial atau DeFi dan Non Fungible Token (NFT) dinilai masih akan menjadi sektor yang menonjol dari ekosistem ini. Di mana perkembangan web 3 dan gameFi yang semakin pesat akan berpengaruh pada dua platform tersebut.

    Belum lagi gaung metaverse yang sudah dimulai sejak pertengahan 2021 pun akan berpengaruh pada sektor DeFi dan NFT. Berdasarkan data Dappradar, tahun 2021 terdapat peningkatan nilai total yang terkunci (TVL) di DeFi sebesar lebih dari 767% dari tahun sebelumnya.

    Baca JugaDogecoin Foundation Ajak Pendiri Ethereum Buat Mekanisme Staking DOGE

    Sepanjang tahun 2021, TVL DeFi berada di level $189 triliun. DeFi yang berada di jaringan Ethereum masih menguasai industri ini.

    Sementara itu, ekosistem NFT pun mendapat sambutan yang sangat besar di tahun 2021. Secara keseluruhan pada tahun 2021, pasar NFT memiliki mendapatkan  volume perdagangan lebih dari $23 miliar.

    Sedangkan, platform berbasis metaverses blockchain mendapat lebih dari $500 juta dalam volume perdagangan dan aset dalam game yang direpresentasikan sebagai NFT mengumpulkan $4,5 miliar dalam volume perdagangan.

    Ethereum dan Jaringan Dapp masih akan Moncer

    Apabila merujuk pada tren tersebut, di tahun 2022 sepertinya tren tersebut masih akan berlanjut. Jaringan yang memiliki platform aplikasi terdesentralisasi akan mendapat perhatian yang lebih serius.

    Di tahun 2021 Ethereum masih menjadi raja industri ini. Meski, di tahun tersebut pula bermunculan jaringan yang menawarkan layanan yang menyaingi Ethereum, seperti Solana, Avalanche, dan lainnya.

    Baca jugaPendiri Reddit: Lima Tahun Lagi, Game Kripto Berkuasa

    Namun, Ethereum masih akan menjadi salah satu blockchain terpenting di tahun ini. Jaringan ini bahkan telah mengalami perubahan struktural penting dan terus berkembang, salah satunya telah mengubah sistem jaringannya ke Proof of Stake.

    Namun, jaringan Layer-2 akan menjadi tuan rumah DeFi penting terutama bagi layanan dapp play-to-earn yang diperkirakan akan mendapatkan perhatian lebih besar di tahun ini.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Upgrade Blockchain, MATIC Gelontorkan Dana $400 Juta

    Kehadiran ZK Rollup dalam Polygon, memang sudah dinantikan sejak lama. Investor mengharapkan skalabilitas jaringan dapat ditingkatkan setelah proyek selesai direalisasikan.

    Skenarionya, Plasma akan membuat satu transaksi per transfer, dan ZK Rollup hadir untuk menggabungkan ratusan transfer ke dalam satu transaksi tersebut.

    Dalam upaya menunjukan keseriusannya, pada tanggal 9 Desember kemarin salah satu pendiri Polygon bernama Mihailo Bjelic, memberi pengumuman yang menyatakan jaringan telah mengakuisisi startup penskalaan Ethereum, MIR protokol, dengan kesepakatan $400M.

    Baca jugaProyek NFT Shark Outlaw Squad (SOS) Lakukan Public Sale!

    Memperbaiki Sistem Rekursif

    Selama 30 hari terakhir, token asli jaringan Polygon MATIC melonjak 24%. Dan jika direkap selama setahun, MATIC berhasil alami kenaikan yang cukup signifikan dengan 11.750% dalam nilai USD.

    Dengan biaya transaksi yang jauh lebih murah dari Ethereum, belakangan ini Polygon menjadi kegeraman sederet investor baru.

    Menurut data yang dilansir dari l2fees.info, biaya untuk mentransfer ETH adalah $8,31 per transfer. Sementara biaya untuk melakukan transfer yang sama menggunakan Polygon Hermez adalah $0,25.

    Sementara itu, selain akuisisinya dengan MIR protokol. Pendiri Polygon juga memberi sedikit bocoran tentang rencana tim yang akan memperkenalkan sistem rekursif yang lebih efisien.

    Satu hal yang belum ada atau kurang dari sistem sebelumnya, mekanisme validasi data transaksi dengan sistem rekursif yang efisien. Sebab sistem rekursif yang efisien akan meningkatkan performa suatu jaringan.

    Sayangnya, sistem rekursif dalam mekanisme blockchain ethereum yang ada masih tidak efisien dan lambat.

    Baca jugaWhale Ethereum Borong 1,6 Triliun Token Shiba Inu (SHIB), Siapa Dia?

    Bjelic memperkenalkan plonky2, sebagai sistem rekursif yang lebih efisien. Perusahaan percaya, jika terobosan teknik ini akan menjadi nilai tambah yang sangat besar bagi komunitas dan akan membuka batas baru penskalaan Ethereum.

    Plonky2 telah terbukti menghasilkan rekursif dalam 170 milidetik pada komputer laptop, yang membuatnya ideal untuk membangun ZK Rollup yang kompatibel dengan EVM.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Whale Ethereum Borong 1,6 Triliun Token Shiba Inu (SHIB), Siapa Dia?

    Token meme yang saat ini tengah terkoreksi cukup dalam, Shiba Inu (SHIB), tampaknya masih menarik minat beberapa investor, bahkan yang berdana besar atau investor whale.

    Diketahui, seorang whale Ethereum dengan lebih dari $800 juta dalam berbagai cryptocurrency di dompetnya, telah mengumpulkan token Shiba Inu, sehingga sekarang memiliki lebih dari 1,67 triliun token SHIB di dompetnya.

    Pada saat pers, harga Shiba masih $0.00003635, turun 57.8% dari ATH menurut Coingecko.

    Whale tersebut telah membeli cryptocurrency senilai hampir $1,8 juta selama beberapa hari terakhir untuk menambahkan 50 miliar token tambahan ke simpanannya. Transaksi ini pertama kali ditemukan oleh WhaleStats, yang melaporkan aktivitas dari 1.000 dompet terbesar di jaringan Ethereum.

    Baca jugaFund Abu Dhabi Berinvestasi dalam Ekosistem Crypto

    Dompet tersebut, yang dijuluki Jiraiya, telah membuat taruhan besar lainnya pada SHIB atas Binance Smart Chain juga, baru-baru ini meraup lebih dari 100 miliar token seharga $3,5 juta. Dompetnya, menurut data Etherscan, menunjukkan Whale itu telah memegang lebih dari 200 aset berbeda.

    Holding terbesarnya bukan Shiba Inu, melainkan Bitpanda Ecosystem Token (BEST), karena Whale memiliki cryptocurrency senilai lebih dari $350 juta. Kepemilikan terbesar berikutnya adalah Ethereum, di mana ia  memiliki lebih dari $ 180 juta.

    Berikutnya adalah Pantos Token (PAN), token asli Pantos. Pantos adalah proyek penelitian sumber terbuka yang didirikan oleh tim di balik pertukaran Bitpanda. Ini bertujuan untuk “menetapkan standar terbuka untuk transfer token lintas-blockchain yang benar-benar terdesentralisasi dan interoperabilitas blockchain.”

    Kepemilikan besar lainnya di dompet tersebut termasuk Chiliz (CHZ), Chainlink (LINK), Decentraland (MANA) dan Polygon (MATIC). Jiraiya adalah salah satu dari beberapa Whale Ethereum yang baru-baru ini ditemukan mengumpulkan SHIB dalam jumlah besar.

    Data menunjukkan bahwa transaksi Whale telah membantu mendorong kenaikan harga Shiba Inu tahun ini. Menurut perusahaan analitik cryptocurrency Santiment, transaksi SHIB yang melebihi $ 100.000 umumnya melonjak  menjelang kenaikan harga cryptocurrency.

    Baca jugaCrypto Semakin Diminati Institusi, Ini Alasannya!

    Khususnya, Whale mungkin telah dan akan mengumpulkan lebih banyak cryptocurrency sebelum kenaikan tersebut.

    Menurut Tim Cryptoharian, token meme seperti Shiba-Inu sudah berubah dari token Meme dan akan menjadi token yang mungkin akan mempunyai dampak terhadap Bitcoin Dominance.

    Pertama karena mereka mempunyai Shiba Army yang akan mendukung token tersebut.

    Kedua, mereka juga dilirik oleh para Whale yang membelinya dalam jumlah besar. Negatifnya adalah dump besar.

    Ketiga adalah mereka juga akan memasuki metaverse yang akan mempunyai dampak ke dunia nyata di 2022 dan tahun-tahun selanjutnya.

    Pengembangan lebih lanjut dari Shiba Inu masih dinanti, seperti game blockchain dan blockhainnya sendiri, sehingga prospek ini mungkin menjadi apa yang dilihat oleh para Whale. Bagaimana menurut Anda?.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • UNICEF Terbitkan NFT di Ethereum, Buat Apa?

    Organisasi dunia yang terfokus pada anak-anak, United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF). Diketahui telah menerbitkan token non-fungible (NFT) di jaringan Ethereum.

    Ini adalah langkah terbaru dari UNICEF dalam merangkul industri kripto, di mana sebelumnya organisasi ini telah menggunakan Bitcoin (BTC) dan Ether (ETH) untuk donasi.

    Meski menerima dana donasi dalam bentuk aset kripto, dalam penyalurannya itu akan dikonversikan menjadi uang fiat.

    Baca jugaAda Solana (SOL) di Browser Opera, Tahun Depan

    UNICEF Terbitkan NFT 

    Belum lama ini, berdasarkan dari tweet resminya, UNICEF telah mengumumkan peluncuran aset NFT mereka untuk memperingati hari jadi ke-75 dari badan PBB.

    Gambar yang disajikan dalam tweet tersebut pun menarik, yang digagas oleh artis visual Nadieh Bremer, dengan menggabungkan bentuk-bentuk geometris yang disukai anak-anak, menjadi sebuah set kota.

    “Dalam visual terakhir, setiap sekolah menjadi kotak kecil, saling terkait dengan sekolah lain untuk membentuk kerajaan, terbagi antara yang terhubung dan tidak terhubung ke internet,” ujar Bremer.

    Diketahui, peluncuran dalam bentuk pameran digital yang dinamai “Patchwork Kingdom” tersebut secara resmi akan dilakukan pada Januari 2022 mendatang.

    Baca jugaAda Shiba Inu (SHIB) di Travala, Buat Apa?

    Pengadaan Internet Bagi Anak-Anak di Dunia

    Nantinya, hasil keuntungan dari penjualan NFT akan digunakan organisasi tersebut untuk mendukung banyak proyek. Salah satunya adalah proyek “Giga Initiative” untuk pengadaan akses internet bagi anak-anak di seluruh dunia.

    Tentu saja, internet saat ini adalah salah satu jendela dunia untuk mempelajari segala hal dengan lebih mudah dan banyak. Anak-anak diharapkan akan mampu lebih mengembangkan potensi diri mereka dengan menyerap informasi yang lebih beragam dan lengkap.

    Sekadar informasi, Giga Initiative adalah proyek yang diluncurkan pada tahun 2019 antara UNICEF dan PBB untuk memberikan akses internet ke sekolah sehingga anak-anak dapat memperoleh banyak manfaat dari informasi dan peluang berbasis web.

    Diketahui, UNICEF telah menggandeng marketplace NFT berbasis Solana, Snowcrash Labs, Ethereum Foundation, Metagood dan lainnya, untuk meluncurkan 1.000 NFT.

    Menariknya, setiap NFT yang dijual akan ditandai dengan data inisiatif yang dikumpulkan dari lebih dari 282.000 sekolah di 21 negara.

    Meski kurang begitu disorot, UNICEF sebenarnya juga sudah cukup akrab dengan industri kripto, di mana organisasi ini telah mendanai beberapa proyek blockchain dan Web3 yang memiliki dampak untuk anak-anak di seluruh dunia.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cardano Cetak Rekor 20 Juta Transaksi Sejak Diluncurkan

    Jaringan Cardano (ADA) mencapai tonggak sejarah baru setelah berhasil memproses lebih dari 20 juta transaksi sejak diluncurkan pada 2017.

    Meningkatkanya jumlah transaksi ini disebabkan karena perkembangan Cardano yang semakin baik.

    Pencapaian ini ditemukan pertama kali oleh pengguna RedditPihak tersebut mengatakan jaringan Cardano belum pernah mengalami downtime lebih dari 1.500 hari sejak diluncurkan.  

    Data Transaksi Cardano
    Data Transaksi Cardano

    Namun beberapa pengguna menemukan bahwa Cardano sempat mengalami sedikit downtime.

    Baca jugaFloki Inu Akan Dipajang di Burj Khalifa

    Saat itu pengguna tidak dapat melakukan transaksi akibat bug teknis, namun hal tersebut dapat teratasi.

    Seperti yang dilaporkan CryptoGlobe, data juga menunjukkan bahwa jumlah alamat aktif di Cardano baru-baru ini melonjak.

    Lonjakan tercatat terjadi dari sekitar 150.000 per hari menjadi lebih dari 480.000, sebelum turun kembali ke 200.000.

    ADA Paling Banyak Distake

    Demikian pula, jumlah alamat Cardano yang melakukan staking cryptocurrency tumbuh lebih dari 100.000 hanya dalam dua bulan karena lebih banyak investor melakukan staking  pada cryptocurrency dan ekosistemnya.

    Data menunjukkan ada ADA senilai $37,67 miliar yang distake  di 2.957 aktif pool, ini mewakili lebih dari 72% pasokan ADA.

    Awal tahun ini harga ADA melesat menjelang peluncuran hard fork Alonzo yang banyak diantisipasi, yang membawa kontrak pintar ke dalam jaringan dan memungkinkannya untuk bersaing dengan Binance Smart Chain (BSC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL).

    Baca jugaPakar: Profesi Menjanjikan Ada di Metaverse

    Harga ADA mulai turun di tengah koreksi massal pasar cryptocurrency. Sementara beberapa aset kripto sudah mulai pulih, data dari CryptoCompare menunjukkan ADA terus menurun dan sekarang diperdagangkan dikisaran harga $1,57.

    Di media sosial, pengguna berspekulasi bahwa aktivitas di blockchain Cardano akan meningkat ketika platform  pinjam memimjam yang dibangun di atasnya mulai mendapatkan pengguna baru.

    Sementara aktivitas DeFi di Cardano perlahan bergerak maju, volume transaksi on-chain jaringan pun perlu diperhatikan.

    Data menunjukkan bahwa volume transaksi on-chain Cardano sempat secara singkat melampaui Ethereum.

    Dalam periode 24 jam, volume Cardano adalah $18,24 miliar, sedangkan Ethereum sekitar $9,3 miliar.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Staking Ethereum Siap Desember 2020, Harga ETH Melambung

    Setelah pengembangan yang memakan waktu berbulan-bulan, Ethereum Foundation merilis secara resmi kontrak deposit Eth2 Fase 0 pada 4 November 2020.

    Menurut Danny Ryan, salah satu pengembang utama, Fase 0 ini akan diluncurkan ke publik pada 1 Desember 2020 mendatang pada pukul 12 waktu setempat. Peluncuran ini bergantung pada beberapa persyaratan yang sebelumnya harus dipenuhi. Jika semua telah selesai, fase 0 ini akan segera dapat dilakukan.

    Baca juga: Apa Itu Ethereum 2.0 ? Pahami ETH 2.0 Dalam 3 Menit!

    Vitalik Buterin juga mengumumkan hal yang sama pada cuitan di Twitter pribadinya,

    Untuk menghindari adanya cacat pada sistem, Eth2 akan diluncurkan dalam beberapa fase dimulai dari peluncuran Mainnet Beacon Chain. Tahap pertama ini akan dimulai setelah ambang minimum validator 16.384 32-ETH bergabung seminggu sebelum 1 Desember nanti. Jika hal itu belum terjadi, perilisan akan ditunda selama seminggu hingga semuanya tercapai secara tepat.

    Baca juga: Apa itu Staking Ethereum 2.0 ? Panduan untuk Pemula

    Dalam peluncuran nanti, ETH asli akan dikirimkan ke kontrak deposit bersamaan dengan beberapa data lainnya. Sebelum genesis terjadi, satu-satunya pemain aktif Eth2 adalah node Beacon ini. Tugasnya adalah menjaga status jaringan dan mengawasi 32 setoran ETH dikirim ke alamat yang benar.

    Ethereum 2.0 Rilis, Buat Harga ETH Melambung ke Lebih Dari Rp5,8 Juta

    Harga Ethereum hari ini saat penulisan sudah mencapai lebih dari Rp5.800.000. Hal ini meningkat dari sebelumnya dikisaran Rp5.400.000 per ETH dan diprediksi akan terus melambung.

    Tembusnya harga ETH ini secara teknis, dipicu pula dengan rally kuat raja mata uang crypto, Bitcoin. Ditambah dengan pengumuman perilisan Ethereum 2.0 ke publik dalam waktu dekat.

    Para analis memprediksi akan ada dorongan yang lebih besar terkait dengan kenaikan harga ETH ini. Pasalnya, jaringan blockchain Ethereum 2.0 akan terus berkembang dari waktu ke waktu, ditambah pula dengan peningkatan teknologi yang ada.

    Baca Juga: Tokocrypto Resmi Luncurkan Aplikasi Perdagangan Aset Kripto

    Sudah siap menyambut staking Ethereum 2.0 yang semakin dekat? Jika kamu ingin staking ETH ada jumlah minimal uang dibutuhkan yakni 32 ETH. Sambil menunggu kamu bisa mulai mengumpulkan ETH dengan cara membelinya di berbagai bursa crypto. Salah satunya kam u bisa beli di sini.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com