Tag: ethereum

  • Vitalik Buterin Transfer US$ 1 Juta dalam ETH ke Coinbase, Sinyal Apa?

    Salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin mentransfer 600 ETH senilai US$ 1 juta ke Coinbase, memicu spekulasi di media sosial. Pengalihan ETH oleh Buterin atau Ethereum Foundation biasanya diikuti dengan penurunan harga ETH.

    Dilaporkan Ambcrypto, pada 20 Agustus, Buterin telah melunasi 251.000 RAI dan menarik US$ 1,6 juta dalam bentuk ETH. RAI adalah stablecoin yang didukung ETH. Langkah ini mengejutkan karena pasar kripto kembali mengalami perlambatan besar.

    Harga Bitcoin (BTC) dan ETH turun lebih dari 10% selama seminggu terakhir. Pada saat berita ini dimuat, BTC diperdagangkan sedikit di atas US$ 25.900 dan ETH diperdagangkan sedikit di atas US$ 1.660.

    Apa Arti Transfer Ethereum oleh Buterin?

    Transfer token ETH oleh Vitalik Buterin atau Ethereum Foundation biasanya diikuti dengan penurunan harga ETH. Meskipun kami belum mengetahui alasan di balik transfer baru-baru ini, ada kemungkinan Buterin melakukan aksi jual besar-besaran lainnya.

    Namun, ada juga kemungkinan dia melakukan transfer untuk penjualan satu kali saja. Media sosial penuh dengan spekulasi.

    Investor Menanti Pengaruh The Merge Ethereum. Foto: Getty Images.
    Ilustrasi Ethereum. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Pasar Kripto Masih Bergerak Terbatas, Ada Potensi Turun Lagi?

    Analis dan pakar pasar sekarang memperkirakan bahwa Ethereum akan jatuh drastis, jika nilainya turun di bawah level dukungan utama US$ 1.550-US$ 1.600. Total kapitalisasi pasar industri kripto turun lebih dari 10% selama tujuh hari terakhir. Pada saat berita ini dimuat, total kapitalisasi pasar kripto mencapai US$ 1,05 triliun.

    Aksi Buterin

    Pendiri Ethereum itu telah menarik perhatian tahun ini di tengah serangkaian transaksi on-chain.

    Pada bulan Maret, Buterin memindahkan 200 ETH senilai lebih dari US$ 323,000 ke dompet yang tidak diketahui asalnya. Harta karun ETH kemudian dipindahkan ke bursa kripto Kraken yang berpotensi dijual di pasar terbuka.

    Pada 11 Maret, firma keamanan blockchain, Peckshield juga mendeteksi aktivitas dari wallet Buterin setelah mengirim 500 ETH ke Reflexer protokol keuangan desentralisasi (DeFi) yang berfokus pada stablecoin. Peckshield menunjukkan bahwa Buterin menggunakan 500 ETH sebagai jaminan untuk mengumpulkan stablecoin hingga 378.500 USD Coin (USDC) dan 50.000 Dai (DAI).

    Awal bulan ini, perusahaan pemantau blockchain terkemuka, Lookonchain, melihat Buterin membongkar kumpulan token meme. Menurut Lookonchain, Buterin menjual Mops (MOPS), Cult DAO (CULT) dan Shikoku (SHIK) senilai US$ 693.000, yang dia terima sebagai hadiah.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Masih Bergerak Terbatas, Ada Potensi Turun Lagi?

    Pada pekan lalu, pasar kripto terlihat bergerak turun secara drastis dengan Bitcoin anjlok ke level sekitar US$ 26.000 dari US$ 29.000 hanya dalam waktu kurang dari satu hari. Di saat yang bersamaan pasar juga mengalami likuidasi besar-besar yang berujung kerugian bagi para trader.

    Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur menjelaskan kondisi ini disebabkan oleh beberapa sentimen negatif yang kembali memperburuk kondisi pasar kripto dan Bitcoin. Mulai dari rumor terkait perusahaan Elon Musk yaitu SpaceX yang melakukan penjualan Bitcoin sebesar US$ 373 Juta. Walau sudah beredar dan membuat kekhawatiran, hingga saat ini masih belum ada konfirmasi dan bukti pasti terkait penjualan ini. 

    “Sayangnya, mayoritas pelaku pasar sudah terlanjur menanggapi kabar yang beredar ini dengan negatif dan melakukan penjualan karena khawatir akan mengalami kerugian lanjutan dengan adanya potensi koreksi lebih dalam.  Kondisi ini juga diperburuk dengan adanya sentimen negatif kedua yang berasal dari perusahaan properti kedua terbesar di China, Evergrande, dikabarkan mengajukan kebangkrutan,” kata Fyqieh.

    Banyak Sentimen Negatif

    Kabar tersebut membuat kekhawatiran di pasar, termasuk kripto, karena terdapat risiko sistemik di lembaga keuangan tradisional di seluruh dunia.  Untuk menutup kerugian dari investor Evergrande, ada kemungkinan penjualan aset, yaitu kripto, sehingga kekhawatiran ini menyebar ketakutan penurunan pasar. 

    Terakhir sentimen negatif juga berasal dari Amerika Serikat, menurut Fyqieh keuntungan atau Yield dari surat utang obligasi negara terlihat mengalami peningkatan ke 4,3% angka tertinggi sejak 2007.

    “Seharusnya secara teori, saat keuntungan obligasi tinggi, berarti permintaan terhadap obligasi semakin menurun dan umumnya berarti investor lebih memilih aset berisiko, seperti kripto. Sayangnya kondisi ini tidak terjadi disebabkan kondisi perekonomian yang sedang negatif menuju krisis di AS,” ungkap Fyqieh.

    Ilustrasi Bitcoin Fear and Greed Index pada Senin, 21 Agustus 2023. Sumber: Alternative.me.

    Baca juga: Harga XRP Kembali Melonjak Dorong Pasar Kripto untuk Rebound

    Angin segar datang untuk sedikit menahan laju penurunan pasar kripto adalah rumor SEC yang siap untuk menyetujui ETF Ethereum Futures. Namun, sentimen ini masih kurang kuat untuk mendorong laju pasar, karena setidaknya konfirmasi keputusan ETF Ethereum yang disetujui tidak akan tiba hingga Oktober.

    Saat ini pasar kripto memang masih dalam tren bearish. Dilihat dari Bitcoin Fear and Greed Index menginjak level Fear, dan menyentuh level 38, titik rendah yang pernah dicapai pada awal tahun 2023.

    “Kondisi bearish pasar kripto ini cenderung mendorong pelaku pasar untuk wait and see. Optimisme di kalangan investor tampaknya memudar lonjakan imbal hasil obligasi baru-baru ini dan ketidakpastian krisis ekonomi China menciptakan kerentanan di pasar,” tutur Fyqieh. 

    Potensi Turun

    Sementara itu pekan ini, pelaku pasar akan menyoroti Jackson Hole Economic Symposium yang dijadwalkan pada Jumat (25/8). Momen ini adalah sesuatu yang akan diperhatikan oleh investor untuk mengukur perilaku The Fed dan berapa banyak lagi kenaikan suku bunga yang diharapkan pasar. 

    Semua mata tertuju pada Ketua Fed, Jerome Powell, karena investor sangat menantikan sambutannya untuk memprediksi kebijakan moneter pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada September mendatang.

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Mungkinkah Bitcoin Akan Mencapai Rp 1,5 Miliar Sebelum Halving 2024?

    “Ada kemungkinan pasar kripto akan turun lebih lanjut, melihat potensi komentar Powell yang menunjukan masih ada kenaikkan suku bunga lagi hingga akhir tahun 2023. Namun, bila Powell memberi harapan ada penghentian kenaikan, akan ada rebound di pasar kripto,” ungkap Fyqieh.

    Untuk saat ini investor bijak untuk mengambil sikap wait and see. Investor Bitcoin bisa menilai volatilitas yang sideways dan cenderung jenuh. Investor sebaiknya melakukan diversifikasi portofolio dengan menambahkan berbagai aset kripto. Ini dapat membantu mengurangi risiko dan memastikan bahwa portofolio tidak terlalu bergantung pada satu jenis aset saja.

    Untuk investor jangka panjang bisa mulai menabung atau DCA (dollar cost averaging) dengan rutin hingga 1 tahun ke depan setelah halving Bitcoin. Ini merupakan sentimen yang sangat bagus. Kuncinya adalah konsisten untuk melakukan DCA dan tetap melakukan riset.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Donald Trump Investasi Kripto, Simpanan ETH Senilai US$ 500 Ribu

    Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, belakangan ini menunjukkan minat mendalam dalam dunia investasi kripto. Dalam laporan terbaru, ternyata Trump telah mengumpulkan sejumlah besar aset kripto, khususnya dalam bentuk Ethereum (ETH), dengan total nilai ratusan ribu dolar Amerika.

    Nilai investasi Trump ini terungkap setelah Kantor Etika Pemerintah Amerika Serikat (USOGE) melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kepemilikan aset. Pemeriksaan ini datang setelah Trump dinyatakan bersalah atas pelanggaran hukum spionase, yang menambah dimensi baru pada portofolio keuangannya.

    Laporan USOGE mengungkapkan berbagai sumber pendapatan Donald Trump, salah satunya adalah investasi dalam kripto Ethereum. Nilai investasi ini dilaporkan berkisar antara US$ 250.000 hingga US$ 500.000.

    Trump dan Ethereum

    Sementara asal usul aset tersebut tidak diungkapkan, data dari Coindesk mengindikasikan bahwa Trump mendapatkan koin kripto ini dari dompet non-fungible token (NFT) yang diluncurkan selama kampanye pemilihan presiden AS tahun 2020.

    Donald Trump merilis koleksi NFT pertamanya. Sumber: Getty Images.
    Donald Trump merilis koleksi NFT pertamanya. Sumber: Getty Images.

    Baca juga: Token RUNE, HBAR & PEPE Pecahkan Pasar Kripto, Potensi Terus Naik?

    Donald Trump telah terlibat dalam industri kripto untuk beberapa waktu, bahkan memanfaatkan NFT untuk berinteraksi dengan warga Amerika Serikat selama kampanyenya. Menurut laporan Forbes pada bulan Desember tahun lalu, Trump memperkenalkan koleksi terbatas sebanyak 44.000 NFT.

    Berbeda dari token NFT biasanya, Donald Trump menciptakan token-tokennya dengan sentuhan humor dengan menggambarkan dirinya dalam berbagai pakaian, mulai dari pemburu berpakaian kamuflase hingga tukang las dan pahlawan super.

    NFT Donald Trump

    Tak lama setelah peluncuran NFT ini, yang dihargai sebesar $99 USD, semua token digital milik Donald Trump dilaporkan habis terjual hanya dalam waktu satu hari.

    Meskipun pengawasan yang ketat dari lembaga sekuritas dan bursa, Donald Trump tetap tanpa ragu untuk menjelajahi industri kripto. Bahkan, setelah kesuksesan peluncuran NFT pertamanya, dia aktif melanjutkan eksplorasinya dalam dunia desain NFT yang unik, dengan berkolaborasi dengan perusahaan bernama NFT INC LLC.

    Dari kolaborasi ini, Trump dilaporkan meraup keuntungan lebih dari US$ 8,9 juta USD, yang menunjukkan kemampuannya dalam beradaptasi dengan peluang investasi baru.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sejarah Blockchain: Munculnya Bitcoin dan Ethereum

    Perjalanan sejarah blockchain telah menjadi suatu hal yang menarik dan menakjubkan dalam evolusi teknologi modern.

    Konsep revolusioner ini muncul pada tahun 2008 ketika seseorang atau kelompok dengan nama samaran “Satoshi Nakamoto” merilis sebuah whitepaper berjudul “Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System.”

    Whitepaper ini menjadi tonggak awal bagi teknologi blockchain yang telah merevolusi cara pandang kita terhadap sistem keuangan, keamanan data, dan bahkan bentuk-bentuk konvensional organisasi.

    Pada intinya, blockchain adalah teknologi yang memungkinkan pencatatan transaksi secara terdesentralisasi dan transparan di seluruh jaringan, menciptakan sarana yang aman untuk mentransfer nilai dan informasi tanpa melibatkan pihak ketiga.

    Setelah kemunculan whitepaper Bitcoin, pengembangan teknologi blockchain berkembang pesat dan semakin banyak proyek yang mengadaptasinya untuk berbagai keperluan. Awalnya, blockchain hanya terkait dengan transaksi aset digital seperti Bitcoin.

    Namun, seiring berjalannya waktu, konsep ini berkembang menjadi jauh lebih luas. Penggunaan blockchain merambah ke berbagai industri, termasuk logistik, kesehatan, perbankan, asuransi, dan banyak lagi.

    Dengan keamanan yang lebih baik dan sistem yang terdesentralisasi, blockchain menawarkan solusi yang menarik untuk mengatasi berbagai masalah di berbagai bidang.

    Walaupun telah menghadapi tantangan teknis dan perdebatan mengenai skala dan efisiensi, sejarah blockchain terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan potensi besar untuk membentuk masa depan teknologi yang lebih aman, terpercaya, dan inovatif.

    ilustrasi blockhain di web3
    Ilustrasi blockhain.

    Asal Mula Perkembangan Blockchain

    Idea di balik teknologi blockchain dapat ditelusuri kembali ke tahun 1991 ketika peneliti Stuart Haber dan W. Scott Stornetta memperkenalkan solusi komputasi praktis untuk meregistrasi dokumen digital agar tidak dapat diubah atau dipalsukan.

    Sistem yang mereka ciptakan menggunakan rangkaian blok yang diamankan dengan kriptografi untuk menyimpan dokumen-dokumen terdaftar.

    Pada tahun 1992, Pohon Merkle dimasukkan ke dalam desain, memberikan efisiensi lebih dengan memungkinkan beberapa dokumen dikumpulkan dalam satu blok. Sayangnya, teknologi ini tidak banyak digunakan dan patennya hilang pada tahun 2004, empat tahun sebelum Bitcoin diluncurkan.

    Penggunaan Ulang Proof of Work (RPoW)

    Pada tahun 2004, seorang ahli komputer dan aktivis kriptografi bernama Hal Finney memperkenalkan sistem yang disebut RPoW (Reusable Proof of Work atau Penggunaan Ulang Proof of Work). Sistem ini memanfaatkan Hashcash sebagai bukti kerja dan dalam pertukarannya menciptakan token RSA yang ditandatangani, memungkinkan pengiriman dari satu orang ke orang lain.

    RPoW mengatasi masalah pengeluaran ganda dengan menyimpan kepemilikan token yang telah terdaftar dalam server yang dipercayai, dirancang untuk memverifikasi kebenaran dan integritasnya secara real-time. RPoW dapat dianggap sebagai prototipe awal dan langkah yang sangat signifikan dalam sejarah mata uang digital.

    Munculnya Jaringan Bitcoin

    Pada tahun 2008, sebuah kertas putih (whitepaper) memperkenalkan sistem pembayaran elektronik terdesentralisasi yang dikenal sebagai Bitcoin, yang disebarkan melalui jaringan pesan kriptografi oleh seseorang atau tim yang menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto.

    Berbeda dengan RPoW yang menggunakan algoritma Hashcash Proof of Work, Bitcoin menggunakan mekanisme Proof-of-Work dalam sistemnya, memanfaatkan jaringan desentralisasi peer-to-peer untuk melacak dan memverifikasi transaksi serta mencegah pengeluaran ganda. Singkatnya, Bitcoin ditambang melalui mekanisme Proof-of-Work oleh para penambang individual dan kemudian diverifikasi oleh node desentralisasi dalam jaringan.

    Tanggal 3 Januari 2009 menandai kemunculan Bitcoin ketika blok pertama ditambang oleh Satoshi Nakamoto, yang mendapatkan hadiah 50 bitcoin. Hal Finney menjadi penerima pertama Bitcoin yang menerima 10 bitcoin dari Satoshi Nakamoto, dan transaksi tersebut menjadi transaksi pertama Bitcoin pada tanggal 12 Januari 2009.

    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

    Ethereum: Membuka Era Aplikasi Terdesentralisasi

    Pada tahun 2013, seorang programer dan salah satu pencetus majalah Bitcoin, Vitalik Buterin, mengemukakan pandangannya bahwa Bitcoin memerlukan sebuah bahasa skrip untuk memungkinkan pembuatan aplikasi terdesentralisasi. Namun, gagal mendapatkan persetujuan dari komunitas Bitcoin, Vitalik memutuskan untuk mengembangkan platform baru yang berbasis teknologi blockchain, diberi nama Ethereum. Platform ini menyediakan fungsi pembuatan skrip, yang dikenal sebagai kontrak cerdas.

    Kontrak cerdas merupakan program atau skrip yang dapat diterbitkan dan dijalankan di dalam jaringan Ethereum. Kontrak ini dapat digunakan sebagai perwujudan dari perjanjian, yang akan dieksekusi secara otomatis apabila persyaratan yang telah ditentukan terpenuhi. Kontrak cerdas ditulis dalam bahasa pemrograman tertentu dan diubah menjadi bytecode, yang dapat dibaca dan dieksekusi oleh Mesin Virtual Ethereum (Ethereum Virtual Machine) [EVM], yang berfungsi sebagai mesin virtual lengkap berbasis desentralisasi.

    Dengan dukungan dari Ethereum, para pengembang dapat menciptakan dan merilis aplikasi yang berjalan di dalam blockchain ini. Aplikasi-aplikasi ini sering disebut DApps (Decentralized Applications atau aplikasi terdesentralisasi). Saat ini, terdapat ratusan DApps yang aktif beroperasi di jaringan Ethereum, mencakup berbagai bidang seperti jejaring sosial terdesentralisasi, platform perjudian, dan pertukaran finansial.

    Mata uang digital yang beroperasi di dalam jaringan Ethereum disebut Ether. Ether dapat dikirimkan antar akun dan digunakan untuk membayar biaya komputasi saat mengeksekusi kontrak cerdas.

    Kesimpulan

    Sejarah blockchain telah menghadirkan perjalanan teknologi yang menakjubkan. Whitepaper Bitcoin pada tahun 2008 mencetuskan konsep blockchain, merevolusi sistem keuangan dan keamanan data dengan pencatatan transaksi terdesentralisasi dan transparan tanpa perlu melibatkan pihak ketiga.

    Selanjutnya, pengembangan blockchain pesat dan banyak proyek yang mengadopsinya untuk berbagai keperluan, melampaui transaksi aset digital hingga mencakup industri seperti logistik, kesehatan, perbankan, dan asuransi.

    Keamanan yang lebih baik dan sistem terdesentralisasi telah membuat blockchain menjadi solusi menarik untuk mengatasi masalah di berbagai bidang. Meskipun menghadapi tantangan teknis dan perdebatan tentang skala dan efisiensi, sejarah blockchain terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan potensi besar untuk membentuk masa depan teknologi yang lebih aman, terpercaya, dan inovatif.

    Dengan lahirnya Ethereum pada tahun 2013, blockchain semakin berkembang dengan adopsi kontrak cerdas dan aplikasi terdesentralisasi (DApps) yang inovatif, membuka era baru dalam teknologi blockchain. Potensi besar blockchain untuk membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan telah menjadikannya sebagai salah satu inovasi teknologi paling menarik dan menjanjikan di era digital ini.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Lebih Dekat Ethereum Plasma

    Ethereum Plasma adalah salah satu inovasi yang ditawarkan oleh dua tokoh kunci dalam ekosistem Ethereum, yaitu Vitalik Buterin dan Joseph Poon. Pada Agustus 2017, mereka memperkenalkan konsep ini sebagai solusi teknis untuk meningkatkan skalabilitas blockchain Ethereum.

    Joseph Poon, bersama dengan Thaddeus Dryja, juga berperan dalam menciptakan Lightning Network, sebuah solusi yang dirancang untuk meningkatkan skalabilitas Bitcoin pada tahun 2015. Namun, perlu diingat bahwa Plasma dan Lightning Network, meskipun berbagi tujuan untuk memperbaiki skalabilitas blockchain, memiliki mekanisme dan pendekatan yang berbeda.

    Mari kita jelaskan secara ringkas mengenai Ethereum Plasma. Namun, penting untuk dipahami bahwa Plasma bukanlah sebuah proyek atau kerangka kerja tunggal. Sebaliknya, ia adalah konsep yang dapat diimplementasikan dengan cara yang berbeda oleh berbagai kelompok dan perusahaan.

    Skalabilitas merupakan salah satu isu krusial dalam pengembangan blockchain Ethereum. Saat ini, jaringan ini masih mengalami kendala dalam kapasitas dan kecepatan, yang menghambat adopsi skala besar.

    Bagaimana Cara Kerja Ethereum Plasma?

    Gagasan utama di balik Ethereum Plasma adalah membangun sebuah kerangka kerja rantai samping yang dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan rantai utama, yaitu blockchain Ethereum.

    Kerangka kerja ini dirancang dalam struktur pohon blockchain, yang hierarkis dan memungkinkan banyak rantai anak (plasma chain) dibuat di atas rantai utama. Setiap rantai anak adalah salinan dari blockchain utama, Ethereum, dan dapat dibentuk secara tak terbatas. Rantai anak ini membentuk struktur berbentuk pohon.

    Kontrak cerdas dan pohon Merkle digunakan untuk membangun struktur Plasma ini, memungkinkan pembuatan rantai anak secara tak terbatas. Setiap rantai anak dapat dirancang sebagai kontrak cerdas sesuai kebutuhan dan dapat beroperasi secara independen.

    Dengan konsep ini, Plasma menawarkan potensi bagi bisnis dan perusahaan untuk mengimplementasikan solusi penskalaan yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks mereka.

    Dengan mengintegrasikan Plasma ke dalam jaringan Ethereum, rantai utama akan terbebas dari beban transaksi karena rantai anak akan menangani transaksi mereka sendiri, dengan tujuan yang mungkin tidak selalu terkait dengan tujuan rantai utama.

    Aspek Anti Penipuan

    Komunikasi antara rantai anak dan rantai utama dilindungi oleh mekanisme anti penipuan, yang menjamin keamanan jaringan dan memberikan hukuman bagi pihak yang berniat jahat.

    Setiap rantai anak memiliki mekanisme validasi blok mereka sendiri, dan mekanisme anti penipuan ini dapat dibangun di atas berbagai algoritma konsensus, seperti Proof of Work, Proof of Stake, dan Proof of Authority.

    Dengan adanya mekanisme anti penipuan ini, jika ada kegiatan jahat terjadi, pengguna dapat melaporkan node yang tidak jujur, mempertahankan dananya, dan keluar dari transaksi yang melibatkan interaksi dengan rantai utama. Singkatnya, mekanisme anti penipuan menjadi cara bagi rantai anak Plasma untuk mengajukan keluhan kepada rantai utama.

    Dengan Ethereum Plasma, harapan adalah dapat meningkatkan skalabilitas jaringan Ethereum dan membuka potensi baru bagi berbagai aplikasi dan industri yang ingin beroperasi di ekosistem blockchain ini.

    MapReduce: Transformasi Data dalam Konteks Plasma

    Dalam kertas putih Plasma, terdapat sebuah aplikasi menarik yang disebut komputasi MapReduce. Pada dasarnya, MapReduce adalah sebuah fungsi yang sangat bermanfaat dalam mengorganisir dan menghitung data di antara banyak database.

    Dalam konteks Plasma, database yang dimaksud adalah blockchain, dan struktur pohon yang dihadirkannya memungkinkan penerapan MapReduce sebagai cara untuk memfasilitasi verifikasi data dalam rantai pohon, sehingga meningkatkan efisiensi jaringan secara signifikan.

    Tantangan Mass Exit Problem

    Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh Plasma adalah Masalah Keluar Masal (Mass Exit Problem), yang terjadi ketika banyak pengguna mencoba untuk menarik aset mereka dari rantai Plasma secara bersamaan. Hal ini dapat menyebabkan kepadatan lalu lintas di rantai utama, mengganggu kinerja jaringan, dan membuka peluang bagi aktivitas jahat atau serangan jaringan.

    Kesimpulan

    Plasma merupakan solusi off-chain yang bertujuan untuk secara drastis meningkatkan kinerja jaringan Ethereum. Dengan menciptakan struktur berbentuk pohon yang berisi banyak rantai anak, beban kerja rantai utama dapat diatasi, sehingga meningkatkan kapasitas transaksi per detik.

    Model blockchain berhierarki yang diusung oleh Plasma memiliki potensi besar yang saat ini sedang diuji oleh berbagai kelompok peneliti. Dengan pengembangan yang matang, Plasma akan meningkatkan efisiensi blockchain Ethereum dan memberikan kerangka kerja untuk meluncurkan aplikasi terdesentralisasi.

    Lebih lanjut, konsep ini dapat diadaptasi dan diimplementasikan oleh jaringan mata uang digital lainnya untuk mengatasi tantangan penskalaan di masa depan.

    Plasma Ethereum adalah sebuah proyek terbuka dengan dokumentasi yang dapat diakses melalui GitHub mereka. Selain Ethereum, banyak mata uang digital lainnya dan dokumentasi GitHub yang sedang mengerjakan Plasma. Contohnya adalah OmiseGO, Loom Network, dan FourthStateLabs. Untuk informasi teknis lebih lanjut, dapat merujuk ke kertas putih Plasma resmi atau kunjungi situs LearnPlasma.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Terus Melemah, Investor Masih Menunggu Sentimen Positif

    Pergerakan pasar kripto masih melemah sejak akhir pekan lalu, menandakan investor masih wait and see untuk menunggu sentimen positif untuk mendorong akumulasi. Volatilitas Bitcoin pun masih sideways, bertahan antara US$ 29.000 dan US$ 29.500 selama tujuh hari terakhir.

    Menurut Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, aksi harga BTC hanya mendapatkan sedikit dorongan dari cetakan Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) yang datang di bawah perkiraan, mengisyaratkan bahwa inflasi AS terus mereda. Namun, di tengah kenaikan sementara itu, para pelaku pasar kripto masih ada keinginan untuk penurunan harga BTC, dengan resistensi US$ 30.000 yang sekarang berlaku selama lebih dari seminggu.

    “Awal pekan ini, juga ada sentimen negatif dari Curve Finance yang dilaporkan menjadi korban peretasan. Ada sekitar lebih dari US$ 100 juta dalam bentuk kripto menghadapi risiko. Saat kabar ini muncul, Bitcoin turun bahkan sampai level US$ 29.100 pada Senin (31/7) pagi,” kata Fyqieh.

    Baca juga: 4 Kripto yang Diprediksi Capai ATH Baru di bulan Agustus 2023

    Menurut Fear and Greed Index, sentimen pasar terhadap Bitcoin saat ini masih netral, dengan poin berada di 50, yang mengalami penurunan dari 52 poin. Penurunan ini dampak dari kekhawatiran tentang peretasan Curve Finance. Meski sudah perlahan bangkti, namun indikator teknis jangka pendek BTC tetap bearish, menandakan pengembalian di bawah US$ 29.100.

    Fokus Data Ekonomi

    Sejumlah data ekonomi AS yang akan datang kemungkinan akan memicu reaksi pasar yang sangat besar jika ada kejutan. Data pekerjaan AS akan menjadi sorotan di mana, investor akan mencari tanda-tanda untuk melihat kondisi inflasi AS.

    Pasar mengharapkan serangkaian angka kuat lainnya, dengan 200.000 pekerjaan diharapkan menjadi 209.000 dan pengangguran tersisa di 3,6%. Jika hal itu terjadi, ada kemungkinan menjadi angin segar untuk The Fed dan pasar mendapat respons positif.

    “Namun, investor juga harus terus memantau kabel berita untuk aktivitas SEC dan obrolan anggota parlemen AS. Kemajuan dalam memberikan kerangka peraturan untuk ruang aset digital AS harus memberikan dukungan harga,” jelas Fyqieh.

    Di sisi lain, investor harus tahu konsolidasi Bitcoin telah menarik dominasi pasarnya menjadi 48% dari lebih dari 50% pada 30 Juli. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku pasar kripto secara bertahap mengalihkan fokus mereka untuk memilih altcoin, yang mulai bergerak naik.

    Namun, pemulihan altcoin kemungkinan akan tetap menunggu sampai Bitcoin menunjukkan kekuatan. Jika Bitcoin turun tajam, kemungkinan aksi jual di altcoin tetap tinggi. Sementara altcoin tertentu masih memberikan peluang profit, trader dan investor harus berhati-hati dan terus mencermati aksi harga Bitcoin.

    Analisis Pergerakan Harga 

    Bitcoin (BTC)

    BTC/USD Index by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Hampir lebih dari satu minggu aksi harga Bitcoin masih sideways terjebak di kisaran level US$ 29.000. 48 jam terakhir sangat membosankan karena BTC terhenti di antara US$ 29.100 dan US$ 29.400. Ini berarti kapitalisasi pasarnya tetap beberapa inci di bawah US$ 570 miliar, tetapi dominasinya atas altcoin telah menurun dalam seminggu terakhir. Metrik turun lebih dari 0,5% dalam jangka waktu tersebut menjadi 48,1% sekarang.

    Pergerakan mayoritas pertama BTC dalam jangka pendek adalah menurun. Kemungkinan tembus level mencapai US$ 28.000, dan kemungkinan terburuk US$ 25.000. Melihat Grafik 4 Jam, BTC tetap di bawah band resistensi US$ 30.750 – US$ 31.250 dan EMA 50 day (US$ 29.574) dan 200 day (US$ 29.721), menandakan momentum harga bearish.

    Secara signifikan, EMA 50 day mundur lebih jauh dari EMA 200 day setelah persilangan bearish, menandakan pengembalian ke di bawah US$ 28.500. Namun, pergerakan BTC melalui EMA 50 day (US$ 29.574) dan 200 day (US$ 29.721) akan mendukung pergerakan di level resistensi US$ 30.750 – US$ 31.250.

    Ethereum  (ETH)

    ETH/USDT TF 4H by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: Jumlah Investor Terus Bertambah, Peluang Investasi Kripto Meningkat

    Grafik Harian menunjukkan ETH melayang di kisaran dukungan US$ 1.895 – US$ 1.865. Namun, ETH berada di atas EMA 50 day (US$ 1.873) dan 200 day (US$ 1.782) , mengirimkan sinyal bullish harga dekat dan jangka panjang. Khususnya, EMA 50 day menjauh dari EMA 200 day, sinyal harga bullish.

    Namun, melihat RSI 14 Harian, pembacaan 49,65 mengirimkan sinyal cukup bearish, mendukung penurunan melalui EMA 50 day (US$ 1.872) dan support US$ 1.815 – US$ 1.795 untuk menargetkan EMA 200 day (US$ 1.781). Namun, penahanan ETH di atas EMA 50 day (US$ 1.873) akan mendukung penembusan dari kisaran dukungan US$ 1.865 – US$ 1.895 untuk menargetkan US$ 1.950.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Sideways, Bagaimana Prediksi Harga Bitcoin di Akhir Juli?

    Pergerakan pasar aset kripto masih belum bergairah pasca The Fed memutuskan kembali menaikkan suku bunganya sebesar 25 bps. Kenaikan ini sesuai prediksi banyak analis, namun belum optimal menggerakan pasar kripto ke zona hijau.

    Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan salah satu penyebab masih lesunya pasar kripto adalah sentimen negatif dari pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell yang membuka peluang untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut di masa mendatang. Belum jelasnya kebijakan The Fed ke depan dipastikan akan menimbulkan lebih banyak ketidakpastian global, sehingga investor dan trader kripto harus menunggu dan mempertimbangkan rilis data ekonomi AS terbaru.

    “Inflasi di AS tetap jauh di atas target The Fed sebesar 2%. Sebagai catatan, The Fed baru akan menggelar pertemuan pada 19-20 September mendatang. Sebelum pertemuan tersebut, The Fed akan memiliki data pendukung yang lebih banyak yakni dua kali inflasi dan data pengangguran (Juli dan Agustus). Hal ini akan mempengaruhi gairah investor kripto ke depan,” jelas Fyqieh.

    Prediksi Harga Bitcoin

    Bitcoin Monthly Returns. Sumber: Coinglass.

    Prediksi pergerakan harga Bitcoin pada bulan Juli adalah akan berakhir dengan minus, jika tidak dapat mempertahankan harga di atas US$ 30.400 hingga tanggal 31 Juli 2023. Meskipun selama tiga tahun berturut-turut (2020, 2021, dan 2022) Bitcoin mengalami tren bullish pada bulan Juli, namun pada tahun ini terlihat kemungkinan Bitcoin akan ditutup dengan koreksi merah. 

    Menurut Fyqieh, berdasarkan analisis teknikal dan sentimen pasar saat ini, Bitcoin kemungkinan akan mencapai level support sekitar US$ 28.000, dan bulan Juli berpotensi mengalami penurunan lebih dari 7% secara bulanan. Meskipun demikian, tidak perlu khawatir terkait dengan koreksi tersebut, karena bisa menjadi kesempatan yang tepat untuk mulai melakukan akumulasi aset.

    Bitcoin Quarterly Returns. Sumber: Coinglass.

    Baca juga: Harga Dogecoin (DOGE) Melonjak saat Twitter Ganti Nama dan Logo ke X

    Pergerakan Bitcoin secara kuartal atau setiap tiga bulan di awal semester 2 tahun 2023 mengalami koreksi sebesar -4,06%. Bulan Juli merupakan bulan pertama di kuartal ke-3, dan banyak harapan yang terletak pada bulan ini karena pergerakannya dapat menjadi penentu bagi pergerakan Bitcoin selama tiga bulan ke depan.

    “Jika dibandingkan dengan performa Bitcoin pada kuartal pertama dengan kenaikan sebesar 71,77% dan kuartal kedua dengan kenaikan 7,19%, prediksi untuk kuartal ke-3 adalah bahwa Bitcoin akan mengalami pelemahan harga. Namun, tidak ada yang bisa tahu dengan pasti apakah kuartal ini akan ditutup dengan persentase harga minus atau plus. Pergerakan Bitcoin sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar dan berbagai faktor fundamental yang terjadi di masa depan,” jelas Fyqieh.

    Bitcoin Fear and Greed Index pada Jumat (28/7).

    Bitcoin saat ini mengalami sedikit kenaikan dibandingkan dengan hari sebelumnya, dengan harga harian bergerak di kisaran US$ 29.000 hingga US$ 29.200. Menurut Fear and Greed Index, sentimen pasar terhadap Bitcoin saat ini netral, dengan poin berada di 52, yang berada dalam rentang netral dari 50 hingga 54. Meskipun harga Bitcoin berada di bawah US$ 30.000, terlihat ada minat pembelian di pasar, terbukti dengan pergerakan harga saat ini di kisaran US$ 29.200 hingga US$ 29.400.

    Jika harga Bitcoin berhasil melampaui level US$ 30.000, maka sentimen pasar kemungkinan akan mengalami kenaikan karena akan ada euforia dan keserakahan yang lebih tinggi dari para investor dan trader. Dalam situasi seperti ini, analisis teknikal juga menjadi penting untuk memahami pergerakan harga lebih lanjut.

    Analisis teknikal melibatkan pemahaman tentang pola grafik, indikator, dan level support dan resisten untuk membantu mengidentifikasi tren harga dan mengambil keputusan perdagangan yang lebih informasional. Penting untuk mencatat bahwa sentimen pasar dan analisis teknikal adalah dua alat yang berbeda namun saling melengkapi dalam membantu pemahaman tentang pergerakan harga Bitcoin dan aset kripto lainnya.

    Analisis Pergerakan Harga 

    Bitcoin (BTC)

    BTC/USD Index by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Berdasarkan analisis teknikal, menurut Fyqieh, pergerakan harga Bitcoin diperkirakan akan mengalami penurunan dalam seminggu ke depan, mencapai sekitar US$ 28.322. Prediksi ini muncul setelah ada konfirmasi breakdown pada area harga US$ 29.500, dan saat ini harga Bitcoin berada di kisaran US$ 29.283 dengan konsolidasi harga. Dari segi analisis teknikal, Bitcoin berpotensi bergerak dalam tren bearish, namun dari segi sentimen pasar, Bitcoin saat ini berada dalam kondisi netral.

    “Untuk mengklaim bahwa Bitcoin berada dalam tren bullish, dibutuhkan harga Bitcoin untuk berada di atas area US$ 30.400. Saat ini, sentimen pasar terhadap Bitcoin tidak memberikan sinyal yang jelas mengenai arah pergerakan harga untuk bullish,” tutur Fyqieh.

    Ethereum  (ETH)

    ETH/USDT TF 4H by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH) diprediksi akan mengalami koreksi yang cukup signifikan dalam minggu ini, dengan estimasi penurunan hingga mencapai US$ 1.816. Hal ini menyusul potensi penurunan Bitcoin yang juga berdampak pada harga ETH. Saat ini, harga Ethereum berada di sekitar US$ 1.855, sehingga jika benar-benar mencapai harga US$ 1.816, ETH memiliki potensi penurunan sekitar -2,55%, sedangkan Bitcoin memiliki potensi penurunan di atas 3%.

    Dilihat dari sisi analisis teknikal, ETH memiliki indikasi yang lebih kuat daripada Bitcoin. Hal ini berarti secara teknikal, Ethereum diharapkan dapat lebih tahan terhadap penurunan harga dibandingkan dengan Bitcoin.

    Dogecoin (DOGE)

    DOGE/USDT by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: XRP Menantang Bitcoin Dominance, Saatnya Altcoin Naik?

    Prediksi pergerakan aset kripto Dogecoin (DOGE) menunjukkan kemungkinan mengalami penurunan dalam waktu dekat. Hal ini disebabkan oleh indikasi kuat bahwa Bitcoin juga akan mengalami koreksi, dan DOGE berada di fase distribusi setelah Elon Musk memasang logo DOGE di profil Twitter-nya.

    Dalam fase distribusi ini, DOGE diprediksi akan mengalami penurunan hingga mencapai harga US$ 0,0731, dengan persentase sebesar -5.18%. Prediksi harga ini juga diperkuat dengan adanya moving average 100 pada harga tersebut, yang menunjukkan tingkat support atau perlawanan yang cukup signifikan.

    Dengan demikian, dalam situasi ini, lebih baik untuk melakukan aksi “wait and see” atau menunggu sampai DOGE bergerak pada harga US$ 0,0731 sebelum membuat keputusan investasi. Namun, perlu diingat bahwa prediksi harga aset kripto selalu bersifat spekulatif dan dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal yang sulit diprediksi dengan akurat.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga SOL Naik 15% Saat Solana Terima Dukungan dari Pendiri Ethereum

    Jika berbicara harga kripto Solana (SOL) akhir-akhir ini, memang memiliki performa yang kurang baik. SOL telah sepenuhnya diliputi Fear, Uncertainty, dan Doubt (FUD) sejak kecelakaan FTX.

    Hal tersebut yang mengakibatkan harga token SOL menurun jauh lebih cepat daripada kripto lainnya. Bahkan, pada akhir Desember 2022 lalu, SOL menyentuh nilai satu digit untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun. Namun, tampaknya ada perubahan pada aset digital karena mendapat dukungan dari Vitalik Buterin.

    Vitalik Buterin Tawarkan Dukungan kepada Solana

    Melalui Twitter, pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, menyatakan dukungannya kepada Solana untuk pertama kalinya. Solana yang telah menjadi pesaing terberat Ethereum, mengalami pukulan yang keras terhadap performa perusahaan akibat kebangkrutan bursa kripto, FTX.

    Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin.
    Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin.

    Baca juga: Investor Kripto Global Dilaporkan Tumbuh Berlipat Ganda di Tahun 2023

    Dikutip Newsbtc, Buterin tampak tidak senang bahwa pesaingnya tersebut ikut mengalami kesusahan. Dalam tweetnya, pendiri Ethereum menjelaskan bahwa “beberapa orang pintar” telah mengatakan masih ada komunitas pengembang yang baik di blockchain yang bersungguh-sungguh dan cerdas.

    Selain itu, mereka menambahkan bahwa karena orang oportunis yang mencoba menghasilkan uang dengan cepat, sekarang telah terdesak, mereka berharap jaringan Solana memiliki masa depan yang cerah.

    Buterin sendiri menjelaskan bahwa dia tidak tahu apakah yang dilakukannya ini benar. Dia berharap “masyarakat mendapat kesempatan yang adil untuk berkembang.” Tweet tersebut dibuat untuk memberikan dampak yang sangat positif bagi Solana.

    Kenaikan Harga Solana

    Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).
    Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).

    Baca juga: Beli Kripto di Binance Bisa Bayar Pakai Apple Pay dan Google Pay

    Harga Solana (SOL) melihat tren naik mengikuti tweet dari pendiri Ethereum. Meskipun Solana masih jauh dari hari-hari kejayaannya, tweet Buterin telah memberikan dorongan moral yang mereka butuhkan dan pada hari Senin (2/1), harga SOL telah melonjak setinggi US$ 12 sebelum terkoreksi kembali.

    Saat ini, harga aset digital berada di atas US$ 11, naik lebih dari 15% dalam 24 jam terakhir. Pemulihan ini juga telah membantu menghapus sebagian besar kerugian yang dicatat selama seminggu terakhir, dan sekarang turun hanya 1,81% dalam 7 hari terakhir dibandingkan dengan lebih dari 20% kerugian yang dicatat minggu lalu.

    Adapun apakah SOL akan mampu mempertahankan harga saat ini dan naik lebih tinggi, tergantung pada momentum di pasar.

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Shanghai Hard Fork Bakal Rilis Maret 2023, Apa Untungnya?

    Peningkatan Shanghai hard fork pada jaringan Ethereum sangat dinantikan oleh komunitas kripto. Kabarnya upgrade jaringan ini akan meluncur pada bulan maret 2023 mendatang.

    Jaringan Ethereum beralih ke model penambangan proof-of-stake (PoS), yang secara efektif mengakhiri model penambangan proof-of-work (PoW). Transisi yang ditunggu-tunggu telah berlangsung pada 15 September 2022. Selanjutnya ada upgrade yang sudah dinantikan.

    Shanghai hard fork akan mengeksplorasi tiga masalah penting Ethereum. Itu membuat perubahan pada format objek EVM, penarikan Beacon Chain, dan mengurangi biaya L2. Pembaruan Ethereum Shanghai diharapkan berlangsung pada awal 2023, beberapa bulan setelah The Merge.

    Namun, sesuai perincian terbaru dari pengembang inti, tanggal yang diharapkan untuk pembaruan telah ditetapkan pada Maret 2023.

    Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.
    Ilustrasi Ethereum. Sumber: Getty Images.

    Baca juga: Perbandingan Bitcoin, Emas dan Saham Tesla, Mana Lebih Unggul?

    Peningkatan Ethereum

    Peningkatan Ethereum Shanghai akan memungkinkan penarikan eter yang di-staking. Pembaruan besar berikutnya untuk jaringan ini akan memungkinkan validator menarik ether yang dipertaruhkan.

    Timeline tentatif untuk peningkatan telah ditetapkan oleh pengembang inti. Ethereum Improvement Proposal (EIP) 4895 atau Shanghai kemungkinan akan menyediakan jaringan dengan fitur penarikan ether yang tidak ada.

    “Penarikan akan diaktifkan dengan Shanghai yang saat ini direncanakan pada bulan Maret di mainnet jika semuanya berjalan sesuai rencana,” kata Pooja Ranjan, manajer proyek di Ethereum Cat Herders kepada The Block.

    Kesulitan

    Namun, jangka waktu yang diharapkan tidak tetap dan dapat bervariasi tergantung pada masalah yang mungkin dihadapi tim, termasuk kemungkinan kesulitan lainnya.

    Pembaruan hard fork mungkin juga memberikan saran untuk meningkatkan Mesin Virtual Ethereum dan mengatasi masalah skalabilitas. Pada 18 Oktober, pemutakhiran yang dikenal sebagai Shandong ditayangkan di testnet.

    Baca juga: Rencana Mark Zuckerberg Soal Metaverse Alami Hambatan Besar

    Setelah hard fork, pemutakhiran EIP-4844 dirancang untuk memperkenalkan prototipe data-blob-transaction baru yang sebelumnya ditemukan oleh pengembang pada 21 Februari 2022. Saat ini, teknologi layer-2 seperti Optimistic Rollups dapat memindahkan komputasi Ethereum dan penyimpanan jaringan off-chain untuk meningkatkan skalabilitas sebesar 10x hingga 100x. 

    Pengembang mengantisipasi bahwa memperkenalkan bundel portabel besar yang dapat berisi data lebih murah dalam transaksi Ethereum dapat meningkatkan kapasitas rollup hingga 100x. Namun, sementara pemutakhiran akan menurunkan biaya transaksi pada solusi lapisan-2, itu tidak akan memengaruhi biaya gas Ethereum.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Vitalik Buterin: Fokus Teknologi, Bukan Pergerakan Harga Kripto

    Salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin telah berbicara tentang keadaan industri kripto dan bagaimana menghindari kebosanan. Menurutnya saat ini banyak orang yang hanya fokus pada pergerakan harga saja.

    Dikutip Crypto Potato, Buterin mengingatkan untuk menghindari kebosanan akan situasi industri kripto saat ini, pengguna harus fokus pada teknologi yang berkembang, bukan sekadar memantau pergerakan harga aset.

    Saat ini, kripto digunakan sebagai sarana untuk spekulasi harga, dan di situlah para penipu berkembang. Kehancuran FTX disebabkan oleh bank run yang dikatalisis oleh overleveraging dan pinjaman besar.

    Saran Buterin

    Buterin menyarankan untuk menjauhkan diri dari perdagangan dan investasi, pengguna harus fokus pada teknologi dan aplikasi.

    Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.
    Ilustrasi Ethereum. Sumber: Getty Images.

    Baca juga: Kenal Kripto Neblio (NEBL), Project Bantu Perusahaan Bikin dApps

    “Saya akan merekomendasikan untuk meningkatkan jarak Anda dari lingkaran perdagangan/investasi, dan lebih dekat dengan ekosistem teknologi dan aplikasi,” katanya.

    Vitalik Buterin menambahkan bahwa mereka yang kelelahan memantau harga kripto harus mempelajari lebih lanjut tentang beberapa teknologi yang mendasarinya, seperti zk-SNARK.

    Zk-SNARK adalah singkatan dari “Zero-Knowledge Succinct Non-Interactive Argument of Knowledge.” Ini adalah bukti kriptografi yang memungkinkan satu pihak membuktikan bahwa ia memiliki informasi tertentu tanpa mengungkapkan apa informasinya.

    Salah satu pendiri Ethereum juga menyarankan untuk menghadiri pertemuan crypto dan pengembang, mendengarkan panggilan pengembang inti, dan bahkan menghafal semua nomor EIP (Ethereum Improvement Protocol).

    Outlook Harga Ethereum

    Investor Menanti Pengaruh The Merge Ethereum. Foto: Getty Images.
    Ilustrasi Ethereum. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Melihat Proyeksi Market Aset Kripto di Akhir Tahun 2022

    Fokus pada teknologi datang saat harga aset kripto berada di kedalaman siklus musim dingin yang memanjang. Harga mereka yang sudah terpukul semakin terpukul oleh jatuhnya platform besar seperti FTX dan Terra/Luna tahun ini.

    Ethereum telah naik 2,6% pada hari itu hingga mencapai US$ 1.290 pada saat penulisan, menurut CoinGecko. ETH mendekati level harga tertingginya selama hampir sebulan, tetapi ada banyak resistensi di US$ 1.300.

    Aset tetap turun 73,5% dari level tertinggi sepanjang masa, tetapi itu tidak sedalam beberapa altcoin lainnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com