Tag Archives: ethereum

The Merge Ethereum Sukses: NFT Gas Fees Jadi Murah?

The Merge Ethereum akhirnya resmi selesai pada Kamis (15/9) siang lalu. Peristiwa itu membawa Ethereum ke era baru yang bisa memberikan dampak besar bagi market kripto dan NFT, khususnya soal gas fees.

Salah satu hal yang paling ditanyakan dan ditunggu adalah apakah The Merge akan menjadikan minting NFT bisa dapat gas fees yang lebih murah di jaringan blockchain Ethereum?

Ethereum sendiri kini telah pindah ke mekanisme verifikasi Proof-of-Stake (PoS), yang disebut-sebut menggunakan energi setidaknya 99 persen lebih sedikit daripada blockchain yang beroperasi di bawah mekanisme konsensus Proof-of-Work (PoW).

Ilustrasi Ethereum.
Ilustrasi Ethereum.

Baca juga: BREAKING: The Merge Ethereum Sukses, Market Kripto Bangkit?

Apakah Gas Fees Ethereum akan Turun?

Ada bukti kuat dari blockchain yang beroperasi di bawah model PoS, yakni Tezos yang memberikan gas fees yang lebih murah untuk minting NFT. Dengan pergeseran Ethereum ke model PoS yang lebih efisien, beberapa pengguna mengharapkan keuntungan efisiensi blockchain NFT untuk menurunkan gas fees yang harus dibayar seseorang untuk setiap transaksi di jaringan.

Sayangnya, bukan itu masalahnya. The Merge hanya mengubah mekanisme keseluruhan. Peristiwa itu tidak memperluas kapasitas jaringan, sehingga tidak akan ada penurunan gas fees yang signifikan.

Ini adalah salah satu kesalahpahaman paling populer tentang The Merge. Peristiwa migrasi jaringan Ethereum telah mengubah keseluruhan algoritma konsensus dan tidak memperluas kapasitas jaringan.

Namun, ada beberapa solusi penskalaan yang akan diterapkan pada tahap selanjutnya untuk mengatasi tantangan khusus ini.

NFT pertama di Ethereum setelah The Merge. Foto: thetransition.wtf.
NFT pertama di Ethereum setelah The Merge. Foto: thetransition.wtf.

Baca juga: Starbucks NFT Segera Hadir Bisa Kasih Reward Menarik, Apa Itu?

Gas Fees Pertama Setelah The Merge

Untuk membukti seberapa besar gas fees yang dikenakan pasca The Merge, seseorang telah melakukan minting NFT ketika 17 detik setelah peristiwa tersebut.

Dalam kasus khusus ini, seorang pengguna menghabiskan 36 ETH senilai sekitar US$ 60.000 (Rp 895 juta) dengan tarif saat ini untuk mencetak NFT pertama di jaringan Ethereum berbasis PoS.

NFT tersebut menampilkan maskot panda Ethereum dan merupakan bagian dari koleksi 100 buah di pasar NFT OpenSea. Koleksi NFT diberi nama “The Transition.”

Terlepas dari label Edisi, NFT menunjukkan detail tentang The Merge Ethereum, seperti stempel waktu, nomor blok, dan tingkat kesulitan.



Sumber : news.tokocrypto.com

BREAKING: The Merge Ethereum Sukses, Market Kripto Bangkit?

The Merge Ethereum telah selesai pada Kamis (15/9) sekitar pukul 13.37 WIB. Dengan begitu kini jaringan blockchain Ethereum telah sepenuhnya berpindah dari Proof-of-Work ke Proof-of-Stake.

The Merge ini adalah perkembangan yang signifikan, karena itu berarti penambang dengan kartu grafis atau GPU tidak lagi bertanggung jawab untuk memverifikasi transaksi dan menambahkannya ke blockchain. Penggunaan energi validator ETH bisa diklaim 99,95% lebih ramah lingkungan.

Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, menjelaskan The Merge adalah langkah pertama dalam perjalanan besar aset kripto terbesar nomor dua di bawah Bitcoin ini menuju sistem yang sangat matang.

“Masih banyak langkah yang harus dilakukan. Kami masih harus meningkatkan, kami masih harus memperbaiki privasi, kami harus membuat hal itu benar-benar aman untuk pengguna biasa,” katanya.

Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin. Foto: Flickr.
Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin. Foto: Flickr.

Baca juga: Apa Itu The Merge Ethereum? Potensi Selamatkan Market Kripto

Ethereum Masuk Era Baru

Buterin juga menegaskan pihaknya akan terus bekerja keras untuk mengembangkan Ethereum di era yang baru.

“Bagi saya, The Merge hanya melambangkan perbedaan antara Ethereum tahap awal dan yang selalu kami inginkan. Mari kita pergi dan membangun semua bagian lain dari ekosistem itu,” terangnya.

Investor ETH telah diberitahu bahwa mereka tidak perlu mengambil tindakan apa pun setelah The Merge. Tidak ada token baru yang dibuat, dan “ETH adalah ETH.” Namun, beberapa bursa menghentikan penyetoran dan penarikan untuk waktu yang singkat dalam beberapa menit setelah transisi.

Ilustrasi Ethereum. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi Ethereum. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Tiga Aset Kripto Potensi Reli Dampak dari The Merge Ethereum

Market Kripto Bangkit?

Meski The Merge Ethereum telah rampung, market kripto belum tampak indikasi untuk bangkit. Melansir CoinMarketCap pada Kamis (15/9) pukul 17.00 WIB, nilai Ethereum (ETH) malah turun 0,56% bertengger di posisi US$ 1.596. Banyak analisis menilai The Merge belum memberikan efek yang besdar dalam jangka pendek.

Peristiwa bersejarah ini membutuhkan waktu bertahun-tahun, dan beroperasi di PoS selalu menjadi peta jalan Ethereum. Namun upgrade yang ambisius terus mengalami penundaan dan akhirnya diundur beberapa tahun.

Ini sepeerti membandingkan dengan mengganti mesin mobil saat melaju dengan kecepatan tinggi. Buterin sebelumnya mengatakan bahwa Ethereum akan selesai 55% setelah The Merge berlangsung.



Sumber : news.tokocrypto.com

Data Inflasi AS Guncang Pasar, Bitcoin dan Ethereum Jatuh

Market aset kripto harus terima kenyataan bahwa data inflasi AS berhasil membuat guncangan besar. Sejumlah kripto big cap, seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana jatuh nilainya dan terjebak zona merah dalm 24 jam terakhir.

Melansir CoinMarketCap pada Rabu (14/9) pukul 07.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) alami penurunan hingga 9,62% bertengger di US$ 20.185 dalam sehari terakhir. Ethereum (ETH) juga bernasib sama anjlok 7,81% dan berada di posisi US$ 1.576 di waktu yang sama. Altcoin lainnya pun juga tiarap, seperti XRP, Cardano (ADA), Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE).

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan semua kelas aset kripto dan saham menyusut pasca laporan inflasi AS bulan Agustus yang menunjukkan peningkatan lebih dari yang diantisipasi. Data indeks harga konsumen (CPI) Agustus menunjukkan kenaikan harga 8,3% yang tak terduga tinggi dibandingkan ekspektasi untuk kenaikan 8,1%.

“Hal tersebut bisa menandakan bahwa The Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga lagi 0,75% minggu depan. Bitcoin langsung turun menjauh dari level harga US$ 21.000. Dan Ethereum juga tidak bisa menahan penurunan juga, padahal The Merge semakin dekat, tetapi tak bisa memompa harga lebih jauh. Jadi dalam jangka pendek, kripto akan rentan terhadap tekanan jual lebih lanjut,” kata Afid.

Ilustrasi bear market.
Ilustrasi bear market.

Baca juga: Penyebab Terra Luna Classic Anjlok Mendadak Rugikan Investor

Angka inflasi AS akan mendapatkan sebagian besar perhatian di seluruh pasar. Angka inflasi yang lebih besar dari perkiraan dapat dipastikan akan membuat kenaikan suku bunga agresif selama pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berikutnya.

Kapitalisasi pasar atau market cap kripto pun turun di bawah US$ 1 triliun setelah data inflasi AS yang mengecewakan. Padahal, menurut pelacak indeks kripto, Nomics, volume perdagangan krippto di semua bursa telah meningkat 62% menjadi US$ 739 miliar selama seminggu terakhir.

Aktivitas perdagangan kripto dalam dolar AS juga meningkat 20% menjadi US$ 134 miliar selama 24 jam sebelumnya. Peningkatan aktivitas sebagian disebabkan oleh para investor yang bersiap untuk peningkatan The Merge Ethereum akhir pekan ini.

bitcoin
Ilustrasi Bitcoin. Foto: Getty Images.

Baca juga: The Merge Ethereum Penting untuk Semua Orang di Kripto

Namun, data inflasi AS Agustus yang tinggi membuat semua berubah. Dalam empat jam terakhir, lebih dari US$ 329 juta posisi price in investor pada Bitcoin di pasar derivatif telah dilikuidasi dengan sekitar 75% dari itu berasal dari posisi BTC long versus short, menurut Coinglass.

Saham perusahaan yang memegang bitcoin di neraca mereka seperti Marathon Digital (MARA), Coinbase Global (COIN), Block (SQ) dan MicroStrategy (MSTR) telah jatuh dan semuanya menunjukkan kerugian antara 7% dan 12% pada penutupan perdagangan hari Selasa (13/9) lalu.



Sumber : news.tokocrypto.com

The Merge Ethereum Penting untuk Semua Orang di Kripto

Semua mata di ruang kripto kini tertuju pada The Merge Ethereum. Peristiwa ini penting bagi Bitcoiner dan semua orang. Lalu, seberapa penting Ethereum Merge ini?

Setelah bertahun-tahun tertunda, The Merge Ethereum sudah di depan mata. Peristiwa yang sebelumnya dikenal sebagai Ethereum 2.0 ini bisa terjadi, ketika mainnet Ethereum Proof-of-Work akan bergabung (merge) dengan Beacon Chain Proof-of-Stake yang kemungkinan bisa terjadi segera pada 15 September mendatang.

Apa Itu The Merge Ethereum?

Secara singkat, The Merge adalah langkah serius untuk mengatasi masalah skalabilitas, efisiensi, dan kecepatan transaksi. Dalam metode Proof-of-Stake, pihak yang berperan sebagai validator transaksi nantinya hanya perlu mengunci (stake) sejumlah token ETH untuk berkontribusi.

Ini jauh lebih efisien ketimbang harus menjalankan komputer dengan kartu grafis yang boros energi selama 24 jam nonstop untuk melakukan mining.

Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Google Buat Hitung Mundur The Merge Ethereum, Ada Easter Egg

Untuk memulai proses ini, Ethereum akan mengintegrasikan dua rantai blockchain independen yang ada di ekosistem miliknya: lapisan eksekusi yang masih PoW dan lapisan konsensus (Beacon Chain) yang sudah PoS. Maka, disebut merge (penggabungan) dua lapisan rantai dan sepenuhnya PoS.

Apa Itu Beacon Chain Ethereum?

Beacon Chain adalah jaringan independen yang memungkinkan chain PoS untuk bekerja secara bersamaan dengan chain PoW tanpa memengaruhi yang lain. Beacon Chain sudah berjalan sejak Desember 2020.

The Merge sendiri secara khusus akan mengacu pada saat Beacon Chain PoS beroperasi sepenuhnya menggantikan chain PoW sebagai mekanisme utama untuk konsensus dan validator.

Jika ingin dianalogikan bebas Ethereum Foundation sendiri menyebut peristiwa ini seperti:

“Bayangkan Ethereum adalah pesawat ruang angkasa yang tidak cukup siap untuk perjalanan antarbintang. Dengan Beacon Chain, komunitas memiliki membangun mesin baru dan lambung pesawat yang diperkeras. Setelah pengujian yang signifikan, sudah hampir waktunya untuk mengganti mesin baru dengan mesin lama di pertengahan penerbangan.”

Ilustrasi Ethereum.
Ilustrasi Ethereum.

Baca juga: Tiga Aset Kripto Potensi Reli Dampak dari The Merge Ethereum

Lebih Hemat Energi

The Merge akan membuat blockchain Ethereum sekitar 99% lebih hemat energi, dan akan mengatur panggung untuk peningkatan di masa mendatang yang membuatnya lebih cepat dan lebih terukur.

Secara teori, itu seharusnya luar biasa untuk Ethereum (baik jaringan maupun asetnya). Apakah harga ETH benar-benar meningkat setelah The Merge, atau tidak sesuatu hal yang sulit diprediksi.

Tetapi bagian yang paling menarik dari semua ini bagi saya adalah bagaimana hal itu akan mempengaruhi semua aset kripto dan blockchain lainnya. Seperti, tingkat hash jaringan Ethereum langsung turun ke nol, karena penambangan bukti kerja di Ethereum akan berakhir.

Itu mungkin memberi lebih banyak tekanan publik pada penggunaan energi Bitcoin yang besar, sesuatu yang diakui oleh para Bitcoiner, seperti Dan Held. Ini juga akan meninggalkan Bitcoin (tanpa Ethereum sebagai sesama pelaku) dalam pandangan regulator yang menargetkan blockchain Proof-of-Work yang intensif energi.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

Baca juga: Jelang The Merge, Tokocrypto Bebaskan Biaya Trading Beli Ethereum

Ada implikasi potensial untuk altcoin lain, terutama yang disebut ‘pembunuh Ethereum’ seperti Solana, Cardano, Avalanche, dan Polkadot.

Mungkin banyak yang berharap bahwa The Merge Ethereum yang sukses akan bermanfaat bagi aset kripto Proof-of-Stake lainnya. Dan sejauh ini terbukti, banyak dari mereka mendapat peningkatan harga yang sehat dalam seminggu terakhir, mungkin sebagian berkat buzz The Merge.

Tetapi kebalikannya, juga mungkin terjadi: Banyak dari penantang Ethereum ini mengajukan diri mereka sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan daripada Ethereum. Setelah Ethereum menjalankan bukti kepemilikan, mereka kehilangan bagian dari proposisi nilainya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Google Buat Hitung Mundur The Merge Ethereum, Ada Easter Egg

Pembaruan jaringan Ethereum atau disebut The Merge tampaknya menjadi perhatian banyak orang. Google pun juga ikut meramaikan proses bersejarah itu dengan meluncurkan fitur count down atau hitung mundur ditampilan website-nya.

The Merge Ethereum yang digadang-gadang akan meluncur pada 15 September mendatang akan menjadi momen bersejarah di mana, Ethereum berencana mengubah algoritma konsensusnya dari Proof-of-Stake menjadi Proof-of-Work dan digadang-gadang bisa menaikan harga ETH dan altcoin lainnya.

Sebuah “doodle” dari Google muncul untuk melakukan proses hitung mundur untuk The Merge Ethereum, sebuah tanda pengakuan dari situs web paling populer di dunia.

Google Ikut Ramaikan The Merge Ethereum

Untuk menampilkan doodle count down The Merge, kamu harus Mengetik “ethereum merge” di kolom mesin pencari Google. Nantinya akan menghasilkan jam hitung mundur, tingkat kesulitan (berapa kali penambang harus menghitung hash untuk mencatat blok transaksi), tingkat hash (total gabungan daya komputasi yang digunakan di seluruh jaringan), dan kartun dua beruang bahagia yang saling mendekat dengan tangan terentang.

Google buat hitung mundur The Merge Ethereum. Foto: Google.
Google buat hitung mundur The Merge Ethereum. Foto: Google.

Baca juga: Apple Rilis iPhone 14, Harga Kripto Ikut Semangat Naik

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, kedua beruang akan segera bergabung untuk menciptakan satu panda, yang telah menjadi maskot de facto untuk transisi Ethereum. Kehadiran doodle menunjukkan tingkat antisipasi untuk The Merge yang dirasakan bahkan oleh raksasa terbesar di bidang teknologi.

Salah satu orang pertama yang menggembar-gemborkan doodle di Twitter adalah seorang insinyur yang bekerja di tim Web3 Google.

“Tim pencari menjalankannya dan mewujudkannya dengan sangat cepat,” Sam Padilla, Web3 Customer Engineer di Google mengatakan kepada Decrypt melalui Twitter DM.

“Lebih banyak pengakuan harus diberikan kepada tim yang membuat ini terjadi.”

Ide Pembuatan Ester egg Ethereum Merge

Padilla mengatakan ide itu muncul dalam beberapa minggu terakhir di antara karyawan di Google yang ingin membuat “telur paskah yang keren” untuk transisi Ethereum yang tertunda dari Proof-of-Work ke Proof-of-Stake. Ide itu muncul dalam obrolan komunitas Web3 internal perusahaan.

Google diketahui menginvestasikan US$ 1,5 miliar ke perusahaan di industri blockchain. Foto: Getty Images.
Google diketahui menginvestasikan US$ 1,5 miliar ke perusahaan di industri blockchain. Foto: Getty Images.

Baca juga: Masuk ke Industri Blockchain, FIFA Resmi Luncurkan Platform NFT FIFA+

Dalam membalas pengguna di Twitter, Padilla mengatakan data ditarik secara real-time langsung dari jaringan Ethereum menggunakan beberapa node yang di-hosting oleh Google.

Perusahaan semakin terlibat dalam Web3, menawarkan layanan infrastruktur blockchain yang menggunakan Google Cloud. Pada halaman yang dikhususkan untuk produk Web3-nya, perusahaan mencantumkan Nansen, Dapper Labs, dan Solana sebagai beberapa mitra bisnisnya. Google mengumumkan telah membentuk tim Web3 pada bulan Mei lalu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Sepekan: Awal yang Baik untuk Market Kripto Bangkit?

Menjelang akhir pekan, market aset kripto terus mengalami kebangkitan. Perspektif September menjadi bulan yang tidak baik untuk aset kripto masih bisa diuji.

Melansir CoinMarketCap pada hari Jumat (2/9) pukul 13.00, nilai Bitcoin naik ke zona hijau, 6,54% dengan harga US$ 20.596 selama 24 jam terakhir, dan terus melonjak 2,48% dalam sepekan. 

Altcoin lainnya, Ethereum (ETH) mendekati peristiwa The Merge, masih bullish naik 4,24% di harga US$ 1.105 selama 24 jam terakhir dan dalam sepekan mentereng naik 7,53%. Token Polymath (POLY) nilainya meroket fantastis 98,29% dalam sehari terakhir. Tak ketinggalan, terdapat pula nilai Terra Classic (LUNC) yang tumbuh 20,79% di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan gerak reli market yang melaju pada Jumat (9/9) siang ini menandakan optimisme investor untuk melakukan akumulasi. Investor berusaha untuk tidak mengkhawatirkan komentar Ketua The Fed, Jerome Powell yang mengindikasikan kuat bakal menaikkan suku bunga acuannya.

“Sejauh ini market kripto masih ketularan nasib baik dari gerak gesit pasar saham AS kemarin. Maklum saja, investor selalu menggunakan laju indeks saham AS sebagai cerminan selera risiko mereka. Di samping itu, komentar Jerome Powell tampak tak dihiraukan oleh investor,” kata Afid.

Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.
Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Ini Sebab Bitcoin Turun Capai Titik Terendah dalam Dua Bulan Terakhir

Investor Sempat Galau dengan The Fed

Laju harga aset kripto sempat melambat setelah Powell lagi-lagi menunjukkan sikap untuk terus mengerek suku bunga acuan demi menekan inflasi AS. Selain Powell, Presiden Fed, Chicago Chris Evans, yang biasanya bersikap dovish pun mendukung kenaikan suku bunga acuan The Fed hingga 4% di akhir tahun nanti.

Komentar tersebut sempat bikin investor galau dan menjauhi market kripto. Namun, kembali percaya diri setelah melihat kinerja saham AS yang berhasil masuk di zona hijau. 

Di samping itu, dorongan semangat juga dirasa berasal dari masih melandainya nilai Dolar AS (DXY). Pelemahan nilai aset greenback ini akan membuat investor semangat untuk kembali melangkah ke pasar aset berisiko.

Investor kembali menunjukkan antusiasmenya terhadap pembaruan jaringan Ethereum disebut The Merge, yang dijadwalkan meluncur pada 10-15 September 2022. Buktinya, pergerakan harga ETH terbilang tidak buruk-buruk amat sejak Kamis (8/9) lalu.

Ilustrasi Ethereum 2.0.
Ilustrasi Ethereum 2.0.

Baca juga: Masuk ke Industri Blockchain, FIFA Resmi Luncurkan Platform NFT FIFA+

Sentimen Negatif Masih Membayangi

Semangat investor kripto mungkin bisa perlahan memudar yang disebabkan salah satunya oleh kebijakan Gedung Putih AS yang kemarin merilis laporan bahwa dampak lingkungan atas aktivitas penambangan aset digital, seperti Bitcoin, bakal menghambat upaya AS dalam perang melawan perubahan iklim.

Kemudian, pada tanggal 13 September nanti, akan menjadi hari ketika data indeks harga konsumen AS dirilis dan membantu investor memahami apa yang terjadi dengan tingkat inflasi ke depan.

“Dua kali pengumuman terakhir, data inflasi AS menyebabkan lonjakan besar dalam volatilitas di market kripto. Pertama kali angka yang dirilis jauh di atas ekspektasi, sementara data Juli membawa kejutan yang menyenangkan bagi investor dengan inflasi yang terkendali,” jelas Afid.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Baca juga: Para Peneliti Cari Rumus Terbaik Kebijakan Blockchain di Indonesia

Pada 10 Agustus, data inflasi membuat market melihat lonjakan volume perdagangan dan volatilitas saat Bitcoin mencapai level tertinggi US$ 25.000. Namun terlepas dari euforia jangka pendek, market belum dapat memasuki mode pemulihan penuh dan kembali bearish tak lama setelah itu.

Analisi teknikal, pergerakan harga Bitcoin tampak perlahan naik mendekati day-20 exponential moving average (EMA) pada level US$ 20.987 sebagai resistance terdekat. Sementara, Ethereum sedang menuju target kenaikan terdekat di level US$ 1.722 dan pembatas yang harus dilewati. Kemampuan ETH untuk breakout pada resistance tersebut menjadi penting karena untuk menarik sentimen market.

Target utama ETH masih berada di level US$ 2.030 yang dan selanjutnya diharapkan tembus level US$ 2.194, tentu saja jika pergerakan harga ETH mampu meneruskan laju bullish-nya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Tidak Akan Pernah Capai Rp 1 Miliar Pasca The Merge Ethereum?

Bitcoin diramalkan tidak akan pernah mencapai all-time high (ATH) yang sukses diraih pada November 2021 lalu, yakni dilevel US$ 69.000 atau sekitar Rp 1 miliar. Hal ini disebut-sebut berkaitan dengan The Merge Ethereum, kok bisa?

Dikutip dari CoinDesk, seorang peneliti aset kripto independen, Kyle McDonald, memperkirakan bahwa The Merge, yaitu peralihan Ethereum yang segera terjadi dari blockchain Proof-of-Work (PoW) ke Proof-of-Stake (PoS) akan menjadi momen yang mengubah permainan untuk industri kripto.

Perkiraan dari Ethereum Foundation, sebelumnya telah menyarankan bahwa PoS akan menggunakan 99,95% lebih sedikit energi dan jika teknologi ini berfungsi sebaik yang dijanjikan, McDonald berpikir investor dan regulator akan menyadari bahwa PoW tidak pernah diperlukan.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Baca juga: Analisa Pasar: Investor Lebih Pilih Ethereum Dibanding Bitcoin?

Desak Investor Jual Bitcoin

Selama wawancara dengan CoinDesk, McDonald mendesak investor untuk menjual Bitcoin sekarang, atau akan terjebak dengan sistem PoW tanpa batas waktu.

“Ketika Anda berpindah dari sistem yang menghasilkan sebanyak mungkin angka acak secepat mungkin dengan 10 juta (unit pemrosesan grafis) di seluruh dunia, ke sistem yang berjalan pada beberapa ribu komputer yang energinya cukup rendah, itu akan membuat perbedaan besar,” katanya.

McDonald memang mengakui bahwa The Merge dapat memiliki konsekuensi bagi kolektor NFT, terutama jika penambang berhasil dalam upaya mereka untuk membuat hard fork Ethereum yang terus menggunakan PoW.

Ilustrasi Ethereum. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi Ethereum. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Potensi Web3 Tingkatkan Ekonomi Digital Indonesia

The Merge Buat NFT Terdilusi?

Hal ini dapat mengakibatkan terciptanya duplikat NFT yang berarti bahwa, misalnya, Bored Ape dapat ada di dua jaringan blockchain. Dalam skenario seperti itu, McDonald memperingatkan bahwa nilai koleksi NFT blue-chip bisa berakhir terdilusi.

Seperti yang dilaporkan oleh CoinMarketCap, OpenSea telah mengumumkan bahwa mereka mendukung The Merge, dan hanya akan mengenali NFT yang didasarkan pada rantai Proof-of-Stake baru Ethereum. NFT marketplace terbesar di dunia mengatakan sedang mempersiapkan transisi yang mulus.

“Meskipun kami tidak mengantisipasi masalah besar, kami juga mengakui ini adalah yang pertama! Jadi kami berkomitmen untuk memantau, mengelola, dan berkomunikasi secara menyeluruh.”



Sumber : news.tokocrypto.com

Yuk Nabung Kripto! Ini Daftar Crypto Watchlist Jelang Bitcoin Halving

Nabung kripto menjadi cara yang tepat untuk mendapatkan profit jangka panjang, terlebih di saat market yang tengah bearish. Investor maupun trader bisa melakukan akumulasi ketika harga kripto sedang ‘diskon.’

Di samping itu, saat ini fokus banyak orang tertuju pada peristiwa yang sangat penting dalam industri kripto, yaitu “Bitcoin halving.” Biasanya menjelang momen bersejarah tersebut dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan nabung kripto.

Dalam artikel ini, kami akan menjelajahi signifikansi Bitcoin halving dan menyajikan daftar watchlist aset kripto yang layak dipertimbangkan menjelang peristiwa tersebut. Dengan mengeksplorasi potensi pertumbuhan aset kripto dan membangun portofolio yang menguntungkan bisa menjadi strategi investasi yang cerdas.

Bitcoin Halving Clock. Sumber: Buybitcoinworldwide.com.
Bitcoin Halving Clock. Sumber: Buybitcoinworldwide.com.

Baca juga: Nabung Kripto Sekarang, Potensi Panen Cuan saat Halving Bitcoin

Apa Itu Bitcoin Halving

Bitcoin halving terjadi sekitar setiap empat tahun, adalah peristiwa penting yang telah menarik perhatian para pelaku pasar dan investor kripto sejak awal eksistensi Bitcoin. Secara sederhana, Bitcoin halving adalah proses pengurangan setengah dari imbalan yang diberikan kepada para penambang (miners) dalam memvalidasi transaksi dan menjaga keamanan jaringan Bitcoin. Dengan setiap halving, imbalan Bitcoin yang diperoleh penambang berkurang, yang pada gilirannya mempengaruhi ketersediaan Bitcoin baru yang masuk ke pasar.

Signifikansi Bitcoin halving terletak pada efeknya terhadap persediaan Bitcoin yang tersedia. Dengan adanya halving, pasokan baru Bitcoin yang masuk ke pasar berkurang drastis. Seiring dengan adanya permintaan yang terus meningkat, hukum penawaran dan permintaan akan berlaku, yang dapat berpotensi mempengaruhi harga Bitcoin secara positif. Sejarah telah mencatat bahwa setelah setiap halving, harga Bitcoin cenderung mengalami kenaikan signifikan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, banyak investor dan penggemar kripto yang melihat halving Bitcoin sebagai peluang emas untuk memasuki pasar atau memperkuat portofolio kripto mereka.

Daftar Crypto Watchlist

Bitcoin akan mengalami halving reward dalam waktu kurang dari satu tahun. Berdasarkan sejarah pergerakan harga Bitcoin dan alternatif koin, diperkirakan akan terjadi bull run setelah halving dan mencapai All Time High (ATH) dalam rentang waktu 12 hingga 18 bulan setelah halving. Ini adalah kesempatan bagi para Holder untuk melakukan DCA (Dollar Cost Averaging) dan mengumpulkan sebanyak mungkin aset kripto. Berikut adalah beberapa aset kripto yang perlu dipantau menurut Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur. 

Bitcoin

BTC/USD by Fyqieh Fachrur Rossy - TradingView.com.
BTC/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

Potensi pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa bulan ke depan memang mungkin mengalami kenaikan secara stabil. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan hal ini, salah satunya adalah akumulasi oleh pelaku pasar retail dan institusi sebelum terjadinya Bitcoin halving.

  • ATH : US$ 68.997
  • Price Now : US$ 26.708
  • Persentase Loss dari ATH : – 61,3%
  • Persentase Profit jika mencapai ATH : +158,42%
  • Estimasi Mencapai ATH : Tahun 2025

Estimasi harga mencapai rekor tertinggi disebabkan oleh sentimen yang kuat terkait halving Bitcoin. Hal ini kemungkinan akan menciptakan gelombang percakapan di media sosial yang terus-menerus membahas kenaikan harga Bitcoin. Namun, penting untuk diingat bahwa sentimen di masa depan tidak selalu positif dan dapat mengalami perubahan yang tidak terduga.

Dalam industri aset kripto, harga sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti permintaan pasar, adopsi institusional, peraturan pemerintah, dan berbagai peristiwa global. Sentimen investor juga dapat berubah secara tiba-tiba, terutama dalam situasi pasar yang tidak stabil.

Oleh karena itu, penting bagi para investor dan pemegang aset kripto untuk tetap waspada terhadap sentimen yang tidak terduga dan memiliki strategi manajemen risiko yang baik. Dalam mengambil keputusan investasi, disarankan untuk mempertimbangkan faktor-faktor fundamental dan teknis yang mempengaruhi harga, serta melakukan riset yang mendalam sebelum mengambil keputusan.

Ethereum

ETH/USD 1 Day Time Frame by Fyqieh Fachrur Rossy - Tradingview.com.
ETH/USD 1 Day Time Frame by Fyqieh Fachrur Rossy – Tradingview.com.

Baca juga: Holder Jangka Panjang Bitcoin Capai ATH Baru, Saatnya Nabung Kripto

Ethereum adalah platform komputasi terdesentralisasi yang menggunakan teknologi blockchain. Itu didasarkan pada konsep yang sama dengan Bitcoin sebagai mata uang digital, tetapi Ethereum memperluas fungsionalitasnya untuk mendukung smart contracts.

  • ATH : US$ 4.867
  • Price Now : US$ 1.817
  • Persentase Loss dari ATH : – 62,88%
  • Persentase Profit jika mencapai ATH : +169,42%
  • Estimasi Mencapai ATH : Tahun 2025

Harga Ethereum (ETH) memiliki potensi untuk menguat dan mencapai rekor tertinggi (ATH) sebelumnya. Ethereum telah membangun ekosistem yang kuat dan matang dalam beberapa tahun terakhir, dengan aplikasi dan proyek yang semakin banyak mengadopsi teknologi Ethereum.

Salah satu indikator pertumbuhan ekosistem Ethereum adalah kenaikan biaya transaksi di jaringan Ethereum. Kenaikan biaya transaksi ini menunjukkan tingginya permintaan dan penggunaan Ethereum. Semakin banyak orang dan proyek yang menggunakan Ethereum, semakin tinggi biaya transaksi yang harus dibayarkan untuk memastikan transaksi diproses dengan cepat.

Selain itu, perkembangan teknologi lapisan kedua (layer-2) seperti Matic Network (Polygon) juga memberikan solusi untuk masalah skalabilitas Ethereum. Lapisan kedua memungkinkan transaksi yang lebih cepat dan biaya yang lebih rendah dengan menggunakan jaringan terpisah yang terhubung ke jaringan Ethereum utama. Keberhasilan proyek-proyek seperti MATIC menunjukkan bahwa komunitas Ethereum berupaya untuk meningkatkan kinerja jaringan dan memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.

Pax Gold

PAXG/USD Timeframe 1 Day by Fyqieh Fachrur Rossy - Tradingview. com
PAXG/USD Timeframe 1 Day by Fyqieh Fachrur Rossy – Tradingview. com.

PAXG adalah singkatan dari “Paxos Gold,” yang merupakan token kripto 1:1 dengan emas. PAXG adalah representasi digital dari emas fisik yang disimpan secara aman oleh Paxos Trust Company. Setiap PAXG setara dengan 1 troy ounce (sekitar 31,1 gram) emas 99,99% murni.

PAXG didasarkan pada teknologi blockchain, khususnya jaringan Ethereum, dan memanfaatkan kontrak pintar untuk mencatat kepemilikan dan mentransfer aset emas. Ini berarti bahwa pemilik PAXG memiliki klaim kepemilikan terhadap emas fisik yang disimpan oleh Paxos Trust Company. Konsep ini dikenal sebagai “tokenisasi emas,” yang memungkinkan investor untuk memperoleh dan melakukan transaksi dengan emas melalui blockchain tanpa harus memiliki fisik emas tersebut.

PAXG juga menawarkan transparansi yang tinggi karena setiap token memiliki tautan langsung dengan emas fisik yang disimpan oleh Paxos Trust Company. Ini berarti bahwa setiap pemilik PAXG dapat melacak dan memverifikasi kepemilikan mereka terhadap emas yang sebenarnya.

Gejolak ekonomi seperti BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan), de-dolarisasi, perang, dan kebangkrutan bank dapat menjadi penyebab harga emas naik. Negara-negara BRICS memiliki cadangan besar dalam bentuk emas untuk memperkuat mata uang mereka dan mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat. Permintaan emas dari negara-negara BRICS dapat menyebabkan kenaikan harga emas di pasar global.

  • ATH : US$ 2.932
  • Price Now : US$ 1.972
  • Persentase Loss dari ATH : – 32,62%
  • Persentase Profit jika mencapai ATH : +48,38%
  • Estimasi Mencapai ATH : Tahun 2027

Konflik atau perang dapat menciptakan ketidakpastian politik dan ekonomi di dunia. Selama masa ketidakpastian ini, investor sering mencari aset yang dianggap aman, seperti emas. Permintaan yang lebih tinggi untuk emas sebagai lindung nilai dapat menyebabkan kenaikan harga.

Bisa dipastikan bahwa PAXG bisa menjadi salah satu aset alternatif investasi untuk pemula yang memiliki resiko yang rendah. Keuntungan PAXG juga memiliki spread harga yang sangat rendah dibanding jika membeli emas secara fisik atau digital.

Pastikan kamu hanya melakukan Nabung kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa yang Terjadi pada Bitcoin dan Ethereum Jika AS Gagal Bayar Utang?

Pemerintah Amerika Serikat (AS) tengah dihadapi risiko gagal bayar utang yang bisa berdampak pada aset berisiko seperti saham dan kripto, termasuk Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Menariknya, Bitcoin dan Ethereum diprediksi akan mengalami lebih banyak kerugian daripada saham.

Amerika Serikat sedang menuju momen yang dapat memiliki konsekuensi bersejarah bagi pasar global, menjalankan risiko gagal bayar utangnya untuk pertama kali. Ini adalah peristiwa black swanpotensial, seperti gagal bayar utang AS dapat berdampak besar pada Bitcoin, Ethereum, dan pasar kripto lainnya.

Menteri Keuangan AS, Janet Yellen memperingatkan berminggu-minggu yang lalu bahwa pemerintah akan segera kehabisan dana, jika pagu utang tidak ditangguhkan atau dinaikkan—mungkin paling cepat 1 Juni. Jika anggota parlemen tetap menemui jalan buntu dan tidak dapat mencapai kesepakatan tentang pengeluaran, Washington tidak akan mampu membayar tagihannya, katanya.

Guncang Market

Kebuntuan serupa atas plafon utang telah mengguncang pasar di masa lalu, seperti ketidaksepakatan berkepanjangan atas plafon utang yang membuat S&P 500 jatuh 16% pada tahun 2011, mengejutkan investor sebelum resolusi tercapai.

Kali ini, Wall Street menguap. S&P 500 turun kurang dari 1% sejak Yellen mengeluarkan pernyataan seriusnya pada 1 Mei. Namun, Bitcoin telah jatuh lebih dari 7% dan Ethereum turun hampir 3% selama periode yang sama, menurut CoinGecko.

Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Nabung Kripto Sekarang, Potensi Panen Cuan saat Halving Bitcoin

Direktur Amberdata, Greg Magadini, mengakui bahwa default utang AS masih jauh dari meja. “Rasanya seperti permainan yang cukup intens sekarang,” katanya. “Dan mengingat betapa gilanya hal-hal yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, saya pikir segala sesuatu mungkin terjadi.”

Jika pemerintah gagal membayar utangnya, aset berisiko seperti saham dan kripto akan menghadapi kesulitan jangka pendek, kata Magadini. Dia menjelaskan itu karena penurunan kualitas utang yang didukung pemerintah kemungkinan akan meningkatkan biaya pinjaman, secara berlawanan meningkatkan imbal hasil dan memperkuat dolar AS dibandingkan aset lainnya.

Demikian pula, dolar dapat menguat selama default karena trader di AS cenderung menempatkan dolar mereka — menukar mata uang asing dan aset untuk greenback — selama acara risk-off, Kepala Riset CoinShares, James Butterfill dikutip Decrypt.

“Secara teknis, dolar AS harus dijual jika terjadi default, tetapi itu tidak akan terjadi karena orang cenderung mengambil dolar mereka dalam periode tekanan pasar,” katanya. “Dolar AS mungkin benar-benar menguat, sebaliknya, karena orang-orang menjadi khawatir, dan itu sebenarnya tidak terlalu bagus untuk Bitcoin.”

Bitcoin Mantul

Bitcoin dan Ethereum dapat bereaksi secara berbeda jika terjadi default, kata Magadini dari Amberdata. Bitcoin mungkin memantul bersama emas setelah penurunan awal — sebagai cek pada mata uang yang dikeluarkan pemerintah — sementara Ethereum kemungkinan akan tetap tertekan bersama saham teknologi, katanya.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

Baca juga: Survei: Bitcoin Masuk 3 Aset Potensial, Jika AS Gagal Bayar Utang

Sentimen itu digaungkan oleh Co-Head of Trading Genesis, Gordon Grant, yang mengatakan bahwa Bitcoin memiliki lebih banyak keuntungan daripada Ethereum, jika pemerintah AS tidak dapat lagi memenuhi kewajiban utangnya, tetapi kedua koin tersebut akan menghadapi tekanan pada awalnya.

“Mungkin ada kelemahan awal, karena aset berisiko benar-benar dihancurkan, karena pasar saham akan hancur,” katanya. “Tapi Bitcoin mungkin akan lebih tinggi.”

Untuk Ethereum, Grant mengatakan bahwa kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar sering dikaitkan dengan indeks yang melacak saham teknologi seperti NASDAQ, membuatnya cenderung berkinerja buruk dibandingkan dengan Bitcoin jika default terjadi.

“Tidak masalah apakah menurut saya itu perbandingan yang adil,” katanya, mencatat bahwa begitulah model tertentu memperdagangkan hubungan antara hal-hal seperti NASDAQ dan Ethereum. “Jadi, kami cenderung mengharapkan kinerja Ethereum yang buruk.”



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa itu Altcoin Seasons?, Yuk Kenalan Dengan Istilah Trading Ini

Kini, dunia aset kripto telah diramaikan oleh banyaknya aset yang menarik dan tentunya potensial, tidak kalah dengan pamor Bitcoin. Banyak investor dan trader yang ikut mencoba peruntungan di berbagai aset kripto tersebut dan membuat dominasinya meluas. Ternyata, tren ini dikenal dengan sebutan altcoin season. Ingin tahu lebih lanjut? Yuk, baca artikel ini sampai selesai!

Altcoin Season dan Penyebab Terjadinya

Sebelum membahas mengenai altcoin season, yuk, kenali apa itu altcoin terlebih dahulu. 

Apa itu Altcoin?

Altcoin, kependekan dari alternative coin, merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan aset kripto yang diterbitkan dan diperjualbelikan setelah Bitcoin. Seperti namanya, altcoin ini hadir dengan tujuan memberikan alternatif bagi para pegiat aset kripto dalam berinvestasi.

Apa itu Altcoin Season?

Jadi, altcoin season atau alt season berarti suatu musim di mana beberapa altcoin teratas memiliki kinerja dan potensi yang sangat baik, bahkan harganya melampaui harga Bitcoin dan US Dollar. Periode alt season ini biasanya dihitung selama 90 hari. 

Kapan Alt Season Terjadi?

Alt season pertama kali terjadi pada tahun 2017, di mana Bitcoin sedang dalam perjalanan menuju kejayaannya dan mulai banyak altcoin yang diluncurkan di blockchain Ethereum dengan memanfaatkan smart contract. 

Hal ini menarik perhatian banyak investor sehingga bermigrasi dan mencari peruntungan di altcoin. Dikutip dari Mail & Guardian, tidak menutup kemungkinan bahwa alt season akan terjadi di penghujung tahun 2021, dengan kenaikan ETH yang signifikan saat ini sebagai katalisnya.

Apa indikator Alt Season sedang terjadi?

Jika 75% dari 50 aset kripto teratas pada market cap memiliki kinerja lebih baik dari Bitcoin dalam 90 hari terakhir, maka dapat dikatakan bahwa sedang terjadi alt season. Namun, terdapat beberapa aset kripto yang tidak termasuk dalam 50 aset kripto teratas yaitu Stablecoin, misalnya Tether dan DAI, juga Asset Backed Tokens seperti wBTC, stETH, hingga cLINK.

Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai apakah saat ini sedang terjadi alt season atau tidak, Anda bisa melihat Altcoin Season Index di situs Blockchain Center.

Apa Penyebab Altcoin Season?

Peristiwa ini tidak semerta-merta terjadi begitu saja lho, walaupun memang tidak memiliki penyebab yang pasti. Namun, ada tiga hal yang mendorong terjadinya alt season, nih

Pertama, maraknya migrasi investor ke altcoin yang disebabkan oleh bull-run pada pasar Bitcoin. Di mana para investor yang mengantongi keuntungan dari Bitcoin akan membelanjakan keuntungan tersebut di pasar altcoin. 

Kedua, mulai ramai pembaharuan teknologi yang dilakukan oleh proyek kripto termasuk altcoin, salah satu contohnya adalah penggunaan mekanisme Proof of Stake (PoS). 

Ketiga, pengaruh dari para influencer aset kripto. Sebagai contoh, tweet Elon Musk pada awal 2021 mengenai Dogecoin berhasil membuat harganya meroket.

tweet dogecoin elon musk 1

Salah satu cuitan Elon Musk pada April 2021 yang berhasil mendongkrak harga Dogecoin sehari setelahnya

Selayaknya siklus musim yang berganti dari musim panas menjadi musim dingin, peristiwa ini juga terjadi di dunia kripto, lho. Di mana selain terdapat altcoin season, juga terdapat musim lainnya yang disebut dengan crypto winter. Namun, apa saja perbedaan di antara keduanya? 

Perbedaan antara Altcoin Season dan Crypto Winter

1. Berdasarkan pengertian atau definisi

Sebenarnya, secara terminologi keduanya memiliki arti yang berbeda. Alt season mendefinisikan sejumlah altcoin yang kinerja dan harganya lebih unggul dari pasar Bitcoin. Sementara itu, crypto winter mengacu pada pasar kripto yang mulai dingin dan hilang peminat, bahkan pergerakan harga pun tidak menolong. 

2. Berdasarkan kondisi pasar

Berkat definisi tersebut, lahirlah perbedaan selanjutnya, yaitu kondisi pasar. Jika alt season menunjukkan pasar aset kripto yang menghijau terutama yang terjadi pada altcoin, maka crypto winter menunjukkan pasar aset kripto yang lesu khususnya Bitcoin, ditandai dengan penurunan harga sebesar 80 sampai 90 persen dari all-time high.

3. Berdasarkan periode berlangsungnya

Perbedaan lainnya adalah periode berlangsungnya. Seperti yang sudah disinggung di atas, alt season umumnya berlangsung selama 90 hari saja. Sementara itu, crypto winter bisa terjadi dan bertahan selama 2 hingga 3 tahun lamanya. Saat pasar sudah kembali diminati dan perdagangan meningkat, maka sebutannya berubah menjadi crypto spring.

4. Berdasarkan waktu terjadinya

Selain itu, perbedaan selanjutnya adalah waktu terjadinya. Jika alt season terakhir kali terjadi pada 2017 hingga awal 2018, maka crypto winter terjadi sepanjang tahun 2018 dan yang paling baru adalah 2021. Sebagaimana yang telah disebutkan, crypto winter lekat dengan kondisi pasar Bitcoin, sehingga ditandai dengan anjloknya harga Bitcoin dalam waktu yang lama.

Sebenarnya, alt season masih berhubungan dengan crypto winter, terutama yang melibatkan Bitcoin atau Bitcoin winter. Dikarenakan saat alt season terjadi, otomatis harga Bitcoin akan melemah dan berpotensi menyebabkan Bitcoin winter. Akan tetapi, hal ini tentunya tidak selalu terjadi saat harga Bitcoin melemah, ya, karena bisa saja hanya menandakan bearish market. Bitcoin winter hanya terjadi saat harganya jatuh dalam waktu lama dan terlihat sulit untuk bangkit lagi.

5 Altcoin Terpopuler Sepanjang Tahun 2021

Setelah membahas altcoin season dan perbedaannya dengan crypto winter, berikut ini sudah kami rangkum 5 altcoin terpopuler sepanjang tahun 2021 yang bisa Anda jadikan referensi:

1. Ethereum (ETH)

Sebagaimana yang telah kita semua tahu, bahwa Ethereum (ETH) menjadi salah satu altcoin yang populer di tahun 2021. Bagaimana tidak, sepanjang tahun 2021, ETH terus melakukan pengembangan yang membuat harganya juga ikut meningkat dan bertahan di peringkat 2 market cap. ETH mencatat all-time high terbarunya pada 9 November 2021 lalu di angka 4,837.59 USD. 

2. Cardano (ADA)

Selain ETH, altcoin yang tak kalah melejit adalah Cardano (ADA). Sejak awal kemunculannya di 2017, mekanisme Proof of Stake (PoS) ADA berhasil menarik banyak investor untuk membelinya. Meskipun sempat mengalami pasang surut, ADA berhasil meraih all-time high di angka 3.10 USD pada September lalu dan kini menduduki peringkat 4 sebagai aset kripto terbesar yang ada di market cap.

3. Solana (SOL)

Menyusul ADA, di peringkat 6 market cap terdapat altcoin Solana (SOL) yang juga populer sepanjang tahun 2021. SOL memang telah mengalami kenaikan harga di awal tahun, tetapi di pertengahan tahun harganya signifikan meningkat. Hal ini disebabkan adanya inovasi yang dilakukan para developer SOL, membuat SOL banyak diminati. Pada 6 November 2021, SOL mencetak rekor harga tertingginya sebesar 260.06 USD.

4. Polkadot (DOT)

Altcoin yang satu ini cenderung lesu di awal 2021. Namun, kini Polkadot (DOT) berhasil menduduki peringkat 8 di market cap. Salah satu penyebabnya adalah peluncuran parachain pada blockchain Polkadot, yang memungkinkan blockchain untuk meng-handle satu juta transaksi per detik dan menjadi lebih terukur dalam koneksi antar blockchain. DOT meraih all-time high sebesar 55 USD pada 4 November 2021 lalu.

5. Dogecoin (DOGE)

Dogecoin (DOGE) juga berhasil menjadi altcoin yang paling populer dan menarik perhatian. Altcoin yang juga dianggap sebagai memecoin ini bertengger di peringkat 9 pada market cap. Puncak popularitas DOGE terjadi pada Mei 2021, dengan mencetak all-time high senilai 0.7376 USD. Hal ini dapat terjadi salah satunya berkat cuitan Elon Musk mengenai koin yang berlogo hewan anjing ini. Meski sempat koreksi, DOGE masih menjadi altcoin pilihan di 2021.

Baca Juga: Harga Dogecoin Melejit, Elon Musk Pemicu Naiknya Dogecoin?

Sambil menunggu altcoin season yang diprediksi akan terjadi di akhir tahun 2021, Anda bisa mencoba membeli sederet altcoin terpopuler tersebut di Tokocrypto, lho. Yuk, langsung daftarkan diri dan selesaikan KYC Anda di www.tokocrypto.com sekarang!  Masih bingung dengan investasi/trading kripto? Gabung juga dengan Group Telegram Tokocrypto!



Sumber : news.tokocrypto.com