Tag: fomc

  • Reaksi Harga Bitcoin, Saat The Fed Pertahankan Suku Bunga AS

    Bitcoin berreaksi terhadap dari keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada level sebelumnya pada Kamis (21/9) dinihari. Harga Bitcoin menunjukkan sedikit perubahan setelah pengumuman tersebut, hanya turun 0,17% dan masih diperdagangkan di level US$ 27.000 dalam 24 jam terakhir.

    Berdasarkan pengumuman The Fed, bank sentral memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga pada 5,25-5,5%. Sementara, Indeks Dolar AS (DXY) berada di atas 105, mendekati level tertinggi dalam enam bulan, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 2 tahun bertahan di atas 5,1% dan mendekati level tertinggi dalam 22 tahun.

    Keputusan ini sebagian besar telah diprediksi oleh pasar dan menandakan potensi puncak dari kenaikan suku bunga The Fed yang dimulai awal tahun lalu. Sementara Ketua Fed, Jerome Powell mengungkapkan potensi kenaikan suku bunga lagi pada tahun ini.

    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Altcoin Ini Diprediksi Naik Lebih dari 20% pada Pekan Ini, Penasaran?

    Kebijakan The Fed Hati-hati

    Pernyataan The Fed tetap berhati-hati terhadap masa depan inflasi, dan tidak ada jaminan bahwa kondisi inflasi akan menjadi lebih longgar.

    “Dalam menilai sikap kebijakan moneter yang tepat, Komite akan terus memantau implikasi informasi yang masuk terhadap prospek perekonomian. Komite akan siap untuk menyesuaikan sikap kebijakan moneter jika muncul risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan Komite,” lanjut rilis tersebut.

    Potensi kesimpulan dari kenaikan suku bunga The Fed dapat menandakan momen penting bagi Bitcoin dan aset digital lainnya. Saat kita mendekati titik ini, pasar kripto mungkin berada di persimpangan jalan di mana “Kemungkinan berakhirnya proses pengetatan dapat menghilangkan hambatan terhadap penilaian kripto, dan memungkinkan harga untuk lebih melacak peningkatan fundamental industri.”


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perkiraan Suku Bunga The Fed dari BlackRock, Bitcoin (BTC) Meningkat?

    Pasar kripto dan Bitcoin akan selalu menjadi sorotan dalam penentuan kebijakan moneter yang diambil oleh The Federal Reserve (The Fed) di Amerika Serikat. The Fed memiliki kendali atas suku bunga, yang kemudian memiliki dampak besar pada berbagai aset keuangan, termasuk kripto terkemuka, seperti Bitcoin (BTC).

    Saat ini, sejumlah entitas keuangan dan analis pasar telah memberikan perkiraan terkait dengan arah yang mungkin diambil oleh The Fed dalam hal suku bunga, dan salah satu perusahaan yang menonjol dalam hal ini adalah BlackRock, salah satu manajer investasi terbesar di dunia.

    BlackRock telah menjadi suara yang sangat dihormati dalam dunia keuangan, dengan aset di bawah manajemennya mencapai triliunan dolar AS. Perusahaan ini memiliki sejarah panjang dalam membuat prediksi yang akurat terkait dengan perkembangan ekonomi dan kebijakan moneter.

    Oleh karena itu, ketika BlackRock memberikan perkiraan terkait dengan suku bunga The Fed, banyak orang di seluruh dunia keuangan cenderung mendengarkannya dengan seksama.

    Proyeksi Suku Bunga The Fed

    BlackRock makin mantap melangkah ke market kripto incar investor kaya. Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg.
    BlackRock makin mantap melangkah ke market kripto incar investor kaya. Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg.

    Baca juga: Dominasi Bitcoin Meningkat! Bagaimana Akan Pengaruhi BTC dan Altcoin?

    BlackRock, mengatakan bahwa The Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tetap tinggi hingga tahun 2024.

    Pada titik ini, Laura Cooper, ahli strategi investasi makro senior di BlackRock, mengatakan kepada Dow Jones Newswires bahwa The Fed harus mempertahankan suku bunga dalam wilayah pembatasan hingga tahun 2024 karena tekanan inflasi yang sedang berlangsung.

    “Meskipun ada tanda-tanda kuat penurunan inflasi, inflasi kemungkinan akan tetap berada di atas target FED sebesar 2% karena tekanan harga. Pada titik ini, kami memperkirakan FED akan mempertahankan suku bunga stabil pada hari Rabu namun tetap membuka pintu bagi kenaikan suku bunga di masa depan,” kata Cooper.

    Gagasan untuk tetap berpegang pada data ekonomi AS akan meluas karena Ketua Fed Jerome Powell tetap siap untuk mempertahankan opsi pengetatan lebih lanjut jika diperlukan.

    “Di sini kami berpendapat bahwa suku bunga harus tetap berada di zona pembatasan hingga pertengahan tahun 2024, setelah itu suku bunga harus disesuaikan kembali ke arah netral,” tambah Cooper.

    Bitcoin naik?

    Ilustrasi aset kripto Bitcoin dan XRP. Sumber: FX Empire.
    Ilustrasi aset kripto Bitcoin dan XRP. Sumber: FX Empire.

    Baca juga: Asosiasi dan OJK Kolaborasi Perkuat Perdagangan Kripto di Indonesia

    Sebelumnya, Bitcoin mencapai puncaknya sebesar $69.000 pada November 2021, ketika FED mulai menaikkan suku bunga.

    Karena pasar bearish berikutnya berhubungan langsung dengan kenaikan suku bunga FED, perubahan kebijakan diperkirakan akan mengakhiri pasar bearish dan BTC dapat kembali ke masa lalu.

    Seperti yang mungkin Anda ingat, BlackRock mengajukan permohonan ke SEC untuk mendapatkan ETF Bitcoin spot pada bulan Juni. Penerapan ini berdampak positif pada harga BTC sehingga menyebabkan BTC naik.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pekan Sibuk Pasar Kripto Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed

    Pasar kripto berada dalam masa tenang, meskipun ada potensi besar untuk perubahan dramatis dalam waktu dekat, terkait suku bunga The Fed. Bitcoin (BTC), yang saat ini diperdagangkan sekitar US$ 26.638 pada pagi hari Senin (18/9), menunjukkan kenaikan sebesar 0,40% dalam 24 jam terakhir, tetapi belum mampu menciptakan sentimen positif yang kuat di pasar.

    Dengan banyak peristiwa besar, pasar kripto sedang bersiap menghadapi minggu yang penuh gejolak. Fokus semua orang saat ini terpusat pada keputusan suku bunga The Fed yang sangat dinanti-nantikan.

    Menurut Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, para pelaku pasar kripto dengan cemas menanti keputusan The Fed mengenai suku bunga tahun 2023. Setelah mengalami sepuluh kenaikan berturut-turut dan jeda di bulan Juni lalu, suku bunga telah naik menjadi 5,25-5,50% pada bulan Juli.

    Keputusan yang akan diumumkan pada hari Rabu (20/9) mendatang akan sangat bergantung pada data CPI AS, terutama inflasi inti. Dengan CPI bulan Agustus yang naik sebesar 3,7% YoY (naik dari 3,2% di bulan Juli) dan CPI Inti sebesar 4,3% (turun dari 4,7% di bulan Juli), baik The Fed maupun pasar masih ragu.

    Kebijakan The Fed

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Asosiasi dan OJK Kolaborasi Perkuat Perdagangan Kripto di Indonesia

    “Ketika Ketua The Fed, Jerome Powell, dan timnya berkumpul pekan ini, mereka tidak akan menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka sudah selesai dengan kenaikan suku bunga, mengingat inflasi yang masih bertahan di atas sasaran 2%,” kata Fyqieh.

    Jerome Powell juga dijadwalkan akan mengadakan konferensi pers segera setelah pengumuman, dan keputusan ini akan memiliki dampak besar pada pasar keuangan global.

    Meskipun data CPI minggu lalu tidak menghasilkan volatilitas yang signifikan di pasar Bitcoin, pengumuman suku bunga Fed diprediksi akan memicu volatilitas hingga 1% berdasarkan tren terkini.

    FedWatch Tool dari CME Group menyebutkan peluang terjadinya skenario kejutan hanya sebesar 2% untuk kenaikan suku bunga lanjutan.Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$ 26.000, yang jelas jauh di atas level bearish.

    Pada saat ini, pasar kripto memasuki minggu yang berpotensi penuh peristiwa penting dengan sentimen yang cenderung lebih tinggi daripada bearish. Hal ini terlihat dari peningkatan indeks Fear and Greed dibandingkan dengan beberapa minggu sebelumnya, dengan nilai pada Senin (18/9) berada dalam kategori “Fear,” sekitar 46 poin.

    Analisis Harga Bitcoin (BTC)

    BTC/USDT Daily Time Frame by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: Apa Itu Dogecoin?

    Pekan lalu, Bitcoin (BTC) telah menunjukkan beberapa tanda kekuatan dengan mencapai level resistance kunci sekitar US$ 26.800. Namun, sayangnya, BTC belum berhasil melakukan breakout dari resistance tersebut, dan pada Senin pagi (18/9) pukul 08:00 WIB, harga Bitcoin berada di sekitar US$ 26.468.

    Saat ini, kita akan mengamati kemungkinan pergerakan selanjutnya untuk Bitcoin. Dalam jangka pendek, khususnya menjelang FOMC ada kemungkinan Bitcoin berpotensi bergerak menuju area support dinamis, yang dalam hal ini adalah Moving Average (MA) dengan periode 20, area support ini berada di sekitar US$ 26.100. 

    Sementara itu, berikut adalah level support US$ 25.000 dan resistance US$ 26.800 yang perlu diperhatikan. Level-level ini adalah titik-titik penting dalam analisis teknis. Jika Bitcoin mampu melewati resistance di US$ 26.800, maka ini bisa menjadi sinyal positif untuk kenaikan lebih lanjut. Di sisi lain, jika harga turun di bawah support di US$ 25.000, ini bisa menunjukkan tekanan jual yang lebih kuat.

    Keputusan FOMC dan suku bunga akan menimbulkan beberapa volatilitas, namun Bitcoin kemungkinan akan terus diperdagangkan dalam kisaran US$ 25.000 – US$ 27.000 dalam jangka pendek. Saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk berharap pada “bull run” (periode pertumbuhan besar-besaran) dalam pasar ini.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik di Atas Rp 415 Juta Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed

    Ini adalah minggu yang penting bagi Bitcoin dan pasar kripto, pasalnya pada pekan ini, Federal Reserve AS (The Fed) akan mengumumkan keputusan suku bunganya. Upaya Bitcoin (BTC) pada reli yang cukup besar berhasil dihentikan pada hari Selasa (19/9), tetapi berhasil mempertahankan level US$ 27.000 selama 24 jam terakhir.

    The Fed pada hari Rabu (20/9) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil, namun investor akan memantau proyeksi ekonomi baru dan konferensi pers Ketua Powell untuk mendapatkan petunjuk tentang arah kebijakan masa depan.

    Meskipun data inflasi AS yang diumumkan pekan lalu melampaui ekspektasi, BTC tetap tenang dan bertahan di level $26.000. Selain itu, karena tidak ada katalis untuk menaikkan harga BTC dan altcoin, Bitcoin diperdagangkan antara US$ 26.000-US$ 27.000.

    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Altcoin Ini Diprediksi Naik Lebih dari 20% pada Pekan Ini, Penasaran?

    Proyeksi Bitcoin dan Pasar Kripto

    Para analis memperingatkan bahwa harga mungkin bergerak turun, menyatakan bahwa keputusan suku bunga FED dapat memberikan tekanan pada aset berisiko seperti aset kripto. Berbicara kepada CoinDesk, analis eToro, Simon Peters mengatakan bahwa keputusan suku bunga FED dapat memberikan tekanan pada aset berisiko seperti kripto.

    “Data penting dari Inggris dan Amerika diharapkan muncul. Saat ini, meskipun kami memperkirakan bank sentral kedua negara akan mengumumkan keputusan suku bunga baru pada akhir minggu ini, pasar mungkin akan tegang dalam beberapa hari ke depan. Meskipun inflasi menurun di kedua negara tersebut, terdapat tanda-tanda bahwa penurunan tersebut mungkin belum sepenuhnya terasa,” kata Peters.

    “Seperti aset berisiko lainnya, mata uang kripto sensitif terhadap ekspektasi suku bunga. Oleh karena itu, setiap pernyataan bank sentral yang lebih keras dapat menyebabkan penurunan sentimen investor,” tambahnya.

    Kebijakan The Fed

    Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Federal Reserve AS akan mengakhiri pertemuan kebijakan dua harinya pada hari Rabu. FOMC secara umum diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan Fed Funds pada kisaran 5,25%-5,50%, namun pelaku pasar akan fokus pada proyeksi ekonomi terkini bank sentral dan konferensi pers pasca-pertemuan Ketua Jerome Powell untuk mendapatkan petunjuk mengenai masa depan. arah kebijakan moneter.

    Raksasa manajemen aset, BlackRock memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga kebijakannya tetap datar pada pertemuan FOMC. Prediksi tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar dan diduga oleh para analis menawarkan Bitcoin (BTC) dorongan harga jangka pendek yang berarti.

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Arthur Hayes Bocorkan Rahasia: Potensi Harga Bitcoin ke Rp 1 Miliar

    Menurut Marilyn Watson – kepala Strategi Pendapatan Fundamental Global BlackRock – tingkat target dana federal bank sentral akan tetap sama hingga akhir tahun – melalui pertemuan bulan September, November, dan Desember.

    Namun, Watson juga memperkirakan target suku bunga The Fed akan tetap tinggi hingga pertengahan tahun 2024 sebelum serangkaian pemotongan kecil akan menurunkannya sebesar 1% dari level saat ini pada akhir tahun depan.

    “Dari segi inflasi sudah moderat, sudah turun, tapi masih di atas target,” kata Watson kepada Bloomberg. “Saya pikir yang perlu kita lihat adalah kemerosotan aktivitas ekonomi… dan saat ini kita belum melihatnya melalui data.”


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • The Fed Menaikkan Suku Bunga Lagi, Bagaimana Respons Pasar Kripto?

    The Fed atau Federal Reserve AS akhirnya kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 bps, membawanya ke level tertinggi dalam 22 tahun di 5,25-5,5%. Keputusan ini seperti yang diperkirakan secara luas oleh pelaku pasar, namun respon pasar kripto tetap datar atau sideways.

    Di tengah pertemuan kebijakan terbaru The Fed pada hari Kamis (27/7) dinihari, harga Bitcoin (BTC) berada dalam fase konsolidasi di dekat angka US$ 29.300. Karena keputusan tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar, investor mengamati dengan cermat potensi konsekuensinya di pasar kripto.

    Dengan semua perhatian tertuju pada tanggapan Bitcoin terhadap langkah The Fed, para trader merenungkan apakah perkembangan ini menghadirkan waktu yang tepat untuk membuat langkah strategis dalam ruang kripto.

    Pasar Kripto Datar

    Pasar kripto terpantau sideways merespons kenaikan suku bunga The Fed. Namun saat ini sedikit lebih tinggi dibandingkan ketika pengumuman kebijakan The Fed dibacakan.

    Menurut data CoinMarketCap, pada Kamis (27/7) pukul 09.00 WIB, harga Bitcoin (BTC) terpantau diperdagangkan sekitar US$ 29.400, naik sekitar 0,9% dalam 24 jam terakhir. Ethereum (ETH) lebih dari 1% lebih tinggi di atas US$ 1.800. Sementara, Solana (SOL) adalah penggerak terbesar di 10 teratas berdasarkan kapitalisasi pasar, naik mendekati 8% sehari terakhir.

    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Sentimen Ini Diprediksi Dorong Harga Bitcoin Capai Rp 2,4 Miliar

    Bitcoin saat ini menguji ulang resistensi dalam bentuk terendah akhir Juni atau awal hingga pertengahan Juli di US$ 29.500, dengan penembusan di atas level ini berpotensi membuka pintu untuk mendorong lebih tinggi menuju di atas US$ 30.000, yang akan kembali bertindak sebagai resistensi yang kuat.

    Berdasarkan pola perdagangan saat ini, harga Bitcoin diperkirakan akan tetap berada di kisaran US$ 29.550 dan US$ 28.850. Potensi terobosan ke atas di atas US$ 29.550 dapat menyebabkan target harga di kisaran $30.200 atau bahkan US$ 30.900.

    Sebaliknya, penurunan bearish di bawah US$ 28.850 dapat mendorong harga Bitcoin menuju level US$ 28.000.

    Trader disarankan untuk melakukan analisis komprehensif, dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang relevan, sebelum membuat pilihan trading apa pun, mengingat perubahan cepat yang dapat terjadi pada kondisi pasar.

    Kebijakan The Fed

    Dalam konferensi pers pengumuman pasca kebijakannya, Ketua The Fed, Jerome Powell mengisyaratkan bahwa pihaknya mempertahankan opsi untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut, tergantung pada data ekonomi AS yang akan datang.

    Di sisi lain, sebagian besar analis tampaknya berpikir itu mungkin kenaikan bunga terakhir dari The Fed dalam siklus pengetatan ini.

    “Bisa saya katakan ada kemungkinan bahwa kami akan menaikkan suku bunga kembali di September jika datanya meyakinkan. Saya juga bisa katakan ada peluang bagi kami untuk memilih menahan suku bunga. Kami akan melakukan penilaian secara hati-hati dari meeting ke meeting,” tutur Powell dalam konferensi pers.

    Sebagai catatan, The Fed baru akan menggelar pertemuan pada 19-20 September mendatang. Sebelum pertemuan tersebut, The Fed akan memiliki data pendukung yang lebih banyak yakni dua kali inflasi dan data pengangguran (Juli dan Agustus).

    Data inflasi AS guncang pasar, Bitcoin dan Ethereum jatuh. Foto: Reuters.
    Data inflasi AS guncang pasar, Bitcoin dan Ethereum jatuh. Foto: Reuters.

    Baca juga: Jumlah Investor Terus Bertambah, Peluang Investasi Kripto Meningkat

    Belum jelasnya kebijakan The Fed ke depan juga akan menimbulkan lebih banyak ketidakpastian global karena investor harus menunggu dan mempertimbangkan rilis data ekonomi AS terbaru.

    Inflasi di AS tetap jauh di atas target Fed 2% dan pasar tenaga kerja tetap panas, yang menjelaskan keengganan mereka untuk mengizinkan pelonggaran dini dalam kondisi keuangan.

    Meskipun The Fed mempertahankan biasnya terhadap lebih banyak kenaikan dan analis secara luas tidak mengatakan mereka mengharapkan penurunan suku bunga tahun ini, pasar uang AS bergeser ke harga dalam kemungkinan kuat bahwa Fed memangkas suku bunga pada bulan September.

    Sesuai dengan CME Fed Watch Tool, probabilitas tersirat pasar uang dari penurunan suku bunga 25 bps menjadi 5,0-5,25% pada bulan September melonjak dari nol kali ini kemarin menjadi 78%.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisis Harga Bitcoin, ETH hingga XRP Jelang Rapat FOMC The Fed

    Harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH) hingga XRP kemungkinan besar diprediksi masih terkonsolidasi jelang rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 25-26 Juli 2023. The Fed sendiri akan melakukan rapat FOMC untuk menentukan kebijakan suku bunga telah menjadi sorotan utama bagi para pelaku pasar, termasuk para investor dan trader kripto.

    Fluktuasi harga yang terjadi pada pasar aset kripto telah menarik perhatian banyak orang, terutama karena ekspektasi kebijakan moneter yang akan diumumkan oleh The Fed. Dalam artikel ini, kita akan menyelami tren terbaru, faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan harga, dan proyeksi potensial menghadapi keputusan yang akan diambil oleh The Fed.

    The Fed diperkirakan akan menaikan suku bunga sebesar 25 basis poin. Hal tersebut sejalan dengan proyeksi “dot-plot” terbaru dari para anggota FOMC yang menetapkan kebijakan bank sentral bahwa suku bunga acuan akan mencapai puncaknya di 5,50 persen-5,75 persen.

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Gerak Pasar Kripto Terpantau Sideways, Pekan Ini Ada Momen Krusial

    Selain itu, yang akan dinantikan oleh investor adalah seberapa hawkish atau dovish pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell untuk mendapatkan sinyal akan kenaikan selanjutnya atau telah mencapai puncak. Selama belum ada kepastian, harga aset kripto masih akan sideways.

    Berikut adalah analisis harga sejumlah aset kripto di pekan pengumuman suku bunga The Fed dari Trader External Tokocrypto, Fyqieh Fachrur.

    Analisis Pergerakan Harga 

    Bitcoin (BTC)

    BTC/USDT Index by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Selama satu minggu terakhir, yaitu pada tanggal 19, 21, dan 23 Juli 2023, harga Bitcoin sempat turun di bawah US$ 30.000. Level support di harga US$ 30.000 menjadi penentu apakah Bitcoin dapat mempertahankan reli atau tidak. 

    “Target untuk tren turun jangka pendek akan mencakup level US$ 28.138, yang merupakan titik tengah dari reli 27% yang terlihat antara 15 dan 23 Juni. Dalam kasus tertentu, BTC dapat turun ke level US$ 27.330 dan US$ 26.767, keduanya merupakan level akumulasi utama untuk pemegang jangka panjang,” kata Fyqieh.

    Jika prospek ekonomi makro membaik seperti yang dijelaskan di atas, harga Bitcoin dapat memantul dari area dukungan utama dan mencapai level US$ 35.000 dan US$ 41.000 dalam jangka panjang hingga akhir tahun 2023.

    Di sisi lain, jika penurunan mendorong harga Bitcoin melampaui level US$ 25.000, itu akan menggoyahkan kepercayaan investor. Pergerakan ini akan menghasilkan titik terendah yang lebih rendah dan mematahkan tesis bullish, yang berpotensi memicu koreksi ke level dukungan utama di US$ 21.313.

    Ethereum (ETH)

    ETH/USDT by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Prediksi pergerakan harga Ethereum menunjukkan adanya kemungkinan pelemahan, seiring dengan pelemahan harga Bitcoin yang terus berusaha me-retest level dukungan di US$ 30.000. Hal ini dapat menjadi berita yang kurang baik bagi Ethereum dalam waktu beberapa waktu mendatang. Dalam hal RSI (Relative Strength Index), Ethereum berada di area RSI 81 dan 63, yang mengindikasikan bahwa kemungkinan Ethereum akan mengalami koreksi semakin besar.

    Untuk saat ini, prediksi harga ETH adalah mencapai US$ 1.906, kemudian mengalami koreksi kembali ke area garis dukungan di US$ 1.855 dalam minggu ini, bahkan bisa mencapai US$ 1.846. Pada area harga US$ 1.846 juga terdapat beberapa bukti retest support yang cukup kuat, seperti terlihat pada awal Juli hingga akhir Juli, dimana Ethereum selalu kembali naik di atas US$ 1.850 dalam waktu singkat setelah mencapai level tersebut.

    Ripple (XRP)

    XRP/USDT TF 4H by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: Semangat Kolaborasi, Tokocrypto Meriahkan Ulang Tahun ke-2 blu

    Ripple atau XRP diprediksi akan mengalami penurunan setelah memenangkan kasusnya melawan SEC pada pertengahan Juli lalu. Saat ini, XRP sedang mencari area support dan mengalami koreksi karena banyak investor yang mengambil keuntungan setelah kenaikan harga yang signifikan. Indikator RSI menunjukkan bahwa XRP berada dalam kondisi tekanan jual yang tinggi, dengan nilai RSI sekitar 16,99 dan 18,5.

    “Meskipun XRP sedang mengalami tekanan jual yang tinggi, volatilitasnya semakin menurun seiring berjalannya waktu, yang mengindikasikan potensi pelemahan lebih lanjut. Prediksi mengatakan bahwa XRP kemungkinan akan mengalami penurunan hingga mencapai target harga US$ 0,67, yang setara dengan penurunan sebesar -10,89% dari harga saat ini,” jelas Fyqieh.

    Fantom (FTM)

    FTM/USDT TF 4H by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Menurut Fyqieh, pergerakan harga FTM (Fantom) diperkirakan memiliki potensi kenaikan yang besar. Hal ini didasarkan pada konfirmasi bounce back dengan peningkatan candlestick yang signifikan. Prediksi ini menunjukkan bahwa dalam waktu singkat, mungkin dalam minggu ini, FTM berpotensi mencapai area resisten Moving Average 100 pada harga US$ 0,2684, sehingga berpeluang memberikan keuntungan sekitar 4,57%.

    Selain itu, terdapat indikasi permintaan yang cukup tinggi, karena volume transaksi meningkat lebih dari 47,7% berdasarkan data dari CoinMarketCap, dengan total volume transaksi harian mencapai US$ 53.346.035. 

    Aptos (APTOS)

    APT/USDT TF 4H by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Harga Aptos diprediksi akan mengalami penurunan serupa dengan aset kripto lainnya karena pasar kripto sedang mengalami kondisi lesu dan konsolidasi, dan tidak ada katalis baru yang berdampak signifikan pada seluruh aset kripto. Saat ini, harga APTOS berada di level US$ 7,54 dan berada dalam kisaran konsolidasi antara US$ 7,2 hingga US$ 7,8.

    Konsolidasi ini kemungkinan akan terpecah dan Aptos kemungkinan akan mengalami penurunan karena adanya indikasi pola “head and shoulder” yang menunjukkan pelemahan harga. Namun, pola “head and shoulder” ini belum sepenuhnya terkonfirmasi.

    Para trader perlu waspada terhadap potensi penurunan harga di level US$ 6,92 sebagai area supportneckline“. Jika harga Aptos kembali menembus area US$ 6,92, maka diprediksi APTOS akan menuju ke area US$ 5,93 sebagai support terbesar.

    “Saat ini, para trader spot lebih baik untuk menunggu dan melihat perkembangan terlebih dahulu sebelum mengambil langkah selanjutnya. Indeks RSI saat ini berada di poin 18, yang menunjukkan kondisi oversold, namun di sisi lain, APTOS belum mencapai titik support maksimumnya,” pungkas Fyqieh.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Kripto Tertekan Akibat Kenaikkan Suku Bunga The Fed

    Market kripto kembali alami penurunan pasca Bank Sentral AS, The Fed kembali menaikkan suku bunga acuannya. Investor merespon negatif kenaikan ini dan mulai menjauh dari pasar.

    Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap anjlok ke zona merah pada perdagangan Kamis (3/11) pukul 09.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 20.304, turun 0,84% dalam 24 jam terakhir.

    Sementara, Ethereum (ETH) bahkan anjlok lebih dalam 2,20% ke US$ 1.548 sehari terakhir. Altcoin lain, Dogecoin (DOGE) dan Shiba Inu (SHIB) turun lebih dari 3%.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan pergerakan market kripto kembali turun di zona merah, imbas dari respons investor menanggapi kenaikkan suku bunga acuan The Fed.

    Sesuai perkiraan The Fed menaikan suku bunga sebesar 75 basis poin pada Kamis dini hari setelah menggelar rapat Federal Open Market Committee (FOMC) selama dua hari. “Kenaikan 75 bps ini terjadi keempat kali berturut-turut,” kata Afid.

    Respons Negatif Market

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

    Baca juga: Dogecoin Masuk ke Daftar 50 Holders Terbanyak

    Keputusan itu langsung direspon negatif oleh pasar kripto dan saham. Setelah pidato hawkish dari ketua The Fed, Jerome H. Powell, market kripto langsung anjlok dan altcoin berdampak paling parah dibandingkan Bitcoin. Kapitalisasi pasar kripto pun sempat turun 1,82% menjadi US$ 998,19 miliar.

    Di sisi lain, jika melihat nilai indeks Dolar AS (DXY) pada hari Kamis pagi ini, sedang menguat. Investor mulai meninggalkan aset berisiko, seperti kripto. Terpantau DXY di level 111.92 pada pukul 09.00 WIB naik +0.45%. Kombinasi cocok yang membuat investor menjauh dari market kripto.

    “Sejauh ini investor kripto masih mencoba kuat untuk menahan sentimen negatif dari The Fed. Hal ini terlihat dari harga Bitcoin yang masih berada di atas level psikologisnya US$ 20.000 dan BTC cenderung bakal bergerak sideways dalam beberapa hari ke depan,” jelas Afid.

    Bitcoin sedang membentuk pola double-top dengan neckline di level US$ 20.000. Level ini telah terbukti sebagai titik support yang kuat, sekaligus support psikologis.

    Sementara, harga Harga ETH juga kembali turun lebih dalam dibanding BTC. Penurunan harga saat ini masih tertahan support di level US$ 1.530 sebagai tahanan terdekat. Jika tahanan terdekat tersebut tidak mampu menahan laju turun ETH, kemungkinan penurunan akan berlanjut dengan support selanjutnya berada di level US$ 1.503.

    Sentimen Market

    market kripto bitcoin
    Ilustrasi market kripto bitcoin.

    Baca juga: Kenal Jagat Nusantara Metaverse IKN yang Diresmikan Presiden Jokowi

    Momen penurunan ini bisa dimanfaatkan oleh investor yang ingin melakukan akumulasi untuk jangka panjang. Pasalnya kemungkinan besar market akan terus mengalami tekanan dan bergerak sideways.

    Kenaikan 75 basis poin ini saja membuat suku bunga menjadi 3,75-4%. “The Fed menyatakan masih perlu menaikkan suku bunga karena tingkat inflasi saat ini masih jauh dari target di bawah 2%,” terang Afid.

    Investor kripto juga harus mencermati data tenaga kerja AS yang akan dirilis pada Jumat (4/11) malam adalah data Non Farm Payrolls AS bulan Oktober yang diindikasikan turun dan data Unemployment Rate AS bulan Oktober yang diindikasikan meningkat. Data-data tersebut bisa membuat market kripto kembali tertekan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa: Jelang Rapat FOMC, Market Kripto Mulai Bangkit

    Performa market kripto terlihat mulai bangkit. Sejumlah aset kripto big cap mulai masuk tipis-tipis ke zona hijau, jelang rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) The Fed.

    Terpantau dari situs CoinMarketCap, Selasa (1/11) pukul 10.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) terlihat masih negatif dengan penurunan 0,09% di harga US 20.491. Sementara, Ethereum (ETH) mulai bangkit naik 0,35% di harga US$ 1.585. Altcoin lainnya seperti Dogecoin (DOGE) dan BNB menjadi primadona dengan kenaikan di atas 5%.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat situasi market kripto mulai bergerak naik jelang rapat FOMC yang akan berlangsung 1-2 November mendatang. Hal ini terlihat pergerakan dari investor institusi atau whale yang punya banyak dana di market mulai melakukan akumulasi, setelah pasar terus turun sejak akhir pekan lalu.

    “Investor dan traders secara umum harus mencermati pergerakan reli ini. Sepertinya pola bull trap akan terjadi jelang keputusan rapat FOMC. Market kripto terlihat mulai bullish dan menunjukkan sentimen positif dengan reli singkat, namun nanti ketika keputusan suku bunga sudah keluar akan jatuh kembali,” kata Afid.

    Proyeksi Suku Bunga The Fed

    Ilustrasi Rekt Capital.
    Ilustrasi market aset.

    Baca juga: Kenal Jagat Nusantara Metaverse IKN yang Diresmikan Presiden Jokowi

    Banyak analis yang memperkirakan The Fed akan mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin dengan besaran peluang 81% dan tidak akan berlaku lebih agresif mengingat tingkat inflasi AS yang perlahan tapi pasti mulai melandai. The Fed kemungkinan akan mengerem kenaikan suku bunga acuannya menjadi 50 basis poin pada Desember mendatang.

    Dalam lima FOMC terakhir, harga Bitcoin yang merupakan aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, cenderung bereaksi negatif dalam jangka pendek setelah pengumuman kenaikan suku bunga agresif. “Kemungkinan, pada rapat FOMC mendatang akan sama alami penurunan dan terjadi bull trap,” jelas Afid.

    Di sisi lain, jika melihat nilai indeks Dolar AS (DXY) pada hari Selasa (1/11) pagi ini, sedang melemah. Ini menguatkan nvestor mulai kembali masuk ke aset berisiko, seperti kripto. Terpantau DXY di level 111.40 pada pukul 09.00 WIB dan -0.11%.

    Bitcoin dan Altcoin

    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

    Baca juga: Dogecoin Meroket Salip Cardano Imbas Elon Musk Beli Twitter

    Dari analisis teknikal, dalam sepekan terakhir, harga Bitcoin nampak sedang on the track menembus ambang batas psikologis harga jual di angka US$ 20.000 menuju US$ 21.000. Reli singkat ini bisa membawa BTC menuju harga US$ 20.627-US$ 20.931 yang menjadi level resistance terdekatnya.

    “Investor juga kini lebih memilih untuk masuk ke altcoin, terllihat dari indeks Bitcoin Dominance yang terus turun ke level 38%. Penguatan yang terjadi di lini altcoin disebabkan oleh dampak akuisisi Twitter oleh Elon Musk yang terjadi akhir pekan lalu,” terang Afid.

    Nilai BNB dan Dogecoin (DOGE), misalnya, menanjak setelah Binance dikabarkan telah berkontribusi US$ 500 juta untuk akuisisi tersebut. Sementara itu, nilai DOGE juga meroket setelah akuisisi Twitter diharapkan akan berimbas positif ke adopsi koin meme tersebut.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • The Fed Genjot Suku Bunga, Market Kripto Terus Turun

    Market kripto hadapi serangan mendadak pasca bank sentral AS, The Fed mengumumkan peningkatan suku bunga acuan sebesar 0,75 basis poin untuk ketiga kalinya berturut-turut pada Kamis (22/9) dini hari. Sejumlah kripto big cap langsung turun ke zona merah.

    Dengan inflasi yang terus tidak terkendali, kenaikan terbaru ini membawa suku bunga dasar The Fed ke level tertinggi dalam hampir 15 tahun. Ketua Fed, Jerome Powell, mengakui tidak ada cara “tanpa rasa sakit” untuk mengakhiri krisis biaya hidup.

    Kenaikan suku bunga AS tersebut merupakan yang kelima kalinya sepanjang 2022. Sebelumnya, The Fed mulai menaikkan suku bunga sebesar 0,25% pada Maret, kemudian 0,50% di bulan Mei, 0,75% di bulan Juni, dan 0,75% pada Juli.

    Dalam pengumumannya, Powell menyatakan pihaknya bertekad untuk membawa inflasi kembali turun sekitar 4% pada akhir tahun 2022. Sekadar informasi, untuk Agustus 2022 angka inflasi AS berada di angka 8,3%.

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Segala Hal Penting Masa Depan Ethereum Setelah The Merge

    Market kripto Tiarap

    Bitcoin bergerak secara dramatis saat pengumuman kenaikan suku bunga The Fed semakin dekat. Data CoinMarketCap menunjukkan aset kripto terbesar di dunia itu, awalnya reli ke US$ 19.500 dalam beberapa menit sebelum suku bunga baru dikonfirmasi. Dalam 20 menit, kemudian jatuh ke US$ 18.975.

    Begitu juga dengan Ethereum, mencapai US$ 1.376 pada saat detik-detik pengumuman The Fed. Kemudian menukik tajam ke US$ 1.260. Sebagian besar kripto memiliki reaksi yang sama setelah pengumuman suku bunga baru.

    Kenaikan drastis 75 basis poin dari The Fed telah diperkirakan, tetapi itu tidak berarti bahwa investor kripto tidak terlalu ketakutan. Perlu juga dicatat bahwa aksi jual ini tidak khusus untuk Bitcoin, dengan pasar saham juga mengalami perubahan yang tidak menentu.

    Hubungan Bitcoin dengan The Fed

    Tidak ada tanda-tanda bahwa The Fed bermaksud untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga, yang berarti segala sesuatunya kemungkinan akan menjadi lebih buruk. Bitcoin tidak pernah berada di kondisi di mana suku bunga setinggi ini.

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

    Baca juga: CEO Tokocrypto: Web3 Sangat Potensial untuk Masa Depan

    Pejabat The Fed mengharapkan kenaikan suku bunga lebih lanjut seiring berjalannya tahun, dan rata-rata mereka memproyeksikan tanda yang tinggi sebesar 4,6% tahun depan. Semua ini bisa membuat BTC jauh kurang menarik jika dibandingkan dengan aset yang lebih aman seperti obligasi.

    Ahli strategi komoditas senior Bloomberg Intelligence, Mike McGlone baru-baru ini mengatakan kepada Kitco News bahwa The Fed berkontribusi pada salah satu bear market terbesar secara global.

    McGlone percaya mungkin ada rasa sakit lebih lanjut untuk BTC di bulan-bulan mendatang, dan berpotensi terendah baru 12 bulan. Meski begitu, ia tetap bersikukuh bahwa Bitcoin memiliki potensi untuk mencapai rekor tertinggi baru dan itu hanya masalah waktu sebelum berpacu ke US$ 100.000.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Pasar: Kripto Masih Sideways, Waspada Ancaman The Fed

    Pergerakan market kripto pada Selasa (20/9) pagi melaju lebih baik dibandingkan Senin kemarin. Sejumlah aset kripto, seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH) hingga Solana (SOL) berhasil rebound ke zona hijau dengan kenaikan tipis.

    Melansir CoinMarketCap pada Selasa (20/9) pukul 11.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) alami kenaikan 2,94% di posisi US$ 19.377 dalam sehari terakhir. ETH bernasib lebih baik naik 4,08% capai posisi US$ 1.354. Altcoin lainnya seperti XRP, Cardano (ADA), Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE) terbang ke zona hijau.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat gerak market kripto sedang mengalami konsolidasi, meski kenaikan saat ini masih tergolong sideways. Sejumlah kripto masih bergerak direntang harga pendek dan mencoba untuk melewati jauh level support-nya.

    “Sejumlah kripto big cap berhasil masuk ke zona hijau, namun belum bisa membalikan keuntungan dari reli pekan lalu. Sejauh ini sikap investor sejatinya terbilang anomali. Pasalnya, di tengah antisipasi pengumuman rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) bank sentral AS, The Fed yang dimulai Selasa (20/9), market bergerak variasi,” kata Afid.

    Ilustrasi bear market
    Ilustrasi bear market.

    Baca juga: Epic Games Rilis Game NFT Blankos Block Party

    Ia menambahkan kenaikan harga kripto ini juga mungkin di dorong oleh faktor indeks dolar AS yang menurun pada Selasa pagi ini, berada 109.64 -0.09%. Hal tersebut berhasil mendorong investor bergairah ke kripto.

    “Turunnya harga kripto yang drastis sejak akhir pekan lalu, tampaknya membuat sebagian investor melakukan akumulasi atau memborongnya. Mereka menganggap waktu yang tepat karena aset kripto harganya terjun bebas dalam beberapa hari terakhir,” terangnya.

    Waspada Kebijakan The Fed

    Menurut Afid, investor perlu mewaspadai The Fed yang bisa bikin galau. Ia menjelaskan kondisi market kripto sejatinya masih terbilang bergejolak dan rawan untuk breakdown lebih jauh.

    Dalam survei terakhir, sekitar 80% analis dan investor meramalkan The Fed dapat mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin, sementara sisanya menaksir kenaikan hingga 100 basis poin.

    “Sentimen makroekonomi, utamanya pengumuman kebijakan moneter The Fed pada pekan ini, masih menghantui gerak-gerik investor. Jika kenaikan suku bunga acuan di atas ekspektasi, maka kinerja pasar aset berisiko, termasuk aset kripto, akan terseok-seok,” tuturnya.

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Tesla Jual Pluit Rp 800 Ribu Harus Bayar Pakai Dogecoin

    Dari sisi analisis teknikal, Bitcoin (BTC) masih bisa terus mengalami penurunan. Level support terdekat BTC pada harga US$ 19.305. Pergerakan harga BTC masih terus menunjukan perlawanan. Khawatir BTC bisa menuju major support pada level US$ 17.567 yang merupakan all time low (ATL) atau harga terendah sementara pada 2022.

    Sementara, Ethereum masih menujukan perlawanan di level support-nya pada harga US$ 1.325. Proyeksi terburuk, ETH bisa valid breakdown, kemungkinan harganya akan melanjutkan laju turunnya dengan target US$ 880-US$ 1.128.



    Sumber : news.tokocrypto.com