Tag: fomc

  • Pasar Kripto Sideways, Tolak Dorongan CPI dan Tunggu Keputusan FOMC

    Pasar kripto mengalami pergerakan sempit, walaupun didorong data CPI (Consumer Price Index) yang melihatkan inflasi Amerika Serikat melanjutkan tren penurunan pada bulan Mei 2023. Harga Bitcoin hanya naik sekitar 3,4 persen selama tiga hari terakhir setelah berhasil mempertahankan dukungan US$ 25.500 pada 10 Juni lalu.

    Berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja AS pada Selasa (13/5), inflasi atau Indeks Harga Konsumen (IHK) AS naik 0,1 persen pada Mei 2023, dibandingkan bulan sebelumnya mengalami kenaikan 0,4 persen pada April 2023. Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 4 persen pada Mei 2023 setelah sebelumnya menyentuh 4,9 persen pada bulan April.

    Laju inflasi tahunan mencapai puncaknya yakni sebesar 9,1 persen pada Juni 2022, yang merupakan kenaikan terbesar sejak November 1981. Tren penurunan pada bulan Mei 2023 ini faktanya masih di atas target inflasi The Fed sebesar 2 persen .

    Harga Kripto Sideways

    Harga kripto Bitcoin baru-baru ini diperdagangkan pada US$ 25.846, turun 0,2 persen dalam 24 jam terakhir dan naik lebih tinggi dari US$ 26.000 yang diasumsikan dalam satu jam setelah Biro Statistik Tenaga Kerja AS mengumumkan bahwa CPI telah naik 4 persen, lebih baik dari proyeksi 4,1 persen.

    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: 3 Rumor Menarik Tentang Penggunaan Aset Kripto di Game GTA 6

    Ethereum (ETH), kripto terbesar kedua berdasarkan nilai pasar, mengikuti jejak BTC, naik pada awalnya sebelum mengembalikan sebagian keuntungannya. ETH baru-baru ini berpindah tangan sekitar US$ 1.735, kira-kira di mana posisinya pada hari Senin (12/6), waktu yang sama.

    Di antara 19 token yang disebutkan dalam gugatan SEC, ALG DAN MATIC, token dari blockchain smart contract Polygon dan Algorand, baru-baru ini naik 0,3 persen dan 0,8 persen, sementara AXIE, kripto asli dari platform game Axie Infinity, turun sedikit. Token BNB baru-baru ini meningkat 3,3 persen.

    BTC telah stagnan di bawah US$ 26.000 selama empat hari terakhir karena investor menyisihkan kecemasan tentang tuntutan hukum Securities and Exchange Commission (SEC), dan perhatian investor telah beralih ke area ekonomi makro karena menunggu pembacaan inflasi terbaru dan keputusan suku bunga The Fed pada pertemuan FOMC yang digelar hari Rabu (14/6).

    The Fed Jeda Kenaikan Suku Bunga?

    Setelah CPI, semua mata pelaku pasar kripto akan tertuju pada pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, 30 menit setelah pengumuman suku bunga karena pasar menilai kemungkinan 94% jeda pada pertemuan Juni, berdasarkan CME FedWatch Tools.

    Dikutip Cointelegraph, perusahaan perdagangan, QCP Capital juga percaya bahwa “konsensus benar” – bahwa Fed tidak akan menaikkan suku bunga lebih lanjut – setidaknya kali ini.

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Pasar Kripto dan Bitcoin Mulai Bangkit, namun Belum Optimal

    “Berdasarkan indikator frekuensi tinggi, inflasi AS turun dengan cepat, yang akan memungkinkan FOMC membuat pertemuan minggu ini jeda pertama mereka dalam lebih dari setahun,” tulisnya dalam pembaruan pasar.

    QCP mengakui bahwa pertemuan FOMC selanjutnya dapat memberikan hasil yang berbeda, untuk “menenangkan” lebih banyak anggota komite yang hawkish. “Selain itu kami pikir pelonggaran kondisi keuangan sebagai akibat dari reli ekuitas yang meleleh secara besar-besaran ini akan mempengaruhi pikiran mereka,” tambahnya.

    Pertemuan FOMC yang akan datang bukan satu-satunya perhatian bagi perekonomian, karena Departemen Keuangan AS akan menerbitkan lebih dari US$ 850 miliar tagihan baru antara sekarang dan September.

    Penerbitan utang tambahan pemerintah AS cenderung menyebabkan imbal hasil yang lebih tinggi dan, dengan demikian, biaya pinjaman yang lebih tinggi untuk perusahaan dan keluarga. Mempertimbangkan pasar kredit yang sudah tertahan karena krisis perbankan baru-baru ini, kemungkinan besar pertumbuhan produk domestik bruto akan sangat terganggu dalam beberapa bulan mendatang.

    Investor sekarang mempertanyakan apakah Bitcoin akan menguji resistensi US$ 25.000, level yang tidak terlihat sejak pertengahan Maret, dan untuk alasan ini, mereka memantau dengan cermat premi kontrak berjangka Bitcoin dan biaya lindung nilai menggunakan opsi BTC.

    Pastikan kamu hanya melakukan Nabung kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Volatilitas Pasar Kripto di Tengah Data CPI dan FOMC

    Keadaan terkini pasar kripto masih menjadi roller coaster, dengan pengaruh yang signifikan dari data CPI (Consumer Price Index) dan FOMC (Federal Open Market Committee). Pasar kripto telah menjadi perhatian utama bagi para investor dan penggemar mata uang digital, dengan fluktuasi harga yang mengguncang dan seringkali sulit diprediksi.

    Pasar kripto, baik Bitcoin (BTC) dan altcoin terpantau ‘berdarah’ sepanjang akhir pekan. Apa penyebabnya?

    Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan pertama, pasar kripto yang turun masih dipengaruhi oleh sentimen gugatan SEC. Top kripto yang masuk dianggap sekuritas oleh SEC di dalam gugatan ke Binance dan Coinbase, langsung anjlok.

    “Kedua, beberapa platform perdagangan kripto juga memilih untuk menghentikan perdagangan koin tertentu dan memutuskan untuk calm down terlebih dahulu. Seperti, Binance US bakal stop terima USD, Robinhood delisting token yg dicap sekuritas, dan Crypto.com hentikan layanan investasi institusi di AS,” jelas Fyqieh.

    Dua aset kripto yang kerap menjadi patokan, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), juga anjlok lebih dalam. BTC jatuh 4%  hingga masuk zona US$ 25.000, sedangkan ETH turun sekitar 6% berada di US$ 1.700. Kapitalsasi pasar kripto juga roboh lebih dari 5% secara keseluruhan. Sedangkan Fear & Greed Index mencatat sentimen investor kripto ada di level netral di bawah 50 poin. Terpantau pada Senin (12/6) berada di 47 poin.

    Setelah minggu yang bearish, Bitcoin akan membutuhkan dukungan anggota parlemen AS untuk mengubah narasi yang dilontarkan oleh SEC. Kecuali intervensi, peningkatan aktivitas SEC akan tetap menjadi penghambat laju pasar kripto ke depan.

    Pasar Kripto Bersiap Data CPI dan FOMC

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: ‘Paus’ Bitcoin Akumulasi 57.578 BTC saat Pasar Kripto Lesu, Sinyal Apa?

    Diketahui sejumlah senator di DPR AS dalam upaya memperkenalkan kejelasan regulasi. Awal bulan ini, anggota parlemen AS dari Partai Republik, Patrick McHenry dan Glen “GT” Thompson merilis RUU Struktur Pasar Aset Digital. RUU ini bertujuan untuk kejelasan peraturan, untuk menghilangkan kesenjangan dan mendorong inovasi.

    Di luar sentimen regulasi dan SEC itu sendiri, laporan data makroekonomi minggu ini dapat memberikan pemicu nasib pasar kripto.  Data Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk Mei akan jatuh tempo pada 13 Juni, bersamaan dengan rilis data rilis indeks harga produsen (PPI) dan pembaruan kebijakan The Fed yang akan menggelar FOMC di hari yang sama pada 14 Juni, yang akan memutuskan langkah selanjutnya untuk suku bunga acuan. Selain itu ada pembukaan data klaim pengangguran pada 15 Juni. 

    Menurut CME FedWatch Tool, pada FOMC di 14 Juni mendatang diperkirakan terdapat peluang sebesar 73% The Fed berpotensi akan mempertahankan suku bunga di level saat ini yaitu 5%-5,25% dan 27% yakin akan ada kenaikan level 5,25-5,50%. Kendati demikian, kemungkinan The Fed meningkatkan suku bunga masih terbuka, menyusul kondisi inflasi AS masih jauh di atas target mereka, yaitu 2%. 

    “The Fed masih akan memantau data inflasi yang dirilis pada Slasa (13/6) sebagai bahan pertimbangan kebijakan moneter. Inflasi secara keseluruhan diproyeksikan turun menjadi 4,1 persen. Meskipun masih sangat tinggi, inflasi yang secara bertahap melandai memberikan ruang bagi bank sentral untuk memberi jeda pengetatan kebijakan moneter,” ungkap Fyqieh.

    Salah satu indikator adalah data Nonfarm Payrolls (NFP) naik sebesar 339 ribu pada Mei 2023. Selain itu, Data angka klaim tunjangan pengangguran AS kini melonjak ke level tertinggi sejak 2021. Klaim data pengangguran awal di AS naik menjadi 261.000, dibandingkan ekspektasi 235 ribu. 

    Secara garis besar para pelaku pasar akan wait and see terlebih dahulu, memperhatikan data inflasi AS dan hasil FOMC. Situasi tersebut cocok untuk strategi nabung kripto dengan metode Dollar Cost Averaging (DCA) yang mengakumulasi aset kripto, karena cenderung bergerak sideways.

    Analisis Pergerakan Harga 

    Bitcoin (BTC) Masuk Area Sideways

    BTC/USD  by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Pada akhir-akhir ini, sentimen yang tidak baik dan ketidakpastian di pasar kripto telah menyebabkan penurunan dalam pergerakan Bitcoin. Gejolak geopolitik, FUD yang mengenai Binance dan Coinbase, serta isu tentang Debt Ceiling telah menciptakan perubahan yang signifikan dalam aset kripto selama seminggu terakhir. Berita tentang suku bunga acuan The Fed yang dijadwalkan untuk Juni 2023 juga dianggap sebagai faktor penentu. 

    “Target suku bunga acuan FED berada di kisaran 5-5,25%, dan pada bulan Mei 2023, target tersebut sudah tercapai. Jika FOMC pada bulan Juni mengindikasikan kenaikan lebih lanjut, maka Bitcoin dan komoditas lainnya mungkin mengalami pelemahan karena menguatnya nilai tukar dolar AS,” analisis Fyqieh.

    Dalam situasi seperti ini, kemungkinan Bitcoin akan mengalami penurunan atau performa negatif dalam bulan Juni. Target negatif yang dekat adalah di kisaran harga US$ 25.300 atau bahkan US$ 23.500. Jika sentimen negatif terus berlanjut, ini dapat dianggap sebagai kesempatan untuk melakukan pembelian (buying opportunity).

    Ethereum (ETH) Sideways Cenderung Bearish

    ETH/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: Manfaatkan Stabilisasi Investasi di Koreksi Pasar Kripto dengan Stablecoin

    Pergerakan harga ETH (Ethereum) kemungkinan mengalami koreksi dan menuju ke harga base sideways di kisaran US$ 1.720 hingga US$ 1.780. Jika ETH berhasil break down di bawah level US$ 1.720 dengan penutupan candlestick 4 jam di bawahnya, maka ada kemungkinan harga ETH akan melanjutkan penurunan menuju harga US$ 1.728. 

    Dalam timeframe yang lebih besar, ETH telah breakout dari resisten linennya dan saat ini masih berada di atas resisten tersebut. Namun, adanya berita FUD (Fear, Uncertainty, and Doubt) membuat ETH tertahan di area sideways. Jika harga ETH berhasil menutup harga harian di atas US$ 1.830, kemungkinan akan terjadi kenaikan lanjutan dengan target terdekat di sekitar US$ 1.920.

    Cardano (ADA) Bearish All Time Low 3 Bulan terakhir

    ADA/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Pergerakan harga Cardano saat ini mengalami penurunan yang signifikan dan menuju ke harga terendah dalam tiga bulan terakhir. Prediksi menunjukkan bahwa Cardano kemungkinan akan terus mengalami penurunan dan mencapai area harga US$ 0,3 sebagai target sementara. Ada juga kemungkinan harga akan melanjutkan penurunan hingga mencapai harga US$ 0,267. 

    Penurunan ke harga US$ 0,3 adalah potensi terdekat, dan area tersebut juga merupakan level support dan memiliki signifikansi psikologis. Di sisi lain, harga US$ 0,267 adalah area harga terendah dalam tiga bulan terakhir untuk Cardano (All-Time Low). Jika Anda saat ini memiliki Cardano (ADA), maka dapat mempertimbangkan melakukan DCA (Dollar Cost Averaging) di harga tersebut.

    Penurunan ini juga dipengaruhi oleh berita yang kurang baik dalam hal geopolitik yang mempengaruhi seluruh aset kripto. Harap diingat bahwa prediksi harga aset kripto memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi dan bisa berubah dengan cepat. Adanya berita, sentimen pasar, dan peristiwa geopolitik dapat mempengaruhi pergerakan harga secara signifikan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan analisis yang cermat, memperhatikan sumber informasi yang terpercaya, dan mempertimbangkan risiko sebelum membuat keputusan investasi.

    Chromium (CHR) Bearish

    CHR/BUSD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Pergerakan harga CHR (Chromia) telah dikonfirmasi mengalami penurunan setelah menghadapi penolakan di level resisten sebelumnya yang sekarang berfungsi sebagai level support di harga US$ 0,1457.

    Setelah penolakan tersebut, harga CHR saat ini berada di area support base sideways di sekitar harga US$ 0,14, dan ada kemungkinan akan terus melemah menuju area US$ 0,1353. Dalam jangka waktu mingguan, potensi penurunan mungkin mencapai harga US$ 0,1262 dengan penurunan harian saat ini mencapai -10,11%.

    Pastikan kamu hanya melakukan Nabung kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investor Mendadak Khawatir The Fed Bikin Harga Kripto Berdarah-darah

    Investor aset kripto kini tampak mulai khawatir dengan pergerakan market pada pekan ini. Salah satu penyebab kuatnya adalah proyeksi kebijakan moneter The Fed di tengah kondisi makroekonomi yang tidak pasti.

    Dikutip CoinMarketCap, pada hari Selasa (23/8) pukul 10.00 WIB, sembilan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar kompak masuk zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), turun 0,43% ke US$ 21.339. Tetapi, nilai Ethereum (ETH) justru malah naik 1,39% ke US$ 1.626 di waktu yang sama.

    Trader Tokocrypto, Nathan Alexander, menjelaskan sejumlah aset kripto big cap tampak tak berdaya, padahal Senin (22/8) pagi lalu sempat naik tipis. Melihat gerak market aset kripto ternyata tak mampu mempertahankan posisinya di zona hijau.

    “Runtuhnya market kripto ini sebenarnya sudah diprediksi. Penguatan harga hanyalah technical rebound sementara dan sudah lelah melakukan aksi beli. Namun, di saat yang sama, penguatan harga kripto terbatas dan terkepung dengan sentimen ketidakpastian makroekonomi yang kurang kondusif bagi investor kripto,” kata Nathan.

    Antisipasi Pertemuan Simposium Jackson Hole

    Nathan menjelaskan Investor sedang mengantisipasi pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), pejabat Fed, bersama dengan tokoh perbankan dari seluruh dunia akan bertemu lagi dalam simposium Jackson Hole tahunan pada 25-27 Agustus 2022.

    bitcoin
    Ilustrasi Bitcoin. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Tokocrypto Pastikan Patuhi Regulasi Baru Bappebti dan Perdagangkan Kripto Legal

    Simposium ini digelar pada saat yang pasar di AS sedang kritis dan bakal menegaskan kembali sikap The Fed untuk mengetatkan kebijakan moneter demi meredam inflasi AS yang masih tinggi.

    “Investor bakal menanti hasil rapat Jackson Hole untuk mencari kepastian pengetatan atau pelonggaran kebijakan moneter AS ke depan,” ungkap Nathan.

    Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

    Selain itu dari sisi teknikal, menurut Nathan gerak Bitcoin menunjukkan pola reversal bearish. Sehingga, ada kemungkinan reli kencang kripto dua pekan lalu merupakan penguatan yang tak maksimal karena dominasi terhadap altcoin yang terus turun.

    “Tak ketinggalan, penguatan nilai Dolar AS pun jadi hamabtan bagi laju harga aset kripto. Dari Fear and Greed Index Bitcoin pada hari Senin tanggal 22 Agustus yang menyentuh salah satu level terendah di bulan Agustus yaitu ditutup pada level 29. Kondisi tersebut merubah sentimen pasar yang sudah membaik menjadi negatif kembali,” tuturnya.

    Ilustrasi Ethereum.
    Ilustrasi Ethereum.

    Baca juga: Bappebti Setop Keluarkan Izin Baru Exchange Kripto di Indonesia

    Level support Bitcoin kini berada di level US$ 20.802. Jika support tersebut tidak mampu menahan laju penurunan, maka kemungkinan harga akan terus anjlok bisa kembali dibawah US$ 20.000.

    Sementara, harga Ethereum (ETH) masih mampu bertahan dan Selasa pagi ini terpantau masuk zona hijau. “Ini disebabkan oleh investor yang mulai kembali merangsek ke pasar berjangka ETH setelah harganya sempat menyentuh di bawah US$ 1.600.”

    Kuat dugaan, investor semakin bergairah jelang pembaruan jaringan utama Ethereum, atau kerap dikenal dengan The Merge, yang dijadwalkan pada 15 September mendatang. Level support ETH ada pada level US$ 1.386. Jika laju peningkatan terus berlanjut masih bisa menargetkan kenaikan ke US$ 1.912.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Habis Rayakan HUT RI Ke-77, Market Aset Kripto Kembali Merana

    Pergerakan market aset kripto pada Kamis (18/8) diselimuti awan mendung. Setelah sempat perkasa sejenak saat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia pada 17 Agustus lalu, pasar kripto kini kembali tertunduk lesu. Apa penyebabnya?

    Dikutip CoinMarketCap pukul 10.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar atau big cap kompak masuk zona merah dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin (BTC) turun 2,25% di US$ 23.467 per keping. Kemudian, Ethereum (ETH) anjlok 2,30% ke US$ 1.852 di waktu yang sama.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan harga Bitcoin dan Ethereum dan kripto lainnya tercatat turun untuk hari keempat berturut-turut karena investor terus bingung dengan indikator ekonomi dan laporan pendapatan perusahaan raksasa teknologi AS baru-baru ini.

    “Market dihantam sentimen negatif dari risalah komite pasar terbuka federal (FOMC) bank sentral AS, The Fed yang tidak sesuai ekspetasi. Awalnya, investor berharap The Fed akan menulis soal pelonggaran kebijakan moneter di dalam risalah tersebut. Namun, isinya sedikit berbeda dan membuat investor khawatir,” kata Afid.

    Ilustrasi bear market
    Ilustrasi bear market.

    Baca juga: Elon Musk ingin Beli Manchester United, Nilai Token MUFC Palsu Melonjak

    Pupus Pelonggaran Kebijakan The Fed

    Investor harus kecewa tentang ekspetasi bullish terhadap kripto, di tengah The Fed yang mungkin menggunakan risalah pertemuan Juli untuk mendorong kembali harapan kenaikan suku bunga dan pelonggaran likuiditas yang lebih lambat.

    Dalam risalah yang diterbitkan pada Kamis (18/8) dinihari itu, The Fed justru menuliskan mereka akan terus mendukung kenaikan suku bunga acuan sampai tingkatan tertentu. Walaupun terdapat opsi pelonggaran kebijakan moneter, namun tidak diketahui waktu tepatnya.

    “Akhirnya selera investor jauh menurun karena The Fed kemungkinan besar akan terus menaikkan suku bunga sampai inflasi turun menjadi 2%. Artinya ada kemungkinan suku bunga akan digenjot lebih tinggi, bila situasi ekonomi AS tak kunjung membaik,” jelas Afid.

    Di sisi lain, performa saham juga lesu. Data pertumbuhan penjualan ritel AS yang flat sepanjang Juli menjadi penyebabnya, ini juga berimbas ke market kripto, karena menimbulkan kembali kekhawatiran soal inflasi di masa depan.

    ethereum
    Ilustrasi Bitcoin dan Ethereum.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 17 Agustus 2022: Kripto Gerak Perkasa di HUT RI ke-77

    Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

    Afid melanjutkan dari sisi analisis teknikal, penurunan yang terjadi pada Bitcoin sekarang ini masih termasuk koreksi normal, kecuali BTC jebol di level support solidnya US$ 21.500.

    “Indeks relative strength index (RSI) Bitcon telah turun mendekati titik tengah, menunjukkan keseimbangan antara penawaran dan permintaan. Jika harga bertahan di bawah 20-day EMA, kemungkinan akan turun ke US$ 22.160,” terangnya.

    Sementara, Ethereum juga terkena imbas market crash dari The Fed, meski ada sentimen positif dari The Merge. Gerak ETH masih mencoba menarik harga ke zona support kuat antara 20-day EMA di US$ 1.772. Ini adalah zona penting yang harus dipertahankan, jika mereka ingin mempertahankan tren naik tetap utuh.

    “Jika harga rebound dari zona support ini, ETH dapat menguji ulang resistance di US$ 2.030. Sebaliknya, jika support US$ 1.700 tertembus, ETH bisa turun ke US$ 1.492,” pungkas Afid.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • The Fed Naikkan Suku Bunga, Bitcoin & Kripto Lainnya Meroket

    Investor aset kripto tampak tersenyum riang pada Kamis (287) pagi ini, setelah lihat pergerakan market menguat ke zona hijau. Investor kripto kini terlihat percaya diri melakukan akumulasi, setelah sejak awal pekan lalu menahan diri dan wait and see.

    Melansir data CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak melaju ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), naik 7,60% ke US$ 22.748 dalam 24 jam terakhir. Sementara, Ethereum (ETH) meroket tajam 12,59% ke US$ 1.612 di waktu yang sama.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pergerakan market kripto Kamis pagi ini memang cukup menggembirakan. Investor semakin bergairah masuk ke market setelah mendengar hasil rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) bank sentral AS, The Fed Kamis (28/7) dini hari tadi. Dalam rapat tersebut, The Fed menepati janjinya untuk mengerek suku bunga acuan 75 basis poin.

    “Di samping itu, ada hal yang tampaknya membuat investor tenang adalah sikap Ketua The Fed, Jerome Powell yang mengatakan kemungkinan besar kembali menaikan suku bunga pada September mendatang. Namun, setelah bulan selanjutnya, ada sinyal The Fed kemungkinan bakal memperlambat laju kenaikan suku bunga untuk mengevaluasi dampak kebijakan moneternya terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi AS,” jelas Afid.

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Elon Musk Jual Bitcoin, CEO Binance: Tidak Pengaruh ke Market

    Aksi Investor Akumulasi Kripto

    Tingginya aksi akumulasi di market kripto juga didorong oleh sentimen kinerja dari indeks pasar saham AS, setelah nilai saham perusahaan raksasa teknologi, seperti Microsoft dan Alphabet membukukan pertumbuhan tinggi. Investor kripto kerap menggunakan indeks saham AS, utamanya saham-saham teknologi, sebagai tolok ukur untuk melakukan akumulasi.

    “Kini korelasi pergerakan harga aset kripto, utamanya Bitcoin dengan indeks saham AS sudah berada mendekati level paritas sempurna. Sementara, dengan kinerja indeks dolar AS dan kripto sangat berlawanan,” jelas Afid.

    Kabar positif lainnya, datang dari jaringan Ethereum yang akhirnya merilis Shadow Fork menjelang pembaruan di jaringan uji cobanya bernama Goerli. Proyek ini membawa selangkah lebih dekat sebelum Ethereum benar-benar melakukan pembaruan jaringan utama The Merge pada September nanti.

    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 27 Juli 2022: Gerak Kripto Maju Teratur, Awas Tersungkur

    Analisis Harga Bitcoin dan Ethereum

    Kabar kesuksesan proyek Shadow Fork membuat harga Ethereum (ETH) dan Ethereum Classic (ETC) mampu mengalahkan kinerja Bitcoin dalam sehari terakhir. Kemungkinan harga ETH bisa terus menembus level resistensinya dengan target kenaikan pada harga US$ 1.697.

    Sementara, investor makin percaya diri untuk akumulasi Bitcoin. Indeks Fear & Greed Index Bitcoin pagi ini naik dari 28 ke 32, walaupun masih di level “Fear”. Harga BTC kini ditargetkan naik hingga pada level resistensinya di US$ di dekat US$ 23.500. Resistensi utama berikutnya bisa menjadi US$ 24.000, di atasnya harga bisa memulai kenaikan baru.

    Crypto Fear and Greed Index Bitcoin pada tanggal 28 Juli 2022 pukul 09.00 WIB.
    Crypto Fear and Greed Index Bitcoin pada tanggal 28 Juli 2022 pukul 09.00 WIB.

    Baca juga: Riset: Pajak Kripto di Indonesia Salah Satu yang Terendah di Dunia

    Sementara, kenaikan harga kripto kemungkinan besar akan berlangsung beberapa hari ke depan. Meski begitu, secara umum market kripto masih sideways, belum bull run signifikan.

    “Sejauh ini belum ada sentimen negatif yang bisa memberikan pukul terhadap market. Hal yang harus diwaspadai adalah nanti ada banyak trader yang akan mulai akumulasi keuntungan atau taking profit, sehingga aksi jual akan lebih banyak dan membuat harga kripto sedikit turun,” pungkas Afid.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Dampak Pemangkasan Suku Bunga The Fed AS terhadap Pasar Kripto

    Ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) di Amerika Serikat masih tinggi, dengan kemungkinan pemangkasan pertama yang diantisipasi pada bulan September. Berikut ini adalah beberapa dampak potensial yang mungkin terjadi di pasar saham kripto.

    1. Peningkatan Likuiditas Akibat Pemangkasan Suku Bunga

    Jika The Fed menurunkan suku bunga, seperti yang telah diisyaratkan oleh beberapa pejabatnya, hal ini dapat memicu peningkatan likuiditas di pasar. Saat suku bunga rendah, biaya pinjaman menjadi lebih murah, sehingga perusahaan dapat memanfaatkan arus kas berlebih untuk memperkuat operasional mereka.

    Contohnya, perusahaan seperti Marathon Digital dan Riot Platforms mungkin akan lebih mudah untuk meningkatkan operasinya, sementara perusahaan seperti MicroStrategy bisa lebih nyaman menerbitkan obligasi untuk membeli Bitcoin.

    2. Valuasi Pasar Saham Kripto yang Lebih Menarik

    Ilustrasi pergerakan indeks saham AS pengaruhi harga Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi pergerakan indeks saham AS. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Risalah Rapat FOMC Dorong Pasar Kripto Akan Menguat

    Penurunan suku bunga juga dapat meningkatkan valuasi perusahaan yang fokus pada pertumbuhan. Dengan akses kredit yang lebih mudah, perusahaan yang terlibat di pasar saham kripto dapat memperbesar aset mereka, yang pada akhirnya meningkatkan prospek bisnis mereka.

    3. Penguatan Saham Teknologi

    Pemangkasan suku bunga oleh The Fed berpotensi memperkuat saham-saham teknologi. Sebagai titik temu utama antara pasar saham dan industri kripto, perusahaan AI terkemuka seperti NVIDIA dapat mempertahankan valuasi mereka yang mengesankan. Selain itu, saham-saham seperti MicroStrategy (MSTR), Coinbase (COIN), dan lainnya yang terkait dengan industri kripto juga dapat mengalami kenaikan lebih lanjut seiring dengan tren positif harga Bitcoin.

    4. Devaluasi Dolar AS

    Penurunan suku bunga oleh The Fed juga dapat berdampak negatif terhadap nilai tukar Dolar AS. Ini bisa mengingatkan kita pada peristiwa tahun 2020, ketika pandemi COVID-19 memaksa pemerintah di seluruh dunia untuk menggelontorkan bantuan finansial besar-besaran, yang menyebabkan kelebihan likuiditas dan melemahkan daya beli mata uang fiat, termasuk Dolar AS. Jika skenario ini terulang, dampaknya bisa sangat signifikan bagi pasar kripto.

    5. Bitcoin dan Aset Kripto Lainnya Berpotensi Menguat

    Dengan turunnya suku bunga, produk keuangan tradisional mungkin menjadi kurang menarik, membuka peluang bagi produk kripto seperti ETF Bitcoin dan Ethereum untuk mencuri perhatian. Produk-produk ini mengikuti harga BTC dan ETH, dua aset yang dikenal dengan potensi pertumbuhan yang positif.

    Dalam jangka panjang, Bitcoin telah terbukti mengungguli indeks S&P 500 dan surat berharga lainnya. Jika pemotongan suku bunga The Fed benar-benar terjadi, peningkatan pengeluaran dapat mendorong inflasi, sehingga memperkuat daya tarik Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

    Morgan Stanley telah menunjukkan minat terhadap Bitcoin ETF, dan setiap langkah kebijakan moneter yang diambil kemungkinan akan meningkatkan adopsi aset kripto dalam jangka panjang.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Risalah Rapat FOMC Dorong Pasar Kripto Akan Menguat

    Risalah Rapat FOMC Federal Reserve (Fed) AS pada bulan Juli mengisyaratkan potensi pemangkasan suku bunga pada bulan September, yang memicu spekulasi akan terjadinya reli di pasar kripto. Dalam risalah tersebut, terdapat kemungkinan sebesar 62% bahwa suku bunga akan dipangkas sebesar 25 basis poin.

    Risalah dari pertemuan Fed pada 30-31 Juli menegaskan arah kebijakan moneter yang lebih akomodatif, terutama di tengah rilis data ekonomi terbaru yang mendukung langkah tersebut. Para pejabat bank sentral AS tampak semakin cenderung untuk melonggarkan kebijakan mereka dalam beberapa bulan mendatang.

    Pergeseran Kebijakan Moneter

    Risalah rapat Federal Reserve bulan Juli mengungkapkan adanya perubahan signifikan menuju kebijakan moneter yang lebih longgar. Dalam dokumen tersebut, mayoritas peserta rapat menyatakan keyakinan bahwa pemangkasan suku bunga akan menjadi langkah yang tepat jika data ekonomi terus mendukung keputusan tersebut. Jika terealisasi, ini akan menjadi pemangkasan suku bunga pertama sejak masa darurat di awal pandemi COVID-19.

    Meskipun dalam pertemuan Juli suku bunga tetap dipertahankan, beberapa anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menyuarakan keinginan untuk segera melonggarkan kebijakan moneter. Risalah tersebut juga menunjukkan bahwa keyakinan para pejabat mengenai arah inflasi semakin menguat, membuka peluang bagi bank sentral AS untuk bersikap lebih dovish jika kondisi ekonomi tetap kondusif.

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Market Sinyal Harian: Potensi Pergerakan Kripto pada 22 Agustus 2024

    Dalam risalah tersebut, diskusi mengenai pemangkasan sebesar 25 basis poin juga menjadi sorotan. Beberapa pejabat memperingatkan bahwa menunda pelonggaran lebih lama bisa merugikan ekonomi. Selain itu, kekhawatiran mengenai peningkatan risiko pengangguran dan prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah pada paruh kedua tahun 2024 turut mendominasi perbincangan.

    Pengakuan The Fed terhadap tantangan-tantangan ini telah memperkuat ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga. Pelonggaran yang terlambat dapat berdampak negatif pada ekonomi, sehingga semakin banyak pelaku pasar yang bertaruh bahwa Fed akan mengambil tindakan pada bulan September.

    Pasar Kripto dalam Sorotan: Akankah Menguat?

    Pasar kripto merespons positif rilis risalah rapat The Fed pada bulan Juli, dengan kapitalisasi pasar kripto global naik lebih dari 2% menjadi $2,14 triliun. Bitcoin (BTC) melonjak sekitar 3% dan diperdagangkan di atas $61.000, sementara Ethereum (ETH) naik 1,5% menjadi $2.635.

    CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas 62% bahwa Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan September, dengan sebagian pelaku pasar bahkan memprediksi pemangkasan hingga 50 basis poin.

    Antisipasi terhadap pemangkasan suku bunga ini telah memicu optimisme di kalangan pelaku pasar, termasuk sektor kripto yang siap untuk mendapatkan keuntungan signifikan. Suku bunga yang lebih rendah biasanya meningkatkan kepercayaan pasar, mendorong lebih banyak investor untuk berpartisipasi. Bagi pasar kripto, yang telah mengalami volatilitas tinggi, langkah ini bisa menjadi pemicu bagi reli baru.

    Selain itu, sikap dovish dari The Fed berpotensi meningkatkan selera risiko para trader yang selama ini cenderung berhati-hati di tengah ketidakpastian ekonomi. Dengan kepercayaan diri yang lebih besar, mereka mungkin akan lebih berani berinvestasi dalam aset digital, yang dapat mendorong harga di pasar kripto.

    Setelah rilis risalah rapat tersebut, indeks dolar AS turun 0,31% menjadi $100,982, sementara Imbal Hasil Obligasi 10-tahun AS anjlok 0,97% menjadi 3,782.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • PEPE hingga BONK Menunjukkan Kekuatan Menjelang FOMC dan CPI

    Di tengah kondisi ini, dua memecoin, PEPE dan BONK, justru menunjukkan kekuatan luar biasa, menandakan bahwa mereka tidak terpengaruh oleh tren pasar yang lebih luas. Pasar kripto tengah bergejolak, terutama ketika dua token teratas, Bitcoin dan Ethereum, menghadapi penolakan keras dalam upaya mereka untuk bertahan di atas level penting.

    Pasar kripto sedang mengalami perubahan drastis dengan tekanan jual yang meningkat. Harga Bitcoin telah merosot di bawah US$68.000, sementara Ethereum mendekati US$3.500. Namun, memecoin seperti token PEPE dan BONK tampaknya siap membalikkan narasi bearish. Saat harga BTC dan ETH berkonsolidasi, kedua token ini justru bergerak kuat ke arah utara.

    PEPE: Guncang Pasar dengan Kekuatan Bullish

    Harga PEPE telah diperdagangkan dalam kisaran stabil setelah kemunduran dari $0.000014. Meskipun pasar bergejolak menjelang FOMC, PEPE crypto tetap mempertahankan kekuatan signifikan. Berada dalam saluran paralel naik, potensi kelanjutan bullish PEPE masih tinggi. Upaya penurunan untuk menarik harga di bawah US$0,00001 terhalang oleh pemulihan di atas US$0,000012, yang mengubah perspektif pasar.

    Pemulihan ini mendorong volume pembelian, memungkinkan PEPE rebound dari support lebih rendah. Meskipun volume hanya naik sedikit, bullish tetap mendominasi, dengan RSI bearish menunjukkan divergensi bullish. Dengan jalan menuju target lebih tinggi terbuka, PEPE berpotensi mencapai ATH baru di sekitar US$0,000018 dalam beberapa hari mendatang.

    BONK: Siap Menembus Level Tertinggi Baru

    Ilustrasi kripto Bonk Token. Sumber: Twitter.
    Ilustrasi kripto Bonk Token. Sumber: Twitter.

    Baca juga: Tokocrypto Listing Kommunitas (KOM): Rebut Hadiah Total Rp400 Juta

    BONK juga menunjukkan pola serupa dengan PEPE. Setelah mengalami penurunan di bawah support penting di MA 50-hari, token ini berhasil memulai perdagangan hari ini dengan catatan bullish.

    Meskipun belum berhasil menembus resistensi kunci di US$0,000003, MACD menunjukkan penurunan tekanan jual. Setelah fase konsolidasi, BONK diperkirakan akan memicu kenaikan sehat dan mencapai US$0,000035 dalam beberapa hari ke depan.

    Kesimpulan

    Di tengah pasar yang penuh tantangan, PEPE dan BONK menunjukkan kekuatan yang mengesankan. Memecoin ini tidak hanya bertahan, tetapi juga siap untuk mencatatkan kenaikan signifikan, membuktikan bahwa mereka dapat menjadi katalis rebound bullish di pasar kripto. Tetap pantau perkembangan kedua token ini, karena mereka berpotensi mengubah dinamika pasar dalam waktu dekat.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Fokus pada FOMC dan Pidato Jerome Powell

    Pasar kripto sedang bersiap menghadapi minggu yang krusial, dengan beberapa peristiwa penting yang akan mengungkap rencana kebijakan The Fed. Minggu ini menjadi sangat penting tidak hanya untuk kripto, tetapi juga untuk seluruh sektor keuangan. Fokus utama adalah keputusan suku bunga FOMC, konferensi pers Ketua Fed Jerome Powell, dan data pekerjaan AS.

    Keputusan Suku Bunga FOMC dan Pidato Powell

    Pasar kripto akan memantau dengan saksama keputusan suku bunga FOMC yang akan datang pada pertemuan 31 Juli, mencari petunjuk tentang kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed. Meskipun pasar memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga kebijakannya, ekspektasi untuk tiga pemangkasan suku bunga pada tahun 2024 telah meningkat.

    Menurut CME FedWatch Tool, ada peluang 89% bahwa The Fed akan mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan September. Selain itu, taruhan untuk pemangkasan tambahan pada bulan November dan Desember meningkat, didorong oleh data inflasi yang menurun baru-baru ini.

    Pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell juga akan sangat penting. Komentar dovish dapat memicu reli pasar, sementara komentar hawkish dapat meredam sentimen pasar. Para penggemar pasar kripto dan sektor keuangan akan memperhatikan dengan saksama, karena wawasan Powell dapat memengaruhi dinamika pasar secara signifikan.

    Data Pekerjaan AS

    Ilustrasi market dolar AS. Foto: Reuters.
    Ilustrasi market dolar AS. Foto: Reuters.

    Baca juga: Memecoin Ekosistem Solana Kuasai Pasar Kripto

    Peristiwa penting lainnya adalah rilis data pengangguran AS untuk bulan Juli, yang dijadwalkan pada tanggal 2 Agustus. Data ini akan memberi investor wawasan penting tentang kesehatan pasar tenaga kerja.

    Federal Reserve AS memantau data ini dengan saksama karena memengaruhi keputusan suku bunga mereka. Tingkat pengangguran yang lebih tinggi, ditambah dengan data penggajian nonpertanian yang lebih rendah, biasanya mendorong pasar kripto serta sentimen sektor keuangan yang lebih luas.

    Pasar memprediksi tingkat pengangguran AS akan mencapai 190.000 pada bulan Juli, turun dari 206.000 pada bulan Juni. Tingkat pengangguran diperkirakan akan tetap stabil pada 4,1%. Data ini akan sangat penting dalam memahami lintasan pasar tenaga kerja dan pengaruhnya terhadap keputusan kebijakan Fed.

    Apa yang Selanjutnya untuk Pasar Kripto?

    Saat pasar kripto bersiap menghadapi peristiwa-peristiwa penting ini, antisipasi dan spekulasi meningkat. Potensi pemangkasan suku bunga, dikombinasikan dengan pernyataan Powell dan data pekerjaan, dapat memicu pergerakan pasar yang signifikan. Investor sangat menantikan untuk melihat bagaimana perkembangan ini akan berdampak pada lanskap keuangan yang lebih luas.

    Respons pasar terhadap peristiwa ini akan memberikan wawasan berharga tentang ketahanan dan kemampuan adaptasinya. Minggu ini dapat menandai titik balik, yang menyoroti keterkaitan antara kebijakan keuangan tradisional dan pasar aset digital yang berkembang.

    Minggu lalu, pasar kripto mendapatkan dorongan positif dari persetujuan SEC untuk ETF Ethereum spot dan Bitcoin Conference 2024 di Nashville. Beberapa pembicara di konferensi tersebut memberikan pandangan optimis tentang Bitcoin dan pergeseran fokus AS ke sektor kripto.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Incar Level Harga US$70.000, Pasca The Fed Tahan Suku Bunga

    Harga Bitcoin terus menunjukkan peningkatan signifikan dan sedang mencoba mencapai kembali level US$70.000 setelah Federal Reserve atau The Fed Amerika Serikat memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga.

    Harga BTC dan Keputusan The Fed

    Dalam rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang baru saja selesai, pejabat Federal Reserve AS memutuskan untuk mempertahankan suku bunga antara 5,25% hingga 5,50%. Keputusan ini bertentangan dengan perkiraan banyak pihak yang mengira The Fed akan mengikuti langkah bank sentral G7 lainnya yang telah menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin.

    Minggu lalu, Bank of Canada menurunkan suku bunga sebesar 0,25%, diikuti oleh Bank Sentral Eropa (ECB) yang juga mengurangi suku bunganya dengan persentase yang sama. Bank Sentral Denmark juga mengikuti langkah serupa pada hari Kamis (13/6).

    BTC/IDR Daily Chart. Sumber: TradingView.
    BTC/IDR Daily Chart. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Harga Bitcoin Naik Seiring Mendinginnya Inflasi CPI AS

    Dalam konteks penurunan suku bunga ini, harga Bitcoin mengalami fluktuasi, bergerak dari level terendah US$66.190 hingga tertinggi US$70.100. Dengan keputusan Federal Reserve untuk tidak mengubah suku bunga, harga Bitcoin berhasil mempertahankan kenaikan bullish yang terjadi sehari sebelumnya. Pada saat artikel ini ditulis, harga Bitcoin naik 3,22% dalam 24 jam terakhir menjadi US$68.785.91.

    Meskipun terjadi kenaikan, volatilitas tetap tinggi dengan volume perdagangan turun 16,3% menjadi US$30.874.721,390. Selama 24 jam terakhir, harga terendah yang tercatat adalah US$66.902.46 dan tertinggi adalah US$69.977.89. Harapannya adalah keputusan Federal Reserve akan meningkatkan momentum bullish Bitcoin, membantu menguji kembali level resistensi di US$70.000.

    Momentum Pasar Bitcoin

    Harga Bitcoin sangat responsif terhadap tren pasar secara umum. Reaksi pasar saham utama dapat mempengaruhi pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa jam ke depan.

    Selain itu, dampak dari ETF Bitcoin juga dapat memainkan peran penting di masa mendatang. Setelah mencatat arus masuk bersih selama 19 hari berturut-turut, tren ini berbalik dengan arus keluar selama dua hari berturut-turut, dipicu oleh penarikan modal dari Grayscale Investments.

    Secara keseluruhan, prospek pertumbuhan Bitcoin dianggap positif, dengan beberapa perkiraan menargetkan harga jangka pendek sebesar US$100.000.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com