Tag: fomc

  • Harga Bitcoin Naik Seiring Mendinginnya Inflasi CPI AS

    Harga Bitcoin menguat pada Rabu (12/6) malam setelah data inflasi CPI AS yang mereda meningkatkan kepercayaan pasar dan menambah spekulasi mengenai sikap dovish Federal Reserve atau The Fed.

    Data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang paling ditunggu menunjukkan bahwa inflasi AS tetap stabil sebesar 0,3% di bulan Mei, melebihi perkiraan pasar. Para pengamat pasar sangat menantikan data ini untuk menilai kesehatan ekonomi dan potensi kebijakan suku bunga The Fed.

    Inflasi CPI AS Mereda, Optimisme Pasar Meningkat

    Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS, CPI AS tetap stabil di 0,3% pada bulan Mei. Pasar sebelumnya mengantisipasi inflasi akan turun sebesar 0,1%. Secara tahunan, inflasi CPI menurun menjadi 3,3% di bulan Mei dari 3,4% di bulan sebelumnya.

    CPI Inti, yang tidak termasuk harga pangan dan energi, turun menjadi 0,2% di bulan Mei dari 0,3% di bulan sebelumnya. Secara tahunan, CPI Inti menunjukkan penurunan inflasi menjadi 3,4% dari 3,6% di bulan April. Penurunan ini memicu optimisme pasar.

    Data inflasi yang menurun ini meningkatkan sentimen pasar, terutama setelah data Pekerjaan AS yang kuat minggu lalu. Kini, pasar kripto akan memantau keputusan suku bunga FOMC yang dijadwalkan hari ini, diikuti dengan konferensi pers Ketua Fed Jerome Powell.

    Reli Harga Bitcoin

    BTC/IDR Daily Chart. Sumber: TradingView.
    BTC/IDR Daily Chart. Sumber: TradingView.

    Baca juga: PEPE hingga BONK Menunjukkan Kekuatan Menjelang FOMC dan CPI

    Penurunan inflasi CPI AS telah meningkatkan sentimen investor, terlihat dari reli di pasar kripto dan harga Bitcoin. Data yang bullish ini menambah ekspektasi pasar akan sikap dovish Federal Reserve dalam kebijakan suku bunganya.

    Markus Thielen dari 10X Research sebelumnya memperkirakan bahwa jika CPI AS turun menjadi 3,3%, BTC dapat melonjak lebih dari 4%. Setelah rilis CPI, Imbal Hasil Obligasi 10-tahun AS turun 2,81% menjadi 4,278, dan Indeks Dolar AS Berjangka turun 0,97% menjadi US$104,175.

    Harga Bitcoin menguat 3,60% hari ini setelah data inflasi, diperdagangkan pada US$69.411.30. Selama 24 jam terakhir, harga BTC menyentuh level terendah US$66.123.60. Dalam empat jam terakhir, Open Interest Bitcoin Futures juga naik 2,29% menjadi 523,38 ribu BTC atau US$36,37 miliar, menurut data CoinGlass.

    Sektor altcoin juga mencatat pemulihan kuat. Harga Ethereum naik hampir 3% menjadi US$3.637.36, sementara Solana naik sekitar 4% menjadi US$158.43.

    Keputusan FOMC dan komentar Ketua Fed hari ini akan sangat diperhatikan oleh pasar. Selain itu, data inflasi PPI AS yang dijadwalkan besok juga akan memainkan peran penting dalam menentukan pergerakan pasar di masa depan.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Suku Bunga The Fed: Dampaknya pada Pasar Kripto di 1 Mei

    Pasar kripto baru-baru ini mengalami penurunan karena Bitcoin turun di bawah US$63.000 dan Ethereum kesulitan mempertahankan posisinya di atas US$3.200 menjelang keputusan suku bunga The Fed. Altcoin besar seperti Solana, XRP, dan Cardano juga mengalami kerugian. Kinerja yang beragam ini menunjukkan bahwa pasar kripto bereaksi berbeda terhadap situasi pasar.

    Pengaruh Keputusan Suku Bunga The Fed

    Keputusan tentang suku bunga The Fed yang dijadwalkan pada 1 Mei menjadi fokus penting yang mempengaruhi suasana pasar. Sebagian besar analis memperkirakan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini, dengan tingkat kepastian yang tinggi.

    Para analis secara luas mengantisipasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini, dengan probabilitas sebesar 95,6%. Selain itu, tekanan datang seiring dengan data PDB yang lebih lemah dari perkiraan, yang mengindikasikan potensi perlambatan ekonomi. Persistennya inflasi terus berlanjut, seperti yang ditunjukkan oleh angka PCE Inti yang lebih tinggi. Hal ini menimbulkan tantangan bagi Federal Reserve untuk mengelola tingkat inflasi yang lebih tinggi.

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Top Kripto yang Harus Diperhatikan Minggu ini: BTC, ETH, PEPE

    Dampak ganda dari pertumbuhan yang lamban dan melonjaknya inflasi ini memberikan gambaran yang meresahkan—sebuah tanda klasik stagflasi, dimana perekonomian menghadapi pertumbuhan yang stagnan diiringi dengan kenaikan harga.

    Namun, ada juga kekhawatiran terkait data PDB yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dari yang diharapkan dan inflasi yang terus meningkat. Ini menimbulkan tantangan bagi Federal Reserve untuk menangani tingkat inflasi yang meningkat sambil mencegah perlambatan ekonomi yang lebih besar.

    Prospek Pasar Saat Ini

    Perekonomian AS sekarang dianggap mengalami stagflasi, di mana pertumbuhan ekonomi stagnan dipadukan dengan inflasi yang meningkat. Ini menciptakan dilema bagi The Fed, karena mereka biasanya menurunkan suku bunga saat ekonomi melambat dan menaikkannya saat inflasi meningkat. Namun, dengan kedua kondisi tersebut terjadi secara bersamaan, keputusan kebijakan moneter menjadi lebih kompleks.

    Fluktuasi Bitcoin masih stagnan, menunjukkan adanya pergeseran sentimen pasar. Harga Bitcoin juga stabil, turun dari 70% menjadi 50%. Penurunan volatilitas ini menunjukkan potensi stabilisasi harga atau periode konsolidasi setelah fluktuasi terkini. Sementara itu, pembalikan risiko Ethereum menunjukkan kekhawatiran tentang kemungkinan penundaan persetujuan SEC terhadap ETF Ether spot, sehingga berkontribusi terhadap tekanan ke bawah pada harganya.

    Fluktuasi di Pasar Kripto

    Fluktuasi harga Bitcoin menunjukkan perubahan dalam sentimen pasar, sementara harga Bitcoin sendiri telah mengalami stabilisasi setelah penurunan signifikan. Sementara itu, ada kekhawatiran terkait kemungkinan penundaan persetujuan SEC terhadap ETF spot Ether, yang telah memberikan tekanan tambahan pada harga Ethereum.

    Apa yang Diharapkan di Masa Depan?

    Peluncuran ETF spot Bitcoin dan Ethereum di Hong Kong diharapkan dapat menarik minat investor institusional dari Asia ke pasar kripto. Namun, masih ada ketidakpastian terkait persetujuan SEC atas ETF spot Ether, yang dapat memengaruhi pergerakan pasar. Meskipun ada pandangan bearish pada Altcoin, beberapa analis mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga di masa depan dan menyarankan agar investor tetap waspada.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Rebound ke $68k Setelah The Fed Tahan Suku Bunga AS

    Bank sentral Amerika Serikat atau The Fed mengumumkan pada Kamis (21/3) bahwa mereka akan mempertahankan suku bunga stabil di 5,25% hingga 5,5% — selaras dengan ekspektasi pasar dan mengurangi kekhawatiran akan pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif.

    Selain itu, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mempertahankan proyeksi penurunan suku bunga pada tahun ini, menandakan prospek perekonomian yang hati-hati namun optimis.

    Dilaporkan CryptoSlate, pidato Ketua The Fed, Jerome Powell yang menjadi penyebab pasar kripto bangkit kembali ke level tertinggi, setelah berhari-hari mengalami pendarahan hebat menjelang pertemuan FOMC itu.

    Bitcoin (BTC) sempat diperdagangkan pada level harga $68.032 — naik 6,52% — setelah jatuh ke level terendah $60.800 pada hari sebelumnya, menurut data CryptoSlate.

    Pasar yang lebih luas juga mengalami rebound dari posisi terendah lokal, dengan sebagian besar token membukukan keuntungan antara 5% dan 15%. Sementara itu, beberapa token — termasuk memecoin Pepe (PEPE) dan Stacks (STX) — mencatat kenaikan lebih dari 20% sebagai pemenang terbesar hari ini.

    Momentum bullish ini dapat membawa pasar kembali ke level tertinggi pada minggu sebelumnya lebih cepat dari yang diperkirakan, meskipun terdapat sentimen bearish pada hari-hari sebelumnya.

    Proyeksi Penurunan Suku Bunga

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Standard Chartered Prediksi Bitcoin Capai Rp 2,3 Miliar pada Tahun 2024

    Keputusan The Fed ini diambil setelah laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (IHP) yang tinggi secara tak terduga, memicu kekhawatiran bahwa inflasi akan mendapatkan momentum.

    Skenario seperti ini akan memaksa bank sentral untuk mempertahankan kondisi keuangan yang ketat, yang berpotensi menunda penurunan suku bunga dan berdampak buruk pada harga aset.

    Selama pertemuan FOMC di bulan Maret, para pembuat kebijakan memperkirakan penurunan suku bunga menjadi 4,6% pada akhir tahun 2024, serupa dengan tingkat median yang sama yang diproyeksikan dalam perkiraan bulan Desember. Penegasan tersebut telah meredakan kekhawatiran investor yang khawatir terhadap potensi perubahan kebijakan The Fed yang hawkish di tengah fluktuasi indikator ekonomi.

    Sebelum pengumuman terbaru FOMC, sebagian besar pelaku pasar mengantisipasi penurunan suku bunga pertama yang akan terjadi pada bulan Juni, dengan kemungkinan sekitar 60%. Namun, peluang tersebut telah meningkat pasca pengumuman tersebut, dengan pasar kini menetapkan probabilitas 70% untuk setidaknya satu kali penurunan suku bunga pada bulan Juni, berdasarkan data CME FedWatch Tool.

    Namun demikian, perkiraan inflasi masih merupakan tantangan yang kompleks, dengan perkiraan inflasi utama yang tetap stabil, sementara proyeksi inflasi “inti” tahunan, yang tidak termasuk barang-barang yang bergejolak seperti harga energi dan pangan, telah sedikit meningkat menjadi 2,6%.

    Keputusan ini diambil setelah tindakan kebijakan agresif The Fed sejak Maret 2022, dimana total kenaikan suku bunga kebijakan sebesar 5,25 poin persentase sebagai respons terhadap kenaikan tekanan harga. Sejak Juli 2023, bank sentral telah menghentikan kenaikan ini dan mengambil sikap hati-hati dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading crypto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Tunjukan Pemulihan, Bagaimana Efek Jelang FOMC?

    Setelah mengalami penurunan yang melanda pasar kripto selama seminggu ini, akhirnya Bitcoin menunjukkan pemulihan. Pasalnya, nilai Bitcoin kembali di atas angka US$ 42.000 setelah beberapa hari terpuruk di bawah US$ 40.000. Lonjakan ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk indikator ekonomi penting dan dinamika pasar yang memainkan peran kunci dalam pemulihan baru kripto utama ini.

    Salah satu faktor penting yang mendorong kenaikan ini adalah rilis Indeks Harga Pengeluaran Pendapatan Pribadi (PCE) pada 26 Januari. Berdasarkan data tersebut, tampak bahwa tingkat inflasi lebih rendah dari yang diperkirakan. Indikator ini membuat para ahli yakin bahwa The Fed kemungkinan bakal lebih lunak pada kebijakan moneternya. 

    Sebelumnya, pasar kripto sempat diterjang pengaruh negatif, lantaran sikap The Fed yang cenderung hawkish. Namun, karena kini sikap agresif The Fed tersebut agak berkurang, maka hal ini dapat menjadi sinyal bahwa aset kripto akan menjulang lebih tinggi lagi. 

    Faktor kedua datang dari Departemen Keuangan Amerika Serikat yang menunjukkan utang nasional mencapai rekor tertinggi US$ 34,1 triliun. Jumlah utang nasional ini menimbulkan kekhawatiran tentang kestabilan dolar Amerika Serikat. Jika dilihat dari sisi pasar digital, maka rekor tertinggi utang nasional AS tersebut bakal membuat Bitcoin dan mata uang kripto lainnya menjadi pilihan bagi investor.

    Aliran Masuk Bitcoin

    Ilustrasi data inflasi dan Bitcoin. Sumber: Securities.io.
    Ilustrasi data inflasi dan Bitcoin. Sumber: Securities.io.

    Baca juga: Bitcoin vs Ethereum: Mana yang Lebih Berpotensi Tumbuh?

    Terakhir, adalah melambatnya aliran keluar dari perusahaan Grayscale Bitcoin Trust (GBTC). Pada 26 Januari, GBTC hanya mengalami aliran keluar sebesar US$ 255,1 juta, menandai hari keempat berturut-turut dengan penurunan aliran keluar. Analis Bloomberg, James Seyffart menekankan bahwa ini merupakan hari terendah aliran keluar sejak GBTC beralih menjadi Spot Bitcoin ETF. 

    Proyeksi pekan ini, pasar kripto dan Bitcoin kemungkinan besar akan kembali volatil melihat akan menjadi minggu yang sibuk. Fokus utama pelaku pasar adalah pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu, (31/4) untuk menentukan status tingkat suku bunga AS. Pelaku pasar bersiap menghadapi kemungkinan kebijakan The Fed yang akan mempengaruhi tekanan inflasi dan pasar tenaga kerja.

    Menjelang pertemuan FOMC para investor memberikan peluang yang hampir sama bahwa The Fed mulai menurunkan suku bunga pada Maret 2024. Jika keputusan The Fed yang cenderung lebih lunak bisa memberikan dorongan positif bagi pasar kripto dan harga Bitcoin dalam jangka pendek.

    Sentimen Bitcoin Fear and Greed Index juga telah beralih ke fase “Greed” yang artinya ada peningkatan signifikan dalam keinginan investor untuk meraih keuntungan lebih lanjut. Fase “Greed” ini biasanya mengindikasikan tingkat optimisme yang tinggi di pasar kripto, di mana investor cenderung mencari peluang profitabilitas lebih besar. Pemulihan Bitcoin menarik altcoin tertentu lebih tinggi.

    Bitcoin Menunjukkan Kekuatan di Akhir Pekan

    BTC/USDT Daily Time Frame – TradingView.com.

    Baca juga: Ulasan AMA Tokocrypto x The Sandbox: Melihat Dunia Metaverse

    Bitcoin (BTC) telah menunjukkan tanda-tanda penguatan yang mengesankan selama akhir pekan. Aset kripto ini berhasil rebound dari Moving Average 100-hari (MA-100) dan naik hingga mencapai Moving Average 50-hari (MA-50) di level US$ 42.840. Pada Senin pagi, 29 Januari pukul 08:00 WIB, Bitcoin bergerak di level US$ 42.050, tepat di bawah Moving Average 20-hari (MA-20).

    Pasar kripto selalu dinamis, dan Bitcoin tidak terkecuali. Jika BTC berhasil menembus MA-20, ada potensi kenaikan menuju US$ 43.300. Namun, penurunan ke level US$ 41.400 juga mungkin terjadi jika Bitcoin mengalami penolakan atau rejection di MA-20.

    Analisis teknis melalui indikator Stochastic menunjukkan adanya indikasi penurunan dari area overbought, yang dapat menjadi sinyal perubahan arah tren. Sementara itu, histogram MACD (Moving Average Convergence Divergence) menunjukkan masuknya momentum bullish, memberikan harapan bagi para investor dan trader untuk kenaikan lebih lanjut.

    Dalam perdagangan mata uang kripto, selalu penting untuk memperhatikan level support dan resistance. Untuk Bitcoin saat ini, level support berada di US$ 40.500 dan resistance di US$ 44.500. Level ini dapat memberikan petunjuk penting tentang kemungkinan arah pergerakan harga Bitcoin di masa depan.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin dan FOMC: Akankah Harga BTC Meledak atau Terkoreksi Kali Ini?

    Setiap kali Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengadakan pertemuan, pasar kripto bersiap menghadapi dampaknya, terlebih Bitcoin (BTC).

    Bitcoin (BTC), sebagai aset digital utama, sering mengalami lonjakan volatilitas menjelang dan setelah pengumuman kebijakan moneter Amerika Serikat. Lalu, apakah kali ini akan berbeda?

    Bitcoin dan Volatilitas di Sekitar FOMC

    Di awal minggu ini, harga Bitcoin mengalami penurunan dari $84.500 pada 17 Maret menjadi $81.300. Tren ini diduga akibat aksi jual oleh investor yang ingin mengurangi risiko sebelum pertemuan FOMC pada 18–19 Maret.

    Secara historis, pedagang cenderung mengurangi eksposur mereka sebelum pengumuman FOMC, mengantisipasi perubahan kebijakan yang bisa berdampak pada pasar kripto. Konferensi pers Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, juga menjadi momen krusial yang kerap memicu pergerakan harga.

    Pengumuman resmi hasil pertemuan kali ini dijadwalkan pada 19 Maret pukul 2:30 siang ET. Reaksi pasar Bitcoin terhadap keputusan FOMC akan menjadi indikator penting bagi pergerakan harga berikutnya.

    FOMC dan Dampaknya pada Harga Bitcoin

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Trader kripto memantau risalah FOMC untuk mencari petunjuk mengenai kebijakan suku bunga dan sikap Fed terhadap inflasi. Sejak awal 2024, harga BTC cenderung menurun setelah FOMC mempertahankan suku bunga.

    Namun, ada pengecualian—misalnya, reli sebelum halving Bitcoin pada Februari 2024 yang bertepatan dengan peluncuran ETF Bitcoin spot pertama. Pemangkasan suku bunga pada 18 September dan 7 November 2024 mendorong kenaikan BTC, tetapi pemangkasan ketiga pada 18 Desember 2024 justru tidak berdampak besar. Saat itu, harga Bitcoin mencapai puncak lokal di $108.000 sebelum mengalami koreksi.

    Minat Terbuka Bitcoin: Apakah Pasar Lebih Percaya Diri?

    Biasanya, minat terbuka Bitcoin—indikator jumlah total kontrak derivatif yang belum diselesaikan—menurun sebelum FOMC. Ini mencerminkan kehati-hatian pedagang dalam menghadapi potensi volatilitas. Namun, bulan ini menunjukkan pola yang berbeda.

    Meskipun minat terbuka BTC melonjak sebesar $12 miliar di awal Maret, tidak ada tanda-tanda penurunan signifikan menjelang FOMC kali ini. Sebaliknya, harga BTC justru mengalami koreksi. Ini bisa mengindikasikan bahwa pelaku pasar memiliki keyakinan yang lebih tinggi terhadap hasil pertemuan, atau justru sedang mempertaruhkan posisi dengan leverage tinggi.

    Alat FedWatch dari CME Group menunjukkan probabilitas 99% bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga pada kisaran 4,25%–4,50%. Jika benar, BTC bisa melanjutkan tren penurunannya atau bergerak sideways dalam waktu dekat.

    ETF Bitcoin Spot: Indikasi Sentimen Investor

    Berbeda dengan paus Bitcoin yang sering mengambil posisi besar di pasar derivatif, investor di ETF Bitcoin spot cenderung lebih konservatif. Sejak ETF BTC spot diluncurkan pada Januari 2024, mayoritas pertemuan FOMC bertepatan dengan arus keluar dari ETF ini.

    Namun, ada pergeseran menarik baru-baru ini. Pada 17 Maret, ETF Bitcoin spot mencatat arus masuk bersih sebesar $275 juta, menandakan potensi perubahan sentimen. Jika arus masuk ETF meningkat menjelang FOMC, itu bisa menunjukkan ekspektasi pasar bahwa Fed akan bersikap lebih dovish—misalnya, dengan mengisyaratkan pemangkasan suku bunga di masa depan.

    Selain itu, potensi short squeeze juga dapat terjadi jika banyak pedagang mengambil posisi short terhadap BTC. Jika arus masuk ETF terus bertambah, ini bisa memaksa para short seller untuk menutup posisi mereka, memicu lonjakan harga BTC secara mendadak.

    Kesimpulan: Apa yang Bisa Diharapkan dari Bitcoin Pasca-FOMC?

    Terlepas dari keputusan yang diambil Fed, satu hal yang pasti: volatilitas Bitcoin akan meningkat pasca-FOMC. Seperti yang diungkapkan oleh seorang trader kripto, Master of Crypto, dalam postingan terbaru di X:

    “FOMC akan diadakan besok, dan pergerakan besar diperkirakan akan terjadi.”

    Jika Fed mempertahankan suku bunga tanpa indikasi pemangkasan di masa depan, BTC mungkin tetap dalam tren turun atau mengalami pergerakan sideways. Namun, jika ada nada dovish dalam pernyataan Powell, pasar bisa merespons dengan reli jangka pendek.

    Investor dan pedagang harus tetap waspada, memantau arus ETF spot, data on-chain, dan reaksi pasar derivatif untuk menentukan apakah aksi harga ini merupakan bagian dari tren akumulasi jangka panjang atau sekadar spekulasi sesaat. Yang jelas, semua mata kini tertuju pada FOMC dan dampaknya terhadap Bitcoin.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Keputusan FOMC Maret 2025: Akankah Suku Bunga The Fed Turun?

    Federal Open Market Committee (FOMC) kembali menjadi sorotan jelang pertemuan pada 18-19 Maret 2025. Investor, ekonom, dan pemilik rumah menanti apakah bank sentral akan memangkas suku bunga, mempertahankannya, atau bahkan menaikkannya.

    Dilaporkan The Mortgage Reports, inflasi yang masih berada di atas target 2% meskipun mengalami penurunan, keputusan FOMC kali ini akan menjadi penentu arah bagi pasar keuangan, termasuk suku bunga hipotek.

    Kemungkinan Keputusan FOMC pada Maret 2025

    Pada tiga pertemuan sebelumnya, FOMC melakukan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada November dan Desember 2024, sebelum akhirnya mempertahankannya pada Januari 2025.

    Saat ini, inflasi tahunan turun dari 3% di Januari menjadi 2,8% di Februari, menunjukkan tanda-tanda perlambatan yang bisa menjadi pertimbangan bagi FOMC untuk melonggarkan kebijakan moneternya lebih lanjut.

    Namun, banyak ekonom masih skeptis akan kemungkinan pemangkasan lebih cepat. Mark Zandi, kepala ekonom di Moody’s Analytics, menyoroti bahwa tekanan inflasi akibat tarif dan kenaikan biaya konstruksi perumahan bisa membuat harga tetap tinggi lebih lama. Jika ini terjadi, FOMC mungkin memilih untuk menunda pemotongan suku bunga agar inflasi tetap terkendali.

    Dampaknya Terhadap Suku Bunga Hipotek

    Suku bunga hipotek tidak ditentukan langsung oleh FOMC, tetapi kebijakan moneter mereka sangat berpengaruh. Pada tahun 2023 dan 2024, suku bunga hipotek tetap 30 tahun berfluktuasi antara 6,08% hingga 7,79%, menurut data Freddie Mac. Pada awal Maret 2025, angka ini berada di 6,63%, mencerminkan reaksi pasar terhadap keputusan FOMC sebelumnya.

    Jika FOMC mempertahankan suku bunga pada Maret, ada kemungkinan suku bunga hipotek tidak mengalami perubahan signifikan dalam jangka pendek.

    Namun, jika terjadi pemangkasan suku bunga, pasar bisa bereaksi dengan penurunan bertahap pada suku bunga hipotek. Sebaliknya, jika FOMC mengejutkan pasar dengan kenaikan suku bunga, suku bunga hipotek bisa kembali naik.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu FOMC Calendar? Panduan Investor Memahami Jadwal dan Pernyataan FOMC

    FOMC selalu menjadi momen yang ditunggu oleh trader dan investor karena keputusan yang diambil dalam pertemuan ini berdampak besar terhadap pasar keuangan global.

    Mengetahui jadwal rilis keputusan tersebut melalui FOMC Calendar dapat membantu kamu menyusun strategi trading yang lebih terukur dan responsif terhadap perubahan arah kebijakan moneter.

    Apa Itu FOMC?

    FOMC atau Federal Open Market Committee adalah komite dalam struktur Federal Reserve (The Fed) yang bertanggung jawab menentukan arah kebijakan moneter Amerika Serikat. 

    Setiap pertemuan FOMC yang dilakukan delapan kali dalam satu tahun dapat menghasilkan keputusan mengenai suku bunga acuan (federal funds rate), sinyal arah kebijakan masa depan, serta komentar tentang kondisi ekonomi yang mempengaruhi persepsi pelaku pasar.

    Keputusan yang dibuat oleh FOMC terutama soal suku bunga biasanya sangat ditunggu-tunggu karena dapat mempengaruhi pasar keuangan global, termasuk saham, obligasi, dan kripto.

    Apa Itu FOMC Calendar dan Manfaatnya untuk Investor

    FOMC Calendar adalah jadwal resmi pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang mencantumkan tanggal rapat dan rilis dokumen terkait, seperti FOMC Statement, FOMC Minutes, dan Press Conference.

    Kalender ini sangat penting karena pada tanggal-tanggal tersebut The Fed bisa mengumumkan keputusan penting tentang arah suku bunga, proyeksi ekonomi, atau pernyataan kebijakan lainnya.

    Sebagai investor dan trader kamu dapat menggunakan FOMC Calendar untuk:

    • Mempersiapkan strategi menjelang pengumuman kebijakan moneter.
    • Menghindari posisi berisiko saat pasar bergejolak.
    • Menentukan waktu terbaik masuk/keluar pasar.

    Kapan dan Seberapa Sering FOMC Mengadakan Pertemuan?

    FOMC biasanya mengadakan delapan pertemuan resmi setiap tahun dengan selang enam sampai delapan minggu setiap pertemuannya. Namun, mereka juga bisa menggelar pertemuan darurat jika diperlukan, seperti saat kondisi krisis finansial.

    Setiap pertemuan sudah dijadwalkan jauh-jauh hari dan bisa diakses langsung di laman resmi The Fed, untuk hasilnya biasanya dirilis sekitar pukul 14:00 waktu New York (EST) atau sekitar pukul 01:00 WIB melalui konferensi pers dari Ketua The Fed.

    Memahami Tiga Jenis Publikasi FOMC Pasca Pertemuan

    Setelah menggelar pertemuan, FOMC merilis tiga jenis dokumen utama yang menjadi rujukan pasar:

    Pernyataan FOMC (FOMC Statement)

    Dokumen ringkas yang diterbitkan sesaat setelah pertemuan berakhir. Isinya umumnya mencakup keputusan kebijakan secara garis besar tanpa penjelasan mendalam.

    Konferensi Pers FOMC

    Sesi tanya jawab langsung yang dipimpin oleh Ketua The Fed untuk memberikan penjelasan lanjutan seputar hasil pertemuan dan menjawab pertanyaan dari jurnalis keuangan.

    Risalah Rapat FOMC (FOMC Minutes)

    Catatan terperinci yang mencerminkan diskusi internal, termasuk perbedaan pandangan antar anggota komite. Dokumen ini memberikan pemahaman lebih dalam mengenai arah dan pertimbangan kebijakan The Fed.

    Cara Membaca Pernyataan FOMC

    Untuk memahami hasil kebijakan terbaru dari setiap rapat FOMC, kamu bisa membaca dokumen resmi yang dikeluarkan setelah rapat dan menonton konferensi pers FOMC untuk memperhatikan gaya bahasa, gestur, mimik, dan cara Ketua The Fed merespon pertanyaan media.

    Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

    • Perhatikan Keputusan Suku Bunga: FOMC biasanya mengumumkan apakah mereka menaikkan, menurunkan, atau mempertahankan suku bunga.
    • Identifikasi Kata Kunci: Kata seperti “gradual tightening”, “accommodative policy”, atau “inflation remains elevated” memberikan petunjuk tentang sikap The Fed terhadap ekonomi.
    • Bandingkan dengan Pernyataan Sebelumnya: Perubahan dalam penyampaian pernyataan bisa menunjukkan pergeseran kebijakan. Misalnya, jika sebelumnya mereka menyebut inflasi “transitory”, tetapi sekarang “persistent”, itu bisa berarti kebijakan lebih agresif terhadap inflasi.
    • Perhatikan Proyeksi Ekonomi: FOMC sering menyertakan perkiraan pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan tingkat pengangguran. Ini membantu memahami ekspektasi mereka terhadap kondisi ekonomi.
    • Analisis Pernyataan Non-Verbal  dalam Konferensi Pers: Nada bicara, ekspresi wajah, dan gaya bahasa Ketua The Fed bisa memberi sinyal tambahan tentang kebijakan masa depan. Perubahan dalam pemilihan kata atau respons terhadap pertanyaan media juga penting diperhatikan.

    Hubungan CPI dan FOMC

    Consumer Price Index (CPI) adalah indikator utama yang digunakan untuk mengukur tingkat inflasi dari waktu ke waktu, dengan memantau perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga. Data CPI menjadi alat penting bagi The Fed dalam mengevaluasi tingkat tekanan inflasi dalam perekonomian.

    CPI memiliki hubungan erat dengan keputusan FOMC karena inflasi yang tinggi umumnya mendorong komite untuk menaikkan suku bunga demi menjaga kestabilan harga. Sebaliknya, jika inflasi rendah, The Fed bisa memilih untuk mempertahankan atau menurunkan suku bunga guna mendorong aktivitas ekonomi.

    Dengan kata lain, CPI berfungsi sebagai sinyal utama yang menjadi dasar pertimbangan FOMC dalam menetapkan arah kebijakan moneternya.

    Cara Melihat Jadwal Rilis FOMC

    Untuk tetap terupdate dengan jadwal rilis FOMC Statement dan pertemuan penting The Fed, ada beberapa sumber informasi terpercaya yang bisa kamu gunakan. 

    Pertama, kamu bisa mengakses situs resmi Federal Reserve di federalreserve.gov, tempat di mana kalender FOMC secara resmi dipublikasikan. 

    Kedua, dengan mengunjungi Investing.com untuk melihat kalender ekonomi global yang mencakup waktu rilis FOMC serta indikator ekonomi penting lainnya. 

    Terakhir, kamu juga bisa memantau Tokocrypto News yang secara rutin memberikan rangkuman, analisis, dan pembaruan jadwal FOMC dalam konteks pasar kripto.

    Penutup

    Menjelang pertemuan FOMC, pasar sering kali mengalami volatilitas tinggi karena investor mencoba mengantisipasi keputusan kebijakan moneter yang akan diumumkan.

    Untuk mengatasi volatilitas yang tinggi menjelang pengumuman FOMC ini kamu bisa menggunakan strategi DCA (Dollar Cost Averaging) yang ada di Tokocrypto, karena strategi ini memungkinkan kamu untuk mendapatkan rata-rata harga yang lebih stabil dibandingkan membeli di satu waktu.

    Mulai investasi dengan strategi DCA melalui aplikasi Tokocrypto cuman mulai dari Rp20.000 dengan klik di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

    Sumber: federalreserve.gov, tradinguang, investing.com



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu The Fed dan Kenapa Kebijakannya Mempengaruhi Pasar?

    The Fed, atau Federal Reserve, adalah bank sentral Amerika Serikat yang punya peran besar dalam menentukan arah ekonomi global. Setiap kebijakan yang diambil, seperti menaikkan atau menurunkan suku bunga, bisa langsung mengguncang pasar, termasuk pasar aset kripto.

    Lalu apa itu sebenarnya The Fed? Simak penjelasan mengenai apa itu The Fed dan menga kenapa kebijakannya bisa mempengaruhi pasar kripto dalam artikel ini.

    Apa itu The Fed?

    The Fed merupakan singkatan untuk The Federal Reserve yang merujuk pada bank sentral Amerika Serikat. The Fed dibentuk bertujuan untuk menciptakan sistem moneter yang dapat merespons tekanan dalam sistem perbankan dengan lebih efektif.

    Melalui kebijakan moneternya, The Fed dapat mempengaruhi suku bunga, inflasi, dan likuiditas pasar, yang pada gilirannya dapat berdampak pada berbagai kelas aset, termasuk aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum.

    Lima Peran The Fed dalam Ekonomi AS

    Dikutip dari laman resmi The Fed, ada lima fungsi utama The Fed dalam menjaga stabilitas ekonomi Amerika:

    • Menjalankan kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas harga dan memaksimalkan tingginya tingkat lapangan pekerjaan.
    • Menjaga stabilitas sistem keuangan dengan memantau risiko ekonomi.
    • Mengawasi dan mengatur lembaga keuangan guna memastikan keamanan sistem perbankan.
    • Meningkatkan efisiensi sistem pembayaran termasuk distribusi uang dan transaksi elektronik.
    • Melindungi konsumen dan mendukung pengembangan komunitas melalui kebijakan keuangan yang inklusif.

    Tiga Entitas Utama dalam The FED

    The Federal Reserve sendiri adalah kumpulan orang yang bekerja dalam tiga bagian utama:

    1. Board of Governors – Berlokasi di Washington, D.C., terdiri dari 7 anggota yang ditunjuk oleh Presiden AS dan dikonfirmasi oleh Senat. Mereka bertanggung jawab atas kebijakan moneter dan memastikan sistem keuangan berjalan stabil.
    2. 12 Federal Reserve Banks – Beroperasi di berbagai wilayah AS, bertugas mengawasi lembaga keuangan, memastikan kepatuhan terhadap hukum perlindungan konsumen, serta menjaga kelancaran sistem keuangan.
    3. Federal Open Market Committee (FOMC) – Terdiri dari 12 anggota yang bertugas menetapkan kebijakan moneter AS, termasuk suku bunga dan kondisi kredit untuk menjaga agar ekonomi tetap sehat.

    Bagaimana Kebijakan The Fed Mempengaruhi Pasar Kripto

    Suku Bunga dan Likuiditas Pasar

    Kebijakan suku bunga yang ditetapkan oleh The Fed memiliki dampak besar terhadap pasar kripto karena berpengaruh langsung pada likuiditas dan perilaku investor. 

    Ketika The Fed menaikkan suku bunga, dampaknya langsung terasa di berbagai sektor ekonomi, termasuk pasar kripto. Kenaikan suku bunga berarti biaya pinjaman meningkat, membuat individu dan perusahaan berpikir dua kali sebelum meminjam uang untuk investasi atau ekspansi bisnis. Dengan semakin mahalnya akses terhadap modal, likuiditas di pasar cenderung menurun, karena uang yang beredar semakin terbatas.

    Dalam kondisi seperti ini, investor menjadi lebih berhati-hati dalam memilih aset, cenderung mengalihkan dana mereka ke instrumen yang lebih aman seperti obligasi atau deposito yang kini menawarkan imbal hasil lebih menarik dibandingkan aset berisiko tinggi seperti kripto. Akibatnya, pasar kripto sering kali mengalami tekanan karena jumlah pembeli berkurang dan volume transaksi melemah.

    Sebaliknya, ketika The Fed menurunkan suku bunga, biaya pinjaman menjadi lebih murah, memungkinkan lebih banyak individu dan institusi mengakses modal dengan mudah. Hal ini meningkatkan jumlah uang yang beredar di pasar dan mendorong investor untuk mencari peluang dengan imbal hasil yang lebih tinggi, termasuk dalam aset kripto. 

    Nilai Tukar Dolar AS

    Kebijakan moneter The Fed juga mempengaruhi nilai tukar dolar AS. Kenaikan suku bunga biasanya akan memperkuat dolar dan membuat harga kripto mengalami penurunan. 

    Hal ini salah satunya disebabkan oleh hampir seluruh aset kripto dipasangkan dengan dolar sebagai pairing, sehingga ketika harga dolar menguat, harga aset kripto biasanya akan mengalami penurunan dan begitu juga sebaliknya.

    Sentimen Pasar dan Spekulasi

    Pernyataan dan tindakan The Fed sering kali menjadi indikator bagi pelaku pasar dalam menilai arah ekonomi. Spekulasi mengenai kebijakan The Fed juga seringkali dapat menyebabkan volatilitas di pasar kripto, dengan harga yang bergerak tajam berdasarkan sentimen pasar dan spekulasi investor secara umum.

    Contohnya, pidato dari dari Ketua The Fed, Jerome Powell sering kali menjadi pemicu pergerakan pasar. Misalnya, ketika Powell menyatakan bahwa inflasi masih tinggi dan suku bunga perlu tetap tinggi, pasar kripto bisa mengalami tekanan.

    Hal lain seperti narasi hawkish (mengutamakan pengendalian inflasi dengan kebijakan ketat) atau dowvish (mengutamakan pertumbuhan ekonomi dengan pendekatan yang lebih longgar) dari Jerome Powell juga biasanya bisa memberikan spekulasi berlanjut bagi para investor. 

    Meskipun narasi ini tidak disebutkan secara eksplisit biasanya para investor akan mencoba membaca nada, serta isi pernyataan Powell, dan berusaha memperkirakan langkah berikutnya dari The Fed untuk menyesuaikan strategi mereka di pasar kripto.

    Agar tidak tertinggal dengan informasi seputar spekulasi pasar, kamu bisa join dalam diskusi soal keputusan ekonomi dan pengaruhnya harga kripto bareng para trader lainnya di grup Telegram Tokocrypto di sini: https://t.me/TokocryptoOfficial

    Studi Kasus: Dampak Kebijakan The Fed terhadap Harga Kripto

    Gambar grafik total market cap aset kripto korelasinya dengan suku bunga AS. Sumber data: TradingView.

    Pada tahun 2022, The Fed mulai menaikkan suku bunga secara agresif untuk meredam inflasi yang mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade. Kebijakan ini memberikan tekanan besar pada pasar kripto, yang sebelumnya sempat melonjak tajam akibat pelonggaran moneter selama pandemi.

    Sebaliknya, ketika The Fed akhirnya mulai menurunkan suku bunga untuk pertama kalinya pada Juli 2024 menjadi 5,00% setelah periode panjang kenaikan, pasar kripto merespons positif. Aset kripto seperti Bitcoin mengalami reli harga yang cukup signifikan menyusul sentimen dovish dari bank sentral tersebut.

    Strategi Investor Kripto dalam Menyikapi Kebijakan The Fed

    • Memantau Kebijakan Moneter: Investor perlu memantau kebijakan moneter The Fed, termasuk pernyataan dan keputusan suku bunga, karena pengumuman seperti FOMC Meetings, risalah FOMC, laporan inflasi, Simposium Jackson Hole, testimoni di Kongres AS, serta kebijakan QE & QT sering kali memicu volatilitas di pasar kripto.
    • Diversifikasi Portofolio: Menyebar investasi ke berbagai aset dapat membantu mengurangi risiko yang terkait dengan volatilitas pasar akibat perubahan kebijakan moneter.
    • Analisis Fundamental dan Teknikal: Menggabungkan analisis fundamental terkait kebijakan ekonomi dengan analisis teknikal dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif dalam pengambilan keputusan investasi.

    Kebijakan The Fed bukan hanya sekadar urusan suku bunga atau laporan inflasi. Setiap langkahnya memiliki efek domino yang merambat hingga ke pasar kripto, mempengaruhi keputusan jutaan investor di seluruh dunia. 

    Kebijakan ini juga seringkali membutuhkan respons yang cepat, tertinggal beberapa momen saja bisa membuat kamu kehilangan kesempatan. 

    Maka dari itu, penting sekali untuk menggunakan bursa yang menyediakan pergerakan harga secara real-time dengan spread rendah. 

    Sebagai solusinya kamu bisa cobain fitur-fitur yang ada di aplikasi Tokocrypto mulai dari Limit Order, Stop-Limit, OCO, hingga fitur instan semuanya dilengkapi dengan pergerakan harga real-time.

    Klik di sini untuk mulai investasi di Tokocrypto dengan minimal deposit Rp20.000!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Rungkad! Pengumuman FOMC Hancurkan Pasar Kripto

    Setelah pengumuman dari Federal Open Market Committee (FOMC) dan laporan kebijakan kripto dari Gedung Putih, pasar aset digital diterjang banyak tekanan.

    Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Dogecoin sama-sama berada di jalur negatif, sehingga menghadirkan pertanyaan besar: apakah ini koreksi sehat atau sinyal berhenti mendadak?

    Dampak FOMC dan Laporan White House

    Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga pada 4,25‑4,50%, menurunkan ekspektasi akan pemotongan suku bunga dalam waktu dekat.

    Sementara itu, Amerika Serikat merilis laporan kebijakan kripto federal yang mendukung framework regulasi untuk aset digital, serta memperkenalkan gagasan tentang Bitcoin Reserve yang dikelola pemerintah, meski belum ada rencana konkret pembelian oleh negara.

    Investasi masuk ke dalam kripto dapat tertahan di tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga dan struktur regulasi yang belum sepenuhnya jelas.

    Baca Juga: Gedung Putih Tolak Pembebasan Pajak Capital Gain untuk Kripto?

    Harga Kripto Utama Merosot Tekanan Market

    • Bitcoin tergelincir hingga kisaran $116.000$117.800, turun antara -0,7% hingga -0,9% pasca-Fed mengumumkan keputusan. Sehari sebelumnya BTC sempat menyentuh ATH di atas $123.000 sebelum koreksi menjalar.
    • Ethereum (ETH) juga melemah sekitar -1,5% sampai -2%, bergerak di $3.7 – $3.75 ribu. Sementara itu, XRP jatuh hingga -5,5% di satu titik tetapi rebound sebagian menjadi -1,3% hingga -2,5%.
    • Sedangkan Dogecoin mengalami tekanan terkuat, merosot 3‑6%, dan menjadi salah satu altcoin dengan performa terburuk akhir-akhir ini.

    Pendekatan risk-off investor serta likuidasi besar, sekitar 121.983 trader dengan total likuidasi $395 juta dalam 24 jam menunjukkan bahwa volatilitas tinggi sedang mencengkeram pasar.

    Penyebab Kelelahan Pasar

    Pasar Kehabisan “Momentum X”

    Sebagian besar kenaikan BTC dan altcoin dalam beberapa minggu terakhir didorong oleh hype ETF, laporan pemerintah, dan earning tech besar. Kini tanpa katalis baru, volatility mulai meredup.

    Koreksi Teknis dan Ambil Untung

    Bitcoin yang gagal menembus resistance kuat di sekitar $120.000–$123.000 akhirnya membuat investor enggan menahan risiko lebih jauh dan mulai mengambil keuntungan secara bertahap.

    Regulator dan Kebijakan Masih Buram

    Walau laporan Gedung Putih mengakomodasi regulasi, banyak detail masih belum pasti. Ketidaktentuan ini menyebabkan investor institusional bergerak lambat atau berhati-hati.

    Outlook Jangka Pendek dan Strategi

    Analis dari 10x Research memperingatkan bahwa Agustus–September seringnya menjadi bulan sepi untuk kripto, dengan Bitcoin diprediksi bergerak sideways atau koreksi ringan kecuali muncul katalis baru.

    Mereka menunjukkan rentang harga utama di sekitar $111.600–$120.000, yang perlu ditembus untuk menentukan arah berikutnya.

    Jika pasar konsolidasi terlalu lama, minat pada altcoin mungkin melemah lebih jauh. Namun, rebound tetap mungkin jika sinyal yield atau kebijakan dovish muncul.

    Baca Juga: Trump Siap Teken RUU Kripto, Regulasi Digital Baru AS Dimulai

    • Bitcoin dan altcoin utama sedang menyesuaikan diri dengan kebijakan makro yang lebih ketat dan outlook suku bunga yang tidak menentu.
    • Koreksi ini bisa jadi fase normal setelah rally besar, tapi juga menjadi alarm jika tidak ada katalis baru yang bisa membalik sentimen.
    • Investor sebaiknya menunggu kotak waktu konsolidasi (range) dan melihat pergerakan harga di batas support-resistance utama sebelum mengambil keputusan besar.

    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 30 Juli 2025: Bitcoin Stabil Jelang FOMC

    Pasar kripto hari ini, Rabu (30/7) difokuskan oleh kabar Bitcoin stabil di sekitar $119k menjelang keputusan The Fed dan tenggat tarif AS-China, sementara altseason 2025 diprediksi segera tiba dengan Ethereum dan ekosistemnya bersinar.

    Di sisi lain, investor institusional seperti whale kripto dan Michael Saylor terus akumulasi aset besar — dari ONDO hingga Bitcoin senilai miliaran dolar. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:

    Bitcoin Stabil Dekat $118k, Pasar Menanti Fed dan Batas Waktu Tarif

    • Bitcoin di $119k; investor tunggu negosiasi dagang AS dan keputusan Fed.
    • Pasar menanti kejelasan dagang AS-UE/China sebelum 1 Agustus; tarif bisa naik.
    • Trader hati-hati jelang keputusan The Fed; awasi sinyal kebijakan moneter dan inflasi.

    Altseason 2025: Kapan, Bagaimana, Token Apa yang Harus Diperhatikan?

    • Altseason 2025 sangat mungkin; 49% altcoin ungguli Bitcoin, dominasi altcoin bergeser.
    • Ethereum melonjak 55% bulan ini, lewati Bitcoin 70%, didorong minat investor dan regulasi AS.
    • Altcoin ekosistem Ethereum (Aave, Optimism, Celestia, Arbitrum) akan tumbuh pesat di altseason berkat momentum ETH.

    Kejar Keberuntungan Balik Lagi Hadiah Rp50 Juta

    • Trading di Tokocrypto besar kesempatan raih puluhan juta.
    • Dapatkan tiket undian untuk total hadiah Rp50 juta.
    • Cek selengkapnya di sini https://bit.ly/KEBUT_Periode_Aug

    Whale Kripto Beli Apa Jelang FOMC Juli 2025?

    • Investor kripto pasang taruhan di RWA/DeFi jelang potensi pemotongan suku bunga September.
    • ONDO, CRV, BLOCK diakumulasi paus.
    • FOMC Juli diprediksi tahan suku bunga; fokus ke likuiditas mendatang.

    Michael Saylor Beli Bitcoin $2,46 Miliar dengan Dana STRC

    • Strategy beli 21.021 BTC setelah IPO STRC selesai.
    • Pembelian Bitcoin ini juga yang terbesar oleh perusahaan tahun ini.
    • Perusahaan kini punya 628.791 BTC, dibeli seharga $46,08 miliar.

    Baca juga: Tutorial Mudah Buat Jurnal Investasi & Trading + Template Google Sheet Gratis!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com