Tag: hukum

  • Mau Beli Furniture Outdoor? Perhatikan Hal Ini Dulu Agar Tidak Menyesal


    Jakarta

    Ketika memiliki area outdoor, seperti teras belakang atau taman belakang, tentu diperlukan perabotan tambahan agar lebih nyaman. Perabotan itu pun beragam, mulai dari meja hingga sofa.

    Nah, sebelum membelinya, penghuni rumah harus memperhatikan beberapa hal ini agar tidak menyesal. Kalau salah pilih perabotan, bisa-bisa justru lebih cepat rusak.

    Dilansir dari Ideal Home, berikut ini informasinya.


    Ukur Area Outdoor

    Mengetahui ukuran ruangan yang tepat tentu sangat membantu saat memilih furniture. Hal itu supaya furniture yang dibeli tidak terlalu besar atau terlalu kecil.

    Jika ingin memiliki area kumpul yang lebih luas, bisa pilih bangku dengan area penyimpanan di bagian bawahnya untuk menghemat ruang.

    Pilih Material yang Pas

    Selanjutnya adalah pilih material yang tepat. Sebab, furniture outdoor akan lebih sering terpapar panas ataupun hujan.

    Berikut ini beberapa material yang bisa menjadi pilihan.

    Rotan

    Lampu gantung rotan di teras.Lampu gantung rotan di teras. Foto: James McDonald Photography via Homes and Gardens

    Rotan merupakan salah satu material yang tepat untuk diletakkan di luar ruangan. Hal itu karena bahan tersebut cukup kuat dan tahan air selain itu juga tidak mudah pudar warnanya.

    Kayu

    Area outdoor dengan bangku kayu unikArea outdoor dengan bangku kayu unik Foto: Azril Shiva

    Bahan yang satu ini sering dipakai untuk area taman belakang karena tahan lama. Salah satunya adalah kayu jati.

    “Jati adalah pilihan kayu keras yang sangat diminati untuk furnitur taman, karena penampilannya yang indah, hangat, dan mewah. Seiring waktu, kayu jati akan menghasilkan patina abu-abu keperakan yang menarik jika tidak dirawat,” kata Rikke dari JYSK, dikutip dari Ideal Home, Rabu (8/10/2025).

    Karena kandungan minyaknya yang tinggi, kayu keras ini sangat tahan lama dan secara alami tahan terhadap kerusakan, serangan serangga, kelembapan, dan pelapukan.

    Metal

    Bahan selanjutnya adalah metal seperti aluminium dan baja. Kedua bahan tersebut juga sering dipakai untuk furniture outdoor.

    Baja bisa sangat menawan pada desain minimalist dan juga tangguh. Namun, baja rentan karatan dan cukup berat.

    Sementara itu, aluminium juga pilihan yang baik namun agak sedikit lebih mahal dibanding baja.

    “Furniture aluminium ringan, bebas karat, dan mudah dirawat,” ujar kepala sales dan marketing di Bramblecrest, Tim Penell.

    Tetapkan Budget

    Selanjutnya adalah tetapkan budget. Jangan sampai membeli furniture di luar kemampuan ya.

    Meski membeli dengan harga terjangkau, jangan sampai mengabaikan bahan yang dipakai karena bisa mempengaruhi ketahanan furniture. Biasanya kalau harganya lebih mahal sedikit, bahan yang digunakan lebih bagus serta lebih tahan lama yang tentunya bisa menghemat pengeluaran ke depan.

    “Furnitur premium dirancang untuk tahan lama. Material yang digunakan dalam produksinya tidak hanya bersumber dari sumber yang lebih berkelanjutan, tetapi juga dipilih karena daya tahannya, memastikan furnitur tersebut awet hingga bertahun-tahun mendatang,” kata brand manager di Bridgman, Caron Grant.

    Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membeli furniture outdoor.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pilih Tukang Renovasi yang Amanah dan Profesional



    Jakarta

    Saat ingin merenovasi rumah, memilih tukang yang tepat menjadi langkah penting agar hasilnya sesuai harapan. Sayangnya, banyak pemilik rumah yang asal memilih tukang dan berujung kecewa. Alih-alih hemat, justru biaya membengkak karena harus memperbaiki pekerjaan yang tidak rapi.

    Kesalahan memilih tukang bisa berakibat fatal, mulai dari pekerjaan asal-asalan, hasil tak sesuai kesepakatan, hingga proyek yang mangkrak di tengah jalan. Lalu, bagaimana cara menemukan tukang yang benar-benar amanah dan profesional?

    Melansir My Home Extension, berikut beberapa tips yang bisa dipertimbangkan sebelum mulai renovasi rumah:


    1. Cari Rekomendasi dan Lihat Hasil Kerjanya

    Tukang yang baik biasanya punya reputasi dari pengalaman pelanggan sebelumnya. Coba tanya rekomendasi dari teman, keluarga, atau tetangga yang baru saja melakukan renovasi.

    Kalau tidak ada rekomendasi pribadi, kita bisa langsung melihat proyek yang pernah dikerjakan tukang tersebut. Tanyakan pada klien sebelumnya: apakah hasilnya memuaskan, sesuai anggaran, dan selesai tepat waktu? Tukang yang profesional tidak akan keberatan menunjukkan portofolio hasil kerjanya.

    2. Pastikan Komunikasi Lancar

    Komunikasi yang baik adalah kunci kerja sama yang lancar. Ingat, tukang akan bekerja di rumah selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

    Pastikan bisa berdiskusi dengan mudah dan terbuka soal detail pekerjaan. Bila sejak awal merasa tidak nyaman atau sulit berkomunikasi, lebih baik cari tukang lain yang lebih kooperatif dan terbuka terhadap masukan.

    3. Buat Rencana dan RAB Tertulis

    Sebelum memanggil tukang, siapkan rencana kerja yang jelas. Buat daftar tertulis mengenai pekerjaan yang ingin dilakukan, lengkap dengan gambar atau sketsa bila perlu.

    Bila memungkinkan, mintalah bantuan arsitek untuk menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) agar semua pihak punya gambaran yang sama tentang biaya dan waktu pengerjaan. Dokumen ini juga bisa jadi acuan bila terjadi selisih pendapat di kemudian hari.

    4. Bandingkan Beberapa Penawaran

    Jangan langsung terpikat dengan satu tukang. Cobalah minta penawaran dari setidaknya tiga tukang berbeda untuk pekerjaan yang sama.

    Dari situ, kamu bisa membandingkan harga, layanan, dan waktu pengerjaan. Pastikan kamu menerima penawaran harga tetap (fixed quote), bukan hanya perkiraan kasar. Ini akan membantu mengetahui biaya total secara pasti.

    5. Jangan Tergiur Harga Murah

    Harga murah belum tentu sepadan dengan kualitas. Jika ada tukang yang menawarkan harga jauh di bawah rata-rata, patut dicurigai.

    Periksa kembali rincian penawarannya, apakah semua material dan pekerjaan sudah termasuk? Jangan mudah tergiur penawaran yang tidak transparan. Jika perlu, mintalah referensi dari klien sebelumnya untuk memastikan kualitas kerja mereka.

    6. Hindari Bayar Penuh di Muka

    Pembayaran sebaiknya dilakukan bertahap sesuai progres pekerjaan. Hindari membayar penuh di awal, apalagi secara tunai tanpa bukti tertulis.

    Berhati-hatilah juga jika tukang menawarkan harga lebih murah bila dibayar tunai tanpa pajak. Selain berisiko secara hukum, bisa jadi mereka juga tidak bekerja secara profesional atau tidak memberikan jaminan terhadap hasil pekerjaan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Wajib Tahu! 5 Kode Penting Meteran Listrik Beserta Fungsinya


    Jakarta

    Biasanya pengguna layanan listrik prabayar akan memencet tombol angka pada kWh meter untuk memasukkan token buat isi pulsa. Tak hanya isi pulsa, tombol tersebut juga bisa digunakan untuk memasukkan kode-kode khusus, lho.

    Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Jawa Barat Nurmalitasari mengatakan ada dua jenis layanan listrik di Perusahaan Listrik Nasional (PLN), yaitu pascabayar dan prabayar. Keduanya menggunakan kWh meter, tetapi khusus prabayar ada tambahan tombol-tombol angka.

    “Kalau yang pascabayar biasanya nggak ada angkanya, satu-dua yang biasa kita pencet itu nggak ada. Kalau yang prabayar itu kan ada angkanya,” kata Nurmalita kepada detikProperti beberapa waktu lalu.


    Lalu, kode apa saja yang bisa digunakan buat meteran listrik prabayar atau lebih dikenal dengan token listrik? Berikut ini penjelasannya.

    Daftar Kode pada Meteran Listrik

    Inilah sejumlah kode penting yang bisa pelanggan masukkan ke kWh meter.

    1. Kode 456XX untuk Mengatur Alarm

    kWh meter mengeluarkan bunyi saat sisa pulsa mencapai batas tertentu. Pelanggan dapat mengganti pengaturan alarm tersebut dengan menekan kode 456 diikuti dengan angka minimal kWh yang diinginkan.

    Misalnya pelanggan ingin meteran listrik berbunyi saat tersisa 10 kWh, maka kode yang dimasukkan adalah ‘45610’. Contoh lain, kalau mau batas pulsa menjadi 5 kWh, pencet tombol untuk memasukkan angka ‘45605’.

    2. Kode 812 untuk Matikan Bunyi untuk Sementara

    Selain itu, pelanggan bisa menghentikan bunyi alarm untuk sementara dengan memasukkan kode ‘812’. Bunyi alarm dari kWh meter akan terhenti selama beberapa menit. Maksudnya untuk mengulur waktu sejenak buat pulsa sebelum alat kembali berbunyi.

    3. Kode 37 untuk Cek Sisa Pulsa

    Lalu, pelanggan dapat memeriksa sisa pulsa menggunakan kode ’37’. Walaupun pelanggan bisa melihat sisa pulsa yang tertera pada meteran, tampilannya belum tentu dan terkadang berganti-ganti.

    4. Kode 41 untuk Cek Tegangan Listrik

    Pelanggan juga bisa mengecek tegangan listrik dengan memasukkan kode ’41’. Kode tersebut berguna kalau pelanggan mau memastikan tegangan listrik sudah sesuai batasan.

    “Contohnya kalau lampunya redup-redup, coba cek tegangannya. Tegangannya kok bagus? Berarti bukan dari PLN, bisa jadi lampunya yang sudah habis,” katanya.

    5. Kode 44 untuk Cek Arus Listrik

    Pelanggan juga dapat memeriksa arus listrik kalau memasukkan kode ’44’. Langkah itu untuk memastikan arus listrik berada dalam batas wajar. Jika arus listrik terlalu tinggi, berarti pelanggan perlu menambah daya buat menyesuaikan kebutuhan listriknya.

    Itulah kode bermanfaat yang bisa pengguna token listrik pakai. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sumur Bor vs Sumur Gali, Mana yang Lebih Baik buat Rumah?


    Jakarta

    Rumah membutuhkan pasokan air bersih untuk kebutuhan penghuninya. Air tersebut bisa didapatkan dari berbagai sumber, salah satunya dengan membuat sumur air di rumah.

    Untuk membuat sumur air, pemilik rumah bisa memilih antara dua jenis, yaitu sumur bor dan sumur gali. Pembuatan sumur boro menggunakan mesin bor, sedangkan sumur gali dengan teknik gali secara manual.

    Menurut Hasan, tukang sumur bor di kawasan Bogor, sumur bor punya banyak keunggulan daripada sumur gali. Jenis sumur tersebut menjadi sumber air yang diandalkan ketika musim kemarau.


    “Lebih baik bikin sumur bor apalagi kalau musim kemarau karena debit lebih kencang dan air lebih bersih,” kata Hasan kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Memang apa saja perbedaan antara sumur bor dan sumur gali? Berikut ini penjelasannya.

    Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali

    Inilah beberapa hal yang membedakan sumur bor dengan sumur gali.

    1. Dimensi Lubang

    Pembuatan sumur bor dengan mesin memudahkan tukang untuk menentukan kedalaman buat menemukan sumber air. Berbeda halnya dengan sumur gali yang tidak bisa dibuat terlalu dalam karena pembuatannya menggunakan tenaga manual.

    “Kita kalau bikin sumur bor itu punya diameter sekitar 2 inci sampai 6 inci terus kedalaman bisa sampai 60 meter nggak masalah,” katanya.

    “Kalau sumur gali kita butuh buat diameter 50 cm sampai 1 meter dan buat kedalaman juga terbatas kalau di daerah Bogor atau Jakarta paling kuat maksimal gali sampai kedalaman 20 meter,” Sambung Hasan.

    2. Waktu Pengerjaan

    Membuat sumur gali memang lebih murah ketimbang sumur bor karena pakai cara manual. Namun, pengerjaannya cukup lama, bisa berhari-hari untuk menggali sumur sedalam dua puluh meter.

    Sementara itu, penggalian sumur bor lebih cepat dengan bantuan mesin. Dengan begitu, proses penggalian lebih cepat. Kedalaman lubang pun tidak menjadi kendala selama sumber air bersih ditemukan.

    3. Debit Air

    Sumur gali dibuat dengan diameter yang besar sehingga memungkinkan debit air juga besar. Sementara itu, besarnya debit air sumur bor mengandalkan pompa air.

    “Kalau sumur bor itu debit airnya lebih kencang dan kualitas airnya lebih bersih karena itu tergantung kedalaman tanahnya,” tuturnya.

    Itulah perbedaan antara sumur bor dan sumur gali. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Sederhana Agar Rumah Terasa Sejuk saat Cuaca Panas Ekstrem


    Jakarta

    Belakangan ini cuaca panas ekstrem tengah melanda Tanah Air. Cuaca panas ini bikin tidak nyaman untuk beraktivitas di luar ruangan karena suhunya bisa mencapai 37 derajat Celcius.

    Maka dari itu, masyarakat disarankan untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan selama periode cuaca panas ekstrem. Namun terkadang, saking panasnya udara di luar bisa turut masuk ke dalam rumah.

    Udara panas yang masuk ke dalam rumah bikin penghuni rumah jadi merasa gerah. Bahkan untuk sekadar tidur di kamar pun jadi tidak nyaman karena keringat tak berhenti mengucur.


    Agar ruangan di dalam rumah tetap sejuk meski udara di luar sangat panas, ada beberapa tips sederhana yang bisa dilakukan. Penasaran? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Tips Sederhana Agar Rumah Tetap Sejuk

    Hawa panas dari luar bisa masuk ke dalam rumah. Dilansir BBC, berikut cara mengatasi udara panas agar rumah kembali sejuk dengan langkah sederhana:

    1. Buat Ventilasi Silang

    Apabila udara panas masih terasa di dalam rumah walau sudah sore hari, cobalah buat ventilasi silang atau cross ventilation. Caranya adalah dengan membuka dua jendela atau satu pintu dan dua jendela di seberang ruangan.

    Langkah ini dilakukan untuk memperlancar aliran udara sekaligus melepaskan udara hangat yang terperangkap. Di sisi lain, cara ini dapat membiarkan udara lebih dingin masuk ke dalam rumah sehingga terasa sejuk.

    Jika tinggal di apartemen, buka pintu belakang dan jendela dapur, lalu gunakan kipas angin untuk mengeluarkan udara panas di dalam ruangan.

    Kalau rumah terdiri dari dua lantai, biasanya udara panas akan naik dan terperangkap di lantai dua. Untuk mengatasinya bisa memakai exhaust fan atau buka ventilasi loteng.

    2. Tutup Jendela dengan Gorden

    Saat siang hari dan cuaca sedang panas-panasnya, pastikan jendela rumah ditutup dengan tirai atau gorden, terutama pada sisi rumah yang terkena sinar matahari. Hal ini agar udara panas dan cahaya matahari tidak bisa masuk ke dalam rumah, sehingga ruangan tetap terasa sejuk.

    3. Pakai Kipas Angin untuk Mengembuskan Angin

    Kipas angin dapat digunakan untuk mengatasi hawa panas dan pengap di dalam rumah. Dengan begitu, ruangan tetap terasa sejuk meski kondisi di luar sangat panas.

    Caranya sangat mudah, yakni menempatkan kipas angin di depan jendela yang terbuka. Langkah ini agar udara panas di dalam ruangan bisa berhembus keluar rumah.

    Agar ruangan bisa terasa dingin, tempatkan wadah berisi es batu di depan kipas angin. Cara ini dinilai lebih hemat energi untuk mendinginkan ruangan ketimbang menyalakan AC selama 24 jam.

    4. Kurangi Penggunaan Barang yang Memicu Panas

    Penggunaan oven dan kompor juga dapat memicu udara panas di dalam rumah. Sebab, api yang terus menyala dari kompor dapat memicu hawa pengap ke seluruh ruangan, terutama bagian dapur. Kondisi ini bisa diperparah jika tidak ada ventilasi udara, sehingga hawa panas bisa menyebar ke seluruh ruangan.

    Peralatan lainnya seperti mesin cuci dan mesin pencuci piring juga dapat menghasilkan panas di dalam rumah. Maka dari itu, sebaiknya kurang penggunaan barang tersebut ketika cuaca panas.

    5. Pasang Kipas Angin Gantung

    Cara lain untuk mengatasi udara panas di dalam rumah adalah dengan memasang kipas angin gantung. Kipas angin yang dipasang di langit-langit rumah dapat meningkatkan sirkulasi udara, sehingga menciptakan angin segar yang nyaman tanpa perlu membuka jendela.

    Demikian lima tips sederhana untuk mengatasi udara panas di dalam rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bangun Rumah 2 Lantai Tipe 36 Butuh Berapa? Ini Estimasi Lengkapnya!



    Jakarta

    Pemilik tanah kosong bisa membangun rumah sendiri. Tak harus langsung bangun rumah megah, pemilik bisa memulai dengan rumah yang sederhana.

    Jika lahan yang dimiliki terbatas, pemilik dapat mempertimbangkan rumah tipe 36. Namun, kalau butuh lebih banyak ruang, rumah tersebut bisa dibuat dua lantai. Tipe rumah ini cocok buat keluarga kecil di perkotaan.

    Saat hendak membangun rumah, pemilik perlu mengetahui gambaran biayanya. Hal ini penting untuk menyiapkan dan yang cukup dan menjalankan proyek sesuai budget.


    Lalu, berapa estimasi biaya untuk membangun rumah tipe 36 dengan dua lantai? Berikut ini penjelasannya.

    Estimasi Biaya Bangun Rumah 2 Lantai Tipe 36

    Kontraktor dari Rebwild Construction Wildan mengatakan pembangunan rumah dua lantai bisa memakan biaya mulai dari Rp 4,8 juta hingga Rp 5 juta per meter persegi. Biaya tersebut berbeda tergantung lokasi pembangunan.

    Biaya itu sudah mencakup semua material konstruksi, seperti pasir, semen, bata ringan, genteng, dan cat. Begitu juga dengan upah tukang borongan, biayanya sudah termasuk dalam harga tersebut.

    Pemilik bisa saja mendapatkan harga yang lebih murah tergantung pemilihan material bangunan. Misalnya, lantai rumah menggunakan keramik kualitas KW 1 yang lebih terjangkau.

    “Kalau misalkan atapnya pakai yang genteng keramik tuh lebih mahal lagi, karena dia per pieces-nya sudah Rp 12 ribu, beda dengan atap spandek karena lembaran,” kata Wildan saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    Biaya pembangunan juga hanya berlaku untuk membuat bangunan rumah standar. Pemilik mesti menyiapkan dana lebih untuk instalasi listrik, pembuatan taman, pagar rumah, dan kanopi.

    Terpisah, Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki pernah mengingatkan agar pemilik menyiapkan dana darurat sekitar 10-15 persen dari total biaya bangun rumah. Langkah tersebut untuk mengantisipasi kalau membutuhkan biaya lebih saat bangun rumah.

    Sebagai contoh, pemilik tanah ingin membangun rumah tipe 36 dengan dua lantai. Dengan asumsi biaya pembangunannya sekitar Rp 4,8 juta per meter persegi, berikut ini estimasi biaya yang perlu disiapkan.

    • Biaya konstruksi: 72 m2 x Rp 4.800.000 per m2 = Rp 345.600.000.
    • Biaya instalasi listrik: Rp 1.000.000
    • Biaya tak terduga 15%: Rp 51.840.000

    Total Biaya: Rp 345.600.000 + Rp 1.000.000 + Rp 51.840.000 = Rp 398.440.000

    Secara keseluruhan, biaya yang perlu disiapkan pemilik untuk bangun rumah tipe 36 dengan dua lantai sekitar Rp 398 jutaan. Perlu diingat, biaya ini hanya estimasi untuk pembangunan rumah sederhana.

    Pemilik bisa menekan biaya kalau menggunakan material sederhana tapi berkualitas. Sebaliknya, biaya akan semakin mahal kalau mengusung konsep hunian tertentu, misalkan modern atau skandinavia.

    Itulah perkiraan biaya untuk membangun rumah tipe 36 dengan dua lantai. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bangun Rumah Tanpa Drama, Ini Panduan Awasi Kontraktor biar Nggak Rugi


    Jakarta

    Pembangunan rumah biasanya membutuhkan jasa kontraktor untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana. Kontraktor dapat memudahkan pengerjaan apalagi kalau pemilik rumah tidak punya pengalaman bangun rumah.

    Namun, terkadang ada oknum kontraktor yang membangun rumah secara asal-asalan. Hasil pembangunan tidak sesuai harapan, seperti tampilan tidak rapi, atap bocor, dan dinding retak.

    Kalau seperti itu, bisa-bisa pemilik rumah kecewa dan merugi dengan hasil pembangunannya. Oleh karena itu, pemilik perlu memantau kerja kontraktor untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan.


    Cara Mengawasi Kerja Kontraktor Saat Bangun Rumah

    Inilah beberapa hal yang perlu dilakukan pemilik rumah agar pembangunan sesuai harapan.

    1. Pahami Desain Rumah dan RAB

    CEO SobatBangun Taufiq Hidayat mengatakan pemilik harus memahami desain rumah dan rencana anggaran biaya (RAB). Dengan memahami dua hal itu, pemilik akan lebih mudah berkomunikasi dengan kontraktor nantinya.

    “Bangun rumah itu kan biasanya kan ada desain, ada gambar kerja, ada RAB. Nah itu kalau bangun rumah yang benar semua itu sesuai spek yang ada di gambar, yang ada di desain, dan yang ada di RAB,” kata Taufiq saat dihubungi detikProperti beberapa waktu lalu.

    2. Buat Kontrak yang Jelas

    Kemudian, ia menyarankan agar pemilik membuat perjanjian kerja yang jelas dengan kontraktor. Kontrak ini menjadi panduan selama bekerja. Pemilik bisa menyertai perjanjian kalau kontraktor bersedia bertanggung jawab kalau ada kerusakan usai rumah rampung.

    “Rumah itu kan biasanya ada kontrak tuh, kesepakatan kontraknya itu seperti apa? Tadi kan ditanya apakah itu masih bisa diperbaiki atau nggak. Jadi misalnya rumah udah jadi, kontraktor masih bertanggung jawab pada masa perawatan, berapa lama, nah itu biasanya ada gitu,” katanya.

    3. Minta Didampingi Arsitek

    Selain itu, pemilik bisa minta pendampingan dari arsitek, insinyur, atau jasa pengawas pembangunan agar lebih memahami soal pembangunan. Langkah itu dapat mengantisipasi kesalahpahaman atau penipuan.

    “Kalau nggak ngerti harus ada pendamping, pendamping arsitek, pendamping insinyur. Apa kata mandor, kontraktor, (bisa) dibohongi gitu kan, kita cari orang yang ngerti,” ucapnya.

    4. Tentukan Cara Pembayaran

    Pemilik dan kontraktor dapat menyepakati cara pembayaran. Salah satu metodenya adalah pembayaran setiap ada progres.

    Cara seperti itu memberikan peluang ke pemilik buat memeriksa hasil pekerjaan sebelum membayar. Jika hasilnya tidak sesuai, pemilik bisa menahan pembayaran sampai perbaikan selesai.

    “Jadi kalau mau bikin kamar mandi, fondasinya dulu. Fondasi udah selesai dibayar. Naik ke dinding, dinding selesai dibayar, terus atap, atap selesai dibayar. Keramik, keramik selesai dibayar,” jelas Taufiq.

    Selain itu, ada juga pembayaran kontraktor langsung secara penuh. Pembayaran itu bisa di muka atau di akhir.

    5. Sering Tanya Progres

    Untuk mencegah kesalahan pembangunan, pemilik rumah harus aktif bertanya soal progres ke kontraktor. Terus bertanya sampai tidak ada keraguan. Jika kurang paham, pemilik bisa minta pendampingan ke arsitek atau ahli lainnya.

    “Cara yang paling gampang, tanya sama yang mengerjakan, ‘itu bocor apa nggak’, ‘gimana caranya’, itu nanti dijelasin sama dia gitu. ‘Bisa ditunggu waktu hujan nggak?’, ‘nanti bapak cek, ceknya yang mana?’,” tuturnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jenis Ikan yang Bisa Hidup Tanpa Mesin Pompa Udara, Bisa Hemat Listrik Rumah


    Jakarta

    Ingin pelihara ikan di rumah tapi ingin hemat listrik? Tenang, ada beberapa jenis ikan hias yang ternyata bisa hidup sehat tanpa bantuan mesin pompa udara, lho!

    Dilansir dari laman Fresh Water Systems, Rabu (22/10/2025), pompa udara berfungsi untuk meningkatkan kadar oksigen di dalam air. Namun, tak semua ikan membutuhkannya. Bahkan, beberapa spesies justru lebih suka air yang tenang.

    Hal serupa juga disampaikan dalam laman The Times of India. Ada sejumlah spesies ikan yang bisa hidup tanpa bantuan pompa udara, cocok untuk pemilik akuarium atau pemula yang ingin memelihara ikan. Berikut beberapa contohnya.


    Ikan Cupang

    Ilustrasi jenis ikan cupang hias termahal.Ilustrasi ikan cupang. Foto: iStock

    Ikan Cupang memiliki sistem pernafasan labirin yang memungkinkan ikan tersebut untuk mengambil oksigen langsung dari udara. Tak heran, mereka bisa bertahan hidup di wadah kecil atau air yang tenang tanpa pompa udara.

    Ikan Molly

    Potret ikan hias molly.Potret ikan hias molly. Foto: BACbKA/Wikimedia Commons

    Ikan Molly berasal dari daerah perairan hangat sehingga sudah terbiasa hidup dengan lingkungan yang berkadar oksigen rendah.

    Ikan Lele

    Bukan cuma untuk konsumsi, ikan lele juga bisa dijadikan peliharaan unik di rumah, lho! Seperti ikan cupang, ikan lele memiliki sistem pernafasan labirin yang membuatnya dapat bertahan hidup di air yang kekurangan oksigen.

    Nah, itulah beberapa ikan hias yang bisa hidup tanpa mesin pompa udara! Selain mudah dirawat, ikan-ikan ini juga jadi solusi cerdas buat penghuni rumah yang ingin memelihara ikan di akuarium tanpa boros listrik. Rumah tetap estetik, tagihan listrik pun aman!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Buat Kolam Renang di Rumah? Segini Perkiraannya Untuk Ukuran 3×5 Meter



    Jakarta

    Kolam renang merupakan salah satu fasilitas yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana olahraga dan rekreasi di rumah. Penghuni rumah tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk datang ke kolam renang umum jika di rumah bisa membuatnya.

    Banyak orang berfikir membuat kolam renang harus memiliki lahan yang cukup. Menurut arsitek Denny Setiawan tidak ada ukuran khusus untuk luas kolam renang. Namun, batas minimum luasnya adalah 2,4 meter persegi yang dinilai cukup untuk meluruskan kaki dan berendam.

    Bagi detikers yang tertarik untuk membuat kolam renang, tetapi belum tahu biaya yang dibutuhkan, begini simulasi perhitungannya untuk kolam renang ukuran 3×5 meter dengan kedalaman 2 meter.


    Biaya Material

    Hal pertama yang harus disiapkan adalah biaya material. Berikut rinciannya.

    Semen: Rp 57.000 per sak. Jumlah kebutuhan 50 sak. Total biaya: Rp 2.850.000

    Pasir: 1 truk, total biaya sekitar Rp 2.200.000. Sebagai informasi, harga pasir di setiap kota berbeda, tergantung jenis dan wilayahnya.

    Biaya konstruksi lainnya (besi, kerikil untuk campuran beton, dsb): Rp 5.000.000

    Umumnya kolam renang memakai penutup dari material keramik yang permukaannya lebar atau yang keramik mozaik yang kecil-kecil. Menimbang luas kolam renang yang hanya 3×5 meter, lebih baik menggunakan keramik mozaik.

    Dalam satu dus ada keramik mozaik ukuran 30×30 dengan total satu meter persegi, harganya sekitar Rp 199.000.

    Nah, untuk menghitung kebutuhan keramik kolam renang ukuran 3×5 dengan kedalaman 2 meter yaitu:

    Panjang x tinggi x 2 = 5x2x2 = 20 m2

    Lebar x tinggi x 2 = 3x2x2 = 12 m2

    Panjang x lebar = 5×3 = 15 m2

    Totalnya: 47 m2

    Untuk membeli keramik untuk kebutuhan 47 m2 dibutuhkan sebanyak 47 dus. Maka: Rp 199.000 x 47 = Rp 9.353.000

    Pipa air 1 set: Rp 10.000.000

    Pompa air: 20.000.000

    Tangga kolam renang: Rp 1.500.000 per buah.

    Total biaya material: Rp 40.853.000

    Biaya Tukang

    Saat membuat kolam renang, tentu kita membutuhkan tukang. Mereka akan bertanggung jawab mengeruk tanah, memastikan keamanan dan kepadatan tanahnya, meratakan tanah, membuat kolam renang, finishing, pemasangan pompa air, hingga pengisian air. Jumlah tukang yang dibutuhkan untuk ukuran kolam renang tersebut adalah 4 tukang dengan estimasi pengerjaan 3 bulan atau 120 hari.

    Upah tukang untuk membuat kolam renang pribadi berukuran 3x5x2 meter adalah Rp 200 ribu. Maka, untuk pengerjaan 3 bulan, berikut biaya tukang yang harus disiapkan.

    4 x 120 x Rp 200.000 = Rp 96.000.000

    Biaya Pengisian Air Kolam

    Pengisian kolam renang juga membutuhkan biaya. Hal ini dikarenakan volume air yang dibutuhkan besar dan terdapat biaya listrik untuk pompanya. Sebagai informasi, air yang dibutuhkan untuk mengisi kolam per m3 yaitu 1.000 liter. Berikut biaya yang dibutuhkan untuk mengisi kolam renang bervolume 30 m3.

    30 x 1.000 liter: 30.000 liter

    Bila membeli air sendiri lewat perusahaan air tangki, harganya rata-rata sekitar Rp 800.000 per 8.000 liter. Karena volume air kolam renang 30.000 liter, maka dibutuhkan 4 truk tangki. Jadi biayanya Rp 800 ribu x 4 = Rp 3.200.000.

    Total Biaya Pembuatan Kolam Renang

    Apabila ditotal, kisaran biaya pembuatan kolam renang ukuran 3x5x2 meter:

    Rp 40.853.000 + Rp 96.000.000 + Rp 3.200.000 = Rp 140.053.000.

    Itulah kisaran biaya pembuatan kolam renang ukuran 3×5 meter dengan kedalaman 2 meter. Besar biaya tersebut tidak bisa dijadikan patokan untuk semua pembuatan kolam renang karena harga material bisa meningkat dari waktu ke waktu, biaya upah juga bisa disesuaikan dengan desain, waktu pengerjaan, dan kerumitannya, serta biaya pengisian air bisa berbeda di masin-masing wilayah. Simulasi ini diharapkan bisa menjadi panduan dasar untuk memperkirakan agar mendapat gambaran besar biaya yang perlu disiapkan. Bisa jadi saat detikers membuat kolam renang, biayanya jauh lebih murah dan mahal. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Pilih Waktu Terbaik Bangun Rumah Menurut Tradisi Jawa


    Jakarta

    Dalam tradisi Jawa, proses pembangunan rumah tidak bisa dilakukan sembarangan. Terdapat anjuran dan pantangan yang dibuat berdasarkan budaya dan spiritual atau kepercayaan masyarakat Jawa.

    Salah satu aturan tersebut mengenai cara memilih waktu yang baik jika ingin membangun rumah. Aturan tersebut muncul dari pengalaman orang terdahulu dan diharapkan dapat memberikan kelancaran, keberkahan, serta keharmonisan dalam pengerjaannya.

    Dilansir dari detikJateng yang mengutip dari buku Arsitektur Tradisional terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI serta artikel ilmiah berjudul Persepsi Masyarakat Desa Jiwan Terhadap Kalender Jawa dalam Membangun rumah oleh Berti Fitri Permatasari dan Novi Triana Habsari, berikut penjelasannya.


    1. Hindari Bangun Rumah Saat Musim Hujan

    Indonesia hanya memiliki dua musim, yakni musim kemarau dan hujan. Dalam tradisi Jawa, terdapat 12 musim dalam setahun, seperti Kasa, Karo, Ketiga, hingga Kasada. Namun, 12 musim tersebut dibagi dalam dua kategori besar, yaitu musim kemarau dan musim penghujan.

    Musim hujan terjadi pada musim Kapitu, Kawolu, dan Kasanga. Umumnya pada tiga musim tersebut curah hujan sedang tinggi sehingga bisa menghambat proses pembangunan dan berisiko mengancam keselamatan tukang maupun penghuni awal rumah, serta bisa mengakibatkan rumah bahan bangunan rusak.

    Selain ketiga musim tadi, tradisi Jawa disebut menghindari musim Kalima karena dianggap masa peralihan yang cuacanya masih tidak menentu sehingga masih kurang ideal untuk membangun rumah.

    2. Cari Hari Baik untuk Bangun Rumah

    Selain musim, hari pembangunan pun harus diperhitungkan. Ada beberapa hari yang sebaiknya dihindari, ada juga hari yang baik.

    Uniknya, penentuan waktu ini berdasarkan hitungan hari lahir dan pasaran orang yang akan menempati rumah. Dalam tradisi Jawa, cara ini punya nilai khusus dan disebut dengan neptu. Sebagai contoh hari Ahad nilainya 5, Senin 4, dan seterusnya. Pasaran seperti Pahing, Kliwon, Legi juga punya nilai sendiri. Jumlah dari nilai hari dan pasaran ini kemudian dihitung untuk menentukan hari yang tepat dalam pembangunan.

    Setelah didapatkan total neptu, angka ini akan dihitung lagi menggunakan rumus Panca Suda, yaitu sistem pembagian lima jenis bagian rumah berdasarkan urutan pembangunan. Hasil dari perhitungan ini akan menjadi panduan untuk membangun rumah berdasarkan ruangan, begini pembagiannya.

    Sri: untuk membangun lumbung padi

    Werdi: untuk kandang atau gandhok

    Naga: untuk dapur atau pawon

    Kencana (emas): untuk rumah utama (omah jero)

    Salaka (perak): untuk bagian depan seperti pendhapa

    Sebagai contoh seseorang ingin membangun bagian utama rumah, yang disebut ‘omah jero’, maka harinya harus menghasilkan sisa Kencana (yaitu angka 4) setelah dihitung. Misalnya memilih hari Ahad Pahing (Ahad = 5, Pahing = 9), maka totalnya 14. Angka ini dikurangi dua kali jumlah unsur Panca Suda (2 x 5 = 10), sisa 4. Karena sisa 4 berarti Kencana, maka hari itu dianggap cocok untuk membangun rumah utama.

    Contoh lain, kalau ingin membangun lumbung padi, perlu mencari hari yang hasil akhirnya jatuh pada Sri, misalnya Selasa Kliwon (Selasa = 3, Kliwon = 8, total 11). Setelah dikurangi 10, sisa 1, yang berarti Sri. Maka hari itu cocok untuk mendirikan lumbung.

    Aturan ini berlaku untuk semua bagian rumah. Pemilik rumah perlu menghitung masing-masing ruangan kemudian, menyusun jadwal pembangunannya. Cara pemilihan hari ini dipercaya dapat membawa berkah dan ketenteraman bagi penghuninya.

    Itulah cara menentukan waktu yang tepat untuk membangun rumah berdasarkan tradisi Jawa, semoga membantu.

    Artikel ini sudah tayang di detikJateng

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com