Tag: indonesia

  • Industri Kripto Indonesia Sambut Pemerintah Baru, Apa Harapannya?

    Industri kripto Indonesia menyambut masa depan dengan optimisme tinggi, berharap perkembangan ekosistem dapat terus didorong ke arah yang lebih baik. Seiring dengan semakin besarnya potensi sektor ini dalam ekonomi digital, para pelaku industri berharap ada dorongan signifikan dari berbagai pihak untuk memperkuat regulasi, mendorong inovasi, dan menciptakan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Dengan semakin meningkatnya transaksi dan jumlah pengguna kripto di Indonesia, harapan besar tertuju pada kebijakan yang dapat memfasilitasi perkembangan ekosistem ini secara inklusif dan berkelanjutan.

    Saat ini, Industri kripto Indonesia menyambut pemerintahan baru Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming dengan harapan besar. Setelah resmi dilantik, para pelaku industri berharap pemerintah dapat memberikan dorongan signifikan bagi perkembangan ekosistem kripto dan teknologi blockchain di Indonesia, yang semakin menunjukkan potensi besar dalam ekonomi digital.

    Berdasarkan data dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), pertumbuhan transaksi kripto di Indonesia terus meningkat pesat. Dari Januari hingga September 2024, nilai transaksi kripto mencapai Rp426,69 triliun, melonjak 351,97% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, jumlah pengguna kripto juga mengalami lonjakan, mencapai total 21,28 juta pengguna, termasuk penambahan 380 ribu pengguna baru pada bulan terakhir.

    Lebih dari itu, Indonesia berhasil memperkuat posisinya di ruang aset digital global. Laporan dari perusahaan analitik blockchain, Chainalysis, bertajuk The 2024 Global Crypto Adoption mengungkapkan bahwa pada tahun 2024, Indonesia berada di peringkat ketiga untuk adopsi kripto di dunia, naik empat tingkat dari tahun lalu yang berada di peringkat ketujuh. Posisi ini menunjukkan kemajuan signifikan, dengan Indonesia berada di atas Amerika Serikat (AS), Vietnam, Ukraina, dan Rusia, yang masing-masing menduduki peringkat keempat hingga ketujuh dunia. 

    Harapan Pelaku Industri Kripto

    Asosiasi Blockchain & Pedagang Aset Kripto Indonesia dalam Dialog Akhir Tahun bersama Dewan Komisioner OJK pada Senin 4 Desember 2023.
    Asosiasi Blockchain & Pedagang Aset Kripto Indonesia dalam Dialog Akhir Tahun bersama Dewan Komisioner OJK pada Senin 4 Desember 2023.

    Pencapaian ini menunjukkan potensi besar industri kripto di Indonesia. Pada satu kesempatan, Direktur Utama CFX, bursa kripto teregulasi di Indonesia, Subani, menyampaikan harapannya agar industri kripto Indonesia terus tumbuh pesat dan berkelanjutan, serta mendorong inovasi dalam pengembangan produk-produk baru yang bermanfaat bagi investor dan masyarakat luas. Menurutnya, dengan adopsi teknologi blockchain yang kian berkembang harus dimanfaatkan potensinya dengan maksimal.

    “CFX menyambut baik pemerintahan Prabowo-Gibran dan berkomitmen penuh untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam mengembangkan ekosistem ekonomi digital, khususnya di sektor kripto. Sebagai bursa kripto satu-satunya, kami percaya bahwa kolaborasi yang tercipta akan memperkuat tugas kami dalam melakukan pengawasan perdagangan transaksi kripto untuk memastikan keamanan, transparansi, dan terus melakukan edukasi di industri ini.”

    Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Blockchain dan Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo-ABI), Robby, menekankan pentingnya regulasi yang mendukung pertumbuhan tanpa menghambat inovasi. Menurutnya, industri aset kripto memerlukan keseimbangan antara perlindungan konsumen dan ruang untuk berinovasi. “Kami berharap adanya regulasi yang responsif dan adaptif, yang bukan hanya melindungi konsumen, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem blockchain yang sehat dan kompetitif. Dengan regulasi yang tepat, kita bisa menghadirkan keseimbangan antara perlindungan dan inovasi.”

    Chief Marketing Officer (CMO) Tokocrypto, Wan Iqbal, juga optimis terhadap kepemimpinan di era baru Indonesia ini. “Kami percaya pemerintahan yang baru saat ini akan melanjutkan kebijakan yang mendukung pertumbuhan industri kripto, serta menciptakan kerangka regulasi yang mendukung pertumbuhan sambil tetap menjaga stabilitas dan keamanan pasar. Kami harap pemerintah bisa menunjukkan minat besar pada kripto dan blockchain sebagai solusi untuk menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda. Ini menjadi momentum penting bagi industri kripto di Indonesia untuk terus berkembang,” ungkapnya.

    Baca juga: Santiment: BTC, LINK dan DOGE Bersinar di Tengah Volatilitas Kripto

    Senada dengan itu, Budi Santosa, pendiri Indonesian NFT Community (IDNFT), menyoroti perlunya kebijakan yang memperjelas dan mendukung infrastruktur blockchain. “Regulasi yang jelas dan menguntungkan bagi industri serta pengguna adalah kunci. Selain itu, dukungan terhadap infrastruktur blockchain dan perluasan edukasi publik sangat diperlukan untuk meningkatkan adopsi kripto dan teknologi terkait,” jelas Budi. Ia juga menekankan pentingnya  meningkatkan kolaborasi dengan akademisi dan industri. Selain itu harapannya pemerintah juga sudah mulai menerapkan blockchain di sektor publik.

    Dengan pemerintahan baru ini, industri kripto Indonesia berharap dapat terus berkembang di bawah regulasi yang mendukung inovasi serta kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekosistem kripto dan blockchain di Tanah Air. Tantangan ke depan akan menjadi peluang besar, jika pemerintah mampu memberikan dukungan yang proaktif dan memajukan Indonesia di sektor ekonomi digital.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Potensi Web3 Tingkatkan Ekonomi Digital Indonesia

    Potensi teknologi Web3 telah melihat gelombang pertumbuhan yang besar selama dua tahun terakhir. Banyak startup blockchain yang fokus pada pengembangan proyek Web3, NFT hingga kripto sebagai ide bisnisnya. 

    Menariknya pembahasan Web3 menjadi topik utama dalam acara “Web3 Community Meetup 2022” yang diselenggarakan di T-Hub by Tokocrypto Bali. Salah satu yang menjadi pembicara dalam acara yang digelar pada 26 Agustus 2022 lalu itu adalah Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda.

    Menurut pria yang akrab disapa Manda ini, melihat perkembangan Web3 di Indonesia masih relatif baru. Ada banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan untuk memaksimalkan potensi dari Web3 untuk pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

    “Meskipun permintaan besar, pengembang Web3 kekurangan pasokan talenta. Konsep Web3 masih merupakan ide yang relatif baru dan dikenalkan sejak tahun 2014. Tidak terlalu banyak mata kuliah yang mengajarkan blockchain, apalagi materi tentang konsep di dalamnya. Ini hanyalah salah satu dari sedikit alasan yang mendorong kami untuk membuat ekosistem yang diarahkan untuk pengembangan talenta di Web3,” kata Manda.

    Acara "Web3 Community Meetup 2022" di T-Hub by Tokocrypto Bali pada 26 Agustus 2022. Foto: Tokocrypto.
    Acara “Web3 Community Meetup 2022” di T-Hub by Tokocrypto Bali pada 26 Agustus 2022. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: TokoMall Dukung NFT Bira, Bangun Ekosistem Web3 Perspektif Baru

    Manda yakin Web3 bersama teknologi blockchain, kripto hingga NFT memiliki prospek menciptakan nilai tambah lebih bagi masa depan ekonomi digital Indonesia. Terlebih, Indonesia merupakan negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan potensi valuasi nilai ekonomi digitalnya bisa mencapai Rp 4.531 triliun pada 2030.

    “Salah satu langkah pertama dalam pengembangan Web3 adalah membangun ekosistem yang solid dari hulu ke hilir. Dari sisi pengembangan talenta, regulasi hingga menuju ke industri itu sendiri. Saat ini sudah banyak startup lokal yang fokus dalam pengembangan bisnis di Web3 dan blockchain,” jelasnya.

    Exchange Kripto Sebagai Gateway Dunia Web3

    Meskipun situasi market sedang lesu, potensi industri kripto dan blockchain masih sangat besar. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya perusahaan besar yang mulai meramaikan industri blockchain, seperti yang dilakukan GoTo yang mengakuisisi salah satu Calon Pedagang Aset Kripto di Indonesia.

    Secara terpisah, Manda melihat aksi korporasi tersebut menjadi salah satu bukti yang menunjukkan industri aset kripto di Indonesia, masih akan terus tumbuh dan memiliki peluang untuk pengembangan bisnis, serta membangun ekosistem yang lebih maju ke depannya. 

    “Saya meyakini ini bukan aksi korporasi terakhir, kita mungkin bisa saja melihat hal yang serupa di masa mendatang, di mana banyak perusahaan atau institusi masuk untuk mengembangkan bisnisnya di industri kripto maupun blockchain. Exchange kripto ini sebagai gateway atau pintu masuk untuk potensi pemanfaatan ekosistem blockchain, Web3, metaverse, NFT dan lainnya.” tuturnya.

    Ketua Umum ASPAKRINDO, Teguh Kurniawan Harmanda di acara Web3 Community Event, pada Jumat 26 Agustus 2022
    Ketua Umum ASPAKRINDO, Teguh Kurniawan Harmanda di acara Web3 Community Event, pada Jumat 26 Agustus 2022. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Menkominfo Dorong Pemanfaatan Teknologi Web3 di Indonesia

    Potensi Industri Aset Kripto Indonesia

    Industri aset kripto dalam negeri sendiri sejauh ini masih memiliki potensi cukup besar. Bappebti mencatat hingga Juli 2022, jumlah investor aset kripto sudah mencapai lebih 15,57 juta dengan nilai transaksi perdagangan di Indonesia tercatat sebesar Rp 232,4 triliun.

    Industri aset kripto ini bisa menjadi tonggak pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Seperti, membuka lapangan pekerjaan baru, khususnya yang berkaitan dengan teknologi blockchain. Kemudian, sudah banyak masyarakat Indonesia yang terbantu pemulihan ekonominya dengan investasi aset kripto.

    Keterbukaan pemerintah juga menjadi momentum baik untuk pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia. Indonesia menjadi negara yang memiliki regulasi cukup baik untuk mewadahi transaksi perdagangan kripto yang dianggap sebagai komoditi. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Menkominfo Dorong Pemanfaatan Teknologi Web3 di Indonesia

    Prospek pemanfaatan teknologi terbaru yakni Web3 akan menciptakan nilai tambah lebih bagi masa depan ekonomi digital Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Johnny G. Plate, menilai keberadaaan Web3 bisa menarik bagi pengembangan ekosistem digital nasional.

    “Masa depan khas Web 3.0 telah menawarkan terobosan dalam ranah digital yang terkait dengan teknologi blockchain, metaverse, dan konsep relevan lainnya seperti identitas digital,” ujarnya dalam Pembukaan NXC International Summit 2022 di Merusaka Hotel Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (31/08).

    Indonesia merupakan negara ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan valuasi US$ 70 Miliar pada 2021 dan diproyeksikan tumbuh hingga US$ 315,5 Miliar pada 2030.

    Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Johnny G. Plate di NXC International Summit 2022. Foto: Kominfo.
    Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Johnny G. Plate di NXC International Summit 2022. Foto: Kominfo.

    Baca juga: Thetan Arena Percaya Web3 Gaming Adalah Kunci Pertumbuhan Ekonomi di Asia

    Startup Web3 Indonesia Bisa Bersaing

    Johnny menyatakan keberadaan teknologi Web3 menjadi peluang yang menarik. Menurutnya, perkembangan terkini menunjukkan, jika perusahaan teknologi startup di sektor Web3 Indonesia dapat bersaing di tingkat internasional.

    “Merupakan peluang menarik untuk memanfaatkan potensi teknologi Web3. Salah satu pencapaian yang patut dicatat adalah pencatatan lima paten global yang menandai penemuan dan inovasi grup WIR di bidang teknologi digital,” ungkapnya.

    Oleh karena itu, Kementerian Kominfo terus mendorong anak bangsa mewujudkan peluang yang begitu besar dengan membangun ekosistem teknologi secara komprehensif.

    “Kominfo sebagai regulator, fasilitator, dan akselerator, untuk upaya transformasi digital, berusaha menggelar infrastruktur digital agar lebih merata untuk semua orang di setiap bagian nusantara,” ungkap Menkominfo.

    Web3
    Ilustrasi Web3.

    Baca juga: Pendiri Waves Crypto: Manipulasi Pasar Kripto Adalah Tanda Akhir Zaman

    Potensi Ekonomi Teknologi Web3

    Menkominfo, Johnny G. Plate, mengungkap generasi pertama Web3 yang dikenal dengan teknologi blockchain bisa menyediakan jaringan terdesentralisasi dan dapat dioperasikan semua orang menggunakan teknologi terkini.

    Mengutip hasil penelitian terbaru, ukuran pasar global Web 3.0 yang mencapai US$ 3,2 Miliar pada tahun 2021 dan diproyeksikan mencapai US$ 8,5 Miliar pada tahun 2030.

    Senada dengan Menkominfo, CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, mengatakan Web3 adalah fase baru yang menjanjikan. Potensi Web3 di Indonesia saat ini up and rising. Sejalan dengan visi Tokocrypto untuk terus menjadi builder sekaligus leader di ekosistem kripto, blockchain, dan Web3 di tanah air, sekaligus membawa Indonesia menjadi barometer di kancah global.

    “Tokocrypto sangat optimis tentang potensi Web3 untuk memperluas akses masyarakat ke semua peluang yang lebih baik, mulai dari ekonomi, kesehatan hingga pendidikan,” kata Kai.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kemendag Dorong Project Aset Kripto Indonesia Bisa Beri Daya Saing

    Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus memberi dorongan terhadap aktivitas industri aset kripto di Indonesia. Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, berharap semakin banyak project aset kripto asal Indonesia hadir di market untuk mengambil potensi yang ada.

    Jerry mengatakan dengan banyaknya project kripto lokal yang memiliki utilitas dan roadmap yang terbaik bisa semakin punya daya saing dan diminati pasar internasional.

    “Kementerian Perdagangan sangat mendukung perusahaan dan pelaku usaha dalam dan juga luar negeri untuk masuk di pasar aset kripto Indonesia yang terus berkembang ini. Terlebih, mengingat perdagangan aset kripto sangat bermanfaat bagi perkembangan perekonomian nasional,” ujar Jerry dalam siaran pers Kemendag.

    Wamendag menjelaskan, Bappebti telah menerbitkan Peraturan Bappebti (Perba) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. Peraturan ini merupakan pembaruan sekaligus mencabut Perba Nomor 7 Tahun 2020.

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto

    Baca juga: Jelang The Merge, Tokocrypto Bebaskan Biaya Trading Beli Ethereum

    Sebelumnya di PerBa No. 7 Tahun 2020, terdapat 229 jenis aset kripto yang bisa diperdagangkan secara resmi di Indonesia. Kemudian, dengan diterbitkannya Perba Nomor 11 Tahun 2022, maka jumlah tersebut meningkat menjadi 383 jenis.

    “Dari 383 jenis tersebut, ada sepuluh aset kripto yang berasal dari Indonesia. Ini merupakan langkah awal yang sangat baik dan patut diapresiasi. Semoga, nantinya akan lebih banyak lagi aset kripto asal Indonesia yang tergabung di dalamnya,” ungkap Wamendag.

    Project Aset Kripto Lokal yang Resmi di Bappebti

    PerBa No. 11 Tahun 2022 ini memuat daftar 383 jenis aset kripto yang boleh diperdagangkan di Indonesia. Di antara ratusan jenis itu, terdapat sejumlah project kripto lokal yang masuk. Berikut ini adalah beberapa project kripto lokal tersebut:

    • Toko Token (TKO)
    • VCGamers (VCG)
    • NanoByte Token (NBT)
    • BIDR (BIDR)
    • Kunci Coin (KUNCI)
    • PTU Token (PTU)
    • Rupiah Token (IDRT)
    • Degree Crypto Token (DCT)
    • Ana Coin
    • Cindrum (CIND)
    • Livepeer (LPT)
    • Shill Token (SHILL)
    Aset kripto lokal yang masuk daftar legal Bappebti.
    Aset kripto lokal yang masuk daftar legal Bappebti.

    Baca juga: Aset Kripto Lokal yang Masuk Daftar Legal Bappebti

    Investor kripto bisa melakukan transaksi perdagangan aset kripto melalui platform atau Centralized Exchange (CEX) resmi yang terdaftar di Bappebti, seperti Tokocrypto, Indodax, PINTU, Digital Exchange Indonesia dan lainnya.

    Nilai transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia tercatat sebesar Rp 859,4 triliun pada tahun 2021. Sedangkan, pada 2022, hingga Juli tercatat sebesar Rp 232,4 triliun. Hal tersebut menjadi indikasi bahwa ekonomi digital di Indonesia dapat menjadi suatu katalis bagi perkembangan perekonomian nasional. Tentunya, dengan tetap memperhatikan aspek hukum yang berlaku di Indonesia.

    “Ke depan, perlu dibentuk suatu sinergi dan kerja sama yang berkelanjutan antara Kementerian Perdagangan sebagai regulator, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan demi terciptanya ekosistem perdagangan digital yang solid. Dengan begitu, perdagangan fisik aset kripto nantinya dapat memberikan dampak yang lebih optimal bagi masyarakat dan ekonomi nasional,” pungkas Wamendag.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Indonesia Punya Lebih dari 500 Startup Kategori Blockchain

    Industri blockchain di Indonesia terus tumbuh. Perkembangan ini juga sejalan dengan tingginya permintaan talenta pekerja untuk mengisi banyak posisi yang tersedia di industri teknologi yang masih baru ini.

    Anggota pendiri Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I), Yos Ginting, mengatakan ada kurang lebih 569 perusahaan atau startup terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) masuk kategori pengembang blockchain. Data ini menunjukan tingkat pertumbuhan yang signifikan dari pelaku usaha yang fokus pada pengembangan teknologi rantai blok.

    “Terkait potensi kripto dan blockchain,saya melihat waktu tu itu ketika mendirikan Asosiasi Blockchain Indonesia pada Maret 2018 anggotanya hanya tujuh atau sembilan sekarang sudah 39. Pertumbuhannya sangat baik, jika kita lihat di KOMINFO ada 569 perusahaan yang secara kategori pengembang blockchain, kalau potensi Indonesia saya rasa sangat besar,” kata Yos Ginting di acara Coinfest Asia 2022, Kamis (25/8).

    Coinfest Asia 2022 digelar selama tanggal 25-26 Agustus 2022 di Cafe del Mar Bali. Foto: Coinfest Asia 2022.
    Coinfest Asia 2022 digelar selama tanggal 25-26 Agustus 2022 di Cafe del Mar Bali. Foto: Coinfest Asia 2022.

    Baca juga: Indonesia Berpotensi Pimpin Pertumbuhan Kripto di Asia Tenggara

    Indonesia Tingkatkan Adopsi Blockchain

    Dengan jumlah penduduk terbesar keempat dunia, Indonesia masih memiliki peluang untuk meningkatkan tingkat adopsi dari teknologi blockchain. Menurut Yos Ginting saat mengisi acara Coinfest Asia dalam sesi “Is Indonesia The Crypto Sleeping Giant in Asia?” Selain jumlah pengguna dari segi bisnis kategori blockchain yang memiliki kaitan erat dengan kipto juga terus tumbuh.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan meski saat ini dalam masa crypto winter, tapi pertumbuhan jumlah pekerja di industri aset digital dan blockchain tetap tumbuh, termasuk di Indonesia.

    “Dalam situasi industri blockchain di Indonesia saat ini, sedang terjadi bottle neck, di mana secara pertumbuhan bisnis sangat pesat, tapi ketersedian talent terbatas. Banyak startup blockchain dalam negeri yang berlomba-lomba untuk hiring mencari talenta terbaik. Di sisi lain, menemukan bakat blockchain itu sulit,” kata pria yang akrab disapa Manda.

    LinkedIn dan bursa kripto, OKX, telah merilis laporan "2022 Global Blockchain Talent Report". Sumber: LinkedIn.
    LinkedIn dan bursa kripto, OKX, telah merilis laporan “2022 Global Blockchain Talent Report”. Sumber: LinkedIn.

    Baca juga: Industri Blockchain Positif Ciptakan Lapangan Pekerjaan di Indonesia

    Menurut laporan LinkedIn dan exchange kripto, OKX, berjudul “2022 Global Blockchain Talent Report” menyebutkan pertumbuhan pekerja yang ada di industri blockchain Indonesia masuk dalam daftar teratas yang meningkat signifikan.

    Dari segi pertumbuhan pekerja blockchain, Indonesia masuk ke dalam peringkat 10 negara teratas. Indonesia menduduki peringkat ke-8, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 43%. Posisi Indonesia tepat berada di bawah Bulgaria (52%) dan di atas Polandia (24%) dan China (12%).



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Indonesia Berpotensi Pimpin Pertumbuhan Kripto di Asia Tenggara

    Pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia sudah tidak bisa dipandang sebelah mata. Banyak ahli yang memprediksi Indonesia akan memimpin pertumbuhan industri kripto dan blockchain di kawasan Asia Tenggara.

    Director, Finance Programs and Chair, Administrative Sciences Department Metropolitan College, Boston University, Professor Irena Vodenska, Ph. D., CFA, mengatakan ekosistem aset kripto di Indonesia terus bertumbuh dari waktu ke waktu. Indonesia diprediksi akan menjadi pemimpin sentral ekosistem kripto dan blockchain di Asia Tenggara.

    Menurut Irena, setiap negara punya pertimbangannya masing-masing dalam pengadopsian aset kripto, baik dari sisi regulasi dan manfaatnya. Misalkan, di Amerika serikat, kesadaran untuk mengadopsi kripto sudah terbangun sejak 2013. Hal tersebut didasarkan atas pemahaman dan perlakuan Bitcoin yang sudah dianggap sama seperti sebuah properti.

    Adapula Jepang yang menjadi pemimpin dari penerapan mata uang kripto dalam sistem hukum negaranya. “Jepang juga memiliki jumlah trader bitcoin terbesar dengan akumulasi total transaksi mencapai 40% transaksi bitcoin dunia di Q4 pada 2017,” ujar Irena dikutip Antara.

    Director, Finance Programs and Chair, Administrative Sciences Department Metropolitan College, Boston University, Professor Irena Vodenska, Ph. D., CFA dalam Konferensi Internasional Manajemen di Pasar Berkembang Ketujuh (7th International Conference on Management in Emerging Markets/ICMEM) 2022 yang digelar oleh Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) secara virtual, Rabu (10/8). Foto: SBM ITB.
    Director, Finance Programs and Chair, Administrative Sciences Department Metropolitan College, Boston University, Professor Irena Vodenska, Ph. D., CFA dalam Konferensi Internasional Manajemen di Pasar Berkembang Ketujuh (7th International Conference on Management in Emerging Markets/ICMEM) 2022 yang digelar oleh Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) secara virtual, Rabu (10/8). Foto: SBM ITB.

    Baca juga: Mengenal Mushroom Mob NFT, Proyek ‘Jamur’ Digital Fokus di Kesehatan Mental

    Adopsi Kripto dan Blockchain di Berbagai Negara

    Australia menjadi salah satu negara yang maju soal adopsi kripto dan blockchain. Masyarakat Negeri Kangguru itu sedang mengadopsi teknologi transaksi Bitcoin dan aset kripto dengan rentang waktu penerapan dua tahun. Switzerland adalah salah satu negara yang menjadi rumah dari perusahaan terkemuka terkait pengembang teknologi blockchain di dunia.

    Switzerland bahkan disebut sebagai “CryptoValley” yang serupa dengan Silicon Valley di AS. Swiss menawarkan platform yang sangat kuat untuk peningkatan pertumbuhan ekosistem aset kripto global. Mulai dari infrastruktur yang mumpuni, talenta kerja kelas dunia dan lain sebagainya.

    Selain itu, akses terhadap pemerintahan Swiss yang ramah kripto lewat penerimaan pembayaran pajak dengan kripto dan sistem pemilihan berbasis blockchain.

    Di kawasan Asia lainnya, ada China yang menerima teknologi terkait dengan tangan terbuka. Saat ini, China merupakan rumah bagi berbagai usaha rintisan berbasis blockchain.

    Dari sisi perbankan, terdapat konsorsium yang menyatakan akan maju dan mendalami blockchain. Terakhir dari sisi pemerintah China, mereka secara aktif mendukung top aset kripto dan platform smart contact.

    Ilustrasi market kripto di Indonesia.
    Ilustrasi market kripto di Indonesia.

    Baca juga: Tiga Aset Kripto Potensi Reli Dampak dari The Merge Ethereum

    Aset Kripto Investasi Spekulatif

    Menurut Irena, kripto masih merupakan aset investasi yang spekulatif. Hal tersebut mengacu pada kondisi natural dari aset kripto yang masih belum stabil. Volatilitas dari nilai aset yang cepat justru bisa menimbulkan ketidakpastian bahkan kekacauan.

    “Penerapan mata uang digital (Central Bank Digital Currency/CBDC) diharapkan dapat berjalan di seluruh dunia untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama,” jelas Irena.

    Lebih lanjut, Irena mengemukakan pada dasarnya penggunaan teknologi yang berkembang dalam sektor keuangan ini bisa berpotensi mencapai tujuan dari prinsip berkelanjutan. Terutama dalam menumbuhkan dan mempromosikan proyek-proyek berbasis pembangunan yang berkelanjutan.

    Namun, menurut Irena, hingga hari ini dan beberapa tahun kedepan, penggunaan CBDC tidak akan menggantikan secara utuh uang yang ada. Orang tidak bisa dipaksa untuk menggunakan mata uang digital. Karena hal tersebut dapat menimbulkan ketidakadilan bagi banyak pihak. Dengan demikian, penggunaan CBDC dan mata uang negara-negara perlu digunakan secara bersamaan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Industri Blockchain Positif Ciptakan Lapangan Pekerjaan di Indonesia

    Pertumbuhan industri blockchain di Indonesia tampaknya terus bergeliat. Dampak positifnya, bisa ciptakan lapangan pekerjaan dan ternyata jumlah pertumbuhan pekerja di industri ini terus meningkat setiap tahunnya.

    Menurut laporan LinkedIn dan bursa kripto, OKX, bertajuk “2022 Global Blockchain Talent Report” menyebutkan bahwa pekerja yang ada di industri blockchain secara global telah meningkat 76% dibanding tahun lalu. Menariknya, Indonesia masuk dalam daftar negara teratas yang memiliki pertumbuhan positif.

    Dari segi pertumbuhan pekerja blockchain, Indonesia masuk ke dalam peringkat 10 negara teratas. Indonesia menduduki peringkat ke-8 untuk kategori ini, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 43%. Posisi Indonesia tepat berada di bawah Bulgaria (52%) dan di atas Polandia (24%) dan China (12%).

    LinkedIn dan bursa kripto, OKX, telah merilis laporan "2022 Global Blockchain Talent Report". Sumber: LinkedIn.
    LinkedIn dan bursa kripto, OKX, telah merilis laporan “2022 Global Blockchain Talent Report”. Sumber: LinkedIn.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, mengamini hasil riset yang dikeluarkan oleh LinkedIn dan OKX. Menurutnya, meski saat ini dalam masa crypto winter, tapi pertumbuhan jumlah pekerja di industri aset digital dan blockchain tetap tumbuh, termasuk di Indonesia.

    “Dalam situasi industri blockchain di Indonesia saat ini, sedang terjadi bottle neck, di mana secara pertumbuhan bisnis sangat pesat, tapi ketersedian talent terbatas. Banyak startup blockchain dalam negeri yang berlomba-lomba untuk hiring mencari talenta terbaik. Di sisi lain, menemukan bakat blockchain itu sulit,” kata pria yang akrab disapa Manda.

    Baca juga: Startup Kripto di Asia Berpotensi Jadi Unicorn, meski Bear Market

    Mencari Bakat di Industri Blockchain

    Manda menambahkan blockchain adalah salah satu tren teknologi terpanas di dunia saat ini. Tetapi menemukan bakat yang tepat dengan keterampilan prasyarat yang diperlukan untuk menguasai tools dan regulasi baru dalam teknologi blockchain adalah tugas yang sulit.

    “Kripto dan blockchain jelas merupakan industri yang sangat rumit yang membutuhkan keahlian khusus. Tapi, itu tidak berarti perusahaan harus membatasi diri pada rekrutmen yang sudah akrab dengan kripto atau aktif di dalamnya. Kami di asosiasi melihat siapa pun bisa memiliki kesempatan bekerja di industri ini. Artinya dia harus memiliki kemauan dan inovatif untuk mengimbangi perkembangan industri yang tumbuh pesat,” kata Manda.

    Ilustrasi startup. Foto: Pixabay.
    Ilustrasi startup blockchain. Foto: Pixabay.

    Manda memberikan informasi mengenai posisi yang menjanjikan di industri blockchain untuk jangka waktu yang panjang. “Pekerjaan blockchain developer sangat diminati terlepas dari perubahan masa depan kripto. Sementara, perusahaan blockchain akan terus memanfaatkan keahlian mereka yang sekarang dapat diterapkan di berbagai industri,” jelasnya.

    Baca juga: Venture Capital Percaya Kripto dan Startup Blockchain Bisa Tumbuh

    Syarat Keterampilan Pekerja di Industri Blockchain

    Lebih lanjut, menurutnya ada sejumlah keterampilan yang harus dipahami oleh para calon pekerja di industri blockchain, di antaranya:

    1. Pemahaman yang sangat baik tentang teknologi blockchain.
    2. Pemahaman yang kuat tentang kriptografi dan prinsip-prinsip keamanan.
    3. Pengetahuan tentang smart contract.
    4. Kemauan yang kuat untuk belajar dan keterbukaan untuk beradaptasi.

    Untuk mensiasati kekurangan pekerja di industri blockchain, banyak perusahaan yang mulai menjalankan program internship khusus dan bootcamp untuk menjaring talenta-talenta terbaik.

    Seperti halnya Tokocrypto yang berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) di bawah payung program Kampus Merdeka untuk memberikan pengalaman belajar berbasis karier di industri blockchain bagi para mahasiswa. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bappebti Setop Keluarkan Izin Baru Exchange Kripto di Indonesia

    Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengeluarkan surat edaran baru tentang penghentian penerbitan perizinan pendaftaran calon pedagang fisik aset kripto. Keputusan ini diambil setelah Bappebti mengeluarkan Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Perba) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

    Dalam surat itu, Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko, menjelaskan penghentian penerbitan izin ini bertujuan untuk mewujudkan kegiatan perdagangan pasar fisik Aset Kripto yang transparan, efisien dan efektif. Selain itu, juga membuat suasana persaingan yang sehat guna melindungi kepentingan semua pihak.

    “Untuk meningkatkan efektifitas pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) kepada calon Pedagang Fisik Aset Kripto dalam melakukan kegiatan perdagangan pasar fisik Aset Kripto maka perlu melakukan penghentian penerbitan tanda daftar sebagai calon Pedagang Fisik Aset Kripto,” tulis surat tersebut.

    Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko. Sumber: Bappebti.
    Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko. Sumber: Bappebti.

    Baca juga: Daftar Lengkap 383 Aset Kripto Legal Terdaftar Bappebti di Indonesia

    Cegah Dampak Negatif

    Dijelaskan Bappebti berwenang untuk melakukan perbaikan sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku, antara lain mencegah pengaruh negatif kegiatan Perdagangan Berjangka bagi perekonomian nasional dan masyarakat.

    “Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto di Indonesia menjadi salah satu sarana perdagangan ekonomi digital yang handal, serta mencegah dampak negatif kegiatan Perdagangan Aset Kripto bagi perekonomian nasional dan masyarakat, dengan memprioritaskan pembentukan kelembagaan utama penyelenggaraan perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto,” jelas Didik.

    Penghentian penerbitan tanda daftar bagi pelaku usaha di bidang perdagangan fisik Aset Kripto terkait perizinan hanya berupa tanda daftar sebagai calon Pedagang Fisik Aset Kripto. Penghentian ini belum diketahui akan berlangsung berapa lama atau bahkan bisa tidak dibuka kembali.

    “Penerbitan perizinan pendaftaran sebagai calon Pedagang Fisik Aset Kripto dihentikan dan Bappebti tidak menerima pengajuan permohonan sebagai calon Pedagang Fisik Aset Kripto.”

    Ilustrasi Bappebti.
    Ilustrasi Bappebti.

    Baca juga: Promosi Indonesia Via Metaverse, Kemenparekraf Bangun WonderVerse

    25 Daftar Calon Pedagang Aset Kripto di Indonesia

    Jumlah calon Pedagang Fisik Aset Kripto di Indonesia sendiri terus mengalami pertumbuhan. Hal ini terjadi meski market sedang lesu atau yang dikenal sebagai crypto winter.

    Terhitung pada pertengahan Agustus 2022, jumlah calon Pedagang Fisik Aset Kripto di Indonesia yang telah memiliki tanda daftar Bappebti tercatat sebanyak 25 perusahaan pedagang aset kripto. Padahal pada Maret 2022 baru ada 18 dari akhir tahun 2021 yang hanya ada 11 pedagang.

    Berikut daftar Calon Pedagang Fisik Aset Kripto resmi Bappebti di Indonesia:

    1. PT Aset Digital Berkat (Tokocrypto)
    2. PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax)
    3. PT Pintu Kemana Saja (PINTU)
    4. PT Tumbuh Bersama Nano (Nanovest)
    5. PT Kagum Teknologi Indonesia
    6. PT Aset Digital Indonesia (Incrypto)
    7. PT Bumi Santosa Cemerlang
    8. PT Cipta Koin Digital (Koinku)
    9. PT Coinbit Digital Indonesia (Coinbit)
    10. PT Galad Koin Indonesia (Galad)
    11. PT Gudang Kripto Indonesia (Gudang Kripto)
    12. PT Indonesia Digital Exchange (Digital Exchange)
    13. PT Kripto Maksima Koin (Kripto Maksima)
    14. PT Luno Indonesia Ltd (Luno)
    15. PT Mitra Kripto Sukses
    16. PT Pantheras Teknologi Internasional (Pantheras)
    17. PT Pedagang Aset Kripto
    18. PT Plutonext Digital Aset
    19. PT Rekeningku Dotcom Indonesia (Rekeningku)
    20. PT Tiga Inti Utama (Triv)
    21. PT Triniti Investama Berkat (Bitocto)
    22. PT Upbit Exchange Indonesia (Upbit)
    23. PT Utama Aset Digital Indonesia (Bittime)
    24. PT Ventura Koin Nusantara (Vonix)
    25. PT Zipmex Exchange Indonesia (Zipmex)



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Promosi Indonesia Via Metaverse, Kemenparekraf Bangun WonderVerse

    Pemerintah Indonesia semakin mantap untuk mengembangkan teknologi metaverse untuk kebutuhan industri. Terbaru, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan platform “WonderVerse Indonesia” dalam upaya mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia secara metaverse.

    Dalam pengembangan “WonderVerse Indonesia”, Kemenparekraf berkolaborasi dengan PT. Magnus Digital Indonesia. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan pemerintah harus menghadirkan dan memfasilitasi agar seluruh pihak bisa memastikan bagaimana metaverse meningkatkan kesejahteraan.

    “Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi bahwa transformasi digital termasuk metaverse harus mampu mendorong kedaulatan dan kemandirian digital Indonesia. Dalam transformasi ini, jangan sampai justru kita menjadi tamu di tanah kita sendiri. Bagaimana kita bisa menghadirkan konten-konten kreatif dan kekuatan digitalisasi kita berdasarkan Pancasila dan kebhinekaan dengan tentunya berakar pada kearifan lokal yang kita miliki,” kata Sandiaga dalam siaran persnya.

    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan platform "WonderVerse Indonesia." Foto: Kemenparekraf.
    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan platform “WonderVerse Indonesia.” Foto: Kemenparekraf.

    Baca juga: Bangun Ekosistem Metaverse di Indonesia, WIR Group Untung Rp 24 M

    Promosi Wisata Indonesia Via Metaverse

    Pengembangan “WonderVerse Indonesia,” selain untuk mempromosikan pariwisata Indonesia ke tingkat nasional dan mancanegara, platform itu juga untuk mendorong industri ekonomi kreatif mempromosikan produknya secara digital.

    “Sekarang kita ada dalam satu transisi di mana digitalisasi mendorong transformasi. Hadirnya platform baru ini adalah untuk mengangkat promosi pariwisata dan juga bagaimana ekonomi kreatif bisa kita tingkatkan dengan perkembangan teknologi,” kata Menparekraf, Sandiaga Uno.

    Pemasaran melalui metaverse menjadi satu keniscayaan seiring semakin terakselerasinya digitalisasi. Potensinya pun sangat besar. Bloomberg memproyeksikan metaverse akan menjadi masa depan internet dengan nilai yang ditaksir mencapai 800 miliar dolar AS pada 2024.

    Di tahun 2026 diperkirakan akan ada 25 persen dari populasi dunia yang akan menghabiskan setidaknya satu jam dalam sehari di metaverse.

    WonderVerse Indonesia Jadi Game Changer

    Sandiaga berharap platform “WonderVerse Indonesia” jadi game changer dalam promosi pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia ke depan. Nantinya diharapkan pelaku industri dan UMKM harus siap mengisi dengan produk-produk ekonomi kreatifnya dan destinasi wisata dipasarkan secara virtual.

    “Terus dukung untuk berdayakan industri ini dalam menciptakan 1,1 juta lapangan kerja tahun ini dan 4,4 juta lapangan kerja di tahun 2024,” kata Sandiaga.

    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan platform "WonderVerse Indonesia." Foto: Kemenparekraf.
    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan platform “WonderVerse Indonesia.” Foto: Kemenparekraf.

    Baca juga: Dampak Positif Metaverse dalam Keseharianmu!

    Chief Executive Officer (CEO) Magnus Digital Indonesia, Hendra Liman, menjelaskan, WonderVerse Indonesia terbagi menjadi empat bagian atau yang disebut dengan nama “land” yang merupakan representasi Indonesia sebagai negara kepulauan. Dalam “land” ini terdapat berbagai keanekaragaman yang bisa dinikmati.

    Eksplor WonderVerse Indonesia

    Pertama adalah “Lobby”. Di sini pengunjung bisa berinteraksi dengan hewan endemik, galeri lukisan dari seniman Indonesia serta layar lebar yang disediakan untuk mengetahui keseruan apa saja yang akan datang. Selanjutnya “WonderFUN Land” yang menghadirkan berbagai gim khas Indonesia serta hiburan seperti pertunjukan wayang, tari-tarian, dan sebagainya.

    Kemudian ada “WonderGoods Land”, di mana pengunjung bisa bertransaksi barang-barang khas Indonesia yang dipasarkan oleh para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

    Dan terakhir “WonderREAL Land”. Di sini pengunjung bisa langsung membeli tiket penerbangan, hotel, dan akomodasi selama liburan untuk mengunjungi Indonesia sesuai destinasi yang diinginkan. Namun untuk saat ini, MetaVerse Indonesia masih dalam tahap penyempurnaan dan akan terus dikembangkan. Harapannya keseluruhan akan bisa mulai diakses di kuartal 4 tahun 2022 ini

    “Kami berharap MetaVerse Indonesia dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan keindahan budaya Indonesia ke mata dunia. WonderVerse Indonesia dapat memberikan manfaat yang besar untuk Indonesia dari sisi digital, dari sisi travel dan terutama dari sisi ekonomi kreatif,” kata Hendra.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bangun Ekosistem Metaverse di Indonesia, WIR Group Untung Rp 24 M

    Metaverse selalu menjadi topik hangat yang menguntungkan di Indonesia. Terbukti, perusahaan pengembang ekosistem metaverse di Indonesia, WIR Group, telah mendapatkan untung dalam bisnisnya hingga lebih dari Rp 24 miliar.

    Dalam laporan keuangan perusahaan semester 1 tahun 2022, Emiten teknologi berbasis augmented reality (AR), PT WIR Asia Tbk (WIRG) atau WIR Group, telah mencetak laba neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 24,17 miliar, naik 43,3 persen dibandingkan semester 1 2021 sebesar Rp 16,69 miliar.

    Peningkatan pendapatan WIR Group yang mencapai 112,49% menjadi katalis positif dalam hijaunya laporan keuangan perusahaan. WIR Group yang merupakan perusahaan penyedia teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) itu berhasil meraup pendapatan sebesar Rp 650,70 miliar, bandingkan dengan total pendapatan di periode yang sama tahun lalu berjumlah Rp 306,21 miliar.

    Ilustrasi WIR Group. Foto: WIR Group.
    Ilustrasi WIR Group. Foto: WIR Group.

    Baca juga: Dampak Positif Metaverse dalam Keseharianmu!

    Tingginya Angka Penjualan

    Laporan keuangan perusahaan juga mengungkap tingginya laba dihasilkan berkat tingginya angka penjualan berbagai macam barang via platform WIR Group. Perusahaan kini tengah fokus dalam membangun berbagai macam proyek metaverse bermitra dengan pemerintah maupun swasta.

    Revenue stream yang muncul dalam pengembangan metaverse WIR Group mencapai Rp 505,94 miliar. Pencapaian itu meningkat 138,50% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 212,13 miliar. Segmen pendapatan ini berkontribusi sebesar 77,75% dari total pendapatan perusahaan.

    Dikutip Be[in]crypto, semakin banyak mitra yang bekerja sama dengan WIR Group, maka potensi penjualan barang virtual via metaverse juga semakin besar. Capaian itu mendorong pendapatan yang berasal dari promosi iklan lewat platform metaverse, sehingga ikut meningkat signifikan.

    Ilustrasi ketika lembaga pemerintahan Indonesia melirik pengembangan metaverse.
    Ilustrasi ketika lembaga pemerintahan Indonesia melirik pengembangan metaverse. Foto: Pusat Penerangan Kemendagri.

    Baca juga: Bahaya! Ini Alasan Kenapa Autentikasi SMS Bisa Bikin Akun Kripto Bobol

    Bangun Ekosistem Metaverse di Indonesia

    Chief Executive Officer (CEO) WIR Group, Michael Budi, menjelaskan rencana kolaborasi pemerintah-swasta dan antar perusahaan ini diharapkan dapat merintis metaverse versi Indonesia yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia di era digital.

    “Sebab, adanya dukungan dari pemerintah yang dilakukan secara masif akan sangat berpengaruh terhadap pengembang berbagai sektor kehidupan. Dalam waktu yang relatif cepat, visi pengembangan sektor teknologi metaverse secara pesat di Indonesia dapat terwujud,” ujarnya.

    WIR Group sebagai salah satu perusahaan teknologi perangkat lunak metaverse asal Indonesia akan memperkenalkan prototipe Metaverse Indonesia pada perhelatan Presidensi G20 Indonesia 2022 ini. Dalam kolaborasi ini WIR Group akan mengajak perusahaan global Meta dan Microsoft sebagai pengembang perangkat keras seperti kacamata augmented dan virtual reality.



    Sumber : news.tokocrypto.com