Tag: indonesia

  • Indonesia Alami Pertumbuhan Jumlah Pekerja di Industri Blockchain

    Crypto winter emang tengah melanda, tapi pertumbuhan jumlah pekerja di industri aset digital dan blockchain tetap tumbuh. Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan jumlah pekerja di industri blockchain tertinggi di dunia.

    LinkedIn dan bursa kripto, OKX, telah merilis laporan “2022 Global Blockchain Talent Report” yang menyebutkan bahwa pekerja yang ada di industri blockchain secara global telah meningkat 76% dibanding tahun lalu. Amerika Serikat (AS), India, dan China adalah negara dengan jumlah pekerja blockchain terbanyak. Ketiga negara tersebut merupakan lokasi penting bagi pengembangan bisnis blockchain.

    Laporan penelitian juga menunjukkan bahwa permintaan akan talenta inti di industri blockchain telah bergeser dari berorientasi finansial ke kandidat dengan keterampilan teknis. Dalam hal jumlah lowongan pekerjaan, R&D specialists memenuhi banyak permintaan global, diikuti oleh pekerjaan di bidang information technology.

    Product management, marketing dan human resources tidak jauh ketinggalan. Dari sisi permintaan rekrutmen, kandidat finansial kini berada di peringkat keenam.

    LinkedIn dan bursa kripto, OKX, telah merilis laporan "2022 Global Blockchain Talent Report". Sumber: LinkedIn.
    LinkedIn dan bursa kripto, OKX, telah merilis laporan “2022 Global Blockchain Talent Report”. Sumber: LinkedIn.

    Baca juga: Potensi Bisnis Kripto di Indonesia saat Bear Market

    Jumlah Pekerja di Industri Blockchain Indonesia Meningkat

    Menariknya dalam laporan tersebut, dari segi pertumbuhan pekerja blockchain, Indonesia masuk ke dalam peringkat 10 negara teratas. Indonesia menduduki peringkat ke-8 untuk kategori ini, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 43%.

    Posisi Indonesia tepat berada di bawah Bulgaria, yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 52%. Meski begitu, peringkat Indonesia berada di atas Polandia dan China, yang pertumbuhannya masing-masing mencapai 24% dan 12%.

    Sementara, India menempati peringkat pertama, dengan tingkat pertumbuhan 122%. Setelah itu, Kanada dan Singapura menyusul di posisi kedua dan ketiga. Masing-masing dengan persentase pertumbuhan 106% dan 92%.

    Industri Blockchain Terus Tumbuh

    Melesatnya jumlah pekerja di industri blockchain disebabkan oleh banyak faktor. Hadirnya metaverse, NFT, GameFi dan Web3 menjadi kunci pertumbuhan sektor blockchain secara global.

    Ilustrasi market kripto di Indonesia.
    Ilustrasi market kripto di Indonesia.

    Baca juga: Regulasi Baru Bappebti Dorong Tingkat Keamanan Investor Kripto

    Penerapan blockchain yang sudah menjadi infrasruktur dasar dalam revolusi teknologi global belakangan ini. Selain itu, blockchain juga terus memperluas aplikasinya dengan optimalisasi di berbagai sektor industri dan kehidupan.

    Industri aset kripto dan blockchain masih menjadi fokus utama para investor modal ventura atau Venture capital (VC), meski market sedang lesu. Bitcoin turun hampir 70% dari level tertingginya pada akhir tahun 2021, ketika VC menarik kembali investasi di sektor lain, aktivitasnya di startup kripto dan blockchain tetap sibuk seperti biasanya.

    Menurut Dove Metrics, ada 160 investasi publik oleh VC kripto bulan Juli lalu dengan total pendanaan yang diraih mencapai US$ 1,91 miliar. JP Morgan mencatat sejauh ini pada tahun 2022, investasi VC di industri kripto dan blockchain telah mencapai US$ 18,3 miliar. Itu hampir tiga kali lipat jumlah yang diinvestasikan pada tahun 2020.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Telkom Kembangkan Metanesia, Dunia Metaverse Serba Bisa

    PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) akhirnya meluncurkan Metanesia, konsep dunia virtual menarik yang membawa metaverse lebih dikenal ke masyarakat Indonesia. Peluncuran Metanesia ini dilakukan dalam puncak perayaan hari ulang tahun Telkom ke-57 yang diberi nama Digiland 2022 pada Minggu, 31 Juli 2022 di Istora Senayan, Jakarta.

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengatakan Metanesia merupakan sebuah ekosistem baru dari Telkom sebagai bentuk komitmen dalam mendukung akselerasi digitalisasi Indonesia. Erick berharap Metanesia ini bisa menjangkau banyak sektor industri.

    “Kami juga memperkenalkan Metanesia, sebuah ekosistem metaverse milik Telkom. Di Metanesia ini pengguna bisa konsultasi lewat layanan Biofarma secara live di dunia metaverse, hingga belanja jadi Perhutani dan PTPN. Semua orang bisa berinteraksi, belajar, menikmati hiburan, bermain game, bekerja, berolahraga, bahkan berbelanja,” kata Erick saat meluncurkan Metanesia dikutip Republika.

    Ilustrasi Metanesia, dunia metaverse dari Telkom. Sumber: Metanesia.
    Ilustrasi Metanesia, dunia metaverse dari Telkom. Sumber: Metanesia.

    Baca juga: Tokocrypto Dukung Perlindungan Konsumen dan Jamin Keamanan Investor Kripto

    Telkom Ciptakan Ekosistem Metaverse di Indonesia

    Direktur Digital Business Telkom, Muhamad Fajrin Rasyid, mengatakan Leap Telkom Digital melahirkan Metanesia sebagai ekosistem metaverse pertama di Indonesia yang ditujukan mengakselerasi digitalisasi nasional.

    Fajrin yang pernah menjabat sebagai petinggi Bukalapak menyebutkan metaverse sebagai dunia tanpa sekat yang mana siapa saja dapat mencari peluang dalam dunia baru tersebut. Hal inilah yang menjadi landasan untuk menciptakan Metanesia.

    Metanesia sendiri sudah hadir untuk seluruh masyarakat yang dapat diakses melalui smartphone, tablet, PC hingga immersed reality dengan perangkat VR, Occulus. Selain itu, pengguna juga dapat mengakses fitur ekstra dengan menggunakan advance device, seperti berkendara menggunakan driving force steering wheels.

    “Metanesia berkomitmen berperan aktif dalam memajukan industri digital dan transformasi digital gaya hidup masyarakat. Sehingga, kita dapat menjadi leading digital society di Asia Tenggara. Mari dukung digitalisasi Indonesia dan rasakan pengalaman baru dengan menjelajah di Telkom Metaverse,” tutur Fajrin.

    Roadmap Metanesia, dunia metaverse dari Telkom. Sumber: Metanesia.
    Roadmap Metanesia, dunia metaverse dari Telkom. Sumber: Metanesia.

    Baca juga: Market Awal Pekan: Laju Kripto Sedikit Tertahan, Tanda Bull Trap?

    Metanesia bertujuan untuk menciptakan dunia metaverse dengan interaksi virtual, serta memberikan pengalaman baru dalam memperkenalkan berbagai produk ke dunia digital.

    Masyarakat Indonesia sudah bisa mengunjungi dunia Metanesia melalui berbagai perangkat dengan mudah, di mana saja dan kapan saja. Aplikasi Metanesia sudah tersedia untuk sistem operasi Windows, Mac dan perangkat mobile Android serta iOS.

    Sejauh ini, ada tiga produk Metanesia, yaitu Metanesia Land, Metanesia Concert dan Metanesia Mall. Kemudian, Metanesia bisa jadi platform interaksi virtual sebagai media experience baru, di mana pengguna dapat saling terhubung, berkolaborasi dan bertransaksi.

    Layaknya dunia sungguhan, Metanesia memiliki beragam environment yang dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Target ke depan, Metanesia juga didukung smarteye.id yang sudah berpengalaman dalam mengembangkan augmented reality dan virtual reality.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investor Kripto Tembus 15 Juta, Bappebti Perketat Pengawasan Exchange

    Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan memperketat pengawasan perdagangan aset kripto atau exchange, serta terus mengedukasi dan meningkatkan literasi masyarakat. Hal ini dilakukan guna memberikan kepastian hukum agar masyarakat yang akan bertransaksi mendapatkan informasi yang jelas dan legal terkait aset kripto yang diperdagangkan dan calon pedagang fisik aset kripto (CPFAK) yang terdaftar di Bappebti.

    “Bappebti terus mengggencarkan edukasi tata cara bertransaksi aset kripto yang benar dan aman, mekanisme transaksi, peraturan-peraturan terkait, hingga risiko berinvestasi dan tata cara penyelesaian masalah. Terlebih saat ini, banyak beredar situs web maupun aplikasi yang menawarkan investasi kepada masyarakat, namun tidak dapat dipertanggungjawabkan”, terang Plt. Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko pada hari ini, Rabu (27/7).

    Didid mengungkapkan, Bappebti terus melakukan pengawasan kepada CPFAK secara off site dan on site. Pengawasan off site dilakukan terhadap laporan rutin dan berkala yang disampaikan CPFAK melalui surat elektronik (email) atau sistem pelaporan elektronik yang terhubung ke Bappebti. Sementara itu, pengawasan on-site dilakukan secara langsung, baik rutin maupun sewaktu-waktu, berdasarkan perhitungan pemetaan risiko.

    Ilustrasi Bappebti.
    Ilustrasi Bappebti.

    Baca juga: Bank Sentral Hong Kong: Kripto Penting Buat Sistem Keuangan Masa Depan

    Jenis Aset Kripto yang Tidak Sesuai Dilarang

    Didid menambahkan, setiap CPFAK dan produk aset kripto yang diperdagangkan harus didaftarkan ke Bappebti. Setiap jenis aset kripto yang tidak sesuai dengan peraturan Bappebti, tidak dapat diperdagangkan di Indonesia.

    “Aset kripto baru yang akan diperdagangkan harus didaftarkan ke Bappebti. Pendaftaran dapat dilakukan melalui CPFAK yang sudah terdaftar. Selanjutnya, penilaian akan dilakukan berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan. Penetapan aset kripto sendiri dilakukan melalui metode penilaian Analytical Hierarchy Process (AHP) yang memiliki beberapa kriteria penilaian,” tegas Didid.

    Bappebti telah mengeluarkan Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021. Dalam regulasi itu disebutkan syarat aset kripto yang dapat diperdagangkan di pasar fisik aset kripto. Aset kripto yang dapat diperdagangkan di dalam negeri mengacu pada Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

    Laporan pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia. Dok. Bappebti
    Laporan pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia. Dok. Bappebti

    Baca juga: Berlaku 1 Bulan, Pemerintah Indonesia Kantongi Pajak Kripto Rp 48,19 M

    Menurut Didid, Bappebti telah memberikan tanda daftar kepada 25 CPFAK dan menetapkan 229 jenis aset kripto yang dapat diperdagangkan di pasar fisik aset kripto. Dengan demikian, CPFAK hanya dapat memperdagangkan jenis aset kripto yang sudah ditetapkan oleh Kepala Bappebti.

    Jumlah Investor dan Transaksi Kripto Terus Tumbuh

    Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan PBK Tirta Karma Senjaya menambahkan, perdagangan fisik aset kripto merupakan salah satu komoditi yang sangat diminati masyarakat akhir-akhir ini. Bappebti mencatat, data transaksi aset kripto meningkat pesat.

    Hal itu terlihat dari nilai transaksi pada 2021 sebesar Rp 859,4 triliun atau naik 1.224 persen dibandingkan pada 2020 yang tercatat sebesar Rp 64,9 triliun. Selain itu, peningkatan terlihat dari transaksi Januari—Juni 2022 yang telah mencapai Rp 212 triliun. Hingga Juni 2022, pelanggan aset kripto di Indonesia tercatat memiliki 15,1 juta pelanggan.

    “Dengan tingginya minat masyarakat yang berinvestasi di bidang perdagangan fisik aset kripto, masyarakat diminta agar terlebih dahulu paham dengan benar produk dan mekanisme perdagangannya,” ujar Tirta.

    Ilustrasi market kripto di Indonesia.
    Ilustrasi market kripto di Indonesia.

    Baca juga: Survei: 87% Orang Tua di AS Investasi Kripto untuk Biaya Kuliah Anak

    Pertama, Tirta menyarankan, masyarakat harus menjadi pelanggan pada perusahaan yang memiliki tanda daftar dari Bappebti. Kedua, memastikan dana yang digunakan adalah dana lebih yang dihasilkan secara legal dan bukan dana yang digunakan kebutuhan sehari-hari.

    Selanjutnya, ketiga, menginvestasikan dana untuk jenis produk yang telah ditetapkan Bappebti. Keempat, mempelajari risiko yang mungkin timbul dan perkembangan harga komoditi yang terjadi karena harga yang fluktuatif. Keempat, pantang percaya janji-janji keuntungan tinggi atau tetap.

    “Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, ketahui terlebih dahulu profil dan legalitas CPFAK dengan mengakses situs resmi Bappebti di tautan www.bappebti.go.id,” pungkas Tirta.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berlaku 1 Bulan, Pemerintah Indonesia Kantongi Pajak Kripto Rp 48,19 M

    Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan berhasil mengantongi realisasi penerimaan pajak dari transaksi aset kripto mencapai Rp 48,19 miliar. Angka itu didapat pada realisasi penerimaan pajak kripto pada bulan Juni lalu atau satu bulan sejak mulai diberlakukan pada Mei 2022.

    Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengungkap penerimaan pajak tersebut berasal dari PPh 22 atas transaksi aset kripto melalui PPMSE dalam negeri dan penyetoran sendiri Rp 23,08 miliar. Kemudian, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam negeri atas pemungutan oleh non bendaharawan Rp 25,11 miliar.

    “Kita mendapatkan Rp23,01 miliar untuk PPh Pasal 22 dan PPN dalam negerinya Rp25,11 miliar,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN pada Rabu (27/7).

    Untuk diketahui, pajak atas transaksi aset kripto sendiri mulai dipungut sejak 1 Mei 2022 seiring dengan ditetapkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 68/2022. Pajak mulai dibayarkan serta dilaporkan oleh para exchanger pada Juni 2022.

    Siap! Transaksi Crypto di Indonesia Akan Dikenakan Pajak 0,1%
    Ilustrasi pajak aset kripto.

    Baca juga: Tokocrypto Setor Pajak Transaksi Kripto Pengguna Puluhan Miliar Rupiah

    Adapun, PPh yang dipungut atas transaksi aset kripto adalah PPh Pasal 22 yang bersifat final. Bila perdagangan aset kripto dilakukan melalui exchanger yang terdaftar Bappebti, PPh Pasal 22 final yang dikenakan adalah sebesar 0,1%. Serta, apabila penyerahan dilakukan melalui exchanger tidak terdaftar di Bappebti, tarif PPN naik 2 kali lipat menjadi sebesar 0,22 persen.

    Tokocrypto Telah Setor Pajak Transaksi Kripto Pengguna Miliaran Rupiah

    Tokocrypto pun telah menjalankan kewajiban sebagai badan/lembaga yang memungut pajak transaksi aset kripto. Selama penerapan PMK 68 yang sudah berjalan dua bulan selama periode Mei-Juni, Tokocrypto sudah menyetorkan pajak transaksi kripto para penggunanya sebesar Rp 37 miliar (US$ 2,5 juta) ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan.

    Jika berdasarkan data Kemenkeu, pada Mei 2022 realisasi penerimaan pajak dari transaksi aset kripto mencapai Rp 48,19 miliar, maka Tokocrypto berkontribusi hampir separuhnya atau 50%. Pada bulan Mei 2022, Tokocrypto menyetor pajak sebesar Rp 21 miliar. Sementara, pada Juni 2022 mencapai Rp 16 miliar.

    Ilustrasi pedagang aset kripto di Indonesia, Tokocrypto. Foto: Dimas Ardian/Bloomberg
    Ilustrasi pedagang aset kripto di Indonesia, Tokocrypto. Foto: Dimas Ardian/Bloomberg

    Baca juga: Tanya Jawab Lengkap Aturan Pajak Aset Kripto yang Wajib Dipahami

    CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, mengatakan Tokocrypto terus berkomitmen untuk menjalankan aturan pajak transaksi aset kripto sesuai dengan PMK 68. Adanya aturan pajak kripto bisa memberikan efek positif terhadap kepastian bagi investor dan pelaku industri kripto di Indonesia.

    “Kami sangat senang dapat memberikan kontribusi dalam penerimaan pajak kepada negara. Potensi penerimaan yang besar dari aset kripto bisa dioptimalkan untuk pembangunan merupakan sebuah upaya yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata Kai.

    Kai menjelaskan dengan pemberlakuan aturan pajak kripto atau PMK 68, ini menambah legitimasi industri aset kripto yang sedang berkembang. Di samping itu, setiap pemegang aset kripto di Indonesia akan mendapatkan kepastian perpajakan yang sangat jelas dengan tarif yang bersahabat.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Riset: Pajak Kripto di Indonesia Salah Satu yang Terendah di Dunia

    Pajak transaksi aset kripto telah berlaku di Indonesia sejak tanggal 1 Mei 2022 lalu. Menariknya penerapan kebijakan tersebut dianggap oleh sebuah riset terbaru menjadi tarif pajak yang terendah di dunia.

    Riset terbaru yang dilakukan Forex Suggest menyebut Indonesia masuk daftar negara yang memiliki tarif pajak kripto terendah di dunia. Meski begitu, Indonesia masih kalah di bandingkan tujuh negara lainnya yang membebaskan transaksi aset kripto dari pajak.

    Negara-negara yang belum menerapkan pajak aset kripto dalam riset berjudul “Worldwide Crypto Readiness Report” adalah Hong Kong, Swiss, Panama, Portugal, Jerman, Malaysia dan Turki.

    “Tujuh negara berbagi tempat teratas untuk pajak kripto terendah karena keuntungan yang diperoleh dari perdagangan aset kripto dibebaskan dari pajak capital gain untuk individu,” kata laporan tersebut.

    Negara-negara yang kenakan pajak kripto terendah di dunia menurut laporan Forex Suggest. Foto: Forex Suggest.
    Negara-negara yang kenakan pajak kripto terendah di dunia menurut laporan Forex Suggest. Foto: Forex Suggest.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 27 Juli 2022: Gerak Kripto Maju Teratur, Awas Tersungkur

    Negara-negara Bebas Pajak Kripto

    Hong Kong menganggap kripto sebagai komoditas digital, bukan mata uang, jadi capital gain tidak berlaku. Ini juga mirip dengan sikap Swiss tentang kripto yang menganggapnya sebagai aset kekayaan pribadi, yang tidak dikenakan pajak capital gain.

    Sementara, Portugal dan Panama juga tidak menganggap aset kripto sebagai alat pembayaran yang sah oleh karena itu pajak capital gain tidak berlaku untuk keuntungan. Malaysia tidak menganggap kripto sebagai alat pembayaran yang sah atau aset modal, membiarkannya bebas pajak bagi investor retail, meskipun jika itu merupakan sumber pendapatan reguler, itu dikenakan pajak penghasilan.

    Investor retail di Turki juga tidak perlu khawatir tentang pajak capital gain, karena pemerintah tidak memiliki peraturan untuk individu yang memegang kripto, meskipun bisnis yang berurusan dengan kripto harus membayar pajak perusahaan 20% atas keuntungan mereka.

    Ilustrasi pajak aset kripto.
    Ilustrasi pajak aset kripto. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Potensi Pertumbuhan Adopsi Kripto di Asia Tenggara

    Jerman mengambil pendekatan yang berbeda, dengan beberapa ketentuan untuk investor swasta. Pajak capital gain tidak berlaku jika aset kripto ditahan lebih dari satu tahun.

    Indonesia Terapkan Tarif Pajak Terendah

    Dalam laporan Forex Suggest, disebut Indonesia mengambil tempat kedua sebagai negara yang membebankan investor retail hanya 0,1% pajak capital gain atas keuntungan kripto mereka. Transaksi kripto juga dikenakan pajak pertambahan nilai di Indonesia berdasarkan undang-undang baru ini.

    Kemudian tempat berikutnya adalah negara Amerika Selatan, Chili. Negara ini membebankan biaya kepada investor swasta minimal 4% untuk investasi kripto mereka. Tidak seperti banyak negara lain, Chili tidak memiliki klasifikasi terpisah untuk capital gain, jadi setiap keuntungan yang diperoleh dianggap sebagai pendapatan dan dikenakan pajak yang sesuai.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Potensi Pertumbuhan Adopsi Kripto di Asia Tenggara

    Sejak tahun 2020, pasar kripto telah mengalami pertumbuhan signifikan dengan Bitcoin yang naik hingga lebih dari 1.000% dari Maret 2020 hingga November 2021. 

    Menurut laporan dari Crypto.com, adopsi kripto di seluruh dunia meningkat sekitar 178% di tahun 2021 mencapai 300 Juta pengguna dan investor kripto. 

    Sebagian besar pertumbuhan ini terlihat di Asia Tenggara dimana adopsi kripto meningkat sebesar 3,5% di 2021 menurut laporan dari perusahaan modal ventura bernama Star Capital.

    Potensi Pertumbuhan Kripto di Asia Tenggara

    Menurut laporan tersebut, lebih dari 600 perusahaan berbasis kripto dan blockchain memilih Asia Tenggara sebagai kantor pusatnya. 

    Perusahaan-perusahaan ini berhasil mendapatkan lebih dari US$ 1 Miliar dalam pendanaan hanya di 2021 dan diprediksi melebihi US$ 1,45 Miliar di 2022. 

    Pertumbuhan ini juga didukung oleh populasi Asia Tenggara yang terus bertumbuh pesat dimana 68,6% populasinya adalah pengguna internet secara aktif. 

    Selain itu beberapa masyarakat menengah ke bawah Asia Tenggara juga memiliki akses terbatas untuk menggunakan jasa perbankan. 

    Menurut laporan dari Bain & Company, sekitar 70% populasi Asia Tenggara masih berada di kondisi kesulitan untuk mendapatkan jasa perbankan dengan 27% hidup tanpa memiliki rekening bank. 

    Potensi Pertumbuhan Adopsi Crypto di Asia Tenggara 
    Data Populasi Asia Tenggara Kesulitan Jasa Perbankan dan Memilih Jasa Alternatif Perbankan

    Baca juga: Tokocrypto Setor Pajak Transaksi Kripto Pengguna Puluhan Miliar Rupiah

    Kurangnya akses ini dapat membuka jalan untuk adopsi kripto terutama jasa di sektor Decentralized Finance atau DeFi yang merupakan alternatif lain dari sistem perbankan. 

    Kedua alasan ini dapat membawa potensi signifikan untuk adopsi kripto di Asia Tenggara dan hal tersebut telah terbukti bersama peningkatan adopsi sebesar 3,56% di 2021. 

    Singapura adalah pemimpin dari adopsi ini dengan 10% populasinya yang memiliki kripto, lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat yang berada di 8,3%. 

    Adopsi DeFi dipimpin oleh Vietnam dan Thailand yang memiliki adopsi terbesar kedua dan ketiga setelah Amerika di 2021 menurut data dari Chainalysis.

    Indonesia juga terlihat memiliki potensi tinggi akibat ekosistem perusahaan berbasis kripto yang terlihat terus menarik perhatian dunia dari sisi tenaga kerja dan potensi keuntungannya. 

    Salah satu contohnya adalah PINTU yang merupakan salah satu platform investasi kripto terbesar di Indonesia yang menarik perhatian global sehingga berhasil mendapatkan pendanaan sebesar  US$ 113 Juta dari beberapa investor ternama. 

    Pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia juga membawa potensi signifikan untuk adopsi kripto. 

    Diperkirakan bahwa valuasi ekonomi digital Indonesia telah mencapai US$ 40 Miliar di 2019, naik empat kali lipat sejak 2015. Angka ini telah mencapai US$ 70 Miliar di 2021 dan saat ini merupakan perekonomian digital terbesar di Asia Tenggara. 

    Ilustrasi market kripto di Indonesia.
    Ilustrasi market kripto di Indonesia.

    Baca juga: Potensi Bisnis Kripto di Indonesia saat Bear Market

    Potensi Pertumbuhan Kripto di Indonesia

    World Bank juga memberikan data perkiraan bahwa akan terjadi peningkatan sebesar 5,1% di 2022 dari 2021 karena transisi ke ekonomi digital.

    Menurut laporan tersebut, saat ini semakin banyak masyarakat Indonesia yang merasa lebih nyaman dalam menggunakan uang digital mulai dari dompet digital hingga kripto. 

    Kenyamanan ini datang dari sulitnya mendapat akses perbankan bagi beberapa golongan masyarakat, dimana 51% dari populasi Indonesia masih tidak memiliki akses ke jasa perbankan dan 26% memiliki rekening bank tapi lebih sering menggunakan jasa keuangan di luar perbankan. 

    Dilaporkan juga bahwa 9 dari 10 pengguna internet di Indonesia lebih memilih menggunakan e-wallet atau dompet digital untuk belanja dan transaksi. 

    Kondisi ini menunjukkan data di mana total transaksi Rupiah melalui dompet digital telah naik signifikan terutama di 2022 mencapai sekitar US$ 30,8 Miliar dan diprediksi naik hingga US$ 70,1 Miliar di 2025. 

    Besarnya penggunaan dompet digital ini juga mempermudah transisi ke adopsi kripto.

    Coinvestasi melaporkan bahwa pertumbuhan adopsi kripto di Indonesia telah naik signifikan dari 2020 hingga 2021 yaitu lebih dari 100%. 

    Pada 2020, investor kripto hanya berada di angka 4 Juta investor, namun di 2021, angka tersebut telah naik menjadi 11,4 Juta investor. 

    Potensi Pertumbuhan Adopsi Crypto di Asia Tenggara 
    Data Investor Kripto Indonesia Januari 2020 – Mei 2022

    Baca juga: Wamendag: Indonesia Berpotensi Jadi Pasar Kripto yang Menjanjikan

    Laporan tersebut juga memperlihatkan bahwa pertumbuhan transaksi kripto telah meningkat dengan rata-rata 16,2% per bulan di 2021 dengan rata-rata transaksi harian mencapai US$ 156,9 Juta. 

    Hingga Mei 2022, angka ini terus meningkat bahkan telah mencapai sekitar 14,1 Juta investor menurut data yang diambil dari Bappebti. 

    Pertumbuhan ini tidak hanya ditunjukkan oleh investor ritel namun juga institusional yang mulai investasi pada proyek terkait kripto dan blockchain di Indonesia. 

    Contohnya adalah Sinar Mas, salah satu perusahaan konglomerat terbesar di Indonesia yang membuka platform perdagangan kripto baru bernama Nanovest dan kripto baru bernama NanoByte (NBT). 

    BRI Ventures, perusahaan modal ventura di bawah bank milik negara Indonesia juga meluncurkan kerja sama dengan Tokocrypto, salah satu platform kripto terbesar di Indonesia, untuk mendukung pertumbuhan adopsi kripto di Indonesia. 

    Regulator juga terlihat terus mendukung dengan adanya regulasi baru terkait pajak dan keamanan perdagangan kripto di Indonesia.  

    Untuk saat ini regulator juga telah mempermudah transaksi kripto dengan melegalkan lebih banyak platform investasi kripto di Indonesia. 

    Saat ini terdapat 25 platform perdagangan kripto legal yang bisa digunakan untuk melakukan transaksi kripto. 

    Diprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi digital Indonesia akan mencapai valuasi sebesar US$ 146 Miliar di 2025, dan kemungkinan besar kripto akan menjadi bagian besar dari pertumbuhan ini. 

    Artikel ini telah tayang di Coinvestasi dengan judul Potensi Pertumbuhan Adopsi Crypto di Asia Tenggara



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Startup Kripto di Asia Berpotensi Jadi Unicorn, meski Bear Market

    Sebuah laporan bersama oleh dua lembaga keuangan terkemuka, KPMG dan HSBC, mengungkapkan bahwa lebih dari seperempat dari 6472 startup yang beroperasi di kawasan Asia Pasifik memiliki bisnis inti mereka dalam industri kripto.

    Di antara perusahaan-perusahaan tersebut, lima muncul dalam daftar 100 startup teratas dengan potensi untuk menjadi unicorn, sebuah gelar startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari US$ 1 miliar. Potensi ini juga bisa terjadi di dalam ekosistem industri startup kripto di Indonesia.

    Laporan ini telah memasukan daftar startup kripto unicorn yang berbasis di China, Conflux Network; Memsonics, platform DeFi yang berbasis di Singapura Stader Labs; Catheon Gaming, platform game blockchain Hong Kong; Dan Maicoin, pedagang kripto asal Taiwan.

    Menurut laporan itu, ruang kripto masih memiliki potensi untuk menghasilkan startup unicorn yang dominan. Beberapa perusahaan unicorn saat ini di ruang kripto termasuk Ripples, OpenSea, Dapper Labs, Chainalysis, dan lainnya.

    Ilustrasi startup. Foto: Pixabay.
    Ilustrasi startup. Foto: Pixabay.

    Baca juga: Bank Indonesia Mau Rilis CBDC, Apa Itu Rupiah Digital?

    Head of tech, media, and telecoms (TMT) for KPMG Asia-Pacific, Darren Yong, memberi pendapat bahwa metaverse menjadi faktor penentu dalam perusahaan Web3 mencapai potensi mereka. Para pakar memperkirakan bahwa metaverse dapat tumbuh menjadi pasar bernilai US$ 13 triliun pada tahun 2030.

    “Akan ada kebangkitan aplikasi,” kata Yong. “Kami percaya bahwa perusahaan blockchain dan aset kripto secara lebih luas akan pulih di beberapa titik. Mereka akan muncul sebagai Amazon berikutnya.”

    Terlepas dari fungsionalitas di metaverse, faktor kunci yang dapat menentukan perkembangan industri adalah perkembangan dalam transaksi lintas batas. Transaksi lintas batas yang lebih cepat, lebih murah, dan lebih efisien akan menempatkan perusahaan DeFi di jalur menuju status unicorn.

    Ilustrasi metaverse.
    Ilustrasi metaverse.

    Baca juga: Prediksi Titik Balik Kripto Momen Super Bullish

    Potensi Industri Aset Kripto di Indonesia

    Meski market tengah dalam fase bearish, industri aset kripto di Indonesia masih memiliki potensi yang cukup besar. Bappepti mencatat hingga Juni 2022, transaksi untuk aset kripto sudah mencapai Rp 212 triliun. Meski, angka tersebut jauh lebih kecil dibanding tahun lalu, lantaran beberapa nilai aset kripto mengalami penurunan.

    Sementara, jumlah investor aset kripto kini sudah mencapai 15,1 juta investor, masih jauh lebih besar dibandingkan investor saham. Sementara, jumlah pedagang aset kripto yang resmi terdaftar di Bappebti sudah mencapai 25 perusahaan, tumbuh dari 11 perusahaan di penghujung tahun 2021 lalu.

    “Kami menyambut baik pertumbuhan jumlah calon pedagang aset kripto yang terdaftar resmi di Indonesia. Jika dari market atau masyarakat melihat akan semakin banyak kompetitor, namun kami melihat ini sebagai bukti bahwa industri kripto di Indonesia terus tumbuh dan sehat, serta punya potensi untuk berkembang, karena menarik banyak pemain untuk masuk ke industri ini,” jelas VP Growth Tokocrypto, Cenmi Mulyanto.

    Ilustrasi ekosistem blockchain, TokoVerse by Tokocrypto.
    Ilustrasi ekosistem blockchain, TokoVerse by Tokocrypto.

    Baca juga: Strategi Investor Kripto dalam Hadapi Gejolak Market

    Prospek ke depan, industri kripto masih menjanjikan dan akan terus tumbuh, bersamaan dengan adopsi teknologi blockchain yang semakin luas. Kripto nantinya tidak akan dilihat lagi sebagai instrumen investasi, namun sebagai backbone ekosistem yang bisa menyelimuti banyak sektor.

    Oleh karena itu, Tokocrypto tidak hanya fokus mengembangkan bisnis exchange yang sudah dimulai sejak 2017. Kami melebarkan lini bisnis dengan menciptakan ekosistem blockchain, TokoVerse, yang meliputi project kripto (TKO), NFT marketplace (TokoMall), program akselerator startup (TokoLabs), crypto hub (T-Hub), aplikasi edukasi (Kriptoversity) dan lainnya.

    “Investor bisa melihat industri aset kripto di Indonesia lebih luas lagi. Dampaknya akan besar tidak hanya sebagai instrumen investasi, tetapi membangun industri blockchain yang bisa meliputi banyak sektor. Kami terus menguatkan edukasi dan literasi aset kripto dan ekosistem blockchain kepada masyarakat di segala golongan usia. Diharapkan fokus utama kami ini, bisa membuahkan hasil yang baik dan ciptakan trust kepada masyarakat,” pungkas Cenmi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Wamendag: Indonesia Berpotensi Jadi Pasar Kripto yang Menjanjikan

    Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki pertumbuhan industri aset kripto yang baik dalam 2-3 tahun terakhir. Bahkan, Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, mengatakan Indonesia berpotensi menjadi pasar kripto yang menjanjikan.

    Jerry menyampaikan ekosistem industri dalam negeri bisa memberikan peluang bagi para investor Singapura untuk berbisnis aset kripto di Indonesia. Menurutnya, Indonesia dan Singapura juga dapat bekerja sama untuk mengamankan data-data sensitif dan aset-aset digital yang dapat ditransaksikan melalui platform perdagangan luar negeri yang bersifat lintas-batas (cross border).

    “Peluang bisnis kripto di Indonesia terbuka lebar. Ini menjadi kesempatan bagi para investor untuk berbisnis di Indonesia. Tentu saja, bisnis yang dijalankan harus tetap menerapkan peraturan yang berlaku di Indonesia,” kata Jerry saat menghadiri ABA Event bertema “Community Meet and Great Session Fireside Chat on Crossborder Blockchain, Cryptocurrency and Digital Asset Between Singapore and Indonesia” di Singapura (15/7).

    Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga
    Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga. Foto: Antara.

    Baca juga: Bank Indonesia Mau Rilis CBDC, Apa Itu Rupiah Digital?

    Potensi Kerja Sama Indonesia-Singapura di Industri Kripto

    Wamendag menambahkan potensi lain dari kerja sama yang bersinergi ini adalah mengadakan sosialisasi dan seminar bersama dengan Asosiasi Blockchain Indonesia dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO). Hal tersebut guna memberikan pemahaman tentang manfaat dan penggunaan teknologi Blockchain dan aset kripto.

    “Kerja sama antarinstansi pemerintah dapat dilakukan untuk mengantisipasi risiko kehilangan aset digital dan risiko penggunaannya,” ujarnya.

    “Kita juga dapat bekerja sama membangun platform blockchain tunggal berbasis komunikasi antarpemerintah untuk mengantisipasi kehilangan data-data penting, mengurangi biaya pelatihan, mengurangi biaya administrasi, dan menetapkan satu standar yang dapat menciptakan efisiensi pembiayaan lainnya.”

    Sejumlah proyek blockchain yang terkait dengan pemerintah Indonesia antara lain untuk mengamankan entri data, pendaftaran tanah, penelusuran proses bahan pangan, rantai pasokan komoditas, mengganti sistem berbasis kertas, mencegah penipuan, kepabean dan patroli perbatasan, transparansi anggaran, serta manajemen data antarlembaga.

    Ilustrasi market kripto
    Ilustrasi market kripto.

    Baca juga: Pemuda Indonesia Bobol Wallet Coinbase Raup Rp 16 M Ditangkap FBI

    Nilai Transaksi Kripto Berkembang Pesat

    Wamendag juga mengungkapkan, pertumbuhan nilai transaksi dan jumlah pelanggan aset kripto di Indonesia sangat luar biasa. Pada 2021, total nilai transaksi aset kripto mencapai Rp 859,4 triliun atau meningkat 1.224 persen dibandingkan pada 2020 yang tercatat Rp 64,9 triliun.

    Di paruh pertama 2022 ini, nilai transaksi kripto sudah di atas Rp 200 triliun. Data pertambahan investor aset kripto yang dirilis Bappebti juga menunjukkan kenaikan yang masif.

    Jumlah investor naik dari 2 juta orang pada 2020 menjadi 15,1 juta orang saat ini. Angka ini lebih banyak dari nasabah saham 9,11 juta. Kemungkinan itu menunjukkan, perdagangan aset kripto akan mampu bersaing dengan perdagangan saham.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pemuda Indonesia Bobol Wallet Coinbase Raup Rp 16 M Ditangkap FBI

    Nama Anggi Saputra menjadi pusat pembicaraan di dunia kripto Indonesia, karena berhasil membobol wallet beberapa pengguna Coinbase, salah satu platform perdagangan kripto terbesar di dunia. Coinbase sendiri telah mengumumkan mengalami peretasan yang menyebabkan sejumlah penggunanya kehilangan dana.

    Dilansir Liputan6.com, Anggi yang merupakan pemuda berusia 21 tahun asal Pekanbaru itu berhasil memperoleh uang miliaran rupiah dengan membobol akun Coinbase milik warga negara asing dan memindahkan ke akun miliknya.

    Anggi sempat masuk dalam penyelidikan Federal Bureu Investigation (FBI) atas laporan korban dari Amerika Serikat. Berangkat dari laporan tersebut, Interpol berkoordinasi dengan Bareskrim Mabes Polri melakukan penelusuran karena pelaku diketahui berasal dari Indonesia, tepatnya di Pekanbaru.

    Setelah melakukan serangkaian penyelidikan hingga penyidikan, Anggi akhirnya tertangkap. Berkasnya kini sudah lengkap dan segera disidang setelah Kejaksaan Negeri Pekanbaru menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti dari Bareskrim pada akhir pekan lalu.

    Anggi Saputra menjadi pusat pembicaraan di dunia kripto Indonesia, karena berhasil membobol wallet beberapa pengguna Coinbase. Foto: Liputan6.com.
    Anggi Saputra menjadi pusat pembicaraan di dunia kripto Indonesia, karena berhasil membobol wallet beberapa pengguna Coinbase. Foto: Liputan6.com.

    Baca juga: Alasan Investasi Bitcoin Tetap Menarik untuk Jangka Panjang

    Belajar Otodidak Jadi Hacker

    Anggi dijerat dengan tindak pidana ilegal akses karena menilap aset kripto Ethereum (ETH) bernilai belasan miliar rupiah. Persidangan nantinya akan diikuti 10 Jaksa Penuntut Umum (JPU).

    Dalam dokumen persidangan, Anggi melakukan ilegal akses dengan metode phising mulai dari Agustus hingga Oktober 2022. Anggi yang tidak menamatkan pendidikan sekolah dasar ini melancarkan aksinya di Perumahan Tsamara Garden, Jalan Tengku Bey, Kecamatan Bukitraya.

    Ia belajar untuk meretas aplikasi Coinbase secara autodidak. Sebulan kemudian, Anggi menonton cara menyebarkan phising atau serangan yang dilakukan untuk memancing korban agar mau mengklik link serta menginput informasi kredential seperti username dan password di Youtube.

    Setelah itu, Anggi mencari penjual list email, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) dan validator untuk memvalidasi email yang terdaftar Coinbase. Lalu, sender atau tool untuk mengirim email secara otomatis.

    Ilustrasi exchange Coinbase.
    Ilustrasi exchange Coinbase.

    Baca juga: Ethereum 2.0 Rilis September 2022, Harga ETH Naik

    Pada pertengahan Juli lalu, tersangka menemukan grup Facebook dengan nama Sixteen Market yang menjual list e-mail. Kemudian, dia berkomunikasi dengan salah seorang pemilik akun Facebook yang menjual satu juta list email seharga Rp 300 ribu dan list email dikirim melalui Messengers.

    Rampas Dana Rp 16,5 miliar

    Setelah Anggi mendapatkan semua aplikasi dan tool, ia melakukan phising dengan cara memvalidasi satu juta email yang telah didapatkan. Ini untuk memastikan apakah email itu terdaftar atau tidak di Coinbase.

    Anggi akhirnya mendapatkan tiga akun email yang terdaftar di Coinbase. Ketiganya email tersebut milik warga negara asing. Kemudian, dia melakukan phising kepada korban dengan menggunakan sender SMTP, seolah-olah akun korban bermasalah dan perlu dilakukan verifikasi ulang yang masuk ke akun email korban.

    Ilustrasi exchange Coinbase.
    Ilustrasi exchange Coinbase.

    Baca juga: Strategi Investor Kripto dalam Hadapi Gejolak Market

    Korban mengklik link tersebut karena khawatir akun Coinbase dinonaktiifkan secara permanen. Namun, rupanya link tersebut terhubung ke web palsu yang seolah-olah mirip website Coinbase aslinya. Kemudian, Anggi memerintahkan korban untuk mengisi username dan password seakan-akan login ke akun Coinbase.

    Setelah mengisi, maka username dan password korban masuk ke dalam database milik Anggi. Setelah mengantongi itu, Anggi masuk ke aplikasi Coinbase menggunakan akun korban.

    Tak berselang lama aset mata uang digital Ethereum milik korban telah berpindah ke akun milik Anggi. Selanjutnya, Anggi melakukan penarikan dana menggunakan rekening Bank BTPN dan Bank BCA miliknya sebanyak 31 kali. Nilai dana yang ditariknya bervariasi mulai dari puluhan juta hingga hingga hampir Rp 1 miliar. Total keseluruhan mencapai Rp 16,5 miliar dalam bentuk Ethereum.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Aset Kripto yang Paling Diminati Investor Indonesia

    Industri aset kripto terus mengalami pertumbuhan dari sisi jumlah investor kripto dan nilai transaksi dari waktu ke waktu. Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebagai lembaga yang mengawasi dan mengatur perdagangan aset kripto mengeluarkan data transaksi terbaru dari industri yang baru tumbuh ini.

    Dari data yang dirilis Kemendag, disebutkan jumlah nasabah aset kripto telah mencapai 14,1 juta pada Mei lalu. Sementara itu, investor saham tercatat hanya 8,86 juta.

    Selain itu, aset kripto di Indonesia mengalami lonjakan luar biasa. Per 2020, nilai transaksi aset kripto sebesar Rp 64,9 triliun. Satu tahun kemudian, per Desember 2021, angkanya melonjak sangat signifikan menjadi Rp 859,4 triliun. Selama periode Januari hingga Mei 2022, tercatat sudah mencapai Rp 192 triliun.

    Ada hal menarik yang disebut dari data tersebut, bahwa ada lima jenis aset kripto teratas yang memiliki nilai transaksi tertinggi, yaitu Tether (Rp42,3 triliun), Bitcoin (Rp 18,5 triliun), Ethereum (Rp14,2 triliun), Dogecoin (Rp 6,8 triliun), dan Terra (Rp 6 triliun).

    Nasib Tether yang didenda 41 juta dolar AS oleh CFTC.
    Ilustrasi Nasib Tether yang didenda 41 juta dolar AS oleh CFTC.

    Baca juga: Bitcoin Kembali Turun ke Harga di Bawah $ 20 Ribu, Apakah Investor Mulai Menyerah?

    Tether (USDT) sendiri adalah aset kripto stablecoin yang dipatok ke dolar AS. Itu dibuat untuk menstabilkan nilai tukar dalam transaksi aset digital. Sejak kemunculannya, stablecoin telah memainkan peran yang sangat penting di pasar. 

    Tidak seperti aset kripto tradisional seperti Bitcoin dan Ethereum, yang nilai moneternya dapat berfluktuasi secara luas, stablecoin USDT dirancang untuk mempertahankan harga konstan US$ 1 dan didukung oleh cadangan dana yang besar atau rekayasa keuangan lainnya.

    Alasan Stablecoin Jadi Pilihan saat Bear Market

    VP Growth Tokocrypto, Cenmi Mulyanto, mengatakan laporan yang dikeluarkan oleh Kemendag sejalan dengan transaksi yang terjadi di Tokocrypto. Ia mengungkap bahwa tiga jenis aset kripto teratas yang ditransaksinya di platfrom Tokocrypto adalah USDT, ETH dan BTC.

    “Laporan transaksi aset kripto yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan untuk bulan Mei 2022, sejalan dengan situasi di Tokocrypto. Di platform kami tiga jenis aset kripto yang paling banyak di-trading adalah USDT, Ethereum dan Bitcoin. Untuk volume trading masing-masing belum bisa kami ungkap,” kata Cenmi.

    Menurut CoinGecko, USD Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) adalah dua stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar sejauh ini, masing-masing mencapai US$ 66 miliar dan US$ 55 miliar, pada 1 Juli 2022. Cenmi sedikit mengungkap kenapa volume trading Tether mengalami lonjakan ketika kripto sedang bear market

    Ilustrasi stablecoin.
    Ilustrasi stablecoin. Foto: David Sandron/Shutterstock.com.

    Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

    Menurut Cenmi, secara teori, nilai Tether seharusnya lebih konsisten daripada aset lainnya dan disukai oleh investor yang waspada terhadap volatilitas ekstrim dari koin lain. Selama pasar naik, Bitcoin biasanya akan jauh mengungguli stablecoin. Namun, selama tekanan pasar, stablecoin menawarkan perlindungan dari volatilitas.

    “Aset kripto tradisional berada di bear market, karena meningkatnya inflasi dan ancaman kenaikan suku bunga dari The Fed. Akibatnya, sulit untuk menemukan peluang untuk menghasilkan hasil keuntungan. Stablecoin mewakili satu-satunya tempat berlindung yang tersisa yang menawarkan pengembalian yang mengalahkan inflasi,” jelasnya.

    Meski begitu, Cenmi mengingatkan stablecoin adalah aset volatilitas yang lebih rendah, tetapi bukan tanpa risiko. Waspadai hal ini dan jangan mengalokasikan investasi yang berlebihan dan selalu melakukan riset serta selalu menggunakan uang dingin, bukan dana darurat.

    Ilustrasi Tpkocrypto dan Binance buat aset kripto BIDR.
    Ilustrasi Tpkocrypto dan Binance buat aset kripto BIDR.

    Di samping itu, Bappebti mencatat lima calon pedagang fisik aset kripto dengan nilai transaksi tertinggi pada Januari-Mei 2022, yaitu Tokocrypto, Indodax, Pintu, Rekeningku dan Zipmex. Cenmi mengatakan Tokocrypto masih memiliki daily trading volume yang terus tumbuh walaupun saat bear market.

    “Dalam situasi bear market saat ini, daily trading volume harus diakui terjadi penurunan dari segi daily trading volume dari sebelumnya pada saat normal bisa mencapai US$ 50-70 juta (Rp 747 miliar-1 Triliun), kini jadi US$ 15-20 juta (RP 224 miliar-298 miliar),” pungkas Cenmi.

    Baca juga: Tips Cuan Investasi Kripto Kala Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin



    Sumber : news.tokocrypto.com