Tag: indonesia

  • Das Wisata Kelawi, Green Canyon-nya Lampung Ini Lee…



    Jakarta

    Desa Kelawi di Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan dijuluki Green Canyon-nya Lampung. Selain itu, inovasi agrowisata menjadi daya tarik.

    Berkat itu pula Desa Kelawi diganjar penghargaan Desa Brilian Hijau 2023 oleh BRI. Keunggulan lainnya, Desa Kelawi mudah dijangkau dari Pelabuhan Bakauheni. Jarak Desa Kelawi dengan Pelabuhan Bakauheni tidak sampai 10 kilometer atau sekitar 15 menit berkendara melalui jalur lintas Sumatera.

    Setelah melewati jalan berbukit dan berliku sambil dimanjakan hamparan perkebunan, pengunjung akan langsung disambut hamparan pasir putih di Pantai Minang Rua, Desa Kelawi. Pantai ini memiliki pasir putih yang lembut.


    Soal kebersihan, warga bikin terobosan program Bank Sampah yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kelawi Mandiri. melalui program itu, warga Desa Kelawi bergotong royong memastikan kebersihan Pantai Minang Rua dan seluruh wilayah desa.

    Warga mengumpulkan sampah dan bisa dijual dan uangnya masuk ke rekening BRI warga. Nah, sampah-sampah itu dikelola BuMdes.

    Kehadiran Bank Sampah menjadi penyemangat warga Kelawi dalam menjaga alam. Tidak hanya meningkatkan kesadaran soal kebersihan, mereka juga bentuk nyata hadirnya literasi dan inklusi keuangan yang secara positif dijalankan BRI.

    Selain itu, desa Kelawi memiliki air terjun Jemara dan air terjun Khaja Saka.

    Selain keindahan pariwisata, Desa Kelawi juga memiliki keunggulan dari sisi agrowisata. Melalui inovasi pertanian, mereka berhasil melahirkan varietas alpukat terbaru, yakni alpukat sipit kelawi yang telah memiliki hak paten dan sertifikasi.

    Warga diajak untuk menanam jenis alpukat itu. Sementara, potensi wisata dikembangkan dengan mengajak pengunjung merasakan langsung kenikmatan alpukat asli dari desanya.

    Direktur Utama BRI Sunarso dalam acara BRI Microfinance Outlook 2025 pada 30 Januari menyampaikan telah memberikan pendampingan dan pembinaan kepada desa-desa potensial produktif melalui Desa Brilian. Sebanyak 4.327 Desa Brilian di Indonesia sejauh ini telah didorong untuk mengoptimalisasi keunggulan yang dimiliki dan menumbuhkan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

    Desa Brilian merupakan program inkubasi desa yang diselenggarakan oleh BRI bekerjasama dengan pihak ketiga sebagai komitmen perusahaan dalam mengembangkan potensi desa binaan BRI.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Wisata Religi di Jakarta, Ada Masjid Istiqlal hingga Makam Habib


    Jakarta

    Ada sejumlah tempat wisata religi di Jakarta yang menarik dikunjungi. Selain berkunjung ke sejumlah masjid, travelers juga bisa berziarah ke makam para habib.

    Bulan Ramadan menjadi salah satu momen yang paling dinantikan umat muslim. Selain menjalankan ibadah puasa, beberapa orang juga menyempatkan diri untuk melakukan wisata religi.

    Nah, ada sejumlah wisata religi di Jakarta yang wajib dikunjungi. Apa saja tempatnya? Simak ulasan singkatnya dalam artikel ini.


    Rekomendasi Wisata Religi di Jakarta

    Apabila bosan berkunjung ke tempat yang itu-itu saja, kamu bisa melakukan wisata religi di Jakarta bersama keluarga atau teman-teman. Simak rekomendasi tempat wisata religi yang dikutip dari catatan detikcom.

    1. Masjid Istiqlal

    Imam Besar Masjid Nabawi Syekh Ahmad menunaikan salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta. Syekh Ahmad juga mengisi khotbah dan memimpin salat di hadapan ribuan jemaah.Masjid Istiqlal. (Andhika Prasetia)

    Destinasi wisata religi yang pertama adalah Masjid Istiqlal. Kurang lengkap rasanya jika berwisata religi di Jakarta, tapi tidak berkunjung ke masjid yang satu ini.

    Masjid Istiqlal diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 22 Februari 1978. Memiliki luas bangunan 2,5 hektare di atas tanah 9,8 hektare, Masjid Istiqlal dapat menampung hingga 100.000 orang. Maka dari itu, Masjid Istiqlal termasuk salah satu masjid terbesar se-Asia Tenggara.

    Selama Ramadan, Masjid Istiqlal menggelar berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari salat tarawih, ceramah dari para ustadz, hingga mengadakan buka puasa bersama gratis bersama jamaah lain.

    Masjid Istiqlal berlokasi di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Bagi detikers yang ingin berkunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum, yakni KRL Commuter Line dan TransJakarta.

    2. Masjid Ramlie Musofa

    Warga melakukan amalan ibadah puasa dengan melaksanakan salat wajib dan memperbanyak salat sunah di Masjid Ramlie Musofa, Sunter, Jakarta Utara. Bulan puasa sebagai bulan penuh ampunan mendorong umat Muslim memperbanyak amalan ibadah untuk mempererat hubungan langsung kepada Allah (hablu minallah) maupun menjaga hubungan baik kepada manusia (hablu minannas).Masjid Ramlie Musofa. (Ari Saputra)

    Masjid Ramlie Musofa memiliki keunikan tersendiri dibandingkan masjid lainnya yang ada di Jakarta. Sebab, bangunan masjidnya mirip seperti Taj Mahal di India.

    Berlokasi di Sunter, Jakarta Utara, masjid ini didominasi oleh warna putih bersih dan corak warna emas di beberapa ornamen tulisan. Selain itu, dinding masjidnya juga dibalut marmer yang diimpor dari Italia. Hal tersebut semakin menunjukkan kemegahan dari Masjid Ramlie Musofa.

    Keunikan lain dari Masjid Ramlie Musofa adalah terdapat ukiran surat Al-Fatihah dalam tiga bahasa, yakni bahasa Arab, Indonesia, dan Mandarin. Sebab, masjid itu dibangun oleh seorang mualaf beretnis Tionghoa, maka dari itu terdapat corak bangunan yang memiliki unsur Tionghoa.

    3. Masjid Al Alam Marunda

    Masjid Al Alam terletak di Jalan Marunda No. 1 atau tepat berada di pinggiran Pantai Marunda, Jakarta Utara.Masjid Al Alam. (Pradita Utama)

    Rekomendasi wisata religi berikutnya adalah berkunjung ke Masjid Al Alam Marunda. Disebut juga sebagai Masjid Si Pitung, masjid ini termasuk salah satu yang tertua di Jakarta karena telah berdiri sejak 1527.

    Masjid Al Alam Marunda terdiri atas bangunan utama, bangunan baru untuk salat perempuan, pendopo, dan halaman. Uniknya, terdapat sebuah sumur yang bisa digunakan untuk berwudhu.

    Terletak di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, masjid ini memiliki sejarah panjang yang menarik. Masjid Al Alam seolah menjadi saksi bisu atas rentetan peristiwa dan perkembangan Islam yang terjadi di sekitar Marunda.

    Masjid ini menggabungkan empat kebudayaan dalam arsitekturnya, yakni bagian kubah berbentuk joglo merupakan arsitektur Jawa, lalu bentuk lengkung naga terinspirasi dari budaya Tionghoa, kemudian ornamen jendela dan pintu yang berkaitan dengan budaya Betawi, serta bentuk tiang dan bidang catur masjid yang kental budaya Eropa.

    Ada beberapa versi mengenai pendirian Masjid Al Alam. Versi pertama adalah masjid yang dibangun dalam waktu singkat oleh para aulia. Versi kedua menyebut bahwa masjid ini dibangun oleh pasukan Fatahillah sebelum menyerang Sunda Kelapa pada 1527. Versi ketiga menyebut masjid ini dibangun oleh pasukan Mataram pada abad ke-17.

    4. Masjid Agung Al Azhar

    Masjid Agung Al-AzharMasjid Agung Al Azhar. (Yusuf Alfiansyah Kasdini)

    Masjid yang satu ini terletak di tengah kota, tepatnya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Masjid Agung Al Azhar sempat dinobatkan sebagai masjid terbesar di Indonesia selama 10 tahun, sebelum akhirnya tergantikan oleh Masjid Istiqlal.

    Didirikan pada 19 November 1953 dan selesai dibangun pada 1958, Masjid Agung Al Azhar diprakarsai oleh 14 tokoh besar Partai Masyumi, termasuk Buya Hamka. Dapat menampung hingga 10.000 jamaah, Masjid Agung Al-Azhar menjadi salah satu masjid tertua dan terbesar di Jakarta.

    Awalnya, masjid ini bernama Masjid Agung Kebayoran Baru karena sesuai dengan lokasinya. Lalu, namanya diubah setelah seorang rektor Universitas Al-Azhar Kairo, Dr Mahmoud Syaltout mendatangi masjid ini dan memberikan nama “Al-Azhar” untuk masjid ini.

    5. Masjid Al Riyadh dan Makam Habib Ali Kwitang

    Masjid Al Riyadh KwitangMasjid Al Riyadh Kwitang. (detikcom)

    Destinasi wisata religi berikutnya adalah Masjid Al Riyadh. Meski berlokasi di dalam gang dan permukiman penduduk, tetapi masjid ini memiliki nilai sejarah dan patut dikunjungi.

    Berdiri sejak 1938, Masjid Al Riyadh didominasi oleh warna putih yang memanjakan mata. Masjid yang dapat menampung sekitar 50-100 jamaah ini juga terdapat makam Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi atau yang akrab dikenal sebagai Habib Ali Kwitang.

    Sebagai informasi, Habib Ali Kwitang merupakan salah satu tokoh ulama yang berpengaruh pada abad ke-20. Tidak hanya dalam perkembangan Islam di daerah Jakarta, tapi juga berperan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

    Habib Ali Kwitang lahir pada 20 April 1870 di Kampung Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Beliau adalah putra dari pasangan Al-Habib Abdurrahman Alhabsyi dengan Nyai Salmah.

    Di sisi kiri masjid terdapat empat makam. Di dalam makam tersebut bersemayam Habib Ali Kwitang dan keluarga. Tempat ini selalu ramai oleh pengunjung yang berziarah dan wisata religi, terutama saat hari Minggu dan menjelang Ramadan.

    Itu dia lima rekomendasi wisata religi di Jakarta. So, ingin berkunjung ke tempat yang mana dulu nih?

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Wisata Religi Terkenal di Surabaya buat Ramadan



    Surabaya

    Selain kaya akan wisata sejarah, Surabaya juga kaya akan wisata religi. Berikut 5 destinasi wisata religi di Surabaya yang bisa dikunjungi saat Ramadan.

    Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya menjadi saksi perjalanan panjang Bangsa Indonesia. Hal ini tercermin dalam keberagaman masyarakat Surabaya yang begitu dinamis dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk keagamaan.

    Memasuki bulan suci ramadan, tak sedikit masyarakat berkunjung ke wisata-wisata religi di Surabaya. Tujuannya untuk berziarah dan mempelajari sejarah perjalanan ajaran umat muslim di kota ini.


    Kehadiran berbagai situs wisata religi, menjadi sebuah simbol toleransi dan keharmonisan antarumat beragama di Kota Surabaya.

    Berikut 5 Wisata Religi di Surabaya yang Bisa Dikunjungi saat Ramadan:

    1. Masjid Al-Akbar Surabaya

    Masjid nasional Al-Akbar merupakan salah satu masjid terbesar dan terindah di Indonesia. Berlokasi di Jalan Masjid Al-Akbar Timur Nomor 1, Pagesangan, Kecamatan Jambangan, masjid ini salah satu landmark dari Kota Pahlawan.

    Masjid ini memiliki luas bangunan sebesar 28.509 m2 dan dapat menampung hingga 36.000 jemaah. Masjid ini pun diproyeksikan sebagai Islamic Center dengan peran multidimensi yang mencakup misi religius, kultural, edukatif, dan wisata religi.

    Beberapa daya tarik dari Masjid Al-Akbar di antaranya kubah dengan bentuk unik yang menyerupai setengah telur, serta keindahan ukiran dan kaligrafi yang memenuhi dinding-dinding masjid.

    Harga Tiket: Rp10.000
    Jam Operasional: 08.00-12.00, 13.00-16.00 WIB (Senin-Jumat)

    2. Masjid Cheng Hoo

    Dibangun tahun 2001, masjid ini menghadirkan konsep akulturasi antara budaya Tionghoa dan Agama Islam yang sangat menarik. Masjid Cheng Hoo salah satu ikon wisata religi di Kota Surabaya, tepatnya di Jalan Gading Nomor 02, Ketabang, Kecamatan Genteng.

    Ciri khas dari masjid ini adalah gaya arsitekturnya yang banyak dipengaruhi oleh budaya Tionghoa klasik yang kental. Hal ini ditunjukkan dengan ornamen-ornamen seperti relief naga dan pagoda dengan lafaz Allah di puncaknya.

    Gaya arsitektur dan interior masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai estetika semata, melainkan juga mengandung makna filosofi yang mendalam.

    Salah satunya, dikutip dari laman resmi Dunia Masjid, Ketiadaan pintu pada Masjid Cheng Hoo menyimbolkan keterbukaan. Bahwa masjid ini adalah tempat yang dapat digunakan oleh semua orang untuk beribadah tanpa memandang etnis apa pun.

    Harga Tiket: Gratis
    Jam Operasional: – 04.00-22.00 WIB (Senin-Minggu)

    3. Makam Sunan Ampel

    Sunan Ampel merupakan salah satu tokoh dari Wali Songo, yakni 9 ulama yang memiliki kontribusi besar terhadap sejarah penyebaran ajaran Agama Islam di Indonesia.

    Sebagai sosok yang dihormati oleh masyarakat, Makam Sunan Ampel selalu ramai akan pengunjung yang hendak berziarah. Makam Sunan Ampel masih berada di kompleks yang sama dengan Masjid Ampel, salah satu masjid tertua di Indonesia yang didirikan pada abad ke 15.

    Traveler yang tertarik untuk berkunjung, Makam Sunan Ampel berlokasi di Jalan Ampel Blumbang Nomor 2 A, Ampel.

    Harga Tiket: Gratis
    Jam Operasional: 24 jam (Senin-Minggu)

    4. Kampung Santri Ndresmo

    Kampung Santri Ndresmo dikenal sebagai salah satu pusat kehidupan santri, dengan banyaknya kehadiran pondok pesantren dan kegiatan keagamaan yang berlangsung di sekitarnya sejak zaman pemerintahan kolonial Belanda.

    Hingga saat ini, diketahui tidak hanya santri yang berasal dari Surabaya saja yang belajar di kampung ini, melainkan juga dari berbagai daerah di Indonesia.

    Sebagai kota yang dikelilingi oleh penduduk yang mayoritas menganut agama Muslim, Kampung Santri Ndresmo menjadi simbol penting yang menjaga identitas keislaman masyarakat d Surabaya.

    Di sini para pengunjung dapat menggali lebih dalam mengenai jejak perjalanan agama Islam di Surabaya, serta menilik peninggalan religi dan adat di Kampung Ndresmo.

    Alamat: Jl. Sidosermo III No.10A, Sidosermo, Kec. Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur.

    5. Makam Sunan Bungkul

    Sunan Bungkul atau yang memiliki nama asli Ki Ageng Supo merupakan salah satu tokoh yang juga berperan penting dalam penyebaran Agama Islam di Indonesia di akhir masa Kerajaan Majapahit.

    Sesuai namanya, Makam Sunan Bungkul berlokasi di belakang Taman Bungkul Surabaya. Meskipun Taman Bungkul sendiri dikenal dengan salah satu destinasi rekreasi baik untuk warga lokal maupun wisatawan.

    Tidak sedikit pula orang yang berkunjung ke taman ini untuk berziarah di Makam Sunan Bungkul, menikmati suasana religius dan sejarah yang ada di tempat tersebut.

    Harga Tiket: Gratis
    Jam Operasional: 24 jam (Senin-Minggu)

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJatim.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Awas Salah! Ini Cara Ngerem Motor Matic yang Benar di Turunan


    Jakarta

    Meski menjadi kendaraan populer di Indonesia, namun belum banyak pengendara yang tahu cara ngerem motor matic yang benar di turunan. Padahal, jika dilakukan asal-asalan, ada potensi kecelakaan.

    Banyak yang menganggap, motor matic merupakan kendaraan sederhana yang cukup gas-rem saja untuk mengendarainya. Kendati demikian, faktanya, kita juga harus mengetahui cara ngerem motor matic yang benar di berbagai situasi, salah satunya saat turunan.

    Demi menghindari risiko tak diinginkan ketika dalam perjalanan, berikut kami rangkum cara ngerem motor matic saat turunan.


    Cara Ngerem Motor Matic di Turunan

    – Jaga Kecepatan

    Pertahankan kecepatan yang sesuai dengan batas yang telah ditetapkan. Jangan melebihi batas kecepatan dan selalu gunakan kecepatan stabil.

    – Gunakan Kedua Rem

    Saat mengerem motor, gunakan rem depan dan rem belakang secara bergantian atau bersamaan. Pengereman dengan kedua rem bisa mempercepat proses pengereman dan proses berhenti menjadi lebih stabil.

    – Perhatikan Posisi Tubuh

    Menurut Yamaha Riding Academy (YRA) Yogyakarta, saat mau mengerem, posisikan badan agak tegak, pandangan lurus ke depan lengan dan bahu dalam kondisi rileks dan genggaman tangan di stang motor juga rileks. Gunakan jari tangan ketika menarik tuas rem dengan kekuatan jari yang cukup.

    – Gunakan Rem Depan di Jalanan Menurun

    Ketika mengerem di jalanan menurun, tekan handle atau tuas rem depan. Pemilihan rem depan dapat menahan daya dorong motor ke depan. Saat melintasi jalanan menurun, daya dorong motor ke depan lebih besar. Jadi dibutuhkan rem depan untuk menahan laju motor.

    Ketika dalam jalanan menurun panjang, hindari untuk mengerem secara terus menerus dalam waktu lama. Hal ini bisa membuat perangkat rem motor menjadi panas dan mengakibatkan kekuatan rem berkurang. Jika kamu merasakan kekuatan rem yang berkurang, sebaiknya berhenti sejenak untuk membiarkan suhu rem turun.

    Kesalahan Ngerem Motor Matic

    Melakukan rem ketika berkendara naik motor matic bukanlah hal yang sulit. Namun jika dilakukan dengan cara yang salah maka bisa meningkatkan potensi kecelakaan atau kerusakan pada rem. Berikut kesalahan yang sering terjadi ketika salah mengerem:

    1. Hanya Pakai Satu Rem

    Kesalahan pertama yang seringkali terjadi ketika mengerem saat mengendarai motor matic adalah hanya menggunakan satu rem. Hal ini bisa membuat laju kendaraan sulit dikendalikan serta rem menjadi cepat aus.

    2. Rem Mendadak

    Mengerem secara mendadak atau tiba-tiba bisa membuat roda terkunci dan motor pun tidak stabil. Selain itu, potensi kecelakaan pun meningkat.

    3. Mengabaikan Kondisi Rem

    Jangan abaikan kondisi rem. Sebab, rem yang aus atau rusak bisa membuat pengendara sulit mengendalikan laju motor.

    4. Menghindari Penggunaan Rem Depan

    Mungkin ada beberapa pengendara yang menghindari penggunaan rem depan karena khawatir roda depan akan terkunci. Padahal rem depan bisa memberi pengaruh lebih besar untuk memperlambat laju motor.

    (sfn/lth)



    Sumber : oto.detik.com

  • Dulu Perumahan Elite Karyawan Bengkel Kereta, Kini Sepi dan Mencekam



    Medan

    Dahulu, tempat ini adalah perumahan elite milik karyawan bengkel kereta zaman Belanda di Medan. Namun kini, kondisinya sangat sepi dan mencekam.

    Sepi dan mencekam adalah kesan pertama yang terlintas saat menapaki kaki di Jalan Bundaran, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.

    Padahal saat itu matahari baru sedikit condong ke arah Barat. Sejumlah rumah besar berlantai 2 tegak berdiri di areal Jalan Bundar tersebut. Rumah-rumah bernuansa kolonial Belanda itu terlihat kusam dan tidak terawat.


    Ada juga rumah yang sudah hancur, tinggal dindingnya saja. Kondisi jalan yang tidak diaspal dan becek, ternyata sudah tidak bisa dilalui kendaraan lagi karena tertutup semak belukar.

    Sesuai namanya, Jalan Bundar berbentuk bundar. Jika ingin menyusuri semua sisi, kita harus masuk dari Jalan Pertahanan dan dari Jalan Bengkel/Jalan Lampu.

    Kondisi rumah mewah di masanya itu sudah seperti tidak terurus. Di sekitar rumah yang tidak habis dihitung dengan jari itu terlihat banyak tumbuh rumput maupun pohon yang menambah kesan horor.

    Selain itu, terdapat juga rumah-rumah yang berukuran kecil yang dari kondisinya juga sudah berumur. Rumah-rumah kecil itu seperti komplek perumahan yang tersusun seperti satu blok.

    Perumahan Elit Bengkel Kereta Api Kolonial Belanda di Medan (Nizar Aldi/detikcom)Perumahan Elit Bengkel Kereta Api Kolonial Belanda di Medan (Nizar Aldi/detikcom)

    Dari rumah yang ada, PT KAI terlihat memiliki satu bangunan di lokasi itu yang diberi Mes Bundar. Mes itu berada di antara Jalan Bundar dengan Jalan Bengkel dan dirawat dengan baik.

    Di sekitar lokasi, terdapat menara air yang cukup besar. Konon menara air tersebut digunakan sebagai penampungan air bagi perumahan karyawan bengkel kereta api di masa lalu dan saat ini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution.

    Menurut warga sekitar, Yusuf (63), rumah-rumah di sana sudah lapuk dan kemudian ambruk. Yusuf sendiri telah tinggal selama 40 tahun di salah satu pintu masuk ke Jalan Bundar.

    “Iya hancur, lapuk tumbang,” kata Yusuf.

    Banyak rumah di lokasi itu sudah tidak ditempati lagi. Yusuf tidak tahu pasti berapa jumlah rumah peninggalan kolonial Belanda di areal itu.

    “Kera (hitung) aja, yang besar-besar itu, di depan ada, di sana ada,” ucapnya.

    Penjelasan Sejarawan

    Sejarawan Universitas Sumatera Utara (USU) M Azis Rizky Lubis mengatakan jika keberadaan perumahan elit itu awalnya diperuntukkan bagi karyawan bengkel kereta api yang ada di sekitar lokasi pada zaman kolonial Belanda.

    Namun, pembangunannya tidak bersamaan dengan perusahaan kereta Deli Spoorweg Matschappij terbentuk di tahun 1886.

    “Jadi memang keberadaan komplek perumahan itu tidak terlepas dari pembangunan kereta api di Kota Medan, tetapi bukan berarti ketika saat Deli Maatschappij kemudian membentuk anak perusahaan namanya Deli Spoorweg Matschappij itu (perumahan) langsung di bangun,” kata M Azis Rizky Lubis.

    Rel kereta api yang menghubungkan Medan dengan Labuhan sendiri dibangun 1886. Namun komplek perumahan di Jalan Bundar baru dibangun pada 1919 saat pembentukan werkplaats atau bengkel kereta api di sekitar lokasi.

    “Ketika pembangunan jalan kereta api pertama dari Medan ke Labuhan, itu pun belum ada lokasi, itu dia dibangun seiring dengan pembentukan bengkel kereta api di tahun 1919 atau dalam bahasa Belanda itu werkplaats,” ucapnya.

    Bengkel kereta api tersebut hingga saat ini masih beroperasi dan diberi nama Balai Yasa KAI Pulubrayan. Keberhasilan komplek perumahan bengkel itu disebut juga diperuntukkan bagi sekolah yang ingin mengunjungi bengkel kereta api di lokasi di masa lampau.

    Perumahan Elit Bengkel Kereta Api Kolonial Belanda di Medan (Nizar Aldi/detikcom)Perumahan Elit Bengkel Kereta Api Kolonial Belanda di Medan (Nizar Aldi/detikcom)

    “Sehingga perumahan itu dibangun untuk karyawan-karyawan termasuk juga mess bagi sekolah perkeretaapian yang mau berkunjung ke situ,” ujarnya.

    Di sekitar komplek perumahan bagi karyawan bengkel kereta api, ada juga beberapa komplek elit bagi orang Eropa. Sebab daerah itu disebut berdekatan dengan perkebunan Helvetia.

    “Di sekeliling itu juga ada komplek-komplek perumahan lain yang pada umumnya didiami oleh orang Eropa, sehingga dapat dikatakan jugalah Brayan itu termasuk kawasan yang cukup elit, karena tidak jauh dari situ kan ada perkebunan Helvetia,” ujarnya.

    Saat Jepang menduduki Indonesia, orang Eropa menjadi areal perumahan itu sebagai camp mengungsi. Alasannya selain karena daerah perumahan orang Eropa, lokasi itu juga dengan pelabuhan di Belawan.

    “Kenapa mereka memilih basecamp-nya di situ karena di situ memang salah satu populasi orang Eropa selain yang di Polonia, karena aksesnya juga lebih dekat ke Belawan,” tuturnya.

    Di awal pembangunan rel kereta api Medan-Labuhan tahun 1886, belum ada stasiun di Pulo Brayan. Saat itu masih ada semacam halte bukan stasiun seperti saat ini.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikSumut.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ini 10 Destinasi Liburan Menarik di Palangkaraya, Cocok bagi Pencinta Alam



    Jakarta

    Palangkaraya, ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, merupakan salah satu destinasi liburan yang menarik di Indonesia. Terkenal dengan keindahan alamnya yang masih asri dan budaya yang kaya, kota ini menawarkan berbagai pilihan tempat wisata yang cocok bagi para pecinta alam, petualangan, dan budaya.

    Berikut adalah beberapa destinasi liburan yang wajib dikunjungi ketika berlibur di Palangkaraya.

    1. Taman Nasional Sebangau


    Taman Nasional Sebangau merupakan salah satu kawasan konservasi hutan rawa yang terletak di Palangkaraya. Dikenal sebagai rumah bagi satwa liar seperti orangutan, beruang madu, dan berbagai jenis burung, taman nasional ini menawarkan pengalaman wisata alam yang luar biasa.

    Anda bisa melakukan trekking menyusuri hutan rawa dan menikmati keindahan alam sambil mengamati satwa liar di habitat aslinya. Taman ini juga menjadi tempat yang cocok bagi para pengamat burung dan pecinta fotografi alam.

    2. Bukit Tangkiling

    Bukit Tangkiling adalah destinasi wisata yang menawarkan panorama alam yang memukau. Terletak sekitar 25 km dari pusat kota Palangkaraya, bukit ini memberikan pemandangan hutan tropis Kalimantan yang sangat menawan.

    Di puncaknya, pengunjung dapat menikmati pemandangan Kota Palangkaraya dan sekitarnya. Bukit Tangkiling juga terkenal dengan tradisi adat Dayak yang masih dijaga oleh masyarakat sekitar, menjadikannya tempat yang menarik untuk belajar tentang budaya lokal.

    3. Kuala Kurun

    Kuala Kurun adalah ibu kota Kabupaten Gunung Mas yang terletak sekitar 100 km dari Palangkaraya. Kawasan ini dikenal dengan keindahan alamnya yang masih sangat alami.

    Jika Anda tertarik dengan wisata alam yang lebih tenang dan jauh dari keramaian, Kuala Kurun adalah pilihan yang tepat. Anda dapat menikmati pemandangan sungai, hutan tropis, dan budaya lokal suku Dayak yang khas.

    4. Danau Tahai

    Danau Tahai adalah sebuah danau alami yang terletak sekitar 20 km dari Palangkaraya. Danau ini dikelilingi oleh hutan rawa yang memberikan kesan tenang dan damai.

    Anda bisa menikmati kegiatan seperti perahu dayung atau sekadar menikmati keindahan alam sambil duduk di tepi danau. Keindahan Danau Tahai sangat cocok untuk wisatawan yang mencari ketenangan dan kedamaian di alam.

    5. Pusat Budaya Dayak

    Kalimantan Tengah, khususnya Palangkaraya, adalah rumah bagi suku Dayak yang memiliki budaya yang kaya dan unik. Di Palangkaraya, Anda bisa mengunjungi Pusat Budaya Dayak yang terletak di kawasan Tangkiling.

    Di sini, pengunjung bisa belajar tentang tradisi, adat istiadat, dan kerajinan tangan suku Dayak. Anda juga bisa menyaksikan berbagai pertunjukan seni tradisional Dayak yang menggambarkan kehidupan mereka sehari-hari.

    6. Cultural Park Palangkaraya

    Cultural Park Palangkaraya adalah sebuah taman budaya yang memiliki berbagai fasilitas untuk wisatawan. Di tempat ini, pengunjung bisa menikmati berbagai atraksi budaya, mulai dari pertunjukan seni, pameran kerajinan tangan, hingga acara tradisional yang menggambarkan kekayaan budaya masyarakat Kalimantan Tengah. Taman ini juga sering menjadi tempat untuk acara-acara besar, seperti festival seni dan budaya.

    7. Sungai Kahayan

    Sungai Kahayan adalah sungai terbesar di Kalimantan Tengah yang mengalir melalui Palangkaraya. Sungai ini sangat penting bagi kehidupan masyarakat setempat dan menawarkan pemandangan yang indah.

    Anda bisa menyewa perahu untuk berkeliling sungai, menikmati keindahan alam sekitar, dan merasakan kesejukan angin sungai. Sungai Kahayan juga menjadi jalur transportasi utama bagi masyarakat lokal, sehingga Anda dapat melihat kehidupan sehari-hari masyarakat setempat di sepanjang sungai.

    8. Masjid Raya Palangkaraya

    Masjid Raya Palangkaraya adalah salah satu masjid terbesar dan terindah di Kalimantan Tengah. Masjid ini memiliki arsitektur yang megah dengan desain yang memadukan gaya modern dan tradisional. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, Masjid Raya juga menjadi salah satu ikon kota Palangkaraya yang wajib dikunjungi.

    9. Hutan Kota Palangkaraya

    Hutan Kota Palangkaraya adalah ruang hijau yang terletak di pusat kota. Tempat ini sangat cocok untuk berolahraga, berjalan-jalan santai, atau sekadar menikmati udara segar di tengah kota. Hutan Kota Palangkaraya juga menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna lokal, menjadikannya tempat yang menyenangkan untuk bersantai sambil menikmati keindahan alam kota.

    10. Jembatan Kahayan

    Jembatan Kahayan adalah salah satu ikon utama Palangkaraya yang menghubungkan kedua sisi Sungai Kahayan. Dengan panjang lebih dari 700 meter, jembatan ini menjadi jalur utama transportasi di kota ini dan sekaligus menjadi tempat yang ideal untuk menikmati pemandangan sungai dan kota dari ketinggian. Pada malam hari, Jembatan Kahayan terlihat sangat indah dengan cahaya lampu yang memantul di permukaan sungai.

    Palangkaraya menawarkan berbagai macam destinasi wisata yang bisa memuaskan hasrat liburan Anda, mulai dari wisata alam yang menakjubkan! Ikuti dan menangkan liburan ke Palangkaraya dengan Jerome Polin di sini. Jangan lupa untuk menjelajahi keindahan alam Palangkaya dengan booking tiketnya di BookCabin.

    (akn/ega)





    Sumber : travel.detik.com

  • Desa BRlLiaN di Bali Punya Tata Kelola Air Terbaik-UMKM Bambu Mendunia!



    Jakarta

    Di lereng sejuk Baturiti, Tabanan, Bali, Desa Angseri memancarkan pesona unik yang melampaui citra wisata pantai Pulau Dewata. Lebih dari sekadar destinasi agrowisata, Angseri adalah potret nyata perpaduan harmonis antara kekayaan alam, inovasi berkelanjutan, dan kearifan lokal.

    Desa itu tidak hanya memikat dengan lanskap hijau dan mata airnya yang melimpah, tetapi juga dengan semangat pemberdayaan masyarakat yang menginspirasi. Desa Angseri, dengan aarea seluas 758 hektar, memanfaatkan hampir separuh wilayahnya untuk pertanian dan perkebunan, sebuah potensi yang diolah menjadi daya tarik agrowisata yang menarik.

    Selain itu, keberadaan Pemandian Air Panas Angseri menambah nilai lebih sebagai destinasi relaksasi alami.


    Desa ini memang diberkahi dengan sumber air yang melimpah dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Angseri menyadari potensi tersebut. Melalui kolaborasi dengan pemerintah desa dan Dinas PUPR Tabanan, BUMDes Angseri menerapkan program Pamsimas, memastikan akses air bersih bagi masyarakat.

    Menurut informasi dari situs resmi desa Angseri, potensi air itu memang dimanfaatkan dengan baik oleh Bumdes.

    Keberhasilan pengelolaan ini diakui dengan penghargaan sebagai Desa dengan Tata Kelola Terbaik dalam ajang Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023 dari BRI. Dengan tarif terjangkau, warga dapat menikmati 10 meter kubik air hanya dengan biaya sekitar Rp1.000 per hari.

    Ketersediaan air itu tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menstimulasi pertumbuhan ekonomi lokal, terutama bagi pelaku usaha kuliner. BUMDes Angseri juga proaktif dalam mengedukasi masyarakat tentang literasi keuangan digital, memfasilitasi pembayaran melalui platform digital yang disediakan oleh BRI.

    Kekayaan alam bambu menjadi basis utama pengembangan UMKM di Desa Angseri. Kerajinan bambu, seperti keranjang untuk keperluan sehari-hari dan ritual keagamaan, menjadi sumber pendapatan utama bagi banyak warga.

    Hutan Bambu

    Menurut informasi dari situs web desa Angseri, hutan bambu yang ada di Desa Angseri, memiliki prioritas untuk dikembangkan. Pemerintah desa sedang merancang strategi pengembangan pariwisata yang lebih terstruktur, bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk perencanaan tata ruang, termasuk pengaturan akomodasi.

    “Potensi di Desa Angseri masih banyak yang bisa dikembangkan. Potensi yang paling menarik di desa ini adalah bidang pariwisata,” kata Prebekel atau Kepala Desa Angseri I Nyoman Warnata, seperti yang dikutip dari website resmi Desa Angseri.

    Penghargaan dari BRI telah memberikan dorongan signifikan bagi perkembangan desa, menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dan pemerintah desa.

    Program Desa BRILiaN dari BRI bertujuan menciptakan model pengembangan desa yang dapat direplikasi. Hingga Juni 2024, program ini telah memberdayakan 3.602 desa di seluruh Indonesia.

    Dikutip dari detikBali, Regional CEO BRI Denpasar Hery Noercahya mengungkapkan Desa Angseri bisa ikut desa BRILiaN karena memiliki sejumlah kelebihan. Termasuk, tersedianya jaringan air bersih untuk masyarakat secara keseluruhan dengan sistem yang terukur dan terjangkau bagi masyarakat.

    Desa yang memiliki sejumlah objek wisata seperti Air Panas Angseri itu juga memiliki perencanaan pembangunan berkelanjutan atau masterplan desa.

    “Perencanaan ini bertujuan untuk mengatur pembangunan dengan terarah dan terukur,” kata dia.

    Hery menambahkan BRI memberikan pendampingan dari akademikus untuk peningkatan kapasistas pemerintah Desa Angseri. Selain itu, bank pelat merah tersebut juga mendukung penguatan BUMDes Cahaya Pesona Mandiri agar lebih yang profesional dan transparan dalam pengelolaan usaha desa.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Servis Yamaha Grand Filano Tahun Pertama, Ini Sparepart yang Diganti



    Jakarta

    Yamaha Grand Filano menjadi salah skutik klasik yang bisa dipilih konsumen Indonesia. Dan bagi Anda yang sudah meminang skutik bergaya Eropa ini ini, jangan lupa untuk melakukan perawatan secara berkala. Berikut perawatan Yamaha Grand Filano setelah dipakai satu tahun.

    Dari pengalaman detikOto, butuh biaya sekitar Rp 400 ribuan untuk servis Yamaha Grand Filano tahun pertama di bengkel resmi Yamaha. Umumnya, di servis tahun pertama ini jarak tempuh sudah mencapai 12 ribu km atau pemakaian sekitar 12 bulan atau lebih.

    Selain itu, pada servis tahun pertama ini pelanggan sudah tidak mendapatkan kupon servis gratis alias KSG. KSG hanya berlaku sampai servis keempat dengan lama pakai 10 bulan atau 10 ribu km. Jadi, untuk servis Yamaha Grand Filano tahun pertama ini dikenakan biaya jasa servis.


    Adapun perawatan yang harus dilakukan pada servis tahun pertama Yamaha Grand Filano yaitu perawatan sistem injeksi. Paket perawatan sistem injeksi ini meliputi servis CVT, servis injektor, dan juga biaya jasa servis. Total biayanya adalah Rp 181.500.

    Selain perawatan sistem transmisi dan injeksi, servis tahun pertama Yamaha Grand Filano ini juga mengganti sejumlah part, seperti busi seharga Rp 24.300, kemudian kampas rem depan Rp 64.000, selanjutnya ganti bearing depan sebanyak dua buah senilai Rp 42.000. Pemasangan bearing ini juga dikenakan ongkos sebesar Rp 33.000.

    Kemudian juga ada penggantian oli mesin Rp 51.000 dan penggantian oli transmisi Rp 14.500. Jadi, total biaya yang diperlukan untuk servis Yamaha Grand Filano pada tahun pertama adalah Rp 412.600.

    Tapi perlu dicatat, biaya servis di setiap daerah bisa berbeda-beda. Penggantian part juga bisa berbeda-beda, tergantung dari karakter pemakaian Grand Filano masing-masing konsumen.

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jangan Asal, Ini Rekomendasi Kegelapan Kaca Film Mobil



    Jakarta

    Penggunaan kaca film biasanya digunakan untuk kenyamanan, keamanan, maupun privasi pengemudi dan penumpang. Tetapi, memilih tingkat kegelapan kaca film tidak boleh dilakukan sembarangan.

    Linda Widjaja, Vice President PT V-Kool Indo Lestari menyebutkan beberapa rekomendasi tingkat kegelapan kaca film. Tingkat kegelapan kaca mengacu pada standar visible light transmission (VLT).

    Pertama untuk kaca depan, Linda menyebut tidak boleh lebih dari 40 persen.


    “Tentu untuk kaca depan baiknya tidak terlalu gelap, 30 sampai 40 persen masih oke,” kata dia di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Minggu (27/7/2025).

    Jika kaca depan terlalu gelap bisa mengganggu visibilitas pengemudi, terutama saat malam hari atau saat cuaca buruk.

    “Sekali lagi tergantung daripada selera masing-masing. Di beberapa daerah itu mereka suka memakai kaca yang gelap-gelap, biar pun kaca depan. Tapi kita sangat kita tidak sarankan, karena saat hujan itu akan mengganggu,” jelas dia.

    Dia melanjutkan kaca samping dan belakang tidak boleh lebih gelap dari 80 persen. Artinya minimal 20 persen harus ada cahaya yang masuk.

    “Kaca samping dan belakang maksimum 80 persen,” kata dia.

    V-Kool di GIIAS 2025

    Pada gelaran GIIAS 2025, PT V-Kool Indo Lestari selaku agen pemegang merek kaca film V-Kool di Indonesia, menampilkan beragam inovasi terkini yang menggabungkan performa teknis unggulan dan sentuhan estetika modern di area seluas 104 meter persegi di Pre Function Hall 9.

    V-Kool memperkenalkan dua produk andalan. Yang pertama adalah V-KOOL Ultimate Solitaire Series, sebuah kaca film canggih dengan teknologi XIR yang memberikan tingkat penolakan panas tertinggi di kelasnya. Teknologi ini mampu menghadirkan kenyamanan maksimal bagi pengendara tanpa mengorbankan tampilan visual kendaraan.

    Lanjut kedua adalah V-Kool Paint Protection Film (PPF), solusi perlindungan cat mobil dari goresan dan cuaca ekstrem tanpa mengurangi estetika mobil.

    Selama GIIAS 2025, V-kool memberikan potongan harga hingga 30% untuk setiap pembelian kaca film full body, mencakup kaca depan, samping, dan belakang. Sebagai bonus tambahan, setiap pembelian kaca film minimal Rp 5 juta, konsumen akan mendapatkan topi original New Era.

    Untuk pembelian V-Kool PPF Full Wrap bisa mendapatkan potongan tambahan Rp 3juta atau gratis kaca film depan saja,- kaca film ini bisa dipasang di mobil lain jika diinginkan.

    Selanjutnya Free Coating Premium sebelum pemasangan PPF, Free Screen Protector PPF, serta Free Asuransi 1 Tahun. Promo ini sangat terbatas selama pameran.

    Selama pameran GIIAS 2025, setiap pembelian produk V-KOOL memberi kesempatan untuk memenangkan satu dari tiga pasang sepatu Nike custom edisi spesial.

    (riar/lua)



    Sumber : oto.detik.com

  • Terkuak, Jakarta Kalah Macet dari Bandung



    Jakarta

    Kemacetan lalu lintas masih menjadi momok di banyak kota besar, tak terkecuali di Indonesia. Platform TomTom Traffic baru saja merilis daftar kota termacet di dunia dan hasilnya cukup mengejutkan. Kota mana saja yang masuk daftar?

    TomTom Traffic Index enggak cuma asal tebak, namun memakai data perjalanan rata-rata dan tingkat kemacetan yang dihitung secara detail. Termasuk, memakai ‘mata-mata’ berupa floating car data (FCD) yang diambil dari kecepatan dan lokasi kendaraan secara real-time. Data itu didapat dari fitur GPS di perangkat pengguna.

    Metode ‘Detektif’ Kemacetan Ala TomTom Traffic

    TomTom Traffic ini seperti detektif yang menganalisis kemacetan. Mereka enggak cuma lihat jalanan yang macet, tapi juga faktor-faktor lain yang bikin macet makin parah. Ada tiga faktor utama yang mereka amati.


    Yang pertama, faktor kurasi-statis, yang seperti identitas’ jalan, mulai dari ukuran, kapasitas, batas kecepatan, sampai jenis jalannya, kemudian faktor dinamis yang merupakan penyebab lalu lintas berubah-ubah, di antaranya perbaikan jalan, cuaca buruk, dan kemacetan itu sendiri. Kemudian, yang ketiga adalah faktor statis, yakni waktu perjalanan optimal di kota tertentu.

    Dengan faktor-faktor itu, bisa diketahui kapan jalanan seharusnya lancar. Dengan menggabungkan semua data ini, TomTom Traffic bisa memetakan kota mana yang paling ‘menyiksa’ buat para pengendara.

    Kota-Kota ‘Neraka’ Lalu Lintas di Indonesia

    Ini dia daftar kota termacet di Indonesia:

    1. Bandung, Jawa Barat: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 32 menit 37 detik
    2. Medan, Sumatera Utara: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 32 menit 3 detik
    3. Palembang, Sumatera Selatan: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 27 menit 55 detik
    4. Surabaya, Jawa Timur: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 26 menit 59 detik
    5. Jakarta: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 25 menit 31 detik

    Kota Termacet di Dunia

    Ternyata, kota termacet di dunia itu ada di Barranquilla, Kolombia. Waktu tempuh rata-rata per 10 km di sana mencapai 36 menit 6 detik! Wah, bisa sembari nonton drakor di jalan tuh!

    Kalau di Asia, kota termacetnya ada di Kolkata, India. Waktu tempuh per 10 km di sana mencapai 34 menit 33 detik.

    Di Asia Tenggara, kota termacetnya ada di Davao City, Filipina. Waktu tempuh mencapai 32 menit 59 detik untuk jarak 10 km. Filipina juga enggak mau ketinggalan macetnya.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com