Tag: institusi

  • Perusahaan Manufaktur Ini Diam-Diam Timbun Bitcoin, Pegang 1.252 BTC

    Perusahaan manufaktur swasta GIGA kembali menambah cadangan Bitcoin dalam neraca keuangannya. Perusahaan tersebut mengungkapkan telah membeli tambahan 38 BTC pada bulan lalu, sehingga total kepemilikan Bitcoin mereka kini mencapai 1.252 BTC.

    Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menggunakan Bitcoin sebagai aset cadangan jangka panjang guna meningkatkan ketahanan finansial perusahaan.

    GIGA Tambah Cadangan Bitcoin

    Dalam pengumuman terbarunya, GIGA menyatakan bahwa pembelian terbaru tersebut memperkuat strategi treasury perusahaan yang memanfaatkan Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap potensi penurunan nilai mata uang.

    Perusahaan pertama kali mulai mengakumulasi Bitcoin pada Juli 2025 dengan pembelian awal sebanyak 1.129 BTC.

    Dengan tambahan pembelian baru, total kepemilikan Bitcoin perusahaan kini meningkat menjadi 1.252 BTC.

    Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

    Nilai Kepemilikan Capai Sekitar $88 Juta

    Pada saat laporan ini disusun, harga Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$70.654 per koin.

    Dengan harga tersebut, total nilai cadangan Bitcoin milik GIGA diperkirakan mencapai sekitar US$88 juta.

    Besarnya kepemilikan tersebut menjadikan GIGA sebagai salah satu perusahaan swasta dengan cadangan Bitcoin terbesar di dunia.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi adopsi, ekspansi treasury seperti ini memperkuat narasi bahwa Bitcoin makin diterima sebagai komponen neraca perusahaan.

    “Jika tren berlanjut, semakin banyak korporasi bisa melihat BTC bukan sekadar instrumen spekulatif, melainkan aset strategis untuk diversifikasi, penyimpanan nilai, dan diferensiasi identitas pasar mereka,” analisanya.

    Posisi GIGA di Daftar Pemegang Bitcoin

    Berdasarkan data dari BitcoinTreasuries.NET, GIGA kini menempati posisi kedelapan sebagai pemegang Bitcoin terbesar di antara perusahaan swasta.

    Jika digabungkan dengan perusahaan publik yang juga menyimpan Bitcoin di neraca mereka, GIGA berada di peringkat ke-46 secara global.

    Strategi Perusahaan Gunakan Bitcoin

    Perusahaan menyebut penggunaan Bitcoin sebagai bagian dari strategi keuangan untuk meningkatkan fleksibilitas dan ketahanan perusahaan terhadap kondisi ekonomi yang tidak menentu.

    Selain itu, langkah ini juga dipandang sebagai cara untuk melindungi nilai aset perusahaan dari potensi depresiasi mata uang fiat.

    GIGA juga diketahui bergabung dengan organisasi Bitcoin for Corporations sebagai anggota eksekutif pada awal 2026.

    Keanggotaan tersebut bertujuan menunjukkan bagaimana perusahaan industri dapat memanfaatkan Bitcoin dalam neraca keuangan mereka untuk mendukung pertumbuhan bisnis di sektor teknologi konstruksi.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Startup Akuntansi Kripto Raih $45 Juta, Sinyal Masuknya Institusi

    Startup akuntansi aset kripto Cryptio berhasil mengamankan pendanaan sebesar US$45 juta dalam putaran pendanaan Series B. Investasi ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan institusi terhadap sistem yang mampu mencatat dan merekonsiliasi transaksi berbasis blockchain untuk keperluan audit, pelaporan keuangan, dan kepatuhan regulasi.

    Dilaporkan Cointelegraph, pendanaan tersebut dipimpin oleh BlackFin Capital Partners dan Sentinel Global, dengan partisipasi dari sejumlah investor lain seperti 1kx, BlueYard Capital, Alven, serta Ledger Cathay Capital.

    Permintaan Infrastruktur Akuntansi Kripto Meningkat

    Cryptio mengembangkan perangkat lunak yang memungkinkan perusahaan mengintegrasikan aktivitas blockchain ke dalam sistem akuntansi tradisional.

    Platform ini membantu perusahaan merekonsiliasi transaksi dari berbagai sumber seperti dompet kripto, kustodian, dan bursa aset digital. Data tersebut kemudian diubah menjadi catatan akuntansi yang dapat digunakan untuk pelaporan keuangan, audit, serta kepatuhan regulasi.

    Perusahaan mengklaim telah melayani lebih dari 400 klien institusional dan memproses transaksi senilai lebih dari US$3 triliun.

    Beberapa kliennya berasal dari sektor kripto seperti Circle, Gemini, dan Securitize, serta lembaga keuangan tradisional seperti SG-Forge milik Société Générale.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, yang menarik di sini bukan cuma angka pendanaannya, tapi fakta bahwa tokenized finance sedang menciptakan kebutuhan infrastruktur back-office yang nyata.

    “Dengan nilai aset real-world asset non-stablecoin yang disebut telah melampaui US$26 miliar dan permintaan banyak datang dari private credit serta US Treasuries tokenized, pertumbuhan onchain kini tidak hanya butuh likuiditas dan issuance, tapi juga sistem akuntansi dan pelaporan institusional yang matang,” jelasnya.

    Pasar Software Akuntansi Kripto Mulai Berkembang

    Cryptio bukan satu-satunya perusahaan yang bergerak di bidang ini. Sejumlah startup lain juga mengembangkan solusi serupa untuk membantu perusahaan mengelola transaksi blockchain secara akuntansi.

    Beberapa nama yang berada di sektor yang sama antara lain Lukka, TaxBit, Bitwave, dan CoinLedger.

    Munculnya perusahaan-perusahaan tersebut menunjukkan bahwa pasar infrastruktur akuntansi kripto mulai berkembang seiring meningkatnya aktivitas institusi di industri aset digital.

    Tokenisasi Aset Dorong Permintaan Baru

    Pertumbuhan Cryptio juga didorong oleh meningkatnya minat institusi terhadap tokenisasi aset.

    Tokenisasi memungkinkan berbagai aset tradisional seperti obligasi, kredit, atau instrumen keuangan lainnya direpresentasikan dalam bentuk token di blockchain.

    Menurut Sidra Pervez dari perusahaan tokenisasi Securitize, pencatatan keuangan yang akurat menjadi semakin penting ketika pasar modal tradisional mulai beroperasi menggunakan infrastruktur blockchain.

    Institusi Keuangan Mulai Terlibat

    Sejumlah lembaga keuangan global juga mulai aktif dalam pengembangan infrastruktur tokenisasi.

    Bank besar seperti HSBC, BNP Paribas, dan Goldman Sachs diketahui mendukung Canton Foundation, sebuah organisasi yang mengembangkan jaringan blockchain khusus untuk pasar keuangan yang teregulasi.

    Selain itu, State Street juga telah meluncurkan alat tokenisasi baru yang memungkinkan klien membuat produk keuangan seperti dana pasar uang, ETF, dan deposito dalam bentuk token berbasis blockchain.

    Nilai Aset Dunia Nyata yang Ditokenisasi Terus Bertumbuh

    Data industri menunjukkan bahwa nilai total aset dunia nyata yang telah ditokenisasi — tidak termasuk stablecoin — telah melampaui US$26 miliar.

    Sebagian besar permintaan datang dari sektor kredit swasta dan instrumen keuangan yang didukung oleh obligasi pemerintah Amerika Serikat.

    Segmen lain yang berkembang pesat adalah tokenized money market funds, yaitu versi berbasis blockchain dari dana pasar uang tradisional yang biasanya berinvestasi pada instrumen utang jangka pendek dengan risiko rendah.

    Perkembangan ini menunjukkan bahwa integrasi antara sistem keuangan tradisional dan teknologi blockchain semakin meningkat, sekaligus mendorong kebutuhan akan infrastruktur akuntansi yang mampu menjembatani kedua dunia tersebut.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NOBI Dana Kripto, Produk Manajemen Aset Kripto Pertama di Indonesia


    Jakarta

    PT Dana Kripto Indonesia (NOBI Group) meluncurkan NOBI Dana Kripto. Produk ini hadir sebagai pionir dan satu-satunya manajemen aset kripto di Indonesia.

    PT Dana Kripto Indonesia berhasil menjadi peserta OJK Regulatory Sandbox dengan nomor surat OJK S-196/IK.01/2025. Melalui produk ini, NOBI group menawarkan solusi investasi aset kripto yang lebih mudah melalui satu produk indeks terkelola.

    Peluncuran NOBI Dana Kripto bukan hanya menjadi tonggak penting bagi NOBI Group, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem investasi digital yang lebih inklusif di Indonesia. Produk ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus menciptakan pondasi untuk mendukung partisipasi institusi di masa depan.


    “Uji coba produk inovatif ini kami harapkan dapat memperbesar industri kripto di Indonesia, sekaligus menjangkau masyarakat yang selama ini masih menghadapi berbagai kendala untuk berinvestasi di aset kripto. Tidak menutup kemungkinan, langkah ini juga akan mempermudah institusi untuk berinvestasi di aset kripto pada kemudian hari.” ujar Co-Founder NOBI Lawrence Samantha, dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (31/8/2025).

    (akd/akd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Fintech di RI Masih Bisa Berkembang, Bagaimana Caranya?


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan sejumlah tantangan di sektor industri financial technology (fintech) Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK Djoko Kurnijanto.

    Djoko menyebut ada empat tantangan yang dihadapi pelaku industri fintech dalam negeri. Pertama, keberlanjutan bisnis. Menurutnya, keberlanjutan bisnis dapat dilihat dari dua aspek, yakni tata kelola perusahaan dan permodalan.

    “Nah banyak sekali perusahaan fintech yang berhenti di tengah jalan karena memang kurangnya tata kelola yang memandai. Dan juga permodalan atau kurang menarik buat investor untuk bisa menanamkan dananya untuk bisnis ini. Dan belum lagi kalau kita melihat dari data bahwa investor yang menginvestasikan dananya di fintech itu sekarang ini cenderung turun di tahun 2023 kemarin,” kata Djoko dalam acara Pre-Event Media Gathering, di Menara OJK Radius Prawiro, Jakarta Pusat, Senin (4/11/2024).


    Meski begitu, dia menerangkan beberapa perusahaan fintech tengah membidik investor asing. Hal ini berdasarkan hasil dari survey yang dilakukan oleh Asosiasi Financial Technology Indonesia (AFTECH).

    Kemudian tantangan selanjutnya, yakni sumber daya manusia (SDM) atau talent. Dia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejalan dengan bonus demografi. Pihaknya pun mengupayakan bagaimana SDM ini dapat memanfaatkan teknologi digital.

    “Nah kemudian tantangan berikutnya adalah kaitan dengan kemitraan dan kolaborasi. Nah ini juga yang menjadi tantangan kita bagaimana kita tetap terus bisa melakukan kemitraan atau kolaborasi ini dalam kegiatan apapun, any activities,” imbuh dia.

    Dia menerangkan pihaknya telah meluncurkan peta jalan terkait pengembangan dan penguatan inovasi teknologi sektor keuangan (ITSK). Di mana di dalamnya tertuang untuk pengembangan ITSK akan menekankan pada konsep pentahelix innovation hub yang melibatkan berbagai pihak, seperti perusahaan fintech, institusi/lembaga jasa keuangan, media, hingga akademisi. Kemudian dia menekankan pentingnya menciptakan regulasi yang memadai untuk industri fintech.

    “Nah, kenapa lingkungan regulasi ini sangat penting? Ini karena tidak terlepas dari adanya inovasi yang terus berjalan dan terus berjalan tanpa kita ketahui barang itu apa. Dan sudah sangat lazim bahwa inovasi itu datangnya pasti lebih duluan dibandingkan dengan regulasi. Nah, jadi tidak pernah inovasi itu menunggu regulasinya ada nggak ya? Nggak. Selalu inovasi lahir duluan. Nah, pertanyaannya adalah apakah kita sudah cukup kemampuan untuk bisa meng-embrace itu semua? Apakah kita sudah punya kemampuan dan infrastruktur untuk bisa merangkul semua inovasi yang terjadi di dunia digital ini? Khususnya yang terkait dengan finansial,” jelasnya.

    Lihat Video: Apple Pay Later yang Bikin Perusahaan Fintech Ketar-ketir

    [Gambas:Video 20detik]

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Transaksi Kripto RI Tembus Rp 650 T, CEO Indodax Beri Catatan Ini


    Jakarta

    Industri aset kripto Indonesia mencatatkan pertumbuhan luar biasa sepanjang 2024 dengan total transaksi mencapai Rp 650,61 triliun. Angka ini meningkat hampir empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 149,25 triliun.

    CEO Indodax, Oscar Darmawan menilai pertumbuhan ini menunjukkan bahwa aset kripto telah berkembang menjadi pilihan investasi yang semakin dipercaya oleh para investor, baik individu maupun institusi. Indodax mencatatkan volume transaksi tertinggi, dengan total mencapai sekitar Rp 133 triliun selama 2024, yang menyumbang sekitar 20,5% dari total transaksi nasional.

    “Kami melihat pertumbuhan ini sebagai sinyal positif bahwa masyarakat semakin memahami potensi aset kripto sebagai alternatif investasi yang menarik,” kata Oscar, dalam keterangan tertulis, Senin (3/2/2025).


    Oscar juga menekankan pentingnya kebijakan yang lebih mendukung industri kripto, termasuk penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas transaksi aset kripto. Menurutnya, kebijakan ini akan mendorong volume transaksi yang lebih besar dan berpotensi meningkatkan penerimaan pajak negara dua hingga tiga kali lipat dari angka saat ini.

    “Dengan menghapus PPN pada kripto, transaksi di Indonesia akan berkembang pesat, memungkinkan masyarakat berinvestasi dan bertransaksi dengan lebih leluasa, yang pada akhirnya akan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital berbasis aset kripto,” ujarnya.

    Ia membandingkan aset kripto dengan instrumen keuangan lain yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan umumnya tidak dikenakan PPN. Pihaknya berharap, kripto mendapatkan perlakuan serupa agar industri ini bisa berkembang lebih pesat dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi Indonesia.

    Di sisi lain, faktor-faktor eksternal seperti lonjakan harga Bitcoin dan aset digital lainnya, turut memperkuat daya tarik sektor kripto. Fluktuasi harga yang dinamis selama tahun 2024 menarik lebih banyak investor yang ingin memanfaatkan volatilitas pasar untuk mendapatkan keuntungan.

    Adopsi aset digital oleh perusahaan besar dan institusi keuangan global juga memainkan peran penting dalam mendorong kepercayaan masyarakat terhadap kripto sebagai aset yang sah dan menguntungkan. Oscar menilai, penguatan regulasi menjadi elemen kunci dalam mempercepat perkembangan kripto di Indonesia.

    “Regulasi yang jelas dan terstruktur memberikan rasa aman bagi para investor dan membangun fondasi yang lebih kuat untuk pertumbuhan industri ini. Kami selalu berkomitmen untuk mematuhi peraturan yang ada dan terus mendukung pengembangan regulasi yang mendukung ekosistem kripto,” kata dia.

    Selain pertumbuhan signifikan dalam volume transaksi, semakin banyaknya perusahaan dan institusi yang bergabung dalam pasar kripto turut mendorong peningkatan adopsi. Ini menunjukkan bahwa sektor ini semakin diterima sebagai bagian dari ekosistem ekonomi digital yang lebih luas.

    Pemerintah Indonesia juga terus berupaya memberikan kepastian hukum bagi pelaku industri, yang pada akhirnya memberikan dampak positif terhadap pasar. Dengan tren pertumbuhan yang berkelanjutan, Oscar optimistis bahwa kripto akan terus berkembang di Indonesia.

    “Kami percaya bahwa kripto tidak hanya sebagai instrumen investasi jangka pendek, tetapi juga sebagai bagian dari masa depan aset digital Indonesia. Dengan meningkatnya adopsi dan pemahaman masyarakat, industri ini akan terus berkontribusi pada transformasi digital yang lebih besar,” ujar Oscar.

    (shc/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • Blockchain hingga Kripto Terus Berkembang di RI, Ini Tantangannya


    Jakarta

    Teknologi blockchain saat ini terus berkembang. Tak cuma dari sisi bitcoin dan kripto namun ada juga Web3 yang memiliki potensi tantangan di Indonesia.

    Founder BlockDevId dan CTO INDODAX William Sutanto mengatakan, pentingnya pemberdayaan developer lokal agar implementasi Web3 bisa berjalan dengan baik di Indonesia.

    “Sebagai Founder BlockDevId, saya melihat Indonesia Hacker House ini sebagai wadah penting untuk mendorong adopsi dan pengembangan teknologi blockchain di Indonesia. Fokus utama kita adalah memberdayakan para developer lokal dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk membangun solusi inovatif di atas blockchain,” kata dia dalam siaran pers, Rabu (12/2/2025).


    William mengatakan, orang Indonesia selama ini semakin meminati Web3. Para developer-developer lokal juga memiliki talenta-talenta yang bisa menembus level internasional.

    “Minat terus tumbuh. Ada beberapa project Web3 dari Indonesia juga yang sudah berhasil memenangkan hackathon berskala global di luar negeri. Ini adalah indikasi yang jelas bahwa Indonesia memiliki talenta-talenta muda yang siap untuk terjun ke dunia Web3,” jelasnya.

    William mengomentari bahwa Indonesia memiliki regulasi yang terus dibuat secara positif. OJK sebagai regulator yang mengawasi industri kripto juga sudah membuka program Regulatory Sandbox dimana project-project Web3 juga bisa bisa berpartisipasi di dalamnya.

    “Regulasi yang belum jelas memang dapat menjadi hambatan. Namun, saya percaya pemerintah semakin menyadari potensi besar dari industri ini. Terlihat dari keterlibatan pemerintah yang aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Ditambah lagi dengan adanya program Regulatory Sandbox OJK untuk menaungi project web3 di Indonesia,” ujar dia.

    Sementara itu Head of Ecosystem Manta Network Shubham mengatakan bahwa salah satu cara untuk menarik lebih banyak developer ke industri Web3 adalah dengan meningkatkan edukasi di tingkat universitas. Kemudian, juga menyediakan program onboarding bagi developer Web2 agar mereka bisa bertransisi ke Web3.

    “Selain itu, penyelenggaraan hackathon, workshop, serta mentorship dengan pelaku industri juga dapat membantu meningkatkan minat dan pemahaman para developer terhadap teknologi blockchain. Walaupun membutuhkan waktu, dengan dedikasi dan dukungan dari berbagai pihak, adopsi Web3 di kalangan developer dapat berkembang lebih luas,” katanya.

    Kepala Program Studi Informatika, Universitas Pembangunan Jaya Ida Nurhaida mengungkapkan, Indonesia Hacker House bukan hanya sekadar acara. Tetapi sebuah inisiatif strategis yang dirancang untuk memberdayakan, menginspirasi, dan membentuk ekosistem developer Web3 yang solid di Indonesia.

    “Sebagai salah satu program unggulan yang melibatkan Prodi Informatika Universitas Pembangunan Jaya, acara ini mencerminkan komitmen kami dalam memajukan pendidikan berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujar dia.

    Melalui kurikulum yang inovatif dengan kompetensi AI dan Cyber Security, kolaborasi dengan institusi dalam dan luar negeri, mitra industri ternama seperti BlockDevId dan Manta Network, serta fasilitas pembelajaran berbasis praktek, Prodi Informatika UPJ terus bertransformasi menjadi pusat keunggulan dalam pendidikan teknologi di Indonesia.

    “Kami percaya, teknologi blockchain dan Web3 adalah masa depan. Dengan menghadirkan Indonesia Hacker House, kami tidak hanya mendukung pengembangan talenta muda Indonesia tetapi juga memperkuat peran Prodi Informatika UPJ sebagai motor penggerak dalam menciptakan solusi digital yang berdampak positif bagi masyarakat,” katanya.

    Membahas hal ini, komunitas developer blockchain Indonesia BlockDevId bersama Manta Network dan UPJ Bintaro menyelenggarakan acara Indonesia Hacker House pada 9-18 Februari 2025.

    Web3 adalah generasi ketiga dari teknologi web yang berfokus pada desentralisasi, keamanan, dan privasi pengguna. Teknologi ini bertujuan untuk mengatasi berbagai kekurangan yang ada pada Web 2.0, seperti kontrol sentralisasi dan kerentanan terhadap serangan siber.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Cetak Rekor Dekati Rp 2 M


    Jakarta

    Harga Bitcoin mencapai rekor tertinggi pada Kamis (14/8) mencapai US$ 124.000 atau setara Rp 1,99 miliar (kurs Rp 16.091). Kenaikan juga terjadi pada Ether mencapai US$ 4.780,04, melampaui level tertinggi sejak akhir 2021.

    Capaian ini didorong oleh pasar yang memproyeksikan bank sentral AS, Federal Reserve memangkas suku bunga acuan. Menurut Analis Pasar IG Tony Sycamore, kenaikan ini juga dipicu karena pembelian besar-besaran oleh investor institusi, dan kebijakan Presiden AS Donald Trump yang mempermudah investasi kripto.

    “Secara teknis, jika harga di atas US$ 125.000 dapat mendorong BTC ke US$ 150.000,” ujarnya dikutip Reuters, Kamis (14/8/2025).


    Harga Bitcoin telah melonjak hampir 32% sejak awal 2025 berkat aturan Trump. Trump menyebut dirinya Presiden Kripto dan keluarganya telah terjun ke sektor ini selama setahun terakhir.

    Selain itu, Trump juga telah meneken perintah eksekutif yang mengizinkan aset kripto dimasukkan ke akun pensiun 401(k). Di sisi lain, regulasi stablecoin juga sudah disahkan tahun ini semakin mempermudah investasi kripto di AS.

    Melonjaknya Bitcoin juga telah memicu reli panjang dalam beberapa aset kripto selama beberapa bulan terakhir. Menurut data dari CoinMarketCap, kapitalisasi pasar sektor kripto secara keseluruhan telah melonjak menjadi lebih dari US$ 4,18 triliun, naik dari US$ 2,5 triliun pada November 2024 saat Trump memenangkan pemilihan presiden AS.

    Lihat juga Video: Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?

    (rea/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • Uni Eropa Siapkan Green Engineering Hub, Ada 194 Beasiswa Khusus buat Pelajar RI


    Jakarta

    Uni Eropa akan merilis website EU Green Engineering Hub. Sebanyak 194 beasiswa dapat diakses khusus untuk pelajar asal Indonesia.

    Website EU Green Engineering Hub bertujuan untuk mempermudah pelajar internasional, termasuk asal RI, untuk terhubung dengan prodi, beasiswa, dan peluang pekerjaan di sektor berkelanjutan (green jobs) di negara-negara kawasan Uni Eropa. Sebanyak 190 institusi dan 1380 program studi green engineering di 27 negara anggota Uni Eropa bergabung pada portal ini.

    Dijelaskan Uni Eropa, portal ini dibuka untuk merespons kebutuhan terhadap talenta global di sektor berkelanjutan. Para tenaga ahli di bidang green engineering diharapkan dapat mengatasi perubahan iklim dan bertransisi menuju ekonomi rendah karbon.


    Tips Mendaftar Beasiswa Uni Eropa

    Pakar arsitektur berkelanjutan Dr Ing Ir Ova Candra Dewi ST MSc GP IPU mengatakan, ada sejumlah hal perlu diperhatikan untuk mendaftar beasiswa yang disediakan di EU Green Engineering Hub.

    • Target: Tentukan tujuan studi, eksplorasi program, peluang penelitian, dan budaya kampus yang sesuai dengan tujuan.
    • Siapkan dokumen: Cek dan pastikan semua kriteria dan dokumen lengkap, termasuk personal statement yang kuat.
    • Persiapan bahasa: Persiapkan diri untuk mengikuti sertifikasi kemahiran berbahasa sesuai persyaratan kampus, kemudian pertimbangkan untuk mempelajari bahasa lokal untuk memastikan diri bisa masuk jaringan kerja dan percakapan sehari-hari.
    • Daftar ke lebih dari satu universitas: Perbesar peluang dengan mendaftar ke beberapa perguruan tinggi, pastikan dapat mendaftar sesuai panduan, batas waktu dan dokumen yang disyaratan.
    • Cek beasiswa dan program: Pastikan kepemimpinan, keterlibatan komunitas, dan pengalaman unik diri sendiri cocok dengan kriteria yang dicari prodi dan beasiswa.

    Ketua Departemen Arsitektur Universitas Indonesia ini mengingatkan, ajukan beasiswa lebih dini, lengkap dengan rekomendasi yang kuat. Semoga bermanfaat, detikers!

    (twu/pal)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • Beasiswa Magang 2025 di Universitas Tokyo, Tsinghua, Kyoto, dan NUS, Cek Ya!


    Jakarta

    Beasiswa magang 2025 Amgen Scholars sedang dibuka Amgen Foundation di empat kampus Asia. Mahasiswa S1 di kampus Asia, termasuk Indonesia, bisa mendaftar.

    Program Amgen Scholars adalah beasiswa magang riset 8-10 minggu di institusi pendidikan pada musim panas 2025. Peserta berkesempatan belajar, berjejaring, dan merasakan pengalaman karier riset ilmiah, khususnya di bidang sains dan teknik.

    Di akhir masa magang, peserta akan menjalani simposium di Kyoto, Jepang. Berminat mendaftar? Cek informasinya di bawah ini.


    Syarat Beasiswa Magang 2025 Amgen Scholars

    • Mahasiswa S1 di kampus Asia, termasuk Indonesia
    • Minimal sudah menyelesaikan tahun pertama perkuliahan per tanggal mulai magang.
    • Belum lulus kuliah per tanggal mulai magang.
    • Masih akan kuliah minimal satu semester atau 1 quarter setelah selesai program magang.
    • Memiliki rekam jejak akademik unggul
    • Jika bukan penutur asli bahasa Inggris, maka wajib memiliki kecakapan bahasa Inggris kerja yang baik, dibuktikan dengan skor minimal TOEFL iBT 72, IELTS overall band 5.5, Cambridge English FCE, TOEIC 1095, TOEIC L&R 785, atau TOEIC S&W 310
    • Berminat melanjutkan pendidikan hingga S3

    Komponen Beasiswa Per Kampus Tujuan

    Kyoto University

    • Tiket pesawat pergi-pulang sesuai jadwal
    • Tunjangan 180.000 yen (Rp 18,4 juta), dibagi ke dalam dua kali pencairan
    • Tempat tinggal
    • Simposium di Kyoto dan akomodasinya

    National University of Singapore (NUS)

    • Ongkos pesawat SGD 1.500 (Rp 17,7 juta), meliputi perjalanan Indonesia-Singapura, ke simposium di Kyoto, dan pulang ke Tanah Air
    • Tunjangan SGD 6.000 (Rp 70,8 juta) untuk 8 minggu
    • Pengurusan dan biaya visa

    Tsinghua University

    • Ongkos perjalanan
    • Tunjangan makan
    • Akomodasi
    • Uang saku CNY 10.000 atau Rp 21 juta

    The University of Tokyo

    • Akomodasi
    • Uang saku 270.000 yen atau Rp 27,6 juta, termasuk uang makan dan perjalanan pribadi
    • Ongkos pesawat ke Tokyo
    • Ongkos bagi mahasiswa yang harus berkendara ke kampus selain Hongo dan Yayoi

    Jadwal Magang

    • Kyoto University: 6 Juni-7 Agustus 2025
    • National University of Singapore: 2 Juni-7 Agustus 2025
    • The University of Tokyo: 5 Juni-7 Agustus 2025
    • Tsinghua University: 7 Juni-7 Agustus 2025

    Masa pendaftaran beasiswa magang Amgen Scholars 2025 ditutup pada 1 Februari 2025. Mahasiswa dapat melamar ke lebih dari satu perguruan tinggi pada laman pendaftaran masing-masing kampus. Bagi detikers yang berminat, simak informasi lebih lanjut di https://amgenscholars.com/asia-program/.

    (twu/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Hanya Penerima Beasiswa LPDP dengan Ikatan Dinas yang Wajib Pulang


    Jakarta

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan, penerima beasiswa LPDP kini diperbolehkan tetap tinggal di luar negeri kecuali yang memiliki ikatan dinas di Tanah Air. Contohnya seperti awardee dari kementerian atau lembaga.

    “Kalau yang berangkat dengan ikatan dinas, departemen misalkan sekolahkan untuk dia belajar di sana, dia harus pulang segera,” ucapnya usai rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (6/11/2024).

    Berdasarkan catatan kementerian, Satryo mengatakan beberapa penerima beasiswa LPDP yang belum pulang ke Indonesia saat ini masih mencari pengalaman di luar negeri. Ia mengatakan, selama bukan pegawai dengan ikatan dinas, awardee dapat melakukan hal tersebut.


    “Nggak ada masalah selama dia bukan pegawai dari institusi yang ada di Indonesia, pemerintahan; yang sekolah ke luar untuk balik lagi, itu harus pulang. Yang nggak, nggak ada masalah,” kata Satryo.

    Penerima Beasiswa LPDP yang Boleh Tidak Pulang

    Sementara itu, penerima beasiswa LPDP yang tidak wajib pulang ke Tanah Air, menurut Satryo, adalah mereka yang tidak memiliki ikatan dinas di Indonesia.

    Dengan begitu, mereka dapat meneliti maupun bekerja di luar negeri pada lembaga dan perusahaan internasional sambil tetap membawa nama Indonesia.

    “Kalau dia di luar negeri itu berprestasi, membawa nama Indonesia dengan baik, kan juga baik ya, nggak ada masalah,” ucapnya.

    Agar dapat menetap di luar negeri, para alumni LPDP tersebut wajib mendapat izin terlebih dahulu dari Indonesia. Satryo mencontohkan, penerima beasiswa LPDP boleh tidak pulang ke Tanah Air jika mendapat izin untuk bekerja di lembaga internasional dan menjadi perwakilan RI di lembaga-lembaga berkapasitas internasional.

    “Kita beri izin selama dia memang masih membawa manfaatnya untuk Indonesia dalam berbagai cara,” imbuhnya.

    Alasan Tidak Wajibnya Awardee LPDP untuk Pulang

    Satryo mengatakan tidak wajibnya awardee LPDP pulang ke Tanah air juga merespons kurangnya lahan pekerjaan yang sesuai bagi mereka di Indonesia. Ia mengakui pemerintah sendiri kekurangan dana untuk mengatasi soal lahan kerja bagi alumni LPDP.

    “Kalau yang orang bebas (tanpa ikatan dinas), dia belajar, kemudian kalau pulang, dia mungkin belum ada pekerjaan di sini. Pemerintah nggak mungkin juga mendanai mereka kan. Ya, hanya bisa kasih beasiswa,” terangnya.

    Apa pendapatmu soal wacana penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air? Bagikan pandangan kamu di Point of View (PoV) detikEdu di sini!

    (twu/faz)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5