Tag: investasi

  • Investor Aset Kripto di Indonesia Tembus Lebih dari 14 Juta Pelanggan

    Investasi aset kripto semakin diminati oleh masyarakat Indonesia. Walaupun saat ini market kripto global sedang mengalami tekanan di tengah tren bearish, industri kripto di dalam negeri perlahan terus tumbuh.

    Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan merilis laporan terbaru terkait jumlah investor aset kripto di Indonesia dan transaksi perdagangan yang dihimpun sampai bulan Mei 2022. Dalam laporan tersebut, Bappebti menyebutkan dari akhir Desember 2021 sampai Mei 2022, terdapat penambahan hampir 3 juta investor dari 11,2 juta sekarang mencapai 14,1 juta investor.

    Sementara, untuk jumlah transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia, selama periode Januari hingga Mei 2022 sudah mencapai Rp 192 triliun. Jika dibandingkan dengan jumlah transaksi pada tahun 2021 dengan masa periode yang sama, terjadi penurunan. Pada Mei 2021, jumlah transaksi aset kripto mencapai Rp 370 triliun.

    VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein. Foto: Tokocrypto.

    VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein, mengatakan laporan pertumbuhan yang dikeluarkan oleh Bappebti memberikan bukti nyata bahwa industri aset kripto di Indonesia masih bergerak ke arah positif, meski dihantam situasi bear market. Meski pertumbuhan tidak terlalu memuaskan, jumlah investor aset kripto masih jauh lebih besar dibanding saham.

    “Pertumbuhan jumlah investor aset kripto masih bergerak ke arah positif di saat situasi market yang mengalami banyak tekanan. Dampak dari kondisi market terlihat dari jumlah transaksi perdagangan, namun hal ini sudah diantisipasi sebelumnya, sehingga belum memberikan efek serius untuk pertumbuhan bisnis industri kripto di Indonesia,” kata Adytia.

    Baca juga: Giatkan Literasi Aset Kripto, Tokocrypto Gelar TokoInvasion di Surabaya

    Bear Market Kripto Bisa Jadi Peluang

    Lebih lanjut, Adytia mengatakan industri kripto dalam negeri masih terus bergeliat. Hal ini dilihat dari masih adanya sejumlah project aset kripto dan NFT baru dari pelaku industri lokal yang rilis. Mereka percaya bahwa bear market bisa menjadi peluang yang baik untuk menunjukkan project mereka. 

    Kondisi bear market bisa menjadi seperti seleksi alam di dunia aset kripto dan blockchain, di mana project kripto dan NFT akan diuji untuk bertahan dan mencari peluang. Pasar akan memperlihatkan mana project yang punya fundamental yang baik dan tidak, sehingga membuka potensi untuk yang lebih besar di masa mendatang.

    Cara Cuan Ketika Bearish Market
    Cuan Ketika Bearish Market.

    Dari segi bisnis Tokocrypto sendiri masih mengalami pertumbuhan. Perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan jumlah investor mencapai 2,7 juta investor per Mei 2022. Sementara, transaksi perdagangan atau weekly trading volume mencapai US$ 300-400 juta. 

    “Bisnis Tokocrypto masih mengalami pertumbuhan. Kami terus mengembangkan ekosistem blockchain, TokoVerse untuk meningkatkan revenue perusahaan. Sejauh ini kami juga masih mencari talenta-talenta terbaik untuk bergabung di perusahaan dan bersama untuk memajukan industri aset kripto dan blockchain di Indonesia,” jelas Adytia.

    Baca juga: Solana Luncurkan Smartphone Android, Langkah Baru Menuju Adopsi Global

    Tokocrypto Bangun Ekosistem Blockchain

    Ekosistem TokoVerse, yang terdiri dari TokoMall (NFT marketplace), TokoLabs (program akselerator startup blockchain), T-Hub (crypto hub), Kriptoversity (edutech), TKO (project kripto) dan lainnya bisa menjadi lini bisnis baru yang bisa memanfaatkan perkembangan blockchain, Web3, Metaverse, NFT, DeFi, GameFi dan lainnya. Revenue perusahaan tidak hanya bertumpu pada pendapatan dari exchange saja, sehingga sustainability tetap bertahan untuk jangka panjang.

    Ilustrasi ekosistem blockchain, TokoVerse by Tokocrypto.
    Ilustrasi ekosistem blockchain, TokoVerse by Tokocrypto.

    Untuk terus mendorong pertumbuhan, Tokocrypto juga fokus pada edukasi dan perlindungan investor. Tujuannya agar masyarakat bisa mendapatkan rasa trust dan confidence untuk masuk ke dalam industri aset kripto. Salah satu cara edukasi yang dijalankan oleh Tokocrypto adalah membuat program TokoInvasion yang digelar di Surabaya pada tanggal 23 hingga 26 Juni 2022.
    “Dalam industri investasi dan layanan keuangan, perihal trust menjadi hal utama. Maka dari itu, kita ingin menciptakan rasa trust di masyarakat dalam memandang aset kripto dan blockchain. Kita sejak lama fokus di edukasi dan literasi. Kita ingin menciptakan pertumbuhan industri yang sehat dan menekan investasi ilegal dan stigma negatif dari aset kripto,” pungkas Adytia.

    Baca juga: Mengulik Ekspektasi Bitcoin Bakal Lampaui US$ 100.000 di Tahun 2025



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investasi Aset Kripto Sarana Pengembangan Ekonomi Anak Muda

    Investasi aset kripto kini telah menjadi salah salah satu pilihan anak muda untuk mengembangkan ekonomi mereka. Anak muda terutama Gen Z dan Milenial sudah banyak melirik aset kripto untuk menjadi pilihan instrumen investasi mereka.

    Beberapa waktu lalu, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga, mengatakan banyak kalangan anak muda yang mulai melihat aset kripto sebagai ruang baru yang menjanjikan untuk meningkatkan kondisi keuangan mereka.

    “Terjadi perubahan perilaku investor maupun pedagang khususnya di kalangan anak muda yang mulai melihat kripto sebagai ruang baru yang menjanjikan. Anak muda dan investor pada umumnya cara berpikirnya out of the box dan selalu mencari peluang baru. Jadi, selain alternatif bursa saham saat ini mereka juga melihat kripto bisa menjadi sarana pengembangan ekonomi,” kata Jerry dikutip situs resmi Kementerian Perdagangan RI.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.
    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

    Senada dengan Jerry, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan investasi aset kripto kini sudah didominasi oleh kalangan Gen Z dan Milenial. Volatilitas ekonomi dan pandemi COVID-19 mempercepat tren pertumbuhan anak muda yang memperdagangkan kripto dan NFT.

    “Salah satu hal yang menyebabkan peningkatan tersebut adalah kemudahan bagi investor Milenial dan Gen Z dalam melakukan pembukaan akun atau wallet secara online kripto melalui smartphone. Mereka termasuk generasi yang tech savvy sehingga lebih akrab dengan teknologi dan open minded dengan hal-hal yang baru, termasuk aset kripto dan blockchain,” kata pria yang akrab disapa Manda.

    Baca juga: Market Kripto Anjlok Berlarut: Investor Tak Perlu Panik

    Menurut data Bappebti, dari 12,4 juta investor per Februari 2022, mayoritas investor di aset kripto di Indonesia sebesar 40% didominasi oleh usia 25-34 tahun. Sedangkan data internal Tokocrypto, mengungkap secara keseluruhan 67% investor aset kripto di Indonesia berusia 18-34 tahun. Rinciannya, 36% 18-24 tahun dan 31% 25-34 tahun.

    Ilustrasi perempuan pandai investasi aset kripto.
    Ilustrasi generasi milenial investasi aset kripto.

    Aset kripto juga bisa menjadi investasi jangka panjang untuk para generasi muda. Meski memiliki volatilitas tinggi, kripto kini tengah populer sebagai bagian rencana dari tabungan pensiun investor muda. Para investor muda dapat mengambil lebih banyak risiko untuk strategi investasi mereka, karena memiliki waktu yang panjang. 

    Tantangan Ledakan Investor Muda di Kripto

    Pertumbuhan investor muda di industri aset kripto bisa menjadi berkah dan sekaligus tantangan. Seperti diketahui industri kripto masih tergolong baru dengan pertumbuhan yang cepat, banyak orang yang belum memahami tingkat risiko dari investasi mereka.

    “Tantangannya, anak muda punya rasa curiosity yang tinggi. Jadi kita harus siap memberikan edukasi dan pemahaman kepada mereka terkait investasi di aset kripto. Generasi Milenial dan Gen Z rentan terkena FOMO. Mereka bisa ikut investasi karena mengikuti tren dan termakan flexing di media sosial,” jelas Manda.

    Ilustrasi tips investasi aset kripto yang aman dan cuan.
    Ilustrasi generasi milenial investasi aset kripto.

    Baca juga: Tanah Cluster Metaverse Pertama di Indonesia Laku Terjual Rp 150 Juta

    Lebih lanjut Manda menambahkan dorongan ingin keuntungan yang cepat bisa membahayakan investor muda untuk mengambil langkah yang salah. Bahayanya, generasi Milenial dan Gen Z lebih berani berutang pakai paylater atau lainnya membeli produk investasi yang belum tentu akan memberikan imbal hasil yang diharapkan.

    “Kami di asosiasi bersama para pedagang aset kripto lain terus menggencarkan program edukasi untuk kalangan investor muda, antara lain mengedukasi tentang analisa fundamental, top to down analysis, analisa teknikal, manajemen portofolio, diversifikasi dan lainnya. Hal penting lannya, mereka harus memiliki pondasi literasi keuangan yang baik. Seperti dana untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan dan investasi,” pungkas Manda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investasi Aset Kripto Sudah Dipercaya Investor Ritel di Indonesia

    Perkembangan investasi aset kripto semakin hari terus menunjukkan hal positif. Sebuah riset terbaru mengungkap aset kripto sudah menjadi salah satu portofolio investasi dari banyak investor ritel di Asia, termasuk Indonesia.

    Penelitian Accenture menyebutkan setengah atau 52% dari investor asia memiliki aset digital dalam portofolio mereka, baik aset kripto, stablecoin, NFT maupun crypto funds selama kuartal I 2022.

    Accenture mengatakan survei dilakukan dengan lebih dari 3.200 klien di seluruh China, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Perusahaan mendefinisikan klien mereka sebagai investor kaya yang mengelola aset dapat diinvestasikan antara US$ 100.000 (Rp 1,4 miliar) hingga US$ 1 juta (Rp 14,5 miliar). 

    Rata-rata 7% dari portofolio koresponden yang disurvei, menjadikannya aset digital sebagai kelas aset terbesar kelima bagi investor di Asia. Menariknya, investor di Thailand dan Indonesia memiliki persentase aset digital terbesar dalam portofolio mereka dibandingkan dengan investor di negara lain.

    Alokasi investasi aset digital di Indonesia masih jauh unggul dibandingkan negara seperti India, Singapura, Jepang dan China. Di Indonesia, aset digital termasuk kripto memiliki porsi 9% dibandingkan dengan alokasi untuk mata uang asing (5%), komoditas (6%), barang koleksi (8%), properti (13%) hingga saham (15%). 

    Ilustrasi market aset kripto.
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: Market Awal Pekan: Bitcoin Terpuruk di Bawah Tekanan Inflasi Tinggi

    Aset Kripto Bisa Jadi Pilihan Tepat Investasi

    VP Growth Tokocrypto, Cenmi Mulyanto, melihat hasil survei ini sebagai pembuktian bahwa para investor ritel sudah confidence dengan aset digital, seperti kripto, stablecoin, NFT dan lainnya sebagai portofolio mereka untuk mendapatkan keuntungan.

    “Kripto sebagai aset digital kini sudah dilihat sebagai aset yang menjanjikan. Meski, saham masih mendominasi portofolio investasi, lambat laun para investor diyakini akan mulai memperlajari aset kripto. Terjadi perubahan perilaku investor khususnya di kalangan anak muda yang mulai melihat kripto sebagai ruang baru yang menjanjikan,” kata Cenmi.

    Menurut Cenmi, faktor yang mendukung berkembangnya perdagangan aset kripto di Indonesia salah satunya adalah penawaran balik hasil tinggi yang tidak kalah dengan instrumen investasi lainnya. Namun, ia kembali mengingatkan investasi di sektor ini high risk, high return. Kondisi ekonomi yang kurang kondusif juga mendorong investor lokal untuk mencari peluang investasi tambahan.

    “Tingkat adopsi kripto yang tinggi dapat, dikaitkan dengan ancaman kenaikan inflasi, yang memaksa investor Indonesia untuk beralih ke kripto sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian. Tidak mengherankan jika orang Indonesia mencari solusi keuangan alternatif untuk mempertahankan nilai tabungan mereka, lewat kripto ini, walaupun mengandung risiko cukup tinggi,” jelasnya.

    Ilustrasi market kripto.
    Ilustrasi market kripto.

    Baca juga: Persib Luncurkan Fan Token Kripto Ikuti Jejak AC Milan dan Barcelona FC

    Investor Aset Kripto Terus Tumbuh

    Selain itu, penetrasi pasar terhadap tingginya penggunaan smartphone, banyaknya penduduk usia produktif yang menggunakan perangkat tersebut, serta tumbuhnya perhatian dan ketertarikan milenial terhadap inovasi teknologi. Munculnya, NFT turut meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap investasi aset kripto.

    “Pasar yang menjadi target investor aset kripto di Indonesia adalah penduduk usia produktif 23-44 tahun. Rentang usis tersebut sudah memiliki rencana keuangan yang baik hingga pendapatan yang tetap. Mereka juga tertarik dengan teknologi blockchain yang mendukung eksistensi kripto sebagai aset digital yang kini menjadi bagian dari gaya hidup anak muda, seperti NFT,” kata Cenmi.

    Peminat aset kripto terus meningkat di Indonesia. Menurut data Bappebti, transaksi tiga bulan pertama (Januari—Maret) pada 2022 yang telah mencapai Rp 130,2 triliun. Selain itu, rata-rata kenaikan pelanggan aset kripto mengalami penambahan sebesar 740.523 pelanggan tiap bulan. Hingga kuartal I 2022, aset kripto di Indonesia tercatat memiliki 12,8 juta investor.

    Perlu diketahui bahwa populasi investor kripto di Indonesia hanya terdiri dari sekitar 2,7 persen dari total populasi, 272 juta. Maka dari itu, masih sangat besar potensi yang belum dimanfaatkan di Indonesia dalam hal adopsi dan pertumbuhan aset kripto.

    Baca juga: Investor Kakap ini Prediksi Bitcoin akan Injak Harga $ 250 Ribu, Apa Alasannya?



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 52% Investor Kaya di Asia Memiliki Kripto, Indonesia Salah Satunya

    Meracik portofolio investasi tentu akan berbeda bagi setiap individu karena berkaitan dengan besaran risiko yang dapat diambil, dan juga mengikuti perkembangan dari sentimen ekonomi global.

    Dalam sebuah penelitian dari Accenture diketahui bahwa, ada 52% investor kaya di Asia yang memiliki aset digital dalam portofolio mereka, seperti aset kripto, NFT dan crypto fund, di kuartal pertama tahun ini.

    Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa ada 7% dari portofolio investor kaya tersebut yang berupa aset digital. Crypto pun menjadi kelas aset terbesar nomor lima di Asia, yang mengungguli mata uang asing (valas), komoditas dan barang koleksi.

    Riset Accenture.

    Baca juga: Riset: Investor Kaya di Indonesia Banyak yang Mulai Investasi Aset Kripto

    Di atas aset digital, investor kaya di Asia lebih banyak memegang saham, reksadana dan properti. Diketahui pula, penelitian tersebut melihat akan ada 21% investor kaya yang akan memegang aset crypto di akhir tahun 2022.

    Penelitian tersebut telah menarik 3.200 responden melalui sebuah survei, yang semuanya memiliki aset yang diinvestasikan antara $ 100.000 sampai dengan $ 5.000.000.

    Survei tersebut mencakup investor kaya di negara Asia seperti China, Hong Kong, Indonesia, India, Jepang, Singapura, Malaysia dan Thailand. Dan pada kuartal pertama 2022, Indonesia dan Thailand menjadi negara dengan kepemilikan aset digital terbesar di wilayah Asia.

    Riset seperti ini juga dilakukan oleh pialang kripto Gemini yang menunjukkan 40% dari pemilik kripto membelinya di tahun 2021. Tahun ini adalah tahun ketika semua kripto naik secara signifikan. Indonesia adalah salah satu negara yang membeli aset kripto secara masif.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 8 Juni 2022: Pasar Kripto Comeback ke Zona Hijau

    Meski begitu, investor institusi masih dalam mode mengamati saja, belum ramai untuk ingin masuk ke industri crypto karena urusan regulasi masih belum dirampungkan.

    “Kami harus dapat memberikan pandangan yang terinformasi tentang kripto, yang memerlukan riset khusus,” papar Sacha Walker, kepada strategi dan operasi bisnis untuk wilayah Asia-Pasifik di Julius Baer

    Regulasi yang diperkirakan akan memicu peningkatan aliran dana ke pasar crypto dari institusi, masih dinantikan karena eksposur ke crypto dapat meningkat dan meluas dengan adanya kejelasan regulasi, termasuk perlindungan dana para investor.

    Ini akan sangat dinantikan karena diperkirakan akan membawa dasar yang positif bagi industri crypto dalam jangka panjang.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Secret Network, Kripto Diklaim Pesaing Ethereum & Polkadot

    Berbicara soal layanan DeFi (decentralized finance), salah satu kekurangannya adalah permasalahan privasi. Namun, ada sebuah project blockchain yang bernama Secret Network bisa memberikan solusi terkait hal itu.

    Secret Network adalah jaringan blockchain pertama dengan smart contract yang menjaga privasi. Saat ini, sebagian besar blockchain yang mendukung smart contract, seperti Ethereum, masih bersifat publik secara default, sehingga siapa saja dapat melacak dan melihat transaksi yang mungkin bisa disalah gunakan.

    Melihat celah kekurangan itu, Secret Network meningkatkan smart contract tradisional dengan mendukung input dan output terenkripsi, sehingga privasi data untuk informasi sensitif dapat disimpan di blockchain.

    Privasi sangat penting untuk keamanan dan adopsi Web3, dari DeFi hingga NFT dan seterusnya. Secret Network menghadirkan fungsionalitas privasi baru dan unik ke dalam jaringannya dan akan menjadi dasar bagi generasi berikutnya dari aplikasi Web3.

    Melindungi Data Pengguna

    Ilustrasi perlindungan data pengguna.

    Ilustrasi perlindungan data pengguna.

    Secret Network dibangun sebagai jaringan komputer terdesentralisasi (secret nodes) yang memanfaatkan Trusted Execution Environments (TEEs) untuk memungkinkan komputasi yang aman melalui data terenkripsi. TEE berfungsi seperti “kotak hitam” untuk pemrosesan data dan digunakan di semua jenis platform, seperti smartphone dan konsol video game.

    Karena data dienkripsi secara default, pengguna Secret Network memiliki ‘kunci’ untuk melihat data sensitif mereka. Kunci tersebut dapat dibagikan dengan pihak ketiga seperti auditor, wallet, dan lainnya. Ini memungkinkan pengguna untuk mempertahankan kontrol atas data mereka dan memutuskan apa yang dibagikan dengan siapa.

    “Hanya privasi yang dapat diprogram memberi pengguna dan pengembang kontrol di dunia DeFi. Tanpa privasi yang dapat diprogram, DeFi tidak akan pernah mencapai adopsi massal,” kata Tor Bair, Pendiri Secret Foundation dikutip TechCrunch.

    “Secret Network bermaksud untuk menjadi dasar bagi jenis aplikasi DeFi baru yang melindungi pengguna dengan lebih baik sekaligus memungkinkan institusi tradisional untuk berpartisipasi secara aman, dengan perlindungan untuk data sensitif.

    Baca juga: 4 Jenis Stablecoin dan Perbedaannya dengan Aset Kripto Lain

    Secret Network Pesaing Ethereum dan Polkadot

    ethereum

    Ilustrasi Ethereum.

    Secret Network mengklaim bahwa ini adalah salah satu blockchain pertama yang menampilkan kontrak pintar yang menjaga privasi, yang diluncurkan di Mainnet pada September 2020. Dikatakan ini berarti semua aplikasi terdesentralisasi yang dibangun di Secret Network memiliki privasi data secara default.

    Blockchain Secret Network itu sendiri didasarkan pada Cosmos SDK/Tendermint, memberikan konsensus independennya sendiri, tata kelola on-chain, dan fitur seperti pemotongan dan delegasi. Ini berbeda dengan Ethereum.

    Secret masih harus bersaing dengan banyak sekali proyek privasi yang sudah ada, misalnya di jaringan Ethereum, seperti Automata. Secret Network bisa menjadi blockchain mandiri dan masih membutuhkan komunitas pengembang untuk sukses, saingi Ethereum dan Polkadot, yang secara teknis memiliki awal yang lebih baik.

    Koin Secret (SCRT)

    Ilustrasi koin Secret (SCRT).

    Ilustrasi koin Secret (SCRT).

    Secret Network memiliki native coin bernama Secret (SCRT). Ini seperti Ethereum (ETH) dan Bitcoin (BTC), yang bisa disimpan di wallet dan membelanjakannya saat ingin menggunakan jaringan Secret Network.

    Sama seperti cara kerja ETH di Ethereum, SCRT digunakan untuk membayar semua biaya komputasi dan transaksi yang terkait dengan aplikasi di jaringan. Selain itu, dengan melakukan staking, SCRT bisa digunakan sebagai validator Secret Network untuk membantu mengamankan jaringan, tentu akan ada rewards SCRT.

    Semua pemangku kepentingan yang memiliki koin SCRT dapat berpartisipasi dalam tata kelola Secret Network, membantu menentukan arah masa depan jaringan dan komunitas.

    Baca juga: 5 Perempuan Hebat di Balik Industri Teknologi Blockchain Indonesia

    Secret Network NFT

    Ilustrasi Secret Network NFT.

    Ilustrasi Secret Network NFT.

    Secret Network juga menjalankan project NFT. Berbeda dengan project lainnya, Secret NFT memungkinkan pembuat konten untuk memilih siapa yang memiliki akses penuh ke konten mereka.

    Seorang seniman dapat memberikan teaser dari karya mereka atau dengan watermark, sehingga orang memiliki gambaran tentang apa yang mereka beli, tetapi versi resolusi penuh bersifat pribadi dan harus dibeli untuk melihatnya.

    Dengan Secret NFT, validasi konten terjadi tanpa membuka verifikasi untuk semua orang. Dengan kata lain, kepemilikan barang dapat diverifikasi tidak harus bersifat publik. Di Secret Network, proses validasi terjadi tanpa mengorbankan data pribadi apa pun, termasuk bukti keaslian dan transfer.

    Koin Secret (SCRT) Listing di Tokocrypto

    Koin Secret (SCRT) kini sudah diperdagangkan di platform Tokocrypto sejak 1 Maret 2022. Pengguna sudah bisa langsung melakukan deposit dan trading dengan pairing SCRT/USDT, SCRT/BUSD, SCRT/BTC dan SCRT/ETH.

    Peringkat SCRT di CoinMarketCap saat ini adalah #93, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 722.223.721. Pasokan yang beredar 163.295.557 koin SCRT dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Bagi pengguna yang ingin memulai investasi aset kripto bisa langsung membuat akun dan selesaikan KYC di Tokocrypto. Jangan lupa juga untuk gabung di komunitas Tokocrypto untuk tahu lebih banyak soal dunia aset kripto, ya!

    Baca juga: Jurus Memulai Investasi Layaknya Pacaran & Menikah ala Aliyah Natasya

    Disclaimer

    Perdagangan aset kripto memiliki risiko yang tinggi. Harap lakukan perdagangan dengan hati-hati dan cermat. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas kerugian perdagangan yang dilakukan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Webinar: Kiat Jitu Investasi Kripto untuk Pemula Dapatkan Untung

    Investasi aset kripto kini sedang digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Tak tanggung-tanggung pertumbuhan jumlah investornya meningkat secara eksponensial setiap tahunnya.

    Tercatat pertumbuhan investasi aset kripto telah mencapai 12,4 juta investor per Februari 2022. Padahal pada akhir tahun 2020, hanya ada sekitar 4 juta investor. Selain itu dari sisi nilai transaksinya tak main-main hingga Februari 2022 lalu, telah mencapai lebih dari sudah mencapai Rp 83,8 triliun.

    Perdagangan aset kripto sendiri sudah legal atau resmi di Indonesia sejak tahun 2019 lalu. Transaksi kripto berada bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian perdagangan. Kripto pun tergolong aset komoditi, bukan mata uang sebagai alat pembayaran.

    Ilustrasi investasi aset kripto.
    Ilustrasi tips investasi aset kripto agar selalu cuan.

    Baca juga: Kecerdasan Buatan Bisa Digunakan untuk Investasi Aset Kripto

    Melihat pertumbuhan yang signifikan tersebut, terkadang masih saja ada sebagian masyarakat yang ragu untuk memulai investasi kripto. Mereka terjebak dengan stigma negatif, seperti kripto identik dengan penipuan dan banyak platform exchange yang ilegal.

    Di sisi lain, masyarakat pun masih perlu banyak belajar mengenai aspek aset kripto, mitigasi risiko, dan fungsinya sebagai produk investasi. Aset kripto memiliki tingkat volatilitas yang tinggi, sehingga menjadikannya instrumen investasi tergolong high risk, high return.

    Dalam investasi kripto sendiri, ada beberapa jenis koin/token yang diperdagangkan. Selain Bitcoin, ada pula Ethereum, Binance Coin, Cardano, Solana, Tether, XRP, Polkadot, Dogecoin dan beberapa jenis kripto lainnya.

    Baca juga: Penting! Gunakan Uang Dingin Ketika Berinvestasi Aset Kripto

    Cara Mudah Investasi dan Trading Kripto di Tokocrypto

    Masyarakat yang ingin memulai investasi aset kripto bisa menggunakan platform Tokocrypto. Di sana bisa memulainya dengan mulai dari Rp50 ribu saja. Trading fee yang dikenakan oleh platform tepercaya ini yaitu 0,1 persen dengan biaya tarikan dana yang tidak lebih dari Rp5.500 dan proses deposit yang dapat dilakukan melalui banyak e-wallet atau melalui sejumlah mitra bank.

    Untuk bisa meraih profit yang menguntungkan tentu harus lebih banyak belajar mengenai cara aman memulai investasi dan trading di aset kripto. Demi memberi edukasi menyeluruh kepada masyarakat, Tokocrypto bersama kumparan menghadirkan webinar “PPKM: Pelajari Potensi cuan Kripto dengan Maksimal”.

    Baca juga: Kiat Perempuan Memulai Investasi Aset Kripto agar Mandiri Finansial

    Webinar Tokocrypto x Kumparan

    Webinar ini akan dipandu oleh Melisa Lolindu dan hadir Dennis Adishwara (Aktor & Entrepreneur) yang akan berbagi pengetahuan dan pengalamannya berinvestasi di aset kripto. Webinar PPKM ini dilaksanakan pada Jumat, 22 April 2022 pada pukul 15.00 hingga 16.00 WIB melalui Zoom dan YouTube kumparan.

    Ada banyak topik yang dibahas di webinar ini. Mulai dari mengenal perbedaan aset kripto dengan investasi lain, memahami risiko dan regulasi perlindungan investor, tahapan memulai investasi kripto, tips berinvestasi dan mempelajari prospek aset kripto, hingga mempelajari tahapan memulai trading kripto.

    Jadi, jangan sampai ketinggalan, ya. Selain belajar banyak mengenai aset kripto, webinar ini juga memberikan hadiah berupa saldo digital untuk 3 orang penanya terpilih, masing-masing akan mendapatkan hadiah senilai Rp250.000. Untuk mendaftarkan diri Anda pada webinar PPKM melalui link ini.

    #SiapLebih mulai investasi aset kripto dengan aman bersama Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perempuan Semakin Tertarik Investasi Kripto, tapi Minim Ilmu

    Sebuah survei dari BlockFi mencatat perempuan semakin tertarik menjadi investor aset kripto dan teknologi blockchain, namun masih ada kesenjangan pengetahuan yang signifikan dalam hal topik tersebut.

    BlockFi mencatat bahwa panel survei melakukan penelitian pada 28 Januari 2022, dan termasuk 1.031 wanita Amerika Serikat yang mengidentifikasi antara usia 18 dan 65 tahun. Survei fokus pada perubahan sikap perempuan terhadap aset kripto dan blockchain.

    Dilansir Cointelegraphhasil survei menemukan 92% perempuan yang disurvei telah mendengar tentang kripto, dengan hampir satu dari empat (24%) sudah memilikinya. Sebaliknya, 80% masih merasa sulit untuk memahami dan 72% percaya bahwa berinvestasi terlalu berisiko.

    Ilustrasi perempuan pandai investasi.

    Ilustrasi perempuan pandai investasi.

    Baca juga: 5 Perempuan Hebat di Balik Industri Teknologi Blockchain Indonesia

    Adopsi Kripto Bagi Kalangan Perempuan Masih Rendah

    Menurut penelitian, lebih dari sepertiga wanita berniat untuk membeli aset kripto pada tahun 2022, dengan 60% responden mengatakan mereka akan membeli aset digital tersebut dalam tiga bulan ke depan.

    Studi ini menunjukkan bahwa sementara adopsi aset kripto yang lebih luas masih rendah, mayoritas perempuan membeli dan HODLing. Ada 70% responden adalah HODLers, yang telah memperoleh aset tetapi tidak pernah menjualnya.

    Pada tahun 2022, pasar crypto telah melihat banyak volatilitas. Namun, kepercayaan perempuan dalam investasi kripto jangka panjang tidak tergoyahkan, dengan sebagian besar mereka membeli Bitcoin (BTC) 71%, Dogecoin (DOGE) 42%, dan Ethereum (ETH) 18%.

    Ilustrasi investasi aset kripto yang aman dan cuan.

    Ilustrasi investasi aset kripto yang aman dan cuan.

    Baca juga: Jurus Memulai Investasi Layaknya Pacaran & Menikah ala Aliyah Natasya

    Kesetaraan Gender di Industri Kripto dan Blockchain

    Sebuah penelitian pada tahun 2021 lalu, mengungkapkan bahwa kesetaraan gender di industri kripto dan blockchain masih jauh. Menurut Laporan “April 2021 Global Gender Gap Report” oleh World Economic Forum, dibutuhkan hampir 135,6 tahun untuk menutup kesenjangan gender sebagai akibat dari pandemi COVID-19.

    Namun, ini tidak menghalangi para perempuan, yang menggunakan teknologi blockchain dan kripto untuk mengatasi berbagai masalah sosial. Seperti dilansir Cointelegraph, sebuah penelitian yang diterbitkan pada Desember 2021, menemukan bahwa jumlah perempuan Australia yang berinvestasi dalam kripto meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

    Sebuah survei baru-baru ini oleh KuCoin menunjukkan distribusi yang lebih merata antara pengguna kripto laki-laki dan perempuan di Turki. KuCoin menemukan bahwa investor perempuan di Turki menyumbang 47% investor dan 63% crypto-curious.

    Baca juga: Kiat Perempuan Memulai Investasi Aset Kripto agar Mandiri Finansial



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investasi Aset Kripto Bisa Jadi Passive Income untuk Perempuan

    Aset kripto kini menjadi salah satu pilihan alternatif investasi yang digemari masyarakat, termasuk di Indonesia. Tidak hanya laki-laki, perempuan pun sudah mulai banyak yang terjun ke dunia investasi kripto untuk mendapatkan passive income.

    Salah satu perempuan yang melirik investasi aset kripto adalah aktris Nana Mirdad. Istri dari aktor Andrew White ini menjelaskan pada awal mula memulai investasi aset kripto ini tergolong sulit.

    Menurut Nana, dunia aset kripto ini memiliki banyak perkembangan, oleh karena itu orang yang ingin serius di industri ini, termasuk perempuan harus up-to-date dan banyak belajar.

    “Suamiku kebetulan main kripto. Aku senang belajar. dari awal dia main kripto, aku suka tanya-tanya. Terus lah aku mulai coba-coba. Sampai sekarang, aku terus belajar,” kata Nana dalam IG Live bersama Tokocrypto, Rabu (2/3).

    Baca juga: 3 Jenis Investasi Jangka Pendek yang Cocok untuk Pemula

    Nana menjelaskan seorang perempuan itu harus bisa menciptakan financial freedom untuk menggapai impiannya. Maka dari itu, soal tata kelola keuangan harus dimulai sejak dini. Menurut Nana, perempuan yang bisa mencapai mandiri finansial bisa menguntungkan semuanya, baik untuk dirinya sendiri ataupun keluarga.

    “Aku itu selain investasi aset kripto, juga main properti dan suka nabung. Jadi aku berusaha untuk mencoba semuanya. kita sebagai perempuan di samping punya active income sendiri, penting juga punya passive income. Pemikiran akan masa depan terkadang membuat kita merasa cemas, we have to be smart with our money, sehingga kita semakin bersemangat dalam memenuhi kebutuhan tersebut,” jelas perempuan berusia 36 tahun ini.

    Belajar Investasi Aset Kripto Pakai Aplikasi

    Bagi para perempuan yang ingin memulai investasi aset kripto, Nana menyarankan untuk belajar dasarnya terlebih dahulu dan melakukan riset sebelum benar-benar terjun ke dalam industri. Salah satu saranan untuk belajar investasi aset kripto adalah melalui aplikasi Kriptoversity.

    Kriptoversity adalah aplikasi edukasi yang diluncurkan oleh Tokocrypto pada tahun 2020 lalu. Kriptoversity telah menjadi aplikasi edukasi blockchain pertama di Indonesia dengan konsep learn & earn. Konsep ini membuat belajar lebih menarik dengan rewards aset kripto berupa TKO.

    Ilustrasi Kriptoversity by Tokocrypto.

    Ilustrasi Kriptoversity by Tokocrypto.

    Baca juga: Dunia Blockchain, Kripto dan NFT Bisa Jadi Tempat Ramah Perempuan

    “Jadi ada namanya aplikasi Kriptoversity, banyak yang tanya aplikasi ini sudah ada di iOS apa enggak? Ini sudah ada dan aku pakai juga untuk belajar. Ini karena sangat amat menarik, soalnya di Kriptoversity ini juga kita sambil belajar, bisa dapat TKO,” jelas Nana.

    Aplikasi Kriptoversity sudah tersedia gratis di Google Play Store dan Apple Apps Store. Para pengguna Kriptoversity dapat memilih topik yang ingin dipelajari, mulai dari pengenalan terhadap teknologi blockchain, praktik blockchain, peer-to-Peer, hingga tentang proyek-proyek token/koin kripto.

    Cara Aman Investasi Aset Kripto bagi Perempuan

    Ada beragam cara untuk investasi yang aman di aset kripto. Head of Kriptoversity, Bika Pidada, menjelaskan Tokocrypto punya fitur TKO Lock yang bisa digunakan para perempuan untuk investasi aset kripto tak perlu ribet, namun cukup menghasilkan.

    “Basicly, kita akan taruh TKO kita, jadi nge-lock TKO. Mungkin mirip kita, kaya menyimpan kripto dengan jarak waktu tertentu, bisa 30 hari, 60 hari atau 90 hari. Nanti kita akan dapat bunga nih dari capital yang sudah kita masukin. Jadi contoh kita simpan 100 TKO, ada reward 15%, nanti kita bisa dapat 115 TKO at the end. Which is ini sesuatu yang enggak terlalu risky,” ujar Bika saat IG Live bersama Nana Mirdad.

    TKO sendiri adalah token aset kripto utilitas yang dibuat oleh Tokocrypto. TKO merupakan proyek kripto lokal Indonesia pertama yang beroperasi berdasarkan model token hybrid unik yang menggabungkan utilitas Centralized Finance (CeFi) dan Decentralized Finance (DeFi).

    Ilustrasi TKO Lock.

    Ilustrasi TKO Lock.

    Baca juga: Pekerja Lepas di Argentina Bisa Digaji Bitcoin dan Ethereum

    Program TKO Lock menawarkan cara mudah kepada para pengguna Tokocrypto mendapat hadiah atas kepemilikan TKO. Tanpa memerlukan peralatan dan kemampuan analisa yang dilakukan para penambang kripto.

    Di mata Nana, seorang perempuan yang sukses itu harus memiliki keseimbangan dalam hidupnya. Mandiri finansial adalah salah satu bentuk kesuksesan yang bisa diraih perempuan, sehingga nantinya tak bergantung secara kepada orang lain.

    “Perempuan yang sukses itu harus balance segala sesuatunya. Perempuan yang mengerti tujuannya apa, punya purpose dalam hidup. Dan bisa me-maintain itu semua dengan baik. Perempuan juga harus punya strong will, kita harus tahu kita maunya apa, tapi harus juga punya soft hard. Dan itu semua harus balance luar dan dalam,” pungkas Nana.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 3 Kategori Analisis Fundamental Kripto yang Wajib Dipahami Investor

    Pada 2021, tren investasi aset kripto melonjak drastis dan menciptakan banyak investor baru. Namun, sebelum berinvestasi, alangkah baiknya untuk melakukan analisis fundamental pada aset kripto terlebih dahulu.

    Dengan memahami analisis fundamental kripto, Anda akan lebih mudah menilai mana aset kripto yang layak untuk dibeli atau justru harus dijual. Artikel kali ini akan membahas apa itu analisis fundamental kripto, kategori, serta perbedaannya dengan analisis teknikal. Mari pelajari detailnya bersama.

    Pengertian Analisis Fundamental Kripto

    Analisis fundamental kripto adalah analisis yang menentukan “nilai intrinsik” dari suatu aset, yang dimaksudkan sebagai pengukuran objektif atas nilai aset tersebut. Dengan mengevaluasi nilai intrinsik atau fundamental yang mendasari suatu proyek kripto, maka Anda bisa menilai apakah aset tersebut dihargai terlalu tinggi atau justru terlalu rendah.

    Katakanlah Anda ingin melakukan analisis fundamental terhadap koin Ethereum (ETH), maka yang harus dievaluasi adalah teknologi dalam pengembangan proyek Ethereum, skala proyek, hingga potensinya di masa mendatang.

    Tidak bisa dipungkiri bahwa pasar aset kripto cenderung tidak stabil. Mata uang dengan kapitalisasi pasar tinggi seperti Bitcoin bahkan bisa tetap mengalami perubahan drastis tiba-tiba. Melakukan analisis fundamental terhadap aset kripto akan membantu investor dalam memantau pergerakan pasar kripto dan memiliki peluang untung lebih besar.

    3 Kategori Analisis Fundamental Kripto serta Komponennya

    Ilustrasi analisis aset kripto.

    Ilustrasi analisis aset kripto.

    Baca juga: Cermat Pilih Aset Kripto Lokal yang Tepat, Jangan Mudah Ikut Hype

    Penerapan analisis fundamental terhadap aset kripto dapat dilakukan dengan tiga kelompok besar, yaitu:

    1. On-chain metrics

    On-chain metrics, atau kadang disebut sebagai blockchain metrics, merupakan jenis analisis yang menitikberatkan pada blockchain. Sayangnya, meski blockchain memiliki banyak informasi penting, proses pengolahan dari data mentah bisa sangat menghabiskan waktu. Sebagai solusi, kini sudah ada beberapa API pada Digital Exchanger yang menyediakan tools untuk membantu Anda dalam mengambil keputusan investasi, termasuk informasi mengenai aktivitas jual-beli dan pelaporan mengenai aset kripto yang Anda ingin sasar. Selain tools bawaan pada Digital Exchanger, terdapat beberapa tools lain yang cukup populer antara lain Crypto Fees dan Baserank

    On-chain metrics memiliki tiga komponen utama berupa hash rate, status, dan active address. Komponen lain yang juga digunakan dalam pengukuran ialah nilai dan biaya transaksi.

    2. Project metrics

    Berbeda dengan on-chain metrics, project metrics mengevaluasi kinerja suatu aset digital kripto dengan memanfaatkan pendekatan kualitatif, alias menilai lewat performanya. Metrik ini tidak hanya fokus pada faktor internal, tapi juga eksternal, seperti kegunaan suatu aset digital kripto dan cara kerja proyeknya. Adapun project metrics sendiri dijalankan dengan komponen-komponen berikut:

    • Analisis latar belakang, seperti siapa saja tim yang berada di baliknya.
    • Tokenomics dan pendistribusiannya.
    • White paper .
    • Perbandingan pesaing.
    • Road map proyek kripto.
    Ilustrasi analisis aset kripto

    Ilustrasi analisis aset kripto

    3. Financial metrics

    Kategori analisis fundamental kripto yang terakhir adalah financial metrics. Seperti yang sudah Anda ketahui, tujuan utama dari analisis fundamental kripto adalah untuk mengetahui nilai suatu aset kripto sehingga peluang untung investor menjadi lebih baik.

    Nah, untuk bisa mencapai tujuan tersebut, maka analisis fundamental kripto memiliki financial metrics yang berguna untuk mengetahui nilai kuantitatif suatu aset kripto yang membantu investor menganalisis prospeknya di masa mendatang. Penilaian terhadap keuangan suatu proyek aset kripto melibatkan pemahaman mengenai kondisi perdagangan aset, termasuk likuiditas, response pasar, dan lingkungan sekitarnya.

    Financial metrics sendiri terdiri dari empat komponen utama, yaitu kapitalisasi pasar, seberapa banyak pasokan aset yang beredar, likuiditas dan volume perdagangan, serta mekanisme pasokan yang digunakan pada aset tersebut.

    Perbedaan Analisis Fundamental dan Analisis Teknikal Kripto

    Selain analisis fundamental, dalam pasar aset digital kripto juga ada analisis teknikal kripto. Jika analisis fundamental kripto mengukur nilai intrinsik suatu aset, maka analisis teknikal kripto melihat pola pergerakan harga aset.

    Analisis fundamental berfokus pada aspek-aspek dasar suatu aset kripto seperti keuangan, komunitas pengguna, serta kemungkinan penerapan di dunia nyata. Di sisi lain, analisis teknikal lebih fokus pada pergerakan kinerja suatu aset. Analisis ini memeriksa harga dan volume perdagangan aset dari waktu ke waktu.

    Keduanya sama-sama penting dalam dunia investasi aset digital kripto. Menerapkan kedua jenis analisis akan membantu Anda untuk lebih memahami aset kripto yang sedang diincar, cocok untuk dijadikan investasi atau justru tidak. Baik analisis fundamental maupun teknikal akan membantu Anda menyusun sebuah strategi investasi yang meningkatkan potensi untung dan meminimalisir risiko rugi.

    Baca juga: Pentingnya Analisis Teknikal dalam Trading Kripto

    Strategi yang matang dalam investasi aset digital kripto sangat penting untuk dilakukan. Asal-asalan dalam menyusun strategi investasi hanya akan menjauhkan Anda dari peluang untung besar. Adanya analisis fundamental kripto akan membantu Anda menilai suatu aset kripto dari nilai-nilai intrinsiknya sendiri.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai analisis fundamental kripto dan berita terbaru seputar aset digital kripto, Anda bisa mengunjungi website Tokocrypto, Instagram, Twitter, serta komunitas Tokocrypto, lho! Selamat berinvestasi!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Korea Selatan Investasikan Rp 2,6 Triliun Ambisi Jadi Raja Metaverse

    Pemerintah Korea Selatan akan menyediakan dana sebesar $ 186,7 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun untuk merangsang pertumbuhan platform Metaverse yang diharapkan akan membuat bisnis dan industri di Negeri Ginseng itu akan berkembang. Dana ini akan digelontorkan melalui Kementerian TIK, Sains, dan Perencanaan Masa Depan Korea Selatan.

    Dalam sebuah pernyataan resmi pemerintah Korea Selatan pada hari Minggu (28/2), dijelaksan dana akan dihabiskan untuk menyelesaikan empat tujuan utama dalam menciptakan ekosistem Metaverse dengan nama “Expanded Virtual World.” Ekosistem tersebut akan menjadi platform untuk memperluas pertumbuhan industri kota virtual, pendidikan dan media.

    Ilustrasi Metaverse.

    Ilustrasi Metaverse.

    Baca juga: Ukraina Terima Donasi Bitcoin dan Ethereum Capai Rp 530 M di Tengah Perang

    Konten kreator akan menjadi target yang diuntungkan dengan dukungan investasi ini. Mereka bakal menikmati dukungan di berbagai bidang untuk menarik bakat yang tepat guna membantu membangun platform. Pemerintah Korea Selatan mengatakan bahwa ekosistem itu akan menjadi tuan rumah kegiatan kreatif berorientasi komunitas, kontes pengembang Metaverse dan hackathon.

    Sektor swasta di Korea Selatan Sudah Kembangkan Metaverse

    Simon Kim, CEO Hashed, perusahaan blockchain asal Korea Selatan melihat platform Metaverse baru akan memiliki fokus khusus untuk meningkatkan ekspansi komersial dengan memberikan dukungan keuangan bagi para konten kreator.

    Lebih lanjut, Kim mengatakan saat ini sektor swasta sudah secara aktif berinvestasi di pasar Metaverse. Salah satunya Hashed yang telah berinvestasi dalam proyek Metaverse seperti Decentraland dan The Sandbox.

    “Ini masalah regulasi yang harus lebih diperhatikan pemerintah. Di Korea, penerbitan game NFT dilarang, dan penerbitan token juga dilarang.” kata Kim dilansir Cointelegraph.

    Metaverse Bisa Bermutu Baik, Jika Digital Ownership Lewat Kripto Kian Nyata

    Ilustrasi Metaverse.

    Baca juga: Cermat Pilih Aset Kripto Lokal yang Tepat, Jangan Mudah Ikut Hype

    Sementara, Park Yungyu, Kepala Departemen Komunikasi dan Kebijakan di kementerian, menyatakan dalam pengumuman bahwa inisiatif untuk membangun platform Metaverse ini adalah bagian dari “Digital New Deal” yang lebih luas di Korea Selatan.

    Digital New Deal adalah serangkaian kebijakan yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan teknologi digital. Menurut Park, Kementerian juga mengharapkan platform Metaverse-nya memiliki jangkauan global karena akan ada akses tanpa batas ke perusahaan Korea Selatan dari waktu ke waktu. Ini termasuk rencana memberikan dukungan untuk pertumbuhan perusahaan dengan menawarkan dukungan keuangan dan pengembangan teknologi.



    Sumber : news.tokocrypto.com