Tag: kripto

  • Tips Aman Investasi Aset Kripto yang Bisa Kamu Ikuti

    Aset kripto saat ini dikenal sebagai salah satu instrumen investasi yang menarik minat masyarakat. Di Indonesia, cryptocurrency atau mata uang digital ini tidak bisa digunakan untuk pembayaran di dunia nyata, tapi boleh diperdagangkan sebagai aset komoditi.

    Investasi aset kripto memiliki nilai yang fluktuatif dan tingkat risiko yang tinggi. Harga kripto bisa naik dan turun dalam waktu sekejap. Untuk itu, penting untuk memiliki strategi agar bisa berinvestasi aset kripto dengan aman. Apa saja tipsnya? Temukan jawabannya di bawah ini.

    Tips Investasi Aset Kripto yang Aman dan Profit

    Pada dasarnya semua instrumen investasi memiliki risiko, tidak terkecuali kripto. Risiko ini dapat dihindari dengan melakukan beberapa tips berikut:

    Mencari Platform Exchange Kripto Terbaik

    Ilustrasi platform exchange aset kripto, Tokocrypto.

    Ilustrasi platform exchange aset kripto, Tokocrypto.

    Sebelum kamu memutuskan akan berinvestasi kripto, hal paling mendasar yang perlu dilakukan adalah dengan memilih platform investasi terbaik. Saat ini setidaknya terdapat sekitar 11 exchange resmi yang terdaftar di Bappebti Kementerian Perdagangan, termasuk Tokocrypto.

    Pastikan kamu memilihnya dengan selektif. Baca-baca review dari platform tersebut dan yakinkan bahwa benar-benar aman. Agar lebih akurat, kamu juga bisa meminta rekomendasi platform investasi kripto pada investor yang telah senior.

    Pasalnya jika salah memilih platform yang tepat, dana investasi kripto bisa hilang begitu saja. Platform investasi terbaik akan memiliki keamanan yang baik. Sehingga keamanan aset bisa dipastikan aman dan tidak akan bisa dibobol hacker.

    Pelajari Teknik Aset Kripto yang Tepat

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Sebelum kamu akan membeli kripto, pastikan mempelajari fundamental, teknikal analisis dan pemberitaan terkait aset kripto. Para investor bisa menganalisa untuk memprediksi pergerakan aset kripto.

    Aset kripto adalah instrumen investasi baru yang valuenya masih dapat terpengaruh oleh pemberitaan yang dikaitkan dengan aset kripto tersebut.

    Baca Juga: Tokocrypto Market Signal 2 Februari 2022: Apa Saja Kripto yang Bullish Minggu Ini?

    Jangan Simpan Semua Aset Dalam Satu Wadah

    Ilustrasi rugi di investasi aset kripto.

    Ilustrasi rugi di investasi aset kripto.

    Prinsip penting yang harus kamu pegang pada saat berinvestasi kripto adalah jangan sekali-kali menyimpan semua aset dalam satu wadah. Sebaiknya lakukan diversifikasi investasi dan pembelian secara bertahap.

    Hal ini perlu dilakukan agar jika sewaktu-waktu jenis investasi tersebut mengalami penurunan yang merosot, kamu masih memiliki peluang mendapatkan keuntungan dari investasi yang lainnya.

    Siapkan Mental

    Ilustrasi tips investasi aset kripto yang aman dan cuan.

    Ilustrasi tips investasi aset kripto yang aman dan cuan.

    Poin terakhir ini tidak kalah penting untuk dilakukan. Menjadi seorang investor kripto, kamu harus memiliki mental yang kuat untuk menghadapi kejamnya fluktuatif yang akan melihat harga kripto yang naik turun seperti roller coaster

    Jika tidak memiliki mental yang cukup, kamu bisa panik dan gegabah. Hal ini tentu saja tidak baik. Kamu harus tetap tenang ketika melihat turun naiknya harga kripto yang drastis, agar bisa mempertimbangkan langkah apa yang harus diambil.

    Jangan terburu-buru menjual atau membeli aset kripto, pastikan menganalisisnya dengan baik, karena salah sedikit saja bisa rugi banyak. Tapi jika tetap tenang dan mengambil langkah yang tepat, keuntungan yang akan didapatkan juga lebih banyak.

    Investasi aset kripto sebenarnya gampang-gampang sulit, karena bergantung pada fluktuasi harga kripto yang bisa naik turun kapan saja. Namun, kamu bisa terus berlatih dan membiasakan diri dengan fluktuasi tersebut, sehingga bisa membuat strategi sendiri untuk mendapat profit.

    Baca Juga: Cara Kerja DeFi yang Jadi Revolusi Layanan Keuangan Dunia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Daftar 10 Perusahaan Tambang Kripto yang Wajib Kamu Tahu

    Penambangan kriptografi merupakan cari lain untuk mendapatkan keuntungan dari cryptocurrency, selain dari investasi. Menurut penelitian industri, dengan CAGR 16,8%, pasar penambangan kripto global dapat tumbuh hingga hampir $ 2,6 miliar pada tahun 2026.

    Beberapa nama baru telah muncul di bidang pertambangan kripto, karena bisnis ini memanfaatkan pembangkit listrik untuk mengatasi masalah lingkungan yang sering dikaitkan dengan pemborosan energi. Dalam hal ini, mari kita lihat 10 nama industri pertambangan cryptocurrency yang terpopuler di dunia dan sahamnya ada di Nasdaq. 

    1. HIVE Blockchain Technologies (NASDAQ: HIVE)

    Berkantor pusat di Vancouver, Kanada, HIVE adalah perusahaan pertambangan cryptocurrency publik terkemuka yang terdaftar di Toronto Venture Exchange pada tahun 2017, tetapi sekarang memiliki daftar ganda di Nasdaq. Perusahaan ini juga memiliki pusat operasional tambang kripto di Islandia dan Swedia yang digunakan untuk menjalankan operasi penambangan cryptocurrency, termasuk Bitcoin dan Ethereum

    HIVE memilih lokasi di sana untuk mencapai suhu yang lebih dingin dan mengakses energi terbarukan yang bernilai rendah dan mudah dimanfaatkan sepenuhnya untuk pertambangan. Pada kuartal Juni lalu, HIVE mencatat $ 37,2 juta dalam penjualan dokumen dan $ 18,6 juta dalam pendapatan Internet, sambil meningkatkan penambangannya.

    Ilustrasi perusahaan penambang kripto

    Ilustrasi perusahaan penambang kripto.

    2. Stronghold Digital Mining (NASDAQ: SDIG)

    Stronghold Digital Mining memposisikan diri sebagai salah satu perusahaan penambangan cryptocurrency pertama yang terintegrasi secara vertikal dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Stronghold mengubah limbah batubara yang tersisa dari penambangan menjadi energi untuk operasi penambangan. 

    Perusahaan juga menawarkan insentif pajak dan kredit energi terbarukan. Mereka saat ini mengoperasikan 3.000 penambang yang didukung oleh pembangkit listrik yang beroperasi di Pennsylvania.

    Setelah mengamankan $ 100 juta dalam pendanaan baru, Stronghold berharap dapat mengembangkan pembangkit listrik lain yang berfokus pada lingkungan, serta dapat meningkatkan total hashrate dari 185 petahash per detik (PH/s) menjadi 2.100 PH/s pada bulan Desember 2021.

    Baca Juga Strategi Jitu agar Selalu Cuan di Investasi Aset Kripto

    3. Marathon Digital (NASDAQ: MARA)

    Pendapatan Digital Marathon meroket lebih dari 1000% pada tahun 2020, karena harga kripto melonjak. Perusahaan yang berbasis di Las Vegas ini, ingin membangun operasi penambangan terbesar di Amerika Utara dengan salah satu biaya rendah, berkat akses ke energi yang murah. 

    Perusahaan juga sudah menempatkan “pusat data penambangan Bitcoin” di Hardin Power Station, dengan pembangkit listrik 105 MW di Montana. Perusahaan ini memiliki kapasitas hingga 30.000 rig penambangan Kripto yang akan menghasilkan 3.320 PH/s.

    Marathon Digital mengembangkan kapasitas penambangan yang disebut MaraPool, yang merupakan pool gabungan penambang kripto dengan sumber daya komputasi mereka, melalui jaringan untuk meningkatkan prospek kinerja tambang dalam menemukan blok dan menambang kripto. MaraPool sepenuhnya diaudit oleh pihak ketiga, dan telah dirancang untuk menawarkan transparansi yang lebih besar kepada anggotanya.

    Ilustrasi penambang kripto

    Ilustrasi penambang kripto.

    4. Canaan (NASDAQ: CAN)

    Tidak seperti beberapa nama lain dalam daftar ini, Canaan menawarkan paparan perangkat keras superkomputer yang digunakan untuk penambangan kripto. Perusahaan China ini, sedang mengikuti segmen yang sedang booming, karena semakin banyak pemain pertambangan kripto yang berinvestasi dalam peralatan untuk mendorong operasi mereka. 

    Didirikan pada tahun 2013, Canaan yang berbasis di Beijing fokus dalam server blockchain dan solusi mikroprosesor sirkuit terpadu (ASIC) khusus aplikasi. Perusahaan baru-baru ini melaporkan penjualan kuartalan tertinggi dalam sejarahnya, dengan total penjualan bersih tumbuh lebih dari 500% pada kuartal Juni 2021, sementara daya komputasi untuk total penjualan meroket karena permintaan mesin penambangan bitcoin melonjak.

    5. Riot Blockchain (NASDAQ: RIOT)

    Berkantor pusat di Colorado, AS dan dengan operasional di New York, Riot Blockchain adalah salah satu penambang Bitcoin publik terbesar di Amerika. Perusahaan telah berinvestasi dalam operasi penambangan Bitcoin seiring dengan pertumbuhan skalanya. Fasilitasnya di New York diselenggarakan oleh Coinmint, basis data mata uang digital terbesar di dunia dimana energi diambil dari 88% nol emisi.

    Awal tahun ini, Riot mengumumkan rencana untuk mengakuisisi Whinstone US, pemilik dan operator fasilitas penambangan dan penyimpanan Bitcoin terbesar di Amerika Utara yang berbasis di Texas. Dalam beberapa hari terakhir, perusahaan mengumumkan pengembangan teknologi chiller 200 MW di fasilitas ini untuk meningkatkan produktivitas dan tingkat hash rate. Pada akhir tahun 2022, Riot mengharapkan untuk memiliki tim penambangan lebih dari 80.000 yang dikerahkan sepenuhnya.

    Baca Juga Mengenal Apa itu Golden Cross, Panduan Lengkap untuk Pemula

    6. BIT Mining (NYSE: BTCM)

    BIT Mining yang berbasis di Hong Kong adalah perusahaan penambangan cryptocurrency yang tidak hanya melakukan operasi penambangan, tetapi juga memiliki eksposur ke manufaktur mesin penambangan hingga operasi pusat data. Adapun yang terakhir, ia memiliki seluruh kumpulan penambangan dan aset terkait yang dioperasikan melalui BTC.com, salah satu nama paling populer di industri kripto.

    Bulan lalu, perusahaan menandatangani kesepakatan $ 12,1 juta dengan Viking Data Center untuk mengembangkan fasilitas penambangan kripto 85 MW di Ohio, AS, yang dijadwalkan selesai pada Februari 2022. Tindakan keras terhadap penambang cryptocurrency di China telah memprovokasi sejumlah penambang, termasuk BIT Mining yang mengancam akan keluar dari pasar China.

    7. BIT Digital (NASDAQ: BTBT)

    BIT Digital adalah generator aset digital skala besar yang berfokus pada ketahanan dan operasi penambangan global, dengan tingkat hash maksimum saat ini 1920 PH/S. Perusahaan penambangan kripto yang berbasis di New York ini, memiliki salah satu tim penambangan terbesar yang terdaftar di AS yang berjumlah 32.500, dengan mayoritas penambang menggunakan energi bebas karbon.

    Selama kuartal Juni tahun 2021 lalu, BIT Digital menambang hampir 563 Bitcoin. Perusahaan juga memindahkan operasinya dari pasar China dan menandatangani perjanjian pendanaan $80 juta dengan Blockfusion untuk meningkatkan hashrate-nya.

    Ilustrasi penambang kripto

    Ilustrasi penambang kripto.

    8. Bitfarms (NASDAQ: BITF)

    Bitfarms adalah perusahaan infrastruktur blockchain yang berbasis di Toronto dengan salah satu jaringan penambangan cryptocurrency terbesar di Amerika Utara. Lebih dari lima fasilitas di Quebec dan infrastruktur 82 MW yang dibangun, 99% operasi penambangan Bitcoin mereka didukung oleh pembangkit listrik tenaga air terbarukan, dengan biaya rata-rata hanya $0,04/kWh dan tingkat hash 1600 PH/S.

    Sebagai pembeda, Bitfarms adalah perusahaan yang terintegrasi secara vertikal melalui kontraktor listrik yang dimiliki sepenuhnya oleh Volta Electrique, dan jaringan kontraktor listriknya sendiri. Mengenai jaringan pipa, Bitfarms berencana untuk membangun tambahan 105 MW kapasitas infrastruktur selama beberapa bulan ke depan.

    9. Hut 8 Mining (NASDAQ: HUT)

    Hut 8 Mining fokus pada penambangan Bitcoin dan Ethereum dan berhasil menambang 326 BTC pada Agustus 2021, dengan nilai output rata-rata 10,5 BTC per hari.

    Untuk kuartal kedua tahun 2021 lalii, Hut 8 Mining membukukan penjualan 33,55 juta Dolar Kanada, 250% lebih tinggi dari pada periode yang sama pada tahun sebelumnya. Performa juga meningkat dengan jumlah yang sama. Sementara beberapa penambang Bitcoin menjual BTC yang mereka tambang, Hut 8 Mining mengambil pendekatan yang berbeda. Hut 8 Mining adalah pemilik pertama Bitcoin yang menambang sendiri di Amerika Utara dan meminjamkan BTC-nya untuk menghasilkan minat pada aset tersebut.

    Perusahaan sedang memperluas operasinya, dengan tingkat hash yang meningkat menjadi 1.370 PH/s, sementara diperkirakan akan mencapai di atas 2.500 PH/s pada akhir tahun 2022. Hut 8 Mining menargetkan operasinya bisa memakai tenaga listrik yang dihasilkan oleh campuran tenaga surya, angin dan energi gas alam. Hal tersebut membantu perusahaan mencapai biaya rig penambangan terendah, di antara penambang BTC yang diperdagangkan secara publik pada $0,022 per kWh.

    10. Greenidge Generation (NASDAQ: GREE)

    Greenidge Generation adalah perusahaan lain yang berbasis di New York yang aktif di ruang kripto. Perusahaan mengoperasikan fasilitas pembangkit listrik netral karbonnya sendiri yang merupakan jantung dari bisnis penambangan Bitcoin-nya. 

    Perusahaan ini menghasilkan sekitar 44 MW listrik untuk lebih dari 15.000 penambang, tetapi dengan pembangkit yang memiliki kapasitas 106 MW, itu juga memasok listrik berlebih ke jaringan negara. Dari Januari hingga Juni 2021, hampir 60% listrik yang dihasilkan perusahaan digunakan untuk penambangan Bitcoin.

    Pada September 2021 lalu, Greenidge dapat menambang 729 Bitcoin dengan hasil awal menunjukkan pendapatan sebesar $ 33 juta hingga $ 37 juta. Di waktu yang sama, perusahaan juga mengumumkan pembelian 10.000 alat penambang lagi untuk fasilitas baru yang direncanakan di Carolina Selatan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Akan Menguat Mengikut Pasar Modal

    Korelasi Bitcoin (BTC) dengan pasar modal AS mencapai rekor tertinggi. Bila pasar saham pulih kembali, maka hal itu dapat mengangkat BTC dan aset kripto lain.

    Berbeda dengan sebelumnya, BTC bergerak beriringan dengan saham saat dua-duanya mengalami kelesuan. Tetapi korelasi tersebut justru dapat membawa kelegaan bagi BTC bila saham menguat.

    Koefisien korelasi 40-hari bagi BTC dan indeks saham Nasdaq 100 hampir mencapai 0,66. Angka ini merupakan rekor tertinggi menurut data yang dikompilasi oleh Bloomberg sejak tahun 2010.

    Baca jugaManajer Dana Raksasa Ini Ajukan ETF Terkait Teknologi Blockchain

    Selain itu, korelasi serupa turut terjadi dengan indeks S&P 500 dan mencapai rekor pula.

    Pakar strategi Ed Yardeni, presiden Yardeni Research, mengutarakan ide bahwa sentimen terhadap pasar modal akan segera mengalami pemulihan kembali. Hal ini dapat berakibat kepada penguatan saham setelah masa kelesuan akhir-akhir ini.

    Saham yang menguat dapat turut mendongkrak Bitcoin dan aset kripto lain.

    “Saham seharusnya pulih selama beberapa bulan ke depan seiring pasar obligasi menjadi stabil dan keuntungan perusahaan terus bertambah berkat ekonomi global yang menguat,” jelas Peter Berezin, kepala strategi global BCA Research Inc.

    Ia menambahkan, hal tersebut dapat mendorong kripto ke atas, walau sementara.

    Aset kripto terpeleset di tengah berita pengurangan stimulus dari Federal Reserve yang sebelumnya mendongkrak aset spekulatif selama masa pandemi. Valuasi senilai lebih dari US$1 trilyun telah terhapus dari kapitalisasi pasar aset kripto sejak puncaknya di bulan November.

    Saat ini, Bitcoin terus mengalami tren menurun dan jatuh hingga ke harga US$36.506.

    Chris Weston, kepala riset Pepperstone Financial Pty Ltd, berkata sektor kripto terlampau berada di area oversold. Kendati demikian, momentum menurun memang kuat dan reli ke atas akan menjadi peluang bagi spekulan untuk menjual.

    Baca juga Google Kembangkan Kartu Bitcoin (BTC)

    Berezin bersikap skeptis terhadap Bitcoin secara keseluruhan kendati ia melihat adanya penguatan singkat bila saham pulih. Target jangka panjang Berezin bagi Bitcoin hanyalah US$5 ribu.

    “Investor yang ingin melindungi terhadap resiko perlu mempertimbangkan membeli Cardano (ADA), Solana (SOL) dan Polkadot (DOT) daripada BTC, Litecoin (LTC) dan Dogecoin (DOGE),” pungkas Berezin.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Polling: Kebanyakan Orang Memperkirakan Bitcoin akan Dibawah $ 55.000 pada Akhir 2021

    Bitcoin (BTC) telah menjadi aset paling diperbincangkan dalam beberapa tahun ini, dimana ia sempat mengalami kenaikan super yang menciptakan banyak sekali miliarder baru, dan menjadi semacam ‘gelembung pecah’ yang menelan banyak sekali uang saat terjatuh dari posisi puncak di $ 20.000 ke posisi $ 3.000-an.

    Dan saat ini, orang-orang masih banyak yang optimis memandang crypto utama ini dalam jangka panjang, dimana hal itu salah satunya bisa terlihat dalam sebuah hasil jajak pendapat (polling) di Twitter baru-baru ini.

    Sebuah polling yang dibuat oleh pencipta model Stock-to-Flow (S2F) Bitcoin, Plan B, menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan total 26.639 orang:

    42,5%-nya percaya bahwa Bitcoin akan berada di bawah level harga saat ini.

    Ini diikuti oleh 22,9% yang berpikir harganya akan naik menjadi $ 100.000 sedangkan 17,4% dan 17,2%, masing-masing percaya bahwa harga BTC akan menjadi $ 288.000 dan di atas $ 55.000.

    Masing-masing harga pada polling diproyeksikan berdasarkan model S2F Plan B yang digunakan untuk memperkirakan harga Bitcoin dengan mempertimbangkan kelangkaan yang diproyeksikan.

    Baca Juga: Inilah Skema Ponzi dan Ransomware Crypto Terkenal yang Perlu Anda Ketahui

    Sekedar informasi, model S2F adalah cara sederhana untuk mengukur seberapa banyak sumber daya yang ada.

    Model ini adalah menilai, berapa banyak sumber daya yang beredar dibagi dengan berapa banyak lagi yang masuk ke dalam sirkulasi, katakanlah per tahun, yang hampir sama dengan cara penerkaan untuk komoditas Emas.

    Model ini membandingkan Bitcoin dengan sumber daya yang langka seperti emas dan mengingat bahwa jumlah Bitcoin yang ditambang akan mengalami Halving setiap 4 tahun, model S2F semakin tinggi dan itu akan membuatnya lebih berharga dari waktu ke waktu.

    Ini adalah dasar optimisme yang didukung oleh model ini yang kemungkinan mendasari hasil polling tersebut.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Terkini Mungkin Dipengaruhi Penambang

    Tetapi, secara total, ada 42,5% orang yang tidak mempercayai hasil dari pembacaan model S2F dan memilih untuk melihat BTC akan Bearish dari level harga saat ini, jawaban ini pun kemungkinan juga termasuk dengan orang-orang yang belum paham cara kerja S2F.

    Secara alaminya, BTC kami rasa akan terbuktikan kemampuannya sebagai aset digital jika mampu mempertahankan interest market ditengah berbagai kondisi, terutama dalam pandemi saat ini. Kita lihat saja.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 8 Proyek Crypto yang Menarik untuk Diamati di Tahun 2022

    Tahun 2021 akan segera berakhir dalam beberapa hari, menunggu waktu untuk menyambut tahun 2022 yang dipenuhi berbagai proyek crypto potensial untuk berkembang berdasarkan apa yang mereka sajikan untuk industri.

    Tentu saja, prospek harganya pun terlihat kian menarik karena proyek-proyek ini masih menjadi salah satu yang terbaik di bidangnya, sehingga investor wajib mengamatinya dengan seksama.

    1.Polygon (MATIC)

    Menjadi blockchain skalabilitas layer-2 untuk Ethereum, Polygon menghadirkan biaya yang lebih rendah dan kegunaan yang lebih luas. Tentu saja, MATIC memiliki masa depan cerah mengingat Ethereum masih memiliki biaya yang cukup mencekik leher, terutama untuk transaksi bernilai kecil.

    Baca jugaSenator Lummis akan Memperkenalkan RUU Kripto Baru Tahun Depan

    2.Solana (SOL)

    Menjadi pesaing kuat Ethereum dan Cardano sebagai blockchain, Solana memiliki kuantitas dan kecepatan transaksi per detik yang mengagumkan. Dengan dukungan konsensus Proof-of-Stake (PoS) dan Proof-of-History (PoH), Solana telah jauh lebih maju untuk memproses dApps, DeFi dan bahkan NFT.

    3.Chainlink (LINK)

    Menghubungkan data dunia nyata dan blockchain (kontrak pintar) adalah kelebihan yang ditawarkan Chainlink.

    Ini memungkinkan penggunaan di sisi bisnis yang akan menjadi terobosan dan sekaligus inovasi di berbagai bidang. Chainlink memegang masa depan cerah dari sini karena blockchain kian populer.

    4.Vechain (VET)

    Memberikan identitas digital pada semua barang di rantai pasokan pada proyek blockchain membuat nama Vechain sangat dekat dengan adopsi kuat di sistem-sistem bisnis besar dan ritel.

    Ini akan memberikan penggunaan nyata yang signifikan seiring peningkatan kesadaran akan teknologi blockchain.

    5.Polkadot (DOT)

    Membentuk multichain yang saling terhubung menjadikan Polkadot salah satu pemain yang sangat diperhitungan di tahun 2022. Pembaruan demi pembaruan telah hadir dari Polkadot yang siap memecahkan berbagai masalah umum pada blockchain tunggal, salah satunya seperti Ethereum.

    Baca jugaNike Masuki Metaverse, Luncurkan Sepatu Kets Virtual

    6.Theta Network (THETA)

    Era desentralisasi membawa Theta Network untuk mencoba bersaing dengan Youtube untuk urusan live streaming dan berbagi video.

    Mengingat semakin ramainya sosial media berbasis video (pendek dan panjang), Theta digadang akan mampu merebut porsi pasar yang cukup besar karena ini lebih terdesentralisasi.

    7.Stellar (XLM)

    Memungkinkan peredaran uang secara bebas dengan integrasi sistem keuangan , Stellar akan memberikan banyak sekali manfaat bagi jutaan orang untuk mendapatkan akses layanan keuangan berbiaya rendah. Ini adalah proyek jangka panjang yang sangat potensial.

    8.Cardano (ADA)

    Menjadi pesaing kuat Ethereum, Cardano hadir dengan kemampuan skalabilitas yang apik dan telah berjalan di konsensus yang lebih ramah lingkungan, Proof-of-Stake (PoS), dibandingkan Ethereum (setidaknya saat ini) dan Bitcoin di konsensus Proof-of-Work (PoW) yang masih dilanda masalah emisi karbon.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ada Shiba Inu (SHIB) di Travala, Buat Apa?

    Situs travel Travala, yang menerima kripto untuk pembayaran, menambahkan Shiba Inu (SHIB) sebagai aset yang diterima. SHIB kini dapat dipakai untuk melakukan pemesanan bagi lebih dari tiga juta produk travel di seluruh dunia, termasuk penerbangan, hotel dan paket perjalanan.

    Pada hari Selasa (07/09/2021), Travala mengumumkan aset kripto SHIB ditambahkan ke situsnya sebagai salah satu metode pembayaran.

    Baca jugaMantan Bos Google Bergabung di Chainlink (LINK)

    Akun Twitter resmi Travala mencuit memberikan selamat kepada pendukung SHIB sebab telah memenangkan kompetisi pemilihan token yang digelar beberapa hari lalu.

    “Selamat kepada SHIB yang memenangkan kompetisi token pada Travala. SHIB kini terdaftar sebagai alat pembayaran di Travala.com untuk memesan tiga juta produk travel,” tulis Travala.

    Sebelumnya, pada awal Desember lalu Travala menggelar kompetisi token antara FLOKI dan SHIB. Perusahaan tersebut mensyaratkan aset kripto dengan pilihan suara terbanyak akan didaftarkan sebagai alat pembayaran di Travala.com.

    Selain itu, semua pengguna yang turut serta dalam kompetisi itu akan menerima bagian imbalan US$15 ribu dalam AVA yang disebar sesuai dengan voting yang dilakukan. Melalui program AVA, pengguna dapat meraih diskon tambahan hingga 13 persen bagi pemesanan.

    Kompetisi tersebut berakhir dengan SHIB sebagai pemenang telak.

    Situs Travala menjelaskan mereka bangga menjadi situs terdepan bagi pemesanan akomodasi yang menerima kripto. Saat ini, pengunjung dapat melakukan pemesanan memakai 77 aset kripto, termasuk kripto meme Dogecoin (DOGE) dan SHIB yang baru diaktifkan.

    Baca jugaKeluar dari Koreksi, Reli Harga Tezos Naik 50%

    Awal bulan ini, Travala melaporkan total pendapatan bagi November mencapai US$7,2 juta. Angka tersebut meningkat 683 persen dibanding tahun lalu. 82 persen dari semua pemesanan pada bulan ini dilakukan memakai aset kripto.

    Adopsi kripto SHIB telah meningkat akhir-akhir ini. Pada November, bursa kripto Kraken dan Gemini asal AS mendaftarkan SHIB.

    Peritel elektronik Newegg dikabarkan akan menerima SHIB sebagai alat pembayaran bulan ini. Rantai bioskop AMC Theatres berjanji akan membuka pembayaran SHIB pada kuartal pertama tahun depan.

    Sementara itu, pendukung SHIB mengajukan petisi agar platform perdagangan Robinhood mulai menerima SHIB. Sampai saat ini, petisi tersebut sudah mencapai 544.304 tanda tangan.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Metaverse Bisa Bermutu Baik, Jika Digital Ownership Lewat Kripto Kian Nyata

    Metaverse, dunia realitas virtual baru yang didengungkan oleh Mark Zuckberg, bisa bermutu baik jika memang konsep digital ownership lewat kripto dan NFT kian nyata.

    Hal itu disampaikan oleh sejumlah praktisi metaverse, di antaranya adalah Yat Siu, CEO dan salah seorang pendiri Animoca Brands. Perusahaan ini adalah di balik sejumlah game kripto berbalut NFT (non-fungible kripto) seperti digital art mobil balap F1.

    Pandangan Yat Siu bagian dari kritiknya terhadap dukungan Mark Zuckberg terhadap dunia metaverse yang dinilai Zuckerberg akan menjadi bagian terpadu dari para pengguna Internet di masa depan. Itu sebab, pada akhir Oktober 2021, ia mengumumkan alih nama perusahaan dari Facebook menjadi Meta.

    Baca jugaGame NFT “Guild of Guardians” Raih Pendanaan $ 5,3 juta. Penjualan Tokennya Laris Manis

    Metaverse, Kripto dan NFT

    Bagi Siu, ketiadaan digital ownership (kepemilikan digital) oleh pengguna metaverse, maka dunia virtual itu tidak ada gunanya, tidak bisa bermutu baik.

    Kepemilikan digital diwujudkan, salah satunya, lewat pengayaan NFT, token khusus yang merepresentasikan kepemilikan dan transaksi file digital di Internet, termasuk digital art dalam bentuk gambar, suara dan video.

    “Apa yang dilakukan Facebook (Meta) dengan metaverse adalah ‘metaverse palsu’, kecuali ada satu komponen yang memastikan kita benar-benar memiliki objek jelas di dalamnya, yakni ownership,” sebut Siu kepada Reuters, Rabu (1/12/2001).

    Perihal digital ownership lewat NFT memang terbukti nyata, setidaknya dalam ukuran transaksi pembeliannya. Contoh terbaru adalah lapak virtual di Decentraland yang laku US$2,4 juta pada pekan lalu. Hal serupa berlalu lalang di proyek serupa, seperti di The Sandbox (SAND) dan Axie Infinity (AXS).

    Siu menegaskan, bahwa digital ownership adalah landasan untuk perbaikan sekaligus jalur baru bagi produk dan perdagangan, seperti kepemilikan mobil memunculkan produk kursi bayi atau bagaimana kepemilikan rumah bisa mendorong permintaan furnitur dan bisnis seperti Ikea.

    Ubah Hubungan Merek dan Konsumen

    Hal senada juga disampaikan oleh Benoit Pagotto, salah seorang pendiri sepatu kets virtual, RTFKT. Ia meyakini metaverse memberi ruang yang sangat baik untuk meningkatkan hubungan merek dan konsumen.

    “Ini [metaverseRed] adalah perubahan besar dalam (cara) mengubungkan antara bisnis, kreativitas dan konsumerisme bekerja,” katanya.

    Baca jugaInvestor Alibaba Kucurkan Dana ke Bisnis Metaverse Korsel

    NFT Tak Sepenuhnya Baik

    Sepertinya halnya kripto (sebagai mata uang dan aset komoditi), NFT tidak diatur, sehingga penumpang gelap banyak yang bersemayam di dalamnya. Bahkan, setiap orang bisa membuat dan menjual NFT, tanpa ada jaminan nilainya.

    “Kepemilikan dalam istilah hukum berarti sesuatu (umumnya) adalah monopoli atas sumber daya yang diatur oleh negara,” katanya. Jenis hak yang diberikan kepada Anda atas kepemilikan NFT sedikit berbeda. Anda mungkin tidak memiliki hak untuk mengendalikan sepenuhnya NFT itu,” sebut Natalie Johnson, pendiri Neuno yang bergerak di bidang NFT fesyen.

    Namun demikian, Natalie mengakui, bahwa kelak metaverse dan NFT berpadu dengan baik dan cocok untuk semua orang.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pengertian Mata Uang Kripto, Penjelasan dan Cara Kerjanya

    Selama pandemi COVID-19 yang dimulai sejak Maret 2020, tren investasi mengalami peningkatan yang signifikan. Meski harga saham sempat anjlok, bagi beberapa orang kondisi tersebut justru merupakan momen untuk membeli saham dalam jumlah besar. Akhirnya, investasi pun menjadi tren, tak hanya untuk saham, tapi juga instrumen lainnya seperti emas, reksa dana, hingga kripto.

    Saat ini, mata uang kripto menjadi instrumen investasi yang tengah naik daun. Tidak hanya populer di Indonesia, kripto juga populer di berbagai negara. Mata uang digital ini menawarkan berbagai keuntungan yang akhirnya membuat sebagian besar orang penasaran dan mencoba untuk berinvestasi. 

    Apa Itu Mata Uang Kripto dan Bagaimana Cara Kerjanya? 

    Mata uang kripto adalah jenis mata uang digital yang terpusat pada sebuah jaringan bernama Blockchain. Mata uang ini dijamin oleh kriptografi, yaitu sebuah metode untuk melindungi informasi dan saluran komunikasi dengan menggunakan kode. 

    Mata uang digital ini bisa digunakan untuk bertransaksi secara peer-to-peer tanpa perantara pihak ketiga. Salah satu negara yang sudah sangat akrab dengan kripto adalah Nigeria. Di Nigeria, mata uang kripto bisa digunakan untuk melakukan pembayaran di toko online dengan memanfaatkan smartphone

    Cara kerja mata uang kripto bisa disederhanakan melalui tiga kata kunci, yakni digital, terenkripsi, dan terdesentralisasi. Tidak seperti mata uang konvensional yang dikontrol oleh otoritas sentral, mata uang kripto sepenuhnya dikontrol dan dikelola oleh pengguna melalui internet.

    5 Mata Uang Kripto yang Tren pada November 2021

    Banyak mata uang kripto yang mengalami peningkatan harga setiap tahunnya. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut ini beberapa aset kripto yang sedang tren pada November 2021:

    1. Shiba Inu (SHIB)

    Shiba Inu atau SHIB baru dibuat pada pertengahan 2020. Saat ini, memecoin ini begitu viral dan populer di kalangan investor kripto. Shiba Inu berdiri di atas blockchain Ethereum. Meski harganya masih di bawah satu sen, Shiba Inu menunjukkan peningkatan yang signifikan beberapa kali. 

    Dengan harga awal hanya sebesar $0.0000000014, kini SHIB mengalami peningkatan pesat hingga menjadi $0.00007392 saat memasuki bulan November 2021. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya adalah didongkrak dengan cuitan Elon Musk, peluncuran DEX tersendiri bernama ShibaSwap, juga diborong secara besar-besaran oleh whale beberapa waktu lalu.

    2. Dogecoin (DOGE)

    Mata uang kripto satu ini memiliki logo yang sama dengan SHIB, yakni anjing ras Jepang Shiba Inu. Berkat pengusaha nyentrik Elon Musk, Dogecoin (DOGE) menjadi topik yang viral dan menarik banyak sekali investor. Meski berawal dari sebuah candaan pada 2013 lalu, kini Dogecoin menjadi salah satu mata uang kripto yang paling diminati. 

    Tidak seperti kebanyakan kripto lainnya yang memiliki batasan jumlah uang yang dibuat, Dogecoin tidak memiliki hal itu. Dogecoin bebas membuat jumlah uang sebanyak apa pun. Harga Dogecoin (DOGE) pada 2017 hanyalah sebesar $0,0002. Pada November 2021, harganya berhasil meningkat dan berada di $0.3304.

    3. Ether (ETH)

    Jika berbicara soal mata uang kripto, sebagian besar orang pasti sudah mengenal Ether (ETH). Mata uang kripto ini kerap kali menjadi pilihan para investor untuk menanamkan uangnya. Ether menjadi kesukaan para pembuat program karena berfungsi sebagai penggerak blockchain kenamaan Ethereum yang menjanjikan berbagai fitur dan pengembangan, seperti smart contract dan NFT. 

    Selama lima tahun terakhir, Ether menunjukkan perkembangan yang begitu mengagumkan. Harganya meningkat hampir 40.000%, mulai dari $11 menjadi lebih dari $4,800 saat memasuki bulan November. Selain itu, kapitalisasi pasar Ether juga telah mencapai lebih dari $520 miliar.

    4. Cardano (ADA)

    Mata uang kripto satu ini terkenal karena metode validasi bukti kepemilikannya. Metode tersebut dapat mempercepat waktu transaksi serta mengurangi penggunaan energi dan dampak lingkungan. Caranya dengan menghilangkan aspek kompetitif dan pemecahan masalah dari verifikasi transaksi.

    Layaknya ETH yang mendukung Ethereum, ADA juga mendukung platform-nya sendiri, Cardano, yang memiliki smart contract dan aplikasi terdesentralisasi. ADA mengalami peningkatan harga sebesar 10.000% yang tercatat sejak 2017. Harga ADA saat itu adalah $0.02, sedangkan saat memasuki bulan November  2021, harganya meningkat menjadi $2,2786.

    Baca Juga: Simak Penjelasan Lengkap Mengenai Cardano Coin!

    5. Solana (SOL)

    SOL merupakan altcoin yang diluncurkan pada 2020 oleh Solana Foundation. Koin yang satu ini menjadi salah satu primadona trader dan investor karena kenaikannya yang signifikan. Bagaimana tidak, harga SOL pada 17 Februari 2021 berada di angka $8.2226 atau berkisar Rp 117 ribu. Lalu 9 bulan kemudian tepatnya 17 November 2021, SOL berada di level harga $213.79 atau Rp 3 juta! 

    Nah, salah satu penyebab SOL mengalami kenaikan drastis adalah inovasi pada blockchain-nya yang sedang berjalan dan menunjukkan progress positif.

    Itulah beberapa jenis mata uang kripto yang melonjak saat pandemi. Tertarik untuk berinvestasi? Langsung saja memulai investasi melalui Tokocrypto, platform pertukaran mata uang kripto termudah dan teraman. Anda bisa menjual, membeli, dan berinvestasi berbagai jenis mata uang kripto. 

    Tokocrypto juga menyediakan informasi-informasi penting yang bisa menambah wawasan Anda mengenai mata uang kripto. Jangan lupa follow media sosial Instagram dan Twitter Tokocrypto untuk mendapatkan informasi menarik lainnya!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • PWNU Yogya: Aset Kripto Tidak Bertentangan dengan Syariat

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama  (PWNU) DIY Yogyakarta mengeluarkan pernyataan terkait hukum aset kripto dan blockchain dalam kacamata syariat Islam. Melalui forum Bahtsul Masail tanggal 21 November 2021, PWNU Yogya berpandangan bahwa aset kripto tidak mengandung unsur ketidakjelasan (gharar) dan perjudian (qimar).

    Pandangan ini memberikan perspektif baru di kalangan ulama Indonesia terkait permasalahan aset kripto. Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan PWNU Jawa Timur telah memberikan pandangan dan fatwanya atas aset kripto. Keduanya mengharamkan aset kripto karena dinilai mengandung unsur ketidakjelasan (gharar) serta perjudian (qimar).

    Baca jugaSquare Telah Merilis Whitepaper untuk DEX Bitcoin-nya

    PWNU Yogya berpandangan lain. Dari hasil pembahasan yang melibatkan sejumlah ahli, diantaranya dari ahli blockchain dan kripto, menyatakan bahwa aset kripto diperbolehkan sebagai alat tukar maupun komoditas.

    “Sebagai alat tukar maupun sebagai komoditas, cryptocurrency dibolehkan dalam hukum Islam. Ia memenuhi syarat baik sebagai alat tukar (al-tsaman) maupun sebagai komoditas (al-mutsman) di antaranya; memiliki manfaat (muntafa’), bisa diserahterimakan (maqdur ‘ala taslimih), dan bisa diakses jenis serta sifatnya oleh kedua belah pihak (ma’luman lil ‘aqidain). Hal ini mengecualikan berbagai varian cryptocurrency yang tidak memenuhi beberapa syarat tersebut,” tulis keterangan tertulis PWNU Yogya yang diterima Portalkripto.com

    Forum itu pun menyatakan bahwa sifat fluktuasi dalam pasar kripto merupakan sebuah mekanisme pasar yang wajar. Bahkan, mereka mengatakan bahwa blockchain dan cryptografi yang menjadi fundamental dari aset kripto merupakan infrastruktur teknologi yang lebih aman dan terhindar dari kecurangan.

    Baca  JugaHalal-Haram Aset Kripto, Mu’aawiyah Tucker: Bitcoin itu Seperti Emas

    “Fluktuasi harga mengikuti hukum pasar (supply and demand) yang dibolehkan secara hukum Islam. Dengan teknologi digital blockchain dan cryptography, ia juga memiliki tingkat keamanan yang tinggi, mampu terhindar dari upaya kecurangan dan manipulasi. Cryptocurrency sudah terbukti beroperasi dalam jangka waktu yang lama dan bertahan sampai saat ini,” tulisnya.

    Kendati demikian, PWNU Yogya memberikan rekomendasi kepada pemerintah agar segera membuat regulasi untuk ekosistem aset kripto baik sebagai alat tukar atau komoditas.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Cara Menghasilkan dari Kripto Selain Trading

    Dalam pasar kripto saat ini, orang-orang lebih banyak tahu dan melakukan kegiatan trading untuk menghasilkan cuan selain berinvestasi.

    Sekadar informasi, trading adalah kegiatan membeli dan menjual aset kripto untuk keuntungan jangka pendek dengan memanfaatkan volatilitas harganya yang tinggi.

    Cara Menghasilkan Cuan dari Kripto Selain Trading

    Namun tahukah Anda, saat ini kita juga masih dapat menghasilkan keuntungan selain dengan melakukan trading. Tentu saja, dengan tingkat risiko yang jauh lebih rendah dan dapat dilakukan sambil berinvestasi.

    Staking 

    Staking adalah cara termudah dan teraman untuk menghasilkan keuntungan dari kepemilikan aset kripto Anda. Staking adalah kegiatan mengunci aset untuk membantu validasi jaringan, yang akan memberi hadiah berupa aset kripto yang sama dengan yang Anda kunci.

    Sederhananya, staking mirip seperti deposito.Sehingga Anda hanya perlu menyimpan dana Anda selama jangka waktu tertentu (tidak bisa diambil sebelum jangka waktu tersebut berakhir) dan kemudian menikmati bunga / bonus dari hasil kegiatan tersebut.

    Persentase yang didapat akan berbeda untuk setiap aset kripto. Dan kegiatan ini bisa Anda lakukan dengan mudah dan aman di bursa Zipmex, melalui fitur terbaik mereka, ZipLock.

    ZipLock adalah fitur staking yang disediakan Zipmex. Ada banyak aset yang ditawarkan untuk di-staking, sehingga Anda bisa dapat menghasilkan cuan sambil menunggu nilai investasi Anda meningkat di aset tersebut.

    Baca jugaShiba Inu (SHIB) Bakal Hadir di Bioskop Ternama di AS Ini

    Beberapa aset yang bisa Anda stake di ZipLock antara lain Bitcoin, Ethereum, Litecoin, USDT, USDC, dan ZMT. Di ZipLock, aset Anda akan dikunci selama 45 hari. Anda akan mendapatkan bunga hingga 14% untuk ZMT dan 11% untuk US Stablecoin per tahun yang dibayarkan setiap harinya.

    Yield Farming

    Pada dasarnya, yield farming adalah kegiatan yang hampir serupa dengan staking. Namun hadiah yang didapat adalah berupa aset kripto yang berbeda dengan yang dikunci.

    Yield farming bisa diartikan dengan menjadi penyedia likuiditas bagi sebuah proyek baru yang akan listing di bursa yang menyediakan fitur ini.

    Di bursa Zipmex, Anda juga dapat melakukan yield farming melalui fitur mereka, ZLaunch.

    Di fitur tersebut, Anda akan menemui proyek-proyek potensial yang akan memberikan Anda aset kripto mereka secara cuma-cuma, hanya dengan melakukan penguncian aset untuk dijadikan likuiditas.

    Untuk saat ini, proyek token yang tersedia di ZLaunch adalah Yieldly (YLDY). Anda bisa mendapatkannya hanya dengan mengunci aset ZMT (token asli Zipmex). Masa penguncian di ZLaunch lebih fleksibel dibandingkan ZipLock, karena Anda tidak perlu menunggu hingga 45 hari. Anda bisa mengunci dan melepaskannya kapan saja, sesuai kebutuhan.

    Menabung Kripto

    Ya, sama seperti aset pada umumnya, kripto juga bisa ditabung. Cara ini sebenarnya sama dengan berinvestasi kebanyakan. Salah satu metode yang dapat digunakan ketika menabung adalah Dolar Cost Averaging (DCA).

    Menggunakan metode DCA, Anda bisa menyisihkan beberapa persen dari penghasilan bulanan untuk disimpan dalam bentuk aset kripto. Di Zipmex, Anda bisa menyimpan aset kripto tersebut dalam fitur menarik bernama ZipUp.

    Baca jugaAkhirnya, Metaverse SandBox Alpha akan Diluncurkan Setelah 4 Tahun Pengembangan

    Sama seperti tabungan pada umumnya, di ZipUp, aset kripto dapat disimpan secara fleksibel. Sehingga, dapat ditarik kapan saja ketika dibutuhkan. Selama aset disimpan di ZipUp, pengguna akan mendapatkan bonus berupa bunga yang besarannya berbeda untuk tiap jenis aset.

    Untuk Anda yang tertarik menggunakan ZipUp, Anda bisa mengikuti program spesial dari Zipmex. Daftarkan diri Anda di ZipUp dan pindahkan aset Anda dari Trade Wallet ke Z Wallet minimum Rp100 ribu. Dapatkan cashback berupa GOLD senilai Rp25 ribu. Baca di sini untuk tahu lebih banyak tentang program spesial ZipUp.

    Menambang Kripto

    Cara keempat ini adalah cara paling tua dan menjanjikan, setidaknya sampai hari ini. Karena kita hanya memerlukan modal di awal yakni seperangkat rig penambangan untuk memperoleh penghasilan.

    Keuntungan dari kegiatan ini didapat dari selisih nilai aset kripto yang didapat sesudah dikurangi biaya operasional seperti perawatan, penggunaan energi listrik dan lain-lain.

    Menggunakan peralatan terbaik memang membutuhkan modal yang besar, tetapi keuntungan yang didapat akan berkepanjangan dan setimpal dengan apa yang diusahakan pada awalnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com