Tag: kripto

  • Ini Cara Elon Musk Bantu Luncurkan Satelit Dogecoin (DOGE)

    Pada bulan Mei lalu, perusahaan antariksa SpaceX mengumumkan akan meluncurkan Satelit Dogecoin (DOGE) bernama DOGE-1 CubeSat ke orbit bumi. Satelit tersebut adalah misi riset kolaborasi dengan Geometric Energy Corporation (GEC).

    Satelit DOGE 

    Selain mengumpulkan data ruang angkasa melalui rangkaian sensor, CubeSat yang berbobot 40 kg tersebut dilengkapi dengan layar dan kamera untuk menyiarkan NFT yang akan dilelang selama misi berjalan.

    DOGE-1 akan menjadi misi antariksa dalam sejarah yang sepenuhnya dibiayai dengan DOGE. DOGE menjadi alternatif yang cepat dan aman bagi keuangan tradisional dan dapat menjadi alat tukar bagi semua penjelajahan antariksa di antara SpaceX dan GEC.

    Baca jugaGemini dan ChangeHero Dukung Shiba Inu (SHIB), Level US$$0,00006099 Jadi Penentu

    Menanggapi kerjasama ini, CEO GEC Samuel Reid berkata GEC dan SpaceX telah mengukuhkan DOGE sebagai alat tukar bagi bisnis luar angkasa setelah melakukan transaksi dalam skala besar.

    “Misi ini akan menunjukkan penerapan kripto di luar bumi dan menjadi landasan bagi perdagangan antar planet. Kami sangat senang meluncurkan DOGE-1 to the moon!” jelas Wakil Presiden Penjualan Komersial Space X, Tom Ochinero.

    Demi membantu membangun dan menjalankan sisi kripto dari misi DOGE-1. GEC menyatukan keahlian dan layanan data satelit CubeSat dari anak perusahaan GEC dengan solusi likuiditas pertukaran kripto dari Unizen.

    Misi ini memanfaatkan inkubator startup kripto ZenX yang membantu mempercepat penggarapan Protocol XI GEC dan menghubungkan infrastruktur antariksa dengan jaringan kripto.

    Baca jugaToken Chiliz Naik 170% Setelah Luncurkan NFT

    Berbicara soal gerakan ini. CEO Unizen, Sean Noga menjelaskan GEC adalah tim yang inovatif serta ambisius dengan visi yang memukau bagi masa depan dan keyakinan mendalam kepada kegunaan yang terus berkembang.

    “XI Protocol adalah terobosan cara infrastruktur antariksa terhubung dengan teknologi distributed ledger. Awalnya, teknologi ini akan memungkinkan layar tampilan luar angkasa berbasis satelit yang didorong oleh klaim token,” jelas Noga.

    Ia menambahkan, Unizen senang menjadi inkubator dan memperkenalkan XI Protocol GEC ke rekan-rekan strategis Unizen.

    Inkubasi XI Protocol GEC di ZenX menjadi contoh pionir kolaborasi sains dan teknologi yang memanfaatkan kripto untuk memajukan bidang penjelajahan ruang angkasa.

    Misi tersebut telah mendemonstrasikan kemampuan aset kripto seperti DOGE untuk mendanai proyek sebesar peluncuran kapal luar angkasa. Unizen dan GEC yakin kegunaan ini akan menjadi cetak biru besar bagi usaha berbasis kripto lainnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Token Chiliz Naik 170% Setelah Luncurkan NFT

    Peluncuran NFT dalam live game serta diimbangi dengan ekosistem yang tengah berkembang pesat, berhasil mendorong token Chiliz memamerkan harga memukau dengan kenaikan 170%.

    Chiliz (CHZ) sendiri merupakan aset kripto popular yang dibuat khusus untuk olahraga dan dunia hiburan.

    Menurut data yang dilansir oleh TradingView, sejak mencapai level terendah di harga $0,243 pada 29 September, harga CHZ berhasil keluar dari zona tersebut dan melonjak 170% ke level tertinggi harian dengan harga $0,527.

    Pada saat penulisan, token CHZ telah bernilai $0.573

    Grafik Harga Token Chiliz

    Lantas, mengapa token Chiliz bisa alami perkembangan pesat dan menyelamatkannya dari zona harga yang rendah? Berikut faktor meningkatnya fundamental CHZ.

    Meluncurkan NFT dalam Live Game

    Inovasi yang mempengaruhi harga Chiliz paling signifikan, dan membuatnya memulai reli saat ini adalah peluncuran NFT dalam live game pertamanya.

    NFT tersebut diluncurkan dalam platform yang berlangsung di pertandingan A.C. Milan melawan A.S. Roma.

    Cara kerjanya adalah, NFT baru akan dicetak ketika momen-momen penting sedang terjadi dalam pertandingan.

    Momen tersebut kemudian dimasukkan ke dalam wallet dari fan token holders yang melakukan prediksi pertandingan dengan benar.

    Setelah Chiliz mengumumkan bagaimana mereke mendistribusikan NFT dengan metode yang baru, pernyataan itu langsung disambut baik oleh pengguna.

    Token CHZ langsung alami lonjakan permintaan token yang tak henti-hentinya meningkat, bahkan hingga saat ini.

    Baca jugaBos Solana Labs Sebut Koin SOL bukan Ethereum Killer

    CHZ Bersama Dukungannya

    Alasan lain yang membantu momentum CHZ antara lain, penambahan daftar bursa baru bernama eToro, serta fan token yang berhasil dirilis untuk klub besar seperti São Paulo FC, AC Milan, hingga Manchester City.

    Selain itu, Binance juga memungkinkan penggemar mendapatkan token dari tim favorit mereka. Dengan syarat, mereka harus mempertaruhkan Binance Coin (BNB), Binance USD (BUSD), atau bisa juga dengan CH.

    Tak lama dari twet tersebut, OKEx mengumumkan bahwa mereka akan ikut mendukung token CHZ. OKEx tertarik dengan bursa eToro yang ada dalam ekosistem.

    Baca jugaSolana dan Reddit akan Kembangkan Proyek Media Sosial Terdesentralisasi

    Memperluas Ekosistem

    Perluasan ekosistem adalah faktor lainnya yang memperkuat fundamental CHZ.

    Belum lama ini, Chiliz bersama Socios juga meluncurkan kemitraan dengan Kraft Sports and Entertainment.

    Nantinya, National Football League (NFL) New England Patriots and Major League Soccer (MLS), serta New England Revolution akan bergabung dengan ekosistem.

    Kemitraan tersebut bertujuan agar protokol memiliki pandangan yang berbeda serta bisa mencakup semua liga olahraga utama.

    Menurut data VORTECS™ yang dilansir dari Cointelegraph Markets Pro, Token CHZ mulai mendeteksi prospek bullish sejak 28 Oktober, sebelum kenaikan harga baru-baru ini.

    Skor VORTECS™ tersebut sudah mencangkup perbandingan algoritma dari kondisi pasar historis, yang saat ini berasal dari kombinasi sentimen pasar, volume perdagangan, pergerakan harga terkini, serta aktivitas Twitter-nya.

    Seperti yang terlihat pada grafik, Skor VORTECS™ untuk CHZ mulai meningkat pada 27 Oktober dan mencapai tertingginya pada 28 Oktober, ketika harganya alami peningkatan sebesar 125% selama dua minggu berikutnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BTS Masuk Kripto Lewat Penjualan NFT, Digidoy Kebut Kreasi NFT Sendiri

    BTS sah masuk ke dunia kripto lewat penjualan gambar berwujud NFT alias non-fungible token. Berkat kerjasama dengan bursa kripto Upbit di Korea Selatan, kelak penggemar BTS di seluruh dunia bisa membeli gambar mereka dan bisa menjual lagi dengan harga yang lebih mahal. Sementara itu di Medan, Indonesia, Digidoy Comics ngebut menerbitkan NFT tambahan karya mereka sendiri.

    Hal itu disampaikan langsung oleh Hybe, perusahaan agensi di balik BTS. Hybe telah menandatangani kerjasama itu dengan Upbit, bursa kripto berskala global asal Korea Selatan.

     Baca jugaPentingnya Strategi Fibonacci Dalam Trading Crypto

    BTS Masuk Kripto Lewat NFT

    “Selain beragam gambar-gambar keren, video apik, novel hingga game bertema BTS akan dijual dalam bentuk NFT,” dilansir dari video Hybe di Youtube belum lama ini.

    Niatan akuisisi itu tertera di laman situs Komisi Sekuritas dan Bursa Korsel, terkait langkah akuisisi saham oleh Hybe di Dunamu, perusahaan di balik bursa kripto Upbit. Hasil akuisisi itu adalah usaha patungan antara kedua perusahaan.

    “Hybe akan membeli 2,5 persen saham di Dunamu, senilai US$423,1 juta,” sebut Hybe dilansir dari Techcrunch, Kamis (4/11/2021).

    Pendiri Hybe, Bang Si-hyuk mengatakan, bahwa tujuan penerbitan NFT adalah untuk menyediakan kepemilikan kartu foto yang aman dan memungkinkan mereka untuk dikumpulkan, dipertukarkan, dan ditampilkan di komunitas penggemar global di mana alih-alih satu foto, dapat diubah menjadi kartu foto digital dengan gambar dan suara bergerak.

    Megabintang K-pop hanyalah yang terbaru dalam daftar musisi besar yang terus bertambah untuk menerbitkan NFT mereka sendiri karena teknologi semakin menyebar ke arus utama.

    Pada September, superstar rap Doja Cat mengeluarkan koleksi NFT-nya sendiri di blockchain Tezos.

    Artis lain yang merilis NFT mereka sendiri termasuk Katy Perry , Eminem, The Weekend, Grimes, Kings of Leon, dan Aphex Twin.

    Di ranah game, NFT kian popular lewat game Axie Infinity. Bahkan Ubisoft berencana membuat game serupa.

    Baca juga : Gurih! Pasar Kripto di India dan Pakistan Naik Hingga 600 Persen

    NFT Asli Indonesia oleh Digidoy

    Sementara itu di Indonesia, geliat NFT semakin menggejala. Salah satunya adalah Digidoy Comics asal Medan, Indonesia.

    Debut awalnya sudah dimulai sejak tahun lalu lewat sejumlah NFT di DaVinci. Bahkan beberapa hari terakhir, Digidoy sudah menerbitkan beragam NFT di unik di OpenSea.

    Menurut M. Arief Siregar, salah seorang pendiri Digidoy Comics, pihaknya tidak hanya menerbitkan NFT karya sendiri, melainkan membantu menerbitkan NFT perusahaan-perusahaan ternama.

    “Bagi kami NFT adalah ranah dan sarana terbaru bagi pegiat dunia seni visual untuk menjangkau klien yang lebih luas. Berkat teknologi smart contract dan blockchain yang senyawa di NFT, seniman digital lebih mudah untuk melacak hasil penjualannya,” kata Arief di Medan, Kamis (4/11/2021).

    sumber.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Alasan Investor Baru Pilih ADA Daripada Bitcoin dan Ethereum

    Trader dan analis Crypto popular, Alex Krüger, baru-baru ini menulis sebuah komentar di laman Twitter pribadinya mengenai alasan aset Cardano (ADA) yang mungkin menjadi aset paling dicari para investor baru.

    Alex Krüger juga menghubungkan popularitas Cardano dengan podcast. Meskipun ada banyak podcast kripto yang populer, Krüger lebih merujuk pada podcast yang dipandu oleh Charles Hoskinson.

    Krüger mengakui taktik jitu ala Hoskinson selaku salah satu pendiri dan CEO IOHK, perusahaan di belakang Cardano, memang pintar mempromosikan asetnya melalui media sosial.

    Sementara pencipta Bitcoin saja dirahasiakan identitasnya.

    Hoskinson sendiri diketahui cukup aktif di platform media sosial. Di laman pribadinya, ia menjelaskan konsep yang mencakup proposal pembaruan Cardano, tantangan kripto global, serta melakukan sesi AMA reguler atau ‘ask me anything‘.

    Dengan kata lain, investor pemula yang baru ingin coba-coba investasi akan lebih yakin untuk membeli ADA sebagai pilihannya karena sang CEO yang rutin memberikan update dan kejelasan tentang aset mereka.

    Baca JugaAnalisis Teknikal Menunjukkan Cardano Segera Ungguli Bitcoin

    Namun selain faktor external tersebut, sebenarnya apa sih yang membuat Cardano menjadi naik daun?

    Cardano Memiliki Banyak Pembaharuan

    Cardano berada di bagian depan soal pemutakhiran dan pembaharuan.

    Komunitas mereka merilis pembaruan statusnear-term pada 8 Oktober. Disebutkan bahwa tim sedang mengerjakan pemutakhiran dan pemeliharaan tersebut bersama dengan beberapa penerapan ERC20 lagi.

    Namun sebelum itu, Cardano telah resmi merilis smart contract miliknya pada tanggal 12 September 2021, dan menyiptakan stablecoin yang akan diterbitkan oleh COTI. Koin stabil tersebut bernama Djed.

    Sang pemilik juga telah mencatat bahwa untuk peningkatan desentralisasi. Mereka telah memperbarui dependensi node milik Cardano yang diikuti dengan menerapkan kembali modal konfirmasi transaksi.

    Selain itu, tim Cardano sedang meninjau beberapa testnet seperti Daedalus testnet v.4.3.2 dan berfokus pada debugging (proses menghapus bug di dalam code). Guna men-support peningkatan lainnya.

    Baca jugaPentingnya Strategi Fibonacci Dalam Trading Crypto

    Pandangan Positif Yang Dibangun

    Menurut laporan terbaru dari Grayscale Investments, mereka memperkirakan bahwa jaringan Cardano kerap kali menunjukkan tren fundamental yang positif.

    Lebih lanjut dalam waktu dekat, laporan tersebut menyatakan bahwa peluncuran Dapp, NFT, dan token baru dapat menyebabkan pemegang ADA mengalihkan alokasi mereka ke aset ini.

    Sementara itu, jaringan apapun memang tidak pernah lepas dari ancaman persaingan.

    Laporan tersebut menyebutkan bahwa pesaing terbesar ADA adalah blockchain Layer 1 dengan kemampuan smart contract yang juga dimiliki Ethereum, Solana, Internet Computer Protocol, Avalanche, dan lainnya.

    Namun perlu dicatat, bahwa Cardano Foundation baru-baru ini mengumumkan beberapa kemitraan strategis dengan nama-nama seperti COTI, Chainlink, Rival, dll. di Cardano Summit 2021.

    Kemitraan ini diharapkan dapat lebih meningkatkan adopsi dan penggunaan jaringan Cardano dalam beberapa hari mendatang.

    “Mitra ekosistem baru kami mencakup berbagai tantangan dan peluang di garis depan masyarakat global saat ini, termasuk perubahan iklim, NFT, keuangan terdesentralisasi (DeFi), dan identitas digital, dan mereka akan memainkan peran penting dalam membantu kami mewujudkan visi kami. ” Ungkap Frederik Gregaard, CEO Cardano Foundation.

    Terlepas dari momentum perkembangannya, akhir bulan lalu memanglah bukan waktu yang tepat bagi Cardano.

    Karena rata-rata jumlah transaksi besar secara on-chain telah menunjukkan penurunan yang tajam.

    Laporan arus dana mingguan CoinShares, untuk periode hingga 1 Oktober, menunjukkan bahwa Cardano hanya menerima $1,1 juta dalam arus masuk modal.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SEC Setujui Revolusi Industri Kripto, Begini Dampaknya

    Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) telah setujui Revolusi Industri Kripto Volt dan ETF Teknologi. Hal ini memberi dampak positif serta kemudahan akses antara perusahaan dan eksposur signifikan terhadap Bitcoin (BTC).

    Dana yang diperdagangkan di bursa akan mendefinisikan sebagai entitas yang memegang mayoritas aset bersih mereka pada BTC.

    Atau jika tidak, menurut pengajuan dari SEC, mereka akan memperoleh sebagian besar pendapatan mereka dari Bitcoin, termasuk menambang, meminjamkan, serta bertransaksi.

    Kabarnya, 80% dari kepemilikan dana tersebut akan dialokasikan ke perusahaan-perusahaan yang sudah di sepakati.

    ETF sendiri baru akan muncul sebagai daftar New York Stock Exchange Arca di bawah simbol ticker BTCR.

    Sementara itu, regulator SEC memang telah mempertimbangkan wacana ini selama bertahun-tahun. Dan Jumat lalu, SEC mengumumkan akan menunda keputusan pada 4 Bitcoin EFT pertama yang didiskusikan selama 45 hari.

    Baca JugaBitcoin Naik Usai Ketua SEC Tegaskan Tidak Melarang Crypto

    SEC kemudian memundurkan timelinenya pada Global X Bitcoin Trust, Valkyrie XBTO Bitcoin Futures Fund, WisdomTree Bitcoin Trust, dan Kryptoin Bitcoin ETF pada masing-masing 21 November, 8, 11, dan 24 Desember.

    Tidak seperti proposal lain untuk Bitcoin ETF yang didukung secara fisik, dana Volt Equity langsung disetujui bahkan tanpa melacak harga Bitcoin atau menahan aset terlebih dahulu.

    Sebaliknya, Volt Equity mencari eksposur ke perusahaan yang menghasilkan sebagian besar bisnis mereka dari aktivitas yang berkaitan dengan Bitcoin.

    Dengan demikian, Volt Equity adalah jalan terdekat yang dimiliki investor Amerika Serikat dengan Bitcoin EFT untuk saat ini. Banyak spekulasi yang merajalela seputar tanda-tanda SEC yang semakin dekat akan menyetujui Bitcoin EFT.

    Namun nyatanya, menurut analis Bloomberg, Eric Balchunas, yang ia ungkap di laman Twitter pribadinya, regulator masih terus dalam proses mempertimbangkan dimana tempat terbaik untuk Bitcoin EFT dan Bitcoin futures untuk benar-benar disahkan.

    Optimisme seputar persetujuan potensial mungkin telah berkontribusi pada reli harga Bitcoin di awal minggu ini.

    Baca jugaApa yang Seru di Dunia Kripto Minggu Ini?

    Rasa aset kripto tersebut terpantau melonjak menjadi $ 55.000 pada hari Rabu karena total kapitalisasi pasar aset kembali ke $ 1 triliun. Hal itu juga menandai tonggak pertama dalam rentan waktu sekitar empat bulan.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Terra Tembus All Time High, Ini 3 Alasannya!

    Terra (LUNA) alami peningkatan besar setelah resmi meluncurkan pembaharuan protokol jaringannya yang disebut Columbus-5. Peluncuran Columbus 5 itu juga menjadi salah satu pemicu Terra kembali raih All Time High.

    Pembaruan protokol menunjukkan dedikasi pengembang untuk memperbaiki bug, menggabungkan permintaan pengguna, serta menambahkan fitur baru yang membuat protokol menjadi kompetitif dan menopang nilai token.

    Menurut data yang dilansir dari TradingView, setelah mencapai level terendah di angka $23,81 pada 21 September kemarin, harga token LUNA melonjak 108% dan mencapai rekor tertinggi baru di angka $49,55 pada 4 Oktober ini.

    Hal itu dikarenakan volume perdagangan 24 jamnya melonjak sebesar $2,5 miliar.

    LUNA/USDT 1-day chart. Source: TradingView

    Dan berikut adalah alasan di balik Terra dengan pencapaiannya kembali meraih All Time High.

    Baca jugaSelamat Datang di Bulan Bitcoin, Altcoin Minggir Dulu

    Peluncuran Columbus-5

    Columbus-5 resmi diluncurkan pada 30 September silam. Menurut pengembang Terra serta beberapa analis independen. Peresmian protokol baru tersebut menjadi peningkatan pada Terra yang paling signifikan hingga saat ini.

    Memodifikasi model tokennomic proyek tersebut adalah penyebab utama token LUNA akhirnya mencetak UST bakar, alih-alih masuk ke kumpulan komunitas.

    Menurut data dari Terra, ada senilai $832 token LUNA yang terbakar pada blok genesis Columbus-5.

    Perubahan ini telah memperkenalkan tekanan deflasi pada pasokan token LUNA dan dapat membantunya meningkatkan harga dalam jangka panjang karena permintaan untuk UST telah tumbuh.

    Standar Komunikasi Antar-Blockchain

    Alasan kedua untuk mendorong momentum LUNA adalah integrasi telah didukung standar Inter-Blockchain Communication (IBC) yang memungkinkan jaringan Terra untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan protokol di ekosistem Cosmos.

    Baca JugaCosmos (ATOM) Terima 1 Juta Transfer Hanya Dalam Satu Bulan!

    Integrasi ini membuka Terra dan stablecoin UST-nya untuk diadopsi secara meluas di seluruh ekosistem Cosmos dan menjadikannya stablecoin pilihan untuk aplikasi dan cross-chain tersebut.

    Dengan kumpulan proyek yang lebih besar yang saat ini telah memiliki akses ke UST. Ini dapat menyebabkan deflasi lebih lanjut dalam pasokan LUNA karena lebih banyak yang perlu dibakar dalam proses pencetakan UST barunya.

    Melonjaknya Nilai yang Terkunci pada Ekosistem Terra

    Alasan ketiga untuk pergerakan harga bullish pada Terra adalah ekosistem jaringannya telah berkembang dalam protokol desentralisasi keuangan (DeFi).

    Hal itu sangat membantu mendorong nilai total yang dikunci pada protokol ke level tertinggi baru sepanjang masa.

    Menurut data dari Defi Llama, nilai total aset yang terkunci di jaringan Terra mencapai rekor $10,07 miliar pada 4 Oktober kemarin dan bertepatan pada harga token LUNA menembus rekor tertinggi baru.

    Total value locked on Terra. Source: Defi Llama

    Saat ini, TVL Terra telah berada di atas $10 miliar dengan platformnya Ancor Protocol (ANC) yang berada di peringkat teratas dengan $3,86 miliar.

    ANC sendiri adalah jalan utama untuk mencetak UST dengan menjaminkan Terra atau Ethereum sebagai jaminannya.

    Protokol DeFi terkenal lainnya di jaringan tersebut adalah Lido (LDO), yang memiliki TVL $3 miliar, Mirror (MIR) dengan TVL $1,38 miliar, dan Terraswap yang memiliki TVL $1,32 miliar.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank of America: Bitcoin dan Industri Kripto Tak Bisa Diabaikan

    Bank of America (BoA) menegaskan lagi sikap positifnya terhadap Bitcoin. Kali ini, salah satu bank terbesar di Amerika Serikat itu mengatakan, bahwa Bitcoin dan industri kripto tidak bisa diabaikan.

    Hal itu dituangkan melalui sebuah artikel berjudul Digital Assets Primer: Only the first inningArtikel ditulis atas nama Alkesh Shah, Kepala Divisi Global Cryptocurrency and Digital Asset Strategy BoA.

    Alkesh juga memberikan analisis mendalam tentang keadaan industri blockchain saat ini dari kripto hingga DeFi dan NFT (Non-Fungible Token) yang digemari oleh banyak pesohor, termasuk VISA dan Mastercard.

    Baca jugaMain Game Kripto Axie Infinity? Pasang Ronin Wallet Dulu

    Bank of America Kian Yakin dengan Keunggulan Bitcoin

    Inti dari artikel itu adalah, bahwa industri kripto dan layanan keuangan terdesentralisasi telah berkembang. Sehingga, bagi BoA terlalu besar untuk diabaikan.

    Berdasarkan kajian bank itu, hampir 221 juta pengguna menukar kripto menggunakan layanan DeFi (decentralized finance), dengan pertumbuhan yang stabil. DeFi berseberangan dengan entitas bursa kripto sentralistik. DeFi menitikberatkan pada keamanan akses menggunakan akun yang dikendalikan penuh oleh penggunanya.

    Demikian pula, peningkatan partisipasi investor institusional, merupakan indikasi yang jelas bahwa kripto lebih dari sekadar fenomena pendek yang didorong oleh kaum retail alias pemain kecil.

    Sektor DeFi Tumbuh Besar

    BoA  menyoroti bahwa selama paruh pertama tahun 2021 ekosistem DeFi menerima hampir US$17 miyar dalam pendanaan dari investor institusional.

    Dibandingkan tahun lalu, hanya U$5,5 milyar yang tercatat selama tahun 2020. Demikian pula, merger dan akuisisi di industri kripto meningkat dari US$940 juta pada tahun 2020. 2020 menjadi US$4,2 miliar pada 2021.

    Walaupun tetap mendukung keunggulan Bitcoin sebagai kripto pertama di dunia, bank itu meramalkan keungggulan kripto lain di atas Bitcoin.

    “Bitcoin itu penting, tetapi ekosistem aset kripto saat ini jauh lebih penting. Penelitian kami menunjukkan, bahwa semakin banyak  mengeksplorasi implikasi di seluruh industri termasuk keuangan, teknologi, rantai pasokan, media sosial dan game,” sebut Alkesh.

    Hal lainnya diramalkan akan datang di dunia blockchain dan industri kripto secara umum adalah masyaraakt bisa menggunakan teknologi blockchain untuk membuka kunci ponsel, membeli saham, rumah, menerima dividen, meminjam, meminjamkan atau menyimpan uang, atau bahkan membayar bensin atau pizza.

    Hal itu menggambarkan bahwa teknologi blockchain sudah menjadi mainstream dan digunakan luas lintas sektor dan bisnis.

    Bank of America juga menyoroti bahwa pertumbuhan NFT merupakan kejutan bagi semua orang. Para peneliti menekankan ketakutan mereka bahwa penilaian besar dari beberapa bagian NFT seperti karya seni yang difraksinasi atau NFT dari permainan crypto. Loot bisa menjadi gelembung yang mempengaruhi banyak investor yang tidak mengetahui risiko yang mereka hadapi.

    Baca jugaBitcoin Naik Usai Ketua SEC Tegaskan Tidak Melarang Crypto

    Beda Waktu, Beda Sikap

    Bisnis perbankan perlu penelitian yang mendalam, melihat dan menguji secara langsung sektor yang bisa menguntungkan dirinya.

    Itulah sebabnya pernyataan kali sangat kontras dengan pernyataan beberapa tahun sebelumnya. Bank of America pernah berpendapat Bitcoin terlalu volatil dan tidak praktis sebagai aset store-of-value.

    Bahkan pada pada Maret 20201 bank itu merilis sebuah laporan yang memastikan bahwa kenaikan Bitcoin menjadi US$60.000 pada dasarnya didorong oleh spekulasi dan bukan oleh keunggulan yang melekat pada kripto.

    Namun, setelah lonjakan besar pada April 2021 lalu itu. Bank ini justru mendirikan divisi penelitian khusus tentang kripto, mengikuti langkah bank besar lainnya.

    Bahkan pada Juli 2021 lalu, BoA mengatakan berencana akan menerbitkan produk Bitcoin berjangka, yang debutnya dimulai oleh CME pada Desember 2017 silam.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik Usai Ketua SEC Tegaskan Tidak Melarang Crypto

    Dominasi Bitcoin naik karena harganya melonjak menjadi $51.500. Kenaikan tersebut bertepatan dengan komentar Gary Gensler, Ketua SEC yang mengkonfirmasi bahwa Amerika Serikat tidak memiliki rencana untuk melarang crypto.

    Tak berjarak jauh dengan itu, salah satu Bank terbesar di Amerika Serikat juga mengungkapkan akan meluncurkan solusi penyimpanan crypto yang didukung oleh NYDIG

    Sayangnya, untuk saat ini solusi tersebut hanya akan menawarkan Bitcoin, dengan maksud untuk mendukung koin tambahan dari waktu ke waktu.

    Baca JugaGubernur The Fed Tegaskan Mereka Tidak Melarang Crypto!

    “Bulan ini semua mata tertuju pada persetujuan potensial SEC atas Bitcoin ETF. Semua itu akan lebih relevan mengingat dua perkembangan terakhir pada konferensi minggu lalu”.  Ungkap Gary Gensler menyinggung preferensinya untuk Bitcoin ETF.

    Selain tidak berniat melarang cryptocurrency, Gensler juga mencatat jika masalah stabilitas keuangan akan dapat terangkat oleh stablecoin sebagai prioritas agensi.

    Perwakilan anggota DPR Amerika Serikat. Patrick McHenry kemudian membidik tindakan dan sikap yang diambil oleh SEC mengenai aset digital di bawah kepemimpinan Gensler selama persidangan.

    McHenry menuduh kepala SEC gagal bertindak sesuai dengan praktik lama yang dipegang oleh agensi untuk memperhatikan komentar tentang pembuatan peraturan dan prosedur.

    “Beberapa komentar yang dibuat telah menimbulkan pertanyaan di pasar dan membuat segalanya menjadi kurang jelas. Orang-orang seharusnya membuat pernyataan yang tampaknya tidak masuk akal lebih dulu tanpa mengabaikan pembuatan aturan dengan mengeluarkan pernyataan tanpa proses yang semestinya. Lagipula, pada dasarnya orang-orang tersebut telah bertindak kasar terhadap investor Amerika.” Gensler memberi konfirmasi bahwasanya SEC mengikuti tindakan prosedur administratif.

    McHenry juga mengutip komentar yang dibuat oleh Gensler kepada Komite pada tahun 2019 ketika ia mengajar di MIT dan mengkritik keputusan sebelumnya dari SEC yang mengklasifikasikan BTC dan ETH sebagai komoditas.

    Baca jugaDC Comics Akan Meluncurkan NFT Batman dan Superman

    Ketika ditanya tentang pandangannya saat ini tentang masalah terkait masalah tersebut, Gensler menyatakan,

    “Saya tidak akan masuk ke satu token pun, tetapi saya pikir undang-undang sekuritas cukup jelas dan jika mereka mengumpulkan uang kemudian investasi publik dan memiliki ekspektasi keuntungan yang wajar berdasarkan upaya orang lain, itu telah sesuai dengan undang-undang sekuritas.”

    Sementara itu, sidang dilakukan pada hari yang sama ketika McHenry mengusulkan Clarity for Digital Tokens Act of 2021, yang sangat mengacu pada proposal safe harbour yang diajukan oleh Komisaris SEC pro-crypto, Hester Peirce, pada Februari 2020.

    Selama persidangan, McHenry menekan Gensler apakah dia telah meluangkan waktu untuk meninjau proposal Peirce.

    “Komisaris Peirce dan saya telah membicarakan pemikirannya tentang potensi pelabuhan yang aman. Saya pikir tantangan bagi publik Amerika adalah jika kita tidak mengawasi ini dan membawa perlindungan investor, orang akan dirugikan.”

    Gensler pun mengelak dan menjawab apakah dia telah meninjau proposal Peirce secara khusus.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • IMF Merekomendasikan CBDC dan Standar Crypto Global untuk Stabilitas Keuangan

    Pasar crypto yang kian besar telah menarik banyak sekali peminat, baik di kalangan investor profesional, maupun ritel.

    Tentu saja, ini telah menarik langkah para regulator untuk melakukan”penyeimbangan” antara pasar crypto dengan roda ekonomi saat ini, sehingga tentu ini akan menjadi sebuah sinar baru untuk masa depan crypto.

    Belum lama ini, IMF telah merilis serangkaian kebijakan untuk pasar negara berkembang dan negara maju untuk memastikan stabilitas keuangan di tengah adopsi crypto global.

    IMF percaya pada potensi aset crypto sebagai alat untuk pembayaran lintas batas yang lebih cepat dan lebih murah. Mengutip peningkatan dramatis dalam nilai pasar crypto meskipun tren Bearish mulai terbentuk sejak pertengahan Mei 2021.

    Baca juga :Analisa Teknikal Mingguan SUSHI, DOT dan TKO

    Laporan tersebut mengaitkan pengembalian yang tinggi, biaya transaksi dan kecepatan serta pengurangan standar Anti Pencucian Uang (AML) sebagai pendorong utama untuk adopsi crypto.

    Untuk mengatasi tantangan stabilitas keuangan yang dihasilkan sebagai akibat dari peningkatan perdagangan aset crypto, IMF merekomendasikan bahwa:

    “Pembuat kebijakan harus menerapkan standar global untuk aset crypto dan meningkatkan kemampuan mereka untuk memantau ekosistem crypto dengan mengatasi kesenjangan data. Pasar negara berkembang yang menghadapi risiko kriptoisasi harus memperkuat kebijakan makroekonomi dan mempertimbangkan manfaat dari penerbitan mata uang digital bank sentral.”

    Baca jugaDC Comics Akan Meluncurkan NFT Batman dan Superman

    Laporan IMF menunjukkan bahwa penilaian pasar crypto telah berkembang melampaui Bitcoin, bersama dengan peningkatan tajam dalam penawaran Stablecoin.

    Data IMF selama tiga tahun menunjukkan bahwa pengembalian yang disesuaikan dengan risiko dari aset kripto non-Stablecoin seperti Bitcoin. Sebanding dengan tolok ukur arus utama lainnya seperti S&P500, seperti yang dirinci pada gambar di bawah ini:

    Selain penerbitan mata uang digital bank sentral (CDBC). IMF lebih lanjut merekomendasikan “peraturan yang proporsional terhadap risiko dan sejalan dengan Stablecoin global”. Selain implementasi CBDC, kebijakan de-dolarisasi akan membantu pemerintah mengatasi risiko keuangan makro.

    Tentu saja, ini adalah suatu hal yang sangat positif. Mengingat posisi IMF yang cukup penting dalam industri ekonomi dan perkembangan negara.

    Crypto pun terlihat akan berjalan beriringan dengan Stablecoin di masa mendatang. Begitu pula dengan CBDC, sehingga semua akan berjalan baik saja.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • IMF Berencana Buat Aturan untuk Pasar Kripto

    Dana Moneter Internasional (IMF) merilis serangkaian kebijakan yang dapat ditindaklanjuti untuk pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang untuk memastikan stabilitas keuangan di tengah adopsi kripto global.

    IMF percaya pada potensi aset kripto sebagai alat untuk pembayaran lintas batas yang lebih cepat dan lebih murah. Selain itu laporan atribut pengembalian yang tinggi, biaya transaksi dan kecepatan dan mengurangi Anti Pencucian Uang standar sebagai driver utama untuk adopsi kripto.

    Baca jugaMenanti Cardano Alonzo Hardfork, Apakah Berpengaruh pada Harga ADA?

    Dalam laporan IMF yang dipublikasikan melalui website resminya. Mereka mencoba mengatasi tantangan stabilitas keuangan yang dihasilkan sebagai akibat dari peningkatan perdagangan aset kripto, IMF merekomendasikan:

    “Pembuat kebijakan harus menerapkan standar global untuk aset kripto dan meningkatkan kemampuan mereka untuk memantau ekosistem kripto dengan mengatasi kesenjangan data. Pasar negara berkembang yang menghadapi risiko kriptoisasi harus memperkuat kebijakan makroekonomi dan mempertimbangkan manfaat dari penerbitan mata uang digital bank sentral.”

    Selain penerbitan CDBC, IMF lebih lanjut merekomendasikan “peraturan yang proporsional terhadap risiko dan sejalan dengan stablecoin global.” Selain implementasi CBDC, kebijakan de-dolarisasi akan membantu pemerintah mengatasi risiko keuangan makro.

    Pada Juli 2021, Cointelegraph melaporkan rencana IMF untuk “meningkatkan” pemantauan mata uang digitalnya. Menyoroti manfaat aset digital, laporan IMF yang lebih lama membaca bahwa “pembayaran akan menjadi lebih mudah, lebih cepat, lebih murah, dan lebih mudah diakses, dan akan melintasi batas dengan cepat. Peningkatan ini dapat mendorong efisiensi dan inklusi, dengan manfaat besar bagi semua.”

    Baca jugaMantan Eksekutif Facebook: Bitcoin Telah Menggantikan Emas untuk Melawan Inflasi

    IMF sebelumnya juga telah merencanakan untuk bertemu dengan Presiden Salvador Nayib Bukele untuk membahas implikasi dan kemungkinan adopsi Bitcoin arus utama

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com