Tag: kripto

  • Adopsi Kripto Meningkat, Kini Ada Lebih dari 28.000 ATM Bitcoin di Dunia

    Kepopuleran dan tingkat adopsi Bitcoin yang makin tinggi membuat ATM Bitcoin pun ikut bertambah.

    ATM Bitcoin adalah tempat untuk membeli Bitcoin dengan menggunakan mesin sebagai perantara, pembeliannya semudah mengambil uang di rekening bank pada umumnya.

    Jumlah ATM kripto di seluruh dunia yang memungkinkan pelanggan untuk menukar fiat dengan kripto telah tumbuh secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

    Baca Juga5 Crypto dengan Kabar Potensial di Bulan Oktober: HBAR, IOTX, ONE, CRO, FIRO

    Menurut data dari CoinATMRadar menunjukkan ada sekitar 28.000 ATM kripto di 75 negara, dari Kazakhstan hingga Australia. Mayoritas  lebih dari 20.000 berada di Amerika Serikat.

    CoinATMRadar
    CoinATMRadar

    Salah satu negara yang menunjukan peningkatan signifikan terkait mesin tersebut adalah Amerika Utara.

    Di sana jaringan ATM cryptocurrency  dari Bitcoin Depot tercatat telah melebihi 5.000 unit sejak pertama kalinya. 

    Jumlah unit itu meningkat tiga kali lipat dalam enam bulan terakhir yang memberi lebih banyak pengguna akses ke transaksi cryptocurrency tanpa memerlukan bank atau penyedia layanan keuangan pihak ketiga lainnya.

    Baca jugaIMF Berencana Buat Aturan untuk Pasar Kripto

    Kemitraan Bitcoin Depot dan Circle K Jadi Salah Satu Faktor

    Kemitraan Bitcoin Depot dengan toko serba ada Circle K telah menjadi sumber utama pertumbuhan untuk kios kripto mereka.

    Seperti yang dilaporkan Cointelegraph, kedua perusahaan mengumumkan pada bulan Juli bahwa jaringan toko tersebut akan menjadi rumah bagi ribuan mesin ATM Bitcoin.

    Bitcoin Depot mengklaim memiliki lebih dari 3.500 ATM kripto yang beroperasi di seluruh AS dan Kanada yang memungkinkan pelanggan untuk membeli lebih dari 30 jenis kripto yang berbeda termasuk Bitcoin (BTC), Litecoin (LTC), dan Ether (ETH).

    Alimentation Couche-Tard, operator Circle K yang berbasis di Kanada, melaporkan bahwa mereknya mengoperasikan sekitar 7.150 toko di AS dan 2.111 di Kanada.

    Pertumbuhan kios kripto dipandang oleh banyak orang sebagai proksi untuk adopsi ritel Bitcoin (BTC) dan aset digital lainnya. Instalasi ATM Crypto telah melonjak di El Salvador.

    Di mana Bitcoin baru-baru ini menjadi alat pembayaran yang sah, memberi orang cara yang lebih mudah untuk bertransaksi di BTC atau mengubahnya menjadi fiat.

    Orang-orang Salvador juga menggunakan dompet cryptocurrency Chivo yang didukung pemerintah. Menurut Presiden Nayib Bukele, lebih dari sepertiga penduduk negara itu “aktif” menggunakan Chivo.

    Namun demikian, pertumbuhan ATM Bitcoin bukan tanpa risiko. Kraken Security Labs, memperingatkan awal pekan ini bahwa mesin tersebut rentan diretas karena administrator tidak pernah mengubah kode QR admin default.

    Tim keamanan mengatakan bahwa jika peretas dapat memperoleh kode admin, mereka pada dasarnya dapat menyusupi ATM.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Visa Kembangkan Konsep Transfer Mata Uang Digital Aman

    Jika kamu membeli satu porsi sushi atau minuman jelly kesukaanmu, apakah kamu akan membayarnya menggunakan mata uang rupiah atau memilih scan melalui QR?

    Mungkin sebagian dari kita, penikmat teknologi zaman sekarang, akan memilih langsung scan menggunakan QR. Selain lebih praktis, scan QR juga dinilai lebih higienis. Dan mata uang crypto, sebenarnya sesederhana itu konsepnya.

    Lalu, bagaimana kamu mendapatkan mata uang digital yang berbeda, dengan mengandalkan tumpukan teknologi dan protokol yang berbeda, agar bisa lebih mudah menikmati teknologi seperti analogi di atas?

    Standar kepatuhan dan persyaratan pasar pun nantinya akan berbeda ketika berbicara satu sama lain dalam jaringan nilai yang lebih luas.

    Dan saat ini, tim riset dan produk Visa telah mengembangkan konsep baru untuk mendiskusikan dan menemukan solusi atas pertanyaan di atas.

    Tim riset Visa kemudian menyebutnya Saluran Pembayaran Universal (UPC) yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa jaringan Blockchain dan memungkinkan transfer mata uang digital yang aman.

    Anggap saja sebagai ‘adaptor universal’ di antara Blockchain, yang memungkinkan bank sentral, bisnis, dan konsumen untuk bertukar nilai dengan mulus, tidak melihat apapun faktor bentuk mata uangnya.

    Visa dengan senang hati membagikan mekanisme UPC dalam makalah penelitiannya.

    Makalah tersebut dirangkum dalam panduan kebijakan untuk bank sentral dan regulator tentang implikasi penelitian dari Institut Pemberdayaan Ekonomi Visa.

    Baca jugaPolygon Meroket 330% Dalam Waktu Singkat!

    Alasan Interoperabilitas Lintas-Rantai Penting Bagi CBDC

    Meskipun mata uang digital mungkin tidak menjadi bagian dari kehidupan keuangan harian kamu hari ini, kemungkinan mata uang tersebut akan memainkan peran penting di masa depan.

    Selama dua tahun terakhir, bank sentral di seluruh dunia telah menjabarkan data jika minat terlihat terus meningkat untuk mengeksplorasi CBDC yang dapat digunakan oleh semua khalayak.

    Di tahun-tahun mendatang, banyak bank sentral kemungkinan akan menerapkan beberapa bentuk buku besar versi digital.

    Bank sentral di masa depan kemudian memilih tumpukan teknologi dan protokol desain yang paling masuk akal bagi konstituen mereka.

    Langkah selanjutnya hanya perlu mempertimbangkan faktor-faktor seperti tata kelola, persyaratan pasar, penyedia teknologi, standar kepatuhan, dan prioritas khusus negara.

    Ketika jumlah jaringan mata uang digital meningkat, maka masing-masing karakteristik desain yang unik. Seperti kemungkinan konsumen, bisnis, dan pedagang yang bertransaksi di jaringan yang sama, akan mengurangi penggunaan jenis mata uang yang sama.

    Tim Visa ungkap bahwa mereka percaya jika ingin CBDC berhasil, mereka harus memiliki dua unsur penting. Yaitu pengalaman konsumen yang hebat dan penerimaan pedagang yang luas.

    Ini berarti, harus ada kemampuan hebat untuk melakukan dan menerima pembayaran, terlepas dari apa mata uangnya, apa salurannya, atau faktor bentuk fisiknya. Dan disitulah mekanisme saluran pembayaran universal Visa masuk.

    Baca jugaTrading Kripto Anti FOMO dengan CryptoHero

    Konsep Dibalik UPC Milik Visa

    Konsep UPC akan menghubungkan jaringan Blockchain yang berbeda dengan membangun saluran pembayaran khusus.

    Dan Blockchain baru yang terpercaya akan dapat dengan mudah ditambahkan ke jaringan-jaringan tersebut dengan membuat saluran pembayaran yang baru.

    Lebih dari memajukan visi untuk interoperabilitas, UPC juga memiliki implikasi untuk mempercepat transaksi dalam mata uang digital.

    Nantinya, jaringan pembayaran modern saat ini dapat menangani puluhan ribu transaksi per-detik. Sedangkan beberapa jaringan Blockchain terbesar yang ada saat ini hanya dapat menangani sebagian kecil dari volume tersebut.

    UPC juga nantinya akan dibuat dari Blockchain dan memanfaatkan smart contract untuk mengkomunikasikan kembali dengan berbagai jaringan Blockchain.

    Kemudian, saluran tersebut akan memberikan throughput transaksi yang tinggi dengan aman serta meningkatkan kecepatan secara keseluruhan.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perusahaan Besar Yakin Kripto Terus Cerah

    Riset Blockdata menemukan 32 dari 100 perusahaan terbuka terbesar di dunia positif soal kripto. Organisasi-organisasi besar tidak bisa lagi mengabaikan aset digital.

    Di antara 100 perusahaan itu, 32 bersikap positif terhadap kripto, 61 bersikap netral, dan tujuh memilih sikap melawan. Blockdata menjelaskan metode untuk menentukan sikap positif, netral serta negatif 100 perusahaan tersebut.

    Perusahaan Besar Positif Terhadap Kripto  

    32 bisnis yang bersikap positif terhadap kripto memiliki satu atau lebih kriteria berikut. Pertama, bisnis itu menerima kripto sebagai bentuk pembayaran dan menyediakan barang atau jasa terkait.

    Kedua, bisnis tersebut mungkin menyimpan cryptocurrency di neraca keuangannya. Atau merekrut tenaga ahli yang akan mengembangkan barang atau jasa terkait kripto. Ketiga, bisnis itu memiliki pemimpin senior yang berkomentar positif soal aset kripto selama dua tahun terakhir.

    Patut dicatat, banyak dari 32 bisnis besat tersebut merupakan lembaga keuangan yang sebelumnya skeptis soal cryptocurrency. Tetapi kini mengubah pemikiran secara progresif akibat permintaan pelanggan.

    Di sisi lain, dari 61 perusahaan yang bersikap netral. 59 diantaranya digolongkan netral karena tiadanya pernyataan publik soal mata uang digital oleh perusahaan atau dari jajaran eksekutif senior.

    Sebagian besar 100 perusahaan terbesar itu memiliki usaha yang tidak terdampak secara langsung oleh kripto. Dalam skenario terbaik, bisnis-bisnis ini bisa menggunakan kripto untuk bertransaksi dengan mitra.

    Mereka juga bisa memasukkan kripto ke neraca keuangan demi mengimbangi kerugian akibat menyimpan uang yang terkena inflasi,seperti dolar AS.

    Dua pengecualian adalah Microsoft dan Alibaba. Microsoft telah mengembangkan sistem identitas desentralistik di blockchain Bitcoin dan berniat membangun solusi lain. Namun, perlu dicatat hal ini bukanlah pernyataan dukungan Microsoft terhadap kripto.

    Perusahaan yang bersikap negatif soal aset digital. Terlepas dari apakah mereka menawarkan barang atau jasa terkait kripto, telah menerbitkan artikel yang mengkritik kripto.

    Kriteria lain adalah perusahaan yang negatif pernah mengutarakan sikap skeptis atau memiliki eksekutif senior yang berbicara negatif terhadap cryptocurrency selama dua tahun terakhir. Kriteria terakhir adalah perusahaan tersebut pernah membatasi keterlibatan pelanggan di aktivitas terkait kripto.

    Secara keseluruhan, sejumlah perusahaan meyakini cryptocurrency adalah masa depan, sementara yang lainnya bersikap netral sambil menunggu respon pasar. Ada juga perusahaan yang memiliki sikap antagonis sebab kripto mengancam kesuksesan usaha mereka.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Facebook Kembali Serius Garap Proyek Kripto

    Facebook saat ini tengah menyelesaikan pengembangan dompet kripto ciptaannya yang bernama Novi. Raksasa media sosial tersebut pun dikabarkan akan segera mendukung NFT.

    Kepala Facebook Financial sekaligus pemimpin projek kripto Diem besutan Facebook, David Marcus, berkata bahwa Facebook sedang melirik berbagai peluang agar terlibat di industri NFT.

    Dalam wawancara dengan Bloomberg Television, Marcus berkata Facebook mempertimbangkan sejumlah opsi untuk memperkenalkan fitur-fitur NFT sebab berada pada posisi baik untuk hal itu.

    “Ketika kami memiliki dompet kripto yang bagus seperti Novi nantinya, kami juga harus berpikir tentang cara membantu konsumen mendukung NFT,” tambah Marcus.

    Baca JugaInvestasi Kripto Institusional Malah Meningkat Setelah Serangan FUD China

    Dompet Novi disebut akan bisa digunakan untuk menyimpan NFT setelah aktif nanti. Soal berbagai layanan yang dibutuhkan ekosistem NFT. Marcus berkata, “Bila Anda adalah pencipta dan Anda menciptakan NFT, Anda mungkin ingin menyewakan NFT itu atau menjualnya. Anda harus menyimpan NFT tersebut.”

    Ia menambahkan, dompet kripto Novi sudah siap untuk diluncurkan setelah pengembangan selama dua tahun. Kendati demikian, Facebook memutuskan menunda peluncurannya hingga perusahaan itu mendapat persetujuan dari regulator untuk meresmikan Diem.

    Facebook mulai menggarap uang digital Diem dua tahun lalu yang dahulu dinamai Libra. Marcus menjelaskan, raksasa sosial media itu mempertimbangkan untuk meluncurkan Novi tanpa Diem sebagai langkah terakhir. Tetapi ia percaya kedua proyek ini sama-sama penting agar Diem sukses.

    Facebook merilis white paper bagi aset kripto Libra pada bulan Juni 2019 dengan rencana awal mematok nilai aset itu ke sekumpulan uang digital termasuk dolar AS, euro, yen Jepang, pound Inggris dan dollar Singapore.

    Baca JugaBank Raksasa Jerman Sebut Bitcoin Emas Digital Abad 21

    Tetapi, akibat desakan dari regulator global, Asosiasi Libra kesulitan meluncurkan stablecoin itu. Akhirnya, Asosiasi Libra berganti nama menjadi Asosiasi Diem, dompet Calibra berubah menjadi Novi, dan stablecoin Facebook dirancang ulang agar dipatok terhadap dolar AS saja dan diawasi oleh pemerintah AS.

    Menanggapi perlawanan dari regulator terhadap keterlibatan Facebook dalam industri keuangan, Marcus menyebut hal itu sebagai tidak bersifat Amerika. Ia berpendapat Facebook memang tidak langsung layak dipercaya rakyat, tetapi ia yakin layak mendapat peluang untuk menerima kepercayaan dari rakyat.

    sumber. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank Raksasa Jerman Sebut Bitcoin Emas Digital Abad 21

    Valuasi pasar Bitcoin yang mendekati $1 triliun disebut-sebut berpotensi menjadi emas versi digital di abad 21.

    Buruh, ekonom senior, dan ahli strategi pasar asal Deutsche Bank, mengatakan bahwa orang selalu berusaha untuk menyimpan kekayaan mereka dalam aset yang tidak dikendalikan oleh pemerintah, seperti emas.

    “Emas telah memiliki peran ini selama berabad-abad. Dan ya, tidak menutup kemudian Bitcoin akan berpotensi menjadi emas versi digital abad ke-21.”

    Ahli strategi asal Deutsche Bank juga menambahkan bahwa saat ini banyak individu telah melihat Bitcoin sebagai perlindungan terhadap inflasi fiat.

    Hal ini karena Bitcoin memiliki pasokan tetap pada saat bank sentral secara eksponensial meningkatkan pasokan mata uang tradisional.

    Ibaratkannya, pasokan maksimum 21 juta, itu setara dengan 89% Bitcoin sudah beredar.

    Peran Penting Crypto di Masa Depan dalam Pembayaran

    Profesor keuangan dan ekonomi Universitas Harvard, memberi tanggapan bahwa aset crypto akan banyak membantu dalam pembentukan alternatif masa depan pembayaran.

    Saat ini, keterbatasan Bitcoin sebagai alat pembayaran rata-rata berasal dari beberapa gerai merchant yang mendukungnya. Ditambah lagi waktu penyelesaian yang lambat dan biaya transaksi yang tinggi.

    Namun, faktor-faktor tersebut bisa saja berubah karena saat ini aset crypto seperti Bitcoin pasti akan alami peningkatan adopsi dan akan meningkatkan teknologinya agar memungkinkan transaksi yang lebih murah dan lebih cepat.

    “Tetapi penting untuk diingat bahwa Bitcoin tetap memiliki risiko. Sifatnya juga terlalu fluktuatif untuk menjadi penyimpan nilai yang andal saat ini. Dan saya berharap untuk tetap sangat fluktuatif di masa mendatang.” Ungkap sang Profesor.

    Profesor tersebut juga membandingkan Bitcoin dengan Ethereum.

    “Jika Bitcoin kadang-kadang disebut ‘emas digital’, maka Ethereum akan menjadi ‘perak digital’.”

    Baca JugaApa Itu Bitcoin Berjangka?

    Masalah Terbesar Crypto Adalah Kurangnya Regulasi

    Subjek regulasi telah menjadi topik hangat di industri cryptocurrency.

    Itu karena regulasi adalah salah satu faktor terpenting yang mempengaruhi harga Bitcoin.

    Kenaikan cryptocurrency telah ditangkap setiap kali pemerintah telah memecahkan cambuk kebijakan, dengan negara-negara yang memutuskan mengambil berbagai pendekatan terhadap regulasi Bitcoin.

    Banyak buruh yang mengatakan bahwa sementara ini peraturan yang longgar sedang mengadopsi banyak aset. Itu telah menjadi batasan terhadap investasi potensial dari bisnis dan investor institusi.

    Cryptocurrency juga mengkonsumsi energi dalam jumlah besar dan tidak berkelanjutan untuk memproses transaksi.

    Kedua masalah tersebut dapat diselesaikan dengan mengadopsi teknologi crypto yang lebih ramah lingkungan seperti Tezos misalnya.

    Para buruh kemudian menyimpulkan bahwa aset cryptocurrency, mata uang digital sentral, dan uang tunai akan hidup berdampingan di masa depan.

    CBDC, uang tunai, dan cryptocurrency akan hidup berdampingan. Uang tunai tentu tidak akan hilang, tetapi kami berharap itu menurun sebagai alat pembayaran.”



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Simak Penjelasan Mengenai Indikator Lagging dalam Trading!

    Sebelum melakukan trading, penting bagi Anda untuk memiliki persiapan yang matang terutama dalam pemahaman dan penggunaan indikator teknis, salah satunya adalah indikator lagging. Ingin tahu lebih dalam mengenai penjelasan serta bedanya dengan indikator leading? Nah, berikut informasi lebih lengkapnya!

    Pengertian Indikator Lagging dan Bedanya dengan Indikator Leading

    Indikator lagging adalah indikator dalam trading yang digunakan untuk mengonfirmasi suatu harga yang benar-benar terbentuk berkat pergerakan pola yang sudah terjadi di masa lalu. Sesuai dengan namanya, indikator ini seakan “memperlambat” harga aset saat ini dan digunakan setelah pergerakan harga tertentu telah terjadi.

    Dalam trading, indikator terbagi menjadi dua yaitu lagging dan leading. Terdapat perbedaan yang mendasar antara indikator lagging dan leading. Indikator lagging digunakan untuk melihat bagaimana harga saat ini terbentuk dengan memperhatikan pergerakan pasar yang sudah terjadi. Sementara, indikator leading digunakan untuk memprediksi arah harga di masa depan.

    Indikator lagging sangat berguna pada saat pasar sedang dalam keadaan trending. Pasalnya, indikator lagging akan lebih mudah mengirim sinyal buy maupun sell pada trader saat keadaan trending. Berkat indikator lagging yang digunakan dengan benar, para trader bisa merasa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan.

    3 Indikator Lagging yang Sering Digunakan

    Cukup banyak trader yang menggunakan lebih dari satu indikator lagging. Selain sinyal menjadi bisa lebih terkonfirmasi, indikator tersebut dapat lebih membantu mengasah kemampuan analisis teknikal trader. Terdapat 3 contoh indikator lagging yang populer di kalangan trader, yaitu:

    Indikator yang satu ini menjadi pilihan utama para trader, karena penggunaannya yang mudah dan sederhana. Moving Average merupakan indikator yang menghitung rata-rata harga aset yang sedang diperdagangkan dalam satu periode waktu tertentu. Panjang Moving Average yang paling umum digunakan adalah 9, 20, 50, 100, dan 200 MA.

    Dengan Moving Average, Anda melihat pergerakan rata-rata berdasarkan periode waktu. Misalnya, jika Anda melihat 20 MA dalam periode harian, maka Anda sedang melihat rata-rata dari harga penutupan dalam 20 hari terakhir. Jika Anda mengubah periode menjadi per 5-menit atau 10-menit, maka penafsirannya akan berubah mengikuti periode yang dipilih.

    Moving Average juga bersifat sebagai garis support dan resistance. Di saat pasar sedang mengalami peningkatan (uptrend), garis MA akan berada di bawah pergerakan harga. Sebaliknya, garis MA akan berada di atas pergerakan harga saat pasar sedang menurun (downtrend).

    Bollinger Bands adalah indikator yang terdiri dari 3 garis, yaitu garis tengah (standard moving average), kemudian garis atas dan garis bawah sebagai standar deviasi. Umumnya, garis atas dan bawah dijadikan sebagai support dan resistance. Standar ukuran garis tengah yang biasa digunakan adalah 20 SMA yang setara dengan 20 hari terakhir.

    Sudah menjadi rahasia umum di kalangan trader yang menggunakan Bollinger Bands bahwa jika harga saat ini mendekat ke garis atas, maka menandakan pasar yang sedang overbought. Begitu pula sebaliknya, jika semakin mendekati garis bawah, maka menandakan pasar yang oversold.

    Bollinger Bands merupakan indikator yang bergantung pada volatilitas harga suatu aset. Saat volatilitas semakin meningkat, garis atas dan bawah akan semakin membesar. Sebaliknya, jika volatilitas melemah atau bahkan kondisi pasar tidak bergairah, garis atas dan bawah akan semakin merapat. 

    • Moving Average Convergence Divergence

    Moving Average Convergence Divergence (MACD) adalah indikator tren dan momentum yang terdiri dari garis MACD dan garis sinyal. Sesuai dengan namanya, MACD berbasis Moving Average yang digunakan trader dalam melihat sinyal masuk atau keluar. Garis MACD dibentuk dengan perhitungan selisih dua harga penutupan, dengan satuan yang disebut EMA. 

    Umumnya, periode waktu yang digunakan untuk garis MACD adalah 12 dan 26 EMA, sedangkan garis sinyal adalah 9 EMA. Trader akan diberi tanda berdasarkan letak dari garis MACD dan garis sinyal. Jika garis MACD memotong garis sinyal ke bawah, maka tergolong sinyal jual. Sebaliknya, jika ke atas, maka tergolong sinyal beli.

    Indikator ini menjadi alat yang bisa mengukur seberapa cepat pergerakan harga terjadi. Dengan demikian, para trader yang menggunakan MACD akan terbantu dalam memeriksa perubahan harga yang terjadi secara cepat.

    Kelebihan dan Kekurangan Indikator Lagging

    Indikator lagging sendiri banyak dipilih oleh trader, termasuk yang masih pemula dalam membantu aktivitas trading. Dengan indikator lagging, para trader menggunakan nilai rata-rata jangka pendek sebagai konfirmasi untuk melakukan pembelian, dikarenakan adanya peningkatan pada momentum.

    Kelebihan lain dari indikator lagging adalah dapat mengurangi kemungkinan trader memperoleh sinyal maupun breakout palsu. Selain itu, karena berdasar pada pergerakan harga yang telah terjadi, hasil yang diberikan oleh indikator ini juga cenderung akurat. Indikator ini sangat cocok bagi para trader pemula yang masih awam dengan dunia trading aset kripto.

    Walaupun banyak kelebihannya, indikator lagging juga memiliki beberapa kekurangan. Di antaranya adalah pergerakan trader yang lebih mudah ditebak dan dapat terjadi secara cepat, sehingga trader lain yang kalah cepat menjadi terlambat masuk ke pasar. 

    Selain pergerakan trader, pergerakan harga juga menjadi penyebab keterlambatan sinyal masuk yang diterima oleh trader dikarenakan indikator lagging baru bisa digunakan setelah terjadi pergerakan harga. Tak heran, banyak trader yang kehilangan momentumnya dalam mengantongi sejumlah cuan dikarenakan terlambat menerima sinyal.

    Di samping kekurangannya, indikator lagging masih menjadi pilihan banyak trader dalam melakukan trading karena penggunaannya yang cenderung sederhana. Oh iya, sebagai trader, penting bagi Anda untuk selalu memperkaya pengetahuan trading, tentunya dengan mengunjungi website Tokonews dan media sosial Tokocrypto di Instagram maupun Twitter

    Salam To The Moon!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tesla Simpan Bitcoin Senilai US$ 184 Juta meski Market Kripto Lesu

    Perusahaan kendaraan listrik, Tesla dilaporkan tetap menyimpan Bitcoin (BTC), walaupun market kripto tengah lesu di akhir tahun 2022. Langkah ini menjadi keyakinan perusahaan untuk aset kripto di masa depan.

    Dalam laporan pendapatan terbarunya yang dirilis Rabu (25/1), Tesla mengungkapkan pihaknya tidak membeli atau menjual Bitcoin apa pun pada kuartal terakhir tahun 2022.

    Produsen mobil listrik itu melaporkan biaya penurunan nilai sebesar US$ 34 juta karena nilai kepemilikan Bitcoin turun menjadi US$ 184 juta dari US$ 218 juta pada kuartal III 2022.

    Laporan Keuangan Tesla

    Baca juga: Adopsi Kripto Tahun 2022: Jumlah Wallet Bitcoin dan ETH Terus Tumbuh

    Secara keseluruhan, Tesla mencatat laba US$ 5,7 miliar dari pendapatan US$ 24,3 miliar untuk kuartal IV dengan margin kotornya berada di level terendah dalam lima kuartal. Perusahaan membukukan laba total US$ 20,8 juta untuk tahun 2022 dari pendapatan US$ 81,4 miliar.

    Angka pendapatan meleset dari perkiraan analis tetapi keuntungannya lebih baik dari perkiraan konsensus.

    Harga saham Tesla naik sedikit pada saat laporan keluar, ditutup dengan kenaikan hampir 0,40%. Itu terus diperdagangkan secara positif setelah berjam-jam, naik hampir 4,6% pada saat penulisan, menurut Google Finance.

    Tesla dan Bitcoin

    CEO Tesla, Elon Musk tetap tak jual Bitcoin saat inflasi. Foto: Twitter @Blockworks_.
    CEO Tesla, Elon Musk tetap tak jual Bitcoin saat inflasi. Foto: Twitter @Blockworks_.

    Baca juga: Alasan Token Kripto Threshold (T) Melonjak 120% Seminggu

    Tesla bergabung dengan jajaran perusahaan yang memegang aset kripto, ketika mengungkapkan investasi US$ 1,5 miliar dalam BTC pada Februari 2021, dengan berita mendorong harga BTC ke rekor tertinggi baru pada saat itu. Ini menjadikan Tesla perusahaan publik terbesar kelima dengan Bitcoin di neracanya.

    Produsen kendaraan listrik asal AS itu dilaporkan juga mempertahankan BTC-nya hingga kuartal III tahun lalu setelah menjual 75% Bitcoin-nya selama kuartal kedua. Penjualan kuartal II menambahkan US$ 936 juta tunai ke pembukuan Tesla dan perusahaan mendapat untung US$ 64 juta.

    CEO Tesla, Elon Musk, menjelaskan pada saat penjualan itu untuk “membuktikan likuiditas Bitcoin sebagai alternatif untuk menyimpan uang tunai di neraca.”

    Namun, kepemilikan Bitcoin atau pengambilan Bitcoin tidak dibahas dalam panggilan pendapatan terbaru Tesla. Tesla memegang sekitar 9.720 BTC hingga akhir tahun 2022.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Adopsi Kripto Tahun 2022: Jumlah Wallet Bitcoin dan ETH Terus Tumbuh

    Adopsi aset kripto pada tahun 2022 dilaporkan mengalami kenaikan. Indikator kenaikan tersebut dilihat dari jumlah wallet Bitcoin (Bitcoin) dan Ethereum (ETH) mengalami pertumbuhan.

    Menurut laporan CoinGecko, Jumlah alamat Bitcoin dan Ethereum dengan setidaknya US$ 1.000 atau sekitar Rp 14 juta tumbuh lebih dari 27%, bahkan saat harga kripto turun pada tahun 2022.

    Tercatat pada tahun 2022 lalu, sejumlah harga aset kripto terbesar atau big cap kehilangan lebih dari setengah nilainya di tengah bear market. Harga BTC saja turun 64,2% sepanjang tahun, dari US$ 46.320 pada 1 Januari menjadi US$ 16.604 pada 31 Desember 2022. Selama periode yang sama, ETH mengalami penurunan yang sedikit lebih tinggi sebesar 67,5%, dari US$ 3.686 menjadi US$ 1.199.

    Peningkatan Jumlah Wallet

    Adopsi kripto tahun 2022: Pemegang Bitcoin dan ETH terus tumbuh. Sumber: CoinGecko.
    Adopsi kripto tahun 2022: Pemegang Bitcoin dan ETH terus tumbuh. Sumber: CoinGecko.

    Baca juga: Harga Ethereum Ditargetkan Capai US$ 2.000 Setelah Shanghai Upgrade

    Terlepas dari situasi market yang buruk, ada peningkatan yang stabil dalam jumlah wallet dengan lebih dari atau sama dengan 0,1 Bitcoin (≥0,1 BTC) dan 1 ETH (≥1 ETH), yang minimal berjumlah US$ 1.000 sepanjang tahun.

    Jumlah ≥0,1 wallet BTC naik 27,5% sepanjang tahun, dari 3,40 juta pada 1 Januari, menjadi 4,20 juta pada 31 Desember 2022. Sementara itu, jumlah ≥1 wallet ETH naik 28,1%, dari 1,41 juta menjadi 1,73 juta.

    Setiap tiga bulan, jumlah wallet ≥0,1 BTC naik rata-rata sebesar 7,3%, dibandingkan dengan penurunan harga sebesar 25,0%. Demikian pula, jumlah ≥1 wallet ETH naik rata-rata sebesar 7,0%, dibandingkan dengan penurunan harga sebesar 18,7%.

    Ini menunjukkan bahwa investor mengumpulkan atau mempertahankan investasi kripto mereka, yang pada gilirannya menandakan kepercayaan pada masa depan industri. Peningkatan walllet juga berpotensi menunjukkan lebih banyak peserta memasuki ruang dan mendorong adopsi aset kripto.

    Bitcoin Tetap Primadona

    ilustrasi Bitcoin
    ilustrasi Bitcoin.

    Baca juga: Riset: Nilai Pasar NFT Indonesia Bisa Capai Rp 200 T pada Tahun 2028

    Jumlah ≥1 wallet ETH tumbuh sedikit lebih cepat daripada ≥0,1 wallet BTC tahun lalu, dengan selisih 0,6 poin persentase. Namun demikian, Bitcoin terus menjadi aset yang lebih banyak dipegang, mengungguli popularitas Ethereum .

    Secara absolut, jumlah ≥0,1 wallet BTC tumbuh sebesar 0,91 juta tahun lalu, lebih dari dua kali lipat 0,38 juta yang diperoleh untuk ≥1 wallet ETH. Pada akhir tahun, jumlah ≥0,1 wallet BTC telah mencapai 4,20 juta, melampaui jumlah ≥1 wallet ETH sebanyak 2,4 kali lipat.

    Salah satu alasan yang mungkin adalah bahwa BTC dimaksudkan untuk menjadi ’emas digital’ dan karenanya lebih umum digunakan sebagai penyimpan nilai. Selain itu, BTC memiliki keunggulan penggerak pertama dalam adopsi kripto, sejak Bitcoin dibuat pada tahun 2009 dan mendahului Ethereum selama enam tahun.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Alasan Token Kripto Threshold (T) Melonjak 120% Seminggu

    Token kripto Threshold (T) terlihat memuncaki daftar aset kripto yang memiliki performa yang baik dalam seminggu terakhir. Dari pantauan situs CoinMarketCap, lonjakan harga T bisa mencapai 132%.

    Menurut data dari CoinMarketCap, Threshold sedang mencapai kecepatan pertumbuhan yang tinggi. Pada Rabu (25/1) pukul 08.00 WIB, harga T saat ini berada di US$ 0,05222 atau naik 23,25% selama 24 jam terakhir dan 121,80% dalam seminggu.

    Tren pertumbuhan Threshold yang bullish besar-besaran ini didasari olehpengumuman yang sangat menjanjikan yang dibagikan oleh protokol jaringannya.

    Merge Protokol

    Baca juga: Harga Kripto Fantom (FTM) Melonjak 20% Seminggu, Apa Penyebabnya?

    Dilaporkan U Today, Kebangkitan kembali Threshold berasal dari tweet baru-baru ini yang dibagikan oleh Coinbase Assets yang menyoroti potensi penggabungan protokol NyCypher (NU) dan Keep Network (KEEP) untuk membentuk protokol Threshold.

    Sementara itu, merger sendiri telah dimulai pada tahun 2021, Coinbase mengatakan akan menonaktifkan dukungan untuk NU dan KEEP, sambil menerima setoran untuk T.

    Dengan deposit Coinbase yang akan dibuka pada 25 Januari nanti, pemegang token T secara khusus melakukan akumulasi untuk memanfaatkan potensi lonjakan harga yang mungkin tercatat pada token saat perdagangan dibuka di Coinbase.

    Pre-listing pertumbuhan harga seperti itu di bursa utama seperti Coinbase bukanlah kejadian baru, dan sebagai token kripto yang sangat fluktuatif dan relatif rendah, pergerakan harga besar-besaran agak tak terhindarkan untuk T.

    Apakah T Naik Turun?

    Ilustrasi aset kripto Threshold (T). Sumber: Freepik.
    Ilustrasi aset kripto Threshold (T). Sumber: Freepik.

    Baca juga: 3 Prediksi Teratas Harga Bitcoin untuk Tahun 2023, Bakal Naik?

    Dengan tingkat pertumbuhan token T saat ini, kemungkinan besar akan ada periode pendinginan yang signifikan setelah listing Coinbase. Terlepas dari pertumbuhan ini, jalan T masih panjang sebelum dapat menguji ulang harga tertinggi sepanjang masa (ATH) sebesar US$ 0,2245 yang dicapai sekitar setahun yang lalu.

    Terlepas dari aksi harga saat ini, daftar Threshold Coinbase adalah bukti bahwa platform perdagangan Amerika mendukung ideologi inti dari NyCypher dan Keep Network yang mendasarinya.

    Mengikuti The Merger, Threshold mempertahankan relevansinya sebagai jaringan yang menyediakan dan memelihara rangkaian kriptografis yang tradisional untuk beberapa dApps. Ekosistem protokol berkembang, dan daftar Coinbase akan menempatkannya di peta altcoin teratas yang harus diperhatikan.

    Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Reli Bitcoin Untungkan Investor Kripto yang Baru Masuk

    Reli harga aset kripto Bitcoin (BTC) dalam seminggu terakhir ini rupanya telah menciptakan keuntungan untuk investor baru. Aset kripto terbesar berdasarkan nilai pasar itu baru-baru ini diperdagangkan pada level US$ 23.000, jadi titik tertinggi sejak FTX bangkrut pada November lalu.

    Menurut firma analitik Glassnode, persentase investor atau pemegang BTC yang baru masuk telah mendapat untung dengan peningkatan mencapai 97,5%, level tertinggi sejak November. Bitcoin juga menguntungkan bagi pemegang BTC untuk jangka panjang.

    Glassnode membagi kategori investor jangka pendek dan panjang dengan lama waktu memegang Bitcoin sebagai aset mereka. Kategori investor jangka pendek adalah bagi mereka yang memegang BTC kurang dari 155 hari. Sedangkan, investor jangka panjang adalah mereka yang memegang BTC lebih dari 155 hari.

    Koreksi Harga

    Pasokan pemegang Bitcoin untuk jangka panjang dan jangka pendek dalam bagan beranotasi laba. Sumber: Glassnode.
    Pasokan pemegang Bitcoin untuk jangka panjang dan jangka pendek dalam bagan beranotasi laba. Sumber: Glassnode.

    Baca juga: Sambut Imlek, Tokocrypto Gelar Kompetisi Trading Hadiah Rp 200 Juta

    Saat ini pada Rabu (25/1) pukul 09.00 WIB, kisaran perdagangan Bitcoin dan Ethereum mulai menyempit karena dua aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar berupaya membangun area dukungan baru. Menyusul kenaikan 8% dan 5% minggu lalu, pergerakan harga BTC dan ETH belum melebihi satu poin persentase selama empat hari terakhir.

    BTC naik 0,4% pada hari Sabtu (20/1), sedikit menurun pada hari Minggu (21/1) dan naik tipis masing-masing 1% dan 0,09%, selama dua hari pertama minggu ini. Eter telah melakukan perjalanan serupa selama periode yang sama.

    Grafik Bitcoin menyiratkan level dukungan baru yang terbentuk di dekat US$ 22.900. Alat volume profile visible range (VPVR), menunjukkan peningkatan tingkat aktivitas dan kesepakatan harga pada tanda ini. Seringkali ini disebut node volume tinggi, dan dapat menunjukkan di mana pasar melihat aset dengan harga wajar, setidaknya untuk saat ini.

    Investor Bitcoin

    Ilustrasi market kripto Bitcoin.
    Ilustrasi market kripto Bitcoin.

    Baca juga: Market Kripto Kembali Reli Panjang, Adakah Risiko Bull Trap?

    Dari rasio MVRV (Market Value by Realised Value) pemegang Bitcoin jangka panjang (nilai pasar terhadap nilai yang direalisasikan) telah meningkat di atas 1,0 untuk pertama kalinya dalam enam bulan, menunjukkan bahwa basis biaya untuk pemegang jangka panjang sekarang di bawah harga spot BTC.

    Dikutip Coindesk, jelas saat ini investor mengambil posisi long (membeli dan memiliki aset yang diperkirakan akan meningkat dari waktu ke waktu) di BTC dengan biaya lebih rendah setelah penurunan harga BTC yang berkepanjangan mendorong tren ini.

    Tetapi dengan lebih dari 97,5% dari pasokan jangka pendek yang sekarang untung, akankah investor BTC baru menguangkan di harga yang lebih tinggi atau mempertahankan posisi mereka, pada akhirnya menjadi pemegang jangka panjang sendiri? Dan apa pentingnya kedua gerakan itu?

    Bukti dari Januari 2018, April 2021, dan November 2021 menunjukkan bahwa peningkatan penawaran laba jangka pendek di atas 97,5% mendahului penurunan harga yang tajam. Apakah pasar sekarang menuju ke arah itu?

    Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com