Tag: kripto

  • Volume Kartu Kripto Naik 40x Lipat!

    Penggunaan stablecoin di Asia Tenggara mengalami lonjakan signifikan, namun dengan cara yang hampir tidak terlihat oleh pengguna. Di balik transaksi yang terasa seperti pembayaran biasa, infrastruktur berbasis kripto justru semakin mendominasi sistem pembayaran regional.

    Lonjakan penggunaan kartu kripto melesat tajam

    Dilaporkan Coindesk, perusahaan berbasis Singapura, StraitsX, mencatat pertumbuhan pesat dalam program kartu berbasis stablecoin. Dalam periode 2024 hingga 2025, volume transaksi melonjak hingga 40 kali lipat, sementara jumlah kartu yang diterbitkan meningkat 83 kali.

    Salah satu mitranya, RedotPay, bahkan memproses lebih dari $2,95 miliar transaksi sepanjang 2025. Secara global, penggunaan kartu kripto juga meningkat drastis, dengan volume bulanan naik dari sekitar $100 juta di awal 2023 menjadi lebih dari $1,5 miliar di akhir 2025.

    Teknologi bekerja di balik layar, pengguna tidak menyadari

    Menariknya, pengguna tidak perlu memahami bahwa mereka menggunakan stablecoin. Sistem ini dirancang agar bekerja “tidak terlihat”, di mana transaksi tetap terasa seperti pembayaran biasa menggunakan mata uang lokal.

    Ketika pengguna melakukan pembayaran, stablecoin digunakan sebagai lapisan penyelesaian di belakang layar, sementara merchant tetap menerima pembayaran dalam mata uang fiat secara instan.

    Pendekatan ini menjadi kunci adopsi, karena pengalaman pengguna tidak berubah meskipun teknologi di belakangnya berbeda.

    Baca juga: Coinbase Tolak RUU Kripto AS Terkait Yield Stablecoin

    Ekspansi lintas negara dan masa depan pembayaran digital

    StraitsX juga tengah memperluas jangkauan ke berbagai negara di Asia, termasuk Thailand melalui inisiatif Project BLOOM. Sistem ini memungkinkan pembayaran lintas negara secara seamless, tanpa mengubah kebiasaan pengguna.

    Selain itu, pengembangan stablecoin seperti XSGD dan XUSD di blockchain Solana membuka peluang untuk micropayment antar mesin dengan biaya yang sangat rendah.

    Dengan biaya transaksi yang semakin kecil dan integrasi yang semakin luas, stablecoin berpotensi menjadi fondasi baru dalam sistem pembayaran global, bukan sebagai teknologi yang terlihat, tetapi sebagai infrastruktur yang bekerja diam-diam di balik layar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini adopsi nyata, karena stablecoin mulai menang justru saat user bahkan tidak sadar mereka sedang memakainya.

    “Begitu pembayaran kripto berubah jadi infrastruktur tak terlihat di balik kartu, QR, dan konversi lokal instan, pasar masuk ke fase di mana utilitas stablecoin bisa tumbuh jauh lebih cepat daripada narasi spekulatifnya,” ujarnya.

    Baca Juga: Coinbase Buka Era Agen AI Otonom Bertransaksi di Blockchain


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengapa BTC Tak Lagi Anjlok Saat USD Naik?

    Bitcoin menunjukkan ketahanan yang tidak biasa di tengah penguatan signifikan dolar AS sepanjang Maret 2026. Indeks Dolar AS (DXY) bahkan berhasil menembus level 100, didorong oleh kenaikan real yield dan ketegangan geopolitik global.

    Dilaporkan CryptoQuant, dalam kondisi normal, penguatan dolar biasanya memberikan tekanan besar terhadap Bitcoin, seperti yang terjadi pada 2022 saat likuiditas global mengetat. Namun kali ini, pergerakan pasar menunjukkan pola yang berbeda.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kalau dulu dolar kuat cukup buat memukul BTC keras, sekarang struktur pasar terlihat lebih tebal karena ETF spot dan pool stablecoin aktif ikut menyerap tekanan risk-off.

    “Itu bukan berarti BTC otomatis bullish, tapi jelas menunjukkan perubahan rezim: downside makro masih ada, namun arus modal siap deploy membuat pasar lebih tahan banting saat drawdown,” jelasnya.

    Bitcoin lebih stabil di tengah tekanan makro

    Meski belum menunjukkan kenaikan signifikan, penurunan harga Bitcoin relatif lebih terbatas dibandingkan siklus sebelumnya. Hal ini mengindikasikan adanya perubahan struktur pasar yang membuat Bitcoin lebih tahan terhadap tekanan makro.

    Salah satu faktor utama adalah hadirnya ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Produk ini membuka akses bagi investor institusional untuk masuk ke pasar secara lebih konsisten, menciptakan lapisan permintaan baru yang sebelumnya tidak ada.

    Dengan adanya aliran dana institusional ini, Bitcoin mulai dipandang sebagai bagian dari portofolio investasi, bukan sekadar aset spekulatif.

    Baca juga: Bitcoin Masih Terjebak di Bawah $70K: Sinyal Bearish Berlanjut?

    Likuiditas meningkat, modal siap masuk kapan saja

    Selain itu, aktivitas stablecoin juga mengalami peningkatan signifikan. Data on-chain menunjukkan pertumbuhan jumlah alamat aktif, yang menandakan bertambahnya partisipan sekaligus likuiditas di dalam ekosistem.

    Kondisi ini menciptakan “modal siap pakai” yang dapat dengan cepat masuk ke pasar saat terjadi penurunan harga. Artinya, setiap koreksi berpotensi disambut oleh aliran dana baru, sehingga menahan penurunan lebih dalam.

    Struktur pasar berubah, korelasi lama mulai tidak relevan

    Saat ini, Bitcoin bergerak dalam dua kekuatan utama. Di satu sisi, tekanan makro seperti suku bunga tinggi dan dolar yang kuat masih membayangi. Di sisi lain, permintaan institusional dan likuiditas internal memberikan penopang yang cukup kuat.

    Perubahan ini menunjukkan bahwa hubungan klasik antara dolar dan Bitcoin mulai bergeser. Untuk memahami pergerakan pasar saat ini, analisis tidak lagi cukup hanya melihat korelasi, tetapi juga harus mempertimbangkan arus modal dan struktur likuiditas yang terus berkembang.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Diserbu! JP Morgan dan Konglomerat Global Kunci 1,05 Juta BTC

    Arus dana besar ke Bitcoin (BTC) belum menunjukkan tanda-tanda melambat. Data terbaru mengungkapkan, 100 perusahaan publik pemilik kas (corporate treasury) terbesar di dunia kini memegang lebih dari 1.058.000 BTC di neraca mereka.

    Kepemilikan ini terus meningkat meski harga Bitcoin bergerak dalam kondisi pasar yang bergejolak.

    Perusahaan publik tumpuk lebih dari 1 juta BTC

    Deretan 100 perusahaan publik dengan kepemilikan BTC terbesar tercatat terus menambah eksposur. Perusahaan seperti Strategy, MARA Holdings, dan Metaplanet masih mendominasi daftar, namun tren akumulasi kini meluas ke berbagai sektor lain.

    Mulai dari perusahaan energi, fintech, hingga konglomerat global, semakin banyak korporasi yang memasukkan Bitcoin ke dalam strategi pengelolaan kas mereka. Langkah ini menunjukkan bahwa Bitcoin kian dipandang sebagai aset yang layak disimpan jangka panjang, terlepas dari fluktuasi harga jangka pendek.

    JP Morgan tambah eksposur lewat ETF Bitcoin BlackRock

    Dilaporkan AMBCrypto, tren akumulasi Bitcoin oleh korporasi tidak hanya datang dari perusahaan yang sejak awal pro-crypto. J.P. Morgan, salah satu bank terbesar di dunia, juga tercatat memperdalam eksposurnya terhadap Bitcoin.

    Mengacu pada data platform analitik Arkham, J.P. Morgan kini memiliki eksposur lebih dari US$300 juta ke Bitcoin melalui ETF iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock. Rinciannya antara lain:

    • Sekitar US$332,8 juta dalam bentuk saham IBIT langsung,
    • Sekitar US$10,7 juta melalui pengelola aset eksternal,
    • Sekitar US$67,8 juta dalam opsi beli (call options),
    • Sekitar US$133,3 juta dalam opsi jual (put options) yang kemungkinan digunakan sebagai lindung nilai (hedging).

    Struktur posisi tersebut menunjukkan pendekatan yang terukur dan terkelola risikonya. Meski begitu, langkah ini menandai perubahan signifikan dari sikap skeptis yang selama ini diasosiasikan dengan pimpinan bank tersebut terhadap aset kripto.

    Whale Coinbase borong saat harga turun

    Tidak hanya korporasi, pelaku pasar besar (whale) juga tercatat aktif menambah kepemilikan Bitcoin, terutama saat harga turun.

    Indikator Cumulative Volume Delta (CVD) menunjukkan bahwa pesanan spot berukuran besar antara US$10.000 hingga US$1 juta terus tercatat sebagai pembeli bersih sejak titik dasar lokal terbaru. Sementara itu, aliran dana dari investor ritel cenderung datar, dan trader berukuran menengah baru mulai berbalik positif.

    Data on-chain di bursa Coinbase mengindikasikan bahwa whale di platform tersebut tidak menghentikan akumulasi mereka. Ketika harga melemah dan sentimen pasar melemah, pelaku besar justru tercatat menyerap suplai yang ada.

    Ringkasan

    • Lebih dari 1,05 juta BTC kini tercatat di neraca 100 perusahaan publik pemilik kas terbesar.
    • Tren akumulasi meluas ke berbagai sektor, bukan hanya perusahaan yang sejak awal berfokus pada kripto.
    • J.P. Morgan menambah eksposur ke Bitcoin melalui ETF BlackRock IBIT dengan nilai lebih dari US$300 juta dan instrumen derivatif terkait.
    • Whale di Coinbase terus membeli saat harga turun, sementara arus dana ritel masih lemah.

    Pergerakan ini menegaskan satu hal: meski pasar kripto masih fluktuatif, pemain besar—baik korporasi maupun whale, belum berniat meninggalkan Bitcoin.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Moonbirds Umumkan Migrasi Kontrak dan Nesting 2.0, Waspadai Link Scam

    Proyek NFT Moonbirds kembali menjadi sorotan setelah tim resmi mengumumkan rencana migrasi ke kontrak baru sekaligus peluncuran portal klaim untuk Nesting 2.0.

    Pengumuman ini langsung memicu atensi besar di komunitas, bukan hanya karena upgrade utilitas NFT yang dijanjikan, tetapi juga karena meningkatnya risiko phishing dan scam yang kerap menyertai fase transisi seperti ini.

    Melalui kanal resminya, tim Moonbirds menegaskan bahwa saat ini belum ada link klaim atau migrasi yang live.

    Mereka secara eksplisit memperingatkan holder untuk tidak mengklik tautan apa pun yang beredar di luar sumber resmi. Satu-satunya rujukan valid hanyalah akun X @moonbirds dan Discord resmi Moonbirds.

    Langkah tegas ini diambil untuk meminimalkan potensi eksploitasi oleh pihak tak bertanggung jawab yang biasanya memanfaatkan momen migrasi kontrak sebagai celah untuk menipu pengguna.

    Baca Juga: Azuki dan BAYC Jadi Koleksi NFT Peringkat Teratas di Tahun 2022

    Migrasi Kontrak: Langkah Strategis untuk Keamanan Jangka Panjang

    Migrasi kontrak pintar bukanlah hal sepele dalam ekosistem NFT.

    Proses ini biasanya dilakukan untuk meningkatkan keamanan, efisiensi, atau menambahkan fitur baru yang tidak dapat diimplementasikan secara optimal di kontrak lama.

    Dalam konteks Moonbirds, migrasi ini disebut sebagai bagian penting dari persiapan Nesting 2.0, sebuah pembaruan besar yang diharapkan membawa peningkatan signifikan pada mekanisme dan utilitas NFT mereka.

    Terkait pengumuman ini, Tim Research Tokocrypto menilai bahwa langkah ini memiliki implikasi strategis yang kuat.

    Langkah migrasi kontrak ini krusial untuk keamanan jangka panjang holder, namun fase transisi ini sangat rawan eksploitasi scammer. Holder wajib ekstra waspada (double-check via Discord).”

    “Pembaruan ‘Nesting 2.0’ mengindikasikan upgrade utilitas NFT yang mungkin meningkatkan value retensi bagi holder lama,” Tim Research Tokocrypto menjelaskan.

    Pernyataan ini menegaskan dua hal penting: migrasi kontrak membawa potensi nilai tambah, namun sekaligus menghadirkan risiko tinggi jika holder tidak berhati-hati.

    Nesting 2.0 dan Potensi Upgrade Utilitas

    Sejak awal, fitur Nesting menjadi salah satu identitas utama Moonbirds, di mana NFT yang “di-nest” menunjukkan komitmen jangka panjang holder dan kerap dikaitkan dengan reward atau utilitas tertentu.

    Dengan hadirnya Nesting 2.0, komunitas berspekulasi bahwa Moonbirds tengah menyiapkan mekanisme baru yang lebih relevan dengan dinamika pasar NFT saat ini.

    Upgrade ini diyakini akan berfokus pada peningkatan utilitas, kemungkinan mencakup integrasi ekosistem, reward berbasis partisipasi, atau fungsi baru yang mendorong holder untuk mempertahankan NFT mereka dalam jangka panjang.

    Jika dieksekusi dengan tepat, Nesting 2.0 dapat memperkuat value retention dan menegaskan posisi Moonbirds sebagai proyek NFT yang tidak hanya mengandalkan hype visual, tetapi juga fungsionalitas.

    Ancaman Phishing di Fase Transisi

    Namun, di balik optimisme tersebut, tim Moonbirds menekankan bahwa periode menjelang migrasi adalah momen paling rawan.

    Dalam banyak kasus sebelumnya, scammer memanfaatkan antusiasme komunitas dengan menyebarkan link palsu yang meniru situs resmi, bertujuan mencuri aset atau menguras wallet korban.

    Karena itu, Moonbirds meminta komunitas untuk menerapkan prinsip “verify before interact”. Artinya, setiap informasi atau link harus diverifikasi langsung melalui akun X resmi atau Discord mereka. Tidak ada DM, situs mirror, atau link “bocoran” yang dapat dianggap valid.

    Bagi holder, kewaspadaan bukan hanya soal menjaga aset pribadi, tetapi juga menjaga kesehatan ekosistem secara keseluruhan. Satu insiden besar dapat berdampak pada reputasi proyek dan kepercayaan pasar.

    Apa yang Perlu Dilakukan Holder Sekarang?

    Pada tahap ini, tindakan terbaik adalah menunggu pengumuman resmi. Jangan terburu-buru mencari link migrasi atau klaim.

    Pastikan notifikasi aktif di akun X Moonbirds dan pantau Discord resmi mereka. Hindari berinteraksi dengan smart contract yang mengatasnamakan Moonbirds sebelum ada konfirmasi publik.

    Di sisi lain, pengumuman migrasi dan Nesting 2.0 memberi sinyal bahwa Moonbirds masih aktif mengembangkan produknya, sesuatu yang krusial di tengah pasar NFT yang semakin selektif.

    Baca Juga: 3 Altcoin NFT Ini Kuasai Pasar dan Cetak Kapitalisasi Raksasa

    Migrasi kontrak dan kehadiran Nesting 2.0 menandai fase penting dalam evolusi Moonbirds. Potensi upgrade utilitas dapat menjadi katalis positif bagi holder jangka panjang.

    Namun, fase ini juga membuka ruang besar bagi scam. Bagi komunitas, kunci utamanya sederhana namun krusial: hanya percaya pada kanal resmi, dan selalu lakukan double-check sebelum bertindak.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ondo Finance Kantongi Izin UE: Saham dan ETF Kini Ditokenisasi

    Perkembangan besar kembali terjadi di sektor Real World Assets (RWA).

    Ondo Finance resmi mendapatkan persetujuan regulator Uni Eropa untuk mendaftarkan batch pertama saham dan ETF yang ditokenisasi, termasuk produk seperti QQQon dan TSLAon.

    Persetujuan yang juga diumumkan via akun resmi X Ondo Finance ini divalidasi oleh regulator Liechtenstein, memungkinkan produk tersebut memperoleh hak “passporting” untuk dapat diakses secara legal di seluruh wilayah Uni Eropa (EU) dan European Economic Area (EEA).

    Artinya, sekitar 500 juta investor di kawasan Eropa kini berpotensi mendapatkan akses langsung ke pasar modal Amerika Serikat melalui infrastruktur blockchain.

    Baca Juga: SEC Hentikan Investigasi Ondo Finance, Roadmap Baru Siap Dirilis

    Apa Itu Saham dan ETF Tokenisasi?

    Tokenisasi saham dan ETF merupakan proses representasi aset tradisional, seperti saham perusahaan publik atau ETF, ke dalam bentuk token digital berbasis blockchain.

    Dalam kasus Ondo Finance, produk seperti QQQon merujuk pada ETF berbasis indeks Nasdaq-100, sementara TSLAon merepresentasikan saham Tesla yang terdaftar di bursa AS.

    Melalui tokenisasi ini, investor dapat mengakses pasar saham AS tanpa perantara tradisional yang kompleks; bertransaksi dengan settlement lebih cepat; dan mendapatkan fleksibilitas integrasi dengan protokol DeFi.

    Model ini menjadi jembatan antara pasar keuangan tradisional dan ekosistem kripto.

    Validasi Regulasi dan Hak Paspor Uni Eropa

    Persetujuan dari regulator Liechtenstein menjadi kunci penting dalam ekspansi ini.

    Sebagai bagian dari sistem regulasi Eropa, lisensi yang divalidasi di satu negara anggota dapat memberikan hak paspor untuk menawarkan layanan di seluruh EU dan EEA.

    Dengan mekanisme ini, Ondo tidak perlu mengajukan izin ulang di setiap negara anggota. Hal ini mempercepat ekspansi dan membuka akses ke pasar ritel dan institusional di seluruh Eropa.

    Langkah ini juga menunjukkan bahwa model tokenisasi aset semakin diterima dalam kerangka hukum yang jelas dan terstruktur.

    Dorongan Besar untuk Narasi RWA

    Tim Research Tokocrypto menyebut persetujuan ini sebagai momentum besar bagi sektor Real World Assets.

    “Ini adalah langkah masif bagi narasi RWA. Dengan persetujuan ini, Ondo membuka pintu bagi 500 juta investor di Eropa untuk berinvestasi di pasar modal AS via blockchain secara legal, yang berpotensi memicu lonjakan likuiditas ke protokol mereka,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Narasi RWA sendiri menjadi salah satu tema paling kuat dalam siklus kripto terbaru. Tokenisasi obligasi pemerintah, surat utang korporasi, hingga saham publik dinilai sebagai evolusi berikutnya dari DeFi.

    Dampak terhadap Likuiditas dan Ekosistem DeFi

    Dengan akses legal bagi investor Eropa, Ondo berpotensi mengalami peningkatan:

    1. Arus Modal Baru – Investor tradisional yang sebelumnya ragu karena ketidakjelasan regulasi kini memiliki jalur yang sah.
    2. Likuiditas Protokol – Tokenisasi saham populer seperti Tesla dan ETF Nasdaq dapat menarik volume perdagangan signifikan.
    3. Integrasi DeFi – Aset tokenisasi dapat digunakan sebagai jaminan (collateral) dalam berbagai protokol keuangan terdesentralisasi.

    Jika likuiditas meningkat, ekosistem DeFi secara keseluruhan dapat memperoleh manfaat dari aliran modal lintas batas yang lebih efisien.

    Posisi Strategis Eropa dalam Adopsi Kripto

    Uni Eropa dalam beberapa tahun terakhir dikenal progresif dalam membangun kerangka regulasi aset digital, termasuk melalui regulasi MiCA (Markets in Crypto-Assets).

    Persetujuan terhadap produk tokenisasi Ondo menunjukkan bahwa regulator Eropa tidak hanya fokus pada pengawasan, tetapi juga membuka ruang inovasi.

    Hal ini menempatkan Eropa sebagai salah satu kawasan paling ramah terhadap integrasi blockchain dan pasar keuangan tradisional.

    Risiko dan Tantangan

    Meski peluang besar terbuka, terdapat beberapa tantangan:

    • Fluktuasi harga saham dasar tetap berlaku pada token
    • Risiko kustodian dan smart contract
    • Ketergantungan pada kepatuhan lintas yurisdiksi

    Namun dengan validasi regulator dan kerangka hukum yang jelas, risiko tersebut dinilai lebih terkelola dibanding model tokenisasi tanpa izin.

    Baca Juga: Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan

    Persetujuan Uni Eropa terhadap Ondo Finance untuk meluncurkan saham dan ETF tokenisasi menandai babak baru integrasi pasar modal tradisional dengan blockchain.

    Dengan hak paspor di seluruh EU dan EEA, akses terhadap pasar saham AS kini semakin terbuka bagi 500 juta investor Eropa melalui infrastruktur digital.

    Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Ondo dalam sektor RWA, tetapi juga mempertegas bahwa tokenisasi aset dunia nyata bukan lagi eksperimen — melainkan bagian dari evolusi sistem keuangan global berbasis blockchain.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Token TRUMP dan MELANIA Anjlok 99%, Investor Ritel Rugi US$4,3 Miliar

    Token meme resmi TRUMP dan MELANIA dilaporkan telah menghapus sekitar US$4,3 miliar nilai kekayaan investor ritel sejak peluncurannya lebih dari setahun lalu. Data terbaru menunjukkan sekitar 2 juta pemegang saat ini berada dalam posisi merugi (underwater).

    Sementara itu, 45 dompet awal yang terlibat dalam tahap awal peluncuran justru membukukan keuntungan gabungan sekitar US$1,2 miliar, menciptakan kesenjangan tajam antara investor awal dan pembeli ritel.

    Harga Terjun Bebas Hingga 99%

    Pergerakan harga Official Trump (TRUMP/USDT) pada Senin, 23 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Official Trump (TRUMP/USDT) pada Senin, 23 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Berdasarkan data CryptoRank, token TRUMP turun sekitar 92% menjadi US$3,55 dari rekor tertinggi US$75. Sementara itu, token MELANIA merosot 99% ke level US$0,11 dari puncaknya di US$13,05.

    Meski pasar kripto secara keseluruhan mengalami koreksi besar dengan penyusutan nilai lebih dari US$1 triliun dalam periode yang sama, analis menilai penurunan tajam kedua token ini lebih dipengaruhi desain struktural dan strategi likuiditas internal dibanding faktor pasar umum.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kasus TRUMP/MELANIA adalah pengingat keras tentang asimetri informasi di pasar meme coin. Rasio kerugian ritel vs keuntungan insider mencapai 20:1, membuktikan bahwa investor publik hanya dijadikan exit liquidity.

    “Penggunaan strategi likuiditas satu sisi di AMM menunjukkan tingkat kecanggihan insider dalam menguras modal ritel secara sistematis. Dengan jadwal unlock 2028, pemegang saat ini berada di posisi yang sangat rentan secara struktural,” jelasnya.

    Baca juga: Skandal Kripto MELANIA Diduga Tipu Investor Hingga Ratusan Juta Dolar!

    Dugaan Strategi Likuiditas oleh Insider

    Dilaporkan BeInCrypto, analisis on-chain menunjukkan adanya aktivitas sistematis dari dompet anonim yang terhubung dengan pengembang awal proyek. Salah satu laporan menyebutkan bahwa pada Desember 2025, alamat utama peluncuran token TRUMP memindahkan sekitar US$94 juta dalam bentuk USDC ke bursa Coinbase.

    Pengembang dilaporkan menggunakan strategi single-sided liquidity provision di platform desentralisasi Meteora. Dalam mekanisme ini, insider hanya menyetor token TRUMP dan MELANIA tanpa pasangan dolar, sehingga sistem automated market maker secara otomatis menjual token tersebut kepada pembeli ritel yang masuk.

    Token yang terjual kemudian dikonversi ke USDC, mempercepat distribusi dari dompet awal ke pasar terbuka.

    Ancaman Dilusi Hingga 2028

    Selain kerugian yang telah terjadi, risiko dilusi tambahan juga membayangi pemegang yang tersisa. Data CryptoRank menunjukkan sekitar US$2,7 miliar token milik insider dikunci dalam smart contract hingga 2028.

    Tanggal pembukaan kunci tersebut bertepatan dengan akhir masa jabatan presiden, sehingga memunculkan spekulasi tentang strategi keluar (exit strategy) yang telah terstruktur.

    Jika token terkunci tersebut dilepas ke pasar, investor ritel yang masih menahan posisi berisiko menjadi sumber likuiditas bagi pencairan insider berikutnya.

    Kasus ini kembali menyoroti risiko tinggi pada token meme, khususnya yang memiliki distribusi awal terpusat dan struktur tokenomics yang tidak transparan bagi investor publik.

    Baca juga: Melania Trump Comeback, Meme Coin MELANIA Menggeliat


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ERC-8004 Gelar Agentic Brunch: Integrasi AI dan DeFi di Filecoin.

    Komunitas builder ERC-8004 menggelar acara bertajuk Agentic Brunch di San Francisco, Amerika Serikat, sebagaimana dilaporkan Coinmarketcal pada Kamis (26/2).

    Agenda ini menjadi forum diskusi teknis bagi para pengembang dan pelaku industri untuk membahas perkembangan agen AI, konsep Agentic Finance, serta integrasi gaming di atas jaringan Filecoin dan ekosistem Ethereum, pasca peluncuran mainnet ERC-8004.

    Acara ini menegaskan semakin kuatnya narasi konvergensi antara kecerdasan buatan (AI) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi), terutama dalam membangun infrastruktur yang memungkinkan agen AI bertindak sebagai entitas ekonomi otonom di atas blockchain.

    Baca Juga: Filecoin Resmi Luncurkan Onchain Cloud di Mainnet, Harga Akan Naik?

    Fokus pada Agen AI dan Agentic Finance

    Dalam diskusi teknis tersebut, para builder menyoroti bagaimana agen AI dapat beroperasi secara mandiri untuk melakukan transaksi, mengelola likuiditas, hingga berpartisipasi dalam protokol DeFi tanpa intervensi manusia secara langsung.

    Konsep ini dikenal sebagai Agentic Finance, yakni model keuangan baru di mana agen cerdas dapat menjadi aktor ekonomi aktif di jaringan blockchain.

    ERC-8004 sendiri dirancang sebagai standar atau kerangka kerja yang memungkinkan interaksi lebih terstruktur antara agen AI dan smart contract.

    Dengan hadirnya mainnet ERC-8004, pengembang kini memiliki fondasi teknis untuk membangun aplikasi berbasis AI yang dapat memanfaatkan transparansi, keamanan, serta interoperabilitas blockchain.

    Tak hanya itu, diskusi juga mencakup potensi integrasi sektor gaming, di mana agen AI dapat berperan dalam ekonomi game berbasis blockchain, mulai dari pengelolaan aset digital hingga interaksi dinamis dengan pemain lain dalam ekosistem terdesentralisasi.

    Filecoin dan Ethereum Jadi Fondasi Infrastruktur

    Pemilihan jaringan Filecoin dan Ethereum sebagai basis pengembangan bukan tanpa alasan.

    Ethereum dikenal sebagai pelopor smart contract dan DeFi, sementara Filecoin menyediakan infrastruktur penyimpanan terdesentralisasi yang dapat mendukung kebutuhan data skala besar untuk aplikasi AI.

    Kombinasi keduanya dinilai relevan untuk membangun ekosistem AI on-chain yang lebih matang.

    Penyimpanan data model AI, log transaksi agen, hingga integrasi dengan protokol DeFi dapat berjalan dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, acara ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat arah pengembangan teknologi di sektor kripto.

    “Acara ini memperkuat narasi konvergensi antara AI dan DeFi (Agentic Finance) di ekosistem Filecoin. Meskipun dampaknya terhadap harga FIL mungkin minimal karena bersifat networking, ini menunjukkan perkembangan infrastruktur AI yang semakin matang di atas blockchain,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Dampak terhadap Harga FIL

    Secara jangka pendek, event seperti Agentic Brunch umumnya tidak memberikan dampak langsung terhadap harga token, termasuk Filecoin (FIL). Pasalnya, acara ini lebih bersifat networking dan diskusi teknis ketimbang pengumuman produk besar atau kemitraan strategis berskala luas.

    Namun, dalam jangka menengah hingga panjang, penguatan narasi AI di atas blockchain berpotensi meningkatkan daya tarik ekosistem Filecoin sebagai infrastruktur pendukung aplikasi berbasis data dan agen otonom.

    Tren global saat ini menunjukkan meningkatnya minat terhadap integrasi AI dan blockchain.

    Jika adopsi Agentic Finance berkembang pesat, jaringan yang lebih dulu menyediakan fondasi teknis yang kuat berpotensi mendapatkan keuntungan dari sisi utilitas dan adopsi.

    Konvergensi AI dan Blockchain: Tren yang Semakin Nyata

    Beberapa bulan terakhir, wacana tentang AI Agents dan ekonomi otonom menjadi topik hangat di kalangan pengembang Web3.

    Agen AI tidak lagi sekadar alat bantu, tetapi mulai diproyeksikan sebagai entitas yang mampu mengambil keputusan ekonomi, melakukan pembayaran, hingga berkoordinasi lintas protokol.

    Konsep ini membuka kemungkinan baru, seperti agen AI yang mengelola portofolio DeFi secara otomatis; sistem gaming dengan karakter AI yang memiliki dompet kripto sendiri; dan protokol keuangan yang berinteraksi langsung dengan model AI untuk manajemen risiko.

    Dengan peluncuran mainnet ERC-8004, langkah konkret menuju realisasi visi tersebut mulai terlihat.

    Baca Juga: Harga Filecoin Naik 53%, Reli di Tengah Tekanan Pasar Kripto

    Acara Agentic Brunch yang digelar komunitas ERC-8004 di San Francisco menjadi sinyal kuat bahwa integrasi AI dan DeFi bukan sekadar wacana, melainkan arah pengembangan nyata di industri blockchain.

    Fokus pada agen AI, Agentic Finance, dan integrasi gaming di atas Filecoin dan Ethereum menunjukkan kematangan infrastruktur yang semakin berkembang.

    Meski dampak harga FIL dalam jangka pendek kemungkinan terbatas, penguatan ekosistem dan kolaborasi teknis seperti ini berpotensi menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan jangka panjang.

    Dalam lanskap kripto yang terus berevolusi, konvergensi AI dan blockchain bisa menjadi salah satu tema dominan dalam siklus berikutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Zcash Diam-Diam Meledak! Aktivitas Mining dan Privasi Tembus Rekor Baru

    Jaringan Zcash (ZEC) mencatat pencapaian penting pada Maret 2026 setelah hashrate dan jumlah aset dalam pool privasi (shielded supply) mencapai level tertinggi sepanjang sejarah. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya partisipasi miner sekaligus adopsi fitur privasi yang menjadi keunggulan utama Zcash.

    Dikutip BeInCrypto, momentum positif ini juga diiringi peningkatan sentimen pasar dan aktivitas investor yang mulai kembali menunjukkan minat terhadap aset tersebut.

    Hashrate Zcash Cetak Rekor Tertinggi

    Data terbaru menunjukkan bahwa hashrate jaringan Zcash melonjak hingga 16,54 GS/s, level tertinggi sepanjang sejarah.

    Hashrate merupakan indikator total kekuatan komputasi yang digunakan oleh miner untuk mengamankan jaringan. Kenaikan ini mengindikasikan meningkatnya partisipasi miner serta kepercayaan terhadap prospek jangka panjang Zcash.

    Peningkatan hashrate biasanya juga berkorelasi dengan optimisme terhadap potensi nilai aset di masa depan.

    Adopsi Fitur Privasi Semakin Meningkat

    Selain hashrate, jumlah ZEC yang masuk ke dalam shielded pool juga mengalami peningkatan signifikan.

    Total shielded supply kini mencapai 5,15 juta ZEC, atau sekitar 31% dari total suplai yang beredar.

    Shielded supply mengacu pada ZEC yang dipindahkan ke alamat privat, di mana detail transaksi dan saldo tidak dapat dilihat secara publik.

    Kenaikan ini menunjukkan semakin banyak pengguna yang memanfaatkan fitur privasi Zcash sebagai nilai utama dari jaringan tersebut.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kombinasi hashrate ATH dan kenaikan shielded supply berarti fundamental jaringan Zcash sedang membaik dari dua sisi sekaligus: keamanan jaringan dan penggunaan fitur privasi.

    “Kalau tren ini berlanjut, pasar bisa mulai menilai ZEC bukan cuma dari spekulasi harga, tapi dari pemulihan utilitas onchain yang nyata setelah sempat dibayangi krisis internal tim,” katanya.

    Baca juga: Warning! Zcash Terancam Ambruk ke $100, Sinyal Chart Makin Seram

    Sentimen Pasar dan Aktivitas Investor Menguat

    Data dari LunarCrush menunjukkan bahwa sentimen komunitas terhadap Zcash mencapai 88% positif dalam sepekan terakhir.

    Selain itu, peringkat AltRank Zcash melonjak signifikan ke posisi 10 dari sebelumnya di atas 500, sementara volume perdagangan harian meningkat 34% menjadi sekitar US$486 juta.

    Peningkatan ini mencerminkan lonjakan minat investor serta aktivitas pasar yang semakin aktif.

    Dukungan Institusi Dorong Optimisme

    Beberapa perkembangan terbaru juga turut memperkuat sentimen positif terhadap Zcash.

    Foundry Digital, operator mining pool Bitcoin terbesar, mengumumkan rencana peluncuran mining pool khusus Zcash untuk institusi.

    Selain itu, Zcash Open Development Lab (ZODL) berhasil mengamankan pendanaan sebesar US$25 juta dari investor besar seperti Paradigm dan Andreessen Horowitz.

    Langkah ini membantu meredakan kekhawatiran yang sempat muncul sebelumnya terkait perubahan dalam tim pengembang.

    Potensi Pemulihan Harga Mulai Terbuka

    Saat ini, harga ZEC berada di kisaran US$268 dan telah naik hampir 40% sepanjang Maret.

    Meski masih berada lebih dari 60% di bawah puncaknya di level US$750 pada November tahun lalu, sejumlah analis melihat potensi pemulihan lebih lanjut jika tren positif ini berlanjut.

    Dengan kombinasi peningkatan aktivitas jaringan, dukungan institusi, serta sentimen pasar yang membaik, Zcash mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di tengah pasar kripto yang masih berfluktuasi.

    Baca juga: Tim Developer Zcash Bubar! Gimana Nasib Proyeknya?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Kerja Perpetual Futures Crypto: Funding Rate dan Mekanismenya

    Perpetual futures menjadi salah satu instrumen yang paling sering digunakan dalam trading kripto. Berbeda dengan futures biasa, kontrak ini tidak memiliki tanggal kedaluwarsa, sehingga trader bisa menahan posisi selama yang diinginkan.

    Namun, karena tidak adanya kadaluarsa ini, muncul satu mekanisme penting yang menjaga harga tetap stabil dan mendekati harga pasar, yaitu funding rate.

    Lalu, bagaimana sebenarnya cara kerja funding rate dalam perpetual futures? Yuk simak penjelasannya!

    Apa Itu Funding Rate dan Bagaimana Mekanismenya?

    Funding rate adalah biaya periodik yang dilakukan antar trader yang memegang posisi long dan short untuk menjaga harga kontrak tetap selaras dengan harga pasar spot.

    Jika harga perpetual lebih tinggi dari harga spot, funding menjadi positif dan trader long membayar trader short. Sebaliknya, jika harga perpetual lebih rendah dari spot, funding menjadi negatif dan trader short membayar trader long. Mekanisme timbal balik ini memastikan harga perpetual tidak melenceng jauh dari harga aset dasarnya.

    Funding rate ini memiliki nominal yang terlihat kecil. Misalnya, funding rate sebesar 0,03%  tetapi pada posisi dengan leverage 10× yang ditahan selama beberapa minggu, biaya ini bisa diam-diam menguras modal yang kamu miliki meski posisi terlihat untung.

    Bayangkan kamu membuka posisi long dengan modal Rp25.000.000 menggunakan leverage 20×. Jika funding rate sebesar 0,03% setiap 8 jam, maka:

    • Biaya per 8 jam = 0,03% × Rp25.000.000 = Rp7.500
    • Biaya per hari (3 siklus 8 jam) = Rp7.500 × 3 = Rp22.500
    • Biaya per minggu (7 hari) = Rp22.500 × 7 = Rp157.500

    Jadi, hanya untuk mempertahankan posisi selama seminggu, kamu bisa kehilangan sekitar Rp157 ribu, meski harga BTC tidak bergerak sama sekali.

    Bagaimana Funding Rate Mempengaruhi Trader?

    Karena perhitungan funding mempertimbangkan besarnya leverage, funding rate bisa sangat memengaruhi untung-rugi. Dengan leverage tinggi, trader yang harus membayar funding bisa merugi bahkan di pasar dengan volatilitas rendah, hingga berisiko likuidasi.

    Sebaliknya, menerima pembayaran funding bisa sangat menguntungkan, terutama di pasar yang bergerak dalam pergerakan harga yang sempit. Intinya, funding rate dirancang untuk mendorong trader mengambil posisi yang menjaga harga kontrak perpetual tetap sejalan dengan harga spot.

    Korelasi dengan Sentimen Pasar

    Secara historis, funding rate kripto cenderung berkorelasi dengan tren aset dasarnya. Dikutip dari Binance, korelasi ini bukan berarti funding rate menggerakkan harga spot, melainkan sebaliknya: funding rate mencerminkan arah pasar.

    Contoh funding rate Bitcoin. Sumber: CryptoQuant.

    Contohnya, dari data di atas, menunjukkan funding rate turun seiring harga BTC yang melemah. Funding rate yang masih tinggi saat BTC mengalami penurunan mencerminkan keyakinan pasar akan potensi kenaikan kembali, hingga akhirnya banyak yang sadar biaya funding yang meningkat, dan harga futures kembali selaras dengan spot.

    Kamu bisa mengetahui lebih lengkap perbandingan funding rate di berbagai exchange, melalui situs seperti Glassnode atau CryptoQuant.

    Mekanisme Pembayaran Funding Rate

    Pembayaran funding rate biasanya dilakukan setiap 8 jam tergantung platform yang kamu gunakan. 

    Kondisi Pasar Funding Rate Siapa Membayar Siapa?
    Bullish kuat (Perpetual > Spot) Positif Long bayar Short
    Bearish kuat (Perpetual < Spot) Negatif Short bayar Long

    Sederhananya:

    • Jika harga perpetual lebih tinggi dari harga spot → trader long membayar trader short.
    • Jika harga perpetual lebih rendah dari harga spot → trader short membayar trader long.

    Pembayaran ini dihitung berdasarkan nilai posisi yang kamu miliki. Contoh sederhana:

    • Posisi long BTC/USDT senilai $10.000.
    • Funding rate +0,01% (positif).
    • Kamu membayar $1 ke trader short setiap 8 jam, dikalikan leverage yang kamu miliki. Maka jika kamu memiliki leverage 10x kamu harus membayar $10.

    Seperti contoh perhitungan yang sudah diungkapkan pada sub judul sebelumnya, meskipun perhitungan ini terlihat kecil jika posisi ditahan berhari-hari atau berminggu-minggu, biaya ini tentunya bisa menumpuk hingga ratusan dolar. Banyak juga yang tidak sadar kalau:

    • Biaya ini menumpuk seiring waktu: Persentase kecil yang diperbesar oleh leverage bisa diam-diam menggerus margin.
    • Funding rate mencerminkan perilaku pasar: Lonjakan funding menandakan posisi long terlalu penuh, sering kali jadi sinyal pembalikan arah.
    • Funding rate bisa berubah cepat: Dalam hitungan jam, funding bisa berbalik dari positif ke negatif, membuat trader yang lengah terkena dampak besar.

    Kesimpulan

    Perpetual futures menawarkan fleksibilitas karena tidak memiliki tanggal kadaluarsa, tetapi sebagai gantinya menggunakan mekanisme funding rate untuk menjaga keseimbangan harga dengan pasar spot.

    Memahami cara kerja funding rate, margin, dan likuidasi menjadi kunci sebelum menggunakan instrumen ini dalam trading. Semoga dengan pemahaman yang lebih baik, trader dapat memanfaatkan peluang yang ada sekaligus mengelola risiko dengan lebih bijak.

    Apa pun strategi yang digunakan, selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan trading dan pastikan menggunakan exchange terpercaya seperti Tokocrypto yang telah terdaftar resmi, serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.


    Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber:

    Binance: What Is Futures Funding Rate And Why It Matters
    Investopedia: Understanding Perpetual Futures: A Guide for Cryptocurrency Traders
    Leverate Trading: Funding Rates in Crypto Futures: Hidden Costs & Risk Explained



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Minat Institusi Melemah dan Indikator Negatif

    Pergerakan terbaru XRP menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam dinamika pasar, terutama dari sisi permintaan institusional. Hal ini terlihat dari indikator Coinbase Premium yang kini berbalik ke zona negatif.

    Indikator premium berubah arah, sinyal permintaan melemah

    Indikator Coinbase vs Binance Price Premium sebelumnya berada di zona positif, yang berarti harga XRP di Coinbase lebih tinggi dibanding Binance. Kondisi ini umumnya mencerminkan tingginya permintaan dari investor institusional dan pasar Amerika Serikat.

    Pada periode 10 hingga 22 Maret, premium sempat stabil di kisaran +0,04 hingga +0,05, seiring harga XRP yang bertahan di atas $1,35 hingga $1,40. Namun, sejak 23 Maret, indikator ini mulai mengalami penurunan secara bertahap hingga akhirnya menyentuh -0,0364.

    Dilaporkan CryptoQuant, perubahan ini menunjukkan bahwa harga XRP di Coinbase kini lebih rendah dibandingkan Binance, menandakan adanya penurunan minat beli atau meningkatnya tekanan jual di platform tersebut.

    Baca juga: Sinyal Tersembunyi XRP: Awal dari Tren Bullish?

    Likuiditas bergeser, tekanan pasar meningkat

    Peralihan premium ke zona negatif sering kali diartikan sebagai sinyal awal perubahan tren pasar. Dalam konteks ini, kondisi tersebut mengindikasikan melemahnya permintaan dari investor institusional.

    Di sisi lain, harga XRP yang relatif lebih tinggi di Binance menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dari investor ritel, terutama di luar pasar Amerika Serikat. Hal ini mengindikasikan bahwa likuiditas mulai bergeser dari institusi ke pasar ritel global.

    Kondisi ini juga memperlihatkan bahwa momentum yang sebelumnya kuat di pertengahan Maret mulai kehilangan tenaga, dengan penurunan yang terjadi secara konsisten dalam beberapa hari terakhir.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kalau Coinbase Premium XRP masuk negatif, itu biasanya bukan noise receh tapi tanda minat institusional mulai loyo.

    “Saat dorongan harga berpindah dari tangan institusi ke retail offshore, struktur on-chain XRP jadi lebih rapuh dan lebih rawan kena tekanan jual lanjutan,” ujarnya.

    Potensi tekanan harga dalam jangka pendek

    Masuknya indikator premium ke zona negatif sering dikaitkan dengan potensi tekanan harga lanjutan atau fase koreksi. Hal ini terjadi karena berkurangnya dukungan dari investor besar yang biasanya menjadi penggerak utama pasar.

    Jika tren ini berlanjut, XRP berpotensi menghadapi tekanan harga dalam jangka pendek, terutama jika tidak diimbangi dengan peningkatan permintaan dari sisi lain.

    Untuk saat ini, pergerakan indikator tersebut menjadi sinyal penting bahwa pasar XRP sedang mengalami perubahan struktur, dengan melemahnya peran institusi dan meningkatnya dominasi aktivitas ritel di pasar global.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com