Tag Archives: kripto

Dompet Whale LINK Tembus Rekor, Sinyal Rebound ke $12?

Di tengah kondisi pasar altcoin yang masih tertekan, pergerakan tidak biasa justru mulai terlihat pada token Chainlink (LINK).

Menurut Crypto Quant, data terbaru menunjukkan peningkatan aktivitas whale yang berpotensi menjadi sinyal awal perubahan arah pasar.

Penarikan besar dari exchange mulai meningkat

Salah satu indikator utama yang diamati adalah arus keluar (outflow) dari exchange. Dalam beberapa waktu terakhir, terjadi lonjakan penarikan LINK dari Binance, khususnya pada transaksi besar.

Tercatat, dua lonjakan harian menunjukkan lebih dari 8.000 LINK ditarik hanya dari 10 transaksi terbesar dalam satu hari. Pergerakan seperti ini biasanya dikaitkan dengan aktivitas whale yang memindahkan aset ke penyimpanan pribadi.

Dalam banyak kasus, langkah ini sering diartikan sebagai indikasi berkurangnya niat jual dan kecenderungan untuk menyimpan aset dalam jangka menengah.

Baca Juga: Moonwell mengajukan proposal tata kelola terbaru ke Standar Chainlink

Rata-rata outflow terus naik

Tidak hanya lonjakan sesaat, tren jangka menengah juga menunjukkan peningkatan aktivitas. Rata-rata bulanan outflow dari 10 transaksi terbesar naik dari sekitar 2.000 LINK per hari menjadi hampir 2.600 LINK sejak pertengahan Februari.

Kenaikan ini mencerminkan bahwa aktivitas whale tidak hanya sporadis, tetapi mulai meningkat secara konsisten.

Di tengah pasar yang lemah, pola seperti ini menjadi perhatian karena bisa mengindikasikan adanya akumulasi oleh pemain besar.

Dikutip Tim Research Tokocrypto, secara onchain ini biasanya dibaca sebagai tanda awal akumulasi atau penurunan niat jual jangka menengah, karena aset dipindahkan ke penyimpanan non-exchange.

“Belum cukup untuk membalik tren LINK sendirian, tapi intensifikasi whale outflow seperti ini jelas sinyal yang layak dipantau ketat,” ujarnya.

Sinyal awal atau hanya pergerakan sementara?

Meskipun peningkatan aktivitas whale sering dianggap sebagai sinyal positif, kondisi saat ini masih perlu disikapi dengan hati-hati. Dalam beberapa kasus sebelumnya, lonjakan akumulasi tidak selalu berhasil membalikkan tren penurunan harga.

Namun, pergerakan ini tetap menjadi indikator penting untuk dipantau. Jika tren penarikan terus berlanjut dan diikuti dengan peningkatan permintaan, maka potensi perubahan arah harga bisa semakin terbuka.

Untuk saat ini, aktivitas whale pada LINK menjadi salah satu sinyal menarik di tengah pasar yang masih lesu, apakah ini awal dari akumulasi besar atau hanya pergerakan sementara, masih perlu dikonfirmasi dalam beberapa minggu ke depan.

Baca Juga: Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pertarungan Sengit di $1,40: Volume Spot XRP Naik

Pergerakan terbaru XRP menunjukkan dinamika pasar yang tidak biasa, dengan perbedaan arah antara pasar spot dan derivatif. Kondisi ini menciptakan potensi pergerakan harga yang menarik dalam jangka pendek.

Permintaan spot menguat signifikan

Dilaporkan Crypto Quant, data menunjukkan bahwa Binance Spot CVD (Cumulative Volume Delta) mengalami peningkatan besar dari sekitar -$250 juta pada akhir Februari menjadi +$238 juta di akhir Maret. Artinya, terjadi pergeseran sekitar $488 juta yang mencerminkan meningkatnya aktivitas beli di pasar spot.

Kenaikan ini mengindikasikan bahwa investor mulai kembali masuk secara langsung ke XRP, memberikan sinyal awal adanya minat beli yang lebih kuat dibandingkan sebelumnya.

Pasar derivatif masih menunjukkan kehati-hatian

Di sisi lain, kondisi berbeda terlihat di pasar derivatif. Binance Perpetual CVD justru terus melemah, turun dari sekitar -$1,57 miliar menjadi -$1,79 miliar dalam periode 25 hingga 31 Maret.

Penurunan ini menunjukkan bahwa aktivitas di pasar perpetual masih didominasi oleh tekanan jual. Dengan kata lain, trader derivatif belum sepenuhnya percaya terhadap kenaikan yang terjadi di pasar spot.

DIjelaskan Tim Reseach Tokocrypto, ini divergence onchain-derivatives yang cukup menarik untuk XRP: demand spot mulai pulih, tapi futures trader belum percaya sepenuhnya.

“Kalau gap ini terus melebar, XRP bisa punya ruang upside jangka pendek lewat squeeze, namun selama perpetual flow masih negatif, struktur pasar tetap rapuh dan rawan reversal cepat,”ungkapnya.

Baca juga: Sinyal Death Cross XRP Terdeteksi, Prediksi April Masih Bearish?

Leverage kembali naik, potensi volatilitas meningkat

Dari sisi leverage, terjadi perubahan signifikan. Open Interest yang sebelumnya turun tajam hingga -28% kini berbalik naik ke atas +5%, mencerminkan pemulihan sekitar 33 poin persentase.

Kembalinya leverage ke pasar menandakan bahwa trader mulai kembali membuka posisi, yang berpotensi meningkatkan volatilitas harga dalam waktu dekat.

Risiko short squeeze mulai terbuka

Menariknya, peta likuidasi menunjukkan bahwa sebagian besar level likuidasi berada di atas harga saat ini. Hal ini mengindikasikan adanya dominasi posisi short di pasar.

Jika harga XRP naik, maka posisi short tersebut berisiko terlikuidasi, yang dapat memicu kenaikan harga lebih lanjut dalam bentuk short squeeze.

Pasar terbelah, peluang pergerakan terbuka

Secara keseluruhan, XRP saat ini berada dalam kondisi pasar yang terbelah. Di satu sisi, permintaan spot menunjukkan penguatan, namun di sisi lain, trader derivatif masih bersikap defensif.

Kondisi seperti ini sering kali membuka peluang kenaikan jangka pendek, terutama jika tekanan short mulai terpicu. Namun, selama kedua sisi pasar belum sejalan, pergerakan XRP kemungkinan akan tetap volatil dalam waktu dekat.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana di Titik Nadir: Sanggupkah Bertahan di Atas $80?

Solana (SOL) kembali berada di titik krusial setelah mengalami koreksi sekitar 11% usai gagal menembus level $93.

Dilaporkan Cointelegraph, dalam beberapa hari terakhir, harga terus menguji area support $80, memicu kekhawatiran apakah level ini mampu bertahan atau justru akan ditembus menuju $75.

Penurunan aktivitas DEX tekan sentimen pasar

Salah satu faktor utama tekanan terhadap SOL adalah turunnya aktivitas di decentralized exchange (DEX). Volume DEX Solana tercatat turun ke $55,5 miliar, level terendah sejak September 2024.

Dampaknya, pendapatan jaringan (network fees) juga ikut melemah, turun 42% dari $30 juta pada Januari menjadi sekitar $18,5 juta di Maret. Penurunan ini menunjukkan berkurangnya aktivitas trading di ekosistem Solana, yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan jaringan.

Selain itu, dominasi Solana mulai tergerus oleh Ethereum, terutama setelah ekosistem layer-2 seperti Arbitrum, Base, dan Optimism semakin berkembang dan meningkatkan pangsa pasar Ethereum di sektor DEX.

Tim Research Tokocrypto menilai setup onchain yang campuran tapi lebih condong rapuh: demand trading dan fee melemah jelas, namun monetisasi aplikasi inti masih bertahan lebih kuat dari narasi bearish murni.

“Selama volume DEX belum pulih, SOL tetap rawan tes ulang area bawah, tetapi kualitas revenue DApps membuat skenario jatuh lurus ke US$75 tidak sebersih headline panik yang beredar,” jelasnya.

Baca juga: Solana di Ambang April: Bertahan di $80 atau Terjun ke $67?

Fundamental masih kuat, jadi penahan penurunan

Meski tekanan terlihat dari sisi volume, Solana masih menunjukkan kekuatan dari sisi fundamental. Dalam 30 hari terakhir, Solana bahkan menghasilkan lebih banyak network fees dibanding Ethereum, meskipun total value locked (TVL) masih tertinggal jauh.

Lebih penting lagi, Solana memimpin dalam jumlah DApps dengan pendapatan tinggi. Tercatat ada 13 DApps di jaringan Solana yang menghasilkan lebih dari $1 juta dalam 30 hari terakhir, lebih banyak dibandingkan Ethereum yang memiliki 11 DApps.

Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem Solana masih aktif dan menarik bagi developer, sehingga memberikan dukungan terhadap harga di tengah tekanan jangka pendek.

Level $80 jadi penentu arah selanjutnya

Saat ini, level $80 menjadi batas penting bagi pergerakan SOL. Jika level ini bertahan, maka ada peluang bagi harga untuk stabil dan mencoba rebound.

Namun, jika support ini ditembus, potensi penurunan ke area $75 semakin terbuka. Meski demikian, kekuatan fundamental dari ekosistem Solana menunjukkan bahwa tekanan harga tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi jaringan secara keseluruhan.

Untuk saat ini, pasar berada dalam fase menunggu. Apakah penurunan volume akan berlanjut, atau justru fundamental kuat Solana mampu menahan tekanan dan menjaga harga tetap stabil.

Baca Juga: ETF Solana Tetap Diburu Saat Harga Lesu, Dari Mana Permintaannya?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ripple Gandeng Convera Perluas Pembayaran Stablecoin Global

Ripple kembali membuat gebrakan dengan menggandeng Convera, perusahaan fintech yang sebelumnya merupakan bagian dari Western Union, untuk mengembangkan sistem pembayaran lintas negara berbasis blockchain dan stablecoin.

Kerja sama ini dinilai sebagai langkah besar dalam upaya menggabungkan sistem keuangan tradisional dengan teknologi kripto.

Kolaborasi untuk percepat pembayaran global

Dikutip The Block, Convera merupakan perusahaan yang menangani lebih dari 140 mata uang di hampir 200 negara. Dengan jaringan sebesar ini, kolaborasi dengan Ripple membuka potensi besar dalam meningkatkan efisiensi pembayaran internasional.

Dalam kerja sama ini, kedua perusahaan akan menggunakan model yang disebut “stablecoin sandwich”. Artinya, transaksi dimulai dan diakhiri dalam mata uang fiat, namun menggunakan stablecoin di tengah proses untuk mempercepat dan menekan biaya transaksi.

Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan teknologi blockchain tanpa harus berhadapan langsung dengan kompleksitas aset kripto.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini cerita adopsi yang kuat karena blockchain tidak dijual sebagai produk spekulatif, tetapi sebagai rel backend untuk FX dan cross-border payments skala enterprise.

“Kalau model seperti ini berhasil, nilai praktis stablecoin akan makin jelas bagi korporasi yang mau efisiensi tanpa harus memegang aset digital secara langsung,” katanya.

Baca juga: Ripple Akuisisi Perusahaan Australia Demi Lisensi

Stablecoin jadi jembatan sistem lama dan baru

Kolaborasi ini menunjukkan tren yang semakin jelas, yaitu integrasi antara sistem pembayaran tradisional dan teknologi blockchain. Stablecoin menjadi komponen kunci karena mampu menghubungkan dua dunia tersebut secara efisien.

Ripple sendiri terus memperluas jaringan globalnya, termasuk melalui stablecoin RLUSD dan pengembangan XRP Ledger. Sebelumnya, Ripple juga terlibat dalam inisiatif bank sentral Singapura untuk menguji pembayaran lintas negara berbasis blockchain.

Langkah ini memperkuat posisi Ripple sebagai salah satu pemain utama dalam infrastruktur pembayaran digital global.

Arah baru industri keuangan mulai terlihat

Kerja sama antara Ripple dan Convera mencerminkan perubahan besar dalam industri keuangan. Perusahaan kini mulai mencari solusi yang lebih cepat, fleksibel, dan efisien untuk transaksi global, tanpa harus sepenuhnya beralih ke sistem kripto.

Dengan meningkatnya adopsi stablecoin dan dukungan dari institusi besar, masa depan pembayaran lintas negara berpotensi menjadi lebih seamless, murah, dan terintegrasi secara digital.

Kolaborasi ini menjadi sinyal bahwa transformasi sistem keuangan global tidak lagi sebatas wacana, tetapi sudah mulai terjadi secara nyata.

Baca Juga: RLUSD Jadi Kunci? Masa Depan XRPL di Tangan Stablecoin Ripple


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Aave V4 Resmi di Ethereum: Era Baru Likuiditas Terintegrasi

Aave kembali membuat gebrakan di sektor DeFi dengan meluncurkan Aave V4 secara resmi di jaringan Ethereum mainnet.

Dilansir dari Cryptobriefing, upgrade ini menghadirkan perubahan fundamental dalam cara likuiditas dikelola, sekaligus membuka potensi baru bagi pengembangan aplikasi keuangan terdesentralisasi.

Peluncuran ini menandai langkah besar Aave dalam berevolusi dari sekadar protokol lending menjadi infrastruktur likuiditas yang lebih modular dan fleksibel.

Baca Juga: Aave Perkenalkan Pembaruan Aavenomics, Apa yang Baru?

Arsitektur Hub-and-Spoke: Likuiditas Lebih Efisien

Salah satu inovasi utama dalam Aave V4 adalah penggunaan arsitektur hub-and-spoke, yang membagi likuiditas ke dalam tiga liquidity hub utama: Core, Prime, dan Plus.

Pendekatan ini memungkinkan likuiditas tidak lagi terfragmentasi dalam pool terpisah seperti pada versi sebelumnya, melainkan menjadi lapisan bersama yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai use case DeFi.

Dengan sistem ini, efisiensi modal berpotensi meningkat karena aset dapat digunakan secara lebih fleksibel di berbagai skenario, termasuk lending, borrowing, hingga strategi DeFi lanjutan.

Rollout Bertahap dengan Cap Konservatif

Meski membawa inovasi besar, Aave memilih pendekatan rollout bertahap dengan menetapkan supply dan borrow cap yang konservatif.

Strategi ini bertujuan untuk mengurangi risiko sistemik, memberikan waktu adaptasi bagi pengguna, hingga memastikan stabilitas protokol sebelum ekspansi lebih luas.

Pendekatan hati-hati ini mencerminkan fokus Aave pada keamanan dan keberlanjutan, terutama mengingat kompleksitas arsitektur baru yang diperkenalkan.

Aave Pro: Antarmuka Baru yang Lebih Canggih

Sebagai bagian dari upgrade, Aave juga memperkenalkan Aave Pro, sebuah antarmuka baru yang dirancang untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih komprehensif.

Melalui Aave Pro, pengguna dapat memantau interest rates secara real-time, mengelola health factor posisi mereka, dan melihat risk premium di berbagai liquidity hub.

Fitur ini menjadi penting karena arsitektur baru membawa kompleksitas tambahan, sehingga transparansi data menjadi kunci dalam pengambilan keputusan pengguna.

Transformasi Menuju Infrastruktur Likuiditas

Dengan Aave V4, protokol ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai platform pinjam-meminjam, tetapi mulai bertransformasi menjadi lapisan likuiditas bersama untuk ekosistem DeFi.

Konsep ini membuka peluang integrasi dengan berbagai aplikasi lain, termasuk derivatif on-chain, structured products, dan protokol yield optimization.

Jika berhasil, Aave dapat menjadi fondasi utama bagi berbagai inovasi finansial di blockchain.

Perspektif Industri: Upgrade Besar Tapi Bertahap

Menurut Tim riset dari Tokocrypto, peluncuran ini merupakan langkah strategis yang signifikan, namun dampaknya kemungkinan tidak instan.

“Ini upgrade besar karena Aave tidak lagi cuma mengandalkan pasar lending yang silo, tapi mulai mengubah likuiditas jadi lapisan bersama untuk use case DeFi yang lebih modular. Kalau eksekusinya mulus, AAVE bisa makin mengunci dominasi di lending onchain, tapi cap konservatif berarti ekspansi volume kemungkinan bertahap, bukan langsung meledak,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pandangan ini menegaskan bahwa meskipun potensinya besar, pasar tetap perlu waktu untuk mengadopsi dan memvalidasi model baru ini.

Dampak ke Token AAVE

Dari sisi token, peluncuran Aave V4 berpotensi memberikan dorongan positif, terutama jika diikuti oleh peningkatan penggunaan dan likuiditas.

Namun, dengan adanya batasan awal yang konservatif, lonjakan volume kemungkinan tidak terjadi secara langsung.

Investor cenderung akan memantau beberapa indikator utama, yaitu pertumbuhan TVL di masing-masing hub, aktivitas borrowing dan lending, serta adopsi Aave Pro oleh pengguna.

Baca Juga: Harga AAVE Melonjak 22% dalam Sehari, Sentuh Level Tertinggi Baru

Peluncuran Aave V4 di Ethereum menjadi tonggak penting dalam evolusi DeFi, dengan membawa pendekatan baru dalam pengelolaan likuiditas.

Dengan arsitektur hub-and-spoke dan integrasi likuiditas, Aave berpotensi memperkuat posisinya sebagai salah satu protokol lending terbesar di industri.

Namun, dengan strategi rollout yang konservatif, dampak terhadap pasar kemungkinan akan terjadi secara bertahap, seiring meningkatnya adopsi dan kepercayaan pengguna terhadap sistem baru ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Aster Pangkas Suplai 97%: Strategi Baru Lawan Inflasi Token

Aster mengambil langkah drastis dalam mengubah struktur tokenomics dengan memangkas emisi token hingga sekitar 97%.

Keputusan ini diambil dengan menghentikan skema monthly ecosystem unlock yang sebelumnya mencapai 78,4 juta ASTER per bulan, dan menggantinya dengan model distribusi baru berbasis staking-only rewards.

Langkah ini langsung menjadi perhatian pasar karena berpotensi menciptakan tekanan suplai yang jauh lebih rendah dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga: Aster vs Hyperliquid: Perbandingan Platform Perpetual DEX

Emisi Turun Drastis

Dalam struktur baru, distribusi token ASTER kini dibatasi hanya sekitar 450.000 ASTER per epoch mingguan.

Menurut laporan Cryptobriefing, jika dihitung dalam skala bulanan, angka ini berkisar antara 1,8 juta hingga 2,25 juta ASTER.

Bandingkan dengan model lama yang mencapai puluhan juta token per bulan, perubahan ini jelas sangat signifikan.

Penurunan emisi sebesar ini mengindikasikan tekanan jual dari token unlock berkurang drastis, inflasi token menurun tajam, sehingga potensi kelangkaan meningkat

Dalam bahasa sederhana, Aster mencoba menciptakan supply shock melalui kebijakan tokenomics yang lebih ketat.

Peralihan ke Staking-Only Rewards

Model baru ini juga menandai perubahan arah insentif dalam ekosistem Aster.

Alih-alih mendistribusikan token secara luas melalui unlock rutin, proyek kini hanya memberikan reward kepada pengguna yang aktif melakukan staking.

Pendekatan ini memiliki beberapa tujuan, seperti mendorong partisipasi jangka panjang, mengurangi spekulasi jangka pendek, dan menjaga stabilitas harga.

Namun, model ini juga membawa tantangan, terutama dalam menjaga keseimbangan antara partisipasi pengguna dan likuiditas pasar.

Dampak ke Dinamika Pasar

Pemangkasan emisi biasanya dianggap sebagai sinyal bullish karena mengurangi tekanan suplai. Dalam kasus Aster, dampaknya bisa cukup signifikan mengingat skala pemotongan yang mencapai 97%.

Beberapa efek yang mungkin terjadi akibat perubahan tokenomics ini utamanya pada harga yang berpotensi menguat akibat berkurangnya suplai baru.

Pasalnya, volatilitas menurun jika tekanan jual berkurang dan minat staking meningkat karena menjadi satu-satunya sumber reward

Namun, penting untuk dicatat bahwa pengurangan suplai saja tidak cukup untuk menjamin kenaikan harga.

Perspektif Industri: Bullish Tapi Perlu Validasi

Menurut Tim riset dari Tokocrypto, langkah ini jelas memberikan dampak positif dari sisi suplai, namun tetap membutuhkan validasi dari sisi permintaan.

“Ini perubahan tokenomics yang jelas bullish ke sisi suplai karena tekanan inflasi bulanan dipotong brutal tanpa perlu narasi muluk-muluk. Tapi pasar tetap akan menilai apakah staking-only rewards cukup buat menjaga partisipasi dan likuiditas ASTER, karena supply shock yang sehat tidak otomatis berarti demand ikut muncul,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Secara tidak langsung, keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada respons pasar.

Tantangan: Likuiditas dan Partisipasi

Salah satu risiko utama dari model staking-only adalah potensi penurunan likuiditas di pasar.

Jika terlalu banyak token terkunci dalam staking, maka volume perdagangan bisa menurun, spread harga bisa melebar, dan akses keluar-masuk posisi menjadi lebih sulit.

Selain itu, proyek juga harus memastikan bahwa reward staking cukup menarik untuk menjaga partisipasi pengguna.

Jika tidak, ekosistem bisa mengalami penurunan aktivitas meskipun suplai berkurang.

Supply Shock vs Demand Reality

Konsep supply shock memang menarik secara teori, namun dalam praktiknya tetap harus diimbangi dengan pertumbuhan demand.

Beberapa faktor yang akan menentukan keberhasilan strategi ini antara lain adalah adopsi proyek secara keseluruhan; penggunaan token dalam ekosistem; dan kepercayaan komunitas.

Tanpa faktor-faktor tersebut, pengurangan suplai bisa jadi hanya memberikan dampak sementara.

Baca Juga: ASTER di $0,70, Aster Umumkan 0% Maker Fee untuk Semua Market

Langkah Aster memangkas emisi token hingga 97% menjadi salah satu perubahan tokenomics paling agresif dalam waktu terakhir.

Dengan beralih ke model staking-only rewards, proyek ini berusaha menciptakan ekosistem yang lebih stabil dan berorientasi jangka panjang.

Namun, seperti yang diingatkan pelaku industri, keberhasilan strategi ini tidak hanya ditentukan oleh pengurangan suplai, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan permintaan yang berkelanjutan.

Ke depan, pasar akan memantau apakah kombinasi antara supply shock dan mekanisme staking ini mampu benar-benar meningkatkan nilai dan utilitas ASTER secara nyata.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun ke $0,174, Tertekan Sentimen Likuiditas Tipis

Pergerakan harga Pi Network dalam 24 jam terakhir menunjukkan tekanan ringan, dengan penurunan sekitar 0,78% ke level $0,174.

Meski terlihat minor, pergerakan ini mencerminkan kondisi pasar kripto secara keseluruhan yang sedang mengalami pelemahan tipis.

Penurunan ini terjadi seiring dengan koreksi pada total kapitalisasi pasar kripto global yang turun sekitar 0,31%.

Di saat yang sama, Bitcoin sebagai aset kripto utama juga mencatat penurunan sekitar 0,53%, memperkuat indikasi bahwa pergerakan Pi lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar secara luas dibanding faktor internal.

Dalam kondisi seperti ini, Pi Network cenderung bergerak mengikuti arah pasar (beta-driven), bukan karena adanya katalis spesifik dari proyek itu sendiri.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 1,17% di Tengah Pasar Stabil, Minim Katalis

Pergerakan Beta: Mengikuti Arah Pasar Kripto

Fenomena yang terjadi pada Pi Network saat ini dikenal sebagai beta movement, di mana harga aset bergerak mengikuti tren pasar utama. Ketika Bitcoin dan market secara umum melemah, altcoin seperti Pi biasanya ikut terdampak.

Hal ini menunjukkan bahwa saat ini Pi Network masih memiliki korelasi tinggi terhadap pergerakan pasar kripto global.

Tanpa adanya berita besar atau update signifikan dari proyek, harga cenderung “mengalir” mengikuti sentimen makro.

Bagi investor, kondisi ini menandakan bahwa analisis terhadap Pi tidak bisa dilepaskan dari pergerakan Bitcoin dan total market cap kripto.

Likuiditas Rendah Perbesar Volatilitas

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 1 April 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 1 April 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Selain faktor pasar, Coinmarketcap melaporkan (1/4) bahwa terdapat aspek lain yang memperkuat penurunan harga Pi, yaitu likuiditas yang rendah.

Data menunjukkan rasio turnover (volume terhadap market cap) hanya berada di angka sekitar 0,00944, yang tergolong sangat rendah.

Dalam kondisi likuiditas tipis seperti ini, bahkan transaksi dengan volume kecil dapat memicu pergerakan harga yang lebih besar dari biasanya. Artinya, tekanan jual ringan saja sudah cukup untuk mendorong harga turun.

Fenomena ini cukup umum terjadi pada aset dengan volume perdagangan terbatas. Dampaknya, volatilitas menjadi lebih tinggi dan harga lebih sensitif terhadap perubahan kecil dalam aktivitas trading.

Level Support $0,17 Jadi Penentu Arah Selanjutnya

Secara teknikal, level $0,17 kini menjadi area support penting bagi Pi Network. Jika harga mampu bertahan di atas level ini, maka peluang konsolidasi dalam jangka pendek masih terbuka.

Namun, jika support tersebut ditembus, maka potensi penurunan lanjutan menuju area $0,165 menjadi skenario yang perlu diwaspadai.

Di sisi lain, untuk membalikkan tren menjadi lebih positif, Pi perlu menembus level resistensi di sekitar $0,18 secara konsisten.

Tanpa dorongan tersebut, pergerakan harga kemungkinan akan tetap berada dalam fase sideways dengan kecenderungan bearish ringan.

Sentimen Pasar Masih Dihantui Ketakutan

Indikator sentimen seperti Fear & Greed Index saat ini berada di level 30, yang menunjukkan kondisi “fear” atau ketakutan di pasar.

Angka ini menggambarkan bahwa investor masih cenderung berhati-hati dan belum siap mengambil risiko besar.

Dalam kondisi seperti ini, tekanan jual biasanya lebih dominan dibandingkan minat beli. Hal ini turut menjelaskan mengapa pergerakan Pi Network masih tertahan dan belum menunjukkan momentum kenaikan yang signifikan.

Peran Bitcoin Jadi Kunci Pergerakan Altcoin

Sebagai aset kripto utama, pergerakan tetap menjadi faktor kunci yang memengaruhi altcoin, termasuk Pi Network. Saat Bitcoin melemah, sebagian besar altcoin cenderung ikut terkoreksi.

Sebaliknya, jika Bitcoin mampu stabil (misalnya bertahan di atas level psikologis seperti $67.000) maka hal ini bisa memberikan dukungan bagi altcoin untuk membentuk dasar harga.

Karena itu, investor Pi Network disarankan untuk tidak hanya memantau pergerakan token tersebut, tetapi juga perkembangan Bitcoin dan kondisi pasar secara keseluruhan.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 3%, Tertekan Arus Keluar ETF Bitcoin

Tekanan Ringan, Outlook Netral Cenderung Bearish

Penurunan harga Pi Network dalam 24 jam terakhir lebih mencerminkan kondisi pasar kripto yang sedang melemah secara umum, bukan karena faktor fundamental dari proyek itu sendiri.

Dengan likuiditas yang masih rendah, pergerakan harga Pi cenderung lebih sensitif terhadap perubahan kecil di pasar.

Dalam jangka pendek, arah pergerakan harga Pi Network akan sangat ditentukan oleh kemampuan harga bertahan di atas support $0,17.

Outlook saat ini netral cenderung bearish ringan dengan level kunci:

  • Support: $0,17 → $0,165
  • Resistance: $0,18

Selama belum ada katalis baru, Pi Network kemungkinan akan tetap bergerak mengikuti arah pasar kripto global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Turun $67.595, Ada Tekanan Jangka Pendek

Harga Bitcoin hari ini mengalami koreksi tipis dengan penurunan 0,53% dalam 24 jam terakhir, berada di level $67.595,78 per BTC.

Meskipun demikian, aktivitas pasar tetap tinggi dengan volume perdagangan mencapai $42,04 miliar, menandakan masih kuatnya partisipasi pelaku pasar.

Pergerakan ini mencerminkan fase konsolidasi jangka pendek, setelah sebelumnya Bitcoin sempat mencatat kenaikan dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun $66.098, Ada Apa?

Pergerakan Harian: Koreksi Sehat

Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat (1/4) bahwa Bitcoin bergerak dalam rentang harga yang cukup lebar dengan level terendah di $65.950,44 dan tertinggi di $68.495,27.

Penurunan sekitar $332 (-0,49%) menunjukkan adanya tekanan jual ringan, namun belum mengindikasikan perubahan tren besar. Bahkan, pergerakan 1 jam terakhir yang turun 0,2% mengindikasikan pasar masih relatif stabil.

Koreksi seperti ini sering dianggap sebagai bagian dari healthy pullback, terutama setelah fase kenaikan sebelumnya.

Volume Tinggi Jadi Sinyal Penting

Salah satu aspek menarik dari pergerakan hari ini adalah lonjakan volume perdagangan yang mencapai lebih dari $42 miliar.

Volume tinggi dalam kondisi harga turun biasanya mengindikasikan dua kemungkinan, yakni distribusi oleh pelaku pasar besar atau rotasi posisi jangka pendek.

Namun, volume besar juga bisa menjadi fondasi untuk pergerakan selanjutnya, baik ke atas maupun ke bawah, tergantung arah dominasi pasar.

Kinerja Campuran di Berbagai Timeframe

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 1 April 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 1 April 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika dilihat dari berbagai periode waktu, performa Bitcoin menunjukkan dinamika yang beragam:

  • 7 hari: turun 4,12%
  • 30 hari: naik 2,01%
  • 60 hari: turun 19,52%
  • 90 hari: turun 22,96%

Data ini menunjukkan bahwa meskipun ada pemulihan dalam jangka pendek, tren jangka menengah masih berada dalam fase koreksi.

Kenaikan 30 hari yang terbatas juga mengindikasikan bahwa momentum bullish belum sepenuhnya kembali.

Bitcoin saat ini masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07, atau terkoreksi sekitar 46% dari puncaknya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih dalam fase penyesuaian setelah siklus bullish sebelumnya.

Bagi investor jangka panjang, fase ini sering dianggap sebagai periode akumulasi, meskipun tetap disertai volatilitas tinggi.

Struktur Pasokan Tetap Solid

Dari sisi fundamental, Bitcoin tetap kuat dengan karakteristik suplai terbatas:

  • Sirkulasi saat ini: 20,01 juta BTC
  • Maksimum suplai: 21 juta BTC
  • Persentase beredar: 95,28%

Dengan sebagian besar suplai sudah beredar, tekanan inflasi sangat minimal, menjadikan Bitcoin tetap menarik sebagai aset jangka panjang.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh saat ini mencapai sekitar $1,42 triliun, mencerminkan potensi nilai maksimum.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Dalam jangka pendek, beberapa level teknikal menjadi perhatian utama:

  • Support terdekat: $66.000
  • Support kuat: $64.000
  • Resistance terdekat: $68.500
  • Resistance utama: $70.000

Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $66.000, maka peluang untuk kembali menguji resistance tetap terbuka.

Namun, jika level ini ditembus ke bawah, tekanan jual bisa meningkat menuju area support berikutnya.

Konsolidasi dengan Risiko Tekanan

Secara keseluruhan, kondisi pasar Bitcoin saat ini menunjukkan fase konsolidasi dengan risiko tekanan jangka pendek.

Penurunan tipis yang terjadi belum cukup untuk mengubah struktur pasar secara signifikan, namun tetap perlu diwaspadai sebagai tanda melemahnya momentum.

Arah Bitcoin selanjutnya akan sangat bergantung pada pergerakan volume, sentimen pasar global, dan respons terhadap level teknikal kunci.

Baca Juga: Harga Bitcoin Tembus $111.000, Sinyal Bullish Kembali Menguat

Analisa harga BTC hari ini mencerminkan koreksi ringan di tengah aktivitas pasar yang tinggi. Meskipun tren jangka pendek masih relatif stabil, tekanan jangka menengah belum sepenuhnya hilang.

Investor disarankan untuk memperhatikan level support penting serta memantau volume perdagangan sebagai indikator kekuatan tren selanjutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sinyal Kripto 1 April 2026: Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar

Tokocrypto menyajikan market Sinyal Kripto edisi Rabu, 1 April 2026, yang merangkum analisis mendalam dan strategi perdagangan harian.

Edisi kali ini menyoroti tiga aset kripto dengan potensi pergerakan harga signifikan. Berdasarkan data pasar terkini dan indikator teknikal, informasi ini dirancang untuk membantu trader mengambil keputusan tepat di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.

Rangkuman Berita Hari Ini

  1. Penggunaan Kartu Kripto Meningkat
    Penggunaan kartu kripto meningkat dari hampir nol di awal 2023 menjadi lebih dari US$100 juta per bulan. Lonjakan ini terjadi sejak November 2025.
  2. S&P 500 Naik Signifikan
    S&P 500 naik sekitar 2,5% setelah ada sinyal kemungkinan berakhirnya perang dengan jaminan. Kenaikan ini menambah sekitar US$1,4 triliun nilai pasar.
  3. Fee Bitcoin Turun ke Level Terendah
    Biaya transaksi Bitcoin turun ke sekitar 2,5 BTC per hari, terendah sejak 2011. Hal ini menunjukkan lemahnya permintaan aktivitas on-chain.
  4. Michael Burry Beri Sinyal Pasar
    Michael Burry menyatakan bahwa posisi short tidak akan bertahan selamanya. Pernyataan ini dianggap sebagai sinyal potensi perubahan arah pasar.

Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.

XRP/USDT (🔼 +4.08%)

  • Entry : $1.3346
  • Stop Loss : $1.3078
  • Take Profit : $1.3890

XRP/USDT saat ini berada dalam fase sideways dengan indikasi breakout awal, didukung MACD yang mulai menunjukkan reversal meski tren menengah masih cenderung bearish. volume stabil mengindikasikan area ini cukup krusial, dengan peluang kenaikan  entry di 1.3346, stop loss di 1.3078, dan target take profit di 1.3890 (±4.08%).

PEPE/USDT (🔼 +7.31%)

  • Entry : $0.00000337
  • Stop Loss : $0.00000325
  • Take Profit : $0.00000361

PEPE/USDT saat ini berada di fase penentuan tren dengan pola lower high, namun ada indikasi penguatan dari MACD yang perlahan naik dan RSI di 57 yang menunjukkan demand mulai meningkat. Entry di 0.0000337, stop loss di 0.0000325, dan target take profit di 0.0000361 (±7.3%).

SAND/USDT (🔼 +5.28%)

  • Entry : $0.0749
  • Stop Loss : $0.0727
  • Take Profit : $0.0788

SAND/USDT masih dalam tren bearish (lower high), namun mulai menunjukkan potensi reversal dengan MACD yang menguat dan RSI di 55 yang menandakan tekanan buyer meningkat. entry di 0.0749, stop loss di 0.0727, dan target take profit di 0.0788 (±5.28%).

Baca juga: Strategi Dasar Crypto Futures yang Sering Digunakan Trader


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Nasabah Terbesar Prancis Kini Bisa Beli Bitcoin Langsung via Bank

Bank terbesar di Prancis, BNP Paribas, resmi menghadirkan produk kripto untuk investor ritel dengan meluncurkan enam Exchange-Traded Notes (ETNs) berbasis Bitcoin dan Ethereum mulai 30 Maret 2026.

Langkah ini menjadi terobosan penting karena membuka akses kripto bagi jutaan nasabah tanpa perlu membeli atau menyimpan aset digital secara langsung.

Investor bisa eksposur kripto tanpa pegang aset

Dilaporkan Crypto Briefing, ETN merupakan instrumen utang yang diperdagangkan di bursa dan memberikan eksposur terhadap aset tertentu melalui indeks. Dengan produk ini, investor dapat mengikuti pergerakan harga Bitcoin dan Ethereum tanpa harus memiliki koin tersebut.

Produk ini juga dirancang sesuai rbegulasi MiFID II di Eropa, yang bertujuan meningkatkan transparansi dan perlindungan investor. Artinya, akses terhadap kripto kini semakin terintegrasi dengan sistem keuangan tradisional.

Produk ETN ini akan tersedia untuk berbagai segmen nasabah, termasuk investor ritel dan private banking, dengan rencana ekspansi ke pasar internasional secara bertahap.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini adopsi yang serius karena salah satu bank terbesar Eropa mulai mengemas kripto ke format yang akrab bagi investor tradisional.

“Kalau distribusi ETN seperti ini berhasil, pasar Bitcoin dan Ethereum bisa dapat jalur permintaan baru dari tabungan ritel Eropa tanpa harus menunggu semua orang mau jadi native crypto user,” jelasnya.

Baca juga: Bank Dunia Lirik Aset Blockchain: Era Baru Keuangan Dimulai

Strategi jangka panjang BNP Paribas di sektor kripto

BNP Paribas bukan pemain baru dalam eksplorasi teknologi blockchain. Bank ini sebelumnya telah melakukan berbagai uji coba, termasuk dalam trade finance, settlement sekuritas, hingga tokenisasi aset.

Baru-baru ini, mereka juga menguji tokenisasi reksa dana pasar uang di jaringan Ethereum, sebagai bagian dari eksplorasi efisiensi distribusi dan operasional.

Selain itu, BNP Paribas tergabung dalam konsorsium Qivalis, yang sedang mengembangkan stablecoin berbasis euro untuk kebutuhan institusi dan ekosistem kripto, dengan target peluncuran pada akhir 2026.

Potensi arus dana besar ke pasar kripto

Langkah ini datang di tengah pertumbuhan investor ritel di Prancis yang cukup signifikan. Sekitar 2,5 juta investor aktif tercatat di pasar saham sepanjang 2025, dengan tambahan 1,6 juta investor baru dalam tiga tahun terakhir.

Dengan total simpanan likuid rumah tangga Prancis yang mencapai sekitar €2 triliun, bahkan alokasi kecil ke produk berbasis kripto berpotensi memberikan dampak besar terhadap likuiditas Bitcoin dan Ethereum.

Peluncuran ETN ini menandai fase baru integrasi kripto dengan sistem keuangan tradisional, di mana akses semakin mudah dan hambatan teknis bagi investor semakin berkurang.

Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com