Tag: kuliner jakarta

  • 5 Soto Lamongan Legendaris di Jakarta yang Rasanya Autentik


    Jakarta

    Gurih berkaldu soto lamongan cocok menjadi pilihan makan siang yang mengenyangkan. Di 5 tempat makan ini ada racikan soto lamongan yang legendaris enaknya!

    Soto khas Lamongan sudah lama menjadi favorit banyak orang di Jakarta. Baik untuk dinikmati saat sarapan cepat sampai yang dijadikan menu penghangat di tengah malam.

    Rasanya yang khas, dengan aroma kunyit dan rempah yang berlimpah tak hanya memanjakan lidah, perut hingga hidung. Meski Soto Lamongan bukan lahir di Jakarta, kelezatan dan keaslian racikannya berhasil dipertahankan oleh sejumlah warung dan restoran legendaris.


    Beberapa di antaranya sudah berdiri puluhan tahun di Jakarta. Konsistensi rasa dan pelengkap, terutama koya, adalah kunci deretan soto lamongan legendaris ini tetap dicintai banyak orang.

    Berikut rekomendasi 5 soto lamongan legendaris di Jakarta:

    soto lamonganDi bilangan Sabang, ada Warung Jaya Agung yang populer dengan menu-menu khas Lamongannya yang legendaris. Foto: Istimewa

    1. Soto Lamongan Jaya Agung

    Warung Jaya Agung merupakan pelopor Soto Lamongan di Jakarta, didirikan sekitar 1963 oleh Jali Suprapto asal Desa Siman, Lamongan. Menu Soto Lamongan di sini ditandai dengan rempah yang kuat, seperti kunyit dan daun pala, serta suwiran ayam kampung yang cukup banyak.

    Berlokasi di Jalan KH Wahid Hasyim No. 56, Jakarta Pusat (Sabang), tempat ini strategis dan selalu ramai pengunjung dari berbagai kalangan. Seporsi dijual sekitar Rp 28.000 – 30.000 per porsi.

    2. Soto Lamongan Kedoya

    Soto Lamongan Kedoya adalah salah satu rumah makan soto lamongan yang sudah dikenal sebagai legendaris di Jakarta Barat. Tempat ini sudah ada sejak 1980 dan sempat berpindah lokasi pada tahun 1987.

    Racikan soto lamongan menjadi istimewa karena kol, soun, telur, kentang goreng, suwiran ayam, dan koya diberikan royal. Begitu pula dengan racikan bumbunya yang khas dan tidak pernah berubah sama sekali.

    Kini Soto Lamongan Kedoya berada di Jalan Kedoya Pesing No.12, Kedoya, Jakarta Barat. Harganya relatif bersahabat untuk soto legendaris, tergantung varian yang dipilih pelanggan.

    3. Soto Lamongan Cak Arifin

    Soto Lamongan Cak Arifin berada di daerah Duren Sawit dan populer sejak dahulu hingga sekarang. Rumah makan ini juga melayani pesanan lewat ojek online.

    Keunggulannya adalah pilihan pelengkap yang cukup variatif dan kecepatan layanan, cocok untuk makan siang atau ketika perut mulai lapar di tengah aktivitas. Isian toppingnya yang beragam juga bikin kelezatannya makin komplet.

    Untuk harganya, varian soto ayam di Cak Arifin dibanderol mulai dari Rp 17.000an. Lokasinya terletak di Jalan Swadaya Raya, Duren Sawit, Jakarta Timur.

    soto lamonganSoto Lamongan Cak Ali di Cilandak juga bisa disambangi untuk makan siang sebab sudah buka sejak pagi hri. Foto: Istimewa

    4. Soto Lamongan Cak Ali

    Buka sejak pukul 8 pagi, Soto Lamongan Cak Ali yang berada di kawasan Lebak Bulus jadi langganan warga sekitar. Baik sarapan hingga makan siang, warung ini kerap diantre oleh pelanggan setianya.

    Salah satu yang paling disenangi oleh pelanggan di sini ialah bubuk koya yang royal. Sehingga pelanggan bisa menyesuaikan kekentalan kuah sotonya dengan bubuk koya yang ditambahkan sesuai selera.

    Lokasinya berada di Jalan P.D.K Raya No.1, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan. Makan soto lamongan di sini cukup merogoh kocek mulai Rp 20.000an per orang.

    5. Soto Lamongan Menara Saidah

    Tak jauh dari bangunan yang populer karena disebut berhantu, ada tempat makan soto lamongan enak. Namanya Soto Lamongan Menara Saidah yang sudah buka sejak pagi hari.

    Tempat makan sederhana ini menawarkan racikan soto yang pekat bumbunya. Di meja makan, pelanggan juga bisa langsung memilih sendiri lauk pelengkap seperti gorengan atau sate-satean untuk melengkapi soto.

    Lokasinya berada di Jalan Cikoko Timur Raya Nomor 39, Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan. Harga per porsi sotonya sudah bisa dinikmati mulai dari Rp 20.000an.

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Cobain Bakso Iga dan Keju Lumer Favorit Teh Shanty


    Jakarta

    Tempat makan bakso enak banyak ditemui di Jakarta Selatan. Salah satunya Bakso Citra Asia di Haji Nawi yang ternyata favorit para artis lho!

    Tempat makan bakso favorit artis kerap mencuri perhatian karena seringkali racikannya enak dan terkenal. Salah satunya ada di kawasan Haji Nawi, Jakarta Selatan.

    Tempat makan bakso yang dimaksud adalah Bakso Citra Asia. Banyak juga orang yang menyebutnya sebagai Bakso BCA (dari singkatan namanya).


    Lokasi Bakso Citra Asia berada di pinggir jalan yang dekat dari restoran Sate Mase. Setiap harinya ramai pelanggan, apalagi saat jam makan siang atau malam dan akhir pekan.

    Detail Informasi (Bakso Citra Asia)
    Nama Tempat Makan Bakso Citra Asia
    Alamat Jalan H. Nawi Raya No.24, Gandaria Utara, Jakarta Selatan
    No Telp 0877-7701-8418
    Jam Operasional 10.00 – 22.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 15.000 – Rp 63.000
    Tipe Kuliner Bakso
    Fasilitas
    • Parkir motor
    • Pembayaran tunai dan nontunai

    Langganan Para Artis

    Lokasinya yang strategis berada di kawasan Jakarta Selatan membuat tempat makan bakso ini sering dikunjungi para artis. Diketahui kalau Teh Shanty Denny dan Anang Hermansyah pernah makan di warung bakso satu ini.

    Baik Teh Shanty maupun Anang Hermansyah juga pernah membuat video ulasan tentang warung Bakso Citra Asia. Keduanya mengunggah video itu di YouTube dan TikTok.

    Selain keduanya, selebgram Awkarin juga sempat menyatakan kalau ia langganan menyantap bakso di sana. Banyak menjadi favorit figur publik ini membuat detikFood penasaran ingin mencobanya.

    Menu Bakso yang Beragam

    Bakso Citra Asia: bakso populer di Jakarta Selatan yang jadi langganan artisBakso Citra Asia: bakso populer di Jakarta Selatan yang jadi langganan artis Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Warung Bakso Citra Asia ini juga menarik perhatian karena berbagai menu yang ditawarkan. Tak hanya racikan bakso biasa, tapi ada juga bakso isi iga, mercon, keju, hingga bakso piramid.

    Harga menu bakso di warung ini mulai dari Rp 22.000. Paling mahal adalah variasi bakso Merapi yang dibanderol Rp 63.000 per porsi. Sayangnya ketika detikFood ingin mencicipinya, menu satu itu sedang tidak tersedia.

    Selain menu bakso, Bakso Citra Asia juga memiliki sajian mie ayam yang tak kalah lezat. Mie ayam itu juga bisa disajikan bersama aneka bakso. Satu yang paling menarik perhatian kami adalah Mie Ayam Taichan seharga Rp 18.000.

    Bakso Iga yang Super Empuk

    Bakso Citra Asia: bakso populer di Jakarta Selatan yang jadi langganan artisBakso Citra Asia: menu bakso iga Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Bakso iga dari Bakso Citra Asia ini menarik perhatian kami. Seporsinya dibanderol Rp 38.000 dan tampak menggugah selera.

    Semua bakso di sini bisa dinikmati bersama mie kuning, bihun, dan Indomie. Untuk bakso iga ini kami padukan dengan bihun dan sayuran saja.

    Iganya diselimuti dengan adonan bakso. Meski ‘ngumpet’, tapi daging iganya cukup tebal dan sangat empuk. Apalagi dipadukan dengan adonan bakso yang memiliki sensasi gurih menggigit.

    Kuah kaldu bening pada sajian bakso ini terasa gurihnya. Pas sekali dikombinasikan dengan bakso iga yang cukup berlemak. Tinggal menambahkan sambal kalau suka pedas.

    Uniknya Bakso Mercon dan Keju Lumer yang Jadi Favorit

    Bakso Citra Asia: bakso populer di Jakarta Selatan yang jadi langganan artisBakso Citra Asia: menu bakso mercon Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Dua menu bakso yang menjadi favorit banyak pelanggan adalah Bakso Mercon dan Bakso Keju. Keduanya sama-sama dibanderol Rp 27.000 per porsi.

    Bakso mercon di sini kami nikmati bersama Indomie varian soto mie. Isian merconnya berupa cabe rawit yang digerus kasar. Benar-benar memberikan sensasi pedas yang meledak di dalam mulut.

    Rasa pedas ini pas sekali dinikmati bersama Indomie soto yang gurih nagih. Tak perlu lagi meraciknya dengan sambal, karena rasa pedasnya sudah begitu kuat.

    Bakso Citra Asia: bakso populer di Jakarta Selatan yang jadi langganan artisBakso Citra Asia: menu bakso keju Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Bakso keju baru viral belakangan ini, tapi Bakso Citra Asia telah menyajikannya sejak lama. Isian kejunya bukanlah keju cheddar, melainkan mozzarella.

    Sensasi gurih lumer yang creamy berpadu nikmat dengan adonan baksonya. Untuk bakso keju cocok dihidangkan polos maupun tambahan Indomie soto.

    Mie Ayam Taichan yang Endul!

    Bakso Citra Asia: bakso populer di Jakarta Selatan yang jadi langganan artisBakso Citra Asia: menu mie ayam taichan Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Mie ayam biasanya memiliki racikan rasa manis gurih. Namun berbeda dengan racikan Mie Ayam Taichan khas Bakso Citra Asia, karena menghadirkan sensasi pedas nikmat.

    Rasa pedas ini berasal dari racikan cabe rawit merah yang digerus. Cabe itu lalu diaduk menjadi satu dengan mie ayam. Untuk topping mie ayam disajikan seperti biasa, ada ayam kecap dan sawi hijau rebus.

    Rasa pedas mie ayam taichan ini langsung menyeruak. Rasanya tak hanya pedas saja, tapi juga ada sensasi gurihnya. Jangan lupa tambahkan sedikit kuah agar terasa seimbang.

    Sebagai penutup bisa memesan Es Campur (Rp 15.000) dengan porsi yang sangat besar dan bisa dinikmati 2-3 orang. Isiannya juga melimpah, ada alpukat, buah naga, kelapa, cincau hitam, mutiara pacar cina, jelly, kolang kaling, dan tape.

    Bakso Citra Asia

    Jalan H. Nawi Raya No.24,
    Gandaria Utara, Jakarta Selatan
    Jam operasional: 10.00 – 22.00 WIB
    No. Telp: 0877-7701-8418

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Racikan Coto Makassar dan Nasi Goreng Otentik di dekat Blok M


    Jakarta

    Tak jauh dari kawasan Blok M yang dipadati kuliner kekinian, ada kedai khas Makassar autentik. Namanya RM Daeng Yahya yang punya coto makassar layak dicoba!

    Kawasan Blok M ramai disambangi karena pilihan makanan kekinian yang bikin penasaran. Bahkan hampir semua makanan yang ada di sana dinobatkan sebagai makanan-makanan viral.

    Ternyata di tengah ramainya sajian makanan kekinian ada juga hidangan tradisional yang otentik rasanya. Bergeser sedikit ke arah Jalan Sampit, kamu bisa menemukan Rumah Makan Daeng Yahya.


    Menu yang ditawarkan khas Makassar dengan racikan otentik. Bahkan bumbu yang digunakan juga khusus didatangkan langsung dari Makassar.

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan RM Daeng Yahya
    Alamat Jalan Sampit II, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
    No Telp 0821 2389 9836
    Jam Operasional

    Minggu-Senin, Rabu-Kamis 07.00 – 21.00 WIB

    Selasa TUTUP

    Jumat-Sabtu 08.00 – 22.00 WIB

    Estimasi Harga Rp 15.000 – Rp 45.000
    Tipe Kuliner [tipe]
    Fasilitas
    • [fasilitas 1]
    • [fasilitas 2]
    RM Daeng YahyaTak jauh dari Blok M, ada tempat makan coto makassar otentik. Foto: Tim detikfood

    Keaslian yang Dijaga

    RM Daeng Yahya hadir sebagai tempat makan makanan khas Makassar otentik di tengah gempuran pilihan kuliner viral di kawasan Blok M-Bulungan, dan sekitarnya. Menyambangi tempat makannya saja sudah kental dengan dekorasi dan warna-warna khas Makassar.

    Tempat makan yang berada di Jalan Sampit II, Jakarta Selatan ini tak bisa dibayangkan sebagai restoran mewah nan nyaman. Suasananya dibuat sederhana tetapi seperti makan di warung coto makassar langsung.

    Tak sekadar penampilannya, banyak juga bumbu-bumbu yang digunakan didatangkan langsung dari Makassar. Terutama terasi dan beberapa rempah khas yang dikhawatirkan pengelolanya jika diubah dengan rempah dari Jakarta akan mengubah citarasanya.

    RM Daeng YahyaPilihan menunya tak terlalu beragam tetapi kualitas rasanya patut diacungi jempol. Foto: Tim detikfood

    Pilihan Menu yang Eksklusif

    RM Daeng Yahya mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Terlihat dari pilihan menu makanan yang tak terlalu banyak tetapi mereka benar-benar fokus menjaga racikan bumbunya.

    Hanya ada tiga menu utama di sini yaitu Coto Makassar, Nasi Goreng Merah, dan Es Pisang Ijo. Selain itu terdapat beberapa topping tambahan dan pilihan minuman pelengkap saja.

    Tak ingin kelewatan menu-menunya, kami mencicipi tiga menu utama tersebut. Coto Makassarnya dibanderol mulai dari Rp 15.000an dengan tambahan setiap topping Rp 7.500.

    Untuk Nasi Goreng Merah merogoh kocek Rp 45.000 dengan porsi yang cukup untuk disantap dua orang. Ada juga Es Pisang Ijo yang dipatok Rp 35.000 dengan rasa manis legit nan menyegarkan.

    RM Daeng YahyaRacikan bumbunya pekat dengan isian yang empuk dan tak amis. Foto: Tim detikfood

    Racikan Coto Makassar Otentik

    Keunikan dari penyajian Coto Makassar di sini ialah tidak ada satu menu coto makassar dengan isian tertentu. Pelanggan dibebaskan untuk memilih isiannya sendiri, seperti daging, lidah, paru, babat, pipi, hati, dan tambahan alas atau kuning telur.

    Kuah coto makassarnya terasa pekat. Gurih dari kaldu daging sapinya diiringi jejak rempah seperti ketumbar dan jinten yang masih terasa kuat.

    Ketika kuning telur ayam kampungnya diaduk, kuah coto jadi semakin creamy. Racikan rempahnya semakin kental dengan potongan daging, paru, dan pipi yang empuk.

    Agar lebih kenyang, kamu bisa memesan buras yang empuk kenyal sebagai tambahan. Menu Nasi Goreng Merahnya juga tak kalah enak.

    Terasi yang ditambahkan pada racikan nasi goreng merahnya konon didatangkan langsung dari Makassar. Tekstur nasi yang digunakan pulen sedang, sehingga menyerap bumbu dengan baik.

    Rasa gurih dari rempah dengan sentuhan asam-manis dari tomat terasa pada setiap suapannya. Untuk nasi goreng merahnya sendiri disajikan polos, agar lebih enak bisa disantap bersama kerupuk dan acar.

    RM Daeng YahyaUntuk penutup yang manis menyegarkan, bisa memesan es pisang ijo. Foto: Tim detikfood

    Es Pisang Ijo sebagai Penutup

    Setelah puas makan menu utamanya, coba pesan Es Pisang Ijo. Semangkuk es pisang ijo disuguhkan dengan royal, kira-kira cukup untuk dinikmati 2-3 orang.

    Jenis pisang yang digunakan ialah pisang raja. Terasa dari teksturnya yang lembut tetapi tidak terlalu lunak, rasa manisnya alaminya yang legit, serta warna daging pisang yang kuning cerah.

    Lapisan hijau pembungkus pisangnya tak terlalu tebal, sehingga memaksimalkan rasa asli daging pisang terasa di lidah. Bubur sumsum sebagai pelengkapnya punya rasa antara gurih manis yang seimbang.

    Ketika menyuap semua komponennya, seperti pisang ijo, bubur sumsum, serutan es, dan kucuran sirup, rasa manisnya tak terlalu mendominasi. Sehingga tetap nyaman dinikmati walaupun perut sudah kenyang.

    Taburan kacang yang dicincang sebagai toppingnya juga melengkapi tekstur dari semangkuk pisang ijo di sini. Di antara tekstur yang lembut ada renyahnya kacang yang harus dikunyah sehingga menambah kenikmatan.

    Ingin tempat makan atau produk Anda direview detikFood? Kirim email ke foodreview@detik.com.

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Uniknya Mie Ayam Topping Ati Ampela dan Uritan H. Batong Sejak 1978


    Jakarta

    Mie ayam di warung ini istimewa dengan topping ati ampela dan uritan. Racikan ini ternyata sudah diusung pemilik Pangsit H. Batong sejak 1978. Begini kisahnya.

    Pangsit H. Batong sempat viral di kalangan foodies dan food vlogger. Ternyata Pangsit H. Batong termasuk legendaris di Jakarta Selatan. Bertemu dengan sang pemilik, Sumardi, ia mengungkapkan jika sudah berjualan mie ayam sejak 1978.

    “Kalau jualan mie ayam sudah lama, dari 1978. Waktu itu saya jualan keliling. Terus sekarang mangkal di sini,” ungkap Sumardi kepada detikFood (8/10/2024).


    Lokasi berjualannya kini ada di Jalan H. Batong I No. 89, Cilandak, Jakarta Selatan. Nama yang digunakan oleh Sumardi ini juga merujuk pada lokasinya.

    Mie ayam khas Jawa yang manis

    Pangsit H. Batong, racikan mie ayam topping ati ampela dan uritan yang ada sejak 1978Warung Pangsit H. Batong ada di kawasan Cilandak. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Sumardi berasal dari Klaten, Jawa Tengah. Karena itu ia mengusung racikan mie ayam ala Jawa Tengah yang rasanya dominan manis.

    Ayam kecapnya dibumbui pekat. Sumardi tak hanya menggunakan daging ayam saja, tapi juga jeroan. Kami melihat ada campuran uritan (telur muda) dan ati ampela.

    Uritan dan ati ampela ini juga disajikan melimpah sebagai topping. Ini juga yang membuat racikan mie ayam Sumardi populer dan disukai banyak orang.

    Racikan mie ayam topping ati ampela dan uritan ini juga sudah ada sejak awal Sumardi berjualan. “Iya, topping ati ampela itu sudah dari dulu. Ternyata banyak yang suka, ya saya lanjutin,” katanya.

    Mie ayam dan yamien topping jeroan melimpah

    Pangsit H. Batong, racikan mie ayam topping ati ampela dan uritan yang ada sejak 1978Mie ayam dengan topping jeroan melimpah jadi keunggulan H. Batong. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Seporsi mie ayam dan yamien masing-masing dibanderol sekitar Rp 26 ribu. Isinya ada topping ayam kecap, ati ampela, uritan, dan bakso. Sayangnya, kami kehabisan topping baksonya.

    Selain itu, Sumardi juga menawarkan tambahan ceker atau tulangan yang dapat dinikmati gratis. Pelengkap ini akan diberikan jika pelanggannya ingin saja.

    Mie ayam di sini berbumbu gurih manis dan agak pedas. Untuk tekstur mienya juga bisa dipilih sesuai selera, ingin setengah matang atau matang yang agak lembek.

    Topping ati ampela dan uritan benar-benar melimpah. Setiap suapan kami bisa merasakannya. Untuk ati ampelanya juga tak terasa amis, bumbunya juga sangat meresap. Bagi pencinta ati ampela, racikan mie ayam ini patut dicoba.

    Untuk pelengkapnya, Sumardi juga telah menyediakan pangsit goreng. Pangsit goreng itu disediakan satu mangkuk, bahkan bisa menambah jika dirasa kurang.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Roti Bakar Enak dan Populer di Jakarta, Cocok Jadi Tempat Nongkrong!


    Jakarta

    Di Jakarta ada beberapa tempat makan roti bakar legendaris yang menggugah selera. Tempatnya juga pas buat pilihan nongkrong akhir pekan.

    Dari racikan klasik hingga yang kekinian dengan isian melimpah, roti bakar selalu punya tempat istimewa di hati pencinta kuliner. Tekstur rotinya yang lembut berpadu dengan isian manis atau gurih membuatnya cocok disantap kapan pun, dari sore maupun tengah malam.


    Berikut 7 rekomendasi roti bakar enak dan populer di Jakarta yang cocok untuk tempat nongkrong di akhir pekan.

    1. Roti Bakar 88

    Sudah eksis lebih dari dua dekade, Roti Bakar 88 menjadi salah satu destinasi wajib bagi pencinta kuliner malam di Jakarta.

    Roti Bakar Enak dan Populer di JakartaRoti Bakar Enak dan Populer di Jakarta Foto: Site Culinary

    Berlokasi di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, tempat makan dua lantai ini selalu ramai pengunjung yang datang untuk menikmati roti lembut buatan sendiri. Menu yang ditawarkan beragam, mulai dari roti asin berisi kornet, telur, dan keju mozzarella hingga varian manis seperti cokelat, pisang, dan Nutella.

    Roti bakar gula mentega menjadi menu nostalgia yang jarang ditemukan di tempat lain, sementara pilihan roti dengan tambahan es krim menawarkan sensasi baru. Semua menu dibanderol mulai Rp 25.000 dengan porsi yang besar dan mengenyangkan.

    2. Roti Bakar Kemang

    Roti Bakar Enak dan Populer di JakartaRoti Bakar Enak dan Populer di Jakarta Foto: Site Culinary

    Roti Bakar Kemang terkenal sebagai salah satu tempat nongkrong 24 jam di Jakarta Selatan. Dengan area luas dan rooftop modern yang nyaman, tempat ini jadi favorit anak muda untuk bersantai atau bekerja sambil menikmati kopi.

    Roti bakarnya disajikan dalam berbagai varian, mulai dari roti keju telur kornet yang gurih hingga roti cokelat kacang klasik yang manisnya pas. Untuk pencinta rasa kekinian, ada roti bakar Biscoff dengan isian melimpah.

    Menu roti bakar dengan topping es krim juga menjadi andalan karena menawarkan perpaduan sensasi panas dan dingin yang memanjakan lidah. Harganya mulai Rp 30.000, sepadan dengan suasana dan cita rasa yang ditawarkan.

    3. Roti Bakar Wiwied

    Berdiri sejak 1992 di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Roti Bakar Wiwied merupakan salah satu kedai roti bakar legendaris di Jakarta. Didirikan oleh Pak Widodo atau akrab disapa Wiwied, tempat ini menjadi saksi perjalanan kuliner malam anak Jakarta Selatan sejak era 90-an.

    Roti Bakar Wiwied : Roti Bakar Legendaris Tongkrongan Anak JakselRoti Bakar Wiwied : Roti Bakar Legendaris Tongkrongan Anak Jaksel Foto: detikFood

    Suasana kedainya sederhana, namun selalu ramai oleh pelanggan yang datang untuk menikmati roti bakar klasik buatan tangan dengan harga terjangkau. Roti bakar di sini terkenal karena teksturnya yang lembut dan isian yang pas di lidah.

    Selain roti, kedai ini juga menawarkan berbagai makanan ringan hingga berat dengan harga mulai Rp 12.000 saja dan buka hingga dini hari.

    4. Roti Bakar Eddy

    Menyebut kedai roti bakar populer di Jakarta, tak lengkap rasanya tanpa membahas Roti Bakar Eddy. Didirikan sejak 1971 oleh mendiang Bapak Eddy Supardi, kedai ini menjadi ikon kuliner malam yang tak lekang oleh waktu.

    5 Roti Bakar Kaki Lima Jadul di Jakarta yang Berusia Puluhan Tahun!rotbak Eddy Foto: Site Culinary/Visual

    Ciri khasnya terletak pada roti bakar buatan sendiri dengan tekstur empuk dan aroma khas. Varian rasa yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari cokelat, keju, pisang, hingga kornet telur yang gurih.

    Tak hanya roti bakar, kedai ini juga menyediakan menu lain seperti nasi goreng dan siomay yang sama populernya. Dengan harga mulai Rp 20.000, Roti Bakar Eddy tetap menjadi pilihan utama bagi pencinta roti bakar jadul di Jakarta.

    5. Roti Bakar Cikajang

    Berlokasi di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Roti Bakar Cikajang sudah berdiri lebih dari 18 tahun dan dikenal dengan cita rasa klasiknya.

    Meski hanya berupa warung sederhana, pengunjungnya tak pernah sepi. Menu andalannya adalah roti bakar susu pisang serta roti cokelat keju kacang yang bikin kangen. Tak ketinggalan, ada juga varian rasa jadul seperti stroberi, srikaya, dan nanas.

    Selain varian manis, roti gurih seperti kornet telur keju juga banyak diminati. Kisaran harganya mulai Rp 20.000, menjadikannya tempat ideal untuk menikmati camilan malam dengan rasa autentik dan harga bersahabat.

    6. Wafa 99

    5 Roti Bakar Kaki Lima Jadul di Jakarta yang Berusia Puluhan Tahun!Wafa 99! Foto: Site Culinary/Visual

    Sudah beroperasi sejak 1982, Wafa 99 di kawasan Tebet Utara, Jakarta Selatan, termasuk salah satu penjual roti bakar legendaris yang tetap eksis hingga kini. Dikenal dengan cita rasa khas dan harga terjangkau, tempat ini menjadi favorit pelajar dan warga sekitar.

    Menu yang ditawarkan beragam, mulai dari roti srikaya, cokelat kacang keju, nanas, hingga stroberi. Tersedia pula varian gurih seperti roti kornet keju yang padat dan lezat.

    Selain itu, Wafa 99 juga menyajikan menu lain seperti Indomie racikan hingga pecel lele. Semua menu dapat dipesan melalui ojek online dengan harga makanan dari Rp 15.000 saja.

    7. Roti Bakar Japar 48

    Bagi warga Jakarta Timur, Roti Bakar Japar 48 di kawasan Pinang Ranti jadi pilihan andalan untuk nongkrong malam hari.

    Sudah berdiri selama belasan tahun, tempat ini terkenal dengan menu roti bakar beraneka rasa. Ada cokelat keju, pisang cokelat, blueberry keju, hingga srikaya yang lembut dan manis. Selain roti bakar, kedai ini juga menyajikan kebab panggang serta mie instan dengan topping kornet dan keju.

    Minuman seperti kopi, teh, hingga susu segar juga tersedia untuk melengkapi suasana santai. Dengan harga mulai Rp 17.000, Roti Bakar Japar 48 jadi tempat yang pas untuk nongkrong di Jakarta Timur.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Hanya Ada 30 Burger Rumahan Setiap Hari Buatan Cancer Survivor


    Jakarta

    Di Pasar Baru, Jakarta Pusat, ada burger rumahan yang terbilang ‘hidden gem’. Setiap harinya hanya menawarkan 30 porsi burger saja dan cepat habis!

    Burger merupakan sajian sandwich yang populer di berbagai negara. Terdiri atas roti bun dengan isian daging patty. Untuk pelengkapnya bisa disajikan dengan acar (pickle), bawang bombay, dan lainnya.

    Jenis burger juga terbilang beragam. Paling populer memang burger ala Amerika yang patty-nya juicy dengan bumbu hanya garam dan merica. Namun, ada juga burger ala Timur Tengah yang bumbu daging patty-nya lebih berempah.


    Burger dengan Cita Rasa Timur Tengah

    Jungen Joint: burger tersembunyi di Pasar Barubeef patty ala Jungen Joint Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Salah satu yang menawarkan kreasi burger dengan cita rasa Timur Tengah adalah Jungen Joint. Sebenarnya kreasinya juga terdiri atas roti bun, pickle, saus mayones, bawang bombay, keju, dan patty.

    Cita rasa Timur Tengah dihadirkan pada pada patty-nya. Dewi, sang pemilik Jungen Joint mengatakan kalau ia meracik patty itu menggunakan 5 bumbu rempah khas Timur Tengah.

    “Kita pakai 5 bumbu ala Timur Tengah, jadi rasa rempahnya memang dominan. Bumbunya rahasia, tapi tidak ada kunyit. Jadi rasanya bukan arah ke kari,” ungkap Dewi kepada detikFood (21/10/2025).

    Lokasi Tersembunyi di Kawasan Pasar Baru

    Jungen Joint: burger tersembunyi di Pasar BaruJungen Joint: burger tersembunyi di Pasar Baru Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Lokasi Jungen Joint tak jauh dari area Pasar Baru dan Gereja Ayam. Tepatnya menempati area teras sebuah rumah di Jalan Kelinci Raya No.30, Swah Besar, Jakarta Pusat.

    Tempat makan burger satu ini sering disebut ‘Jungen Joint’ karena memang tak banyak yang tahu. Jungen Joint mulai dikenal karena banyak yang mengulasnya di media sosial dan berhasil membuat penasaran.

    Selain karena rasa burgernya, banyak orang penasaran karena porsi yang ditawarkan sangat sedikit. Jadi banyak orang sering kehabisan saat sampai ke sana.

    Detail Informasi (Jungen Joint)
    Nama Tempat Makan Jungen Joint
    Alamat Jalan Kelinci Raya No.30, Ps. Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat
    No Telp
    Jam Operasional 11.00 – 17.00 WIB (sehabisnya)
    Estimasi Harga Rp 60.000 – Rp 90.000
    Tipe Kuliner Burger
    Fasilitas
    • Cash/QRIS
    • Dine in / Takeway

    Hanya Jual 30 Porsi Burger

    Jungen Joint: burger tersembunyi di Pasar BaruDewi, pemilik Jungen Joint di Pasar Baru Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Jumlah burger yang ditawarkan per harinya adalah 30 porsi saja. Dewi mengaku tak akan menambahkan kuotanya karena berkomitmen pada dirinya sendiri.

    “Capek kalau banyak-banyak porsinya. Karena aku cancer survivor (penyintas kanker) ya, jadi enggak boleh capek-capek. Harus work life balance (kerja dan hidup yang seimbang). Saya mencoba mendengarkan tubuh saya saja,” cerita Dewi.

    “Tiga puluh porsi itu cukup untuk saya. Hal terpenting bisa merasa bahagia saja, jadi tidak akan menambah porsi,” lanjutnya.

    Untuk diketahui, Dewi adalah seorang penyintas kanker selama 8 tahun. Kini ia mengisi harinya dengan berjualan burger di rumah bersama seorang putra.

    Menu burger yang ditawarkan hanya ada 3, yaitu Jungen Signature, Jungen +, dan The Franck. Perbedaannya ada pada kondimen yang ditambahkan ke sajian burger masing-masing.

    Nama Jungen sendiri juga diambil dari marga keluarga suaminya. Ia juga mengaku tidak memiliki pengalaman di bidang F&B, karena dulunya ia adalah seorang produser di industri periklanan.

    “Jungen itu berasal dari nama marga almarhum suami saya,” kata Dewi.

    “Karena ini usaha rumahan, jadi saya gunakan nama itu,” lanjutnya.

    Cita Rasa Burger Jungen Joint

    Jungen Joint: burger tersembunyi di Pasar BaruJungen Joint: burger tersembunyi di Pasar Baru Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    detikFood mencoba dua menu burger yang ditawarkan oleh Jungen Joint. Keduanya adalah Jungen Signature (Rp 60.000) dan The Franck (Rp 72.000).

    Perbedaan dua menu ini ada pada isian kondimen burger. Pada Jungen Joint hanya terdiri atas roti brioche bun, single beef patty, keju cheddar, pickle, dan caramelized onion.

    Sementara untuk The Franck lebih komplet, karena ada tambahan telur mata sapi, beef bacon, dan onion ring. Cita rasa The Franck ini lebih kompleks karena ada tambahan sensasi gurih dari beef bacon dan telur mata sapi, juga tekstur renyah dari onion ring.

    Untuk Jungen Signature rasanya lebih sederhana, tapi beef patty mereka tetap dominan. Sensasi rempah yang membuatnya berbeda, tercecap jejak rasa rempah jinten. Apalagi patty mereka juga sangat lembut.

    Dewi mengungkapkan, “Di sini 100 persen pakai daging sapi, kita nggak ada campuran tepung. Ada tambahan rempahnya yang bikin rasa dominan.”

    “Pickle juga kita buat sendiri, rasa asamnya kita minimalisir jadi ada sentuhan manisnya. Caramelized onion juga kita masak slow cooked selama 12 jam, terus mayonesnya juga handmade,” pungkasnya.

    Buat yang penasaran ingin mencoba Jungen Joint, harus datang pukul 11.00 WIB agar masih bisa mencicipinya. Kalau akhir pekan, antrenya cukup panjang dan setiap Senin libur.

    Jungen Joint

    Jalan Kelinci Raya No.30, Ps. Baru,
    Sawah Besar, Jakarta Pusat
    Jam operasional: 11.00 – 17.00 WIB (sehabisnya)
    Instagram @jungen.joint

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Lontong Medan Alay, Menu Sarapan Legendaris nan Sedap di Pasar Puri


    Jakarta

    Di Pasar Puri Indah, Jakarta Barat ada tempat sarapan legendaris. Menunya lontong sayur khas Medan yang dibuat pakai resep turun temurun tiga generasi.

    Pasar Puri Indah berlokasi di kawasan Kembangan, Jakarta Barat. Pasar tradisional tersebut kini telah bertransformasi, tidak hanya menjual kebutuhan pokok tetapi jadi destinasi kuliner.

    Di sini, ada satu tempat sarapan yang sayang dilewatkan. Bernama Lontong Medan Alay yang berdiri tahun 1970-an. Meski tampak sederhana, cita rasanya mampu memikat pelanggan dari berbagai generasi.


    Menu andalannya, lontong sayur Medan dengan kombinasi sayur basah, sayur kering, dan topping lezat. Legendarisnya tempat ini tak lepas dari perjuangan panjang menjaga kualitas dan rasa.

    Detail Informasi Lontong Medan Alay
    Nama Tempat Makan Lontong Medan Alay
    Alamat Pasar puri indah blok kj.11 jakarta barat Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
    No Telp 0857-9191-7878
    Jam Operasional 05.00
    14.00
    Estimasi Harga Rp 32.000 per porsi
    Tipe Kuliner Makanan khas Medan
    Fasilitas

    1. Usaha Tiga Generasi

    Lontong Medan AlayPaul, generasi ke-3 pemilik Lontong Medan Alay. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Tak sekadar tempat sarapan, Lontong Medan Alay ternyata menyimpan kisah panjang keluarga. Paul, pemilik saat ini, meneruskan resep legendaris yang telah ada sejak tahun 70-an.

    “Kebetulan Lontong Medan Alay ini sejak dari tahun 70, tapi di Pasar Puri kita 98 baru buka, ujar Paul kepada detikcom saat ditemui di kiosnya di Pasar Puri Indah (25/9).

    Di Pasar Puri, kios Lontong Medan Alay ini baru buka sejak 1998. Meskipun begitu, Lontong Medan Alay sudah dikenal luas karena keaslian resepnya yang diwariskan turun temurun.

    2. Resep Turun Temurun

    Kuliner di Pasar Puri Indah.Lontong Medan Alay menggunakan resep turun temurun. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Ia menceritakan bagaimana resep ini diwariskan dari nenek ke ayah, lalu akhirnya sampai ke tangannya. Setiap generasi menjaga cita rasa menu khas Medan tanpa kehilangan keaslian.

    Tidak hanya soal resep, nama ‘Alay’ juga punya cerita tersendiri. Branding ini lahir dari generasi ayah Paul dan menjadi identitas unik yang melekat hingga kini.

    Setiap bahan dan bumbu dijaga sesuai tradisi turun temurun. Setiap generasi menambahkan sentuhan kecil tanpa mengubah cita rasa asli dan masih konsisten hingga saat ini.

    3. Keistimewaan Lontong Sayur Medan

    Lontong Medan AlayLontong Medan Alay seharga Rp 12.000. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Sekilas, lontong sayur Medan serupa dengan lontong sayur pada umumnya. Perbedaannya ada pada kondimen 3 jenis sayur basah yang disajikan, yakni lodeh, nangka, dan tauco.

    Selain itu, ada tiga sayur kering, yakni tempe, kacang, dan kentang. Pelanggan bisa menambah lauk tambahan seperti telur, ayam balado, dendeng, atau rendang daging dan rendang sapi.

    Harga seporsinya Rp 32.000. “Kombinasi sayur basah, kering, dan topping membuat rasa lebih kaya. Ini yang membedakan dari lontong sayur biasa,” ujar Paul.

    Rasanya perpaduan antara gurih dan sedikit manis. Sayur labu yang dicampur dengan santan tidak terlalu ‘berat’, tetapi tetap medhok rasanya. Lontongnya harum dan teksturnya lembut.

    4. Uniknya Rendang Gaya Medan

    Lontong Medan AlayNasi Campur Medan. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Selain itu, juga ada Nasi Campur Medan seharga Rp 32.000 per porsi. Seporsinya disajikan dengan tempe orek kacang, kentang mustofa, ikan asin, sambal, dan lauk pilihan.

    Untuk lauknya bisa pilih rendang gaya Medan. Sekilas terlihat sama, berwarna kecoklatan dan harum rempah. Teksturnya pun sama-sama empuk. Namun untuk rasanya lebih cenderung manis.

    Lontong Medan AlayRendang gaya Manado yang lebih manis rasanya. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Selain itu, ada pilihan ayam balado yang empuk, gurih, dan sensasi pedas yang menggigit. Kios ini juga memiliki menu berupa jajanan pasar, seperti cenil dan lupis yang disajikan dengan gula merah.

    Lebih lanjut, Paul mengatakan memiliki menu spesial yang hanya dikeluarkan setiap akhir pekan saja.

    5. Bisa Terjual Ratusan Porsi

    Lontong Medan AlayKios ini juga menawarkan jajanan pasar, seperti cenil dan lupis Foto: detikcom/Riska Fitria

    Lontong Medan Alay buka sejak pukul 05.00 dan selalu jadi pilihan sarapan. Kiosnya selalu ramai hingga sore hari. Namun jika ingin pilihan lauk lengkap bisa datang di pagi hari.

    “Dalam sehari masing-masing menu bisa habis sekitar 70-100 porsi ya. Masih-masih menu segitu,” tutur Paul.

    Paul menekankan kualitas tetap dijaga, meski permintaan tinggi. Pelanggan datang bukan hanya untuk makan, tapi merasakan tradisi yang dijaga keluarga.

    Sebelumnya, Lontong Medan Alay memiliki beberapa cabang, seperti di Electronic City Sudirman, Pasar Petojo, dan ITC Mangga II. Namun karena keputusan keluarga dan lain hal, kini hanya berfokus di Pasar Puri Indah.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Jajan di Pasar Puri Indah Yuk! Ada Nasi Bogana hingga Bakso Pontianak Halal


    Jakarta

    Bermula dari pasar tradisional, kini Pasar Puri Indah di Jakarta Barat jadi destinasi kuliner dengan banyak tempat makan enak. Dari bakso Pontianak sampai nasi bogana.

    Pasar Puri Indah jadi salah satu destinasi pasar lengkap yang ada di kawasan Jakarta Barat. Meski pasar ini tidak semodern pasar lainnya, tapi untuk masalah kulineran, tak perlu diragukan lagi.

    Selama beberapa tahun terakhir, Pasar Puri Indah tak hanya fokus menjual aneka makanan dan buah segar, tapi juga bermunculan banyaknya penjual makanan yang menawarkan beragam makanan enak.


    Dari camilan sampai makanan berat, rata-rata penjual makanan sudah buka dari pukul 06.00 – 15.00.

    Berikut lima rekomendasi tempat makan dan jajanan enak di Pasar Puri Indah versi detikFood.

    1. Bakso Sapi Aling

    Gerai makanan yang ada di area Pasar Puri IndahGerai makanan yang ada di area Pasar Puri Indah Foto: detikFood

    Penggemar bakso Pontianak bisa mampir ke gerai Bakso Sapi Aling yang menjual aneka bakso homemade, tanpa pengawet dan pastinya halal. Kios inimenjual bakso gepeng, bakso halus, bakso urat, bakso ikan sampai tahu bakso sapi ada di sini.

    “Kita sudah jualan bakso ini lebih dari 20 tahun, dibuat fresh setiap harinya dan halal,” ungkap Aling, selaku pemilik dari Bakso Sapi Aling. Setiap paket bakso yang dibeli, sudah termasuk kuah kaldu sapi, bumbu dan sambal.

    Kisaran harganya juga variatif, untuk satuan bakso dihargai Rp 4.500 per biji. Ada juga paket bakso seharga Rp 45.000 isi 10 biji dan untuk untuk bakso tahu ukuran besar, harganya dari Rp 15.000 per biji. Setiap harinya kios bakso ini buka dari jam 05.30 – 13.30.

    2. Nyonyah Pastel

    Gerai makanan yang ada di area Pasar Puri IndahGerai makanan yang ada di area Pasar Puri Indah Foto: detikFood

    Masih di area Pasar Puri Indah, ada gerai Nyonyah Pastel yang jadi langganan warga Puri Indah. Gerai pastel ini menjual aneka jajanan pasar yang digoreng dadakan.

    Pastelnya ada dua pilihan yaitu pastel isi daging ayam atau pastel sayur dengan harga dari Rp 3.500 per biji. Ada juga pilihan camilan lainnya seperti Risol Sosis Mayo, Risol Smokebeef, Arem-arem hingga Risol Sayur.

    Harganya murah meriah dari Rp 3.000 saja. Tak heran gerai pastel ini tak pernah sepi dari pembeli dan bisa jadi rekomendasi untuk isian snack box.

    3. Bakso pakde Wonogiri

    Gerai makanan yang ada di area Pasar Puri IndahGerai makanan yang ada di area Pasar Puri Indah Foto: detikFood

    Bakso Pakde BCA sudah eksis sejak 1980-an dan menjadi salah satu kuliner legendaris di depan BCA Puri Indah. Gerobak milik Pakde Parno ini tak pernah sepi dari pembeli, bahkan banyak orang rela antre demi menikmati semangkuk baksonya.

    Kini Pakde Parno pindah berjualan ke dalam pujasera Pasar Puri Indah dan tidak membuka cabang lainnya.

    Cita rasa bakso Wonogiri terasa kuat dengan pilihan bakso telur puyuh, bakso halus, bakso urat, dan bakso besar. Lengkap dengan tahu cokelat, tahu putih lembut, mie, bihun, dan sayuran. Seporsinya dibanderol sekitar Rp 35.000, apalagi jika ditambah sambal pedas yang membuat rasanya semakin nikmat.

    4. Bogana May-May

    Gerai makanan yang ada di area Pasar Puri IndahGerai makanan yang ada di area Pasar Puri Indah Foto: detikFood

    Mau cari nasi rames aneka lauk yang enak dan bersih? Bisa mampir ke gerai Bogana May-May yang berada di Pasar Puri Indah. Meski gerainya tidak terlalu luas, tapi tempat makannya cukup nyaman dan terpisah dari area pasar basah.

    Selain itu aneka lauk yang dipajang di dalam etalase kaca juga menarik perhatian. Pilihan ramesannya cukup banyak dan bisa disesuaikan ke selera masing-masing.

    Menu andalnnya ada Nasi Bogana seharga Rp 35.000, sudah dapat nasi gurih, ayam opor suwir, sambel goreng ati kentang, serundeng, telur pindang, oseng tempe dan sambal.

    5. Sunday in Jakarta

    Gerai makanan yang ada di area Pasar Puri IndahGerai makanan yang ada di area Pasar Puri Indah Foto: detikFood

    Puas kulineran makan bakso sampai nasi bogana, jangan lupa ngopi di kafe Sunday in Jakarta yang berada di satu area dengan Bogana May-May. Kafenya mungil tapi nyaman dengan fasilitas AC.

    Layaknya kafe pada umumnya, di sini menjual aneka kopi panas dan kopi dingin dengan harga yang masih terjangkau.

    Paling favorit ada Es Kopi Gula Aren, Lavender Latte, Flat White sampai Cappuccino. Kisaran harganya dari Rp 20.000 – Rp 28.000 saja.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Bikin Kenyang! 5 Nasi Liwet Lauk Ayam dan Ikan Goreng di Jakarta


    Jakarta

    Nasi liwet bisa menjadi pilihan menu makan siang yang lezat dan mengenyangkan. Di Jakarta, nasi liwet bisa ditemukan di berbagai tempat dengan lauk beragam.

    Nasi liwet merupakan nasi gurih khas Jawa Barat. Berupa nasi yang dimasak dengan berbagai bumbu rempah, seperti bawang merah, bawang putih, lengkuas, daun salam, daun jeruk, dan sereh.

    Selain itu, nasi liwet biasanya disajikan dengan petai dan ikan teri atau ikan asin. Nasi liwet juga kerap disajikan dalam konsep makan botram khas orang Sunda, yaitu kegiatan makan bersama biasanya menggunakan alas daun pisang.


    Penyajian nasi liwet di restoran Sunda biasanya menggunakan kastrol yang porsinya cocok untuk makan 3-4 orang. Beberapa tempat makan lain juga ada yang menyajikannya per porsi. Tinggal tambahkan lauk favorit, seperti ayam atau ikan goreng, sambal, dan lalapan.

    Berikut 5 rekomendasi nasi liwet enak di Jakarta:

    1. Warung Teteh Nasi Liwet

    rekomendasi nasi liwet di Jakartarekomendasi nasi liwet di Jakarta Foto: Google Review/Instagram

    Di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ada tempat makan nasi liwet populer. Namanya Warung Teteh yang bisa dikunjungi atau pesan untuk makan siang.

    Ciri khas nasi liwet yang ditawarkan Warung Teteh ini tetap gurih meski tak menggunakan santan. Aroma rempahnya juga pekat terasa. Menu nasi liwet ditawarkan per porsi atau per paket.

    Nasi liwet per porsi dibanderol harga mulai dari Rp 35.000 – Rp 60.000, tergantung lauknya. Untuk paket gelar daun ada tersedia menu Paket Daun 1 hingga Daun 4 dengan harga Rp 120.000 – Rp 180.000.

    2. Pondok Sunda Prasmanan Cikajang

    Rumah makan khas Sunda yang enak di Jakarta Selatan ini bernama Pondok Sunda Prasmanan Cikajang atau RM Cikajang Prasmanan. Lokasinya ada di kawasan Cikajang, Jakarta Selatan.

    Begitu memasuki rumah makan ini, pelanggan akan langsung disambut puluhan menu menggugah selera. Di antaranya ada menu ayam goreng, ikan goreng, empal, ikan pesmol, dan lainnya.

    Di sini tersedia beberapa pilihan nasi, salah satunya yang laris adalah nasi liwet. Padukan juga dengan lauk dan sambal favorit. Menu yang ditawarkan mulai dari Rp 12.000-an atau bisa juga memesan menu paket bancakan seharga Rp 20.000-an per porsi.

    3. Warung Sunda E’Ceu Kokom

    Warung Sunda E'Ceu KokomWarung Sunda E’Ceu Kokom Foto: Google Review/Salsa Alifah Fandinah

    Di kawasan Bendungan Hilir yang terkenal dengan kulinernya juga terdapat warung Sunda enak berkonsep prasmanan. Namanya Warung Sunda E’Ceu Kokom yang juga menyajikan menu nasi liwet enak.

    Di tempat ini bisa menikmati sajian nasi liwet dengan konsep botram, cocok dikunjungi bersama rekan kerja. Lauk nasi liwet yang ditawarkan ada ayam kampung goreng, paru goreng, gurame goreng, hingga aneka pepes. Harganya dibanderol sekitar Rp 10.000 – Rp 30.000-an.

    4. Saung Sunda Kang Udin

    Saung Sunda Kang Udin juga bisa dikunjungi kalau ingin menikamti nasi liwet yang gurihnya nampol. Lokasinya ada di Jalan Lapangan Tembak No. 26, Jakarta Timur.

    Paket nasi liwet di restoran ini tersedia per paket dengan harga Rp 60.000-an. Isinya berupa nasi liwet dengan lauk ayam goreng, serta tahu dan tempe goreng. Sudah komplet dan tentunya mengenyangkan!

    5. Nasi Liwet Pawon

    Nasi Liwet PawonNasi Liwet Pawon Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ada tempat makan nasi liwet terkenal. Banyak yang mengunjungi warung sederhana ini untuk pesan ataupun makan di tempat.

    Nasi liwetnya harum semerbak karena banyak menggunakan serai dan daun salam, tapi tak begitu gurih. Bisa dipadukan dengan aneka lauk sedap, seperti ayam goreng, ikan goreng, tempe mendoan, hingga kulit goreng.

    Seporsinya juga terjangkau, mulai dari Rp 15.000 – Rp 20.000. Sajiannya sudah lengkap 1 paket dengan tambahan irisan tempe goreng, lalapan, sambal 2 macam, ikan asin, dan tempe mendoan.

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Makan Siang Anti Bosan! Ini 5 Restoran Peranakan Populer di Jakarta


    Jakarta

    Mengusung konsep kuliner Peranakan, lima restoran ini sajikan masakan yang menggabungkan antara kuliner Melayu hingga China dengan sentuhan modern. Di sini lokasinya!

    Beragam restoran Peranakan di Jakarta kini hadir dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan cita rasa autentik. Mulai dari racikan rempah khas Singapura dan Malaysia hingga menu klasik turun-temurun, semuanya siap memanjakan lidah saat makan siang.

    Bagi pencinta kuliner berempah, Baia Nonna dan Seroeni menawarkan sajian Peranakan elegan di mal-mal ternama. Ingin suasana jadul yang hangat? Ada Roemah Noni dan Kisah Nyonya dengan menu klasik seperti bistik sapi dan mie goreng rumahan.


    Sementara restoran Rempah Nyonya memadukan cita rasa Nusantara dan Peranakan dengan harga terjangkau.

    Berikut rekomendasi lima restoran Peranakan yang bisa jadi pilihan tepat untuk makan siang.

    1. Baia Nona

    Restoran Peranakan Populer di JakartaRestoran Peranakan Populer di Jakarta Foto: Restaurant Instagram

    Baia Nonna menjadi salah satu destinasi kuliner menarik bagi pencinta masakan Peranakan modern. Restoran ini memadukan cita rasa khas Malaysia dan Singapura dengan sentuhan kontemporer yang elegan. Hidangan di sini terkenal kaya rempah, menghadirkan kehangatan dan aroma autentik khas dapur Peranakan. Kisaranharga makanannya dari Rp 45.000++.

    Menu andalannya Signature Laksa, Ayam Berempah Basmati Rice, dan Thousand Layers Toast yang cocok disantap bersama kopi hangat. Mengusung konsep kuliner lintas budaya dengan nuansa modern, Baia Nonna menawarkan pengalaman bersantap yang nyaman.

    Restoran ini dapat dikunjungi di beberapa mall besar di Jakarta seperti Grand Indonesia, Kota Kasablanka, dan BSD City. Tempat ini cocokjadi pilihan ideal menikmati cita rasa Peranakan di Jakarta.

    2. Seroeni

    Restoran Peranakan Populer di JakartaRestoran Peranakan Populer di Jakarta Foto: Restaurant Instagram

    Seroeni merupakan salah satu restoran Peranakan yang populer di Jakarta. Restorannya banyak memiliki cabang di mal-mal di Jakarta. Salah satunya di Plaza Senayan, Jakarta Selatan.

    Soal rasa, menu makanan di restoran Seroeni banyak diakui kelezatannya. Kamu bisa pesan Sapo Tafu Seafood yang menjadi andalan. Isiannya melimpah, gurih, dan tahunya lembut.

    Pencinta mie bisa pesan Cantonese Duck Noodle. Mienya kenyal dan gurih, semakinlezat ketika dipadukan dengan daging bebek yang empuk. Kisaran harga makanan di Seroeni dari Rp 60.000++.

    3. Roemah Noni

    Restoran Peranakan Populer di JakartaRestoran Peranakan Populer di Jakarta Foto: Restaurant Instagram

    Roemah Noni ada di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Restoran Peranakan ini bergaya jadul, sehingga memberikan suasana yang berbeda ketika bersantap di sini. Harga makanannya pun masih cukup terjangkau dari Rp 50.000++.

    Pengunjung bisa mencicip menu ayam kungpao yang disajikan cantik. Porsinya banyak dengan potongan daging ayam yang terbilang besar cocok untuk menu makan siang. Hidangan ayam ini disajikan dengan saus asam, manis, dan pedas.

    Pencinta mie bisa memesan menu mie goreng di sini. Seporsi mie goreng di Roemah Noni disajikan dengan berbagain topping, mulai dari daging dan sayuran.

    4. Rempah Nyonya

    Restoran Peranakan Populer di JakartaRestoran Peranakan Populer di Jakarta Foto: Restaurant Instagram

    Restoran Rempah Nyonya menghadirkan cita rasa perpaduan kuliner Peranakan dan Nusantara. Beberapa menu yang banyak direkomendasikan pengunjung, antara lain Nasi Lemak Rempah, Ikan Bakar Makassar dengan sambal mangga segar, Beef Braised Peranakan, serta Omelette Seafood Curry yang gurih.

    Untuk pencuci mulut, Es Cendol menjadi favorit karena rasa manisnya pas dan tekstur cendolnya lembut. Restoran ini dikenal memiliki harga yang terjangkau, yaitu dari harga Rp 50.000++.

    Rempah Nyonya dapat dikunjungi di beberapa cabang di Jakarta, termasuk Sunter dan Mangga Besar. Suasananya yang nyaman cocok untuk makan bareng teman atau keluarga.

    5. Kisah Nyonya

    Restoran Peranakan Populer di JakartaRestoran Peranakan Populer di Jakarta Foto: Restaurant Instagram

    Restoran Kisah Nyonya di Tomang, Jakarta Barat, menawarkan pengalaman bersantap kuliner Peranakan autentik dengan sentuhan nostalgia dalam suasana homey ala rumah nenek. Meski dimiliki oleh seorang milenial, cita rasa makanannya tetap otentik berkat resep keluarga turun-temurun.

    Menu andalannya mencakup Bistik Sapi jadul, Fuyunghai Kepiting dengan saus peranakan klasik, serta Nasi Goreng Ikan Asin yang gurih. Ada juga hidangan sayur seperti Aneka Jamur Cah Paprika yang cocok untuk santapan bersama.

    Harga menunya berkisar antara Rp 30.000-150.000, cocok untuk pencinta kuliner klasik yang ingin bernostalgia. Dengan nuansa hangat dan cita rasa peranakan khas, Kisah Nyonya menjadi salah satu resto Peranakan di Jakarta Barat yang wajib dikunjungi.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com