Tag: kuliner viral

  • Surganya Bebek Goreng Surabaya dan Ayam ‘Gosong’ yang Unik


    Jakarta

    Di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, ada restoran keluarga yang sedang ramai diulas di media sosial. Resto ini terkenal dengan menu bebek hingga ayamnya.

    Sejak dulu kawasan Kelapa Gading terkenal sebagai tempat kulineran, mulai dari kuliner kaki lima, makanan kekinian, hingga hidangan legendaris dapat ditemukan di sini.

    Jika sedang cari restoran nyaman untuk makan bareng teman hingga keluarga, kamu bisa mampir ke Dapur Waris yang lokasinya ada di Jalan Raya Kelapa Gading Permai No. DE/11.


    Restoran ini selalu ramai pada jam makan siang dan makan malam. Dapur Waris menyajikan masakan Nusantara spesialis bebek dan ayam yang enak.

    Detail Informasi Dapur Waris
    Nama Tempat Makan Dapur Waris
    Alamat JL. Raya Kelapa Gading Permai No. DE/11.
    Jakarta Utara.
    No Telp 0888-8155-203
    Jam Operasional 11.00 – 21.00
    Estimasi Harga Rp 50.000 – Rp 150.000
    Tipe Kuliner Masakan tradisional.
    Fasilitas

    1. Restoran Bebek Legendaris

    Dapur Waris: Surganya Bebek Goreng Surabaya dan Ayam 'Gosong' yang UnikDapur Waris: Surganya Bebek Goreng Surabaya dan Ayam ‘Gosong’ yang Unik Foto: detikFood/Sonia Basoni

    Bagi penggemar bebek goreng ala Surabaya, pasti sudah tak asing dengan restoran Bebek Goreng HT Khas Surabaya yang dulu ada di kawasan, Pesanggrahan, Jakarta Barat. Restoran ini terbilang legendaris karena sudah eksis sejak tahun 1090an.

    Baru-baru ini restoran Bebek Goreng HT, rebranding dan mengganti nama menjadi Dapur Waris. Konsep restorannya lebih modern, nyaman, dan memiliki makanan yang lebih beragam. Selain di Pesanggrahan, Dapur Waris juga membuka cabangnya di Kelapa Gading.

    Belakangan restoran ini ramai diulas di media sosial. Jika datang saat makan siang pun, pengunjung harus sabar antre untuk mendapatkan tempat duduk.

    2. Bebek Goreng Madura

    Dapur Waris: Surganya Bebek Goreng Surabaya dan Ayam 'Gosong' yang UnikDapur Waris: Surganya Bebek Goreng Surabaya dan Ayam ‘Gosong’ yang Unik Foto: detikFood/Sonia Basoni

    Pilihan menu bebek goreng di Dapur Waris cukup beragam, seperti Bebek Goreng, Bebek Kremes, Bebek Goreng Laos, Bebek Gosong, Bebek Bali sampai Bebek Goreng Madura yang jadi menu terlaris. Sepaket menu Bebek Goreng Madura sudah lengkap dengan nasi, tahu, tempe, lalap dan teh. Harganya Rp 63.000.

    Menariknya di Dapur Waris, nasi dan minum boleh tambah sepuasnya. Pilihan nasinya ada nasi uduk atau nasi putih. Begitu juga dengan sambalnya, ada sambal hijau dan sambal merah yang tersedia di meja dan bisa diambil sepuasnya.

    Dapur Waris: Surganya Bebek Goreng Surabaya dan Ayam 'Gosong' yang UnikDapur Waris: Surganya Bebek Goreng Surabaya dan Ayam ‘Gosong’ yang Unik Foto: detikFood

    Potongan bebeknya bisa pilih paha atau dada. Tampilannya menarik karena bebek goreng dilumuri bumbu hitam Madura yang pekat dan tidak terlalu berminyak. Namun, yang membedakan bebek Madura di Dapur Waris adalah tekstur garing dan renyah dari bebek goreng ini yang masih mempertahankan gagrak bebek goreng Surabaya.

    Tekstur garing ini menambah rasa gurih bebek di setiap suapan, sementara bagian dalam dagingnya tetap empuk dan tidak hambar karena bumbu ungkepnya meresap sempurna. Tanpa sambal pun, makan bebek goreng dengan bumbu hitam Madura yang berempah sudah nikmat.

    Cek Menu Enak Lainnya di Halaman Selanjutnya!

    3. Ayam Gosong dan Rawon Koyor

    Dapur Waris: Surganya Bebek Goreng Surabaya dan Ayam 'Gosong' yang UnikDapur Waris: Surganya Bebek Goreng Surabaya dan Ayam ‘Gosong’ yang Unik Foto: detikFood/Sonia Basoni

    Selain menu bebeknya yang menggoda selera, Dapur Waris juga terkenal dengan menu ayamnya yang unik. Namanya Ayam Gosong (Rp 33.000). Nama ‘gosong’ sendiri diambil dari tampilan ayam goreng yang sedikit gelap kecokelatan, warnanya mirip seperti ayam goreng kalasan khas Jogja.

    Berbeda dengan tekstur bebek yang super renyah dan garing, kalau menu ayam gosong ini teksturnya sedikit basah dengan cita rasa manis gurih mirip ayam kalasan. Ayam ini cocok dicocol dengan sambal merah dan nasi uduk.

    Dapur Waris: Surganya Bebek Goreng Surabaya dan Ayam 'Gosong' yang UnikDapur Waris: Surganya Bebek Goreng Surabaya dan Ayam ‘Gosong’ yang Unik Foto: detikFood/Sonia Basoni

    Kemudian menu lainnya bisa untuk jadi pilihan lauk makan tengah, yaitu Rawon Koyor (Rp 58.000). Menu ini disajikan lengkap dengan telur asin, kecambah dan kerupuk udang. Di Dapur Waris, isian rawon menggunakan daging koyor sapi yang gurih dari lemaknya. Rasanya pun enak dengan kombinasi bumbu keluak yang pas dan kuah sedikit kental.

    4. Menu Pelengkap di Dapur Waris

    Dapur Waris: Surganya Bebek Goreng Surabaya dan Ayam 'Gosong' yang UnikDapur Waris: Surganya Bebek Goreng Surabaya dan Ayam ‘Gosong’ yang Unik Foto: detikFood/Sonia Basoni

    Tak lengkap rasanya makan bebek goreng dan ayam gosong tanpa menu pelengkap seperti Cah Kangkung Terasi (Rp 25.000) dan Terong Raos (Rp 25.000). Kedua menu ini paling banyak dipesan pengunjung di Dapur Waris.

    Untuk menu cah kangkung, porsinya cukup banyak bisa disantap untuk 2-3 orang. Rasanya juga enak dari bumbu sambal dan terasi yang membalut kangkung dengan sempurna.

    Dapur Waris: Surganya Bebek Goreng Surabaya dan Ayam 'Gosong' yang UnikDapur Waris: Surganya Bebek Goreng Surabaya dan Ayam ‘Gosong’ yang Unik Foto: detikFood/Sonia Basoni

    Begitu juga dengan Terong Raos, terong goreng yang sudah jadi menu ikonik di Dapur Waris. Terong ini dilapisi tepung yang sudah dibumbui. Sekilas tampilannya mirip tempe goreng tepung, tapi ketika dimakan rasanya justru unik seperti perpaduan makan perkedel diisi dengan terong yang dihaluskan.

    Selain menu-menu di atas, Dapur Waris juga memiliki menu makanan lainnya seperti Gurame Pesmol, Tauge Cah Ikan Asin, Soto Bebek, Nasi Goreng, Ikan Nila Bakar hingga Sayur Lodeh.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Nyamm! Sedapnya Nasi Kari Jepang Porsi Jumbo dari Singapura


    Jakarta

    Berasal dari Singapura, restoran ini menghadirkan makanan porsi jumbo. Mereka merupakan spesialis penyaji nasi kari ala Jepang yang enak.

    Bagi penggemar hidangan kari khas Jepang mungkin sudah tak asing lagi dengan Monster Curry. Restoran ini pertama kali masuk ke Indonesia pada akhir tahun 2023 dan kini sudah memiliki banyak cabang di Jakarta, mulai dari Grand Indonesia sampai Lotte Shopping Avenue.

    Restoran ini berasal dari Singapura dan sudah ada sejak 2012. Konsepnya cukup unik dimana pengunjung akan dimanjakan dengan kari ukuran ‘monster’, menggunakan piring besar berdiameter 35-41 cm. Menu yang ditawarkan juga beragam ada nasi kari ayam sampai premium steak.


    Berikut beberapa menu andalan di Monster Curry:

    Detail Informasi Monster Curry
    Nama Tempat Makan Monster Curry
    Alamat Lotte Mall Jakarta, Jakarta Selatan.
    No Telp 0822-5853-4814
    Jam Operasional 10.00 – 22.00
    Estimasi Harga Rp 79.000 – 250.000
    Tipe Kuliner Japanese Food
    Fasilitas

    1. Restoran Kari Jumbo dari Singapura

    Berasal dari Singapura, restoran ini menghadirkan makanan porsi jumbo.Berasal dari Singapura, restoran ini menghadirkan makanan porsi jumbo. Foto: detikFood

    Restoran kari Jepang memang belum sebanyak restoran sushi atau ramen, tapi ada juga yang populer. Salah satunya restoran Monster Curry di Singapura yang punya lebih dari 17 gerai. Konsep makan kenyang dengan piring yang lebar membuat Monster Curry tampil berbeda dengan restoran Jepang lainnya.

    Keistimewaannya terletak pada saus kari bertekstur lembut dan harum, dimasak selama dua hari dengan perpaduan 14 sayuran dan rempah aromatik. Menunya dikenal dengan porsi melimpah di piring berdiameter 35 atau 41 centimeter. Restoran ini menawarkan cita rasa autentik yang siap memanjakan selera.

    Konsep setiap gerainya dibuat ceria dengan maskot naga berwarna oranye merah seperti yang ada di cabang Lotte Shopping Avenue, Jakarta Selatan. Pilihan menunya ada Signature Jumbo Chicken Katsu Curry, Monster Premium Steak Curry, hingga Monster Fish Burger.

    Sebagai informasi tambahan, restoran Monster Curry Indonesia tidak menjual menu yang mengandung babi atau lard (pork lard). Akan tetapi ada beberapa hidangan yang mengandung mirin dan tertera di menu, untuk menyesuaikan preferensi setiap pembeli.

    2. Menu Andalan di Monster Curry

    Berasal dari Singapura, restoran ini menghadirkan makanan porsi jumbo.Berasal dari Singapura, restoran ini menghadirkan makanan porsi jumbo. Foto: detikFood

    Salah satu menu yang paling laris di restoran ini adalah Signature Jumbo Chicken Katsu Curry (Rp 99.000). Disajikan menggunakan piring berdiameter 35cm, nasi pulen khas Jepang diguyur dengan saus curry yang kental dan aromatik.

    Chicken katsu memiliki potongan yang tak kalah besar dengan berat 200gram. Di atasnya diberi saus tonkatsu yang manis gurih seperti saus worcestershire. Di suapan pertama, rasa karinya sangat berempah karena menggunakan 14 sayuran dan rempah aromatik.

    Berasal dari Singapura, restoran ini menghadirkan makanan porsi jumbo.Berasal dari Singapura, restoran ini menghadirkan makanan porsi jumbo. Foto: detikFood

    Selain itu tekstur kuah karinya juga halus dan cocok disantap dengan nasi putihnya. Begitu juga dengan lauk chicken katsunya, rasa gurihnya seimbang ketika dicocol ke saus kari yang halus.

    3. Menu Nasi Kari Steak Enak

    Berasal dari Singapura, restoran ini menghadirkan makanan porsi jumbo.Berasal dari Singapura, restoran ini menghadirkan makanan porsi jumbo. Foto: detikFood

    Selain nasi kari ayam, ada juga menu Monster Premium Steak Omelette Curry (Rp 159.000). Menu ini disajikan di atas piring berdiameter 35cm dengan lauk yang lebih banyak. Sebab menggunakan potongan daging steak premium yang diolesi saus yakiniku sebagai pelengkapnya.

    Nasinya juga dibalut dengan telur omelette yang lembut dan irisan bawang putih goreng. Menariknya di Monster Curry pelanggan bisa menyesuaikan tingkat kepedasan kari sesuai selera melalui ikon ‘Flaming Hearts’ sehingga cita rasa hidangan semakin nikmat. Saus khas racikan restoran ini dibuat dari perpaduan cabai rawit, jahe, bawang putih, serta sentuhan bumbu rahasia.

    Berasal dari Singapura, restoran ini menghadirkan makanan porsi jumbo.Berasal dari Singapura, restoran ini menghadirkan makanan porsi jumbo. Foto: detikFood

    Rasa saus karinya mirip dengan yang pertama, hanya saja terasa lebih pedas karena ada sambal Flaming Hearts. Selain itu potongan daging steaknya juga bisa dipilih tingkat kematangannya, teksturnya pun lumer di mulut dan tidak alot sama sekali. Saat dipadukan dengan nasi dan omelettenya, menu kari steak ini memberi sensasi baru makan steak ala Jepang.

    4. Ada Monster Burger yang Sedap

    Berasal dari Singapura, restoran ini menghadirkan makanan porsi jumbo.Berasal dari Singapura, restoran ini menghadirkan makanan porsi jumbo. Foto: detikFood

    Tak hanya nasi kari saja yang dibuat porsi jumbo, tapi porsi makanan lainnya pun juga tak kalah besar. Salah satunyaMonster Fish Burger (Rp 79.000). Menu ini tampil memikat selera dengan patty ikan dori seberat 200 gram yang dilapisi tepung dan digoreng garing.

    Burger disajikan dengan tartar dan saus Thousand Island yang segar, lengkap dengan kentang gorengnya yang disajikan dengan saus cocolan curry mayo khas Monster Curry. Rasa burger ini enak dan bisa jadi alternatif bagi yang bosan makan beef atau chicken burger.

    Berasal dari Singapura, restoran ini menghadirkan makanan porsi jumbo.Berasal dari Singapura, restoran ini menghadirkan makanan porsi jumbo. Foto: detikFood

    Tersedia juga menu pelengkap lainnya seperti Miso Soup (Rp 9.900) hingga Corn Tempura (Rp 9.900), yang cocok jadi teman untuk makan nasi curry sampai jadi makanan pembuka.

    Selain menu-menu di atas, Monster Curry punya menu lainnya seperti aneka ramen, aneka Wafu Pasta atau pasta Jepang yang menggunakan seafood hingga dessert Honey Toast.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Cicip Fuyunghai Dua Saus hingga Bakso Goreng Hits dari Bandung


    Jakarta

    Berasal dari kota Bandung, restoran kekinian ini akhirnya buka cabang di Jakarta Selatan. Mereka memboyong aneka menu Chinese food dengan sentuhan baru yang sedap.

    RM Sinar Gakong hadir di kawasan Wijaya Grand Centre, Jakarta Selatan, membawa cita rasa akrab khas perpaduan masakan China-Indonesia yang sebelumnya sukses memikat penikmat kuliner di Bandung.

    Didirikan pertama kali pada 2023, rumah makan ini kini resmi merambah ibu kota dengan konsep sederhana tapi penuh karakter. Dinding berwarna hijau dan merah mencolok, kursi berwarna kuning terang yang terasa nyentrik, selaras dengan persona restoran ini.


    Meski bukan restoran yang fokus menyajikan hidangan Chinese food klasik atau autentik, makanan di RM Sinar Gakong tetap punya keistimewaan.Berbagai menu menjadi signature di sini.

    Seperti nasi goreng ala Hong Kong, Fuyunghai dengan dua saus,hingga bakso gorengnya yang juara. Baru sebulan dibuka, cabang Wijaya ini sudah ramai didatangi pelanggan setia maupun pengunjung baru yang penasaran dengan makanan-makanan di sini.

    Berikut beberapa menu yang wajib dicoba di RM Sinar Gakong cabang Jakarta.

    Detail Informasi RM SINAR GAKONG WIJAYA
    Nama Tempat Makan RM SINAR GAKONG WIJAYA
    Alamat [Wijaya Grand Centre, Jl. Wijaya II No.40 Blok C, Jakarta Selatan.
    No Telp 0856-5940-8121
    Jam Operasional 11.00 – 21.00
    Estimasi Harga Rp 30.000 – Rp 100.000
    Tipe Kuliner Chinese food
    Fasilitas

    1. Resto Chinese Food dari Bandung

    .RM Sinar Gakong menawarkan pengalaman bersantap yang hangat dan santai.. Foto: detikFood

    Bagi pencinta Chinese food kekinian, RM Sinar Gakong bisa menjadi pilihan yang patut dicoba. Setelah populer di Bandung, restoran ini kini hadir di Jakarta Selatan.

    Mengusung konsep tempat yang nyaman dengan dua lantai, RM Sinar Gakong menawarkan pengalaman bersantap yang hangat dan santai. Pilihan menunya beragam, mulai dari nasi goreng, fuyunghai, ayam nangking, hingga bakso goreng isi udang yang gurih dan renyah.

    Cita rasanya merupakan perpaduan gaya Chinese food ala Hong Kong dengan sentuhan bumbu khas Indonesia. Dengan harga mulai sekitar Rp 30.000 dan porsi yang melimpah, restoran ini bisa jadi pilihan menikmati comfort food bersama teman atau keluarga.

    2. Nasi Goreng Hong Hong dan Fuyunghai Gakong

    .Nasi Goreng Hong Kong. Foto: detikFood

    Ada lebih dari 30 menu makanan yang ditawarkan di RM Sinar Gakong, tapi salah satu yang paling direkomendasikan ada menu Nasi Goreng Hong Kong (Rp 35.000) dan Fuyunghai Gakong (Rp 35.000). Keduanya memiliki ‘twist’ yang membuat rasanya semakin enak.

    Pada Nasi Goreng Hong Kong, porsinya cukup banyak dengan nasi goreng tanpa kecap yang disajikan dengan irisan daging sapi dan telur. Aroma ‘smoky’ dari wok yang digunakan untuk mengoseng nasi gorengnya cukup harum, tapi yang membuat nasi goreng ini enak sangat gurih justru terletak pada tambahan irisan bawang merah berukuran besar yang cukup banyak.

    .Fuyunghai Gakong. Foto: detikFood

    Tak ketinggalan menu Fuyunghai Gakong yang juga menjadi bintang utama di resto ini. Jika biasanya fuyunghai hanya disajikan dengan saus asam manis, beda halnya di sini. Fuyunghai disajikan dengan dua saus berbeda yaitu saus asam manis dan saus kari kuning. Keduanya menghadirkan rasa unik dari fuyunghai bertekstur lembut, tapi tetap garing dan mengembang.


    3. Ayam Nangking dan GorTep Lada Garam

    .Ayam Nagking Jumbo. Foto: detikFood

    Selain menu nasi atau olahan mie, di RM Sinar Gakong ada banyak pilihan menu lauk untuk makan tengah. Paling laris ada Ayam Nagking Jumbo (Rp 55.000) yang tampil menarik dengan potongan daging ayam tepung krispi kemudian disajikan dengan irisan bawang bombay dan saus kental gurih.

    Tekstur dari ayamnya krispinya tidak keras, meski ukuran potongannya cukup tebal. Rasa bumbunya juga tak kalah menarik, karena tak hanya rasa gurih asam seperti saus Nangking kebanyakan, tapi di sini lebih dominan rasa ‘buttery’ dari menteganya.

    . Ayam GorTep Lada Garam. Foto: detikFood

    Ada juga menu ayam lainnya seperti Ayam GorTep Lada Garam (Rp 28.000), disajikan dengan bumbu dan irisan cabe yang royal. Rasanya asin gurih dengan sensasi pedas dari lada garam racikan Gakong.

    4. Bakso Goreng Andalan dan Teh Tarik Jumbo

    .Bakso Goreng Khas Gakong. Foto: detikFood

    RM Sinar Gakong tak hanya fokus menyajikan hidangan utama saja, tapi juga camilan. Salah satu menu yang wajib dipesan ada Bakso Goreng Khas Gakong (Rp 20.000), per porsi dapat tiga biji bakso goreng ukuran sedang yang garing.

    Meski harganya terjangkau, bakso goreng tidak mengecewakan. Dibuat dari campuran ikan tenggiri, daging ayam, udang, dan telur omega. Rasa bakso gorengnya gurih, umami dan teksturnya padat. Disajikan lengkap dengan saus cocolan manis pedas mirip seperti saus khas Thailand.

    .Es Teh Tarik Jumbo. Foto: detikFood

    Untuk teman ngemil bakso goreng, di sini bisa pesan Es Teh Tarik Jumbo (Rp 17.000). Menggunakan gelas besar, es teh tarik di RM Sinar Gakong tidak terlalu kental dan rasanya tak terlalu manis, cocok bagi yang tak suka minuman terlalu manis.

    Selain menu-menu di atas, RM Sinar Gakong masih punya berbagai pilihan makanan lainnya dari ngohiong sampai cumi mayo. Semua makanan di sini tidak mengandung ‘pork’ atau ‘lard’.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Viral Filadelfia Sushi dari Bali ‘Mendarat’ di Jakarta, Begini Kenikmatannya!


    Jakarta

    Bisnis sushi milik MasterChef di Bali berhasil viral dan bikin penasaran. Namanya Filadelfia Sushi yang kini hadir di selatan Jakarta dan sudah diantre panjang.

    Akhir-akhir ini beberapa tempat makan bergaya Jepang tengah disoroti di Jakarta dan kota-kota besar lain. Citarasa khas Asia yang erat dengan lidah orang Indonesia menjadi salah satu alasan menu tersebut digemari.

    Menu yang ditampilkan juga tidak hanya yang otentik, tapi juga menu fusion atau inovasi yang unik. Salah satunya sushi asal Bali yang dikreasikan oleh Anna Madani, kontestan MasterChef Indonesia musim ke-10.


    Bernama Filadelfia Sushi, kombinasi potongan salmon segar dan tebal dengan beberapa isian lainnya bikin banyak orang penasaran. Namun, ada angin segar yang dibawanya, Filadelfia Sushi dari Bali kini sudah hadir di Jakarta dan lebih mudah dipesan untuk foodies.

    Anna Madani, pemilik Filadelfia, mengaku keputusannya untuk hadir di Jakarta karena permintaan dari pelanggan yang tinggi. Semangat yang disampai sejalan dengan keinginan Anna untuk membuat Filadelfia menjadi sushi dengan konsep pengiriman yang mampu bersaing di kancah global.

    @detikfood Dari Bali langsung mendarat di Jakarta! 🍣🔥 Filadelfia Sushi akhirnya hadir dan… YES, rasanya tetap bikin nagih! Siap-siap antre, karena ini bukan sushi biasa 👀✨ #sushiviral #filadelfiasushi #placetogo #sushinjakarta #tiktokfood ♬ suara asli – 𝙑𝙄𝙎𝘾𝙊𝙐𝙉𝙏🎧

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan Filadelfia Jakarta (Salmon House)
    Alamat Jalan Margasatwa Raya No.5, Pondok Labu, Jakarta Selatan
    No Telp 0811-3099-9950
    Jam Operasional Setiap hari, 12.00 – 21.45 WIB
    Estimasi Harga Rp 129.000 – Rp 2.089.000
    Tipe Kuliner Fusion, Jepang
    Fasilitas
    • Area parkir
    • Hanya pengiriman pesanan
    • Hanya pengambilan pesanan
    • Pre-order
    • dll
    Filadelfia SushiBisnis sushi viral yang satu ini didirikan oleh Anna Madani, MasterChef Indonesia season 10. Foto: Diah Afrilian/detikcom

    Didirikan oleh MasterChef Indonesia

    Anna Madani merupakan kontestan MasterChef Indonesia musim ke-10. Bakatnya dalam dunia kuliner mengantarkan dirinya dalam kompetisi memasak bergengsi di Indonesia tersebut.

    Namun setelah dirinya selesai dari MasterChef ia tak tinggal diam. Anna mengembangkan sayapnya berkreasi dalam makananan melalui bisnis Filadelfia yang didirikannya pada 2019.

    Menurut penuturannya kepada detikFood, jauh sebelum bergabung MasterChef Indonesia, Anna sudah berprofesi sebagai private chef. Hal ini yang membuat tangannya piawai menyajikan hidangan lokal maupun internasional.

    “Aku memilih sushi karena aku merasa sangat aku memiliki passion di speciality itu, dengan konsepny clean, fresh premium product, cutting skill, dan elegan. Aku senang membuat makanan yang rapi, cantik, dan enak pada waktu bersamaan,” ungkap Anna.

    Alasan tersebut yang membuat Anna begitu mempertimbangkan penyajian sushi hingga pengemasannya yang unik dengan kotak kayu. Baginya, ada kepuasaan sendiri ketika makanan yang dibuatnya difoto oleh konsumennya.

    Filadelfia SushiAnna Madani berinovasi dengan memadukan ikan segar dan cream cheese melalui Filadelfia Sushi. Foto: Diah Afrilian/detikcom

    Kombinasi Sushi yang ‘Nekat’

    Filadelfia tidak hanya menyajikan sushi roll otentik bergaya Jepang dengan menonjolkan kesegaran salmon dengan potongan tebal. Justru Philadelphia Roll dan Classic Roll ala Filadelfia diburu oleh pelanggannya.

    Ciri khas sushi yang dihadirkan di sini adalah perpaduan antara ikan salmon segar dengan cream cheese. Gaya ini yang lantas dicetuskan oleh Filadelfia sebelum banyak sushi dari merek lain meniru jejaknya.

    “Dulu, di Indonesia hampir tidak ada yang berani menyatukan rasa ikan mentah dengan cream cheese. Terdengar aneh, bahkan (dianggap) ‘salah’. Tapi justru di situlah kami memulai revolusi kecil,” kata Anna.

    Filadelfia juga memiliki keunggulan pada potongan salmonnya yang tebal dan lebar. Bahkan cabangnya di Jakarta sendiri sampai dinamai Filadelfia Jakarta (Salmon House).

    Anna mengatakan punya filosofi sendiri untuk Filadelfia sushi yang diciptakannya. ‘Minimum rice, maximum fish’ merujuk pada kombinasi sushi dengan nasi yang tipis dengan potongan ikan tebal sehingga pelanggannya puas.

    “Setiap potongannya tebal, bersih, packaging yang premium, dan dibuat dengan presentasi yang ‘wow’. Karena bagi saya, sushi bukan hanya soal rasa, tapi juga tentang kepuasan, presisi, and penampilan,” lanjut Anna.

    Filadelfia SushiAnna menerapkan standar tinggi untuk menjaga kesegaran sushi-sushi di FIladelfia. Foto: Diah Afrilian/detikcom

    Rahasia Dapur Filadelfia Sushi

    Sebagai pemilik bisnis sushi tentu tantangan terbesarnya adalah menjaga kesegaran bahan baku. Mengingat Filadelfia identik dengan salmonnya yang segar, tebal, dan kenyal.

    Ternyata Anna juga punya trik sendiri untuk menyajikan sushi yang terjaga kesegarannya. Mulai dari penanganan dari supplier, pengolahan yang cepat, batas penyimpanan yang singkat, hingga menggunakan sedikit bumbu tambahan agar tetap menonjolkan kesegaran dan kelezatan alami dari salmon itu sendiri.

    “Di Filadelfia semua bahan aku perlakukan seperti bahan yang berharga. Disimpan dengan suhu yang tepat, diolah dengan cepat, dan tidak pernah disimpan terlalu lama…Karena bagiku, menghormati bahan berarti menjaga kesegarannya sejak awal hingga sampai ke tangan pelanggan,” ungkap Anna.

    Saat mengunjungi dapur produksinya di Pondok Labu, Jakarta Selatan, tim detikFood melihat bagaimana setiap sushi dijaga kesegarannya. Sushi-sushi yang sudah dipesan dari jauh-jauh hari hanya akan dibuat beberapa waktu sebelum diambil.

    Jadi, sushi tidak akan diam pada suhu ruang yang lama dan berisiko menurunkan kualitas kesegarannya. Begitu pula dengan kartu kecil yang diimbuhkan pada kemasan untuk menyarankan pelanggan menghabiskan sushinya tidak lebih dari 5 jam saja.

    Filadelfia SushiSalah satu menu unggulannya ada Philadelphia Classic yang memadukan salmon, cream cheese, nasi, dan nori. Foto: Diah Afrilian/detikcom

    Paduan Salmon dan Cream Cheese yang Nikmat

    Baru Grand Opening pada 2 November 2025, Filadelfia Sushi sudah diantre banyak foodies. Ketika disambangi pada Selasa, (11/11), menurut perwakilan cabang Jakarta, ada beberapa pelanggan yang sudah memesan sejak seminggu sebelumnya.

    Produksi yang dimulai pukul 12.00 WIB, bahkan mulai beroperasi sebelum jadwalnya untuk mengejar pesanan yang akan diambil oleh pelanggannya. Filadelfia tidak menutup pemesanan walk-in atau langsung, hanya saja jika pesanan sedang penuh, pelanggan harus rela menunggu hingga 4-5 jam untuk mendapatkan sushinya.

    Beruntung, di hari itu kami berhasil mendapatkan paket Philadelphia Classic yang dibanderol Rp 349.000 per paketnya. Menu yang satu ini berisi perpaduan salmon dan cream cheese di bagian dalamnya, digulung dengan nori dan nasi, serta lapisan salmon lagi di bagian luarnya.

    Tekstur ikan salmon yang kenyal dengan aroma minyak wijen yang harum menyeruak pada suapan pertama. Tambahan cream cheese memberikan tekstur creamy dan rasa umami yang khas pada setiap gulungan sushi.

    Tidak menggunakan banyak campuran bumbu membuat kesegaran dan rasa manis khas salmon segar terasa dengan jelas. Tidak ada aroma amis atau yang mengganggu sebab ikan yang digunakan dipastikan benar-benar segar.

    Dalam sepaket sushinya, kami juga mendapatkan tambahan berupa acar jahe, wasabi, edamame, dan soy sauce. Berisi 6 potong sushi dengan ketebalan masing-masing 2,5-3 centimeter membuat dua potong sushi saja bisa menghadirkan rasa kenyang.

    Ingin tempat makan atau produk Anda direview detikFood? Kirim email ke redaksi@detikfood.com

    (dfl/adr)





    Sumber : food.detik.com

  • Laris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg Bakso


    Jakarta

    Bermodalkan gerobak sederhana, bakso kaki lima satu ini sudah terkenal sejak 1980-an. Bahkan sampai sekarang masih ramai meski diapit dua resto bakso ternama.

    Di Jalan Cempaka Putih Raya, Jakarta Pusat banyak tempat makan hingga kafe yang bejejeran di sana. Tapi kuliner yang paling terkenal di jalanan ini bukan restoran atau kafe, justru warung bakso kaki lima yang dikenal dengan nama Bakso Taman Solo.

    Bakso Taman Solo ini diapit oleh dua resto bakso ternama yang konsepnya jelas lebih modern. Namun bakso kaki lima ini selalu dipenuhi pengunjung, bahkan di jam makan siang dan jam makan malam, banyak pengunjung yang rela antre untuk bisa mendapatkan tempat duduk di sini.


    Menu bakso yang ditawarkan di sini hanya dua jenis saja yaitu bakso urat dan bakso polos. Tapi mampu membuat banyak pelanggan setianya antre untuk makan di sini.

    1. Bakso Gerobakan Legendaris

    Laris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg BaksoLaris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg Bakso Foto: detikFood

    Meski lokasinya di pinggir Jalan Cempaka Putih Raya, tapi bangunan warung Bakso Taman Solo ini cukup mungil. Di sampingnya berdiri restoran Bakso Boedjangan dan di depannnya berdiri restoran Bakso Solo Samrat.

    “Dulu mulai berjualan sekitar tahun 1980-an, awalnya dari jualan pakai gerobak dekat kali di Cempaka Putih Tengah. Kemudian karena banyak pembeli akhirnya kita sewa lahan di sini sampai sekarang,” ungkap Sutardi selaku karyawan Bakso Taman Solo yang sudah bekerja di sana lebih dari 20 tahun.

    Laris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg BaksoLaris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg Bakso Foto: detikFood

    Menurut Sutardi, awal mereka berjualan di sini jalanan ini masih sepi. Baru beberapa tahun terakhir bermunculan restoran bahkan dua resto bakso ternama yang mengapit warung bakso kaki lima ini.

    “Tapi kita tidak pernah merasa tersaingi dengan kehadiran dua restoran bakso di sekitar sini. Kita percaya sudah ada porsi rezekinya masing-masing dan selera orang tidak bisa kita paksa,” ungkap Sutardi.

    2. Mampu Habiskan 50 Kg Bakso

    Laris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg BaksoLaris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg Bakso Foto: detikFood

    Bakso Taman Solo ini tidak memiliki cabang di Jabodetabek dan sudah buka dari jam 7 pagi. Jadi banyak yang mampir ke sini untuk sarapan hingga bungkus untuk makan siang.

    “Setiap harinya kita bisa habiskan 50 kg bakso, tapi kalau hari libur atau akhir pekan itu biasanya abisnya dua kali lipat,” jelas Sutardi. Semua bakso dibuat sendiri dengan resep yang tak pernah berubah sejak 44 tahun lalu.

    “Kalau ditanya ciri khas Bakso Taman Solo itu apa, mungkin bisa dikatakan terletak pada kuahnya ya. Di sini tipenya kuah kaldu sapi yang bening dan tidak berlemak. Kita juga tidak menyediakan tetelan jadi bagi orang yang tidak terlalu suka rasa bakso berlemak, mereka suka makan di sini,” sambung Sutardi.

    3. Bakso Enak Harga Murah

    Laris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg BaksoLaris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg Bakso Foto: detikFood

    Seporsi Bakso Polos dan Bakso Urat dibanderol harga Rp 24.000, sudah termasuk pilihan mie kuning atau bihun. Kalau bakso uratnya seporsi dapat tiga buah ukuran sedang, sementara untuk bakso polos dapat enam butir ukuran kecil.

    Rasa baksonya di Taman Solo Memang istimewa, bakso uratnya tipe urat halus tapi tetap berdaging atau meaty. Tekstur baksonya kenyal dan bagian dalamnya tetap garing, dipadukan dengan kuah kaldu sapi bening yang tetap gurih dan tidak hambar.

    Laris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg BaksoLaris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg Bakso Foto: detikFood

    Begitu juga bakso polosnya, rasa daging sapinya terasa karena campuran dagingnya lebih banyak ketimbang terigu. Yang menarik di sini sambalnya tipe sambal goreng yang sedikit berminyak tapi sengatan pedasnya terasa karena menggunakan rawit merah tanpa campuran.

    4. Bakso Langganan Artis

    Laris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg BaksoLaris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg Bakso Foto: detikFood

    Selain sambalnya yang bikin nagih, yang menarik pilihan saus, kecap dan cuka di sini juga berbeda dengan di tempat makan bakso lainnya.

    Untuk kecap mereka menggunakan Kecap Nasional, untuk saus sambal mereka menggunakan Sambal Sedap Harum produksi Semarang. Terakhir mereka menggunakan cuka biang tradisional dari Tjie Moy Kong.

    Laris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg BaksoLaris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg Bakso Foto: detikFood

    “Langganan kita banyak ya, sudah tidak terhitung. Bukan cuma dari Jakarta saja, tapi banyak dari luar kota rela ke sini cuma buat makan bakso di Taman Solo. Kalau artis yang sering makan di sini tuh ada Shanty Denny sampai Bara Valentino. Tapi kebanyakan food vlogger sama YouTuber sering syuting buat video di sini,” pungkas Sutardi.

    Oh ya, Bakso Taman Solo ini sudah bisa dipesan di semua aplikasi makanan online. Kalau mau makan di sini hindari jam makan siang agar tidak perlu mengantre lama.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Nasi Goreng Pete Guan Tjo, Nasi Goreng Jadul yang Tetap Digemari


    Bogor

    Di kota Bogor tepatnya di Jalan Suryakencana ada tempat makan nasi goreng berusia setengah abad. Nasi goreng di sini terkenal dengan topping pete gorengnya.

    Tak sulit untuk mencari kuliner legendaris yang enak dan beragam di Bogor. Di kota ini ada puluhan tempat makan yang uisanya mencapai setengah abad lebih dan masih diminati sampai sekarang.

    Salah satunya ada kedai makan sederhana bernama Nasi Goreng Guan Tjo yang berada di Jalan Suryakencana. Bagi warga Bogor, nama nasi goreng ini sudah tidak asing lagi yang pertama kali berdiri pada tahun 1965 silam.


    Selama lebih dari enam puluh tahun berdiri ternyata ada banyak kisah menarik di balik Nasi Goreng Guan Tjo. Misalnya kisah pemilik generasi pertama yaitu Lo Kan Tjiong yang merupakan pendiri dari Guan Tjo.

    Nasi Goreng Pete Guan Tjo, Nasi Goreng Jadul yang Tetap DigemariNasi Goreng Pete Guan Tjo, Nasi Goreng Jadul yang Tetap Digemari Foto: detikFood

    Menurut salah satu karyawan Nasi Goreng Guan Tjo bernama Jajat, ia menceritakan bahwa dulunya Lo Kan Tjiong berjualan di pasar tradisional hanya menggunakan gerobak.

    “Kalau pindah ke Jalan Suryakencana memang baru 12 tahun. Tapi kalau mulai jualan sendiri dari tahun 1965, sekarang nasi goreng ini dikelola oleh generasi kedua dari Lo Kan Tjiong,” jelas Jajat.

    Nasi Goreng Guan Tjo uniknya tidak pernah berjualan sendirian, melainkan Lo Kan Tjiong berteman baik dengan Lo Kan Wat yang berdagang bubur kacang ijo serta Pak Oo yang terkenal dengan sate sumsum sapinya.

    Jadi mereka bertiga selalu berjualan beriringan sampai sekarang. Sayangnya saat detikFood sampai ke kedai Nasi Goreng Guan Tjo, bubur kacang ijo maupun sate sumsumnya sedang tutup. Jadi hanya ada nasi gorengnya saja.

    Nasi Goreng Pete Guan Tjo, Nasi Goreng Jadul yang Tetap DigemariNasi Goreng Pete Guan Tjo, Nasi Goreng Jadul yang Tetap Digemari Foto: detikFood

    “Kalau untuk ciri khas nasi goreng Guan Tjo yang pasti itu kita pakai topping pete (petai) goreng. Jadi petenya tidak kita tumis bareng nasi dan bumbu, melainkan kita goreng dulu sampai garing baru di atasnya kita taburkan pete. Sehingga rasa dan bumbu nasi gorengnya tidak beraroma pete,” jelas Jajat yang sudah menjadi karyawan sekaligus juru masak di Nasi Goreng Guan Tjo sejak 12 tahun lalu.

    Menu yang ditawarkan memang sederhana hanya dua jenis nasi goreng saja, yaitu Nasi Goreng Ayam Pete (Rp 35.000) atau Nasi Goreng Ayam Sosis (Rp 35.000).

    “Mungkin bisa dibilang ini nasi goreng gaya Chinese yang klasik. Karena isian nasi goreng di sini cuma telur, daging ayam, dengan topping pete atau sosis. Sama mungkin yang membedakan karena di bumbu tumisan nasi goreng kita kasih bubuk ebi kering biar rasanya lebih gurih,” sambung Jajat.

    Nasi Goreng Pete Guan Tjo, Nasi Goreng Jadul yang Tetap DigemariNasi Goreng Pete Guan Tjo, Nasi Goreng Jadul yang Tetap Digemari Foto: detikFood

    Benar saja rasa nasi goreng petenya sangat garing dan tidak lembek. Rasa gurih dari ebi dan tumisan bumbu yang pas membuat nasi goreng Guan Tjo ini menjadi spesial meski bahan-bahannya sederhana.

    Nasi gorengnya juga tidak berminyak dan rasa petenya juga tidak pahit karena sudah digoreng lebih dulu sampai garing. Lengkap dengan acar timun dan acar rawitnya yang segar dan bisa diambil sepuasnya.

    Nasi Goreng Pete Guan Tjo, Nasi Goreng Jadul yang Tetap DigemariNasi Goreng Pete Guan Tjo, Nasi Goreng Jadul yang Tetap Digemari Foto: detikFood

    Meski kini bermunculan banyak restoran hingga tempat makan nasi goreng yang lebih modern, namun Nasi Goreng Guan Tjo tetap memegang predikat sebagai nasi goreng legendaris sekaligus salah satu nasi goreng tertua yang ada di Bogor sampai sekarang.

    Bagi yang tertarik mampir untuk mencicipi nasi goreng petenya yang legendaris, setiap harinya kedai nasi goreng ini buka dari jam 11.00 – 20.00. Pembayaran bisa non-tunai dan sudah bisa dipesan di aplikasi ojek online. Oh ya, semua menu di sini halal.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979


    Jakarta

    Sudah berjualan lebih dari 45 tahun dan tetap diantre pembeli. Warung ayam goreng legendaris di bogor ini setiap harinya bisa menjual 350 ekor ayam.

    Penggemar ayam goreng dan masakan rumahan khas Sunda pasti sudah tidak asing lagi dengan tempat makan satu ini. Namanya Ayam Goreng Warung Doyong 1 yang terletak di Jalan Pahlawan No. 43 di Kota Bogor, Jawa Barat.

    Sering diulas oleh berbagai acara kuliner di tv sampai food vlogger ternama, tempat makan tradisional ini ternyata sudah berdiri sejak tahun 1979 dan kian ramai sampai sekarang.


    Bahkan dalam satu hari bisa menghabiskan lebih dari 200-350 ekor ayam pejantan yang menjadi menu andalan.

    1. Ayam Goreng Serundeng Legendaris

    Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979 Foto: detikFood

    Menurut Ibu Yuniawati selaku pemilik dari Warung Doyong 1, usahanya ini pertama kali ia dirikan di kota Bogor sejak taun 1979. Saat itu kondisinya memang tidak seramai sekarang, menu makanan yang dijual juga awalnya hanya fokus ke ayam goreng saja.

    Puluhan tahun berselang dan usaha ayam gorengnya ini makin terkenal dan ramai pengunjung, Ibu Yuniawati inisiatif mulai menambahkan aneka masakan rumahan khas Sunda sebagai pelengkap untuk makan ayam goreng di tempatnya.

    Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979 Foto: detikFood

    “Di sini kita pakai ayam penjantan, karena ayam kampung kan harganya lebih mahal ya. Di sini kita lebih fokus pada penggunaan bumbu ungkepnya ya, kita di sini pakai honje atau kecombrang,” ungkap Ibu Yuniawati ke detikFood (24/02).

    2. Menggunakan Racikan Bumbu Jadul

    Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979 Foto: detikFood

    “Kalau dulu konsepnya sistem pesan baru kita keluarkan ayam gorengnya. Nah, karena pengunjungnya semakin banyak jadi saya memutuskan untuk mengubah konsep menjadi prasmanan. Agar orang lebih cepat mendapatkan makanan dan ayam gorengnya,” ungkap Ibu Yuniawati yang memastikan bahwa ayam goreng di sini siap tersaji tanpa perlu menunggu.

    Ketika ditanya apa yang membedakan ayam goreng di Warung Doyong 1 dengan yang lain, Ibu Yuniawati menjawab bahwa semua racikan bumbunya masih terbilang jadul.

    Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979 Foto: detikFood

    “Selain bumbu ungkepnya pakai kecombrang, ayam goreng kita punya serundeng yang beda dari tempat lain. Serundeng kita itu pakai lengkuas, kecombrang sama sereh. Jadi makan serundeng sama nasi saja sudah enak karena kaya rempah,” sambung Ibu Yuniawati.

    3. Jualan dari Harga Rp 4.000

    Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979 Foto: detikFood

    Karena racikan bumbu yang sederhana inilah yang membuat orang-orang justru ketagihan dengan rasa ayam goreng gurih di Warung Doyong 1. Menurut Ibu Yuniawati, warungnya selalu diserbu para pembeli dari pagi sampai siang hari.

    “Setiap hari Warung Doyong 1 ini buka dari jam 08.00 sampai jam 14.00 saja. Tapi memang kalau di atas jam 11.00, itu makanan prasmananannya sudah tidak lengkap. Orang ke sini memang untuk sarapan sekaligus makan siang,” sambung Ibu Yuniawati.

    Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979 Foto: detikFood

    Ia juga bercerita bahwa di awal ia mendirikan warung ayam goreng ini, ia menjual sepotong ayam goreng di harga Rp 4.000 saja.

    “Awal buka saya jual ayam gorengnya per potong itu Rp 4.000 saja, sekarang kita jual harganya Rp 18.000 per potong sejak empat tahun lalu belum naik lagi,” tuturnya.

    4. Ayam Goreng dan Makanan Sunda Enak

    Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979 Foto: detikFood

    Meski pengunjungnya selalu ramai tapi tak perlu khawatir untuk mengantre lama, karena area makannya cukup luas. Di meja prasmanan, Ibu Yuniawati setiap harinya menyuguhkan 20 jenis masakan rumahan yang dibuat secara fresh sehingga rasa dan kualitasnya terjaga.

    “Selain ayam goreng bisa ambil prasmanan lauk lainya seperti udang balado, tempe orek, tumis toge tahu, perkede, tahu isi, kikil, tumis oncom, paru goreng hingga sayur asem,” tuturnya.

    Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979Ibu Yuniawati pemilik Warung Doyong Sejak 1979 Foto: detikFood

    Rasa ayam gorengnya memang sudah tidak diragukan lagi, bumbu ungkepan yang meresap hingga sempurna ditambah dengan serundengnya yang gurih. Meski menggunakan ayam penjantan tapi tekstur dagingnya tetap juicy dan tidak keras sama sekali. Lauk lain seperti tumis oncom hingga kentang kecap juga menambah kelezatan dari ayam goreng legendaris ini.

    “Untuk sambal dan teh tawar hangat bisa tambah sepuasnya dan gratis. Kita buka setiap hari kecuali hari senin dan kita tidak ada cabang,” pungkas Ibu Yuniawati.

    Bagi yang tertarik ingin mencicipi ayam goreng legendaris satu ini wajib datang di bawah jam 11.00 siang, agar tidak kehabisan. Yuk mampir!

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Ini 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old Shanghai


    Jakarta

    Di kawasan Old Shanghai, Jakarta ada banyak jajanan kaki lima dengan tampilan modern dan kekinian yang menarik. Dari kue cubit hingga bakso goreng.

    Old Shanghai merupakan salah satu tempat wisata kuliner terbaru di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Timur. Wisata kuliner ini dibangun dan dikembangkan oleh Agung Sedayu Group.

    Dengan konsep wisata kuliner semi outdoor dan semi indoor, totalnya ada puluhan gerai makanan yang bisa dicoba di sini. Tak ketinggalan jajaran kuliner kaki lima yang dikemas apik dan modern di Old Shanghai.


    Berikut enam rekomendasi makanan, camilan hingga dessert enak yang bisa ditemukan di Old Shanghai.

    1. Baso Goreng Goki

    Ini 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old ShanghaiIni 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old Shanghai Foto: detikFood

    Penggemar jajanan gurih bisa coba Baso Goreng Goki yang ada di dalam Old Shanghai. Di sini menjual bakso goreng halal yang menggunakan campuran ayam dan udang.

    Per porsinya sekitar Rp 40.000 terdiri dari lima buah bakso goreng ukuran sedang. Tekstur bakso goreng di sini renyah dan gurih, apalagi dicocol dengan saus sambalnya yang khas. Dijamin bikin nagih!

    2. Cortners

    Ini 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old ShanghaiIni 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old Shanghai Foto: detikFood

    Tak jauh dari gerai Baso Goreng Goki, ada Cortners yang spesialis menyajikan jajanan kaki lima modern. Di sini menjual beragam camilan dari hottang, waffle dengan es krim, crispy chicken sampai churros.

    Selain itu di sini ada menu andalannya yaitu Cempedak Goreng harganya Rp 23.000 saja sudah dapat cocolan gula aren yang legit. Oh ya, gorengan cempedak di sini digoreng dadakan jadi dijamin masih panas saat dimakan.

    3. Kedai Kue Cubit

    Ini 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old ShanghaiIni 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old Shanghai Foto: detikFood

    Bagi yang mau nostalgia dengan jajanan klasik dari era 90an, bisa ke Kedai Kue Cubit yang masih satu deretan dengan Cortners. Gerai ini menjual berbagai rasa kue cubit dengan topping kekinian seperti Nutella, Lotus Biscoff, Skippy dan masih banyak lagi.

    Kalau ingin cicip semua rasanya bisa coba Kue Cubit Mix isi 12 dengan aneka topping yang berbeda. Harganya Rp 35.000 per porsi, bisa pesan matang atau setengah matang.

    4. Gerobak Ku

    Ini 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old ShanghaiIni 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old Shanghai Foto: detikFood

    Kalau ingin makan kenyang dan hemat di dalam Old Shanghai, tak perlu khawatir di sini banyak makanan dengan harga terjangkau. Salah satunya kedai Gerobak Ku menawarkan rice bowl dengan lauk yang minimalis.

    Salah satunya ada menu Gohyong Asam Manis dengan nasi seharga Rp 25.000 yang mengenyangkan. Bisa juga pesan Ayam Jagung dengan Kentang goreng seharga Rp 25.000 yang tak kalah enak.

    5. Halo Meals

    Ini 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old ShanghaiIni 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old Shanghai Foto: detikFood

    Kalau masih belum kenyang, ada gerai Halo Meals yang memiliki menu unik dan berbeda dari yang lain. Di sini mengusung konsep rice bowl, tapi yang menarik menunya ada ayam goreng hitam yang menggunakan charcoal.

    Menu yang wajib dicoba ada Rice Bowl Matah (Rp 45.000), lalu ada camilan Cumi Hitam Crispy Balado (Rp 35.000) yang rasanya unik. Oh ya porsi kedua makanan ini juga royal dan bisa disantap untuk 1-2 orang lho.

    6. Teh Kotjok

    Ini 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old ShanghaiIni 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old Shanghai Foto: detikFood

    Puas ngemil dan makan enak sambil keliling di Old Shanghai, waktunya menyegarkan dahaga dengan yang manis-manis. Di Old Shanghai ada gerai Teh Kotjok yang lagi hits dan diminati di sana.

    Menu Teh Kotjok dengan cincau dan buah leci ini harganya kisaran Rp 24.000 saja. Proses pembuatan teh yang dikocok membuat rasa manis cincau hingga lecinya menyatu dengan sempurna.

    Semua gerai makanan di Old Shanghai rata-rata beroperasi dari jam 10.00 – 21.30. Semua pembayaran sudah bisa menggunakan QRIS jadi aman kalau mau jajan di sini. Yuk mampir!

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs Renyah


    Jakarta

    Penggemar iga bakar wajib mampir ke ‘food truck’ satu ini. Tempat makan ini menawarkan iga bakar Australia berukuran besar dengan harga terjangkau.

    Akhir-akhir ini menu iga bakar menjadi sensasi kuliner terbaru di media sosial. Bermunculannya tempat makan iga modern sampai yang tradisional membuat makanan satu ini tengah dicari para foodies.

    Di kawasan Kelapa Gading, muncul food truck yang menjual iga bakar sapi yang 100% menggunakan iga sapi dari Australia. Nama tempat makannya Atu Dua Iga.


    Menu yang ditawarkan di sini tak neko-neko, hanya ada iga bakar dengan menu pelengkap seperti kentang goreng, nasi sampai corn ribs. Harganya masih terbilang terjangkau untuk menu iga sapi.

    Berikut beberapa menu yang laris manis di Atu Dua Iga.

    Detail Informasi Atu Dua Iga Sapi Semuanya
    Nama Tempat Makan Atu Dua Iga Sapi Semuanya
    Alamat JL. Raya Kelapa Hybrida No. 17 Blok RB 1.
    Kelapa Gading, Jakarta Utara.
    Instagram @atuduaigasapi
    Jam Operasional Jam Buka: 12.00 – 23.00
    Estimasi Harga Rp 65.000 – Rp 100.000
    Tipe Kuliner Iga Bakar.
    Fasilitas
    • Cashless
    • Parking Area
    • Outdoor

    1. Iga Bakar Konsep Food Truck

    Atu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs RenyahAtu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs Renyah Foto: detikFood

    Meski baru dibuka pada bulan Januari lalu, tempat makan Atu Dua Iga yang berlokasi di Jalan Kelapa Hibrida Raya, Jakarta Utara berkembang dengan pesat. Awalnya tempat makan ini mengusung konsep street food atau makanan kaki lima, lengkap dengan food truck atau mobil makanan sebagai dapur mereka.

    Menu utama di Atu Dua Iga tentunya ada iga bakar yang disajikan dengan saus olesan pilihan. Kalau suka rasa iga bakar yang gurih manis dan sedikit asam, Atu Dua Iga punya bumbu Barbeque yang medok.

    Sementara untuk cita rasa lokal, ada olesan bumbu rendang yang tak kalah berempah dan cocok dipadukan dengan empuknya iga bakar yang berasal dari Australia. Oh ya, harga makanan di sini tetap terjangkau. Kisaran harganya dari Rp 79.000 sudah dapat paket dua potong iga bakar dengan menu pelengkap.

    2. Iga Bakar dengan Bumbu Pilihan

    Atu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs RenyahAtu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs Renyah Foto: detikFood

    Tempat makan yang cukup viral di media sosial ini dalam hitungan bulan sudah pindah ke ruko di alamat yang sama, lalu membuka cabang terbaru mereka di Sunter. Rupanya alasan mengapa orang-orang kembali lagi untuk makan di Atu Dua Iga, terletak pada kualitas iga sapi yang tak main-main.

    Potongan iga sapinya cukup besar dan bagian dagingya pun tak alot. Karena sebelum dibakar, iga sapi lebih dulu direbus sampai teksturnya empuk dan matang.

    Baru setelah itu iga dibakar di atas arang lalu diolesi bumbu BBQ atau bumbu rendang hingga medok selama 10-15 menit, sampai bumbu benar-benar menyerap ke daging. Aroma semerbak daging panggang langsung tercium saat makanan disajikan.

    Atu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs RenyahAtu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs Renyah Foto: detikFood

    Tak ketinggalan ada Corn Ribs, yaitu camilan jagung manis yang dipotong secara vertikal dan digorneg sampai garing. Menu pelengkap ini jarang ditemukan di tempat makan iga lainnya di Jakarta, yang kebanyakan hanya menyediakan nasi atau kentang.

    3. Iga Paket Regular

    Atu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs RenyahAtu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs Renyah Foto: detikFood

    Kalau mau makan iga bakar yang puas dan mengenyangkan, bisa pilih menu ‘Paket Regular (Rp 99.000). Paket ini terdiri dari tiga iga bakar impor Austalia, kemudian disajikan dengan pilihan kentang goreng atau nasi putih. Serta tambahan Corn Ribs dengan saus BBQ atau rendang.

    Walau pembelinya banyak tapi makanan disajikan cukup cepat. Satu potong daging iga beratnya sekitar 150 gram, jadi di menu ini ada 750 gram daging iga sapi yang bisa dilahap. Jika memilih saus BBQ, olesan sausnya ini menyerap sempurna ke daging iga.

    Atu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs RenyahAtu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs Renyah Foto: detikFood

    Selain itu tekstur dagingnya sangat empuk dan lembut sampai mudah terlepas dari tulang. Tak perlu tenaga untuk mengunyahnya. Rasa saus BBQ-nya lebih gaya saus BBQ Amerika yang sedikit asam segar. Justru rasa asam segar ini yang justru menyempurnakan gurihnya daging iga bakar.

    4. Iga Paket Small

    Atu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs RenyahAtu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs Renyah Foto: detikFood

    Selain paket regular, ada Paket Small Rendang (Rp 79.000). Perbedaannya ada pada porsi iga, di paket ini hanya mendapatkan dua potong iga dengan total berat 300 gram. Bisa pilih mau dimakan pakai nasi atau kentang goreng.

    Walau sekilas tampilan iga bakar ini mirip dengan menu yang pertama, tapi jika diperhatikan lebih dalam olesan saus rendang menambah tekstur dari permukaan kulit iga sapi yang lumayan garing tapi tetap lembut.

    Atu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs RenyahAtu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs Renyah Foto: detikFood

    Rasa olesan saus rendangnya juga tak asal, mirip seperti makan rendang khas Minang. Ada sensasi rempah gurih dari bumbu rendang dan sedikit pedas di ujung suapan. Menu ini cocok untuk penggemar pedas, karena di Atu Dua Iga tidak menyediakan sambal, hanya ada tambahan saus (Rp 5.000).

    Jangan lupa makan iganya dengan Corn Ribs yang bikin nagih. Tekstur garing dan renyah di luar, tapi rasa manis jagungnya bikin tak bisa berhenti ngunyah. Porsinya pun tak pelit.

    Atu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs RenyahAtu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs Renyah Foto: detikFood

    Selain menu di atas, Atu Dua Iga menawarkan paket iga bakar a la carte. Dari harga Rp 65.000 saja untuk dua iga bakar ukuran 300 gram. Semua makanan dan minuman di sini halal dan pembayaran bisa menggunakan non-tunai.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989


    Jakarta

    Di tengah banyaknya kafe dan restoran modern di Tebet, masih ada warung pempek tersembunyi yang legendaris. Sudah ada sejak tahun 1989.

    Blusukan cari kuliner enak di Tebet bisa dibilang susah-susah gampang. Karena di wilayah Tebet sendiri tak terhitung berapa banyak tempat makan, kafe sampai restoran modern yang terus bermunculan.

    Di antara kuliner modern dan viral di Tebet, masih ada tempat makan yang bisa dibilang ‘hidden gem’ atau tersembunyi. Salah satunya warung sederhana Pempek Palembang Enak milik Bu Emi. Warung pempek ini sudah berdiri sejak tahun 1989 di Jalan Tebet Timur Dalam III.


    Selama lebih dari 35 tahun berjualan, Ibu Emi masih mempertahankan resep hingga cita rasa pempek autentik Palembang yang digemari banyak orang. Berikut penelusurannya.

    1. Warung Pempek Legendaris di Tebet

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Ibu Emi jualan pempek di Tebet dari 1989 Foto: detikFood

    Kalau membicarakan kuliner legendaris di kawasan Tebet, orang-orang biasanya lebih mengingat warung mie ayam atau bakso yang banyak ditemukan di sana. Ternyata selain bakso dan mie ayam legendaris, Tebet punya warung pempek sederhana yang ada sejak 1989.

    Warung Pempek Palembang Enak ini diapit oleh restoran dan kafe modern di Jalan Tebet Timur Dalam III. Sang pemilik Ibu Emi, merantau ke Jakarta pada tahun 1980-an dari Palembang dan akhirnya memutuskan untuk jualan pempek sendiri di Tebet.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    “Saya asli orang Palembang, dulu merantau ke Jakarta kerja dulu cari pengalaman. Habis itu saya buka warung pempek ini tahun 1989. Saya dari kecil memang sudah terbiasa buat pempek, diajarin oleh ibu saya, jadi pas besar pun langsung jualan pempek pakai resep keluarga,” ungkap Ibu Emi ke detikFood (05/07).

    2. Menu Pempek Autentik Palembang

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Setiap harinya Ibu Emi dibantu dengan dua anaknya membuat enam jenis pempek dari jam empat pagi. Yaitu pempek jenis Kapal Selam, Lenjer Besar, Telor Kecil, Lenjer Kecil, Adaan, Tahu, Kulit, Pistel hingga Pempek Belah.

    “Kalau di sini memang ada beberapa pempek yang jarang ditemukan di penjual pempek di Jakarta. Misalnya seperti pempek tahu, pempek pistel yang isinya pepaya lalu ada pempek belah isinya sambal,” sambung Ibu Emi.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Untuk adonan pempeknya, Ibu Emi selalu memakan perbandingan 1:1 antara ikan tenggiri dan adonan terigu, jadi dari segi rasa semua pempeknya ini tetap terasa ikannya.

    “Pempek buatan saya ini dibuat fresh setiap harinya, tidak pakai pengawet, pemutih atau bahan-bahan lainnya. Kalau disimpan di freezer bisa tahan lebih dari sebulan, banyak pelanggan yang datang buat stok makan di rumah,” pungkas Ibu Emi.

    3. Direkomendasikan Pemkot Jakarta Selatan

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Semua menu pempek buatan Ibu Emi memang tak perlu diragukan lagi. Bahkan warung pempeknya sempat direkomendasikan oleh Pemerintah Kota Jakarta Selatan di Instagram mereka sebagai salah satu kuliner di Jakarta Selatan yang harus dicoba.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Yang paling unik dari pempek di sini tentunya menu Pempek Stick Crispy (Rp 20.000). Ibu Emi berkreasi dengan membuat adonan pempek lenjer yang diiris tipis hingga menyerupai potongan kentang, lalu digoreng sampai garing. Teksturnya mirip seperti kentang goreng yang renyah, bedanya rasanya tetap seperti pempek yang enak.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Begitu juga dengan menu pempek kecilnya seperti Adaan, Kulit hingga Pistel. Tekstur bagian dalam pempek masih empuk dan tidak keras, rasa ikan tenggirinya tak amis sama sekali, lengkap dengan cuko khas Palembang yang dominan rasa pedas dan asam serta sedikit kental.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Kisaran harga pempek kecil di warung ini hanya Rp 7.000 saja dengan ukuran yang cukup besar. Sementar untuk menu pempek besar harganya Rp 20.000 per biji dan bisa disajikan dengan mie kuning, irisan timun serta ebi.

    4. Pempek Enak Bikin Nostalgia

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    “Karena saya berasal dari Palembang, jadi di warung ini saya tak hanya menjual pempek saja. Tapi saya jual makanan rumahan khas Palembang lainnya misalnya Tekwan, Model, Lenggang dan Rujak Mie Tahu itu harganya Rp 20.000 saja per porsi. Ada juga Es Kacang Merah harga Rp 15.000, itu kacangnya saya presto dulu sampai empuk,” lanjut Ibu Emi.

    Seperti menu Lenggang dan Model, keduanya memiliki ciri khas tersendiri. Untuk lenggang, irisan pempek dan telurnya jadi ciri khas. Sementara untuk Mode, pempek tahu diberi kuah kaldu dengan irisan jamur dan sayur.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    “Sebenarnya ada laksa Palembang tapi orang Jakrta lebih suka sama kuah yang bening seperti Tekwan dan Model,” pungkas Ibu Emi.

    Pelanggan Ibu Emi datang dari berbagai tempat, salah satunya ada Ibu Tut Wuri Handayani yang akrab disapa Ibu Tutut. Dia dan teman-temannya memang baru jadi pelanggan selama tiga tahun, tapi jika sedang berada di Tebet, ia tak pernah absen makan pempek ini.

    “Yang saya suka dari pempek buatan Ibu Emi ini, rasanya tuh cocok di lidah saya. Semuanya pas, harganya juga masih terjangkau dan pilihan pempeknya banyak. Jadi saya meski rumahnya di Pasar Rebo, tapi bela-belain makan di sini kalau sedang ke wilayah Tebet,” pungkas Ibu Tutut.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Setiap harinya Warung Pempek Palembang Enak buka dari jam 08.00 – 17.00. Mulai dari tanggal 20 Juli 2024 nanti, Ibu Emi akan pindah tempat berjualan ke ART Dining yang ada di Tebet Timur Dalam No. 4. Dengan tempat makan yang lebih luas dan modern. Yuk mampir!

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com