Kondisi market kripto awal pekan ini, Senin (6/6) terlihat tampak optimis. Bitcoin (BTC) dan altcoin lainnya yang masuk dalam daftar aset kripto berkapitalisasi besar sukses mengalami kenaikan harga dalam 24 jam terakhir.
Melansir situs CoinMarketCap pada perdagangan hari Senin (6/6) pukul 10.00 WIB, BTC alami kenaikan 4.05% ke harga $ 30,973, Ethereum (ETH) naik ke $ 1.861 atau 3,93 %. Sementara, Cardano (ADA), Solana (SOL) dan Polkadot (DOT) masing-masing melonjak di atas 4%.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan pergerakan aset kripto di awal pekan ini cukup membuat investor optimis, meski sebenarnya rentang kenaikan ini sudah terjadi juga pada pekan-pekan sebelumnya. Misalnya saja Bitcoin yang terus saja diperdagangkan di angka $29.000-$30.000.
“Perdagangan Bitcoin sebenarnya masih tetap lemah. BTC belum menginjak rentang harga $ 31.000 hingga $ 32.000 di mana itu adalah level resistance-nya. Satu hal yang dikhawatirkan adalah aksi jual akan marak ketika BTC naik sedikit dan bisa membuatnya kembali ke bawah $ 30.000. Sehingga harga BTC tampaknya bakal tetap sideways,” kata Afid.
Ilustrasi market aset kripto. Foto: Roy Buri, Pixabay.
Pekan ini, pergerakan market kripto harus mengantisipasi respons The Fed terhadap data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis pada hari Jumat (10/6) mendatang. Ini berupa dokumen Indeks Harga Konsumen (consumer price index/CPI) untuk bulan Mei lalu yang dapat memicu volatilitas, jika inflasi terbukti berjalan di atas ekspektasi yang sudah tinggi.
“Pergerakan harga aset kripto secara keseluruhan sebenarnya masih naik-turun sangat tipis. Apalagi, investor kemungkinan masih akan cenderung melakukan aksi jual pekan ini karena dibayang-bayangi kebijakan moneter agresif The Fed,” ucap Afid.
Lebih lanjut Afid menjelaskan investor bisa memanfaatkan trading volume yang kecil untuk melakukan price actions sebelum pasar kembali bergejolak dan alami penurunan yang dalam.
Investor akan mendapatkan ukuran terbaru tentang seberapa cepat kenaikan harga barang dan jasa di seluruh AS ketika Biro Statistik Tenaga Kerja merilis Indeks Harga Konsumen terbaru Jumat nanti.
Sebagai langkah antisipasi inflasi inflasi mendekati level tertinggi 40 tahun, pembuat kebijakan The Fed akan segera mengendalikan dengan kenaikan suku bunga, sehingga memicu kekhawatiran langkah-langkah tersebut dapat meredam pertumbuhan ekonomi.
Pergerakan market aset kripto dalam seminggu terakhir, memang bikin wajah investor muram dan senyum dalam waktu yang berdekatan. Membuka awal pekan ini, market sempat menghijau, tapi tak lama trus anjlok dan menjelang akhir pekan kembali positif.
Dalam pantauan situs CoinMarketCap pada Jumat (3/6) pukul 15.00 WIB secara umum market kripto berkinerja apik. 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar berhasil melaju ke zona hijau dalama 24 jam terakhir. Seperti, Bitcoin (BTC) berhasil tumbuh 1,81% dalam sehari terakhir dan kini berada di US$ 30.480,2. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) naik 0,75% ke US$ 1.828,6 di waktu yang sama.
Altcoin lainnya pun ikut menguat meski dengan angka yang tak begitu signifikan. Binance Coin (BNB), Dogecoin (DOGE) dan XRP kompak tumbuh di atas 2% dalam sehari belakangan. Sementara itu, Solana (SOL) dan Cardano (ADA) tumbuh lebih dari 4% di waktu yang sama.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan stabilnya market aset kripto menjelang akhri pekan pertama bulan Juni ini, mengikuti pergerakan yang terjadi di pasar saham. Laju kencang indeks saham AS berimbas pada market kripto yang kembali bergairah, sehingga investor percaya diri untuk melakukan aksi beli.
“Ada kecenderungan investor kini kembali tergugah masuk ke pasar aset berisiko. Hal ini sejalan dengan tren positif di pasar saham. Namun, ada kemungkinan ini tidak akan berlangsung lama. Market kripto belum memiliki sentimen yang kuat untuk reli kencang dalam waktu dekat,” kata Afid.
Lebih lanjut, Afid memperingatkan kinerja pasar kripto yang mulai stabil ini, bisa saja kembali berumur pendek. Sentimen pasar pun masih terpantau bearish akibat situasi makroekonomi yang tidak menentu. Investor masih dihadapkan pada ancaman resesi ekonomi, kebijakan moneter agresif The Fed, dan inflasi yang meroket.
Pasalnya, dari sisi analisis teknikal, harga-harga aset kripto masih bergerak di rentang harga yang sangat pendek dan bahkan belum sukses menembus level resistance-nya. Seperti, Bitcoin harus menyentuh level $ 33.500 untuk memulai fase bullish-nya.
“Jika Bitcoin tidak mampu mempertahankan level saat ini atau kembali menembus harga di atas $ 30.000, maka akan melanjutkan periode bearish-nya, di pemberhentian pertama di level $ 28.630. Namun, jika harga rebound dari $ 28.600, BTC dapat kembali mencoba reli ke $ 32.659,” kata Afid.
Prediksi Bitcoin ke level $ 14.000
Kontributor CryptoQuant, Venturefounder, menyebutkan jika ditilik dari pola historis setelah siklus halving Bitcoin sebelumnya, maka harga terendah makro BTC saat ini berada di level $ 14.000-$ 21.000. Ia menganalisis bahwa kemungkinan level tersebut akan terbentuk di enam bulan ke depan.
“Dalam 670 hari ke depan, BTC akan menyerah dalam 6 bulan ke depan dan mencapai titik terendah ($14-21k), kemudian memotong sekitar $28-40k di sebagian besar tahun 2023 dan berada di ~$40rb lagi setelah halving berikutnya (2024),” tulis Venturefounder di akun Twitter-nya.
670 days until the next #Bitcoin halving, we are on time to #BTC performance comparing to past cycles.
In the next 670 days, BTC will capitulate in the next 6 months and hit cycle bottom ($14-21k), then chop around in $28-40k in most of 2023 and be at ~$40k again by next halving pic.twitter.com/mzIYPZV1OO
Prediksi ini tentu bukan kabar baik bagi investor Bitcoin dan kripto secara umum, namun hal ini sangat mungkin untuk terjadi. Data menunjukan jika setelah halving harga BTC memang akan mengalami penurunan.
Contoh, satu tahun setelah halving di 2017 Bitcoin raih ATH di kisaran angka $ 20.000, di Desember 2018 Bitcoin sempat turun ke $ 3.100 dan baru berhasil pulih tujuh bulan sesudahnya ke angka $ 13.800. Selanjutnya kembali turun ke harga $ 3.600 di Maret 2020 saat pandemi COVID-19 menerjang dunia.
DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.
Market aset kripto secara keseluruhan belum kondusif pada pekan terakhir Mei 2022. Sepanjang pekan ini, market bergerak bervariasi, tapi masih terjebak di zona merah atau cenderung bearish.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pasar kripto tampak belum bergairah pada pekan akhir Mei ini. 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap belum sukses melaju ke zona hijau dalam beberapa hari terakhir.
“Kinerja buruk beberapa aset kripto pada pekan ini disebabkan oleh kondisi pasar yang kurang stabil. Hal itu tercermin dari penguatan nilainya yang cenderung tidak signifikan dan terkesan bikin laju harganya jalan di tempat. Kripto bisa melaju kencang asal volatilitas di pasar berisiko mereda dan prospek makroekonomi yang membaik,” kata Afid.
Afid melanjutkan sentimen negatif pasar yang belum mereda membuat harga Bitcoin gagal agresif. Nilai Bitcoin masih nyaman berada di level terendah sekitar $ 28.000 dan belum bisa naik, karena selama dua minggu terakhir BTC diperdagangkan dalam kisaran harga $ 30.000.
“Bitcoin tidak bisa stabil sampai Wall Street terlihat tenang. Namun, hal itu tampaknya tak akan terlihat dalam jangka waktu dekat. Dari analisis teknikalnya, BTC akan naik dari level oversold yang dapat mengindikasikan fase pemulihan singkat,” jelasnya.
Kabar menarik pada pekan ini datang dari Terralabs Form, perusahaan yang bertanggung jawab atas Terra Blockchain (LUNA) siap untuk memperbarui jaringan dan menerbitkan koin baru untuk ekosistemnya. Setelah melewati proses voting, akhirnya Terra mencapai persetujuan dengan para investor LUNA untuk membuat blockchain baru.
Dalam jaringan baru nanti, UST tidak akan ada lagi karena Terra tidak memiliki stablecoinlagi. Kemudian, blockchain dan koin yang Terra lama diubah menjadi Terra Classic dengan koin Luna Classic (LUNC) dan UST Classic (USTC).
Ilustrasi aset kripto, Terra (LUNA).
“Blockchain baru Terra ini menjadi babak baru. Semua akan dimulai dari awal di mana eksositem akan dibentuk kembali. Menarik untuk melihat sentimen pasar terhadap keputusan Terra ini,” ungkap Afid.
Kabar peluncuran ini nampaknya mendapatkan tanggapan positif, karena untuk mengenalkan koin baru, Terra pun bersiap melaksanakan airdrop atau pembagian koin LUNC secara gratis. Untuk migrasi dan pergantian ticker LUNA & UST menjadi LUNC & USTC di Tokocrypto bisa simak di link ini.
Kondisi market aset kripto pada pekan ketiga Mei ini mulai menunjukan arah yang positif. Terpantau dari situs CoinMarketCap pada Jumat (20/5) sejumlah kripto, terutama 10 aset yang berkapitalisasi besar atau big cap mulai bergerak menuju zona hijau dalam 24 jam terakhir.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan ada angin segar pada perdagangan aset kripto menjelang akhir pekan ini. Kondisi pasar kripto juga secara mengejutkan tidak mengikuti situasi di pasar modal seperti biasanya. Sejak awal tahun, pasar kripto dan saham terbilang bergerak senada, karena sama-sama tergolong aset berisiko.
“Jika dilihat dari sisi teknikalnya, terlihat kondisi imbas dari para pelaku pasar yang kembali melancarkan aksi beli setelah meyakini sejumlah aset kripto sudah memasuki keadaan oversold. Kondisi ini secara teknikal membuat adanya kemungkinan investor melakukan pembelian sehingga harga kripto berpeluang naik,” kata Afid.
Lebih lanjut Afid mencontohkan pergerakan Bitcoin yang sudah oversold di mana pergerakan downtrend yang signifikan dan konsisten dalam waktu lama. Kini, BTC bergerak dan diperdagangkan pada harga kisaran $ 30.000-$ 31.000. Level support BTC kini berada di titik $ 27.500 dan resistance di $ 35.000 untuk bull run.
Kendati demikian, Afid mengingatkan bukan berarti sentimen di pasar kripto sudah sepenuhnya stabil. Market dan tindakan pelaku pasar masih dibayangi tekanan oleh ketidakpastian makroekonomi yang terdiri dari meroketnya inflasi, kebijakan agresif bank sentral dan potensi resesi.
“Investor khawatir pelemahan ekonomi global ke depan, bisa berujung pada resesi. Dampaknya daya beli masyarakat menurun. Bank sentral berbagai negara bakal mengerek suku bunga acuannya dengan agresif demi menangkal inflasi. Namun, jika itu terjadi, maka pertumbuhan konsumsi dan investasi bisa terhambat,” terangnya.
Kondisi itu tentu membuat investor akan mengalihkan uangnya dari pasar modal ke aset yang lebih aman. Market kripto pun ikut menjadi korban.
Di sisi lain, dampak dari drama stablecoin UST dan mutualnya LUNA mungkin akan memperlambat antusiasme investor dalam jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang tidak. Kejadian itu tidak akan menimbulkan risiko besar bagi ekosistem kripto dalam jangka panjang.
“Market kripto ya terpukul dan berdampak, tapi itu jadi efek jangka pendek. Dalam jangka panjang, permintaan kripto terutama stablecoin sebagai instrumen investasi dan lindung nilai terhadap inflasi fiat akan terus tumbuh,” yakin Afid.
Market kripto akhirnya kembali menunjukan pergerakan yang optimis bergerak positif, setelah tertekan sepanjang pekan lalu. Melansir CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar mulai bergerak naik ke zona hijau dalam 24 jam terakhir, meski memang pelemahannya terbilang tipis.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan pergerakan market kripto yang membaik ini, juga sejalan dengan kondisi yang terjadi di pasar saham. Pelaku pasar tampaknya mulai percaya diri untuk kembali meramaikan pasar aset berisiko, termasuk kripto.
“Overall minggu ini, mungkin tidak ada pergerakan signifikan alias masih stagnan atau konsolidasi, tapi beberpa punya potensi buat mengalami kenaikan,” jelas Afid.
Lebih lanjut Afid menerangkan, harga-harga aset kripto saat ini melanjutkan proses konsolidasi yang terjadi sejak akhir pekan lalu. Itu adalah kondisi di mana harga kripto tengah meraba-raba pergerakan arah harga berikutnya.
“Kondisi ini ternyata dimanfaatkan pelaku pasar untuk melakukan price action dan mengangkat nilai harga-harga aset kripto yang anjlok sejak awal Mei. Namun, iklim kondusif di pasar kripto ini bersifat sementara,” terangnya.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto
Sentimen positif di pasar kripto juga didorong oleh niatan jaringan Terra yang berniat memulihkan nilai LUNA. Adapun salah satu upaya yang dilakukan Terra adalah melakukan hard fork atas jaringannya tanpa mengikutsertakan UST.
Di sisi lain, harga Bitcoin (BTC) diyakini tidak akan mungkin turun lebih dalam. Dari data blockchainon-chain yang dipublikasi Jurrien Timmer, Direktur Divisi Makroekonomi Global dari Fidelity, dijelaskan saat ini harga Bitcoin sudah mencapai harga dasarnya dan kemungkinan tidak akan turun lebih lagi, bahkan bisa bergerak naik.
“Aksi jual perlahan meningkat setelah BTC kembali lagi ke level support $ 30.000. Hal ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar menganggap bursa kripto bakal terus melanjutkan kestabilan. Bisa dikatakan bahwa saat ini Bitcoin kemungkinan besar akan bertahan dan tidak akan turun lebih lanjut,” ucap Afid.
Dari data tersebut, terlihat investor jangka panjang yang menjual BTC menurun yang mengecilkan kemungkinan untuk harganya anjlok lebih lanjut. Hal ini disebabkan mayoritas investor jangka panjang memiliki Bitcoin yang disimpan dalam jumlah yang cukup besar.
Kemudian, Afid memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullishdan bearish di pekan ketiga bulan Mei ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.
EOS membuka daftar aset kripto yang potensi bullish pada pekan ketiga ini. EOS merupakan kripto asli untuk mendukung proyek blockchain EOS.IO untuk pengembangan platform smart contract dan aplikasi terdesentralisasi atau decentralized application (DApp).
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan potensi bullish EOS terjadi karena akan melakukan hard fork pada jaringan blockchain-nya bernama Mandel. Hard fork akan dilaksanakan pada 19 Mei mendatang.
“Sentimen positif EOS masih kuat dari pengaktifan hard fork yang dikabarkan terjadi pada 19 Mei mendatang. Hard fork akan membuat efisiensi EOS meningkat dan membawanya lebih cepat dalam memproses transaksi,” kata Afid.
Berdasarkan analisis teknikalnya, EOS sedang perlahan bergerak naik. Kemungkinan besar EOS dapat terus bergerak menuju harga $ 1,58 atau naik sekitar 14% dari $ 1,38 dalam beberapa hari ke depan.
Peringkat EOS di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #47, dengan kapitalisasi pasar $ 1.335.518.099. Pasokan yang beredar 989.745.397 koin EOS dan maksimal pasokan tidak tersedia.
2. Kava (KAVA)
Analisis teknikal Kava (KAVA).
KAVA masih nyaman masuk dalam daftar aset kripto yang potensi bullish pekan ini. Kabarnya, KAVA masih bisa reli dengan pergerakan harga yang meningkat cukup signifikan.
Afid mengatakan potensi kenaikan harga KAVA datang dari kabar jadwal ulang peluncuran mainnet Kava 10 yang akan dilakukan pada 25 Mei mendatang. Sebelumnya, peluncuran dijadwalkan pada 10 Mei, namun mengalami pemunduran untuk memastikan jaringan berjalan lancar.
“Meski sempat muncur, namun sentimen positif KAVA terus terjadi. Pasalnya, mainnet ini sudah ditunggu investor karena akan menghubungkan dua ekosistem terdesentralisasi terbesar antara Ethereum dan Cosmos. Tentu akan menciptakan lonjakan aktivitas di jaringan Kava,” kata Afid.
Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar selama batas bawah pada $ 2,63 masih terjaga, KAVA masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 3,45 atau naik 29% dalam beberapa hari ke depan.
Peringkat KAVA di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #92, dengan kapitalisasi pasar $ 489.038.731. Pasokan yang beredar 193.291.441 koin KAVA dan maksimal pasokan tidak tersedia.
3. THORChain (RUNE)
Analisis teknikal THORChain (RUNE).
THORChain adalah sebuah protokol blockchain terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna dengan mudah menukar aset kripto mereka dari berbagai jaringan, termasuk Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), dengan token lainnya yang tidak berada di dalam jaringan yang sama, tanpa perlu pihak ketiga, seperti Coinbase atau Binance.
Afid melihat token RUNE yang memberi kekuatan pada THORChain pada pekan ini berpotensi bullish. Alasannya, THORChain telah memastikan perilisan mainnet yang kemungkinan terjadi pada 31 Mei mendatang.
“Kenaikan harga RUNE kemungkinan dapat dikaitkan dengan pengumuman rilis mainnet pada akhir Mei nanti. Sentimen positif ini sudah menguat sehingga menggerakan harga RUNE,” kata Afid.
Berdasarkan analisis teknikalnya, RUNE sedang perlahan bergerak naik, setelah sempat terkoreksi dalam. Kemungkinan besar RUNE dapat terus bergerak menuju harga $ 4,5 atau naik sekitar 15% dari harga bawah $ 3,5 dalam beberapa hari ke depan.
Peringkat RUNE di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #53, dengan kapitalisasi pasar $ 1.100.447.932. Pasokan yang beredar 330.688.061 koin RUNE dan maksimal pasokan 500.000.000 koin RUNE.
Tezos adalah salah satu jaringan blockchain open-source yang terhubung dengan token digital, XTZ. Tezos merupakan sebuah blockchain dimana pengguna dapat melakukan pembuatan aplikasi terdesentralisasi. Berbeda dengan Ethereum, Tezos ditujukan untuk pembangunan aplikasi dengan infrastruktur yang lebih kompleks.
XTZ digunakan untuk menjalankan aplikasi terdesentralisasi. Pemegang token XTZ juga memiliki hak suara dalam pengajuan proposal terkait blockchain Tezos. Afid melihat XTZ berpotensi bullish karena Nomadic Labs, pengembang blockchain Tezos, akan meningkatkan jaringan Jakarta Protocol.
“Pembaruan besar pada protokol ekonomi Tezos ini, akan mengaktifkan throughput yang lebih tinggi dengan memindahkan validasi transaksi dari rantai utama, ke Layer 2. Sentimen ini menggerakan harga XTZ naik,” kata Afid.
Berdasarkan analisis teknikalnya, XTZ sedang perlahan bergerak naik, setelah sempat terkoreksi dalam. Kemungkinan besar XTZ dapat terus bergerak menuju harga $ 2,5 atau naik sekitar 20% dari harga bawah $ 1,8 dalam beberapa hari ke depan.
Peringkat XTZ di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #40, dengan kapitalisasi pasar $ 1.610.052.035. Pasokan yang beredar 894.951.222 koin XTZ dan maksimal pasokan tidak tersedia.
5. Cardano (ADA)
Analisis teknikal Cardano (ADA).
Cardano (ADA) menjadi salah satu aset berkinerja baik di 10 besar kripto berdasarkan kapitalisasi pasar selama 7 hari terakhir. Harga ADA kemungkinan akan melonjak pada pekan ini hingga 16% dengan harga mencapai $ 0,69.
Afid melihat kenaikan harga ADA didorong oleh kabar akan adanya perilisan Djed sebagaistablecoin Cardano yang dalam waktu dekat melakukan testnet publik. Djed, stablecoin algoritmik yang dipatok ke token Shen, telah meluncurkan testnet publiknya sebagai persiapan untuk peluncuran mainnet pada bulan Juni tahun ini.
“Pengumuman Djed sebagai stablecoin berbasis Cardano membuat sentimen positif pada harga ADA. Nilai ADA bisa melonjak dan akan berlangsung selama sepekan ke depan,” jelas Afid.
Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar selama batas bawah pada $ 0,59 masih terjaga, ADA masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 0,69 atau naik 16% dalam beberapa hari ke depan.
Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #40, dengan kapitalisasi pasar $ 19.001.157.418. Jumlah koin yang beredar 33.752.565.071 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.
Daftar 5 Aset Kripto Bearish
1. Beta Finance (BETA)
Analisis teknikal Beta Finance (BETA).
Beta Finance (BETA) adalah platform pinjaman aset kripto dan DeFi. Beta Finance memiliki alat perdagangan untuk memfasilitasi pengalaman pengguna DeFi.
Beta Finance memang sudah dikenal luas di dunia cryptocurrency dengan status sebagai crypto yang sangat menjanjikan. Namun, Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan BETA kemungkinan besar akan terjadi penurunan harga.
“Walaupun dari analisis teknikal, terlihat saat ini BETA tengah reli, tapi kemungkinan akan bearish. Penurunan harga akan terjadi secara bertahap dari harga puncak saat ini $ 0,13 ke $ 0,12 dan bisa anjlok ke $ 0,07 atau sekitar 35% selama beberapa hari ke depan,” ucap Afid.
Peringkat BETA di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #426, dengan kapitalisasi pasar $ 46.082.340. Jumlah koin yang beredar 401.666.667 koin BETA dan maksimal pasokan tidak tersedia.
2. JasmyCoin (JASMY)
Analisis teknikal JasmyCoin (JASMY).
JasmyCoin adalah token kripto asli dari jaringan Jasmy, platform Internet of Things (IoT) yang bertujuan untuk mengembangkan infrastruktur yang memungkinkan siapa saja menggunakan data dengan aman. Token JASMY dapat digunakan untuk membayar penyimpanan data dan jenis layanan serupa lainnya yang ditawarkan oleh jaringan Jasmy.
Afid menjelaskan JASMY kemungkinan besar akan kembali masuk ke fase bearish pada pekan ini. “JASMY bisa terus turun hingga harga $ 0,011 dari $ 0,015 atau turun 22% dalam beberapa hari ke depan. Walaupun sempat rebound, JASMY belum mendapatkan sentimen positif yang membuatnya naik.”
Peringkat JASMY di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #357, dengan kapitalisasi pasar $ 63.623.139. Pasokan yang beredar 4.754.930.780 koin JASMY dan maksimal pasokan 50.000.000.000 koin JASMY.
Cortex adalah infrastruktur blockchain publik yang bisa digunakan untuk pembuatan dApps yang didukung AI. Model pembelajaran mesin dapat dikombinasikan dengan smart contract dalam jaringan. CTXC menjadi token asli untuk jaringan Cortex.
Afid mengatakan CTXC memang mengalami kenaikan harga yang signifikan selama beberapa hari terakhir. Oleh karenanya investor sudah jenuh dan overbought, sehingga membuat harganya bisa terkoreksi.
“CTXC dari analisis teknikalnya sudah overbought. Kemungkinan besar akan alami penurunan 16% dari level support-nya saat ini $ 0,13 ke $ 0,11,” kata Afid.
Peringkat CTXC di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #543, dengan kapitalisasi pasar $ 28.848.718. Pasokan yang beredar 195.091.597 koin CTXC dan maksimal pasokan 299.792.458 koin CTXC.
4. Frontier (FRONT)
Analisis teknikal Frontier (FRONT).
Frontier adalah platform agregasi Decentralized Finance (DeFi) rantai-agnostik. Pengguna dapat berpartisipasi dalam pelacakan dan manajemen protokol, staking, token swap, penyediaan likuiditas, pembuatan dan pemantauan Collateralized Debt Position (CDP), dan banyak lagi.
Frontier mendukung produk DeFi di Ethereum, Binance Smart Chain, BandChain, Kava, Harmony, dan Cosmos Network. FRONT adalah token utilitas asli Frontier dengan berbagai utilitas.
“Dari analisis teknikal, terlihat saat ini FRONT kemungkinan akan bearish. Penurunan harga akan terjadi dari harga saat ini $ 0,27 ke $ 0,21 atau sekitar 21% selama beberapa hari ke depan,” kata Afid.
Peringkat FRONT di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #589, dengan kapitalisasi pasar $ 24.315.030. Pasokan yang beredar 89.956.250 koin FRONT dan maksimal pasokan 90.000.000 koin FRONT.
Idex mengklaim sebagai DEX (decentralized exchange) likuiditas hibrida pertama yang menggabungkan model buku pesanan dengan pembuat pasar otomatis. IDEX adalah token ERC-20 di Ethereum.
IDEX telah diaudit oleh Quantstamp, pemimpin dalam keamanan blockchain yang telah bekerja dengan proyek-proyek terkemuka seperti Maker, Compound, dan Avalanche. Idex sejauh ini terbukti memenuhi standar keamanannya yang tinggi dan tidak menghadapi masalah dengan serangan peretas.
“IDEX sudah overbought dengan kenaikan harga yang sangat signifikan dalam waktu yang cepat. Alhasil harganya akan alami koreksi. Penurunan bisa terjadi sekitar 29% dari harga puncaknya $ 0,112 ke $ 0,080,” terang Afid.
Peringkat IDEX di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #353, dengan kapitalisasi pasar $ 65.539.916. Pasokan yang beredar 650.704.299 koin IDEX dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.
Kondisi market aset kripto dalam beberapa waktu terakhir mengalami banyak tekanan. Alhasil, penurunan market terus terjadi dan sejumlah aset kripto masih nyaman berada di zona merah dalam sepekan terakhir.
Di samping itu, pasar crypto juga telah diguncang oleh stablecoin algoritmik dari TerraUSD (UST) yang nilainya runtuh dan gagal menjaga persamaan nilai tukarnya terhadap dolar AS. Kemudian, LUNA, aset kripto di jaringan Terra juga kehilangan lebih dari 99% dari harga tertingginya.
Dari dalam negeri, aturan pajak aset kripto telah resmi diberlakukan 1 Mei 2022. Ini juga menarik perhatian investor soal potensi industri kripto di Indonesia. Beberapa peristiwa di atas, membuat pelaku pasar mulai memikirkan masa depan dari industri aset kripto secara global maupun nasional.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda, menyikapi kondisi market sebagai siklus yang terkadang naik dan turun. Maka, dari itu pelaku pasar perlu menyikapi kondisi ini dengan tenang dan sikap kehati-hatian.
“Ruang kripto masih merupakan pasar baru di mana pertumbuhan dan siklus bisa naik dan turun. Kondisi penurunan market saat ini, tidak hanya terjadi di kripto saja. Pasar modal pun mengalami hal yang serupa. Inflasi pun relatif tetap mendekati level tertinggi. Tidak pernah ada tempat berlindung yang aman, ketika badai sedang dalam kekuatan penuh,” kata pria yang akrab disapa Manda.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda
Manda menambahkan melihat aksi jual yang luas di market, sepertinya tidak dapat dihindarikan, namun ini bukan saatnya untuk panik. Pasar kripto sebagian besar mulai kembali stabil. Jadi, jika pasar modal kembali pulih, diharapkan hal serupa terjadi di kripto.
Ada ketidakpastian lain yang mengganggu sentimen investor secara bersamaan. Ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina, inflasi yang memburuk, masalah rantai pasokan, fluktuasi harga minyak, pertumbuhan yang melambat di China dan kekhawatiran tentang dampak wabah COVID-19 di sana juga berkontribusi terhadap kecemasan.
“Banyak aset telah naik cukup tinggi dalam beberapa bulan dan tahun terakhir, mungkin sampai-sampai mereka diperdagangkan lebih dari yang seharusnya. Saat situasi sangat tidak pasti seperti sekarang, volatilitas pasar selalu lebih tinggi,” katanya.
Industi kripto telah tumbuh dengan berbagai inovasi yang dapat mengubah kehidupan. Apa yang dimulai sebagai konsep ekonomi, seperti investasi kini telah merambah ke dunia ekosistem blockchain. Sebuah inovasi bisa saja gagal dan berhasil, termasuk stablecoin algoritmik adalah salah satunya.
Ilustrasi market aset kripto.
“Drama yang terjadi saat ini sedang menguji stablecoin algoritmik untuk melihat apakah mereka berhasil atau gagal. Namun, ada banyak sisi baik dari stablecoin dengan konsep yang berbeda. Diharapkan para pengembang project kripto dapat menemukan inovasi mutakhir dalam waktu dekat melalui proyek-proyek baru,” ucapnya.
Industri aset kripto sudah masuk babak, ketika Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK.03/2022 resmi berlaku 1 Mei 2022. Beleid itu mengatur tentang pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh) atas transaksi perdagangan aset kripto.
Aturan tersebut sudah dijalankan oleh semua pedagang fisik aset kripto (PFAK) yang terdaftar resmi di Bappebti. Mereka membuat skema masing-masing untuk memungut pajak dan menaati peraturan yang berlaku.
“Langkah pemerintah tersebut patut diapresiasi sebagai upaya untuk menciptakan same level of playing field dalam pemajakan instrumen investasi. Pedagang aset kripto kini semua telah menjalankan aturan tersebut sesuai dengan beleid PMK 68,” kata Manda.
Ilustrasi pajak kripto Indonesia.
Diharapkan dengan adanya aturan PMK 68 ini bisa mendorong pertumbuhan industri kripto di dalam negeri, karena ada kepastian hukum yang lebih kuat dan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi investor. Para pelaku pasar dapat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi negara melalui pajak transaksi aset kripto yang dibayarkan.
Saat ini, asosiasi dan para pedagang aset kripto masih terus melakukan sosialisasi dan edukasi yang menyeluruh untuk memberikan pemahaman mengenai mekanisme penerapan PMK 68, besaran potongan dan dampaknya bagi investor. Diharapkan aturan ini bisa memberikan dampak yang besar untuk pertumbuhan jumlah investor dan volume transaksi kripto di dalam negeri.
Market aset kripto kembali mengalami performa yang lesu secara keseluruhan pada pekan kedua Mei 2022 ini. Kondisi market langsung mendadak ‘sakit’ mengingat situasi makroekonomi sedang tak pasti.
Meski begitu market mulai stabil dengan beberapa aset kripto mengalami lonjakan. Melansir CoinMarketCap pukul 14.00 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sudah mengalami peningkatan dan masuk zona hijau.
Contoh Bitcoin (BTC) yang nilainya naik 14,05% dalam sehari terakhir dan kini berada di $ 30.383,75. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) ikutan naik 17,26% ke $2.091,36 di waktu yang sama.
Beberapa nilaialtcoin lainnya pun tak lagi terjun bebas. Nilai BNB dan XRP masing-masing naik 35,09% dan 23,07%. Sementara itu, nilai USD Coin (USDC) dan Binance USD (BUSD) kompak melemah lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir.
“Sentimen negatif dampak dari drama stablecoinTerraUSD (UST) membuat pelaku pasar khawatir dan ragu atas kondisi pasar stablecoin dan pasar kripto pada umumnya yang terlalu volatil untuk saat ini. Ketakutan ini pun semakin bertambah setelah Menteri Keuangan AS, Janet Yellen dan The Fed kompak mengatakan bahwa stablecoin adalah risiko besar yang mengancam sektor keuangan,” jelas Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Namun, secara keseluruhan investor masih kompak melakukan aksi jual dan melepas aset berisiko mengingat situasi makroekonomi sedang tak pasti. Kondisi inflasi Amerika Serikat masih akan terus menggentayangi ekonomi Negeri Paman Sam itu, sehingga mereka pun hijrah dari aset-aset volatil aman ke aset aman seperti Dolar AS.
“Laju inflasi yang melebihi proyeksi menyebabkan investor untuk melepas aset berisikonya. Hal ini ikut menghantam pasar aset kripto,” ungkap Afid.
Kondisi pasar kripto juga selaras dengan saham, pelaku pasar tampak kompak melepas saham sektor teknologi lantaran khawatir bahwa bank sentral AS, The Fed, bakal kembali mengetatkan kebijakan moneternya dengan agresif.
Secara umum, kondisi pasar kripto yang lesu selama satu pekan terakhir ini, masih disebabkan oleh tipisnya volume perdagangan. Meski, pada awal pekan lalu, sejumlah kripto sempat menghijau, kini kembali babak belur di zona merah.
Menurut pantau situs Coinmarketcap pukul 10.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak berada di zona merah dalam 24 jam terakhir. Misalnya saja, Bitcoin (BTC) ada di harga $ 38.260,39 per keping, turun 5,7% dibanding sehari sebelumnya. Ether (ETH) juga anjlok 6,32% ke $ 2.822,7 per keping di rentang waktu yang sama.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan saat ini pelaku pasar masih ragu-ragu menempatkan uangnya di instrumen investasi berisiko, seperti aset kripto. Alhasil market masih terus bearish hingga pekan terakhir April 2022 ini.
“Sikap investor masih jenuh melakukan aksi jual-beli untuk mengakumulasi investasi aset kripto mereka. Hal tersebut dampak dari bagian aksi risk-off seiring maraknya sentimen negatif di exchange kripto. Selain itu, pelaku pasar juga ingin jaga jarak dengan gejolak di pasar kripto menjelang rapat The Fed bulan depan,” kata Afid.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Sentimen Negatif The Fed
Sebelumnya, Ketua The Fed, Jerome Powell, memberi sinyal bahwa lembaganya tersebut akan mengerek suku bunga 50 basis poin pada bulan Mei mendatang. Langkah ini dikhawatirkan dapat menyumbat pertumbuhan konsumsi dan investasi, dua motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, sentimen negatif yang menghantam pasar kripto juga datang dari krisis konflik Rusia-Ukraina memasuki babak baru setelah Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, mengatakan Rusia akan berkonfrontasi dengan negara-negara NATO, jika AS dan sekutunya terus menyediakan senjata bagi Ukraina.
“Nilai aset kripto kompak berguguran setelah muncul kabar mengenai eskalasi konflik geopolitik Rusia dan Ukraina. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi dunia bakal mengalami ketidakpastian baru dan membuat pasar aset spekulatif, seperti kripto, jadi tak menarik,” imbuh Afid.
Di samping itu, banyak trader yang mulai menerapkan strategi jangka pendek yang memilih untuk melakukan short trading BTC, ketimbang menahannya untuk mendulang profit. Hal tersebut terjadi pasca level support BTC ada di $ 37.500, meskipun sisi atas tampaknya terbatas menuju level resistance $ 46.000 per keping.
Di sisi lain, Afid memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan ketiga bulan April ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.
Pergerakan KAVA kembali reli pada pekan terakhir bulan April ini. KAVA setidaknya sudah duduk nyaman dalam daftar aset kripto bullish selama beberapa pekan terakhir di Tokocrypto Market Signal.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan potensi kenaikan harga KAVA akibat peluncuran ETH Bride Beta yang kemungkinan besar akan dilakukan pada 30 April mendatang.
“Kava Network belum ada habisnya untuk reli. Sekarang sentimen positif datang dari peluncuran ETH Bridge Beta yang kemungkinan besar terjadi pada tanggal 30 April mendatang. ET Bridge ini akan membuka jembatan integrasi antara token ERC-20 dan ERC-1155 di Kava Network,” kata Afid.
Lebih lanjut Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar selama batas bawah pada $ 5,2 masih terjaga, KAVA masih dapat bergerak naik kemungkinan menuju sekitar $ 5,7 dalam beberapa hari ke depan.
Kava sendiri adalah platform DeFi yang memungkinkan pengguna untuk pinjam-meminjam aset kripto mereka tanpa melibatkan lembaga keuangan dan perantara lainnya. KAVA sebagai token utilitas dan native token governance yang diciptakan oleh ekosistem DeFi Kava, yang terkenal dengan kapasitas pinjamannya.
Peringkat KAVA di CoinMarketCap pada Rabu (27/4) pukul 10.00 WIB adalah #86, dengan kapitalisasi pasar $ 920.713.375. Pasokan yang beredar 179.939.094 koin KAVA dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Dogecoin (DOGE) masuk ke dalam daftar aset kripto yang bullish pekan ini, alasannya tentu dampak dari sentimen pembelian media sosial, Twitter oleh Elon Musk. Saat kesepakatan itu terjadi pada Selasa (26/4), harga dogecoin melonjak sekitar 27%.
Afid melihat DOGE masih bisa reli untuk naik selama beberapa hari ke depan. Pelaku pasar masih menikmati sentimen positif dampak dari Elon Musk yang beli Twitter dengan mahar Rp 634 triliun.
“Dalam data Coinmarketcap, harga Dogecoin masih melonjak 23% dalam 24 jam. Angkanya mencapai $ 0,1383. Volume perdagangannya pun meningkat lebih dari 800% dalam 24 jam terakhir, ke level $ 4.305.628.307. Meski saat ini sedang alami koreksi, harga DOGE bisa naik kembali hingga $ 0,1525.
Musk pernah mengembuskan rumor bahwa kripto DOGE akan digunakan sebagai metode pembayaran di Twitter dan Tesla. Selama ini, Musk menjadi penggerak pasar aset kripto dengan tweetnya tentang Dogecoin dan Bitcoin.
Peringkat DOGE di CoinMarketCap pada Rabu (27/4) pukul 10.00 WIB adalah #12, dengan kapitalisasi pasar $ 18.347.780.794. Pasokan yang beredar 132.670.764.300 koin DOGE dan maksimal pasokan tidak tersedia.
3. STEPN (GMT)
Ilustrasi analisis teknikal STEPN (GMT).
STEPN (GMT) sempat mencuri perhatian para pelaku pasar kripto karena keunikan utilitasnya. GMT kini diperkirakan akan kembali bullish pada pekan ini.
Menurut Afid, aset kripto GMT masih masih cukup bagus dalam beberapa waktu ke depan. Sentimen positif yang menggerakkan nilai karena STEPN mengambil langkah berani untuk ikut program netralitas karbon.
“STEPN, yang merupakan aplikasi gaya hidup Web3, memulai misi mereka untuk memerangi perubahan iklim dan mencapai netralitas karbon dengan pembelian Carbon Removal Tonnes senilai $ 100.000. Analisis teknikalnya, harga GMT bisa sampai puncak kenaikan hingga $ 4 selama beberapa waktu mendatang,” ujar Afid.
Peringkat GMT di CoinMarketCap pada Rabu (27/4) pukul 10.00 WIB adalah #51, dengan kapitalisasi pasar $ 1.971.676.671. Jumlah koin yang beredar 600.000.000 koin GMT dan maksimal pasokan 6.000.000.000 koin GMT.
Aset kripto metaverse, The Sandbox (SAND) kemungkinan besar akan bullish dengan pergerakan harga yang cukup signifikan. Afid melihat kabar MTR Corporation Hong Kong yang bergabung dengan metaverse The Sandbox bikin harga SAND merangkak naik.
“MTR Corporation jadi operator transportasi global pertama yang gabung ke metaverse The Sandbox. Mereka ingin menciptakan pengalaman baru dan imersif di dunia virtual. Kerja sama ini jadi sentimen positi untuk SAND,” kata Afid.
Dari analisis teknikalnya, pergerakan nilai SAND selama batas bawah pada $ 2,5 masih terjaga, kemungkinan besar konsolidasi akan berlanjut dan SAND dapat bergerak naik menuju $ 2,9 atau naik 14 % dalam beberapa hari ke depan.
Peringkat SAND di CoinMarketCap pada Rabu (27/4) pukul 10.00 WIB adalah #40, dengan kapitalisasi pasar $ 2.884.760.589. Jumlah koin yang beredar 1.158.437.953 koin SAND dan maksimal pasokan 3.000.000.000 koin SAND.
5. Polygon (MATIC)
Ilustrasi analisis teknikal Polygon (MATIC).
Polygon (MATIC) menutup daftar aset kripto yang berpotensi bullish pada pekan terakhir April 2022 ini. Afid menjelaskan sentimen positif yang menggerakan harga MATIC datang dari kabar Twitter yang akan mengizinkan pembuat konten dibayar dalam USDC melalui Stripe dan Polygon.
“Langkah itu menarik, karena pembayaran USDC akan didukung oleh blockchain Polygon, sehingga dampak positif dirasakan oleh pergerakan nilai MATIC,” ungkap Afid.
Lebih lanjut, dari analisis teknikalnya pergerakan MATIC kemungkinan besar selama batas bawah pada $ 1,2 masih terjaga, MATIC dapat naik hingga $ 1,3 atau naik 9% dalam beberapa hari ke depan.
Peringkat MATIC di CoinMarketCap pada Rabu (27/4) pukul 10.00 WIB adalah #17, dengan kapitalisasi pasar $ 9.871.127.406. Jumlah koin yang beredar 7.844.866.567 koin MATIC dan maksimal pasokan 10.000.000.000 koin MATIC.
Daftar 5 Aset Kripto Bearish
1. The Graph (GRT)
Ilustrasi analisis teknikal Graph (GRT).
Graph (GRT), token asli dari Graph Blockchain, kemungkinan besar akan masuk ke fase bearish pada pekan ini. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pergerakan GRT sudah menunjukan arah bearish, karena nilai sudah turun sejak beberapa hari lalu.
“Dari analisis teknikalnya, GRT sudah menunjukan pola penurunan. Dalam beberapa hari mendatang kemungkinan akan terus merosot dari dari harga $ 0,37 menuju $ 0,33 atau turun 11%,” kata Afid.
Graph Blockchain sendiri merupakan proyek yang menawarkan cara canggih untuk menanyakan data kompleks blockchain dan smart contract untuk menemukan data yang berguna dengan cepat.
Peringkat GRT di CoinMarketCap pada Rabu (27/4) pukul 10.00 WIB adalah #58, dengan kapitalisasi pasar $ 1.613.105.576. Jumlah koin yang beredar 4.715.735.200 koin GRT dan maksimal pasokan 10.057.044.431 koin GRT.
TomoChain (TOMO) adalah proyek yang berupaya meningkatkan skalabilitas blockchain Ethereum (ETH). Hal ini terutama dilakukan melalui peningkatan kapasitas transaksi per detik (TPS).
Afid melihat pergerakan TOMO sedang menurun dalam beberapa terakhir ini. “Analisis teknikal terlihat TOMO kemungkinan besar akan terus turun nilainya dari batas harga bawahnya saat ini $ 1,15 menuju $ 1,03 atau anjlok 11%. Meskipun, nanti akan dari koreksi ke harga batas bawah tersebut.”
Peringkat TOMO di CoinMarketCap pada Rabu (27/4) pukul 10.00 WIB adalah #358, dengan kapitalisasi pasar $ 103.440.833. Jumlah koin yang beredar 90.454.163 koin TOMO dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Setelah sempat reli bullish pada pekan lalu, kini Kyber Network Crystal v2 (KNC) harus terkoreksi dengan penurunan nilai yang cukup signifikan. Menurut Afid, KNC akan berpotensi bearish, karena sudah overbought dengan kenaikan harga yang tinggi sebelumnya.
“Pelaku pasar tampaknya sudah jenuh dengan KNC. Analisis teknikal KNC menunjukan nilai KNC bisa turun dari harga batas bawahnya $ 5,1 ke $ 4,75 atau turun 12%,” tutur Afid.
Peringkat KNC di CoinMarketCap pada Rabu (27/4) pukul 10.00 WIB adalah #84, dengan kapitalisasi pasar $ 925.814.166. Pasokan yang beredar 177.809.350 koin KNC dan maksimal pasokan tidak tersedia.
4. Klaytn (KLAY)
Ilustrasi analisis teknikal Klaytn (KLAY).
Klaytn adalah blockchain publik yang berfokus pada metaverse, gamefi, dan ekonomi kreatif. Sementara. KLAY adalah aset kripto yang digunakan di jaringan Klaytn.
Afid menjelaskan harga Klaytn telah turun 11% dalam 7 hari terakhir. Harga turun 3,76% dalam 24 jam terakhir. Ada sentimen negatif yang membuat nilainya terus anjlok, yaitu kenaikan biayagas fee yang terlalu tinggi, yaitu dari dari 25 ston menjadi 750 ston. Kenaikan ini untuk perbaikan jaringan dan menghilangkan bot.
“Harganya KLAY bisa terus turun dari batas bawah saat ini ada di $ 0,86 ke $ 0,84 atau turun 8%. Secara keseluruhan memang KLAY sedang dalam fase bearish dalam beberapa waktu belakangan ini,” kata Afid.
Peringkat KLAY di CoinMarketCap pada Rabu (27/4) pukul 10.00 WIB adalah #45, dengan kapitalisasi pasar $ 2.399.364.877. Pasokan yang beredar 2.785.661.189 koin KLAY dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Uniswap (UNI) tampaknya belum bisa keluar dari zona bearish-nya pada pekan ini. Sentimen negatif kembali datang, pasca laporan dua perusahaan AS menuduh bahwa Uniswap telah melanggar undang-undang sekuritas dan memfasilitasi penarikan rug pull.
Selain itu, Afid mengatakan Uniswap juga menjalin kemitraan dengan TRM Labs untuk memblokir alamat walletkripto yang ditemukan terlibat dalam perilaku ilegal dari frontend-nya. Hal ini membuat nilai UNI terus tertekan.
“Analisis teknikal melihat harga UNI bisa terjun dari batas bawahnya di $ 8,24 ke $ 7.50 atau turun 13%. UNI belum bisa lepas dari tekan kabar miring mengenai platform DEX-nya,” ungkap Afid.
Peringkat UNI di situs CoinMarketCap pada Rabu (27/4) pukul 10.00 WIB adalah #26, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 5.641.552.712. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 690.821.146 koin UNI dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin UNI.
Disclaimer:
Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.
Market kripto belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan pada awal pekan terakhir April 2022. Pada Senin (25/4) pagi, sejumlah besar kripto berkapitalisasi pasar terbesar masih nyaman duduk di zona nyaman.
Melansir Coinmarketcap pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto big cap, seperti Bitcoin dan lainnya tenggelam di zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai BTC bertengger di $ 39.102 per keping alias turun 1,20% dalam sehari terakhir. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) runtuh 2,38% ke $ 2.866,17 per keping di waktu yang sama.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengakui market kripto memang tertekan selama akhir pekan lalu. Secara umum, performa pasar mengecewakan dan tidak ada sentimen yang bisa mendorong pergerakan nilai aset.
“Di samping itu volume perdagangan melandai sepanjang akhir pekan lalu. Harga aset kripto masih tertekan oleh komentar hawkish The Fed. Sejumlah kripto juga memasuki fase konsolidasi pasca kebakaran akhir pekan lalu,” kata Afid.
Lebih lanjut, Afid mengungkap khusus nilai Bitcoin (BTC) terus merosot di bawah $ 40.000 sejak hari Jumat (22/4), titik tengah dari rentang perdagangan panjang tiga bulan terakhir. Saat ini level support BTC ada di $ 37.500, meskipun sisi atas tampaknya terbatas menuju level resistance $ 46.000.
“BTC masih terus tertekan. Sinyal momentum positif pergerakannya belum kunjung hadir. Ada kemungkinan ada penurunan dan tembus di bawah kisaran harga BTC selama setahun. Peningkatan volume jual baru-baru ini relatif kecil terhadap volume beli, berarti pelaku pasar enggan mempertahankan posisi beli setelah reli pada 2020,” ungkapnya.
Saat ini belum ada sentimen positif yang bisa mendorong performa aset kripto menjadi lebih mantap. Investor dinilai masih kurang percaya diri untuk meramaikan pasar. Meskipun kurang percaya diri, tidak semua orang tertarik untuk meninggalkan kepercayaan mereka pada Bitcoin dalam jangka pendek.
Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) akhirnya menaikan suku bunga pertamanya dalam lebih dari tiga tahun terakhir pada Kamis (17/3). Kenaikan ini sempat mengkhawatirkan market kripto, namun ketika keluar justru disambut suka cita yang menguat.
Bank sentral AS mengumumkan bahwa mereka menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,25 poin persentase dan mengisyaratkan beberapa kenaikan lagi di tahun 2022. Kenaikan tersebut sesuai dengan ekspektasi.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat kenaikan suku bunga The Fed yang awalnya direspons negatif oleh investor, kini malah berbalik arah. kenaikan suku bunga mungkin bukan berita bearish untuk kripto dalam jangka panjang.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Investor nampaknya tidak akan kaget lagi dengan arah kebijakan moneter The Fed ke depan. Pasalnya, The Fed sudah membeberkan jumlah kenaikan bunga acuan yang akan dilakukan pada tahun ini.
“Kenaikan ini memberi sinyal bahwa investor terbagi atas dampak potensial perubahan nilai tukar pada pasar kripto. Market tampaknya telah menerima berita tersebut dengan tenang. Harga Bitcoin memang sempat turun sekitar 3% segera setelah berita tersebut keluar, tetapi dengan cepat pulih dan saat ini diperdagangkan masih di angka $ 40.000,” kata Afid.
Lebih lanjut, Afid menerangkan pelaku pasar kemungkinan bisa segera mengatur portofolio investasinya sedini mungkin dan tak akan mengubahnya dalam jangka waktu dekat, sehingga pasar bisa tetap stabil.
Ilustrasi candlestick di investor aset kripto.
Kemudian, respons pasar yang tenang terhadap kenaikan suku bunga, mungkin menunjukkan bahwa keputusan The Fed tidak terbukti menjadi pendorong utama pergerakan kripto saat ini. Sudah banyak institusi, baik perusahaan dan pemerintah yang masuk dalam industri aset kripto, sehingga membuat market memiliki pondasi yang lebih kuat.
Meski, begitu investor masih berhati-hati. Secara umum, market tengah berkonsolidasi setelah dirundung banyak sentimen dalam beberapa terakhir. konflik berkelanjutan di Ukraina juga akan mempengaruhi keputusan investor.
“Investor tidak berpuas diri dulu. Pasalnya, market kripto terlihat masih volatil, seiring sikap wait and see mengingat risiko geopolitik dan makroekonomi,” jelas Afid.