Tag: Market

  • Market Awal Pekan: Laju Kripto Sedikit Galau meski Naik, Kenapa?

    Pergerakan market aset kripto pada Senin (8/8) pagi sedikit reli tipis. Hal ini membuat para investor tersenyum menyambut awal pekan dengan segudang aktivitas di hadapannya.

    Melansir data CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak masuk tipis ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), naik 1,31% ke US$ 23.253 dalam 24 jam terakhir. Sementara, Ethereum (ETH) melonjak 1,59% ke US$ 1.705 di waktu yang sama.

    Altcoin lainnya juga bernasib sama. Misalnya, nilai Binance Coin (BNB) dan Cardano (ADA) dan Solana (SOL) kompak tumbuh di atas 4% dalam 24 jam terakhir di waktu bersamaan. Apa yang menjadi pendorong reli tipis ini?

    Trader Tokocrypto, Nathan Alexander, menjelaskan penguatan market kripto pagi ini sejatinya masih memanfaatkan momentum pelemahan indeks Dolar AS sejak akhir pekan lalu. Selera investor untuk masuk ke market meningkat jika dolar AS terlihat tidak menguntungkan.

    “Dampak positif juga datang dari perilisan data ketenagakerjaan AS yang disambut baik, karena tingkat pengangguran adalah 3,5% di bawah perkiraan yang bakal semakin meningkat. Data ini jauh lebih baik dari yang diharapkan sebagai tanda kekuatan untuk pasar kerja. Alhasil juga meningkatkan selera investor kripto untuk akumulasi,” kata Nathan.

    Harga Bitcoin Bergerak Agresif
    Harga Bitcoin Bergerak Agresif.

    Baca juga: Bukan Saham, Ahli Ungkap Karakter Bitcoin Kini Mirip Obligasi dan Emas

    Market Kripto Masih Sideways

    Secara keseluruhan, market kripto masih dalam fase sideways atau datar. Pergerakan aset kripto yang tak beraturan menandakan tengah berada di fase sideways.

    Pangkal kegalauan market kripto kali ini adalah didorong situasi makroekonomi dan kabar negatif terkait peretasan yang banyak muncul akhir-akhir ini, seperti di jaringan Solana dan Nomad. Data ketenagakerjaan AS ternyata juga bisa bisa menekan laju market kripto.

    “Data menunjukan beban gaji perusahaan di AS semakin meningkat dan bisa membuat inflasi terus meningkat. Jika ini terjadi, The Fed bisa saja kembali meneruskan pengetatan kebijakan moneternya dengan agresif. Namun, di saat bersamaan, investor juga merasa data tersebut bisa menjadi indikasi bahwa ekonomi AS bisa terhindar dari resesi ekonomi di kuartal ini,” jelas Nathan.

    Analisi Gerak Bitcoin dan Ethereum Pekan Ini

    Dari segi analisis teknikal, investor telah melakukan price actions setelah nilai BTC sukses bertahan di atas level psikologis US$ 23.000. BTC akhirnya berhasil rebound menandakan bahwa pergerakannya terbilang positif untuk sementara. Namun, penguatan harga tersebut ternyata tidak diiringi dengan aksi akumulasi yang masif dan volume perdagangan yang tinggi.

    Apa itu altcoin seasons
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Cara Posting dan Buat IG Stories NFT di Instagram

    “Level resistance BTC sekarang berada di US$ 24.700. Jika, BTC berhasil tembus level tersebut dengan volume meyakinkan, maka potensi melanjutkan penguatan sampai ke level US$ 25.960. Tapi kalo gagal, bisa turun ke level US$ 22.530 hingga US$ 21.840,” tutur Nathan.

    Pekan ini menjadi momen penting bagi Ethereum, karena akan ada penggabungan testnet ketiga dan terakhir, yang disebut Goerli. Diharapkan penggabungan ini terjadi pada 10-12 Agustus mendatang, dan bisa menggerakan harga ETH, Ethereum Classic (ETC) dan market kripto secara keseluruhan.

    “Apabila pergerakan harga ETH berhasil pullback, maka supply area pada level US$ 1.739-US$ 1.916 masih menjadi target utama dalam kenaikan harga ETH selanjutnya,” pungkas Nathan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Kripto Melaju Lesu, Ethereum Bisa Dorong Bull Run

    Menjelang akhir pekan, market kripto melaju lesu, walaupun terpantau memasuki zona hijau. Secara keseluruhan market masih belum mampu bangkit, seperti pekan lalu di mana terjadi lonjakan harga yang signifikan.

    Sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap melaju tipis ke zona hijau pada perdagangan Jumat (5/8) pukul 12.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 23.141 atau naik 0,09% dalam 24 jam terakhir. Altcoin lainnya, Ethereum (ETH) ikut naik 0,14% ke US$ 1.656. Binance Coin (BNB), Solana (SOL) dan XRP bisa naik lebih dari 1%.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan gerak market masih sideways dan belum mampu melaju optimis untuk kenaikan harga, seperti pada pekan lalu. Pelemahan market kripto ini sudah bisa ditebak, karena reli yang terjadi beberapa hari ini didorong oleh technical rebound. 

    “Pelemahan dan kenaikan tipis ini sudah diprediksi sebelumnya, karena adanya technical rebound di mana investor mulai lelah melakukan aksi jual dan kembali melancarkan aksi beli. Namun, ini akan terus berulang untuk menjaga level support tidak dapat ditembus, dan masih sulit untuk menerobos resistensinya,” kata Afid.

    market aset kripto
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: Peretasan Jaringan Wallet Solana Bisa Bikin Market Kripto Anjlok?

    Di sisi lain, kenaikan harga ini juga semu lantaran tak disertai volume trading yang sepadan. Oleh karenanya, tak heran jika penguatan harga aset kripto diproyeksi hanya berada di rentang yang sempit dan tak bertahan lama.

    Namun, apabila dilihat dari sisi sentimen, market kripto sejatinya sedang diselimuti banyak sentimen negatif yang membuat kepercayaan diri investor menurun. Seperti pernyataan The Fed yang terbilang plinplan.

    “The Fed terlihat plinplan setelah beberapa pejabatnya yang berkomentar bahwa peluang membuka pelonggaran kebijakan moneter setelah September bisa sulit terjadi. Di samping itu juga rentetan kabar soal peretasan yang terjadi pada jaringan Solana dan Nomad yang mencuri perhatian investor,” terang Afid.

    Sentimen Positif Ethereum Bisa Dorong Bull Market

    Selain sentimen negatif, hal positif bisa datang dari ekosistem Ethereum. Faktanya, dalam dua momentum bull market terakhir, Ethereum jauh memimpin dibandingkan Bitcoin.

    Afid melihat transisi Ethereum ke proof-of-stake (PoS) bisa menjadi pendorong utama untuk aksi bull run selanjutnya. Ethereum menjadi faktor utama dalam ledakan market kripto pada tahun 2017, di mana ICO (initial coin offering) banyak bermunculan menaikkan nilai pasar.

    “Popularitas DeFi dan NFT di tahun 2021 juga melibatkan ekosistem Ethereum dan menjadi periode penting bagi momentum market kripto. Selanjutnya, siklus bakal terjadi ketika The Merge berhasil dilakukan pada September mendatang. ETH akan mendorong nilai altcoin lain sebelum proses migrasi dilakukan,” ucap Afid.

    Ilustrasi Ethereum.
    Ilustrasi Ethereum.

    Baca juga: Bukan Saham, Ahli Ungkap Karakter Bitcoin Kini Mirip Obligasi dan Emas

    Dari analisis teknikalnya saat ini, Ethereum sedang sideways dengan rentang harga di atas level support US$ 1.600. Level US$ 1.590 masih menjadi support terkuat untuk menahan laju penurunan harga ETH. 

    Tetapi apabila pergerakan harga ETH berhasil pullback, maka supply area pada level US$ 1.739-US$ 1.916 masih menjadi target utama dalam kenaikan harga ETH. Dalam waktu dekat akan ada penggabungan testnet ketiga dan terakhir, Goerli, diharapkan terjadi pada 10 Agustus mendatang, bisa menggerakan harga ETH.

    Sementara, analisis harga Bitcoin saat ini level resistensi berada pada harga US$ 23.223 dan support pada harga US$ 22.400. Level support US$ 21.978 menjadi pertahanan selanjutnya, apabila harga Bitcoin melanjutkan penurunannya. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Peretasan Jaringan Wallet Solana Bisa Bikin Market Kripto Anjlok?

    Industri aset kripto tengah bergejolak pasca peretasan yang terjadi pada jaringan Solana. Pada Rabu (3/8) dilaporkan terjadi peretasan di jaringan Solana yang setidaknya ada lebih dari 8.000 crypto wallet terkena dampak dan total hampir US$ 7 juta telah diambil oleh hacker.

    Banyak investor yang bertanya-tanya apakah peristiwa ini akan membuat market kripto anjlok, seperti yang terjadi pada kasus keruntuhan ekosistem Luna?

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan peretasan pada jaringan atau wallet yang berkaitan dengan Solana sudah sering terjadi. Namun, dampaknya untuk market kripto secara keseluruhan masih kecil dan perlu diketahui secara detail kejadian ini hanya mempengaruhi crypto wallet desentralisasi dan dibeberapa platform saja.

    “Untuk Solana, hal ini merupakan kejadian yang sudah sering dialami di jaringan Solana. Investor menanggapi ini masih menjadi hal yang wajar terjadi dan mungkin tidak akan sebesar Terra LUNA nantinya,” jelas Afid.

    Solana Hacker House in Miami (Danny Nelson/CoinDesk)
    Solana Hacker House in Miami (Danny Nelson/CoinDesk)

    Baca juga: RansVerse dan Kaabaverse Berkolaborasi Hadirkan Simulasi Umrah & Haji di Metaverse

    Investor Diminta Tetap Waspada

    Peristiwa peretasan Solana sebagian besar berdampak khusus untuk pengguna crypto wallet di platform Phantom dan Slope. Sepertinya, ini adalah serangan yang direncanakan dan diperhitungkan sebelumnya. Jadi penyerang sepertinya seseorang yang sudah tahu tentang sistem dan polanya.

    Kerentanan juga dilaporkan terjadi pada sistem private keys yang mampu dikompromikan. Jadi pada catatan itu beberapa orang benar-benar menjadi korban, seperti pada mereka yang menggunakan wallet untuk terhubung ke NFT ke layanan pihak ketiga lainnya. Hal semacam itu membuka pintu peretasan terjadi.

    “Pakar keamanan siber telah menduga bahwa itu mungkin kerentanan dalam wallet software, bukan blockchain Solana itu sendiri, yang setidaknya akan melegakan bagi sebagian orang. Pembaruan terakhir wallet yang mungkin terdampak tidak terbatas pada Solflare, Trust Wallet, Phantom, dan Slope,” jelasnya.

    Holder SOL di Centralized Exchange (CEX) dan cold wallet tidak terkena dampaknya, bahkan investor SOL yang menyimpan dana di DEX diimbau untuk memindahkan ke CEX. Investor perlu paham bahwa pasar kripto menjadi target populer bagi peretas. Lebih penting lagi bagi investor untuk melindungi dana mereka di lingkungan yang berisiko.

    Ilustrasi jaringan Solana.
    Ilustrasi jaringan Solana.

    Baca juga: Jaringan Solana Diretas, Dana Investor Diminta Transfer ke CEX

    Harga Solana (SOL) Bisa Terpengaruh

    Keterkaitan terhadap harga dari koin Solana (SOL) tentu saja memiliki korelasi, sebab dengan adanya peretasan ini investor mulai mengurangi kepercayaannya terhadap jaringan Solana.

    “Hal yang terjadi seperti pemadaman jaringan sebelumnya pada tahun 2021, impact ke koin SOL mengalami penurunan hingga puluhan persen dalam kurun waktu 24 jam. tapi setelah jaringan dinyalakan kembali, harga dan kepercayaan investor berangsur bertambah dan membuat harga SOL mengalami kenaikan setelahnya,” ungkap Afid.

    Investor perlu wait and see untuk melihat pergerakan SOL lebih lama lagi, karena hingga saat ini geraknya masih naik-turun. Solana dengan cepat didorong kembali setelah harganya mencoba bergerak di atas resistance kunci di US$ 44. Harga sekarang jatuh menuju support kunci di US$ 35.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Awal Pekan: Laju Kripto Sedikit Tertahan, Tanda Bull Trap?

    Setelah reli kencang yang buat hati investor senang, pergerakan market aset kripto pada awal pekan ini, Senin (1/8) sedikit tertahan. Apakah ini jadi tanda terjadi bull trap?

    Melansir data CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar masuk tipis ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), turun 1,36% ke US$ 23.430 dalam 24 jam terakhir. Sementara, Ethereum (ETH) anjlok 0,42% ke US$ 1.635 di waktu yang sama.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pergerakan market kripto hari pertama di bulan Agustus 2022 ini memang sedang terjadi koreksi. Menurutnya, saat ini investor sedang mencoba mencari tahu apakah titik terbawah Bitcoin sudah tercapai, walaupun secara teknis level relative strength index (RSI) hampir menunjukan posisi overbought di mana terjadi suatu pergerakan downtrend.

    “Sebenarnya harga Bitcoin dan kripto secara keseluruhan masih dalam kondisi bearsih. Kenaikan ini terlihat meragukan karena penguatan tersebut tak diiringi kenaikan volume perdagangan yang besar, karena likuiditas yang tipis. Oleh karena itu, terjadi koreksi harga,” kata Afid.

    Ilustrasi market kripto Bitcoin.
    Ilustrasi market kripto Bitcoin.

    Baca juga: Investor Kripto Tembus 15 Juta, Bappebti Perketat Pengawasan Exchange

    Sebelumnya pada pekan lalu, market kripto terjadi reli pada saat The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga acuan dan pasca Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa Ekonomi AS menurun untuk kuartal kedua berturut-turut, yang berarti negara tersebut secara teknikal berada dalam masa resesi.

    Investor memang masih gencar melakukan aksi akumulasi dan bahkan sukses mengantar nilai market cap kripto kembali tembus US$ 1 triliun. Hal baiknya, saat ini dan beberapa pekan ke depan, sentimen makroekonomi yang tengah mereda bisa jadi faktor investor untuk meningkatkan aktivitasnya di pasar kripto.

    Sentimen Makroekonomi Mereda di Agustus?

    Pandangan soal meredanya sentimen makroekonomi pada bulan Agustus banyak diyakini oleh para analis. Menurut Afid, Agustus bisa menjadi bulan yang ‘baik’ bagi kripto dan saham. Reli naik kemungkinan akan terus berlanjut ke depan, namun dengan koreksi harga sementara di beberapa titik.

    “Agustus ditetapkan menjadi bulan yang tenang bagi sentimen makroekonomi, dengan The Fed tidak akan mengubah kebijakan suku bungannya pada bulan ini sampai September mendatang. Namun, risiko kenaikan inflasi tetap ada, dengan adanya pengumuman Indeks Harga Konsumen (CPI) AS berikutnya jatuh tempo 10 Agustus nanti,” jelasnya.

    ethereum
    Ilustrasi Bitcoin dan Ethereum.

    Baca juga: Berlaku 1 Bulan, Pemerintah Indonesia Kantongi Pajak Kripto Rp 48,19 M

    Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

    Menilik dari sisi analisis teknikal, BTC sudah berhasil breakout dari level krusialnya di US$ 22.582. Harga BTC berpotensi menguat sampai ke level US$ 24.70 hingga US$ 25.960. Sementara, support terdekat BTC berada di level US$ 22.530.

    “Saat ini bisa dibilang jadi kesempatan baik untuk mengambil keuntungan atau trading dengan cepat. Soanya, jika BTC berada di bawah level US$ 21.320, maka kemungkinan akan terjerumus untuk masuk kembali ke fase bearish,” ujar Afid.

    Fear & Greed Indeks yang mengukur sentimen terhadap harga Bitcoin juga pagi ini naik mencapai 33/100 bandingkan hari Minggu (31/7) lalu di 39/100, walaupun masih di level Fear.

    Crypto Fear and Greed Index Bitcoin pada tanggal 1 Agustus 2022 pukul 09.00 WIB.
    Crypto Fear and Greed Index Bitcoin pada tanggal 1 Agustus 2022 pukul 09.00 WIB.

    Sementara, target kenaikan harga Ethereum (ETH) masih berada pada level US$ 1.740-US$ 1.916 dan level support berada pada harga US$ 1.597 apabila terjadi penurunan. Namun, koreksi bisa saja terjadi mengingat RSI saat ini berada di area overbought.

    “Perlu diperhatikan saat ini kondisi ekonomi tidak menampakkan sinyal perbaikan dan masih ada ancaman resesi panjang di depan, sehingga tak ada bukti konkret bahwa kripto akan terus tumbuh secara berkelanjutan dalam jangka pendek,” pungkas Afid.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Awal Pekan: Gerak Kripto Mulai Kendor, Apa Sebabnya?

    Pergerakan market aset kripto pada pekan ini mulai kendor, setelah minggu lalu sempat meroket. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang menekan laju market.

    Melansir data CoinMarketCap pukul 10.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar masuk ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), turun 1,99% ke US$ 21.875 dalam 24 jam terakhir. Sementara, Ethereum (ETH) anjlok 2,64% ke US$ 1.514 di waktu yang sama.

    Trader Tokocrypto, Nathan Alexander, menjelaskan pergerakan market kripto awal pekan ini memang cukup mengecewakan. Sepanjang akhir pekan lalu, Bitcoin diperdagangkan sideways dan bahkan sempat di bawah $ 22.500. Padahal, hari Rabu (20/7) BTC telah mencapai level tertinggi sejak sebulan terakhir menembus US$ 24.000.

    “Dari sisi teknikal, kinerja buruk kripto awal pekan ini disebabkan oleh ketidakmampuan BTC untuk mempertahankan kinerja di atas level Simple Moving Average dalam kurun 200 pekan terakhir di angka US$ 22.800. Investor mencerna kondisi itu sebagai sinyal bahwa harga BTC kemungkinan tak dapat menguat lebih jauh lagi,” kata Nathan.

    market aset kripto
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: Apa Itu Kripto Vite (VITE) dan New BitShares (NBS)?

    Penurunan kripto juga mengikuti indeks saham AS yang pada hari Jumat (22/7) ditutup melemah hampir 2%. Saham, seperti kripto, mengalami minggu terbaiknya pada pekan lalu, setelah beberapa bulan mengalami kerugian.

    Menanti Keputusan The Fed

    Di samping itu, Nathan menambahkan penurunan ini disebabkan oleh investor yang tampaknya meninjau kembali kecemasan mereka atas inflasi dan ekonomi global, sehingga memutuskan mengakhiri aksi beli untuk mundur dari aset berisiko. Investor tengah mengantisipasi kebijakan moneter teranyar The Fed.

    “Investor pun terlihat sudah melakukan priced in terhadap peristiwa-peristiwa makroekonomi di depan mata, utamanya kenaikan suku bunga acuan The Fed yang dijadwalkan terjadi pada 28 Juli mendatang,” ujarnya.

    Sejauh ini, pelaku pasar meyakini bahwa The Fed akan menjaga komitmennya untuk mengerek suku bunga acuan paling tinggi 75 basis poin. Melihat hal ini investor masih menanti gerak pasar indeks saham AS ke depannya.

    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

    Baca juga: Glassnode: Akhir Bear Market Sudah Dekat, Ini Tandanya

    Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum Pekan Ini

    Secara umum gerak market pekan ini mungkin akan tertekan hingga cenderung sideways. Jika nilai BTC terus berada di bawah level US$ 22.500, maka berpotensi melakukan retest ke level US$ 20.800 hingga US$ 21.300.

    “Target kenaikan harga Bitcoin apabila mampu breakout area resistensi berada pada harga US$ 24.776, dan 20-day EMA pada harga US$ 21.735 menjadi titik support-nya apabila harga Bitcoin mengalami koreksi,” jelas Nathan.

    Sementara, Ethereum (ETH) menjadi salah satu altcoin dengan recovery tercepat setelah mengalami penurunan. Saat ini harga ETH sudah berada kembali pada area resistance, namun berpotensi menurun melihat dinamika market secara keseluruhan.

    Jika aksi beli masih kuat, maka harga ETH bisa terdorong hingga mencapai harga US$ 1.745. Kemudian, 50-day EMA pada harga US$ 1.432 menjadi support pertama apabila harga ETH mengalami koreksi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Sepekan: Market Kripto Masih Tampil Cetar Buat Investor Senang

    Sepanjang pekan ini, situasi market kripto membuat hati investor senang, karena bisa sedikit ambil untung, meski di bawah tekanan inflasi. Pasalnya secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap melaju optimis ke zona hijau pada perdagangan seminggu ini.

    Data terbaru melansir CoinMarketCap pada Jumat (22/7) pukull 12.00 WIB nilai Bitcoin berada di harga US$ 22.954 atau melonjak 11,21% dalam tujuh hari terakhir. Nilai Ethereum (ETH) bahkan lebih perkasa naik 30,36% ke US$ 1.567 di waktu yang sama. Lalu apa yang menyebabkan market kripto bergejolak positif?

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan investor yang kembali menyerbu aset kripto, lantaran mereka tengah mengabaikan potensi resesi ekonomi AS. Hal serupa juga terjadi di pasar aset berisiko lainnya yakni pasar saham AS.

    “Di samping itu, investor juga ramai-ramai melakukan transaksi perdagangan di altcoin setelah memantau apiknya kinerja indeks saham AS. Pelemahan kinerja nilai dolar AS juga menambah gairah investor, meski tentu masih dibayangi oleh sikap The Fed dengan suku bunga acuannya yang diumumkan pekan depan,” kata Afid.

    Harga Bitcoin Bergerak Agresif
    Harga Bitcoin Bergerak Agresif.

    Baca juga: Glassnode: Akhir Bear Market Sudah Dekat, Ini Tandanya

    Menanti Aksi The Fed

    Sejauh ini, Afid melihat banyak investor yakin The Fed tidak bakal terlampau agresif dalam mengerek suku bunga acuannya yang diumumkan pada hasil rapat yang berlangsung 27 hingga 28 Juli mendatang. Alhasil, investor optimistis The Fed maksimal hanya menaikkan suku bunga 75 basis poin saja dan tidak memukul market kripto.

    Di samping itu, secara umum sentimen market diliputi kecemasan soal rentetan kabar buruk yang menghinggapi ekosistem kripto selama sehari belakangan. Salah satu kabar tak sedap itu muncul dari Tesla yang mengaku telah menjual Bitcoin senilai US$ 963 juta sepanjang triwulan lalu demi meningkatkan posisi kas perusahaan.

    Kemudian, kabar mengenai platform pinjam-meminjam aset kripto, Vauld, yang sudah mengajukan proteksi dari krediturnya yang berasal Singapura. Kabar ini muncul setelah perusahaan mengumumkan penghentian sementara proses withdrawals-nya beberapa hari lalu.

    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

    Baca juga: Investor Kripto Yakin Harga Bitcoin Tembus Rp 7,4 M Dalam 5 Tahun

    Anaisa Bitcoin dan Ethreum ke Depan

    Bitcoin saat ini diperdagangkan di bawah US$ 23.000 dan turun hampir 1 persen dalam sehari dan naik 11 persen dalam seminggu. Pergerakan BTC meski mengalami kenaikan, tapi sejauh ini masih datar atau sideways.

    Sentimen bearish masih aktif di dekat US$ 24.200 dan mendorong harga di bawah US$ 23.000. Pada sisi negatifnya, titik support awal ini berada di dekat U$ 22.500. Support utama berikutnya berada di US$ 22.250, jika sebaliknya berada di di bawahnya, harga Bitcoin bisa turun ke US$ 21.200. Sementara, level resistensi berada di dekat US$ 23.500. Resistensi utama berikutnya bisa menjadi US$ 24.000, di atasnya harga bisa memulai kenaikan baru.

    Sedangkan, harga Ethereum (ETH) masih berjuang untuk tetap di atas resistensi US$ 1.600. ETH memangkas beberapa kenaikan dan turun di bawah US$ 1.500. 

    Level support utama berikutnya adalah di dekat US$ 1.450, di bawahnya harga bisa memulai koreksi turun yang lebih kuat. Pada sisi atas, harga bisa menghadapi berada di dekat US$ 1.550. Resistensi utama berikutnya adalah di US$ 1.600, jika tembus harga bisa memulai kenaikan lagi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Market Signal 20 Juli 2022: Aset Kripto Terus Optimis Terbang

    Pergerakan market aset kripto pada Rabu (20/7) siang membuat para investor tersenyum gembira. Cuaca cerah masih menyelimuti market kripto yang nilainya terus melesat tinggi.

    Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap kompak bergerak optimis ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Bahkan, nilai Bitcoin (BTC) naik 5,86% ke US$ 23.393 per keping dalam sehari terakhir. Ini mampu melewati level resistance terdekatnya. 

    Sementara, nasib Ethereum (ETH) juga sama baik, meroket 1,31% ke US$ 1.545 di waktu yang sama. XRP, Cardano (ADA), Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) juga mengalami kenaikan masing-masing 4,18%, 8,87%, 3,78 dan 3,72%.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat investor kembali menyerbu market kripto lantaran kinerja dolar AS yang sedang melemah sehingga membangkitkan gairah aksi beli di instrumen aset berisiko, termasuk saham. Kinerja baik juga tercermin dari gerakan pasar saham AS.

    “Investor tampaknya tengah mengabaikan potensi resesi ekonomi AS dengan indikator nilai dolar AS yang terus melemah. Kemudian, mereka tak ingin kelewat fase bullish terhadap BTC yang akhirnya melakukan rentetan aksi beli. Namun, di sisi lain ada investor yang akhirnya tergoda untuk segera merealisasikan profit taking, sehingga gerakan market saat ini agak datar,” kata Afid.

    Lebih lanjut, Afid menerangkan investor juga tak mau terlampau optimis masuk ke market kripto karena lebih memilih untuk menanti hasil rapat bank sentral AS, The Fed, yang sedianya akan berlangsung pada 27 hingga 28 Juli mendatang. Kendati demikian sejauh ini, tampaknya The Fed bakal konsisten dengan komitmennya yang bakal mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin pada bulan ini.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

    Baca juga: Bitcoin Tetap Berpeluang Bersaing Ketat dengan Emas

    Sentimen Positif Penyebab Market Bullish

    Secara umum Afid menjelaskan reli kencang aset kripto tengah pekan ini disebabkan oleh beberapa faktor penting. Pertama, sepinya sentimen makroekonomi dan ketegangan geopolitik, membuat investor memanfaatkan untuk melakukan aksi beli.

    Investor merasa bahwa kinerja keuangan beberapa emiten keuangan di pasar saham AS yang di atas ekspektasi menjadi indikasi bahwa ekonomi AS sebenarnya terbilang solid. Terlebih nilai dolar AS juga melemah sehingga membangkitkan gairah market.

    Hal kedua, dari faktor ekosistem kripto. Investor menyambut positif pengumuman mengenai tanggal upgrade jaringan ETH, The Merge yang dijadwalkan selesai pada 19 September 2022. Alhasil market ETH dan Ethereum Classic (ETC) mengalami short squeeze selama beberapa hari belakangan.

    Selain itu, ada juga kabar baik mengenai jaringan Polygon, misalnya niatan Walt Disney yang mendukung pengembangan Web 3 Polygon dan rencana peluncuran pembaruan jaringan yang digadang bernama Hermez.

    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

    Faktor ketiga secara teknikal, harga BTC yang menembus di atas level psikologis US$ 22.000 membuat pelaku pasar tergerak melakukan aksi akumulasi. Alhasil, kini nilai kapitalisasi pasar kripto sukses kembali tembus di atas US$ 1 triliun.

    Selain itu dari indikasi dari Fear and Greed Index, volume perdagangan Bitcoin tampaknya berjalan normal setelah lonjakan besar-besaran dicatat pada bulan Juni lalu. Saat ini, sentimen cukup membaik walaupun masih dalam status “Extreme Fear” di dalam pasar kripto.

    BTC saat ini memiliki titik support terdekat di level US$ 22.000 dengan target kenaikan terdekat ke US$ 23.600 hingga US$ 24.500. Bitcoin (BTC) berjuang untuk level US$ 24.000 karena penembusannya dapat menyebabkan kenaikan lebih lanjut. Namun, dalam kasus tekanan bearish dan pengembalian di bawah US$ 22.000 bisa menekan harga lebih dalam.

    Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan keempat bulan Juli ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

    Daftar 5 Aset Kripto Bullish 

    1. Ethereum (ETH)

    Analisis teknikal Ethereum (ETH).

    Ethereum (ETH) kembali masuk ke dalam daftar aset kripto bullish pekan ini. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat nilai ETH telah meroket sekitar lebih dari 50% selama tujuh hari terakhir karena sentimen positif kabar tentang proses The Merge atau atau perpindahan dari jaringan Proof-of-Work ke Proof-of-Stake yang dijadwalkan selesai pada 19 September 2022. 

    “Merge akan mengubah protokol dari model Proof-of-Work saat ini ke model Proof-of-Stake yang hemat energi dan ramah lingkungan. Mulai dari akhir Juli hingga September nanti Ethereum akan memulai proses The Merge. Hal ini disambut positif oleh investor, sehingga mengerakan market secara keseluruhan,” kata Afid.

    Kenaikan ETH yang sedang berlangsung juga datang dari event Ethereum Community Conference (EthCC) yang akan berlangsung tanggal 19-21 Juli 2022 di Paris dengan lebih dari 250 pembicara, salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin. Acara tersebut akan menjadi ajang berkumpulnya komunitas kripto yang besar untuk membahas penggantian protokol proof-of-work dengan proof-of-stake untuk ETH.

    Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar ETH masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 1.705 atau naik 15% dari harga US$ 1.500 dalam beberapa hari ke depan. Namun, diperkirakan akan terlebih dahulu pengujian di zona US$ 1.500 pada akhir minggu ini.

    Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 189.654.182.613. Jumlah koin yang beredar 121.618.324 koin ETH dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Baca juga: Prediksi Titik Balik Kripto Momen Super Bullish

    2. Ethereum Classic (ETC)

    Analisis teknikal Ethereum Classic (ETC).

    Pergerakan ETH yang positif rupanya juga berdampak pada Ethereum Classic (ETC). Afid melihat ETC mencatat keuntungan signifikan yang sebagian didukung oleh aktivitas jaringan pada blockchain Ethereum utama, khususnya peningkatan The Merge yang dijadwalkan untuk bulan September. 

    “Faktor tersebut tampaknya mendorong harga ETH di samping mendorong penembusan harga ETC. Gerakan bull ETC telah dirasakan dalam tujuh hari terakhir, di mana harga Ethereum Classic telah memberikan momentum kenaikan yang kuat menandai fase konsolidasi,” ucap Afid.

    ETC menempati urutan ketiga di antara aset kripto berkinerja terbaik dalam tujuh hari terakhir di belakang Lido DAO (151,03%) dan Polygon (58,73%). Harga ETC kemungkinan besar akan kembali tembuh ke level US$ 28,12 atau naik 20% dari harga US$ 23,36.

    Ethereum Classic (ETC) sendiri adalah hard fork dari Ethereum (ETH) yang diluncurkan pada Juli 2016. Ethereum Classic telah berusaha untuk membedakan dirinya dari Ethereum, dengan peta jalan teknis kedua jaringan yang semakin menyimpang satu sama lain seiring waktu.

    Peringkat ETC di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #25, dengan kapitalisasi pasar US$ 3.385.422.000. Pasokan yang beredar 135.898.262  koin ETC dan maksimal pasokan 210.700.000 koin ETC.

    3. STEPN (GMT)

    Analisis teknikal STEPN (GMT).

    STEPN (GMT) diperkirakan akan bullish pada pekan ini. Menurut Afid, ada beberapa faktor penyebab sentimen positif yang membuat harga GMT bisa naik. Salah satunya, pengumuman STEPN yang telah mengumpulkan keuntungan US$ 122,5 juta melalui biaya platformnya pada Q2 2022.

    “STEPN juga kabarnya berencana untuk menggunakan 5% dari keuntungan yang dihasilkan untuk memulai program buyback dan burn GMT. Proses program buyback and burn mungkin memakan waktu beberapa minggu untuk diselesaikan untuk menghindari memicu volatilitas harga yang tiba-tiba,” jelas Afid.

    Selain itu, Selain itu, platform juga akan mengalokasikan cadangan modal untuk meningkatkan fitur yang ada dan membangun tim. Tujuannya adalah untuk meningkatkan adopsi brand secara keseluruhan.

    Dalam 24 jam terakhir, token GMT sedang mengalami koreksi. Analisis teknikalnya, pola konsolidasi mengantisipasi bahwa begitu STEPN menembus resistance US$ 1,10 atau level support US$ 0,79, pergerakan kenaikan harga 29% mungkin akan mengikuti. Harga GMT bisa mencapai US$ 1,33.

    Peringkat GMT di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #69, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 643.629.277. Jumlah koin yang beredar 600.000.000 koin GMT dan maksimal pasokan 6.000.000.000 koin GMT.

    4. THORChain (RUNE)

    Analisis teknikal THORChain (RUNE).

    Selanjutnya adalah THORChain (RUNE) yang berpotensi bullish. Token RUNE dipengaruhi oleh sentimen positif dari THORChain yang akhirnya mengaktifkan program Killswitch yang secara progresif akan menghentikan dukungan varian token RUNE berbasis BEP-2 dan ERC-20. 

    Token BNB.RUNE dan ETH.RUNE akan semakin kehilangan nilainya selama 12 bulan ke depan, karena proyek ini bertujuan untuk mendorong adopsi varian RUNE yang terpadu sepenuhnya yang memungkinkan interoperabilitas lebih kuat.

    “Berdasarkan analisis teknikalnya, kenaikan signifikan terjadi hingga 32,6% dari harga RUNE menjadi US$ 3,3. Level resistance RUNE sendiri berada di US$ 3,28 dan US$ 3,88. Sedangkan, level support di US$ 1,77 dan US$ 1,28.

    THORChain sendiri adalah sebuah protokol blockchain terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna dengan mudah menukar aset kripto mereka dari berbagai jaringan, termasuk Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), dengan token lainnya yang tidak berada di dalam jaringan yang sama, tanpa perlu pihak ketiga, seperti Coinbase atau Binance.

    Peringkat RUNE di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #53, dengan kapitalisasi pasar US$ 926.264.614. Pasokan yang beredar 330.688.061 koin RUNE dan maksimal pasokan 500.000.000 koin RUNE.

    5. Chainlink (LINK)

    Analisis teknikal Chainlink (LINK).

    Aset kripto potensi bullish terakhir pekan ini adalah Chainlink (LINK). Menurut Afid, nilai LINK digerakan oleh sentimen positif kabar Chainlink yang telah memberi tahu penggunanya tentang serangkaian integrasi. 

    “Bakal terjadi integrasi terutama terlihat di berbagai chain antara 11 Juli dan 17 Juli. Chainlink mencatat 16 integrasi dari empat layanannya di tujuh rantai yang berbeda. Ini termasuk Avalanche, BNB Chain, Ethereum, Ethereum Rinkeby testnet, Fantom, Optimism, dan Polygon,” jelas Afid.

    Di antara tanggal 11-17 Juli 2022, harga LINK telah tumbuh 5%. Selama periode tersebut, kapitalisasi pasar naik 4% dari US$ 2,88 miliar menjadi US$ 3,01 miliar. Reli bullish kemungkinan besar akan mendorong harga LINK ke US$ 7,66 atau naik sekitar 14% dari harga US$ 6,7.

    Peringkat LINK di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #22, dengan kapitalisasi pasar US$ 3.480.997.928. Pasokan yang beredar 467.099.971 koin LINK dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin LINK.

    Baca juga: Bank Indonesia Mau Rilis CBDC, Apa Itu Rupiah Digital?

    Daftar 5 Aset Kripto Bearish 

    1. Axie Infinity (AXS)

    Analisis teknikal Axie Infinity (AXS).

    Axie Infinity (AXS) membuka daftar aset kripto potensi bearish pekan ini. Menurut Afid, nilai AXS bakal dipengaruhi oleh sentimen negatif dari berita kekecewaan pada gamers dan komunitas soal platform game Axie Infinity yang tidak berfungsi optimal.

    “Setelah membuka kembali Ronin Bridge, platform AXS tampaknya mendapatkan permasalahan baru yang membuatnya proses transaksi setoran dari blockchain Ethereum tidak optimal. Hal ini kemungkinan besar akan mempengaruhi nilai AXS beberapa hari ke depan,” kata Afid.

    Dari analisis teknikalnya, saat ini pergerakan AXS dalam reli bullish yang singkat, namun rentan. Fase bearish dapat melakukan pemogokan pada pergerakan harga yang mungkin mencoba menarik token kembali ke kisaran harga yang lebih rendah. Prediksi harga AXS bisa mencapai US$ 15,69 atau turun 11% dari US $ 17,77.

    Peringkat AXS di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #41, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.411.068.377. Pasokan yang beredar 82.475.674 koin AXS dan maksimal pasokan 270.000.000 koin AXS.

    2. Celo (CELO)

    Analisis teknikal Celo (CELO).

    CELO masuk dalam fase bearish diakibatkan oleh jaringan blockchain Celo yang mengalami pemadaman pada Rabu (13/7). Peristiwa downtime tersebut telah menghentikan produksi blok baru di jaringan secara tiba-tiba. 

    “Efek dari downtime jaringan blockchain Celo dalam membuat penarikan harga CELO. Di indikator teknis, Celo menunjukkan momentum bearish. Saat ini level support-nya berada di titik US$ 0,75-US$ 0,68 dan resistance-nya di US$ 0,90-US$ 1. Alhasil, CELO bisa turun hingga US$ 0,92 dari harga US$ 1,03,” kata Afid.

    CELO sendiri adalah aset asli ekosistem blockchain Celo. Proyek ini bertujuan memperkenalkan kenyamanan keuangan terdesentralisasi (DeFi) kepada pengguna smartphone yang tidak memiliki rekening bank di seluruh dunia. Token CELO dirancang untuk memfasilitasi transaksi dan proses tata kelola di platform.

    Peringkat CELO di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #82, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 463.177.924. Pasokan yang beredar 450.833.963 koin CELO dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin CELO.

    3. Helium (HNT)

    Analisis teknikal Helium (HNT).

    Helium (HNT) kembali masuk ke dalam daftar aset kripto bearish pekan ini. Afid melihat sentimen buruk HNT masih diselimuti oleh jaringan Internet of Things (IoT) blockchain Helium yang ditutup selama 4 jam pada pekan lalu.

    “Dampak dari pemadaman masih bisa menekan harga Helium. Dampak dari peristiwa tersebut adalah masih adanya gangguan pembagian rewards mining dan transfer token yang dibiarkan tertunda,” ungkap Afid.

    Dari analisis teknikalnya, nilai HNT kemungkinan besar bisa turun sebesar 9% dari harga US$ 11,13 ke US$ 9,89 dalam beberapa hari ke depan. Saat ini, level support HNT berada di US$ 9,20-US$ 9 dan level resistance-nya ada di US$ 9,70-US$ 10.

    Peringkat HNT di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #45, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.248.936.843. Jumlah koin yang beredar 122.175.058 koin HNT dan maksimal pasokan 223.000.000 koin HNT.

    Baca juga: Kenal Kripto Fio Protocol (FIO) dan RSK Infrastructure Framework (RIF)

    4. Voyager Token (VGX)

    Analisis teknikal Voyager Token (VGX).

    Selain HNT, Voyager Token juga masih betah dalam daftar kripto potensi bearish pekan ini. Afid mengungkap VGX akan mengalami penurunan pada pekan ini, akibat perusahaan yang tidak dikenal MetaFormLabs telah memulai kampanye untuk memompa VGX sebagai bagian dari paket penyelamatan Voyager.

    Token VGX Voyager sempat melonjak 178% mencapai tertinggi intraday US$ 0,891 sebelum jatuh kembali ke sekitar US$ 0,559. Kenaikan harga ini bertepatan dengan munculnya tagar Twitter yang disebut #PumpVGXJuly18 yang ramai pada Kamis (14/7) lalu.

    “VGX memang sempat meroket meskipun beberapa minggu yang bergejolak untuk broker kripto, Voyager Digital yang telah mengajukan perlindungan kebangkrutan. Dalam hal prediksi harga VGX dapat melihat harganya turun menjadi US$ 0,450 selama beberapa hari mendatang, karena ada penarikan yang kuat dan indikator pergerakan yang sudah overbought,” kata Afid.

    Peringkat VGX di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #163, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 137.314.481. Jumlah koin yang beredar 278.482.214 koin VGX dan maksimal pasokan 279.387.971 koin VGX.

    5. Tornado Cash (TORN)

    Analisis teknikal Tornado Cash (TORN).

    Tornado Cash adalah platform yang menyediakan solusi privasi non-kustodian terdesentralisasi yang dibangun di atas jaringan blockchain Ethereum. Afid menerkan nilai TORN akan masuk ke fase bearish pada pekan ini.

    Menurut Afid, penyebab penurunan harga bisa berdampak dari komunitas Tornado Cash yang telah memilih untuk menolak proposal untuk memperkuat perbendaharaannya. Proposal tersebut menentang untuk mengubah TORN menjadi ETH (wETH) untuk membantu mendiversifikasi perbendaharaan.

    “Lebih dari dua pertiga komunitas Tornado menolak proposal untuk menjual TORN-v-1 dengan diskon 20% agar mendapatkan ETH menggunakan agregator pertukaran terdesentralisasi 1inch. Nilai Tornado Cash kini lebih rendah 6,99% pada perdagangan 24 jam terakhir, menghasilkan harga saat ini Rabu (20/7) US$ 24,86. Pergerakan harga bisa turun hingga US$ 23,80 atau anjok 8%,” ungkap Afid.

    Peringkat TORN di CoinMarketCap pada Rabu (20/7) pukul 10.00 WIB adalah #542, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 27.264.765. Jumlah koin yang beredar 1.099.795 koin TORN dan maksimal pasokan 10.000.000 koin TORN.

    Disclaimer

    Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Awal Pekan: Gerak Kripto Optimis ke Zona Hijau

    Pergerakan market aset kripto pada hari Senin (18/7) terpantau masih berenergi. Hal ini sudah berlangsung sejak pekan lalu, walaupun kemarin sempat terlihat kurang bergairah.

    Melansir situs CoinMarketCap, Senin (18/7) pukul 11.00 WIB, ada 10 aset kripto big cap kompak naik ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Misalnya, nilai Bitcoin (BTC) naik 0,58% ke US$ 21.252 per keping dalam sehari terakhir.

    Kemudian, Ethereum (ETH) naik 3,24% ke level US$ 1.402. Solana (SOL), Dogecoin (DOGE), Cardano (ADA) dan XRP mengalami kenaikan masing-masing 0,89, 0,29%, 0,42% dan 0,26%.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan meskipun secara keseluruhan pergerakan market awal pekan ini kuat tipis menghijau, tapi harga aset bakal terus bergerak di rentang sempit sampai investor mendapat gambaran mengenai prospek ekonomi ke depan.

    “Prospek ke depan tekanan di market kripto semakin berat setelah nilai Dolar AS semakin kuat sejak pekan lalu. Saat ini, investor menanti kepastian mengenai kenaikan suku bunga acuan yang akan dilakukan bank sentral AS, The Fed, demi menekan inflasi tanpa harus menimbulkan efek samping berupa resesi ekonomi. Terlebih inflasi AS bulan Juni masih sangat tinggi 9,1%. Jika merunut pada data historisnya, data inflasi AS selalu memukul kinerja pasar kripto,” kata Afid.

    Ilustrasi bear market
    Ilustrasi bear market.

    Baca juga: Analis: Reli Bitcoin yang Eksplosif Sudah Dekat

    Afid melanjutkan The Fed sendiri rencananya akan menggelar rapat bulanannya pada 26-27 Juli mendatang. Sehingga, pergerakan harga kripto bakal terbilang sideways setidaknya hingga The Fed mengumumkan kesimpulan rapat FOMC-nya bulan ini.

    Di samping itu, optimisme investor semakin goyah menyusul deretan kabar buruk dari industri kripto global. Seperti, Celsius yang akhirnya mengajukan kebangkrutan ke pengadilan niaga New York dan OpenSea untuk memangkas 20% dari jumlah karyawannya.

    “Selanjutnya, kabar dari Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang melarang warganya untuk memanfaatkan aset digital dan token utilitas sebagai alat pembayaran barang dan jasa di Rusia. Putin telah mengesahkan Undang-Undang yang melarang pembayaran digital di negara tersebut,” jelasnya.

    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

    Baca juga: Alasan Investasi Bitcoin Tetap Menarik untuk Jangka Panjang

    Kendati demikian, bisa dibilang kondisi pasar kripto saat ini lebih sehat dibanding sebelum-sebelumnya. Sebab, pelaku pasar terpantau sangat reaktif terhadap kabar-kabar positif yang menyangkut jaringan blockchain. Seperti, Celsius melunasi utangnya ke dua platform keuangan terdesentralisasi, Compound dan Aave, serta kabar baik Ethereum siap upgrade jaringan di bulan September mendatang.

    Sentimen positif lainnya ada di ekosistem kripto yang membuat market kembali tumbuh datang dari beberapa kabar, mulai dari Binance yang menyelesaikan burn periode triwulanan ke-20 dari token aslinya, BNB sekitar hampir 1,96 juta BNB (sekitar US$ 444,6 juta).

    Selain itu ada Polygon Network yang memperluas cakupan infrastruktur Web3 miliknya dengan Walt Disney Company. Dampaknya nilai Polygon (MATIC) meroket 18,39% dalam 24 jam terakhir. Kemudian, platform Celsius dikabarkan juga telah melunasi utangnya kepada platform keuangan terdesentralisasi, Aave.

    Analisis Harga Bitcoin dan Ethereum Pekan Ini

    Khusus untuk analisis pergerakan Bitcoin sendiri, menurut Afid, kemungkinan besar pergerakan pada pekan ini masih dalam kisaran US$ 18.000 hingga US$ 22.000, setidaknya sampai investor memiliki tanda yang lebih jelas apakah The Fed dapat menekan inflasi tanpa membuat ekonomi global ke dalam resesi.

    “Dari sisi teknikal, BTC saat ini memiliki titik support terdekat di level US$ 20.000 dengan target kenaikan terdekat ke US$ 21.300 hingga US$ 22.500. Namun, pergerakan ini sebenarnya masih dalam rentang sideways dan belum bisa dikatakan masuk ke fase bullish, karena harus tembus level resistance-nya di US$ 23.300,” tutur Afid.

    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

    Baca juga: Bitcoin dan Kripto Lainnya Terbang saat Data Inflasi AS Meroket

    Dinamika market kripto pekan ini menjadi pertanda bahwa altcoin season sudah semakin panas. Hal ini tercermin dari pergerakan BTC yang mulai tidak selaras dengan koin lainnya, terutama Ethereum (ETH) dan Ethereum Classic (ETC) yang melonjak tinggi.

    Dalam jangka pendek, ETH terjebak di antara titik support US$ 1.313 dan resistance di US$ 1.386. Harga lebih dekat ke level atas saat ini, yang berarti bahwa bull lebih kuat daripada bear. Dalam hal ini, skenario yang lebih mungkin adalah perdagangan ETH sideways antara US$ 1.300-US$ 1.400.

    “Ethereum Classic (ETC) nilainya pagi ini tumbuh 18,21% dengan volume trading melonjak 144% capai US$ 1,3 miliar dalam sehari terakhir. Hal ini terjadi menjelang pembaruan jaringan Ethereum bernama The Merge,” pungkas Afid.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Sepekan: Market Kripto Masih Kuat

    Menjelang akhir pekan, situasi market kripto membuat hati investor riang gembira. Pasalnya secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap melaju optimis ke zona hijau pada perdagangan Jumat (15/7) pukul 12.00 WIB.

    Melansir CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 20.526 atau melonjak 1,31% dalam sehari terakhir. Nilai Ethereum (ETH) ikut naik 7,31% ke US$ 1.195 di waktu yang sama. 

    Sementara altcoin lainnya juga tidak meroket, seperti XRP, Solana (SOL), Dogecoin (DOGE) dan Cardano (ADA) harga melonjak masing-masing 6,59%, 6,89%, 1,23% dan 1,30% dalam 24 jam terakhir. Lalu, apa yang menyebabkan market kripto bergejolak positif?

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan reli singkat yang terjadi pada perdagangan market kripto disebabkan oleh sentimen positif dari komentar terbaru pejabat bank sentral AS, The Fed. Sejumlah pejabat The Fed menyebutkan lembaga otoritas moneter tersebut kemungkinan besar tidak akan mengerek suku bunga acuannya sebesar 100 basis poin gara-gara inflasi AS menyentuh level tertingginya dalam 41 tahun terakhir.

    “Kemarin sejumlah pejabat The Fed menyangkal akan menaikan suku bunga acuan hingga 100 bps, tetapi condong ke 75 bps pada pertemuan mendatang. Kabar ini tampak disambut positif oleh investor sehingga nilai aset kripto masih sukses mempertahankan kinerjanya,” kata Afid.

    Ilustrasi Rekt Capital.
    Ilustrasi market aset.

    Baca juga: Analis: Reli Bitcoin yang Eksplosif Sudah Dekat

    Banyak investor yang menjadi bergairah untuk kembali melakukan transaksi di market kripto, walaupun situasi di pasar saham saat ini sedang lesu. Meski demikian, reli singkat ini hanya bertahan sementara lantaran belum didukung aksi akumulasi yang kuat dari pelaku pasar.

    Berdasarkan data CoinMarketCap, nilai market cap aset kripto belum tembus US$ 1 triliun dan volume trading harian di bursa kripto turun 5,14% dalam sehari terakhir. Tampaknya investor masih khawatir inflasi tinggi dan ancaman resesi dalam jangka waktu pendek.

    Sementara itu, pergerakan Bitcoin sekarang mengharapkan The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin lagi akhir bulan ini, yang selanjutnya dapat berdampak pada harga. Pergerakan harga Bitcoin akan berada dikisaran harga US$ 20.317 dan masih berpotensi naik hingga ke level harga US$ 21.127. Tetapi apabila harga Bitcoin kembali koreksi, kemungkinan akan turun dan retest support pada harga US$ 19,772.

    Tiga Sentimen Negatif Bisa Tekan Market Kripto

    Ada setidaknya tiga faktor yang bisa membuat pergerakan market kripto kembali tertekan. Pasalnya, telah terjadi anomali di mana, nilai aset kripto ternyata masih bertahan meski data inflasi AS menyentuh level tertingginya dalam 41 tahun terakhir pada Juni.

    Ilustrasi bear market.
    Ilustrasi bear market.

    Baca juga: NFT CryptoPunk Satu Ini Berhasil Terjual Rp 39 Miliar

    Melihat data historisnya, nilai aset kripto biasanya langsung rontok setelah perilisan data tersebut. Sebab, pelaku pasar selalu mengaitkan hasil data inflasi dengan rencana moneter yang akan ditempuh bank sentral AS, The Fed.

    Maka dari itu, faktor pertama adalah jika The Fed merespons inflasi dengan kenaikan suku bunga acuan ekstra kencang, maka selera investor perlahan bakal pudar. Dampaknya akan memberikan tekanan negatif pada harga untuk aset berisiko, dari saham ke Bitcoin.

    Selanjutnya, datang dari kabar platform pinjam meminjam kripto, Celsius yang tengah menyiapkan dokumen kebangkrutan. Menurut dokumen yang diajukan ke pengadilan tata usaha New York, Celsius ternyata memiliki aset US$ 4,3 miliar dan kewajiban US$ 5,5 miliar, sehingga perseroan punya defisit neraca sebesar US$ 1,2 miliar.

    Selain itu, faktor lainnya adalah berkembangan dari kasus Mt Gox yang saat ini memiliki 142.000 Bitcoin siap untuk dijual dalam rangka ganti rugi korban. Walau terdengar seperti kabar positif, ganti rugi ini dapat membuat tekanan jual yang besar di pasar kripto, terutama untuk Bitcoin.  



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Sepekan: Market Kripto Makin Optimis Melaju, tapi Potensi Bull Trap

    Menjelang akhir pekan, market kripto tampak membuat hati investor senang. Pergerakan market aset kripto, terutama Bitcoin cukup mengejutkan, karena mampu melewati level psikologisnya di atas US$ 20.000, setelah alami penurunan yang berat.

    Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap melaju optimis ke zona hijau pada perdagangan Jumat (8/7) pukul 12.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 21.943 atau melonjak 7,91% dalam 7 hari terakhir.

    Altcoin lainnya tidak kalah sumringah. Nilai Ethereum (ETH) ikut naik 14,01% ke US$ 1.248 sepekan terakhir. Binance Coin (BNB), Solana (SOL) dan XRP bahkan naik lebih dari 6%. Dogecoin (DOGE) dan Cardano (ADA) meroket lebih dari 5% seminggu terakhir.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan reli singkat yang terjadi pada perdagangan market kripto disebabkan oleh sentimen positif dari risalah yang dikeluarkan oleh Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu (7/7) lalu. Investor mengamati reaksi pasar terhadap risalah terbaru tersebut, namun tampaknya berdampak baik bagi market.

    “Investor tampaknya sangat menyukai risalah FOMC, sehingga meredakan kekhawatiran komitmen The Fed untuk pengetatan kebijakan moneter. Kenaikan market kripto juga terjadi pada pasar saham yang semakin berkorelasi selama setahun terakhir,” kata Afid.

    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

    Baca juga: 6 Tips Tetap Profit saat Bear Market Kripto

    Penguatan harga aset kripto juga datang dari sentimen positif dari Ethereum yang sukses merapungkan uji coba The Merge terbarunya di jaringan uji coba bernama Sepolia. Kesuksesan ini akan mendekatkan jaringan Ethereum mengubah algoritma konsensusnya dari Proof of Work (PoW) menjadi Proof of Stake (PoS).

    Ada pula kabar dari Celsius yang telah membayar utangnya ke platform Maker sebesar US$ 440 juta. Hal ini mengindikasikan bahwa likuiditas Celsius sudah membaik setelah menghentikan proses penarikan (withdrawals) pada dua pekan lalu.

    Selain itu, investor juga masih melakukan strategi buy the dip memanfaatkan situasi makroekonomi yang sedang mereda. Terlihat dari data on-chain exchange terjadi sedikit lonjakan yang menimbulkan harga terkonsolidasi. 

    Market secara keseluruhan masih di masa konsolidasi. Dari data on-chain, aktivitas trading Bitcoin, dari trading volume, long term holder mulai beli. Dari sisi market sekitar 200-400 hari sebelum halving akan ada sedikit koreksi. Kita masih ada di bear market, belum ada tanda-tande reversal,” jelasnya.

    Ilustrasi bear market
    Ilustrasi bear market.

    Baca juga: Tokocrypto Bebaskan Biaya Trading Bitcoin untuk Stimulus Market Kripto

    Afid juga mewanti-wanti akan terjadi bull trap. Investor harus masih menunggu data pekerjaan (Nonfarm Payroll/NFP) AS pada akhir pekan ini dan indeks harga konsumen AS minggu depan. Dua data tersebut seharusnya menandakan laju inflasi dan apakah The Fed terus agresif menaikkan suku bunga ketika pembuat kebijakan bertemu berikutnya pada 26-27 Juli mendatang.

    “Perilisan data NFP AS akhir pekan ini bisa saja membuat harga aset kripto putar balik. Dari data historisnya, pergerakan harga aset kripto selalu kembali lesu setiap ada perilisan data makroekonomi terbaru yang negatif. Kalau, Bitcoin untuk memulai fase bullish harus menembus harga di atas US$ 23.000, untuk saat ini tren harian masih turun,” pungkas Afid.



    Sumber : news.tokocrypto.com