Tag: Market

  • Market Awal Pekan: Harga Kripto Masih Kuat, Apa Penyebabnya?

    Market aset kripto pada Senin (12/9) pagi tampak masih bergerak optimis. Harga Bitcoin dan beberapa aset kripto utama lainnya terpantau naik tipis ke zona hijau.

    Melansir data CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) naik tipis 1,07% ke US$ 21.806 dalam sehari terakhir. BTC kembali berhasil berada di atas level psikologisnya. Sementara, Ethereum (ETH) tampaknya sedang alami sedikit koreksi turun 1,23% ke US$ 1.741 di waktu yang sama.

    Sejumlah altcoin lainnya, seperti nilai Solana (SOL) dan Polkadot (DOT) juga kompak naik lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir. Apa yang terjadi pada pergerakan market pagi ini?

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan kembalinya market kripto ke zona hijau pada awal pekan ini, mungkin disebabkan investor yang mulai optimis dengan market bisa membawa keuntungan dalam jangka pendek. Hal itu bisa dilihat dari indeks dolar AS (DXY) yang masih melemah Senin pagi ini berada di posisi 108,63 (-0,34%).

    Kemudian, kabar kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa sebesar 75 basis poin justru membuat investor semangat masuk pasar, karena keyakinan mereka inflasi bisa segera turun di Benua Biru itu.

    “Kabar dari industri, seperti FTX Ventures membeli 30% saham di SkyBridge Capital milik Anthony Scaramucci memberi secercah harapan baik di ekosistem kripto yang masih bergairah,” kata Afid.

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Peneliti Ini Riset Cari Produk Kripto yang Sesuai di Indonesia

    Indeks Saham Dorong Market Kripto

    Afid juga menjelaskan indeks saham AS juga menyebabkan market kripto melaju optimis. Terpantau, nilai trio indeks saham Amerika Serikat (AS) berkinerja baik pada sesi perdagangan Jumat (9/9). Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat 1,2%, sementara nilai S&P 500 dan Nasdaq masing-masing 1,5% dan 2,1%.

    “Indeks saham AS perkasa berkat gerak lincah saham teknologi. Performa saham membuat kripto juga bergerak optimis dan seolah-olah mengabaikan rentetan komentar pejabat The Fed yang menekankan pentingnya kenaikan suku bunga acuan,” terangnya.

    Antisipasi Sentimen Market Kripto

    Ada pula sentimen yang bisa berdampak market pada pekan ini, menurut Afid adalah adanya antisipasi perilisan data inflasi AS Agustus pada Selasa (13/9) mendatang. Pasalnya, data itu akan memberikan sinyal terkait kebijakan moneter The Fed ke depan. “Dan biasanya data tersebut buat market gerak naik dan turun lebih cepat.”

    Ilustrasi market aset kripto.
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: Bitcoin Tidak Akan Pernah Capai Rp 1 Miliar Pasca The Merge Ethereum?

    Selain itu, penantian pembaruan jaringan Ethereum atau disebut The Merge, yang digadang akan meluncur pada 15 September mendatang. Dalam pembaruan tersebut, Ethereum berencana mengubah algoritma konsensusnya dari Proof-of-Stake menjadi Proof-of-Work dan digadang-gadang bisa menaikan harga ETH dan altcoin lainnya.

    Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

    Dari segi analisis teknikalnya, Bitcoin berhasil breakout resistance pada level US$ 20.701. Target naik selanjutnya berada pada level US$ 22.370, jika pergerakan harga BTC berhasil menjaga laju bullish dan didukung aksi beli yang tinggi. Level US$ 20.527 menjadi support terdekat untuk menjaga penurunan apabila harga terkoreksi.

    Sementara, Ethereum (ETH) sebagian besar lebih tinggi untuk memulai pekan, karena token melonjak melewati level resistensinya.

    “Mirip dengan Bitcoin, tampaknya ETH juga melaju bullish terus menargetkan US$ 1.800, namun untuk menangkap titik ini, kekuatan harga perlu mengatasi hambatan yang akan datang, seperti kegagalan The Merge dan dampaknya,” pungkas Afid.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Sepekan: Awal yang Baik untuk Market Kripto Bangkit?

    Menjelang akhir pekan, market aset kripto terus mengalami kebangkitan. Perspektif September menjadi bulan yang tidak baik untuk aset kripto masih bisa diuji.

    Melansir CoinMarketCap pada hari Jumat (2/9) pukul 13.00, nilai Bitcoin naik ke zona hijau, 6,54% dengan harga US$ 20.596 selama 24 jam terakhir, dan terus melonjak 2,48% dalam sepekan. 

    Altcoin lainnya, Ethereum (ETH) mendekati peristiwa The Merge, masih bullish naik 4,24% di harga US$ 1.105 selama 24 jam terakhir dan dalam sepekan mentereng naik 7,53%. Token Polymath (POLY) nilainya meroket fantastis 98,29% dalam sehari terakhir. Tak ketinggalan, terdapat pula nilai Terra Classic (LUNC) yang tumbuh 20,79% di waktu yang sama.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan gerak reli market yang melaju pada Jumat (9/9) siang ini menandakan optimisme investor untuk melakukan akumulasi. Investor berusaha untuk tidak mengkhawatirkan komentar Ketua The Fed, Jerome Powell yang mengindikasikan kuat bakal menaikkan suku bunga acuannya.

    “Sejauh ini market kripto masih ketularan nasib baik dari gerak gesit pasar saham AS kemarin. Maklum saja, investor selalu menggunakan laju indeks saham AS sebagai cerminan selera risiko mereka. Di samping itu, komentar Jerome Powell tampak tak dihiraukan oleh investor,” kata Afid.

    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.
    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Ini Sebab Bitcoin Turun Capai Titik Terendah dalam Dua Bulan Terakhir

    Investor Sempat Galau dengan The Fed

    Laju harga aset kripto sempat melambat setelah Powell lagi-lagi menunjukkan sikap untuk terus mengerek suku bunga acuan demi menekan inflasi AS. Selain Powell, Presiden Fed, Chicago Chris Evans, yang biasanya bersikap dovish pun mendukung kenaikan suku bunga acuan The Fed hingga 4% di akhir tahun nanti.

    Komentar tersebut sempat bikin investor galau dan menjauhi market kripto. Namun, kembali percaya diri setelah melihat kinerja saham AS yang berhasil masuk di zona hijau. 

    Di samping itu, dorongan semangat juga dirasa berasal dari masih melandainya nilai Dolar AS (DXY). Pelemahan nilai aset greenback ini akan membuat investor semangat untuk kembali melangkah ke pasar aset berisiko.

    Investor kembali menunjukkan antusiasmenya terhadap pembaruan jaringan Ethereum disebut The Merge, yang dijadwalkan meluncur pada 10-15 September 2022. Buktinya, pergerakan harga ETH terbilang tidak buruk-buruk amat sejak Kamis (8/9) lalu.

    Ilustrasi Ethereum 2.0.
    Ilustrasi Ethereum 2.0.

    Baca juga: Masuk ke Industri Blockchain, FIFA Resmi Luncurkan Platform NFT FIFA+

    Sentimen Negatif Masih Membayangi

    Semangat investor kripto mungkin bisa perlahan memudar yang disebabkan salah satunya oleh kebijakan Gedung Putih AS yang kemarin merilis laporan bahwa dampak lingkungan atas aktivitas penambangan aset digital, seperti Bitcoin, bakal menghambat upaya AS dalam perang melawan perubahan iklim.

    Kemudian, pada tanggal 13 September nanti, akan menjadi hari ketika data indeks harga konsumen AS dirilis dan membantu investor memahami apa yang terjadi dengan tingkat inflasi ke depan.

    “Dua kali pengumuman terakhir, data inflasi AS menyebabkan lonjakan besar dalam volatilitas di market kripto. Pertama kali angka yang dirilis jauh di atas ekspektasi, sementara data Juli membawa kejutan yang menyenangkan bagi investor dengan inflasi yang terkendali,” jelas Afid.

    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

    Baca juga: Para Peneliti Cari Rumus Terbaik Kebijakan Blockchain di Indonesia

    Pada 10 Agustus, data inflasi membuat market melihat lonjakan volume perdagangan dan volatilitas saat Bitcoin mencapai level tertinggi US$ 25.000. Namun terlepas dari euforia jangka pendek, market belum dapat memasuki mode pemulihan penuh dan kembali bearish tak lama setelah itu.

    Analisi teknikal, pergerakan harga Bitcoin tampak perlahan naik mendekati day-20 exponential moving average (EMA) pada level US$ 20.987 sebagai resistance terdekat. Sementara, Ethereum sedang menuju target kenaikan terdekat di level US$ 1.722 dan pembatas yang harus dilewati. Kemampuan ETH untuk breakout pada resistance tersebut menjadi penting karena untuk menarik sentimen market.

    Target utama ETH masih berada di level US$ 2.030 yang dan selanjutnya diharapkan tembus level US$ 2.194, tentu saja jika pergerakan harga ETH mampu meneruskan laju bullish-nya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Market Signal 8 September 2022: Kripto Kembali Bangkit

    Pergerakan aset kripto pada Kamis (8/9) siang tampak mulai kembali berjaya. Padahal sehari sebelumnya pada Rabu (7/9), market tampak tak berdaya di zona merah. Apa yang menyebabkan kebangkitan?

    Melansir situs CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar merangsek masuk ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Seperti, nilai Bitcoin (BTC) naik 3,29% ke US$ 19.353 per keping, meski turun 3,63% selama seminggu terakhir.

    Sementara, Ethereum (ETH) melonjak tinggi dengan 8,65% ke US$ 1.642 di waktu yang sama dan naik 5,69% sepekan terakhir. Solana (SOL) naik 5,69%, Dogecoin (DOGE), XRP dan Polkadot capai kenaikan harga lebih dari 4% di waktu yang sama.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto saat ini sedang mencoba kembali bangkit, setelah terjadi penurunan yang signifikan pada hari Rabu lalu. Dari data CoinMarketCap, harga Bitcoin sempat jatuh dari US$ 19.780 menjadi US$ 19.037 hanya dalam 50 menit.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

    Penurunan tersebut menurut Afid disebabkan oleh investor yang sudah mulai lelah untuk melakukan akumulasi Bitcoin karena gagal menembus zona resistance-nya di level US$ 20.000 berulang-ulang kali membuat tumbang market kripto secara keseluruhan. 

    “Namun, melihat kondisi market Kamis ini, tampaknya investor mulai bergairah kembali untuk melakukan akumulasi. Salah faktor penyebabnya adalah nilai indeks Dolar AS yang menurun dari level 110 kemarin ke 109 pada dini hari tadi. Dan situasi pasar saham AS yang tumbuh karena nilai saham teknologi yang bergerak naik, terutama Apple,” kata Afid.

    Sentimen Positif dari Ethereum

    Menurut Afid, performa bagus dari aset kripto dipercaya mengikuti laju indeks saham AS yang menghijau pada sesi perdagangan kemarin. Sekadar informasi, pergerakan harga aset kripto memang berkaitan erat dengan langkah indeks Wall Street, karena investor selalu melihat gerak saham AS sebagai acuan dalam melihat selera risiko risiko secara umum.

    Selain itu sentimen positif lainnya yang mampu menggerakan market datang juga dari ekosistem jaringan Ethereum yang telah sukses upgrade Bellatrix sebagai tanda The Merge semakin mendekat. 

    Kabar lainnya, platform exchange kripto, Binance akan menyediakan jasa staking ETH dengan tingkat imbal hasil 6% per tahun. Hal ini menjadi mungkin setelah jaringan Ethereum akan mengganti mekanisme konsensusnya dari Proof-of-Work menjadi Proof-of Stake dalam pembaruan jaringan bulan ini. Investor kabarnya bisa mengambil keuntungan dari peristiwa bersejarah ini.

    Ilustrasi market aset kripto.
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: Vasil Hard Fork Cardano (ADA) Semakin Dekat, Apa Dampaknya?

    Kenaikan harga kripto juga masih di bawah tekanan sentimen makroekonomi di mana meningkatnya kekhawatiran bahwa The Fed yang akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin. The Fed berkomitmen untuk tetap menaikkan suku bunga tetapi itu tergantung pada perkembangan terkini.

    Dari sisi pergerakan nilai Bitcoin, saat ini pergerakan harga Bitcoin terlihat bounce, jika kenaikan harga tersebut didukung oleh aksi beli yang tinggi, maka target naik berada di level US$ 20.569.

    Level support BTC tersebut juga menjadi tahanan yang penting untuk menjaga stabilitas harga, karena apabila terjadi breakdown, kemungkinan Bitcoin akan turun kembali retest major support pada level US$ 17.622.

    Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan pertama bulan September ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

    Daftar 5 Aset Kripto Bullish

    1. Cardano (ADA)

    Analisis teknikal Cardano (ADA).

    Cardano (ADA) membuka daftar aset kripto berpotensi bullish pekan ini. Afid melihat ADA masih besar untuk melanjutkan relinya, setelah Pengembang Cardano Foundation akhirnya mengumumkan bahwa Vasil hard fork Cardano akan terjadi pada 22 September mendatang, atau hanya satu minggu setelah tanggal perkiraan The Merge Ethereum di tanggal 15 September.

    “Vasil hard fork adalah pembaruan tersulit yang pernah dilakukan. Sehingga peluncurannya nanti akan menjadi tonggak sejarah bagi Cardano. Dan investor sudah menanti itu sejak lama. Ada kemungkinan akan terjadi akumulasi sebelum hard fork terjadi,” kata Afid.

    Lebih lanjut, Afid mengungkapkan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar harga ADA akan terus melaju menuju harga US$ 0,53. ADA masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 0,53 hingga US$ 0,59 atau naik 10-16% dalam beberapa hari ke depan.

    Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #8, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 16.196.434.727. Jumlah koin yang beredar 34.182.044.153 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.

    2. Ethereum (ETH)

    Analisis teknikal Ethereum (ETH).

    Ethereum (ETH) kembali masuk ke dalam daftar aset kripto bullish pekan ini. Afid menjelaskan nilai ETH telah meroket didorong oleh sentimen The Merge yang semakin dekat dan kemungkinan besar akan terjadi pada tanggal 15 September mendatang.

    “Dengan waktu The Merge yang semakin dekat, investor mulai melakukan akumulasi. Tidak hanya ETH, altcoin lainnya yang masih berhubungan dengan jaringan Ethereum juga mengalami kenaikan harga, seperti ETC,” ucap Afid

    Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya ETH pagi ini ditutup pada harga US$ 1.630, saat ini level tertinggi berada di harga US$ 1.657 dan level terendah berada pada harga US$ 1.490. 

    Jika berhasil breakout, maka target naik ETH selanjutnya berada di level US$ 1.697. Sedangkan, level support masih solid di US$ 1.606 untuk menahan laju penurunan jika harga ETH koreksi.

    Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 199.878.917.745. Jumlah koin yang beredar 122.283.955 koin ETH dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    3. Ethereum Classic (ETC)

    Analisis teknikal Ethereum Classic (ETC).

    Ethereum Classic (ETC) termasuk salah satu kripto potensi bullish pekan ini. Afid melihat ETC mencatat keuntungan signifikan yang sebagian didukung oleh aktivitas jaringan pada blockchain Ethereum utama, khususnya peningkatan The Merge. 

    “Selain itu, faktor tingkat mining difficulty dan hash rate ETC saat ini berada pada rekor tertinggi sepanjang masa (ATH). Adanya aktivitas migrasi penambang dari ETH ke ETC menyusul agenda transisi Ethereum dari Proof-of-Work ke Proof-of-Stake yang segera tayang. Kemungkinan ada aksi breakout dan menunjukkan harga ETC akan terus naik, maka US$ 45 akan menjadi titik resisten terdekat berikutnya,” jelas Afid.

    Ethereum Classic (ETC) sendiri adalah hard fork dari Ethereum (ETH) yang diluncurkan pada Juli 2016. Ethereum Classic telah berusaha untuk membedakan dirinya dari Ethereum, dengan peta jalan teknis kedua jaringan yang semakin menyimpang satu sama lain seiring waktu.

    Peringkat ETC di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #17, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 5.052.737.102. Pasokan yang beredar 136.756.006  koin ETC dan maksimal pasokan 210.700.000 koin ETC.

    Baca juga: Ini Sebab Bitcoin Turun Capai Titik Terendah dalam Dua Bulan Terakhir

    4. Kava (KAVA)

    Analisis teknikal Kava (KAVA).

    Fase bullish pada aset kripto KAVA muncul kembali. Afid menjelaskan sentimen positif pasca peluncuran mainnet Kava 11 pada 8 September 2022. Dalam peluncuran tersebut KAVA Labs  pun akan memperkenalkan bKAVA yang merupakan platform staking derivative.

    “Dengan diluncurkan KAVA 11 ini bisa jadi merupakan kabar fundamental yang dapat memperlengkap ekosistem dan kemungkinan besar akan berdampak pada pergerakan harga token native mereka, KAVA. Apabila valid breakout, target kenaikan KAVA di $1,89 dan level resistance berada di US$ 2,15,” tutur Afid.

    Peringkat KAVA di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #89, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 396.693.463. Pasokan yang beredar 250.874.925 koin KAVA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    5. Binance Coin (BNB)

    Analisis teknikal Binance Coin (BNB).

    Selanjutnya, ada Binance Coin (BNB) yang merupakan aset kripto yang diciptakan oleh Binance, salah satu exchange kripto terbesar di dunia. BNB berjalan di Binance Chain, sebuah blockchain yang diciptakan Binance untuk mendukung pertukaran kripto yang terdesentralisasi. 

    Afid menjelaskan BNB berpotensi bullish dampak langkah Binance yang mengeluarkan USD Coin (USDC) dari platformnya untuk meningkatkan stablecoin-nya sendiri, Binance USD (BUSD), stablecoin terbesar ketiga berdasarkan kapitalisasi pasar, mengikuti USDC di tempat kedua dan Tether.

    “Dari analisis teknikalnya, BNB masih akan terus naik harganya menuju level US$ 290 dan target selanjutnya diharapkan bisa menyentuh level US$ 307. Support terdekat berada pada level US$ 274 sebagai tahanan utama,” ungkap Afid

    Peringkat BNB di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #5, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 45.065.570.865. Pasokan yang beredar 161.337.261 koin BNB dan maksimal pasokan 200.000.000 koin BNB.

    Daftar 5 Aset Kripto Bearish

    1. Orchid (OXT)

    Analisis teknikal Orchid (OXT).

    Orchid (OXT) adalah token asli dari platform Orchid yang digunakan untuk bertukar nilai melalui jaringan, yang beroperasi pada model bayar per penggunaan. Layanan berjalan di aplikasi Orchid, yang mirip dengan klien VPN biasa dalam dunia konvensional.

    Afid melihat harga Orchid sempat turun menyentuh nilai US$ 0,10. Perubahan harga sejalan dengan volume yang berada di bawah level rata-rata sementara kapitalisasi pasar token telah turun selama periode waktu yang sama.

    “Namun kenaikan yang cukup tinggi dengan cepat menyentuh harga US$ 0,11 membuat candle OXT membentuk pola bearish. Ada kemungkinan akan kembali jauth sekitar 10% ke harga US$ 0,10 kembali,” tutur Afid.

    Peringkat OXT di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #285, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 77.830.083. Pasokan yang beredar 690.690.084 koin BNB dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    2. Helium (HNT)

    Analisis teknikal Helium (HNT).

    Helium (HNT) kembali masuk ke dalam daftar aset kripto bearish pekan ini. Afid melihat sentimen buruk masih diselimuti oleh HNT, telah jatuh hampir 40% dalam seminggu terakhir setelah pengumuman bahwa pengembang inti Helium sedang mempertimbangkan untuk memigrasi jaringan ke blockchain Solana (SOL) berkinerja tinggi. HNT diperdagangkan pada US$ 5,25 pada saat penulisan.

    “Dari analisis teknikalnya, nilai HNT kemungkinan besar bisa turun sebesar 14% dari harga US$ 5,25 ke US$ 4,5 dalam beberapa hari ke depan. Saat ini, level support HNT berada di US$ 4,98 dan level resistance-nya ada di US$ 6,70, ungkap Afid.

    Peringkat HNT di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #62, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 660.483.983. Jumlah koin yang beredar 125.707.576 koin HNT dan maksimal pasokan 223.000.000 koin HNT.

    3. Bitcoin (BTC)

    Analisis teknikal Bitcoin (BTC).

    Bitcoin (BTC) masuk dalam daftar aset kripto yang potensi bearish pekan ini. Afid melihat dampak dari US$ 358 juta telah dilikuidasi saat Bitcoin turun ke US$ 18.800 beberapa waktu lalu.

    “Di saat market mulai bangkit, sayangnya Bitcoin masih memiliki ruang untuk koreksi, dan mungkin melihat penurunan ke level yang sama seperti yang kita lihat pada bulan Juni ketika harga pertama merosot ke kisaran harga US$ 17.000. Kebijakan moneter yang ketat, kenaikan suku bunga yang akan datang, dan faktor lainnya buat BTC sulit bullish,” terang Afid.

    Peringkat BTC di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #1, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 368.971.539.138. Pasokan yang beredar 19.144.543 koin BTC dan maksimal pasokan 21.000.000 koin BTC.

    Baca juga: Apple Rilis iPhone 14, Harga Kripto Ikut Semangat Naik

    4. Avalanche (AVAX)

    Analisis teknikal Avalanche (AVAX).

    Avalanche adalah blockchain yang dirancang Ava Labs sebagai jaringan terdesentralisasi yang aman dan terdistribusi secara global. Sementara, AVAX merupakan token native dari platform Avalanche yang digunakan sebagai alat tukar dalam ekosistem mereka. 

    Pergerakan nilai AVAX bisa bearish pada pekan ini, disebabkan Nereus Finance, platform staking DeFi di Avalanche, terkena dampak serangan arbitrase pinjaman kilat pada hari Selasa (6/9), yang membuat hacker menghabiskan US$ 370.000 dalam stablecoin USDC.   

    Selain itu, Ava Labs, pencipta blockchain Avalanche, dituduh terlibat dalam membayar pengacara untuk “menyerang dan membahayakan organisasi dan proyek crypto yang mungkin bersaing dengan Ava Labs atau Avalanche dalam beberapa cara.”

    “Tak perlu dikatakan, tuduhan itu menimbulkan kontroversi yang menyebabkan penurunan harga. AVAX mengalami koreksi volum perdagangan. Wajar untuk mengatakan, AVAX masuk potensi bearish turun sekitar 17% menuju US$ 17,” tutur Afid.

    Peringkat AVAX di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #16, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 5.590.991.474. Pasokan yang beredar 294.793.623 koin AVAX dan maksimal pasokan 720.000.000 koin AVAX.

    5. Voyager Token (VGX)

    Analisis teknikal Voyager Token (VGX).

    Voyager Token masih kuat untuk potensi bearish pada pekan ini. Afid menjelaskan sentimen negatif dari VGX terjadi karena Voyager Digital yang telah mengalami kebangkrutan akan mengadakan lelang aset pada 13 September mendatang.

    Mengikuti perintah yang diberikan pengadilan AS, Voyager Digital akan mengadakan lelang aset minggu depan, lebih dari dua bulan setelah mengajukan kebangkrutan. Hasil lelang akan diumumkan pada 29 September. 

    “Sentimen itu membawa nilai VGX bisa jatuh. Kemungkinan besar jika terjadi breakdown, VGX bisa mengalami penurunan sekitar 13% menuju harga kisaran US$ 0,88,” jelas Afid.

    Peringkat VGX di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #107, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 311.985.996. Jumlah koin yang beredar 278.482.214 koin VGX dan maksimal pasokan 279.387.971 koin VGX.

    Disclaimer

    Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ini Sebab Bitcoin Turun Capai Titik Terendah dalam Dua Bulan Terakhir

    Pergerakan market aset kripto, terutama Bitcoin pada Rabu (7/9) pagi tampak tak berdaya di zona merah. Sejak awal pekan ini, gerak kripto tergolong sideways dengan volume transaksi yang terpantau belum terlalu besar.

    Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (7/9) pukul 15.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap kompak kumpul ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), misalnya turun 5,54% ke US$ 18.807 per keping dan turun 7,27% selama seminggu terakhir.

    Sementara, Ethereum (ETH) yang sempat naik karena isu The Merge juga tak berdaya, turun 8,64% ke US$ 1.518 di waktu yang sama dan anjlok 4,23% sepekan terakhir. Cardano (ADA), Dogecoin (DOGE) dan Polkadot alami penurunan harga yang cukup tinggi lebih dari 7% di waktu yang sama.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto saat ini sedang terjadi koreksi tiba-tiba dan sedikit brutal. Dari data CoinMarketCap, menunjukkan harga Bitcoin jatuh dari US$ 19.780 menjadi US$ 19.037 hanya dalam 50 menit.

    bentuk koin bitcoin
    Ilustrasi Bitcoin.

    Baca juga: Polygon: The Merge Ethereum akan Hapus 99,1% Polusi Karbon

    “Kemudian, pergerakan Bitcoin untuk mencegah penurunan lebih lanjut ke bawah US$ 19.000 gagal dilakukan. Harga BTC yang gagal menembus zona resistance-nya di level US$ 20.000 berulang-ulang kali membuat tumbang market kripto secara keseluruhan. Sehingga, investor yang membaca situasi tersebut, memilih melakukan aksi jual ketimbang akumulasi,” kata Afid.

    Penurunan harga Bitcoin juga meruntuhkan momen bullish Ethereum yang sempat reli kencang pada sehari sebelumnya, Selasa (6/9). Padahal, ETH yang telah menunjukkan tanda-tanda kekuatan saat The Merge mendekat, bisa mengambil keuntungan untuk terus reli, terlebih upgrade Bellatrix juga sukses dilaksanakan.

    Tekanan Situasi Makroekonomi

    Selain dari sisi teknikal, sentimen makroekonomi juga membuat harga Bitcoin dan kripto lainnya berguguran. Pasar saham global juga mengalami kerugian dengan latar belakang penguatan indeks dolar AS (AS) dan meningkatnya kekhawatiran bahwa The Fed yang akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin.

    “Kebijakan The Fed melawan inflasi mungkin tidak akan selesai sampai investor kehilangan nilai dari Bitcoin. Jelas The Fed ingin melihat kondisi keuangan yang lebih ketat, termasuk harga saham yang lebih rendah. Berarti kripto juga, karena sangat berkorelasi dengan ekuitas. Itu kemungkinan berita yang tidak diinginkan bagi investor kripto, yang telah menderita kerugian besar,” jelas Afid.

    Ilustrasi market kripto Bitcoin.
    Ilustrasi market kripto Bitcoin.

    Baca juga: Bitcoin Tidak Akan Pernah Capai Rp 1 Miliar Pasca The Merge Ethereum?

    Dari sisi pergerakan nilai Bitcoin, ada kemungkinan jika BTC tidak dapat bertahan di atas angka US$ 18.000, kemungkinan harga dapat turun di US$ 17.000. Sementara resistensi overhead untuk BTC berada di level US$ 21.100.

    Indikator teknikal juga menunjukkan peningkatan momentum bearish. Relative Strength Index (RSI) berada di bawah setengah garis yang berarti penjual lebih banyak daripada pembeli di pasar. Hasil dari pembacaan ini merupakan indikasi bahwa penjual mendorong momentum harga di pasar.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengapa Pasar Kripto dan Bitcoin Naik Hari Ini (29/5)?

    Pasar kripto dan Bitcoin (BTC) memulai perdagangan di pekan terakhir bulan Mei dengan kuat karena pemerintah Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan kesepakatan untuk mencegah krisis plafon utang. Bitcoin dan Ethereum (ETH) pun mengalami peningkatan masing-masing sebesar 5% dan 4,9% saat berita tersebut diumumkan.

    Dilaporkan BBC, presiden AS, Joe Biden dan lawannya dari Partai Republik telah mengumumkan bahwa mereka pada prinsipnya telah sepakat untuk menaikkan plafon utang AS dan mencegah gagal bayar. Presiden menggambarkan perjanjian itu sebagai “kompromi”, sementara Ketua DPR AS, Kevin McCarthy mengatakan itu “layak untuk rakyat Amerika.”

    Kesepakatan itu, setelah berminggu-minggu negosiasi yang sengit, masih perlu disetujui oleh Kongres yang terpecah. AS harus meminjam uang untuk mendanai pemerintah karena membelanjakan lebih banyak daripada menaikkan pajak. Departemen Keuangan telah memperingatkan AS akan kehabisan uang pada 5 Juni tanpa kesepakatan.

    Rincian kesepakatan tentatif belum dirilis secara resmi – tetapi CBS, mitra BBC di AS, melaporkan bahwa pengeluaran pemerintah non-pertahanan akan tetap datar selama dua tahun dan kemudian meningkat sebesar 1% pada tahun 2025.

    Kripto Naik

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto

    Baca juga: 8 Calon Anggota DK OJK Awasi LKM dan Aset Kripto Lolos Tahap III

    Aset kripto Bitcoin memulai hari perdagangan pada hari Senin (29/5) pagi naik 5% menjadi US$ 28.249, sementara Ethereum naik 4,9% menjadi US$ 1.917 imbas dari kesepakatan platfon utang AS. Setelah memperlambat akumulasi, whales Bitcoin yang memiliki 10.000 atau lebih terus mengumpulkan Bitcoin secara agresif selama akhir pekan. Dalam 24 jam terakhir, kripto telah mengalami likuidasi lebih dari US$ 118 juta.

    Bitcoin masih turun 2,8% selama sebulan terakhir, karena krisis plafon utang AS yang membayangi sangat membebani kelas aset.

    Akumulasi Bitcoin masih terbatas karena altcoin tertentu juga menunjukkan tanda-tanda kenaikan jangka pendek. Namun, mempertahankan reli di level yang lebih tinggi mungkin terbukti sulit bagi investor maupun trader.

    Setelah kesepakatan plafon utang, investor cenderung memusatkan perhatian mereka pada kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures) yang panas pada 26 Mei meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed bulan Juni.

    Probabilitas kenaikan suku bunga 25 basis poin telah meningkat dari 17% seminggu kembali menjadi 64% pada 28 Mei, menurut CME FedWatch Tool.

    Analisis Harga Bitcoin

    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Yuk Nabung Kripto! Ini Daftar Crypto Watchlist Jelang Bitcoin Halving

    BTC harus bertahan di atas R2, R1, dan pivot US$ 28.397 untuk menargetkan Level Resistensi Utama Ketiga (R3) di $27.463 dan US$ 28.500. Pergerakan melalui tertinggi di US$ 28.191 akan menandakan sesi bullish yang diperpanjang. Kabel berita harus ramah kripto untuk mendukung reli yang diperpanjang, seperti kabar positif kesepakatan platfon utang AS.

    Jika reli diperpanjang, BTC kemungkinan akan menguji resistensi di US$ 28.500.

    Penurunan melalui Level Resistensi Utama dan pivot akan memainkan Level Dukungan Utama Pertama (S1) di US$ 27.675. Namun, kecuali aksi jual yang dipicu peristiwa, BTC harus menghindari di bawah US$ 27.500 dan Level Dukungan Utama Kedua (S2) di US$ 27.464. Level Dukungan Utama Ketiga (S3) berada di US$ 27.131.

    Pastikan kamu hanya melakukan Nabung kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Bergantung pada Inflasi AS dan Pembicaraan Batas Utang AS

    Pekan ini adalah minggu yang sibuk untuk pasar kripto, termasuk Bitcoin (BTC), dengan pembicaraan plafon utang AS dan indikator ekonomi untuk mempengaruhi sentimen terhadap keputusan suku bunga bulan Juni oleh The Fed. Indikator ekonomi AS dan pembicaraan plafon utang menjadi fokus utama pergerakan market kripto yang terus tertekan pada pekan ini. 

    Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengatakan Harga Bitcoin terus turun karena fokus investor beralih ke dolar AS, yang telah melonjak ke level tertinggi dua bulan. Dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya untuk sesi keempat berturut-turut pada pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), di tengah kekhawatiran berkelanjutan atas kemungkinan gagal bayar utang AS dan data ekonomi makro dan pasar tenaga kerja AS yang optimis. Indeks dolar AS (DXY) naik 0,34 persen menjadi 104,24 pada akhir perdagangan.

    Anggota parlemen AS diketahui meninggalkan Washington untuk liburan panjang akhir pekan pada Kamis (25/5) tanpa kesepakatan untuk menaikkan plafon utang. Namun, ada laporan positif soal kemajuan menuju peningkatan plafon utang AS, meskipun investor kripto tetap berhati-hati, dengan pembicaraan yang terhenti sebelumnya.

    Indikator Ekonomi

    Sementara dari indikator ekonomi AS memicu taruhan kenaikan suku bunga Fed 25 basis poin pada bulan Juni. Menurut metrik CME FedWatch Tool, kemungkinan kenaikan suku bunga Fed 25 basis poin pada bulan Juni melonjak dari 36,4% menjadi 52,2% pada hari Kamis. Pasar tenaga kerja dan angka PDB yang lebih baik dari perkiraan mendukung pergeseran sentimen pada angka inflasi bulan Mei.

    “Ke depan sentimen terkait plafon utang AS akan tetap menjadi pendorong utama. pasar kripto Ancaman default AS kemungkinan akan membatasi ekspektasi pasar dari kenaikan suku bunga The Fed bulan Juni dan dapat menekan aset berisiko,” kata Fyqieh.

    Perubahan dalam nilai DXY dapat memberikan petunjuk tentang keadaan ekonomi AS dan juga dapat mempengaruhi harga komoditas, saham, dan aset-aset lainnya secara global. Dolar AS mengalami penguatan semenjak 9 mei hingga 26 mei. Penguatan ini disebabkan adanya penurunan suku bunga acuan serta data inflasi yang mengalami turun serta CPI yang menunjukan baik. Akibat penguatan USD ini maka harga Bitcoin sebagai salah satu komoditas mengalami pelemahan selama bulan Mei ini. Diprediksi USD akan koreksi pada bulan Juni akibat adanya isu plafon utang AS.

    Fear & Greed Bitcoin Index by Alternative.me

    Baca juga: Apa yang Terjadi pada Bitcoin dan Ethereum Jika AS Gagal Bayar Utang?

    Indeks Fear and Greed Bitcoin menunjukkan angka 49, yang menandakan bahwa sentimen terhadap Bitcoin saat ini berada dalam kondisi netral hingga bearish. Pada minggu sebelumnya, indeks Fear and Greed Bitcoin menunjukkan angka 48 yang juga mengindikasikan kondisi netral hingga bearish. Hal ini menunjukkan adanya konsistensi dalam sentimen yang diperlihatkan oleh indeks tersebut, yaitu adanya potensi penurunan harga Bitcoin. 

    Namun, penting untuk diingat bahwa indeks Fear and Greed hanyalah satu faktor dalam menganalisis pasar kripto. Pergerakan harga Bitcoin juga dipengaruhi oleh banyak faktor lainnya, seperti berita dan peristiwa terkait kripto secara keseluruhan, adopsi institusional, sentimen pasar global, serta teknikal dan fundamental lainnya.

    Coinglass.com.

    Berdasarkan kapitalisasi pasarnya, aset kripto mengalami penurunan sebesar US$ 51 Miliar. Awalnya berada di US$ 1.102 Triliun. Penurunan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk berita dan ketidakpastian dalam aspek makro ekonomi. Salah satu faktor yang disebutkan adalah Debt Ceiling AS yang terbatas, yang kemudian akan menghadapi jatuh tempo obligasi pemerintah pada 1 Juni. Hal ini menciptakan ketakutan dan kekhawatiran bagi para investor kripto terhadap platfon utang AS.

    Analisis Pergerakan Harga

    Bitcoin (BTC) Terkonfirmasi Koreksi

    BTC/USDT Index by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Menurut Fyqieh, pergerakan harga Bitcoin dalam waktu dekat kemungkinan akan mengalami tekanan bearish dan berpotensi menuju retest garis support di sekitar harga US$ 25.000. Ada indikasi bearish engulfing pada timeframe harian yang berpotensi penurunan ini. Saat ini, Bitcoin sedang menguji kembali area resisten yang sebelumnya berperan sebagai support pada moving average 100 hari. Secara keseluruhan, dari perspektif makro ekonomi, terdapat kemungkinan Bitcoin akan turun di bawah harga US$ 26.000 dalam minggu mendatang.

    “Jika Bitcoin menguat di atas harga US$ 28.000, ada potensi untuk melanjutkan kenaikan harganya ke level lebih dari US$ 30.000 dalam beberapa bulan mendatang. Tetaplah berhati-hati dalam melakukan analisis dan keputusan investasi,” analisa Fyqieh.

    Beta Finance (BETA) Terkonfirmasi Breakout, Bullish segera

    BETA/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Pergerakan Beta Finance memiliki potensi bullish setelah terjadi breakout dengan candlestick hijau yang kuat dan diiringi oleh volume transaksi yang signifikan. Dalam analisis teknikal, terdapat kemungkinan bahwa pergerakan Beta Finance akan mengalami peningkatan dalam beberapa hari mendatang, dengan potensi keuntungan sekitar 18,71% jika harga Beta mencapai level US$ 0,119. Estimasi ini dapat tercapai, jika ada kekuatan bullish yang kuat dan berkelanjutan dalam beberapa hari ke depan.

    Namun, perlu diingat bahwa dalam perdagangan kripto, pergerakan harga sangatlah dinamis dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Resistensi penting yang perlu diperhatikan berada di sekitar level harga US$ 0,1113, sedangkan support harga terletak di sekitar level US$ 0,1. Level resisten dan support ini dapat mempengaruhi pergerakan harga Beta Finance dan menjadi area yang signifikan untuk dipantau.

    Binance Coin (BNB) Potensi Bearish

    BNB/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Aset Kripto?

    BNB (Binance Coin) adalah mata uang kripto asli dari Binance, salah satu bursa kripto terbesar dan terpopuler di dunia. BNB digunakan untuk membayar biaya transaksi di Binance dan memiliki utilitas tambahan dalam ekosistem Binance serta di luar bursa tersebut. BNB juga memiliki nilai investasi dan fitur pembakaran yang dapat meningkatkan nilai pasar.

    Pergerakan harga BNB diprediksi akan mengalami koreksi yang cukup tinggi yaitu sekitar 5,6% dalam beberapa hari kedepan. Hal ini diakibatkan karena adanya penurunan kapitalisasi pasar seluruhnya baik altcoin maupun Bitcoin. Efek ini membawa altcoin lainnya ikut terkoreksi. Potensi penurunan ini hingga mencapai US$ 294 dan saat ini BNB diperdagangkan di harga US$ 301. Pergerakan bullish bisa saja terjadi ketika BNB melewati resisten terdekat nya pada area harga US$ 306 dan akan menuju resisten selanjutnya di harga US$ 318

    “Potensi bullish untuk BNB saat ini sangat kecil karena launchpad yang biasanya diadakan, sekarang sedang dalam keadaan yang kurang baik sehingga belum tahu kapan Binance akan melanjutkan launchpad-nya. Biasanya jika terhjadi launchpad, BNB bisa menguat 2-6% setelah pengumuman launchpad proyeknya,” pungkas Fyqieh.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengapa Pasar Kripto dan Bitcoin Turun Hari Ini (22/5)?

    Pasar kripto tetap terjebak dalam kisaran sempit di perdagangan sepekan terakhir. Bahkan Bitcoin (BTC) selalu gagal untuk mempertahankan level perdagangan di posisi US$ 27.000. Salah satu penyebab terbesar pasar kripto dan Bitcoin lesu adalah pandangan negatif terkait perekonomian Amerika Serikat.

    Akhir pekan lalu, Ketua The Fed, Jerome Powell, memberikan komentar baru tentang kebijakan dan prospek inflasi. Bahasa Powell tidak memberikan sinyal yang jelas tentang aset berisiko, lantas investor diperingatkan akan “banyak ketidakpastian” akan terjadi. Hal ini membuat investor kripto tak bergairah kembali meramaikan pasar.

    Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan di samping itu, pembicaraan plafon utang AS dan retorika anti-kripto dari pemerintah AS akan menguji selera investor pasar kripto dan Bitcoin. Harapan pupus dari Presiden AS, Joe Biden dan Ketua DPR, Kevin McCarthy yang tidak mencapai kesepakatan pada hari Minggu (21/5) dan akan kembali bertemu pada Senin (22/5) ini. Namun, Presiden AS membahas masalah plafon utang di G7 yang merugikan BTC dan pasar kripto yang lebih luas.

    “Retorika anti-kripto, dan ancaman krisis AS yang terus berlanjut, membuat pasar kripto menjadi merah. Perkirakan berita terkait plafon utang AS akan berdampak lebih besar pada sentimen risiko pasar kripto dan Bitcoin,” jelas Fyqieh.

    Fear & Greed Bitcoin Index by Alternative.me.

    Baca juga: Sejarah dan Fakta Bitcoin Pizza Day

    Pasar saham AS juga tertekan, Senin (22/5) pagi ini NASDAQ mencerminkan sentimen terhadap krisis plafon utang, turun 12,75 poin. Sisi bawah datang meskipun reaksi pasar lebih lanjut terhadap obrolan Ketua Fed, Powell yang kurang hawkish dari hari Jumat. Di samping itu, indeks Dolar AS (DXY) juga terpantau melemah. 

    Indeks Fear and Greed Bitcoin menunjukkan angka 49, yang menandakan bahwa sentimen terhadap Bitcoin saat ini berada dalam kondisi netral hingga bearish. Berdasarkan kesimpulan dari Fear and Greed Index, ada kemungkinan Bitcoin akan mengalami koreksi harga karena berada pada posisi yang netral cenderung bearish. Pada minggu sebelumnya, indeks juga menunjukkan angka 50 yang memiliki arti serupa, yaitu Bitcoin berada dalam kondisi netral hingga bearish, dan diperkirakan akan mengalami penurunan.

    Coinglass.com.

    Menurut Coinglass.com, selama 24 jam terakhir terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah Bitcoin yang masuk ke bursa kripto terpusat. Sebanyak 2.784 Bitcoin telah masuk secara bersih ke 18 bursa kripto terbesar berdasarkan volume transaksi. 

    Kabar ini mengindikasikan situasi yang kurang menguntungkan, terutama karena selama satu minggu terakhir total Bitcoin yang masuk mencapai 7.122 Bitcoin, dengan jumlah yang dominan terjadi pada hari ini, hampir mencapai 3.000 Bitcoin. Hal ini memperkirakan bahwa Bitcoin memiliki potensi untuk mengalami penurunan, mungkin akan terjadi selama akhir pekan ini atau minggu depan.

    Analisis Pergerakan Harga BTC, SUI, LIDO, FXS

    Bitcoin (BTC) Terkonfirmasi Koreksi

    BTC/USDT Index by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Bitcoin sedang menghadapi situasi yang krusial untuk menentukan apakah akan melanjutkan penurunan atau mengarah ke level resistensi di harga US$ 28.000. Pada dini hari tanggal 19 Mei 2023, terjadi penolakan pada harga US$ 27.600 dan terbentuk pola double top, yang mengindikasikan kemungkinan penurunan menuju garis leher (neck line) di harga US$ 26.700. Namun, ada potensi bearish dalam beberapa hari ke depan akibat arus masuk Bitcoin dari dompet pribadi ke bursa Coinbase yang terjadi beberapa waktu lalu.

    Jika terjadi penjualan bersamaan sebanyak 10.010 Bitcoin, dan situasinya menjadi panik seperti pada tanggal 12 Mei ketika pemerintah AS menjual 10.000 Bitcoin Silkroad, maka diperkirakan Bitcoin akan mengalami penurunan lebih dari 4% dan berpotensi mencapai harga US$ 25.000. Tetap pantau pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari mendatang.

    Raydium (RAY) Terkonfirmasi Bullish

    RAY/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: Kenal Floki (FLOKI), Aset Kripto yang Telah Listing di Tokocrypto

    Raydium adalah sebuah protokol DeFi (Decentralized Finance) yang berjalan di jaringan Solana. Protokol ini bertujuan untuk menyediakan likuiditas dan pengelolaan aset yang terdesentralisasi di ekosistem Solana. Raydium menggunakan model Automated Market Maker (AMM) untuk memfasilitasi pertukaran aset digital tanpa perlu adanya pihak ketiga. Dalam ekosistem Raydium, pengguna dapat melakukan pertukaran, penyediaan likuiditas, staking, dan berbagai kegiatan keuangan lainnya.

    Pergerakan harga Raydium memiliki potensi bullish karena telah menguji kembali level support tren dengan kuat. Pantulan tersebut terjadi dalam waktu 4 jam dengan kenaikan harga lebih dari 8%. Namun, kemungkinan akan terjadi koreksi harga ke level $0.21 sebelum melanjutkan tren bullish menuju level US$ 2,59 dengan potensi keuntungan sebesar 23.31%. Meskipun demikian, tidak dapat diabaikan kemungkinan harga melanjutkan penurunan ke area support di level US$ 0,18. Pergerakan harga selanjutnya tergantung pada faktor-faktor pasar yang dapat mempengaruhi sentimen dan permintaan terhadap Raydium. Penting untuk melakukan analisis lebih lanjut dan mengamati perubahan pasar yang terjadi sebelum membuat keputusan investasi.

    Verge (XVG) Potensi Bullish

    XVG/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Token XVG (Verge) adalah sebuah aset kripto yang dirancang untuk menyediakan privasi dan anonimitas dalam transaksi digital. Verge menggunakan berbagai teknologi seperti Tor (The Onion Router) dan I2P (Invisible Internet Project) untuk melindungi identitas pengguna serta menyembunyikan detail transaksi yang dilakukan. Verge menggunakan algoritma Proof of Work (PoW) untuk memvalidasi transaksi dan menjaga keamanan jaringannya. Token ini memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi secara cepat dan efisien tanpa mengorbankan keamanan dan privasi.

    Pergerakan harga XVG (Verge) dapat memiliki potensi bullish karena adanya permasalahan hack pada token Tornado Cash yang kemungkinan membuat pengguna TORN beralih ke XVG. Dalam konteks Fibonacci Retracement, XVG berada di area support rasio 0.218 dengan harga US$ 0,002145. Potensi bullish ini dapat dimanfaatkan dengan target area resisten sebelumnya di harga US$ 0,002515, yang memberikan potensi keuntungan sebesar 17,31%. Namun, tidak menutup kemungkinan XVG mengalami penurunan ke harga support di US$ 0,002, dengan potensi penurunan sebesar 8% dari harga saat ini. 

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Aset Kripto Potensi Diterjang Badai Koreksi, Prediksi Bulan Mei?

    Pasar aset kripto potensi diterjang badai koreksi. Dalam 24 jam terakhir Bitcoin dan aset kripto lain mengalami penurunan harga yang sangat bearish dengan penurunan rata-rata 2-4%. Total dominasi Bitcoin berada pada 46.09 persen. Dominasi aset kripto mengalami penurunan kecuali BNB, XEC dan BTT. Bahkan untuk stablecoin seperti USDC, USDT dan DAI juga mengalami koreksi. 

    “Momen ini artinya indikasi bahwa banyak investor yang exit dari pasar aset kripto. Untuk skemanya, jika investor memindahkan aset mereka yang sebelumnya Bitcoin ke stablecoin, maka stablecoin akan menguat dan Bitcoin akan melemah begitu sebaliknya. Namun jika dua-duanya turun maka kemungkinan investor cash out aset mereka ke dalam bentuk fiat,” kata Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur. 

    Dalam dua hari terakhir kapitalisasi pasar aset kripto mengalami penurunan sebesar -4.12% dan kehilangan US$ 48 miliar, Kejadian ini mirip seperti penurunan harga yang terjadi pada 19 April 2023. Penurunan kapitalisasi dari US$ 1,19 Miliar ke US$ 1,14 miliar yang signifikan ini membuat sebagian besar aset kripto mengalami koreksi dan potensi penurunan kapitalisasi bisa terjadi kedepannya. 

    Selasa (2/5) Bitcoin Fear and Greed index berada pada poin 55 terus turun dari posisi kemarin di 63 poin. Penurunan sentimen ini diakibatkan Bitcoin mengalami break out dan tertatih menuju area resisten pada harga US$ 30.000.

    Namun saat ini Bitcoin kembali ke harga di bawah US$ 29.000. Prediksi fear and greed index ke depan akan mengalami penurunan. Walaupun saat ini tidak ada berita FUD tentang Bitcoin dan pasar aset kripto, namun pergerakan chart dan candlestick menunjukan bahwa Bitcoin akan melakukan penurunan akibat aksi taking profit oleh investor. 

    Proyeksi Bulan Mei

    Pergerakan market kripto pada bulan April cukup menggembirakan. Bitcoin alami kinerja positif selama empat bulan berturut-turut yang belum pernah terjadi sebelumnya menandakan potensi akhir dari pasar bearish. Secara historis, tren ini tidak pernah mengarah ke posisi terendah baru, yang menunjukkan bahwa pasar bearish Bitcoin mungkin sudah berakhir.

    Fear & Greed Index by alternative.me.

    Baca juga: Daftar Kripto Altcoin yang Bisa Masuk Watchlist Bulan Mei 2023

    Namun, hanya waktu yang akan menentukan apakah pola ini berlaku dan pasar bearish Bitcoin berakhir mulai Mei ini, karena makroekonomi kini menghadapi tantangan yang signifikan. Data ekonomi AS yang terbaru menunjukan The Fed masih mendukung sikap hawkish.

    Prediksi suku bunga acuan The Fed akan berada pada 5,25%, naik dari 5% yang membuat Bitcoin bisa tertekan dan pasar kripto akan koreksi. Jika memang benar suku bunga naik sesuai prediksi, maka Bitcoin akan terkoreksi, namun jika suku bunga tetap atau turun maka BTC kemungkinan akan mengalami kenaikan.

    Inflasi AS telah melambat mengikuti upaya konsisten dari The Fed ini melalui kenaikan suku bunga yang ditargetkan. Meskipun terjadi perlambatan, inflasi masih lebih tinggi dari kisaran yang diproyeksikan. Hal ini yang diperkirakan BTC belum akan lepas dari sentimen bearish ke depannya.

    Pergerakan BTC sampai pertengahan Mei diprediksi masih tetap berada di level resisten kuat US$ 30.000. Bila terjadi penurunan target terdekat di harga US$ 27.000. Namun, masa depan Bitcoin dan kripto lainnya masih ditentukan juga oleh beberapa sentimen seperti situasi sistem perbankan yang mulai terguncang dan perbedaan pendekatan peraturan yang diambil oleh berbagai negara.

    Analisis Pergerakan Harga BTC, ARB dan BNB

    Bitcoin (BTC)

    BTC/USD Index 4H by Fyqieh Fachrur Rossy – Tradingview.com.

    Dini hari Senin 1 Mei 2023, Bitcoin mengalami apresiasi kenaikan harga yang membuat orang FOMO dan membicarakan bahwa BTC diprediksi akan meroket ke harga US$ 32.000 dalam waktu beberapa hari saja. Hal ini disebabkan karena Bitcoin telah breakout dari symetrical triangel pattern dan langsung naik dari harga US$ 29.250 ke harga US$ 29.960 kurang dari satu hari. Kenaikan sebesar 2,5% ini membuat BTC dibicarakan dan trending di Twitter dengan 211.000 tweet

    Berdasarkan teknikal, Bitcoin terkonfirmasi bearish timeframe empat jam Death Cross – Simple Moving Average 100. Support SMA 100 ini berada pada harga US$ 28.916 dan harga saat ini US$ 28.600. Untuk Support SMA 200 berada pada harga US$ 28.759, secara teknikal kripto BTC terkonfirmasi bearish atau koreksi dalam minggu ini dengan potensi penurunan sebesar 10% namun tidak menutup kemungkinan harga bisa naik. Salah satu pemicu kenaikan jika FOMC menurunkan suku bunga bank pada 4 Mei.

    Data on-chain pada Cryptoquant, Bitcoin exchange netflow cenderung ditutup positif dalam sebulan terakhir. Penutupan positif pada Bitcoin exchange netfow mengindikasikan adanya inflow yang lebih tinggi dibandingkan dengan arus keluar (outflow). Ini jadi sinyal hati-hati bagi para pelaku pasar karena kemungkinan akan adanya penjualan terhadap Bitcoin yang dikirim ke exchange.

    Arbitrum (ARB)

    ARB/USD 4H Timeframe by Fyqieh Fachrur Rossy – Tradingview.com.

    Baca juga: Aktivitas Trading Investor Kripto Meningkat Selama Ramadhan 1444 H

    Arbitrum merupakan aset kripto yang booming pada awal April lalu, disebabkan karena airdrop yang diberikan kepada para trader yang sudah turut andil dalam mencoba jaringan test net-nya. Nominal yang didapatkan cukup fantastis dari US$ 500-US$ 1500 per akun. Sehingga ARB menjadi perbincangan di seluruh dunia dan menjadi hot news aset kripto. Namun, dibalik airdrop ini tentu ada potensi penekanan harga yang akan terjadi ke depannya.

    Pergerakan kripto ARB akan mengalami bearish atau koreksi dalam dua minggu ke depan dengan potensi penurunan sebesar 18% ke harga US$ 6.32. Potensi ini juga didukung dengan tembus nya bearish rising wedge. Untuk target penurunan terdekatnya pada harga US$ 7,16. Namun jika ARB menembus harga US$ 8, maka target kenaikannya akan berada di harga US$ 9.

    Binance Coin (BNB)

    BNB/USD 4H Binance by Fyqieh Fachrur Rossy – Tradingview.com.

    Aksi harga BNB akan mengalami kenaikan yang signifikan akibat adanya launchpool yang baru diumumkan pada hari minggu 30 Mei 2023. Ketika diumumkan maka harga BNB langsug melonjak dari harga US$ 318 menjadi US$ 336 dengan kenaikan lebih dari 4%. Tentu dengan kenaikan ini membuat BNB lebih stabil dibanding aset kripto lainnya. Target kenaikan BNB masih berada pada harga US$ 350. Namun ada resisten yang cukup kuat di harga US$ 340 yang membuat Bitcoin memantul kembali ke bawah. 

    Secara teknikal, BNB berada diatas Simple Moving Average 100 di harga support US$ 331,1 dan Simple Moving Average 200 di harga support US$ 323,5 dan terindikasi bullish kuat.dalam minggu ini.

    Binance meluncurkan binance launch pool SUI, Sui juga termasuk trending topik seperti Arbitrum yang mengalami kenaikan luar biasa setelah launchpad kemarin. Bahkan SUI jauh lebih susah didapatkan dibanding ARB karena proyek ini memanfaatkan ICO dan Launchpad di beberapa pertukaran aset kripto besar seperti Binance, Okex, Bybit. Harga penawaran perdana nya di harga US$ 0,1 dengan kemungkinan setelah launching di pasart maka harga bisa mencapai US$ 2 per token SUI. Potensi kenaikan sebesar 2000%.

    Investor atau trader bisa memanfaatkan fitur Price Alert yang telah hadir di Tokocrypto. Price Alert adalah fitur pengingat untuk memberi tahu pengguna, ketika harga aset kripto tertentu sudah mencapai target. 

    Jika menggunakan fitur Price Alert, pengguna akan mendapatkan notifikasi yang muncul secara real-time ketika harga sudah menyentuh target yang telah kamu tentukan. Dengan begitu, pengguna tidak ketinggalan momentum beli dan jual di harga yang sesuai. Untuk informasi lebih lanjut dan cara menggunakan fitur ini bisa mengakses link berikut ini.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Naik Setelah Pengumuman The Fed, Kenapa Tidak Bull Run?

    Pergerakan aset kripto pada Kamis (4/5) meroket akibat adanya pengumuman The Fed yang menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 5,25 persen. Sebelumnya pada bulan April, Fed menurunkan suku bunga dari 6 persen menjadi 5 persen. Kenaikan suku bunga FED ini anggap sebagai berita baik, Bitcoin serta aset kripto lain meroket hingga lebih dari 3 persen dalam waktu 12 jam. Namun setelah 24 jam pengumuman ini BTC kembali bergerak ke arah penurunan. Hal ini didukung juga dengan adanya penyerangan Rusia oleh Ukraina dengan drone sehingga market kripto langsung jatuh sebesar 2 persen.

    Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengatakan berita yang tidak stabil ini membuat pasar keuangan terutama aset kripto mengalami roller coaster harga. Para trader masih mempertanyakan apakah pergerakan bullish ini masih bisa dipertahankan atau tidak akibat adanya berita FUD yang mulai bermunculan selama dua minggu terakhir. Keraguan ini juga menjadi efek domino ke pasar kripto yang membuat ketika breakout harga, maka trader melakukan exit investment dan harga kembali masuk ke base sideways atau bisa disebut fake breakout. 

    Sentimen Negatif

    Selain hubungan memanas Rusia-Ukraina, sentimen negatif yang menahan bull run pasar kripto adalah kebijakan Presiden AS, Joe Biden yang berencana untuk menaikan pajak sebesar 30 persen untuk penambang Bitcoin di negaranya. Pajak ini kemungkinan akan dibebankan pada biaya listrik yang digunakan oleh miner. Sebab pemerintah juga kesulitan untuk memberikan pajak hasil pendapatan bitcoin karena disimpan di dalam wallet milik miner.

    “Setelah adanya isu pemotongan pajak listrik untuk miner membuat harga pasar kripto mengalami penurunan karena miners banyak yang mematikan mesin mereka dan membuat jaringan Bitcoin tersendat beberapa waktu,” jelas Fyqieh.

    Ilustrasi tampilan aset Bitcoin.
    Ilustrasi tampilan aset Bitcoin.

    Baca juga: Token SUI: Sensasi Kripto Terbaru dan Kontroversinya

    Indikator ekonomi AS memicu ketakutan resesi, membebani Bitcoin dan pasar kripto yang lebih luas. Indikator ekonomi mengirimkan sinyal bearish, mengirim BTC ke arah sebaliknya. Klaim pengangguran awal meningkat dari 229 ribu menjadi 242 ribu, dengan produktivitas nonpertanian turun 2,7 persen di Q1. Sementara pertumbuhan upah akan mempengaruhi sentimen terhadap prospek kebijakan moneter The Fed, angka nonfarm payroll yang lemah akan memicu kekhawatiran resesi dan berdampak ke pasar kripto.

    Setelah adanya pengumuman The Fed, total marketcap aset kripto mengalami peningkatan sebesar 3 persen dengan total pertambahan US$ 35 miliar dalam waktu 12 jam saja. Hal ini menandakan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap ekonomi AS dan perbankan mengalami pelemahan dan banyak investor mulai mengalihkan dana mereka ke aset kripto. Tentu ini menjadi kabar baik bagi seluruh investor aset kripto terutama Bitcoin. 

    Ketika Ketua The Fed, Jerome Powel menyebutkan bahwa keadaan perbankan di AS “sehat” saat FOMC kemarin, namun beberapa jam setelahnya saham bank regional, yaitu PacWest BanCorp turun sebesar -56 persen. Kemungkinan adanya perbankan yang bangkrut selanjutnya adalah bank PacWest. Dengan keruntuhan perbankan ini bisa menjadi berita baik untuk pasar aset kripto ke depannya. Namun secara resmi Pacwest belum dinyatakan bangkrut. 

    Fear & Greed Bitcoin Index by alternative.me.

    Sentimen tentang aset kripto mengalami penurunan dibanding dengan minggu lalu dan hari lalu. Kemarin sentimen Bitcoin berada pada poin 64 yang artinya bullish dan baik. Namun hari ini mengalami penurunan mengikuti sentimen makroekonomi yang tidak baik. hal ini didukung juga dengan penurunan harga Bitcoin yang membuat sentimen semakin buruk. Di prediksi ke depannya sentimen akan baik, namun jika sentimen Fear and Greed Index dibawah 50 persen, maka perlu mempersiapkan adanya koreksi.

    Analisis Pergerakan Harga BTC, ADA, JASMY

    Bitcoin (BTC) Mungkin Koreksi

    BTC/USDT Binance by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Menurut Fyqieh, secara pergerakan harga, Bitcoin memulai adanya tren bearish. hal ini dibuktikan dengan adanya kekuatan untuk menembus resisten semakin lemah. Walaupun didukung dengan berita-berita baik, namun nyatanya BTC masih belum bisa menembus US$ 30.000 setelah empat kali percobaan. Pada dasarnya jika resisten sering dites, namun tidak tertembus maka akan semakin melemah. Sesuai dengan chart, Bitcoin sedang berada di bawah garis resistennya dan kemungkinan akan terpantul ke bawah, namun ada support di harga US$ 28.700 yang menahan harga BTC. 

    “Jika Bitcoin kembali menyentuh US$ 29.500 dan mampu menembus US$ 30.000, kemudian bertahan maka kemungkinan BTC akan melanjutkan bullish. Namun perlu catatan juga bisa saja whales atau institusi sedang mencari likuiditas dengan cara membuat fake breakout,” terang Fyqieh. 

    Apabila benar terjadi penurunan untuk Bitcoin maka target selanjutnya di harga US$ 25.000. hal ini dimunculkan narasi China banned Bitcoin yang merupakan narasi lama, namun bisa dijadikan pertanda adanya bearish untuk aset kripto. Bitcoin memerlukan 1x crash lagi sebelum halving. ini biasa terjadi di setiap sebelum halving. Crash ini merupakan waktu yang tepat untuk masuk dan investasi di Bitcoin.

    Cardano (ADA) Potensi Koreksi

    ADA/USD BINANCE by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: Investor Kripto Indonesia Capai 17,14 Juta hingga Q1 2023, Transaksi?

    Cardano memiliki potensi untuk melanjutkan penurunan setelah relinya pada kuartal pertama. Potensi penurunan Cardano sebesar 16 persen di harga setelah break down. Untuk target penurunannya berada pada US$ 0,332. Walaupun Cardano memiliki TVL jumbo sebesar US$ 151 juta atau senilai Rp 2,2 triliun. namun tren TVL juga mengalami penurunan.

    Total Value Lock di Cardano mengalami peningkatan yang sangat tinggi bahkan ter-cover 30 persen dari TVL pada harga tahun lalunya di bulan Januari 2022 dengan harga US$ 1,5, namun harga Cardano tidak meningkat secara signifikan. Ada efek bearish namun total Cardano yang di-lock mengalami peningkatan luar biasa dengan total sebesar 385 juta ADA dibanding tahun lalu sebesar 78 juta Cardano setelah smart contract untuk support pembuatan DeFi di blockchain Cardano berjalan. Ini artinya bahwa banyak investor yang percaya dan hold Cardano untuk jangka panjang

    Jasmy Coin (Jasmy) Potensi Naik

    Jasmy/USD Binance by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Pergerakan aset kripto jasmy memiliki potensi kenaikan setelah terkonfirmasi terbentuk handle and cup. Pola ini memiliki potensi untuk bullish dengan ditandainya telah breakout dari garis resistennya di harga US$ 0,0068 dan bergerak menuju US$ 0,0084 dengan potensi keuntungan sebesar 22 persen. Jika Jasmy kembali ke harga support-nya di area US$ 0,0066, maka kemungkinan jasmy akan mengalami lanjutan koreksi. 

    Jika menggunakan fitur Price Alert di Tokocrypto, pengguna akan mendapatkan notifikasi yang muncul secara real-time ketika harga sudah menyentuh target yang telah kamu tentukan. Dengan begitu, pengguna tidak ketinggalan momentum beli dan jual di harga yang sesuai. Untuk informasi lebih lanjut dan cara menggunakan fitur ini bisa mengakses link berikut ini.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Berhasil Bangkit Setelah Gerak Liar Sepekan Terakhir

    Pekan ini menjadi periode yang sibuk untuk pasar kripto. Hingga tengah pekan terakhir April ini, harga Bitcoin (BTC) sempat turun 10% dalam seminggu terakhir, padahal sebelumnya aset kripto ini mengalami kenaikan harga hingga US$ 31.000, namun beberapa hari kemudian terkoreksi hingga di level US$ 27.000.

    Faktor utama pendorong BTC kembali mendapatkan sinyal bullish adalah kolapsnya saham First Republic Bank. Ketika itu Bitcoin telah mengklaim kembali level US$ 28.000 dari US$ 27.000. kenaikan US$ 1.000 adalah perkembangan penting, kemampuan Bitcoin untuk retest dan menahan garis support merupakan sesuatu yang krusial. Pasalnya, jika level ini bertahan maka hal tersebut dapat menanamkan kepercayaan pada bulls kripto untuk mendorong harga lebih tinggi. 

    “Kenaikan harga yang tiba-tiba ini dapat mengarah pada prospek BTC yang sangat positif. Dalam beberapa bulan terakhir, bank tradisional telah sedang alami masalah likuiditas dan kebangkrutan. Hal ini tentu saja memberikan keuntungan bagi kripto seperti Bitcoin secara signifikan. Investor beralih banyak yang beralih pada Bitcoin atau emas sebagai lindung nilai terhadap ketidakstabilan sistem keuangan,” kata Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur.

    Naik-turun Bitcoin

    Ilustrasi Bitcoin.
    Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Aktivitas Trading Investor Kripto Meningkat Selama Ramadhan 1444 H

    Namun, kebahagiaan tidak berlangsung lama. Harga Bitcoin (BTC) kembali beraksi layaknya roller coaster dengan penurunan drastis sekitar 7 persen dalam waktu satu jam saja, dari US$ 29.850 menjadi US$ 27.341 pada Kamis (27/4).

    Penurunan tersebut dikaitkan oleh kesalahan perusahaan analitik blockchain, Arkham Intelligence yang mengirimkan peringatan yang salah kepada pengguna mereka bahwa wallet yang terkait dengan Mt. Gox dan pemerintah Amerika Serikat telah mulai memindahkan sejumlah besar Bitcoin. Setelah kabar itu dibantah Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan mulai bangkit dan kini bergerak sideways cenderung masih nyaman di zona hijau. 

    Sinyal bullish masih kuat untuk pasar kripto dari indikator makroekonomi. Banyak faktor pendukungnya, seperti Ekonomi AS tumbuh dengan kenaikan PDB sebesar 1,1% di Q1. Klaim pengangguran turun dari 246 ribu menjadi 230 ribu, menghilangkan kekhawatiran langsung atas pasar tenaga kerja AS.

    Sentimen Bullish

    Ilustrasi aset kripto Bitcoin.
    Ilustrasi aset kripto Bitcoin.

    Baca juga: Riset: Kuartal I Tahun 2023 Pasar Kripto Tumbuh Signifikan, Bitcoin Juara

    Di samping itu, laporan pendapatan perusahaan mendukung sesi bullish, dengan pasar merespons positif hasil dari Meta (META) dan Amazon.com (AMZN). Indeks saham AS pun positif NASDAQ naik 2,43%, dengan Dow dan S&P 500 mengakhiri hari masing-masing naik 1,96% dan 1,57%. 

    “Sentimen bull juga semakin kuat terlihat dari Bitcoin Fear and Greed Index yang melonjak tinggi pada Jumat (28/4) berada di level 64, kategori Greed. Angka ini naik drastis dari hari sebelumnya yang berada angka 59. Kenaikan ini juga didukung dengan indeks dolar AS (DXY) yang terpantau terus melemah di level 101 (-0,04),” tutur Fyqieh.

    BTC perlu melewati level US$ 29.888 untuk menargetkan Level Resistensi Utama Pertama (R1) di US$ 30.113 yang akan menandakan sesi bullish diperpanjang. Jika reli diperpanjang, BTC kemungkinan akan menguji Level Resistensi Utama Kedua (R2) di US$ 30.747. Level Resistensi Utama Ketiga (R3) berada di US$ 32.240.

    Hal yang perlu diwaspadai oleh investor saat ini adalah rapat FOMC The Fed minggu depan. CME FedWatch Tool saat ini menunjukkan probabilitas 87% dari kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan kebijakan moneter The Fed nanti. Ini bisa menjadi sinyal bullish selanjutnya untuk Bitcoin dan pasar kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com