Tag: menurunkan berat badan

  • Benarkah Rutin Minum Kopi Bantu Turunkan Berat Badan? Begini Kata Pakar Diet


    Jakarta

    Kopi merupakan salah satu minuman paling populer di dunia. Tidak hanya enak, minuman ini rupanya dapat memberikan efek kesehatan yang besar, salah satunya untuk proses penurunan berat badan.

    “Kopi bila dikonsumsi dalam jumlah sedang dan tanpa terlalu banyak pemanis tambahan dapat membantu menurunkan berat badan dan bermanfaat bagi kesehatan Anda secara keseluruhan,” kata ahli diet Ashley Shaw, RD dikutip dari Business Insider, Minggu (11/2/2024).

    Kopi mengandung nutrisi seperti niasin, potasium, magnesium, dan antioksidan. Berbagai nutrisi tersebut dapat meningkatkan kesehatan pencernaan, mendukung fungsi otot, dan meningkatkan kesehatan jantung.


    Kafein yang terkandung dalam kopi juga dapat meningkatkan metabolisme, meningkatkan energi, dan membantu proses penurunan berat badan. Berikut ini adalah beberapa manfaat kopi untuk penurunan berat badan:

    Rendah Kalori

    Proses penurunan berat badan erat kaitannya dengan defisit kalori. Kopi hitam merupakan minuman yang ideal untuk dikonsumsi karena mengandung kurang dari lima kalori per porsi. Namun, perlu dipastikan bahwa kopi yang dikonsumsi tidak menggunakan gula tambahan.

    “Meskipun kopi hitam rendah kalori, namun dengan cepat dapat menjadi tinggi kalori, gula, dan lemak ketika berbagai susu dan gula ditambahkan ke dalamnya,” kata Shaw.

    Meningkatkan Metabolisme

    Seperti yang sudah sempat disinggung bahwa kafein pada kopi dapat membantu meningkatkan metabolisme. Metabolisme merupakan proses di mana tubuh memecah nutrisi dan memanfaatkan kalori sepanjang hari.

    Sebuah studi kecil dilakukan pada 2018 menemukan bahwa partisipan yang mengonsumsi kopi selama dua bulan memiliki metabolit yang lebih baik. Metabolisme yang lebih tinggi atau lebih cepat memungkiknkan proses pembakaran kalori lebih banyak saat seseorang istirahat atau beraktivitas fisik.

    “Ada semakin banyak penelitian tentang bagaimana konsumsi kopi dikaitkan secara positif dengan tingkat metabolisme basal (BMR), namun penting untuk diingat bahwa kita memetabolisme makanan dan minuman pada tingkat yang berbeda. Kopi dapat meningkatkan tingkat metabolisme seseorang tetapi tidak pada orang lain,” kata Shaw.

    NEXT: Kopi bisa membantu mengurangi rasa lapar.

    Mengurangi Rasa Lapar

    Selain meningkatkan metabolisme, kafein pada kopi juga dapat mengurangi nafsu makan. Nafsu makan yang dimiliki seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Misalnya seperti jenis makanan, tingkat aktivitas fisik, hingga hormon.

    Meskipun belum ada penelitian yang cukup untuk menentukan hubungan sebab-akibat kafein yang mengurangi nafsu makan, penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat menurunkan kadar ghrelin, hormon yang membuat seseorang merasa lapar.

    Sebuah studi kecil pada tahun 2014 menemukan bahwa peserta meningkatkan perasaan kenyang dan mengurangi asupan makanan mereka hanya dalam waktu empat minggu setelah minum kopi setiap hari berdasarkan tingkat ghrelin mereka.

    “Kafein juga merangsang hormon kenyang peptida YY (PYY). Lebih banyak PYY berarti Anda akan merasa kenyang dan tidak terlalu lapar,” kata Shaw.

    (avk/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Berat Badan Turun dan Tetap Makan Nasi? Bisa-bisa Saja, Ini Kata Dokter Gizi


    Jakarta

    Seseorang yang sedang diet untuk menurunkan berat badan kerap menghindari nasi. Pasalnya, banyak yang percaya mengonsumsi nasi putih dapat menghambat keberhasilan diet yang dijalaninya.

    Tidak mudah untuk menghindari nasi, terutama mengingat nasi putih merupakan makanan pokok sehari-hari di Indonesia. Beberapa orang bahkan belum benar-benar merasa kenyang jika belum makan nasi putih.

    Lantas, apakah benar nasi putih bisa menghambat proses menurunkan berat badan? Spesialis gizi dr Davie Muhamad, SpGK, mematahkan anggapan tersebut. Menurutnya, boleh-boleh saja makan nasi saat sedang diet untuk menurunkan berat badan, asalkan disesuaikan dengan kebutuhan kalori.


    “Jadi, makan nasi nggak masalah asal porsinya disesuaikan, tergantung tiap orang. Karena setiap orang itu kebutuhan kalorinya berbeda-beda,” ujarnya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    dr Davie menjelaskan prinsip utama dalam menurunkan berat badan adalah defisit kalori. Misalnya, jika seseorang biasanya membutuhkan 1.500 kalori per hari, maka bisa dikurangi secara perlahan menjadi 1.300 kalori.

    Kebutuhan kalori tersebut juga tidak harus serta merta dicukupi dalam satu kali makan. dr Davie mengatakan kebutuhan kalori per hari dapat dibagi menjadi beberapa porsi makan.

    “Kita ambil contoh, misalnya 1 hari diberikan 1.500 kalori. Itu nanti dibagi tiga kali makan, dan dua kali selingan,” tuturnya.

    Pentingnya Pola Diet yang Seimbang

    Selain mempertimbangkan karbohidrat, asupan gizi lain seperti protein dan serat juga harus dicukupi. Protein berfungsi untuk mempertahankan massa otot, sementara serat dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan.

    “Jadi lebih baik mencoba diet gizi seimbang yang sederhana, makannya tiga kali sehari, dan masih mengenyangkan. Karea kalau diet kita nggak boleh yang namanya kelaparan, nanti jadinya malnutrisi,” tegasnya.

    NEXT: Contoh Pola Diet dengan Tetap Makan Nasi

    Contoh Pola Diet dengan Tetap Makan Nasi

    Berikut pola diet dengan tetap mengonsumsi nasi putih saat makan pagi, siang, dan malam yang dianjurkan dr Davie:

    • Karbohidrat, misalnya nasi setengah porsi (setengah centong nasi atau 5-6 sendok makan)
    • Protein, bisa berupa daging ayam atau ikan dengan ukuran setengah telapak tangan 2 potong, bisa juga diganti dua butir telur (bisa dikombinasikan)
    • Lauk nabati, seperti tahu atau tempe sebanyak satu potong atau sekitar 50 gram
    • Serat, seperti sayur-mayur yang bervariasi sebanyak satu piring kecil atau mangkuk sedang penuh.
    • dr Davie juga menekankan pentingnya mengurangi makanan yang digoreng lantaran mengandung kalori tinggi.

    “Perlu diingat, dalam satu piring disarankan minim yang digoreng. Karena lemak atau yang digoreng-goreng itu tinggi kalori. Jadi kalau dari saya boleh saja ada yang digoreng tapi nggak semuanya,” ungkapnya.

    Tidak lupa, mencukupi kebutuhan nutrisi dengan mengonsumsi buah-buahan yang kaya serat untuk mengontrol rasa lapar.

    “Nanti selingan utamanya buah-buahan bervariasi, tinggi serat, untuk membantu mengontrol rasa lapar kita. Ini biasanya dua jam setelah makan pagi (sekitar jam 10)dan jam 3 sore,” pungkas dr Davie.

    (ath/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Panduan Minum Kopi Buat yang Lagi Diet, Begini Anjurannya Menurut Ahli Gizi


    Jakarta

    Sering mendengar bahwa rutin meminum kopi bisa membantu proses penurunan berat badan? Rupanya, hal tersebut dibenarkan oleh dokter lho. Namun perlu diketahui, ada cara tertentu agar minum kopi betulan bisa membantu penurunan berat badan. Seperti apa?

    Nyatanya, keberhasilan diet memang bergantung pada defisit kalori, yang diperoleh dari pembatasan asupan makan dibarengi olahraga teratur. Namun menurut sejumlah ahli, ada satu ‘alat’ yang bisa membantu proses penurunan berat badan secara alami, tanpa memerlukan aktivitas fisik tertentu. Tak lain, mengandalkan secangkir kopi.

    Bukan lagi rahasia, kafein memang seringkali dijadikan teman diet dalam proses penurunan berat badan. Lantas agar rutin minum kopi ini efektif menurunkan berat badan, harus berapa kali minum kopi dalam sehari dan seperti apa triknya?


    Ahli gizi Tammy Lakatos dan kembarannya, Lyssie Lakatos, menjelaskan, umumnya, diperlukan asupan kopi sebanyak 200 hingga 400 miligram, atau setara dua hingga lima cangkir kopi, untuk membantu penurunan berat badan. Hal itu sejalan dengan hasil penelitian dari T.H Chan School of Public Health yang menyebut, konsumsi sebanyak empat cangkir kopi dalam sehari dapat menurunkan lemak tubuh hingga sebanyak sekitar empat persen.

    Lakatos menjelaskan, kopi mengandung kafein yang memiliki efek termogenik dan dapat mempercepat metabolisme. Karena itulah, konsumsi kopi diyakini dapat membantu proses pembakaran kalori.

    “Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hal ini dapat membantu menurunkan BMI, berat badan, dan lemak tubuh. Kopi juga dapat mengekang nafsu makan dan mengurangi rasa lapar,” terang Lakatos dikutip dari Mew York Post, Rabu (31/1/2024).

    “Penelitian menunjukkan bahwa minum kopi sebelum makan dapat mengurangi kalori yang Anda makan pada waktu makan berikutnya, meskipun Anda meminum kopi hingga empat jam sebelum makan. Kopi juga mengandung asam klorogenat, yang terbukti meningkatkan pembakaran lemak dan membantu memperlambat penyerapan karbohidrat,” pungkas Lakatos.

    (vyp/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Daftar Makanan yang Punya Kalori Tinggi ‘Tersembunyi’, Bisa Bikin Gagal Diet


    Jakarta

    Memiliki berat badan ideal dan sehat adalah impian banyak orang. Namun, proses menurunkan berat badan bisa menjadi sangat sulit terlebih jika masih mengonsumsi asupan yang ternyata berkalori tinggi.

    Ada beberapa jenis makanan yang ternyata memiliki kalori ‘tersembunyi’ yang lebih banyak dari yang dikira. Dikutip dari Business Insider berikut ini adalah beberapa jenis bahan makanan tinggi kalori yang kerap tak disadari bisa bikin rencana diet gagal total:

    Minyak Goreng

    Minyak goreng merupakan salah satu bahan makanan yang tinggi kalori. Satu sendok makan minyak masak bisa mengandung hingga 140 kalori.


    “Minyak goreng seringkali diabaikan padahal secara konsisten dapat menambah kalori secara signifikan setiap hari,” ucap pelatih kebugaran dan penurunan lemak Graeme Tomlinson.

    Tomlinson menuturkan bahwa sebaiknya penggunaan minyak goreng bisa diminimalkan. Beberapa jenis minyak lain, seperti minyak zaitun khususnya memiliki banyak manfaat kesehatan sehingga patut untuk dimasukkan ke dalam menu makanan.

    Kopi dengan Gula

    Minuman kopi dengan berbagai jenis pemanis yang banyak disukai orang bisa menjadi ‘penghalang’ kesuksesan diet yang besar. Pilihlah menu kopi yang tepat agar jumlah kalori yang masuk tidak terlalu besar.

    Jika menyukai kopi susu, pilihlah jenis susu skim yang lebih rendah kalori. Jika suka kopi manis, pilihlah menu yang lebih rendah gula atau menggunakan sirup bebas gula.

    “Banyak yang tidak menyadari bahwa Anda dapat membuat penyesuaian sederhana pada kopi ‘on the go’ yang dapat menghemat ratusan bahkan ribuan kalori setiap minggunya,” kata Tomlinson.

    Daging Tinggi Lemak

    Konsumsi daging tinggi lemak secara rutin dapat mempengaruhi proses penurunan berat badan. Daging sapi cincang dengan berat 200 gram dan 20 persen lemak mengandung sekitar 504 kalori, tetapi daging cincang dengan berat sama dan 5 persen lemak hanya mengandung 248 kalori.

    “Potongan daging yang rutin Anda konsumsi juga dapat berpengaruh besar terhadap kemajuan penurunan lemak Anda,” ujar Tomlinson.

    Sama halnya juga dengan ayam, mengonsumsi bagian dada akan lebih baik jika mengonsumsi bagian paha yang lebih tinggi lemak.

    Pilihan Saus untuk Salad

    Mengonsumsi salad yang memiliki banyak sayuran memang sehat. Namun terkadang saus dressing yang digunakan justru membuat salad yang dikonsumsi menjadi tinggi kalori.

    “Olesan seperti mayones dan saus salad bisa menambah jumlah kalori yang relatif besar pada makanan meski kelihatannya tidak signifikan,” jelasnya.

    Satu sendok makan mayones misalnya mengandung sekitar 95 kalori. Jika sedang melakukan diet defisit kalori, Tomlinson merekomendasikan versi yang rendah kalori atau dengan mengurangi porsi.

    Camilan

    Tomlinson menuturkan bahwa ada kecenderungan seseorang yang menghitung kalori meremehkan jumlah yang dikonsumsi setiap hari. Kondisi ini yang menjadi alasan lain mengapa seseorang susah payah menurunkan berat badan.

    “Melupakan jumlah kalori dari camilan atau kebiasaan menghabiskan makanan orang lain mungkin tampak sepele. Namun, seiring berjalannya waktu hal ini bisa menambahkan kalori,” pungkas Tomlinson.

    (avk/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Tantangan Diet 30 Hari Tanpa Gula, Amankah? Begini Pandangan Ahli Gizi


    Jakarta

    Di awal tahun, banyak yang berlomba-lomba menyiapkan resolusi hidup sehat. Mulai dari mencoba olahraga baru sampai membatasi pola makan dengan mengurangi gula.

    Salah satu tantangan diet yang banyak dicoba yakni 30 hari tanpa gula. Aman nggak ya?

    Spesialis gizi klinik dr Davie Muhamad, SpGK mengatakan asupan gula memang harus dibatasi jika ingin memulai hidup yang lebih sehat. Terlalu banyak mengonsumsi gula, terlebih dari pemanis buatan akan berdampak pada tubuh.


    “Kalau tujuannya untuk sehat, asupan gulanya harus dibatasi per hari. Tapi, kalau tujuannya untuk diet, itu sebenarnya masih bisa juga, karena sebenarnya gula itu isinya glukosa. Glukosa itu adalah bentuk sederhana dari karbohidrat,” kata dr Davie saat dihubungi detikcom ditulis Senin (22/1/2023).

    Beberapa sumber karbohidrat yakni nasi, ubi, dan kentang yang ketika dikonsumsi akan diubah menjadi glukosa. Glukosa termasuk sumber energi sehingga kebutuhan tubuh bisa tetap terpenuhi meski tidak mengonsumsi gula tambahan.

    dr Davie menambahkan gula sederhana seperti yang terkandung di gula pasir, sirup dan minuman kemasan mengandung fruktosa. Apabila asupannya berlebih, saat masuk ke tubuh, sistem metabolisme akan mengubah fruktosa menjadi lemak.

    “Itu yang menyebabkan peningkatan berat badan atau peningkatan massa lemak,” ujarnya.

    Lebih lanjut, tantangan 30 hari diet tanpa gula menurutnya aman, tetapi sebelum memulai perlu diperhatikan juga kebutuhan tubuh masing-masing.

    “Saya lebih menekankan ke sarapan itu wajib. Jadi kalau kita misalnya tipikal orang yang suka makan gula yang manis-manis, tiba-tiba mau diet tanpa gula, perbaiki dulu makanan utamanya atau makan besarnya,” jelas dr Davie.

    “Makan pagi, siang, malamnya diperbaiki dulu dari komposisinya, jumlahnya, dari jenisnya. Kalau sudah diperbaiki, nggak ada itu rasa ingin makan gula-gula, nafsu makannya bisa terkontrol. Jadi diet gizi seimbang itu bisa menjadi tips untuk membantu diet tanpa gula tadi,” tandasnya.

    (kna/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Nggak Cuma Langsing, Diet ala Ahli Gizi Ini Juga Bisa Bikin Panjang Umur!


    Jakarta

    Bukan cuma membantu penurunan berat badan dan mencegah obesitas, diet yang tepat juga bisa meningkatkan potensi hidup panjang umur. Sebab dengan pola makan yang tepat, risiko penyakit kronis yang melemahkan fisik seseorang di usia lanjut bisa ditekan.

    Namun sebagaimana dijelaskan oleh ahli gizi dan epidemiolog, Frank Hu, diet yang tepat idealnya tidak bersifat kaku. Artinya agar berlangsung konsisten dan hasilnya optimal, diet seharusnya tidak bersifat ‘menyiksa’. Dengan begitu, orang yang menjalani tetap bisa mengkonsumsi makanan utuh yang disukai dengan pola makan sehat yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

    Pada dasarnya menurut Hu, diet yang tepat umumnya menekankan banyaknya asupan makanan utuh dan makanan nabati seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Bersamaan dengan itu, idealnya asupan makanan olahan, makanan ringan, dan minuman bersoda dikurangi.


    “Itulah cara untuk benar-benar meningkatkan kenikmatan mereka dan juga kepatuhan jangka panjang terhadap pola makan,” ungkap Hu dikutip dari lama Harvard School of Public Health, Selasa (16/1/2024). Seraya ia menegaskan, agar efek diet berlangsung optimal, penting untuk seseorang menjalani program dietnya secara fleksibel sembari tetap menikmati pola makan yang sehat.

    Lantas biar program diet efektif menurunkan berat badan sekaligus menambah potensi hidup panjang umur, apa saja yang harus diterapkan? Begini penjelasan Hu lebih lanjut dikutip dari CNBC:

    1. Perbanyak Makanan Utuh, Kurangi Makanan Instan

    “Pertama-tama, fokuslah pada makanan utuh dan minimal olahan, terutama makanan nabati,” kata Hu. Sembari ia menyarankan, perbanyak asupan makanan nabati seperti buah, sayur, biji dan kacang-kacangan dalam menu makan sehari-hari.

    “Pola pola makan tersebut telah terbukti mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, beberapa jenis kanker, dan juga risiko demensia. (Penyakit) itu adalah penyebab utama kematian. Itulah sebabnya pola makan sehat tersebut terbukti mengurangi risiko kematian dini dan memperpanjang harapan hidup,” sambungnya.

    Seiring itu, sebuah studi yang meneliti kondisi kesehatan lebih dari 11 ribu orang dewasa dalam rentang waktu 19 tahun menemukan bahwa orang yang banyak mengkonsumsi makanan olahan 31 persen lebih berisiko mengalami penyakit penyebab kematian.

    2. Jalani Diet Tanpa Tersiksa!

    Banyak orang beranggapan, diet yang berhasil pasti berlangsung menyiksa lantaran secara ketat membatasi asupan makanan-makanan lezat yang tidak menyehatkan. Padahal nyatanya menurut Hu, agar efeknya optimal, proses diet seharusnya berjalan sembari dinikmati, disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

    “Tidak ada pola makan kaku yang harus diikuti setiap orang agar bisa hidup lebih lama [dan] lebih sehat. Saya pikir ada pola makan yang berbeda, dan orang dapat membuat pola makan mereka sendiri,” tutur Hu.

    “Itulah cara untuk benar-benar meningkatkan kenikmatan dan juga kepatuhan jangka panjang terhadap pola makan. Penting untuk menjadi lebih fleksibel dan menikmati pola makan sehat,” pungkasnya.

    NEXT: Makan sambil ‘bergaul’

    3. Makan Sambil ‘Bergaul’

    Sudah banyak yang mengetahui, beberapa kunci di balik hidup panjang umur adalah aktivitas fisik, pengelolaan stres, serta pola makan yang baik. Namun sebenarnya di samping itu, hubungan sosial yang terjalin baik juga bisa meningkatkan harapan hidup seseorang.

    Menurut Hu, seseorang bisa menjalani momen makan sehatnya sembari bergaul dan menjalin relasi baik dengan orang-orang terdekat. Sebab dengan memprioritaskan waktu makan sebagai momen berkumpul dan bersosialisasi, seseorang dapat menggabungkan dua aktivitas yang berkaitan dengan potensi hidup panjang umur.

    “Hubungan antara makanan dan hubungan sosial sangatlah alami, karena makanan memang menyatukan manusia. Makan makanan sehat bersama-sama, tidak hanya menyehatkan tubuh kita, tapi juga menyehatkan jiwa kita,” pungkas Hu.

    (vyp/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • 5 Kesalahan yang Paling Sering Bikin BB Susah Turun saat Diet


    Jakarta

    Memiliki badan ramping dan sehat merupakan impian banyak orang. Tak sedikit yang mencoba berbagai macam metode diet untuk mendapatkan berat badan ideal.

    Namun, tak jarang kesalahan-kesalahan berikut ini dilakukan sehingga membuat diet gagal. Alih-alih berat badan ideal tercapai, berat badan malah terus naik bahkan dibarengi risiko gangguan kesehatan tertentu Berikut ini adalah beberapa kesalahan diet yang harus dihindari dikutip dari Healthline:

    Makan Terlalu Banyak atau Sedikit Kalori

    Kalori defisit memang diperlukan untuk membantu penurunan berat badan. Pada kondisi ini, seseorang harus membakar lebih banyak kalori daripada yang dikonsumsi.


    Selama bertahun-tahun, banyak yang percaya bahwa mengurangi 3.500 kalori setiap minggunya per minggu dapat menurunkan berat badan hingga 0,45 kg. Rupanya sebuah riset terbaru menunjukkan bahwa kalori defisit yang dibutuhkan bisa berbeda dari setiap orang.

    Dalam sebuah penelitian yang dilakukan, responden secara signifikan melebih-lebihkan atau meremehkan jumlah kalori dalam makanan. Sebagian orang juga mengonsumsi makanan yang sehat, namun tinggi kalori misalnya seperti kacang-kacangan dan ikan. Mengonsumsi makanan dengan porsi sedang adalah kuncinya.

    Dalam sebuah studi lain, terlalu banyak mengurangi kalori dapat menyebabkan hilangnya massa otot dan memperlambat metabolisme secara signifikan.

    Olahraga Terlalu Berat atau Ringan

    Selama proses diet, seseorang pasti akan kehilangan lemak dan juga massa otot walaupun jumlahnya bisa berbeda setiap orang. Jika seseorang diet tanpa olahraga, kemungkinan besar orang tersebut akan mengalami penurunan massa otot dan laju metabolisme.

    Olahraga sangat baik untuk membantu proses diet yang lebih sehat, namun olahraga yang berlebihan juga dapat menimbulkan masalah. Penelitian mengungkapkan olahraga berlebihan tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang dan menyebabkan stres.

    Kondisi ini dapat berdampak negatif pada hormon endokrin yang membantu mengatur fungsi seluruh tubuh.

    Salah Pilih Makanan Rendah Lemak

    Tak jarang seseorang akan memilih produk-produk makanan sehat rendah lemak untuk membantu proses diet. Namun, dalam beberapa kasus kondisi ini dapat memberi efek sebaliknya.

    Banyak produk mengandung lebih tinggi gula untuk meningkatkan rasanya, misalnya seperti yogurt rendah lemak dengan rasa.

    Produk rendah lemak memiliki kecenderungan membuat seseorang lebih sering lapar. Kondisi ini membuat keinginan makan lebih besar dan membuat konsumsi menjadi lebih tinggi.

    Daripada mengonsumsi makanan rendah lemak, cobalah kombinasi makanan bergizi dan makanan yang diproses secara minimal. Pilihlah buah-buahan dan sayur karena keduanya secara alami rendah lemak namun tinggi nutrisi.

    Kurang Makan Protein

    Mengonsumsi cukup protein sangat penting untuk proses penurunan berat badan yang lebih sehat. Berdasarkan penelitian, protein sudah terbukti membantu proses diet.

    Beberapa manfaat protein untuk diet antara lain mengurangi nafsu makan, meningkatkan perasaan kenyang, mempertahankan laju metabolisme, dan melindungi massa otot selama proses penurunan berat badan.

    Coba konsumsi lebih banyak makanan tinggi protein selama diet. Beberapa pilihan menu yang bisa dicoba seperti daging, susu, kacang-kacangan, hingga quinoa juga bisa dijadikan sebagai sumber protein.

    Minum Minuman Manis dengan Gula

    Mengurangi konsumsi minuman tinggi gula menjadi salah satu langkah terbaik dalam proses diet. Namun, perlu diingat bahwa pilihan yang dianggap lebih sehat seperti jus buah belum tentu lebih baik.

    Jus buah tanpa tambahan gula tetap bisa menyebabkan masalah kesehatan dan obesitas yang setara dengan efek minuman manis berpemanis jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Terlebih kalori cair cenderung tidak memengaruhi nafsu makan di otak sehingga akan lebih mudah kenyang.

    (avk/vyp)



    Sumber : health.detik.com

  • Kata Siapa ‘Skip’ Sarapan Bikin Turun BB? Justru Begini Faktanya Menurut Ahli Gizi


    Jakarta

    Banyak orang beranggapan, ‘skip’ sarapan pagi hari bisa membantu menurunkan berat badan. Padahal sebaliknya, asupan makan di pagi hari justru bisa membantu menjaga berat badan ideal. Seperti apa penjelasannya?

    “Sarapan terbukti tidak hanya membantu Anda membuat pilihan makanan yang lebih baik sepanjang hari, tetapi juga mendukung metabolisme dan keseimbangan gula darah Anda. Kedua hal ini dapat membantu menurunkan berat badan,” kata ahli gizi, Nicola Shubrook, dikutip dari Express, Minggu (7/1/2024).

    Namun Shubrook mengingatkan, pastikan ada asupan segelas besar air putih sebelum makan apa pun di pagi hari. Pasalnya, hal ini terbukti efektif membantu menurunkan berat badan seiring waktu.


    Lantas biar berat badan bisa turun, makanan apa saja yang paling pas dikonsumsi pagi hari?

    1. Makanan kaya akan protein

    “Selalu makan dengan lemak atau protein yang baik untuk memastikan Anda merasa kenyang lebih lama dan dapat mengontrol gula darah dengan lebih baik,” kata Shubrook.

    Banyak orang ‘craving’ makanan manis, bahkan sejak pagi hari. Shubrook mengingatkan, penting untuk memasukan protein ke menu sarapan agar gula darah terjaga, begitu juga berat badan. Pasalnya, asupan protein memberikan tubuh kontrol gula darah yang lebih stabil, rasa kenyang yang tahan lebih lama, sekaligus menurunkan hasrat untuk memakan makanan manis.

    “Ketika Anda mengonsumsi protein, tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk mengubahnya menjadi glukosa (darah) dibandingkan jika itu adalah karbohidrat sederhana, karbohidrat sudah menjadi bentuk gula,” tuturnya lebih lanjut.

    2. Ngopi

    Banyak orang merasa, produktivitas seharian tak bakal terdongkrak jika belum ada asupan kopi di pagi hari. Namun Shubrook menyarankan, sebaiknya makan sarapan dulu di pagi hari sebelum meminum kopi. Mengapa demikian?

    “Minum kopi saat perut kosong di pagi hari dapat menyebabkan lonjakan kortisol, hormon stres, dan gula darah (glukosa), yang keduanya memengaruhi energi dan metabolisme Anda secara keseluruhan,” jelasnya.

    Juga seiring itu, minum kopi hitam setelah sarapan membantu memperlambat produksi glukosa yang berarti menghasilkan lebih sedikit sel lemak.

    NEXT: Makan dengan perlahan

    Lihat Video: Mitos atau Fakta: Olahraga Efektif Ditandai dengan Banyak Keringat

    [Gambas:Video 20detik]

    3. Tak kalah penting: kunyah dengan benar!

    Selain menu sarapan, yang juga tak kalah penting untuk diperhatikan adalah proses mengunyah. Pasalnya, mengunyah adalah langkah pertama dalam proses pencernaan. Proses mengunyah yang tidak berlangsung dengan baik akan membebani sistem pencernaan.

    Bahkan lebih dari itu, orang yang terbiasa tidak mengunyah dengan baik cenderung makan dengan porsi berlebihan karena otak tidak punya waktu untuk menyadari bahwa perut sebenarnya sudah kenyang.

    (vyp/up)



    Sumber : health.detik.com

  • 5 Menu Sarapan Nggak Bikin Timbangan ke Kanan, Cocok Buat yang Sering Gagal Diet


    Jakarta

    Beberapa orang beranggapan, ‘skip’ sarapan pagi hari adalah cara untuk menurunkan berat badan. Namun sayangnya, cara ini belum tentu cocok untuk semua orang. Nyatanya bagi beberapa orang, sudah menahan-nahan lapar di pagi hari, berat badan masih saja tak kunjung turun.

    “Salah satu kesalahan terbesar yang saya lihat di pagi hari sebenarnya adalah tidak makan apa pun. Tren diet ini membuat banyak orang mengabaikan pentingnya memulai hari dengan sarapan yang seimbang, terutama untuk menyeimbangkan gula darah dan hormon di awal hari. hari,” kata ahli gizi diet Ginger Hultin, dikutip dari Women’s Health, Rabu (20/12/2023).

    Di samping itu, sebuah penelitian kecil yang diterbitkan pada 2018 di Journal of Dairy Science menemukan bahwa orang yang terbiasa mengonsumsi sarapan tinggi protein cenderung mengalami penurunan nafsu makan di siang hari dibandingkan dengan partisipan yang mengonsumsi lebih sedikit protein.


    Lantas biar berat badan turun, makanan apa sih yang cocok dijadikan menu sarapan pagi hari?

    1. Telur

    Pakar diet Gabrielle Tafur menjelaskan, telur adalah pilihan bagus karena harganya murah dan bisa dimakan dengan berbagai cara. Juga karena kaya akan protein dan zat besi, telur cocok sekali dijadikan asupan sarapan pagi hari.

    2. Pepaya

    Yap! Buah manis satu ini juga cocok dijadikan menu sarapan pagi hari. Pasalnya menurut Tafur, pepaya mengandung enzim yang membantu proses pencernaan. Agar lebih variatif dan mengenyangkan, cobalah hidangkan pepaya bersamaan dengan yogurt.

    3. Kiwi dan beri-berian

    Sudah banyak yang mengetahui, buah kiwi dan beri-berian seperti stroberi dan blueberry kaya akan vitamin C yang baik untuk tubuh. Walhasil, tepat sekali jika buah-buahan ini dijadikan teman hidangan pagi hari. Agar lebih mengenyangkan, buah-buahan ini juga bisa disantap bersamaan dengan yogurt.

    “Kiwi adalah buah yang diremehkan. Satu hingga dua buah bisa memberi Anda vitamin C yang cukup untuk sehari,” jelas Tafur.

    4. Kopi hitam

    Bagi beberapa orang, hari tak bakal berjalan komplit jika tidak diawali dengan secangkir kopi panas di pagi hari. Memang, asupan kafein bisa membuat seseorang lebih melek, sehingga konsentrasi untuk bekerja produktif pun lebih terjaga.

    Di samping itu, kopi hitam juga bisa membuat rasa kenyang bertahan lama. Walhasil, orang yang meminum kopi di pagi hari cenderung tidak cepat lapar di siang hari. Namun ingat, pastikan minuman kopi ini tidak mengandung banyak gula ya!

    5. Teh hijau

    Jika kopi hitam dirasa terlalu berat untuk hidangan pagi hari, misalnya karena bikin nggak nyaman di perut, minuman teh hijau bisa menjadi alternatif. Pasalnya, teh hijau kaya akan kandungan antioksidan yang juga baik buat tubuh.

    “Saya menggunakan teh hijau sebagai bahan dasar smoothie saya sebagai alternatif jus buah untuk memberikan tambahan rasa,” kata Tafur.

    (vyp/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Riset Ungkap Diet Intermittent Fasting Tak Cuma Pangkas BB, Sedahsyat Ini Efeknya


    Jakarta

    Metode diet ‘intermittent fasting’ diyakini banyak orang efektif menurunkan berat badan. Melalui metode ini, seseorang membatasi durasi waktu makannya dalam sehari. Dengan begitu, batas waktu makan seseorang menjadi lebih pendek, asupan makan pun mungkin menjadi lebih sedikit.

    Misalnya dalam sehari, seseorang hanya boleh makan dalam periode waktu 8 jam, seperti pukul 10 pagi hingga 6 sore. Kemudian berlanjut pada 16 jam lainnya, ia berhenti mengkonsumsi makanan apa pun kecuali minuman nol kalori seperti air putih.

    Rupanya bukan hanya efektif menurunkan berat badan, peneliti baru-baru ini menemukan bahwa metode diet intermittent fasting juga bisa berdampak buat pencernaan dan aktivitas otak. Seperti apa?


    Para peneliti di Institut Manajemen Kesehatan di Beijing menemukan bahwa pembatasan energi intermiten (IER) dapat menyebabkan perubahan drastis pada bakteri usus dan aktivitas otak. Temuan tersebut dilaporkan oleh South West News Service. Menurutnya, peserta penelitian yang menerapkan intermittent fasting ini mengalami penurunan aktivitas wilayah otak yang terlibat dalam pengaturan nafsu makan dan kecanduan.

    “(Peserta penelitian yang menerapkan intermittent fasting) mengalami penurunan aktivitas wilayah otak yang terlibat dalam pengaturan nafsu makan dan kecanduan,” ungkap penelitian tersebut dikutip dari New York Post, Kamis (21/12/2023).

    “(Juga terdapat) peningkatan jumlah bakteri usus tertentu yang dapat membantu perhatian, penghambatan motorik, emosi dan pembelajaran,” imbuhnya.

    Penelitian tersebut dilakukan dengan mempelajari sampel tinja dari 25 pria dan wanita yang menjalani diet intermittent fasting. Peserta pertama-tama menjalani ‘fase puasa dengan kontrol tinggi’ selama 32 hari. Selama periode puasa tersebut, mereka mengonsumsi makanan yang dirancang ahli gizi dan dan telah disesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing peserta.

    “Di sini kami menunjukkan bahwa pola makan IER mengubah poros mikrobioma otak-usus manusia. Perubahan yang diamati pada mikrobioma usus dan aktivitas di wilayah otak lainnya selama dan setelah penurunan berat badan sangat dinamis dan seiring berjalannya waktu,” kata dr Qiang Zeng.

    Kemudian sebagaimana diterbitkan dalam Frontiers in Cellular and Infection Microbiology, penelitian ini juga menemukan bahwa metode penurunan berat badan intermittent fasting dapat membantu mengurangi masalah terkait obesitas seperti hipertensi, hiperlipidemia, dan disfungsi hati.

    “Mikrobioma usus yang sehat dan seimbang sangat penting untuk homeostasis energi dan menjaga berat badan normal,” beber Dr Yongli Li, juga dari Departemen Manajemen Kesehatan.

    (vyp/naf)



    Sumber : health.detik.com