Tag: menurunkan berat badan

  • 5 Cara Melakukan Diet Intermittent Fasting untuk Menurunkan Berat Badan

    Jakarta

    Cara melakukan diet intermittent fasting atau diet IF yang benar kerap dicari banyak orang. Pasalnya, diet intermittent fasting diyakini sebagai salah satu metode diet yang efektif untuk menurunkan berat badan dengan cepat.

    Diet IF juga digandrungi oleh banyak artis dan tokoh terkenal, seperti Melaney Ricardo, Marshanda, Beyonce, Benedict Cumberbatch, hingga Elon Musk. Karenanya, tidak heran jika banyak yang penasaran dan tertarik mencoba diet IF untuk menurunkan berat badan.

    Ada banyak varian diet IF yang bisa diterapkan. Bagi pemula yang tertarik ingin melakukan diet ini, berikut 5 cara diet IF yang bisa dijajal yang dikutip dari Medical News Today.


    1. Puasa selama 12 Jam Sehari

    Sesuai namanya, cara diet IF ini mengharuskan seseorang untuk berpuasa selama 12 jam setiap hari. Sejumlah penelitian menunjukkan puasa selama 12-14 jam dapat mendorong tubuh mengubah simpanan lemaknya menjadi energi, yang kemudian melepaskan keton ke dalam darah. Inilah yang membuat berat badan berkurang.

    Metode ini cocok bagi pemula karena waktu puasa yang relatif pendek. Sebagian besar puasa terjadi saat tidur, dan praktisinya tetap bisa mengonsumsi kalori dalam jumlah yang sama setiap hari.

    Cara paling mudah untuk melakukan metode ini adalah dengan memasukkan periode tidur di waktu puasa. Misalnya, memilih puasa mulai dari jam 8 malam hingga 8 pagi.

    2. Puasa selama 16 Jam

    Selain puasa 12 jam, diet IF juga bisa dilakukan dengan berpuasa selama 16 jam. Metode ini dikenal juga dengan sebutan 16:8 atau diet Leangains.

    Bagi wanita, beberapa ahli menyarankan untuk berpuasa selama 14 jam dan perlahan-lahan meningkatkan durasinya hingga 16 jam. Di sisi lain, pria bisa langsung mulai berpuasa selama 16 jam.

    Metode ini mungkin cocok bagi mereka yang telah berpuasa selama 12 jam, tetapi tidak merasakan manfaat apapun.

    Sebuah ulasan studi pada 2022 juga menemukan cara diet IF seperti ini mungkin bermanfaat untuk manajemen berat badan pada orang dewasa dengan kelebihan berat badan.

    3. Puasa 2 Hari Seminggu

    Cara diet IF ini disebut juga dengan metode 5:2. Jadi dalam seminggu, seseorang mengonsumsi makanan sehat dengan porsi standar selama lima hari, kemudian mengurangi asupan kalori untuk dua hari sisanya.

    Selama dua hari berpuasa, pria biasanya dapat mengonsumsi 600 kalori, sedangkan wanita hanya 500 kalori.

    Biasanya, orang-orang akan memisahkan hari puasa mereka dalam seminggu. Misalnya, mereka berpuasa pada hari Senin dan Rabu, dan makan seperti biasa pada hari lainnya.

    4. Puasa Selang-seling

    Cara diet IF ini dilakukan dengan berpuasa setiap dua hari sekali. Bagi sebagian orang, puasa selang-seling seperti ini berarti menghindari konsumsi makanan padat saat puasa, atau hanya mengonsumsi hingga 500 kalori.

    Lalu pada hari lainnya, mereka akan makan sebanyak yang diinginkan.

    Perlu diingat, puasa seperti ini mungkin tidak cocok bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu. Selain itu, mungkin juga sulit mempertahankan puasa ini dalam jangka panjang.

    5. Puasa 24 Jam Sekali Seminggu

    Dikenal juga dengan sebutan diet ‘Eat-Stop-Eat’, cara diet IF ini melibatkan puasa selama satu atau dua hari penuh dalam seminggu. Banyak orang mempraktikkannya dengan berpuasa mulai dari sarapan pagi hingga sarapan pagi berikutnya, atau mulai dari makan siang sampai waktu makan siang keesokan hari.

    Sementara di hari lainnya, mereka harus kembali ke pola makan yang normal. Metode ini membatasi asupan kalori total, tetapi tidak membatasi makanan tertentu yang dikonsumsi.

    Puasa selama 24 jam bisa cukup sulit bagi sebagian orang, dan berpotensi menyebabkan kelelahan, sakit kepala, atau gangguan suasana hati. Sebaiknya coba membiasakan diri berpuasa selama 12 jam atau 16 jam sebelum menjajal metode ini.

    (ath/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Muncul Tren Minum Kopi Americano untuk Bantu Turunkan BB, Beneran Ngaruh?


    Jakarta

    Belakangan ini tren diet minum kopi americano sedang banyak diperbincangkan oleh masyarakat. Americano adalah minuman kopi pahit yang dibuat menggunakan campuran espresso dan air putih.

    Beberapa orang yang melakukan diet tersebut mengaku americano dapat menjadi salah satu alternatif untuk menahan rasa lapar dan menurunkan berat badan.

    “americano cocok banget buat penahan lapar kalo lagi diet,” akun @fl**no**ew di media sosial X.


    “demi Allah so-soan minum americano jadinya mual lihat makanan (best choice kalo mau diet),” kata netizen lain merasakan hal yang serupa setelah mengonsumsi americano.

    Lantas, benarkah kopi americano bisa membantu menurunkan berat badan? Spesialis gizi klinik dr Putri Sakti, MGizi, SpGK, AIFO-K, CBCFF mengungkapkan bahwa americano bisa menjadi salah satu menu untuk proses penurunan berat badan.

    Hal ini dikarenakan americano memiliki kandungan gula nol persen dan kalori yang sangat rendah, cocok untuk pecinta kopi yang sedang menjalani proses diet dan penurunan berat badan.

    “Boleh dikonsumsi secara rutin asalkan tidak ditambahkan gula, pemanis, dan juga dia tidak memicu terjadinya asam lambung meningkat,” ucap dr Putri ketika dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    Meski begitu, dr Putri menegaskan bahwa americano tidak serta merta dapat membuat berat badan seseorang turun. Diet menggunakan americano juga harus tetap diimbangi dengan menjaga asupan kalori harian serta nutrisi yang seimbang.

    Seringkali, masyarakat mengonsumsi kopi dengan tambahan pemanis dan topping secara berlebihan. Hal itu membuat americano bisa menjadi alternatif yang jauh lebih sehat.

    “Selama melakukan diet dengan menggunakan americano ini pola makan harus tetap menyesuaikan kebutuhan kalori hariannya, walaupun itu untuk defisit kalori, dengan komposisi makanan yang seimbang. Untuk waktu yang terbaik, upayakan tidak di atas jam 3 sore agar tidak mengganggu kualitas tidur di malam hari yang juga berperan penting untuk penurunan berat badan,” tandasnya.

    (avk/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Muncul Tren Minum Kopi Americano untuk Bantu Turunkan BB, Beneran Ngaruh?


    Jakarta

    Belakangan ini tren diet minum kopi americano sedang banyak diperbincangkan oleh masyarakat. Americano adalah minuman kopi pahit yang dibuat menggunakan campuran espresso dan air putih.

    Beberapa orang yang melakukan diet tersebut mengaku americano dapat menjadi salah satu alternatif untuk menahan rasa lapar dan menurunkan berat badan.

    “americano cocok banget buat penahan lapar kalo lagi diet,” akun @fl**no**ew di media sosial X.


    “demi Allah so-soan minum americano jadinya mual lihat makanan (best choice kalo mau diet),” kata netizen lain merasakan hal yang serupa setelah mengonsumsi americano.

    Lantas, benarkah kopi americano bisa membantu menurunkan berat badan? Spesialis gizi klinik dr Putri Sakti, MGizi, SpGK, AIFO-K, CBCFF mengungkapkan bahwa americano bisa menjadi salah satu menu untuk proses penurunan berat badan.

    Hal ini dikarenakan americano memiliki kandungan gula nol persen dan kalori yang sangat rendah, cocok untuk pecinta kopi yang sedang menjalani proses diet dan penurunan berat badan.

    “Boleh dikonsumsi secara rutin asalkan tidak ditambahkan gula, pemanis, dan juga dia tidak memicu terjadinya asam lambung meningkat,” ucap dr Putri ketika dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    Meski begitu, dr Putri menegaskan bahwa americano tidak serta merta dapat membuat berat badan seseorang turun. Diet menggunakan americano juga harus tetap diimbangi dengan menjaga asupan kalori harian serta nutrisi yang seimbang.

    Seringkali, masyarakat mengonsumsi kopi dengan tambahan pemanis dan topping secara berlebihan. Hal itu membuat americano bisa menjadi alternatif yang jauh lebih sehat.

    “Selama melakukan diet dengan menggunakan americano ini pola makan harus tetap menyesuaikan kebutuhan kalori hariannya, walaupun itu untuk defisit kalori, dengan komposisi makanan yang seimbang. Untuk waktu yang terbaik, upayakan tidak di atas jam 3 sore agar tidak mengganggu kualitas tidur di malam hari yang juga berperan penting untuk penurunan berat badan,” tandasnya.

    (avk/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • 6 Rekomendasi Jus untuk Bakar Lemak Perut, Auto Bikin Langsing!

    Jakarta

    Menjaga asupan makanan memang penting untuk menurunkan berat badan dan mempertahankan bentuk tubuh ideal. Selain makanan, mengonsumsi jus dari buah dan sayur juga bisa membantu menurunkan berat badan.

    Tak hanya kaya akan serat yang membantu membakar lemak, jus buah dan sayur juga kaya akan nutrisi yang bermanfaat untuk menunjang kesehatan secara keseluruhan. Lantas, apa saja jus yang bisa membantu membakar lemak di perut dan bikin cepat langsing? Dikutip dari berbagai sumber, berikut daftar jus yang patut dicoba.

    1. Jus Wortel

    Jus wortel tak hanya baik untuk mata, tapi juga efektif untuk membakar lemak di perut. Wortel mengandung serat yang dapat meningkatkan rasa kenyang dan mencegah makan berlebihan.


    Tak hanya itu, wortel juga kaya akan senyawa bernama karotenoid. Sebuah studi menemukan orang yang mengonsumsi minuman kaya akan karotenoid dapat mengalami penurunan lemak di perut secara signifikan.

    2. Jus Bit

    Jus bit sering direkomendasikan untuk menurunkan berat badan, dan hal tersebut bukan tanpa alasan. Bit kaya akan serat yang dapat memperlambat proses pencernaan makanan, sehingga membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Hal ini dapat membantu dalam mengelola berat badan.

    Selain itu, bit juga mengandung nitrat yang berperan penting dalam meningkatkan efisiensi dan ketahanan otot, serta mengurangi tekanan darah.

    3. Jus Seledri

    Selain sebagai penyedap masakan, seledri juga dapat diolah menjadi jus pembakar lemak. Seledri termasuk sayuran yang rendah kalori. Sejumlah studi menunjukkan konsumsi makanan dan minuman yang rendah kalori dapat membantu membakar lemak dan menurunkan berat badan.

    Seledri juga kaya akan antioksidan serta senyawa lain yang dapat mengurangi stres oksidatif dan mengatasi peradangan di dalam tubuh.

    4. Jus Bayam dan Kale

    Bayam dan kale juga kerap diolah menjadi jus untuk menurunkan berat badan. Bayam mengandung serat yang sangat tinggi. Di sisi lain, kale termasuk sayuran yang padat nutrisi, tinggi serat, serta rendah kalori.

    Kandungan serat dan nutrisi yang berasal dari kedua sayuran tersebut sangat bermanfaat dalam mempercepat proses penurunan berat badan.

    5. Jus Delima

    Tak sekadar minuman yang menyegarkan, jus delima juga dapat membantu membakar lemak dan menurunkan berat badan. Pasalnya, jus delima memiliki kalori rendah dan serat yang cukup tinggi.

    Beberapa penelitian juga menunjukkan jus delima dapat mencegah lonjakan gula darah dan ‘sugar crash’ yang dapat memicu rasa lapar berlebihan.

    6. Jus Kubis

    Mungkin banyak yang tidak familiar dengan jus kubis. Tidak heran memang, mengingat sayuran ini lebih sering dijadikan sebagai lalapan untuk menemani makan.

    Namun, khasiat jus kubis tidak bisa dianggap remeh, terutama untuk menurunkan berat badan. Dikutip dari NDTV Food, jus kubis dapat membantu membersihkan dan mempercepat pembuangan limbah dari saluran pencernaan. Hal ini membantu proses penurunan berat badan lebih cepat.

    Selain itu, kandungan serat yang ada pada jus kubis dapat memperlambat proses penyerapan makanan, sehingga membuat tubuh merasa kenyang lebih lama dan menekan nafsu makan.

    (ath/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Mati-matian Diet Tapi Berat Badan Nggak Turun? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Proses penurunan berat badan yang baik harus dimulai dengan pola makan yang tepat dan aktivitas fisik yang rutin. Namun, dalam beberapa kasus proses penurunan berat badan mungkin tidak berjalan dengan lancar dan menemui beberapa kendala.

    Berikut ini adalah beberapa kesalahan diet yang mungkin dilakukan sehingga berat badan susah turun dikutip dari Eat This:

    1. Kurang Makan Lemak

    Selama diet, lemak kerap menjadi zat makanan yang kerap dihindari. Banyak yang menganggap bahwa lemak dapat meningkatkan berat badan hingga berisiko menyebabkan obesitas. Padahal beberapa jenis lemak sebenarnya justru dapat membantu proses penurunan berat badan. Salah satu contoh sumber lemak sehat yang bisa dikonsumsi adalah buah alpukat.


    Lemak merupakan makronutrien yang membantu tubuh untuk merasa kenyang, memberi nutrisi yang sangat dibutuhkan, bahkan membantu menurunkan risiko kolesterol jahat. Selain pada alpukat, lemak tak jenuh tunggal yang sehat juga dapat ditemukan dari minyak zaitun, almond, dan selai kacang.

    2. Kurang Makan Karbo

    Sama seperti lemak, karbohidrat juga menjadi salah satu zat makanan yang paling sering dihindari ketika proses diet. Walaupun memang karbohidrat olahan seperti gula dan roti putih dapat meningkatkan perubahan berat badan, karbohidrat kompleks sebenarnya justru sangat dibutuhkan dalam proses penurunan berat badan.

    Beberapa jenis makanan mengandung karbohidrat kompleks meliputi buncis, oat, kentang, ubi jalar, hingga kacang-kacangan. Menurut ahli kebugaran Jim White, RD, ACSM, mengurangi karbohidrat terlalu rendah justru mempersulit proses penurunan berat badan..

    “Mengurangi karbohidrat sangat memengaruhi tingkat energi dan mereka akhirnya menginginkan lebih banyak karbohidrat. Selain itu, mereka tidak punya banyak energi untuk berolahraga, sehingga sering kali mereka melewatkan latihan,” kata White.

    3. Terlalu Banyak Protein

    Protein memang sangat dibutuhkan dalam proses penurunan berat badan. Protein dapat membantu pembangunan otot tanpa lemak yang membakar kalori saat istirahat dan dapat membantu penurunan berat badan, namun perlu diingat bahwa porsi yang sedang tetap diutamakan.

    “Makan terlalu banyak protein, orang tidak menyadarinya, masih mengandung kalori dan masih bisa berkontribusi terhadap lemak tubuh jika dikonsumsi berlebihan,” kata White.

    Jika rutin berolahraga, jumlah protein yang disarankan untuk dikonsumsi adalah 1,2-1,7 gram protein per kilogram berat badan.

    4. Diet Terlalu Ketat

    Sebagian orang berasumsi adalah membatasi kalori sebanyak mungkin dapat menjadi senjata utama dalam proses penurunan berat badan yang lebih cepat. Nyatanya, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychosomatic Medicine menemukan orang yang melakukan diet rendah kalori secara ketat tidak mengalami penurunan berat badan secara jangka panjang.

    Kondisi tersebut rupanya disebabkan oleh produksi hormon stres kortisol yang berlebihan. Ketika tubuh melepaskan terlalu banyak kortisol, kondisi tersebut akan memberikan sinyal pada tubuh untuk menimbun lemak lebih, terutama di perut.

    “Ketika Anda tidak mengonsumsi cukup kalori, metabolisme Anda akan melambat, Anda tidak memiliki cukup energi untuk berolahraga, dan Anda cenderung makan berlebihan,” kata White.

    5. Makan Banyak Usai Olahraga

    Olahraga memang membantu proses penurunan berat badan, namun perlu diingat bukan berarti usai olahraga bisa sembarangan makan, lho. Olahraga memang membakar kalori, namun tak jarang orang terlalu melebih-lebihkan jumlah kalori yang dibakar dalam sesi berolahraga.

    Karena itu, mereka akhirnya memberikan ‘hadiah’ pada diri sendiri untuk bisa makan secara lebih bebas. Jika ingin mengisi ‘bahan bakar’ usai berolahraga, ada baiknya untuk tetap memperhatikan kalori dan kandungan dari makanan atau camilan yang dikonsumsi.

    (avk/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Harus Minum Berapa Cangkir Teh Hijau untuk Pangkas BB? Ini Saran Pakar Nutrisi

    Jakarta

    Menjaga pola makan dan rutin berolahraga adalah dua hal paling penting dalam proses menurunkan berat badan. Selain itu, mengonsumsi minuman tertentu juga dapat membantu mempercepat pembakaran lemak dan mendapatkan bentuk tubuh yang ideal.

    Salah satunya adalah teh hijau. Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi teh hijau dapat membantu menurunkan berat badan dan mengecilkan lingkar pinggang.

    Pertanyaannya, harus minum berapa cangkir teh hijau dalam sehari untuk bisa menurunkan berat badan? Berikut penjelasan dari pakar nutrisi di Balance One Supplements, Trista Best RD.


    Sebelumnya, mari kita telaah dulu khasiat teh hijau dalam menurunkan berat badan. Dikutip dari Eat This, teh hijau adalah minuman penghancur lemak yang kaya akan kandungan antioksidan.

    Sebuah penelitian pada 2021 menyebutkan teh hijau mengandung antioksidan bernama katekin yang dapat meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak. Meskipun ini bukan solusi yang instan, menjadikan minum teh hijau sebagai bagian dari rutinitas harian dapat melengkapi pola makan seimbang dan gaya hidup aktif untuk pengelolaan berat badan yang sehat.

    Selain itu, kandungan kafein yang ada pada teh hijau juga turut berperan dalam membantu menurunkan berat badan.

    “Salah satu faktor kuncinya adalah kandungan kafeinnya, stimulan alami yang dikenal untuk meningkatkan metabolisme sementara. Peningkatan laju metabolisme ini dapat memfasilitasi pembakaran lebih banyak kalori, sehingga berkontribusi pada upaya penurunan berat badan,” terang Best.

    Berapa Banyak Teh Hijau yang Harus Diminum untuk Turun BB?

    Lantas, harus minum berapa cangkir teh hijau dalam sehari untuk bisa mendapatkan khasiat tersebut?

    Sebuah penelitian pada 2013 menemukan orang yang mengonsumsi hingga empat cangkir teh hijau dalam sehari dapat mengalami penurunan berat badan, lingkar pinggang, dan tekanan darah yang cukup signifikan. Namun, Best menegaskan setiap orang memiliki jumlah optimal yang berbeda-beda.

    “Menentukan jumlah optimal teh hijau untuk menurunkan berat badan dapat bervariasi berdasarkan faktor individu dan toleransi terhadap kafein. Namun, penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi sekitar tiga hingga lima cangkir teh hijau setiap hari dapat memberikan beberapa manfaat,” ujarnya.

    Best juga mengingatkan untuk tidak mengonsumsi teh hijau secara berlebihan. Sebab, kandungan kafein pada teh hijau dapat menyebabkan sejumlah efek samping jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, seperti insomnia, gelisah, peningkatan detak jantung, dan masalah pencernaan.

    (ath/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Bantu Pangkas BB, Ini 5 Makanan Pengganti Nasi yang Cocok untuk Diet

    Jakarta

    Nasi putih adalah makanan pokok yang sudah sangat melekat dengan masyarakat Indonesia. Tapi bagi orang-orang yang sedang diet untuk menurunkan berat badan, nasi putih justru menjadi salah satu ‘musuh’ yang dijauhi.

    Hal tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, nasi putih mengandung kalori yang cukup tinggi, sehingga berpotensi menggagalkan diet. Dikutip dari laman resmi Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), 100 gram nasi putih dapat mengandung hingga 130 kalori.

    Belum lagi, nasi putih mengandung karbohidrat sederhana yang dapat dengan mudah dicerna. Hal ini membuat tubuh menjadi cepat lapar, sehingga meningkatkan risiko overeating yang dapat membuat berat badan meningkat.


    Karenanya, para pejuang diet biasanya menghindari konsumsi nasi saat sedang program. Lantas, apa saja makanan pengganti nasi yang bisa membantu memenuhi kebutuhan karbohidrat dan energi saat sedang diet? Berikut daftarnya.

    1. Ubi

    Ubi adalah salah satu makanan pengganti nasi yang kerap direkomendasikan untuk orang yang sedang diet. Selain mengandung karbohidrat, ubi juga kaya akan serat yang penting untuk menurunkan berat badan.

    Serat dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Alhasil, nafsu makan menjadi lebih terkendali dan mencegah makan secara berlebihan. Hal inilah yang membantu proses penurunan berat badan.

    2. Singkong

    Sama seperti ubi, singkong juga kaya akan serat yang dapat membantu menurunkan berat badan. Tak hanya itu, singkong juga mengandung berbagai nutrisi lain yang bermanfaat untuk kesehatan, seperti melindungi kesehatan kardiovaskular dan mengurangi risiko sindrom metabolik.

    Namun, berhati-hatilah dalam mengolah singkong. Pasalnya, makanan ini mengandung zat glikosida sianogen yang dapat melepaskan sianida dan menyebabkan keracunan. Karenanya, bersihkan singkong dengan baik terlebih dahulu sebelum dimasak.

    3. Quinoa

    Quinoa mungkin merupakan makanan pengganti nasi yang sudah tidak asing bagi para pejuang diet. Quinoa merupakan makanan berbentuk biji-bijian mirip kacang. Quinoa juga sering disebut sebagai ‘superfood’ untuk menurunkan berat badan loh.

    Pasalnya, quinoa mengandun berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh, mulai dari karbohidrat, lemak, hingga protein. Quinoa juga rendah gluten, sehingga cocok dikonsumsi oleh orang yang mengidap diabetes atau pradiabetes.

    4. Nasi Merah

    Nasi merah kerap menjadi makanan pengganti nasi untuk diet. Salah satu alasannya karena nasi merah memiliki struktur yang sama dengan nasi putih, sehingga dapat memuaskan keinginan terhadap makanan tersebut.

    Nasi merah juga dapat melancarkan sistem pencernaan dan membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Ditambah lagi, nasi merah termasuk makanan rendah kalori, sehingga sangat cocok dikonsumsi orang yang sedang diet.

    5. Jagung

    Jagung juga dapat menjadi makanan pengganti nasi yang lebih menyehatkan. Pasalnya, jagung mengandung berbagai macam nutrisi, seperti vitamin B1, B3, B5, B9, vitamin C, serat, magnesium, dan fosfor.

    Jagung juga memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga tidak menyebabkan kenaikan gula darah yang signifikan.

    (ath/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Pejuang Diet Merapat! Ini 5 Camilan Sehat yang Nggak Bikin Perut Makin Buncit

    Jakarta

    Camilan kerap dipandang sebagai jenis makanan yang bisa membuat gemuk. Karenanya, orang yang sedang diet untuk menurunkan berat badan cenderung menjauhi makanan tersebut.

    Tapi, berusaha menurunkan berat badan bukan berarti harus mengorbankan camilan. Bahkan, mengonsumsi camilan yang tepat justru dapat mendukung proses penurunan berat badan. Camilan yang sehat dapat membantu tubuh untuk tetap kenyang dalam waktu yang lama, sehingga mencegah makan berlebihan dan berat badan ‘membengkak’.

    Lantas, apa saja camilan yang aman dikonsumsi saat diet dan tidak memicu kenaikan berat badan? Dikutip dari Health, berikut daftarnya.


    1. Pisang dan Selai Kacang

    Kombinasi pisang dan selai kacang merupakan camilan yang sangat cocok dikonsumsi saat sedang diet. Berbagai penelitian menunjukkan kacang dapat membantu mengendalikan trigliserida dan lemak dalam darah, sehingga mendukung penurunan berat badan.

    Di sisi lain, pisang merupakan sumber kalium yang sangat dibutuhkan oleh fungsi saraf dan otot. Tak hanya itu, kombinasi pisang dan selai kacang juga akan memenuhi kebutuhan karbohidrat dan protein tubuh, meningkatkan mood, dan memberikan energi untuk beraktivitas.

    2. Greek Yogurt dengan Raspberry

    Greek yogurt memiliki protein yang lebih tinggi dibandingkan yogurt biasa. Penelitian menunjukkan diet yang tinggi protein dapat membantu tubuh merasa kenyang untuk waktu yang lama.

    Dengan menambahkan raspberry, kebutuhan akan serat juga ikut terpenuhi. Untuk memperkaya rasa, Anda bisa juga menambahkan madu sebagai pemanis alami.

    3. Oatmeal dan Blueberry

    Oat adalah salah satu camilan sehat yang praktis untuk dibuat kapanpun. Oat kaya akan serat yang dapat membantu menjaga kadar gula dalam darah, mengurangi lemak tubuh, dan menurunkan berat badan. Tambahkan beberapa blueberry untuk mendapatkan rasa manis alami, serat, vitamin C, dan antioksidan.

    4. Telur Rebus

    Meski sederhana, telur rebus termasuk camilan sehat yang dapat membantu menurunkan berat badan. Telur rebus mengandung protein tinggi yang mengenyangkan. Kandungan protein tersebut juga membantu menekan nafsu makan dan mencegah makan berlebihan.

    Studi juga menunjukkan diet tinggi protein dapat membantu mempertahankan massa otot dan menurunkan berat badan.

    5. Apel dan Keju

    Apel merupakan sumber serat yang mengenyangkan, sehingga cocok menjadi camilan saat sedang diet untuk menurunkan berat badan.

    Sementara itu, keju kerap dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung. Bahkan dalam sebuah studi yang dilakukan pada 2019, peneliti menemukan keju juga dapat melindungi dari risiko diabetes tipe 2. Tapi ingat, pilihlah jenis keju yang rendah lemak agar tidak malah mengacaukan proses penurunan berat badan.

    (ath/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Pejuang Diet Merapat! Ini 5 Camilan Sehat yang Nggak Bikin Perut Makin Buncit

    Jakarta

    Camilan kerap dipandang sebagai jenis makanan yang bisa membuat gemuk. Karenanya, orang yang sedang diet untuk menurunkan berat badan cenderung menjauhi makanan tersebut.

    Tapi, berusaha menurunkan berat badan bukan berarti harus mengorbankan camilan. Bahkan, mengonsumsi camilan yang tepat justru dapat mendukung proses penurunan berat badan. Camilan yang sehat dapat membantu tubuh untuk tetap kenyang dalam waktu yang lama, sehingga mencegah makan berlebihan dan berat badan ‘membengkak’.

    Lantas, apa saja camilan yang aman dikonsumsi saat diet dan tidak memicu kenaikan berat badan? Dikutip dari Health, berikut daftarnya.


    1. Pisang dan Selai Kacang

    Kombinasi pisang dan selai kacang merupakan camilan yang sangat cocok dikonsumsi saat sedang diet. Berbagai penelitian menunjukkan kacang dapat membantu mengendalikan trigliserida dan lemak dalam darah, sehingga mendukung penurunan berat badan.

    Di sisi lain, pisang merupakan sumber kalium yang sangat dibutuhkan oleh fungsi saraf dan otot. Tak hanya itu, kombinasi pisang dan selai kacang juga akan memenuhi kebutuhan karbohidrat dan protein tubuh, meningkatkan mood, dan memberikan energi untuk beraktivitas.

    2. Greek Yogurt dengan Raspberry

    Greek yogurt memiliki protein yang lebih tinggi dibandingkan yogurt biasa. Penelitian menunjukkan diet yang tinggi protein dapat membantu tubuh merasa kenyang untuk waktu yang lama.

    Dengan menambahkan raspberry, kebutuhan akan serat juga ikut terpenuhi. Untuk memperkaya rasa, Anda bisa juga menambahkan madu sebagai pemanis alami.

    3. Oatmeal dan Blueberry

    Oat adalah salah satu camilan sehat yang praktis untuk dibuat kapanpun. Oat kaya akan serat yang dapat membantu menjaga kadar gula dalam darah, mengurangi lemak tubuh, dan menurunkan berat badan. Tambahkan beberapa blueberry untuk mendapatkan rasa manis alami, serat, vitamin C, dan antioksidan.

    4. Telur Rebus

    Meski sederhana, telur rebus termasuk camilan sehat yang dapat membantu menurunkan berat badan. Telur rebus mengandung protein tinggi yang mengenyangkan. Kandungan protein tersebut juga membantu menekan nafsu makan dan mencegah makan berlebihan.

    Studi juga menunjukkan diet tinggi protein dapat membantu mempertahankan massa otot dan menurunkan berat badan.

    5. Apel dan Keju

    Apel merupakan sumber serat yang mengenyangkan, sehingga cocok menjadi camilan saat sedang diet untuk menurunkan berat badan.

    Sementara itu, keju kerap dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung. Bahkan dalam sebuah studi yang dilakukan pada 2019, peneliti menemukan keju juga dapat melindungi dari risiko diabetes tipe 2. Tapi ingat, pilihlah jenis keju yang rendah lemak agar tidak malah mengacaukan proses penurunan berat badan.

    (ath/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Pengin Punya ‘Body Goals’ Tapi Ogah Olahraga, Bisa Nggak Ya? Begini Kata Ahli


    Jakarta

    Obesitas merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular yang berbahaya. Penyakit yang umumnya disebabkan oleh permasalahan gaya hidup ini bisa menjadi penyebab berbagai penyakit mematikan lain. Misalnya seperti penyakit jantung, stroke, hingga diabetes.

    Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah atau mengatasi obesitas adalah perubahan gaya hidup sehat secara total. Perubahan gaya hidup itu meliputi diet dan juga olahraga.

    Muncul pertanyaan di tengah masyarakat, apakah bisa menurunkan berat badan secara sehat tanpa berolahraga? Dokter spesialis olahraga dr Elyse, SpKO menuturkan bahwa olahraga tetap dibutuhkan dalam proses penurunan berat badan.


    Menurutnya, diet dan olahraga menjadi faktor yang dapat mendukung satu sama lain dalam proses menurunkan berat badan.

    “Jadi nggak bisa ya menurunkan berat badan dengan sehat tanpa olahraga. Jadi kalau kita melakukan aktif harus juga melakukan hidup yang sehat dari faktor nutrisi,” kata dr Elyse dalam konferensi pers Kementerian Kesehatan, Senin (4/3/2024).

    “Jadi makanan itu berperan penting. Biasanya faktor dari diet itu sekitar 70 persen berkontribusi untuk melakukan gaya hidup yang sehat, terus 30 persennya itu olahraga,” sambungnya.

    Ketika seseorang ingin menurunkan berat badan dengan lebih sehat, maka keduanya faktor tersebut harus berjalan beriringan tanpa hanya memilih salah satu saja. Kebiasaan diet tanpa olahraga juga dapat menyebabkan berat badan yoyo atau lebih mudah naik kembali.

    “Kalau kita mau punya berat badan yang ideal, tetap sehat dan bugar. Nggak bisa tuh cuma sebelah-sebelah doang. Kalau kita misalnya melakukan dari diet saja, biasanya gampang terjadi yang namanya berat badan yoyo. Gampang turun, tapi juga gampang naik,” ungkap dr Elyse.

    “Tapi kalau kita melakukan latihan fisik yang teratur disertai dengan diet yang sehat itu akan terjadi berat badan yang ideal,” pungkasnya.

    (avk/kna)



    Sumber : health.detik.com