Tag: metaverse

  • MOBOX Luncurkan MOMOverse, Harga MBOX Meroket 118%

    Token game kembali menunjukan peningkatan harga yang fantastis. Setelah SAND, MANA, GALA, dan lainnya, kali ini giliran Mobox (MBOX) yang menghasilkan keuntungan dua digit dalam hitungan hari.

    MBOX mencatatkan keuntungan lebih dari 118% dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data Coinmarketcap, MBOX pada perdagangan Rabu, 1 Desember 2021, diperdagangkan di harga $14,66, naik lebih dari 60% dalam 24 jam terakhir.

     

    Lantas, apa yang membuat harga MBOX semakin tinggi?

    Baca jugaPengguna Platform Metaverse Melonjak 10X! Musim Panen untuk Token SAND, MANA, dkk?

    MBOX merupakan token native dari platform game blockchain bernama MOBOX. Game ini berada pada jaringan blockchain Binance Smart Chain. Platform MOBOX mendukung konsep play to earn yang mengkombinasikan yield farming DeFi dan pembuatan NFT.

    Akan Rambah Metaverse

    Kenaikan harga MBOX ini tak lepas dari pengembangan platform menuju MOBOX MOMOverse Phase One. Perusahaan akan mengadopsi konsep metaverse daalm platformnya yang diluncurkan di ekosistem Binance.

    Perusahaan mengatakan, MOMOverse merupakan metaverse pertama yang terintegrasi dengan ekosistem Binance, yang hanya dapat diakses melalui aplikasi Binance.

    Dalam peluncuran tersebut pengembang akan memberikan reward berupa 5000 Kotak Misteri senilai lebih dari $1.000.000 BUSD. Untuk mendapatkan reward tersebut user harus melakukan pendaftaran yang dibuka pada 30 November kemarin.

    Baca jugaInilah Fitur Baru Adobe Photoshop untuk Anda Kreator NFT!

    Fundamental MBOX

    Sementara itu, fungsi dari token MBOX dalam platform tersebut berguna sebagai cara untuk bertransaksi di platform tersebut. Selain itu MBOX bisa dijadikan sebagai bonus atau hadiah dalam setiap permainan. Dan yang tak kalah penting, MBOX difungsikan sebagai alat voting untuk menentukan bagaimana sumber daya dalam game dialokasikan.

    Total supply token ini dirancang sebanyak 1 milyar. Sedangkan, yang baru terdistribusi baru sekitar 8% dari total atau sekitar 79,8 juta token.

    Kapitalisasi pasar MBOX saat ini pun semakin menanjak, pada perdagangan hari ini, 1 Desember 2021, total marketcap token ini berada di angka $1,196,236,753, meningkat 67% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar tersebut mengangkat posisi MBOX di peringkat 215 versi coinmarketcap.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lima Aset Kripto Metaverse Paling Top

    Aset kripto terkait metaverse kian digemari akhir-akhir ini. Axie Infinity (AXS), Decentraland (MANA), Sandbox (SAND), Enjin Coin (ENJ) dan Render Token (RNDR) adalah lima kripto metaverse paling top.

    Metaverse adalah dunia virtual dimana pengguna bisa bersosialisasi, belanja, bekerja, mencari hiburan dan sebagainya. Aset kripto dikabarkan akan menjadi alat pembayaran di dunia tersebut.

    Baca jugaShiba Inu (SHIB) Siap-Siap Gemparkan Metaverse

    Berikut adalah aset kripto metaverse teratas menurut data CoinGecko.

    Pertama, Axie Infinity (AXS). AXS telah meroket sebesar 24 ribu persen dalam setahun terakhir. Axie Infinity merupakan game dimana pemain berternak hewan Axie dan bersaing dengan pemain lain untuk mendapatkan imbalan token.

    Token Axie yaitu AXS dan Smooth Love Potion (SLP) dapat dipertukarkan dengan uang fiat. Hal ini menjadikan Axie Infinity menarik minat banyak orang, terutama di masa pandemi. Sejumlah pemain menghasilkan cuan untuk menutupi kerugian ekonomi akibat COVID-19.

    Kedua, Decentraland (MANA) adalah platform realitas virtual tiga dimensi yang dapat dikunjungi. Pengguna hanya membutuhkan peramban web untuk menjadi tamu di dunia virtual ini.

    Pemain dapat membeli kavling lahan menggunakan token MANA. Sejumlah pengguna memakai lahan tersebut untuk membangun ruangan dan permainan, seperti restoran, kasino dan labirin.

    Konser musik juga diadakan di Decentraland. Artis musik Deadmau5 dan Paris Hilton termasuk yang sudah menggelar konser di dunia virtual tersebut.

    Ketiga, Sandbox (SAND) mirip dengan Decentraland dimana pemain bisa membeli lahan yang bebas digunakan untuk apapun. Bedanya, Sandbox belum sepenuhnya meluncurkan dunia virtual kepada publik.

    Kendati demikian, Sandbox memiliki kustomisasi lebih banyak dan fokus kepada penciptaan NFT. Pengguna dapat membuat NFT sendiri lalu memperjualbelikannya. Selain itu, Sandbox memiliki kemitraan dengan marketplace NFT OpenSea.

    Keempat, Enjin Coin (ENJ) adalah platform dimana pengguna dapat menciptakan dan mengelola NFT. ENJ terintegrasi dengan sejumlah platform gaming dan memungkinkan pengguna memakai item di dalam beberapa game sekaligus.

    Baca jugaSouth Park Memprediksi Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran Masa Depan

    Sebagai contoh, pedang di dalam game sebelumnya terbatas hanya dalam satu game. Dengan ENJ, pedang itu dapat diperjualbelikan atau dipindahkan ke game lain. Hal ini berarti item tersebut menjadi pemilik pemain seutuhnya.

    Kelima, Render Token (RNDR) adalah infrastruktur desentralistik yang memanfaatkan kekuatan komputasi untuk melakukan rendering atau penggambaran konten digital.

    Konten tiga dimensi sangat penting bagi dunia metaverse yang memakai virtual reality dan juga augmented reality. Dengan RNDR, pencipta konten tidak harus merogoh kocek dalam untuk melakukan operasi rendering. RNDR membantu pencipta membuat konten 3D secara hemat dan ramah lingkungan.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Adidas Kepincut Metaverse dan Gandeng Coinbase dan Mungkin Sandbox (SAND)?

    Adidas, merek sepatu ternama ternyata kepincut tema metaverse dan memutuskan menggandeng bursa kripto Coinbase dan mungkin adalah proyek metaverse Sandbox (SAND).

    Perusahaan sepatu dan pakaian olahraga multinasional asal Jerman, Adidas baru-baru ini mengumumkan bahwa perusahaan tersebut telah bermitra dengan Coinbase.

    Dua hari sebelumnya, Sandbox mencuit bahwa perusahaan sepatu popular itu masuk di dunia metaverse, tetapi belum dipastikan apakah akan menerbitkan NFT mereka di metaverse Sandbox, seperti merek-merek terkemuka lain.

    Metaverse Menarik Perhatian Adidas

    Menurut pernyataan terbaru dari juru bicara Adidas kepada Lily Russell-Jones di City AM, perusahaan sangat fokus pada metaverse.

    “Metaverse saat ini merupakan salah satu perkembangan paling menarik dalam dunia digital, menjadikannya platform yang menarik bagi Adidas,” jelasnya.

    Sebelumnya, Senin, 22 November 2021, Sandbox mencuit bahwa Adidas memang benar masuk ke metaverse.

    Sandbox adalah sendiri mengusung proyek metaverse, yakni dunia virtual 3 dimensi seperti dunia nyata manusia. Pengguna, lewat avatar yang apik bisa berinteraksi di dunia itu, mulai dari bermain game, membeli dan menjual lapak virtual hingga berbelanja menggunakan kripto.

    Baca jugaNFT Jadi Kata Terpopular Tahun Ini, Menurut Collins

    Adidas Bermitra Dengan Coinbase

    Perihal kemitraan Adidas dengan Coinbase sudah dipastikan oleh Adidas lewat Twitter. Namun hingga detik ini belum jelas kemitraan dalam hal apa.

    Namun diduga kuat ini terkait dengan metaverse, karena pesaing Adidas, yakni Nike sudah mengumandangkan dirinya akan masuk metaverse sebagai strategi penguatan merek. Hal lainnya, karena Coinbase punya sejumlah investasi di bisnis metaverse berkat NFT.

    Baca jugaSandbox (SAND) Kian Popular Gegara Metaverse?

    Metaverse dan Sandbox (SAND) dan Decentraland (MANA)

    Sementara itu, sejumlah kripto terkait metaverse kian menguat selama beberapa pekan sebelumnya. Ini karena terdongkrak Facebook beralih nama menjadi Meta dan masuk ke metaverse sebagai tatanan bisnis baru mereka.

    Proyek Decentraland dan Sandbox memang sejak awal fokus ke dunia maya interaktif ini dan memahami sebagai panggung baru mengenjot pasar.

    Harga SAND misalnya dalam 30 hari tergenjot hingga 1000 persen dan mencetak rekor tertingginya.

    Sandbox juga saat ini masuk ke tahapan alpha untuk program barunya, di mana pengguna bisa membuat game sendiri, termasu karakter bernada NFT yang menarik.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sandbox (SAND) Kian Popular Gegara Metaverse?

    Sandbox (SAND) praktis di luar radar bagi sebagian besar trader dan investor kripto, sebelum Facebook memutuskan mengubah namanya menjadi Meta. Bagaimana kekuatan fundamental Sandbox (SAND)? Apakah ini sekadar hype sesaat?

    Per Kamis (25/11/2021) SAND berada di peringkat ke-29 versi Coinmarketcap dan berada di peringkat ke-3 untuk kategori metaverse, di bawah Decentraland (MANA) dan Axie Infinity Shard (AXS). Nilai pasar SAND cukup memukau di kisaran setara Rp105 triliun dengan penguatan 99,7 persen selama sepekan terakhir di harga Rp117 ribu.

    Sandbox (SAND) metaverse
    Kinerja kripto Sandbox (SAND).

    Di hari yang sama harga SAND mencetak rekor tertinggi baru di kisaran Rp121 ribu per SAND. Dalam rentang 30 hari harga terendah adalah Rp10.281.

    Sandbox (SAND) metaverse
    10 kripto teratas untuk kategori metaverse berdasarka versi Coinmarketcap.

    Kenaikan luar biasa ini setara dengan 1110 persen. Setahun lalu harga SAND terkesan tak dianggap, karena masih sangat murah, yakni Rp493.

    Baca jugaPecah Rekor, Sebidang Tanah di Game Axie Infinity Terjual Rp 35 Miliar

    Kripto Sandbox (SAND) Popular Gegara Metaverse?

    Kenaikan harga Sandbox (SAND) dan meningkatnya popularitasnya di pasar kripto dikait-kaitkan dengan istilah metaverse yang sedang naik daun. Ini cukup beralasan karena game yang interaktif plus avatar pengguna adalah satu unsur terpenting di dunia realitas virtual baru ini.

    Produk terpenting dari Sandbox adalah game virtual yang bagi sebagian besar sudah umum dan lazim. Sebab di dunia metaverse usungan ini menggabungkan blockchain, kripto dan NFT (non-fungible token) dalam satu tempat. Ia pun terbuka, membuka bagi siapa saja yang ingin bergabung.

    Di dalam metaverse Sandbox pula penggunaan kripto adalah keharusan sebagai unsur ekonomi. Setidaknya dalam urusan jual beli tanah virtual, avatar premium dan lain sebagainya.

    Salah satu syarat metaverse bermutu lainnya terterapkan di Sandbox. Sebut saja fitur membuat game virtual sendiri, termasuk penyediaan tool keren untuk membuat avatar yang istimewa bagi masing-masing penggunanya.

    Baca jugaAda Shiba Inu (SHIB) di Bandara AS Ini

    Apa Itu Metaverse?

    Metaverse sejatinya adalah perlanjutan istilah dari virtual realitas alias virtual reality di Internet. Wujudnya adalah dunia visual 3 dimensi yang mensimulasikan dunia nyata manusia. Para pengguna dan penghuninya ditampilkan dalam wujud avatar, baik yang identik atau menyerupai wajah aslinya.

    Kendati istilah virtual reality jauh dikenal sejak tahun 1980-an, namun istilah metaverse mulai digunakan cukup popular di novel karya Neal Stephenson, yakni Snow Crash (1992).

    Kemudian pada 30 Oktober 2021, Facebook mengumumkan mengganti nama perusahaan menjadi Meta, sebuah visi bahwa metaverse akan menjadi tema baru teknologi dan bisnis yang menjanjikan.

    Popularitas metaverse juga datang ketika penggunaan piranti lunak rapat daring seperti Zoom meningkat, karena pandemi memaksa kita bersua dalam jarak jauh.

    Untuk sebuah visi, setidaknya di atas kertas, metaverse menjadi istilah yang seksi, apalagi dilekatkan dengan kripto yang punya nada uang dan keuntungan. Metaverse dan kripto sejatinya membangun dunia ekonomi virtual yang baru.

    Bernilai US$1 Triliun Per Tahun

    Besarnya peluang pasar kripto di metaverse, Grayscale memprakirakan nilainya bisa meningkat menjadi US$1 triliun secara tahunan. Karena tema itu masuk kategori Web 3.0, sesungguhnya masih kalah jauh dengan Web 2.0 yang bernilai sekitar US$15 triliun saat ini.

    Metaverse adalah poros penting untuk mempercepat Web 2.0, termasuk kripto yang layak terus diikuti,” sebut Grayscale dalam ulasan khusus mereka pada 25 November 2021.

    Namun, di atas itu semua, jikalau usungan metaverse akan terus mengemuka, itu sekaligus tema persaingan baru, karena akan semakin banyak proyek kripto baru ataupun pemain lama di kelas aset ini masuk ke metaverse.

    Entah itu hype atau bukan, mimpi metaverse ala Meta dan Mark Zuckerberg adalah satu panggung pesta baru yang bisa menyesatkan ataupun sebaliknya. Sinyal waspada dan berhati-hati maksud kami.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Si Kembar Winklevoss Mengumpulkan Pendanaan Ratusan Juta Dolar untuk Metaverse

    Demam metaverse terus melanda pasar dengan sangat luas, hingga menarik banyak sekali pihak berpengaruh di industri crypto, yang diawali dengan langkah Facebook yang memutuskan untuk memasuki sektor ini, dengan mengganti nama menjadi Meta.

    Belum lama ini, pertukaran crypto Gemini, yang didirikan oleh si kembar Winklevoss yang terkenal, telah mengumpulkan $400 juta pendanaan karena berjanji untuk membangun pengalaman metaverse alternatif untuk Meta.

    Putaran pendanaan yang dipimpin oleh Morgan Creek Digital dan partisipasi investasi lainnya telah membawa penilaian platform crypto menjadi $ 7,1 miliar.

    Sebagai mantan pendiri, usaha ini menempatkan saudara-saudara, Tyler dan Cameron, di jalur tabrakan antara mereka dan perusahaan yang terasing.

    Baca jugaInvestor Gen Z Meyakini Aset Kripto Bisa Menjadikan Mereka Milyarder

    Michael del Castillo dalam sebuah wawancara dengan Forbes mengatakan:

    “Ada dua jalur paralel ini, dalam hal teknologi saat ini. Ada jalur terpusat, seperti Facebook atau Fortnite, yang selangkah lagi menjadi metaverse, dan itu baik-baik saja. Tapi ada jalan lain, yaitu metaverse terdesentralisasi dan itu adalah metaverse di mana kami percaya ada pilihan, kemandirian, dan peluang yang lebih besar, dan ada teknologi yang melindungi hak dan martabat individu, Cameron Winklevoss, salah satu pendiri Gemini.”

    Dalam wawancara dengan Forbes, Tyler Winklevoss mengungkapkan bahwa Gemini telah membeli sebidang tanah virtual untuk membuat beberapa lokasi untuk operasinya. Ia mengatakan:

    “Alih-alih membangun cabang bank bata-dan-mortir di ruang nyata. Kami akan membangun pengalaman Gemini di berbagai metaverse, di mana Anda bisa masuk ke Gemini dan berdagang, tetapi itu akan lebih mendalam daripada di ponsel Anda.”

    Baca jugaMiliarder Ini Memilih untuk Meninggalkan Ethereum, Kenapa?

    Gemini memiliki daya tarik untuk menjual visinya yang terdesentralisasi. Perusahaan ini dilisensikan di bawah beberapa yurisdiksi untuk beroperasi sebagai pertukaran crypto dan penyedia layanan keuangan. Di sisi lain, Meta, platform terpusat, telah menghadapi banyak tuduhan praktik tidak etis yang berpusat pada pelanggaran privasi.

    Versi Gemini dari mimpi metaverse adalah narasi yang lebih menarik yang menjanjikan otonomi kepada penggunanya dalam platform terdesentralisasi.

    Hanya waktu yang akan memberi tahu versi mana yang akan keluar paling atas. Satu-satunya hal yang pasti sekarang adalah bahwa tema metaverse sedang membangun narasi investasi yang sangat menarik bagi komunitas investasi dengan besarnya dan potensinya.

    Platform terpusat seperti Meta akan lebih sulit bersaing dengan platform terdesentralisasi, terutama ketika mereka terus salah mengelola dan menyalahgunakan data pengguna. Apakah itu akan memaafkan pelanggaran privasi masa lalunya yang kotak-kotak? Si Kembar Winklevoss benar-benar berharap demikian.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tiga Aset Kripto Panas Di Sektor Metaverse

    Metaverse menjadi terkenal setelah Facebook mengumumkan nama baru Meta. Di industri kripto, metaverse pun digandrungi oleh pelaku pasar. Tiga aset kripto yang panas di sektor meroket ini adalah Decentraland (MANA), Sandbox (SAND), dan pendatang baru Jedstar (KRED).

    Berbeda dengan Meta, metaverse di kripto dibangun secara desentralistik sehingga tidak dikuasai satu pihak manapun. Telah banyak dana yang memasuki sektor ini dengan tujuan ikut serta dalam pengaturan yang terjadi di metaverse.

    Apa Itu Metaverse?

    Metaverse popular sebab peserta dapat menjadi siapa saja dan melakukan apa saja di alam virtual. Ada beragam kemungkinan, dan perusahaan seperti Facebook melihat hal ini sebagai peluang evolusi interaksi sosial di tahun-tahun mendatang.

    Baca jugaMiramax Gugat Quentin Tarantino Atas Penjualan NFT Film Pulp Fiction

    Proyek kripto metaverse memungkinkan pengguna menentukan perkembangan dunia virtual. Dengan teknologi blockchain, hal ini akan memberikan kekuasaan di tangan pengguna.

    Berikut adalah tiga proyek kripto metaverse yang sedang naik daun.

    Pertama, Decentraland (MANA) adalah proyek metaverse yang telah lama berdiri dan merupakan platform dunia virtual yang menggabungkan aspek sosial dengan teknologi blockchain.

    Aset kripto MANA digunakan dalam ekonomi Decentraland baik di dalam platform tersebut maupun di dunia asli, sehingga dapat menjadi sumber penghasilan bagi pengguna.

    Pengguna dapat meraih MANA dengan membeli dan menjual lahan virtual yang dilelang. Selain itu, pengguna dapat berdagang produk NFT melalui marketplace di dalam Decentraland.

    Kedua, Sandbox (SAND) proyek yang mirip Decentraland yaitu dunia virtual dimana pengguna bisa membeli dan menjual produk serta lahan untuk meraih pendapatan.

    Sandbox memiliki mitra dan sponsor yang mendorong interaksi pengguna, seperti tokoh musik Snoop Dogg dan Deadmau5. Kapitalisasi pasar SAND berada di bawah MANA sehingga proyek tersebut memiliki peluang pertumbuhan yang besar.

    Ketiga, Jedstar Deco (KRED) adalah proyek pendatang baru yang menggabungkan DeFi dan gaming untuk menjembatani jurang antara kripto dengan sektor keuangan tradisional

    Baca jugaDemo Lagu Penyanyi Lawas Whitney Houston Jadi NFT

    Token KRED dipakai di dalam permainan kartu kolektibel dan game multiplayer daring serta marketplace NFT. KRED direncanakan dapat dibeli dengan mudah melalui jalur pembayaran tradisional yang dipakai sehari-hari.

    Jedstar telah mengumumkan kemitraan dengan Chainlink (LINK), FRAG games dan lainnya. Tim ini melihat adopsi aset kripto akan datang dan sektor gaming akan menjadi pasar yang besar.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Akhirnya, Metaverse SandBox Alpha akan Diluncurkan Setelah 4 Tahun Pengembangan

    Sektor metaverse benar-benar menyita perhatian investor, dengan terus mendatangkan minat kuat dan juga pembaruan yang ditunggu-tunggu untuk memantapkan langkahnya untuk berkembangnya, setidaknya untuk tahap awal dari metaverse global.

    Belum lama ini dikabarkan, perusahaan properti dan game virtual Animoca Brands. The Sandbox, telah membuka sebagian Metaverse-nya kepada para pemain untuk pertama kalinya melalui acara Alpha play-to-earn (P2E).

    Tetapi, hanya akan ada segelintir pemain yang beruntung yang bisa menikmati pengalaman penuh.

    Dunia game virtual Sandbox akan memungkinkan pengguna untuk memonetisasi waktu yang mereka habiskan di Metaverse melalui model lay-to-earn. Pemain dapat membeli tanah dan membuat NFT di dalam game, dan mendapatkan token Sandbox (SAND) dengan menyelesaikan berbagai pencarian. Mereka juga dapat mempertaruhkan (staking) token.

    Baca jugaAlamat Taproot Bitcoin akan Didukung oleh Cash App dari Square

    Menurut pengumuman resmi perusahaan pada 17 November kemarin, acara akan dimulai pada 29 November pukul 1 siang UTC dan akan berlangsung hingga 20 Desember.

    Grup terpilih yang hanya terdiri dari 5000 pengguna akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan hingga 1.000 SAND (bernilai sekitar $3.500 dengan harga saat ini) dan tiga NFT eksklusif melalui waktu yang dihabiskan di 18 pengalaman yang dikembangkan oleh tim The Sandbox.

    Tiga NFT eksklusif hanya akan tersedia selama acara. Mereka akan menggambarkan gerbang bergaya abad pertengahan. Naga biru dan hitam dan pedang panjang yang semuanya dapat digunakan di Sandbox Metaverse.

    Baca jugaIni Cara Elon Musk Bantu Luncurkan Satelit Dogecoin (DOGE)

    Alpha Pass adalah tiket NFT yang memberikan akses penuh ke acara tersebut kepada 5000 orang. Seribu untuk diperebutkan dalam undian untuk Pemilik Sandbox Land, dan 2.250 lainnya akan diberikan kepada pemegang akun Sandbox melalui kontes sosial harian selama periode tiga minggu. Tiket emas ini juga akan dijual di pasar sekunder OpenSea antara 29 November dan 19 Desember.

    Pemain tanpa pass akan dapat mengakses tiga pengalaman dan Alpha Hub. Mode permainan multipemain yang menampilkan berbagai lokasi dan pencarian, tetapi mereka tidak akan memenuhi syarat untuk hadiah P2E.

    Untuk pengguna baru yang ingin sedikit mencoba memasuki game virtual, salah satu pendiri dan ketua Animoca Brands, Yat Siu, mengatakan bahwa mereka harus meluangkan waktu untuk mengalami Sandbox dengan hati-hati sebelum mengambil tanah yang ditokenisasi: “Saya akan merekomendasikan untuk orang yang ingin mengalaminya, Anda tahu, kunjungi saja tempat-tempat itu, alami mereka, bergabunglah dengan komunitas di Discord, mengobrol dengan mereka. Lihat apa itu semua sebelum Anda terjun untuk membeli tanah karena Anda tahu, ini seperti membeli real estat (nyata) di mana saja di dunia.”

    Ini adalah langkah awal dari metaverse yang diperkirakan akan semakin luas dan besar. Tidak hanya di sektor game, ini akan mencakup banyak sisi seperti bisnis, bekerja, bersosilisasi, meeting, olahraga dan masih banyak lagi.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • McKinsey: Metaverse Ciptakan Potensi Ekonomi US$ 5 T di Tahun 2030

    Metaverse menjadi topik yang paling dibahas pada tahun 2022 lalu, karena memiliki potensi ekonomi besar di masa depan. Namun ternyata, seiring dengan lesunya pasar kripto, perkembangan metaverse juga mengalami pelambatan bahkan kerugian.

    Banyak orang, termasuk CEO Meta Inc., Mark Zuckerberg, tetap percaya metaverse masih berada di posisi yang baik untuk jangka panjang. Mempertimbangkan banyak sekali kasus penggunaan yang berpusat pada konsumen dan bisnis yang dapat dipenuhi oleh metaverse, laporan McKinsey & Company menyoroti potensi teknologi untuk menghasilkan nilai hingga US$ 5 triliun pada tahun 2030.

    Agar metaverse dapat mencapai potensi penuhnya, laporan tersebut menyoroti kebutuhan akan empat pendukung teknologi — perangkat (AR/VR, sensors, haptics, dan peripherals, interoperabilitas dan standar terbuka, memfasilitasi platform dan alat pengembangan.

    Fokus pada Manusia

    Laporan McKinsey menyebutkan metaverse kemungkinan menciptakan nilai US$ 5 triliun pada tahun 2030. Sumber: McKinsey.
    Laporan McKinsey menyebutkan metaverse kemungkinan menciptakan nilai US$ 5 triliun pada tahun 2030. Sumber: McKinsey.

    Baca juga: Kenal Aset Kripto DODO, Fundamental Protokol Blockchain DeFi Optimal

    Kesuksesan metaverse ditimbang dengan fokus yang lebih besar untuk memaksimalkan pengalaman manusia yang bertujuan memberikan pengalaman positif bagi konsumen, pengguna akhir, dan masyarakat.

    Sampai saat ini, inisiatif metaverse masih seputar pemasaran, pembelajaran, dan pertemuan virtual dan telah melihat tingkat adopsi yang tinggi di berbagai industri. Namun, mayoritas inisiatif di sekitar metaverse telah melihat adopsi rendah-menengah, menurut survei April 2022 terhadap eksekutif senior yang dilakukan oleh McKinsey.

    Metaverse terlalu besar untuk diabaikan,” tulis laporan tersebut dikutip Cointelegraph.

    McKinsey memperkirakan bahwa lebih dari 50 persen kegiatan dapat diadakan di metaverse pada tahun 2030, berpotensi menghasilkan nilai ekonomi hingga US$ 5 triliun. Hal tersebut berkaitan dengan sorotan dampaknya terhadap kehidupan komersial dan pribadi.

    Kesenjangan Gender

    Ilustrasi metaverse.
    Ilustrasi metaverse.

    Baca juga: WEF Percaya Kripto dan Blockchain Jadi Bagian Integral Ekonomi Modern

    Laporan McKinsey juga menemukan kesenjangan gender dalam metaverse mirip dengan yang ada di perusahaan Fortune 500, di mana kurang dari 10% CEO adalah perempuan. Ini terlepas dari lebih banyak perempuan daripada pria yang mengunjungi metaverse, dan perempuan menghabiskan lebih banyak waktu di dunia virtual.

    McKinsey mengatakan bahwa 35% wanita yang disurvei adalah “pengguna kuat” metaverse – artinya mereka menghabiskan lebih dari tiga jam seminggu di sana – dibandingkan dengan 29% pria.

    Selain itu, perempuan memimpin lebih banyak inisiatif terkait metaverse di perusahaan tempat mereka bekerja, dengan 60% dari 450 eksekutif wanita yang disurvei telah mendorong rencana ke depan, dibandingkan dengan 50% pria.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Rencana Mark Zuckerberg Soal Metaverse Alami Hambatan Besar

    CEO Meta, Mark Zuckerberg, sangat berambisi untuk mengembangkan metaverse, namun ada jalan terjal yang menghadang. Bos Facebook itu juga mungkin pasti tahu bahwa tidak ada jalan untuk kembali.

    Zuckerberg juga tahu jalan ke depan akan penuh dengan jebakan, baik teknis maupun peraturan. Saham Meta telah sangat menderita karena investor tampaknya kurang yakin tentang masa depan perusahaan di tengah meningkatnya biaya dan keuntungan yang menyusut.

    Analis memperkirakan awal tahun ini bahwa perusahaan telah menghabiskan US$ 16 miliar untuk mengembangkan metaverse dan Zuckerberg tetap bersemangat.

    “Saya merasa lebih kuat sekarang bahwa mengembangkan platform ini akan membuka ratusan miliar dolar jika tidak triliunan dari waktu ke waktu,” kata Zuckerberg kepada analis selama panggilan pendapatan kuartal kedua Juli lalu.

    Hambatan

    CEO Meta, Mark Zuckerberg.
    CEO Meta, Mark Zuckerberg.

    Baca juga: Aplikasi Winamp Rilis Fitur Baru Bisa Play Musik NFT

    Hambatan dalam perjalanan Meta menuju metaverse lebih besar dari sekadar teknis dan finansial. Regulator di AS, dan berpotensi di seluruh dunia, juga akan memiliki andil besar dalam perjalanan perusahaan.

    Federal Trade Commission (FTC) mengatakan akan berusaha memblokir akuisisi Meta atas aplikasi realitas virtual, Within Unlimited dan aplikasi kebugaran khusus realitas virtual populernya, Supernatural.

    “Alih-alih bersaing berdasarkan prestasi, Meta mencoba membeli jalannya ke puncak,” kata John Newman, Wakil Direktur Biro Persaingan FTC saat itu.

    “Meta memilih untuk membeli posisi pasar alih-alih memperolehnya berdasarkan keuntungan. Ini adalah akuisisi ilegal, dan kami akan mengejar semua keringanan yang sesuai.”

    Fokus Metaverse

    Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Getty Images.Getty Images.
    Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Bos BI: Belanja hingga Beli Rumah di Metaverse Bisa Pakai Rupiah Digital

    Metaverse seharusnya menjadi dunia digital yang imersif, dapat diakses melalui perangkat keras realitas virtual seperti headset VR dari Oculus, yang juga dibeli Meta (Facebook) pada tahun 2014 seharga US$ 2 miliar.

    Tapi saat ini, metaverse cukup kosong. Itu bergantung pada pengembang yang membuat produk dan pengalaman yang membuat pengguna bersedia untuk meninggalkan layar ponsel dan laptop mereka, dan sejauh ini dalam masa pertumbuhannya belum benar-benar menarik banyak orang.

    Rencana Meta untuk membeli pengembang untuk membantu dunia maya sejalan dengan strategi perusahaan sebelumnya untuk membeli pesaing populer (Instagram dan Whatsapp) alih-alih mengembangkan teknologinya sendiri.

    FTC mengatakan itu mungkin berhasil, dengan sedikit penolakan dari agensi yang sama, pada kenyataannya, tetapi tidak ingin strategi itu terbang dalam realitas virtual.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Metaverse Fashion Week Akan Kembali Hadir di Tahun 2023

    Metaverse Fashion Week (MVFW), event mode serba digital di platform Decentraland, kembali digelar untuk kali kedua pada tahun 2023 mendatang. Edisi kali ini akan dipersenjatai dengan pembelajaran dari edisi pertama untuk membantu brand fashion memanfaatkan dengan lebih baik dari momen semua fitur virtual.

    Dikutip Vogue, penambahan utama pada acara MVFW 2023 meliputi jembatan fisik-digital, dukungan untuk brand, dan mungkin yang paling menonjol adalah interoperabilitas antara dunia virtual. Untuk pertama kalinya, MVFW akan memungkinkan koleksi digital bermigrasi di antara platform digital lainnya; selain Decentraland.

    Desainer juga dapat tampil di berbagai kluster metaverse, mirip dengan bagaimana event fashion week diselenggarakan di berbagai event organizer, tempat, dan kota. Selain itu, Metaverse Fashion Week 2023 akan menghadirkan utilitas baru.

    MVFW23

    Metaverse Fashion Week akan kembali hadir di tahun 2023.
    Metaverse Fashion Week akan kembali hadir di tahun 2023.

    Baca juga: Crypto.com Gandeng Coca-Cola Rilis NFT Piala Dunia FIFA 2022

    Peserta MVFW23 yang bertemakan “Future Heritage” akan diumumkan pada bulan Januari 2023, dan Decentraland telah membentuk dewan penasehat untuk memilih desainer yang berpartisipasi; Termasuk perwakilan Institute of Digital Fashion, Fashion3 oleh Mad Global, House of Web3 dan The Fabricant; dan pasar NFT mewah UNXD akan kembali sebagai co-creator.

    Miami Fashion Week, yang diakui oleh Council of Fashion Designers of America, akan berpartisipasi dengan pengalaman khusus dan peragaan busana di Luxury Fashion District.

    Supermodel MVFW resmi, anggota komunitas DCL Tangpoko, akan menjadi model utama musim ini, dan pemenang musim kedua dari seri HBO Max The Hype, Barth, akan mempersembahkan peragaan busana dan koleksi yang dapat dikenakan.

    Perkembangan MVFW

    Metaverse Fashion Week akan kembali hadir di tahun 2023.
    Metaverse Fashion Week akan kembali hadir di tahun 2023.

    Baca juga: Goldman Sachs Alokasikan Dana untuk Berinvestasi di Perusahaan Kripto

    Untuk MVFW perdana, yang diadakan di Decentraland pada Maret 2022, merek yang berpartisipasi termasuk Etro, Dundas, Paco Rabanne, Selfridges, Tommy Hilfiger, Guo Pei, Dolce & Gabbana, Philipp Plein, Hogan dan Esteé Lauder, selain startup digital termasuk D- Cave (dari Stefano Rosso dari OTB Group) dan Auroboros. Penyelenggara melaporkan lebih dari 108.000 tamu dan mendistribusikan lebih dari 165.000 perangkat yang dapat dikenakan.

    “Pembelajaran terbesar adalah menciptakan lebih banyak waktu bagi merek untuk mengembangkan ide mereka dan menciptakan model bisnis yang lebih berkelanjutan untuk mendistribusikan tanggung jawab di antara lebih banyak studio yang sudah bekerja dengan merek, daripada mencoba melakukan sesuatu dari awal,” kata Head of MVFW, Giovanna Graziosi Casimiro.

    Decentraland adalah dunia sosial virtual berbasis blockchain, terdesentralisasi, di mana orang dapat membeli sebidang tanah dan barang digital sebagai NFT. Ruang serba digital menyelenggarakan acara dan ruang permanen, dan pengunjung dapat menjelajah sebagai tamu atau dengan menghubungkan dompet kripto mereka dan menyesuaikan avatar mereka dengan pakaian digital dan banyak lagi, semuanya dijual sebagai NFT.



    Sumber : news.tokocrypto.com