Tag: MicroStrategy

  • MicroStrategy Kembali Beli Lebih Banyak Bitcoin Senilai Rp 438 Miliar

    MicroStrategy telah mengumumkan akumulasi Bitcoin sebanyak 1.045 BTC tambahan dengan total harga pembelian sekitar US$ 29,3 juta atau Rp 438 miliar. Pada saat pembelian itu harga Bitcoin berada di rata-rata US$ 28.016 per BTC.

    Menurut pengajuan baru-baru ini ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), akuisisi baru dilakukan antara 24 Maret dan 4 April. Dengan pembelian terbaru tersebut, MicroStrategy telah menghabiskan total US$ 4,1 miliar untuk Bitcoin yang merupakan aset kripto terbesar di dunia.

    Sejarah mencatat MicroStrategy telah menjadi perusahaan publik pertama dengan simpanan BTC terbesar di dunia. Mereka telah menjadi pemain kunci dalam adopsi perusahaan dari aset kripto unggulan, dengan investasi awal dalam aset digital pada Agustus 2020.

    Aksi MicroStrategy

    koin bitcoin
    Ilustrasi aset kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Pasar Kripto Potensi Bullish di April 2023, Bitcoin Target Rp 448 Juta

    Taruhan jangka panjang MicroStrategy pada kripto hampir menguntungkan setelah aset mengalami perubahan harga yang liar sejak tahun 2020: 140.000 BTC-nya dibeli dengan harga rata-rata US$ 29.803 per koin—artinya jika nilai aset melonjak sebesar 6%, atau US$ 1.780,91, perusahaan akan mendapat untung.

    Dikutip Decrypt, pembelian terbaru datang karena Bitcoin memiliki awal yang baik untuk tahun 2023. Saat ini diperdagangkan seharga US$ 27.958 per koin, menurut data CoinGecko. Pada awal tahun itu dihargai US$ 16.615.

    Tetapi meskipun nilainya melonjak tahun ini, Bitcoin masih turun 60% dari level tertinggi sepanjang masa di US$ 69.044 yang disentuhnya pada November 2021.

    Kembali ke masa lalu, pendiri MicroStrategy, Michael Saylor, memutuskan untuk membeli Bitcoin pertama pada tahun 2020 sebagai lindung nilai terhadap inflasi tepat ketika lockdown COVID-19 mulai menutup ekonomi global. Investasi tersebut muncul pada tahun berikutnya karena Bitcoin terus mengalami kenaikan bersejarah.

    Dorongan Michael Saylor

    Michael Saylor: Harga Bitcoin Ambruk adalah Peluang Beli yang Besar
    Pendiri MicroStrategy, Michael Saylor. Sumber: Getty Images.

    Baca juga: Bank Indonesia Dorong Pengembangan CBDC di Asia Tenggara

    Saylor — yang merupakan CEO saat itu — mengklaim pada saat itu bahwa Bitcoin adalah “penyimpan nilai yang dapat diandalkan dan aset investasi yang menarik dengan potensi apresiasi jangka panjang daripada memegang uang tunai.”

    MicroStrategy sejak itu meningkatkan kepemilikannya dengan membeli 140.000 BTC secara perlahan selama dua setengah tahun terakhir, dan Saylor masih yakin itu adalah investasi yang aman.

    “Strategi (MicroStrategy) kami adalah membeli dan menahan Bitcoin, dan kunci bagi kami adalah konsisten, transparan, dan bertanggung jawab dalam mengejar strategi itu,” katanya bulan lalu .

    Saham MicroStrategy juga naik lebih dari 95% sejak pembelian Bitcoin pertama, Saylor mengatakan bahwa membeli saham di perusahaan adalah cara investor dapat memperoleh eksposur yang aman terhadap Bitcoin.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Ambruk adalah Peluang Beli yang Besar

    Pendiri dan CEO MicroStrategy, Michael Saylor, mengatakan, bahwa harga Bitcoin yang sedang ambruk saat ini adalah peluang beli yang sangat besar. Sementara itu hasil survei Bloomberg menunjukkan, BTC diproyeksikan bisa jatuh ke US$ 10 ribu, akibat terus menguatnya dolar AS.

    MicroStrategy, perusahaan publik asal Amerika Serikat, memang sejak tahun 2020 melakukan pembelian Bitcoin secara besar-besaran. Mereka menilai kripto itu sebagai alat lindung nilai ketika terjadi inflasi.

    “Saat ini adalah peluang beli yang besar terhadap Bitcoin. Saat ini adalah entry point yang tepat,” ucap Saylor kepada CNBC belum lama ini.

    Pernyataan Saylor itu, sejatinya menegaskan pendapatnya sejak lama, bahwa BTC memiliki keunggulan relatif dibandingkan kelas aset lain seperti emas.

    Namun, pada kenyataannya, ketika inflasi tinggi 8,6 persen di AS, justru harga Bitcoin terkoreksi besar-besar, hampir 70 persen dari puncak tertinggi sebelumnya pada November 2021 di kisaran US$ 69 ribu.

    harga bitcoin
    Grafik harga Bitcoin.

    Baca juga: Bitcoin dan Kripto Lainnya Terbang saat Data Inflasi AS Meroket

    Satu risiko besar yang menghampiri perusahaan itu adalah, margin call, yang dapat memaksa perusahaan menjual sebagian dari lebih dari 130.000 BTC. BTC sebanyak itu dijadikan agunan untuk meminjam uang dari Silvergate Bank beberapa waktu lalu untuk membeli BTC tambahan. Status margin call terjadi, mana kala harga BTC jatuh di besaran tertentu, karena perusahaan harus mengembalikan dana pinjaman secara rutin setiap bulan.

    Sebenarnya Bitcoin sebagian komponen utama di pasar kripto bukanlah satu-satunya pasar yang mengalami aksi jual besar-besaran. Sepanjang Juni 2022 saja, indeks Dow Jones Industrial Average melandai di -0,62% dan Indeks S&P -0,92 persen memasuki wilayah bearish.

    Pasar saham dan pasar kripto yang melandai adalah dampak dari menguatnya dolar AS yang ditandai dengan indeks dolar (DXY) sudah mencapai 108 (tertinggi sejak Oktober 2002), akibat kebijakan kenaikan suku bunga oleh The Fed sejak Maret.

    Jika inflasi terus tinggi, diperkirakan The Fed akan terus menaikkan suku bunganya, hingga inflasi dapat ditekan hingga di kisaran 2 persen.

    Secara teknikal berdasarkan indikator RSI mingguan, harga Bitcoin saat ini berada di wilayah sangat oversold, yang menandakan tekanan jual yang besar mulai mereda.IKLAN

    harga bitcoin
    Grafik harga Bitcoin.

    Baca juga: Bank Indonesia: Aset Kripto Ciptakan Inklusi Keuangan

    RSI ini melampaui oversold 12 Januari 2015 pada time frame mingguan dan menyamai oversold 12 Januari 2012.

    Namun demikian, masih ada ruang penurunan berikutnya, setidaknya berdasarkan hasil survei oleh Blooomberg yang dirilis beberapa hari lalu. Sejumlah pelaku pasar, lewat hasil survei Bloomberg yang digelar pada awal Juli 2022 lalu, memproyeksikan harga Bitcoin bisa jatuh lagi di kisaran US$10 ribu. [ps]

    Artikel ini telah tayang di Blockchainmedia.id dengan judul Michael Saylor: Harga Bitcoin Ambruk adalah Peluang Beli yang Besar





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • MicroStrategy Kumpulkan Dana $42 Milliar untuk Beli Bitcoin Lagi

    Perusahaan perangkat lunak MicroStrategy kembali menegaskan komitmennya pada investasi kripto dengan mengumumkan rencana penggalangan dana baru sebesar $42 miliar untuk membeli Bitcoin.

    Langkah ini mencerminkan visi perusahaan yang dipimpin oleh Michael Saylor dalam mempertahankan posisi sebagai salah satu pemegang Bitcoin institusional terbesar di dunia.

    MicroStrategy Bidik $42 Miliar untuk Bitcoin

    MicroStrategy telah menetapkan target dana sebesar $42 miliar yang akan digunakan sepenuhnya untuk menambah kepemilikan Bitcoin perusahaan. Ini bukan kali pertama MicroStrategy melakukan pembelian Bitcoin dalam jumlah besar.

    Sejak pertama kali berinvestasi di Bitcoin pada 2020, perusahaan ini secara konsisten menambah portofolio Bitcoinnya sebagai bentuk strategi diversifikasi aset dan lindung nilai terhadap inflasi.

    Rencana ini menunjukkan keyakinan perusahaan bahwa Bitcoin akan menjadi salah satu aset digital terpenting dalam jangka panjang.

    MicroStrategy Ingin Menjadi Pemimpin dalam Investasi Bitcoin

    MicroStrategy terus berupaya mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin dalam investasi Bitcoin, terutama di kalangan perusahaan publik.

    Michael Saylor, CEO MicroStrategy, telah menyatakan bahwa strategi ini merupakan bagian dari visi besar MicroStrategy untuk menjadi pemimpin global dalam hal kepemilikan Bitcoin di sektor korporasi.

    Dengan memperkuat investasinya, MicroStrategy berharap dapat menginspirasi perusahaan-perusahaan lain untuk melihat Bitcoin sebagai aset yang layak dipertimbangkan dalam strategi keuangan perusahaan.

    Target Keuntungan Bitcoin 6-10% Per Tahun

    Dalam rencana jangka panjangnya, MicroStrategy menargetkan pertumbuhan keuntungan antara 6 hingga 10 persen per tahun dari investasinya di Bitcoin.

    Selain itu, perusahaan juga menggunakan indikator kinerja utama (KPI) yang disebut “BTC Yield” untuk menilai performa strateginya dalam mengakuisisi Bitcoin yang dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

    Hingga tahun 2024 ini, BTC Yield MicroStrategy tercatat sebesar 17,8%, dan perusahaan kini memperbarui target jangka panjang untuk mencapai BTC Yield tahunan sebesar 6% hingga 10% antara 2025 dan 2027.

    BTC Yield menjadi acuan penting bagi MicroStrategy dalam menilai efektivitas strategi investasinya, dengan tujuan memberikan keuntungan yang konsisten dan berkelanjutan bagi pemegang saham di tengah volatilitas pasar kripto.

    Dengan strategi baru ini, MicroStrategy sekali lagi menegaskan keyakinannya terhadap masa depan Bitcoin dan peran pentingnya dalam ekosistem keuangan modern.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • MicroStrategy Serok Lagi 480 BTC Senilai Rp 148 Miliar

    Perusahaan investasi MicroStrategy kembali menyerok Bitcoin di saat harga aset ini tengah terseok-seok di area US$ 20.000. Perusahaan yang dipimpin Michael Saylor ini mengumukan telah membeli 480 BTC senilai US$ 10 juta atau sekitar Rp 148 Miliar.

    Dalam sebuah surat pengumuman yang dikeluarkan oleh Komisi Sekuritas dan Exchanges (SEC) Amerika Serikat bertitimangsa 29 Juni 2022, MicroStrategy membeli 480 Bitcoin pada periode Mei-Juni 2022, pada titik harga rata-rata US$ 20.817.

    “MicroStrategy memperoleh sekitar 480 Bitcoin untuk sekitar US$ 10,0 juta tunai, dengan harga rata-rata sekitar US$ 20.817 per Bitcoin, termasuk biaya dan pengeluaran,” tulis surat tersebut.

    Pertanggal 28 Juni 2022, perusahaan ini memilki total aset BTC sebanyak 129.699 keping dengan nilai pembelian US$ 3,98 miliar. Total pembelian aset tersebut dibeli  dengan harga pembelian rata-rata US$ 30.664 perkeping. Artinya, pertanggal 29 Juni 2022,  Microstrategy tengah mengalami kerugian sekitar 34%.

    CEO MicroStrategy, Michael Saylor, dikenal sebagai Bitcoin Maximalist. Ia selalu optimis terkait dengan masa depan Bitcoin. Bahkan, ia percaya bahwa Bitcoin bisa menjadi penyelamat di tengah badai ekonomi yang ia percayai bakal segera tiba. 

    Baca juga: 4 Dasar Rekt Capital Klaim Bottom Absolut dari Bitcoin (BTC) Sudah Dekat

    Saat diwawancarai oleh CNN pada 22 Juni 2022, ia mengatakan: “Bitcoin adalah sekoci, dilempar ke lautan badai, menawarkan harapan kepada siapa pun di dunia yang perlu turun dari kapal mereka yang tenggelam. Kita menyaksikan kelahiran industri baru selama krisis keuangan terburuk dalam hidup kita.”

    Saat pembelian BTC oleh Microstrategy, pergerakan Bitcoin sedang dalam fase kritis. Aset kripto ini kembali tersungkur di bawah harga US$ 20.000. Meski dengan cepat memantul kembali ke harga US$ 20.000, pergerakan BTC terpantau sangat melemah. 

    BTC Melemah

    Analis Portalkripto, Arly Fauzi, mengatakan pergerakan volume BTC terus mengalami penurunan. Menurutnya, dalam kondisi ini Bitcoin berpeluang untuk terkoreksi lebih dalam lagi. 

    “​​Untuk saat ini terlihat pergerakan harga Bitcoin sudah mulai melemah, terlihat dari volume yang terus turun, dan Moving Average (MA) 25 yang menunjukan akan cross dengan MA50 nya,” ujarnya.  “Skenario terburuknya apabila pergerakan harga Bitcoin memilih untuk breakdown support-nya, maka target penurunan akan berada pada Support Area sebelumnya pada area harga US$ 17.592-US$ 18.036.”

    BTC/USDT 4Hour. By: Arly Fauzi

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 29 Juni 2022: Kripto Bergerak Stagnan

    Pelemahan BTC saat ini terkonfirmasi dari aksi jual dan meningkatnya arus keluar investor institusional. Sebelumnya, perusahaan investasi asal Kanada Cypherpunk Holdings (HODL), menjual seluruh kepemilikan aset kripto yang mereka miliki. Langkah ini diambil perusahaan untuk meminimalisir risiko terburuk selama musim dingin kripto ini.

    Cypherpunk diketahui menyimpan sejumlah aset kripto diantaranya Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Dalam rilis resminya, mereka telah menjual 205.8209 ETH, senilai US$ 227.000 dan 214.7203 BTC dengan harga sekitar US$ 4,7 juta. Total penjualan dari dua aset kripto teratas tersebut menghasilkan US$ 5 juta.

    Artikel ini telah tayang di Portalkripto.com dengan judul “MicroStrategy Kembali Serok 480 BTC Senilai Rp 148 Milyar





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO MicroStrategy Tepis Isu Margin Call saat Bitcoin Anjlok

    Perusahaan MicroStrategy disinyalir akan mengalami margin call pada nominal sebesar US$ 205 juta. Kemungkinan ini bisa terjadi apabila jika BTC jatuh lebih jauh pada angka yang dikhawatirkan. Akan tetapi, CEO Michael Saylor telah memberikan pernyataan bahwasanya perusahaan “siap untuk HODL bila skenario buruk terjadi”.

    HODL sendiri merupakan langkah untuk menahan aset merujuk pada strategi buy and hold di kalangan investor kripto.

    Klaim yang sama juga datang dari Chief Technology Officer (CTO) MicroStrategy, Phong Lee pada awal bulan lalu. Ia meyakinkan kepada para pemegang aset Bitcoin tidak perlu khawatir saat datangnya “musim dingin kripto”.

    “Sebutulnya Bitcoin harus terjun hingga setengah harga atau sekitar US$ 21.000 sebelum kita mengalami margin call,” ungkap Lee kepada investor saat rapat triwulan, Rabu (15/6).

    Namun, pada kenyataannya pagi ini harga Bitcoin sempat meluncur turun dan berada di bawah angka US$ 21.000. Penurunan ini sendiri merupakan yang terendah selama 52 minggu, sebelum naik lagi pada angka US$ 22.260 saat tulisan ini terbit.

    Baca juga: Mengenal Kripto Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM)

    Penurunan ini memaksa MicroStrategy untuk mengambil pinjaman dari Silvergate Bank sebesar US$ 205 juta pada Maret lalu hanya untuk menimbun Bitcoin. Jika harga BTC jatuh dan berada di bawah US$ 21.000 untuk periode yang lama, maka hal tersebut akan memicu margin call pada pinjaman MicroStrategy.

    Saat skenario tersebut benar-benar terjadi, maka perusahaan menurunkan puluhan ribu Bitcoin ke pasar pada posisi bearish. Dari laporan pendapatan terbaru, saat ini MicroStrategy tengah memegang aset investor sebesar 129.218 BTC.

    Kendati demikian, Michael Saylor selaku CEO MicroStrategy lewat media sosial Twitter menyatakan, dirinya bakal menggandakan permainan Bitcoin dalam perusahaannya. Dia mengatakan bahwa perusahaannya akan menghadapi badai pasar ini dengan tingkat keparahan yang jauh lebih besar.

    Sementara itu, pinjaman di Silvergate Bank sendiri meminta jaminan sebesar US$ 410 juta. Saylor juga menjelaskan, bahkan jika harga Bitcoin anjlok di bawah harga US$ 21.000 dan memicu margin call, MicroStrategy masih memiliki aset BTC tambahan yang cukup sebagai jaminan.

    Pasokan BTC itu tidak akan cukup untuk menjaminkan pinjaman jika harga BTC turun ke angka US$ 3.562.

    “Dalam peristiwa seperti ini, perusahaan MicroStategy memiliki jaminan lebih lanjut untuk kedepannya,” ujarnya.

    Baca juga: Peningkatan Suku Bunga Fed Diisukan Segera Datang, Ini Dampak ke Bitcoin

    Faktanya, dalam jarak satu bulan lalu CTO MicroStrategy meyakinkan pemegang saham bahwa peristiwa seperti hari ini tidak akan pernah datang. Hal tersebut tidak sesuai dengan votalitas saat ini dan ketidakpastian kapan aset BTC akan berada pada titik terendah.

    Bila harga Bitcoin semakin turun dan MicroStrategy tidak dapat mempertahankan US$ 410 juta dalam bentuk pinjaman, maka perusahaan terpaksa menjual Bitcoin dalam jumlah besar sekaligus mengembalikan pinjaman.

    Hal itu akan membuat harga keuangan kripto akan menjadi lebih anjlok dan berpotensi menyebabkan efek riak di pasar dengan skala yang lebih luas.

    Tetapi, Saylor dan MicroStrategy tetap pada keyakinannya, setidaknya di publik bahwa hari itu tidak akan pernah datang. Pasar pun akhirnya memberikan perhatian, dengan naiknya saham perusahaan hampir 3 persen hari ini, setelah terjun bebas 54 persen selama kehancuran kripto bulan lalu.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Microstrategy Tawarkan Bitcoin dalam Tabungan Pensiun Karyawan

    Bitcoin maximalist dan CEO MicroStrategy, Michael Saylor baru saja mengumumkan akan menambahkan Bitcoin ke dalam daftar rencana tabungan pensiun karyawan.

    Karyawan MicroStrategy nantinya dapat berinvestasi dalam cryptocurrency terbesar itu sebagai bagian dari rekening tabungan 401(k).

    Pengumuman ini menyusul setelah Fidelity Investment, penyedia rekening tabungan terbesar di Amerika meluncurkan akun aset digital yang memberi perusahaan akses ke Bitcoin di dalamnya. 

    MicroStrategy akan bekerja dengan Fidelity untuk memungkinkan karyawan menambahkan Bitcoin ke dana pensiun mereka.

    Akun 401(k) memungkinkan karyawan mendapatkan keringanan pajak atas uang yang mereka sumbangkan dari gaji mereka untuk program pensiun.

    “Bitcoin adalah properti digital dan menjadikannya aset yang sempurna untuk rencana pensiun, ini kurang berisiko daripada obligasi, saham, real estat komersial, daripada emas,“ kata Saylor dilansir CNBC.

    Baca juga: Mengenal Aset Kripto Mantra Dao (OM) dan QuickSwap (QUICK)

    MicroStrategy adalah perusahaan teknologi yang menyediakan perangkat lunak seluler dan layanan berbasis cloud untuk perusahaan. Ini juga memiliki banyak Bitcoin di neraca, hampir senilai $5 miliar, menurut Bitcoin Treasuries.

    Selain Microstrategy, ada tabungan pensiun dengan aset crypto di dalamnya juga akan tersedia untuk 23.000 perusahaan yang menggunakan Fidelity pada pertengahan tahun 2022.

    Dengan aset senilai $11,3 triliun yang dikelola, dengan bergabungnya Fidelity ini bisa menjadi kabar baik tentangf adopsi kripto yang semakin luas, terutama di Amerika.

    “Ada minat yang meningkat dari sponsor yang memungkinkan mereka memberikan akses kepada karyawan mereka ke aset digital dalam rencana kontribusi pasti, dan pada gilirannya dari individu dengan keinginan untuk memasukkan cryptocurrency ke dalam strategi investasi jangka panjang mereka,” kata Dave Gray, kepala penawaran dan platform pensiun tempat kerja di Fidelity Investments.

    Baca juga: 19.000 DApps Dibangun di MATIC, Kok Harganya Ga Naik?

    Crypto Tidak Dilarang untuk Tabungan Pensiun

    Departemen Ketenagakerjaan US tidak melarang crypto untuk masuk ke bagian rencana pensiun menurut aturan yang dirilis bulan lalu, tetapi tetap mewanti-wanti para pekerja untuk bijaksana dalam menentukan sikap, sebab aset kripto masih sangat volatil dan berisiko tinggi.

    “Investasi ini menghadirkan risiko dan tantangan signifikan bagi akun pensiun peserta, termasuk risiko penipuan, pencurian, dan kerugian yang signifikan,” kata departemen itu dalam rilis resminya.

    Ia menambahkan bahwa mereka akan melakukan program investigasi yang ditujukan untuk rencana yang menawarkan crypto dan investasi terkait.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • MicroStrategy Pastikan Akan Terus Beli Bitcoin (BTC)

    MicroStrategy, perusahaan piranti lunak asal Amerika Serikat, memastikan pihaknya akan terus membeli Bitcoin (BTC) sebanyak mungkin. Perusahaan pimpinan Michael Saylor ini yakin pembelian Bitcoin adalah strategi ampuh untuk mempertahankan nilai perusahaannya.

    Hal itu disampaikan perusahaan dalam sebuah surat yang ditujukan kepada para pemegang saham MicroStrategy, Kamis (14/4/2022). Salinan surat itu diunggah di situs Komisi Bursa dan Sekuritas (SEC) Amerika Serikat.

    Dokumen itu pada prinsipnya adalah materi Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang dijadwalkan digelar pada 22 Mei 2022, di mana aksi pembelian Bitcoin disebutkan akan terus dilakukan. MicroStrategy sendiri mengakumulasi kripto itu sejak tahun 2020, walaupun beberapa tahun sebelumnya sangat pesimis dengan kelas aset baru itu.

    Dalam dokumen itu sang CEO, Michael Saylor juga berjanji bahwa MicroStrategy, perusahaan publik dengan jumlah kepemilikan bitcoin terbanyak, akan terus membeli lebih banyak BTC dan tetap menyediakan layanan intelijen perangkat lunaknya ke basis pelanggan yang lebih luas.

    Saylor menguraikan strategi Bitcoin perusahaan sebagai “pelengkap untuk perangkat lunak analitik dan bisnis layanan kami,” cara yang akan meningkatkan pertumbuhan basis pelanggan perusahaan.

    Selain memperkuat strategi bisnisnya untuk mengejar visi Intelligence Everywhere, perusahaan menganggap strategi paralelnya untuk memperoleh dan menyimpan Bitcoin adalah satu titik penting.

    Strategi Saylor untuk mengakuisisi BTC telah terdiversifikasi menjadi penggunaan hasil transaksi utang dan ekuitas sejak 2011. Perusahaan intelijen bisnis ini mulai mengumpulkan Bitcoin pada Agustus 2020 melalui kelebihan arus kas dari operasinal perusahaan.

    Baca juga: LINE Luncurkan Platform Marketplace NFT, Bisa Ekspansi ke Indonesia?

    Kemudian, perusahaan memperkuat laju akumulasinya dengan menggunakan penawaran wesel konversi, penawaran saham, dan pinjaman dengan jaminan kripto untuk membeli lebih banyak Bitcoin yang menjadi bagian dari neraca keuangan. Belum lama ini MicroStrategy mendapatkan pinjaman dari Silvergate Bank untuk membeli Bitcoin tambahan.

    Saylor juga menggambarkan perusahaannya sebagai “inovasi dalam DNA perusahaan kami.”

    Dia mencatat bahwa MicroStrategy memelopori perangkat lunak penambangan data pada 1980-an, awal revolusi web pada 1990-an, dan mendukung analitik seluler serta analitik berbasis cloud pada 2000-an.

    Baca juga: Robert Kiyosaki: Beli Bitcoin, Emas dan Perak untuk Hadapi Potensi Badai Resesi

    129.218 BTC Milik MicroStrategy

    Sejauh ini MicroStrategy bersama dengan anak perusahaannya, saat ini memegang 129.218 BTC, dengan total biaya pembelian US$3,97 miliar dengan rata-rata harga US$30.700 per BTC.

    Di konferensi Bitcoin Miami 2022, ia sependapat dengan pandangan CEO Ark Invest Cathie Wood. Saylor mengatakan dia lebih bullish daripada sebelumnya terhadap Bitcoin dan setuju dengan prediksi Wood bahwa BTC dapat mencapai US$1 juta per BTC pada tahun 2030, berdasarkan fakta bahwa adopsi pasar kripto dan Bitcoin kian luas. [ps]

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Michael Saylor Prediksi Bitcoin Akan Capai $13 Juta Per Koin, Kapan?

    Michael Saylor, Ketua Eksekutif MicroStrategy, memperkirakan bahwa harga Bitcoin bisa mencapai $13 juta dalam 20 tahun mendatang. Dalam wawancara dengan CNBC, ia menjelaskan mengapa volatilitas Bitcoin tidak mengganggu perusahaannya, dan mengapa investor sebaiknya mempertimbangkan membeli saham MicroStrategy (MSTR) sebagai alternatif.

    Prediksi Kenaikan Bitcoin Menurut Saylor

    Michael Saylor percaya bahwa Bitcoin akan terus tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 44% dalam waktu dekat, meskipun pertumbuhan ini akan melambat menjadi sekitar 5% seiring waktu ketika Bitcoin semakin matang. Ia memperkirakan bahwa dalam jangka panjang, harga Bitcoin bisa mencapai $13 juta pada tahun 2045.

    “Perkiraan saya adalah Bitcoin akan mencapai $13 juta dalam 21 tahun,” ujar Saylor. Ia juga menambahkan bahwa return dari S&P 500 dan volume perdagangan Bitcoin akan naik sekitar 8% per tahun. Untuk mencapai angka ini, Bitcoin perlu mempertahankan rata-rata CAGR sebesar 29,56%.

    Saylor juga pernah menyampaikan prediksi serupa di acara Bitcoin 2024 di Nashville. Ia menyebut bahwa selain skenario dasar sebesar $13 juta, ada skenario pesimistis dengan harga $3 juta, yang mirip dengan prediksi dari VanEck. Di sisi lain, skenario optimistisnya adalah Bitcoin bisa mencapai $49 juta—sekitar 1000 kali lipat dari harga saat ini.

    Volatilitas Bitcoin yang Berlanjut

    analisa harga bitcoin
    Ilustrasi Bitcoin.

    Baca juga: Crypto Alert! Aset Kripto yang Wajib Diperhatikan Pekan Ini

    Saylor juga mengakui bahwa volatilitas Bitcoin masih akan bertahan, terutama karena aset ini diperdagangkan secara global, 24/7, dan memiliki likuiditas tinggi. Ia membandingkan fleksibilitas Bitcoin dengan properti, menjelaskan bahwa properti fisik seperti apartemen tidak bisa dengan mudah dipindahkan atau dijual cepat dalam situasi krisis. Namun, Bitcoin bisa dengan cepat dijual meskipun dalam jumlah besar.

    MicroStrategy dan Pasar Obligasi Bitcoin

    Saylor juga membahas strategi MicroStrategy dalam mengadopsi Bitcoin. Ia menjelaskan bahwa perusahaannya telah “merintis” pasar obligasi yang didukung Bitcoin dengan menerbitkan obligasi konvertibel bernilai miliaran dolar untuk membeli BTC. Menurutnya, saham MicroStrategy (MSTR) dapat berfungsi sebagai “instrumen dengan hasil BTC yang ditangguhkan pajaknya”, yang memungkinkan investor meminjam uang untuk membeli Bitcoin dengan harga yang lebih kompetitif.

    Sejak tahun 2020, MicroStrategy mulai menerapkan strategi cadangan Bitcoin, yang dianggap Saylor sebagai langkah investasi jangka panjang yang cerdas.

    Kritik dari Peter Schiff

    Namun, tidak semua setuju dengan pandangan Saylor. Kritikus Bitcoin, Peter Schiff, mengecam pernyataan Saylor dan menyebut gagasan keuntungan dari Bitcoin dan MSTR sebagai “omong kosong.” Ia menunjukkan bahwa saham MSTR telah turun 40% dari level tertingginya dalam 52 minggu terakhir, dan 6% di bawah puncaknya pada tahun 2021. Schiff memperingatkan bahwa hasil yang dijanjikan Saylor mungkin tidak sebaik yang diharapkan, dan justru bisa memburuk di masa depan.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading crypto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Michael Saylor Ungkap Punya Rp15,9 Triliun dalam Bitcoin

    Michael Saylor, salah satu pendiri dan Chairman MicroStrategy, perusahaan perangkat lunak dan intelijen bisnis asal Amerika Serikat, baru saja mengungkapkan kepemilikan pribadinya dalam Bitcoin (BTC). Pengungkapan ini mengkonfirmasi spekulasi sebelumnya tentang besarnya investasi Saylor dalam mata uang kripto ini.

    Tidak mengejutkan bahwa Saylor memiliki Bitcoin, namun besarnya investasi ini sangat mengejutkan. Saylor mengungkapkan bahwa dirinya memiliki lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp15,9 triliun dalam bentuk Bitcoin. Ini menjadi sorotan, mengingat fokus utama banyak pihak selama ini adalah pada akumulasi Bitcoin oleh MicroStrategy.

    MicroStrategy dan Strategi Bitcoin

    Ilustrasi MicroStrategy dan Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi MicroStrategy dan Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Harga XRP Melonjak Tinggi: Gugatan Ripple-SEC Berakhir

    MicroStrategy, di bawah kepemimpinan Saylor, mulai mengakuisisi Bitcoin pada tahun 2020 setelah pandemi COVID-19 melanda dunia. Hingga 30 Juli 2024, perusahaan tersebut telah mengumpulkan 226.500 unit Bitcoin, dengan nilai total sekitar US$12,7 miliar berdasarkan harga saat ini. Kepemilikan pribadi Saylor setara dengan sekitar 10% dari total simpanan MicroStrategy, menunjukkan komitmen pribadinya yang kuat terhadap Bitcoin.

    Pengungkapan terbaru dari Saylor datang di saat ekosistem mata uang digital semakin banyak diadopsi. Dari produk ETF Bitcoin spot hingga lanskap politik di Amerika Serikat, fokus pada Bitcoin semakin meningkat.

    Jepang dan ETF Bitcoin

    Di sisi lain, Jepang bersikap hati-hati dalam menyetujui ETF Bitcoin. Setelah Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) menyetujui penawaran tersebut, beberapa negara seperti Hong Kong dan Australia telah meluncurkan produk serupa. Namun, di Jepang, regulator memiliki kekhawatiran tersendiri.

    Badan Layanan Keuangan Jepang menyoroti perlunya kehati-hatian dalam menyetujui produk ETF kripto spot. Komisaris Badan Layanan Keuangan Jepang, Hideki Ito, menekankan pentingnya mempertimbangkan dengan cermat sebelum mengikuti jejak negara-negara seperti Amerika Serikat, Hong Kong, Australia, dan Inggris yang telah memberikan lampu hijau untuk produk investasi tersebut.

    Pengungkapan Michael Saylor tentang kepemilikan pribadinya dalam Bitcoin menambah dimensi baru pada narasi adopsi Bitcoin oleh MicroStrategy. Sementara itu, sikap hati-hati Jepang terhadap ETF Bitcoin menunjukkan bahwa meskipun adopsi Bitcoin meningkat, setiap negara memiliki pendekatan yang berbeda dalam menyikapi investasi kripto ini.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Michael Saylor Prediksi Harga Bitcoin Mencapai $49 Juta pada 2045

    Michael Saylor, Ketua Eksekutif Microstrategy, memproyeksikan bahwa pada tahun 2045 harga Bitcoin dapat berkisar dari $3 juta hingga $49 juta, dengan harga dasar $13 juta. Ia meyakini Bitcoin memiliki potensi besar untuk merevolusi ekonomi global dan menjadi aset perbendaharaan utama yang memberikan stabilitas ekonomi dan akumulasi kekayaan.

    Prediksi Harga Bitcoin di Masa Depan

    Dalam sebuah konferensi Bitcoin di Nashville, Tennessee, Michael Saylor berbicara tentang prediksinya untuk harga Bitcoin di tahun 2045. Ia memperkirakan harga dasar Bitcoin adalah $13 juta, dengan kemungkinan harga bearish $3 juta dan harga bullish $49 juta. Prediksi ini ia sampaikan sambil menunjukkan grafik yang kemudian ia bagikan di media sosial X.

    Peran Bitcoin dalam Ekonomi Global

    Saylor menekankan bahwa Bitcoin bisa menggantikan aset keuangan dan fisik yang sudah ketinggalan zaman dengan modal digital. Ia menjelaskan bahwa Bitcoin tahan terhadap inflasi, entropi, dan devaluasi yang sering kali memengaruhi aset tradisional. Oleh karena itu, Saylor mengajak individu, perusahaan, dan negara untuk mengadopsi Bitcoin sebagai aset perbendaharaan utama. Menurutnya, ini bisa membantu akumulasi kekayaan yang signifikan dan memastikan stabilitas ekonomi.

    Microstrategy dan Investasi Bitcoin

    MicroStrategy
    MicroStrategy Bitcoin

    Baca juga: Market Sinyal Harian: Potensi Pergerakan Kripto pada 31 Juli 2024

    Microstrategy, perusahaan pengembang perangkat lunak yang terdaftar di Nasdaq, telah menjadikan dirinya sebagai perusahaan yang pro-Bitcoin. Pada bulan Juni, mereka mengungkapkan bahwa kepemilikan Bitcoin mereka telah mencapai 226.331 BTC, dengan nilai sekitar $8,33 miliar.

    Bitcoin dan Masa Depan Ekonomi

    Saylor juga menyarankan agar pemerintah AS memegang mayoritas Bitcoin di dunia untuk memperkuat dolar AS. Ia mengibaratkan Bitcoin sebagai aset masa depan yang sangat penting, sama seperti akuisisi bersejarah lainnya. Menurutnya, masa depan negara terletak di dunia maya, dengan Bitcoin sebagai “Manhattan dunia maya.” Saylor membandingkan ini dengan cadangan emas dan kepemilikan tanah signifikan milik pemerintah AS.

    Dengan prediksi dan pandangan yang berani ini, Michael Saylor berharap Bitcoin bisa menjadi tulang punggung ekonomi digital masa depan, membawa stabilitas dan kekayaan bagi semua yang mengadopsinya.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com