Tag: MicroStrategy

  • Harga Solana Tembus $157, Momentum Institusional Kian Kuat

    Solana (SOL) kembali mencuri perhatian pasar kripto setelah harga melonjak 6% dalam satu hari, menembus level $157.

    Lonjakan ini dipicu oleh aksi korporasi publik: MemeStrategy, sebuah perusahaan tercatat di Hong Kong, yang menambah posisi sebesar 2.440 SOL atau sekitar $370.000 ke dalam treasury-nya.

    Langkah Institusional Pertama-tama

    Pembelian oleh MemeStrategy menjadi titik balik: ini adalah pertama kalinya perusahaan publik memasukkan SOL secara resmi ke dalam balance sheet mereka.

    Menurut laporan Crypto-Economy pada Sabtu (28/6), aksi ini menegaskan eksistensi SOL sebagai aset digital serius di mata institusi, bukan sekadar meme coin.

    Reaksi pasar cukup signifikan: volume perdagangan SOL menggandakan, dari support area $150 menuju puncak $157.

    Selain itu, data menunjukkan lonjakan dalam open interest futures SOL di tingkat hampir $7 miliar, tanda kuatnya minat derivatif institusional.

    Baca Juga: Rekor Baru: Volume Futures Solana Meroket hingga 1,75 Juta Kontrak

    Katalis Eksternal: Proses ETF Spot Solana

    Momentum ini berbarengan dengan munculnya konfirmasi bahwa sejumlah issuer ETF, yakni Galaxy Digital, Fidelity, dan Invesco, yang masih menunggu persetujuan spot ETF SOL dari SEC.

    Analis menyatakan jika disetujui, SOL bisa melonjak ke $400–$500, seiring masuknya arus dana institusional besar-besaran.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 28 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 28 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Perspektif Teknis & Lokasi Harga

    • Support kuat kini terletak di kisaran $150–$155, yang sebelumnya dibawahnya SOL sempat terkoreksi
    • Resistance terdekat di US$157–158—menjadi level krusial sebelum potensi breakout berikut menuju zona $160–$170.
    • Beberapa spekulasi teknikal juga menyebut pola cup-and-handle dan bullish EMA crossover, yang mendukung potensi kenaikan harga jangka pendek menuju $180–$183 jika fase konsolidasi berhasil dilewati.

    Arus Modal & Kekuatan Fungsional

    On-chain data mengonfirmasi adanya peningkatan exchange outflows, menandakan investor melakukan hodling, bukan jual.

    Hal ini menjadi cerminan dari menurunnya tekanan jual dan meningkatnya akumulasi. Ini diperkuat oleh aktifnya address institusional dan penyimpanan SOL dalam jumlah besar.

    Implikasi untuk Trader & Investor

    Profil Strategi
    Trader harian Beli saat koreksi ke support $152–$155, target $157–$160, stop-loss di bawah $150
    Swing trader Siapkan posisi jika breakout di atas $158 dengan volume baik; target selanjutnya $180
    Investor jangka menengah Pantau pengumuman ETF SOL; approval bisa memicu bull rally hingga $400+

    Risiko & Tantangan

    1. Volatilitas Derivatif: Volume open interest tinggi di futures bisa memicu koreksi mendadak akibat likuidasi massal.
    2. Ketidakpastian Regulasi ETF: Jika SEC menunda atau menolak persetujuan, optimisme institusional dapat pudar.
    3. Tekanan Pasar Global: Konsidi makroekonomi negatif atau peristiwa eksternal dapat menahan momentum SOL meski fundamental kuat.

    Baca Juga: Solana dan Kazakhstan Sinergi, Dorong Ekonomi Kripto Asia Tengah

    Dengan demikian, lonjakan harga SOL ke US$157 menandakan pergeseran nyata ke arah adopsi institusional.

    Pembelian oleh MemeStrategy menegaskan perlunya SOL sebagai aset cadangan oleh perusahaan publik, diikuti dengan antisipasi terhadap ETF SOL.

    Jika breakout berhasil, SOL bisa melanjutkan tren bullish menuju kisaran $160–$170 dalam jangka pendek, atau bahkan bertujuan ke $400–$500 jika kondisi regulasi mendukung.

    Namun, trader dan investor perlu tetap waspada terhadap potensi volatility tinggi di pasar derivatif dan pergerakan terkait kebijakan pasar kripto.

    Pemantauan aktif terhadap data on-chain, pengajuan ETF, dan aktivitas institusional menjadi hal krusial ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • MicroStrategy Tambah 1.045 BTC, Apa Dampaknya?

    Pada pekan ini, terdapat beberapa perkembangan yang signifikan di pasar kripto, termasuk langkah MicroStrategy yang menambah lagi cadangan Bitcoin (BTC) mereka.

    Momen penting ini selayaknya menjadi berita utama bagi investor kripto dan pengamat pasar yang ingin terus meraup cuan dari sektor aset digital.

    Menurut laporan dari Solid Intel, antara 2 dan 8 Juni 2025, MicroStrategy secara akumulatif membeli 1.045 BTC dengan rata-rata harga Bitoin $105.426, atau senilai sekitar $110,20 juta.

    Konsistensi Strategi Perusahaan

    Langkah ini menegaskan kembali komitmen perusahaan tersebut terhadap strategi long-term “buy and hold”.

    • Skala pembelian: 1.045 BTC dalam seminggu adalah akumulasi yang jelas, menunjukkan tetap kuatnya minat institusi besar pada Bitcoin.
    • Harga rata-rata: $105.426 per BTC, atau sedikit di bawah harga pasar saat ini yang menandakan kesiapan untuk membeli pada harga diskon.

    Minat MicroStrategy mencerminkan strategi diversifikasi jangka panjang, sekaligus kepercayaan akan potensi Bitcoin sebagai store of value.

    Perusahaan ini telah lama menjadi pelopor institusional dalam akumulasi Bitcoin.

    Baca Juga: Bitcoin Anjlok, MicroStrategy Terancam Likuidasi?

    ETH ETF Alami 14 Hari Inflow Berturut-turut

    Selain dari Bitcoin, tweet Solid Intel lain mencatat bahwa Spot Ethereum ETF mengalami aliran masuk selama 14 hari berturut-turut pada awal Juni 2025.

    • Signifikansi: Periode inflow sepanjang itu menunjukkan ESG (Exponential Steady Gains) yang luar biasa di segmen ETF ETH.
    • Implikasi: Konsistensi aliran masuk ini cerminan kuatnya permintaan investor, baik ritel maupun institusi, atas eksposur langsung ke ETH—tanpa harus staking atau menyimpannya di platform DeFi.

    Fakta ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap Ethereum, dipicu oleh dukungan dari Bulls macro, peningkatan likuiditas, serta berbagai produk keuangan berbasis Ethereum seperti ETF.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 10 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 10 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Keterkaitan: Institusi & Produk keuangan

    Kedua peristiwa tersebut—MicroStrategy akumulasi BTC dan panjangnya streak inflow di ETH ETF—merupakan sinyal yang damai dari pergeseran besar: institusi mulai serius memanfaatkan kripto sebagai kelas aset strategis.

    1. Diversifikasi portofolio: MicroStrategy menambah eksposur terhadap Bitcoin, sedangkan investor ETF ETH mengakumulasi eksposur terhadap Ethereum.
    2. Likuiditas & adopsi produk: Sementara Bitcoin disimpan oleh korporasi, ETF memungkinkan investor institusi meraih keuntungan dari ekosistem Ethereum secara mudah dan aman.
    3. Sentimen jangka panjang: Data ini menunjukkan perubahan paradigma, tak sekadar spekulasi harga, tapi alokasi aset berbasis kepercayaan terhadap fundamental jaringan masing-masing.

    Apa artinya untuk Investor Kripto?

    Aspek Dampak
    Kepercayaan institusi Lonjakan akumulasi dan aliran ETF menunjukkan keyakinan jangka panjang pasar besar.
    Prospek pasar Kedua aset berlomba mendapatkan arus modal institusional secara simultan.
    Volatilitas Pembelian skala besar dan ETF dapat meredam fluktuasi jangka pendek.
    Diversifikasi strategi Investor kini memiliki pilihan antara eksposur langsung (BTC) dan akses ETF (ETH).

    Prospek ke Depan

    Dalam tujuh hari terakhir, dua headline besar meresmikan langkah maju kripto:

    • MicroStrategy mempertegas komitmen terhadap Bitcoin dengan pembelian baru 1.045 BTC senilai USD 110 juta.
    • Produk Spot ETH ETF mencatatkan inflow 14 hari berturut-turut, bahkan prestasi terbaik setelah awal 2025.

    Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 10 Juni 2025: Bitcoin Kembali Tembus Harga $110K

    Gambaran besar menunjukkan perubahan penting: kripto bukan lagi aset eksklusif ritel, tetapi semakin menjadi arena strategis bagi institusi besar. Untuk investor, kedua perkembangan ini menandakan:

    • Momentum bullish yang didorong oleh kepercayaan dan aksi nyata.
    • Peluang diversifikasi antara BTC dan ETH, sesuai profil risiko dan preferensi strategi.

    Bagi pelaku pasar yang cermat, penggabungan data on-chain, akumulasi institusional, dan pola inflow ETF adalah unsur penting yang harus dipantau.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • MicroStrategy Kumpulkan Dana $604 Juta untuk Beli 9.245 Bitcoin

    MicroStrategy mengumpulkan $603,75 juta dan menggunakannya untuk membeli lebih banyak Bitcoin. MicroStrategy mengungkapkan akuisisinya atas 9.245 BTC dengan nilai sekitar $623 juta, meningkatkan kepemilikan Bitcoinnya menjadi 214.246 BTC.

    Pembelian ini menjadikan MicroStrategy pemegang Bitcoin terbesar kedua di belakang iShares Bitcoin Trust milik BlackRock. Harga Bitcoin berfluktuasi dan turun baru-baru ini, tetapi MicroStrategy melihatnya sebagai investasi jangka panjang.

    Untuk memberikan konteks, BlackRock, melalui iShares Bitcoin Trust (IBIT), memiliki sekitar 237,339 Bitcoin, senilai sekitar $15,94 miliar. Hal ini menyoroti semakin ketatnya persaingan antara MicroStrategy dan BlackRock dalam lanskap investasi Bitcoin.

    Berdasarkan permintaan pasar, MicroStrategy sebelumnya memperkirakan akan mengumpulkan antara $515 juta dan $592,3 juta. Namun, MicroStrategy mengumpulkan sekitar $603,75, setelah tambahan obligasi senior yang dapat dikonversi sebesar $78,75 juta.

    Menurut ketua eksekutif Michael Saylor, MicroStrategy mengungguli dana yang dikumpulkan dengan kelebihan uang tunai untuk memperoleh Bitcoin dengan harga rata-rata $67.382 per koin.

    Dinamika Pasar Bitcoin

    ilustrasi Bitcoin
    Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: 5 Memecoin Teratas yang Potensi Melonjak 10x Lipat pada Tahun 2024

    Fluktuasi harga Bitcoin baru-baru ini telah menyebabkan peningkatan volatilitas pasar, mengakibatkan lebih dari $664 juta dilikuidasi dari pasar leverage kripto dalam periode 24 jam. Nilai Bitcoin turun lebih dari 7% dalam satu hari terakhir, mencapai sekitar $63.500 pada awal sesi New York pada hari Selasa (19/3).

    Penembusan level support penting di $69.000 pada awal minggu ini telah mendorong pergeseran sentimen di kalangan pedagang mata uang kripto, dengan banyak yang mengadopsi pandangan bearish untuk jangka pendek.

    Meskipun ada seruan untuk “membeli saat turun”, para pedagang mencari perlindungan di pasar stablecoin di tengah antisipasi berita berdampak tinggi dari Amerika Serikat mengenai suku bunga pada hari Rabu.

    Ketika ketidakpastian mulai muncul, para pelaku pasar bersiap menghadapi potensi gejolak pasar dan menyesuaikan strategi mereka.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading crypto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Anjlok, MicroStrategy Terancam Likuidasi?

    MicroStrategy, perusahaan yang dikenal karena strategi agresifnya dalam mengakuisisi Bitcoin, kini menghadapi tekanan besar akibat ketidakpastian pasar.

    Saham perusahaan ini telah anjlok lebih dari 55%, menimbulkan kekhawatiran apakah mereka akan dipaksa untuk menjual kepemilikan Bitcoin mereka yang hampir mencapai 500.000 BTC dengan nilai sekitar $43,7 miliar.

    Strategi Pembelian Bitcoin MicroStrategy

    MicroStrategy telah mengadopsi strategi akumulasi Bitcoin dengan harga rata-rata $66.350 per koin.

    Untuk mendanai pembelian ini, perusahaan menerbitkan obligasi konversi dengan bunga 0% dan menjual saham, sehingga berhasil mempertahankan portofolio Bitcoin senilai $43,4 miliar dengan utang mencapai $8,2 miliar.

    Risiko Likuidasi dan Utang Jangka Panjang

    Sebagian besar utang MicroStrategy jatuh tempo pada tahun 2028, sehingga risiko likuidasi dalam waktu dekat masih minim.

    Namun, potensi likuidasi hanya bisa terjadi jika perusahaan mengalami kebangkrutan atau ada keputusan pemegang saham untuk membubarkan perusahaan.

    Mengingat Michael Saylor masih mengendalikan 47% hak suara, skenario ini tampaknya tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat.

    Ancaman dari Penurunan Harga Bitcoin

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 27 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 27 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Skenario yang dapat memicu krisis likuiditas bagi MicroStrategy adalah penurunan drastis harga Bitcoin.

    Jika ini terjadi, perusahaan mungkin akan kesulitan mengumpulkan modal tambahan untuk mempertahankan strateginya.

    Namun, Saylor tampaknya tetap optimis dan bahkan menyatakan bahwa MicroStrategy akan membeli lebih banyak Bitcoin jika harga turun secara signifikan.

    Dilema Investor

    Dengan kondisi ini, Investor kini dihadapkan pada pilihan sulit: terus mendukung strategi agresif MicroStrategy dalam investasi Bitcoin atau mempertimbangkan kembali keputusan mereka.

    Jika harga Bitcoin dan saham MicroStrategy terus merosot, perusahaan dapat menghadapi tantangan besar dalam jangka panjang, yang dapat mengancam stabilitas bisnis mereka.

    Ke depannya, keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada pergerakan harga Bitcoin dan kemampuan MicroStrategy dalam mempertahankan kepercayaan investor serta likuiditas mereka di tengah ketidakpastian pasar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pecahkan Rekor, Strategy Beli $2 Miliar Bitcoin

    Perusahaan investasi global Strategy baru saja mengumumkan pembelian Bitcoin senilai $2 miliar (sekitar Rp 31 triliun) sebagai bagian dari alokasi aset reservanya.

    Pembelian ini tercatat sebagai investasi Bitcoin terbesar oleh institusi sepanjang 2025, sekaligus menegaskan kembali kepercayaan pasar terhadap aset kripto meski di tengah gejolak volatilitas.

    Berdasarkan laporan resmi Strategy, pembelian Bitcoin dilakukan secara bertahap selama Q3 2025 melalui kombinasi pembelian langsung di pasar spot dan kerja sama dengan platform over-the-counter (OTC).

    Perusahaan mengklaim dana ini berasal dari alokasi kas perusahaan yang sebelumnya diinvestasikan dalam instrumen tradisional seperti obligasi pemerintah dan emas.

    Akusisi Bitcoin Kembali

    Dengan pembelian ini, total kepemilikan Bitcoin dari Strategy mencapai 45.000 BTC, menempatkannya di peringkat ketiga institusi pemegang Bitcoin terbesar di dunia, di bawah MicroStrategy (190.000 BTC) dan Tesla (12.000 BTC).

    Dalam konferensi pers, Michael Saylor selaku CEO Strategy, menjelaskan motivasi di balik langkah besar ini.

    “Bitcoin bukan sekadar aset spekulatif, melainkan penyimpan nilai yang superior di era digital. Dengan inflasi global yang masih fluktuatif dan ketidakpastian pasar obligasi, kami yakin Bitcoin adalah solusi jangka panjang untuk melindungi kekayaan perusahaan,” ujar Saylor sebagaimana dikutip dari Coinpaprika pada Rabu (26/2).

    Sementara itu, analis menyoroti timing pembelian ini. Strategy membeli Bitcoin saat harganya terkoreksi ke level $43.000, turun 28% dari rekor tertinggi 2025 di kisaran $60.000.

    Reaksi Pasar Kripto

    Meskipun strategi agresif ini mencerminkan kepercayaan jangka panjang terhadap aset digital, saham perusahaan tersebut telah berkinerja buruk dalam beberapa bulan terakhir.

    Meskipun akumulasinya stabil, saham MSTR telah turun, meningkatkan kekhawatiran tentang risiko keuangan yang terkait dengan volatilitas harga Bitcoin .

    Strategi Saylor konsisten menggunakan modal dari penjualan saham untuk mendanai pembelian Bitcoin. Namun, kondisi pasar telah menghadirkan tantangan.

    Melemahnya harga Bitcoin telah memengaruhi mata uang kripto dan kinerja saham Strategy, membuat beberapa investor berhati-hati tentang stabilitas keuangan perusahaan.

    Produk Keuangan Baru

    Selain penawaran saham, Strategy telah memperkenalkan produk keuangan baru, seperti sekuritas berjangka, untuk mendiversifikasi pendekatan penggalangan modalnya.

    Investor institusional, termasuk BlackRock, sekarang memegang sebagian saham perusahaan, yang menggarisbawahi skala transaksi ini.

    Beberapa analis berspekulasi bahwa akuisisi Bitcoin yang besar ini dapat menciptakan kompleksitas pajak , tetapi Saylor tetap fokus pada pertumbuhan jangka panjang.

    Ke depannya, pasokan Bitcoin di bursa terus menurun, yang mengindikasikan adanya potensi guncangan pasokan di masa mendatang.

    Jika Bitcoin memasuki fase bullish lainnya, akumulasi agresif Strategy dapat membuahkan hasil.

    Namun, ketergantungan perusahaan pada penjualan saham menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan, terutama jika kondisi bearish terus berlanjut.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Strategy Kini Kuasai 650.000 BTC, Siapkan Kas Dividen Puluhan Triliun

    Strategy, perusahaan treasury bitcoin yang sebelumnya bernama MicroStrategy, kembali menambah kepemilikan Bitcoin-nya. Dalam laporan 8-K ke Securities and Exchange Commission (SEC) pada Senin (1/12/2025) waktu setempat, perusahaan mengumumkan pembelian tambahan 130 bitcoin (BTC) senilai sekitar US$11,7 juta.

    Pembelian dilakukan antara 17–30 November dengan harga rata-rata US$89.960 per BTC. Dengan transaksi terbaru ini, Strategy kini memegang total 650.000 BTC, yang bernilai sekitar US$56 miliar berdasarkan harga pasar saat ini. Menurut salah satu pendiri sekaligus executive chairman Michael Saylor, rata-rata harga beli Strategy berada di US$74.436 per BTC dengan total biaya sekitar US$48,4 miliar termasuk fee dan biaya lain. Artinya, meski pasar kripto tengah lesu, perusahaan masih mencatat keuntungan belum terealisasi sekitar US$7,6 miliar di atas kertas.

    Dilaporkan The Block, kepemilikan itu mewakili lebih dari 3% dari total suplai maksimal bitcoin yang hanya 21 juta BTC.

    Dana Dividen Jumbo: USD Reserve US$1,44 Miliar

    Bersamaan dengan pengumuman pembelian Bitcoin, Strategy juga mengumumkan pembentukan cadangan kas dalam denominasi dolar AS (USD Reserve) senilai US$1,44 miliar. Dana ini disiapkan khusus untuk:

    • membayar dividen saham preferen, dan
    • bunga atas utang yang sudah ada.

    Cadangan dolar tersebut berasal dari hasil penjualan saham biasa Class A (MSTR) melalui program at-the-market (ATM). Dalam dua minggu terakhir, Strategy menjual 8.214.000 saham MSTR dan meraup dana sekitar US$1,48 miliar.

    Perusahaan menyatakan niat untuk mempertahankan USD Reserve dalam jumlah yang cukup menutup setidaknya 12 bulan pembayaran dividen, dengan target jangka menengah untuk memperkuat cadangan hingga bisa meng-cover 24 bulan atau lebih. Namun, besar kecilnya cadangan tetap bisa disesuaikan sewaktu-waktu bergantung kondisi pasar dan kebutuhan likuiditas perusahaan.

    “Membangun USD Reserve untuk melengkapi BTC Reserve menandai tahap berikutnya dalam evolusi kami,” kata Saylor. Menurutnya, langkah ini diambil agar Strategy lebih siap menghadapi volatilitas jangka pendek sembari tetap mengejar visi menjadi issuer utama Digital Credit berbasis bitcoin.

    Baca juga: Bitcoin Rontok! Tapi Michael Saylor Malah Tambah Beli BTC, Nekat?

    Didanai Penjualan Saham, Bukan Menjual Bitcoin

    Strategy menegaskan, pembelian bitcoin terbaru dan pembentukan USD Reserve tidak didanai dari penjualan BTC, melainkan dari penjualan saham MSTR di pasar.

    Per 30 November, perusahaan masih memiliki ruang hingga US$13,37 miliar untuk penerbitan dan penjualan tambahan saham biasa Class A di bawah program ATM yang sama.

    Untuk saham preferen perpetual, tidak ada penjualan baru pada periode tersebut. Namun, Strategy masih punya kapasitas hingga US$30,2 miliar untuk menerbitkan saham preferen melalui program ATM yang terpisah.

    Sempat Dianggap “Pause” Beli Bitcoin

    Sepekan sebelumnya, pasar sempat mengira Strategy menghentikan pembelian rutin bitcoin setelah tidak ada pengumuman akuisisi baru, dengan total kepemilikan tercatat masih 649.870 BTC. Namun, karena pengumuman terbaru mencakup periode 17–30 November, belum jelas kapan tepatnya 130 BTC tambahan tersebut dibeli.

    Langkah ini menyusul apa yang disebut Saylor sebagai “big week” pada minggu sebelumnya, ketika Strategy membeli 8.178 BTC senilai sekitar US$835,6 juta, salah satu akuisisi terbesar sejak Juli lalu.

    Alih-alih memberi kode pembelian seperti biasanya, Saylor pada Minggu hanya mengunggah pembaruan pelacak bitcoin Strategy disertai kalimat, “What if we start adding green dots?” yang diduga mengacu pada penambahan titik hijau untuk menandai USD Reserve baru senilai US$1,44 miliar tersebut.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Rontok! Tapi Michael Saylor Malah Tambah Beli BTC, Nekat?

    Pasar kripto sedang gemetar. Bitcoin jatuh tajam hampir 9% dalam sepekan, salah satu koreksi paling brutal di siklus ini. Investor panik. Analis saling lempar prediksi kiamat. Namun di tengah hiruk-pikuk itu, satu figur justru tampil santai… bahkan makin percaya diri.

    Ya, Michael Saylor, pimpinan Strategy, perusahaan publik dengan cadangan Bitcoin terbesar di dunia, lagi-lagi menunjukkan bahwa badai bukan alasan untuk goyah.

    Dan langkahnya kali ini kembali memicu satu pertanyaan besar:
    “Apa yang dia tahu tentang Bitcoin, yang orang lain tidak?”

    Strategy Tetap Tenang: “Rencana Jangka Panjang Tidak Berubah”

    Meski Bitcoin babak belur dan sentimen pasar memanas, Strategy menegaskan bahwa mereka tidak berniat mengubah strategi akumulasi Bitcoin. Tidak ada pengumuman pembelian baru, tetapi Saylor kembali menegaskan bahwa visi jangka panjang perusahaan tetap kokoh.

    Yang mengejutkan, portofolio Bitcoin Strategy masih untung sekitar 16%. Mereka memegang 649.870 BTC, dibeli dengan harga rata-rata $74.430 Sementara itu, kinerja saham perusahaan berkata lain…

    MSTR Runtuh ke $170: Premium Hilang, Tekanan Meningkat

    Harga saham Strategy (MSTR) merosot mendekati $170, menghapus hampir seluruh premium yang sebelumnya melejit karena optimisme Bitcoin.

    Kini, analis mulai bertanya-tanya: Apakah Strategy masih punya bantalan finansial yang cukup? Apa yang terjadi jika Bitcoin kembali terjun bebas? Sampai kapan Saylor bisa bertahan dengan strategi “all-in Bitcoin”-nya?

    Pasar sepertinya belum menemukan jawabannya.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 24 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 24 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Krisis Makro Semakin Mencekik

    Menurut catatan yang dikutip ZeroHedge, Bank of America memperingatkan bahwa:

    • The Fed sudah di ujung tanduk dan “perlu memangkas suku bunga.”
    • Jika The Fed menyerah pada pengetatan moneter, Bitcoin akan jadi aset pertama yang bereaksi keras.

    Pendapat itu hanya menambah kepanikan di pasar yang sudah rapuh.

    Retail Malah Bandel: 77.8% Bilang “Tidak Jual!”

    Dikutip Coindoo, di tengah drama harga, Saylor menggelar survei komunitas.
    Hasilnya mengejutkan:

    77.8% responden mengaku tidak menjual Bitcoin sama sekali selama kejatuhan terbaru.

    Artinya, mayoritas pemilik ritel masih teguh dengan strategi HODL mereka, meski BTC sempat turun mendekati $80.000. Namun tidak semua orang seoptimis itu.

    Kritik: “Bitcoin Justru Aset Paling Rapuh Saat Krisis”

    Sebagian analis menilai penurunan terbaru membuktikan bahwa:

    • Bitcoin masih sangat rentan terhadap gejolak makro.
    • Setiap koreksi membuat BTC berpindah dari tangan kuat ke tangan lemah.
    • Siklus ini bisa memicu penjualan yang lebih besar di masa depan.

    Masih jauh dari konsensus, tetapi keraguan ini membuat tekanan pasar semakin dalam.

    Panik? Semua Orang Panik… Kecuali Saylor

    Ketika investor lain sibuk mengukur kerugian, Michael Saylor tetap pada satu keyakinan:

    Bitcoin adalah masa depan, dan badai hanyalah peluang beli.

    Apakah dia benar lagi, seperti di siklus-siklus sebelumnya? Ataukah kali ini dia salah langkah?

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ini Alasan Mengapa Supply yang Terbatas Bisa Pengaruhi Harga Bitcoin


    Jakarta

    Bitcoin dikenal sebagai salah satu aset digital paling revolusioner dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu karakteristik uniknya adalah supply atau pasokan yang terbatas, yaitu hanya 21 juta koin yang dapat ditambang.

    Berbeda dengan mata uang tradisional yang bisa dicetak atau diatur oleh bank sentral, jumlah Bitcoin yang tersedia tidak akan pernah melebihi batas tersebut. Hal ini membawa dampak signifikan terhadap harga bitcoin, dan berikut ini pembahasan yang akan mengupas mengapa supply yang terbatas bisa memengaruhi harga Bitcoin secara signifikan.

    Konsep Supply dan Demand dalam Ekonomi

    Untuk memahami bagaimana supply Bitcoin yang terbatas memengaruhi harganya, kita perlu melihat pada konsep dasar ekonomi, yaitu supply (penawaran) dan demand (permintaan). Ketika penawaran suatu barang terbatas sementara permintaan terhadap barang tersebut tetap bahkan meningkat, harga akan cenderung naik. Ini berlaku di pasar apapun, termasuk pasar cryptocurrency seperti Bitcoin.


    Dalam kasus Bitcoin, dengan supply yang terbatas dan semakin banyak orang yang ingin memilikinya, mekanisme ini mulai berlaku. Jika permintaan terus bertambah tetapi ketersediaan Bitcoin tetap stagnan atau bahkan menurun, harga secara alami akan terdorong naik.

    Bitcoin, Aset dengan Supply Terbatas

    Bitcoin didesain dengan jumlah maksimum yang sudah ditentukan dari awal. Sejak pertama kali diciptakan oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2009, aturan utama Bitcoin adalah bahwa hanya akan ada 21 juta Bitcoin yang dapat ditambang. Saat ini, lebih dari 19 juta Bitcoin sudah beredar di pasar, dan setiap empat tahun sekali, jumlah Bitcoin yang ditambang melalui proses yang disebut halving akan semakin berkurang.

    Halving adalah mekanisme pengurangan reward untuk penambang yang terjadi setiap 210.000 blok atau kira-kira setiap empat tahun. Artinya, semakin sedikit Bitcoin yang akan diterbitkan di masa depan, sehingga proses ini secara bertahap memperketat penawaran Bitcoin yang baru.

    Pengaruh Halving pada Supply dan Harga

    Setiap kali terjadi halving, jumlah Bitcoin baru yang bisa ditambang per blok berkurang setengahnya. Misalnya, pada awalnya, penambang menerima 50 Bitcoin per blok. Namun, setelah beberapa kali halving, reward saat ini hanya sebesar 6,25 Bitcoin per blok.

    Penurunan pasokan Bitcoin yang masuk ke pasar ini menciptakan ketidakseimbangan antara supply dan demand. Sebagai contoh, ketika halving terakhir terjadi pada tahun 2020, harga Bitcoin melonjak dalam waktu beberapa bulan setelahnya. Mengapa demikian? Karena meskipun penawaran baru Bitcoin berkurang, permintaan dari investor dan pengguna tetap ada, bahkan cenderung meningkat seiring dengan adopsi yang lebih luas.

    Inilah mengapa banyak analis pasar berpendapat bahwa setiap kali terjadi halving, harga Bitcoin akan mengalami kenaikan jangka panjang, meskipun mungkin tidak langsung terlihat. Seiring waktu, dengan semakin sedikit Bitcoin yang tersedia untuk ditambang, nilai Bitcoin yang sudah ada menjadi semakin berharga.

    Bitcoin sebagai “Emas Digital”

    Banyak orang menyebut Bitcoin sebagai “emas digital” karena karakternya yang mirip dengan emas dalam hal kelangkaan. Sama seperti emas yang terbatas di bumi, Bitcoin pun memiliki jumlah yang terbatas. Kelangkaan inilah yang menciptakan nilai bagi kedua aset tersebut.

    Namun, perbedaan utama antara Bitcoin dan emas adalah bahwa supply Bitcoin sudah pasti, sementara jumlah emas yang ada di dunia mungkin akan terus bertambah seiring ditemukannya tambang-tambang baru. Ini membuat Bitcoin semakin langka seiring berjalannya waktu, sehingga memengaruhi persepsi nilai di kalangan investor.

    Mengapa Investor Tertarik dengan Supply yang Terbatas?

    Investasi pada aset yang langka atau memiliki keterbatasan supply biasanya lebih menarik bagi para investor. Mereka melihat potensi kenaikan harga seiring meningkatnya permintaan di masa depan. Karena Bitcoin memiliki batasan supply yang jelas dan tak dapat diubah, banyak investor yakin bahwa harga Bitcoin akan terus naik seiring dengan meningkatnya permintaan global, terutama ketika adopsi institusional dan pemerintah semakin meluas.

    Selain itu, karena Bitcoin tidak diatur oleh entitas sentral atau pemerintah, hal ini menambah daya tariknya sebagai aset yang tidak rentan terhadap inflasi. Dengan supply yang terbatas, investor merasa lebih aman menyimpan kekayaan mereka dalam bentuk Bitcoin daripada uang fiat yang dapat dengan mudah dicetak dan mengakibatkan inflasi.

    Faktor-Faktor Lain yang Memengaruhi Harga Bitcoin

    Tentu saja, supply bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi harga Bitcoin. Ada beberapa faktor lain yang juga harus dipertimbangkan:

    1. Adopsi Institusional

    Ketika perusahaan besar seperti Tesla, MicroStrategy, atau institusi keuangan lainnya membeli Bitcoin dalam jumlah besar, hal ini dapat meningkatkan permintaan, yang pada akhirnya mendorong harga naik.

    2. Peraturan Pemerintah

    Kebijakan regulasi di berbagai negara juga memiliki dampak besar terhadap harga Bitcoin. Ketika regulasi yang mendukung cryptocurrency diberlakukan, hal ini sering kali menyebabkan kenaikan harga, sebaliknya kebijakan yang membatasi dapat menurunkan harga.

    3. Sentimen Pasar

    Pergerakan harga Bitcoin juga sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar. Berita tentang peretasan, penipuan, atau kemajuan teknologi blockchain dapat memengaruhi harga dalam jangka pendek.

    Supply Terbatas, Potensi Besar

    Jadi, mengapa supply Bitcoin yang terbatas bisa memengaruhi harganya? Jawabannya terletak pada prinsip ekonomi dasar. Ketika supply terbatas dan demand terus tumbuh, harga akan naik.

    Dengan hanya 21 juta Bitcoin yang pernah ada, supply terbatas ini memberikan Bitcoin karakteristik yang mirip dengan aset langka lainnya, seperti emas. Namun, dengan teknologi yang mendasarinya dan potensi untuk adopsi global yang terus meningkat, Bitcoin memiliki potensi pertumbuhan yang jauh lebih besar di masa depan.

    Jika Anda tertarik untuk mulai berinvestasi dalam Bitcoin atau ingin menjelajahi dunia cryptocurrency lebih dalam, platform Tokocrypto adalah tempat yang tepat untuk memulai. Tokocrypto menawarkan cara yang mudah dan aman untuk membeli, menjual, dan menyimpan Bitcoin serta berbagai altcoin lainnya. Sebagai salah satu platform cryptocurrency terkemuka di Indonesia, Tokocrypto membantu Anda memasuki dunia investasi digital dengan lebih siap.

    (Content Promotion/TKO)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Cetak Rekor Lagi, Diprediksi Bisa Tembus Rp 1,5 M


    Jakarta

    Harga mata uang kripto, Bitcoin, tembus di atas US$ 89.000 atau Rp 1,39 miliar (kurs Rp 15.700) usai kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS). Harga Bitcoin diperkirakan terus naik hingga US$ 100.000 atau Rp 1,57 miliar.

    Dikutip dari CNBC, Senin (12/11/2024), Coin Metrics melaporkan nilai kripto sempat naik hingga 12% ke posisi US$ 89.174. Bahkan belum lama ini, mencapai titik tertinggi baru di US$ 89.623.

    Ether naik lebih dari 7% menjadi US$ 3.371,79 setelah kenaikan 30% dalam seminggu terakhir. Token keuangan terdesentralisasi yang terkait dengan Cardano naik 4,7%. Dogecoin terus naik, naik hampir 24%.


    Dalam sesi perdagangan reguler pada Senin, Coinbase ditutup naik 19,8%, sementara MicroStrategy naik lebih dari 25,7%. Kedua saham tersebut lebih tinggi dalam perdagangan yang diperpanjang.

    Kepala Keuangan dan Pasar di platform investasi Hargreaves Lansdown, Susannah Streeter, mencatat bahwa kenaikan kripto terjadi di tengah euforia pasar yang dipicu oleh kemenangan Trump minggu lalu.

    “Janjinya untuk berinvestasi penuh pada kripto telah membawa Bitcoin ke rekor baru,” kata Streeter.

    Selama kampanye, Trump memberikan banyak janji kepada industri kripto, termasuk menjadikan AS sebagai Ibu Kota Kripto. Ia juga bersikeras bahwa semua Bitcoin harus ditambang di negara tersebut.

    Dia juga berjanji untuk melengserkan Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS Gary Gensler, yang telah melakukan pendekatan agresif terhadap kripto. Langkah ini dijanjikannya meskipun presiden tidak memiliki kewenangan untuk melakukannya.

    Beberapa analis memperkirakan kripto terus meningkat. Disebut-sebut nilai Bitcoin dapat melesat hingga US$ 100.000 pada akhir tahun, menandai tonggak sejarah baru.

    “Sebagian alasannya (kenaikan nilai kripto) adalah karena sifat pemerintahan Trump yang ramah terhadap kripto, yang diharapkan oleh para investor akan menghasilkan kejelasan regulasi di AS,” katanya.

    Simak juga video: Elon Musk Dinyatakan Tak Bersalah Atas Tudingan Manipulasi Dogecoin

    [Gambas:Video 20detik]

    (shc/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Tembus Rp 1,7 M, Donald Trump Biang Keroknya!


    Jakarta

    Aset kripto Bitcoin terus mengalami peningkatan, bahkan Bitcoin sempat menyentuh harga US$ 107 ribu atau sekitar Rp 1,7 miliar (kurs Rp 15.925) pada perdagangan hari Senin kemarin. Hal ini merupakan respons pasar terhadap langkah yang bakal diambil Donald Trump ketika resmi menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat.

    Trump menegaskan dia berencana membuat cadangan strategis Bitcoin yang dibuat menyerupai cadangan minyak strategis di AS. Hal ini memicu antusiasme investor kripto.

    Dilansir dari Reuters, Selasa (17/12/2024), sentimen investor juga terangkat oleh masuknya MicroStrategy ke dalam indeks Nasdaq 100. MicroStrategy selama ini dikenal sebagai perusahaan yang cukup banyak memiliki cadangan Bitcoin.


    Dengan masuk indeks Nasdaq 100, artinya perusahaan itu kemungkinan akan menghasilkan lebih banyak arus modal yang bisa berubah menjadi pembeli Bitcoin.

    Analis Pasar dari IG Analyst, Tony Sycamore menyebut Bitcoin masih bisa terbang ke level US$ 110 ribu dengan situasi dan kondisi yang ada sekarang.

    “Angka berikutnya yang akan dicari pasar adalah US$ 110 ribu. Penurunan yang ditunggu banyak orang ternyata tidak terjadi, karena sekarang kita punya berita baik,” sebut Tony.

    Investor telah bertaruh bahwa pemerintahan Donald Trump yang akan datang akan membawa lingkungan regulasi yang lebih bersahabat buat aset kripto. Ini meningkatkan sentimen yang baik di seputar mata uang alternatif tersebut. Bitcoin saja sudah naik sekitar 150% nilainya pada tahun 2024.

    Trump sendiri sudah menegaskan dia ingin agar Amerika Serikat menjadi yang terdepan dalam urusan regulasi kripto.

    “Kami akan melakukan sesuatu yang hebat dengan kripto. Kami ingin menjadi yang terdepan,” kata Trump.

    Ketika ditanya apakah ia berencana untuk membangun cadangan kripto yang mirip dengan cadangan minyak. Dia mengatakan hal itu bisa saja terjadi.

    Menurut data CoinGecko, pemerintah di seluruh dunia memegang sekitar 2,2% dari total pasokan Bitcoin per Juli. Amerika Serikat memiliki hampir 200.000 bitcoin yang bernilai lebih dari US$ 20 miliar saat ini. China, Inggris, Bhutan, dan El Salvador juga menjadi negara-negara lain dengan jumlah bitcoin yang signifikan.

    Simak juga Video ‘Ancaman Trump ke Hamas: Bebaskan Sandera atau Kekacauan akan Terjadi’:

    [Gambas:Video 20detik]

    (hal/kil)



    Sumber : finance.detik.com