Tag: nft art

  • Yuk, Cari Tahu Siapa Saja NFT Artist yang Memiliki Karya Termahal

    Seperti yang kita ketahui, dunia kesenian kini sedang didominasi oleh seni digital. Bahkan, tidak sedikit pula seniman rupa yang beralih dengan memproduksi karya seni berbentuk digital. Fenomena ini semakin ramai dengan kemunculan NFT sekaligus para NFT artist dengan karya termahal di sekitar kita. Penasaran siapa saja? Eits, sebelum itu, simak penjelasan singkat mengenai NFT dalam dunia seni lebih dulu, yuk!

    Pergeseran Tren Karya Seni Menjadi NFT

    Jika dahulu para kolektor seni berbondong-bondong mengoleksi lukisan hasil karya pelukis ternama, kini tren tersebut sudah mulai bergeser menjadi mengoleksi seni digital berupa NFT. NFT atau Non-Fungible Token merupakan karya seni yang berada pada teknologi blockchain dan dilengkapi dengan kode unik agar keaslian dan kepemilikannya dapat terjamin. Selain dalam bentuk seni digital, NFT juga dapat berbentuk musik dan video.

    Saat membahas NFT khususnya NFT art, sudah banyak seniman digital dari seluruh dunia yang memamerkan dan menjual karya seni terbaiknya dalam bentuk NFT. Melalui marketplace NFT sebagai wadah untuk jual-beli NFT art, para NFT artist ini berhasil menarik perhatian para kolektor seni.

    6 NFT Artist dengan Karya Termahal di Dunia

    Tidak dapat dipungkiri bahwa setelah 4 tahun sejak kelahirannya di tahun 2017, NFT menghasilkan banyak NFT artist berbakat dengan karya yang unik dan limited edition. Hal inilah yang mendorong karya seni mereka menjadi dihargai amat sangat tinggi alias mahal. Berikut ini deretan NFT artist ternama dengan karya seni termahal, yaitu:

    NFT artist yang kerap mengeluarkan karya realistis ini telah menerbitkan lebih dari 845 NFT dengan rata-rata harga per kepingnya lebih dari 133.849 USD Karya seni Beeple yang berjudul “Everydays: The First 5000 Days” berhasil terjual sebagai NFT seharga lebih dari 69 juta USD di Christie’s, sebuah rumah lelang ternama. Fenomena ini juga yang membuat peminat NFT dan cryptocurrency menjadi semakin meluas.

    Seniman pop art surealis yang satu ini juga sedang naik daun. Hal ini disebabkan oleh keberhasilannya dalam menjual lebih dari 3.103 keping NFT dengan rata-rata harga sekitar 5.812 USD, dengan usianya yang masih tergolong muda. Fewocious semakin dikenal luas berkat NFT art berjudul “The Everlasting Beautiful”, yang juga menjadi karya seni miliknya yang paling banyak terjual. 

    Sebagai seniman visual yang sangat terobsesi dengan hubungan antara seni dan teknologi, membuat Trevor Jones berpindah dari medium kanvas ke kode QR dan augmented reality. Di dunia NFT, seniman ini banyak melakukan kolaborasi dengan artist besar seperti Jose Delbo, yang menghasilkan NFT terlaris dengan judul “Genesis” seharga 553.169 USD. Hingga kini, ia telah menjual lebih dari 5.284 NFT.

    NFT artist yang menggunakan nama Mad Dog Jones ini telah berkecimpung di dunia NFT dengan ciri khas menggabungkan seni visual dan musik. Karya seni terlaris yang dijadikan NFT miliknya berjudul “Boardwalk”, berbentuk video yang menggambarkan keadaan kota metropolitan di saat hujan. NFT tersebut terjual seharga 388.888 USD. Sampai sekarang, Mad Dog Jones telah menjual lebih dari 1.567 keping NFT.

    NFT artist ini berhasil menarik perhatian masyarakat dengan karya seni yang cenderung progresif dengan tema yang tidak terduga. Sejak masuk dunia NFT, SlimeSunday berhasil menjual lebih dari 6.508 keping NFT dengan rata-rata harga per kepingnya sekitar 1.784 USD. NFT terlaris miliknya bertajuk “The Process” yang berisi kolase dan musik. Ia juga kerap melakukan kolaborasi dengan seniman lain yaitu 3lau.

    Sebagai NFT artist ternama, Hackatao dikenal dengan karya seni yang kerap mengeksplor tema lingkungan dan kemanusiaan. Duo yang terdiri dari Nadia Squarci dan Sergio Scalet ini berhasil menciptakan NFT bertajuk “Kim Jong Un – ‘Dead and Alive’ Edition” yang kemudian menjadi karya seni terlaris miliknya, kurang lebih terjual di harga 276.136 USD. Hingga kini, Hackatao telah menjual lebih dari 1.504 keping NFT.

    Berkarya Lewat Marketplace NFT di Indonesia, TokoMall

    Kehadiran NFT sangat membuka peluang bagi para seniman, khususnya seniman rupa yang sedang mengalami kesulitan di masa yang serba canggih ini serta pandemi yang juga masih berlangsung. Para seniman kini dapat berpindah ke bidang seni digital menjadi NFT Artist untuk kemudian diterbitkan sebagai NFT di berbagai marketplace NFT yang tersedia.

    Tak hanya di luar negeri saja, Indonesia kini sudah memiliki marketplace NFT yaitu TokoMall. TokoMall menjadi salah satu pionir munculnya marketplace NFT di Indonesia. Dengan kehadirannya, TokoMall dapat menjadi wadah bagi para seniman untuk membagikan karya seni terbaiknya dalam bentuk NFT dan menjualnya kepada para penikmat seni.

    Sejumlah NFT artist juga sudah ikut serta memamerkan dan menjual karya seni miliknya dalam bentuk NFT di TokoMall sebagai official merchant, lho. Di antaranya ada Si Juki, Alipjon, Soresore, hingga Nevertoolavish. 

    Selain itu, ada juga NFT artist yang sedang naik daun di dunia NFT, nih, yaitu SIPHER. SIPHER menyuguhkan NFT art berupa karakter dari game NFT “SIPHER” yang masih coming soon. Sambil menunggu perilisannya, SIPHER menjual sejumlah karakter dari game tersebut dalam bentuk NFT, salah satunya melalui kerja sama dengan Tokocrypto.

    Para seniman kini dapat ikut bergabung di TokoMall dengan mendaftarkan dirinya sebagai merchant dan melakukan minting karya NFT terbaiknya setelah lolos review dan juga verifikasi. Kemudian, NFT tersebut dapat dipublikasikan setelah seniman membayar sejumlah gas fee. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, daftarkan diri Anda di TokoMall sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berikut Jenis-jenis Karya Seni yang Anda Perlu Ketahui!

    Bahasan seputar dunia kesenian memang tidak berujung, terlebih lagi soal seni rupa dan ketenaran seni visual di zaman sekarang. Namun, masih banyak orang yang belum tahu bahwa ternyata seni rupa berbeda dengan seni visual. Nah, agar Anda tidak ikut terkecoh, simak penjelasan mengenai perbedaan dari kedua kategori seni tersebut disertai jenis-jenis karya seni berikut ini!

    Perbedaan antara Seni Rupa vs Seni Visual

    Melihat fenomena yang terjadi, masih banyak orang yang masih menganggap bahwa seni rupa dan seni visual merupakan satu hal yang sama. Di sisi lain, tidak sedikit pula yang sudah mengetahui kedua jenis karya seni tersebut berbeda, tetapi masih belum tahu pasti apa perbedaan di antara keduanya.

    Setelah ditinjau dari beberapa aspek, ternyata perbedaan antara seni rupa dan seni visual dapat dibedakan berdasarkan tiga hal, yaitu: 

    1. Berdasarkan Pengertian

    Seni rupa cenderung dibuat atas dasar nilai estetika dan keindahan tanpa mementingkan nilai fungsional, sementara seni visual merupakan bagian dari seni kreatif yang dibuat agar bisa menjadi sebuah wadah apresiasi bagi orang yang melihatnya.

    2. Berdasarkan Fungsi

    Dikarenakan seni rupa tidak mementingkan nilai fungsional, maka tidak dapat dianggap sebagai seni terapan maupun seni dekoratif yang memiliki baik nilai estetika maupun fungsional. Sementara itu, seni visual dapat mencakup seni terapan dan juga seni dekoratif.

    3. Berdasarkan Bentuk Karya Seni

    Bentuk karya seni rupa hanya terbatas pada gambar, lukisan, fotografi, dan printmaking. Sementara, bentuk karya seni visual lebih bervariasi, mulai dari arsitektur, film-making, hingga desain grafis. 

    Jenis-jenis Karya Seni Visual

    Setelah membahas perbedaan antara seni rupa dan seni visual, saatnya untuk membahas lebih dalam mengenai seni visual itu sendiri beserta penerapannya. Seperti kategori seni lainnya, seni visual juga memiliki jenis karya seni yang bentuknya sangat beragam disertai dengan ciri khasnya masing-masing, yakni:

    1. Seni Visual 2D

    Seperti namanya, jenis karya seni visual 2D berarti hanya terdiri dari dua dimensi saja, yaitu panjang dan juga lebar. Umumnya, jenis karya seni ini diterapkan pada bidang datar, seperti contohnya kertas dan kanvas. Walaupun dalam bidang datar, tetapi para seniman tetap mengutamakan hasil karya yang menarik untuk dilihat. Misalnya adalah lukisan, batik, ilustrasi, dan masih banyak lagi.

    2. Seni Visual 3D

    Jenis karya seni visual 3D merupakan karya seni yang dibentuk dari tiga dimensi, yaitu panjang, lebar, dan tinggi. Ketiga dimensi tersebut membuat jenis karya ini memiliki tiga hal, yaitu bentuk, ruang, dan juga volume. Oleh karena itu, seni visual 3D biasanya dapat dilihat dan dinikmati dari arah mana saja. Sebagai contoh dari jenis karya seni ini adalah patung, gerabah, hingga kriya.

    3. Sinematografi

    Pada awalnya, sinematografi dikenal sebagai ilmu yang menjadi bagian dalam pembentuk sebuah film. Namun, seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, sinematografi juga dapat didefinisikan sebagai jenis karya seni yang mengutamakan elemen visual dan dibuat untuk berkomunikasi ataupun menyampaikan pesan. Seperti namanya, jenis karya seni ini diterapkan pada media gambar bergerak dan juga film.

    NFT sebagai Peluang bagi Seni Visual

    Jika membahas masa depan seni visual, dapat dikatakan bahwa seni visual memiliki masa depan yang cerah. Pasalnya, di era yang sudah didominasi kecanggihan teknologi ini, para seniman visual tidak hanya bergantung pada pameran dan penjualan karya secara offline saja. Kini, seniman dapat terjun ke dunia kesenian yang baru yaitu Non-Fungible Token (NFT).

    NFT merupakan bentuk kepemilikan digital atas suatu hal, contohnya seni digital hingga musik, dengan informasi yang terdesentralisasi dan terdistribusi sehingga hal tersebut terjamin keasliannya. Selain dikoleksi, NFT juga dapat diperjualbelikan di marketplace dan tiap catatan transaksi dan perpindahannya akan terekam dalam teknologi blockchain layaknya cryptocurrency.

    Perbedaan NFT dengan karya seni biasa adalah NFT tidak memiliki sistem “beli putus”. Maksudnya, para seniman digital dapat mengatur persentase royalti sejak awal. Sehingga, meskipun karya seni miliknya sudah berkali-kali pindah tangan, pemasukan seniman akan terus mengalir. NFT juga memberi kesempatan yang merata bagi para seniman, selama seniman tersebut memiliki karya seni yang menarik dan konsisten dalam berkarya.

    Itulah penjelasan mengenai jenis-jenis karya seni visual dan prospeknya di masa depan. Beberapa seniman ternama juga sudah mulai merambah ke dunia NFT, lho, seperti Beeple hingga Mad Dog Jones. Para seniman visual yang ingin mencoba peruntungan di dunia NFT tak perlu khawatir, kini Indonesia sudah memiliki marketplace NFT yaitu TokoMall. Untuk lebih lengkapnya, kunjungi www.tokomall.io dan daftarkan diri Anda sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Kategori Unik di NFT Marketplace TokoMall yang Wajib Kamu Cek!

    Setiap kolektor yang ingin mengeksplor NFT art di Indonesia pasti memiliki karakter dan kesukaan yang berbeda – beda. Bisa fotografi, video, digital art, musik, fanbase, dan lainnya. Demi mengakomodir hal tersebut, TokoMall sebagai leading NFT marketplace di Indonesia menghadirkan koleksi NFT eksklusif yang dibagi dalam 4 kategori unik buat kamu.

    TKO Lifestyle

    Laman TKO Lifestyle di www.tokomall.io

    Di kategori ini, kolektor bisa menemukan NFT art unik hasil karya para brand lokal di Indonesia seperti Sore – Sore, DAMN! I Love Indonesia, Nevertoolavish, Soresore, Banyan Core, Untold, Vsymbol. Bahkan, ada beberapa kreator yang menawarkan pembelian NFT dan bisa sekaligus ditukarkan dengan merchandise fisik seperti yang dilakukan oleh Nevertoolavish pada karya The Warning” – Unreleased Jacket #1”.

    Karya NFTL “The Warning” – Unreleased Jacket ditawarkan seharga 7,500,000 pada kolektor di TokoMall

    TKO Creative

    Laman TKO Creative di www.tokomall.io

    Kategori TKO Creative di TokoMall berisikan para seniman, illustrator, komikus, hingga musisi yang menawarkan NFT art dalam bentuk skenario, potongan shot film, food photography, komik dan lainnya.

    Beberapa kreator yang telah bergabung dan meramaikan kategori ini antara lain Jakarta Metaverse, SiJuki, MrKinur, Museum of Toys, Loreng Projekt, Yuki & Kula, Pedro Oscar, dan Wilson Sinai.

    Seperti TKO Lifestyle, beberapa kreator di kategori ini juga menawarkan NFT art sekaligus bentuk item fisik yang terkait dengan karya NFT tersebut. Seperti Jakarta Metaverse yang menawarkan Skenario Film Tak ada yang Gila di Kota Ini #1 yang menawarkan print skenario asli yang ditandatangani Wregas Bhanuteja juga Buku Cinta Tak Ada Mati karya Eka Kurniawan sebagai sumber adaptasi film Tak Ada yang Gila di Kota Ini untuk kolektor pertamanya.

    TKO Stars

    Sementara di kategori ini, TokoMall menghadirkan sederet idols, influencer, hingga public figure yang merilis karya NFT yang memiliki nilai historis. Beberapa partner yang sudah bergabung di kategori ini adalah Billsatya, Nadya Natasya, Dila Dominate, Laurensius Teguh Pramono, dll. Kedepannya, para idols/influencer/public figure ini bisa menawarkan value lebih seperti meet & greet, merchandise, membership, bagi kolektor yang mengkoleksi NFT art mereka.

    Laman TKO Creative di www.tokomall.io

    TKO Original

    Kategori TKO Original menampilkan NFT art yang dibuat dan atau berkaitan dengan campaign yang dilaksanakan oleh Tokocrypto. Saat ini beberapa NFT art yang ditawarkan di sini seperti Tokocrypto 3rd Anniversary, Miss Crypto Indonesia, dan 1TKO1Indonesia.

    Menariknya, seluruh TKO yang terkumpul dari proses koleksi di kategori ini sepenuhnya akan didonasikan melalui TokoCare, program CSR dari Tokocrypto.

    Laman TKO Original di www.tokomall.io

    Gimana? Kamu mau koleksi NFT art dari kategori yang mana nih? Langsung cek aja ya di TokoMall dan kalau kamu masih bingung gimana cara joinnya, cek tutorialnya di sini ya!

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Intip nih! Karya dari deretan Artist Lokal di “TKO Creative” TokoMall

    Teknologi NFT hadir sebagai angin segar bagi para seniman, digital artist, atau komunitas kreatif untuk tetap produktif dan memasarkan karya seni milik mereka. Terlebih di tengah pandemi ini, tidak sedikit dari mereka yang terbatas ruang geraknya untuk bertemu dan memperkenalkan karya – karya mereka pada penggemarnya. Mengeksplor karya dalam medium NFT membuka dunia dan harapan baru bagi mereka.

    NFT yang memastikan sertifikasi digital dalam jaringan blockchain meminimalisir kekhawatiran para artist terkait isu duplikasi dan replikasi yang sering ditemui di dunia nyata. Dengan NFT, para artist bisa semakin mematenkan keunikan dan kelangkaan dari karya yang dimiliki. Tidak hanya itu, NFT bisa menjadi kolam pendapatan baru yang berkelanjutan bagi mereka dengan skema royalti yang ditawarkan oleh NFT marketplace seperti TokoMall.

    TokoMall sendiri sebagai leading NFT marketplace platform di Indonesia melihat peluang besar dari para seniman, komunitas kreatif, hingga digital artist di Indonesia yang berbakat untuk mengeksplor NFT. Karenanya TokoMall hadir untuk memberdayakan para pelaku seni di Indonesia dan menjadikan industri NFT mainstream melalui edukasi dan kolaborasi dengan seluruh ekosistem kreatif di Indonesia.

    Salah satu yang dilakukan TokoMall dalam mendukung para artist di Indonesia adalah dengan menghadirkan TKO Creative, satu kategori eksklusif dalam platform TokoMall yang berisikan sederet karya unik dan membanggakan dari para pelaku seni. Karya dari siapa aja sih yang ada di TokoMall? Intip di bawah ini, yuk!

    SiJuki

    Siapa yang gak tau Si Juki? 

    Si Juki merupakan karakter komik karya Faza Meonk. Dimulai dari komik strip di media sosial yang bertemakan kehidupan kampus di tahun 2010, Si Juki telah menerbitkan lebih dari 40 judul buku komik. Si Juki kini juga hadir dalam berbagai media mulai dari komik, film animasi, serial animasi, hingga game.

    Salah satu karya dari Si Juki di TokoMall adalah Monalijuk yang berhasil menarik perhatian dan beberapa item NFT-nya sudah berhasil dikoleksi oleh kolektor. Menurut Faza Meonk, “Industri kreatif di Indonesia sedang berkembang karena adanya teknologi digital yang mempermudah akses bagi kreator dan kolektor. Tapi dengan blockchain dan NFT, ini bisa menjadi salah satu solusi sebagai perlindungan hak cipta kreator karena karya akan tercatat jelas dan transparan di blockchain.” Si Juki sendiri baru kali pertama mengeksplor NFT melalui TokoMall karena merasa adanya kecocokan audiens di pasar lokal.

    Jakarta Metaverse

    Jakarta Metaverse merupakan sebuah komunitas dengan semangat pergerakan dan juga “melting pot” yang diinisiasi oleh para pelaku Ekraf Jakarta dalam membangkitkan kolaborasi lintas sektor kreatif, yang menerobos batas, menciptakan kebaruan, dan mendisrupsi cara berfikir.

    Salah satu karya Mice Cartoon dalam galeri NFT Jakarta Metaverse di TokoMall 

    Hadir sebagai salah satu exclusive partner di TokoMall, Jakarta Metaverse telah menghadirkan galeri NFT yang berbeda berisikan karya dari para pelaku seni dengan berbagai peran. Misalnya Foodtography dari Shakti Siddartha, komik karikatur dari Mice Cartoon, film animasi pendek karya Galang Larope, hingga skenario film “Tak Ada yang Gila di Kota Ini” karya Wregas Bhanuteja.

    Banyan Core

    BC6. Gold Rooster sebagai salah satu karya NFT Banyan Core di TokoMall

    Banyan Core merupakan firma arsitektur berbasis di Indonesia yang didirikan oleh Winny Wong pada 2015. Selain fokus pada konsultasi desain rumah modern kontemporer dan minimalis, Banyan Core juga membuat produk dekorasi rumah dalam bentuk lukisan. Dinamakan Oma Paintings, lukisan – lukisan ini dijual sebagai rare collection dari Banyan Core dalam beberapa tahun ini. Kali ini, Banyan Core ingin merambah ke NFT untuk memasarkan lukisan antik koleksi mereka. 

    MrKinur

    Sebagai seorang compositor 2D & 3D berbasis di Jakarta, MrKinur menjabarkan dirinya sebagai The Boy Who Lost in Net-Realms. 

    Karya MrKinur di TokoMall “The Overseer of sacred stone”

     

    Pedro Oscar

    Pendatang baru di kategori TKO Creative TokoMall, Pedro Oscar merupakan seniman 3D berbasis di Jakarta. Dalam melahirkan karyanya, Pedro Oscar mendapatkan inspirasi ide – ide baru setiap hari dari lingkungan kesehariannya.

    Didukung oleh beberapa komunitas crypto dan komunitas 3D di Indonesia, Pedro Oscar juga aktif sebagai video editor dan content creator di beberapa platform media sosial.

    Kini, Pedro Oscar memiliki total 17 karya NFT di TokoMall yang siap dikoleksi oleh para penggemarnya.

    Nah, karya siapa yang kira – kira jadi incaran kamu? Yuk cek karya mereka di TokoMall sekarang juga. Buat kamu yang belum punya akun TokoMall, join sekarang yuk dan koleksi NFT sekarang lebih mudah dengan integrasi WalletConnect. Cek detailnya di sini ya!

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • TokoMall 101: Saatnya Kreator Indonesia Bergabung Jadi “Exclusive Partner”

    Situasi pandemi saat ini yang terjadi hampir di seluruh dunia tentunya berdampak pada terbatasnya akses dan ruang bagi para pelaku kreatif untuk berkarya serta memasarkan karya seni yang dimiliki. Naiknya tren non-fungible token (NFT) beberapa waktu ini menjadi angin segar dan opsi yang bisa dipilih oleh para pelaku kreatif untuk mengeksplor cara baru dalam menawarkan karya yang dimiliki.

    Di Indonesia sendiri, para pekerja kreatif bisa mulai beralih ke NFT dan mencoba platform NFT marketplace dari Tokocrypto yaitu TokoMall. 

    “Hadirnya TokoMall diharapkan dapat mendorong perkembangan pasar NFT di Indonesia dan mengajak pekerja kreatif untuk mulai mencoba NFT dan melakukan monetisasi atas karyanya kepada pasar lebih luas, tidak hanya di Indonesia melainkan juga di pasar global”

    Pelaku kreatif baik pelukis, digital artist, fotografer, videografer, musisi, content creator, influencer, ataupun brand lokal bisa bergabung di TokoMall sebagai exclusive partner yang akan dibagi menjadi beberapa kategori seperti TKO Lifestyle, TKO Creative, dan TKO Stars.

    Apa sih yang dimaksud dengan exclusive partner?

    Exclusive partner di TokoMall merupakan para pelaku kreatif yang mendaftarkan diri sebagai merchant dan telah melewati proses verifikasi dari tim internal TokoMall untuk bisa menawarkan karyanya dalam bentuk NFT kepada para kolektor.

    Meskipun dinamakan eksklusif partner, tetapi siapapun yang bergerak di industri kreatif Indonesia bisa bergabung. Karena TokoMall ingin memberi peluang pada seluruh kreator lokal berbakat di Indonesia.

    Lalu, apa keuntungannya jika pelaku kreatif mengeksplor NFT dan menjadi exclusive partner di TokoMall?

     

    • Meminimalisir replikasi atau duplikasi karya seni

     

    Dengan beralih ke NFT, para pekerja kreatif bisa memastikan keunikan atau kelangkaan karyanya sebagai nilai lebih yang ditawarkan kepada para kolektor. Mengapa? Kelangkaan dalam digital art terjadi pada saat para kreator melakukan minting karyanya ke NFT.

    Saat itu kepemilikan tercatat di blockchain sehingga tidak mungkin diduplikasi atau replikasi. Hal ini bisa menjadi jawaban atas permasalahan hak cipta dan royalti yang biasa dihadapi kreator jika melakukan pemasaran di dunia nyata. 

     

    • Mendapatkan skema royalti secara berkelanjutan

     

    Royalti menjadi salah satu permasalahan yang juga sering ditemui oleh para pelaku kreatif di Indonesia. Skema NFT di TokoMall menawarkan pembagian royalti secara berkelanjutan kepada kreator, setiap karya NFT yang dimiliki berpindah dari tangan kolektor satu dan lainnya.

     

    • Proses minting lebih cepat

     

    TokoMall memungkinkan kreator untuk melakukan proses minting dengan jumlah banyak sekaligus (bulk upload), sehingga prosesnya akan lebih cepat.

     

     

    Karya NFT sendiri bisa didapatkan oleh kolektor dengan menukarkan sejumlah koin/token kripto. Sayangnya dengan kecenderungan nilai kripto yang sangat fluktuatif, hal tsb bisa berpengaruh pada harga NFT yang ditawarkan oleh pelaku kreatif selaku kreator.

    TokoMall memberikan opsi penawaran harga dilakukan dalam Rupiah (fixed price) yang nantinya akan dikonversi secara otomatis ke TKO, dimana konversi tsb akan mengikuti harga pasar pada saat proses “redeem” terjadi.

    Dengan skema ini, diharapkan bisa menguntungkan kreator karena NFT yang dikoleksi senilai dengan harga yang ditetapkan. Tidak bergantung pada pergerakan nilai TKO di pasar.

    Kamu pelaku kreatif yang tertarik dengan NFT? Yuk, bergabung di TokoMall dengan mengikuti langkah – langkah di sini. 

    Cek Ini: Mulai Berkarya di TokoMall, Sign Up Yuk!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ini 3 Kartu Pokemon Termahal. Mau Koleksi Juga? Baca Ini!

    Siapa yang di sini penyuka Pokemon? Tahukah Anda, Shadowless Charizard cetakan pertama resmi menjadi kartu Pokemon termahal saat ini. Pada Februari 2021 lalu, TGC atau trading card game dari universe Pokemon tersebut berhasil terjual dengan harga yang tak biasa, sekitar US$300.000. Cek berikut apa saja kartu Pokemon termahal yang sudah pernah terjual.

    Daftar Kartu Pokemon Termahal Hingga Saat Ini

    Berikut kami hadirkan 3 kartu pokemon termahal yang ada dunia.

    1. First-Edition Shadowless Charizard Holo (sekitar US$ 300.000)

    Kartu pokemon ini menjadi mahal karena ia memiliki hologram yang dapat bersinar dan berkilau. Kartu ini pun tersedia dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan kartu yang lainnya. Istimewanya lagi kartu ini merupakan cetakan pertama tanpa bayangan.

     2. No. 2 Trainer Promo Card (US$ 200.000)

    Kartu pokemon No.2 Trainer Promo Card merupakan salah satu kartu pokemon yang cukup langka. Untuk Gold Card-nya sendiri bisa diperkirakan bernilai sekitar US$200.000!

    3. #4 Kangaskhan – Parent/Child Promo Card ($133,000)

    Kartu #4 Kangaskhan – Parent/Child Promo Card merupakan salah satu kartu paling bergengsi dunia. Banyak orang yang memperebutkan kartu ini. Setidaknya saat ini kartu unik ini di harga sekitar US$133.000

    Tak hanya itu, kartu pokemon termahal datang juga dari koleksi yang sudah di-NFT-kan. Sebut saja koleksi dari Logan Paul yang berhasil mengumpulkan uang hingga US$504.990 dari total penjualan koleksinya. 

    Koleksi Kartu Pokemon Digital

    Koleksi Kartu Pokemon DigitalDunia sudah berubah dan teknologi terus berkembang. Hal-hal yang dulu dilakukan secara manual, kini menjadi lebih praktis dengan format digital. Salah satunya adalah aktivitas mengoleksi kartu Pokemon. Dulu, untuk mengumpulkan kartu Pokemon, Anda harus membeli fisik kartu. Namun, kini kartu-kartu tersebut hadir dalam format digital, lho!

    Lalu, apa bedanya kartu berformat digital dengan file gambar yang bisa diunduh di internet secara gratis? 

    Kartu Pokemon digital tersebut lebih dari sekadar file gambar karena telah terhubung dengan sistem NFT atau Non-Fungible Token. Dengan pengadopsian NFT, kartu Pokemon memiliki sertifikat autentikasi khusus yang sulit untuk dipalsukan. Katakanlah Anda memiliki satu kartu Bulbasaur first edition yang telah mengadopsi mekanisme NFT, maka yang bisa dikatakan sebagai pemilik kartu tersebut di dunia ini hanyalah Anda seorang. Kecuali jika ada kartu Bulbasaur first edition lain yang didaftarkan sebagai NFT.  

    Awal Mula Perkembangan NFT Kartu Pokemon

    Perkembangan kartu koleksi kartu Pokemon termahal sebagai aset NFT tentu tidak terjadi begitu saja. Transformasi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor penyebab. Faktor pertama adalah naiknya minat untuk mengoleksi kartu Pokemon itu sendiri.

    Data dari eBay menunjukkan bahwa transaksi jual beli TGC meningkat hingga 142% pada 2020. Artinya, ada lebih dari 4 juta kartu koleksi yang terjual di platform jual-beli tersebut. Pokemon sendiri menjadi TGC terlaris dengan peningkatan hingga 574% yang kemudian diikuti kartu koleksi basket dan bisbol.

    Faktor kedua adalah industri blockchain yang semakin ramai. Teknologi blockchain memungkinkan para kolektor dapat “mengamankan” koleksi kartu mereka. Melalui NFT, mereka bisa melekatkan nomor seri yang sulit ditiru dan dipalsukan pada tiap kartu. Adanya NFT berfungsi sebagai semacam sertifikat yang memastikan keaslian sekaligus kepemilikan kartu koleksi digital.

    Baca Juga: Sotheby’s Siap Merambah Menjadi Rumah Lelang Seni NFT

    Kesuksesan Kartu Pokemon Termahal Sebagai NFT

    Box Break NFT - Logan

    Photo Credit: Logan Paul Status on Twitter

    Kombinasi antara popularitas kartu Pokemon dengan teknologi NFT berhasil dibuktikan oleh Logan Paul. Paul yang merupakan seorang influencer dan YouTuber asal Amerika Serikat melakukan minting pada koleksi kartunya di bulan Februari 2021 lalu. Kartu Pokemon hasil minting tersebut kemudian dilelang sebagai NFT.

    Lelang yang merupakan kolaborasi Paul dengan Bondly Finance tersebut menawarkan kartu Pokemon Booster Pack edisi pertama. Tiap NFT pada koleksi yang dikeluarkan oleh Wizards of the Coast ini memiliki tingkat kelangkaannya masing-masing. Beberapa bahkan tergolong sebagai kartu Pokemon termahal yang sangat sulit untuk didapatkan.

    Mulai Koleksi Kartu Pokemon NFT

    Bagi Anda yang memang tertarik untuk mengoleksi kartu Pokemon NFT, tak harus repot-repot mengumpulkan kartu fisiknya dan melakukan minting sendiri. Pasalnya, kini sudah tersedia layanan yang memang menyediakan kartu Pokemon NFT untuk dikumpulkan dan dikoleksi. Anda bahkan bisa menjadikan kartu koleksi tersebut sebagai aset investasi digital.

    Layanan tersebut bisa Anda temukan di OpenSea. Hingga artikel ini ditulis, OpenSea sebagai NFT marketplace menawarkan 60 jenis kartu Pokemon NFT seperti Snivy, Pansage, Virizion, Lilligant, dan Gensect. Untuk harganya sendiri, seluruh kartu ditawarkan dengan harga awal 0,1 ETH.

    Selain OpenSea, Anda juga bisa mulai berburu kartu Pokemon NFT melalui Digible. Situs yang satu ini memang mengkhususkan diri untuk menyediakan platform NFT khusus barang-barang koleksi. Jenis kartu Pokemon yang ditawarkan pun sangat beragam, mulai dari Pokemon Jungle 1st Edition hingga Pokemon Gym Heroes 1st Edition.

    Penerapan mekanisme NFT yang didukung blockchain terbukti mampu meningkatkan nilai kartu Pokemon. Bukan hanya itu, kartu Pokemon NFT juga lebih terjamin karena autentikasinya bisa langsung dipastikan ketika Anda membelinya.

    Ingin mulai terjun di dunia NFT atau ingin mengoleksi kartu Pokemon termahal seperti Logan Paul? Anda bisa mulai dari TokoMall. Di TokoMall, Anda bisa menemukan NFT edisi terbatas eksklusif dari brand dan artist Indonesia pilihan. Yuk, dapatkan koleksi NFT pertama Anda melalui TokoMall sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kenalan Sama Brand Lokal yang Meramaikan Kategori Lifestyle di TokoMall

    Popularitas NFT di industri kreatif saat ini tidak hanya menarik para pelaku seni untuk memanfaatkan teknologi ini dalam pengembangan karyanya. Banyak brand lokal di Indonesia juga yang memperkenalkan dan menawarkan produk yang dimiliki dengan kemasan unik dalam bentuk NFT. 

    TokoMall sebagai leading NFT marketplace di Indonesia melihat ini sebagai potensi dan memberikan ruang pada brand lokal di Indonesia untuk mengeksplor karyanya dalam bentuk NFT dengan menghadirkan kategori TKO Lifestyle.

    “TKO Lifestyle menghadirkan deretan brand lokal Indonesia yang bisa memperkenalkan keunikan produknya ke pasar global”

    Baca juga : 4 Kategori Unik di NFT Marketplace TokoMall yang Wajib Kamu Cek!

     

    Mau kenalan sama brand lokal yang udah gabung di TokoMall? Simak di bawah ini!

    Nevertoolavish

    Laman profil NFTL di TokoMall NFT marketplace

    Nevertoolavish (NFTL) merupakan salah satu brand yang bergerak di bidang artisan customizer di Indonesia. Terkenal melalui karyanya pada kustomisasi sneakers, Nevertoolavish mengedepankan esensi sebagai artisan customizer terdepan yang mengutamakan eksklusifitas dan didukung dengan keindahan seni yang menonjol. 

    NFTL yang telah bergerak di bidang artisan customizer melihat bahwa NFT adalah sebuah medium baru sebagai seni digital dengan  eksplorasi kreativitas yang tidak terbatas. 

    “Terjun di NFT, karena setelah eksis di dunia artisan customizer, kami melihat bahwa medium dan systemnya sangat menarik, dimana secara ekosistem baik creator dan collector sama-sama dapat diuntungkan”  – Muhammad Haudy, CEO & Co-Founder Nevertoolavish

    Damn! I Love Indonesia

    Didirikan oleh Daniel Mananta, Damn! I Love Indonesia merupakan pionir dari brand streetwear yang mempromosikan patriotisme modern kepada generasi muda.

    Mengutip dari www.damniloveindonesia.com, Damn! I love Indonesia mengusung semangat dan slogan Patriot.Is.Me, yang mengajak setiap generasi muda Indonesia menumbuhkan sifat dan menjadi “Patriot” di pribadi masing – masing, dengan memakan dan memperkenalkan budaya Indonesia yang dibungkus dengan modern dan menarik.

    Hal ini pun terlihat di karya – karya NFT yang dihadirkan Damn! I Love Indonesia di laman TokoMall yang mengedepankan unsur Indonesia seperti Reog Ponorogo, Becak, Proklamasi, dan lainnya.

    Soresore

    Soresore hadir didasari oleh kecintaan dari kreatornya untuk membuat ilustrasi apapun seperti wajah orang tidak dikenal di jalan, kucing, bunga, pola warna warni, dan lainnya. Kecintaannya membuat ilustrasi tersebut kemudian dituangkan menjadi barang – barang yang bisa digunakan oleh orang lain kapanpun dan dimanapun.

    Dengan kreativitas yang dimiliki, Soresore terpilih menjadi Top 24 Markerfest di tahun 2018 dan 10 bisnis terpilih KREAVI 2019.

    Cuma itu? Tenang aja, ada sederet brand lokal lainnya yang akan join meramaikan kategori TKO Lifestyle untuk kamu koleksi. Cek terus di www.tokomall.io dan kamu bisa registrasi dulu jadi kolektor! Jangan lupa cek video ini buat tau cara mudah jadi kolektor di TokoMall!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Karya Seni Rupa Murni dan Potensinya di Dunia NFT

    Apakah Anda sering mengunjungi pameran seni rupa? Jika sering, maka sudah saatnya Anda mengetahui bahwa bentuk karya seni yang Anda temui kemungkinan besar terdiri dari dua jenis, yaitu karya seni rupa murni dan karya seni rupa terapan. Keduanya memang serupa, tapi tidak sama, lho. Yuk, simak penjelasan lengkapnya beserta perkembangannya dalam adopsi NFT!

    Pengertian Karya Seni Rupa Murni

    Mengutip dari Kompas.com, karya seni rupa murni adalah karya seni rupa yang diciptakan dengan mengutamakan keindahan dan estetika dari karya seni itu sendiri dibandingkan dengan fungsi. Umumnya, seniman menciptakan jenis karya seni rupa ini untuk memuaskan dirinya sendiri, dengan memanfaatkan aliran serta gaya yang dimiliki oleh seniman itu sendiri.

    Dikarenakan karya seni ini cenderung dibuat dengan preferensi seniman, maka seringkali apresiasi seni yang bisa dilakukan terhadap seni rupa murni hanya dengan menikmati visual yang disajikan saja. Sebab, seni rupa murni tidak dibuat untuk memenuhi tugas tertentu dan berfungsi bagi kehidupan sehari-hari.

    Perbedaan Seni Rupa Murni dan Seni Rupa Terapan

    Perbedaan Seni Rupa Murni dan Seni Rupa Terapan

    Meski selalu berdampingan, seni rupa murni dan terapan adalah dua hal yang berbeda. Berikut ini beberapa perbedaan di antara keduanya:

    1. Definisi

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, seni rupa murni merupakan jenis seni rupa yang lebih memfokuskan pada nilai keindahan dan sifatnya cenderung bebas atau freehand, sesuai dengan keinginan seniman. 

    Sebaliknya, seni rupa terapan merupakan jenis seni rupa yang mengutamakan nilai teknis dan penerapannya dalam kehidupan. Meski begitu, seni rupa terapan juga tetap memperhatikan nilai estetika, hanya saja tidak sedominan seni rupa murni.

    2. Tujuan

    Seni rupa murni memiliki tujuan yang cenderung lebih personal, yaitu untuk memenuhi kepuasan senimannya. Hal ini sesuai dengan nilai yang ditanamkan saat menciptakan karya seni rupa murni, yaitu mencapai keindahan sesuai dengan preferensinya. Seni rupa yang satu ini tidak bertujuan untuk menjadi sebuah karya seni yang fungsional.

    Sementara itu, seni rupa terapan berbanding terbalik. Seni rupa terapan justru dibuat berdasarkan tujuan yang ditetapkan di awal. Tujuannya bisa bermacam-macam tergantung pada kemampuan dan kebutuhan sang seniman, tetapi umumnya untuk komersial dan menjadi sesuatu bisa diterapkan dalam kehidupan.

    3. Bentuk

    Dari segi bentuk, seni rupa murni yang banyak ditemukan adalah berupa lukisan, patung, pahatan, kriya, gerabah, koreografi, hingga masih banyak lagi. 

    Di sisi lain, seni rupa terapan biasanya berbentuk fotografi, arsitektur, ukiran, batik, seni grafis, hingga fashion. Berbeda dengan seni rupa murni, bentuk seni rupa terapan lebih bersifat komersial dan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    Perkembangan Adopsi NFT oleh Seni Rupa Murni

    Perkembangan Adopsi NFT oleh Seni Rupa Murni

    Jika melihat beberapa waktu ke belakang, adopsi NFT sedang gencar-gencarnya dilakukan di seluruh dunia. Selain menandakan bahwa masyarakat sudah mulai terbuka dengan teknologi blockchain, hal ini juga menandakan adanya perubahan bagi dunia seni.

    Hal ini bisa dilihat dari meningkatnya penjualan NFT yang ada di seluruh dunia. Dilansir dari DappRadar, volume penjualan NFT di seluruh dunia pada Q3 2021 tercatat senilai 10,3 miliar USD, naik 10 kali lipat dari Q1 dan Q2.

    Para seniman yang tertarik untuk menerbitkan NFT secara bersamaan harus mendigitalisasi karya seni miliknya. Meski begitu, hal ini tidak menutup kesempatan bagi para seniman rupa dan konvensional untuk ikut bergabung dan mengadopsi NFT. Hal ini diawali dengan tokenisasi karya seni rupa murni milik Andy Warhol, seniman pop-art ternama, berjudul “14 Small Electric Chairs” pada tahun 2018.

    14 Small Electric Chairs

    Mengutip situs Gemini, lukisan senilai 5.6 juta USD ini berhasil digitalisasi ke blockchain dibantu dengan lelang 30% bagian dari lukisan oleh Maecenas, kemudian menghasilkan penjualan senilai 1.7 juta USD.

    Para kolektor dapat membeli sebagian dari karya seni tersebut dengan BTC, ETH, juga ART koin. Para kolektor memiliki kepemilikan atas sebagian lukisan tersebut, lengkap dengan kode unik yang akan menjamin keasliannya.

    Peristiwa lain yang juga mendorong peningkatan adopsi NFT adalah penjualan seni digital karya Beeple, berjudul “Everydays: The First 5000 Days”, dalam bentuk NFT di Christie’s pada Maret 2021 lalu. NFT tersebut berhasil terjual di Christie’s seharga 69 juta USD, lho! Berkat peristiwa tersebut, adopsi NFT terus meningkat sampai sekarang dan juga merambah ke dunia seni rupa murni atau fine art.

     Francesco Clemente

    Selain digitalisasi fine art menjadi NFT, kini juga sudah ada NFT marketplace yang secara khusus dibuat untuk para seniman rupa murni yang ingin terjun ke dunia NFT, bernama ArtOfficial. Marketplace ini merupakan hasil kerja sama antara gallerist Vito Schnabel dan biro konsultan VaynerNFT. Koleksi NFT yang diluncurkan di Art Official berasal dari lukisan hasil karya fine artist ternama asal Italia, Francesco Clemente. 

    Masa Depan Seni Rupa Murni dalam NFT

    Tidak bisa dipungkiri, karya seni rupa murni telah ada sejak lama dan menjadi objek pertukaran dan jual-beli oleh para kolektor juga pegiat karya seni. Melihat kehadiran NFT, tidak menutup kemungkinan bagi fine artists untuk merilis karya seni miliknya dalam bentuk digital atau NFT, khususnya karya seni lukisan. 

    Mengingat banyak sekali fine artists yang terus-menerus hidup dalam seni konvensional, tidak ada salahnya untuk mencoba peruntungan di NFT. Dengan NFT, seniman konvensional bisa merasakan sensasi pameran dan penjualan karya seni yang tentunya lebih cepat dan praktis berkat peran teknologi blockchain.

    Akan tetapi, dalam migrasi dari fine art ke NFT, diperlukan perubahan sikap dan pandangan dari para seniman rupa juga kolektor seni konvensional. Dengan NFT, para kolektor tidak bisa lagi menilai suatu karya seni hanya dari keterampilan dan bahan baku yang digunakan saja. Sebab, akan banyak hal baru yang ternyata berpengaruh dalam menentukan value dari karya seni NFT. 

    Baca juga: Serba-Serbi Kolektor Seni dan Caranya dalam Mendapatkan Cuan

    Jadi, sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia NFT, pegiat karya seni rupa murni harus tetap memiliki perencanaan yang matang dan sesuai dengan segala pertimbangan yang ada, ya! Bagi Anda para fine artists yang tertarik dengan NFT, cari tahu lebih lanjut dengan mengunjungi www.tokomall.io dan registrasi akun TokoMall Anda sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ini Dia Program Senpai Anime Sebuah Kolaborasi NFT dan Anime

    Pengadopsian NFT telah memasuki hampir seluruh sektor. Setelah berhasil booming pada teknologi dan seni, kini kabar pengadopsian NFT pada ranah pop culture pun juga mencuat. Sebut saja JYP dan SM Entertainment, sebagai sedikit bagian dari yang telah bergabung dan merilis NFT KPop-nya. Di sisi lain, anime sebagai salah satu pop culture dari Jepang yang banyak peminatnya ini pun turut menghadirkan NFT. Senpai anime adalah aliran anime dipilih yang kemudian menjadi titik awal proyek yang bernama Project Senpai.  

    Supaya gak penasaran, yuk, baca terus artikel ini!

    Baca Juga: Tak Mau Kalah, JYP dan SM Entertainment Ikut Rilis NFT KPop

    Kenalan dengan Senpai Anime

    Sebelum berbicara mengenai Proyek Senpai-nya, mari kita bahas anime terlebih dahulu. Anime adalah animasi atau kartun dari Jepang yang mempunyai keunikannya tersendiri.  Istilah senpai sendiri sangat sering ditemui di anime. Sebenarnya senpai sendiri adalah ungkapan panggilan yang dikhususkan untuk seseorang yang dianggap lebih lama atau tua. Biasanya, ini ditujukan untuk menunjukkan rasa hormat. 

    Dilansir dari Honey’s Anime, terdapat beberapa senpai anime punya karakter yang kuat dan terkenal. Salah satunya adalah Tomoe Mamie dari anime Madoka Magica. Senpai anime yang telah rilis di tahun 2011 ini memiliki 12 episode. Tomoe Mamie melakukan bagiannya sebagai senpai untuk Madoka dan Sayaka. Di anime ini Mamie, mengajari keduanya untuk menjadi gadis penyihir.

    Proyek Senpai? Apa tuh?

    Project Senpai anime

    Sumber: https://whitepaper.projectsenp.ai/

    Dilansir dari NewsBTC.com, Proyek Senpai adalah penciptaan ekosistem NFT pada anime bersama kripto, yang juga dilengkapi dengan beberapa fitur Decentralized Finance (DeFi). Proyek ini berdiri di blockchain Ethereum, sehingga pada ekosistemnya mencakup token utilitas ERC20 bernama SENPAI dan token sekundernya bernama KOHAI. Gak hanya itu, pada proyek ini pun terdapat kartu NFT anime Waifus ERC-1155 serta desain cat air anime yang terlihat nyata. 

    Berdasarkan Official Website-nya, proyek ini bermula dari pengumpulan konsep dan ide di bulan Januari 2020. Seiring berjalannya waktu dan pengembangannya, akhirnya NFT pertama terjual di bulan Maret tahun ini. Masih di bulan yang sama, token utilitasnya yang bernama SENPAI pun dibuat, dijual, dan di-listing pada platform Uniswap, Coinmarketcap, dan juga Coinpaprika . Barulah selang sebulan berikutnya, token SENPAI juga listing di Coingecko. 

    Apa yang Bisa Dilakukan pada Proyek Senpai?

    Anime Senpai chan

    Sumber: Photo Credit by Whitepaper Project Senpai

    Nah, setelah tahu proyeknya, lalu apa aja sih yang bisa kita lakukan di Proyek Senpai, program penggabungan NFT dan anime tersebut?

    Saat ini, setidaknya ada 2 hal utama yang bisa Anda lakukan di proyek ini. Pertama, Anda bisa mengoleksi kartu NFT dan juga melakukan proyek pada tokennya, SENPAI. Sedangkan itu, hal lain yang masih menjadi pengembangan dari proyek ini adalah hadirnya Club Senpai

    1. Koleksi NFT 

    Pertama-tama, rasanya gak lengkap kalau kita gak berbicara tentang koleksi NFT yang ada di Proyek Senpai! Nah, pada proyek ini ada dua format berbeda yang bisa Anda pilih untuk dikoleksi. Pertama, koleksi NFT yang bergaya chibi, dan kedua adalah koleksi yang berbentuk desain cat air (namun masih bergaya chibi). 

    Yang menarik adalah keduanya tetap dibuat dengan style khas Jepang. dibuat dengan tangan, dan tentunya terbatas. Setidaknya, tiap desain butuh waktu mulai dari 2 hingga 4 minggu, lho! Lalu, kartu NFT ini diklasifikasikan ke dalam 4 kategori sesuai dengan kelangkaannya: perunggu (50 mint), perak (25 mint), emas (5 mint), dan hitam (1 mint).  

    2. Proyek pada Token SENPAI

    Adapun 3 cara yang bisa Anda lakukan pada token SENPAI antara lain, staking token SENPAI, trading card game, dan holding token SENPAI. Pertama, pada staking SENPAI nantinya Anda akan mendapatkan insentif untuk memegang setiap token SENPAI dan mendukung ekosistem proyek. Nah, staker akan menerima token KOHAI yang baru dicetak. 

    Kedua adalah dengan NFT trading card game, di mana Anda akan memperoleh SENPAI dengan farming menggunakan token SENPAI. 

    Terakhir, pemegang token SENPAI akan berpotensi mendapatkan hadiah token SENPAI holding di masa yang mendatang setelah proyek ini terus berkembang. Nah, SENPAI holding ini akan terdiri dari token KOHAI dan juga ETH (diperoleh dari pembelian NFT KOHAI saja), serta persentase dari biaya yang diperoleh dari penjualan NFT marketplace di NFT OpenSea. 

    Baca Juga: Wajib Tahu, Inilah Ragam NFT Jenis NFT yang Diperjualbelikan!

    Tak hanya keseruan yang dihadirkan pada senpai anime yang menjadikan cikal bakal Project Senpai.  Hadirnya Proyek Senpai yang merupakan proyek penggabungan antara NFT dan anime ini untuk menciptakan ekonomi berbasis NFT pada sektor pop culture. Mengingat, JPop sendiri mempunyai penggemarnya di seluruh dunia dan Indonesia. Jadi, gimana? Tertarik untuk segera terjun untuk koleksi NFT? 

    Yuk, daftarkan diri Anda di NFT marketplace Indonesia, TokoMall milik Tokocrypto sekarang juga! Kunjungi https://mall.tokoscape.com/ untuk informasi lengkapnya. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sotheby’s Siap Merambah Menjadi Rumah Lelang Seni NFT

    Siapa sangka kini rumah lelang seni NFT tidak hanya ada di dunia virtual? Setelah kesuksesan Beeple menjual NFT art ciptaannya di rumah lelang Christie’s, kini rumah lelang konvensional mulai berlomba untuk membuka peluang bagi para creator NFT art. Tidak main-main, menyusul Christie’s, kini ada Sotheby’s yang menjadi rumah lelang seni NFT. Bagaimana prosesnya?

    Pengaruh NFT Art pada Ekosistem Seni Konvensional

    Fenomena transisi rumah lelang ini menyadarkan kita bahwa NFT sedikit banyak sudah memengaruhi ekosistem seni konvensional. Sebelumnya, rumah lelang Christie’s dan Sotheby’s hanya menjual karya seni konvensional, perhiasan berharga, serta barang koleksi antik dari seluruh penjuru dunia.

    Masuknya Sotheby’s pada ekosistem NFT tentu disambut antusias, baik oleh para creator maupun collector NFT. Pamor Sotheby’s yang tidak perlu diragukan lagi akan membantu para collector untuk mengkurasi NFT art. Bagi creator, hadirnya rumah lelang konvensional jelas akan membuka peluang exposure yang lebih besar.

    Mengenal Rumah Lelang Sotheby’s

    Rumah Lelang NFT Art

    Sebelum membahas tentang bagaimana peran Sotheby’s di ekosistem seni NFT, mari mengenal sekilas sejarahnya. Sotheby’s sendiri merupakan sebuah perusahaan lelang multinasional yang berbasis di New York City, Amerika Serikat. Rumah lelang ini menerima benda seni, perhiasan mewah, seni dekoratif, real estate, hingga barang koleksi berharga.

    Sejarah Sotheby’s sendiri sangat panjang. Didirikan pada 11 Maret 1744 di London, Sotheby’s merupakan salah satu balai lelang terbesar dan tertua di dunia. Barang-barang yang dilelang pun biasanya bukan barang biasa. Salah satu objek termahal yang berhasil dilelang melalui Sotheby’s adalah lukisan The Scream (1893) karya Edvard Munch. Lukisan tersebut laku pada 2012 dengan harga US$119.9 juta.

    Proses lelang Sotheby’s sendiri terbuka untuk umum dan dimulai pada hari kerja (Senin-Jumat). Calon peserta lelang bisa mengecek objek yang akan dilelang melalui website resmi Sotheby’s atau juga dengan langsung datang ke pameran Sotheby’s.

    Sepak Terjang Sotheby’s di Ekosistem NFT

    Bagaimana dengan sepak terjang Sotheby’s dalam ekosistem NFT? Masuknya Sotheby’s ke ekosistem seni NFT ditandai lewat kolaborasi dengan NFT artist, Pak, pada awal 2021 ini. Kolaborasi tersebut berhasil mengumpulkan penjualan lebih dari US$17 juta. Beberapa karya Pak yang dilelang adalah “The Cube”, “The Switch”, “Complexity”, dan juga “Equilibrium”.

    Lelang seni NFT Art

                      “The Cube” (2021) oleh Pak

    Pak sendiri merupakan seorang kreator anonim yang sudah berkecimpung di dunia seni digital selama dua dekade terakhir. Selama menjadi creator, Pak yang merupakan pendiri studio Undream dan Archillect berhasil mengumpulkan setidaknya US$350 juta. Ia juga merupakan creator pertama pada 2020 yang berhasil mendapatkan US$1 juta.

    Metaverse Sotheby’s lelang seni NFTTidak berhenti di situ, langkah Sotheby’s selanjutnya adalah menciptakan sebuah metaverse. Sotheby’s pun sudah berhasil mengumpulkan beberapa creator untuk dikurasi. Pada 18-26 Oktober 2021 lalu, Sotheby’s berhasil menggelar lelang NFT melalui metaverse mereka.

    Metaverse tersebut berisi 53 karya milik 19 kolektor besar seperti VerticalCrypto Art, Seedphrase, dan bahkan selebriti Paris Hilton. Untuk creator, Sotheby’s berhasil menggaet nama-nama besar NFT art seperti Hackatao, Board Ape Yacht Club, Brendan Dawes, dan Dmitri Cherniak.

    Pada lelang tersebut, peserta diharuskan mendaftarkan diri terlebih dulu melalui laman metaverse.sothebys.com. Setelah berhasil membuat profil, peserta akan otomatis mendapatkan avatar dari Pak yang merupakan in-house artist Sotheby’s.

    Rencana Sotheby’s Selanjutnya

    Rumah Lelang seni NFT pertama

    Sotheby’s mengungkapkan bahwa penjajakan ke ekosistem NFT tidak hanya untuk memperluas peluang mereka. Sotheby’s ingin menciptakan sebuah jembatan yang menghubungkan karya seni digital dengan industri lelang konvensional.

    Setelah sukses dengan kolaborasi bersama Pak dan membangun metaverse NFT, Sotheby’s berambisi untuk memperkenalkan para seniman kontemporer kenamaan dunia pada ekosistem seni digital. Sehingga diharapkan nantinya NFT art akan semakin variatif dan memiliki nilai koleksi tinggi.

    Dengan hadirnya Sotheby’s dalam ruang lelang seni NFT, maka bisa dipastikan jika masa depan NFT masih panjang. Hadirnya rumah lelang konvensional menunjukkan bahwa peluang NFT memang sangat luas dan bisa relevan dengan berbagai sektor.

    Ingin mulai terjun ke dunia lelang seni NFT? Anda bisa mulai dengan membuat profil di TokoMall, sebuah proyek Tokocrypto untuk menghadirkan ekosistem NFT yang sustainable di Indonesia. Yuk, kunjungi https://mall.tokoscape.com/ untuk informasi lebih lanjut!



    Sumber : news.tokocrypto.com