Tag: nft art

  • Serupa Tapi Tak Sama, Ini Dia Perbedaan Seni dan Desain!

    Apa perbedaan seni dan desain? Bagi Anda yang ingin terjun di dunia seni, pertanyaan semacam ini tentu pernah terlintas dalam pikiran. Keduanya terlihat saling berhubungan dan tak bisa dipisahkan. Nah, alangkah baiknya sebelum berkarya, simak ulasan mengenai perbedaan seni dan desain berikut ini!

    Seni vs Desain, Serupa tapi Tak Sama

    Selama ini, batas antara seni dan desain selalu menjadi perbedaan. Ada yang menganggap bahwa desain adalah sebuah seni. Namun, tidak sedikit juga yang menentang. Beberapa orang tidak memasukkan desain sebagai sebuah karya seni karena desain dinilai tidak punya “power” untuk menggugah emosi.

    Akan tetapi, jika ditelisik lebih lanjut, memang seni cenderung lahir karena pemikiran penciptanya. Sementara itu, desain umumnya lahir karena ada kehendak lain di luar pembuatnya. Maka dari itu, seni dianggap punya kemampuan untuk menggugah emosi penikmatnya, sedangkan desain tidak. Untuk memahami apa saja poin yang membedakan seni dan desain, terus simak artikel ini.

    Memahami Perbedaan Seni dan Desain

    Memahami Perbedaan Seni dan DesainJika dilihat dari sudut pandang tertentu, seni dan desain memang terlihat serupa. Beberapa elemen dari keduanya pun membuat seni dan desain bisa bersimpangan di satu titik. Untuk memudahkan Anda memahami perbedaan seni dan desain, 5 poin  di bawah ini bisa dijadikan acuan dasar.

    1. Definisi

    Dari definisi, seni dan desain sudah berbeda. Seni merupakan bentuk ekspresi diri atas ide atau gagasan kreatif maupun imajinatif yang dimiliki penciptanya. Sedangkan desain di sisi lain adalah hasil pemikiran desainer atas sebuah rencana untuk menyelesaikan sebuah problem yang ada lebih dulu.

    2. Pemicu dan Pendorong

    Definisi tersebut kemudian menjelaskan bahwa seni dan desain lahir karena penyebab yang berbeda. Seni lahir karena dipicu oleh kondisi internal penciptanya (gagasan kreatif). Sedangkan desain muncul karena adanya suatu kondisi eksternal pembuatnya (problem yang sudah ada yang berasal dari luar diri pembuatnya).

    Di sisi lain, seni lahir dengan dorongan pengalaman sang seniman. Seniman mengalami suatu kejadian yang kemudian menjadi dasar penciptaan karyanya. Sementara itu, desain lahir dari dorongan kepada desainer untuk menemukan solusi pemecah masalah. Desainer menghasilkan sebuah desain sebagai sebuah jawaban atas suatu permasalahan yang sedang terjadi.

    3. Cakupan

    Cakupan seni tidak terbatas karena seniman membuatnya atas kemauan yang datang dari dalam dirinya. Sedangkan, desain bersifat terbatas dan dapat diperbaiki. Sebab, desain pada dasarnya muncul karena adanya suatu masalah yang butuh penyelesaian. Oleh karenanya, pembuatan desain harus menyesuaikan dengan masalah tersebut agar bisa menjadi solusi.

    4. Interpretasi dan Tujuan

    Interpretasi seni sangat variatif, bergantung pada background dan pengalaman orang yang mengamatinya. Maka, tidak mengherankan lagi jika penafsiran sebuah lukisan, misalnya, bisa sangat beragam. Di sisi lain, interpretasi desain sebisa mungkin tidak menimbulkan perbedaan tafsir. Jika terdapat perbedaan tafsir, maka desain tersebut dianggap ambigu dan kurang meyakinkan sebagai solusi masalah.

    5. Atribut

    Poin terakhir perbedaan seni dan desain adalah atribut. Seni identik dengan kreativitas, inovasi, serta ekspresi. Sedangkan, desain lebih dekat dengan sifat praktis dan gagasan cerdas yang intuitif karena fungsinya sebagai pemecah masalah.

    Peluang bagi Seni dan Desain dalam NFT

    Sekarang, mari membahas hubungan seni dan desain dalam NFT. Dari keduanya, manakah yang bisa dijadikan aset digital NFT?

    Ternyata, baik seni maupun desain bisa dijadikan aset digital melalui NFT. Jadi, baik seniman maupun desainer sama-sama bisa mengambil peran di NFT. 

    Melalui NFT, seniman tidak perlu takut karyanya dijiplak tanpa ada pemenuhan hak cipta. Pasalnya, NFT memungkinkan seniman untuk memberikan ’identitas’ unik bagi tiap karya yang dibuatnya.

    Begitu pun dengan desainer. Dengan adanya NFT, desainer bisa mengamankan desain yang sudah mereka buat. Tidak perlu khawatir lagi dengan pencurian desain yang merugikan Anda sebagai perancang desain. Sebab, desain yang telah menjadi aset digital NFT dilengkapi dengan identitas khusus dan disimpan dalam blockchain.

    Contoh Seni dan Desain dalam Bentuk NFT

    Berikut ini terdapat contoh dari seni dan juga desain yang dijadikan ke dalam bentuk NFT, yaitu:

    1. Seni

    Contoh karya seni yang dijadikan NFT ini berhasil menjadi salah satu NFT art termahal sepanjang tahun 2021. Bagaimana tidak, kreator di balik NFT ini merupakan seorang digital artist kenamaan yaitu Beeple. 

    NFT yang diberi judul “Ocean Front” ini sengaja dibuat untuk menggambarkan bahaya dari perubahan iklim di dunia dan memberikan peringatan bagi manusia. NFT ini berhasil terjual di Nifty Gateway dengan harga 6 juta USD, lho!

    NFT art2. Desain

    Selain seni, ada pula NFT yang berupa sebuah desain, contohnya seperti NFT berikut ini yang menggambarkan desain dari sebuah bangunan pertokoan, dengan salah satu bagiannya merupakan sebuah cafe. NFT yang diberi judul “Downtown Cafe #1” ini merupakan hasil karya Merchant bernama Architect_NFT dan sudah di-minting di TokoMall. 

    Merchant tersebut merupakan seorang mahasiswa jurusan arsitektur yang juga terjun ke dunia NFT. NFT yang satu ini dibanderol harga Rp500.000,00 atau sekitar 21,89 TKO, serta telah tersedia untuk diperjualbelikan.

    seni NFT paling topBaca juga: Ternyata Inilah Penyebab NFT Menjadi Mahal!

    Nah, itu dia perbedaan seni dengan desain. Dilihat dari tujuan pembuatannya saja, seni dan desain sudah sangat berbeda. Satu dibuat sebagai bentuk ekspresi, sedangkan lainnya merupakan solusi atas suatu problem. Meski berbeda, keduanya secara umum tetap bisa dijadikan aset digital melalui NFT, lho. Jadi, tunggu apa lagi? Setelah membaca artikel ini, langsung ciptakan karya NFT pertama Anda melalui TokoMall!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Beraneka Macam Kolektor Seni dan Caranya Mendapatkan Cuan

    Apakah di antara Anda ada yang hobi mengoleksi karya seni? Jika ada, maka artikel ini cocok untuk Anda. Hal ini dikarenakan dunia kesenian ternyata sangat terdampak dari demam NFT yang kian berkembang pesat. Nah, selain seniman, kolektor seni yang bosan dengan konsep konvensional juga bisa, lho, mencoba peruntungannya dengan NFT. 

    Sebelum membahas lebih jauh mengenai cara mencari untung lewat NFT, mari kita lebih dulu membahas apa itu kolektor seni secara umum. Seperti namanya, kolektor seni berarti seseorang yang hobi mengoleksi karya seni, khususnya seni rupa. Meski terkesan sederhana, kolektor memiliki peran penting dalam dunia kesenian, lho.

    Hal ini ditunjukkan dengan peran kolektor sebagai penentu harga pasar dari suatu karya seni. Sebab, kolektor dapat menjual kembali koleksi miliknya dengan harga tinggi. Tidak semata-mata soal harga saja, menjadi kolektor juga dituntut untuk memiliki pengetahuan yang cakap mengenai dunia seni. Dikarenakan nilai suatu karya seni juga berdasar pada aliran, teknik, hingga pandangan terhadap seniman di baliknya.

    Dilansir dari Tempo, Hendro Wiyanto, seorang kurator seni dalam negeri, menyatakan bahwa pasar seni itu sendiri juga harus dipenuhi dengan argumen dari kacamata kesenian yang disampaikan kolektor. Sehingga, pasar seni tidak melulu soal harga atau bahkan ikut-ikutan membeli, tetapi juga tetap mempertahankan kualitas dan selera.

    Pertimbangan ini juga tentunya terjadi di dunia seni NFT, teknologi yang membawa angin segar bagi dunia kesenian, termasuk bagi para seniman dan kolektor. Penasaran? Yuk, baca terus artikel ini!

    Dunia Kesenian Diramaikan dengan Hadirnya NFT

    Sebelum hadirnya NFT, dunia kesenian sempat mengalami keterpurukan sejak terjadinya pandemi COVID-19 yang dimulai pada awal tahun 2020. Para pelaku industri kesenian, khususnya seni rupa, cenderung sulit untuk memamerkan dan memperjualbelikan karya seni miliknya. Dilansir dari situs Pemasaran Kemenparekraf, subsektor seni rupa mengalami penurunan kontribusi bagi perekonomian sebesar 2.94% selama pandemi.

    Serupa dengan para seniman rupa atau kreator karya seni, kolektor karya seni juga mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan keterbatasan yang dialami kolektor yang hanya bisa melakukan mark-up harga dari suatu koleksi seni miliknya saat penjualan, karena ketersediaan karya seni di pasar yang terbatas. Selain itu, terdapat waktu tunggu yang tidak pasti untuk mencapai kenaikan value dari seniman yang karya seninya mereka koleksi. Permasalahan tersebut terbantu dengan adanya NFT.

    Baca juga: Atasi Era Digital dengan Digitalisasi Karya Seni 2 Dimensi

    Tidak hanya dalam aspek teknis yang membuat otentikasi karya seni menjadi lebih mudah dan eksklusif, NFT juga membawa keuntungan finansial bagi seniman atau kreator. Dengan menerbitkan karya seni menjadi NFT, kreator bisa mendapatkan royalti sejumlah persentase yang ditentukan pada saat minting atau upload NFT. Meskipun NFT tersebut sudah pindah tangan berkali-kali, sejumlah pendapatan akan tetap mengalir ke dompet kreator tiap kali penjualan NFT tersebut terjadi.

    Namun, selain kreator NFT, apakah kolektor NFT juga bisa memperoleh keuntungan? Jawabannya, tentu saja bisa! Kok, begitu? Begini penjelasan lebih lengkapnya!

    Mengoleksi NFT Juga Bisa Membawa Keuntungan

    Serba-Serbi Kolektor Seni dan Caranya Mendapatkan CuanLayaknya kolektor seni konvensional yang bisa meraup keuntungan lewat penjualan kedua atau seterusnya, kolektor NFT juga bisa melakukan hal yang sama, lho. Namun, ada beberapa hal yang perlu diberi perhatian lebih oleh kolektor NFT, yaitu memastikan bahwa karya seni pada NFT tersebut adalah orisinil, bukan hasil duplikat dari karya seni milik seniman lain lalu dijadikan NFT.

    Juga, karena nilainya masih cenderung abstrak dengan risiko yang tinggi, kolektor NFT harus pintar-pintar memilih dan menentukan NFT mana yang memiliki nilai dan harganya berpotensi menjulang di masa depan. Meskipun sulit dan penuh akan ketidakpastian, tetapi kolektor bisa melihat track record kreator NFT tersebut atau dari segi arah tren, estetika, juga aliran seni yang diterapkan. 

    Jadi, seperti kolektor seni konvensional, mengoleksi NFT juga baiknya tidak semata-mata untuk mengejar tren saja, tetapi juga berdasar pada nilai-nilai kesenian yang berlaku. Nah, dengan koleksi NFT yang bernilai tinggi, kemungkinan besar harga NFT tersebut akan meningkat seiring berjalannya waktu dan Anda bisa meraih keuntungan setelahnya.

    Cara Kolektor Seni Memperoleh Keuntungan Lewat NFT

    Terdapat 3 cara yang bisa kolektor NFT lakukan dalam mengantongi keuntungan, nih, yaitu:

    1. Pamerkan Koleksi NFT

    Cara pertama yang bisa Anda lakukan sebagai kolektor NFT adalah memamerkan koleksi NFT yang Anda punya. Pasalnya, Anda tidak akan bisa meraih calon pembeli jika mereka tidak mengetahui koleksi NFT apa saja yang Anda miliki. Anda bisa mulai dengan memamerkan NFT di media sosial, misalnya Instagram atau Twitter. 

    Ditambah lagi, jika Anda mengoleksi NFT hasil karya seniman ternama atau memiliki nilai estetika yang cukup tinggi, Anda sudah mendapatkan nilai plus dalam meningkatkan reputasi Anda sebagai kolektor dan membuat calon pembeli tertarik dengan koleksi Anda.

    2. Lakukan Lelang dari Koleksi NFT

    Setelah memilih koleksi NFT mana yang sekiranya memiliki value lebih dan potensial, Anda bisa mulai menaruhnya untuk dilelang atau auction di platform pilihan. Selain konsep jual-beli, konsep lelang juga seringkali menjadi pilihan dalam mengumpulkan keuntungan lewat NFT.

    Setelah menaruhnya untuk dilelang, Anda bisa lakukan pengecekan secara berkala mengenai tawaran yang telah diberikan oleh para calon pembeli. Tidak menutup kemungkinan, akan ada calon pembeli yang bid sesuai dengan harga yang Anda inginkan, atau bahkan jauh di atas harga tersebut. Barulah dari sana Anda bisa mendapat cuan.

    3. Jual Koleksi NFT di Marketplace

    Terakhir, cara ini menjadi cara yang paling mudah untuk Anda lakukan dalam mendapatkan keuntungan lewat NFT. Sebagai kolektor, Anda bisa menjual kembali NFT tersebut di NFT marketplace khusus jual-beli NFT, lho. Anda juga tidak perlu khawatir, karena kini sudah tersedia banyak sekali marketplace NFT yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan, salah satunya adalah TokoMall.

    Sebelum memutuskan untuk menjual NFT kembali, Anda harus memilih NFT dengan nilai jual yang cenderung tinggi. Hal ini agar Anda bisa menjualnya dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan pada saat Anda membelinya untuk pertama kali. Dengan begitu, Anda bisa mengantongi sejumlah keuntungan lebih dari penjualan tersebut.

    Sekarang Anda sudah paham, kan, mengenai cara yang bisa dilakukan kolektor seni untuk mendapatkan cuan lewat NFT? Yuk, cari tahu serba-serbi terbaru mengenai NFT lainnya di www.mall.tokoscape.com dan daftarkan diri Anda sebagai Creator (kolektor) di marketplace NFT TokoMall sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Anda Tertarik NFT? Gabung dengan 5 Komunitas NFT Ini, Yuk!

    Saat ini pasar NFT di Indonesia bisa dikatakan terus berkembang secara pesat seiring dengan semakin digandrunginya NFT oleh kalangan seniman. Salah satu yang menjadi penyebabnya adalah hidupnya komunitas NFT di Indonesia. Hadirnya komunitas ini tentunya memberikan berbagai manfaat. Nggak cuman kreator karya seni saja, Anda yang ingin mengoleksi NFT maupun yang ingin terus mengikuti hype NFT ini bisa gabung di komunitas yang ada, lho!

    Peran Komunitas dalam Dunia NFT

    Beberapa waktu yang lalu, kami telah melakukan wawancara bersama Radiofeeder, seorang kreator dan juga kolektor di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa komunitas memiliki pengaruh yang besar terhadap kreator. Selain itu, ia juga menambahkan salah satu langkah awal yang harus dilakukan bagi kreator baru yang ingin berkecimpung di dunia NFT adalah dengan masuk ke dalam komunitas. Hal ini dapat ia katakan karena pada mula ia sedang terjun ke dunia NFT, komunitaslah yang memberikan peran penting dalam membimbingnya. 

    Untuk lebih lengkapnya, berikut kami hadirkan beberapa peran komunitas NFT serta manfaat yang akan Anda dapatkan ketika mengikuti komunitas NFT:

    1. Wadah dalam Sharing Pengalaman dan Edukasi

    Anda seorang kreator yang baru ingin terjun ke dunia NFT dan bingung harus mulai dari mana? Tenang, Anda nggak perlu khawatir! Nah, dengan bergabung Komunitas NFT yang berisi dari banyak kreator ini tentunya akan memudahkan Anda untuk mengikuti perkembangan-perkembangan dunia NFT. 

    Nggak cuma itu, para anggota komunitas yang ada tentunya akan sangat terbuka dalam berbagi pengalaman ataupun edukasi mengenai seluk beluk NFT. Nggak usah malu-malu, Anda pun bisa langsung melontarkan pertanyaan-pertanyaan melalui room chat yang ada.

    2. Tempat Promosi Karya

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, komunitas NFT nggak hanya berisikan para kreator saja. Bagi Anda para kolektor yang tertarik untuk memulai koleksi NFT pun turut bisa bergabung. Makanya komunitas ini pun juga memiliki peran bagi kreator yang ingin mempromosikan NFT art mereka untuk mendapatkan calon pembeli.

    3. Melahirkan NFT Artists dengan Berbagai Aliran dan Bentuk Seni

    Karena sudah disebutkan di awal jika semua kreator bisa bergabung, tentunya hal ini menghadirkan beragam kreator yang mempunyai style-nya tersendiri. Secara nggak langsung tentunya komunitas NFT berpengaruh dengan lahirnya beragamnya aliran yang ada saat ini. 

    Baca Juga: Yuk, Kenalan dengan Para NFT Artist yang Memiliki Karya Termahal

    Komunitas NFT di Indonesia

    Wah, ternyata banyak manfaat dari mengikuti komunitas NFT, ya. Biar nggak clueless dalam mencari komunitasnya, nih kami hadirkan beberapa daftarnya!

    1. IndoArtNow NFT

    Komunitas pertama yang bisa Anda ikuti adalah IndoArtNow NFT. Saat ini IndoArtNow memiliki lebih dari 1000 member. Nah, Anda bisa bergabung dengan komunitas ini melalui Discord.

    2. Kreavi NFT

    Komunitas NFT selanjutnya ialah Kreavi NFT. Kreavi sendiri memang merupakan komunitas yang mewadahi para kreator di Indonesia. Setidaknya saat ini terdapat 334 member aktif yang tergabung di Telegram. Komunitas Kreavi NFT juga pernah melakukan Live di Facebook Page Kreavi terkait bincang-bincang NFT, lho!

    3. IDNFT

    IDNFT bisa dikatakan menjadi salah satu komunitas NFT yang memiliki banyak member. Saat ini setidaknya terdapat lebih dari 3300 anggota yang tergabung di Discord. IDNFT aktif dalam membantu para seniman untuk memulai sepak terjang mereka di dunia NFT. Salah satu kegiatan yang pernah IDNFT lakukan adalah mengadakan “Kelas Masuk NFT” yang dilakukan di saluran Discord.

    4. Komunitas NFT

    Komunitasnft merupakan salah satu komunitas NFT yang saat ini memiliki 375 member. Untuk cara bergabungnya mudah, Anda bisa mengunjungi media sosial miliknya di instagram @komunitasnft, lalu klik tautan yang ada di bio untuk segera bergabung Discord-nya. 

    5. Tokocrypto Ecosystem

    Sebagai salah satu exchange aset kripto terbesar di Indonesia, Tokocrypto turut hadir mewadahi perkembangan NFT di Indonesia. Setelah menghadirkan TokoMall yang merupakan sebuah marketplace khusus untuk tempat memamerkan NFT. Tokocrypto Ecosystem hadir untuk mewadahi pelaku yang bergerak dalam ekosistem NFT di Indonesia. Untuk bergabungnya pun mudah, Anda tinggal mengunjungi server NFT di channel Discord milik Tokocrypto. 

    Pada akhirnya, hadirnya komunitas NFT yang ada di Indonesia bertujuan untuk membantu dalam terwujudnya ekosistem NFT yang baik. Nah, untuk memamerkan karya atau mengoleksinya, Anda bisa melakukannya di TokoMall. Yuk, daftarkan diri Anda sebagai kreator maupun kolektor di mall.tokoscape.com sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Atasi Era Digital dengan Digitalisasi Karya Seni 2 Dimensi

    Dunia kesenian rupa sedang mengalami masa keterpurukan yang disebabkan oleh pertumbuhan teknologi. Akibatnya, banyak sekali seniman rupa yang bermigrasi ke konsep seni digital. Ternyata, ragam bentuk karya seni, termasuk karya seni 2 dimensi sekalipun, sudah dapat diubah ke dalam bentuk digital dan diperjualbelikan, lho

    Penasaran bagaimana caranya? Mari simak penjelasan lengkapnya!

    Karya Seni 2 Dimensi di Masa Sekarang

    Sebelum membahas lebih jauh mengenai karya seni 2 dimensi dan digitalisasinya, beberapa di antara Anda pasti pernah mengunjungi pameran yang berisikan beragam karya seni, dengan jenis dan tingkatan yang bervariasi. Galeri dan pusat eksibisi lainnya kerap kali dipenuhi pengunjung untuk sekadar berfoto dan mengapresiasi seni, khususnya 2 dimensi.

    Karya seni 2 dimensi memang menjadi bentuk karya seni yang paling sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga terasa dekat. Mayoritas karya yang mendominasi di galeri juga berbentuk 2 dimensi. Tak heran, banyak sekali karya seni yang terkenal dari berbagai belahan dunia, terutama dalam bentuk lukisan.

    Namun, seiring berkembangnya teknologi, karya seni 2 dimensi ikut tergerus oleh zaman. Di era digital ini, tidak sedikit seniman yang berpindah dan hanya berkarya di medium digital saja. Ditambah lagi, pandemi membuat aktivitas kesenian rupa menjadi semakin terhambat. Dilansir dari Kemenparekraf, kontribusi sub sektor seni rupa bagi perekonomian tergolong kecil, sekitar 0.23% saja. Kemudian saat pandemi, persentasenya bergerak negatif sebesar 2.94%.

    Kenali Apa Itu Karya Seni 2 Dimensi dan Contohnya

    Seperti namanya, karya seni 2 dimensi merupakan bentuk karya seni yang memiliki dua ukuran saja, yaitu panjang dan lebar. Karya seni ini tidak diterapkan ke dalam bentuk barang, tetapi hanya bidang datar saja, seperti kanvas atau kertas. Contoh karya seni 2 dimensi yang sering kita temui adalah foto, gambar atau ilustrasi, lukisan, hingga seni grafis seperti poster atau banner.

    Terdapat delapan unsur dalam karya seni 2 dimensi yang dibentuk oleh seniman, yaitu titik, garis, bidang, bentuk, tekstur, warna, serta gelap-terang. Unsur-unsur tersebut kemudian diolah sedemikian rupa hingga menjadi satu kesatuan menjadi sebuah karya seni. 

    Selayaknya karya seni pada umumnya, karya seni ini dapat diciptakan dengan tujuan fungsional (memiliki kegunaan tertentu) hingga untuk keindahan (estetika).  Selain itu, karya seni ini bersifat mudah dikenali karena memiliki bentuk dan juga dimensi yang terdiri dari ukuran panjang dan lebar, tanpa ketebalan.

    Digitalisasi Karya Seni Lewat NFT Art

    Jika melihat data statistik yang semakin menurun dan pandemi yang tak kunjung hilang, para seniman tidak bisa secara terus-menerus bergantung pada karya seni yang disalurkan secara konvensional. Perlu dicari jalan keluar, yaitu dengan terjun ke dunia digital. Salah satu caranya adalah dengan melakukan digitalisasi karya seni 2 dimensi melalui NFT Art.

    NFT Art merupakan karya seni dimuat dalam bentuk token kripto dan masing-masingnya tidak memiliki kesetaraan nilai, berbeda dengan aset kripto lain yang berbentuk koin. Dikarenakan berbasis kripto, karya seni berupa NFT Art dapat diakses juga diperjualbelikan secara digital melalui NFT marketplace dan akan tercatat dalam teknologi blockchain. Semakin unik dan langka suatu NFT Art, maka akan semakin mahal juga harganya.

    Selain karya seni yang dibuat secara digital, NFT Art juga dapat berupa karya seni konvensional yang diubah ke dalam bentuk digital, misalnya lukisan. Wujud asli lukisan tersebut juga dapat diperjualbelikan, tetapi proses perpindahannya tentu akan memakan waktu lebih lama dibandingkan yang versi digital. Masing-masing NFT Art memiliki address sebagai identitas, sehingga dapat terjamin keasliannya dan tidak dapat diduplikasi.

    NFT Art dapat dibuat dengan proses yang mudah, cukup dengan registrasi dan mengunggah karya seni digital milik Anda melalui marketplace NFT terpercaya, seperti TokoMall. Dengan TokoMall, seniman dapat mendaftarkan diri sebagai merchant dan melakukan minting karya NFT setelah lolos review dan verifikasi. Selanjutnya, untuk melanjutkan ke proses publikasi, para seniman akan dikenakan sejumlah gas fee.

    Jadi, konsep NFT Art tidak sesulit yang dibayangkan, bukan? Kini, para seniman bisa kembali bangkit dan bersiap untuk mengubah karya seni 2 dimensi ke dalam bentuk NFT serta melakukan minting dan publikasi di TokoMall setelah memenuhi persyaratan yang berlaku. Yuk, kunjungi www.mall.tokoscape.com dan daftarkan diri Anda sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berikut Ini Alasan Banyak Orang Mengoleksi Karya Seni Digital NFT

    Beberapa waktu belakangan ini publik diramaikan oleh kehadiran karya seni digital kripto atau NFT art. Mudahnya, NFT atau Non Fungible Token ini dapat diartikan sebagai sebuah token yang tidak bisa tergantikan maupun dibuat ulang. NFT art sendiri bisa dipahami sebagai karya seni digital yang sudah melalui proses tokenisasi di blockchain dan memiliki kode unik tersendiri yang menandai bahwa karya seni tersebut terjamin keasliannya. 

    Kehadiran NFT art seakan membawa angin segar bagi para seniman yang mengalami kebuntuan karena tak bisa melangsungkan pameran secara langsung dikarenakan pandemi COVID-19. Seiring makin banyaknya seniman yang berpindah haluan untuk tokenisasi karya seni mereka menjadi sebuah NFT art, para kolektor pun turut meramaikan ekosistem ini.

    Alasan NFT Art cocok untuk investasi jangka panjang

    Lantas, apakah yang menyebabkan kolektor pun seakan turut meramaikan ekosistem NFT art? Tentu saja alasan untuk investasi pun diyakini oleh para kolektor selain hanya untuk mengoleksinya. 

    Berikut kami hadirkan beberapa alasan mengapa NFT art cocok digunakan sebagai investasi jangka panjang Anda: 

    1. NFT Art Punya Value yang Tinggi

    Layaknya seperti yang terjadi pada karya seni konvensional, para kolektor tentunya akan memilih sebuah karya yang mereka anggap memiliki value yang tinggi. Nah, hal ini tentunya terjadi pula pada NFT art. Value yang tinggi ini bisa dilihat dari beberapa faktor, misalnya nilai historis atau bisa dari ketenaran kreator yang membuat NFT art tersebut. 

    Mari kita ambil contoh dengan NFT termahal Everydays: The First 500 Days milik “Beeple” Winkelmann seorang seniman digital terkenal. Karena ia sudah memiliki popularitas dan tentunya kredibilitas di kalangannya, tak ayal membuat orang memperebutkan untuk memiliki karyanya. Tak tanggung-tanggung, karya dari Winkelmann ini terjual seharga US$69.3 atau setara Rp 1,009 triliun di rumah lelang seni Christie’s, lho!

    2. Kualitas Karya yang Tidak Diragukan Lagi

    Alasan seorang kolektor dalam memilih karya seni yang ingin dikoleksinya pastinya tak lepas dari kualitas dari karya itu sendiri. Karya yang memiliki value yang tinggi tentunya membutuhkan proses yang panjang dalam pembuatannya. 

    Proses ketika menghasilkan NFT art yang tak mudah inilah yang juga mempengaruhi harga yang ada. Nah, mahalnya harga yang dipengaruhi dari kualitas karya dan value yang ada itulah yang menjadikan NFT art sangat diminati para kolektor. 

    3. Memiliki Potensi di Masa Depan

    Makin banyaknya investor aset kripto tentunya mempengaruhi semakin mahalnya harga-harga dari koin yang ada. Selain itu, ditambah meluasnya adaptasi aset kripto di berbagai lini tentunya menjadikan NFT art memiliki potensi yang baik di masa depan. 

    Mari kita ambil contoh dari NFT pertama “Crypto Kitty”, NFT gambar kucing yang senilai 600 ETH ini menjadi cikal bakal kepopuleran NFT di tahun 2017 silam. Di tahun itu, harga NFT tersebut hanyalah senilai sekitar US$170 ribu. Tak tanggung-tanggung, jika menggunakan rate ETH saat ini harganya mampu mencapai US$ 2,3 juta atau setara hampir 30 miliar! Fantastis, kan

    Cara Mudah Beli Nft Art Di Tokomall untuk Investasi Jangka Panjang

    Kini, Anda tak perlu bersusah payah mencari marketplace terpercaya untuk melihat dan membeli koleksi NFT art dari creators yang ada di Indonesia! TokoMall dari Tokocrypto hadir untuk memudahkan Anda dalam membeli NFT art-nya.

    Caranya mudah, Anda tinggal mengunjungi https://mall.tokoscape.com/  dan klik User pada bar dan halaman Log In akan muncul. Oh iya, sebelumnya pastikan Anda telah mempunyai wallet terlebih dahulu di Metamask. Setelah Anda berhasil menghubungkan wallet milik Anda, maka akan muncul pilihan role dan pilih Kolektor. Isi form profil Anda dan selesaikan registrasi. 

    Setelah berhasil, Anda bisa langsung berselancar untuk melihat-lihat hasil karya dari creators di Indonesia. Yuk, daftarkan diri Anda dan segera koleksi karya seni digital kripto sebagai salah satu sarana investasi Anda sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tertarik Koleksi NFT? Inilah Tips Mengoleksi NFT!

    Hadirnya Non Fungible Token (NFT) saat ini memungkinkan bagi kita untuk mempunyai kepemilikan digital atas sebuah karya seni. Dengan memiliki karya seni yang sudah di NFT-kan artinya Anda akan memiliki sebuah kode unik yang berfungsi untuk melacak penerbit token, creators, pemilik awal, dan pemilik akhir untuk sebuah karya. NFT tak hanya hype di kalangan kreator saja, tapi di kalangan kolektor karya seni juga. Tak sedikit para kolektor yang kini mulai terjun untuk koleksi NFT. 

    Seiring keuntungan-keuntungan yang dihadirkan ketika mengoleksi NFT, timbul beberapa persoalan yang membuntutinya. Seperti kasus duplikasi karya seni yang dilakukan oleh Twisted Vacancy, seorang penggiat NFT atas karya milik Ardneks yang ramai diperbincangkan sejak beberapa bulan yang lalu. 

    Jelas hal ini tak hanya merugikan pihak kreator asli saja, kolektor yang telah membeli karya tersebut tentu juga merasakan dampaknya. Alih-alih puas setelah membeli karya tersebut, yang ada rasa jengkel-lah yang didapatkan. Belum lagi karya yang sudah diketahui oleh umum yang dibuat berdasarkan jiplakan karya orang lain tentunya tidak akan menjadi bernilai lagi. Tentunya ini merugikan kolektor yang juga menyisipkan value berinvestasi selain mengoleksinya.  

    Berkaca dari kasus duplikasi tersebut, rasanya tak ada jaminan untuk di kemudian hari kejadian ini tak akan terjadi kembali. Untuk itu, bagi Anda yang tertarik untuk mengoleksi NFT, berikut kami hadirkan beberapa tipsnya!

    Tips Mengoleksi NFT

    Inilah beberapa tips bagi Anda yang ingin mengoleksi NFT: 

    1. Riset Karya Seniman

    Berkaca dari kasus plagiarisme yang telah disebutkan di atas sebenarnya bisa dihindari oleh kolektor jika sebelumnya ia telah melakukan riset terlebih dahulu.  Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengeceknya langsung ke profil social media milik artist, apakah ia pernah update atau memberikan informasi kalau menjual karya NFT.

    Cara lainnya yang bisa dilakukan adalah ketika Anda menemui NFT milik Seniman B dan berniat membelinya, Anda bisa mengecek terlebih dahulu karya-karya lain miliki Seniman B tersebut. Apakah karya-karya Seniman B tersebut memiliki “ciri khas” yang sama atau tidak. Biasanya para seniman yang sudah berkecimpung bertahun-tahun, ia memiliki value atau bisa dikatakan ciri khasnya tersendiri, seperti contoh dari karya-karya Ardneks yang mempunyai ciri khas pada palet warna kuning, biru, merah hasil dari eksplorasinya sendiri. 

    Jika Anda menemukan karya NFT yang ternyata “mencurigakan”, tentunya Anda bisa mengurungkan niat beli NFT tersebut. 

    2. Lakukan Google Image Search Apakah Original atau Plagiat

    Dengan Google Image, Anda bisa melakukan pencarian berdasarkan gambar untuk mengetahui apakah ada gambar serupa yang telah dipublikasikan di internet. 

    Caranya mudah, Anda tinggal mengunjungi laman Google kemudian klik ikon Kamera yang ada di sebelah kanan kolom pencarian. Setelah itu, Anda tinggal masukkan link gambar atau juga bisa dengan mengunggah gambar yang ingin Anda cari. 

    3. Tanya-tanya Pendapat ke Komunitas NFT Apakah Artist Kredibel atau Plagiat

    Berdasarkan hasil wawancara yang telah kami lakukan dengan Radiofeeder, seorang kolektor dan juga kreator NFT di Indonesia, bagi Anda yang ingin berkecimpung di dunia NFT” sebaiknya dapat bergabung ke dalam komunitas-komunitas yang ada di Indonesia. Tak hanya kreator, komunitas NFT yang ada pun terbuka juga bagi kolektor yang ingin bergabung.

    Di dalamnya, tak hanya sharing seputar topik terkait kreator saja, Anda bisa juga menanyakan apakah NFT artist tersebut kredibel atau tidak. Karena memang dengan mengikuti komunitas, Anda bisa mengetahui jaringan antar para NFT artist

    4. Lihat Potongan Biaya yang Ditentukan Artist

    Potongan biaya yang dimaksud di sini adalah potongan royalti. Setiap karya seni NFT yang ada akan ditekankan besaran royalti yang nantinya akan diberikan kepada kreator ketika karya NFT tersebut dijual kembali oleh kolektor. Nah, besaran royalti ini bisa ditentukan oleh artist ketika ia mentokeninasi hasil karyanya di blockchain. Adapun besaran royalti nya adalah mulai dari 10% hingga 25%.

    Lantas, mengapa seorang kolektor harus melihat potongan royalti ini sebelum membelinya? Hal ini sebenarnya bermanfaat ketika Anda ingin menjual kembali koleksi NFT milik Anda. Dengan memilih potongan biaya royalti yang kecil, di kemudian hari ketika menjualnya, Anda tak perlu memasang harga yang terlalu tinggi untuk menutupi potongan royalti tersebut. 

    Itulah beberapa tips yang bisa kami berikan untuk Anda yang tertarik koleksi NFT. Apakah Anda tertarik mengoleksi karya NFT dari seniman Indonesia yang keren-keren? Kini, Anda bisa menemukannya di TokoMall, lho! Yuk, daftarkan diri Anda sebagai collector sekarang juga di www.mall.tokoscape.com



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk, Intip Koleksi NFT Art Messi yang Bertajuk ‘Messiverse’

    Para publik figur, khususnya atlet dari berbagai cabang olahraga mulai marak yang menunjukkan ketertarikannya dengan NFT, sebuah aset digital yang sedang naik daun dalam setahun ke belakang. Salah satunya adalah pesepakbola asal Argentina, Lionel Messi, yang baru saja meluncurkan NFT art Messi beberapa waktu lalu. Mari simak informasi selengkapnya!

    Popularitas NFT di Berbagai Kalangan

    Tidak dapat dipungkiri, kehadiran NFT di dunia kesenian mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan. Bukan hanya seniman rupa dan digital saja, tetapi juga menarik perhatian para publik figur, khususnya yang berasal dari bidang olahraga. Sebagaimana yang terjadi dalam beberapa bulan ke belakang, banyak atlet ternama yang ikut meluncurkan koleksi NFT miliknya.

    Sebelum membahas mengenai siapa saja atlet yang telah mempublikasikan NFT, alangkah baiknya untuk memahami secara singkat tentang apa itu NFT. NFT, yang merupakan singkatan dari Non-Fungible Token merupakan sebuah bentuk aset kripto yang menggunakan teknologi blockchain untuk mencatat status kepemilikan dari objek tersebut. Hal ini membuat NFT terjamin keasliannya dan memiliki sifat yang eksklusif. NFT dapat berupa artwork, musik, hingga tulisan dan kemudian dijual melalui marketplace khusus NFT.

    Sebagaimana yang terjadi pada bulan Mei 2021 lalu, atlet american football Rob Gronkowski menerbitkan empat kartu dari koleksi Super Bowl sebagai NFT. Lalu, dari cabang olahraga baseball, atlet Taijuan Walker yang bermain untuk tim New York Mets juga meluncurkan NFT berupa artwork bertanda tangan. Kemudian pada Juli 2021, mantan pesepakbola ternama Ronaldinho juga menerbitkan koleksi NFT miliknya yang terdiri atas tujuh keping artwork untuk dilelang.

    Peluncuran ‘Messiverse’, NFT Art Milik Lionel Messi

    Baru-baru ini, tepatnya pada 21 Agustus 2021, Lionel Messi bersama Ethernity meluncurkan koleksi NFT yang diberi nama ‘Messiverse’. Peluncuran NFT art ini dilakukan oleh Messi sebagai bentuk selebrasi atas karirnya dalam dunia sepakbola. Dilansir dari The Jakarta Post, Messi mengumumkan peluncuran koleksi NFT miliknya lewat cuitan yang berbunyi, “Art is like football. Eternal.” di Twitter pada awal Agustus lalu.

    Koleksi NFT milik Messi yang dinamai ‘Messiverse’ ini terdiri atas total 5 karya seni yang didesain oleh dua seniman digital ternama, yaitu BossLogic dan Impossible Brief. Dari lima keping NFT tersebut, BossLogic mendesain empat keping yang diberi judul “The Golden One”, “The Man From Tomorrow”, “The Man of The Past”, dan “The King Piece”. Keempat karya seni tersebut menggambarkan sosok Messi sebagai superhero, dewa Yunani, dan juga raja. 

    Sedangkan, seniman digital Impossible Brief menciptakan keping NFT terakhir dari koleksi ‘Messiverse’ yang diberi nama “The Magician”. NFT ini dibuat untuk memperingati kemenangan bersejarah Lionel Messi bersama tim nasional Argentina atas Brazil di Copa America. Peristiwa ini dianggap sebagai penghargaan karena merupakan kemenangan Lionel Messi dan Argentina di kompetisi besar setelah satu dekade lamanya.

    Pada saat peluncurannya, “The Golden One” yang hanya tersedia satu keping ini dilelang selama 72 jam dengan harga lelang mulai dari 50.000 USD. Namun, harga lelang terus meroket bahkan mencapai 1.128.815 USD. Sementara untuk “The Man From Tomorrow” dan “The Man of The Past” yang tersedia sebanyak 75 edisi ini dijual seharga 10.000 USD per keping. Para pembeli NFT ini akan secara otomatis mendapatkan keping “The Man of The Past” yang dikirim melalui airdrop.

    Karya seni lainnya yaitu “The King Piece” tersedia sebanyak 2500 edisi dan per kepingnya dihargai sebesar 499 USD. Sedangkan, untuk NFT keping terakhir yang bernama “The Magician”, dijual seharga 50 USD secara open edition, maksudnya adalah NFT tersebut hanya tersedia selama 15 menit saja dengan jumlah yang tidak terbatas. 

    Mempublikasikan NFT Art Melalui Marketplace Terpercaya

    Untuk menerbitkan NFT, diperlukan marketplace yang terpercaya sebagai wadah dalam memamerkan dan menjual NFT tersebut. Jika membahas tentang marketplace NFT, masyarakat Indonesia terutama para seniman digital sudah tidak perlu khawatir lagi. Sebab kini telah hadir marketplace NFT TokoMall, yang merupakan salah satu pionir dari munculnya marketplace NFT di Indonesia.

    TokoMall dapat membantu para seniman digital yang tertarik dalam memamerkan bakatnya ke dalam bentuk NFT. Marketplace NFT yang telah secara resmi diluncurkan pada pertengahan bulan Agustus lalu ini memiliki alur pendaftaran yang sederhana dan praktis. Dengan demikian, para seniman atau siapa saja yang ingin menerbitkan NFT berkesempatan untuk mencobanya.

    Caranya adalah dengan mendaftarkan diri Anda sebagai exclusive merchant partner di TokoMall. Setelah mengisi data diri dan lolos review serta verifikasi, Anda bisa mulai minting karya seni terbaik Anda sebagai NFT di TokoMall. Dalam proses tersebut ada sejumlah gas fee yang dikenakan pada Anda dan setelahnya karya Anda akan langsung tampil halaman TokoMall dan bisa dikoleksi oleh kolektor. 

    Itu dia penjelasan mengenai koleksi NFT art Messi yang berhasil menarik perhatian para kolektor karya seni digital. Nah, bagi Anda yang tertarik mengoleksi NFT art hasil karya seniman Indonesia, sekarang Anda sudah tidak perlu khawatir lagi. Yuk, langsung saja kunjungi www.mall.tokoscape.com dan daftarkan diri Anda sebagai kolektor di TokoMall sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu NFT Art dan 4 Faktor NFT Art Banyak Dibeli

    Saat ini, banyak beredar NFT dengan harga begitu tinggi hingga miliaran Rupiah. Meskipun mungkin terlihat non-affordable, nyatanya tetap saja ada pembelinya. Salah satu contohnya adalah fenomena Ghozali Everyday pada awal Januari 2022 lalu. Meskipun floor price-nya di awal rendah, setelah harganya menjulang masih banyak yang berburu NFT tersebut. Lalu, mengapa NFT art begitu populer hingga meraup nominal selangit? Simak ulasannya berikut ini!

    Sekilas Mengenai Apa Itu NFT Art

    Jadi, NFT art adalah salah satu jenis NFT yang diperjualbelikan berupa suatu karya seni, bisa lukisan, seni visual, ilustrasi, hingga foto. Kegiatan jual-beli NFT tersebut dilakukan menggunakan aset kripto, misalnya Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH). Namun, berbeda dari benda atau aset lain, NFT memiliki nilai jual yang tidak sepadan.

    NFT biasanya berupa aset digital yang mewakili dunia nyata, meliputi seni, musik, game item, dan lain-lain. Salah satu yang banyak diperjualbelikan adalah seni, yang lebih dikenal dengan NFT art.  

    Baca juga: Apa Itu NFT Art? Yuk Kenali Istilah dan Manfaatnya

    Selain Ghozali, seorang seniman digital bernama Pak berhasil menjual NFT yang dinamai “The Merge” seharga 91,8 juta Dolar AS atau sekitar Rp1,31 triliun! Berkat nilai jualnya tersebut, “The Merge” menduduki peringkat pertama NFT termahal yang pernah terjual sepanjang tahun 2021, mengalahkan “EVERYDAYS: The First 5000 Days” milik Beeple yang terjual seharga 69,3 juta dolar AS atau setara Rp991 miliar.

    tampilan nifty gateway

    Nah, nominal yang selangit bukan tanpa alasan. NFT hadir untuk membuat suatu kreasi digital menjadi karya yang orisinal dan diperjualbelikan secara terbatas. 

    Sesuai hukum ekonomi, ketika suatu barang tergolong langka, maka permintaan akan naik, sehingga harga barang pun ikut naik. Hal ini memicu orang-orang untuk berambisi memiliki suatu karya seni yang benar-benar asli dari karya digital tersebut.

    Ketika membeli sebuah kreasi digital berupa NFT, Anda tidak mendapatkan barang tersebut, melainkan sertifikat autentikasi bawaannya. 

    Sertifikat autentikasi bernama “digital bragging rights” ini tercatat di blockchain sebagai bukti validasi kepemilikan, dan kolektor NFT menghargai sertifikat ini lebih dari barang itu sendiri. Itulah yang menjadi daya tarik sehingga menyebabkan banyak orang kini berbondong-bondong membeli NFT art.

    4 Faktor Penyebab Suatu NFT Art Banyak Dibeli

    illustrasi token nft

    Jika dilihat dari histori transaksinya selama ini, berikut ini adalah empat faktor yang menyebabkan suatu NFT art banyak diburu dan dibeli oleh banyak orang.

    1. Konten dan seniman di baliknya yang trustworthy

    Alasan utama yang menjadikan NFT art kerap menarik hati banyak kolektornya adalah berkat konten NFT itu sendiri. Sebab, dengan NFT, para kreator bisa dengan bebas berkarya dan menemukan audiensnya masing-masing, tidak terpaku pada satu jenis aliran seni saja. Sesaat suatu NFT memiliki nilai keunikan tersendiri, maka akan banyak kolektor yang tertarik. Konten dari NFT art juga tidak terbatas hanya pada lukisan dan ilustrasi saja, tetapi juga bisa foto, kolase, dan lainnya.

    Selain itu, seniman alias kreator yang berada di baliknya pun bisa menjadi faktor suatu NFT banyak dibeli. Seperti halnya yang terjadi pada pasar seni konvensional, di mana semakin dikenal luas seorang seniman, maka semakin tinggi pula value yang dimilikinya. Keberadaan seniman di baliknya itulah yang semakin membuat NFT tersebut trustworthy untuk dibeli. 

    2. Jumlahnya hanya ada 1 di dunia 

    Jika membahas di pasar seni konvensional, karya seni biasanya hanya ada satu yang asli dan lainnya merupakan salinan. Karya asli dapat diidentifikasi berdasarkan data reproduksinya, sedangkan karya salinan banyak digandakan dan diperjualbelikan dengan bebas. Hal ini menyebabkan harga barang dari karya yang asli justru menurun, karena orang bisa mendapatkan karya salinan yang persis sama dengan harga yang jauh lebih murah.

    Sementara itu, NFT art menghadirkan karya dalam bentuk digital, sehingga wujudnya berupa file data. Dengan wujud tersebut, justru proses penggandaan akan jauh lebih mudah. Lalu, apa yang membuat NFT berbeda dengan karya seni konvensional? 

    Disini diterapkan fungsi kepemilikan yang terletak pada sertifikat autentikasi bawaannya, bukan pada karyanya. Dengan ‘hak milik’ yang jelas validitasnya inilah orang akan cenderung berambisi untuk memilikinya, tidak peduli banyak orang yang kemudian menduplikasinya karena tetap ia lah sang pemilik asli dari karya seni tersebut. 

    Selain itu, tiap NFT yang diterbitkan pun hanya terdapat 1 keping saja, alias tidak ada yang sama di dunia. Hal itu juga yang mendorong banyak orang untuk memilikinya.

    3. Bersifat original dan transparan

    Segala aktivitas transaksi dalam dunia digital memang rawan anonim, meski begitu semuanya tetap dapat terlacak karena sifatnya yang transparan. NFT art selalu dapat dijamin orisinalitasnya karena adanya transparansi tersebut. Seluruh aktivitas transaksi blockchain sepenuhnya tersedia untuk umum, sehingga para kolektor bisa melihat siapakah pemilik dari suatu NFT art saat ini beserta histori transaksinya. 

    Meski begitu, tetap penting bagi para kolektor untuk melakukan riset terhadap proyek NFT, ya, sebab tidak sedikit pula para kreator yang melakukan aktivitas copy minting atau menggunakan karya seni orang lain yang sudah ada untuk dijadikan NFT.

    4. Dapat dijadikan instrumen investasi 

    Baru-baru ini, NFT telah memasuki luxury market dengan aktivitasnya yang semakin merambah ke produk-produk mewah mengutip Futurity. Hal ini pun ditandai dengan banyaknya brand mewah ternama yang terus ikut mengadopsi NFT, seperti Louis Vuitton, Givenchy, dan masih banyak lagi. 

    Oleh sebab itu, kini, NFT sudah dianggap sebagai barang mewah yang ada di dunia digital, sehingga banyak orang yang memburunya. 

    Berdasarkan hal ini, bagi orang-orang yang menggemari barang mewah, NFT dapat dijadikan sebagai instrumen investasi, karena NFT dianggap punya potensi untuk menjadi lebih besar lagi nilainya di masa depan, apalagi jika diterbitkan oleh seniman yang trustworthy dan konten yang unik dan menarik, berbeda dari aliran seni kebanyakan.
    Sekarang, apakah Anda sudah tertarik untuk menjelajahi dunia NFT art? Yuk, mulai eksplorasi di TokoMall! Sebagai salah satu pionir marketplace NFT di Indonesia, Anda bisa membeli dan juga menjual NFT milik Anda, lho! Segera daftarkan diri Anda di TokoMall dan gabung komunitas NFT TokoMall di Telegram dan juga Discord!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Membuat NFT Art Untuk Pemula

    Tidak bisa dipungkiri, ketertarikan masyarakat terhadap NFT semakin meningkat, khususnya di Indonesia. Bisa dikatakan, peristiwa ini masih menjadi awal dari euforia NFT yang masih panjang, sehingga akan terus berdatangan orang yang ingin mengetahui bagaimana cara terjun ke dunia NFT. Lalu, apa saja yang harus dipersiapkan dalam memulai cara membuat NFT Art? Ternyata, hanya ada 4 langkah saja, lho, alias sangat mudah dan sederhana!

    Penasaran? Yuk, baca terus artikel ini untuk mengenal NFT art beserta cara membuat dan menjualnya!

    Kenalan Lebih Dekat dengan NFT

    NFT (Non-Fungible Token) adalah suatu aset digital yang berkembang dari aset kripto, di mana tiap asetnya memiliki kode unik yang membuat hanya ada satu di dunia, sehingga seseorang yang memilikinya berarti punya kuasa penuh atas NFT tersebut. 

    Sederhananya, NFT merupakan sebuah item berbasis digital yang dipatenkan di jaringan blockchain. Seperti yang kita ketahui, NFT bisa sangat beragam bentuknya, mulai dari karya seni visual hingga sebuah item collectible yang bisa didapatkan dalam sebuah game

    Karena sifatnya mirip dengan karya seni yang ada di pasar konvensional, nilai yang dimiliki suatu NFT tidak bisa diseragamkan. Tetapi, bergantung pada preferensi kolektornya dan dilihat juga melalui track record seniman di belakangnya. 

    Satu yang menjadi pembedanya adalah tiap NFT yang ada di pasar punya nilai kepemilikannya masing-masing. Jadi, saat seseorang membeli NFT, itu berarti mereka memiliki karya seni tersebut seutuhnya. Meskipun orang lain masih bisa mengunduh dan menyimpan gambar yang sama, tetapi pemilik utamanya tetaplah sang kolektor NFT dan kepemilikan ini bisa diverifikasi.

    Dari sekian banyak bentuknya, NFT yang paling diminati dan populer saat ini adalah NFT art. Selain karena pembuatannya cenderung paling sederhana, permulaan NFT yang muncul ke permukaan adalah NFT art. 

    Awal Mula Kepopuleran NFT Art 

    Jika membahas mengenai asal muasal kemunculan NFT art di blockchain, maka NFT yang diberi nama “Quantum” adalah jawabannya. Melansir Hyperallergic, NFT ini merupakan NFT pertama yang di-minting di blockchain oleh Kevin McCoy pada 2 Mei 2014. Meski sudah ada sejak 8 tahun lalu, “Quantum” baru berhasil terjual pada tahun 2021 melalui rumah lelang ternama Sotheby’s dan meraup harga yang fantastis, yaitu 1.4 juta USD!

    contoh nft art sotheby's

    Source: Sotheby’s

    Meski “Quantum” merupakan NFT pertama yang ada di blockchain, hal itu tidak menjadikan NFT tersebut sebagai pionir dari awal mula maraknya penjualan NFT. Sebab, NFT yang pertama kali terjual dan meraup harga yang amat tinggi adalah “Everydays: The First 5000 Days” karya Beeple pada Maret 2021. Tak main-main, karya seni kolase ini terjual di angka 69.3 juta USD di rumah lelang Christie’s, lho

    Walaupun bukan merupakan NFT yang pertama kali di-minting dalam blockchain, NFT ini justru tercatat sebagai NFT art yang pertama kali berhasil terjual lewat pelelangan sepanjang sejarah. Keberhasilan ini juga lah yang membuka pintu gerbang NFT hingga popularitasnya mendunia sampai sekarang, termasuk mendorong penjualan NFT yang pertama ada di blockchain yaitu “Quantum” setelah 7 tahun lamanya berada di blockchain tetapi tidak berhasil menemukan kolektornya. 

    contoh nft art beeple

    Source: Christie’s

    Kesuksesan NFT hasil karya Beeple inilah yang menarik perhatian masyarakat terhadap NFT. Mengutip CNN, sejak pelelangan NFT tersebut, banyak sekali yang mulai ikut serta membuat dan menjual NFT. Mulai dari karya seni digital, GIF, hingga sebuah tangkapan layar berupa tweet pertama oleh mantan CEO Twitter, Jack Dorsey, yang terjual seharga 2.9 juta USD.

    Source: Twitter Jack Dorsey

    Dari sana, semakin banyak seniman juga orang biasa yang mulai minting NFT terbaiknya. Harganya pun beragam, mulai dari yang terjangkau hingga yang tidak masuk akal. Hingga artikel ini ditulis, NFT yang memiliki harga termahal masih dipegang oleh “Merge”, hasil karya seorang desainer dan developer bernama Pak. NFT ini berhasil terjual di harga yang amat tinggi, yaitu 91.8 USD pada Desember 2021. Selain “Merge”, masih banyak koleksi Pak lainnya yang juga tinggi harganya, membuat ia menjadi salah satu NFT artist termahal yang pernah ada.

    tampilan nifty gateway

    Source: Nifty Gateway

    Baca juga: Yuk, Cari Tahu Siapa Saja NFT Artist yang Memiliki Karya Termahal

    4 Hal yang Harus Dipersiapkan dalam Cara Membuat NFT Art

    Setelah mengetahui lebih dalam mengenai sepak terjang NFT art, saatnya mengetahui hal apa saja yang harus dipersiapkan dalam cara membuat NFT art. Berikut di antaranya:

    Pilih seni digital terbaik 

    Hal pertama yang harus dipersiapkan dalam membuat NFT adalah memilih seni digital terbaik yang Anda miliki. Istilah ‘seni digital’ ini tidak hanya mengacu pada karya seni saja, bisa juga fotografi hingga memorabilia seperti tiket atau setlist konser. Namun, pastikan sudah dibuat dalam bentuk digital dan original, ya.

    Tentukan blockchain yang akan digunakan

    Selanjutnya adalah memilih blockchain mana yang akan dijadikan ‘tempat’ untuk minting NFT pertama Anda. Sebab, tiap blockchain memiliki karakteristik yang berbeda-beda pula. Jika Anda masih bingung, Anda bisa memilih blockchain yang banyak digunakan yaitu Ethereum. Selain itu, ada juga Tezos, Solana, dan juga Polkadot.

    Buat wallet NFT

    Setelah memilih seni digital dan blockchain, saatnya Anda membuat wallet NFT. Pasalnya, Anda akan dikenakan biaya awal alias gas fee pada saat minting, dan pembayarannya hanya bisa dilakukan dengan aset kripto. Umumnya, wallet yang digunakan adalah MetaMask.

    Jika Anda belum punya wallet Metamask, bisa buat terlebih dahulu dengan mengikuti panduan berikut:

    Setelah membuat wallet, jangan lupa untuk depositkan dana dengan membeli sejumlah aset kripto, ya.

    Baca juga: Serba-Serbi Metamask Wallet, dari Biaya hingga Keunggulan

    Jual NFT di marketplace terpercaya

    Jika semua hal sudah Anda lengkapi, berarti Anda sudah siap untuk menjual NFT di marketplace. Banyak marketplace NFT yang tersedia dengan keunikannya masing-masing. Namun, yang terpenting, selain menyesuaikan dengan pasar, Anda juga harus memilih marketplace yang resmi dan terpercaya seperti TokoMall, ya.

    Cara Menjual NFT di TokoMall

    tampilan halaman utama tokomall

    Source: TokoMall

    Sebagai salah satu pionir marketplace NFT di Indonesia, TokoMall menawarkan kemudahan bagi Anda yang ingin langsung menjual NFT perdana Anda, lho! Berikut langkah-langkahnya:

    1. Registrasi akun

    Pertama, tentu saja Anda harus memiliki akun terlebih dahulu. Anda bisa mendaftar sebagai Kreator/Kolektor atau Mitra Resmi. Bedanya, proses registrasi Mitra Resmi lebih panjang karena membutuhkan verifikasi. Setelah itu, Anda juga wajib menyambungkan akun dengan wallet MetaMask Anda, ya.

    https://www.youtube.com/watch?v=t1QjxlaLXBc

    1. Klik menu ‘NFT’ lalu pilih  ‘Upload
    2. Upload karya seni yang Anda akan jual

    Saat akan meng-upload NFT art milik Anda, pastikan bahwa karya seni tersebut telah memenuhi syarat upload. Mulai dari format hingga ukuran file.

    1. Lengkapi deskripsi NFT
    2. NFT akan di-upload ke dalam sistem dan blockchain

    Sebelum menekan tombol ‘Upload’, pastikan Anda sudah memiliki sejumlah aset kripto di wallet Anda untuk pembayaran gas fee.

    1. Minting berhasil 

    Jika proses upload NFT alias minting sudah selesai baik ke dalam sistem maupun blockchain, Anda bisa melihat pada menu ‘Creation’.

    Baca juga: Lakukan Strategi Berikut Sebelum Mulai Minting NFT!

    Setelah mengetahui cara membuat NFT, apakah Anda tertarik untuk ikut meramaikan dunia NFT ini? Sebelum itu, pastikan Anda selalu melakukan riset mengenai cara kerja NFT dan bergabung dengan Komunitas NFT TokoMall di Telegram dan Discord agar tidak salah informasi, ya. Yuk, segera registrasi dan minting NFT pertama Anda di TokoMall!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pahami Pengertian Ilustrasi Digital dan Perkembangannya dalam NFT

    Aset kripto berupa non-fungible token atau yang biasa disingkat NFT sangat identik dengan karya seni yang dihasilkan melalui teknik ilustrasi digital. Berbagai karya seni NFT yang terkenal seperti Bored Ape Yacht Club, merupakan karya seni digital yang kemudian diproses menjadi aset kripto NFT melalui proses minting.

    Lantas, apa yang dimaksud dengan ilustrasi digital? Bagaimana proses pertemuannya dengan NFT? Baca terus artikel ini, yuk!

    Baca juga: Bored Ape, Monkey NFT yang Punya Harga Fantastis. Kenapa Mahal ya?

    Apa itu Ilustrasi Digital?

    ilustrasi digital adalah teknik menggambar yang memanfaatkan perangkat lunak komputer (software) untuk menghasilkan sebuah karya dalam bentuk gambar. Teknik ini berbeda dengan cara konvensional yang memanfaatkan media fisik seperti kertas dan cat kuas untuk menghasilkan sebuah ilustrasi.

    Dengan adanya teknologi yang mendukung digitalisasi karya seni ilustrasi, para kreator dan artis mendapatkan banyak manfaat dan peluang baru untuk menjelajahi berbagai gaya baru dalam membuat karya mereka. Karya digital satu ini menghasilkan berbagai teknik baru dalam membuat karya seni yang mana memanfaatkan berbagai perangkat lunak dan perangkat keras komputer.

    Ragam Gaya Karya Seni Ilustrasi Digital

    Ilustrasi digital dengan teknik freehand memungkinkan para seniman untuk menghasilkan komposisi gambar yang lebih kompleks. Ada berbagai jenis gaya gambar yang digandrungi oleh banyak artis, yaitu:

    1. Komikal

    Sebuah buku komik terdiri dari beberapa adegan yang dibagi ke dalam panel-panel. Sebuah panel dilengkapi dengan teks narasi dan dialog yang ditampilkan dengan kontainer berbentuk balon. Komik dapat dibuat dengan teknik ilustrasi digital di mana adegan digambar dengan komposisi sesuai keinginan sang seniman komik atau biasa disebut komikus.

    2. Realisme

    Realisme merupakan salah satu gaya ilustrasi digital modern yang cukup populer di kalangan para seniman. Ciri khas dari realisme adalah kecenderungan gambar yang sangat mirip dengan objek nyata dengan detail-detail dan komposisi kompleks, yang bertujuan untuk merepresentasikan keadaan dunia nyata dan bentuk manusia semirip mungkin.

    3. Ilustrasi Flat

    Gaya ilustrasi digital ini menduduki puncak tren desain di tahun 2020 seiring dengan kehadiran NFT dan masih bertahan hingga saat ini. Berbagai brand mengadopsi gaya ilustrasi flat hampir di setiap platform komunikasi visual mereka seperti logo, aplikasi, situs web, ilustrasi, dan lain-lain.

    Memiliki ciri khas yakni gambar dua dimensi dengan detail yang sedikit, Para seniman ilustrasi digital flat lebih mementingkan perspektif yang menarik dan pergerakan yang unik untuk menciptakan gambar yang memiliki makna dan terlihat ‘hidup.’

    Ilustrasi Digital dan Pasar NFT

    Tidak sekadar menghasilkan karya, kehadiran teknologi ilustrasi digital juga memberikan kesempatan bagi para seniman untuk memasarkan karya seni mereka dengan cara baru. Sebab, NFT merupakan token digital yang tersimpan dalam jaringan blockchain yang menjadikan sebuah karya menjadi unik dan tidak dapat diduplikasi.

    Ilustrasi digital cenderung digandrungi oleh para kreator dan artis yang ingin memasarkan karya seni mereka di pasar NFT karena output yang dihasilkan dari teknik menggambar ini berbentuk digital yang mana mempermudah proses minting

    ilustrasi digital blake katryn

    Source: OpenSea – Blake Kathryn

    Secara global, sudah banyak nama-nama ilustrator yang berhasil menjual karya seni miliknya ke dalam bentuk NFT. Sebut saja Blake Kathryn, ilustrator yang menjual beragam ilustrasi digital dan seni visualnya dalam bentuk NFT. Saat ini, koleksi NFT miliknya mencatat floor price di angka 1,444 ETH yang senilai dengan 1630 USD, lho! Salah satu keping NFT termahal miliknya berjudul “Onye Nota Bust #4/25”.

    karya ilustrasi digital e merlin murray

    Source: E Merlin Murray – “Madame Sofia’s Oracle Of Wisdom”

    Selain itu, ada juga seniman bernama E Merlin Murray yang juga berhasil menjadikan ilustrasi digital miliknya ke dalam bentuk NFT. Bahkan, ia telah merilis lebih dari satu proyek proyek NFT, lho! Antara lain “Madame Sofia’s Oracle Of Wisdom” yang terdiri dari 8888 keping, lalu “Space Goats On Acid”, dan terakhir ada “Satoshi Faces”. Masing-masing proyek tersebut memiliki ciri khas dan gaya ilustrasi yang berbeda dan unik, sukses menarik perhatian banyak penikmat seni.

    Baca juga: Simak Panduan Cara Membuat dan Menjual NFT yang Mudah Berikut!

    Bagaimana Cara Membuat NFT dari Ilustrasi Digital?

    profil kreator nft dhany pratama

    Source: TokoMall – Dhany Pramata

    TokoMall melakukan wawancara eksklusif dengan beberapa seniman dan ilustrator asal Indonesia yang saat ini juga terjun ke dunia NFT

    Dhany Pramata adalah seorang seniman ilustrasi kartun asal Indonesia yang karyanya terkenal di media sosial Instagram dan Twitter. Dirinya menjelaskan bahwa riset pasar merupakan proses yang sangat krusial sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia NFT.

    “Kita benar-benar harus tau siapa target pembeli karya-karya kita. Nah, banyak kasus beberapa kreator yang memulai NFT tanpa riset, akhirnya mereka stuck,” ungkap Dhany yang kerap disapa dengan ‘Bang Dhan’.

    profil kreator nft heyapriliaa

    Source: TokoMall – Heyapriliaa

    Heyapriliaa, seorang ilustrator yang juga terjun ke dunia NFT dan memasarkan hasil karyanya di TokoMall memaparkan bahwa riset dapat dilakukan dengan memerhatikan jenis karya seni NFT yang laku di pasaran, serta memiliki kemampuan untuk memetakan karakteristik kolektor NFT.

    Baca juga: Penting dan Tak Boleh Terlewat, Inilah Cara Riset Pasar bagi Para Creator

    Setelah melakukan riset pasar, langkah selanjutnya adalah membuat karya seni yang nantinya akan dijadikan aset kripto berbentuk NFT. 

    profil kreator nft isa panic monsta

    Source: TokoMall – Isa Panic Monsta

    Isa Indra Permana, seorang ilustrator yang mengusung tema musik, mitologi, dan kehidupan sehari-hari pada karyanya menuturkan proses eksekusi membuat karya seni langsung dilakukan tanpa perlu membuat sketsa karena ide akan mengalir dengan sendirinya seiring proses membuat karya. 

    Namun, berbeda dengan karya bertema khusus, dirinya memulai proses awal yakni membuat checklist untuk keseluruhan karya yang akan menjadi sebuah series.

    Seorang kreator harus memilih platform untuk memasarkan karya seni berbentuk NFT mereka. Dhany Pramata menjelaskan bahwa dirinya memilih pasar NFT lokal karena menyesuaikan jenis konten yang ia buat yang mana sangat berkaitan erat dengan kebiasaan dan budaya masyarakat Indonesia.

    Promosi juga menjadi proses eksekusi yang penting bagi seorang kreator agar karya seni mereka dikenali oleh khalayak dan menjangkau pasar yang meminati karya mereka. Salah satu mekanisme promosi yang kerap dilakukan adalah melalui media sosial. Kolektor NFT biasanya memantau perkembangan seputar dunia NFT di Twitter atau Instagram.

    Cara lain untuk mempromosikan diri dan karya seni NFT adalah melalui komunitas. Tidak sekadar mempromosikan karya seni, para anggota komunitas sering berdiskusi dan saling memberikan informasi terkait dunia NFT. Ada berbagai komunitas NFT yang mana terbuka bagi para kreator dan kolektor untuk bergabung.

    Bagi kamu para kreator dan artis yang ingin menjual karyamu dalam bentuk NFT, yuk bergabung menjadi Official Partner (Kreator) dari TokoMall. Kalau kamu kolektor yang suka mengoleksi karya seni NFT, kamu bisa membeli NFT dari berbagai seniman NFT terkemuka di TokoMall dengan mendaftar sebagai Creator (Kolektor). Biar nggak ketinggalan berita seputar NFT, join juga komunitas Discord atau Telegram TokoMall, ya!





    Sumber : news.tokocrypto.com