Tag: nft art

  • Saingan OpenSea, Berikut Serba-Serbi Marketplace NFT Rarible

    Tidak bisa dipungkiri, demam NFT terus menyebar ke seluruh bagian di dunia. Hal ini membuat banyak sekali pendatang baru yang memulai berkarir di dunia NFT, dengan memanfaatkan marketplace NFT yang beragam di pasaran. Terdapat salah satu marketplace NFT yang banyak digunakan sejak awal kemunculannya, yaitu Rarible. Penasaran mengenai ciri khas dan cara kerja dari marketplace NFT tersebut yang kini populer? Yuk, simak selengkapnya!

    Sebenarnya, Apa Itu Rarible?

    Seperti yang telah disinggung di atas, Rarible adalah sebuah marketplace NFT yang bergerak di bawah blockchain Ethereum, di mana di dalamnya para pengguna bisa membagikan, menjual, dan membeli suatu karya NFT hingga mendapatkan hak miliknya. Ditemukan oleh Alex Salnikov dan Alexei Falin dan berhasil diluncurkan pada tahun 2020, didukung dengan pendanaan yang dilakukan oleh CoinFund.

    Cara Kerja Rarible

    aplikasi nft marketplace rarible

    Para kreator bisa menjual NFT dengan hanya satu keping saja hingga beberapa edisi, berkat standar token ERC-721 dan ERC-1155 yang diterapkan dalam marketplace. Koleksi yang dimiliki pun sangat beragam, mulai dari karya seni digital, meme, hingga item yang bisa digunakan untuk game NFT dan lahan virtual di Metaverse. Sejak 2021, terdapat peningkatan dalam pengguna Rarible yang mencapai 10 ribu pengguna tiap bulannya, dengan volume penjualan terbanyak berasal dari pasar kedua atau secondary.

    Lantas, Apa yang Membuat Rarible Berbeda dengan Opensea?

    OpenSea memang dikenal sebagai salah satu marketplace NFT tertua, tercatat diluncurkan pada 2017. Jumlah penggunanya terus meningkat, bahkan hingga melebihi 500 ribu setiap bulannya. 

    Memang, beberapa fitur yang dimiliki OpenSea membuatnya lebih unggul, seperti bisa menerima 150 aset kripto sebagai alat transaksi, sementara Rarible hanya menerima ETH, FLOW, dan XTZ. Namun, para penggunana bisa melakukan pembayaran via kartu kredit untuk memudahkan para pengguna awam bertransaksi.

    Meski begitu, terdapat salah satu fitur unggulan OpenSea yang juga dimiliki Rarible adalah ‘lazy minting. Di mana lewat fitur tersebut, para kreator bisa minting NFT miliknya tanpa dikenakan gas fee atau biaya apapun, mengutip Cointelegraph. 

    Sehingga, proses minting tidak terjadi pada saat pembuatan NFT melainkan pada saat terjadi pembelian. Jadi, pembeli lah yang akan membayarkan sejumlah gas fee. Nah, untuk nominal gas fee nya dikenakan sebesar 2.5% saja.

    Keunikan lainnya adalah para kreator bisa memodifikasi NFT yang di-minting, seperti dengan mengatur resolusi sesuai keinginan hingga menambahkan kode tersembunyi ke dalam NFT. Selain itu, persentase biaya royalti yang ditentukan oleh para kreator bisa mencapai hingga 50%, lho! Sistem pembayarannya pun cenderung lebih cepat didapatkan sesaat NFT tersebut terjual.

    Baca juga: Berikut Ini Adalah Cara Kerja Biaya Royalti pada NFT

    Selain menyediakan marketplace, nft marketplace satu ini juga memiliki governance token yang dikenal dengan RARI yang dianggap sangat bernilai karena bisa berpengaruh langsung terhadap platform mereka yang terdesentralisasi. Tujuan dari token ini adalah tentunya untuk menjalankan ekosistem yang dimilikinya, sehingga para pengguna bisa ikut berpartisipasi dalam tata kelolanya, seperti pemungutan suara untuk perubahan biaya hingga perubahan aturan.

    Sederet NFT Populer yang Di-minting di Rarible

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Rarible memiliki berbagai jenis koleksi NFT, mulai dari karya seni biasa hingga item untuk Metaverse. Namun, sepanjang perkembangannya dan berkat banyaknya nama besar mulai dari public figure hingga brand ternama yang minting NFT miliknya seperti Floyd Mayweather, Lindsay Lohan, hingga brand seperti Twitter dan Adidas. 

    Meski begitu, beberapa waktu belakangan terdapat NFT populer yang berasal dari kalangan seniman visual, illustrator yang sudah kami rangkum. Berikut 5 proyek NFT populer yang ada di Rarible, yaitu:

    1. Bored Ape Yacht Club

    nft bored ape 5673

    Source: Bored Ape Yacht Club #5673

    Anda pasti tahu, kan, proyek NFT bergambar kera yang amat viral? Betul, proyek yang diberi nama ‘Bored Ape Yacht Club’ tersebut menjadi salah satu NFT populer yang pernah ada. Hingga kini, volume penjualannya di Rarible mencapai 19.6 juta USD dengan rata-rata harga per kepingnya berkisar di angka 400 ribu USD. Fantastis, bukan?

    Baca juga: Bored Ape, Monkey NFT yang Punya Harga Fantastis. Kenapa Mahal ya?

    2. MOAR by Joan Cornella

    nft mora kreasi joan cornella

    Source: https://joancornella.fwenclub.com/

    Proyek NFT populer lainnya adalah ‘MOAR by Joan Cornella’. NFT yang mengusung konsep sebuah mansion yang berada di Metaverse dengan kesan meme ini berhasil meraup volume penjualan sebesar 21.3 juta USD, lho! Di dalam mansion tersebut, juga terdapat karakter seperti manusia, cyborg, hingga zombie. Satu keping NFT-nya memiliki rata-rata harga sebesar 5500 USD.

    3. Adidas Originals: Into the Metaverse

    nft adidas untuk metaverse

    Source: adidas Originals

    Selain seniman dan illustrator, brand besar seperti adidas Originals pun menjual proyek NFT. Proyek NFT ini berhasil meraup volume perdagangan sebanyak 11 juta USD dengan rata-rata harga per kepingnya senilai 7000 USD. NFT yang dijual berupa avatar atau karakter yang bisa digunakan oleh pengguna Metaverse.

    4. RTFKT – MNLTH

    nft brand fashion rtfkt

    Source: RTFKT – MNLTH

    Selain adidas Originals, brand fashion lainnya yang menjual proyek NFT adalah RTFKT. Bekerja sama dengan Nike, RTFKT meluncurkan sebuah NFT berupa collectible item yang dinamakan ‘RTFKT – MNLTH’ atau yang juga dikenal dengan sebutan ‘Monolith’. Volume penjualannya senilai 6.2 juta USD dengan rata-rata harga per kepingnya sebesar 24100 USD.

    5. Arcade Land

    nft arcade land

    Source: Arcade Land Mega #16

    NFT dari ‘Arcade Land’ juga menjadi salah satu NFT terpopuler yang dijual. NFT dengan bentuk lahan di Metaverse dengan spesifikasinya yang unik dan berbeda tiap item-nya, membuat Arcade Land banyak diminati. Hal ini ditunjukkan dengan volume penjualan sebesar 22.5 juta USD dan per kepingnya memiliki harga rata-rata senilai 4400 USD.

    Cara Membuat NFT di Rarible

    tampilan dari rarible

    Source: Rarible

    Setelah memahami serba-serbi Rarible, tertarik untuk mencobanya? Berikut telah kami rangkum cara mendaftarkan diri dan membuat NFT di Rarible, yaitu:

    1. Buka website Rarible di https://rarible.com/
    2. Pilih ‘Sign in’, lalu pilih blockchain dan wallet yang diinginkan untuk minting
    3. Setelah berhasil registrasi, pilih ‘Create
    4. Pilih jumlah edisi yang akan di-minting, apakah ‘Single’ atau ‘Multiple
    5. Upload karya seni yang akan dijadikan NFT dalam format dan ukuran yang ditetapkan
    6. Lengkapi deskripsi NFT
    7. Tentukan jenis penjualan (dijual atau dilelang) dan harga NFT
    8. Tentukan persentase biaya royalti
    9. Jika dibutuhkan, lengkapi NFT dengan kode tersembunyi
    10. Pilih akan minting dengan gas fee atau tidak (lazy minting)
    11. NFT berhasil dibuat

    Jadi, itulah penjelasan mengenai Rarible. Ternyata, marketplace NFT satu ini punya banyak keunikan, bahkan dari OpenSea sekalipun, yang membuatnya meraup banyak pengguna, ya. Kunjungi Tokonews untuk informasi lain seputar dunia blockchain dan NFT. Oh iya, jangan lupa untuk mulai jual-beli NFT di marketplace NFT Indonesia yaitu TokoMall. Gabung juga di komunitas resmi TokoMall di Discord dan Telegram, ya!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah Alasan Seniman NFT Memilih Aliran Kartun untuk Karyanya

    Perbincangan mengenai Non-Fungible Token atau NFT masih terus hangat hingga sekarang. Tak bisa dipungkiri, hadirnya teknologi ini sangat memengaruhi banyak hal, tak terkecuali dunia kesenian. Kini, sering terdengar istilah ‘seniman NFT’ yang merujuk pada para seniman yang berkecimpung di dunia NFT. 

    Para seniman NFT tersebut pun menekuni berbagai jenis dan aliran yang berbeda-beda. Mulai dari seni rupa, visual, hingga kartun. Sudah banyak ditemukan seniman NFT yang memilih aliran kartun untuk karyanya di marketplace NFT, lho. Dikarenakan masih tergolong jarang, sebenarnya apa alasan mereka memilih aliran kartun untuk karya seni NFT? Yuk, baca terus artikel ini untuk informasi selengkapnya!

    Kenalan dengan Profesi Kartunis

    Sebelum itu, mari berkenalan dengan profesi kartunis terlebih dahulu. Mengutip Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Kartunis adalah sebutan yang digunakan untuk seorang ahli dalam menggambar beraliran kartun, di mana berbentuk sebuah gambar yang memberikan kesan yang lucu dan berkaitan dengan peristiwa yang sedang terjadi.

    Profesi yang satu ini seringkali dianggap sama dengan komikus. Padahal, keduanya sangat berbeda, lho. Sebab, komikus adalah istilah untuk ahli dalam menggambar komik, yang berbentuk cerita bergambar yang lucu dan umumnya dibagi ke dalam beberapa bagian.

    Sekilas tentang NFT dan Seniman NFT

    ilustrasi bentuk fisik non fungible token

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, saat ini sudah banyak seniman NFT yang memilih kartun sebagai aliran untuk karya seni yang dipamerkan hingga diperjualbelikan. Namun, kenali konsep NFT terlebih dulu, yuk!

    Jadi, NFT adalah kependekan dari Non-Fungible Token yang merupakan sebuah aset digital berupa token yang unik, bisa dimiliki secara penuh oleh pemiliknya, dan dibangun di dalam blockchain. Pada tiap keping NFT, terdapat kode unik yang membuatnya berbeda dengan yang lain dan tidak bisa digandakan. Hal itulah yang membuat NFT istimewa dan eksklusif.

    Sementara itu, seseorang yang membuat karya seni NFT biasa disebut dengan seniman NFT atau kreator NFT. Sedangkan, para pembeli atau pengoleksi NFT dikenal dengan sebutan kolektor NFT.

    Sebelumnya, kami telah mewawancarai seorang kartunis dan komikus dalam negeri yaitu Dhany Pramata mengenai perjalanan karier sebagai seniman NFT di pasar NFT di Indonesia. Berdasarkan wawancara tersebut, ia menyatakan bahwa pasar NFT di Indonesia masih didominasi oleh NFT art. Jenis NFT art sendiri terdiri mulai dari lukisan, ilustrasi, sampai komik dan kartun yang bentuk akhirnya berupa digital.

    Baca juga: Wajib Tahu! Inilah Ragam Jenis NFT yang Diperjualbelikan

    Sepak Terjang Kartunis sebagai Seniman NFT

    Peran kartunis sebagai seniman NFT sendiri terus berkembang secara global. Banyak kartunis yang akhirnya berhasil menjual karya seni NFT miliknya dengan harga yang luar biasa tinggi. Berikut adalah sederet karya NFT dengan aliran kartun yang meraih kesuksesan, yaitu:

    1. Dastardly Ducks – Thorne Merchel & Mandy Musselwhite

    Karya seni NFT beraliran kartun yang pertama adalah Dastardly Ducks. Proyek NFT yang terdiri dari 10.000 koleksi gambar kartun seekor bebek ini merupakan hasil karya dua orang bernama Thorne Merchel dan Mandy Musselwhite. Masing-masing koleksinya disematkan kode unik yang menciptakan 100 karakter berbeda, membuat seluruh koleksinya tidak ada yang sama.

    Selain karena keunikannya dalam memilih pendekatan kartun sebagai aliran karya seni, koleksi Dastardly Ducks ini juga digarap hanya dalam waktu dua minggu saja, lho. Tidak butuh waktu yang lama pula bagi proyek NFT ini untuk terjual. Enam jam setelah peluncurannya pada 19 Januari 2022, seluruh koleksi NFT ini terjual dan menghasilkan sekitar 120 ribu USD atau setara dengan Rp1.7 miliar. Sungguh fantastis, bukan? 

    contoh ilustrasi seniman nft michael mandy dan maussel white

    Source: OpenSea – Dastardly Ducks

    Saat ini, koleksi Dastardly Ducks dengan harga termahal jatuh kepada “Dastardly Ducks #8538” seharga 8 ETH atau sekitar Rp209.4 juta.

    2. MOAR – Joan Cornella

    Kartunis sekaligus komikus besar asal Spanyol, Joan Cornella, juga berhasil meluncurkan koleksi NFT dengan aliran kartun yang menjadi ciri khasnya dengan nama MOAR. Proyek NFT yang terdiri dari 5555 keping NFT yang dilengkapi dengan lebih dari 180 fitur ini diluncurkan pada April 2022 lalu.

    contoh ilustrasi seniman nft joan cornella

    Source: OpenSea – MOAR by Joan Cornella

    Sama seperti NFT Dastardly Ducks, masing-masing keping NFT MOAR juga tidak ada yang identik antara satu dengan yang lainnya. Proyek NFT ini menggambarkan sosok karakter perempuan dan laki-laki khas ciptaan Joan Cornella, dengan beragam ekspresi dan penampilan. Saat ini, koleksi “MOAR #4780” tercatat sebagai keping yang paling mahal harganya, yaitu 7777 ETH atau sekitar Rp203 miliar.

    3. Jungle Freaks Motor Club – George Trosley

    Terakhir datang dari kartunis ternama George Trosley. Bersama Jungle Freaks Motor Club (JFMC), ia meluncurkan proyek NFT bertajuk Jungle Freaks Motor Club pada 18-20 Maret 2022 lalu. Proyek NFT ini terdiri dari 8.888 keping yang diolah secara acak dari 350 kartun hasil gambar tangan George Trosley.

    contoh ilustrasi seniman nft george trosley

    Source: OpenSea – Jungle Freaks Motor Club

    Koleksi NFT ini terdiri dari beragam desain mobil sport yang dilengkapi dengan karakter serta latar yang berbeda. NFT Jungle Freaks Motor Club ini sengaja dirilis dalam rangka mendukung pembuatan NFT P2E game oleh JFMC, di mana nantinya game tersebut merupakan game balap mobil yang berlatarkan Metaverse. Saat ini, titel NFT Jungle Freaks Motor Club termahal dipegang oleh “JFMC-7009” seharga 10 ETH atau sekitar Rp261.8 juta. 

    Baca juga: Metaverse adalah Gambaran Masa Depan? Begini Cara Kerjanya

    2 Alasan Seniman NFT Memilih Aliran Kartun untuk Karyanya

    Bukan tanpa alasan banyak seniman NFT yang memutuskan untuk memilih aliran kartun dalam berkarya di dunia NFT. Ambil contoh Dhany Pramata atau yang lebih akrab disapa dengan “Bang Dhan”. Bang Dhan merupakan seorang kartunis sekaligus komikus yang dikenal luas berkat koleksi karyanya bertajuk #illustory. Saat ini, Bang Dhan juga aktif berkarya melalui medium NFT di marketplace NFT TokoMall.

    Lewat wawancara bersama kami, Bang Dhan mengungkapkan alasan di balik karya seni NFT miliknya yang banyak menggunakan aliran kartun, yaitu:

    Latar belakang yang mendarah daging

    Alasan pertama akhirnya seorang kreator memilih aliran kartun dalam karya seni NFT miliknya adalah karena sesuai dengan latar belakang yang sebelumnya telah dimiliki. Mulai dari pengalaman, skill, juga industri yang sudah lama ditekuni para seniman.

    Dalam wawancaranya bersama kami, Bang Dhan menyatakan bahwa ia memilih aliran kartun dikarenakan sebelumnya ia memang telah berkarier di dunia seni konvensional sebagai kartunis juga komikus. Hal ini didukung pula dengan menghasilkan karya-karya besar, seperti kartun tukang parkir hingga komik bertajuk Heart dan Walkman.

    Kartun punya peminat yang banyak

    Selain dikarenakan sudah berpengalaman dalam berkesenian dengan aliran kartun, alasan lainnya adalah peminat aliran kartun cenderung luas dan banyak. Sebab, gambar kartun sendiri umumnya mengacu pada peristiwa yang sedang berlangsung dan sifatnya universal.

    Hal ini didukung dengan pernyataan Bang Dhan melalui wawancara bersama kami, di mana ia menyatakan bahwa penikmat dan pasar kartun serta komik sangat luas dan bisa berasal dari seluruh lapisan maupun kalangan masyarakat. Berkat hal tersebut, aliran kartun juga komik memiliki peluang yang bisa dimanfaatkan oleh seniman NFT.

    Itulah penjelasan mengenai sepak terjang seniman NFT yang memilih aliran kartun dalam berkarya di dunia NFT. Apakah Anda tertarik untuk menyelami seluk-beluk dunia NFT? Saatnya daftarkan diri Anda di marketplace NFT Indonesia TokoMall sebagai Official Partner (Kreator) maupun Creator (Kolektor). Jangan lupa juga untuk gabung ke komunitas NFT TokoMall di Discord dan juga Telegram agar tidak ketinggalan berita seputar NFT, ya!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Si Juki, Berawal dari Webtoon hingga ke NFT

    Bagi Anda pencinta komik atau karya visual, mungkin sudah tidak asing lagi dengan kartun asli asal Indonesia bernama Si Juki. Karakter kartun ini mulai terkenal pada 2012. Berkat popularitasnya yang terus meningkat, karakternya pun terus berkembang dan banyak muncul di media atau platform lain. Contohnya kehadiran karya visual satu ini dalam bentuk film dan web series, serta yang baru-baru ini ramai adalah dalam bentuk NFT. 

    Memangnya, siapakah kreator di balik karakter yang populer ini? Lalu, bagaimana kartun Indonesia ini berhasil menjadi NFT? Simak penjelasannya di bawah ini!

    Beberapa dari Anda mungkin sudah mengenal tokoh kartun satu ini. Tokoh Si Juki merupakan seorang anak laki-laki yang terlihat cuek, usil, menyebalkan, tidak tahu malu, namun anehnya ia selalu dipenuhi keberuntungan. Bahkan, itulah asal mula namanya. Juki merupakan singkatan dari Juru Hoki. Maka, tidak salah jika karakter utama dari kartun ini sering beruntung.

    Karakter yang seronok ini muncul pertama kali dalam komik online berjudul DKV4 pada akhir 2011. Kemudian, penerbit Bukune menerbitkannya dalam judul ‘Ngampus! Buka-bukaan Aib Mahasiswa’. Sebelum komik Si Juki naik cetak, sang kreatornya terlebih dahulu memanfaatkan media online. Komik yangi muncul melalui media sosial pada 2012. Bahkan sejak komik ini semakin terkenal di dunia online, sang kreatornya pun akhirnya membuka website serta menjual merchandise Si Juki.

    Hingga 2021, sudah ada tujuh buku di mana Si Juki menjadi karakter utama dalam komik. Seri komiknya pun terdiri dari tiga macam. Seri pertama bercerita tentang kehidupan Juki sebagai mahasiswa, yang kedua bercerita saat Juki menjadi anak kelas tiga SMA, dan yang terakhir bercerita tentang Juki yang mencari kerja.

    Dengan followers Instagram yang sudah mencapai 796 ribu, tak hanya muncul sebagai karakter komik, Karakter satu ini juga sudah muncul dalam sebuah film berjudul ‘Si Juki the Movie’ dan web series berjudul ‘Si Juki Anak Kosan’. Ketenarannya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi dalam dunia kartun Indonesia.

    Saat ini, webtoon ini sudah mulai merambah dalam membagikan karya seninya di dunia NFT. Selain dengan menjalankan proyek NFT ‘Jukiverse NFT’, Si Juki juga aktif minting karya seni NFT di marketplace NFT dalam negeri yaitu TokoMall.

    Sebelum membahas kiprah Si Juki di dunia NFT lebih dalam, kenalan dulu dengan orang di balik tokoh ini, yuk!

    Sosok di Balik Kesuksesan Webtoon Ini

    Bila berbicara tentang kesuksesan komik Si Juki, tak lengkap rasanya bila tidak mengetahui sosok di balik karakter tersebut. Kreator dari komik ternama ini dikenal dengan panggilan Faza Meonk. Faza adalah seorang desainer grafis yang lahir dengan nama asli Faza Ibnu Ubaidillah Salman.

    Pria kelahiran 23 Agustus 1991 ini sudah bercita-cita menjadi komikus sejak SMP. Pasalnya, saat ia masih duduk di bangku SMP, Faza sangat senang membaca komik. Akhirnya, ia pun mengejar cita-citanya tersebut dengan melanjutkan ke jenjang pendidikan SMK di jurusan animasi. Setelah itu, ia mengambil jurusan DKV – Animasi di Universitas Bina Nusantara atau BINUS.

    Pada saat ia berkuliah, banyak teman-temannya yang menyukai hasil karya yang Faza buat. Bagi mereka, komik buatan Faza sangat kreatif dan juga memiliki pesan yang menyentil pembaca. 

    Saat ini, Faza sudah memiliki toko komiknya sendiri yang berdiri di kawasan komplek M Bloc Space, Melawai, Jakarta Selatan. Harga komiknya dibanderol dengan harga mulai dari Rp40.000.

    Kartun Si Juki Merambah ke Dunia NFT

    nft glass box

    Sukses muncul sebagai komik, film dan juga web series, kini karakter Juki tampil dalam bentuk NFT. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, awal mula Si Juki terjun di dunia NFT adalah dengan mengadakan rangkaian pameran Jukiverse NFT. 

    Sebelum mengadakan pameran NFT yang terdiri dari ragam koleksi ‘Lost in Jukiverse’, Si Juki mengawalinya dengan koleksi yang diberi nama ‘Jukiverse X’. Koleksi ini terdiri dari 34 keping NFT yang masing-masing memiliki ciri khas berbeda. Sebab, setiap kepingnya dibuat oleh seniman dalam negeri yang diajak untuk berkolaborasi. 

    koleksi nft si juki

    Source: OpenSea – #17 Owange Monkibot – Kong Andri

    Sejumlah koleksi tersebut diperjualbelikan melalui marketplace NFT OpenSea dengan harga yang beragam. Keping NFT dari koleksi ‘Jukiverse X’ yang mencatat harga tertinggi saat ini adalah ‘#17 Owange Monkibot – Kong Andri’. NFT tersebut dibanderol harga senilai 9 ETH atau senilai lebih dari Rp150 juta, lho!

    Dalam pameran Jukiverse NFT yang digelar pada 3-12 Juni 2022 lalu di Sarinah, Faza merilis sebanyak 3456 koleksi NFT berjudul ‘Lost in Jukiverse’. Hebatnya, koleksi tersebut habis terjual dalam hitungan menit saja. Luar biasa, bukan? Pameran Jukiverse NFT sendiri merupakan pameran NFT hybrid pertama di Indonesia. Artinya, pameran ini diselenggarakan offline dan di metaverse secara bersamaan.

    Source: Jukiverse

    Pameran ini merupakan upaya memperkenalkan karakter karya anak bangsa ke dunia internasional. Faza berharap keberadaan karakter buatannya semakin dikenal ke pasar yang lebih luas. Sang kreator juga mengungkapkan bahwa komunitas Jukiverse NFT sendiri sudah berkembang sangat pesat. Kini, pengikutnya di Twitter mencapai 90.000. Komunitas tersebut tentunya diisi oleh orang-orang dari berbagai negara seperti Amerika, Italia, Filipina, India, dan China.

    Baca juga: Metaverse adalah Gambaran Masa Depan? Begini Cara Kerjanya

    Popularitas dan kualitas karya anak bangsa tentu tidak perlu dipertanyakan lagi. Sekarang, media atau platform untuk memperkenalkan karya sudah semakin banyak dan mudah untuk dicapai, salah satunya lewat marketplace NFT seperti TokoMall. 

    Bagi para Creator (Kolektor) dan Official Partner (Kreator) yang ingin membeli, mengoleksi atau memamerkan karya seni NFT seperti Si Juki, Anda dapat melakukannya melalui TokoMall. Gabung juga di komunitas TokoMall pada Discord dan juga Telegram agar tidak ketinggalan berita seputar dunia NFT!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Portofolio adalah Kumpulan Karya. Apa yang Perlu Diketahui Pemula?

    Bagi para seniman, desainer grafis, dan artis visual, menunjukkan hasil kerja mereka sangatlah penting. Maka dari itu, untuk menunjukkan karya-karya yang telah mereka hasilkan, diperlukan portofolio. Pada dasarnya, portofolio adalah kumpulan hasil pekerjaan atau karya yang dilakukan oleh seorang pekarya. 

    Kumpulan hasil karya atau portofolio ini bisa ditunjukkan melalui format daring maupun luring. Karena pesatnya perkembangan teknologi hari ini, menunjukkan karya seorang pekerja seni visual melalui platform online sangatlah perlu. Mengapa portofolio online begitu perlu bagi seniman hari ini? Yuk, kita bahas!

    Apa itu Portofolio?

    Sebelumnya, kita sudah menjelaskan mengapa para pekerja kreatif di bidang visual butuh menunjukkan karyanya melalui portofolio online. Hal ini dikarenakan, Portofolio adalah kumpulan hasil karya seseorang yang nantinya akan dijadikan pertimbangan bagi orang lain yang akan menggunakan jasa atau membeli karya mereka. Dengan portofolio ini, seorang pekarya tak hanya bisa menunjukkan hasil pekerjaannya, namun juga bisa menjadi salah satu cara untuk memiliki daya tawar terhadap klien atau orang yang akan menggunakan jasanya.

    Apa Beda CV dan Portofolio?

    Beberapa orang masih belum tahu apa perbedaan antara Curriculum Vitae atau CV dengan Portofolio. Pasalnya, keduanya sama-sama penting, terlebih untuk Anda yang ingin melamar pekerjaan atau ingin menunjukkan hasil kerja Anda. Ada beberapa perbedaan yang signifikan antara keduanya, di antaranya:

    Isi atau Konten

    Hal pertama yang membedakan antara CV dengan portofolio adalah dari segi konten atau isinya. Apabila portofolio adalah kumpulan hasil karya seseorang, Curriculum Vitae merupakan informasi yang diberikan oleh sang pemberi CV yang memberitahukan tentang pengalaman kerja, latar pendidikan dan juga pengalaman lainnya yang berhubungan dengan bidang yang ditekuni secara lengkap. Ditambah lagi, di dalam CV terdapat kontak berupa surel ataupun nomor ponsel. 

    Fungsi 

    Selain itu, yang membedakan CV dengan portofolio adalah fungsinya. Fungsi dari CV adalah untuk menarik minat para perekrut. Sedangkan, portofolio adalah untuk membuktikan bahwa seorang kandidat memiliki nilai di mata perekrut atau klien.

    Kelengkapan Data

    Perbedaan lain yang bisa kita lihat antara keduanya adalah dari kelengkapan datanya. Meski dalam CV para kandidat harus menunjukkan informasi secara lengkap, mereka harus menunjukkannya dengan singkat. Sementara itu, semakin banyak hasil karya yang ditunjukkan para pekarya dalam portofolionya, semakin tinggi peluang kerja atau diterima oleh klien.

    Bagaimana cara membuat portofolio?

    Tentu untuk menunjukkan hasil karya Anda, ada beberapa cara yang perlu Anda lakukan agar klien atau perekrut bisa tertarik dengan Anda. Berikut beberapa cara yang bisa Anda implementasikan untuk menunjukkan portofolio Anda.

    Menggunakan media sosial

    Seperti yang kita ketahui, media sosial kini semakin berkembang. Di sini Anda tak hanya bisa berinteraksi dengan orang lain, namun bisa menunjukkan karya Anda. Platform seperti Instagram memungkinkan Anda menunjukkan hasil karya seni visual dengan mudah. 

    Menggunakan situs untuk portofolio online

    Bagi para pekarya visual, Anda bisa menggunakan situs-situs seperti Behance untuk menunjukkan hasil karya Anda. Di samping itu, dengan mengunduh hasil karya Anda ke situs tersebut, klien atau perekrut bisa dengan mudah mencari hasil karya Anda.

    Menggunakan situs marketplace NFT

    Di era Web3 yang kini sedang berkembang, NFT bisa menjadi tempat untuk Anda yang ingin menunjukkan hasil karya Anda. Tak hanya itu saja, Anda bisa menjual secara langsung hasil karya Anda. 

    Situs tempat membuat portofolio online

    Selain itu, sudah banyak website yang bisa digunakan untuk para pekarya untuk menunjukkan karya mereka, seperti Instagram, Behance, dan masih banyak lagi. Ditambah lagi, di era Web3 di mana sistem blockchain sudah semakin berkembang, para seniman visual juga bisa menjadikan NFT sebagai portofolio untuk hasil-hasil karya mereka. Berikut situs untuk Anda yang ingin membangun portofolio online Anda:

    1. Instagram

    Siapa yang tidak kenal dengan media sosial satu ini. Tak hanya sebagai tempat orang-orang untuk memamerkan foto-fotonya, Instagram kini bisa menjadi tempat para pekarya atau seniman visual untuk menunjukkan hasil karyanya.

    2. Dribble

    Dribble merupakan salah satu situs yang memungkinkan para desainer grafis, ilustrator atau seniman visual bisa menunjukkan hasil karyanya. Terlebih lagi, Dribble menyediakan layanan portofolio online dengan gratis.

    3. Tokomall.io 

    Sistem blockchain tak hanya memungkinkan Anda untuk berinvestasi aset kripto, namun juga memudahkan Anda dalam menjual karya seni Anda melalui NFT. Salah satu tempat untuk menjual NFT Anda adalah Tokomall. Tokomall adalah marketplace NFT pertama di Indonesia. Dengan menjual hasil karya Anda di Tokomall, Anda tak hanya mendapatkan pundi-pundi dengan menjual hasil karya Anda, namun juga bisa dijadikan portofolio online.

    4. Behance

    Situs ini tidak asing lagi bagi para desainer ataupun ilustrator. Hal ini disebabkan oleh komunitas desainer yang besar di situs ini. Dengan demikian, Anda tak hanya bisa memamerkan hasil karya Anda, namun juga bisa berjejaring dengan seniman lainnya. 

    Contoh Portofolio Desain

    Portofolio Desain Grafis: 

    contoh portfolio desain grafis

    Source: Marta Gawin Behance Account

    Anda ingin memperlihatkan hasil karya desain grafis Anda? Anda bisa menjadikan akun Behance dari seorang art director dan desainer grafis asal Polandia bernama Marta Garwin ini sebagai referensi Anda. Di situ ia menunjukkan berbagai hasil karya yang sudah ia kerjakan.

    Portofolio Desain Interior atau Arsitektur

    contoh portfolio artistektur

    Source: Mojtaba Ashour Behance Account

    Tak hanya desain grafis saja yang bisa Anda tunjukkan di Behance. Anda juga bisa memamerkan hasil karya desain interior Anda melalui situs ini seperti seorang desainer interior asal Turkey bernama Mojtaba Ashour ini. 

    Portofolio Fotografi

    contoh portfolio fotografi

    Source: Andrea Jelić Dribble Account

    Anda ingin bekarier sebagai fotografer profesional? Tentu dengan menunjukkan portofolio online, Anda bisa memamerkan hasil karya Anda di depan klien atau perekrut. Sebagai referensi, Anda bisa melihat akun situs Dribble seorang fotografer terkenal bernama Andrea Jelić ini. 

    Portofolio Ilustrasi

    contoh portfolio illustrator

    Source: Si Juki Tokomall Account

    Tokomall tak hanya bisa menjadi tempat Anda menjual karya dalam bentuk NFT, namun juga bisa Anda jadikan sebagai tempat portofolio online Anda, contohnya seperti Si Juki ini. Nah, Anda tertarik mencoba membuat portofolio online Anda melalui NFT? Maka dari itu, buat akun Tokomall Anda!

    Baca Juga: Si Juki: Berawal Dari Webtoon Hingga Ke NFT

    Mengapa Menggunakan NFT Menjanjikan sebagai Kreator?

    Secara teknis, NFT adalah token digital yang tersimpan dalam jaringan blockchain yang mana hampir mustahil dapat diretas. Sehingga, pemilik karya digital menyimpan sebuah tautan berbentuk file digital pada jaringan blockchain sebagai bukti atas kepemilikan karya-karya tersebut.  

    Karya seni yang terdigitalisasi menjadi NFT melalui proses minting, karya tersebut bersifat unik dan tidak dapat diduplikasi kembali. 

    Sistem teknologi ini yang menguntungkan kreator karena tidak perlu khawatir karya-karya yang ditampilkan portofolio akan dicuri maupun dipakai tanpa izin.

    ilustrasi konsep nft

    Tak hanya itu, para kreator juga dapat menjual karya seni mereka dan berhak mendapat royalti atas penjualan kembali karya mereka sehingga dapat menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan. 

    Karya-karya yang dapat di-mint NFT tidak terbatas pada karya seni berupa gambar saja. Namun juga dalam bentuk karya seni dalam bentuk musik, sneakers, video, benda koleksi, hingga barang-barang dalam permainan (in-game item).

    Beberapa kelebihan NFT Pada Dunia Karya Seni

    1. Para kreator dan artis memiliki kendali atas karya mereka

    Teknologi NFT mengizinkan artis untuk memiliki kendali atas karya mereka dengan kemampuannya menjadikan sebuah karya seni unik dan tidak dapat diduplikasi. 

    Sebelum teknologi karya seni dalam bentuk NFT ada, para kreator dan artis memasarkan karya mereka di berbagai platform jual beli, namun orang dapat menyalin dan bahkan menjual kembali karya seni yang mereka pasarkan. 

    Hal ini dikarenakan tidak adanya bukti atas kepemilikan karya yang menjadikan karya tersebut unik dan tidak dapat diduplikasi kembali.

    2. Mengurangi praktik ‘calo’ karya seni

    Dengan adanya platform jual beli NFT, para artis dan kreator tidak lagi perlu bertransaksi dengan para calo karya seni yang cenderung memainkan harga. 

    Artis dan kreator dapat menjangkau para pembeli secara langsung melalui marketplace. Hal ini menguntungkan baik bagi kreator maupun kolektor dengan valuasi seni yang lebih adil.

    Potensi Pasar NFT di Indonesia

    contoh digital art nft

    Bagaimana dengan potensi pasar NFT bagi para artis yang memiliki portofolio digital di Indonesia?

    Berdasarkan riset internal Tokocrypto ke berbagai platform pasar NFT global, total kunjungan dari Indonesia telah mencapai 1 juta penjunjung pada tahun 2021. 

    Data ini didukung dengan adanya 11 juta investor aset kripto di Indonesia per 2021.

    Baca Juga: Masih Tentang Game NFT, Begini Fitur dan Cara Kerja Game Upland!

    Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat di Indonesia akan aset digital kripto, potensi pertumbuhan pasar NFT juga meningkat. 

    Implementasi NFT ke dalam berbagai platform seperti Metaverse yang menjanjikan dunia virtual tanpa batas tentunya juga akan mendorong peningkatan permintaan aset digital yang menjadi peluang bagi para kreator untuk berkembang secara karya dan finansial.

    Bagi kamu para kreator dan artis yang ingin menjual karyamu dalam bentuk NFT, yuk bergabung menjadi Official Partner dari Toko Mall. Kalau kamu kolektor yang suka mengoleksi karya seni NFT, kamu bisa membeli dan mengoleksi NFT dari berbagai artis terkemuka di Toko Mall.

    Biar nggak ketinggalan berita seputar NFT, join komunitas Discord atau Telegram TokoMall.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk Ketahui 4 Cara Menghasilkan Uang Lewat NFT!

    Istilah “NFT” semakin dekat dengan kehidupan masyarakat terutama di Indonesia. Hal ini banyak dipicu oleh fenomena “Ghozali Everyday” yang sangat harum beberapa waktu ke belakang, di mana seseorang bernama Ghozali berhasil meraup banyak keuntungan dengan menjual hasil selfie atau swafoto dirinya menjadi NFT. Sebenarnya, apakah dengan NFT kita sudah pasti mendapatkan cuan? Dan bagaimana cara menghasilkan uang lewat NFT?

    Eits, sebelum itu, perlu diingat bahwa cuan dari NFT tidak selalu bisa diperoleh dalam waktu yang amat singkat, ya, karena hanya segelintir orang yang mengalaminya. Selain dengan nilai keunikan yang terdapat pada  NFT, hal tersebut juga didorong dengan aspek keberuntungan. Jadi, amat keliru apabila Anda terjun ke NFT hanya untuk mencari keuntungan belaka.

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, banyak sekali aspek yang memengaruhi suatu proyek NFT diminati bahkan dicari oleh banyak kolektor. Ambil saja contoh “Ghozali Everyday”, di mana pada saat booming masih sedikit kreator yang mengangkat tema selfie sebagai NFT miliknya. Hal inilah yang membuat NFT tersebut semakin unik dan mendorong banyak orang untuk ikut mengoleksi. Oleh karena itu, sebelum terjun ke NFT, diperlukan pemahaman dan strategi yang matang agar Anda bisa menghasilkan uang lewat NFT yang Anda terbitkan.

    Yuk, baca terus artikel ini untuk penjelasan lebih lengkapnya!

    3 Karakteristik NFT

    Cara Menghasilkan Uang Lewat NFT

    Ilustrasi NFT.

    Sebelum membahas mengenai karakteristik NFT, alangkah baiknya untuk memahami apa sebenarnya NFT. 

    NFT adalah kependekan dari Non-Fungible Token, yang berarti token yang bisa dimiliki oleh seseorang dan bisa merepresentasikan kepemilikan seseorang atas hal tertentu. Hal yang dimaksud ini beragam jenisnya, mulai dari yang paling umum yaitu NFT Art, NFT Game, hingga NFT Music.

    Jika ingin penjelasan lebih mendalam tentang NFT, smart contract, sejarah NFT hingga teknologinya, silahkan tonton sebentar video di bawah ini:

    https://www.youtube.com/watch?v=175ukKELF08

    Baca juga: Apa Itu NFT Art? Yuk Kenali Istilah dan Manfaatnya

    Sekilas, NFT terlihat tidak istimewa. Padahal, NFT jauh berbeda, lho, tidak seperti gambar berformat .jpg yang bisa diunduh dan dimiliki tiap orang, misalnya. Untuk lebih jelasnya, kenali 3 karakteristik NFT berikut ini yuk!

    1. Unik dan langka

    Pertama, karakteristik NFT yang paling menjadi ciri khas adalah unik dan langka. Bagaimana tidak, sebab masing-masing NFT yang terdaftar di blockchain memiliki kode khusus yang bisa menunjukkan informasi mengenai siapa kreator, kapan pertama kali di-minting, hingga siapa pemiliknya saat ini. Karakteristik inilah yang membuat NFT istimewa, dikarenakan hanya akan terdapat satu item di dunia dan tidak bisa dihapus maupun diduplikasi.

    Baca juga: Lakukan Strategi Berikut Sebelum Mulai Minting NFT!

    2. Satu kesatuan

    Karakteristik NFT selanjutnya adalah satu kesatuan yang masih berhubungan dengan karakteristik pertama. Hal ini merujuk kepada item NFT yang sifatnya tidak bisa dipecah ke dalam beberapa bagian, sehingga tiap orang yang memiliki NFT pasti memilikinya secara utuh alias sepenuhnya. Dengan karakteristik ini juga, NFT tidak bisa dijual ataupun dibeli sebagian.

    3. Tidak bisa ditukar langsung dengan uang

    Karakteristik yang terakhir adalah NFT tidak bisa ditukar langsung dengan uang. Jadi, Anda tidak bisa menukar NFT baik dengan dengan mata uang fiat maupun aset kripto di platform yang sama. Aset kripto hanya bisa digunakan sebagai alat tukar NFT, sehingga apabila seorang kreator menjual koleksi NFT miliknya, Anda sebagai kolektor bisa membelinya dengan sejumlah aset kripto.

    Meski tidak bisa ditukar secara langsung dengan uang, sebenarnya kreator bisa memaksimalkan nilai NFT yang diciptakan, di mana menjadi salah satu cara menghasilkan uang lewat NFT. Alhasil, kreator berkesempatan memperoleh pendapatan yang berlebih. 

    Namun, bagaimana cara memaksimalkan NFT agar bisa menghasilkan lebih banyak cuan? Para kreator, wajib simak caranya berikut ini!

    Cara Menghasilkan Uang Lewat NFT dengan Memaksimalkan Karya

    Cara Menghasilkan Uang Lewat NFT

    Ilustrasi cuan dari NFT.

    1. Buat karya yang original dan berbeda

    Cara pertama adalah dengan membuat karya yang original dan memiliki visual yang berbeda dengan NFT kebanyakan. Cara ini terbukti bisa membawa banyak keuntungan, seperti yang terjadi pada visual artist FEWOCIOUS yang berhasil menjual doodle berciri khas ke dalam bentuk NFT dan menjadikan dirinya sebagai salah satu kreator dengan pendapatan terbesar dari NFT saat ini.

    Cara ini tidak hanya bisa diaplikasikan pada NFT Art, tetapi juga pada NFT Music dan NFT Game, nih. Misalnya pada NFT Music, Anda bisa menggunakan beat buatan Anda sendiri dan untuk NFT Game, Anda bisa mencari ide baru dan unik yang bisa dituangkan ke dalam game play. Memiliki karya yang asli dan unik sangat bisa meningkatkan nilai tambah NFT Anda.

    2. Sambungkan dengan royalti NFT

    Apakah Anda sudah tahu bahwa NFT dapat disambungkan dengan royalti, sehingga Anda sebagai kreator bisa terus memperoleh sejumlah pendapatan setiap kali NFT milik Anda terjual di pasar? Nah, cara ini bisa dijadikan alternatif untuk menghasilkan uang lewat NFT. Pasalnya, biaya royalti ini juga lah yang membedakan karya seni konvensional yang masih menggunakan sistem “beli-putus”.

    Royalti ini bisa Anda sambungkan pada saat proses minting berlangsung dengan jumlah persentase hingga 10% dari harga NFT Anda di pasar. Setelah itu, Anda hanya perlu menunggu hingga NFT Anda terjual dan nantinya royalti secara otomatis akan dikirim ke wallet Anda, sesuai dengan jumlah persentase yang Anda pilih.

    Baca juga: Yuk, Pahami Konsep dan Cara Kerja Biaya Royalti pada NFT!

    3. Minting di platform besar

    Ilustrasi TokoMall.

    Ilustrasi TokoMall.

    Jika sebelumnya berfokus pada karya, cara yang satu ini sifatnya lebih teknis, nih, yaitu dengan melakukan minting di platform yang besar. Selain karena platform besar memiliki reputasi yang baik dan terjamin keamanannya, Anda juga berkesempatan untuk membuat karya NFT Anda menjadi lebih dikenal khalayak luas, seperti yang dimiliki TokoMall.

    Kok bisa?

    Sebab, rata-rata platform atau marketplace NFT besar memiliki fitur yang lebih unggul jika dibandingkan dengan marketplace yang kecil dan kurang jelas asal usulnya. Selain itu, NFT Anda juga cenderung akan lebih mudah ditemukan karena akan ada banyak sekali kolektor NFT yang ‘berburu’ koleksi di marketplace besar. 

    Beberapa marketplace besar juga memungkinkan Anda untuk menyambungkan akun Anda dengan media sosial lho, sehingga jangkauan NFT Anda tidak terbatas pada marketplace saja. Jadi, lebih besar pula kemungkinan NFT Anda terjual dan menghasilkan uang.

    4. Lakukan promosi

    Cara terakhir adalah cara yang wajib dilakukan selepas minting, yaitu melakukan promosi atau shilling. Dalam pasar konvensional, promosi sudah terbukti banyak membantu meningkatkan penjualan. Hal yang sama juga dapat terjadi di dunia NFT. Promosi yang dilakukan terhadap NFT milik Anda akan membuat NFT Anda dikenal oleh masyarakat yang lebih luas. Bahkan, bisa jadi Anda menemukan kolektor yang sedang secara spesifik mencari karya seni dengan aliran yang Anda gunakan.

    Nah, shilling ini tidak hanya bisa dilakukan di media sosial saja, lho. Tetapi Anda juga bisa melakukan shilling di komunitas NFT, baik yang global maupun nasional. Lewat komunitas, Anda juga bisa menjalin koneksi dengan banyak kreator juga kolektor. Jika beruntung, bisa saja kolektor tersebut tertarik dengan NFT yang Anda tawarkan dan berujung menghasilkan uang.

    Memang, cara menghasilkan uang lewat NFT tidak bisa dilakukan secara instan dan perlu waktu. Namun, selama Anda melakukannya dengan telaten, perlahan NFT karya Anda akan menemukan kolektornya dan menghasilkan sejumlah uang ke wallet Anda, sang kreator. 

    Yuk, mulai minting NFT pertamamu di TokoMall dan jangan lupa untuk gabung dengan komunitas NFT TokoMall di Discord dan Telegram!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NFT ART Finance – Pengertian dan Serba Serbinya, Simak Disini!

    Meski tergolong baru, token yang diluncurkan pada April 2021 ini dinilai cocok untuk memperjualbelikan karya seni digital. Mengapa demikian? Mari simak penjelasan Token NFT Art Finance berikut ini!

    Apa itu NFT ART Finance?

    Apa itu NFT Art Finance
    Sumber: coinmarketcap.com/nft-art-finance/

    NFT ART Finance adalah sebuah token yang beroperasi dalam jaringan Binance Smart Contract (BSC). Fungsi utamanya adalah sebagai alat tukar dalam transaksi jual beli NFT. Token ini diciptakan oleh Enter, perusahaan blockchain asal Norwegia. Sejak diperkenalkan pada 22 April 2021 lalu, NFT ART Finance cenderung fokus pada ekosistem karya seni digital. Sebab, market Enter sendiri ada pada dunia seni digital, terutama fotografi, video, dan juga musik.

    Baca juga: Yuk, Pahami Konsep dan Cara Kerja Biaya Royalti pada NFT!

    Ketika pertama diluncurkan, harga awal NFT Art Finance sangat rendah, bahkan bisa dibilang ekstrem, sekitar 0,0000000010 USD. Saat itu, supply token yang disediakan sangat besar karena masih tergolong baru, yaitu mencapai 100 kuadriliun.

    Namun, kini sirkulasinya terbilang lancar. Dilansir dari CoinMarketCap per 20 Desember  2021, sirkulasi supply NFT ART token telah mencapai angka 30 kuadriliun lebih dengan kapitalisasi pasar mencapai 20 juta USD. Rata-rata volume penjualannya ada pada angka 205.580,56 USD.

    Cara kerja Token NFT ART Finance

    Cara kerja NFT ART Finance

    Lalu, bagaimana cara kerja token NFT ART Finance? Apa perbedaannya dengan token NFT lainnya?

    Keunggulan utama token ini terletak pada biaya transaksinya yang cukup rendah. Enter juga tidak menerapkan biaya pendaftaran. Menariknya lagi, seniman NFT bisa mendapatkan komisi tambahan tiap karyanya berpindah tangan.

    Token ini beroperasi dengan mekanisme hiper deflasi, memungkinkan Anda untuk mendapatkan passive income yang didapat secara real-time.

    Berdasarkan Official Website dari token ini, operasional token mengikuti 6 prinsip yaitu:

    1. Deflasi

    NFT ART token menerapkan pajak transaksi sebesar 10%. Lima persen akan dibakar dan lima persen sisanya kembali kepada pemilik.

    2. Utilitas

    NFT ART mendukung ekosistem Enter, sebagai aset default yang berfungsi untuk membuat, mengklaim, membeli, hingga menjual NFT.

    3. Passive income

    Dengan 5% redistribusi pajak pada setiap transaksi, pemilik token bisa mendapatkan keuntungan tambahan untuk dijadikan passive income.

    4. Diaudit dan aman

    Dilengkapi dengan kontrak khusus yang telah lulus audit kode lengkap oleh TechRate.

    5. Biaya transaksi rendah

    Dikarenakan BSC menerapkan biaya transaksi yang relatif rendah, sehingga pembuatan dan perdagangan NFT dapat terjangkau siapa saja.

    6. Tokenomics (tanpa pemilik)

    Tokenomics merupakan bagian dari kontrak dan tidak akan pernah berubah, termasuk kode khusus yang menandakan kepemilikan. Pajak transaksi 5% akan didistribusikan kembali kepada pemegang token. Dengan begitu, pemegang jangka panjang bisa memperoleh pendapatan pasif. Mekanisme ini bertujuan untuk mendorong investasi jangka panjang dalam token.

    Lalu Bagaimana Cara Mendapatkannya?

    Cara mendapatkan NFT Art Token
    Sumber: https://mobile.twitter.com/NFTArt_Finance

    Saat baru diluncurkan, NFT ART token hanya bisa dibeli melalui PancakeSwap. Namun, kini Enter telah bekerja sama dengan lebih banyak platform. Selain melalui PancakeSwap, Anda juga bisa mendapatkan utility token ini DigiFinex, FEGex, Hotbit, dan juga Lbank.

    Pada update terbarunya, NFT ART token kini juga bisa dibeli melalui AutoShark. Lewat AutoShark ini, para penikmat NFT bisa membeli atau menjual NFT ART hingga farming NFT ART-BNB. Untuk farming, Anda bisa mendapatkan FINS yang bisa langsung dipanen atau dikelola kembali untuk meraih keuntungan lebih besar.

    Enter juga terus mengupayakan agar NFT ART finance bisa tersedia di lebih banyak platform jual beli aset kripto. Selain itu, Enter juga sedang menjajaki peluang kerja sama dengan payment gateway agar pengguna bisa membeli NFT ART token dan mengklaim NFT menggunakan akun bank mereka.

    Masa depan Token NFT ART

    roadmap dari nft art finance
    https://mobile.twitter.com/NFTArt_Finance

    Enter telah membekali token ini dengan beragam fitur unik yang membuat token hiper deflasi ini mudah diakses dan ramah pengguna. Pengembangan dan kerja sama juga terus berjalan, membuka peluang transaksi yang lebih luas dengan mitra potensial untuk membuka pasar baru bagi NFT ART token. Untuk meningkatkan aksesibilitas token, di Q4 2021 ini pun Enter juga sedang dalam tahap pengembangan aplikasi smartphone.

    Rasanya tidak berlebihan jika menganggap masa depan NFT ART finance ini cukup cerah. Terlebih, mekanisme operasional yang diterapkan pun sangat mendukung kesejahteraan seniman NFT. Utility token ini memungkinkan para seniman untuk mendapatkan penghasilan seumur hidup melalui pekerjaan mereka.

    Bagaimana, tertarik untuk mulai mengumpulkan NFT ART token? Anda bisa langsung menuju platform yang telah bekerja sama dengan Enter untuk membeli utility token tersebut. Namun, jika Anda baru mulai terjun ke dunia NFT dan belum menemukan platform yang tepat untuk memamerkan karya seni, TokoMall yang merupakan NFT marketplace pertama di Indonesia bisa menjadi solusi.

    TokoMall menghubungkan Official Partner (Kreator) dan Creator (Kolektor) NFT. Di TokoMall, Anda bahkan bisa meluncurkan kreasi terbaik ke panggung dunia. Bagi para Creator juga disediakan ruang untuk memperlihatkan koleksi yang dimiliki. Yuk, tunjukkan kreasi terbaik Anda bersama TokoMall sekarang juga!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Aplikasi NFT Art yang Mudah dan Perlu Kamu Coba

    Dari sekian banyak jenis, NFT yang paling marak diperjualbelikan adalah NFT art. Ini tidak lain disebabkan oleh cara pembuatannya yang cenderung lebih sederhana dibandingkan dengan pembuatan NFT musik, gim, meme, nama domain, dan lainnya. 

    Memangnya, apa itu NFT art?

    NFT art adalah karya seni visual yang diperjualbelikan dalam berbagai format, mulai dari video, gambar, foto, hingga GIF. Sampai saat ini, NFT art menduduki posisi tertinggi sebagai karya NFT yang paling banyak diminati sekaligus paling mahal. Dikuti dari Ruang Negeri, NFT art dari Beeple bisa terjual dengan harga 69 juta USD.

    Selain keuntungan yang menggiurkan, NFT art juga cukup mudah dibuat dengan menggunakan aplikasi pembuat NFT sebelum akhirnya diunggah ke berbagai platform jual beli  NFT. Cek deretan aplikasi pembuat NFT art di bawah ini!

    Apa itu Aplikasi NFT?

    Aplikasi NFT adalah platform yang bisa digunakan oleh para kreator untuk memuat dan menjual karya seni buatannya. Tak hanya ditujukan bagi para kreator, aplikasi NFT juga bisa digunakan oleh mereka yang ingin mengoleksi berbagai karya seni dari kreator favoritnya.

    Intinya, aplikasi NFT adalah platform yang mempertemukan keduanya, sama seperti pasar tradisional yang mempertemukan pedagang dan pembeli. Saat ini, sudah banyak sekali aplikasi NFT yang bisa Anda gunakan, salah satunya adalah TokoMall. Di sana, Anda bisa melakukan jual beli karya NFT dan berpeluang mendapatkan aset sekaligus keuntungan dari transaksi tersebut.

    Untuk bisa memuat karya ke aplikasi NFT, tentu Anda harus membuat karyanya terlebih dahulu. Tidak perlu khawatir, di era digital yang sudah semakin maju ini, ada banyak aplikasi pembuat NFT yang bisa Anda akses secara mudah untuk bisa menghasilkan berbagai karya seni visual yang unik.

    Baca juga: Mengenal Apa itu OpenSea dan Cara Mendaftarnya

    4 Aplikasi untuk Membuat NFT Art

    contoh aplikasi nft

    Reference

    Untuk mengunggah karya NFT, Anda bisa menggunakan empat aplikasi pembuat NFT art berikut. Simak detailnya berikut ini!

    SketchAR

    aplikasi sketchAr

    Source by  SketchAR

    Aplikasi pembuat NFT pertama yang bisa Anda gunakan adalah SketchAR. Aplikasi ini bisa Anda akses lewat smartphone, sehingga tidak perlu ribet jika ingin menghasilkan sebuah karya seni NFT. Keuntungan lainnya dari aplikasi ini adalah Anda bisa mendapatkan drawing tools dan digital canvas untuk membuat NFT art Anda sendiri.

    Jika Anda kesulitan dengan proses kreatif menggambar, SketchAR juga akan memberikan petunjuk cara menggambar dengan bantuan teknologi augmented reality. Anda bisa mengikuti garis pola yang telah disediakan di layar dan ikuti pola tersebut dengan membuat garisnya di layar smartphone Anda.

    PixelChain

    aplikasi pixelchain

    Source by PixelChain

    Aplikasi berikutnya yang bisa Anda gunakan untuk membuat NFT art sendiri adalah PixelChain. Sesuai dengan nama aplikasinya, PixelChain hadir untuk Anda yang ingin membuat berbagai gambar pixel dan mengunggahnya ke berbagai aplikasi NFT. Tak hanya itu, Anda juga bisa melihat berbagai contoh pixel art yang telah disediakan oleh aplikasi ini.

    NFT GO

    aplikasi nft go

    Source by NFT Go

    Sama seperti beberapa aplikasi di atas, NFT GO juga bisa digunakan untuk membuat NFT art Anda sendiri. Namun, aplikasi ini tak hanya bisa digunakan untuk membuat NFT art, tapi juga bisa untuk mengunggahnya sekaligus ke berbagai aplikasi NFT terkemuka seperti OpenSea. Oh iya, aplikasi pembuat NFT ini juga bisa digunakan di smartphone Anda, lho! Tapi masih terbatas pada pengguna iOs saja, ya.

    Ibis Paint X

    aplikasi ibis paint x

    Source by Ibis Paint X

    Aplikasi berikutnya yang bisa Anda gunakan untuk membuat NFT art adalah Ibis Paint X. Aplikasi ini bisa menghasilkan gambar-gambar kartun, seperti halnya karakter manga dan berbagai kartun lainnya di film Jepang. Jika Anda adalah penggemar kebudayaan Jepang, aplikasi ini cocok untuk memenuhi kebutuhan Anda dalam membuat NFT art. Setelah membuat NFT art, Anda bisa mengunggahnya di berbagai aplikasi NFT, seperti TokoMall.

    Pada akhirnya, membuat NFT tidak hanya sekedar membuatnya di aplikasi pembuat NFT lalu menjualnya pada platfrom jual-beli NFT. NFT art yang dapat menjual tentu harus bernilai dan punya unsur kelangkaan. Yuk, daftarkan diri Anda sebagai Official Partner di TokoMall, platform NFT pertama di Indonesia. Oh iya, Anda juga bisa bergabung dengan komunitas resmi TokoMall di Discord duntuk dapatkan informasi terkini mengenai dunia NFT!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NFT Fashion Yang Telah Diterbitkan Oleh 6 Brand Ternama

    Meningkatnya popularitas NFT dalam berbagai bidang tentunya membuat NFT semakin digandrungi oleh banyak pihak, tak terkecuali kreator dan kolektor seni. Namun, tidak hanya perseorangan saja, kini mulai bermunculan brand fashion ternama di dunia yang ikut serta meluncurkan NFT fashion miliknya. Yuk, simak informasi selengkapnya!

    Non-Fungible Token (NFT) dalam Brand Fashion

    Tren NFT dan brand fashion dunia ini mulai ramai sejak tahun 2021. Meskipun dipatok harga yang cukup tinggi dengan jumlah yang terbatas, NFT yang dihadirkan oleh para brand fashion tersebut berhasil menarik perhatian banyak kolektor NFT di NFT marketplace, lho. Terbukti dengan penutupan lelang NFT fashion di harga yang cenderung tinggi dan penjualan yang ludes dalam waktu singkat.

    Pendekatan beragam brand fashion tersebut terhadap adopsi NFT tentunya terdiri dari bentuk yang bervariasi dengan keunikannya masing-masing. Tidak hanya NFT art saja, para brand tersebut juga bereksperimen dengan NFT game dan item game, video atau short film, hingga digital collectibles berisikan desain dari produk brand tersebut.

    Selain itu, sebagai brand fashion yang memproduksi barang untuk digunakan secara fisik oleh para pembelinya, beberapa brand fashion juga memungkinkan para kolektor NFT original dari brand untuk mendapatkan produk tersebut dalam bentuk fisik. Hal ini tentunya agar para pembeli bisa sambil menikmatinya di dunia nyata.

    Baca juga: Inilah Alasan Banyak Orang Mengoleksi Karya Seni Digital NFT

    6 Brand Ternama yang Menerbitkan NFT Fashion

    Nah, berikut ini sudah kami rangkum 6 brand ternama di dunia yang telah menerbitkan NFT, di antaranya adalah:

    1. Gucci

    NFT Fashion Gucci

    Sepanjang tahun 2021, Gucci telah terlibat dalam perilisan dua keping NFT, lho. Pertama pada bulan Maret lalu, Gucci bereksperimen dengan digital fashion membuat sneakers dalam bentuk Augmented Reality (AR), yang dibanderol harga 11.99 USD. Namun, AR sneakers tersebut bukan merupakan koleksi NFT resmi yang diterbitkan Gucci.

    Hingga pada bulan Mei, Gucci merilis NFT perdananya berupa short movie untuk memperingati hari jadi Gucci yang ke-100 tahun. Short movie yang berdurasi 4 menit ini juga berisikan sneak peek kolaborasi antara Gucci dengan Balenciaga. NFT ini dilelang di Christie’s dan terjual di harga 250.000 USD.

    2. Louis Vuitton

    Mirip dengan Gucci, dalam merayakan ulang tahun yang ke-200 dari sang founder, Louis Vuitton juga merilis NFT berupa game bernama “Louis the Game”. Game yang satu ini menggambarkan ikon ternama dari Louis Vuitton, Vivienne, menjelajahi dunia animasi sambil mengumpulkan lilin menuju sebuah pesta ulang tahun.

    Louis Vuitton NFT Fashion

    Sepanjang permainan, para pemain berkesempatan untuk mendapatkan 30 NFT berupa item dalam game. Sepuluh item di antaranya merupakan hasil karya seniman digital ternama yaitu Beeple. Namun, NFT game ini tidak dapat diperjualbelikan alias hanya sebagai digital collectible saja.

    3. Burberry

    nft brand fashion Burberry

    Brand ternama lainnya yang merilis NFT adalah Burberry, bekerja sama dengan Mythical Games. NFT yang dirilis merupakan item dalam sebuah game bernama “Blankos Block Party”. Game multiplayer ini menceritakan sebuah brankas virtual di mana terdapat vinyl toys yang disebut Blanko sebagai karakter game yang hidup dalam blockchain

    Burberry merupakan brand fashion pertama yang menciptakan karakter Blanko sendiri yaitu “Sharky B.” dalam game. Sharky B. merupakan karakter yang limited edition, sehingga ludes dengan cepat yaitu hanya dalam 30 detik. Selain Sharky B., Burberry juga merilis NFT game lain yaitu aksesoris pelengkap yang bisa dikenakan oleh Blanko.

    4. Overpriced

    Sedikit berbeda dengan ketiga brand fashion sebelumnya, Overpriced merilis NFT pertamanya dalam produk hoodie. Pada bagian belakang hoodie, terdapat sebuah kode yang bisa di-scan oleh para pemiliknya. Saat di-scan, para pemilik telah secara otomatis dan resmi memiliki sebuah NFT.

    nft brand fashion Overpriced

    Hoodie yang kemudian disebut sebagai NFT hoodie ini dijual dengan harga 26.000 USD. Overpriced juga mengatakan bahwa jika NFT hoodie yang dimiliki mengalami kerusakan atau hilang, mereka akan mengirimkan penggantinya lengkap dengan kode baru. Sementara itu, kode lama akan diblokir sehingga tidak akan bisa di-scan kembali.

    5. RTFKT

    Brand lainnya, yaitu RTFKT, juga merilis sebuah koleksi sneakers berbentuk NFT lengkap dengan digital merchandise. RTFKT berkolaborasi dengan visual artist FEWOCiOUS untuk NFT ini. Sebelum dirilis, RTFKT melakukan uji coba menggunakan media sosial Snapchat yang memungkinkan para calon pembeli untuk mencobanya secara virtual.

    NFT Sepatu RTFKT

    Produk sneakers ini terdiri dari tiga jenis desain dan partisipan lelang bisa melakukan bid terhadap ketiganya. Hal ini menghasilkan lebih dari 600 pasang sneakers yang terjual, membuat RTFKT meraup pendapatan sebesar 3.1 juta USD. Pembeli dengan nominal terbesar juga berkesempatan untuk mendapatkan sneakers dalam bentuk fisik.

    6. Jimmy Choo

    Lalu di akhir Oktober 2021 lalu, brand Jimmy Choo meluncurkan koleksi NFT hasil kolaborasi dengan seniman Eric Haze. NFT yang dilepas untuk lelang di Binance ini merupakan sepatu versi digital yang berputar di atas kanvas. Partisipan dengan bid tertinggi berkesempatan memperoleh sepatu tersebut dalam bentuk fisik.

    nft fashion dari brand jimmy choo

    Selain sepatu versi digital, Jimmy Choo juga menyediakan 8.888 mystery box yang juga dijual di marketplace NFT. Mystery box ini berisikan Jimmy Choo / Eric Haze LOVE 100 Glitter, 445 kartu digital sangat langka, 3,109 kartu digital langka, and 5,333 kartu digital biasa. Kartu digital sangat langka dan langka mencakup sneak peek koleksi NFT Jimmy Choo mendatang.

    Itulah 6 brand ternama yang telah menerbitkan NFT fashion original miliknya. Jadi, apakah Anda tertarik untuk ikut serta ke dalam dunia NFT? Yuk, kunjungi www.tokomall.io dan segera daftarkan diri Anda sebagai Official Partner (seniman) atau Creator (kolektor)!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • TokoMall dan .TEMU Rilis Koleksi NFT, Bisa Dapat Diskon Seumur Hidup

    TokoMall dan .TEMU (Titik Temu) berkolaborasi rilis project NFT dengan semangat memajukan industri Food & Beverage (F&B) di Indonesia. Menariknya, pembeli koleksi [NF].Temu ini bisa mendapatkan banyak benefit, bukan hanya sekadar mengoleksi NFT art saja, tapi bisa dapat diskon seumur hidup di .TEMU.

    Thelvia Vennieta, Head of TokoMall, menjelaskan kolaborasi dengan .TEMU masih tetap mengusung misi TokoMall, sebagai pelopor marketplace NFT di Indonesia. Misi TokoMall sendiri adalah menjembatani konsep digital NFT meets reality. Di mana pembeli NFT di TokoMall bisa merasakan pengalaman yang lebih tidak hanya di ranah digital, tapi juga di dunia nyata.

    “Kami ingin masyarakat yang mungkin masih awam semakin memahami bahwa NFT itu bisa diadopsi ke berbagai utilitas yang berguna di kehidupan sehari-hari. Sesuai dengan misi TokoMall untuk menjembatani konsep digital ke realita, kolaborasi [NF].Temu ini bisa dikatakan menjadi pionir dan contoh nyata pemanfaatannya yang luas hingga ke industri F&B,” kata Thelvia.

    Ilustrasi TokoMall.

    Ilustrasi TokoMall.

    Baca juga: Panduan untuk Pemula yang Ingin Terjun ke Dunia NFT

    Joseph Erwin, COO .TEMU, mengungkap latar belakang kolaborasi ini merupakan bentuk keinginan perusahaan untuk mengeksplor possibilities dari NFT, karena masih banyak potensi yang bisa digali dan mungkin bisa menjadi evolusi dari customer loyalty program tradisional.

    “Kolaborasi ini diharapkan bisa menjadi contoh untuk pemain industri F&B lainnya, dimana eksplorasi di dunia NFT bisa memberikan dampak pada bisnis,” terang Joseph.

    Ada 150 Item Koleksi [NF].Temu

    Koleksi [NF].Temu sendiri memiliki 150 item NFT yang menawarkan level kelangkaan berbeda yakni General, Master, Connoisseur. Desain project NFT ini dirancang oleh salah satu partner kreator TokoMall yakni Pedro Oscar, seniman yang aktif di berbagai komunitas kripto dan desain 3D di Indonesia. 

    Menariknya, setiap level di koleksi [NF].Temu memiliki benefit nyata yang bisa ditukarkan antara lain adalah diskon 5-10% hingga seumur hidup untuk pembelian kopi di seluruh cabang .TEMU, keanggotaan VIP, akses pre-release biji kopi sekaligus mencoba kopi dengan head roaster, meetup dengan para pemilik NFT hingga merchandise eksklusif. 

    Ilustrasi koleksi NFT TokoMall x .TEMU

    Ilustrasi koleksi NFT TokoMall x .TEMU

    Baca juga: Daftar Modus Penipuan NFT dan Tips Menghindarinya

    Harga [NF].Temu

    Koleksi [NF].Temu ini dibanderol dengan harga Rp 1.999.000 dan bisa dibeli mulai 14 Februari 2022, adapun benefit dapat digunakan oleh kolektor mulai 1 Maret 2022 di tiap cabang .TEMU. Konsep pembeliannya akan menggunakan fitur TokoSurprise, di mana pembeli harus menunggu 7 hari sejak pembelian untuk melihat item NFT apa yang didapat dengan tingkat kelangkaannya.

    TokoSuprise merupakan sebuah fitur dari TokoMall berisikan serial NFT kejutan yang menawarkan tingkat kelangkaan berbeda. TokoSuprise hadir untuk meningkatkan excitement dari kolektor dalam mengoleksi karya yang dirilis oleh mitra resmi karena kolektor yang mengoleksi paket TokoSurprise tidak akan mengetahui serial NFT mana yang akan mereka dapatkan.

    Informasi lebih lanjut koleksi [NF].Temu, bisa kunjungi link di sini dan website www.tokomall.io.



    Sumber : news.tokocrypto.com