Tag: nft

  • CEO Amazon Optimis Tentang Masa Depan Aset Kripto dan NFT

    Dunia aset kripto dan NFT ternyata menarik perhatian CEO Amazon, Andy Jassy. Bos baru Amazon yang menggantikan Jeff Bezos itu optimis tentang prospek bisnis industri aset digital di masa depan.

    Dikutip Cointelegraph, Jassy mengatakan bahwa meskipun dia tidak memiliki aset kripto atau NFT, dia optimis tentang prospek industrinya. Dia pun mengakui sejauh ini belum mau menambahkan mekanisme pembayaran menggunakan kripto dalam waktu dekat.

    “Kami tidak mungkin dalam waktu dekat menambahkan kripto sebagai mekanisme pembayaran dalam bisnis ritel kami, tetapi saya percaya seiring waktu bahwa Anda akan melihat crypto menjadi lebih besar. Saya berharap NFT akan terus tumbuh sangat signifikan,” ungkap Jassy selama wawancara dengan CNBC.

    Ilustrasi e-commerce, Amazon.
    Ilustrasi e-commerce, Amazon. Foto: Pixabay.

    Baca juga: Volume Perdagangan Bitcoin Turun Lebih dari $ 3,6 Triliun, Investor Mulai Jenuh?

    Amazon Cari Talenta Ahli Kripto dan Blockchain

    Secara khusus, mengenai penjualan NFT oleh Amazon, Jassy mengisyaratkan mungkin ada kesempatan besar mengenai hal tersebut. Pada November lalu, Cointelegraph melaporkan bahwa Amazon mempekerjakan tenaga ahli yang memahami ekosistem kripto dan aset digital secara keseluruhan.

    Kemudian, lowongan pekerjaan yang sama juga baru-baru ini di-posting Amazon. Tanggung jawab pekerjaan tersebut dituntut mampu menentukan pesan khusus industri dan jaminan yang secara efektif mengomunikasikan proposisi nilai AWS (Amazon Web Service) untuk solusi aset digital dalam layanan keuangan.

    Ilustrasi mengenal berbagai kelebihan aset kripto.
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: LINE Luncurkan Platform Marketplace NFT, Bakal Ekspansi ke Indonesia?

    Kapan Belanja di Amazon Pakai Kripto?

    Terlepas dari optimisme Jassy mengenai dunia kripto dan NFT, ia menegaskan kembali sikap perusahaan dari Juli tahun lalu bahwa Amazon mungkin tidak akan menambahkan crypto sebagai mekanisme pembayaran dalam bisnis ritelnya.

    Sejauh ini Amazon belum memberikan lampu hijau mengenai pembayaran menggunakan aset kripto atau membuka platform untuk marketplace NFT. Di antara perusahaan teknologi e-commerce besar, Shopify telah menjadi yang terdepan dalam adopsi kripto.

    Shopify mengumumkan awal bulan April 2022 ini bahwa mereka akan menerima Bitcoin (BTC) sebagai pembayaran di platform melalui The Lightning Network dan Strike. Namun, langkah tersebut juga memicu skeptisisme dari pengguna, dengan beberapa menunjukkan konsekuensi pelanggaran hukum yang tidak melalui proses KYC (Know Your Costumer).

    Baca juga: Review Aplikasi Kriptoversity, Belajar Kripto dan Blockchain Bisa Dapat Cuan



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • LINE Luncurkan Platform Marketplace NFT, Bakal Ekspansi ke Indonesia?

    LINE, aplikasi media sosial asal Jepang, akhirnya resmi meluncurkan marketplace NFT pada 13 April 2022. Pada saat peluncuran perdananya, platform yang diberi nama LINE NFT ini menawarkan sekitar 40.000 produk NFT untuk dijual.

    Dilaporkan Cointelegraph, LINE bermitra dengan Yoshimoto Kogyo, konglomerat hiburan besar Jepang untuk melahirkan LINE NFT di bawah perusahaan LVC Corporation. Saat ini marketplace NFT tersebut tersedia di Jepang dan belum diketahui apakah akan ke ekspansi ke Indonesia yang memiliki jumlah pengguna LINE yang cukup banyak.

    Saat ini saja, aplikasi LINE di Jepang telah digunakan sekitar 90 juta orang. LINE NFT menjawab kebutuhan perusahaan untuk terus menghadirkan inovasi di bisnis terkait blockchain.

    Di marketplace LINE NFT, pengguna dapat membeli dan memperdagangkan NFT serta menyimpan NFT yang dibeli di LINE BITMAX Wallet, dompet aset digital di akun LINE pengguna. Melalui aplikasi LINE, pengguna juga dapat mengirim atau bertukar NFT dengan teman-teman LINE lainnya.

    LINE luncurkan platform marketplace NFT bernama, LINE NFT. Foto: Dok. LINE.
    LINE luncurkan platform marketplace NFT bernama, LINE NFT. Foto: Dok. LINE.

    Baca juga: Tutorial Lengkap Cara Beli dan Minting NFT di TokoMall

    Penjualan Yoshimoto NFT Theatre

    Gelombang pertama NFT yang akan segera dirilis di LINE NFT adalah konten hasil kerja sama dengan Yoshimoto Kogyo Holdings Co. Ltd. Ada Yoshimoto NFT Theater yang menampilkan video pertunjukan dari komedian papan atas Yoshimoto Kogyo.

    Menurut Beincrypto, ada pula konten NFT dari serial anime klasik Patlabor the Mobile Police—yang dibuat khusus untuk merayakan peringatan 30 tahun animasi itu. Selain itu, video NFT dari karakter populer seperti Gyuunyuu, Usagyuuun! dan Betakkuma juga akan meluncur.

    NFT ini bisa diperdagangkan di antara pengguna LINE NFT setelah mereka membelinya. Lantas, mulai 20 April 2022, LINE bakal mengeluarkan NFT untuk memperingati pensiunnya atlet senam Kohei Uchimura serta NFT asli karya seniman manga Yashiroazuki.

    LINE Perkuat Bisnis Blockchain

    Kemunculan marketplace LINE NFT semakin memperkuat dorongan perusahaan untuk mengadopsi teknologi blockchain dalam lanskap bisnis utama mereka.

    LINE luncurkan platform marketplace NFT bernama, LINE NFT. Foto: Dok. LINE.
    LINE luncurkan platform marketplace NFT bernama, LINE NFT. Foto: Dok. LINE.

    Baca juga: Jual-Beli NFT Enggak Pakai Ribet di TokoMall

    Line memiliki reputasi sebagai salah satu perusahaan teknologi besar pertama di Jepang yang mengadopsi aset kripto dan teknologi blockchain, setelah meluncurkan pertukaran crypto sendiri pada tahun 2018.

    NFT menjadi semakin populer di seluruh Jepang, terlepas dari peraturan kripto yang relatif ketat. Konglomerat jasa keuangan Jepang, Nomura Holdings, menjadi pemain utama terbaru di negara itu yang mengembangkan rencana aksi untuk mengimplementasikan NFT.

    Minat investor Jepang ke NFT terlihat memang besar. Ini tercermin dari survei akhir tahun lalu, yang digelar exchange di Jepang, Bitbank, mengenai minat investasi di pasar aset digital. Hasilnya, sebanyak 26% investor aset kripto di Jepang telah menyimpan NFT ketika mereka berinvestasi dalam kripto.

    Berdasarkan hasil survei, mayoritas investor NFT di pasar Jepang berusia sekitar 20 tahun hingga 40 tahun. Sebagian besar responden tertarik memegang NFT karena peluang investasi jangka panjang.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NFT ART Finance – Pengertian dan Serba Serbinya, Simak Disini!

    Meski tergolong baru, token yang diluncurkan pada April 2021 ini dinilai cocok untuk memperjualbelikan karya seni digital. Mengapa demikian? Mari simak penjelasan Token NFT Art Finance berikut ini!

    Apa itu NFT ART Finance?

    Apa itu NFT Art Finance
    Sumber: coinmarketcap.com/nft-art-finance/

    NFT ART Finance adalah sebuah token yang beroperasi dalam jaringan Binance Smart Contract (BSC). Fungsi utamanya adalah sebagai alat tukar dalam transaksi jual beli NFT. Token ini diciptakan oleh Enter, perusahaan blockchain asal Norwegia. Sejak diperkenalkan pada 22 April 2021 lalu, NFT ART Finance cenderung fokus pada ekosistem karya seni digital. Sebab, market Enter sendiri ada pada dunia seni digital, terutama fotografi, video, dan juga musik.

    Baca juga: Yuk, Pahami Konsep dan Cara Kerja Biaya Royalti pada NFT!

    Ketika pertama diluncurkan, harga awal NFT Art Finance sangat rendah, bahkan bisa dibilang ekstrem, sekitar 0,0000000010 USD. Saat itu, supply token yang disediakan sangat besar karena masih tergolong baru, yaitu mencapai 100 kuadriliun.

    Namun, kini sirkulasinya terbilang lancar. Dilansir dari CoinMarketCap per 20 Desember  2021, sirkulasi supply NFT ART token telah mencapai angka 30 kuadriliun lebih dengan kapitalisasi pasar mencapai 20 juta USD. Rata-rata volume penjualannya ada pada angka 205.580,56 USD.

    Cara kerja Token NFT ART Finance

    Cara kerja NFT ART Finance

    Lalu, bagaimana cara kerja token NFT ART Finance? Apa perbedaannya dengan token NFT lainnya?

    Keunggulan utama token ini terletak pada biaya transaksinya yang cukup rendah. Enter juga tidak menerapkan biaya pendaftaran. Menariknya lagi, seniman NFT bisa mendapatkan komisi tambahan tiap karyanya berpindah tangan.

    Token ini beroperasi dengan mekanisme hiper deflasi, memungkinkan Anda untuk mendapatkan passive income yang didapat secara real-time.

    Berdasarkan Official Website dari token ini, operasional token mengikuti 6 prinsip yaitu:

    1. Deflasi

    NFT ART token menerapkan pajak transaksi sebesar 10%. Lima persen akan dibakar dan lima persen sisanya kembali kepada pemilik.

    2. Utilitas

    NFT ART mendukung ekosistem Enter, sebagai aset default yang berfungsi untuk membuat, mengklaim, membeli, hingga menjual NFT.

    3. Passive income

    Dengan 5% redistribusi pajak pada setiap transaksi, pemilik token bisa mendapatkan keuntungan tambahan untuk dijadikan passive income.

    4. Diaudit dan aman

    Dilengkapi dengan kontrak khusus yang telah lulus audit kode lengkap oleh TechRate.

    5. Biaya transaksi rendah

    Dikarenakan BSC menerapkan biaya transaksi yang relatif rendah, sehingga pembuatan dan perdagangan NFT dapat terjangkau siapa saja.

    6. Tokenomics (tanpa pemilik)

    Tokenomics merupakan bagian dari kontrak dan tidak akan pernah berubah, termasuk kode khusus yang menandakan kepemilikan. Pajak transaksi 5% akan didistribusikan kembali kepada pemegang token. Dengan begitu, pemegang jangka panjang bisa memperoleh pendapatan pasif. Mekanisme ini bertujuan untuk mendorong investasi jangka panjang dalam token.

    Lalu Bagaimana Cara Mendapatkannya?

    Cara mendapatkan NFT Art Token
    Sumber: https://mobile.twitter.com/NFTArt_Finance

    Saat baru diluncurkan, NFT ART token hanya bisa dibeli melalui PancakeSwap. Namun, kini Enter telah bekerja sama dengan lebih banyak platform. Selain melalui PancakeSwap, Anda juga bisa mendapatkan utility token ini DigiFinex, FEGex, Hotbit, dan juga Lbank.

    Pada update terbarunya, NFT ART token kini juga bisa dibeli melalui AutoShark. Lewat AutoShark ini, para penikmat NFT bisa membeli atau menjual NFT ART hingga farming NFT ART-BNB. Untuk farming, Anda bisa mendapatkan FINS yang bisa langsung dipanen atau dikelola kembali untuk meraih keuntungan lebih besar.

    Enter juga terus mengupayakan agar NFT ART finance bisa tersedia di lebih banyak platform jual beli aset kripto. Selain itu, Enter juga sedang menjajaki peluang kerja sama dengan payment gateway agar pengguna bisa membeli NFT ART token dan mengklaim NFT menggunakan akun bank mereka.

    Masa depan Token NFT ART

    roadmap dari nft art finance
    https://mobile.twitter.com/NFTArt_Finance

    Enter telah membekali token ini dengan beragam fitur unik yang membuat token hiper deflasi ini mudah diakses dan ramah pengguna. Pengembangan dan kerja sama juga terus berjalan, membuka peluang transaksi yang lebih luas dengan mitra potensial untuk membuka pasar baru bagi NFT ART token. Untuk meningkatkan aksesibilitas token, di Q4 2021 ini pun Enter juga sedang dalam tahap pengembangan aplikasi smartphone.

    Rasanya tidak berlebihan jika menganggap masa depan NFT ART finance ini cukup cerah. Terlebih, mekanisme operasional yang diterapkan pun sangat mendukung kesejahteraan seniman NFT. Utility token ini memungkinkan para seniman untuk mendapatkan penghasilan seumur hidup melalui pekerjaan mereka.

    Bagaimana, tertarik untuk mulai mengumpulkan NFT ART token? Anda bisa langsung menuju platform yang telah bekerja sama dengan Enter untuk membeli utility token tersebut. Namun, jika Anda baru mulai terjun ke dunia NFT dan belum menemukan platform yang tepat untuk memamerkan karya seni, TokoMall yang merupakan NFT marketplace pertama di Indonesia bisa menjadi solusi.

    TokoMall menghubungkan Official Partner (Kreator) dan Creator (Kolektor) NFT. Di TokoMall, Anda bahkan bisa meluncurkan kreasi terbaik ke panggung dunia. Bagi para Creator juga disediakan ruang untuk memperlihatkan koleksi yang dimiliki. Yuk, tunjukkan kreasi terbaik Anda bersama TokoMall sekarang juga!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jual-Beli NFT Enggak Pakai Ribet di TokoMall

    NFT (non-fungible token) adalah sebuah token unik yang merepresentasikan kepemilikan aset digital seperti foto, video, lagu hingga meme yang disimpan di blockchain. Bisa dibilang NFT adalah sebuah sertifikasi kepemilikan terhadap sebuah file digital.

    NFT lagi rame banget jadi topik obrolan orang-orang akhir ini. Kehadiran NFT dirasa sebagai solusi terhadap permasalahan replikasi atau plagiasi konten yang sering menjadi permasalahan dalam dunia digital.

    Di Indonesia sendiri aset digital NFT masih tergolong baru, belum ada data lengkap mengenai tren pertumbuhannya. Namun, mengutip Dappradar, tren transaksi penjualan NFT secara global menyentuh angka US$ 25 miliar sepanjang 2021.

    Ada NFT marketplace lokal yaitu TokoMall sebagai platform seniman atau konten kreator membuat karyanya menjadi aset digital. TokoMall sebagai pelopor marketplace NFT pertama yang ada di Indonesia, sangat mendukung artis hingga kreator lokal.

    Baca juga: Miris! NFT Tweet Pertama Jack Dorsey Dijual Rp 689 Miliar, hanya Ditawar Tertinggi Rp 4 Juta

    Mereka bisa membuat konten dalam bentuk tokenisasi NFT mulai dari tiket konser hingga karya lainnya seperti image, video, audio, hingga opini itu bisa di-NFT kan. Hingga konten NFT itu bisa menjadikan pundi-pundi keuangan mereka.

    Penjualan NFT juga memberikan artis dan kreator lokal peluang untuk mendapat royalti setiap karyanya terjual kembali. Hal ini dianggap dapat memecahkan masalah lain dari karya seni digital, yakni kurangnya apresiasi terhadap seniman atas karya seninya.

    NFT juga memberikan sebuah pengalaman baru yang mendekatkan penggemar dengan artis atau konten kreator. Selain penggemar mengoleksi produk NFT (dari nilai estetika), mereka juga bisa mendapatkan benefit lain dari NFT yang mereka pegang. Ini juga bisa dimonetisasi lagi sehingga mendapatkan pemasukan baru.

    Simak video berikut jika ingin tahu lebih lanjut soal TokoMall.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tutorial Lengkap Cara Beli dan Minting NFT di TokoMall

    Memilih NFT marketplace yang tepat adalah suatu hal yang harus diperhatikan sebelum memulai investasi aset digital ini. Saat ini memang sudah banyak NFT marketplace lokal bermunculan. Salah satunya, TokoMall by Tokocrypto yang meluncur pada Agustus 2021.

    Belum genap setahun TokoMall telah memiliki lebih dari 10.000 kolektor, lebih dari 8.000 aset NFT, dan lebih dari 80 partner yang bekerja sama di platform seperti NeverTooLavish, SiJuki, DAMN! I Love Indonesia, Jakarta Metaverse, .TEMU dan lainnya.

    TokoMall punya banyak fitur seperti TokoSurprise, Mitra Unggulan, Collectibles, Marketplace dan Eksklusif NFT. Keuntungan menjual NFT di TokoMall ada beberapa benefit, yang pertama gas fee untuk minting karya lebih murah. Kreator bisa bekerja sama dengan TokoMall untuk membuat NFT yang punya benefit di dunia nyata, sejalan dengan visinya yaitu bridging digital NFT to reality.

    Baca juga: Jual-Beli NFT Enggak Pakai Ribet di TokoMall

    Keuntungan Lain dari NFT?

    Pertama, NFT memberi solusi terhadap masalah seniman atau konten kreator yang karyanya rentan diplagiasi atau duplikasi. Melalui blockchain, permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan kehadiran enkripsi unik di masing-masing salinan NFT unik.

    Kedua, karya seni digital kini menjadi mudah diakses oleh semua kalangan. Sejak dulu, berinvestasi dalam karya seni dianggap hanya untuk kalangan atas saja.

    Ketiga, investasi di karya seni digital tidak membutuhkan biaya yang besar. Sebab, tidak perlu memikirkan akomodasi lainnya seperti transportasi maupun ruang pajang setelah membeli karya seni.

    Keempat, seniman bisa menjual hasil karya seninya secara langsung pada penikmatnya tanpa campur tangan pihak lain. Sehingga semua keuntungan dapat dimiliki penuh oleh kreator seni dan mendapat royalti.

    Simak tutorial lengkap cara beli dan minting di TokoMall di video berikut ini!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NFT Tweet Pertama Jack Dorsey Dijual Rp 689 Miliar, Ditawar Rp 4 Juta

    Penjualan NFT tweet pertama Jack Dorsey di second market memunculkan fenomena baru yang cukup miris. Pasalnya, NFT yang langka tersebut hanya ditawar tertinggi dengan harga sekitar $ 280 (setara Rp 4 juta) di second market melalui pelelangan.

    Dilaporan Coindesk, pengusaha kripto kelahiran Iran, Sina Estavi, membeli NFT tweet pertama Jack Dorsey, seorang pendiri Twitter seharga $ 2,9 juta (Rp 41 juta) pada Maret 2021. Kemudian, ia ingin menjual kembali NFT tersebut dengan perkiraan harga mencapai $ 48 juta (Rp 689 Miliar).

    Pada Kamis (7/4) pekan lalu, dia mengumumkan di Twitter bahwa ingin menjual NFT tersebut, dan menjanjikan 50% dari hasilnya (yang dipikir akan melebihi $ 25 juta) untuk amal melalui badan amal, GiveDirecly.

    Ternyata, lelang yang berlangsung seminggu itu ditutup pada hari Rabu (13/4), dengan hanya mengumpulkan tujuh total penawaran mulai dari 0,0019 ETH (hampir $ 6) hingga 0,09 ETH (sekitar $ 280).

    NFT tweet pertama Jack Dorsey yang hanya ditawar murah di second market.
    NFT tweet pertama Jack Dorsey yang hanya ditawar murah di second market.

    Baca juga: Daftar Orang Terkaya di Dunia Berkat Kripto dan Blockchain, Berapa Hartanya?

    Belum Mau Dijual

    Mendapatkan penawaran yang tidak sesuai harapan membuat Estavi enggan menjual NFT tweet pertama Jack Dorsey itu ke penawar tertinggi. Ia menjelaskan masih memiliki waktu dua hari untuk menerima tawaran lain yang lebih tinggi dan sesuai harapan, atau itu tidak akan dijual.

    “Batas waktu yang saya tetapkan sudah berakhir, tetapi jika saya mendapatkan tawaran yang bagus, saya mungkin akan menerimanya, saya mungkin tidak akan pernah menjualnya,” kata Estavi kepada CoinDesk melalui pesan WhatsApp pada hari Rabu (13/4).

    Terpantau hingga Kamis (14/4) pukul 13.00 WIB di situs OpenSea, penawaran terbaru tercatat sekitar $ 6.235 (Rp 89,4 juta) atau setara 2 Ethereum.

    Pasar NFT sedang Turun?

    Menurut laporan Protocol, pasar NFT sedang mengalami tahun yang sulit setelah lonjakan pertumbuhan transaksi pada tahun 2021. Volume perdagangan jatuh pada tahun 2022, dengan kekhawatiran tentang penipuan dan hype mematikan beberapa pembeli.

    illustrasi non fungible token
    Ilustrasi NFT.

    Aktivitas baru-baru ini pulih, tetapi tidak jelas apakah beberapa NFT akan memulihkan nilainya. Sebagian besar orang memandang NFT membingungkan, karena NFT sama dengan penunjuk ke aset digital, bukan aset itu sendiri.

    NFT paling baik dianggap sebagai tanda terima atau sertifikat kepemilikan, mekanisme untuk memulihkan kelangkaan ke dunia digital. Tetapi, konsep NFT dari sebuah tweet sangat membingungkan bagi sebagian orang.

    Sebuah tweet yang dijadikan NFT pada dasarnya dikendalikan oleh pengguna yang menulisnya dan Twitter adalah perusahaannya, bukan pemilik NFT. Jack Dorsey pun yang merupakan pemilik dari tweet tersebut, dapat menghapus tweet-nya kapan saja, membuat NFT itu tidak berharga.

    Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Troy (TROY) dan VeThor (VTHO)?



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tidak Hanya Mastercard dan Adidas, Zara Juga Ke Metaverse

    Metaverse semakin ramai dengan hadirnya brand fashion ternama, Zara, yang telah meluncurkan koleksi terbarunya di dunia virtual.

    Koleksi yang disebut Lime Glam tersebut adalah produk pakaian dan aksesoris yagn bisa digunakan oleh para pengguna di platform Metaverse, Zepeto. Ini juga dijual di toko fisik mereka.

    Memang, Metaverse sudah cukup terbukti mampu menjadi cara baru para brand fashion untuk memperkenalkan produk mereka, dengan cara yang benar-benar berbeda dan lebih kaya akan pengalaman. Inilah yang membuat Zara tertarik untuk memasukinya.

    Sebelumnya, platform Metaverse dari Decentraland juga sudah akrab dengan penggunaan bisnis fashion, yang bahkan telah mengadakan pameran busana virtual dengan lancar dalam skala yang bisa dibilang besar. Ini sangat meriah dan panen pujian.

    Baca juga: Mastercard Ajukan Belasan Merek Dagang untuk Metaverse dan Crypto

    Dengan adanya Metaverse, mencoba sebuah fashion dari rumah saja pun dimungkinkan, sebelum benar-benar datang ke toko fisik dan memilikinya secara nyata. Konsep hebat ini memang bukan hal yang benar-benar baru, tetapi telah dicoba dan hasilnya luar biasa.

    Di situs resmi Zara, juga menampilkan avatar yang menggunakan koleksi Lime Glam. Ini tentu bisa menjadi referensi awal bagi pengunjung situs sebelum benar-benar mencoba dan membelinya.

    Selain untuk hal tersebut, aplikasi Zepeto juga menawarkan booth foto, dinding digital dan lantai untuk koleksi khusus semacam itu.

    Baca juga: Volume Perdagangan Kripto di India Runtuh Setelah Pajak Baru Berlaku

    Dengan tampilan yang berkonsep tiga dimensi, ini tentu mempermudah pelanggan mendapatkan gambaran yang lebih baik di awal secara digital, mengenai suatu produk yang ditawarkan.

    Tentu saja, ini sejalan dengan ramalan para pakar tentang nilai pasar metaverse yang akan membesar, benar-benar besar, karena fungsi dan minat yang luas. Ini masihlah awal, metaverse akan benar-benar melewati imajinasi. Kita lihat saja!

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NFT Snoop Dogg Resmi Diterbitkan di Blockchain Cardano (ADA)

    Proyek NFT Clay Nation telah meluncurkan kolaborasi resmi dengan rapper Snoop Dogg serta investor kripto Champ Medici. Proyek ini menghadirkan clay animation, penjualan tanah virtual dan konten musik di blockchain Cardano (ADA).

    Saat kolaborasi tersebut diungkapkan, Snoop Dogg dan pendiri Cardano, Charles Hoskinson, bertemu dalam acara Twitter Space pada 5 April lalu untuk membahas ekosistem Cardano, musik dan NFT.

    Kemitraan dengan Cardano bukanlah pengalaman pertama Snoop Dogg di bidang NFT. Ia telah mengambil sejumlah langkah memasuki kripto dan Metaverse dengan membangun Snoopverse di Sandbox.

    Baca juga: Tokocrypto dan FEB UGM Kolaborasi Dirikan BlockSpace, Tempat Belajar Ekosistem Blockchain

    Clay Nation adalah proyek dari Clay Mates, merupakan koleksi NFT 10 ribu avatar yang memakai animasi tiga dimensi mirip tanah liat. Sebuah algoritma mencampuradukkan sejumlah atribut untuk menghasilkan beragam NFT Clay Nation yang unik.

    Koleksi NFT kolaborasi Snoop Dogg tersebut diluncurkan bersamaan dengan prestasi baru yang dicapai jaringan Cardano.

    Menurut Morgan Schofield, kepala pertumbuhan ekosistem Cardano, jaringan tersebut telah menerbitkan lebih dari empat juta token dalam 50 ribu proyek minting NFT.

    Pertumbuhan jumlah karya seni NFT yang diterbitkan terkait dengan perkembangan Cardano serta industri NFT yang sedang panas.

    “Seiring kami memperbesar kapabilitas Cardano, perkembangan ini akan terus melaju. Kepemilikan kedaulatan digital semakin mudah dan aman,” tulis Schofield melalui akun Twitter.

    Baca juga: Robinhood Akhirnya Perdagangkan Shiba Inu (SHIB), Ada Kripto Lain?

    Pavia, proyek Metaverse pertama pada Cardano, belum lama ini melaporkan sudah ada 22 ribu lebih pemilik NFT lahan virtual pavia.io. Angka tersebut didapat berdasarkan jumlah dompet unik.

    Pavia, yang resmi meluncur sebagai metaverse pada bulan Januari lalu, mengambil nama kota kelahiran Gerolamo Cardano pada tahun 1501.

    Cardano mengalami pertumbuhan pesat jumlah proyek dan aktivitas on-chain. Hampir 900 proyek membangun di atas Cardano, dimana 3,6 persen terdiri dari marketplace NFT dan 47,9 persen terdiri dari koleksi NFT.

    Metaverse mengambil porsi 3,3 persen dan gaming 4,2 persen. Sementara itu, sektor DeFi yang besar di blockchain lain seperti Ethereum dan Avalanche, hanya menduduki porsi 1,7 persen di Cardano.

    U.Today melansir, saat ini harga ADA diperdagangkan pada nilai US$1,02 menurut data CoinMarketCap, dan menduduki peringkat kedelapan sebagai aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mastercard Siap Terjun Eksplorasi Bisnis ke Metaverse dan NFT

    Mastercard menambah daftar panjang perusahaan yang siap mengeksplorasi bisnis untuk beroperasi di Metaverse dan ranah NFT. Mastercard bergabung dengan Visa dan American Express untuk “pindah” ke Metaverse, karena berupaya meningkatkan aliran pendapatan dan tetap kompetitif dalam ekonomi virtual.

    Menurut laporan Cointelegraph, ada 15 aplikasi hak panten yang diajukan oleh Mastercard, meliputi presentasi produk, marketplace, menyelenggarakan acara live streaming, kartu kredit dan debit, serta membuat komunitas terkait NFT di Metaverse.

    Paten tersebut diajukan ke Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (USPTO). Informasi ini diketahui dari sebuah cuitan Twitter seorang pengacara perizinan merek bernama Mike Kondoudis.

    “Mastercard telah mengajukan 15 aplikasi merek dagang untuk Mastercard, Priceless, Circle Logo miliknya. Mengindikasikan rencana untuk media yang didukung NFT, pemrosesan pembayaran di Metaverse, marketplace untuk barang digital + NFT, transaksi e-commerce di Metaverse,” tulis Kondoudis.

    Baca juga: Harga Kripto Shiba Inu Melonjak 35% Dalam Satu Hari, Apa Penyebabnya?

    Mastercard Terbuka Soal Aset Kripto

    Seperti yang dilaporkan sebelumnya oleh Cointelegraph, Mastercard menambahkan 500 karyawan baru pada bulan Februari untuk berkonsultasi dengan bank dan pedagang tentang mengadopsi teknologi dan NFT yang mendukung aset kripto.

    Mastercard bukan satu-satunya perusahaan fintech besar yang mengajukan merek dagang NFT atau Metaverse. Visa dan American Express telah mengajukan pengajuan USPTO terkait kripto mereka sendiri.

    Kembali pada tahun 2020, Visa pertama kali mengajukan aplikasi paten untuk membuat mata uang digital yang sedang dalam pengembangan di jaringan kartunya. Beincrypto melaporkan, Coinbase akan menerima pembayaran NFT melalui Mastercard. Tujuannya agar mempermudah orang-orang yang masih awam terhadap aset kripto.

    Ilustrasi token kripto dan dunia Metaverse.
    Ilustrasi token kripto dan dunia Metaverse.

    Baca juga: Visa Kembangkan Konsep Transfer Mata Uang Digital Aman

    Aset Kripto Bisnis Masa Depan

    Dalam kasus American Express, ada tujuh aplikasi yang terkait dengan branding kartu pembayaran virtual, layanan concierge di Metaverse dan menggunakan kartu kredit dan debit mereka di pasar NFT.

    Selain itu, perusahaan kartu kredit ini telah mengambil beberapa inisiatif untuk tetap kompetitif dalam ekonomi virtual. Sementara, Mastercard membuat program tiga bulan, yang disebut Start Path Crypto, untuk membantu blockchain dan startup crypto meningkatkan skala bisnis mereka, Visa juga meluncurkan Creator Program, untuk membimbing pengusaha tentang NFT untuk mengembangkan bisnis kecil mereka.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 25% Milenial Berinvestasi di Crypto untuk Mendanai Masa Depannya

    Generasi milenial tampaknya telah lebih melek soal kehidupan di hari tua, ataupun masa depan mereka, dengan berinvestasi jangka panjang, di antaranya adalah di aset kripto.

    Investopedia telah melakukan sebuah survei yang melibatkan beberapa generasi, yakni Gen Z, Milenial, Gen X dan Boomer.

    Menariknya, ada perubahaan sudut pandang yang drastis untuk menangani masa pensiun dari para generasi muda.

    Survei yang disebut “ Literasi Keuangan Investopedia 2022” itu melibatkan 4.000 orang sebagai peserta, dengan masing-masing generasi adalah 1.000 orang.

    Pertanyaan-pertanyaan dalam survei tersebut meliputi pengetahuan keuangan, kebiasaan, hal-hal yang membuat mereka khawatir dan rencana pensiun.

    Yang menarik perhatian adalah, generasi muda rupayanya berpegang pada aset berisiko untuk mendanai masa tua mereka kelak.

    Baca jugaMicroStrategy Kembali Memborong Bitcoin Sebanyak 4.197 Koin, Harga BTC Malah Turun

    Dalam satu survei, didapatkan informasi bahwa 38% milenial memiliki kemungkinan yang sama untuk diinvestasikan dalam mata uang cryto seperti halnya di pasar saham.

    25 persen dari itu mengatakan bahwa mereka mengandalkan crypto untuk membantu mendanai rencana pensiun mereka.

    Dan bagi generasi muda, sumber informasi terkait keuangan, justru banyak didapatkan dari Youtube dan TikTok, yang sebenarnya adalah aplikasi hiburan dan tayangan.

    Para generasi muda ini pun menyadari bahwa skor kredit adalah sangat penting, sehingga ini adalah fakta baru yang menarik karena di masa lalu, jumlah untuk pemaham skor kredit masihlah rendah.

    Caleb Silver, Pemimpin Redaksi Investopedia mengatakan bahwa, hubungan generasi muda dan di atasnya dengan uang, investasi dan perencanaan keuangan telah berubah drastis hanya dalam beberapa tahun ke belakang ini.

    Kelas aset baru seperti crypto dan NFT juga telah muncul tepat ketika jutaan orang mengambil langkah pertama mereka untuk berinvestasi.

    Baca juga: Harga Coin WAVES Anjlok 18% Adanya Isu Manipulasi Market

    Baginya, perubahan ini memerlukan pendekatan yang uptodate untuk pendidikan keuangan, serta segala tentang produk dan layanan keuangan baru yang bisa dipahami semua orang di berbagai lingkup usia, karena crypto benar-benar sedang berkembang.

    Caleb pun merasa bertanggungjawab untuk  urusan literasi ini karena Investopedia memang ada untuk mendidik siapa saja yang tertarik dengan kelas aset investasi, termasuk crypto.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com