Decentralized finance atau keuangan yang terdesentralisasi menjadi kunci masa depan cryptocurrency. Sistem ini sangat memungkinkan membuat efisien segala bentuk transaksi keuangan>
Non Fungible Token (NFT) yang hingga saat ini mulai banyak diminati oleh para kreator
Blockchain yang akan terus berkembang menciptakan token-token baru kedepannya industri cryptocurrency tidak hanya sebatas sebagai alat untuk investasi spekulatif.
Mei 2021 menjadi salah satu massa bersejarah bagi pasar mata uang kripto. Di mana hanya dalam 7 hari penurunan harga mayor coin seperti Bitcoin dan sejumlah altcoin bervolume besar anjlok 50%.
Fase ini merupakan suatu yang biasa terjadi di pasar mata uang kripto. Namun, bisa saja dinilai sebagai fase terburuk bagi trader yang baru nyemplung di ekosistem ini.
Kendati demikian, sejumlah analis dan ahli menilai fenomena ini masih dalam batas normal. Artinya, apabila melihat tren ke belakang volatilitas seperti ini merupakan bagian dari dinamika pasar crypto. Di mana ada penurunan signifikan, ada pula kenaikan yang tak kalah pesatnya.
Sejumlah analis percaya diri industri ini masih akan terus berkembang. Dan menemukan pengembangan yang lebih aman dan dewasa.
Berikut rangkuman pernyataan analis dan ahli terkait dengan hal yang bisa bikin pasar crypto semakin berkembang.
Pendiri dan CEO platform blockchain yang berfokus pada interoperabilitas, Wanchain, Jack Lu, mengatakan pasar keuangan yang terdesentralisasi telah memperoleh daya tarik yang cukup besar baru-baru ini. Sampai saat ini nilai total segmen ini terkunci dan jumlah aplikasi tumbuh secara eksponensial, dikutip dari Cointelegraph.
Selain itu, ia juga menyoroti bahwa dengan semakin banyaknya solusi interoperabilitas blockchain yang sekarang masuk ke ruang ini, tampaknya pasar keuangan terdesentralisasi akan terus tumbuh dan menarik minat banyak investor baru di seluruh dunia.
Non Fungible Token (NFT)
Pasar crypto telah melahirkan non fungible token atau NFT, yang menurut banyak ahli merupakan ruang yang akan terus berkembang di masa depan. Terutama dengan semakin banyaknya artis, musisi, dan pembuat konten yang mengadopsi sistem ini. Hingga saat ini para kreator terus mengadopsi penawaran digital baru tersebut.
Blockchain
Tidak akan ada cryptocurrency apabila tidak ada jaringan blockchain. Blockchain adalah penyangga utama industri ini. Dan teknologi ternyata tidak hanya berguna bagi cryptocurrency, namun sejumlah aspek sangat bisa didukung oleh jaringan tersebut.
Dikutip dari Cointelegraph, dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah negara termasuk Bahama, Kamboja, dan China semuanya telah menguji atau meluncurkan digital currency yang didukung bank sentral mereka sendiri.
Oleh karena itu, kedepannya industri cryptocurrency tidak hanya sebatas sebagai alat untuk investasi spekulatif. Karena sebagian besar token yang beredar saat ini tidak selalu dikategorikan sebagai mata uang atau alat investasi. Lebih dari itu, mereka dapat menjadi token utilitas dari berbagai fungsi atau barang koleksi.
Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.
Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.
Semua informasi di Portalkripto bukan bersifat financial advisor. Kami hanya mengiformasikan keadaan pasar atau keadaan ekonomi dan situasi global yang berkaitan dengan mata uang kripto beserta ekosistemnya.
GALA, token kripto asli yang menggerakkan ekosistem gameblockchain Gala, naik 139,8 persen selama seminggu terakhir. Token ini bahkan merupakan pemenang utama di antara 100 aset kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar, menurut CoinGecko.
Pada artikel ini ditulis, GALA sedang mengalami koreksi sebesar 4,53 persen ke level US$ 0,042 dalam 24 jam terakhir, dan merupakan aset kripto terbesar ke-93 berdasarkan kapitalisasi pasar.
Terlepas dari kenaikan mingguan GALA yang luar biasa, token kripto game ini masih turun 94,8 persen dari rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 0,8248 yang tercatat pada November 2021.
Menurut data dari Coinglass, posisi berjangka GALA senilai US$ 31,82 juta telah dilikuidasi selama seminggu terakhir. Dari likuidasi tersebut, sekitar 25 persen adalah posisi long, dengan sisanya berasal dari short trade yang meledak.
Kenaikan token kripto ini terjadi setelah Gala Games mengumumkan bahwa ia bekerja sama dengan aktor Dwayne ‘The Rock’ Johnson dan Mark Wahlberg. Keduanya bermitra dengan Gala untuk mengembangkan dua film terpisah dengan ekosistem tersebut.
Dalam pengumuman yang dibagikan di Twitter, Gala Films mengatakan “senang mendapatkan kesempatan untuk bekerja dengan Johnson dan Wahlberg dan pasangan itu adalah dua kekuatan yang sangat besar dalam industri hiburan.”
Mereka melanjutkan dengan mengatakan percaya “kehadiran mereka mungkin lebih kuat di luar layar.” Mereka juga merinci apa yang diyakininya mungkin terjadi di masa depan sehubungan dengan bagaimana blockchain dapat menembus industri film.
VOXverse adalah rumah Gala Games untuk seri avatar NFT (non-fungible token) yang dapat dikoleksi, VOX, Hogwarts adalah sekolah sihir fiksi dalam buku Harry Potter. Platfrom ini akan menggunakan GALA sebagai token gas fee-nya sendiri.
Token Game dan NFT
Kripto The Sandbox naik lebih dari 8%. Foto: The Sandbox.
Aset kripto terkait game dan NFT, termasuk GALA, Decentraland (MANA), Apecoin (APE), dan The Sandbox (SAND), tidak terkecuali dan telah membukukan keuntungan dua digit yang lumayan selama seminggu terakhir.
Kapitalisasi pasar kripto yang lebih luas telah meningkat 6,7 persen menjadi US$ 884 miliar sejak awal tahun, menurut data dari CoinGecko.
Dikutip Decrypt, Penggerak utama di balik aksi harga naik dari sebagian besar game dan token terkait NFT ini adalah lonjakan volume perdagangan NFT selama seminggu terakhir. Menurut data dari Cryptoslam, volume perdagangan NFT meningkat 31,56 persen menjadi US$ 207,358 juta selama seminggu terakhir.
DISCLAIMER: Bukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.
NFT yang berbasis di Solana, Magic Eden diduga telah diretas. Pengguna platform terkejut setelah halaman koleksi menampilkan konten pornografi dewasa. Selain itu, alih-alih NFT yang diinginkan pengguna, gambar dari sitkom terkenal “The Big Bang Theory” juga ditampilkan.
Beberapa orang menunjukkan kemungkinan peretasan jaringan. Namun, Magic Eden membagikan tweet yang menegaskan bahwa itu adalah kesalahan dari cacher pihak ketiga. Dalam sebuah tweet, NFT Marketplace yang berbasis di Solana menulis lebih lanjut,
“Hai teman-teman, layanan pihak ketiga yang kami gunakan untuk menyimpan gambar, telah disusupi. NFT Anda aman dan Magic Eden belum diretas. Sayangnya, Anda mungkin pernah melihat beberapa gambar yang tidak menyenangkan. Pastikan Anda melakukan hard refresh pada browser Anda untuk memperbaikinya.“
COO Nike RTFKT kehilangan koleksi NFT-nya
Penipuan phishing mengakibatkan COO RTFKT, kehilangan hampir semua NFT-nya. Nikhil Gopalani memiliki berbagai NFT di OpenSea. Dugaan phisher mungkin telah menggunakan dua dompet, menurut history dari OpenSea.
Peretas kemudian mengosongkan dompet NFT Gopalani, termasuk jumlah dua digit CloneX, RTFKT, Loot Pods, dan NFT Crypto Kicks. Ini selanjutnya dihargai lebih dari $ 175.000. Setelah beberapa penarikan, dompet ini menampilkan nilai aset total $0,11 di Etherscan. Selanjutnya, Gopalani mentweet dan memberi tahu komunitas tentang hal yang sama.
Hey Clone X community – I was hacked by a clever Phisher (same phone # as apple ID) & sold all my clone x / some other nfts… Obviously pretty upset and hurt by this and I havent really been able to move all day. Hope people who bought my clones love them (being positive)
Selain Gopalani, beberapa lainnya menjadi korban kemungkinan penipuan phishing. Pengguna Twitter Cirrus yang bekerja di WumboLabs mengungkapkan bahwa Hoodie Punk miliknya, Bored Ape Yacht Club [BAYC], dan lainnya telah dicuri.
Selain itu, pengguna lain, CryptoNovo juga tidak terhindar. Beberapa NFT tiba-tiba dipindahkan.
Seorang pengguna Twitter yang sebelumnya adalah pengembang yang menggunakan nama “proper” menjelaskan lebih lanjut tentang apa yang akan terjadi.
Those appear to be the only allowances for that address, def move other stuff and revoke permissions as needed though. Doesn’t appear to be a seed phrase issue
Masa depan NFT (Non-Fungible Tokens) menjadi perhatian setelah, dalam beberapa tahun terakhir diperbincangkan hangat di dunia teknologi dan seni, tapi saat ini menurun trennya. Dari seni digital hingga barang koleksi, NFT memberikan identitas dan autentikasi unik bagi aset digital, memberikan peluang bagi seniman dan kreator untuk mendapatkan pengakuan dan pendapatan yang adil. Namun, seperti yang sering terjadi dengan tren teknologi, ada saat-saat ketika kepopuleran mencapai puncaknya dan muncul pertanyaan kritis: Apakah masa jaya NFT telah berlalu?
Menurut laporan dari platform kripto dappGambl yang berjudul “Dead NFTs: The Changing Landscape of the NFT Market,” hampir 69.795 dari sekitar 73.257 koleksi NFT yang diidentifikasi memiliki nilai kapitalisasi pasar nol di Ethereum (ETH). Artinya, hampir 95% dari pemilik koleksi NFT ini telah menginvestasikan aset yang pada akhirnya tak memiliki nilai. Data ini juga mencerminkan kenyataan bahwa lebih dari 23 juta individu memiliki NFT yang tak memiliki nilai.
Menyikapi fenomena ini, CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis, menjelaskan bahwa NFT, seperti halnya pasar lainnya, mengalami dinamika pasang-surut. Biasanya, fase awal adopsi teknologi atau tren baru diikuti oleh antusiasme tinggi, yang kemudian dapat diikuti oleh penyesuaian dan koreksi pasar. Penurunan aktivitas dalam beberapa bulan terakhir bukanlah indikasi pasti akhir dari NFT, melainkan sebuah fase transisi.
“Pasar NFT mengalami fluktuasi alami. Seperti pasar lainnya, pasar NFT juga terpengaruh oleh faktor-faktor seperti tren, permintaan, penawaran, sentimen, dan spekulasi. Beberapa NFT mungkin mengalami kenaikan harga sementara akibat hiruk-pikuk atau publisitas, tetapi kemudian mengalami penurunan karena kekurangan minat atau dukungan jangka panjang,” kata Yudho.
Lebih lanjut, Yudho menyampaikan pandangan optimistis tentang masa depan NFT. Meskipun NFT mengalami penyesuaian, banyak indikator menunjukkan bahwa ini bukanlah akhir dari era kejayaannya. Dengan terus berinovasi dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar, NFT memiliki potensi untuk kembali berkembang dan memainkan peran yang penting dalam ekosistem digital masa depan.
“NFT bukanlah sekadar tren sesaat. Kami melihat potensi pertumbuhannya sebagai revolusi dalam industri kreatif dan digital. Masih banyak inovasi yang dapat dikejar. Seperti teknologi lainnya, ada saatnya berfluktuasi, tetapi keyakinan kami adalah bahwa NFT akan bangkit kembali dengan pendekatan yang lebih matang dan inovatif,” jelasnya.
Tren dan Edukasi
Menurut penjelasan Yudho, NFT bukan hanya sekadar tren, tetapi sebuah revolusi dalam cara kita memahami kepemilikan aset digital. NFT memungkinkan otentikasi dan verifikasi kepemilikan aset digital, suatu fitur yang sebelumnya sulit dicapai. Ini berarti bahwa di masa depan, berbagai jenis aset digital, mulai dari desain produk hingga hak cipta musik, dapat di-tokenisasi dan diperdagangkan dengan aman.
Selain itu, meskipun terjadi penurunan, beberapa platform NFT masih mencatatkan transaksi yang signifikan. Ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap NFT tetap ada, meskipun mungkin dalam bentuk yang berbeda dari puncaknya. Beberapa platform atau proyek NFT tetap populer dan menguntungkan. Sebagai contoh, OpenSea, pasar NFT terbesar, mencatatkan volume perdagangan lebih dari US$ 10 miliar pada bulan Maret 2023. Demikian pula, beberapa game berbasis NFT seperti Axie Infinity atau CryptoKitties masih memiliki basis pengguna dan pendapatan yang besar.
Untuk mengembalikan NFT ke masa kejayaannya, para kreator, kolektor, dan investor NFT mungkin perlu mengambil beberapa langkah. Para kreator harus fokus pada menciptakan NFT yang lebih berkualitas, unik, dan memiliki makna mendalam. Selain itu, perlu ditingkatkan regulasi dan kebijakan yang mendukung perkembangan NFT di masa depan tanpa menghambat kreativitas dan inovasi.
“Salah satu ciri khas NFT adalah kemampuannya untuk mewakili aset digital yang memiliki nilai seni, budaya, atau sejarah yang tinggi. Oleh karena itu, para pencipta NFT harus berupaya untuk menghasilkan karya-karya yang menampilkan kreativitas, keunikan, dan keahlian mereka. Mereka juga harus menyediakan cerita atau konteks di balik karya-karya mereka, sehingga para kolektor atau investor dapat merasakan ikatan emosional terhadap NFT tersebut,” tambah Yudho.
Tidak kalah penting adalah upaya untuk mendidik dan mengilhami masyarakat luas tentang NFT. NFT masih merupakan konsep yang asing bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang tidak akrab dengan teknologi blockchain atau kripto.
“Oleh karena itu, pelaku pasar NFT harus berusaha untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang NFT di kalangan masyarakat luas. Terutama, penting untuk menjelaskan apa itu NFT, bagaimana cara kerjanya, manfaatnya, dan risikonya,” demikian kata Yudho.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.
Terima kasih atas antusias dan partisipasi Anda terhadap project NFT “AZNverse”. AZNverse adalah sebuah project NFT yang diinisiasi bersama dalam kaitannya dengan TokoMall, namun seiring dengan perubahan strategi perusahaan di tahun 2023, maka kami sampaikan bahwa Tokocrypto tidak berafliasi lagi dengan project NFT ANZverse per Desember 2022, hal ini selaras dengan unit bisnis TokoMall yang dinonaktifkan sementara waktu.
Untuk para investor ANZverse, NFT masih dapat diperdagangkan di https://www.aznverse.com/. Jika masih mempunyai pertanyaan dapat menghubungi customersupport di kanal Live Chat 24/7. Terima kasih atas pengertian rekan-rekan sekalian.
Salam
Dalam project Non-fungible token (NFT), Indonesia tidak kalah dengan negara-negara lain. Sebut saja Karafuru, sebuah proyek kolaborasi yang digagas Museum of Toys, Urban Sneakers Society, dan seniman Indonesia bernama Willy WD ini bisa laku terjual sampai Rp 160 juta per koleksi.
Hal tersebut tentunya membuka mata dunia, bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam menghadirkan project NFT yang unik dan menarik. Berangkat dari hal tersebut, lahirkan sebuah AZNVerse, project NFT collectibles yang menghadirkan yang merepresentasikan keberagaman dan keunikan masyarakat Asia.
AZNVerse merupakan proyek NFT yang diinisiasi oleh Tokocrypto dan dalam pengembangannya bekerja sama dengan TKO Angels yang merupakan bagian dari komunitas Tokocrypto. Proyek ini lahir dengan misi ingin mendorong keberagaman budaya masyarakat di Asia untuk berdaya dan mencapai kebebasan finansial dengan memanfaatkan NFT sebagai medium dalam mencapai tujuan tersebut.
Ilustrasi NFT AZNverse.
“Proyek AZNVerse memiliki roadmap jangka panjang serta utilitas yang jelas dan kami sangat senang bisa berkolaborasi dengan teman-teman komunitas di Tokocrypto dalam pengembangannya. Komunitas menjadi kunci dalam proyek ini dan kami pun mengundang beberapa NFT expert di industri untuk berperan sebagai advisors,” kata Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto.
“Sejalan dengan misi Tokocrypto untuk memberdayakan masyarakat mencapai kebebasan finansial, AZNVerse menjadi medium kami menjangkau komunitas Asia yang lebih luas. Kedepannya, kami juga akan bekerjasama dengan partner kredibel untuk memperluas benefit yang konkris bagi para holders.”
AZNVerse menampilkan 10.000 koleksi NFT yang hadir di jaringan Binance Smart Contract (BSC). Artwork yang ditampilkan dalam koleksi merepresentasikan karakter masyarakat Asia yang beragam dan unik.
Koleksi NFT AZN hadir dengan 4 level kelangkaan yang berbeda, yakni Common (7.000 koleksi), Uncommon (2.000 koleksi), Rare (990 koleksi) dan Legendary (10 koleksi). Dengan mengoleksi AZNVerse para kolektor mendapat kesempatan untuk berbagai benefit seperti diskon trading fee dari Tokocrypto, bergabung ke Crazy Rich AZN Club (CRAC) dan mendapatkan akses ke layanan T-Hub, crypto hub & co-workingspace milik Tokocrypto.
Peranan Tokocrypto sebagai partner ofisial pertama dari AZNVerse memungkinkan proyek ini menghadirkan NFT dengan berbagai utilitas yang bisa menjadi nilai tambah bagi para komunitas di Asia sebagai holders atau pemegang koleksi.
Ilustrasi NFT AZNverse.
“Proyek ini sangat community oriented, karena itu kami ingin melakukan sesuatu untuk give back to community yang sudah mendukung kami dengan menghadirkan AZN DAO. Melalui inkubasi DAO ini, kami akan mengalokasikan sebagian besar revenue penjualan AZNVerse NFT menjadi community fund sehingga para holders yang kedepannya memiliki ide atau proyek NFT bisa pitch dan bergabung di sini untuk pengembangannya,” ungkap Kai.
Para kolektor NFT di Indonesia yang ingin mendapatkan AZN dan telah mendapatkan whitelist bisa mengaksesnya hingga 23 Maret 2022 oukul 21.00 WIB di www.aznverse.com. Selain itu, TokoMall sebagai platform NFT marketplace dari Tokocrypto juga akan bertindak sebagai secondary market AZNVerse.
Kedepannya, AZNVerse akan mengembangkan benefit bagi para holders seiring dengan bertambahnya partner yang akan bekerja sama dengan proyek ini. Informasi lebih lanjut terkait proyek ini, bisa dicek website AZNVerse ataupun bergabung di channel Discord AZNVerse.
Meski masih berada dalam tahap pertumbuhan, pasar blockchain menunjukkan potensi besar sebagai investasi yang menjanjikan.
Sebuah laporan dari New York Times yang baru-baru ini dirilis, menunjukkan bahwa sejumlah lebih dari US$28 miliar telah dialokasikan ke startup-startup blockchain dan kripto di seluruh dunia pada tahun 2021.
Angka tersebut empat kali lipat dari tahun sebelumnya dan diperkirakan akan terus meningkat pada tahun 2022.
Seiring waktu, teknologi blockchain dan kripto akan terus mengalami perkembangan dan menawarkan berbagai fitur, fungsi, dan kapabilitas baru. Prediksi menunjukkan bahwa adopsi teknologi ini di kalangan mainstream akan semakin meningkat di masa mendatang.
Bab 1: Blockchain 101
Apa itu blockchain?
Blockchain adalahdatabase khusus. Istilah lain yang mungkin Anda kenal adalah teknologi buku besar terdistribusi (Distributed ledger technology/DLT), yang pada banyak situasi memiliki makna yang sama dengan blockchain.
Blockchain memiliki karakteristik yang unik. Ada aturan spesifik tentang bagaimana data dapat ditambahkan, dan setelah data disimpan, hampir mustahil untuk mengubah atau menghapusnya.
Data ditambahkan secara berurutan dalam struktur yang disebut blok. Setiap blok dibangun di atas blok sebelumnya dan mengandung informasi yang terkait dengan blok tersebut. Dengan melacak “rantai” ini sampai ke awal, kita akan menemui blok pertama, yang dikenal sebagai blok genesis.
Untuk memahaminya, bayangkan Anda memiliki lembar kerja dengan dua kolom. Di sel pertama dari baris pertama, Anda memasukkan data apa pun yang ingin disimpan.
Identitas dari data sel pertama diubah menjadi pengidentifikasi dua huruf, yang kemudian digunakan sebagai bagian dari input berikutnya.
Misalnya, pengidentifikasi dua huruf KP harus digunakan untuk mengisi sel berikutnya di baris kedua (defKP). Artinya, jika Anda mengubah data input pertama (abcAA), Anda akan mendapatkan kombinasi huruf yang berbeda di setiap sel berikutnya.
Database di mana setiap entri terkait ke yang terakhir. Sumber: Binance Academy.
Di baris keempat, pengidentifikasi terbarunya adalah TH. Mengapa Anda tidak dapat kembali dan menghapus atau mengubah entri? Karena akan sangat mudah bagi siapa pun untuk mengetahui perubahan tersebut, sehingga tidak ada gunanya mencoba melakukan perubahan.
Jika Anda mengubah data di sel pertama, Anda akan mendapatkan pengidentifikasi yang berbeda, yang berarti blok kedua akan berisi data yang berbeda juga. Hal ini akan menghasilkan pengidentifikasi yang berbeda di baris 2, dan seterusnya. Intinya, TH adalah hasil dari semua informasi sebelumnya.
Tonton juga penjelasan singkat mengenai blockchain di bawah ini:
Pengidentifikasi dua huruf yang telah kita bahas di atas adalah analogi sederhana tentang bagaimana blockchain menggunakan fungsi hash.
Hashing adalah mekanisme yang menghubungkan blok-blok.Hashing bekerja dengan mengambil data dalam berbagai ukuran dan memprosesnya melalui fungsi matematika untuk menghasilkan output (hash) yang panjangnya tetap.
Hash yang digunakan di dalam blockchain sangat unik, karena hampir mustahil Anda menemukan dua potongan data yang menghasilkan hash yang sama.
Mirip dengan pengidentifikasi yang kita bahas sebelumnya, perubahan kecil pada data input akan menghasilkan output yang berbeda secara total.
Mari kita ambil contoh SHA256, sebuah fungsi yang banyak digunakan dalam Bitcoin. Seperti yang Anda lihat, perubahan sekecil apa pun, misalnya perubahan penulisan huruf kapital, cukup untuk merubah output secara signifikan.
Fakta bahwa tidak ada benturan SHA256 yang diketahui (yaitu, dua input yang berbeda memberikan output yang sama) sangat berharga dalam konteks blockchain.
Ini berarti bahwa setiap blok dapat merujuk kembali ke blok sebelumnya dengan menyertakan hash, dan setiap upaya untuk mengedit blok sebelumnya akan segera terdeteksi.
Setiap blok memiliki sidik jari dari blok yang sebelumnya. Sumber: Binance Academy.
Kita telah membahas tentang struktur dasar blockchain. Namun, ketika orang membicarakan tentang teknologi blockchain, biasanya mereka tidak hanya merujuk pada database itu sendiri, melainkan ekosistem yang dibangun di sekitar blockchain.
Sebagai struktur data independen, blockchain hanya benar-benar bermanfaat dalam aplikasi yang tepat.
Keunikan blockchain muncul ketika digunakan sebagai alat untuk memfasilitasi koordinasi antara individu-individu yang tidak saling mengenal.
Dengan kombinasi teknologi lain dan beberapa teori permainan, blockchain dapat berfungsi sebagai buku besar terdistribusi yang tidak dikuasai oleh pihak manapun.
Dalam hal ini, tidak ada pihak yang memiliki wewenang untuk mengedit entri di luar aturan sistem (aturan ini akan dibahas lebih lanjut).
Anda bisa menganggap buku besar ini dimiliki bersama oleh semua orang: para partisipan mencapai kesepakatan mengenai bentuk dan isi dari buku besar ini setiap saat.
Baca juga :
Byzantine generals problem
Tantangan utama yang menghambat sistem seperti yang dijelaskan di atas adalah yang dikenal sebagai Byzantine Generals Problem. Konsep ini muncul pada tahun 1980-an, menggambarkan dilema di mana partisipan yang terisolasi harus berkomunikasi untuk mengkoordinasikan aksi mereka.
Dalam konteks lebih spesifik, dilema ini melibatkan sekelompok jenderal militer yang mengepung sebuah kota, dan harus memutuskan apakah mereka akan menyerang kota tersebut.
Jenderal-jenderal ini hanya dapat berkomunikasi melalui pesan yang disampaikan oleh kurir.
Mereka semua harus memutuskan apakah akan menyerang atau mundur. Yang terpenting bukanlah apakah mereka menyerang atau mundur, melainkan semua jenderal sepakat dengan keputusan bersama.
Jika mereka memutuskan untuk menyerang, mereka hanya akan berhasil jika mereka bergerak bersamaan.
Lalu, bagaimana kita memastikan hal ini bisa terjadi?
Anda mungkin akan menjawab, tentu saja mereka bisa berkomunikasi melalui kurir. Tetapi bagaimana jika kurir tersebut ditangkap saat membawa pesan yang mengatakan “kita menyerang saat fajar”, dan pesan tersebut diganti dengan “kita menyerang malam ini”?
Bagaimana jika salah satu jenderal berkhianat dan sengaja menyesatkan yang lain untuk memastikan mereka dikalahkan?
Semua jendral berhasil ketika menyerang (kiri). Jika beberapa mundur saat yang lain menyerang, mereka akan dikalahkan (kanan). Sumber: Binance Academy.
Kita memerlukan strategi di mana konsensus dapat dicapai, meskipun ada beberapa peserta yang berkhianat atau pesan-pesan dicegat. Memang, menjaga database tidak sama pentingnya dengan menyerang kota tanpa bala bantuan, tetapi prinsip yang sama berlaku.
Jika tidak ada pihak yang mengawasi blockchain dan memberikan informasi yang “benar” kepada pengguna, maka pengguna harus bisa berkomunikasi di antara mereka sendiri.
Untuk mengatasi potensi kegagalan dari satu (atau beberapa) pengguna, mekanisme blockchain harus dirancang dengan hati-hati untuk dapat tahan terhadap hambatan semacam itu.
Sistem yang mampu mencapai ini disebut sebagai tahan terhadap kesalahan Byzantine (Byzantine fault-tolerant). Seperti yang akan kita lihat nanti, algoritma konsensus digunakan untuk menegakkan aturan yang kuat.
Anda tentu bisa menjalankan blockchain sendiri. Tapi kemungkinan besar Anda akan berhadapan dengan database yang kurang efisien dibandingkan dengan alternatif lain yang lebih baik.
Potensi besar dari blockchain dapat dimanfaatkan di lingkungan yang terdesentralisasi – yaitu, di mana semua pengguna setara dan berada pada level yang sama.
Dengan demikian, blockchain tidak bisa dihapus atau direbut oleh pihak yang berkhianat atau jahat. Ini menjadi satu-satunya sumber kebenaran yang bisa dilihat oleh semua orang.
Jaringan peer-to-peer (P2P) adalah sebuah sistem di mana pengguna terhubung secara langsung tanpa perantara atau administrator pusat. Dalam jaringan ini, pengguna dapat langsung bertukar informasi dengan rekan atau “peer” mereka tanpa melalui server pusat.
Dalam gambar di atas, kita melihat perbedaan antara komunikasi melalui server pusat dan komunikasi langsung antara pengguna.
Pada sisi kiri, pengguna A harus mengirim pesan melalui server agar sampai ke pengguna F. Namun, pada sisi kanan, mereka terhubung secara langsung tanpa perantara.
Jaringan tersentralisasi (kiri) vs. jaringan terdesentralisasi (kanan). Sumber: Binance Academy.
Pada umumnya, server berperan sebagai penyimpan informasi yang diperlukan oleh pengguna. Misalnya, ketika mengakses TokoNews, pengguna meminta server untuk memberikan semua artikel yang tersedia.
Namun, jika server tidak dapat diakses, pengguna tidak dapat melihat kontennya. Namun, jika pengguna mengunduh semua konten, mereka dapat menyimpannya di komputer mereka sendiri tanpa perlu bergantung pada TokoNews.
Prinsip ini juga diterapkan oleh setiap peer dalam jaringan blockchain. Setiap pengguna menyimpan seluruh database di komputernya sendiri.
Jika ada pengguna yang keluar dari jaringan, pengguna lain masih dapat mengakses blockchain dan berbagi informasi satu sama lain.
Ketika blok baru ditambahkan ke rantai blockchain, data tersebut disebar ke seluruh jaringan, memungkinkan setiap orang memperbarui salinan ledger mereka sendiri.
Node blockchain merupakan mesin yang terhubung ke jaringan blockchain. Node ini menyimpan salinan lengkap dari blockchain dan berbagi informasi dengan mesin lain dalam jaringan.
Pengguna tidak perlu melakukan proses ini secara manual, biasanya mereka hanya perlu mengunduh dan menjalankan perangkat lunak blockchain, dan sisanya akan diurus secara otomatis.
Definisi node tidak hanya terbatas pada mesin dalam arti murni, tetapi juga mencakup pengguna lain yang berinteraksi dengan jaringan blockchain dengan berbagai cara. Sebagai contoh, dalam mata uang kripto, aplikasi dompet sederhana pada ponsel juga disebut sebagai light node.
Dalam blockchain, terdapat dua jenis utama, yaitu blockchain publik dan privat. Bitcoin, sebagai contoh, merupakan blockchain publik.
Artinya, siapa pun dapat melihat transaksi yang terjadi di dalamnya, dan siapa pun dapat bergabung dengan jaringan hanya dengan memiliki koneksi internet dan perangkat lunak yang sesuai.
Karena tidak ada persyaratan khusus untuk berpartisipasi, lingkungan ini disebut sebagai “permissionless” atau tanpa batasan.
Di sisi lain, terdapat blockchain pribadi atau privat. Blockchain jenis ini memiliki aturan yang menentukan siapa yang dapat melihat dan berinteraksi dengan blockchain tersebut. Oleh karena itu, lingkungan ini disebut sebagai “permissioned” atau memerlukan izin.
Meskipun blockchain privat mungkin terlihat terlalu dibatasi pada awalnya, namun blockchain ini memiliki beragam aplikasi penting, terutama di lingkungan perusahaan.
Bagaimana cara kerja transaksi?
Mari kita ambil contoh transaksi dalam sistem perbankan tradisional. Jika Alice ingin membayar Bob melalui transfer bank, Alice harus memberi tahu banknya. Mari kita asumsikan bahwa Alice dan Bob menggunakan bank yang sama.
Bank akan memeriksa apakah Alice memiliki dana yang cukup untuk melakukan transaksi tersebut, dan jika ya, bank akan memperbarui database mereka dengan mengurangi US$ 50 dari saldo Alice dan menambahkan US$ 50 ke saldo Bob.
Prinsip ini tidak terlalu berbeda dengan apa yang terjadi dalam blockchain. Baik sistem perbankan maupun blockchain adalah jenis database.
Perbedaan utamanya terletak pada fakta bahwa dalam blockchain tidak ada satu pihak yang bertindak sebagai otoritas untuk memeriksa dan memperbarui saldo. Sebaliknya, semua node dalam jaringan blockchain melakukan tugas ini.
Misalnya, jika Alice ingin mengirim lima Bitcoin (BTC) ke Bob dalam blockchain, Alice akan mengirimkan pesan tersebut ke seluruh jaringan (meng-“broadcast” pesan tersebut).
Namun, transaksi ini tidak langsung ditambahkan ke blockchain. Setiap node dalam jaringan akan melihat transaksi tersebut, ada langkah-langkah tambahan yang harus diselesaikan untuk memastikan transaksi tersebut dapat dikonfirmasi.
Anda dapat melihat bagaimana blok ditambahkan ke blockchain untuk memahami lebih lanjut mengenai hal ini.
Ilustrasi blok ditambahkan ke blockchain.
Setelah transaksi ditambahkan ke blockchain, semua node dalam jaringan dapat melihatnya.
Masing-masing node akan memperbarui salinan blockchain mereka sendiri untuk mencerminkan penambahan transaksi tersebut.
Sekarang, Alice tidak dapat lagi mengirimkan lima unit Bitcoin yang sama kepada Carol (yang disebut “double-spending“) karena jaringan akan mengetahui bahwa Alice sudah menghabiskan dana tersebut dalam transaksi sebelumnya.
Dalam blockchain, tidak ada penggunaan istilah username dan password. Sebaliknya, kriptografi kunci publik (public-key cryptography) digunakan untuk membuktikan kepemilikan dana.
Untuk menerima dana, Bob perlu membuat kunci privat (private key). Kunci privat ini adalah sebuah angka acak yang sangat panjang, hampir mustahil untuk ditebak oleh siapa pun, bahkan jika diberikan ratusan tahun.
Namun, sangat penting bagi Bob untuk menjaga kerahasiaan kunci privat tersebut, karena jika diketahui oleh orang lain, mereka dapat membuktikan kepemilikan dan bahkan menghabiskan dana tersebut.
Oleh karena itu, kerahasiaan kunci privat sangat penting.
Namun, yang seharusnya dilakukan Bob adalah mendapatkan kunci publik (public key) dari kunci privat tersebut.
Ia kemudian dapat memberikan kunci publik ini kepada siapa pun, karena hampir mustahil untuk melakukan kebalikan dari public key untuk mendapatkan private key.
Dalam banyak kasus, Bob akan melakukan operasi lain (seperti hashing) pada kunci publik untuk mendapatkan alamat publik.
Bob akan memberikan alamat publik ini kepada Alice, sehingga Alice tahu ke mana harus mengirimkan dana tersebut.
Alice membuat transaksi yang menyatakan “membayar dana ke alamat publik ini. Setelah itu, untuk membuktikan kepada jaringan bahwa ia tidak mencoba mengeluarkan dana yang bukan miliknya, Alice membuat tanda tangan digital menggunakan kunci privatnya sendiri.
Siapa pun dapat mengambil pesan yang ditandatangani oleh Alice dan membandingkannya dengan kunci publiknya, dan dengan pasti mengetahui bahwa Alice memiliki hak untuk mengirimkan dana tersebut ke Bob.
Siapa penemu teknologi blockchain?
Penemu teknologi blockchain adalah seseorang atau sekelompok orang yang menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto.
Pada tahun 2009, mereka merilis Bitcoin, yang merupakan implementasi pertama dari konsep blockchain dan menjadi blockchain yang paling populer hingga saat ini. Namun, Satoshi Nakamoto mengambil inspirasi dari teknologi dan proposal sebelumnya dalam menciptakan blockchain.
Dalam pengembangan blockchain, banyak menggunakan konsep fungsi hash dan kriptografi yang telah ada selama beberapa dekade sebelum Bitcoin diluncurkan.
Konsep fungsi hash dan kriptografi ini merupakan dasar penting dalam memastikan keamanan dan integritas data dalam blockchain.
Menariknya, struktur blockchain itu sendiri dapat ditelusuri kembali ke awal 1990-an, meskipun pada waktu itu digunakan lebih banyak untuk penanda waktu (timestamping) dokumen agar tidak dapat diubah di kemudian hari.
Dengan penggabungan ide-ide dan teknologi yang ada sebelumnya, penemu blockchain menciptakan konsep revolusioner yang menggabungkan elemen-elemen seperti desentralisasi, transparansi, keamanan, dan ketahanan terhadap perubahan.
Dalam hal ini, penemu blockchain memberikan fondasi yang kuat bagi perkembangan teknologi blockchain dan memungkinkan eksplorasi berbagai penggunaan blockchain di luar bidang keuangan.
Meskipun identitas sebenarnya dari Satoshi masih menjadi misteri, sumbangsih mereka dalam menciptakan teknologi blockchain telah membuka pintu bagi inovasi yang luar biasa dan mengubah lanskap teknologi.
Pro dan kontra teknologi blockchain
Teknologi blockchain, saat dirancang dengan baik, memiliki potensi untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi oleh pemangku kepentingan di berbagai industri, mulai dari keuangan hingga pertanian.
Jaringan terdistribusi yang digunakan oleh blockchain memberikan sejumlah keunggulan dibandingkan dengan model klien-server tradisional, namun juga memiliki beberapa kelemahan.
Pro
Salah satu manfaat utama yang tercatat dalam white paper Bitcoin adalah kemampuan untuk melakukan pembayaran tanpa melibatkan pihak perantara.
Generasi blockchain selanjutnya bahkan lebih jauh lagi dengan memungkinkan pengguna untuk mentransmisikan segala jenis informasi.
Menghilangkan pihak perantara mengurangi risiko yang dihadapi oleh pengguna dan juga mengarah pada biaya yang lebih rendah, karena tidak ada pemotongan biaya oleh pihak perantara.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, jaringan blockchain publik bersifat permissionless, yang berarti tidak ada hambatan bagi siapa pun untuk bergabung, asalkan mereka memiliki koneksi internet. Setiap individu dapat berinteraksi dengan rekan sebaya di jaringan ini.
Salah satu keunggulan yang sering kali dianggap penting dalam blockchain adalah tingkat ketahanannya terhadap serangan.
Dalam sistem yang terpusat, serangan hanya perlu ditujukan kepada server. Namun, dalam jaringan peer-to-peer, setiap node berfungsi sebagai server.
Sebagai contoh, dalam sistem Bitcoin, terdapat lebih dari 10.000 node yang tersebar di seluruh dunia, sehingga sangat sulit bagi penyerang yang bahkan memiliki sumber daya yang kuat untuk mengganggu jaringan tersebut.
Perlu dicatat bahwa ada juga node tersembunyi yang tidak terlihat oleh jaringan yang lebih luas.
Ini adalah beberapa keuntungan umum dari teknologi blockchain. Ada banyak manfaat khusus lainnya yang akan dijelaskan dalam bagian berikut mengenai manfaat blockchain.
Kontra
Meskipun blockchain memiliki banyak manfaat, tidak dapat memecahkan setiap masalah yang ada.
Ketika dioptimalkan untuk keuntungan dalam satu area, blockchain dapat melemahkan kinerjanya di area lain.
Kendala yang paling jelas dalam adopsi blockchain secara massal adalah masalah skalabilitas.
Hal ini berlaku untuk semua jaringan terdistribusi. Karena semua peserta harus tetap sinkron, tidak mungkin menambahkan informasi baru terlalu cepat.
Jika prosesnya terlalu cepat, node tidak akan dapat mengikuti dan menjaga sinkronisasi. Oleh karena itu, pengembang sering kali dengan sengaja membatasi kecepatan dengan cara membatasi seberapa cepat blockchain dapat diperbarui, untuk memastikan bahwa sistem tetap terdesentralisasi.
Bagi pengguna jaringan, ini dapat berarti waktu tunggu yang lama jika ada terlalu banyak orang yang mencoba melakukan transaksi secara bersamaan.
Setiap blok dalam blockchain hanya dapat menampung sejumlah data tertentu, dan tidak dapat menambahkannya secara instan ke dalam rantai.
Jika jumlah transaksi melebihi kapasitas blok, maka harus menunggu hingga blok berikutnya dibentuk untuk memasukkan transaksi tersebut.
Selain itu, dalam lingkungan blockchain terdesentralisasi, peningkatan sistem menjadi lebih sulit dilakukan.
Jika Anda membuat perangkat lunak sendiri, Anda dapat dengan bebas menambahkan fitur baru sesuai keinginan Anda tanpa perlu berkoordinasi dengan pihak lain atau meminta izin.
Namun, dalam skala yang besar dengan jutaan pengguna, membuat perubahan akan menjadi jauh lebih kompleks.
Meskipun Anda dapat memodifikasi beberapa parameter perangkat lunak node Anda sendiri, pada akhirnya Anda akan terisolasi dari jaringan utama.
Jika perangkat lunak yang dimodifikasi tidak kompatibel dengan node lain, node-node tersebut akan menolak berinteraksi dengan node Anda.
Sebagai contoh, katakanlah Anda ingin mengubah aturan mengenai ukuran blok dari 1MB menjadi 2MB.
Anda dapat mencoba mengirimkan blok tersebut ke node-node yang terhubung dengan Anda, tetapi jika mereka memiliki aturan yang mengatakan “jangan menerima blok yang lebih besar dari 1MB”, maka blok tersebut tidak akan dimasukkan ke dalam salinan blockchain mereka.
Satu-satunya cara untuk mendorong perubahan adalah dengan membuat mayoritas ekosistem menerima perubahan tersebut.
Dalam lingkungan blockchain yang besar, diperlukan diskusi yang intensif yang mungkin memakan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun di forum komunitas sebelum perubahan dapat dikoordinasikan.
Untuk informasi lebih lanjut tentang ini, Anda dapat mempelajari konsep Hard Fork dan Soft Fork.
Dalam kesimpulannya, teknologi blockchain memiliki sejumlah manfaat dan kelemahan. Meskipun dapat memecahkan banyak masalah dalam berbagai industri, perlu diperhatikan bahwa tidak ada solusi yang sempurna.
Skalabilitas dan kemampuan untuk mengubah sistem dengan mudah adalah beberapa kontra yang perlu diperhatikan saat mengadopsi teknologi blockchain.
Namun, dengan pemahaman yang baik tentang pro dan kontra ini, teknologi blockchain dapat diterapkan dengan cara yang bermanfaat untuk mengatasi tantangan yang ada.
Bab 2: Bagaimana Cara Kerja Blockchain?
Bagaimana blok ditambahkan ke blockchain?
Sampai saat ini, kita telah membahas berbagai aspek terkait blockchain. Kita telah mempelajari tentang node yang saling terhubung dan menyimpan salinan blockchain.
Node juga berkomunikasi satu sama lain untuk berbagi informasi mengenai transaksi dan blok baru. Namun, mungkin Anda bertanya-tanya, bagaimana sebenarnya blok baru ditambahkan ke dalam blockchain?
Tidak ada satu sumber tunggal yang memberitahu pengguna apa yang harus dilakukan. Karena setiap node memiliki kekuatan yang sama, diperlukan mekanisme yang memutuskan siapa yang berhak menambahkan blok ke dalam blockchain.
Mekanisme ini harus menjadikan upaya menipu sangat mahal dan memberikan imbalan kepada mereka yang bertindak dengan jujur. Setiap pengguna yang bersikap rasional akan melakukan tindakan yang memberikan keuntungan ekonomi bagi mereka.
Karena blockchain bersifat permissionless, pembuatan blok harus dapat diakses oleh siapa saja.
Protokol sering memastikan hal ini dengan mewajibkan pengguna untuk terlibat secara nyata, misalnya dengan mempertaruhkan sejumlah uang mereka sendiri.
Dengan melakukannya, pengguna diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembuatan blok, dan jika mereka berhasil menciptakan blok yang valid, mereka akan mendapatkan imbalan.
Namun, jika mereka mencoba melakukan penipuan, semua pengguna dalam jaringan akan mengetahuinya. Aset apa pun yang mereka pertaruhkan dalam jaringan akan hilang. Mekanisme ini disebut sebagai algoritma konsensus, karena memungkinkan peserta jaringan untuk mencapai kesepakatan mengenai blok mana yang harus ditambahkan selanjutnya.
Penambangan (Proof of Work)
Penambangan atau mining merupakan algoritma konsensus yang paling umum digunakan dalam blockchain.
Dalam penambangan, algoritma yang digunakan disebut Proof of Work (PoW). Pengguna harus menggunakan daya komputasi untuk mencoba memecahkan teka-teki yang ditetapkan oleh protokol.
Teka-teki ini memerlukan pengguna untuk melakukan operasi hash terhadap transaksi dan informasi lainnya yang dimasukkan ke dalam blok.
Namun, agar hash tersebut dianggap valid, hasil hash harus berada di bawah angka tertentu. Karena tidak mungkin memprediksi hasil hash yang akan dihasilkan, para penambang harus terus melakukan operasi hash pada data yang sedikit dimodifikasi hingga mereka menemukan solusi yang valid.
Tentu saja, melakukan operasi hash berulang kali adalah tugas yang membutuhkan biaya tinggi.
Dalam blockchain Proof of Work, “taruhan” yang dilakukan oleh pengguna adalah investasi mereka dalam perangkat penambang dan konsumsi listrik untuk menjalankannya. Mereka melakukan ini dengan harapan mendapatkan imbalan dalam bentuk blok reward.
Ingatlah bagaimana kita sebelumnya membahas bahwa membalik hash praktisnya tidak mungkin, tetapi memverifikasinya mudah?
Ketika seorang penambang mengirimkan blok baru ke seluruh jaringan, semua node lainnya menggunakan blok tersebut sebagai input untuk melakukan operasi hash. Setiap node hanya perlu menjalankan operasi hash satu kali untuk memverifikasi keabsahan blok tersebut sesuai dengan aturan blockchain.
Jika blok tidak valid, penambang tidak akan menerima imbalan, dan mereka akan sia-sia menghabiskan listrik.
Blockchain Proof of Work pertama yang diperkenalkan adalah Bitcoin. Sejak saat itu, banyak blockchain lain telah mengadopsi mekanisme PoW ini untuk menjaga keamanan dan keandalan jaringan mereka.
Kelebihan Proof of Work (PoW)
Telah melalui proses uji coba: Proof of Work telah diuji dan terbukti sebagai algoritma konsensus yang matang dan bernilai ratusan miliar dolar.
Permissionless: Siapa pun dapat bergabung untuk menambang dan menjalankan node untuk memvalidasi transaksi. Tidak ada hambatan untuk bergabung dalam jaringan PoW.
Desentralisasi: Penambang bersaing satu sama lain untuk menghasilkan blok, sehingga kekuatan hash terdistribusi secara merata dan tidak dikendalikan oleh satu entitas tunggal. Hal ini membantu menjaga desentralisasi dalam jaringan blockchain.
Kekurangan Proof of Work (PoW)
Konsumsi energi yang tinggi: Proses penambangan PoW menghabiskan banyak listrik karena membutuhkan daya komputasi yang intensif. Ini menyebabkan masalah lingkungan dan biaya operasional yang tinggi.
Hambatan masuk yang semakin tinggi: Semakin banyak penambang yang bergabung dalam jaringan, semakin tinggi tingkat kesulitan penambangan. Hal ini mendorong pengguna untuk berinvestasi dalam peralatan penambangan yang lebih mahal, yang dapat menjadi kendala bagi individu atau kelompok dengan sumber daya terbatas.
Potensi serangan 51%: Meskipun PoW mendukung desentralisasi, ada risiko bahwa satu penambang atau kelompok penambang memperoleh mayoritas kekuatan hash. Jika terjadi serangan 51%, mereka dapat memanipulasi transaksi dan mengganggu keamanan jaringan blockchain.
Perlu dicatat bahwa PoW telah berhasil digunakan dalam berbagai jaringan blockchain seperti Bitcoin dan Ethereum.
Namun kekurangan-kekurangannya mendorong pengembangan algoritma konsensus alternatif seperti Proof of Stake (PoS) yang mencoba mengatasi masalah konsumsi energi tinggi dan hambatan masuk yang tinggi.
Dalam sistem Proof of Work, insentif untuk bertindak jujur didorong oleh investasi yang dilakukan dalam komputer penambangan dan penggunaan listrik. Sebaliknya, dalam Proof of Stake (PoS), tidak ada biaya eksternal yang diperlukan.
PoS menggantikan penambang dengan validator yang mengusulkan dan “menempa” blok. Validator dapat menggunakan komputer biasa untuk menghasilkan blok baru, tetapi mereka harus menyimpan sebagian besar dana mereka sebagai staking untuk mendapatkan hak istimewa ini.
Staking dilakukan dengan menggunakan mata uang kripto asli dari blockchain yang terkait, dalam jumlah yang telah ditentukan sesuai aturan protokol masing-masing.
Setiap implementasi PoS dapat memiliki variasi yang berbeda, namun setelah validator melakukan staking, mereka dapat dipilih secara acak oleh protokol untuk mengumumkan blok berikutnya.
Jika validator berhasil melakukannya dengan benar, mereka akan menerima reward. Dalam beberapa kasus, beberapa validator mungkin menyetujui blok berikutnya, dan dalam hal ini, reward akan didistribusikan secara proporsional sesuai dengan jumlah stake yang mereka setorkan.
Blockchain PoS yang “murni” lebih jarang ditemui dibandingkan dengan DPoS (Delegated Proof of Stake), yang membutuhkan pengguna untuk memberikan suara pada node (witness) yang akan memvalidasi blok di seluruh jaringan.
Ethereum, salah satu blockchain smart contract terkemuka, berencana untuk beralih ke Proof of Stake dalam migrasi ke ETH 2.0.
Kelebihan Proof of Stake (PoS)
Ramah lingkungan: Jejak karbon PoS jauh lebih kecil dibandingkan dengan penambangan PoW. Staking menghilangkan kebutuhan akan operasi hashing yang membutuhkan daya komputasi yang tinggi.
Transaksi lebih cepat: Karena tidak ada kebutuhan untuk menggunakan daya komputasi tambahan untuk memecahkan teka-teki yang ditentukan oleh protokol, beberapa pendukung PoS berpendapat bahwa hal ini dapat meningkatkan throughput transaksi.
Reward staking dan bunga: Reward untuk mengamankan jaringan dibayarkan langsung kepada pemegang token, bukan kepada penambang. Dalam beberapa kasus, PoS memungkinkan pengguna untuk menghasilkan passive income dalam bentuk airdrop atau bunga hanya dengan melakukan proses staking.
Kekurangan Proof of Stake (PoS)
Belum teruji secara luas: Protokol PoS belum diuji dalam skala besar, sehingga mungkin ada beberapa kerentanan yang belum teridentifikasi dalam implementasi atau aspek kriptoeconominya.
Plutokrasi: Terdapat kekhawatiran bahwa PoS dapat mendorong konsentrasi kekayaan, di mana validator dengan stake besar cenderung mendapatkan lebih banyak reward.
Masalah “Nothing-at-stake”: Dalam PoW, pengguna hanya dapat “bertaruh” pada satu chain dan menambang di chain yang mereka yakini memiliki peluang keberhasilan tertinggi. Namun, dalam PoS, validator dapat bekerja pada banyak chain dengan biaya yang relatif rendah, yang dapat menyebabkan masalah ekonomi. Ketika terjadi hard fork, validator PoS dapat memilih untuk bekerja pada beberapa chain yang memiliki hash power yang sama, yang berpotensi mengurangi keamanan jaringan.
Meskipun Proof of Stake memiliki beberapa keuntungan, ada juga tantangan dan pertimbangan yang harus diperhatikan dalam penerapannya. Perkembangan dan pengujian yang lebih lanjut diperlukan untuk memastikan kehandalan dan keamanan sistem PoS.
Apakah transaksi blockchain dapat dibalikkan?
Dalam teknologi blockchain, transaksi yang telah direkam dalam blok tidak dapat secara langsung dibalikkan atau dimodifikasi.
Blockchain didesain untuk memastikan integritas data dan ketahanan terhadap perubahan. Karena itu, setelah sebuah transaksi tercatat dalam blockchain, sulit untuk mengubah atau menghapusnya.
Pada umumnya, transaksi di blockchain dianggap abadi dan permanen.
Namun, penting untuk dicatat bahwa ada variasi dalam implementasi blockchain yang dapat mempengaruhi kemampuan untuk membalikkan transaksi.
Pada beberapa blockchain dengan konsensus yang lebih terpusat atau jaringan yang lebih kecil, sekelompok peserta dapat memiliki cukup kekuatan untuk mempengaruhi atau membatalkan transaksi tertentu.
Namun, dalam jaringan besar seperti Bitcoin, di mana desentralisasi kuat dan kekuatan hash yang besar, membalikkan transaksi menjadi sangat sulit atau bahkan tidak mungkin dilakukan.
Apa itu skalabilitas blockchain?
Skalabilitas blockchain merujuk pada kemampuan sistem blockchain untuk menangani peningkatan permintaan dan beban kerja yang lebih besar seiring waktu.
Seiring dengan pertumbuhan pengguna dan transaksi di dalam jaringan blockchain, penting untuk memastikan bahwa sistem dapat tetap beroperasi secara efisien tanpa mengorbankan desentralisasi dan fitur utama lainnya.
Skalabilitas menjadi perhatian utama dalam pengembangan blockchain karena ada trade-off antara desentralisasi dan kinerja.
Sistem blockchain terdesentralisasi membutuhkan sinkronisasi dan validasi oleh semua node dalam jaringan, yang dapat membatasi kecepatan dan throughput.
Dalam beberapa kasus, keterbatasan ini dapat menghambat pertumbuhan dan adopsi lebih lanjut.
Untuk mengatasi masalah skalabilitas, berbagai solusi telah diusulkan dan diimplementasikan. Beberapa pendekatan melibatkan peningkatan kinerja blockchain itu sendiri, seperti peningkatan ukuran blok atau perbaikan protokol.
Solusi lain melibatkan penggunaan teknologi off-chain, di mana sebagian transaksi diproses di luar blockchain utama. Contoh solusi off-chain termasuk sidechain dan saluran pembayaran.
Skalabilitas blockchain masih menjadi topik penelitian dan pengembangan yang aktif. Mencapai keseimbangan antara desentralisasi, keamanan, dan kinerja yang optimal tetap menjadi tantangan yang harus diatasi oleh pengembang blockchain.
Mengapa blockchain perlu skalabilitas?
Skalabilitas sangat penting bagi sistem blockchain agar dapat bersaing dengan sistem tersentralisasi dan menarik pengembang serta pengguna ke dalam ekosistem blockchain.
Untuk menjadi pilihan yang menarik, blockchain harus mampu menyediakan kinerja yang setidaknya sebanding dengan sistem tradisional, jika tidak lebih baik.
Dalam membandingkan dengan sistem tersentralisasi, blockchain harus menawarkan kecepatan transaksi yang lebih tinggi, biaya yang lebih rendah, dan pengalaman pengguna yang lebih mudah.
Namun, mencapai hal tersebut bukanlah tugas yang mudah. Selain harus mempertahankan karakteristik utama blockchain seperti desentralisasi dan keamanan, skalabilitas juga menjadi faktor kunci dalam memenuhi tuntutan kinerja yang tinggi.
Apa itu fork pada blockchain?
Seperti perangkat lunak lainnya, blockchain juga perlu mengalami peningkatan dan perbaikan seiring waktu. Dalam lingkungan open-source blockchain, siapa pun dapat mengusulkan pembaruan atau perubahan aturan yang mengatur jaringan.
Namun, dalam jaringan blockchain yang terdistribusi, diperlukan konsensus dari ribuan node untuk mengimplementasikan versi baru.
Jika ada ketidaksetujuan atau konflik mengenai perubahan yang diusulkan, maka dapat terjadi fork pada blockchain, yang mengarah pada pemisahan jaringan menjadi dua cabang yang berbeda.
Soft fork
Soft fork terjadi ketika mayoritas peserta dalam jaringan setuju dan menerapkan perubahan aturan yang bersifat backward-compatible. Artinya, node yang telah diperbarui masih dapat berkomunikasi dengan node yang tidak diperbarui. Meskipun diharapkan semua node akan diperbarui dari waktu ke waktu, dalam soft fork ini tidak ada pemisahan yang permanen dalam blockchain.
Hard fork
Hard fork merupakan situasi yang lebih kompleks. Dalam hard fork, aturan baru yang diterapkan tidak kompatibel dengan aturan lama. Jika sebuah node menjalankan aturan baru berinteraksi dengan node yang menjalankan aturan lama, keduanya tidak dapat berkomunikasi. Hal ini mengakibatkan pemisahan blockchain menjadi dua cabang yang berbeda, di mana setiap cabang menjalankan protokol yang berbeda.
Setelah terjadinya hard fork, terdapat dua jaringan yang berbeda yang berjalan secara paralel dengan protokol yang berbeda pula.
Penting untuk dicatat bahwa saat hard fork terjadi, saldo aset kripto pada blockchain asli direplikasi di kedua jaringan baru tersebut. Jadi, jika Anda memiliki saldo pada blockchain asli sebelum fork, Anda juga akan memiliki saldo yang sama di kedua blockchain baru tersebut.
Bab 3: Apa Manfaat Blockchain?
Blockchain untuk rantai pasokan
Rantai pasokan yang efisien merupakan faktor kunci dalam kesuksesan banyak bisnis, yang melibatkan pengelolaan barang dari pemasok hingga konsumen.
Tradisionalnya, koordinasi antara berbagai pemangku kepentingan dalam industri ini sulit dilakukan. Namun, teknologi blockchain membuka peluang untuk tingkat transparansi baru dalam rantai pasokan.
Untuk menjadi lebih kuat dan andal, industri-industri berbagai sektor membutuhkan ekosistem rantai pasokan yang berbasis pada database yang tidak dapat diubah.
Blockchain dan industri game
Industri game telah menjadi salah satu industri hiburan terbesar di dunia, dan teknologi blockchain dapat memberikan dampak yang lebih besar. Secara umum, nasib para pemain game sering kali bergantung pada pengembang game.
Dalam banyak game online, pemain terikat pada server yang disediakan oleh pengembang dan harus mengikuti aturan yang dapat berubah-ubah.
Dalam konteks ini, blockchain dapat membantu dalam desentralisasi kepemilikan, manajemen, dan pemeliharaan game online.
Namun, tantangan terbesar adalah item dalam game yang biasanya terbatas pada dalam game tersebut.
Hal ini dapat menghambat kemungkinan kepemilikan nyata dan adanya pasar sekunder. Dengan menggunakan pendekatan berbasis blockchain, game dapat menjadi lebih berkelanjutan dalam jangka panjang, dan item dalam game yang diterbitkan sebagai kripto-koleksi dapat memiliki nilai di dunia nyata.
Blockchain untuk layanan kesehatan
Pengelolaan catatan medis dengan baik sangat penting dalam sistem layanan kesehatan, dan ketergantungan pada server terpusat dapat memiliki risiko terhadap keamanan informasi sensitif. Teknologi blockchain, dengan transparansi dan keamanannya, menjadi platform ideal untuk menyimpan catatan medis.
Dengan menyimpan catatan medis secara kriptografis dalam blockchain, pasien dapat menjaga privasi mereka sambil tetap dapat berbagi informasi medis dengan penyedia layanan kesehatan. Jika semua peserta dalam sistem layanan kesehatan memiliki akses ke database global yang aman, aliran informasi akan menjadi lebih cepat di antara mereka.
Remittance melalui Blockchain
Mengirim uang secara internasional telah menjadi proses yang rumit dalam sistem perbankan tradisional. Biaya dan waktu penyelesaian yang tinggi karena melibatkan jaringan perantara yang kompleks membuat layanan ini mahal dan kurang efisien untuk transaksi yang mendesak.
Mata uang kripto dan teknologi blockchain menghilangkan perantara ini dan memungkinkan transfer uang yang murah dan cepat di seluruh dunia. Beberapa proyek telah memanfaatkan teknologi blockchain untuk melakukan transaksi dengan biaya rendah dan hampir instan.
Blockchain dan identitas digital
Manajemen identitas secara aman di internet membutuhkan solusi yang cepat. Banyak data pribadi kita disimpan di server pusat dan dianalisis menggunakan algoritme machine learning tanpa sepengetahuan atau persetujuan kita.
Teknologi blockchain memungkinkan pengguna untuk mengambil kontrol atas data mereka dan secara selektif mengungkapkan informasi kepada pihak ketiga hanya jika diperlukan. Keajaiban kriptografi seperti ini memberikan pengalaman online yang lebih lancar tanpa mengorbankan privasi.
sumber: Binance Academy
Blockchain dan Internet of Things (IoT)
Banyak perangkat fisik yang terhubung ke internet, dan jumlahnya terus meningkat. Beberapa spekulasi mengatakan bahwa blockchain dapat secara signifikan meningkatkan komunikasi dan kerjasama di antara perangkat-perangkat ini.
Pembayaran kecil otomatis antar mesin (M2M) dapat menciptakan ekonomi baru yang bergantung pada solusi database yang aman dengan kapasitas tinggi.
Blockchain untuk tata kelola
Jaringan terdistribusi dapat menetapkan dan menegakkan aturan sendiri dalam bentuk kode komputer. Maka tidak mengherankan jika blockchain memiliki potensi untuk diterapkan dalam berbagai proses tata kelola di tingkat lokal, nasional, atau bahkan internasional.
Lebih lanjut lagi, blockchain dapat memecahkan salah satu masalah terbesar yang dihadapi oleh lingkungan pengembangan open-source, yaitu kurangnya mekanisme yang dapat diandalkan untuk pendistribusian dana.
Tata kelola blockchain memastikan bahwa semua peserta dapat terlibat dalam pengambilan keputusan dan memberikan transparansi terkait kebijakan yang sedang diterapkan.
Blockchain untuk amal
Salah satu tantangan yang sering dihadapi oleh organisasi amal adalah terbatasnya sumber dana. Selain itu, sulit untuk melacak secara akurat tujuan akhir dana yang disumbangkan. Kelemahan-kelemahan tersebut dapat menghambat banyak orang untuk mendukung organisasi amal tersebut.
“Crypto-philanthropy” dengan menggunakan teknologi blockchain dapat mengatasi masalah ini. Sifat inherent dari teknologi blockchain dapat diandalkan untuk memastikan transparansi, partisipasi global, dan pengurangan biaya sehingga dampak dari upaya amal dapat maksimal. Salah satu organisasi dalam bidang ini adalah Blockchain Charity Foundation.
Blockchain untuk spekulasi
Tidak diragukan lagi, salah satu penggunaan paling populer dari teknologi blockchain adalah spekulasi. Transfer tanpa hambatan antar bursa, solusi perdagangan non-kustodian, dan ekosistem produk derivatif yang berkembang menjadikannya sebagai arena bermain yang ideal bagi spekulan.
Karena sifatnya, blockchain adalah instrumen yang sangat baik bagi mereka yang berani mengambil risiko. Beberapa orang bahkan berpikir bahwa ketika teknologi dan regulasi blockchain semakin matang, semua pasar spekulatif global akan ditokenisasi di dalam blockchain.
Crowdfunding dengan blockchain
Platform crowdfunding online telah membangun fondasi bagi ekonomi peer-to-peer selama dekade terakhir. Keberhasilan platform-platform ini menunjukkan adanya minat besar terhadap perkembangan produk crowdfunding.
Namun, karena platform-platform ini bertindak sebagai perantara dana, mereka mungkin mengambil sebagian besar dari dana yang terkumpul untuk biaya pengelolaan. Selain itu, setiap platform juga memiliki aturan sendiri untuk memfasilitasi perjanjian antara para peserta.
Teknologi blockchain, khususnya smart contract, dapat menciptakan crowdfunding yang lebih aman secara otomatis, di mana ketentuan perjanjian ditetapkan dalam kode komputer.
Dalam penjualan token seperti ini, investor mengumpulkan dana dengan harapan bahwa jaringan akan sukses di masa depan, sehingga mereka akan mendapatkan return on investment (ROI).
Blockchain dan sistem file terdistribusi
Mendistribusikan penyimpanan file di internet memiliki banyak manfaat dibandingkan dengan solusi terpusat konvensional. Sebagian besar data yang disimpan di cloud bergantung pada server dan penyedia layanan terpusat, yang cenderung rentan terhadap serangan dan risiko kehilangan data.
Dalam beberapa kasus, pengguna juga menghadapi masalah akses karena sensor dari server terpusat.
Dari perspektif pengguna, solusi penyimpanan file blockchain berfungsi serupa dengan solusi penyimpanan cloud pada umumnya – Anda dapat mengunggah, menyimpan, dan mengakses file. Namun, yang terjadi di balik layar sangat berbeda.
Ketika Anda mengunggah file ke penyimpanan blockchain, file tersebut didistribusikan dan direplikasi di beberapa node. Dalam beberapa kasus, setiap node akan menyimpan bagian yang berbeda dari file Anda.
Sistem ini tidak dapat melakukan banyak hal dengan data parsial, tetapi Anda dapat meminta node untuk menyediakan setiap bagian sehingga Anda dapat menggabungkannya untuk mendapatkan file lengkap kembali.
Ruang penyimpanan disediakan oleh peserta yang menyumbangkan kapasitas penyimpanan dan bandwidth mereka ke jaringan.
Umumnya, para peserta ini mendapatkan insentif ekonomi untuk menyediakan sumber daya tersebut, dan sebaliknya, mereka dapat dikenakan sanksi ekonomi jika tidak mengikuti aturan atau gagal menyimpan dan menyajikan file.
Anda dapat menganggap jenis jaringan ini mirip dengan Bitcoin. Namun, tujuan utama dari jaringan ini bukan untuk mendukung transfer nilai moneter, melainkan untuk menyediakan penyimpanan file yang tahan sensor dan terdesentralisasi.
Protokol open-source lain seperti InterPlanetary File System (IPFS) telah membuka jalan bagi web yang baru, lebih permanen, dan terdistribusi. Meskipun IPFS bukanlah blockchain sepenuhnya, ia menerapkan beberapa prinsip teknologi blockchain untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi.
Bitcoin sekarang mendukung fitur yang disebut Ordinals, memungkinkan pengguna untuk mempublikasikan media on-chain dengan cara yang sebanding dengan token atau NFT yang tidak dapat dipertukarkan. Ordinal adalah hal baru yang menggemparkan Bitcoin.
Pengembang Bitcoin telah bekerja untuk membawa token atau NFT yang tidak dapat dipertukarkan ke blockchain nomor satu selama hampir satu dekade, dimulai pada tahun 2014 dengan Counterparty, pencipta koleksi Rare Pepe NFT, diikuti oleh Stacks pada tahun 2017. Proses berkembang setelah dapat menulis atau menorehkan data konten yang disimpan menjadi saksi transaksi Bitcoin . Ini diperkenalkan dalam peningkatan SegWit ke jaringan Bitcoin pada tahun 2017.
“Apa yang dihasilkan tim dengan Ordinals adalah jenius,” Alex Miller, CEO Hiro, pengembang platform smart contract layer-2 Stacks, mengatakan kepada Decrypt dalam sebuah wawancara. “Ini sangat inti dari etos Bitcoin karena mereka pada dasarnya mengambil beberapa hal berbeda dan menyatukannya dengan cara yang tidak diramalkan atau diharapkan oleh pembuat aslinya.”
Apa Itu Ordinals?
Ordinals adalah metode penyematan gambar dan media pada blockchain Bitcoin.
Ordinals dimungkinkan oleh peningkatan ke Bitcoin yang disebut Taproot, yang diperkenalkan pada tahun 2021. Namun, Ordinals tidak digunakan sampai pengembang blockchain, Casey Rodarmor meluncurkan ordinals inscriptions pada Januari 2023.
Penambahan ini memungkinkan pengguna untuk membuat satoshi inscribe — unit terkecil dari Bitcoin — dengan konten seperti gambar, teks, atau kode HTML.
Langkah pertama dalam pembuatan Ordinals adalah pengguna mengunduh Bitcoin Core dan menyinkronkan node ke blockchain. Setelah sinkronisasi selesai, langkah selanjutnya adalah membuat dompet Ordinals dan mengirimkan beberapa satoshi ke wallet tersebut.
Ilustrasi Bitcoin Ordinals. Alternatif NFT untuk Blockchain BTC. Sumber: Shutterstock.
Ordinal sangat mirip dengan non-fungible token (NFT) karena mengandung media. Namun, mereka berbeda dalam satu hal penting: Semua data Ordinals disimpan secara on-chain.
Sebaliknya, NFT tradisional di Ethereum dan blockchain lainnya biasanya berisi tautan ke media yang disimpan di tempat lain — baik di layanan terdesentralisasi seperti IPFS atau di layanan terpusat seperti host web atau server data.
Ini berarti Ordinals harus bersifat permanen dan tahan terhadap kehilangan data seperti Bitcoin itu sendiri, sedangkan NFT dapat kehilangan media tertautnya jika terjadi kegagalan layanan.
Apakah Ordinals Ramah Energi?
Ethereum dan banyak blockchain lainnya telah beralih ke staking, artinya transaksi NFT tidak lagi membutuhkan energi dalam jumlah besar.
Bitcoin, bagaimanapun, masih bergantung pada proses penambangan kripto yang intensif energi. Dengan demikian, transaksi Ordinals sama menuntutnya dengan transaksi Bitcoin serupa.
Meskipun Bitcoin tidak akan mengakhiri ketergantungannya pada penambangan, langkah-langkah dapat diambil untuk memastikan bahwa penambangan dilakukan secara berkelanjutan. Faktanya, sekitar 60% penambangan Bitcoin saat ini dilakukan dengan energi terbarukan, menurut beberapa perkiraan baru-baru ini.
Di Mana Dapat Mengakses Ordinals?
Ordinals dapat dilihat di Ordinals.com. Pada 26 Februari, ada lebih dari 194.000 Bitcoin Ordinals, menurut data dari Dune Research.
Salah satu koleksi Ordinals yang paling populer adalah Taproot Wizards, serangkaian 2.099 penyihir yang digambar dengan gaya “MS Paint.” Ini sering digunakan dalam gambar profil (PFP).
Litecoin, yang sangat mirip dengan kode Bitcoin, juga mendukung Ordinals. Pada 25 Februari, ada 38.000 Ordinals di jaringan Litecoin.
Bagaimana Cara Membeli atau Membuat Ordinals?
Anda dapat membeli Ordinals dengan wallet Bitcoin yang kompatibel — yaitu wallet Sparrow . Ada langkah-langkah yang sangat spesifik yang harus diambil pengguna untuk menghindari kehilangan dana.
Selanjutnya, untuk menjual atau membuat Ordinals, pengguna harus menjalankan Bitcoin full node. Meskipun saat ini tidak ada pasar utama tempat pengguna dapat membeli Ordinals, hal ini diperkirakan akan terjadi di masa mendatang. Pengguna baru mungkin lebih suka menunggu pasar seperti itu tiba, yang akan sangat menyederhanakan proses perdagangan Ordinal.
Pengguna aktif harian telah meningkat selama beberapa minggu terakhir dan metrik lainnya naik. Bitcoin Ordinals melewati tolok ukur dengan berhasil mengukir lebih dari 200.000 NFT. Tonggak pencapaian ini tercapai dengan cepat, karena baru beberapa bulan sejak peluncuran Ordinals. Total Ordinals yang ditorehkan pada 1 Maret 2023 adalah 207.269, dengan ordinals tipe gambar merupakan bagian terbesar, diikuti oleh teks.
Azuki dan Bored Ape Yacht Club (BAYC) dilaporkan menjadi koleksi NFT peringkat teratas di media sosial menurut laporan LunarCrush. Kabar ini muncul di tengah pasar NFT yang tidak dapat melindungi diri dari kemerosotan yang lebih luas dari nilai kripto pada tahun ini.
Seperti diketahui sebagian besar koleksi NFT teratas menapaki jalur downtrend. Laporan Coinbase baru-baru ini mencatat bahwa penurunan NFT pada tahun 2022 itu sehat. Juga ditegaskan bahwa adopsi NFT masih dalam “tahap awal”.
Selama beberapa hari terakhir, tiga dari lima penjualan teratas NFT berasal dari koleksi Bored Ape Yacht Club. NFT dari koleksi Azuki juga mendapat tempat untuk dirinya sendiri dalam daftar. Pengguna akhirnya mengeluarkan dana dalam kisaran US$ 304.000 hingga US$ 152.000 untuk memperoleh aset digital ini.
Koleksi NFT teratas tahun ini meramaikan berbagai platform media sosial oleh kata, frasa, dan tagar seperti ‘bayc’, ‘boredapeyc’, ‘bayc’, ‘eth’, ‘mayc’, ‘floor’, ‘twitter cryptopunks’ ‘moonbirds’, ‘nftcommunity’, dan lainnya.
Meskipun tag yang terkait dengan koleksi Bored Ape Yacht Club tampaknya sangat dominan, perlu dicatat bahwa koleksi tersebut tidak dapat mencapai posisi teratas. Berdasarkan statistik keterlibatan sosial yang disusun oleh LunarCrush, Azuki menduduki peringkat satu.
Itu diikuti oleh Bored Ape dan kemudian koleksi NFT Gary Vaynerchuk, VeeFriends. Koleksi Goblin Town juga merupakan bagian dari daftar. Mereka diluncurkan pada pertengahan Mei 2022 dan naik ke puncak tangga lagu dengan cepat. Padahal, saat itu volume perdagangannya berada di urutan kedua setelah BAYC.
Di samping itu, Moonbirds juga masuk ke dalam daftar 10 besar. Dengan demikian, koleksi karya seni NFT tersebut terdiri dari total 10.000 avatar burung hantu piksel yang dihasilkan komputer. Pasca peluncuran, semuanya langsung terjual habis dengan harga mint 2,5 Ethereum per NFT.
Mengesampingkan koleksi yang disorot di atas, Axie Infinity, MAYC, Gutter Cat Gang, dan Sorare NFT juga ditampilkan dalam daftar.
Yang terakhir dalam daftar adalah koleksi Otherdeed for Otherside NFT dari Yuga Labs. BAYC Metaverse Otherside dianggap sebagai salah satu NFT paling produktif yang pernah ada.
Faktanya, pada bulan Mei lalu, volume NFT mingguan di Ethereum mengklaim US$ 1,6 miliar, berkat Otherdeed for Otherside. Itu membantu menarik nilai agregat NFT yang dicetak dan diperdagangkan di platform menjadi US$ 23,7 miliar.
Pasar NFT dan kripto memiliki korelasi yang erat satu sama lain. Seiring dengan pasar kripto yang sempat bullish tahun lalu, market NFT pun bernasib sama. Namun, penurunan kedua market tersebut di 2022, masih dalam tahap wajar.
Tidak seperti kripto, kuartal I tahun 2022 tidak terlalu suram untuk NFT. Aset digital tersebut sempat memegang rekor untuk volume perdagangan tertinggi. Pada minggu tanggal 1 Mei lalu, penjualan mingguan kumulatif NFT mencapai US$ 1,2 miliar.
Namun setelah itu, kondisi pasar yang lesu mengurangi perdagangan NFT secara keseluruhan di kuartla II 2022. Angka penjualan telah turun tajam berada di kisaran US$ 40-US$ 50 juta akhir-akhir ini.
Turun Tajam
NFT CryptoPunk tetap terjual Rp 68 miliar saat bear market.
Contoh penurunan NFT bisa dilihat dari kasus yang dialami oleh rumah lelang seni, Christie’s. Mereka adalah salah satu penerima manfaat utama dari kegilaan NFT tahun lalu.
Christie’s dilaporkan menjual lebih dari 100 NFT senilai lebih dari US$ 150 juta pada tahun 2021. Namun, tahun ini, 87 NFT yang dijualnya hanya berhasil mengambil total US$ 5,9 juta, menandai penurunan 96% dari tahun 2021.
Laporan Coinbase baru-baru ini menyatakan bahwa NFT akan memainkan peran penting dalam dunia digital di masa mendatang.
“Saat dunia terus beralih ke ranah digital, NFT akan menjadi komponen penting infrastruktur yang memungkinkan kepemilikan dan identitas berfungsi dalam lingkungan tanpa gesekan,“ ungkap laporan Coinbase.
Efek Domino
Bill Murray kehilangan kripto Rp 2,7 M buat amal dari hasil lelang NFT. Foto: Blockworks.
Coinbase mencatat ada efek domino dari harga aset kripto pada NFT.
“Sementara koleksi “blue chip” tertentu atau NFT “berkualitas tinggi” telah mampu mempertahankan relevansi dan bahkan menumbuhkan pangsa pasar karena konsolidasi likuiditas yang lebih luas, nilai USD telah berjuang untuk mengimbangi nilai berbasis ETH sebagai harga dari ETH telah jatuh lebih dari 66% tahun ini hingga saat ini di tahun 2022,”
Meski begitu, Coinbase percaya bahwa perusahaan dan brand kemungkinan akan terus melihat NFT sebagai bentuk strategi pemasaran yang berbeda dan membuat proyek yang bertindak sebagai mekanisme orientasi yang kuat untuk konsumen non-crypto-native. Juga ditegaskan bahwa teknologi ini memungkinkan bisnis untuk terhubung dengan “cara yang lebih otentik” dengan audiens.
Menguraikan mengapa tren turun 2022 pada dasarnya tidak memprihatinkan, laporan Coinbase mencatat, “Kami percaya adopsi NFT masih dalam tahap awal dan tren turun baru-baru ini dapat dianggap sebagai bagian dari koreksi yang sehat dalam konteks lintasan adopsi siklis yang lebih luas.”
Mantan presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa dia memutuskan untuk meluncurkan koleksi NFT-nya karena dia menyukai seni dan menganggap gambar dirinya “agak lucu”. Ia juga membantah alasan soal mendapatkan uang yang banyak.
Dalam wawancara baru-baru ini dengan One America News, Trump mengatakan Trump Digital Trading Cards bukan tentang melakukan investasi, melainkan upaya artistik.
“Saya menyukai seninya,” kata Trump dalam wawancara. “Saya melihat barang-barang ini dan saya berkata, ‘itu lucu, mungkin laku.’ Itu seperti aset berharga, luar biasa.”
Alasan Trump
Donald Trump merilis koleksi NFT pertamanya. Sumber: Getty Images.
Ketika ditanya mengapa dia memilih untuk meluncurkan NFT ketika seluruh pasar kripto turun, Trump mengatakan dia “tidak melihatnya sebagai investasi,” tetapi mengatakan lagi bahwa dia “menganggapnya lucu.”
Mantan presiden AS itu meluncurkan kartu perdagangan NFT awal bulan ini di jaringan blockchain Polygon seharga US$ 99 atau sekitar Rp 1,5 juta per item. Masing-masing koleksi menampilkan gambar Trump sebagai pahlawan super, astronot, sheriff Old West, dan serangkaian tokoh fantastis lainnya.
Tidak semua pendukung Trump senang dengan koleksi aset digital tersebut. Banyak yang mengatakan bahwa mereka tidak akan membelinya, dan yang lainnya menemukan stok gambar yang membajak koleksi tersebut beredar di pasar.
Laris Manis
Donald Trump merilis koleksi NFT pertamanya. Sumber: Getty Images.
Sejauh ini, koleksi NFT milik Donald Trump bernilai 7.629 ETH, menurut OpenSea. Menurut CryptoSlam, itu telah meraup total US$ 9,6 juta atau sekitar Rp 151 miliar dalam penjualan second market.
Trump mengindikasikan bahwa kartu digital ini akan menjadi seri edisi terbatas dan akan menampilkan seni kehidupan dan kariernya. Trump juga menegaskan bahwa ini sangat mirip dengan kartu bisbol tetapi jauh lebih seru.
Koleksi aset digital ini hadir tepat selama bulan Desember, dan dia menekankan bahwa itu akan menjadi hadiah Natal yang luar biasa. Banyak yang bahkan berpendapat ini bukan kondisi tepat selama kondisi pasar yang sulit.