Tag: nft

  • Token Chiliz Naik 170% Setelah Luncurkan NFT

    Peluncuran NFT dalam live game serta diimbangi dengan ekosistem yang tengah berkembang pesat, berhasil mendorong token Chiliz memamerkan harga memukau dengan kenaikan 170%.

    Chiliz (CHZ) sendiri merupakan aset kripto popular yang dibuat khusus untuk olahraga dan dunia hiburan.

    Menurut data yang dilansir oleh TradingView, sejak mencapai level terendah di harga $0,243 pada 29 September, harga CHZ berhasil keluar dari zona tersebut dan melonjak 170% ke level tertinggi harian dengan harga $0,527.

    Pada saat penulisan, token CHZ telah bernilai $0.573

    Grafik Harga Token Chiliz

    Lantas, mengapa token Chiliz bisa alami perkembangan pesat dan menyelamatkannya dari zona harga yang rendah? Berikut faktor meningkatnya fundamental CHZ.

    Meluncurkan NFT dalam Live Game

    Inovasi yang mempengaruhi harga Chiliz paling signifikan, dan membuatnya memulai reli saat ini adalah peluncuran NFT dalam live game pertamanya.

    NFT tersebut diluncurkan dalam platform yang berlangsung di pertandingan A.C. Milan melawan A.S. Roma.

    Cara kerjanya adalah, NFT baru akan dicetak ketika momen-momen penting sedang terjadi dalam pertandingan.

    Momen tersebut kemudian dimasukkan ke dalam wallet dari fan token holders yang melakukan prediksi pertandingan dengan benar.

    Setelah Chiliz mengumumkan bagaimana mereke mendistribusikan NFT dengan metode yang baru, pernyataan itu langsung disambut baik oleh pengguna.

    Token CHZ langsung alami lonjakan permintaan token yang tak henti-hentinya meningkat, bahkan hingga saat ini.

    Baca jugaBos Solana Labs Sebut Koin SOL bukan Ethereum Killer

    CHZ Bersama Dukungannya

    Alasan lain yang membantu momentum CHZ antara lain, penambahan daftar bursa baru bernama eToro, serta fan token yang berhasil dirilis untuk klub besar seperti São Paulo FC, AC Milan, hingga Manchester City.

    Selain itu, Binance juga memungkinkan penggemar mendapatkan token dari tim favorit mereka. Dengan syarat, mereka harus mempertaruhkan Binance Coin (BNB), Binance USD (BUSD), atau bisa juga dengan CH.

    Tak lama dari twet tersebut, OKEx mengumumkan bahwa mereka akan ikut mendukung token CHZ. OKEx tertarik dengan bursa eToro yang ada dalam ekosistem.

    Baca jugaSolana dan Reddit akan Kembangkan Proyek Media Sosial Terdesentralisasi

    Memperluas Ekosistem

    Perluasan ekosistem adalah faktor lainnya yang memperkuat fundamental CHZ.

    Belum lama ini, Chiliz bersama Socios juga meluncurkan kemitraan dengan Kraft Sports and Entertainment.

    Nantinya, National Football League (NFL) New England Patriots and Major League Soccer (MLS), serta New England Revolution akan bergabung dengan ekosistem.

    Kemitraan tersebut bertujuan agar protokol memiliki pandangan yang berbeda serta bisa mencakup semua liga olahraga utama.

    Menurut data VORTECS™ yang dilansir dari Cointelegraph Markets Pro, Token CHZ mulai mendeteksi prospek bullish sejak 28 Oktober, sebelum kenaikan harga baru-baru ini.

    Skor VORTECS™ tersebut sudah mencangkup perbandingan algoritma dari kondisi pasar historis, yang saat ini berasal dari kombinasi sentimen pasar, volume perdagangan, pergerakan harga terkini, serta aktivitas Twitter-nya.

    Seperti yang terlihat pada grafik, Skor VORTECS™ untuk CHZ mulai meningkat pada 27 Oktober dan mencapai tertingginya pada 28 Oktober, ketika harganya alami peningkatan sebesar 125% selama dua minggu berikutnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Twitter: Tim akan Fokus pada Crypto, dApps, NFT dan Teknologi Blockchain

    Salah satu pendukung garis keras crypto, Jack Dorsey, tampak semakin berfokus pada teknologi crypto dan blockchain melalui salah satu perusahaannya, Twitter.

    Diketahui, Twitter bertekad untuk meningkatkan industri teknologi terdesentralisasi dan telah menciptakan tim crypto khusus yang berfokus pada pengembangan solusi untuk crypto, dApps dan DeFi.

    Insinyur Tess Rinearson akan memimpin tim. Sebelum bergabung dengan Twitter, Tess terlibat dalam pengembangan Tendermint Core, juga bekerja dengan Chain.com, Interchain Foundation, dan Cosmos.

    Baca jugaETH Dibakar, Bagaimana Harga Selanjutnya Untuk Ethereum?

    Seperti yang dijelaskan Tess Rinearson dalam sebuah utas, tim akan bekerja di bidang cryptocurrency, blockchain dan teknologi terdesentralisasi lainnya untuk menciptakan solusi yang tidak selalu terkait dengan domain keuangan.

    Tim berharap untuk menyempurnakan platform pemberian tip Bitcoin dan layanan bukti identitas yang diumumkan melalui NFT.

    Lebih jauh lagi, Rinearson berencana untuk bekerja pada dukungan untuk dApps dan solusi berorientasi identitas lainnya, kepemilikan aset dan pembangunan komunitas.

    Di bawah nama “Twitter Crypto,” tim akan bertanggung jawab untuk menangani semua yang terkait dengan Web 3.0, dan meskipun tidak ada daftar pekerjaan. Tess telah membuka DM-nya untuk siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dalam proyek untuk melamar.

    Twitter mungkin adalah jejaring sosial paling ramah kripto di luar sana. Filosofi perusahaan sejalan dengan visi CEO Jack Dorsey bahwa Bitcoin dapat menjadi mata uang internet dan teknologi blockchain dapat merevolusi masa depan umat manusia.

    Baca jugaGame Blockchain Solana Siap-Siap Terima US$100 Juta

    Untuk mendorong pengembangan teknologi ini. Baru-baru ini Twitter telah menerapkan fungsionalitas untuk mengirim dan menerima tip dalam Bitcoin melalui Lightning Network. Inisiatif ini menempatkan Bitcoin di liga yang sama dengan bentuk pembayaran lainnya seperti Cash App, Patreon dan Venmo.

    Selain itu, Dorsey juga meluncurkan inisiatif Bluesky, yang berfokus pada desentralisasi jaringan sosial.

    Jack Dorsey membayangkan masa depan di mana pengguna dapat memilih apa yang mereka lihat di jejaring sosial dengan memilih algoritme rekomendasi favorit mereka, daripada mengandalkan satu perusahaan untuk mengendalikannya.

    Idenya sudah dikembangkan sejak 2019 tetapi belum diimplementasikan. Jika berhasil, Bluesky dapat menjadikan dirinya sebagai contoh jaringan sosial yang sukses secara global.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Game Blockchain Solana Siap-Siap Terima US$100 Juta

    Dana baru untuk sektor game blockchain telah diluncurkan oleh kelompok investor. Pendanaan ini bertujuan mendukung proposal game blockchain paling inovatif di Solana.

    Para pemodal tersebut adalah Solana Ventures cabang investasi blockchain Solana, bursa kripto FTX, serta pemodal ventura Lightspeed. Kelompok ini akan menggelontorkan US$100 juta demi mendorong gerakan pengembangan game blockchain di ekosistem Solana.

    Amy Wu, rekan di Lightspeed, mengutarakan semangat atas usaha gabungan ini serta tujuan yang ingin diraih melalui investasi tersebut.

    “Kami ingin mendukung tim-tim hebat, baik di industri kripto maupun industri gaming. Kami percaya game adalah salah satu peluang terkuat untuk menarik milyaran pengguna ke web3, dan salah satu kegunaan terbaik untuk NFT,” jelas Wu.

    Baca jugaAda Blankos, Game Kripto Pendatang Baru Bertenaga NFT

    Ia memuji laju pengembangan yang terjadi di blockchain Solana. Saat ini sudah ada lebih dari seribu tim pengembang aktif hanya dalam waktu dua tahun sejak meluncur.

    Bukan kaleng-kaleng, dana baru tersebut langsung bertindak menanam modal. Perusahaan game berbasis Solana, Faraway, menerima US$21 juta dalam putaran pendaan terbaru yang dipimpin dana baru ini.

    Putaran tersebut melengkapi investasi sebelumnya sebesar US$9 juta yang diterima Faraway dari investor awal tahun ini, termasuk Lightspeed. Pendanaan terbaru diikuti oleh a16z, Sequioa Capital, Pantera Capital, Jump Capital dan Solana.

    Faraway adalah salah satu perusahaan pertama yang membangun game berbasis blockchain dengan komponen multiplayer di atas Solana. Hal ini menjadikan Faraway sebagai peluang untuk mengukur tanggapan terhadap game blockchain di masa depan.

    Game pertama Faraway, berjudul Mini Royale: Nations, adalah first-person shooter atau game tembak-menembak dengan komponen ekonomi desentralistik.

    Game ini dapat dimainkan dengan peramban agar memudahkan akses bagi pengguna dengan komputasi terbatas.

    Baca jugaBull Run Ethereum Lampaui Bitcoin 2022

    Alex Paley, CEO Faraway, mengutarakan pendapatnya soal masa depan game blockchain dan usaha Faraway di bidang tersebut. Ia berkata teknologi blockchain akan membuka potensi bagi ekonomi yang terbuka dan didorong pemain serta membuka gelombang dunia virtual.

    “Tujuan kami adalah menciptakan game yang seru dan sosial dengan ekonomi terbuka, sehingga pemain mengendalikan kepemilikan sejati atas aset dalam game dan memiliki suara untuk perkembangan game di masa depan,” tandas Paley.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BTS Masuk Kripto Lewat Penjualan NFT, Digidoy Kebut Kreasi NFT Sendiri

    BTS sah masuk ke dunia kripto lewat penjualan gambar berwujud NFT alias non-fungible token. Berkat kerjasama dengan bursa kripto Upbit di Korea Selatan, kelak penggemar BTS di seluruh dunia bisa membeli gambar mereka dan bisa menjual lagi dengan harga yang lebih mahal. Sementara itu di Medan, Indonesia, Digidoy Comics ngebut menerbitkan NFT tambahan karya mereka sendiri.

    Hal itu disampaikan langsung oleh Hybe, perusahaan agensi di balik BTS. Hybe telah menandatangani kerjasama itu dengan Upbit, bursa kripto berskala global asal Korea Selatan.

     Baca jugaPentingnya Strategi Fibonacci Dalam Trading Crypto

    BTS Masuk Kripto Lewat NFT

    “Selain beragam gambar-gambar keren, video apik, novel hingga game bertema BTS akan dijual dalam bentuk NFT,” dilansir dari video Hybe di Youtube belum lama ini.

    Niatan akuisisi itu tertera di laman situs Komisi Sekuritas dan Bursa Korsel, terkait langkah akuisisi saham oleh Hybe di Dunamu, perusahaan di balik bursa kripto Upbit. Hasil akuisisi itu adalah usaha patungan antara kedua perusahaan.

    “Hybe akan membeli 2,5 persen saham di Dunamu, senilai US$423,1 juta,” sebut Hybe dilansir dari Techcrunch, Kamis (4/11/2021).

    Pendiri Hybe, Bang Si-hyuk mengatakan, bahwa tujuan penerbitan NFT adalah untuk menyediakan kepemilikan kartu foto yang aman dan memungkinkan mereka untuk dikumpulkan, dipertukarkan, dan ditampilkan di komunitas penggemar global di mana alih-alih satu foto, dapat diubah menjadi kartu foto digital dengan gambar dan suara bergerak.

    Megabintang K-pop hanyalah yang terbaru dalam daftar musisi besar yang terus bertambah untuk menerbitkan NFT mereka sendiri karena teknologi semakin menyebar ke arus utama.

    Pada September, superstar rap Doja Cat mengeluarkan koleksi NFT-nya sendiri di blockchain Tezos.

    Artis lain yang merilis NFT mereka sendiri termasuk Katy Perry , Eminem, The Weekend, Grimes, Kings of Leon, dan Aphex Twin.

    Di ranah game, NFT kian popular lewat game Axie Infinity. Bahkan Ubisoft berencana membuat game serupa.

    Baca juga : Gurih! Pasar Kripto di India dan Pakistan Naik Hingga 600 Persen

    NFT Asli Indonesia oleh Digidoy

    Sementara itu di Indonesia, geliat NFT semakin menggejala. Salah satunya adalah Digidoy Comics asal Medan, Indonesia.

    Debut awalnya sudah dimulai sejak tahun lalu lewat sejumlah NFT di DaVinci. Bahkan beberapa hari terakhir, Digidoy sudah menerbitkan beragam NFT di unik di OpenSea.

    Menurut M. Arief Siregar, salah seorang pendiri Digidoy Comics, pihaknya tidak hanya menerbitkan NFT karya sendiri, melainkan membantu menerbitkan NFT perusahaan-perusahaan ternama.

    “Bagi kami NFT adalah ranah dan sarana terbaru bagi pegiat dunia seni visual untuk menjangkau klien yang lebih luas. Berkat teknologi smart contract dan blockchain yang senyawa di NFT, seniman digital lebih mudah untuk melacak hasil penjualannya,” kata Arief di Medan, Kamis (4/11/2021).

    sumber.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berikut Ini Adalah Cara Kerja Biaya Royalti pada NFT

    Tidak dapat dipungkiri, kehadiran NFT merupakan angin segar bagi dunia industri kreatif. Mulai dari seni rupa dan ilustrasi, musik, hingga game pun beralih untuk mengadopsi NFT. Salah satu penyebab NFT punya banyak penggemar adalah karena memungkinkan para kreatornya untuk mendapatkan biaya royalti yang terus mengalir. Kok bisa? Yuk, ketahui lebih lengkapnya berikut ini!

    Menghapus Sistem ‘Beli-Putus’ dengan NFT

    Jika membahas mengenai koleksi seni konvensional, seniman hanya akan merasakan hasil penjualan karya seni tersebut dari penjualan pertama. Saat pembeli menjual kembali dan terjadi pembelian kedua, seniman tidak lagi mengantongi apapun. Selain hasil penjualan, seniman juga seringkali kesulitan untuk melacak keberadaan karya seni tersebut. Hal inilah yang lebih dikenal dengan sistem ‘beli-putus’.

    Sistem ‘beli-putus’ tersebut dihapus dengan kehadiran teknologi NFT atau Non-Fungible Token. NFT merupakan sebuah token yang bisa digunakan untuk merepresentasikan suatu hal yang unik, umumnya adalah konten digital seperti seni digital dan musik. Karena unik, NFT hanya bisa dimiliki oleh satu pemilik saja alias otentik.

    Kehadiran NFT tentunya membawa banyak perubahan ke arah yang lebih positif, terutama bagi industri seni. Pasalnya, seniman yang menjual karya seni dalam bentuk NFT art akan mendapatkan treatment khusus yang pastinya menguntungkan. Salah satunya adalah memungkinkan para seniman untuk mendapatkan biaya royalti tiap kali NFT art tersebut terjual. 

    Dengan NFT, seniman atau kreator bisa merasakan adanya apresiasi dalam bentuk penghasilan secara terus-menerus atas satu buah karya seni yang diciptakan, meski karya seni tersebut sudah berkali-kali pindah tangan. Selain itu, tiap karya seni yang dijadikan NFT juga akan secara otomatis memiliki kredensial dari kode unik sehingga tidak bisa diduplikasi.

    Oleh karena itu, sudah mulai banyak seniman rupa dan ilustrator yang hijrah dan menjajaki dunia NFT. NFT membuat para seniman lebih merasa bahwa karyanya “menghasilkan” dan mempunyai value lebih. Hal ini tentu disebabkan oleh adanya jaminan biaya royalti, kode unik yang menciptakan karya menjadi orisinil, dan aktivitas jual-beli yang lebih praktis lewat NFT marketplace, salah satunya TokoMall.

    Baca Juga: Cara Mudah Membuat NFT Dan Rekomendasi Platform Untuk Pemula

    Bagaimana Konsep Biaya Royalti dalam NFT?

    Jadi, konsep biaya royalti dalam NFT berarti sejumlah persentase yang diberikan pada kreator NFT tiap kali NFT miliknya terjual di pasar, tidak hanya pasar pertama saja. Royalti dalam NFT ini akan tercatat secara otomatis di dalam blockchain dengan smart contract

    Namun, apakah konsep biaya royalti NFT berbeda dengan konvensional?

    Jawabannya adalah sangat berbeda. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, konsep biaya royalti dalam NFT tentunya berbeda dengan biaya royalti konvensional yang biasa ditemukan di industri kreatif. Jika biasanya seniman konvensional hanya akan mendapat penghasilan dari penjualan pertama, maka dengan biaya royalti dalam NFT, penghasilan seniman atas karya seni tersebut bisa terus mengalir dari setiap penjualan.

    Kini, seniman tidak perlu khawatir akan perlunya mengeluarkan karya sebanyak-banyaknya agar penjualan ikut meningkat. Karena hanya dengan satu karya yang tentunya unik dan berkualitas, kolektor akan berebut untuk mendapatkannya dan seniman akan terus menerima jatahnya berupa persentase biaya royalti dari setiap penjualan tersebut.

    Cara Royalti Bekerja bagi Kreator NFT

    Nah, kreator dapat mengaktifkan pilihan royalti pada saat upload atau minting NFT. Pilihan royalti maksudnya berupa persentase penghasilan bagi kreator atas penjualan NFT kedua dan seterusnya. Persentase royalti ini juga kisarannya beragam, lho. Berkisar mulai dari 10% hingga 25%, tergantung dengan keinginan kreator dan menyesuaikan juga dengan ketentuan yang dimiliki marketplace tempat minting NFT.

    Setelah NFT art Anda berhasil di-minting dan terjual, NFT art Anda akan menghasilkan sejumlah penghasilan sesuai dengan persentase yang Anda pilih sebelumnya. Proses pengaktifan royalti ini juga akan dilakukan secara otomatis dikarenakan address Anda sudah tercatat di metadata token dan tidak dapat diubah, sehingga Anda hanya tinggal duduk manis dan menerima pembayaran biaya royalti.

    Praktik biaya royalti pada NFT ini tidak hanya berlaku pada NFT art saja, tetapi juga pada NFT music dan NFT game. Sudah banyak musisi dan developer game ikut terjun memamerkan karya dan item-nya dalam bentuk NFT. Sehingga, konsep royalti NFT ini tidak terbatas dan dapat dinikmati oleh kreator dari berbagai kalangan, selama menerbitkan karya miliknya dalam bentuk NFT.

    Oh iya, para kolektor yang membeli suatu NFT keluaran kreator juga akan mendapatkan exposure, lho. Dikarenakan para kolektor telah ikut serta dalam verifikasi keaslian dari NFT yang mereka beli. NFT tersebut juga bisa dijadikan aset dan dipamerkan, ataupun dijual kembali dengan harga yang bersaing. Win-win solution, bukan?

    Itu dia penjelasan mengenai konsep biaya royalti NFT beserta cara kerjanya bagi para kreator. Kemunculan biaya royalti dalam NFT ini memang terbukti membawa harapan baru bagi para pegiat industri kreatif yang sempat terpuruk akibat pandemi. Apakah Anda salah satunya? Yuk, segera minting karya seni Anda dalam bentuk NFT di mall.tokoscape.com sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Integrasi dengan WalletConnect, TokoMall Permudah Proses Koleksi NFT art

    Setelah peluncurannya pada Agustus lalu, TokoMall sebagai leading NFT marketplace platform di Indonesia terus berkomitmen memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para official partner dan kolektor. Kini, TokoMall mengumumkan integrasi terbarunya dengan WalletConnect.

    “WalletConnect merupakan protokol terbuka yang memungkinkan dompet digital yang Anda miliki terhubung dan berinteraksi dengan decentralized applications (DApps) dan dompet lainnya cukup dengan memindai kode QR”

    Chung Ying Lai, Chief Strategy Officer Tokocrypto menjelaskan bahwa “Kami ingin memberikan kemudahan bagi para kreator dan kolektor NFT di Indonesia juga dunia untuk mengakses TokoMall melalui integrasi ini. Proses koleksi NFT akan lebih nyaman dengan menggunakan WalletConnect, dimana didalamnya dompet digital seperti MetaMask, SafePal, dan Trust Wallet sudah terhubung dan bisa langsung digunakan.”

    Baca Juga : Intip nih! Karya dari deretan Artist Lokal di “TKO Creative” TokoMall

    Jadi, gimana sih caranya? Gampang banget kok! Buat kamu yang mau explore NFT di TokoMall langsung aja klik www.mall.tokoscape.com di desktop laptop kamu lalu klik “Hubungkan Dompet” dan pilih WalletConnect. Nantinya ada kode QR yang terpampang di layar desktop kamu.

    Kemudian buka aplikasi dompet digital yang kamu miliki, misal Trust Wallet. Langsung pindai kode QR yang ada di layar tersebut dengan aplikasi kamu dan dompet kamu akan langsung terhubung ke TokoMall. Kamu siap untuk koleksi NFT art ataupun minting karya NFT kamu di TokoMall.

    Buat step lebih detil, bisa cek di sini ya Tokonauts!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Agresif Dukung Pengembangan Industri Digital Kreatif di Indonesia melalui NFT Marketplace, TokoMall

    Tokocrypto secara resmi memperkenalkan platform non-fungible token (NFT) marketplace yang disebut dengan TokoMall. Sebagai leading NFT marketplace di Indonesia, kehadiran TokoMall diharapkan dapat mendorong perkembangan pasar NFT di Indonesia dan mengajak kreator lokal untuk bergabung guna memperkenalkan serta melakukan monetisasi atas karyanya kepada pasar lebih luas, tidak hanya di Indonesia melainkan juga di pasar global dan mancanegara.

    Chung Ying Lai, Chief Strategy Officer Tokocrypto menjelaskan bahwa TokoMall menghadirkan konsep digital meets reality, dimana pemanfaatan platform digital dan karya seni dalam bentuk NFT dapat menjadi jawaban atas permasalahan di dunia nyata.

    “Dengan beralih ke NFT dan menjadikannya mainstream, kreator lokal berbakat Indonesia tidak hanya bisa memasarkan karyanya ke pasar yang lebih luas. Tetapi juga memastikan keunikan atau kelangkaan karyanya sebagai nilai lebih yang ditawarkan kepada para kolektor. Selain itu, kreator bisa memastikan keberlangsungan royalti dari tiap NFT yang dipasarkan. Hal ini bisa menjadi jawaban atas permasalahan hak cipta dan royalti yang biasa dihadapi kreator jika melakukan pemasaran di dunia nyata”, ungkap Ying

    Di sisi kolektor, NFT yang dipasarkan di TokoMall bisa menjadi investasi jangka panjang bagi para kolektor yang dijamin keasliannya dan ada pilihan bagi kolektor untuk menukarkan NFT yang dikoleksi dengan barang atau karya asli dari merchant partner eksklusif TokoMall.

    “Industri kreatif di Indonesia sedang berkembang karena adanya teknologi digital yang mempermudah akses bagi kreator dan kolektor. Tapi dengan blockchain dan NFT, ini bisa menjadi salah satu solusi sebagai perlindungan hak cipta kreator karena karya akan tercatat jelas dan transparan di blockchain. Ini juga bisa menjadi alternatif kreator mendapatkan revenue stream tambahan dan para kolektor juga bisa mengapresiasi kreator dengan mengkoleksi NFT ini,” ujar Faza Meonk, kreator dari Si Juki.

    Baca Juga: Inilah Marketplace NFT Terbaik yang Perlu Diketahui

    TokoMall hadir sebagai bagian dari pengembangan utilitas Toko Token (TKO) yang dibangun di atas jaringan Binance Smart Chain (BSC). TokoMall memiliki beberapa kategorisasi yaitu NFT Exclusive yang berisikan TKO Original, TKO lifestyle, TKO creative, TKO Stars dan lainnya.

    Dimana tiap lini bekerjasama dengan brand dan kreator lokal Indonesia sebagai merchant partner eksklusif seperti Nevertoolavish, MaximallFootwear, DAMN! I Love Indonesia, Banyan Core, Si Juki, ONIC E-Sports, SoreSore, Mr. Kinur, Karya Karsa, Jakarta Metaverse, dan Museum of Toys. Juga menghadirkan kategori Marketplace, dimana kreator dan kolektor umum bisa langsung mengunggah karya NFT mereka.

    Justin Widjaja, COO ONIC E-Sport, memberikan apresiasinya pada TokoMall sebagai platform buat para kreator lokal Indonesia, bahkan bagi yang belum terkenal untuk masuk ke pasar NFT. “Potensi kerjasama ONIC dan TokoMall sangat besar untuk membangun hype dan pengembangan pasar NFT di Indonesia. ONIC sendiri akan menghadirkan koleksi eksklusif yang ada nilai historis juga digital merchandise khusus di TokoMall.”

    Terkait peranan TKO pada TokoMall, Ying menjelaskan, “TKO akan menjadi tulang punggung dalam seluruh aktivitas pada platform TokoMall. Para kreator dapat melakukan minting dan menawarkan karya yang dimiliki, sementara kolektor bisa mendapatkan NFT tersebut dengan menukarkan TKO sesuai nilai yang tercantum dalam tiap karya.”

    Selain fokus pada peluncuran platform, TokoMall juga akan menghadirkan inisiatif “Miss Crypto Indonesia”, sebuah campaign dari TokoMall yang menawarkan berbagai NFT merchandise dari TKO Angels dalam bentuk postcard, video, dan lainnya. Keseluruhan dana yang terkumpul dari kolektor di campaign ini akan didonasikan melalui TokoCare, CSR program dari Tokocrypto, yang akan bekerjasama dengan Wecare.id.

    Informasi lebih lanjut mengenai TokoMall, bisa didapatkan di mall.tokoscape.com  dan jika ingin menonton kembali sesi virtual launch TokoMall bisa dilihat di https://bit.ly/Launch_TokoMall.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Atasi Era Digital dengan Digitalisasi Karya Seni 2 Dimensi

    Dunia kesenian rupa sedang mengalami masa keterpurukan yang disebabkan oleh pertumbuhan teknologi. Akibatnya, banyak sekali seniman rupa yang bermigrasi ke konsep seni digital. Ternyata, ragam bentuk karya seni, termasuk karya seni 2 dimensi sekalipun, sudah dapat diubah ke dalam bentuk digital dan diperjualbelikan, lho

    Penasaran bagaimana caranya? Mari simak penjelasan lengkapnya!

    Karya Seni 2 Dimensi di Masa Sekarang

    Sebelum membahas lebih jauh mengenai karya seni 2 dimensi dan digitalisasinya, beberapa di antara Anda pasti pernah mengunjungi pameran yang berisikan beragam karya seni, dengan jenis dan tingkatan yang bervariasi. Galeri dan pusat eksibisi lainnya kerap kali dipenuhi pengunjung untuk sekadar berfoto dan mengapresiasi seni, khususnya 2 dimensi.

    Karya seni 2 dimensi memang menjadi bentuk karya seni yang paling sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga terasa dekat. Mayoritas karya yang mendominasi di galeri juga berbentuk 2 dimensi. Tak heran, banyak sekali karya seni yang terkenal dari berbagai belahan dunia, terutama dalam bentuk lukisan.

    Namun, seiring berkembangnya teknologi, karya seni 2 dimensi ikut tergerus oleh zaman. Di era digital ini, tidak sedikit seniman yang berpindah dan hanya berkarya di medium digital saja. Ditambah lagi, pandemi membuat aktivitas kesenian rupa menjadi semakin terhambat. Dilansir dari Kemenparekraf, kontribusi sub sektor seni rupa bagi perekonomian tergolong kecil, sekitar 0.23% saja. Kemudian saat pandemi, persentasenya bergerak negatif sebesar 2.94%.

    Kenali Apa Itu Karya Seni 2 Dimensi dan Contohnya

    Seperti namanya, karya seni 2 dimensi merupakan bentuk karya seni yang memiliki dua ukuran saja, yaitu panjang dan lebar. Karya seni ini tidak diterapkan ke dalam bentuk barang, tetapi hanya bidang datar saja, seperti kanvas atau kertas. Contoh karya seni 2 dimensi yang sering kita temui adalah foto, gambar atau ilustrasi, lukisan, hingga seni grafis seperti poster atau banner.

    Terdapat delapan unsur dalam karya seni 2 dimensi yang dibentuk oleh seniman, yaitu titik, garis, bidang, bentuk, tekstur, warna, serta gelap-terang. Unsur-unsur tersebut kemudian diolah sedemikian rupa hingga menjadi satu kesatuan menjadi sebuah karya seni. 

    Selayaknya karya seni pada umumnya, karya seni ini dapat diciptakan dengan tujuan fungsional (memiliki kegunaan tertentu) hingga untuk keindahan (estetika).  Selain itu, karya seni ini bersifat mudah dikenali karena memiliki bentuk dan juga dimensi yang terdiri dari ukuran panjang dan lebar, tanpa ketebalan.

    Digitalisasi Karya Seni Lewat NFT Art

    Jika melihat data statistik yang semakin menurun dan pandemi yang tak kunjung hilang, para seniman tidak bisa secara terus-menerus bergantung pada karya seni yang disalurkan secara konvensional. Perlu dicari jalan keluar, yaitu dengan terjun ke dunia digital. Salah satu caranya adalah dengan melakukan digitalisasi karya seni 2 dimensi melalui NFT Art.

    NFT Art merupakan karya seni dimuat dalam bentuk token kripto dan masing-masingnya tidak memiliki kesetaraan nilai, berbeda dengan aset kripto lain yang berbentuk koin. Dikarenakan berbasis kripto, karya seni berupa NFT Art dapat diakses juga diperjualbelikan secara digital melalui NFT marketplace dan akan tercatat dalam teknologi blockchain. Semakin unik dan langka suatu NFT Art, maka akan semakin mahal juga harganya.

    Selain karya seni yang dibuat secara digital, NFT Art juga dapat berupa karya seni konvensional yang diubah ke dalam bentuk digital, misalnya lukisan. Wujud asli lukisan tersebut juga dapat diperjualbelikan, tetapi proses perpindahannya tentu akan memakan waktu lebih lama dibandingkan yang versi digital. Masing-masing NFT Art memiliki address sebagai identitas, sehingga dapat terjamin keasliannya dan tidak dapat diduplikasi.

    NFT Art dapat dibuat dengan proses yang mudah, cukup dengan registrasi dan mengunggah karya seni digital milik Anda melalui marketplace NFT terpercaya, seperti TokoMall. Dengan TokoMall, seniman dapat mendaftarkan diri sebagai merchant dan melakukan minting karya NFT setelah lolos review dan verifikasi. Selanjutnya, untuk melanjutkan ke proses publikasi, para seniman akan dikenakan sejumlah gas fee.

    Jadi, konsep NFT Art tidak sesulit yang dibayangkan, bukan? Kini, para seniman bisa kembali bangkit dan bersiap untuk mengubah karya seni 2 dimensi ke dalam bentuk NFT serta melakukan minting dan publikasi di TokoMall setelah memenuhi persyaratan yang berlaku. Yuk, kunjungi www.mall.tokoscape.com dan daftarkan diri Anda sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perbedaan Mengoleksi Seni Konvensional dan Seni Digital NFT

    Pandemi COVID-19 tidak hanya mengubah sektor perekonomian, bidang kesenian pun mengalami perubahan dari segi profil penikmatnya. Dilansir dari Medcom, awalnya kolektor seni didominasi oleh masyarakat yang berusia 60 tahun ke atas. Sedangkan saat pandemi melanda, kolektor seni banyak datang dari kalangan berusia 40 tahun. Tidak hanya itu, pandemi juga memberi kesempatan bagi para kolektor melalui seni digital NFT.

    Beberapa Alasan Orang Mengoleksi Seni

    Pada umumnya, para kolektor memiliki kepentingan yang berbeda-beda dalam mengoleksi karya seni, beberapa di antaranya terangkum dalam dua poin berikut:

    Bisa dibilang poin pertama ini adalah alasan terbanyak dari para kolektor. Punya hobi dalam mengoleksi barang dan seni mampu memberikan kepuasan batin tersendiri. Semasa hidupnya, seseorang memiliki kebutuhan untuk mengekspresikan diri melalui berbagai hal yang disenanginya, salah satunya dengan mengoleksi karya seni dan barang unik.

    Dari segi psikologis dan emosional, kegiatan mengoleksi karya seni dan barang ini mampu memberikan rasa nyaman. Makanya, tidak heran kalau di luar sana banyak para kolektor yang mengoleksi berbagai hal unik, seperti action figure, miniatur, lukisan, hingga barang pecah belah.

    • Melatih Kemampuan Finansial

    Selain bertujuan untuk memberi kepuasan batin, mengoleksi barang dapat melatih kemampuan seseorang dalam mengalokasikan keuangannya.

    Kok bisa?

    Yep. Selain berlandaskan hobi, tidak jarang kolektor menjadikan barang kumpulan mereka sebagai alat investasi. Para kolektor percaya bahwa barang yang dikoleksinya memiliki prospek harga yang sangat baik di masa depan, terlebih untuk barang antik dan barang dengan edisi terbatas (limited edition).

    Sebelum pandemi COVID-19, banyak pameran karya seni yang dapat dikunjungi oleh masyarakat umum maupun kolektor. Akan tetapi, keadaan memaksa para seniman untuk mengubah cara dalam memamerkan karyanya. Salah satu terobosan dalam bidang seni yang menjadi angin segar bagi seniman maupun kolektor adalah hadirnya seni digital NFT.

    Perbedaan Mengoleksi Seni Konvensional dan NFT

    Ketika NFT hadir, banyak kolektor yang memanfaatkan momentum ini untuk menyalurkan hobinya dengan berselancar ke dalam sistem blockchain dan membeli karya seni digital NFT.

    Lantas, apa perbedaan dari mengoleksi karya seni konvensional dengan seni digital NFT?

    Nah, berikut jawaban yang sudah kami siapkan untuk Anda:

    Karya seni konvensional pada umumnya berkarakteristik 2 dimensi dan 3 dimensi. Bentuk fisik karya seni yang dapat digenggam, dibawa, dan diletakan bisa memengaruhi keamanan dan ketahanan karya seni itu sendiri.

    Karya seni konvensional memiliki risiko kerusakan fisik dan pencurian lebih tinggi, terlebih apabila karya seni tersebut memiliki nilai fantastis. 

    Hal ini berbeda dengan NFT, di mana semua karya seni digital NFT disimpan di dalam sistem blockchain yang memiliki standar keamanan tinggi karena setiap transaksi akan tercatat dan terverifikasi oleh semua pengguna dalam blockchain. Selain itu, seni digital pada NFT sudah secara otomatis dilengkapi oleh kode unik, sehingga terjaga keasliannya.

    Banyak kolektor di luar sana yang rela merogoh kocek untuk mengunjungi berbagai pameran seni di luar negeri. Belum lagi pameran seni sering diadakan saat peak season di mana turis banyak berdatangan membuat biaya akomodasi seperti pesawat dan penginapan semakin membengkak.

    Jika berbicara dari segi biaya, seni digital NFT mampu mengikis biaya tambahan seperti akomodasi. Ini dikarenakan Anda bisa membeli dan mengoleksi seni digital NFT yang tersedia dalam marketplace hanya dengan bermodalkan smartphone maupun laptop kesayangan. 

    Pada umumnya sebuah pameran seni berlangsung dengan periode waktu tertentu. Bagi kolektor yang memiliki kesibukan lain tentu menjadi penghambat, karena para kolektor bisa kehilangan kesempatan untuk memiliki karya seni yang bernilai.

    Tentu hal di atas dapat diminimalisir dengan kehadiran seni digital NFT, karena kolektor bisa mengakses marketplace NFT kapanpun dan di manapun selama 24/7. Hal ini bisa menjadi solusi bagi kolektor yang tidak ingin ketinggalan berbagai seni digital NFT yang potensial.

    Melihat beberapa poin di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kehadiran seni digital NFT tidak hanya dapat memberikan solusi bagi kolektor, tetapi juga bagi para seniman dan kreator yang terdampak karena pandemi COVID-19. 

    Bagi Anda yang ingin membeli seni digital NFT, kini Tokocrypto menghadirkan Tokomall yang dapat menjawab kebutuhan para kolektor. Kunjungi https://mall.tokoscape.com/ dan segera dapatkan seni digital NFT favorit Anda!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tren Selanjutnya Untuk Game NFT: Popop World, Platform Mini Games Pertama

    Popop World telah resmi diluncurkan, menjadi bagian dari NFT yang akan merevolusi dunia gaming karena proyek ini dianggap sebagai proyek mini gameFi pertama didunia.

    Hype tentang NFT akan datang dan pergi. Gelombang hype yang terjadi di tahun 2021 dimana artis membeli NFT sudah memudar. Ribuan koleksi digital yang baru selalu ditambahkan ke ekosistem setiap minggu, termasuk pasar NFT baru, dll.

    Nah, Popop World juga akan bergabung untuk menambah Hype. Bagusnya, game ini juga memberikan uang (Play-to-Earn).

    Bagaimana Cara Kerja Game Play-To-Earn

    Game NFT yang berbasis Play-To-Earn memberikan pemain kesempatan untuk mendapatkan uang ketika bermain.

    Biasanya, pemain akan dihadiahkan token dan NFT semakin lama mereka bermain. Token tersebut biasanya akan digunakan untuk melakukan crafting atau upgrade equipment yang digunakan.

    Memberikan token lebih konsisten karena token bisa diperoleh secara konsisten melalui gameplay, sedangkan NFT Drops lebih random.

    Perbedaan Popop World Dengan Game NFT Lainnya

    Popop World adalah platform pertama yang menawarkan berbagai mini games yang dapat dimainkan semua devices.

    Pemain dapat bermain sendiri atau bersaing di seluruh dunia. Setiap pemain menggunakan strategi unik untuk menang.

    Perbedaanya dari game NFT laiinya adalah banyaknya game yang tersedia untuk dimainkan semua orang dan semua umur.

    Menangnya platform ini adalah game-game yang hadir disini sangat simple.

    Popop World menggabungkan manfaat dari NFT dan DAO, menghasilkan model ekonomi dan bisnis baru untuk applikasi yang terdecentralisasi yang fokus pada game kasual.

    Ini akan menambahkan value (nilai) bagi seluruh dunia virtual dan blockchain ekonomi.

    Kenapa Popop World Dianggap Sebagai Tren Baru GameFi

    Tidak heran jika game NFT menjadi trending di dunia sejak pandemi Covid.

    Bagaimana tidak, dengan banyak bisnis yang bangkrut dan ribuan orang di PHK membuat mereka mencari penghasilan dalam bentuk apa-pun.

    Game NFT menjadi sasaran mereka sebagai mata pencaharian.

    Namun, apakah tren selanjutnya di dunia game NFT?

    Jawabannya adalah mini-game. Kenapa?

    Jawabannya simple, karena platform tersebut menargetkan untuk semua pasar artinya pemain untuk semua umur dan dimana saja untuk menghabiskan waktu atau rilex. Dan, bermain Popop World akan membuahkan anda uang.

    NFT Dari Popop World

    Popop World juga mempunyai NFT sendiri, yang dinamai Popman dan POP.

    Popman

    Popman adalah tiket untuk bermain Popop World. Pemain harus membeli Popman dan platform memiliki 10.000 Popman yang unik.

    Popman NFT juga bisa didapat dari invites, gacha dan aktivitas di dalam game.

    Terlebih lagi, Popma NFT juga mempunyai beda jenis: B, A, S, SS dan SSS. Semakin tinggi levelnya, semakin susah untuk mendapatkan dan semakin hebat.

    Setiap NFT mempunyai level dan tampilan yang berbeda. Seperti semua game, SSS adalah yang terbaik dan keuntungannya adalah bonus EXP yang lebih tinggi daripada jenis lainnya.

    POP Token

    POP adalah token ERC dalam Polygon chain (Matic). Ketika bermain, pemain dapat memperoleh nilai aktivitas/ kontribusi dan menukarkan dengan POP untuk berbelanja di game mall dalam game.

    Disamping itu, anda juga bisa stake POP untuk mendapatkan governance, dan berbagi pendapatan game.

    Peluncuran NFT pada bulan Oktober

    Popop World diperkirakan akan diluncurkan bulan Oktober di OpenSea. Pemain yang tertarik bisa berpartisipasi dalam kontes untuk membuka gacha dan mereka bisa membeli disini dan akan diarahkan ke OpenSea.

    Gacha akan memberikan anda Popman yang unik, semakin tinggi jenis, semakin tinggi EXP yang didapat.

    Popop World’s Social Media Channels:

    Website: https://www.popop.world/

    Telegram channel: https://t.me/popopworldchannel

    Telegram group: https://t.me/popopworldcommunity

    Twitter https://twitter.com/popop_world

    Facebook: https://www.facebook.com/popopworld

    Discord: https://discord.com/invite/y7UCGWWM3v

    Medium: https://popopworld.medium.com/

    sumber.





    Sumber : news.tokocrypto.com